Anda di halaman 1dari 1

LATAR BELAKANG

BBLR adalah bayi Baru Lahir Dengan Berat badan Lahir kurang dari 2500 gram.
Dahulu bayi baru lahir yang berat badan lahir kurang atau sama dengan 2500 gram disebut
prematur (Djitowiyono, 2010). Djitowiyono, Sugeng dkk. 2010.Asuhann Keperawatan
Neonatus dan Anak. Yogyakarta: Nuha Medika

Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature beby dengan low birth weight
baby (Bayi Dengan Berat Lahir Rendah). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan
berat kurang dari 2500 gram pada waktu lahir bayi prematur. Untuk menentukan apakah
bayi baru lahir itu prematur kita dapat melihat dari sesuai masa kehamilan (SMK), dan
(BMK) besar masa kehamilan (Sarwono, 2006). Saifddin, Abdul Bahri. 2006. Pelayanan
Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

Menurut WHO pada tahun 1995 data BBLR dirincikan sebanyak 17% dari 25 juta
persalinan per tahun dan hampir semua terjadi dinegara berkembang (Maulana, 2009).
Maulana, Mirza. 2009. Seluk Buluk Merawat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Garailmu

Salah satu cara untuk menilai kualitas bayi adalah dengan mengukur berat badan bayi pada
saat lahir. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya
berada pada kondisi yang baik. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami
masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronis (KEK). Hasil Survey Sosial Ekonomi
Nasional (SUSENAS) 1999 menunjukkan bahwa terdapat 1 iv 27,6 % ibu hamil KEK yang mempunyai
kecenderungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (Lubis, 2003).

Di Indonesia insiden BBLR bervariasi, dari hasil studi di 7 wilayah (Aceh, Palembang,
Yogyakarta, Surabaya, Bali, Ujung Pandang, Manado), prevalensi BBLR berkisar antara 2,1 % - 17,7 %
(Saraswati, Sumarno, 1998). Dari data SUSENAS 1999, angka insiden bayi lahir dengan Berat Badan
Lahir Rendah (BBLR) adalah 14,0 %. Angka ini lebih besar dari target BBLR yang ditetapkan pada
sasaran program perbaikan gizi menuju Indonesia sehat 2010 yakni maksimal 7 % (Setyowati, 2003).
Lilik Hanifah, 2009. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI
LAHIR, PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA, SURAKARTA. (cek penulisan daftar pustaka yg ini, soalnya aku gak tau cara
penulisannya)

Beri Nilai