Anda di halaman 1dari 13

HALAMAN JUDUL

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................................................. i


DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................................ 1
1.2 Tujuan .......................................................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................................... 2
2.1 Koliform ....................................................................................................................................... 2
2.2 Pengujian Bakteri Koliform....................................................................................................... 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................................... 5
3.1 Waktu dan Tempat ..................................................................................................................... 5
3.2 Alat dan Bahan............................................................................................................................ 5
3.3 Prosedur Kerja ............................................................................................................................ 5
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................................................... 7
4.1 Hasil.............................................................................................................................................. 7
4.2 Pembahasan Koliform ................................................................................................................ 7
BAB V PENUTUP................................................................................................................................. 9
5.1 Kesimpulan .................................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 10
LAMPIRAN......................................................................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan. Pemeriksaan
secara mikrobiologi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat dipakai sebagai
pengukuran derajat pencemaran. Pemeriksaan derajat pencemaran air secara
mikrobiologis umumnya ditujukan pada kehadiran bakteri indikator coliform dan
fecal coliform. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri
patogenik lain. Bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran
bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran
dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri
patogen. Makin sedikit kandungan coliform, artinya, kualitas air semakin baik
(Kawuri dkk., 2007).

Bakteri coliform dapat dibedakan atas 2 grup yaitu : (1) coliform fekal,
misalnya Escherichia coli, dan (2) coliform non-fekal, misalnya Enterobaster
aerogenes (Fardiaz, 1993). Coliform fekal adalah bakteri coliform yang berasal dari
tinja manusia atau hewan berdarah panas lainnya. Sedangkan coliform non-fekal
adalah bakteri coliform yang ditemukan pada hewan atau tanaman-tanaman yang
telah mati. Uji kualitatif coliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji
dugaan (presumptive test), uji penetapan (confirmed test), dan uji pelengkap
(completed test). Metode pengujian yang digunakan adalah metode Most Probable
Number (MPN) atau Jumlah Perkiraan Terbatas (JPT) (Kawuri, dkk. 2007)

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air.


2. Untuk mengetahui ada tidaknya bakteri coliform dan E.Coli dalam sampel air.
3. Untuk mengetahui jumlah bakteri koliform pada sampel air dengan
menggunakan perhitungan MPN.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Koliform
Koliform merupakan suatu grup bakteri yang di gunakan sebagai indikator
adanya polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan,
susu, dan produk-produk susu. Adanya bakteri koliform di dalam makanan atau
minuman menunjukan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifat
enteropatogenik dan toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan.Berdasarkan
penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat
menyebabkan kanker. Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi
bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat
menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Bakteri koliform
dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan
tingkat pencemaran air. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air
seperti virus, protozoa, dan parasit. Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan
yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.
(Lay, 1994)

Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat aerob atau anaerob fakultatif, termasuk
ke dalam bakteri gram negatif, tidak membentuk endospora, dan dapat
memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.
Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella sp., Citrobacter,
Enterobacter, dll. (Lim, 1998)

Menurut Dwidjoseputro, (2003) bakteri koliform dapat di bedakan menjadi dua


golongan yaitu :

1. Bakteri koliform golongan fekal misalnya Escherichia coli, berasal dari kotoran
hewan atau manusia.

2. Bakteri koliform golongan non fekal.misalnya Enterobakter aerogenes, biasanya


ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati.

2.2 Pengujian Bakteri Koliform

Penting untuk kita mengetahui adanya bakteri coliform atau tidak, yaitu bila
terdapat gas pada tabung durham maka pada sampel tersebut terdapat bakteri
golongan coliform. Bila belum mengalami perubahan warna atau terbentuk gas
maka air diinkubasi lagi 48 jam, jika dalam 48 jam tidak ada perubahan warna dan
tidak terbentuk gas maka air tersebut tidak mengandung bakteri coliform. Untuk
mengetahui jumlah sel bakteri golongan coliform yang terdapat dalam sampel air,

2
dilakukan metoda Jumlah Perkiraan Terdekat atau Most Probable Number, untuk
menentukan apakah air yang digunakan masih sesuai peruntukannya sebagai air
minum atau tidak. Prinsip dari metode ini adalah fermentasi laktosa selama 24 jam
oleh bakteri coliform yang akan menghasilkan asam dan gas yang tertangkap oleh
tabung Durham dalam tabung uji. Bakteri coliform memilki kemampuan
menguraikan laktosa sebagai sumber karbon sedangkan kelompok mikroba usus
yang lain tidak. (Dwidjoseputro, 2003)

1. Uji Penduga Koliform.


Uji pendugaan bakteri koliform adalah yaitu untuk menduga adanya bakteri
koliform dalam sedian cair dengan melihat terjadinya gas yang terbentuk
dalam tabung durham. Apabila tidak terbentuk gas selama 48 jam maka hasil
negtif dan uji berikut tidak perlu dilakukan. Medium yang digunakan adalah
LBDS (Lactose Broth Double Dose) dan LBSD (Lactose Broth Single Dose).

2. Uji Penetapan
Tahap ini adalah melanjutkan tahap pertama, yaitu dengan membuat biakan
agar tuang dari biakan laktosa cair pada agar media selektif deferensial. Media
yang umum digunakan adalah Agar Eosin Metilin Biru (EMBA) atau Endo
Agar (EA). Koloni yang tumbuh pada agar itu ada 3 tipe, yaitu :

a. Koloni Tipikal yang tampak gelap dan ada kilap logam pada bagian
tengahnya.

b. Koloni Atipikal yang tidak tampak bagian gelap dan tidak mengkilap pada
bagian tenganya , berwarna merah muda (pink) dan buram.

c. Koloni yang tidak termasuk kedua tipe koloni sebelumnya. Kalau


didapatkan koloni terakhir itu, uji dinyatakan negatif

3. Uji pelengkap.

Pada uji ini dilakukan pembuatan biakan cair dalam media laktosa broth dari
koloni tipikal (pada media EMBA atau EA) dengan tujan untuk mendeteksi
apakah mikroba yang diduga E. Coli tersebut dapat difermentasikan laktosa.
Selain membuat biakan cair itu, dalam tahapan ini dilakukan isolasi terhadap
koloni tipikal dan diamati morfologinya (untuk bentuk kolifom).

Dari pertumbuhan koloni pada agar cawan EMB, di pilih masing-masing satu
koloni yang mewakili koliform fekal dan satu koloni yang mewakili koliform
non fekal. Uji lengkap di lakukan untuk melihat apakah isolat yang di ambil
benar merupakan bakteri koliform. Dari masing-masing koloni tersebut di

3
buat perwarnaan gram, dan sisanya masing-masing di larutkan ke dalam 3 ml
larutan pngencer steril. Dari suspensi bakteri tersebut masing di inokulasikan
menggunakan jarum ose ke dalam tabung berisi lakose broth dan tabung
Durham, dan di goreskan pada agar miring nutrien agar. Tabung di
inkubasikan pada suhu 350C selam 24 jam, dan di amati pertumbuhan dan
pembentukan gas di dalam lactose broth. Koloni yang menunjukan reaksi
pewarnaan gram negatif berbentuk batang, dan membentuk gas di dalam
lactose broth mereupakan uji lengkap adanya koloni koliform.
(Dwidjoseputro, 2003)

4
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat


Pratikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Mei 2019 jam 13:01-
15:30 WIB di laboratorium mikrobiologi–virologi jurusan farmasi fakultas farmasi
dan sains UHAMKA

3.2 Alat dan Bahan


 Cawan petri steril  Lampu bunsen
 Tabung raksi  Jarum ose
 Mikropipet  Lactose Broth Single Strenght
 Blue tip  Lactose Broth Double Strenght
 Rak tabung  Etiosin Metilen Blue Agar

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur pelaaksanaan pada pratikum ini yaitu :
1. Uji duga
a. Inokulum 3 tabung reaksi berisi 10 ml laktosa cair konsentrasi lipat 2
(double strength) dengan masing masing 10 ml sampel air.
b. Inokulum 3 tabung reaksi berisi masing masing 10 ml laktosa cair (single
sterngth) dengan masing masing 1 ml sampel air.
c. Inokulum 3 tabung reaksi berisi masing masing 10 ml laktosa cair (single
sterngth) dengan masing masing 0,1 ml sampel air.
d. Inkubasi piaraan itu dalam inkubator suhu 370C selama 2x24 jam.
e. Amati setiap 24 jam

2. Uji penetapan
a. Buat piaraan goresan pada EMBA atau EA dari piaraan dalam uji duga,
dengan inokulum yang paling sedikit dan hasilnya positif.
b. Inkubasikan piaraan itu dalam inkubator suhu 370C selama 2x24 jam.
c. Amati pertumbuhan koloni tipikal yang menunjukan hasil positif.

5
3. Uji lengkap
a. Ambil 2 koloni tipikal dari EMBA masing masing diinkulasikan kedalam
laktosa cair dan yang lain digoreskan pada agar miring.
b. Inkubasikan pada inkubator suhu 370C selama 2x24 jam.
c. Amati terbentuknya gas di dalam tabung durham setiap 24 jam.
d. Buat pewarna gram dari piaraan miring NA dan juga pewarnaan
spora.terbentuknya gas dalam waktu 24 jam dan bentuk sel batang serta
tidak adanya spora dalam sel.

6
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Tujuan praktikum : Mengetahui Bakteri Koliform Dalam Sediaan Cair


Tanggal praktikum : 22 Mei 2019

4.1 Hasil
Tabel 4.1 Uji Koliform
Uji
No Sampel Uji Duga Uji Penetapan
Lengkap
10ml 1ml 0,1ml
1 Es The Atipikal -
3 3 3
Medium LBDS dan LBSS MPN > 1100 Medium EMBA -

4.2 Pembahasan Koliform

Medium yang digunakan ialah LBSS (lactose Broth Single Strenght) dan
LBDS (lactose Broth Double Strength) perbedaan antara single dan double ini
adalah besarnya konsentrasi yang terkandung dalam medium. LBDS mengandung
konsentrasi yang lebih besar dari pada LBSS akibatnya sampel yang dimasukkan
pada LBDS lebih banyak dari pada sampel yang dimasukkan pada LBSS.

Bakteri koliform merupakan bakteri yang berasal dari bahan-bahan


intestinal/tinja baik termasuk bakteri gram negative, tidak membentuk endospora,
dapat memfermentasikan laktosa, menghasilkan asam laktat, dan gas pada suhu
370C dalam 48 jam. Pada praktikum ini menggunakan sampel air yaitu: air es teh
manis pinggir jalan.

7
Dari praktikum yang telah dilakukan sampel tersebut negatif mengandung
bakteri koliform. Hal tersebut dapat dilihat dari uji penetapan, walaupun pada uji
duga dan nilai MPN (Most probable Number) dimana es teh pinggir jalan memiliki
nilai MPN >1110/ml, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel tersebut
pernah terkontaminasi bahan-bahan tinja dan mungkin dapat mengandung pathogen
usus. Berdasarkan Permenkes RI No. 416 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan
pengawasan kualitas air bersih menyebutkan bahwa kandungan bakteri Total
Coliform dalam air bersih yaitu 50/100 ml untuk air sumur dan 10/100ml untuk air
perpipaan.

Kontaminasi terhadap bahan-bahan sampel dapat terjadi dari sumber air


yang digunakan. Misalnya pada es the pinggir jalan mungkin saja air atau es batu
yang digunakan berasal dari air mentah yang pernah melarutkan sejumlah tinja
makhluk hidup berdarah panas. Atau terkontaminasi oleh tangan manusia yang
telah memegang sesuatu yang sebelumnya pernah terkontaminasi bakteri koliform.
Selain karena bahan itu sendiri yang mengalami kontaminasi, medium yang
digunakan bisa saja terkontaminasi akibat kurang aseptis proses pembuatannya
karena ketika akan digunakan tabung durham yang berada dalam tabung reaksi
berisi medium LBDS telah terisi gelembung, yang memang bisa saja gelembung
tersebut hanya berasal dari gas luar yang terjebak ketika memasukkan tabung
durham. Penyebab lainnya ialah tip dan mikropipet yang digunakan telah
terkontaminasi oleh cairan sampel sebelumnya. Atau jarum ose yang digunakan
sebagai pentransfer tidak disterilisasi dengan besar.

Namun, kami menduga terdapatnya bakteri koliform dalam sampel lebih


disebabkan oleh sumber air, cara sterilisasi, cara pembuatan, sentuhan tangan atau
anggota badan lain yang telah terkontaminasi, dan penyebab-penyebab lainnya
yang lebih mengarah kepada sampel itu sendiri bukan dari cara praktik uji koliform.
Kemudian bakteri yang dihasilkan sampel masuk kedalam jenis koloni atipikal pada
uji penetapan dengan ciri-ciri: tampak gelap dan tidak terdapat kilap logam pada
bagian tengah koloni.

8
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Bakteri koliform memiliki cirri fakultatif anaerob, termasuk gram negative


berbentuk batang pendek, tidak membentuk endosporan dan membentuk
gas dari penguraian laktosa pada suhu 370C dalam 48 jam.
2. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air.
Uji kualitatif coliform terdiri dari uji dugaan (presumptive test) dan uji
penetapan (confirmed test)
3. Dari hasil pengamatan sampel air yang diujikan dideteksi adanya bakteri
koliform tipe atipikal pada sampel es teh.
4. Sampel es teh memiliki nilai MPN >1110 per 100 ml.
5. syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih menyebutkan bahwa
kandungan bakteri Total Coliform dalam air bersih yaitu 50/100 ml untuk
air sumur dan 10/100ml untuk air

9
DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Kawuri, R., Y. Ramona, dan Darmayasa. 2007. Penuntun Praktikum Mikrobiologi


Umum Jurusan Farmasi. Bukit Jimbaran : Laboratorium Mikrobiologi
Jurusan Biologi F. MIPA UNUD

Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lim,D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. McGrow-hill book, New york.

Peraturan Menteri Kesehatan R.I No: 416/MENKES/PER/IX/1990, Syarat-syarat


Dan Pengawasan Kualitas Air, Menteri Kesehatan RI, Jakarta, 1990

10
LAMPIRAN

11