Anda di halaman 1dari 22

Makalah Kebutuhan Dasar Rasa Aman dan Nyaman (Nyeri)

Jumat, 22 November 2013 07.01 Diposkan oleh adhe febriana


Label: KDM

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME atas Rahmatnya sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah ini yang membahas tentang Kebutuhan Dasar Manusia Rasa
Aman dan Nyaman (Nyeri).
Terima kasih kami ucapkan kepada para pengajar atas bimbingan dan pendidikan yang diberikan
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Makalah ini merupakan hasil diskusi
kelompok kami dengan materi eliminasi. Pembahasan di dalamnya kami dapatkan dari kuliah,
browsing internet, diskusi anggota, dll.
Dengan pemahaman berdasarkan pokok bahasan masalah kebutuhan dasar eliminasi
pada manusia. Kami sadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaannya. yang dapat kami
sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami yang sedang menempuh
pendidikan dan dapat dijadikan pelajaran bagi temanteman dan kami khususnya.

Banyumas, 19 November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar ....................................................................................................... 1
Daftar isi ............................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................................. 3
B. Tujuan Penulisan ............................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengerti dan Fisiologi Nyeri .................................................................... 4
B.Makna dan Persepsi Nyeri ................................................................................. 7
C.Toleransi dan Reaksi Nyeri ................................................................................ 8
D. Jenis dan bentuk Nyeri ...................................................................................... 9
E. Faktor yang mempengaruhi nyeri .................................................................... 12
F. Mengukur Intensitas Nyeri .............................................................................. 13
G. Asuhan Keperawatan ........................................................................... 14
H. Diagnosa Keperawatan ........................................................................... 16
I. Implementasi ......................................................................................... 17
J. Management Nyeri ................................................................................... 20
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 26
B. Saran ................................................................................................................ 26
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 27
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Belakangan ini, kehidupan sehari-hari kita sering merasakan nyeri yang membuat ketidak
nyamanan dalam hidup kita,sebagian dari individu merasa tidak kwatir terhadap nyeri,dan
sebgian individu merasa cemas,takut terhadap nyeri itu.banyak diantara individu yang tidak bisa
menyelesaikan masalah ketidak nyamanan ini,untuk itu saya membuat makalah ini, untuk
memberi petunjuk bagi pembaca dalam menyelesaikan masalah ketidak nyamanan yaitu nyeri.

1.2 TUJUAN

Makalah ini betujuan untuk menerangkan, membuktikan, menjelaskan, serta menerapkan konsep
dasar nyeri dalam menyelesaikan masalah ketidak nyamanan.
1.3 MANFAAT

Menambah wawasan tentang konsep dasar nyeri dan menerapkan dalam kehidupan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN

Muenurut LONG,1996 ,Nyeri adalah perasaan yang tidk nyaman,sngt subjektif ,dan hanya orng
yang mengalami yang dapt mengungkapkan dan menjelaskanya perasaan tersebut. Menurut
PRIHARJO,1992, perasaan tidak nyaman baik ringan maupun berat

2.2 FISIOLOGI NYERI

Bagaiman nyeri merambat dan di persepsikan oleh individu masih belum sepenuhnya di
mengerti.akan tetapi, bisa tidaknya nyeri diraskan dan hingga derajat mana nyeri tersebut
mengganggu di pengaruhi oleh interaksi antaras sistem algesia,transmisi saraf serta insiterpretasi

stimulus.
Nosisepsi
Reseptor yang bertugas merambat sensasi nyeri disebut nosiseptor, nosiseptor merupakan ujung-
ujung saraf perifer yang bebas.reseptor nyeri tersebut dapat di rangsang oleh stimulus
mekanisme, suhu, atau kimawi, sedangkan proses fisiologi terkait nyeri di sebut nosisepsi.

Prose tersebut Terdiri atas 4 fase:

 Ø Transduksi adanya rangsangan yang membahayakan(bhn kimia, suhu, listrik)


memicu pelepasan mediator biokimia yang mensensitisasi nosiseptor

 Ø Transmisi, fase ini terdiri dari 3 bagian:

Pada bagian pertama: nyeri merambat dari Seraput saraf perifer ke medula spinalis.serabut
nosiseptor yang terlibat adalah serabut C, yang mentransmisikan nyeri tumpuldan menyakitkan
.dan serabut A-delta yang mentransmisikan nyeri tajam.

Bagian ke dua:transmisi nyeri dari Medula spinalis ke otak dan talamus melalui spinotalamic
tract (stt) yang membawa informasi mengenai sifat dan lokasi dari stimulus ke stimulus.

Bagian ke tiga:sinyal dari stimulus tadi di teruskan ke korteks sensor motorik,tempat nyeri di
persepsikan.

 Ø Persepsi,pada fase ini kita mulai menyadari adanya nyeri ,sehingga munculnya
berbagi prilaku kognitif untuk mengurangi komponen sensorik,dan afektif nyeri
 Ø Modulasi(sistem desenden) pada fase ini neuron di batang otak mengirim sinyal-
sinyal ke medula spinalis ,dan melepaskan subtansi (opioid,serotonin, )yang akan menghambat
impuls aseden yang membahayakan di bagian medula spinalis

Teori gate kontrol


Banyak teori yang menjelaskan fisiologi nyeri ,namun yang paling sederhana adalah teori gate
control(Melzeck dan well)

Teori ini menjelaskan bahwa subtansi gelatinosa pada medula spinalis bekerja layaknya pintu
gerbang yang memungkinkan atau menghalangi masuknya implus nyeri ke otak.

Berikut Teori Transmisi Nyeri

JENIS TEORI RESPON FISIOLOGI

Resepror nyeri tertentu akan menyalaurkan implus sraf nyeri ke


PEMISAHAAN(SPEcifity) otak,proses ini tdk memperhitungkan aspek fisiologi persepsi dan
respon nyeri

Nyeri terjadi karena efek gabungan dari intensitas stimulus,dan


Pola(pattem) jumlah implus pada ujung dorsal medula spinalis,ini tdk termasuk
aspek fisiologi

Nyeri terjadi karena efek gabungan dari intensitas stimulus,dan


Teori gate control jumlah implus pada ujung dorsal medula spinalis,ini tdk termasuk
aspek fisiologi

Transmisi dan inhibisi Stimulus yang mengenal nosiseptor memulai transmisi implus
saraf.inhibisi implus nyeri menjadi efektif oleh adanya : 1)implus
menuju serabut besar yang membelok implus pada searbut serabut
lambat 2)sistem supresif oplat endogen

2.3 MAKNA NYERI

 Berbahaya atau merusak

 Menunjukan adanya komplikasi (infeksi)

 Memerlukan penyembuhan

 Menyebabkan ketidak mampuan

 Merupakan hukuman akibat dosa

 Merupakan sesuatu yang harus di tolerensi

2.4 PERSEPSI NYERI

Persepsi nyeri, tepatnya pada area korteks (fungsi evaluatif kognitif)muncul akibat stimulus
menuju saraf spinnotalamikus dan talamiko kortikalis.

Bersifat:

 Objektif
 Sangat kompleks
 Persepsi nyeri bisa berkurang atau hilang pada periode stes berat atau emosi
Contoh: penderita luka bakar derajat III tidak akan merasa nyeri walaupun cederanya sangat
hebat.

2.4 TOLERANSI NYERI

Toleransi terhadap nyeri terkait dengan intensitas nyeri yang membuat seseorang mampu
menahan rasa nyeri seblum minta pertolongan.

Toleransi yang tinggièindividu mampu menahan nyeri yang berat sebelum mencari pertolongan

2.6 REAKSI NYERI


Setiap orang memberikan reaksi yang berbeda terhadap nyeri, diantaranya:

 Takut
 Gelisa
 Optimis
 Menangis
 Mengerang
 Menjerit
 Mondar mandir
 Mengepal tangan,dll
Faktor reaksi nyeri

Makna nyeri bagi individu


Tingkat persepsi nyeri
Pengalaman masa lalu
Nilai budaya
Harapan sosial
Kesehatan fisik dan mental
Sikap orang tua
Lokasi nyeri
Perassan takut
usia
2.7 JENIS DAN BENTUK NYERI

Jenis nyeri
 Nyeri perifer, nyeri ini ada tiga jenis:

o Nyeri supersial, rasa nyeri yang muncul akibat ranagsangan pada kulit dan mukosa.

o Nyeri viseral, yakni nyeri yang muncul akibat stimulasi pada reseptor nyeri pad abdomen,
kranium, dan toraks.

o Nyeri alih, yakni nyeri yang dirasakan pada daerah yang jauh dari jaringan penyebab nyeri.

o Nyeri sentral, yakni nyeri yang muncul akibat stimulasi pada medula spinalis, batang otak,
dan talamus.
o Nyeri psikogenik, nyeri yang tidak di ketahui penyebab fisiknya, nyeri ini timbul akibat
pikiran si penderita sendiri.

Bentuk nyeri
Nyeri akut

 Berlangsung tdk lebih dari 6 bulan

 Gejalanya mendadak

 Penyebab dan lokasi nyeri sudah di ketahui

 Ditandai dengan penegangan otot dan kecemasan

Nyeri kronis

 Berlangsung lebih dari 6 bulan

 Sumber nyeri bisa di ketahui/tidak

 Hilng tmbul

 Tidak dapat di sembuh

 Pengindraan nyeri lebih mendalam

 Sulit menunjukan lokasi

Dampaknya:

 Mudah tersinggung

 Kurang perhatian.

 Sering putus asa

Perbedaan nyeri akut dan kronis

Karateristik Nyeri akut Nyeri kronis

Pengalaman Suatu kejadian, jika klien baru


Suatu situasi, status eksistensi nyeri.
mngalami episode nyeri

Sebab eksternal atau penyakit yang Sumber nyeri tidak diketahui; klien sukar
Sumber
berasal dari dalam menentukan sumber nyeri karena
penginderaan nyeri yang sudah lebih dalam

Serangan Mendadak Bisa mendadak atau bertahap, tersembunyi

Beberapa bulan hingga beberapa tahun


Durasi Transien(sampai 6 bulan

Daerah yang nyeri dan yang tidak,


Daerah nyeri umumnya diketahui
intensitasnya menjadi sukar di evaluasi.
dengan pasti. Klien yang mengalami
Klien yang mengalami nyeri ini kerap
nyeri ini sering kali merasa takut dan
Pernyataan merasa tidak aman karena mereka tidak
khawatir dan berharap nyeri dapat
nyeri tahu apa yang mereka rasakan. Dari hari ke
segera teratasi. Nyeri ini dapat hilang
hari klien mengeluh mengalami keletihan,
setelah area yang mengalami
insomnia, anokresia, depresi, putus asa,
gangguan kembali pulih.
dan sulit mengontrol emosi

Gejala Pola respon khas,dengan gejala yang


Bervariasi,kdng hllng,kdng bertmbah parah
krinis lebih jelas

Biasanya melaporkan kekeurngn


Perjalanan Berlngsung terus
gejala setelah beberapa waktu

2.8 FAKTOR NYERI

Etni dan nilai budaya


Latar belakang etnik dan budaya merupakan faktor yang memengaruhi reaksi terhadap nyeri dan
ekspresi nyeri.
Cntoh: individu dari buday tertentu cenderung mengukapkap nyeri yang mereka
rasakan,sedngkan budaya lain lebih memilih untuk menahan, mereka tidak ingin merepotkan
orang lain.

Tahap perkembangan
Anak-anak cendrung kurang mampu mengungkapkan nyeri yang mereka rasakan, dibandingkan
dengan orang dewasa, dan lansia lebih tinggi karena penyakit yang di derita.

Lingkungan dan individu pendukung


Lingkungan yang bising, tingkat kebisingan yang tinggi, pencahayaan dan aktivitas yang tinggi,
serta dukungan dari orang terdekat.

Contoh: individu yang sendiri, tanpa keluarga atau teman-teman akan cenderung merasakan
nyeri yang lebih berarti.

Pengalaman nyeri sebelumnya


Pengalaman masa lalu memengaruhi kepekaan terhadap nyeri.individu yang pernah merasakan
atau melihat penderit nyeri merasa terancam dengan nyeri yang akan terjadi.

Ansietas dan stres


Ansietas sering kali menyertai peristiwa nyeri yang terjadi.ancaman yang tidak jelas asalnya dan
ketidak mampuan mengontrol nyeri atau peristiwa sekililingnya dpat mempeberat persepsi nyeri.

2.9 MENGUKUR INTENSITAS NYERI

Hayword (1975) Alat mengukur nyeri painometer. Intensitas nyeri sifatnya subjektif dipengaruhi
oleh:

 Tingkat kesadaran

 Konsentrasi

 Jumlah distrasi

 Tingkat aktivitas

 Harapan keluarga

Skala nyeri Hayward

skala Keterangan
0 Tidak nyeri

1-3 Nyeri ringan

4-6 Nyeri sedang

7-9 Sangat nyeri,msh bisa di kontrol

10 Sngt nyeri tidak bisa di kontrol

McGill(Mcgill’scale)

Mengukur nyeri dengan menggunakan 5 angka:

0 = tidak nyeri

1 = nyeri ringan

2 = nyeri sedang

3 = nyeri berat

4 = nyeri sngt berat

5 = nyeri hebat

3.1 ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI NYERI

 Pengkajian

Pengkajian nyeri yang akurat sangat penting, untuk itu perawata perlu mengkaji semua faktor
yang memengaruhi nyeri:

Fisiologi
Psikologi
Perilaku
Emosinal
sosiokltural
 Pengkajian nyeri terdiri dua komponen utama:

1. Riwayat nyeri untuk mendapatkan data dari klien


2. Observasi langsung pada respon perilaku fisiologi klien

Tujuan pengkajianèuntuk mendapatkan pemahaman objektif terhadap pengalaman subjektif

Mnmonik pengkajian nyeri

P Provoking/pemicu yang menimbulkan nyeri

Q Qualiti /kualitas nyeri (TUMPUL/TAJAM)

R Regio/daerah = perajalanan

S Severity/keganasan = intensitas

T Tme/waktu = serangan, lama, kekerapan, sebab

Riwayat nyeri

 Lokasi : Menentukan lokasi nyeri yang spesifik

 Intensitas nyeri : Menggunakan skala intensitas

 Kualitas nyeri : Rasa yang di tmbulkan

 Pola : waktu, durasi, kekambuhan interval nyeri

 Faktor presipitasi : Aktivitas tertentu dapat memicu munculnya nyeri

 Gejala yang menyertai : Mual, muntah, pusing, diare

 Pengaruh pda aktivitas sehari-hari : Tidur, nafsumakan, konsentrsi, pekerjaaan, hubgn


pernikahan, aktivitas di rumah, emosional

 Sumber koping : Pengaruh agama atau budaya

 Respon efektif : Takut, lelah, depresi.

3.2 OBSERVASI RESPON PRILAKU & FISIOLOGI


Respon nonverbal yang bisa dijadikan indikator nyer :

Ekspresi wajah:

 Menutup mata rapat-rapat

 Menggigit bibir bawah

 Respons vokalis

 Erangan

 Manangi

 Berteriak

 Gerakan tubuh

 Menendang-nendang

 Mebolak balikan tubuh

Respon fisiologi

Nyeri akut:
 Peningkatan tekanan darah,nadi,pernapasan

 Diaforesis

 Dilatasi pupil

 Jika nyeri belangsung lama,saraf simpatik telah beradaptasi,respon fisiologi tersebut


mungkin akan bekurang atau bahkan tdak ada

3.3 PENETAPAN DIAGNOSA

Menurut NANDA(2003), diagnosa keperawatan untuk klien yang mengalami nyeri atau ketidak
nyamanan adalah:
 Nyeri akut
 Nyeri kronis
Saat menulis pernyataan diagnoesa ,perawat harus menyebuttkan lokasinya(nyeri pegelangan
kaki kanan)

3.4 PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI


 Tujuan asuhan keperawatan untuk klien yang mengalami ketidaknyaman atau nyeri
bervariasi,bergantung pada diagnosis dan batasan karakteristiknya.

Nyeri akut
 Trauma pada perineum slm persalinan atau kelahiran

 Trauma jaringan dan refleks spasme otot

 Inflamasi (saraf, sendi, tenton, otot)

 Efek kanker

 Kram abdomen,diare,muntah

 Inflamasi dan spasme otot polos

 Trauma jaringan dan spsme otot refleks

 Demam

 Respons alergi

 Iritan kimia

Kriteria hasil individu akan menyampaikan kepuasan setelah tindakan peredam nyeri yang
diberikan.

Intervensi umum

 kaji faktor yang menurunkan toleransi nyeri (ketidak percayaan orang lain, kurang
pengetahuan, keletihan, kehidupan yang menonton)

 kurangi atau hilangkan faktor yang dapat meningkatkan nyeri

 Ketidak percayaan orang lain


o sampaikan penerimaan anda atas respons klien terhadap nyeri

o akui nyeri yang klien rasakan

o jelaskan pada klien bahwa bahwa anda mengkaji nyeri karena ingin memahami nyeri yang
klien rasakan dengan baik (bukan untuk memastikan bahwa nyeri benar-benar terjadi)

o jelaskan tentang konsep nyeri sebagai pengalaman yang bersifat pribadi

o diskusikan alasan mengapa klien dapat mengalami peningkatan atau penurunan nyeri
o Kurang pengetahuan

 dorong kelurga untuk memberikan perhatian ,juga pada saat nyeri sedanag tidak terjadi

 jelaskan mengenai mengenai penyebab nyeri kepada klien,jika penyebabnya diketahui

 jelaskan lamanya nyeri akan berlangsung,jika dsiketahui secara pasti,

 jelaskan tentang pemeriksaan diagnosa dan prosedur yang akan dilakukan secara rinci

o Keletihan

 Tentuka penyebab keletihan

 Jelaskan bahwa nyeri dpat mendukung terjadinya stres

 Beri kesempatan klien untuk istirahat pada siang hari

 Konsultasi dengan dokter untuk meningkatkan dosis obat

o Kehidupan yang mononton

 Diskusikan bersama klien dan keluarga mengenai manfaat terapieutik dari metode distraksi

 Jelaskan bahwa distraksi biasanya akan meningkatkan intensitas nyeri

 Variasika lingkungan

 Ajarka beberapa metode distraksi

 Kolaborasi bersama klien untuk menentukan metoda mana yang digunakan untuk
mengurangi intensitas nyeri

 Pertimbangkan kemauan klien,hal yang disukai,kontraindikasi,dll

 Jelaskanberbagai metode pereda nyer

 Diskusikan metoda nyeri yang akan di pakai

 Beri pereda nyeri yang optimal

o Kaji respons pasien terhadap obat-obat pereda nyeri

o Kurangi atau hilangi efek smping narkotika umum

o Bantu keluarga merespons positif terhadap pengalaman nyeri

o Kaji pengetahuan keluarga dan respons terhadap nyeri


 Beri klien kesempatan untuk mendiskusikan ketakutan, kemarahan, dll

 Libatkan keluarga dalam prosedur untuk menurunkan nyeri

 Berika informasi kepada klien setelah nyeri hilang

 Dorrong klien untuk mendiskusikan nyeri yang dialami

 Beri pujian untk kesabarn pasien

 Lakukan penyuluhan kesehatan sesuai indikasi

Rasional

 Jika klien harus meyakinkan tenaga kesehatan bahwa dia merasa nyeri, kecemasan akan
semakin meningkat dan persepsi nyeri

 Klien yang mendapatkan penjelasan tentang sensasi sesungguhnya yang akan ia rasakan
sebelum menjalani prosedur yang menyakitkan

 Penelitian membuktikan bahwa otak manusia akan menyekresikan endorfin yang


menghilangkan rasa nyeri

 Penggunaan metode pereda nyeri noninvansin

 Individu dewasa dan anak-anak yang mengalami nyeri merasa tubuh dan kehidupanya
kehilangan konrol

 Tidur yang tdk cukup dapt menurunkan individu untk menolerin nyeri

 Penataan nyeri seharusnya dilakukan secara agresif dan individual

 Intervensi nonfarmakologi menjadi pendekatan tindakan utama untuk nyeri

3.5 MANAJEMEN NYERI TERDIRI DARI :


1. Farmakologis (kolaborasi)-------penggunaan analgetik
Mengganggu penerimaan/stimuli nyeri dan interpretasinya dengan menekan fungsi talamus &
kortek serebri.

2. Pengelolaan non farmalogi


a. Teknik masase
Tidakan keperawatan dengan cara masase,dilakukan pada daerah superfesial atau otot, tulang.
Hanya untuk membantu mengurangi rangsangan nyeri akibat terganggunya sirkulasi.

Tujuan

 Meningkatkan sirkulasi pada daerah yang dimasase

 Meningkatkan relaksasi

Alat dan bahan:

 Minyak untuk massase

 handuk

Prosedur kerja

1) Jelaskan prosedur yang akan dilakuakn

2) Cuci tangan

3) Lakukan mesase pada daerah yang dirasakan nyeri slma 5-10 menit

4) Lakukan dengan telapak tngan dan jari dengan tekanan halus

 gerakan tangan selang seling (tekanan pendek, cepat, bergantian tangan) pinggang

o Teknik remasan( menguap otot bahu)èbahu

o Gerakan menggesek dengan ibu jari dan memutarèpunggung dan pinggang

o Teknik eflurasi dengan kedua tanganèpunggung dan pinggang

o Teknik petrisasi, menekan punggung secara horizontal

o Tknik tekanan menyikat dengan menggunakan ujung jari daerah pinggang

b. Kompres panas basah


Tindakan ini dapat dilakukan pada pasien yang mengalani nyeri,resiko terjadi infeksi luka,dan
kerusakan fisik

TUJUAN

 Memperbaiki sirkulasi

 Mengilangkan edema

 Meningkatkan drainasrpus
 Mengurangi rasa nyeri

Kompres basah pada luka terbuka

1) Gunkan srung tangan

2) Bsahi kasa steril dengan larutan pada magkuk kecil lalu peras

3) Letakan perassan kasa pada daerah luka

4) Tutup basa basah denga kering

5) Tutup dengn balutan atau displester

6) Cuci tngan

7) Catat keadaan luka.drainase.warna,integritas,dan respon pasien

Kompres panas basah dengan buli-buli

1) Buli-buli diisi air/larutan hangang buli-buli 1/3-2/3 bagian

2) Di bungkus dengan kantong buli-buliah

3) Letakan pada deerah luka

4) Catt

5) Cuci tngan

Kompres menggunakan elektrikal pad

1) Periksa tegangan listrik

2) Pasang stop kontak

3) Atur panas

4) Letakan electrical pad pada bagian yang akan di kompres

5) Catt

6) Cuci tngan

c. Kompres dingin basah


 Tidakan untuk memberikan rasa dingin dengan menggunkan lap atau kain yang di
celupkan ke dalam air dingin,dilakukan pada paha

Tujuan
 Menurunkan suhu tubuh pada penderita nyeri

Alat dan bahan

 Baskom berisi air dingin

 Pengalas

 Kain

 Termometer

Cara kerja

 Jelaskan prosedur pda pasien

 Cuci tngan

 Ukur suhu tubuh

o Pasang pengalas di bawah tempat yang akan di kompres

o Basahi kain dengan air dingin

o Letakan kainyang telah di basahi pada daerah aksila,dahi,atau lipatan paha

o Cuci tngn

d. Rendam
Digunakan cairn hangat yang dapat dilakukan pada daerah tangan, kaki, glutea, pada seluruh
tubuh yng mengalmi gngguan integritas, sirkulasi, ketegangan otot, dan luka kotor.

Tujuan

 Mengendor oto,tendon,dan ligamen

 Menghilngkan nyeri dan peradangan

 Mempercept penyembuhab jaringan

 Memperbaiki sirkulasi

 Membersihkan luka kotor

e. Sentuhan terapeutik
Teori ini mengatakan bahwa individu yang sehat mempunyai keseimbangan energi antara tubuh
dengan lingku;ngan luar. Orang sakit berarti ada ketidakseimbangan energi, dengan memberikan
sentuhan pada klien, diharapkan ada transfer energi dari perawat ke klien.

f. Akupresur
Pemberian penekanan pada pusat-pusat nyeri.

g. Guided imagery
Meminta klien berimajinasi membayangkan hal-hal yang menyenangkan, tindakan ini
memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien. Apabila klien
mengalami kegelisahan, tindakan harus dihentikan. Tindakan ini dilakukan pada saat klien
merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut.

h. Distraksi
Mengalihkan perhatian terhadap nyeri, efektif untuk nyeri ringan sampai sedang. Distraksi visual
(melihat TV atau pertandingan bola), distraksi audio (mendengar musik), distraksi sentuhan
(massase, memegang mainan), distraksi intelektual (merangkai puzzle, main catur)

i. Anticipatory guidence
Memodifikasi secara langsung cemas yang berhubungan dengan nyeri. Contoh tindakan:
sebelum klien menjalani prosedur pembedahan, perawat memberikan penjelasan/informasi pada
klien tentang pembedahan, dengan begitu klien sudah punya gambaran dan akan lebih siap
menghadapi nyeri.

j. Hipnotis
Membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif.

k. Biofeedback
Terapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan individu informasi tentang respon nyeri
fisiologis dan cara untuk melatih kontrol volunter terhadap respon tersebut. Terapi ini efektif
untuk mengatasi ketegangan otot dan migren, dengan cara memasang elektroda pada pelipis.
l. Stimulasi kutaneus
Cara kerja dari sistem ini masih belum jelas, salah satu pemikiran adalah cara ini bisa
melepaskan endorfin, sehingga bisa memblok stimulasi nyeri. Bisa dilakukan dengan massase,
mandi air hangat, kompres dengan kantong es dan stimulasi saraf elektrik transkutan (TENS/
transcutaneus electrical nerve stimulation). TENS merupakan stimulasi pada kulit dengan
menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN
Nyeri merupakan suatu gejala yang bersifat ojektif. Hanya orang yang merasakan yang bisa
mengungkapkan. Kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi rasa yang tidak nyaman atau nyeri
ini, perawat perlu memperhatiakn, mengkaji konsep dasar nyeri pada klien yangmengalami
gngguan keamaman.

Saran

Semoga dengan memahami konsep dasar nyeri ini. Kita bisa menerapkan dan membagi ilmu
dalam menyelesaikan masalah gengguan tidak nyaman ini dalan kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
Elvi,2012.Makalah Konsep Dasar Nyeri.
http:///C:/Users/WIN7/Downloads/makalah%20konsep%20dasar%20nyeri%20_%20elvimonasar
i.htm . (Diakses pada tanggal 19 November 2012).
AliSadikin,2010.Asuhan Keperawatan.
http:///C:/Users/WIN7/Downloads/Teknik%20Relaksasi%20dan%20Distraksi%20Asuhan%20K
eperawatan%20_%20Ali%20Sadikin%20Skep.,Ns.htm . (Diakses pada tanggal 20 November
2013)
0 komentar