Anda di halaman 1dari 6

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

(SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN)

A. Lingkup Pekerjaan.

Bangunan yang dilaksanakan pada kegiatan Kontraktual DAK 2019 adalah


Pembangunan Gazebo KWA Ompo (6 Unit), dengan Sumber Dana dari Dana Alokasi
Khusus Tahun Anggaran 2019.

Perincian bagian pekerjaan yang dilaksanakan didasarkan pada gambar rencana dan
detail yang disesuaikan dengan kondisi lokasi pekerjaan yang menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari rencana kerja dan syarat-syarat teknis ini.

Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang walaupun tidak dijelaskan dalam spesifikasi
teknis dan gambar rencana, tetapi berada dalam lingkungan pekerjaan berdasarkan
kebiasaan yang berlaku dalam bidang pembangunan harus dilaksanakan sesuai
petunjuk teknis.

B. Persyaratan Bahan / Material.

1. Semen :

- Digunakan Portland Cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan SUBBI-1986.
- Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak, tidak
diperkenankan pemakaiannya sebagai bahan campuran.
- Penyimpanan harus sedemikian rupa hingga terhindar dari tempat yang lembab
agar semen tidak mengeras. Tempat penyimpanan ditinggikan 30 cm dan
tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan
dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat dilakukan menurut
urutan pengiriman.

2. Pasir :

- Pasir Urug yang dipakai adalah pasir yang baik dan bersih serta tidak bercampur
dengan tanah liat, batuan, kerikil atau kotoran bahan organik lainnya. Pasir urug
tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 30 %.
- Pasir pasangan harus menggunakan pasir yang bersih dan dipakai untuk
pasangan batu bata dan plesteran dengan terlebih dahulu diayak.
- Pasir beton harus berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-bahan
organik, lumpur dan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI-1971 atau
Pedoman Beton tahun 1989.

3. Kerikil :
- Kerikil yang digunakan harus bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam PBI-1971 atau Pedoman
Beton tahun 1989.
- Penimbunan kerikil dan pasir harus dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi
material yang tepat.
4. Air Kerja :

Air yang digunakan harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja
tulangan, dalam hal ini sebaiknya memakai air bersih yang biasa diminum.

5. Kayu :

- Bahan atau material kayu yang digunakan adalah Kayu Balok dan Papan Kayu
Kumia.

6. Bahan Penutup :

- Bahan penutup atap menggunakan Spandek Warna dengan Tebal 0,35 mm


kualitas terbaik.
- Bahan penutup plafond menggunakan Calsiboard tebal 3,5 mm.

7. Cat dan Plamur :

- Menie kayu dan menie besi dalam kemasan literan.


- Cat minyak untuk kayu dan besi menggunakan kualitas yang baik dengan warna
disesuaikan dengan bangunan sekitarnya.
- Cat Tembok dengan mutu yang baik setara Metrolite dalam kemasan kaleng
plastik dengan warna disesuaikan dengan bangunan sekitarnya. Plamur kayu
dan tembok dalam kemasan kaleng.

8. Bahan-bahan / material lain seperti bahan instalasi listrik dan lain-lain, yang akan
digunakan selain yang tersebut di atas akan diuraikan dalam daftar analisa harga
satuan dan harga bahan/material dan harus mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas.

C. Ketentuan Umum.

- Semua item pekerjaan sebagaimana terurai dalam perincian rencana anggaran biaya
wajib dilaksanakan.
- Pelaksana harus mengadakan peralatan kerja dan tenaga tukang yang terampil serta
menugaskan minimal seorang pelaksana lapangan yang tetap, cakap, mampu dan
bertanggung jawab atas jalannya pelaksanaan pekerjaan. Konsultan Pengawas
berhak menolak tenaga tukang dan pelaksana lapangan yang dianggap tidak
memenuhi syarat standar keahlian.
- Pelaksana wajib memasang papan nama proyek yang terbuat dari bahan tripleks
berukuran panjang 1,20 meter dan lebar 1,20 meter dengan tiang kayu klas II
dengan tulisan sesuai petunjuk direksi / konsultan pengawas dan dipasang di
tempat yang mudah dilihat oleh umum.

D. Peraturan Teknis Bangunan.

Kecuali ditentukan lain dalam specifikasi teknis ini, maka berlaku dan mengikat
ketentuan- ketentuan tersebut di bawah ini termasuk segala perubahan dan
tambahannya :

o Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. 332/KPTS/M/2002


tertanggal 21 Agustus 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara.
o Pedoman Mendirikan Bangunan Gedung SKBI-1.3.53.1987.
o Peraturan Konstruksi Kayu di Indonesia (PPKI-1961) NI-5.
o Peraturan Umum Keselamatan Kerja dari Departemen Tenaga Kerja RI.
o Peraturan Semen Portland Indonesia NI-8 tahun 1972.
o Peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten setempat yang
bersangkutan dengan permasalahan bangunan.
o Aturan-aturan dan penjelasan-penjelasan yang mungkin akan ditetapkan kemudian
dalam rapat penjelasan pekerjaan (Aanwijzing).

Apabila penjelasan dalam spesifikasi teknis ini tidak/belum sempurna atau belum
lengkap sebagaimana ketentuan dan syarat dalam peraturan-peraturan di atas, maka
pelaksana wajib mengikuti ketentuan peraturan yang disebutkan di atas.

E. Pekerjaan Persiapan / Pendahuluan.

Pekerjaan ini meliputi :

- Pembersihan semua tanaman yang tumbuh termasuk akar-akar pohon yang terkena
area bangunan, termasuk perataan tanah / pembuatan terasering jika diperlukan.
- Pengadaan air dan listrik untuk pelaksanaan pekerjaan.
- Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Proyek.
- Pembuatan / penetapan tempat peralatan kerja dan material bangunan.
- Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.
- Pengadaan alat-alat kerja yang dibutuhkan, termasuk persiapan administrasi dan
pelaporan.

F. Pekerjaan Kayu.

Lingkup Pekerjaan kayu meliputi :

1. Pekerjaan Balok Rangka, Lantai Papan dan Balok Lantai.


2. Pekerjaan kuda-kuda, gording, dan Listplank.
3. Pekerjaan rangka plafond.

Pedoman Pelaksanaan :

- Pekerjaan Balok Rangka, Balok Lantai, Kuda-Kuda, Lantai Papan dan Listplank
menggunakan Kayu Kumia Kualitas baik.
- Pekerjaan gording, Rangka Plafond menggunakan Kayu Klas II kualitas baik.

Syarat dan Ketentuan Pelaksanaan :


- Ukuran kayu yang tertera dalam gambar merupakan ukuran terpasang. Kayu harus
betul-betul kering, tidak keropos, lurus, tidak cacat/bermata.
- Konstruksi harus dibuat sesuai gambar detail, terutama menyangkut ukuran kayu
dan cara penyambungannya.
- Sambungan kayu harus dibuat dengan rapi dan penuh keahlian dengan
memperhatikan peraturan yang disyaratkan dalam SK-SNI-5-10-1990-F.
- Konstruksi sambungan kuda-kuda harus dilengkapi dengan baut dan besi strip/plat
40.4.
- Hasil akhir pasangan harus rata dan tidak bergelombang.
- Konstruksi sambungan kayu harus rapi, tidak longgar, ikatan perkuatan harus
menggunakan pen kayu keras yang sebelumnya bidang sambungan ini harus
dilumuri dengan lem kayu, agar sambungannya dapat melekat dengan baik.
- Listplank dengan lebar sesuai gambar, pemasangannya dipakukan langsung pada
gording dengan rapi dan lurus. Apabila dijumpai pemasangan yang tidak lurus,
maka bagian tersebut harus dibongkar dan diperbaiki kembali atas biaya
pemborong.

G. Pekerjaan Langit-Langit / Plafond.

Lingkup Pekerjaan :

Pekerjaan yang dilaksanakan untuk menutup langit-langit baik di dalam ruangan,


maupun di luar ruangan. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah semua
pekerjaan rangka langit-langit, bahan penutup dan list plafond.

Pedoman Pelaksanaan :

- Rangka langit-langit induk dipakai kayu klas II ukuran 5/5 cm kualitas baik. Rangka
pembagi digunakan kayu klas II kualitas baik ukuran 5/5 cm yang telah disetujui
konsultan pengawas.
- Untuk bahan penutup langit-langit digunakan Bahan Calsiboard tebal 3,5 mm
kualitas baik produksi dalam negeri.
- Rangka langit-langit induk dipasang dengan urutan pertama, yang dipakukan pada
gapit kuda-kuda (balok tarik). Rangka ini kemudian dipakai penggantung dari papan
kualitas baik ke kiri kuda-kuda dan gording. Setelah rangka induk terpasang,
dilanjutkan pemasangan rangka pembagi dari kayu klas II ukuran 5/5 cm dan pada
sisi/bagian bawah tempat terpasangnya bahan penutup diserut rata.
- Pemasangan bahan penutup dilakukan setelah disetujui konsultan pengawas, jarak
terpasang antara bahan penutup yang satu dengan yang lain adalah 0,5 cm dan
diakhiri dengan pemasangan lis plapond profil pada keseluruhan pinggiran.

H. Pekerjaan Penutup Atap.

Lingkup Pekerjaan :
Bagian pekerjaan yang dilaksanakan adalah menutup semua bidang atap bangunan.

Pedoman Pelaksanaan :

- Penutup atap menggunakan Spandek Warna kualitas terbaik dengan tebal 0,35 mm.
- Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan
kebocoran. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya, maka bagian yang
bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang kembali.

I. Pekerjaan Plesteran.

Lingkup Pekerjaan :

- Pekerjaan plesteran dilakukan pada talud pinggir paving block.

Pedoman pelaksanaan :

- Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan, maka dinding dibersihkan dari semua


kotoran.
- Adukan campuran harus dibuat secara hati-hati, diaduk dalam bak kayu yang
memenuhi syarat. Mencampur semen dengan pasir harus dalam keadaan kering
yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang plastis. Adukan yang telah
mongering akibat tidak habis digunakan sebelumnya, tidak boleh dicampur lagi
dengan adukan yang baru.
- Adukan plesteran dipakai campuran 1 PC : 4 PS.
- Ketebalan plesteran pada seluruh bidang permukaan harus sama tebalnya berkisar
antara 1,5 cm sampai 2,0 cm. Untuk mencapai tebal plesteran yang rata sebaiknya
diadakan pemeriksaan secara silang dengan menggunakan mistar kayu panjang
yang digerankan secara horizontal dan vertical.
- Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak harus diperbaiki secara
keseluruhan. Bidang yang harus diperbaiki hendaknya dibongkar secara teratur
(dibuat bongkaran berbentuk segi empat) dan plesteran baru harus rata dengan
sekitarnya.
- Semua bidang plesteran harus dipelihara kelembabannya selama seminggu sejak
permulaan plesteran.

J. Pekerjaan Instalasi Listrik.

Lingkup Pekerjaan :

Pekerjaan instalasi listrik meliputi pemasangan seluruh jaringan instalasi, penyediaan


bola lampu, kabel-kabel, pipa-pipa dan sebagainya sehingga listrik dalam bangunan siap
menyala. Jumlah titik lampu dan stop kontak yang harus dipasang disesuaikan dengan
jumlah yang tertera dalam gambar. Titik lampu dan stop kontak mengandung maksud
tempat mata lampu dan stop kontak yang telah dipasang lengkap dengan kabel dan
pipa-pipa yang diperlukan.

Pedoman Pelaksanaan :

- Pelaksanaan pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak
serta jenis armature lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar
instalasi listrik. Penarikan kabel (jaringan kabel) di atas plafond diikat dengan
isolator khusus dengan jarak 1,00 m sampai 1,20 m.

K. Pekerjaan Plamur dan Pengecatan.

Lingkup Pekerjaan :

- Pengecatan bagian kayu baik yang baru maupun yang lama dengan memakai cat
minyak untuk bidang-bidang kayu yang kelihatan termasuk listplank dan list
plafond.
- Cat plafond.

Pedoman Pelaksanaan :

- Pekerjaan pengecatan dilaksanakan setelah pemasangan bahan penutup plafond.


- Pekerjaan cat kayu harus dilakukan lapis demi lapis dengan memperhatikan waktu
pengeringan. Pengecatan kayu dilakukan dengan 1 (satu) kali cat dasar dan 2 (dua)
kali cat penutup.
- Pengecatan plafond dilakukan dengan 1 (satu) kali cat dasar dan 2 (dua) kali cat
penutup, setelah sebelumnya diberi plamur 1 (satu) lapis sehingga menghasilkan
bidang pengecatan yang merata sama dan tidak terdapat belang-belang atau noda-
noda mengelupas.
L. Pekerjaan Paving Block
- Pekerjaan pemasangan paving blok pada posisi seperti yang tertera dalam gambar
rencana.
- Pada bagian bawah pasangan paving blok sebelumnya diberikan alas urugan pasir
setebal 5 cm.
- Pemasangan paving blok harus rata dan padat .
- Jenis Paving Blok yang dipakai Paving block model berlian dengan mutu K-175

M. Pekerjaan Akhir.

Lingkup Pekerjaan :

1. Pembersihan bagian dalam bangunan termasuk bercak dan noda-noda di lantai.


2. Pembersihan halaman sekitar bangunan dari sisa-sisa material.
3. Perataan halaman dari sisa material padat akibat mengering pada saat
pelaksanaan pekerjaan.

N. Syarat Tambahan.

- Setiap perubahan kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan harus dinyatakan


dalam berita acara yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait
- Bila ada perbedaan antara gambar detail dengan gambar bestek, maka gambar
detail yang menentukan.
- Pekerjaan dokumentasi termasuk di dalamnya pembuatan administrasi
pelaporan dan foto-foto pelaksanaan sebelum pekerjaan dimulai ( 0 % ) sampai
pekerjaan selesai ( 100 % ). Tiap tahap permintaan pembayaran, bersama Berita
Acara Pemeriksaan harus melampirkan foto-foto pelaksanaan tersebut.