Anda di halaman 1dari 2

A.

Terapi

Ketika mengalami UC hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pengobatan selama
beberapa minggu hingga gejala menghilang. Pengobatan yang disarankan kemungkinan
berbeda tergantung keparahan gejala dan tempat awal terjadinya inflamasi di kolon dan di
rectum. Pilihan terapi yang dapat digunakan adalah:

1. Aminosalicylate

Aminosalicylate termasuk mesalazine, olsalazine, balsalazide dan sulfasalazine. Kandungan


bahan aktif dari masing-masing obat tersebut adalah 5-asam aminosalisilat tapi beberapa obat
isisnya berbeda saat ini dalam bagaimana kandungan aktif tersebut dilepaskan atau diaktifkan
usus. Mesalazine adalah yang paling sering digunakan. Tipe preparasi yang berbeda (contoh:
tablet atau enema) dapat digunakan tergantung pada bagaimana inflamasi yang terjadi
didalam usus.

Obat ini biasanya bekerja pada gejala UC yang ringan. Kerja Obat ini tidak begitu diketahui,
namun beberapa penelitian mengatakan obat ini menghalangi jalannya inflamasi yang terjadi
saat UC. Namun, obat ini tidak dapat bekerja dalam segala kasus. Beberapa orang
memerlukan penggantian pengobatan ke steroid jika aminosalisilat, atau jika tingkat
keparahan menjadi sedang hingga parah.

2. Steroid

Steroid bekerja dengan cara mengurangi inflamasi. Jika pasien mempunyai gejala sedang atau
parah pada UC, penggunaan steroid tablet (kortikosteroid) seperti Prednisolone biasanya akan
menghilangkan gejala. Dosis tinggi pertama perlahan mengurangi lalu menghentikan gejala.
Steroid enema dan supositoria juga dipilih untuk keluhan inflamasi pada tingkat ringan di
rektum (proctitis). Injkesi steroid langsung melalui vena dapat di rekomendasikan pada UC
dengan tingkat yang parah.

Penggunaan steroid untuk beberapa minggu cukup aman. Steroid biasanya tidak dilanjutkan
ketika keluhan tidak lagi dirasakan. Hal ni karena efek samping yang dapat menyertai jika
steroid dipakai untuk pengobatan dalam jangka waktu yang panjang (beberapa bulan atau
lebih). Penggunaanya untuk segala keluhan namun untuk menjaga dosis tetap pada
pengawasannya pengobatan lebih dari setahun digunakan dosis serendah mungkin.

3. Obat Imun Suppresan

Obat yang sangat kuat terhadap pensupressan imun (immunosupressan) dapat digunakan
jika gejala berlangsung dalam waktu yang lama walaupun telah dilakukan terapi. Contoh dari
obat-obatan ini adalah Azathioprine, Ciclosporin atau Infliximab yang terkadang perlu
digunakan sebagai kontrol keluhan pada UC.

4. Laxativ

Meskipun beebrapa orang mengalami UC selama diare selama terjadi keluhan, sebagaimana
telah disebutkan, konstipasi mungkin juga dapat menyertai jika pasien mempunyai proctitits.
Pada situasi ini, laxativ berfungsi untuk menghilangkan konstipasi yang dapat membantu
menghilangkan keluhan proctitis. Sebagai catatan, anti diare seperti loperamide tidak boleh
digunakan selama keluhan UC terjadi. Ini dikarenakan mereka tidak mengurangi diare yang
datang bersamaan dengan UC dan mungkin menaikkan resiko pada timbulnya megacolon
yang merupakan komplikasi dari UC.

B. Terapi Pilihan untuk Mencegah Timbulnya Gejala


1. Obat-Obatan

Saat pertama timbulnya gejala telah hilang, pasien akan disarankan untuk menggunakan obat-
obatan beberapa hari untuk mencegah timbulnya gejala kedepan. Jika pasien mempunyai UC
dan tidak menggunakan obat-obatan pencegahan secara reguler, maka pasien mempunyai
kemungkinan sekitar 5-7 dalam 10 kemungkinan untuk menimbulkan setidaknya sekali
dalam setahun gejala untuk timbul kembali. Hal ini dapat dikurangi 3 dalam 10 kemungkinan
jika pasien menggunakan obat-obatan pencegahan setiap harinya.

Obat aminosalisilat, contohnya mesalazine biasanya digunakan untuk mencegah gejala


kambuh lagi. Pengobatan dengan dosis pemeliharaan dibandingkan dosis yang digunakan
untuk mengobati gejala yang timbul adalah seperti biasa. Pasien dapat menggunakan obat ini
tanpa batasan untuk tetap menjaga gejala timbul. Beberapa orang memiliki masalah dalam
menggunakan satu dari obat-obatan ini, seperti efek samping yang tidak sering.
Bagaimanapun, beberapa orang mengalami efek samping seperti sakit pada perut (di bagian
abdominal), merasa mual, sakit kepala atau bahkan ruam.

Jika gejala naik selagi pasien menggunakan aminosalisilat lalu gejala biasanya dapat cepat
hilang jika doss dinaikkan, atau jika pasien mengganti ke penggunaan steroid jangka pendek.
Obat lainnya juga mungkin disarankan jika aminosalisilat tidak efektif atau dikarenakan efek
samping yang rumit. Contohnya Azathioprine atau 6-mercaptopurine juga terkadang dapat
digunakan.

2. Probiotik

Probiotik merupakan suplemen nutrisi yang mengandung “bakteri baik”. Hal ini, karena
bakteri normalnya hidup didalam usus dan tidak mengganggu. Mengkonsumsi probiotik
dapat meningkatkan bakteri baik didalam usus yang dapat membantu untuk meyangkal
“bakteri jahat” yang mungkin memicu gejala timbul kembali. Hal ini terbukti secata scientific
jika probiotik dapat bekerja mencegah gejala yang timbul. Turunan probiotik (Escherichia
coli Nissle 1917) dan preparat probiotik VSL3 menunjukkan hal yang menjanjikan.
Penelitian kedepan diperlukan untuk mengklarifikasi keefektifan dari probiotik
(Patient.co.uk, 2013)

Patient.co.uk, 2013, Ulcerative Colitis, EMIS: United Kingdom.