Anda di halaman 1dari 11

1

MAKALAH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR


“Lalu Lintas Air (Proses Distribusi)”

DOSEN: Hendro Widarto, S.T, M.T

Disusun Oleh Kelompok 5.B :


Nurrahmasari (216 190 076)
Annisa Ramadhani (216 190 080)
Abul A’la Al Maududi (216 190 113)
Made Agus Pradyanata (216 190 123)

PRODI SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

2018
i

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah kami tentang lalu lintas air yang dalam hal ini mengacu
kepada proses distribusi air.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang proses distribusi
air ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Parepare, 3 Juni 2018

Penyusun
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
BAB II
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2
A. Pengertian Distribusi Air.............................................................................. 2
B. Sistem Distribusi Air .................................................................................... 2
BAB III
PENUTUP ............................................................................................................... 7
A. Kesimpulan .................................................................................................. 7
B. Saran ............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 8
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan


hidup manusia, tanpa air tidak akan ada kehidupan di bumi. Karena
pentingnya kebutuhan akan air bersih, maka adalah hal yang wajar jika sektor
air bersih mendapatkan prioritas penanganan utama karena menyangkut
kehidupan orang banyak. Penanganan akan pemenuhan kebutuhan air bersih
dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan sarana dan
prasarana yang ada. Di daerah perkotaan, sistem penyediaan air bersih
dilakukan dengan sistem perpipaan dan non perpipaan. Sistem perpipaan
dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sistem non
perpipaaan dikelola oleh masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
Sistem distribusi air bersih adalah pendistribusian atau pembagian air melalui
sistem perpipaan dari bangunan pengolahan (reservoir) ke daerah pelayanan
(konsumen). Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih, beberapa faktor yang
harus diperhatikan antara lain daerah layanan dan jumlah penduduk yang akan
dilayani, kebutuhan air, letak topografi daerah layanan, jenis sambungan sistem, pipa
distribusi, tipe pengaliran, pola jaringan, perlengkapan sistem distribusi air bersih,
dekteksi kebocoran.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari distribusi air?


2. Apa-apa saja sistem distribusi air?
3. Apa-apa saja sistem jaringan dan perpipaan?
2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Distribusi Air

Sistem distribusi air bersih adalah pendistribusian atau pembagian air


melalui sistem perpipaan dari bangunan pengolahan (reservoir) ke daerah
pelayanan (konsumen). Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih,
beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain adalah: daerah layanan dan
jumlah penduduk yang akan dilayani. Daerah layanan ini meliputi wilayah IKK
(Ibukota Kecamatan) atau wilayah kabupaten/Kotamadya. Jumlah penduduk
yang akan dilayani tergantung pada kebutuhan, kemauan (minat), dan
kemampuan atau tingkat sosial ekonomi masyarakat. Sehingga dalam suatu
daerah belum tentu semua penduduk terlayani.

B. Sistem Distribusi Air

a) Sistem Distribusi Air ( Water Distribution Systems, WDS)

Sistem distribusi air (Water Distribution Systems, WDS) berfungsi


melayani masyarakat dan membantu daya ekonomi dengan mengalirkan air dari
sumber sumber air kepada konsumen (Hopkins, 2012). Suatu WDS terdiri dari
tiga komponen utama, yaitu Sumber air, Pengolahan, dan Jaringan Distribusi.
Sumber air dapat berupa waduk, sungai, atau sumur air tanah. Fasilitas
pengolahan dapat berupa air disinfeksi (pemusnah kuman), air minum standar,
kualitas air sebelum didistribusikan ke konsumen. Jaringan distribusi bertanggung
jawab untuk memberikan air dari sumber atau fasilitas pengolahan kepada
konsumen pada tekanan yang mencukupi dan terutama terdiri dari pipa, pompa,
simpul (persimpangan), katup, fitting, dan tangki penyimpanan. WDS seperti
disebutkan di atas berfungsi untuk memasok air ke badan badan domestik,
komersial, dan industri dengan tekanan ambang batas yang
sesuai dengan kebutuhan konsumen, bervariasi sepanjang hari, musim, dan tahun.
Tekanan minimum yang harus diamati di persimpangan seluruh sistem bervariasi
3

tergantung pada jenis sektor yang mengkonsumsi air dan ketentuan yang
mengatur sistem distribusi, tapi rentang operasi yang khas adalah antara 40-100
psi ( AWWA, 2005). Hal ini diperlukan untuk medapatkan tekanan air yang tinggi
akibat terjadinya kebocoran, istirahat, yang menyebabkan pemborosan air. WDS
dapat dirancang untuk memasok air ke konsumen melalui aliran gravitasi,
menggunakan pompa mekanik, atau variasi keduanya. Aliran gravitasi dapat
digunakan bila ada sumber air yang tinggi ( seperti sungai atau danau ) dengan
membuat ukuran pipa yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Aliran
gravitasi jarang digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan pada WDS
perkotaan karena kurangnya kepraktisan dan fleksibilitas.

b) Sistem Jaringan dan Perpipaan


Jaringan distribusi adalah rangkaian pipa yang berhubungan dan digunakan
untuk mengalirkan air ke konsumen. Tata letak distribusi ditentukan oleh kondisi
topografi daerah layanan dan lokasi pengolahan biasanya diklasifikasikan sebagai
berikut :

1. Sistem Cabang (branch)


Sistem ini adalah sistem jaringan perpipaan dimana pengaliran air hanya
menuju kesatu arah dan pada setiap ujung akhir daerah pelayanan terdapat
titik mati.

Sistem ini biasanya digunakan pada daerah dengan sifat-sifat berikut:


 Perkembangan kota kearah memanjang.
4

 Sarana jaringan jalan induk saling berhubungan.

 Keadaan topogrfi dengan kemiringan medan yang menuju kesatu arah.


Keuntungan sistem cabang
 Sistem lebih sederhana sehingga perhitungan dimensi pipa lebih mudah.

 Pemasangan lebih mudah dan sederhana.

 Peralatan lebih sedikit.

 Perpiaan lebih ekonomis karena menggunakan pipa lebih sedikit (pipa


distribusi hanya dipasang didaerah yang padat penduduk).

Kerugian sistem cabang :


 Kemungkinan terjadinya penimbunan kotoran dan pengendapan di ujung
pipa tidak dapat dihindari, sehingga diperlukan pembersihan yang intensial
untuk mencegah timbulnya bau dan perubahan rasa.

 Bila terjadi kerusakan, pengaliran air dibawahnya akan berhenti.

 Kemungkinan tekanan air yang diperlukan tidak cukup bila ada sambugan
baru.

 Keseimbangan sistem pengaliran kurang terjamin, terutama terjadinya


tekanan kiritis pada bagian pipa terjauh.

 Suplay air akan terganggu apabila terjadi kebakaran atau kerusakan pada
salah satu bagian sistem.

2. Sistem Melingkar (Loop)


Sistem ini merupakan sistem jaringan perpipaan dimana didalam sistem ini
jaringan pipa induk distribusi saling berhubungan satu dengan yang lain
membentuk loop-loop, sehingga pada pipa induk tidak ada titik msti (dead
end).
5

Pada sistem melingkar biasanya digunakan pada:


 Daerah yang mempunyai jaringan jalan yang berhubungan.

 Daerah yang perkembangannya kesegala arah.

 Daerah dengan topografi ang relatif datar.

Keuntungan pada sistem melingkar adalah:


 Alirannya tersirkulasi secara bebas, sehingga genangan atau endapan dapat
dihindari.
 Keseimbangan aliran mudah dicapai.
Kerugian pada sistem melingkar adalah:
 Pipa yang digunakan relatif lebih banyak.
 Jaringan perpipaan lebih rumit.
 Perengkapan yang digunakan akan lebih banyak.

c) Keandalan Sistem Distribusi Air


Keandalan merupakan salah satu komponen yang harus ditingkatkan agar
keberadaan suatu sistem dapat dipertahankan. Keandalan (robustness) mengacu
pada tingkat sensitivitas sistem. Sebuah sistem yang andal akan mampu menahan
beberapa bencana alam dan serangan yang disengaja tanpa efek samping yang
dirasakan konsumen. Sejumlah penelitian telah fokus pada pengukuran keandalan
sistem. Suatu sistem Distribusi Air ditandai dengan spesifikasi yang eksplisit.
Spesifikasi ini mendefinisikan bahwa sistem beroperasi di daerah tertentu dan
harus menjamin terkirimnya air kepada konsumen dalam jumlah yang ditetapkan,
kualitas, dan tekanan.
Kwietniewski (1999) mendefinisikan Keandalan Sistem Distribusi Air
sebagai kemampuan untuk memberikan air ke titik-titik konsumen dalam jumlah
yang diperlukan, kualitas dan tekanan, dan bila diperlukan oleh konsumen pada
setiap saat selama operasi sistem. Sesuai dengan definisi ini, kegagalan Sistem
Distribusi Air pada konsumen air akan menjadi sebagai berikut:
- Kekurangan air,
- Kekurangan kuantitas dan tekanan air, dengan kualitas yang dibutuhkan,
6

- Dan / atau kualitas yang tidak memadai pada kuantitas dan tekanan air
yang dibutuhkan.
Dari definisi di atas, keandalan WDS harus mempertimbangkan 3 aspek
yaitu, memberikan jumlah air yang diperlukan, kualitas air, dan tekanan air. Untuk
keperluan analisis, diasumsikan bahwa persyaratan tekanan dan kualitas yang
sempurna dengan probabilitas mendekati ” 1 ”. Dalam hal ini, penilaian keandalan
dan pemodelan WDS tereduksi menjadi aspek kuantitas. Jaminan kuantitas air
dengan sistem merupakan prasyarat bagi penilaian sistem yang benar secara
fungsional dalam hal kualitas dan tekanan air.
7

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem distribusi air bersih adalah pendistribusian atau pembagian air


melalui sistem perpipaan dari bangunan pengolahan (reservoir) ke daerah
pelayanan (konsumen). Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih,
beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain adalah: daerah layanan dan
jumlah penduduk yang akan dilayani. Daerah layanan ini meliputi wilayah IKK
(Ibukota Kecamatan) atau wilayah kabupaten/Kotamadya.

Sistem distribusi air terbagi menjadi 2 tipe yaitu system cabang dan system
melingkar. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing
serta penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

B. Saran

Bertolak dari penjelasan materi tadi, penyusun menyarankan kepada


pembaca untuk lebih dalam mempelajari lalu lintas air khususnya terkait pada
proses distribusi air.
8

DAFTAR PUSTAKA

http://googleweblight.com/i?u=http://tutorcad1.blogspot.com/2015/05/proses-

distribusi-air-bersih.html?m%3D1&hl=id-ID

http://googleweblight.com/i?u=http://www.olah-air.com/2017/01/2-sistem-

distribusi-air-bersih.html&hl=id-ID

http://googleweblight.com/i?u=http://www.psychologymania.com/2012/08/sistem

-distribusi-air-bersih.html&hl=id-ID