Anda di halaman 1dari 49

P

I T I
t / 3'O aa
'T'tai:ta,rlr

c:&eu ifl
atl
Kaaci
{il 'Oirltrnwt'r
nt**ffi fH
i h
i
I
L"
lffi$H
w Ktlnec
/|t{ #x*#
( U l * r . #'
LJstdHajiM
IMAM HAROMAIN

KrncI
USHULFIQJH
Terj emah LengkaP SYarah-Waroqot
Ruiukan PondokPesantren

Oleh:

HMAN
At-usTADZ H.MUIIBURI+.
(KetuaUmum
-' Vt"l"tit Ta'lim "HAWARI')
Meni ngnPersatuan lslam"
KATA PENGANTAR

& i;j1
1i1
,-ei,iV,Pi Y.e'# e'k'# "$r
i..)JL dii,i,;j)ii )P' it t* |
^r|3
,,tcli ytq tryy\ i/ dr* JLir^\v'is)'
Jt'At;?t#
t^ |z

it ,-%,
'*:i Jy;it
liciilr 'it i1 'l :ti a:ri't ,it'i.;it ir
it+ ;*ju'rp :i "++ii,itfy\'tr'u'j'4i 1st;;'I J o"o 't
z /, ! .. L' ;.?

{ *i*'*t'1".v 'rtjli# &Wtd'ti':':


"

:,jf;tll'f,'8,
ini adalah terjemahan dari
Buku yang ada di hadapan pembaca
tentang dasar-dasar ushul
SYARAHWAROQOT kitab syarah wuroqoi r-u-*'membicarakan
sangat singkat dan
fiqh. Dikatakan demikiut' ku'""a pembahasannya kitab ini
Namun demikian
menggunakan batas; ;;"g sedeihana'
mengandung hampir topik yang menjl{i bahasan,kitab-kitab
IMAM HAROMAIN '"-""u *ulku utib itti sangat tepat untuk
ushul fiqh yang u"rar. Karena itltun
dikajiterlebihdahulusebagaibatuloncatanuntukkajian-kajianushul
Peneriemah:Ust. H. Mujiburrohman fiqh yang lebih luas dan mendalam'
ushul jtqh" yTS menjadi
Waroqot adalah kitab kecil tentang
seluruh Pondok Pesantren di
referensi pertama dan utama di hampir
ulama besar dalam mazhab
Diterbitkan oleh Mutiara Ilmu Indonesia. Dia adalah karangan seorang
lirru* Haromain' Para ulama
CetakanKedua;27 Dzulqa'dah1427H / 18 September2006 Syafii yang terkenul d"ttgu't" scbutan
kitab ini dengan ungkapan:
-"rgo.t"itari
-l v -
-v-

Fauzarrdan syarh al-waroqotfii lLshuulil Fiqhi olehDoktor sa'id Nashir


I* i o -;&sd Fi + -Fi i;"; -* +q bin Abdul Aziz ats-Tsatsiiri.
" Demikianlah sedikit gambaran mengenai besarnya perhatian
Sebuahkitabynngkecilbentuknya,banyakilmunya,besarmanfaatnya
ulama terhadap kitab keJil yang bernama Waroqot ini Dan perlu
dannampakberkahnya".
diketahui bahwa yang ada di hadapan pemba.cairy 19"1f terjemahan
Kitab tersebut telah diberikan syarah (penjelasan) oleh Imam
dari Syarah Waroqot"karangan Jaialuddin al-Mahalli, bukan Syarah
Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli. Namun demikian waroqot karangan' Muhammad ar-Ro',ini. Dan mengenai beberapa
meski telah diberikan syarah, pembahasannyamasih juga dirasakan kami
keteranganyangsempatkami sisipkandi sela-selaterjemahanini
singkat. Karenanya beberapa ulama seperti Ahmad bin Abdul Lathif d-a1
ambil dari kitab on-iophotkaranfan Syeikh Khatib Minangkabau
al-Khatib bin Abdullah yang terkenal dengan sebutan Syeikh Khatib Sa' id Nashir bin Abdul
Syarhal-Waroqotfii Uihuulit FiqhiTlehboktor
Minangkabau memberikan Hasyiyah (komentar) terhadap Syarah
Aziz ats-Tsatsiiri.
Waroqot dimaksud dalam sebuah kitab beliau yang berludul an-
Mudah-mudahanusahapenerjemahankitabSyarahWaroqotini
Nafahat. Begitu juga dengan Syeikh Ahmad bin Muhammad ad-
dapatmembantupu.up"'.,'ntutilmu-baikituparasantripondok
Dimyathi. Beliau menulis sebuah Hasyiah berjudul Hasyiyah ad-
pesantrenmaupun r"g"t up kaum-musiimin yang berminat-untuk
Dimyati. '1n"rnpur-udah pengiajian terhadap kitab tersebut. Terlebih lagi
Di samping Syarah Waroqot yang disusun oleh Imam Jalaludin Arab kami tampilkan secaralengkap
naskah aslinya yur",g"U"iUuhasa
Muhammad bin Ahmad al-Mahalli, terdapat juga beberapa Syarah
sehingga Uisa alng.-anmudah dicocokkan antara naskah asli dengan
Waroqot yang lain, di antaranya adalah: Qurrotul 'Ain bisyarhi
terjemahannYa.
Waroqooti Imamil Haromain karangan Abu Abdillah Muhammad
Akhirnya,kepadaparaulamayangahlidalambidangushulfiqh
bin Muhammad ar-Ro'iini yang terkenal dengan sebutan Syeikh al-
kami harapkan sarandankritikyang sifatnya membangun-demiuntuk
Hattob. Syarah beliau ini dianggap sebagai pelengkap dari syarah
lebih sempurnanya terjemahan ini di kemudian hari. sebelumnya
Imam Jalaluddm al-Mahalli. KhaironKatsiiro""
kami hatuikan teiima kasih danJazaakumulloohu
Kemudian ada juga ulama yang merasa perlu menjadikan kitab
Waroqot Imam Haromain itu dalam bentuk nazam(syair) agar mudah
dihapal oleh para penuntut ilmu. Ulama yang berperan dalam
hal ini adalah Syeikh Syarafuddin Yahya al-'Imrithi. Beliau telah
menazamkan kitab Waroqot dimaksud dalam kitab beliau berjudul
"Tashiilut Thuruqoot Linazmil Waroqot". Selanjutnya rtazarrr
Al-Ustadz Haji Mujiburrahman.
beliau ini menarik perhatian ulama lain untuk menguraikan makna
yang terkandung di dalamnya. Ulama dimaksud bernama Syeikh
Abdul Hamid Muhammad Ali Qudsi. Beliau menulis sebuah kitab
dengan judul Lathoo'ifullsyaaratila SyarhiTashiilitThuruqootLinazmil
Waroqoot".
Selanjutnya ada lagi beberapa penulis kontemporer yang ikut
memberikan ulasan terhadap kitab "Waroqot" ini, di antaranya
adalah: Syarhal-Waroqotfii Ushuulil Fiqhi oleh Abdullah bin Shalih al-
- vl l -
-v l -

DAFTAR ISI :
Hal. :
111
Kata Pengantar.......'...
Muqaddimah.............' 1.
;
1
2. PengertianUshul Fiqh ..........
a
3 . Hukum-hukum Fiqh Yang Tujuh
J

4. PengertianIlmu dan Jahil ...'.'..'.


9

5 . Ilmu Dhoruri ......'......


10

6. Ilmu Muktasab..........
11

7. Nazor,Dalil, Zon danSYak.........


11

8. Bab-babUshul Fiqh ..........


13

9. Bagian-bagianKalam
17

10. Pembicaraantentang Majaz


21

11.. Pembicaraantentang Amar


23

1,2.Perkara yang masuk maupun yang tidak masuk pada


Amar dan Nahi 27
tentangNahi ......'..
13. Pembicaraan
29

1.4.Tujuan-tujuan Amar
34

15. 'Am dan Khos .........


34

1.6.PembicarantentangKhos ....'."'
38
'1,7.PembicaraantentangMujmal dan Bayan 44
Nabi .........
1 8 . Perbuatan-perbuatan
46

19. Pembicaraantentang Nasakh 49


Nasakh...............'
20. Macam-macam
52
Nasakh Al-Qur'an dengan Al-Qur'an 56
Nasakh Sunnah dengan Al Qur'an
56
- vtll -

. Nasakh Sunnah dengan Sunnah 57 KUNCI MEMAHAMI USHUT FIQH


. Nasakh Al-Qur'an dengan Sunnah 57 TERJEMAH LENGKAP SYARAH WAROQOT
. Nasakh Mutawir dengan Mutawir dan Aahad
RUJUKAN PONDOK PESANTREN
denganAahad 58
Pembicaraan tentang Ta'arudh (Kontradiksi Dalil) 58
1..MUOADDIMAH
Pembicaraan tentang Ijma' ......... 65
lc rf c
UcapanSeorangSahabat 68
9f"t,
Pembicaraan tentang Khobar 69
Pembicaraan tentang Qiyas 73
Pembicaraan tentang Hazor dan Ibahah 78 "Adapun sesudah itu maka inilah waroqot atau tulisan-tulisan
Pembicaraan tentang Istishab 79 singkat yang mengandung pengetahuan tentang beberapa fashal
aarl imu usiul fiqn fi mana orang yang baru mulai belajar dan yang
Pembicaraan tentang Urutan Dalil .......... 80
seumpamanya dapat mengambil manfaat dengannya"'

iilllllllillk :: ggg;s';i'; a 56"n"saH uii


rensenram
raq'o..... ............................
83 A. 4 jltlgfr;F-
"t
<J,-5,.A .": ,,^lt ,jU.J.Jll
Pembahasan
tentans
ritihad
danMuitahad " ' 84 "
iil,f:;
*;?fl"J;lrj,Tl't"lg1;xr,x"Til'.,J:r"i1lil kata-kata
.o't tti*ni dalam peige*ian di sini adalah)dari ifrod
(susunan)'
lmetty"niititanl yang mirupakan lawan katadari tarkib
bukan lawan katadari jama' Dan mu'allaf atau sesuatuyang tersusun
dapar diketahui denfan cara mengetahui (terlebih dahulu) asal-
muasalsusunankatanYa".

2. PENGERTIAN USHUL FIOH

JIV t*,tb ,;i Y J't\)\t'''lt !'$ i q$t J.li6


VP viy4t,jtliyvi qi ,t'r;t
e?16l
'4"t<!\
-3-
-2-
demikian
"Kata-kata al-ashlu yang merupakan bentuk mufrad dari bagian (bendayang berat) mewajibka\ ti:h?.: dan seumpama yang
pertama (yakni ushul) adalah sesuatu yang perkara lain didirikan di itu daripadi masalah-masalahkhilaf"'
atasnya seperti ashlul jidar atau asal tembok yang berarti fondasinya
"o\ iq+i' ikp i'4 u':Y
dan ashlus syajaroh atau asal pohon yang berarti pangkalnya yang
tertancapdi dalam tanah".
;;lt ?t'jb)t *" o / |

?"i -tltt ii't


// -c z o .
t/ / /
^
,:J;-),1,
{*iJt ,U,;lwit
. - 'J. - - . - ,:r
c)! {-*;i t -J +t,
,# tj ,F'll\ Jrt; '; o$t
fr,
r. \'jS o !.i, );
t
'l,i - .-. lt t -
"J

vt&,$./til frrsri4,
.... n 7
,r,

L*\*i,tti3W\i'A, "Lainhal dengan sesuatu yang jalan (penetapan)nya bukan ijtihad


"snolat
"Sedangkan kata-kata al-far'u (cabang) yang merupakan lawan seperti mengetaiui bahwa lima waktu hukumnya wajif,
kata dari al-ashlu adalah sesuatu yang didirikan di atas yang lainnya danbahwazinadiharamkandanSeumpamademikiandaripada
hukum) maka
seperti cabang-cabang pohon untuk pokoknya dan cabang-cabang masalah-masalah qath'iyyah (yutg Punya kepastian
fiqh untuk ushulnya". tidaklah dia dinamatanhqt. bettgutt demikian maka ma'rifat (yutg
adalah ilmu atau
tersebut di dalam makna fiqh '".u.u syar,i itu)
.; ql,
,j:;i $'t 'r4 &/ ;;r il,j,dlr;Ft
satu persangkaan yang lebih
pengetahuan dengan makna )on (yalai
46 menguatkan)".
:ut?3q+)i,arbCtypr rr<-lii:"; ii V7
,, agriti,+'r:,' iir itii 4,i :*3sre qt i'L,
,J"rt
T, :4t )6 e Vr, itspr\tii ow', rr e Li,
o1. .
'-P )cfYt-,,.'-l-1,'oi ld*'t}ll "oi;_tAt ,)At ,) \1*li 46 .yaV
,+'r:'ett .*,'-7tlur:,*
;;J1+r* il, btt..1ryirr-u"rL.
te y g.f:'r

:ryt JLt,,tlt A : & t t y , ; t t eS i q


"Dan kata-kata al-fiqh yang merupakan bagian kedua mempunyai
itu
makna lughawi yakni kepahaman dan makna syar'i yakni: "Hukum-hukum yang dimaksud pada apa yang telah tersebut
"Pengetahuan tentang hukum-hukum syara' yan gjalan (penetapan)nya 2' Mandub
(yakni paclamaknu iiqh""".utu:V3{t) ada tujuh: 1 WTb
Dengan
adalah ijtihad" seperti mengetahui bahwa niat pada wudhu' adalah
a. vrruun 4. Mahzur (Haram; 5. Makruh 6. sahih 7. Fasid.
wajih" witir adalah sunnat, berniat di malam hari adalah syarat pada yafS.wajib' mandub
demikian fiqh itu adalah ilmu mengenaiperkara
perbuatan
puasa l{amadhan, zakat adalah wajib pada harta anak kecil dan tidak
dan seterusnya.-. sampaiyang tujJh itu dalam arti bahwa
wajib pada perhiasan yang mubah, pembunuhan dengan mutsaqqal
-4 - -5-

yang
ini wajib, ini mandub, ini mubah dan seterusnya hingga akhir dari (2) lJcapan ini adalah sebagaijawaban dari adanya bantahan
kesanbahwa oranI
yang tujuh itu". i"engatakanbahwa ta,r if ia1 ib i ersebutmenimbulkan
y'*i *ri*ggalkan prikoro walib harus-terpenuhi siksanyasedangkan
orang durhakadi
orang yang menmggalkanp"io': y'ljb itu adalah
uo*irr"*oJyi,ah ataukehendak firman-Nya :
Allah sebagaimana

' o r! v /\.o
)'dIl 0!
;1.1 :;J.d.! ry ry r* A il 4
dan
"sesungguhnyaAllah tidak akan mengatnpunidosa.syirik
saiayang Dia
6o *rrgoiniuni"dosa selainyang demikianbagi siapa
'Al -^i r)Ltv-)?
i':J- * kehendaki."
-7--' Vi-- -' : -- ,,Bahwa siksaitu harus terpenuhi
iot o pensyarahmeniawab:
Allah
"Wajib dari segi penyifatannya dengan wujub(l) adalah sesuatu walaupunpadasatuorrng demitahqiq(nyata)nyapengkhabara.n
itu boleh
yang diberi pahala karena mengerjakannya dan diberi siksa karena Ta,aladan tidaklahdikaiakanbahwa'"Ivlenyalahianc?ryalt
meninggalkannya. Dan dianggap cukup kebenaran adanya siksa padahakAllahTa,alakarenaZatYangMahaMuliaapabilaberjanjiDia
itu dengan telah terwujudnya pada salah seorang dari para pelaku 'me:menuhi dan apabilamengancam 1ia melepas\1('karey1kitatidnk
kemaksiatan beserta adanya pengampunan terhadap yang lain(2). menerimapernyataanyang'demikianpadahakAllahtersebablazimnva
Dan boleh juga si pengarang itu menghendaki (dengan ta,rif wajib kedustaandanberubahny iprrny otaandanyang seperti^ini tidaklahboleh
Allah:
di atas): "Darr berakibat (timbulnya) siksa karena meninggalkannya" korrra adannyadalil qaih'i yoig *t"'gahnya yaknifirman
sebagaimana dinyatakan oleh ulama yang lairy maka tidaklah dia
menafikan pen gampun2n(3)/'.
ik'i
&1 J'Fr
" Tidaklahpernyataan-Kuitu akqnmenerima pergantian'"
Keterangan:
dari adanyabanta.han tersebut
(1) Kata-katamin haitsu = " dari segi..."Bisa dipakai untuk tiga tujuan : \-/ IJcapanini merupakiniawobon-kedrla
(3)
'nlaa
' Menerangkanithlaq (kemutlakan)dalam arti tidak adakaitan dengan yarcni,bahwaUoLnioai y!"F .li*?ksud dengan,','.znayu'aaqobu
sesuatuseperti ucapan: "Manusia itu dari segi dia sebagaimanusia tarkihi,,adalah,,yaiarottibui'iqoobu'alaatarkihi" yakni: "berskibat
adalahsepotong fubuh." (timbulnaa) siksaiarenameninggalkan-Nya". Mlka.maksudseperti ini
adanqapcngampunankarenatimbulnynsesuatu atas
' Menerangkan tnqvid yakni adanrla kcterkaitan dcngan sesuatu iiAottot menafikan
"
sepertiucapan: Manusia itu dari sagibisasaluttdan hisasakit adarah sesuatuyang"laintidakl.ah-menuntutketetapannqadenganperbu,at
obyeknya ilmu kedokt cr an. "
. Menerangkanta'lil (causalitas)scpcrti ucapan:"Api itu
panasadalahbisa membakar."
dari segidiu \) * e 4t:iu .au,*, 4 b 4iin[
| 71. t
Dan mengenai tujuan pengnrang dengan kata-kata min hnitsu di
+q 'i Y a:tl.>u, y)q,y :rAr, ft ,-/o +ul
. c / ! o' o 7'

atas adalahuntuk taqvid. Maka dikecualikanlahdari segizatnya (yang

fy: g e
ruajib itu) ynkni perbuatan-perbuatunmukallaf karena dia bukanlah "K ,'ttt Y u c;i
a t
-o , .'
,ti I 71,t

obyekpembahassnpara pakar ushutfiqh. U 'v *tf.r,F +trr.


-6 -

"Barangsiapa yang niatrryadi ketikamakanadalahagarkuat menialankan


+U{i+r;f.i'r*b t rtoi|oititpoao ALait maka"baginyalah apayang dia niatkanitu"'

"Mandub(a) dari segi penyifatannya dengan nadab (kesunnatan)


adalah sesuatu yang diberi pahala karena mengerjakannya dan tidak //"
o
diberi siksakarenameninggalkannya.MubahF)dari segipenyifatannya
i'tf:"Sll * 5tti1$tz;Y^<i
dengan ibahah (pembolehan)adalah sesuatuyang tidik diberi pahala
karena mengerjakan dan meninggalkannya, juga tidak diberi siksa
!'t'Fu,* tL# : ----J ' . ). . -

karena meninggalkan dan mengerjakannya. Artinya adalah sesuatu


di mana pahala dan siksa tidak terkait dengan dikerjakan atau
I, e t
t+ttl
Ttz t
'ltgt
.1 o 1
4) rJ
,'V 4rd-v
tidaknya."
tt'{;i,'l
o ..o t.
aa -U1.3 i.At kvaj+ u) *) L*
4{

a
Keterangan:
(4) Kata-kataMandub semakna(murodifl denganMustahab,Tathowwu'
;itb lts G" '4i3
'dan sunnat. Lain halnya denganQodhi Husein besertaorang-orang
yang sependapat dengannya.Menurut mereka:perbuatanitu kalai "Mahzur(6) dari segi penyifatannya dengan hazor.(keharaman)
meninggalkannya
terus-menerus (munzobah) dilakukanoleh Nabi sAW, makadia adalah adalah sesuatu yan; aiUeti pahila karena
Allah(a dan diberi siksa
sunnat. Dan kalau tidak muazobah sepertiNabi merakukannya sekali dengan semata_matairenjalankan perintah
k;;"?" mengerjak"""y"''Makruh bari segi perryifatannya dengan
atau dua kali makadia Mustahab.sedangkankalau Nabi tidak pernah
dJbe.ri pahala karena
melskukannya melainkanperbuatanitu diadakanorehmanusiadengan karohah (kebencian; aaaUn sesuatu yang
perintah Allah
ikhtiarnyadalambentukwirid<nirid makadia adarahTathowwu'.Kata- _""i"gg)kannya(8) dengan semata-matamenjalankan
sahih dari segi
kata Mandub selain murodif denganapa-apayang terah disebutkan dan tidak diberi siksa karena mengerjakannyatel.
ke-s.ahan.adalah "sesuatu yang tergantung
juga murodifdenganMuroggabfilt, Ihsan,Aula, Nffil danMustahsan. f"nyifutu"nya dengan ia
Mandubitu adadua:'AinidanKifa'i.Mandub'Ainiadarahsesuatuyang i;G; rrfiu, gEtulusan)(10) dan .baru I'tidad (teranggap)
semuayang dipandang
tuntutannya itu diarahkankepadaorang tertentu sepertipengucapan J"rrlu*yuorl" dengan bahwa telah terkumpul
syara' baik sesuatu
salamdari seseorang. sedangkanMandub Kifa'i adarahsesuatuyang padXr,yu"(berupa Jyarat dan rukun) dari segi
ataupun berbentuk
hasilnyaitu dituntut dari orangyangtidaktertentusepertipengucapan itu berbentrt uuJ',1*perti jual-beli dan nikah)
salamdari sekelompok orang.Adapunmenjaraab salammakahukumnya ibadah (sepertisholat dan puasa)'"
wliib 'Aini iika salamitu tertuiu kepadaseseorangdanwajib Kifa'i j[ka
salamitu tertuju kepadasekelompok orang. Keterangan:
(5) Pengerjaanperkara mubah ditinjnu dari segi ibadah tidaklah diberi (6)MahzurdinamaipuladenganMuharrom'Ma'shiat'Zanbun'Mazjur'
bisajuga terpakai
pahala,akan tetapi ditinjau dari seginiat menjarankanketaatanmaka anhu, Muta'aw\tradnlaih dan hijrun. Muhaftom
diberipahalasebagaimana dikatakanolehlbnu Ruslan. untukyangmakruhdengankarohahtahrim.Akantetapiperbedaannya
tetapdengandalil
kalauyang haramadalahsesuatuyang lorang-annya
angkan y ang dengan
qo,tlr'iy oig ti dakmengandung ta;w.il-sed
.. c/ ( \. . . n .a c7
ri v d dll \tA * €ft F,6i u,
-makruh
'si karohahtahrimadalah"sesuatu"yanglarangannyatetapdengandalt.Iya
antarayang makruhdengan
mengandungta'wil. Adapun"peibedaan-
- 9-

karohah tahrim dan yang makruh dengan karohah tanzih adarahkalau sedangkanibadah hanya bersifat dengan keteranggapansajamenurut
karohah tanzih tidak diberi siksa lannran mengerjakannya sedangkan istilahG3)."
karohah tahrim diberi siksa lantaran mengerjakannya.
(7) Maksud daripada "dengan semata-matamenjalankan perintah Allah,, Keterangan:
adalah bahzna menahan diri dari sesuatu itu dikarenakan adanua (1,2)Daiamarti tidaksahdia disifatkandengannufuzdan tidakpuladengan
laranganAllah. HaI ini perlu dinyatakanuntuk mengecualikanadania I',tidad.Dan menurut istilah tidak sah dikatakandengan:"innahuu
sikap meninggalkan sesustu itu dikarenakantakutkepadaseseorangatau nafiz = "Sesungguhnya dia lulus (menyampaikan pada atau
.t.ujuan)
malu atau karena tidak mampu melakukannya.Maka kalau itu sebagai dingnn "innahii mu,taddinbihi,, = "sesungguhnya dia teranggap
penyebabnyatidaklah sikap meninggalkan itu diberi pahala. dengannya".
(B) Kata-kata" diberi pahalakarenameninggalkannya"mengecualikan: (1.3)Deigan demikianmakapadaaksdbisadikatakan:Haaza'aqdunnaafiz
a. Wajib karenadiberi siksalantaran meninggalkannya. u)alnu'taddinbihi = "Ini adalahakadyang lulus dan sudahteranggap
b. Mandub karenatidak diberi siksalantaran meninggalkannya. atau terhitung". sedangkanpada ibadshhanya dikatakan:Hsazihis
c. Mubah karenatidak diberi pahalalsntaran meninggalkannyn. sholaah mu'taddinbihaJ " Sholatini sudahternnggapatauterhitung".
(e) Kata-kata "tidak diberi siksa karena mengerjakannya"mengecualikan
yang haram dan makruh dengankarohah tahrim karena untuk yang dua
ini diberi siksalantaran mengerjakannya.
4. PENGERTIAN ILMU DAN JAHIL
(10) Maksudnya: Sesuatuyang dengannya tergantung kelulusan (nufuz)
dalam bentuk kebersifatandengannya.Arti nufuz adalah sampainya
kepadatujuan sepertihalal mengambilmanfaat (intifu') pada akadjual- ;ilu.jjr 04 Ct b Fi :iF' ;;au)4ri
-,
) l, , / /
.
6 l -, o 6 )-. /

V*,Y giYY.,f
beli dan halal bersenang-senang (stimta') pada akad nikah. Keduanya o o a -?
ini adalahbekasatau hssil dari kesahanitu.
(L1) Kata-kata "dan baru I'tidad (teranggap)ia dengannya" adalah untuk
:i?t
memasukknnibadah karena dia hanyalah bersifat dengan l'tidad, tidak "Fiqh yang bermakna syar'i lebih khusus daripada ilmu karena
fiqh
dengannufuz. ilmu bisa"untuk nahwu dan selainnya. Dengan demikian setiap
adalah ilmu dan tidaklah setiap ilmu adalah fiqh"'
k*
tc
*d-,til$t v 9>ti"xu,
^*i ,.t:t J: . lHjt',c
4{
'r,v Jt e iti"L r:Y itriYq1C#t {F 4,i
l'.i,, .itv J'
()et'ri;G?gffiY U;"{" t
j\y,
!t')'rt| ei
fuui:t'r;fr\riu;.;t
o
l 1 { L "^l b.tt
zz

i;t+)t €,';rt
// )Y!t, 4 t )y)t'r )AL,I ,,Ilmu adalah mengetahui yang maklum artinya mendapatkan
"Bathil dari segi penyifatannya dengan buthlan (kebatalan) adalah sesuatu yang di antari urusannya itu adalah bisa diketahui sesuai
"Sesuatu yang mana kelulusan tidak tergantung dengannya dan tidak dengan k"adlar,nya pada kenyataan. Contohnya adalah mendapatkan
pula ia teranggap dengannya(12)"dengan bahwa tidak terkumpul bahwa manusia itu adalah hewan yang berbicara'
padanya apa-apa yang dipandang dari segi syara' baik dia berupa
akad atau ibadah. Akad bersifat dengan kelulusan dan keteranggapan
-1 0 - -tt -

"Ilmu Dhoruri adalah ilmu yang tidak terjadi dengan sebabberfikir


e yr'ri'u +V & i?,r"L,si *r 3'# Jg;)tt dan meminta dalil. Contohnyaadalah ilmu yang terjadi lantaran salah
satu dari indera kita yang lima yakni pendengaran, penglihatan'
y ';')
fr* jt! lt oi
perabaan, penciuman dut iusu. Sesungguhnyailmu-yang seperti ini
lrrt 3i zLiilt !t'.,\r!gtlr ierjadi dengan semata-mataihsas yakni merasakan lantaran adanya
"Sedangkan jahil adalah mentashowwur atau mendapatkan indera itu dengan tanpa berfikir dan meminta daIll" '
sesuatu tidak sesuai dengan keadaan pada kenyalaan seperti orang-
orang filsafat yang mendapatkan bahwa alam yakni sesuatu yang 6. ILMU MUKTASAB
selain Allah adalah qodim. c-

e i?,;Jt
o o o

,-^Ar fl.1tvl't
tto/

,tYi":,jr
) tEl '#
eta6 Lz:it,F':t'Aur)ytt&ir.b, #i
/

e,\i3t fryL:v I at i:L,JJt'


ac/

Y', ltal e Ft
.)qt {# es,: qiYi ui 6,ry {^K '4t, l-.

y)o ,Ji2r b,wp ,y9, i;,"J'fr


l, t tl,
to ai'-

i,# tri ;4i ;+a::tifiv ,*i ,,Ilmu Muktasab adalah ilmu yang tergantung kepada berfikir
"Sebagianulama menyifatkan kejahilan ini denganJahil Murokkab. dan meminta dalil. Contohnya adalah ilmu bahwa alam ini baru
Dan mereka menjadikan Jahil Basith sebagaiketidak-tahuan terhadap (hadits). Maka sesungguhnya ilmu ini tergantung kepada pemikiran
sesuatu seperti ketidak-tahuan kita terhadap apa yang ada di bawah ierhadap alam beserii upu yang dapat kita saksikan di dalamnya
bumi dan apa yang ada di dasar samudera.Berdasarkanketerangan berupa iceadaanyang berubah-ubah,lalu dari keadaan yang berubah-
yang disebut oleh si pengarang maka tidaklah yang seperti ini ubah ir,i (pemikirari pun) berpindah kepada huduutsul alam yakni
dinamakan kejahilan". kebaruannya".

5. ILMU DHORURI 7. NAZOR. DALIL, ZON DAN SYAK

etjt djK
Y- 1., J'li*,ri
t / - ,e
i
#
el &
\-
{ Y &uAt
, i9rt
.;ilr i 'rlfo i,:-:Jt,.?i;'-r^Ulf
\J J J . J (> vr J J'Fl
,J.' ,
,s;d;,
"-:;ir 2.

F * U V qG ' )"#, i^x- tlt; |'t:':t'rPr) /,i e W. :iautFt ti r{9i':


"s)i is\
ll9,u
-12- -13-

"Nazor adalah berfikir tentang keadaan manzur fih (objek fikiran)


agar dapat menghantarkan kepada yang dicari. Sedangkan istidlal 8. BAB-BAB USHUL FIOH
adalah mencari dalil agar dapat menghantarkan kepada yang dicari.
Maka yang dihantarkan oleh nazor dan istidlal adalah satu dan
langkah pengarang menggabungkan keduanya yakni nazor dan 3$ &i;3$as;,';t *ir i'Ai
)Y9,e3,slt,$i
istidlal itu pada itsbat dan nafi(14)adalah sebagai ta'kid (penguatan). t. - o,,,"/ :i(, ;it tW JK;)i W
,P d ' * s f' ) r' ' f z z -./ 'P 9l
1; U :t :W)t, qVt')gayr # ) y A,
Keterangan:
(14) Yang dimaksud dengan penggabungannazor dan istidlal pada itsbat
adalahsebagaimanapada ta'rif IImu Muktasab yakni Al-Mauquuf 'alan
nazor wal-istidlsl. Sedangkanpenggabungankeduanyapadanafi adalah
sebagaimanapada ta'rif llmu Dhoruri yakni Maa laa yaqo'u 'an nazor F V\ eqrtY'A.{JL. *1.at::r},13\qi ,f
was-tidlal.
;kv,u," i,J,
iW * u,i i,i
".
ji"r!,ru,,f"EUicfr\:'.;"#it,)ty'At .ri 11.3:t, "Ushul fiqh-yang h-Y'ii-ut'5
-"rtfiti'.
lembaran kecil ini tersusun
tti"aii"i-
tentangnya-adalah jalan-jalan fiqh secara
o.ol ls oi
d6o ijmal (global)tl5r
u-ft -r-r d,J-iltt)"JtJl 3b, ,r'l\,:*
v.
' -i. i ' , ! t . , i
JtJrl t^-AJ>, ,lyl
"-
Contohnya adalah:
// 1
1. Kemutlakan Amar
;3")u )#t + f\t ,rb e \t-i \
*: CW. 2. Kemutlakan Nahi
3. Kemutlakan Perbuatan Nabi SAW'
ip :9\t : : Ar 9u;3ti * :t'flt* *i 4. Kemutlakan Ijma'
5. Kemutlakan QiYas
"Dalil adalah sesuatu yang memberi petunjuk kepada yang dicari 6. Kemutlakan Istishab.
karena dia adalah tandanya. Zon adalah membolehkan dua perkara Dari segi pembahasan terhadap yang pertama bahwa-dia lil-wuiub
di mana salah satunya lebih jelas dari yang lain menurut rnujawwiz (untuk huLum wajib). Dan terharlap y?ng kedua blhwa dialil-hurmalt
(orang yang membolehkan). Sedangkan syak adalah membolehkan terhadap yang lainnya (perbuatan
iuntuk hukum haiam). Seclangkan
itu
dua pe.rkaradi mana tidak ada kclebihan bagi salah satunya terhadap Nabi, ljnra', Qiyas, Istishab) adalah dari segi bahwa- semua
yarnglain menurut mujawwiz. Dcngan demikian maka seimbangnya hujjih. Begitu iuga halnya selain yang de-mikian berupa
kcragu-raguan dalam hal berdirinya si Zaed dan tidak berdirinya (ialan-jalan fiqii) yang akan datang keterangannya beserta kaitan-
-"rrpukurl
adalah syak dan bescrtaadanya pcnguatan tcrhadap ketetapan bcrdiri kaitannya.
atau ketiadaan berdiri adalah zon.
Keterangan:
(fl Ka{a-knta"sccaraijmal (gtobal)" maksudnyaadalah tidak menentuknn
muta'allaqnyayukni lukirr yang tctap dmgan dalil-dalilfiqh ifu dalam
artian bahwa dia tidak terkait dengan hukum satu perbuatan secara
-!
tl
t
-rn- -15-
I
I teftentu,Dengandan*ian ,fiakatujuafi dai ungkopnt "lala -jalan 5. Istishab hukum suci bagi orang yang ragu-ragu
ll fSh secaraijmal" adalahkaidah-kaidah kulliyyah sepertiperkdaan denganketetapannya
""i**, fiqh
ll el-imru lilwujub haqiiqotan= "Pait-hakel,,atutya'Anut itu Maka semua yang ter;but ini bukar ah bagian dari ushul
ushul fiqh
ll aaauhuntuk hukun u;jib". Mnkadalil-d-alilijmat tid*klahditmtukafl meskipun sebagiannyaada disebutkandalam kitab-kitab
ll padanya akanjuz-iryat (eubstansi-substolsi)
karcnayangkully tid.aklah karenahendak membericontoh".
ll menbenkesanailaflyasubtansi4ubtarciyangtertentu.

| , ;'fr 'J', ij,ar | ,:Fl ',X ,l;.";A ,g" , l; ;j^, t!ft:f,:il, tafshil
"secara fterinci)"
,naksu.dnva nelletltukan
.adatnh
I" ' ^t'i

il ,ul.!''^;.;ivi4' epi *A' * .r,:prt:}t


t[-.
,,,,,i!lfjtr;!ffi:fl&T:f;:l#{#;l!ff,'Xi}X
llI i ir' =b,-,g
'- '::
3",:lt,ii'e!
:.'1.
','
itis;1t-*y-,
7 ' .
*,;ln::;ylf,i^g*l;:i|f":,#,:'J#f'o:|*""
.ohtoh
(IB)Ini ;datah No]tiktrenaNahi
kemutlakan
yangmetgicualikan
| , h" ,.2:4 A ? lttl i )3\l Vl olehterkaitnya
padaayatini adataht'a{shilitrisebabkon hukltth
dengan
Jt l, qW) +it!
-.'
| Nabi
| "' -i n j-u, " ' ,' .Vj kemutlakanp.erbualan.
"r yvt
dl -it;'r
s:, U? X, f3 . fl., :.i!, .if yangnett[eaalikan
(y Ini ;datihcontoh
ll * - v'- '- F: ': 'i. katenayansain*oyo,rifon Mustim
otfn'aa,noi perbuatan
ini atatah

| ,* cu*ti s.; lyi,1i'ts';i n i4 uc.e iti k,ma


iima,
ea\""*trm{|f""Yi"l:i:i"!,ffi#ffi*;*nm,
*f yong kaxutrakan nt
tarena
qiyas
| ori!;'i\l# "!#Xi
| .. adalahqiqastafshili -*g"*,tikon
"L"i. halnya dengan dalil-dalil fiqh secara tafshil (ierinci)06) kenlutla.kattistishabkarenaxnl
I e2) Ini adaiih contohyatg mengeanlikan
I seperti: adalth istishabtafshih.
I 1. Avat " Ao iimus Sholaah' = Dirikanlah sholat!'ru
t ;i,;,&H;;;;;ffi," ,in,, = Janganrah
kamumendekari
I + Wp ,+ U gi, 3,j &i U 4[ly'/.V3
t Ka'bahsebagaimana
dikeruarkan
I :Hi,i;:i,t#L,*,rJaram s; talt f-y b ry ufl.v'-t6
* #rs 1,r;lr
I 4. ljma bahwa cucu perempuan dari anak laki-laki mendapat
seperenam besertaadanya anak perempuan kandung sekira '!Jt Ft $a'Jl
I
I tidak ada ahii waris ashobahbagi keduanya@r
I s. Mengqiyas gandum dengan padi dalirn hal tercegahnya "guga Ushul Fiqh itu adalah)taracan beristidlaldengandalil-dalil
(lontradiksi)
| ;ruf-Lii" pudi d.ngon padi kecuali sama ukuran dan kontan fiohia"ri segi penafshilannyadi ketika te4adi la'aarudh
d iriwayatlan oleh Muslim,n' k"'.*" f.""a'."ir a"fir-dalj I itu adalahzonti. (l atacaraistidlal d imaksud)
o"-ouyulun
I ".b"6"ri-.na
T
II
-1 6 - -17'

adalah mendahulukan yang Khos atas yartg'am, mendahulukan yang 5. Ijma'


muqoyyad atas yang mutlaq dan selain yang demikian. 6. Akhbar
7. Qiyas
a
t ta
u)r9\iWi
.J

_*t .F 8. Hazor
Og
9. Ibahah
4iijl
,ra,g i63t 2tp+;,JJl 10. Tartib Adillah
11. Sifat Mufti

"Tata cara istidlal dengan dalil-dalil fiqh itu membawa kepada


v 12. Slfat Mustafti
1-3.Hukum-hukum Muitahid.

sifat-sifat orang yang ber-istidlal dengannya yakni Mujtahid. Maka 9. BAGIAN-BAGIAN KALAM
'lr
iA Y *'y6 lrii gv
yang tiga inilah (yakni dalil-dalil fiqtu tata cara istidlal dan Mujtahid)
yang merupakan bidangnya ushul fiqh karena ketergantungan fiqh Ai F gKi! i Y(jt L S'1
l o '^ t o7
a,O

6 cri6.Jr uiJ
itu atasnya.
x J
', ,'
u I ri u _r^t r -J ,p,J t *) l u F E) f . L t , e
t oi c'
oi no. z t7 t c7
oto
/ t c t of a,

d6;rtiir)ifii id g, OSet +t',,.i't


,j"utsr:ir;t', lo,f
t . a/ I / o.
)
,* rAJe
,

{ t Afr
*:,)\bt')t(tt 4
ePttg.pi;+ ,6
4 er rti';lt')HJUj;;ry i*ti SiArd,i yxl lJJJyc.p,)\b.
F or'tte1\i 3fi ?1,i ^{ :f Jt SHJJ:'..
Luy,i a3.:;;)\i#,5 j,;i{r3GW,htti
t-
+ :ll
a:d i ';X i,at (:tsiYth: U
(-
t's-:
6y::tryr l:Vi *rji 3v;<tt, "Adapun bagian-bagiankalam, maka lafaz miniml ai kalam
c
adalah: -u"u
-'1..tersusundaripadanya
dapat
Dua isim seperti ZaidunQoo'imun
"Bab-bab ushul fiqh itu adalah: 2. Satu isim dan satu fi'il seperti Qooma Zaidun
"1. Bagian-bagian kalam yakni: Amar, Nahi,'Am, Khos
dan nanti 3. Satu fi'il dan satu huruf ieperti Maa Qooma (Dia tidak berdiri)
disebutkan (pada tengah-tengah pembicaraan tentang,Am clan sebagaimana ditetapkan oleh sebagian ulama dan tidak
Khos) Muthlaq dan Muqoyyad,Mujmal, Mubayyan, Zohir. terariggap dhomir pada Qooma yang kembalinya kepada
Pada sebagian naskah ada ditambah Mu'awwal dan nanti akan lafaz"iaid, itu karena ketiadaan zohirnya. Mayoritas ulama
datang keterangannya. menganggap dhomir itu sebagaisatu kalimat'
pada
2. Perbuatan-perbuatan Nabi 4. Satu isim dan satu huruf dan yang demikian itu adalah
3. Nasikh nida' (panggilan) seperti: Ya Zaidu (Wahai Zaidt') meskipun
4. Mansukh maknanya aialah: Ab'r-ru au Unaadi Zaidan (Aku panggil atau
aku seru siZaid)" -
_ 1 .8 - -19 -

g.tt ii#At1lwi # jy& ttl 4.* | ,'{ q


,t'tc/. ,,ti1
eq J2..' ,/./
&d J, ol roT oI, ,i i, , f,c, ..'-?
)9 ,srt
-est11'.f P -r^' /, ,;t#- iyStti o
t tJ/J

c
# 4rtt q,ptv,W 49 ue ct e )ryy e
J.: ,,: ',, , oi1 , o - r
) ir ...
i, 't
{,lol ;u ,y
Jr"*o y+ i7$"y, _*, /t o I o. l/

)t:;!-r Aj
Lr:abt;iJt ,:/
o
"Kalam terbagi kepada: 1c. t i
'1,. Amar seperti qum (Berdirilah!) Ailt e tJ*;js y?'y e &-t' ,' a
v a

?
Nahi sepertilaa taq'ud (Janganengkau duduk!)
? Shg|g seperti Jaa-aZaidun (SiZaid telah datang)
4. Istikhbar yuf"l Istiflram seperti Hal qooma zai{un (Apakah si
E*.;e'^:t';') q;JJty.?y
4//a
,*e pnyA^b'r^Li.At /C

,lt ';i yni ,P ,f, P fY ,f:.-iK Cj!t


tl.t"t'it
Zaidberdiri?), lalu dijawab dengan na,am ataulaa,,.
t
?l:^J. t
zo

qft v'i"3fr+6r q i,t * itu.i 8i o "rj!l


,F J'Y
/ /

G Ja<!!t', ?4 t', u'rbj;:,ti X


,, c1. ,
dan
"Dari segi yang lain(2s)Kalam itu terbagi kepada hakekat
masih tetap
UatEtat uiututt kalam yang dalam prakteknya
^uiur. maudhu'nya. Pendapat lain- mengatakan: yang
puau -Sesuatu
;.'+:ilhl" 8l?;l*I:l1f',"'",ti'r-urtu,syabaaba
ya,uudu iip"rgr'.uku. puiu apa-apayang telah diistilahkan oleh sekelompok
tidak tetap di
yauman (Moga-moga masa muda itu kembari ragi di suatu hari olurrg"yu.g beicakap-gakip atasnya meskipun sudah
nanti). atas maudhu'nYa. ContohnYa adalah:
karena
2- Arodh (tawaran)(2a)seperti Alaa tanzilu 'indana (sudikah 1. Sholat pada makna kelakuan yang tertentu
tidak tetap pada maudhu'
engkau mampir ke tempat kami?) ,"rrlrrggrhnyalafaz tersebut sudah
3. Qosam (sumpah) seperti walloohi la_af_alanna kazaa (Demi tughoGnya yakni doa untuk kebaikan'
keledai karena
Allah, benar-benar aku akan melakukan...,, 2. Oa'uuan pada makna hewan berkaki empat seperti
sesungguhnya dia juga sudah tidak tetap pada -maudhu'nya
Keterangan: yakni"tiap-tiap binata.tg yuttg melata di atas tanah"'
(23) Tarnanni adalah tuntutan tcrhatrapsesuatu yang tidak
atla lurapnrr
untuk tercapaiatau ada harapantetapi sangat sulii. Keterangan:
. pcr tama
(24) Arodh adalahucapantlang diawaridcnganalaauntuk menunjuk
utjanuu (25) Kaia_kata,,D ari segi y ang l ain... " maksudnya sdalah selainy ang
N ahi' Khobsr'
tuntutan dcngan penuh kclernbutan dan keranmhan. L,ain harnyu karenapcmbagianioi,o*17ong pertamay akni kepadaAmar'
memandang
dengantshdhidh,walaupunhakekatnyasamadenganarodhdikarenakan lstikhbar, l.amanni, Aiodh'dan Qosam adqlsh dengan
sedangkan pada pembagian yang
keduanya adalah tuntutan terlmdap satu perkira r1angdisukai akan madlul yakni makna uang ditunjuk,
dengan memandang
tetapi yang pertama adalah dengan keramahan sedangian yang kedua kedua iii yakni kepaia ttit<ekatdan maiaz adalah
denganhardikan dan hentakansepcrti Halla Akromti zaidan penggunaanlafazPadamadlul'
iKrrrano
tidak engkauhormati si Zaid itu?).
'i't;i Y )t;ltt
i,At ,-y ttL .y4y ,f yr 6t;; ei
_20_ -21-

y 6,j_GJr,p-r Pembagian ini berlaku menurut ta'rif hakekat yang kedua, bukan
* evbtu,f e,#t 4. ).r$, ta'rif hak-ekat yang pertama yang terbatas hanya pada hakekat
lughowiyyah".
*stt Keterangan:
"Majaz adalah ungkapan yang tajawwuz yakni (26) 'UrA 'amadalsh'uruf yangtidakdinisbahkankepadagolongantertentu
melampaui
maudhu'nya. Ini berdasarkan makna pertama bagi hakekat. ban dalamarti tidaktertentuoran| yangmenukilnya.sedangkan'urufkhos
berdasarkan makna hakekat yang kedua maka- maiaz adalah adalah'uruf yang dinisbahkankepadagolongantertentu dalamarti
u.ngkaqan yang dipergunakan pada serain yang telah diistilahkan tertentuorangYangmenukilnYa.
oleh sekelompok orang yang bercakap-cakap utur.ryu.
9. 7 o. .d t,o i ci, i- o
.l Jz
Jt'j6[- fYls ilnr J'At U--b, oli a?-t;:U1 uy;Jtt ,
1.0.PEMBICARAAN TENTANG MAJAZ
ac

i rdiit W*bi ji
I o-
tiLi o,;llal t:,1)t;-{l')
'ttry. t;6s ^"*
;',U:-l tf .I.;; ii
tt,tuoJ

gn'.^:,,"rtrr
;ulrJ rt S;,*n ;, ;; *yrt
yfiO !.
.J
.. t. . ii,7
;-ljl i ljts..Jli ;)t
\.)'
r^'

o 1 o o J- _ /- o
a. t z.l o /

qaV
tk .r-l!l ,)i, 3s'r',.nrY.r'
v t(J aA:+i ,u,-iK c;lr
v'J' J--'-o ,
v u,i"--juuf,t,. '.'
| -. I u^i ttd3t Jb i..p3t ,"-,)U
l' ,p.;i;g # rJA
/' 'i 'Y '
^ ,Q' /o , o'
l].iul
.*,, & f6l Jjlr ot3upA.,j,6t *Al ''Majazituadakalanyadenganziadgh(penambahan)ataunuqshon
(pengurangan) atau naqal (pemindahan) atau isti'arah (peminjaman)'
Laitsa
"Hakekat itu adakalanya: rvruiu"" deigan ziadah adilah seperti firman Allah Taala:
1. Lughowiyyah kare'na dia ditcntukan oreh ahli bahasa seperti kamitslihi ,yui'ntt = "Tidak ada sesuatu pun yang semisal Allah"'
bermakna
singa untuk makna hewan yang buas. Huruf kaf di sini adalah ziadah karena jika tidak maka dia
mempunyai misal
2. syar'iyyah karena dia ditentukan ore.hsyaari' (pembuat syara') mitslun (seumpama) sehingga iadilah Allah itu
untuk
seperti sholat untuk makna ibadah yang tertentu. dan itu jelas mustuitll r"ai"gkan tujuan ucapan ini adalah
3. Urfiyyah karena dia ditentukan olerh: menafikan misal itu"(27).
' Ahli 'uruf 'am atau kharayak ramai seperti dabbah untuk
makna hewan berkaki empat seperti keredai sedangkan dabbah Keternngan:
"Dan
secara bahasa adalah untuk setiap binatang yang melata. (27) Kaliu kaf pada ayat itu bukan ziadah mnka dia aksn bermakna:
' Ahli'uru f Khos atau khal ayak te'rbatasseperitifa'ifuntuk makna titlak adi .,1org,iu*pama misal Allah itu sesuatujua pun" sehingga
isim yang sudah dimaklumi di kalangan ahli nahwu.(20) jadilah ayat tersebui menuniukkan bshwa Allah mempunyai misal.
'Adapun
maksud yang sebenarnyadari ayat itu adalnh:Laisa mitslahu
F

-22- -23 -
syai'un = "Tidakadayyng semisar
menafikanadanya misal.
Anah itu sesuatujua pun". yakni
';rvL;a. *ist e wt ir;:trt>.r;at
3t!g;tt
qilitSi ,sir.Ft ,'Majaz dengan isti'arah adalah seperti firman Allah Taala:Jidaaron
#tS dLh!.y ,h 9t-hfuu,3uaU yuriidu att ya.,gqodhdho = "Dinding yang ingin r9boh"-yakni jatuh'
,y e ,J*t {\';l v Jt )dt d-5 3i* +$, ./-a.'JJ
Maka diserupakan miringnya dinding yang hendak jatuh itu dengan
keinginan jatln ai mana ini adalah bagian dari sifat-sifat benda hidup,
bukan benda mati. Dan rnaiaz yang dibentuk berdasarkan tasybih
Wi ),'pey.p, jts-,iSr^:t
,f e;lt dinamai denganisti'arah".
dengan nuqshon adarah seperti firman Alrah Taala:
-^-"Maj-az
Was'alil qoryata = tanyailah kampung itu!,, yakni penduduk PEMBICARAAN TENTANG AMAR
1.1..
kampung itu. Ta'rif.'-'Darl
majTz sebagaimanayang terah disebutkan itu,
dapat dimudahkan pemaharnan ya dengan uiaian: "Bahwapenafian
i seumpama misal dipergunakan untuk maksud penafian
bentuk bertanya kepada kampung dipergunatur, .rrrtrrt
misar, dan w ,Pt:i!'jh )Fr,P,tc,tr'tli
iF3st
#,*{' A'tsqt# alAt Utcgv6c i$
maksud
bertanyakepadapenduduknyu,i.
/.

F dJl
t

,t gd)'
t t 2,
c-P- t^$
;frty6;!r:,:r 3\:o!t W it F.tF:'r;$,1-
i 3tqij &n i;.;t g.# €i;\,A l.

"Amar adalah tuntutan perbuatan dengan ucapan kepada orang


tts,\c*4 yang derajatnya lebih rendah secara wajib. Jika tuntutan itu kepada
yang sederajat maka dinamakan dengan iltimas dan jika kepada yang
"Majaz dengan naqol adarah seperti ghoo'it
untuk makna sesuatu
yang keluar dari manusia. (Ma[na seperti ini) dipindahkan iebih tinggi dinamakan dengan su-al atau doa. Dan jika tuntutan itu
{ubu1
kepadanya dari makna_hakekatnya tidak seciia wajib dalam arti boleh untuk tidak dilakukan maka secara
yakni tempat yang agak menurun
untuk qodho' hajat. rni sekira-kiiu yu.tg paling zohir bukanlah dia dinamakan Amar yakni Amar dalam pengertian
."put difahami
daripadanya menurut uruf tidak rain"keciuaii ,"J.rut.r'fang hakekat(2e)".
keruar
itu". Keterangan:
(29) Artinya tuntutan yang tidak punya kepastian(ghairul jaazim) tidaklah
c1

6l ii I_;:t,)tt Jtir!.9 :r.lur 3uaU dinamakandenganAmar secarahakiki(Amrun Hakikil, akau tetapi dia
""t2" dinamakandenganAmar secaramajazi (Amrun Majazi)'

:V q g Ct t$t 6it-).u. 9#r jt ^V -^iJfu" gt +?tt i. t o*t ix "V":Y iirirr\;r?)t)


-24- -25 -

W S,i,t + .-gr.g,frjtf :'*;lt',gJiyi*


,b ,8,t isYfiii,at rr:S;
* :o!t & &1y
j
,i *'1r ,F &1t" jt-| tlt)' ,i Jtir i sr-;rl:i i'!e y,w
7t'),bu, )'E # e # f
'ow:
ru.yl
"Bentuk kata yang menunjukkan Amar adalah if'al seperti idhrib "Amar tidak menuntut tikror (pelaksanaan berulang) menurut
(pukullah!), akrim (muliakanlah!) dan isyrob (minumlahl). Bentuk pendapat yang sahih. Hal ini disebibkan karena tujuan Amar yak{
kata tersebut ketika diucapkan secaramutlak (lepas dari kaitan) dan menghasiftaniesuatu yang diperintahkan (ma'mur bih) telah menjadi
kosong dari qarinah yang memalingkannya dari tuntutan perbuatan satu"kepastian(tahaqquq) dengan sekali p"t!911u" saja' Dan menurut
adalah dibawa kepada hukum wajib seperti firman Allah: Aqiimus hukum asal, pelaksinautt perintah yang lebih atas ,yang pertama
mana
sholaah (Dirikanlah sholat!).Kecuali bentuk Amar yang ditunjukkan adalah dibebaskan dari tanggungan' Kecuali pada Amar di
maka
oleh dalil bahwa maksudnya adalah sunnat atau mubah maka ada dalil yang menunjukkan bahwa maksudnya adalah tikror
dibawalah ia kepadanyayakni hukum sunnat atau mubah itu". dilaksanakanlah Amar itu secaratikror'
di
Contohnya adalah perintah sholat lima waktu dan perintah puasa
Br, &tt1.\ljui r t VW i t#p . * , a t i ja bulan Ramadhan(31)".

Keterangan:
lf.tttltL;tt
)Wytry$tf;3 fG &tYGi {k (31.)Datit bahwaperintahsholatpadafirman Allah: waaqiimussholaah!
(Dirikanlahsholst!)menuntuttikror adalahhaditsriwayatshohihsin:
"Contoh Amar yang terhukum sunnat adalah: Fakaatibuuhum ),Allohmewajibkanatasummatkudi malamIsro' 50 sholatmakaaku
in 'alimtum fiihim khoiron (bebaskanlah para budak itu jika kamu dan memohonkeringanansehingga
berulangkali kembalikepada-Nya
mendapati kebaikan pada mereka!).(30)Dan contoh Amar yang
Dia miniadikannyaS kati padi setiaphari dan yol!y". Sedangkan
terrhukum mubah adalah firman Allah: Fa'izaa halaltum fashthoodu
dalit bairua perintah puasa pada firman Allah: .."Faman sVahida
(Apabila kamu telah tahallul maka berburulah!). Sedangkan para di antarsmuyanS
minkumusssyahrofal-yashumhu!"(Barangsiapa
ulama telah ijma' bahwa membebaskan budak dan melakukan makahendaklah berpuasa) adalahhadits
menqaksikan LulanRamadhan
perburuan tidaklah waiib hukumnya". karena
(Berpuasalah melihathilal
Nabisaw: "shuumuuliru'vatihi!"
Ramadhan...!).
Keterangan:
(30) Kebaikan yang dimaksud pada budak itu adalah sifat amanah dan
kemampuanmembayarharta penebusandenganjalan berusaha.
-26 - - 2 7-

l '.
rtl:.
i;t/;lt,f#at ifr i 3iurt,tl 4'r'A.tq\ O9
, o/ 7. o.
e. GP A.es. e'; tq\.
)i\vrgir -"t4 ;\tt;'"cj''$1
"Kebalikan dari pendapat yang sahih adalah bahwa
Amar itu
menuntut tikror. Maka orang yang terkena perintah dibebani secara
terus-menerus dengan tuntutan tersebut selama memungkinkan ,,Perintah untuk melakukan perbuatan berarti perintah terhadap
baginya di masa umurnya. Har ini sekira tidak ada penyelura'
mengenai tempo (dilakukannya) ma'mur bih itu dikarenikan tidak perbuatan itu dan terhadap aPa-apayang tidak :"mPYtla perbuatan
adanya yang menguatkan sebagianatas sebagianyang lain,,. icecuali dengannya. Contohnyu iduiun perintah melakukan sholat
lima waktu" aaiUn perintah juga terhadap bersuci_ yang akan
menghantarkan kepadanya karena sholat tidaklah sah dengan tanpa
qry, f b S4r3r;l+,?,;:tih :Aro4k_,t
2 bersici. Apabila perbuaian yang diperintah itu telah dikerjakan-
lafaz fi,ili dengan bina maful-maka keluarlah orang yang terkena
il.! et')pt ,#. ,Ei 6.Atovlt oi!,S,ryt
gv,jt) perintah dari taiggung jawab yakni tanggung jawa! lantaran perintah
itu. Dan disifatkanlah-perbuatanitu dengan liza' yakni mencukupi".

,#"\ixith'J'x
')l'f..jjJ
"Ama1 itu juga tidak menuntut
. . faur (peraksanaansegera)karena
tujuan Amar adalah mengadakan perbuatan dengari tanpa
ada MASUK PADA AMAR DAN NAHI
kekhususan terhadap masa yang pertama (masa ,"rriduh timbulnya
perintah) yakni yang bukan masa kedua. Ada dikatakan bahwa
Amar itu menuntut faur. Maka kepada pendapat yang demikianrah
d]baw1^ucapan orang yang berpettaupuf bahwa Amar"itu menuntut
Jtd't .;1i trq€li
tikrorz(32).

Keterangan:
&"3 {trft, J6 *t iV e,Ys",*'; :*
e Wtt p J'hi,i i#ti ,eu,;l\)&, eii3t
(32) Pendapatt4angmcngatakan bahwaAmar itu menuntuttikror dibawa
kepadapendapatvang mengatakan bahwaAmar itu menuntutfaur
tpt./6! t;;.eAt Yi":,iF .rtrU*jr
karenakalau Amar itu dikatakanmenuntut tikror maka,rang yang ous)
tcrkenaperintahakandiliputi dengansesuatuyang menjaaitinlutai /////
itu selnmaadakemungkinan bagintlatli masau*uinr1o.
v 9w', iJ'b,Ufv Yltk ,y
t ^Ait ^Pt fr,
i'!e ,It s4ri4 \ 2, y,yi ,pt )u,ev,|<!t.r ,*i'
UriU't iit-hst:'VA .t"ifltitau gi :t'rsesl lni satu tarjamah: "Yantg masuk pada khitob Allah Ta'ala itu
adalah sekalian orang *nkmin dan akan datang pembicaraan
-28- -29 -
tgltanq orang-orang kafir.-orang yang rarai, Anak kecil dan
orang
tr-,)i 1d
a

gila tidaklah masuk pada khitob terse6ut karena tidak adany


a takllf tt w'j
(pembebanan) terhadap mereka. orang yang lalai apabila -..J

sudah
hilang kelalaiannya diperintah untuk ,n".,ui.uut kelalaiannya
itu "Faedahdikenainya orang-orangkafir denganperintah menjalankan
jalan mengqodlg' sholat yang terlewatkan dan mengganti
-dengan cabang-cabungsyuriat adalah tersiksanya mele\a lantaran cabang-
harta benda yang dirusakkan,,.
caban[ syariat itu karena tidaktah sah ia dilakukan dalam keadaan
kafir tErsbbabia butuh kepada niat sementaraniat ini harus di dalam
ft y,of U * 2t et',tttar? oWV-t:&ti Islam. Namun demikian sesudah masuk Islam mereka tidaklah
disiksa lantaran meninggalkan cabang-cabangsyariat dimaksud. Hal
d.At q 4r fl rrlu.r"_e6<k v Jw L{.iJ;i,
, i , .? !., 4 J. .' /,.,.
ini adalah untuk membingkitkan semangatmereka masuk ke dalam
a Islam(3a)".
"orang-orang kafir terkena juga perintah untuk
- melaksanakan
cabang-cabang syariat dan untuk memeluk agama yang Keterangan:
mana yang
qabang-gafangsyariat itu tidak sah dilakukan iecuali'deigannya ladi orang-orangkafir terkenajuga siksalantaran meninggalkan
(34) 'wajib
dan dialah agama Islam. Hal ini berdasarkanfirman Allah ra,ala: dai mengerjakan yang haramsebagaitambahansiksa di samping
Maa salakakumfii saqor,qooluu lam naku minal musholliin = ,,Apa siksalantarankekafiranmereka.
yang menyebabkankamu masuk ke neraka saqor?Mereka menjawib:
Karena kami tidak termasuk orang-orang yang sholvl@3)', lilt r"Jh,
'-i ",:Jrfut,'i
t-' ,';i(, o"t+,:r;:i
Ur:T-J ./'. rr Utr 7rJAl, |<!lt
lT; 7-' { -,
Keterangan:
(33) ucapanmaasalakakkuy saqoradalahucapanorang-orang
t,'t, 'rk!";1 { 'rll'..;l,* t Vu rtt Pi ,{ it,
fii mukmin
kepadlorang-orangkafir.Lalu merekamenjarnab bahwi sebabmasuknus
merekake nerakasaqoradalahkarenamireks tidak melakukansholit. 9'6!)
Ini menunjukkanbahrnaorang-orang kafir terkenajuga perintahuntuk "Perintah melakukan sesuatu adalah berarti larangan terhadap
melakukansholatdan karenamerekatidak melakukinnuamerekauun
terkenasiksa.Begitujuga dengan lawannya. Dan larangan terhadap sesuatu adalah berarti perintah
firman Allah: wailuti til musvrikiin terhadap lawannya. |ika ada yang memerintah seseorang dengan:
allaziiru laa yu'tuunaz zakash= "Kecelakaanlah bagi orang-orang
musyrikyangtidakmengeluarkan uskun (biamlah!) berarti ia melarangnya untuk bergerak. Atau jika ia
zakat".Ini juga mcnu'njukkan bahwa
orang-jrangmuulrik terkenaperintahuntuk menunaiksn melarang dengan ucapan: Laa tataharrok (Jangan bergerak!)berarti ia
zakatnamun memerintahnya untuk diam".
karcnamerekatidaknrclaksanakannya mnkamerekapun terkcnasiks,.

e; + .iil W#UU
erv iu.ui
t/

Jt; 74.+aJ
1.3.PEMBICARAAN TENTANG NAHI
/t

a ojt:'-t31"vi r)i.:ti j; ui'rttr agtJ; w'A.;At ,W ,* fti!'i h )'gu,)9t5t €,1


;Gi*t+#r,
-30- - 31"

2. Perkara-perkara muamalah jika larangannya itu kembali


i'!,f e{,rt 6 oUJi
& 9r}t kepada:
. irTafsulaqdi yakni akad itu sendiri sebagaimanaterjadi pada
"Nahi adalah tuntutan meninggalkan (satu perbuatan) dengan
bai'ul hushot(34.
menggunakan ucapan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya . Perkara yang ada di dalamnya sebagaimanapada jual-beli
secara wajib. (Dan tuntutan meninggalkan ini) sama macam- janin(ea)'
macamnya seperti yang telah terdahulu pada pembahasan tentang . Perkarayang ada diluarnya tetapi lazim baginya sebagaimana
Amar".
pada jual-beli satu dirham dengan dua 4ltLtrntar)' Jika
perkara luar itu tidak lazim bagrnya seperti wudhu' dengan
.>r tte,e &rlJt)6 ,b G" SiAt6pr',1""i air hasil rampasan dan berjualan di waktu Jum'a1(ao) maka
tidaklah dia menunjuk atas rusaknya (manhi'anhu). Hal ini
berbeda dengan pemahaman yang ditimbulkan oleh ucapan
. z. / -/ / . v>
, -
O C_ /o Per.garang".
\ er
C

.:)t-lt3l y:Ftt.rtiilr e tJ-5it'r


, )'q {^oq', ;Jt ri r:6 Keterangan:
(3s) p eimpuan haidhdilarangmelakukansholatdandilarangiuga berpuasa
karenaberdasarkanhaditsshohihain.

o t'-
et't
oi.
,F e-+vstA
"Bukankahjika perempuanitu haidhmakadia tidak bolehsholatdan
tidakbolehiuga Puasa".
perempuanhaidhmelskukansholatdan puasa
Disini terlarangnya
bukanknrenaadasesuatuyangmelatarbelakanginya melainkansemata-
O2 /
matakarenazatsholatdsniuga zat itu
punsa untukperempuan
terlarang
=h*iJt iyt yanghaidh.
"Secara syar'i Nahi Mutlak itu menunjukkan rusaknya manhi
'anhu yakni perbuatan yang dilarang, yang ada dalam: (36) Sebabnyakita dilarang melakukan puasapada hari raya Qurban
adalahkoreroberpuasa disitu menyebabkan adanyasatuperkarayang
1. Perkara-perkara ibadah, baik ibadah itu:
. Terlarang karena zatnya seperti sholat dan puasa lazim (pasti)terjadiyakni berpalingdari iamuanAIIah Ta'alaberupa
dari
perempuan haidh0s) daging-daging Qurban.Begituiuga dengansholatpadaznaktu-wsktu
. Terlarang karena satu perkara yarrg lazim baginya yang'dimik ihko, yakni ketikaterbit matahari,ketikaistiwa' kecuali
seperti
puasa pada hari raya Qurban dan sholat pada waktu-waktu harl yum'at,sesudihsholatAshar, sesudahsholatSubuhdan ketikn
ishfiror(menguningnya matahari).Dan sholatyang makruhdilakukan
yang dimakruhkanO6)
padn yang tidnkada
waktu-waktuiti adalahsholatnafalmutlak yal<-n.i
'waktu
dan sebabnrla,sholatyang sebabnya muta'akhir(terkemudian)
-32- -33-

sepertidua rakaat ihram dan sholat istikharah.Adapun sholat yang (37) Bai'ul hushotmemilikitigapenafsiran:
sebabnya mutaqaddim(terdahulu)sepertisholat-sholat qodho'danyaig 1.. Menjadikanlemparanyang menSenaisuatu barangsebagaitanda
sebabnyamuqorin fterbarengan)sepertishalatgerhanamakatidaktah terjidinya juat-beli. Berarti tidak ada shiglrot (ijab qabul) sama
makruhmelakukannya padawaktu-utaktuitu. Akan tetapikemakruhan sekali.
melakukansholatdimaksudpadalima utaktu itu adalahpadamselain 2. Penjualberkata:"Aku iual kepadamubarangini datrengkauboleh
tanah haram di kota Mekkah.Karenadi sana sholat bolehdilakukan mel-akukan khiyar (pemitihanulang)denganj alanmelemp ari barang-
kapansaja.Menurut pendapatyang sahihkemakruhandi situ adarah barangyang lain" .
yykryh tahrim yakni terkenadosa bagi siapa yang melakukannya. J. tteniialueitcata:"Aku jualkepadamupakaian-pakaian ini manasaja
sebabnyadimakruhkanmelakukansholat-sholattersebutpada lima yang terkenaolehlemparan batu" .
waktu itu adalahkarena satuperkarayang lazim (pasti)terjadinyayakni paf,a tiga penafsirantentang bai'ul hushot ini tidak didapatkan
munculnyakekuatansetanuntuk menggodaorang-orangyang sholat adanya-shighoiyang sesuaidengansyara. Karenaitu larangan
padawaktu-waktuitu. oleh karenaitu makasholatyangdilakuianpada melaLukan-bai'ilhishot adalahdikarenakanakadnyayang tidak
waktu-usaktutersebutadalnh rusak dalam arti tidak teranggapatau betul
tidak terhitung. Berbedahalnya dengansholatdi tempat-tempnt yang
dimakruhkansepertipemandianumum (hammam)makasholatdi siii (38) Menurut syara'jual beliitu adalahterhadaphartayang memilikinilai
walaupun dimakruhkansecflratanzih (yakni tidak terkenadosa)tapi ekonomisdi tceiitcaakad berlangsunguntuk mendapatkanmanfaat.
tidak menyebabkan rusaknyasholat tersebut.HaI ini karenalarangan sedangkan jualbelijaninyangadadalamperutibu tidaktermasukharta
sholatdi tempatitu adalahperkaraluar yang kejadiannyatidaklahla1im yong ine*iiiki nilai ekonomis. D engandemikianmakalaranganj ual beli
j anin itu kembalikepadazat mabi' (barangyanqdijual) danmabi'adalah
Qestil, sepertimunculnyagodaansetanyang dapatmenghilangkan 'salahsatu adadalam
kekhusyu' andi tempat itu. D ikatakantidaklazimkarenahammamiti bisa daripadarukunakaddanakadadalahperknrayang
sajadirubahmenjadimesjidsehinggahilanglah apayang dikhautati*an mahiyah (hakikati aul beli).
akan terjadiitu. Begitujuga dengansholatdi rumahhasil rampasan. (s9) Meijual satu dirham dengan dua dirham adalah terlarang dan
walaupun dia dimakruhkansecaratahrim namun tidak menaebabkan meniebabkan rusaknyaiual-beliitu ksrenaadanyaperkaraluar yang
rusaknyasholatyong ditakukanitu karenalarangannysadalalhperkara Iazimteriadiyaitu kelebihnn dirhamtersebut.
Iuar yang tidaklazim terjadilantaransholatsematasepertiterpakainya
milik oranglain yang manahal ini bisajuga terjadiolehselainsholat. (40) Berwudhu' dengan air rampasanwalaupun terlarang tapi tidnk
Kesimpulannya: "Bahrnaperbedaan antarauaktu dan tempatdi mana menyebabkan rusaknyawudhu' itu. Hal ini karenalarangantersebut
larangansholatpadayangpertamaadalshliamrin laazim(perkarayang adalahperkaratuarying tidaklazimterjadinya lantaran semata
yang -wudhu'
dikhaznatirkanini
mesti terjadi)sedangkan padayang keduaadalahliamrin ghairi laazim sepertimerusakmi[ik o]ong tain di manasebab
(perkarayang tidak mesti terjadi) adalah:"Bahwasholatitu di ketika tidaklahmestikarenawudhu' sajamelainkan juga karenahal yang lain
melakukannya padawaktu yang tertentu makatidaklahmungkin akan sepertiditumpahkan. Begitujuga denganjual-beli.diwak.tupanggilan
terlepasdaripadanya.sedangkansholat di ketika melakukanntlapada lum,at, walaupun dilaiang tetapi tidak sampai membarnakepada
'rusaknya
tempat tertentu maka ada kemungkinanuntuk terlepasdar$ad'anya juat-beliitu. Hal ini karenalarangannya adalahperkaraluar
denganjalan merubah tempat itu kepadabentuk yang lain seprrti yangtiAai< Iazimteriadi lantaranjual-betiitu sematayaknimenghambat
merubahhammam menjadimesjidataumerubahstatusrumahrampasan irrlalanan menuju tempatsholatlum'at karenayang ini bisajuga
'dis"ebabkan
denganj alan memb elinya" olehsilain iual-beli.lugakarenaiual-belidi waktupanggilan
- 34- - 35-

lum'.at terkadang-kadang
tidak menghambat
perjalananmenuju sholat d rc /

Iym'at sepertipenjualdan pembeliyang merakukantransaklisambil J't"J i]6'/,l,#


berjalanmenujutempatsholatJum'at.
,,,Aamadalah lafaz yangmeratai dua sesuatuatau t"bii aurrgur,
14.TUIUAN-TUIUAN AMAR tanpa batasan.Kata'aam terambil dari ucapanseseorang:
' Ltyt bil'atho' = "Aku ratakan siZaed
i<!r,ei y, it.;l.t,irt,ry k, qi :;i
1 . 'Amamtu Zaedanwa'Amron
dan Amar dengan Pemberian".
,t3iryprixii'st:i 2. 'Amamtu jamilan naas bil'atho' = "Aku ratakan semua orang
&u,U;'!F t"#t 11pa denganpemberian".
Dengan
Artinya pemberianku meratai atau meliputi sekalian mereka.
isgry;y
F U";st.,iryfi
///
aemiiian maka kata-kata'aam itu mengindung perataan (syumul)".

"Didapatkan bentuk kata Amar itu untuk tujuan:


1 Ibahah (membolehkan) sebagaimana yang telah terdahulu(a1). rSri 4$r,i"Pt r,lltiril k3iNb'*irst^it'iii
2. Tahdid (mengancam) seperti firman Allah: I'maruu maa syi'tum 'itiiJt-xir
(Perbuatlah apa yang kamu sukail). J;ti t'r:;tGlt lL r i 6";'! 3Lr
3. Taswiyah (menyamakan) seperti firman Allah: Ishbiruu au laa t
a

O
tashbiruu! (Bersabarlah atau janganlah sabar!). l-C. /O'

4. Takwin (menjadikan) seperti firman Allah: Kuunuu qirodatan!


l4u
9 , 'v -',,c-9
'. dr)
t
$adilah kamu semua kera!)(az).

Keterangan:
c it; Y .P , w - 'i q.Y't U'tiJ €-tti,Y:'F
t o1

c
f;io
| *c/

t o
q
'ttry';'ttUW:isiitA
(41) Yakni pada firman Allah: wa'izaa harartum
kamu telah tahsllul makaberburulah!,,.
fashthoodhu =
,,Aoabila &i ,L;JI
(J, €.
u_t'_f '

(42) Bentuk Amar mempunr|aisekitar 26 makna namun pengarqng


dalam
kitahnrla ini hanrla menyehutkan s yaitu wuiub, lba'hah,'Tahdid.
:*i
&ir'91
Tasutiyahdan Takutin. ,!tt yr l<
15.'AM DAN KHOS Y3xtq+i' e63+ q ';1F 9Y'jt
e,F't
fr 6 -rp(rarci, tdr * ?" );"tryYuiF:'et')^y
t oi o o / - a /- /
YI ,tf ,:r,
vz
lLdGi ul',fu,
*
.

,W qi ttAu,,fgt# c-.*r:6u,t'r;i,* :v#t e'ti y.6t& :t4t, ;r$r


-36- -37 -

" Lafaz-lafaz y angdipergunakan untuk maksud'aam fid daar =


ada empat: 4. Laa pada isim-isim nakirah' Contohnyat L?u..rojula
1' Isim mufrad yang dimakrifatkan dengan alif ram seperti "Tidak ada seoranglaki-laki di dalam rumah"'
firman Allah: Innal insaana lafii khusrin illallaziina aamanuu =
"Sesungguhnya semua manusia berada dalam
kerugian kecuali Keterangan:
mereka yang beriman',. terdapatdua naskah
(43) Datammenerangkan fungsi maasesudahistifham
2. Isim jama' yang dimakrifatkan dengan alif lam seperti mengatakan jaza'maka
firman dalamkitabWaioqotini.fraskahpertama -untuk
Allah: Faqtulul musyrikiin = "Bunu-hlah orang-orang musyrik ini yangdimaksuddtngrn wa ghairihi adalahkhabar' Dan
berdasarkan
ini, yang
itu!". naskahkeduaien{atakan untuk khabarmaka berdasarkan
3. Isim-isim mubham seperti: dimaksuddenganwa ghairihi adalahjaza'
' Man untuk yang berakal. Contohnya: Man dakhola daarii
fahua aamin = "Siapa yang masuk rumahku maka
dia )f e l.J3l,,s'-rt3'#Si 4' ,Y i';;llt't
arJ].ar.", o

"V t

#t *A, 'v * et:s it';; €f-Y3,Yt A


(t . \ P t, o / c / tla
' Y?u untuk yang tidak berakal. Contohny a:Maa jaa'arii minka
akhaztuhu = " Apa saja yang datang untukku darimu
akan

,pyt '?-utFt { llV&tj.t iti') f$t e qD'Atii.


aku ambil".
. Ayyun baik dia sebagai
istifham, syarat maupun maushul,
pada yang berakal ataupun tidak. Coniohnya: Ayyu
P:frf"
'abiidi jaa'aka ahsin ilaih = ,,Mana saja
budakku yang datang yi-;l,ur$La;
eKiq yt't e &*tf|')4;:rt
padamu maka bersikap_baiklah pada r.rya!,, .Dan Ayyil

)t; j? &.i ii1 )r-i ,i:;.st* €dt it:',)w,


u"y ui
arodta a'thoitukahu = ,,Apa saja yang engkau infinkan
aku
berikan padamu. i\Jti--/c
. Aina untuk menyatakan
tempat seperti: Ainama takun
akumma'aka = "dimana saja engkau berada maka aku
akan
ey'# rKn)
)g;jts.!
berada bersamamu". ,,Keumuman adalah di antara sifat-sifat ucapan dan tidak boleh
Mata untuk menunjukkan waktu seperti: Mata syi,ta ji,tuka =
"Kapan saja enp;kau mau aku akan Satangpadamu',.' mendakwakeumumanpadaselainnyayakniperbuatandanapa-apa
perbuatan Nabi
Maa untuk: yang berlaku seperti perbuatan'.Contohnya adalah
riwayat
1. Istifham seperti: Maa 'indaka = ',Apu yang i.itu rrr"rrlurr-,a'dua shoiat pada waktu bepergian -berdasarkan
ada Bukhori-maka s"su.g[uh''yu perbuatan menjama' itu tidaklah
padamu?". pendek' Hanyalah
2. Jaza' seperti: Maa ta'mal tujza bihi = ,,Apa saia berlaku umum untuk [""4utu"u" yang jauh dan
yang Begitu juga dengan
engkau perbuat ia terjadi untuk salah iatu di antara keduanya'
engkau akan dibalas'dengannyu,,. dil*ukan oleh
Tulu
Pada satu naskah disebutkan khabar sebagai p"engganti kuprri.trun syuf'ah (hak pemilikan dengan paksa) yulF
jaza' seperti: 'Amiltu maa ,amilta = ,,Aku p"iUrrut Nabikepadasatutetangga_sesuaidenganriwayatNasa,idariHasan
apa"saya
dalam keadaan *,rrrul-*aka sesungguhnya putusan,itu tidaklah
yang engkau perbuat". kemungkinan bahwa
3. Pada yang lain seperti khabar berdasarkan naskah pertama berlaku umum pada setiap tetangga kirena ada
itu adalah satu kekhususan pada tetangga itu'
dan jaza' berdasarkan naskah kedua(a3).
-3 8 - -39-
=
2. Syarat seperti: Akrim banii tamiim in jaa'uuka "Muliakanlah
muliakanlah
16. n'ani famim jika mereka datang padamu! Yakni
orang-orangyangdatang di antaramereka!"'
/. Tamiim al-
Jitii_i t g jW Vat;a_ ,j"sr: i-"OriU 1p"ig"i#) deng"ansifat seperti: Akrim Bani
bvua# a
J.

ffinu"l "frutakanlaliBani Tamim yang ahli-ahli fiqh"'


.///
41 Ni ,>.:tr'ti
lzttr4/ ,tr: * 'u ,;; .ititsr;6 ujrY<ile,Yt!'t';v it?L;9'"
"Khos adalah kebalikan dari 'Aam.
yang tidak
Khos diartikan dengan: Lafaz
_mengenai dua sesuatu atau lebih dengan ta a batasan
seperti rojulun (seorang raki-laki) rojuraini
ji t'* wti .lJr-j ,ry|\u, ,l

r oi
o'

(dua oiang raki-raki) dan li


t 1.1i. /
$t '"lt
ffi.lti'j-.
P?P JG
u )'z'
tsalatsatu rijaalin (tiga orang laki_lakii,,. 4../t ea" o
&E
;j-r;riir
Y iv;g *tf1 -i
€l il:*,Jl uZX.
/ o
t'.r:;,
' ,- t .
l .o kalau tidak
ririiuLy b "Istitsna' adalah mengeluarkan sesuatu yang
o z

6;;t
-9

dikeluarkanniscayadiama"sukdidalamucapan.Contohnyaadalah:
(Telah datang kium itu kecuali Zaed)'
"Takhshish adalah pengkhususan
sebagian jumlah yakni Jaa'al qaumu illaa zaedan
d"ttgun syarat ada sisa dari
mengeluarkannya seperti mengeluarkan orang-orang
kafir mu,ahad irriar,',u' hanya dianggap ^masih Lahu 'alayya
'uh Contoh:
dari firman Allah: Faqtulul riusyrikiin = "Bunuhlah mustatsna minhu (#i"l p""g"t"ilian)nya'
orang-orang ;uryrotr', illaa tis'atar'= " udu iewajibanku terhadapnya (membayar)
musyrik i111t{dt1".
illaa 'asyrotan (kecuali
sepuluh kecuali sembilan". Kalau dia berkata
dia
Keterangan: ,"i"i"r,rl maka tidaklah sah istitsna, itu dan berkewajibanlah
(44) Kafir Mu'ahad adalah kafir yang
telah dijanjikan oleh orang-lrang (membayar) Yang sePuluh itu"'
muslim untuk tidak diperangi. J .jo '.,
// ail
Jr,tjJ, c)a]urY
I nt
(ttJ i1^y,';,r:
F;@t;t;
€.Vt;6."|i,J*Utt
Wt,F jl e" .ii :.-; ! rl'l 'it 'fi. Jll
"'.J
;+#.616i!ry;cir"'* iif
>/ t ,l

ix LA.r.{jV "Dan cli antara syarat istitsna' yang lain aalfn- dia.bersambung
fuqoha' = "Telah
dengan ucapan. tcaiau seseorangberkata: Jaa'al
;vatf iif ,. ,to!' .

*g tri f i para ahli fiqh", kemurlian-sg3u.crah


Juau"r,g satu hari dia berkata:illaa
"Takhshish itu terbagi kepada muttashil Zaedin'= "kecuali Zae'J"maka tidaklah dianggap sah'
dan munfashir. yang
muttashil adalah: I o/ ro
\l iU u 'ij a;-,
.2", .,i ,,
1. Istitsna' atau pengecualian, akan datang contohnya. l-rl i -1, -t \ J /
-J
-4 0 - - 41-

mutlak
dengan iman seperti pada kafarat zlhar.Maka dibawalah yang
,tr kepida yut g tttuqayyad karena ihthiyath (hati-hati)(as)"'
"Boleh mendahulukan mustatsna
atas mustatsna minhu.
Conto-hnya: qooma iraa Zaed,anahadun = ,,Tidaklah Keterangan:
-Maa
kecuali Zaed seseoiang". berdiri @5)Al-"Qur'anmenyebutkanbahwakaf aratpembunuh-anadalah:Fatahriiru
' seorangbudakyang mu.kmin)yakni
,oqlbotimmukininah(membebsskan
< 1 i " ,t-o)
'2 diiaitkan dengun"Tn'Ltkmin". Maka lafaz Al-Qur'an.-ini dinamakan
;V t-i; i ,:f* , r , - ' i*.' jr .l- :^ { r lo !1 .
* j r r.;. .T
q) ,.f ,_;_ j, jJd-, muqayyad.{edangkan ketika menyebut kafarat zihar Al-Qur'an
*rrgoiokon: Fatairiiru roqobatin (membebaskan seorangbudak),tanpa
.i..At dikaltkandengan"mgkmin ". Ini berartilafazAI-,Qur'anini mutlak'
"Istitsna' itu boreh.dari jenis yang
\ti; Maka kalau ada dua lafaz yang satu muqayyaddan yang lainnya
sama seperti contoh terdahulu mutlak makasebagailangkih iati-hati, yang mutlak-dibawakepada
dan.boleh,juga dari jenis yang"ber:beda
seperti: Jaa'alqaumu yangmuqayyaddilam arti yangmutlakitu juga dikaitkandengansifat
hamiiro = "Telah datang kaum itu kecuali iraigoi*oii sifatpadayon[ *uqoyyad'Dalamkasuspembunuhan yang
keledai,,. 'ral
*oio t o\oratnya'adalih membebaskan seorang buda,k mukmin
,yang
it * 9-tr*tr ,F g- Ji 3'rAj
6;;r:":t 31Lpr, sedangkindatim kasuszihar tidak ada disebutkanbahwabudakitu
harusmukminmakasebagai langkahhati-hatikafaratzihnrpun adalah
membebaskan seorangbudaktlnngiuga mukmin'
frrfu e it.!s;e
"syarat-disebut jugu mukhoshshislz-boleh
orolnrrrruu., atas
r;ssvrJw Lyix:4ur:4t A;J 3fri
masyrut yang dipersyaratkan).Contohnya' tr-,yuu,utu
-(sesuatu banuu
tamim fa akrimhutrt,: ";ika-datang banu Tamir
muliakanlah mereka!,,.
u t"/"a"mu maka i:,it*;JJt'rJw ln,F:s-;3it
+4tl;'rl t3.lt
$t "bei#u
"Boleh mentakhshish Al-Qur'an dengan Al-Qur'an' Contohnya
= "Janganlah
adalah firman Allah Ta'ala: walaa tankihul musyrikaal
oleh
kamu menikahi oran8-orang musyrik!". Ayat ini ditakhshish
z . min
firman Allah Ta'ala: wil muhshonaatu minal lazlina uutul kitaaba
o
vV! Jff...Jr
,i . -o .

_b dblJitJ"J.qWt|rw evs
,..o t

= "Dan perempuan-perempuan terpelihara dari kelompok


qablikum
"sesuatu-yang terk-ait dengan sifat, ut'rtrrltitub sebelum kamu adalah halal bagimu"'
dibawa kepadanya sesuatu
yang mutlak (tidak.terkait sifai). Contohnya
di mana pada sebagiantempat iiu dikuitku'd".,gu'i_J.,
"a"r"r,'r.[obah
(budak) *rt;<1i" JtJ dp u,y4,6axt
kafarat pembunuhin dan pada tempat yang ""p.rti
lain dia tidak
pada "4;k
dikaitkan
) | 4*i6l:t t'rr.,ydtrrlJL€:'ti e
-42- -43-
shodaqah =
hadits sohihain juga: Laisa fiima duuna khomsati ausuqin
i ,st16lr,i I 4t<rprxlr,L; ,,Tidak ada zakatpada hasil pertanian yang kurang dari lima wasaq".

"Boleh mentakhshish Ar-eur'an dengan Hadits.


Contohnya uaurun
firman Allah Ta'ala; yuushiikumulloohu fii awlaadikum... = ,,Allah
mewasiatkanmu dalam hal anak-anakmu...dst."yang meriputi
anak
orang kafir ditakhshish dengan hadits sohihain: Lau yJ.its.rl
muslimul
kaafiro walal kaafirul muslima = "Tidaklah orang muslrm
mewarisi
orang kafir dan tidak juga orang kafir mewarisi orlng muslim,,.

i ,f+-ut gf * ) (-J u {Jaq? tf u x j


t//
0

"Boleh mentakhshish ucapan dengan qiyas' Maksud kami dengan


ucapanadalahfirmanAllahTa,a|adansabdaRasulSAW.Halini
ir, Jw Lprb,e& EJJ;l I
zJ
kar"rru qiyas bersandarkan kepada nash dari Al-Qur'an
dan Hadits
(ao).
maka r"ikur-ukun dia adalah mukhoshshish (Pentakhshish)"
iff.:rr
o'''ri ilr D4 i6 ro1 a ,i:
'J= f lt itev # .,o,rl oi
Keterangan:
vrig dimaksudmentakhshish
i+,a1 ucapan(Al-Qur'an dan Hadits dengan
'
Or OJjl otl /l
A
r.rr. ,-Ot-, ,^j)ta qiyii odalah:Kitamenemukanlafazyangumum-di
satu masaI ah
dalamAl-Qur'an
y ang di t akhshish
atau
dari
iodi tr, sesudahitu kita menemuknn
"Boleh mentakhshish hadits dengan menemuknn
Al-eur'an. Contohnya adalah lafazumum tersebutdengannashyanglain' Kem-udi?" .k!t!
hadits sohihain: Laa yaqbaluiloohu"sholaata ahadikum
izaa ahdatsa situ masalahyang menyerupaimasalahyang ditakhshish itu di mana
hatta yatawadhdho'a = "Allah tidak menerima sholat Al-Qur'an surat Al-Baqoroh
salah seorang illatnya berrimoir. Cintohnya adnlah
kamu apabila dia berhadats sehingga ia berwudhu,,,
ayatiZS: "AIIah menghalatianjual beli dnn mengharamkan riba"'
ditakhshish
dengan firman Allah Ta'ala: wa in fintum mardhoo...falam Nabi SAW bersabda: "Nabi SAW
tajiduu iemudian di dalamsalu haditsnya -(HR.
maa'an fatayammamuu = "Dan jika kamu daram
keadaan sakit .... melarangjual beli Muzabsnah" Muslim). lual beli Muzabanah
lalu kamu tidak menemukan air maka bertayammumlah!,,,
adalahininjual tqmar (kurmakering)yang te-rsimpan.dengan ruthab
walaupun
datang juga hadits tentang tayammum sesudah dipetik.Makadalamkasusini keumumanAI-
turunnya ayat 'eur'anbasah)yangbaru
(kurma
tersebut". aitamiilisii olehHadits.Kemudianmunculmasalqhlain vang
'ienyerupai (anggurbasah)
iual bcti Muzabanshyang meniual.'inab
(anggur kering)'Maka
vori boru dipetikdari pohttnnyadcnganzabib
.o t ., d t
^ t o o,i ,
a.*JtJ i;.ljl
.)/ c.ffS t iti'prn beriata:"lual hcti 'iiab denganybi.b !i1i!Y" atasiual
heli
,i$ a^# o')3 it:*tt& tamardenganruthabmakahukumnya tidak 9ol?!'-'
Dengan demikian-
*Ji makskeumumanAl-Qur'an yan| berbunyi:"Allah menghalalkan
jual
"Boleh mentakhshish hadits dengan hadits. beli..."ditakhshish denganqiyasiuat beli 'inab denganzabibterhadap
Contohnya adarah
hadits sohihairr: Fiima saqotis sanrai'uI,usyru : "pertanran jual betitamardenganruthab'
yang
disirami air hujan (zakatnya) sepersepul,rh"
ditukhshish au',gui
-M- - 45-
t
)t/o z

JeJ Jc .'* oI-:n, - ;j ..)


17. PEMBICARAAN TENTANG MUIMAL 4 t' e- l'r ?.
DAN BAYAN ,,Nash adalah pecahan kata dari ,,minashshotul ,aruusi,, yakni

t:ti ,ry y\r y* gwlt * kursi penganten. Hal ini karena ketinggian nash dibanltlg ll"g llil
ffi 4 Y J:;rtr dalam hal memahami maknanya dengan tanpa tawaqquf
(berfikir-fikir
0o dulu)".
:#,i ,ptJt u.ryt )'*\. ob$")t't
iw'!l
"Mujmal adalah sesuatu yang membutuhkan bayan (penjelasan).
Contohnya adalah tiga quru' maka sesungguhnya dia itu ada
kemungkinan bermakna suci dan haidh karena kata-kata quru'
memang bersekutu maknanya (musytarak) antara haidh dan suci,,.
pt& J.J 3yL:t7t;.jit,f"l. W
-itiirr
qi ,#3tt Jt )Ki'),ts ,t lll ,.;-F\l
"P,it?tlq6
,1 t'r,rx l tffi { YAti ,Ht -i 4t:7..;i;\\ salah
"Zohir adalah sesuatu yang mengandung dua perkara'
lafaz asad pada
satunya lebih jelas dari yanf taii. C_ontohnya adalah
y\ iV F rt.f u.:VY,Ert";.: *ri: * e.t'r:.f ,r.gtipu".o,uit.rl yurr-u uridutt -- "Hariini aku melihat seekor singa" '
hewan yang
Vtu't u ,"rrrnggrrh.ry alafazasad ini zohirnya "4"1$."."iuk
iw #iit" )'#,fy buas karena makna hakikinya bisa juga untuk
,,laki-laki pemberani,,

f6 sebagai penggantinya' Lalu iikalafaz itu dibawa kepada


makna yang
ditakwil)"'
"Bayan adalah mengeluarkan sesuatu dari tempat yang sulit lain iraila di-namaitah ia dengan mu'awwal (yu^g
ke tempat yang jelas. Mubayyin yakni pemberi penjelasan adalah
nash. Nash adalah sesuatu yang hanya mengandung satu makna.
contohnya adalah zaed pada ucapan "Aku telah melihat st zaed".
-d

[J"tJu',at.t'Jl
-3,:,,3',
r-s-- -J 9., ) ',
ini i6 vs &.t, j"tl"titi
Mcnurut pendapat lain, Nash adalah sesuatu yang takwilnya adarah
6W.;t:.jJ,t)JG i'tt t: Jn.,,t- ".lt,n!
ou \ t3, cfd. '-
,6i;l.tsurt"tti
tanzilnya (yakni dengan semata-mata turunnya serta mendengarnya
dapat diketahui maksudnya).
Contohnya adalah: Fa shiyaamu tsalaatsati ayyam = "Maka berpuasa Jt*f ivl lt tr eJs 1\i * * t4't *\
tiga rrari". Ayat ini dengan semata-mata turunnya dapat diketahui
maknanya". &.nur;?t,e
e.jJtu6At
I,o-e
.c , o 9.o.t.t, "Lafaz yang zohir hanyalah ditakwil dengan- dalil sebagaimana
)f & Y6)\. ig'tt -*: ntst y,tP _f) ucapanp"tguiur,g: "Ditakwil lafazyangzohir itu dengan
dalil dan dia
_46_ -47'

dinamai dengan zohir bid-dalil sebagaimana juga dia dinamai dengan perempuan(47). Namun jika tidak,terdapat dalil sepgltl itu maka
ini karena
mu-awwal" .Diantaranya lagi adalah firman Allah Ta'ala: Was samaa-a iiaunun dikhususkan peibuatan beliau itu dengannyl--H4
uswatun
banainaaha bi'aidin = "Dan langit itu Kami bangun dengan tarrgan". Allah swT berfir.nun, Luqod kaana lakum fii rosuulillaahi
diri Rasulullah itu suri
lafaz 'aidin zohirnya adalah jarna' dari yadun (tangan) dan yang hasanah = "sungguh telah ada bagimu pada
kepada
demikian adalah mustahil pada hak Allah Ta'alamaka dipalingkanlah tauladan yu.rg 6iit". Maka perbuatan beliau itu dibawa
itulah
dia kepada makna "kekuatan" dengan dalil'aqli yang pasti". hukum *u1iU f,aik pada haknya maupun pada hakJ<ita karena
sebagian sahabat kita ulama
yang lebih terpeliirara. Ini menurut
ada
lyufiiyun. Oan^di antara sahabatkita (ulama Syafi'iyah yang lain)
inilah
yu.rg turpendapat: "Dtbawa kepada hukum sunnat" karena
18. PERBUATAN.PERBUATAN NABI yu"[ aiyutini sesudah adanya funtutan. Dan di antara mereka lagi
(tidak memberi hukum
ud.u"yuig berpendapat: " Diliku kan tawaqq,rl .
upu-lpuitur"'u aafit-aan pada yang demikian masih kontradiktif''
:;;1\ &3 #a,e :;t €iifi-e,
iti
ru.)tJc J:;1 y,ki y.'Atit f & Se
o .- ) /
/ t- o . / -

& oGiV 6*,t ,i ^;ri;t')z:.$ti, ,b-6,y.


a -
oFJii u1
Vi * ei'.t:ti "ti'ug
zJto{a-"'

Jt Jt:t , qqy, & Sl.;,ss:tyy,i^t,at..ar y:


,,Lalu jika perbuatan Nabi itu tidak berbentuk taqarrub dan taat
Jl.tJk"I ilr t*,.^;3i,-k Cq,e y,tuf,fqy, maka dibawalih ia kepatta hukum mubah baik pada haknya
maupun

i';i lnt)tst e 6 'oei{)ie ;car ,i! y,6.Ls.,t pada hak kita seperti (perbuatan beliau) makan dan minum".(a8)

Keterangan:
fr<!Vi # el,wi d y:*..ilt & jttS
s
(47) " p irb uatan N abi SAW y ang menikahilebihdari 4 w ani ta sdalahkhusu
qang membstasiumat lslam untuk
untuk heliau karena teiaafit dalil
adalah:
tersebut
6At {\:it
wanita. Dalil
& JttJio ; gwi q: L;<tt tidak mcnikntil lebih dari 4

tii'r & tqt ,, 6 +tLv r;K$


LuJ'r
1! el:$' 4a.p.rt'fr J6u ei.tkr * ,,Maka
nikahilstrutanits-utsnitnlain tlangkamu sanangi:dua, tigunlau
unpLrl"."(QS.anNisa':.l)
"Perbuatanshoohibussyari'ah yakni Nabi SAW ticlaklah'lepasdari Nnbi SAW yang tidak barbL:rtluk tntlarrubdnn tant ndalsh
(4tl) "'P'arbuatan
dua keadaan: perbuatandalamrangkamenyesuaikandiri dengankebiasaan masyarakat
1. Adakalanya ia berbentuk taqarrub dan taat kepada Allah. heliau memakaisttrbsn,sarunS ataupun
di zamanntlasepartipcrbuatan
? Adakalanya tidak berbentuk seperti itu. Maka tidakbolehseseorang melakukantaqarrub Allah
selendang.' .kepada
lrl.,r r,r l''t'rbentuktaqarrub dan taat maka jika terdapat dalil yang dengarts(,umpnmapcrhucttart-pcrhuatanyangsepcrti-itukarenabeliau
r)r('nunjtrkkirn kekhususan dengan beliau, dibawalah ia atas mel'akukannyatidai<lain sebngaiadat kebiasaansaia' Jika ada scseorang
kekhususirn itu seperti nikahnya yang melebihi empat orang yang melakikannVauntuk iUiasn kepadaAllah makaia telahmenyalahi
-48- -49-

petunjukN abi SAW karenawalaupunsecarapennmpilandia mengikuti


Nabinamundari segimaksuddanniat dia telahmenyalahi. Olehkarena "Ikrar shoohibus syari'ah terhadap ucapan seseorang adalah
itu barangsiapa yang melakukannyauntuk ibadahkepadaAllah maka seperti ucapan shoohibus syari'ah itu sendiri. Dan ikrarnya terhadap
dia telah mengada-ada dan perbuatannyadenganmaksudsepertiitu perbuatan ,"r"oru.g adalih seperti-perbuatannyasendiri' Hal ini
menurutsatupendapat - termasukbid'ah.Contohyanglain adalah: Lur"rru dia terpelihaia daripada melakukan ikrar terhadap seseorang
. Kencingdi tempat-tempat di manaNabi SAW pernahkencingdi atas perkaru yung ,rrrlrrgkut. Contohnya adalah ikrar Nabi SAW
situ terhaiap Abu Batar atai pernyataannya memberlkan salab yuqi
. Memilih jalan yangpernahdileutatiolehNabi SAW pakaian, kuda, senjatadan liin-lain dari orang yang terbunuh kepada
bin
. Mengendarai ontaketikapergihaji stau untukperjalanan-perjalanan pembunuhnya. Begitu juga dengan ikrar beliau kepada Khalid
lainnya. Walid atas (perbuatarrrya) memakan binatang dhob'Riwayat tentang
di mana semuaini dilakukanuntuk beribadahkepadaAllah SWT. dua hal ini telah disepakati oleh Bukhari dan Muslim"'
Sesungguhnyasiapa yang melakukanhal-hal di atas karena adat
kebiasaan makahukumnyabolehtetapisiapayangmelakukannya
*
ibadahmaka menurutsatupendapat
untuk
- dia termasukbid'ah,Ibnu
Umar
q
.)l-.
#i J . . .d;-, i,
t
g ?vr *A, ,tV Yr e J,66t
membolehkan beribadahdenganseumpama perbuatnn-perbuatan
di atas
tetapi mayori tassnhabat tidakmenyetujuinya. ,J # ,# # e,yY €ctJ5t' f!"P' t
Meski demikianada juga beberapaperbuatanNabi SAW yang
diperselisihkan apakahNabi melakukannya dalamrangkataqarrubdan e sr F * *: e$b, iivr # I;rttt& *
taat atau karenaadat kehiasaan saja.Di antaranyaadalahmemakai / -/ , clc

ziP\te# #f b6i" v? I rF F<tt 6l)


ol o

cincin. Satu pendapatmengatskanbahwaNabi SAW melakukannya


sebagaibentukibadah.HaI ini pula yang dikatakanolehulama-ulama
ZohiriUsh.Akan tetapijumhur ulama mengatakanbahwamemakai " Apu saja yang diperbuat pada masa Nabi SAW pada selain
cincinbukansunnatmelainkan mubahkarenaN abiSAW melakukannv a majh#ya dan" NJi mengetahuinya namun tidak mengingkarinya
hanyasebagai adatkebiasaan saja. *utu irukumnya seperti hukum sesuatu yang diperbuat pada
Abu Bakar
majlisnya. Contthnya adalah Pengetahuan Nabi tentang
beliau
ra. di rnana beliau tidak akan makan di waktu marah kemudian
?v i"rt'.J.
tri U )'F,e f/t-6:ri1i pun makan ketika melihat bahwa makan itu lebih baik baginya.
ini dikutip dari hadits Muslim bab Ath'imah (tentangmakanan)".
Hal

1.9.PEMBICARAAN TENTANG NASAKH

rr1 ,';fur\J3;3t cH ira frr:l\ lrt:i Ci't


i e, / / ^;,s i*t
eY iH e5,y$lt,itat &t\*4u,1'a'tti$;\
-50- - 5L-

aitK
/,
..C z-

,lt(ju iiU; tit ./tKil


^
/

,s)i t'>1
;w {)'} {u )'t\ tL6 Gzi-\ lit}
/////// 9.t
i#n.
rt;S ^;^',':t# q
"Arti nasakh menurut bahasa adalah: Menghilangkan. Dikatakan:
"Matahari menasakh bayang-bayang" jika dia menghilangkan 6lt Af g, 6t, itttfi .,)y
bayang-bayang itu dan mengangkatnya dengan pemancaran
sinarnya. Menurut pendapat lain, arti nasakh adalah: Memindahkan.
t;a, 16t! Jtf4ti'LiA*a:;.;rttqu,W
Ini terambil dari perkataan mereka "Aku menasakh isi kitab" jika aku 'qv&.'J
memindahkannya beserta membariskan tulisannya". )3ieti !,,F qt'F.t':q3iter)#v
I
,.:t-uoi!c.{tiJl,'<ir
/////l
g t & jrirr:.,tu*i1 13" ikt r/'
*tilrir
.1 t Joz
1.6 ai; all
//
j t g 0 ItA i'l'; ,*'t e (i,/Jl t/ "Ucapan pengarang: "yang tetap dengan khitob" mengecualikan
p"r, gu., gkutan hikum"y telap deng an baro'ah ashliyyah yakni tidak
'udufiyu",utlif (pembebanan; ""g r"dikit pun. Dan ucaPan kita: "dengan

#,e: fr\#t k +:';i";


z lc c

..rtt ., ' 5i6Jl khitob" yang terambil dari ucaPan pengarang mengecualikan
) ') 1' dengan sebab mati dan gila' Sedangkan ucapan
p",lgungiutaihukum
yang
p"t-,[r.utlg: "berdasarkan bentuk ..' dst" mengecualikan sesuatu
#u,N e'ei:tT ;r;; khiiob pertama dibatasi dengan satu goyah- (akhir) atau di-
ditegaskan
"Adapun definisinya menurutsyara' adalah: " Khitob yangmenunjuk illatkan dengan satu makna lalu dengan khitob yang kedua
dengan goyah dan
atas terangkatnya hukum yang tetap dengan khitob terdahulu tuntutan teihadap yang demikian lpembatasan
Misaln-ya adalah firman Allah Ta'ala"
berdasarkan bentuk yang kalau tidak ada khitob tersebut niscaya peng-illata,"r d"rgut-t
;,1ikX t"luh terdeigar -Ikna).
scruan sholat di hari Jum'at maka bersegeralah
tetaplah hukum terdahulu itu, beserta juga khitob itu terkemudian
daripadanya".Ini adalah definisi nasikh (yurg menasakh). Dan dari cngkau melakukainya dan tinggalkan iual-bel|", maka pengharaman
dibataii dengan t-"1-",t1i"y-1.sholat Jum'at
sinilah diambil definisi nasakh yaitu: "I'engangkatan hukum yang luu'i-t eti di sini teiah
tersebut itu dengan khitob ... dst. Yakni pengangkatan hubungannya (inqidho,ulJum,ah).Dengandcmikiantidaklahdikatakanbahwa
clcngarnpcrbuartan". iir*un A I Iah l'a'al ai " M aki-1ika sholat telah d itunaikan, bertcbaranlah
adalah
:o o o,.
kamu di muka bumi dan carilah serbagiandari karunia Allah"
' .@. dia sekcdar menielaskan
.'!, yt1u,jitl]r et :4u, ytlJ L7 trt sebagainasikh bagi ayat pertama mclainkan
,lt, ) r i, ,? ,

akhir ciaripada pcngl-raramanitu"'


'_<Jr
j'i 'l (ts P! v "1,1* i<lt tit Jtlr15 vr't
'iit ,t'.>t A lt "o'lrr!tL;6dk sY,;a t'.; *;
/l r.t 7.\-'1 / ' /
,"Ft ;t-'1JJJ "rl dl; l*
t o-

..i,ti]fvuu".iu
'. I
CJJ;P :.r-tJ J
iy:y:4 u , 5 -o 3 rv ^ by t i t L v t r: , it :
.J JF A-
- 52-

ol!:ut jl ,b'.i "Boleh menasakh lafaz Al-Qur'an besertatetap hukumnya seperti:


,
l.
"As-syaikhu dan as-syaikhoh apabila keduanya betzina maka
"Begitu juga dengan firman Allah Ta'ala: "Diharamkan atas kamu rajamlah dengan tanpa ampun". Umar berkata: "Sesungguhnya kami
berburu binatang darat selama kamu melakukan ihram". Tidaklah pernah membacanya"- diriwayatkan oleh Syaf i dan yang lainnya - '
dikatakan bahwa dia dinasakh oleh firman Allah Ta'ala: "Dan jika but rur,gguh Rasulullah SAW telah merajam dua orang yang pernah
kamu telah tahallul maka berburulah" karena pengharaman tersebut menikah sebagairnana diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan
disebabkan oleh ihram dan kini ia telah lepas. Ucapan pengarang keduanyalah yang dimaksud dengan as-syaikhu dan as-syaikhoh"'
"beserta terkemudian ia (khitob yang menunjuk terangkatnya hukum t,
itu) daripadanya" mengecualikan sesuatu yang bersambung dengan
khitob berupa sifat syarat dan istitsna'(4e)'.
oi:qii+ o'j'fi elti ix i")t;t-6.'r.cir*r
1
Keterangnn: :j*1 *, U )'F, itca e6\ V) ctr;1
(49) l.Contoh sifat yaug bersambungdengan khitob adalah andai sesudah
firman Allah: Uqtulul musyrikin dikstakan: ghairo aliliz zimmah
t'/;tFi'^14i:4\
I (yang selainkafir zimmi).
2. Contoh istitsna' y ang bersambungdengankhi tobsdalahandai sesudah "Boleh menasakh hukum beserta tetap lafaz Al-Qur'annya'
firman Allah tersebut dikatakan: illaa ahlsz zimmah (kecuali kafir Contohnya adalah ayaf: "Orang-orang yang meninggal di antaramu
I zimmi). dan mereka meninggalkan para isteri maka hendaklah mereka
3. Contoh syarat yang bersambungdengankhitob adalahandai sesudah berwasiat kepada para isteri mereka dengan diberi nafkah hingga
firman Allah tersebut dikatakan:il lam yakuunuu zimmiyyiin (jika setahun", dinasakh dengan ayat: "Hendaklah mereka menunggu
merekahukan kafir zimmi). dengan diri mereka sendiri selama 4 bulan 10 hari".

jil*- o s lk e F * 4 f 1 o( 1 t. ",o ( ,i
tz-: t-rt ,J.-f t, y
! o '.,
)
20.MACAM-MACAM NASAKH t/

t/ o. t @^/
t1 ' .,, ecl r ! o'. l ot..
o6'j:i ,,-:4 ,:t3 firt
,:j";-j_
L) J .r J U a'V'.v . :vw:w')
loo'^

li-'r:"Jt',1 ;;:il ;* gva) g*l )-f-J


.J
fJ, "Boleh menasakh dua perkara itu (hukum dan Tafaz Al-Qur'an)
"<iri
dd ib :irr gt t^; u|';;'ru t7) l)t secara bersamaan. clontohnya adalah hadits Muslim dari Aisyah:
t I
"Termasuk yang pernah diturunkan adalah bahwa sepuluh susuan
t
e/ o.
yang dimaklumi itu dapat mengharamkan" , dinasakh dengan hadits
lc
ofs f )
) z / / /
$r tF' ' ., l r.,
otJ) t;tit.j Ji
"Lima susuan yang dimaklumi dapat mengharamkan".
/
&
,P AIt 111 j"t'li Jk.F'r Jk.A
^It "lrr )Wr *3
\-
) t:5
V, i-rtt #:)
a$ti L*:"i,lu
- 'J
3r*iruit
-5 4 -
FF

-J J -

danmengenai ayattersebut
jI lt evt 6.tistr,#i^+1t nasakhbadal
nasakhitutidaktahadakecuali
)Wu,qM, q. maksia adalahuntukhukumsunatyaknidisunatkan
mengadakan pembicaraandenganRasulullahSAW.
sebelum
bersedeksh

'Atra jQlr
{YrJ €q e.\r* {F.u r5t t
Uli J'i Y ,)ti
gi :-/J--t\.t' " * ' 76*,,
,1q-a6 'i ;# ,:#.;itr ** /
"Dannasakh itu terbagi kepada Badal (adapenggantinya) dan Ghair I
Badal (tidak ada penggantinya). Contoh nasakh badal adalah nasakh
menghadap Baitul Muqaddas, (diganti) dengan menghadap kiblat-
j;J l5 jtV.b.rw Gr,,P; ii io,pt i{5
akan dathng penjelasannya-F0). Dan contoh nasakh ghair badal
adalah firman Allah Ta'ala: "Jika kamu mengadakan pembicaraan
r*46.gtg'Vp
khusus dengan rasul maka hendaklah kamu mengeluarkan sedekah
(kepada orang miskin) sebelum pembicaraun in1(51)'/. "Nasakh juga terbagi kepada Aghlaz (yu.g hukumnya lebih
berat) seperti menasakh takhyir (kebolehan memilih) antara puasa
Keterangan: Ramadhan dan membayar fidyah kepada pengharusan berpuasa.
(50) "Dalam riwayat Bukhari Muslim disebutkan bahwa Nabi SAW Allah SWT berfirman: Wa' alal laziina yuthiiquunahu fidyatun...
menghadapBaitul Maqdis di dalamsholatnyaselamal6bulankemudian ilaa qaulihi ta'ala... Faman syahida minkumus syahro falyashumhu
diperintah menghadap Ka'bah pada bulan Rajab sesudah tergelincir = "Dar. terhadap mereka yang mampu berpuasa boleh membayar
matahari dua bulan sebelum terjadintla perang Badar. Pada saat itu fidyah....hingga firman Allah: Lalu barangsiapa di antaramu yang
Nabi besertnpara sahabatnyabaru melakukandua rakaat sholat Zohor menyaksikan bulan puasa itu maka hendaklah dia berpuasa9z)u.
di masjid Bani Salimah maka Nabi pun berpindahdi dalam sholatnya
itu dan menghadapmizab (pancuranyang ada di atas Hijir lsma'il dan Keterangan:
para sahabatlaki perempuanpun segeraberpindahdan meluruskanshaf- (52) Pada masa permulaan lslam, kaum muslimin diperbolehkanmemilih
shaf mcreka.Maka masjid Bani Salimah itu dinamakandengan masjid antara puasa dan membayar ftdyah. Kemudian dinasakh dengan
Qiblatain (dua qiblat). pengharusanberpuasamelaluifirman Allah: Faman syahidaminkumus
(51) Ayat ini dinasakh denganfirman Allah: Aasyfaqtum an tuqaddimuu syahro falyashumhu. Tetapi pendapat lain mengatakan bahwa pada
baina yadai najwaakum shodaqootin? wa izaa lam tafaluu zDa Iafaz Yuthiiquunahu terdapat takdiran laa sehingga menjadi laa
taaballoohualaikumfa aqiimussholaatawaaatuzzakaatawaathi'ullooha yuthiiquunahu. Maka makns ayat tersebut:"Dan terhadapmerekayang
zna rosuulahu walloohu khobiirum bimaa ta'malun = "Apakah kamu tidak mampu berpuasabolehmembayarfidyah" . Ini bersrti ayat tersebut
takut (nkan menjadi miskin) kalau ksmu memberikansedekahsebelum muhkamahr7akni tetap tcrpakai hukumnqa.
pembicaraan dengan rasul? lika kamu tidak memperbuatnya dan ,i a
Allah telah memberi taubat kepadamumaka dirikanlah sembahyang,
tunaikanlah zakat dan taatlah kepadaAllah dan rasulNya". (QS. aI-
o')ry8ffiitJtl lp F U-;l 'ti' Y Jl'
Mujadalah:13)
Ayat ini meskipun bersambung dengan ayat sebelumnya dari segi
iyv frUE :fl 3yiu' lp, #ut'J[t AJJV
t'AX 7.o 1 1 .

tilawah nafttun tidak bersarnbungdari segi nuzulnya. Dan nasakhpada


ayat ini adalahdengantanpabadal.Sebagianulamaberkatabahwasanya Fu
tu
-56 - - 3t -

"Nasakh juga terbagi kepada yang akhaf (lebih ringan hukumnya). Nasakh SunnahdenganSunnah
Contohnya adalah firman Allah: "Jika ada di antaramu 20 orang
to ,25.i :22 lo' t-o1
sabaryang mampu mengalahkan 200 orartg" dinasakh dengan firman
,'#Jt 6',Vs ,?i;5.{#
(J l' 'r
c.5 ,*I,ir
lo.
^c,'
Vy F .Z 1 g ,).
Ui
Allah: "Jika ada di antaramu 100 orang yang mampu mengalahkan 1J-- .t -7
200orang(sa)". 6'i3tr
Keternngan: ,'(Boleh menasakh sunnah) dengan sunnah. Contohnya adalah
(53) Ayat pertamamenunjukkanwajibnyaketetapansatu orang melawan
10 orangkafir dinasakhdenganketetapansatu orangmelawan2 orang hadits riwayat Muslim: Kuntu nahaitukum 'an ziyaarotil qubur
kafir. Nasakhini jelasmenunjukkanhukumyang lebihringan. fazuuruuha = "Dulu aku melarangmu dati ziarah kubur maka
sekarang ziar ahllah ial" .
NasakhAl-Qur'an dengnnAl-Qur'an
Nasakh Al-Qur'an denganSunnah
63r4t6 ( u K y 4 u,:4 ,*|Wi
und,yi :)tFi.,h,fri u,:4, y V'8.; t
ii.r-2:lt
"Boleh menasakh Al-Qur'an dengan Al-Qur'an sebagaimana telah
z?';lt
yF il,J At t'*i'F,t\ # 4 ivt
terdahulu pada dua ayat tentang iddah dan dua ayat tentangsabar".
^i e e2$t't
Nasakh Sunnah denganAl-Qur'an
?)lvr't :j?3*r'it 4f /.tt{
,,Pengarang tidak membicarakan tentang nasakh Al-Qur'an dengan

,f:'A t * ) r y , e $ r G y$ u ,a ? U r i Sunnah.'Satu pendapat mengatakan boleh dan mereka mengambil


contoh dengan firman Allah Ta'ala "Diwajibkan kepadamu
o
bilamana kematian sudah menghampiri salah seorang kamu jika ia

F(5ivJ lp, cjl.i , i aili;jt affJt{ .:-rtiJt


Vz //./ meninggalkan harta agar berwasiat kepada dua orang tua dan kaum
cccr/ kerabai'; di mana ayai ini dinasakh dengan hadits Turmuzi: "Tidak
'P'LVr ada wasiat bagi ahli waris".
{Fr l'-;""J1
"Boleh menasakh Sunnah dengan Al-Qur'an sebagaimana
;r{u, it';rrel t{r,iyt )vi F {iL.,erti
terdahulu pada masalah "menghadap Baitul Muqaddas" yang tetap
dengan sunnah f|'liyyah, dinasakh dengan firman Allah Ta'ala; Fawalli
wajhaka syathrol masjidil harom = "Maka hadapkanlah wajahmu ke
arah Masjidil Harom".
-58_ - 59-
"P91dapat tersebut ditolak
. dengan alasan bahwa hadits Turmuzi
itu adalah hadits Aahad dan nantiikan
dijelastur-,uun*usanya yang
Mutawatir tidak boleh dinasakr, J""gu"
yang Aahad. pada satu
naskah disebutkan
dengan sunnah' Halfafrwa;anya
tidak- boten ;";;kh
ini berbeda a".rgu' mentakhsish
Al-eur,an " 3 U* 6 ' r
"Jikabertentangan dua dalil maka tidaklahlepas bahwa adakalanya
dengan sunnah sebagaimanaterdahuru Al-eur,an kedua dalil itu Aam atau Khos. Atau salah satunya Aam dan lainnya
dibanding nasakh,,.
liarena takhshish iebih ringan Khos atau masing-masing dari keduanya Aam dari satu sisi dan Khos
dari sisi yanglain".
Nasakh Mutauatir denganMutawatir
dan ,y ,y,&"W .$.;ir 6,tl:ty,fG3e iV
Aahad denganAahad
e 1t;'^1"e$ 4.f tq )* e q Ytr.
)';4t',;,-
,t'FJL,r:E{g,t;{r Ui {flL,7t'tr ii jW 'q:s. ii # W"s$ :y4t F q.t't'"q}e 3l
i?t C t:3 l:<!:61! gTlrsii.p, * ,i_i li
{,list', ,5ir i ,-F e66VrJ.Gtlpt l: n otstsytt
Jti;$' Jr.J.,
#tk i,\4i- jt:*
Ft;ii1 + V it , g rh b -V g G : f l P t t lY
,t;{LrW;,-;ru,
-1t")t3 | -z / /

T:T*Ih,
yang Mutawatir denganyang Mutawatir.
Boleh
eW l"riti,itl 31#9.3W,*e$')';4tf,
ei €;; qy Eiw
^T5-l yang Aahad dengan yang Aahad
menasakh

#il?fif l"3;ff
dan boleh menasakh
u rsr rdbdtsl I
ridakbd ;;;asakhyan g 3'&plj dt"+u
G$,F
MutawatirsepertiT,X1g^yi,:f
atQ,riu.r ii yung
d"ngun "h
p.y."n.Iuls Mulawitir.
Aahad
"retapi tur"rrui.lliJuff
q UO

y^ g' ;ofinadarah
^LA
LCll I
ii e (tix-ts.i'1;{3;J
fr|i hr"tJ.
#t?j.:i.11j:
j:l
:"!A:X,,:"rniyyah ukan
:lflf Y: :,:!,yakni n"t"'*";il;;;
l:j:i:t:l"ig*,Il1i"i"t"{*"","*p"i";,"kt;ffii;y.ilffffi
unj ilii:ff
ffi;
i1T,masihp,uargu*L;;;H"#'flukyu T
,,Jika kedua dalil itu Aam maka jika mungkin melakukan

yurg kompromi (pengumpulan) di antara keduanya maka dikompromikan


Aahad" dengan cara: "Membu-u masing-masing dari keduanya kepada satu
keaJaan". Contohnya adalah hadits: "sejelek-ielek saksi adalah orang
21,. yang bersaksi sebeium dia diminta untuk memberikan kesaksian"
darihadits: "sebaik-baik saksi adalah orang yang bersaksi sebelum
dia diminta untuk memberikan kesaksian". Maka hadits yang
3i#c ttFJ
pertama dibawa kepada satu keadaan jika orang yang menuniut
/
At
ol Lesaksian itu suclah mengetahui isi kesaksian tersebut dan hadits
.t*f i .p
ta
rl tiu; F\t'r Vt; td;g:i yang kedua dibawa kepada satu keadaan jika orang yang menuntut
-60- - 61'-
kesaksian itu tidak mengetahui isi kesaksian
dimaksud. Hadits yang belakangan sebagaimana pada dua ayat tentang iddah_wafat dan dua
kedry ini diriwayatkan-oreh Muslim dengan
rafaz:,,Maukah kamu ayat tenlang sabar dan keemp at ayat dimaksud sudah disebutkan
aku beritahukan tentang sebaik-baik ,uiriz yaitulah
orang yang pada pembahasan terdahulu".
memberikan kesaksiannya sebelum diminta,,.
sedangkan hadits
yang pertama disepakati-maknanyapada
hadits:,,s"uuii_uuik kamu Keterangan:
adalah yang hidup pada ,u*ur.,kr', kemudian
orur,-g-rurlg yang
mengiringi mereka-hingga sabda beliau-ke-"d;;;";an (54) Dalam tafsir Baidhowiketikamembicarqkan firman Allah: "wa an
sesudah mereka satu kaum yang bersaksi datang tajma'uubainalukhtain" terdapatpenjelasan sebagaiberikut:"secara
sebelum mereka diminta ,ohi, krhoramandimaksudtidaktah terbataspada pernikahankarena
memberikan kesaksian,,.
sesungguhnyakeharaman sepertiitu sebagaimana dia diharamkan pada
pernitrihan juga diharamkanpadapemilikan budak. Oleh karena inilah
'sayyidina
Lltimon dan Sayyidina AIi rodhialloohu'anhumaberkata:
,,Mrngr*pulkan dua isteri yang bersqudaradiharamkanoleh ayat
dan iihalalkanjuga olehayat. Ayat yang mengharamkan adalahwa
antajma'uubsinalukhtainsedangkan ayat yang membole-hkan adalah
au maamalakataimaanukum". Al-Baidhowimengatakan bahwadalam
hal ini AIi menguatkan hukum haram sementara Lltsman menguatkan
hukumhalal.Dan yang lebih jelas adalahapayanS dikuatkanolehAIi
karenaatlat yang mengh.alalkan itu adalahkhususpadaselainisteri
yang beriaudars. lagi
Terlebih karena NabiSAW pernahbersabda: Maj,
-tama'aI
ltl st;11'a:lt
halaaluwal haroomittaghulibal haroom = "Tidaklah
hukumhalaldanharamkecualidiunggulkanyangberhukumharam".
berkumpul

C.;lt 6rir
ri "Jika tidak *TgL1, mengkompromikan kedua dalil yang
i bertentanganitu makJdilakukanLn tawaqq
uf y aknitidak dilaksanakan
keduanya jika tidak diketahui sejarahnya'ti"gg"
yang menguatkan salah satunya. Cont.hnya perkara
lialah""-pak io , t4 ilc7cn,
fiiman Alrah: l;A b1
" Atat budak-budak yang kamu
miliki (halal bagimu sebagai
penambah isteri yang sudih empat),, dar.,
it-iJt hi Vji a'l
4fi .1 - ' )P
ii.mun afiun, ,,(Haram
bag_imu)mengumpulkan dua isteri yang
pertama membolehkan yang demikian ya[ni
bersaudara,,.Maka ayat - ti;;i W\ A.dt ir:i- e.63 yio e
yang bersaudaradenganjarin pemilikan budak
p"r,gr;f.rlan dua isteri
";ttai:t evs s$3r)v'lJt
e;9ti:iq4.',€;
mengharamkannya.solusinya: Dikuatkanrah
r"L"rriuru ayat kedua
hukum haram karena 4
il ; i't+3ri;
dia yang lebih menunjukkan kehati-hatian(s4). o
ol
diketahui sejarah
(^d,r:id:" dalil yang bertentangan tersebut Iika
d/J*.r-
baik ef_eu.;a' maupun
Al-Hadits) maka yang lebih dariulu datangnya
dinasakhdenganyang
- 62- -63-
jika kedua dalil itu Khos. Daram arti jika mungkin Dan riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda (untuk
,..?"_gir"-juga
dilakukan kompromi maka dikompromikan sebagaimanapada hJdits
kasus yur,g ru-i;: "Perbuatlah segala sesuatu kecuali nikah yakni
"Bahwa Rasulullah sAW berwudhu' dan membasuh dua iakinya,,
- bersetubuh'-diriwayatkan oleh Muslim-. Dan termasuk wathi'
Hadits ini masyhur pada shohihain dan yang lairurya-. Dan hadits
adalah wathi' terhadap bagian tubuh yang di atas sarung. Dengan
"Bahwasanya Nabi berwudhu' dan memercikkan air pada dua tapak
demikian bertentanganlah kedua dalil itu. Maka sebagian ulama
kaki beliau yang masih mengenakan sandar".-Diriwayatkan oleh
menguatkan hukum haram karena berhati-hati dan yang sebagian
Nasa'i, Baihaqi dan selainnya-. Maka dua dalil ini dikompromikan
lagi i-renguatkan hukum halal karena dialah hukum asal pada wanita
dalam satu keadaan yakni bahwa pemercikan air itu berlaku pada
yang suaan dinikahi. Namun jika sejarahdua dalil yang bertentangan
ketika memperbarui sebagaimana pada sebagian riwiyat:
-wudhu' it.. dikutuhui maka dinasakhlah dalil yang terdahulu dengan yang
"Sesungguhnyaini adalah wudhu' orang yang tidak berladats,,. terkemudian sebagaimana telah disebutkan pada hadits tentang
ziarahkubur".

vLc f\t't tiG 6ki (ts ift


,hsL.i.;lt ffi
ir:At* djJ-

iui6it
, & * "t l #|i ! W . A
"Jika salah satunya 'Aam dan yang lainnya Khos maka
ditalhshishlah yang'Aam itu dengan yang Khos. Contohnya adalah
hadits shohihain: "Pada hasil pertanian yang disirami air hujan ada
zakatnya sepersepuluh", ditakhshish dengan hadits- shohihain juga:
"Tidak ad.a zakat pada hasil pertanian yang kurang dari lima wasaq"
sebagaimana telah terdahulu".

a*'c ;t tlCi
q.
a:') ;y' $G l:it
J Q. r, --;li |i
\.'
oG iS/
;'J t t,-

"Jika tidak mungkin dikompromikan dan pula tidak


diketahui
q ! # oy;\r t#,qyt' r ,y i"# J"4
,F"n fry,f ;6rg t;ye* t3tt€i qf frV
sejarahnya maka dilakukanlah tawaqquf terhadap tiua dalil itu
nampak sesuatu yang menguatkan pada salah satunya.
T.ggu
Contohnya adalah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi sAW / // o
ditanya tentang apa yang halal bagi seorang suami dari isterinya
yang tengah haidh. Lalu Nabi menjawab: "Apa saja yang ada di atas
J; ab ".il U ry".i;rii efre" i.4y c
sarung (seperti perut dan dada)".-diriwayatkan oten Auu Daud-. ,pi
,r,o J f: 5Ar,]icoPijq
\p, \ y- J"t; i;16 th *)
' ''/ y)
_64_
- 65 -

iF; "hilu+i!"i #t eic g,:tre,H; C66 o 'tli'13,F iuistev')6, er33'rJti


:q;Ft elc
;y i,L.
Fr,,ffi ;'5,nt e,F e6tnfi\.ljiir
) .'o t

,F vr bvlr':
4

"|ika tidak mungkin mengkhususkan keumuman masing:masing


o3:Y i'\ & p
)'ryrq# G6;iy)',toi, dari keduanya dengan kekhususan yang lain maka dibutuhkanlah
tarjih (penguatan) antara kedua dalil itu dalam hal substansi yang
Fq;: ir; p";'gnr dipertentangkan. Contohnya adalah hadits Bukhari: "Barangsiapa
yung *"ngganti agamanya,bunuhlah dia!", dan hadits shohihain:
"Jika masing-masingdari dua ;'Bah*asa.,ya Nabi SAW melarang membunuh wanita". Maka hadits
dalil itu ,Aam dari satu segidan Khos
dari segi yang lain dikhususkanlah keumumanmurir,g-mari'g yang pertama 'Aam terhadap laki-laki dan perempuan sementara
dari keduanya dengan -ukukekhususan yung ruir-,. hadits yang kedua Khos pada perempuandan'Aam pada perempuan
Ini jika memungkinkan
yang demikian itu- Contohnya adatah-hadits harbi dan perempuan murtad. Dengan demikian terjadilah
Atu n""a dan yang
lain: "Apabila air i11r.n9n1anaidua pertentangan antara dua dalil itu dalam hal perempuanyang murtad,
luilah maka aiatiaaUa h najis,,,
besertahadits Ibnu Majah au" yut',gtuin:
"Air itu tidak Jinayiskanoleh ipakah dia dibunuh atau tidak. Dan yang rojih adalah:"Dibunuh".
sesuatukecuali yang merubah"bau]rasa
dan^*urrrur.,yu;. Huai*, yu.rg
pertama Khos dengan qullah tetapi ,Aam p"i" y".,g berubah 22. PEMBICARAAN TENTANG IJMA'
-dua
dan tidak berubah. Sedangkan hadits yang keduu fnts pada yang
berubah dan'Aam pada dJa qulrat 2t i, ' '
gi
Dengan demikian dikhususkanlah
dan yang kurang dari dua qu'ah.
keumuman hadits yang pertama
y:rdr r;-
-;,,o,,
,F :;a' fi "(rL huj;:'r4t
Lu\t
dengan kekhususan yang kedua sehingga
yang dua qullah bisa mlnjadi najis
dihukumkan bahwa air
a""r","gur,
,"UuU uau perubahan
Ur; F;)t;t#.ill,.ai;,*i i r,p, 36;PiJ,5
dan dikhususkan keumuman hadits
yang fedu" a""g;" kekhususan /z 0
'*,g,y:dr,'Ai
a7 /
yang pertama sehingga dihukumkan
qullah menjadi najiJ*alaupun tidak
bahiva air yang [;r";g-=* dari dua )w ,p Vr.UPi iA til,r*it
ada peruba'hur,?,. /. o. /.
uatil;ti W &-ny*
-A -
y./, ::l".i.,tr7.;sr
^ .Q.

"Rdup,i. ijma' maka dia adalah kesepakatan ulama yang hidup


pada suatu masa atas hukum satu kejadian. Maka tidaklah dipandang
Lesepakatan orang-orang awam untuk mereka (para ulama itu). Kami
maksudkan dengan ulama di sini adalahfuqoha'yakni para mujtahid
di bidang fiqh, maka tidaklah dipandang kesepakatan ulama-ulama
ushul fiqh untuk mereka. Dan kami maksudkan dengan kejadian
adalah liejadian yang ada unsur syara'nya karena dialah objek
pemikiran para fuqoha'. Lain hal dengan kejadian yang bersifat lughat
-6 6 - - 67-
(bahasa)-umpamanya-maka yang ijma, di dalamnya hanyalah
ulama lughat". ii :r'-otb'&,8:r e aYAty:1f (i-At
,/
*i # it * y sF or!i; yi, :$ LGl, 3itt frtJ +iiebpis$tlqv "'#. ,41'H
t

'4'r
I Liilt'riF3 &r9, it:',- ^yt j; ,ii A,cJ\ * vcurii:';t
, *i ejrrir r-ujr:$r oj.,l,LG*, "Dalam hal kehujjahan ijma' tidaklah disyaratkan lenyapnya masa

lil
rz
tersebut dengan bahwa telah wafat sekalian penghuninya. Ini menurut
.-. - z / / /. / a)

"ljma' ummat ini adalah satu hujjah (dalil), bukan ijma,


ummat pendapat yang sahih. Alasannya karena mereka yang ahli perihal
li s_elainnya.
Hal ini karenasabdaNabi dAw:'Laa iajtami,u u'mmatii,alad aant-ain kenullanan ijma' tidak pernah membicarakan tentang hal
lil
j
dholaalah = "ummatku tidaklah bersepakat untuk satu kesesatar{,
Diriwayatkan oleh Turmuzi dan lainnya-. Berdasarkanhadits
- tersebut. Pendapat lain mengatakan ilisyaratkan yarll demikian itu
karena terdapa[ kemungkinan bahwa sebagian mereka _nanti akan
ini
dan juga hadits yang lain maka syara'teiahmenjamin keterpeliharaan menemukan ilasan-alasan lain yang menyalahi ijtihadnya lalu mereka
ll ummat ini". pun mencabut ijtihad tersebut. Dijawab bahwa tidak boleh mencabut
iltit'rua itu karena sudah di-ijma'kan atasr:rya".
o- . ^ . / t,,? 1 c // o .o r, ,, o
"-l
o& ,Ys qittrl
.rft,
;;Jt
i. !a t
4;;
f f' €s Jt LC\t: iv
i'; 7,t;|t :YI e'# L::' rir "ht'jti;tt:t'
ll
li #i;i. ur yl;$)t;t b 3s t:ri,F;4::1;-.j' _ b')14 a;itVV et):i
"rjma' ummat ini (sebagaimana dia adarah hujjah
untuk orang- /l

:Tu"g
di masa terjadinya ijma')juga adalah hujjah untuk orang-orang
di masa yang kedua (masa sesudah terjadinya ij-r,;,uu, dan masa
gt{!Vr 6'r,f$r.<;irCJJ:Ft.ryi l i ,l u i j t
yang
sesud-ahnya lagi serta untuk_ orang-orang di maru yurrg "Jika kita berpendapat bahwa "Ienyapnya mflsa itu merupakan
manapun
juga. rjma'bisa terjadi mulai dari misa sahibat du.,
oru.rg-orang yang satu syarat,' maka dalim hal terhitungnya ijma' itu diperhatikanlah
sesudah mereka".
penclapat orang yang dilahirkan pada masa hidup mereka di mana
^aiu
t"iun menjadi ahli fiqh dan termasuk orang yang ahli ijtihad.
Keterangan:
Berclasarkan pendapat ini, bolehlah bagi mereka mencabut hukum
(55) Yang dimaksud dengan ijrna' sehagai hujjah untuk
orang-orang yang mana ijtihad mereka telah menghantarkan kepadanya(s6)"'
terscbut adalahkewajiban rnengambildan menjalankanserta tidak
boteh
menualahi. Keterangan:
melakukan
60 Ap;bita orang yang hidup di zamannya para ulama yang
jt i;i ,t1ui\
rat A.fl # e LX,t3 ijma' itu beturnwaJatningga masasesudahntladan setelahdia meniadi
iAi yrytt dnn juga ahli ijtilmd dia mengeluarkanpcndapatyang berbeda
denganijma' tersebutmaka tidaklah terhitung ijma' itu'
_68-
-69-
t- f
J'
-
t 'r.
-L#
.t.
)tJ>'r''.
'
tli4 oa;.1r;1;
e,4
o 1o -* d,t- c
r4,
l E/-
? U;Yf7 Ji
( 24. PEMBICARAAN TENTANG KHOBAR
o.r. . ) c
&x)f. - -l ^
erl': 1 tz.
JJre
,otztz
clrue,_
bl) gryr,oS,ilt+,xbi1"v.
P6 1f<ttci't
o
.
-'f..t', .js"ir
f' ,i Jpt .ttji ,r1.jr
i , a:at yH,
-. tJ - -.- 1- z J u. !r3 ,?:)t (tEJji Wkjlt
()i<J:;ltGit dF F
.4 t
'.T
4t r+
t o/

--J
/
s3At 9c r,u\,*rti ol; .rstlt
lJ-, '
ti.i'
"li\u' dipandang sah_dengan adanya
perkataan dan perbuatan
para ulama seperti mereka mengatakan bahwa ,,sesuatu "Khobar (yutg merupakan bentuk tunggal dari Akhbar) adalah
itu boreh,,.
Atau mereka memperbuatnyal maka perbuatan sesuatu yung Uiri dikatakan benar atau dusta karena dia memiliki
mereka iturah
yang-menunjukkan kebolehannya.Har ini kemungkinan terhadap keduanya dari segi keadaannya sebagai
karena keterperiharaan
mereka (daripada bersepakat khobarlberita). Contohnya adalah perkataan anda: "SiZaed berdiri".
har-har y""g-iia* boleh)
sebagaimana terdahul.u. Ijmg' -Llukrrku'
juga dipandang sair aErrgur, adanya Terdapat kemungkinan bahwa perkataan anda itu benar dan juga
perkataan sebagian ulama dan dusta".
ferbuatan se6agiu' yu,lg lain dan
perkataanmaupun perbuatan ituielah p.ura
menieba, dan (ternyata)
f)v i\v,f ; v.*.P":ui
yang lain pada berdiam diri t".huaupnyu. Ijma,
"lu-1.:llT.u
seperti yang
ini dinamakan denganijma, sukuti,,

23.
olt--2;,5- cxrt
ori.,LJr
,,Terkadang-kadang dipastikan juga benarnya khobar itu atau
J:,;jI e ) r& 7"
b.->
t
,'A
.o 7
ur-'-
/
..r. o.,
Z;l;\-dl .;,. J-l'Jl
v...J
2 r. ,
,lo-'
--f)
dustanya. Hai ini adalah karena perkara yang di luar (ada unsur
external), bukan karena khobar itu semata. Contoh yang pertama
r .6
ci e.
t:\ f'l.J.3rs # F. U
€ttttttttttttttttl;-bl ; y, e't t gl
adalah "Khobar atau pemberitaan dari Allah" (Maka ini pasti
benar). Dan contoh yang kedua adalah perkataan anda:
"Dua yang

^; i berlawanan dapat berkumpul". (Maka ini pastilah dusta)"'


4jLr. ,bl1:J:'t;u,t
) ",J1'
"Ucapan satu orang sahabat
tidakrah termasuk huiiah atas
yang lai.' lni menurut qaur jadid. sedangkan
menurut qaul qodim
"termasuk hujjah" karena terclasarkan
hadits: ,,para sahabatku
laksana bintang, siapapun di antara mereka
yang engka, turuti maka
"lgl?",memperoleh petunjuk".Namun aiyu*"utfrun*u hadits i'i
adalah dho'if'.

lli
-70- - 71 -

dt
F F ,Giir .--9Y'*.l
C/\C

P 3 Y ^t & 4 ,t 6tta5);-ut
r,yY' it;
tr,'., Frp
',.+r^, i#Ar +:aS
.1,
1, .r, 'o';Jif
j. Y ,bt't lL*iyt Ls,tt':")t ,**l
I l-, /rz t .-o

_*J -j,t'fl| dw fs 't.;Ylj Jui' rro t;^,,yr;St'


l.\.' )'/ ,ljll?
a p r L A tJl i :i .t'i
//z , ,lnJ!,-:,-)1
? ,' c' - 1.' I< .^ir , - cr o- i" i, ,* ihi.'; rlr g) ,tg' U
Er;,+)t
"gJt V,t;t'r')
, ,Kl:?q
terbagi kepada Ahad dan Mutawatir Khobar
adalah.khobar yang mbmastikan terjadinya Mutawatir
-iglt r$t^* e &i4 qy # g gt *
( -,;'4t /
oleh sekelompok
"ri.",gd.tr"na
seumpamamerekatidaklah
kesepakatanuntuk
""rtyutrriliriwayutkan
u".J,rrtu dari yang
mungkin terjadi. Dan orang-orangseperti )*A,f';
?-' 1' '\'
L.3,;re L;:,t g$, bAt
I'lstt',6l
tri inilah yang-menjadiperawinya hi"ngga
sampaikepadailukhbir,anhu
yakni pengkhabar pertama. b".rgui"a"mikian
pada asalnyaadalah dari penyatliar-,sendiri
maka khobar tersebut
atau mendengarsendiri,
3i';tipcqo,
,lr',",{'fr e'},
ii bukan dari ijtihad Contohnyaadalahkhobar
(informasi)tentangtelah
9t^rL\ri\'lnya kota Mekkalh atau khobar bahwa Nabi Muhammad
,,KalaukhobaratauhaditsMursalitubukantermasukhadits
Mursal dari sahabat rodhialloohu'anhum maka tidaklah
dia sebagai
sAW telah mendengar firman Allah Ta'ara. gugur itu majruh
Lain hal dengan khobar h"jjah karena ada kemungkinan bfL1a sanad yang
jali orlns yans berijtihad seperti khobarfi';;;;;tJror dari Sa'id bin Musayyab-salah seorang
"al*m ini adalah qidam (Ud;k ber-permuloonl',,. uun*u f""'l"r) kecuali hadits Muisal yang terdiri
iabi'in rodhialloohu 'anhu-, dia menggugurkan sanad
earp,rn Khobar
Ahad*yang merupakan rawan dari Nriutawatir-adarah kepada Nabi SAW
ihoba, yung dari sahabat dan menasabkan hadits-hldits itu
mewajibkan terjadinyapengamarandan Mursalnya
tidak memastikanterjadinya maka dia adalah hujjah. Hal ini karena hadits-hadits
ilmu karenaterdapatkemuigkinan bahwa
dia ,,keliru/ salah,,
. telah diteliti lalu diiapatkan bahwa dia adalah
musnad-musnad
sahabat yang dia
dalam arti hadits-haditsnya itu diriwayatkan oleh
dari Nabi sAW sedangkan sahabat tersebut pada ghalibnya
l g"g;rh"
adalah kerabatnya karena bapaf dari isterinya adalah
rodhialloohu 'anhu".
Abu Hurairoh

.-t/
4Jl t
J
r
g, * a.t;-":fu,w q;3\y*at J4t';'t:'l
"Khobar Ahad terbagi
khobai
mcnjacri dua bagian: Mursar dan Musnacr. ;i?'q;.:^,:'\w es,LtilF {: *'A' 'v
Y:::l*,"?n
diielaskan
yunsu","u-u*igi;#;;; ffi;""*;
semuap"tu*iryi Sedangkan"
jiie
;^*-,'r"oloi"in"i1'J
yang tidak bersambung isnadnya karena
telah digugurkan sebagian mana
pe.rawinya". "Adapun hadits-hadits Mursal dari golongan sahabat di
lain (sebuah hadits)
seorang sahabat meriwayatkan dari sahabit yang
kedua (yakni sahabat
dari N"abi sAW kemudian gugur sanad yang
_72_ - 73 -
menjadi perantara antara dia dengan "Memberitahukan
I"1g-
hujjah karena para sahabat semuany a adil,,.
Nabi) maka dia adalah kebiasaan ahli hadits karena maksudnya adalah
adanya periwayatan dari Syeikh itu,,. Dan jika Syeikh itu memberikan
iri' iupuaur,yu d"rrgan tanpa periwayatan maka ia berkata: "Telah
r, J o .l / /t
i, I
,"b ,lt-U, , *I J! o>ti,:;
v v
tJ..
3J3$k j6. jii;gjt.. membertkon izin keinitaku;' aiau."Telah mengkhabarkan
kepailaku
2t t o dalambentukizin".
to
3F4
0
/a

ft ,f ? e_,,JtcjJ;Jl r/

Pgt
0 |

tfi)r 25. PEMBICARAAN TENTANG OIYAS


./t a o

lvt erY )6.\ , - L. i"ltet qriY l*Jt


5;ir, J vq:* b, *it,)1, 9At tr*st15
:
"Pefiwayatan model 'An'anah l '9 , t

; i 1 t ; ""')';)
yakni dikatakan: ,,Telah berbicara 't '
pada kami si fulan dari si furan hingga akhirnya {y^i1 i, , , i t l , ' i t ) j , " f , i t ,qr
*Y i ?
sebagai isnad sehingga hadits "iu^g diriwayatkan
maka aiu Jin,rtrmkan
dengan cara
J L#" '*t*'g?\/'€r',s ?''
'An'anah itu dihukumtut'r
Hal ini karena secara zohir -dengan
Mirsnad, uutan a"rgu. Mursal.
f,adits tersebut adalah iersambung
A ,rWr^s,t;
Y ' ,- , ur4ryqV JLdA
sanadnya". "' ,
"Qiyas adalah mengembalikancabangtgna$l asal.karenaadanya
seperti
satu iilat yang menglli*pr.t keduanya di 9"1g hukum
"M9lltifi rasa yang
mengqiyasberis dengan gandum karena (illat);
qiyas
,u-i,,. qiyu, terbagitiga yakni qiyas illat, qiyas dalalah dan

i syibhi".
oc

)
aJ-JIl) 'r%i
/ / -,

tr
o !.:
jl 6;vl -,,
O.P YIJ)
.

"Apabila seorang "Qiyas illat adalah sesuatu di mana illat yang terdapat padanya
.Sy.lkl - (Suru) membaca dan yang lain akal
mendengarkannya maka borchr'ah si perawi itu berkata: ,,Telah hukum rJengan sekira tidaklah baik-menurut
berbicara padaku" atau "Terah *"ngihobort
on inpodaku,,. Dan -tertinggalnya hukum itu dari illat tersebut. Seperti meng-qiyas
-.,*uliUtun
jika-orang lain itu yang membaca
uniuk syeikh dia berkara: "p"*rrkiriun'i dengan "ta'f1f (mengucapkan kata-kata ah atau
illat
"Telah mengkhaharknn kepndaku".
Tidak boleh -uliu
dia mengatakan: .ih;,, k"puda orang"tua dalam hal keharaman karena terdapat
"Telah berbicara kepadaku;'karena syeikh "menyakiti(s4".
itu tidak ;;r,,uh berbicara
kepadanya. sebagian urama memborehkan
orang berkata (pada bentuk
periwayatan tadi) dengan: "Terah berbicara
k"epadaku) dan itulah
_74_ -l J -

Keterangan: o.6.t4
(57) Illat menyakiti lantaran mengucapkan kata-kats cih kepada
orang tua EI JtJtt e: JY a:t4 &t
b#1 ,fr.')UtTfi
menyebabkanhukum haram karena tersebut dalam AI-Qur'an: ,,walaa
taqul-Iahuma ufftn = "langanlah kamu mengucapkankepadakeduanya
kata-katacih".
ta

)
))r. ci
,et)*t (Ft
t. o,! .
,i';r L:ii Lq.#,y.i?t UW
Kemudian illat menyakiti lantaran pemukulan kepada orang tua
itu- diqiyaskan kepada pengucapan kata-kata "cih!" yang sudah ada
#u,r
,,Qiyas syibhi adalah cabang yang menimbulkan keraguan terhadap
dalilnya itu, di mana kita bisa melihat bahwa illat"yarig ada pada
pemukulan tersebut justru lebih mewajibkan adanya huium haram d.ru urul, laiu dihubungkanlah ia kepada (salah satu dari dua asal itu)
karena tidaklah baik menurut akal kalau lantaran *Lrrgrr"upkan kata- yang lebih banyak r'tt tnt keserupaannya' Sebagaimana pada kasus
kata "cih!" timbul hukum haram sementara melakukin pemukulan ,uot:ung hamba yang dibunuh, maka dia menimbulkan keraguan
yang hakekatnya lebih berat malah tidak menimbulkan hukum ddamlal "pertanggungar{', apakah dia dianggap sebagai manusia
haram. merdeka kaiena dii memang keturunan Adam ataukah dianggap
sebagai binatang karena dia merupakan harta' Dan (menganggap
ji1;i;'!\ Uuait; sebagai harta adalah lebih menyerupai dibanding sebagai
e ,i'$t f\jVr*.;' e ts'tbsr
JV, manusia merdeka. Ini terbukti dengan bolehnya budak itu diperjual-
belikan, diwariskan, diwakafkan serta ditanggung suku-suku
4v,tV 5*! Vy 3*{;
' '
Jt'its iutb.fJ
l.
'
''J J badannya dengan harga yang kurang dari semestinya"'

# eq gir."jrt;j "(it
:'
-

f i" e eqt)6 ,F 6&st


ry yi je vs ;F#)t
)v eHi iuj :'i;iW
"Qiyas dalalah adalah lo"r-,.uri dalil (untuk tetapnya
hukum)
dengan salah satu da.ri dua yang sebanding terhadap'ying lainnya
dalam arti bahwa illat itu mcnunjuk atai- hukum'.1a,-.,tidak dia
mcwajibkan hukunr.itu. seperti meng-qiyas harta anak kecil clcngan
harta orang baligh dalam hal "kewajiban zakat" karena terdapatnya
illat: "sama-sama sebagai harta yang bcrkembang". Dan bolch juga
dikatakan: "Tidak wajib zakat pada harta anak kecil scbagaimana
,,Di
dikatakan oleh Abu Hanifah". antara syarat cabang adalah bersesuaian dengan asal dalam
hal illat yang kirena dialah maka keduanya dikumpulkan pada satu
"ArtLya
Wgf\3;r# ivi g.33,Ati'At$y,Jw.r hukum. bahwa keduanya (cabang dan asal) dikumpulkan
pada satu hukum karena adanya (illat) yangbersesuaial'Pu" di antara
syarat asal adalah bahwa ia telah tetap dengan satu dalil yang telah
.? o o

b?,9ki)' :fr9dt e33,;,fry,4,q"r;sr


^

evs disepakati oleh dua orang yang berdebat dengan tuiuan supaya qiyas
-76 _ - 77 -
tersebut dapat menjadi hujjah terhadap si pendebat.
Jika dalil itu tidak
pernah diperdebatkalmlk.a sy,aratnya adarah tetapnya
I hukum asal Keterangan:
I itu dengan dalil yang diyakini ol"h oiung yang melakukan sifat-sifat yang
i qiyas,,. 60 patrn pembunuhanayah terhadapanaknya terdapat
dinyatakan sebagai illat yakni pembunuhan, kesengajaandan
Yi rtriw fi voytte 3F ji
^)4tgu bi per:musuhan ro*in tanpa adanyahukumqishos. Ini berartiillat tersebut
'tidak ia tidsk berlakupada semuaperkarayang
memenuhisyaratkarena
U--?fat Svtiir ** ii 6,5,!.tiit,4 ,;u di-illatkandengainya.Atau dalamcontohini illat tersebuttelahbatal
dari segilafaz.

i3 i\
e i Jt.{t,si,:Jt
'*'Jijir
gli irn e tt"
nir rev it], it?t *;irs"1r
l / 4 Jq.iA ;;ar'
aVdt SA jJ*., :'o'|-
;,'-1 rg;tS ;' ' tilFt
"Dan di antara syarat illat adalah
.
"6t
t. )s-t' G::rr,1i W-Jti!
b-ahwq
ia berlaku pada segara ,,Contoh yang kedua (batalnya illat dari segi makna) adalah seperti
gelk1ra yang di-illatkan dengannya,maka tidaklah boleh illut it, butul
baik dari segilafazmaupun makna. Dengan demikian dikatakan: "Zakatitu diwajibkan pada binatang-binatang ternak guna
kapan saja ilat
itu batal dari segi lafaz dalam arti telah iibenarkan menutupi hajat orang faqir". Maka dikatakanlah bahwa pernyataan
laiutir4 beberapa
si{at-yang dinyatakan_sebagai illat di dalam
satu bentuk tetapi tanpa ini menjadi batal dengan sebab adanya (manfaat menutupi hajat orang
ada hukum atau batal crari segi makna dalam
arti terah didapatkan faqir) pada benda-benda mutiara sedangkan dia tidak mempunyai
yang dianggap sebagui illut dalam satu bentuk zakat".
-,uktru. tetapi tanpa
ada hukum maka rusaklah qiyu",,.
,ti :q\,'t 4, ,j aiir Ji"t'& if t" bt
.',,F ei Af t j f ri
t,7 tlo l
!,1,c,t lo , to , Q rrr9 rJ
t*tr, JrgJc J;t ,,P 4t
,,1 tf i &ti.6t9tr133i3-<;r il 4i eq6,6
Y 4JU
-t iit 9.t7,
,FrU.!WlAu,,6& n@,y "Di antara syarat hukum asal adalah: Bahwa dia itu seumpama
illat clalam hal nafi dan itsbat' Artinya ia mengikuti illat dalam hal
,?qy,4 yang demikian.
ada dan jika illat tidak
"C--ontoh
yang pertama(batarnyaiilat dari segi rafaz)adarah iitu-itlut didapatkan maka hukum menjadi
,.. seperti didapatkan maka hukum pun menjadi tidak ada"'
pada pembunuhan .iengan benclaf,erat: ,isesungguhnya
{ikata\a1
adalah pembunuhan yang mengandung unsur
l liu
dan permusuhan sehingga wajibrai d'ak"ukan
kesengajaan
qirt,o, seperti *'j;Ar'rA s;jt1{ Wq #. 4.st g $ti
halnya pembunuhan dengin benda tajam". pernyataan
menjadi batal dengan pembunuhan ayah terhadap
seperti ini
anaknya karena
'fi6.y,
pembunuhan ini tidak mewajibkanqishos(sa)-.
_ 7 8_ - 79 -
,,Sesuatu
"Illat adalah sesuatu yang mendatangkan hukum dengan sebab ,,Yang sahih adalah tafshil (melakukan rincian) yakni:
sesuainyaillat tersebut kepadanya. sementara hukum adalih sesuatu sementara yang
yang mJndatangkan mudharat dihukumkan haram
yang didatangkan untuk illat karena apa yang telah disebutkan itu sebelum bi'tsah
m"n?atu.rgkan manfaat dihukumkan halal. Adapun
(yakni kesesuaianillat kepadahukum),, karena tidak
maka tidak ada hukum yang mengikat seseorang
adanya rasul yang *"rryu.npuikan (tentang hukum suatu perkara)
26. PEMBICARAAN TENTANG kepadanya".
HAZOR DAN IBAHAH
27. PEMBICARAAN TENTANG ISTISHAB
i yt *;r;.r$r 'otjn ,y ,.,6tC itt., pAt yi,
il iy;u_/,i:;.u.irfAt e* *c &1Ft *
';i ,l*iu ,-r,:;i$Fv)'* jt" u.
.'-ot-a

/n. .t o7o.'
F./t e k";-
,..tr o . @ t.
t u 7 c
-r{ ot=."!t
,i J-Vt oI'fi )*, JH u ,1gtq: *At u3-f i'i+ {;i (r i;3 tv fl.t 4
-:t-J--L:)\
Lptti; u "ir14uyt
z / / / '
) .o . o

*6a-:, u,?aJ';'r &'!\


// r4fi Jl4Jl
"Adapun Hazor (larangan) dan rbahsh (kebolehan)
maka sebagian
ii orang ada yang berpendapat: "sesungguhnya segala sesuatu itu
sesudah bi'tsah (kebangkitan rasul) adalah bersifat-horo, (terlarang)
,,MaknalstishabulHal-yangsesuaiketerangannantidijadikan
pula sebagai hujjah-ad4ih
-meneruskan
hukum asal yakni
syar'i karena
tetiadaan hukum pada asal di ketika tidak adanya dalil
lr kecuali perkara-perkara yang dibolehkan oleh syari'at.
Jika di dalam
syari'at tidak didapatkan dalil yang menunjukkan kebolehannya maka
yang dijadikan pegangan adalah hukum asal yakni hazor. debagian
sang Muitahid tiiak menemukan hukumnya sesudah
pembahasan yang dalam sesuai kemampuannya'
melakukan
Seperti tl{a\
lagi ada yang berpendapat sebaliknya yakni hukum asar pada segala iit"-rkunnya"dalil tentangwaiibnyaPuTl Ruill .ttt-ufuMujtahl{
dalil
dengan
scsuatu sesudarhbi'tsah adalah mubah kecuali perkara-perkara ying tersebut akin berkata: "Puasa- Itaiab tidak wajib"
dilarang olch syara"'. ,istishabul hal' yakni tidak adanya fiukunr pada asal. Istishabul Hal
adalah hujiah secaraPasti""
,c ekjrri/t j#t
,*:tAr 31-r;-, tJ ^;
,i,6t,f'jtef i'# f ,5$ 3'r1.j,;)t,)r;+-,1\
tl
,yF )it, rv\ f\ k €* ii .l1lt,p
ci t*Jt tG t * a$;Jt 'oi!' urb i# 4;{'e y.#.
dJr
cu+
6q)G*
jry')urygt ct:,t3i"^+sA
-80- - 8L-
"Adapun Istishab yang sudah dikenal yaitu tetapnya satu perkara
pada zarnankedua karena telah tetapnya pada zarrtarrpertamamaka
\))L . /
aSAt
.
dia adalah hujjah menurut kita (syafi'iyah), tidak menurut Hanafiah. ItqV Y"6'.
Maka menurut kita tidaklah ada zakat pada uang yang kurang "Pernyataan dari Al-Qur'an dan Hadits didahulukan dari Qiyas
dari 20 dinar yang dalam peredarannya bernilai zd dinal, dengui kecuali Lalau pernyataan itu bersifat 'am maka ditakhsishlah ia
menggunakan istishab". dengan Qiyas sebagaimanaterdahulu. Dan Qiyas Jali didahulukan
dari Qiyas Khofi. Yang demikian itu seperti mendahulukan Qiyas Illat
28. PEMBICARAAN TENTANG URUTAN-URUTAN dari Qiyas Syibhi".
DALIT
/ | g / O , /e /
y 31jq b F, er3 itj
(rAt,sii'r$t:?t"Y
,,bs 1!i &Ft Jt + UfstiW ii,{r sii
- -a

c' lc

H &.ilr
/

fr eti t*j' Jryu,y4,,f


./. 9 ^ --, r o

n-
.t . .1t tt/o /
/ lod &t;!l
glt;-"St ;W ol; e w l iW gttti /- tc

et^+ q\ :Ey-I ilt gi $l: qAu,ItA


6t Jr,-rr
,"-.<!\1
{fl C 4 ! i . P- # ' +r t t : tn
,,h&1 Wtti;';ri
b ,ulr vs G6u,,w CGoFJ jr vr Jjlr iW
lz t tc

"Jika ditemukan dalam pernyataan, baik dari Al-Qur'an maupun


Al-Hadits sesuatu yang merubah hukum yang pertama yakni
a1.1Jt,
, *tKi'. ,r JeLya,;
- ', ketiadaan hukum pada asal yang istishhabnya itu dinyatakan dengan
) )
"Adapun dalil-dalil.maka_yang jari (terang) didahulukan Istishabul Hal maka jelaslah bahwa yang diamalkan itu adalah
dari yang
khofi (sarnar-samar). Yang demikian itu adilah seperti yang Zohlr pernyataan tersebut. Kalau tidak ditemukan yang demikian maka
dan Mu'awwal (maka yang didahulukan adalah ,onir;. "n"gitr, yang diamalkan adalah Istishabul Hal yakni ketiadaan hukum pada
lrgu asal".
p€nggunaanlafazpada makna hakiki didahulukan atas makn-a
^iiuZi.
Yang memastikan terjadinya ilmu didahulukan dari yang memastikan
zon (persangkaan yang lebih menguatkan). yang demikian itu adalah 29. SYARAT.SYARAT MUFTI
seperti Mutawatir dan Ahad maka dic'rahulukanlah yang pertama
kecuali kalau yang pertama itu bersifat 'am maka jitut t,iirlun iu
dengan yang kcdua sebagaimana terrciahuru pada pe.mbicaraan
;e1 4u,6.G(tti ii i;#t ';') 6r:Jtt" bi
tentang "Mentakhsish Al-eur'an dengan Sunnah,,.
W.\r y:ii tyti3 9'f.^,qi 6-6'r1i*e';i
a,t;)i.Ir rFJoi$;qqt,p y3 ';1 l'; L*i i\^.s.ii y )', ;y,#4,:ryt ,,
o
7q q,fr,i
1;i 3."-;Al e Uf.stJqti ?rr v? {4v,,-F+ * &gLU,6'tlt*u9qt{br.
_ 82_ 83-
"Di- antara syarat Mufti yakni Mujtahid
adalah: Bahwa dia itu
memahami betul ilmu fiqh, murai dari ushul, furt),
Artinya memahami masalah_masalah fiqtu
,khilaf dan mazhab. 30. SYARAT-SYARAT MUSTAFTI
qaidah_qaidahnya,
cabang-cabangnya dan perkara-perkara yang
mengandung khilaf
agar dia memilih satu pendapat di antaranya dln
tidaf menyalahinya
dengan mengeluarkan pendapat yang rain. Hal ini
karena razimnya
orang-orang yang tidak"menerimanya (pendapat
\:1".L"|*n yang
dipilih itu) untuk menafikan pendapat yang baru dikeluarkan
tersebut
karenaketidakberpihakanmerekaterhldafnya,,.

tw" *,6:c )W\t eflt'bg or<;ji,


i:tlt )6")ty*.ty,t q $;<!t t$l
r'..J;rr "Dr antara syarat Mustafti (pencari fatwa) adalah bahwa dia
termasuk orang yang boleh bertaqlid, lalu dia pun taqlid kepada Mufti
srt':ll
-/ ? 'c
q3 & )N,git.';^";U dalam hal fatwa. Jika dia tidak termasuk orang yang boleh bertaqlid
*i.r;-{t seperti mereka yang telah pantas berijtihad maka tidaklah boleh dia
"Wie d.t
{i::Vt :6<tr:,<i{f *
mencari fatwa. Hal ini sebagaimana dikatakan bahwa: "Otangyang
erA,W:s)}t alim yakni Mujtahid tidaklah boleh melakukan taqlid karena ia punya
kemampuan untuk berijtihad".
)W\t t ,rJ b dt G:o!.y b i;s vr 4t;i"
31..PENGERTIAN TAOLID
4' fi )tY, Yt4^5; ?i
"Dan juga di antara syarat Mufti adalah
memiliki alat ijtihad yang )it i'rp$ 'p 6ik y \,!-at ):; iY| #,t
/ /9
komplit yakni: "Mengelahui segala sesuatu yang / /

t{r$,;J";Kr$r vift q #r *'at ,k q,


- -
dia perrukan di
dalam istinbath hukum sepertiilmu nahwu, ilmu r,ign"i,
iimu tentang
pcrawi-perawihadits,agardia dapat mengambil
mana riwayat yang
para.perawinya maqbul
,(diterima),bukan majruh (diblak karena
ui, ,yul,), i"rxtitiilri$ U fr-3
iu ;i1tt q,'ri,i,t
cacat)'Dan juga mengertahui
!c1ken3a1
tafsiran ayat-ayatmaupun hadits yang
dcngan hukum agar yang demikian itu bersesuaian
di il,t e ,'. r?.
oJjtr p't +i
dalam ijtihadnya dan tidak-dia-menyaLh,rnya. ucapan penurisdengan
"mengetahui....dst."adalah cli aniara kumpuran "Taqlid adalah menerima pendapat orang lain dengan tidak
utJt- iltinua. Dan
juga alat ijtihad adarah mengetahui kaidah-kuiauh disebutkan hujjah atau dalilnya. Berdasarkan pengertian ini maka
fgr-m1suk ushur
fiqh dan hal-hal lainnya',.
menerima ucapan Nabi SAW dalam perkara-perkara hukum yang
I telah disebutkan dinamai juga dengan taqlid. sebagian ulama ada
I yang mengatakan bahwa Taqlid adalah: "Anda menerima pendapat
- 84- - 85-

+;.t9yJ6w:V}\i 1]r J'tI (:siti+#6


orang lain dan anda tidak tahu darimana dia mengatakannya. Artinya
anda tidak tahu dasar pengambilan dari pendapatnyaTtu".

i\qVu,J'4ut {t *it & gt itw iv '#t:l: az.Gli ,rl{i;l ,)i o6i {i qQb L: $t ; l L
,J aa a

CJ; ,F.;CV:::VI *t6pi,rr rL;iiW


tlorl /l t2

,f $tJ if Jsr-y t# LyoP e- 0 l 3H1\9"


ct
6 z!

',P i'g tirt W".lii1uiiiy:1gr


z J I oz
l/ / 6 / o.
"seorang Mujtahid apabila alat ijtihadnya telah komplit
.. 9, Ud) l J . a .- > a
JV J
Y -,' sebagaimana terdahulu maka:
1. Jika dia berijtihad dalam bidang furu' lalu benar ijtihadnya itu
,q\.t# !.yj't# .u.it;y- FSY!r^ oL,st)l
O.9o

maka dapatlah ia dua pahala yakni pahala karena ijtihad dan


pahala karena benar.

nir Jl 2. jit u iu berijtihad dalam bidang furu' lalu ia salah/keliru maka


ia mendapat satu pahala yakni pahala karena ijtihadnya saja'
"Jika kita berpendapat bahwa sesungguhnya Nabi SAW itu Dalil untuk yang demikian akan segera disampaikan".
bersabda dengan qiyas, dalam arti bahwa beliau itu berijtihad tt / /
lt 41, t o r l \, /c t
maka "menerima sabda beliau" bolehlah dikatakan dengan taqlid
karena terdapat kemungkinan bahwa sabda beliau itu berdasarkan
rr P ,v: *-p gtP, e Y
i. 'r o
FJUU;+)
- 1 r

o
d-'
ijtihad. Namun jika kita berpendapat bahwa beliau tidak berijtihad,
i3ug,rIta:i 6 :9 *:* e!' 5J
E r. ),

beliau hanyalah berkata berdasarkan wahyu dan beliau tidaklah


mengeluarkan pernyataan karena hawa nafsunya dan pernyataan
"sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa setiap Mujtahid
beliaulah tidak lain kecuali wahyu yang diturunkan (kepadanya),
maka "menerima sabda beliau" tidaklah dinamakan dengan taqlid dalam bidang furu' adalah benar berdasarkan bahwa hukum Allah itu
karena dia disandarkan kepada wahyu". berada pada haknya. Dan hakmuqallid (orangyang taqlid) kepadanya
adalah apa-apa yang dihasilkan oleh iitihadnya".

32. TENTANG IITIHAD DAN MUITAHID


.
g Q.
.9 ,- o I o o '-
twt Vi*:Jfit J*<tte y,f ia":)i3';4i',
,t )4t g (}t JrJ.rru 3V*\t tlli
ub'r{t t}
o o
,s,stdtAMA,,y1qf J\qii,4i 3! W
il s-L-a.+st
ti ''

ir,ii;;,e q'#trA,$u,tr/
"Adapun ijtihad maka dia adalah "Mencurahkan segenap
46 ,At lq
perhatian di dalam mencapai tujuan yang dimaksudkan yakni ilmu, yt\t €, ttl:Jti,y9,ry +'At V e 1&,,
agar tercapai ilmu itu untuknya". .. o/ .'- ? .-
9 ?

:qr Jd1*i rx<t' Jttr g.v v e Graati


-
-8 5 - -87 -

/.^l / pada kali yang lain". Hadits tersebut diriwayatkan ol.e! syaikhon.
d.tr:it\t
.

euy !.f t
-g
Menurut lafaz Bukhori (hadits tersebut berbunyi): "Jika seorang
hakim(sa) berijtihad lalu ijtihadnya itu benar maka baginya dua pahala
"Dan tidaklah dikatakan bahwa setiap mujtahid dalam bidang dan jika ia memutuskan hukuman lalu keliru (putusannya itu) maka
ushulul kalamiah yakni aqoo'id adalah benar. Karena yang demikian baginya hanyalah satu pahala". Walloohu A'lam".
dapat menghantarkan kepada pembenaran terhadap golongan-
golongan sesat seperti: Ketetangan:
1,. Nashrani karena mereka berpendapat tentang Trinitas. adalahorangyang memberiputusan,bukan
(54)Hakim di sini maksudnya
2. Majusi karena mereka berpendapat tentang dua sumber dari semata-mata hakimyangsecararesmidiangkatolehpemerintah'
alam ini yakni cahaya dan kegelapan.
3. Orang-orang kafir karena mereka menafikan tauhid,
kebangkitan para rasul dan kehidupan di akhirat nanti. = ===== ===a
=== = = = = == = = == = == = = =====
4. Mulhidin karena mereka menafikan sifat-sifat Allah Ta'ala
seperti Kalam, Penciptaannya terhadap perbuatan-perbuatan
hamba. KeadaanNya yang akan dilihat di akhirat dan selain Selesaiditerjemahkanpada malam Kamis,l-3 Februari2002,
yang demikian". lam 22.25WITA.
r. { ,l . . ,. . I t- I ,.. t
^ - J ?.
-r l%
i,fitl )-i aJ'J
1L-tlt €#,F Jtt,y,F,;i
"P
lillJ;ll +;,t q,) 9t.;i{S+uu q*, q #, *
+rtfu*t*At ,'V glr i:1,y.Xt *tL6 Pi
ts1er$t 8: ot;r.-;|itot)) qfl6 ,s?i t;.;, i'rr1
Jtr.

til tAti €t sy, ot;i ti aab €4 €at +€,1


;;l *t'ttpi
"Dalll dari pendapat ulama bahwa "Tidaklah setiap Mujtahid
dalam bidang furu' itu berrar" adalah sabda Nabi SAW. "Barangsiapa
berijtihad lalu benar (ijtihadnya itu) maka dia memperoleh dua
pahala. Dan barangsiapa berijtihad lalu keliru (ijtihadnya itu) maka
dia memperoleh satu pahala" . Cara berdalilnya adalah: "Bahwa Nabi
kita SAW menyalahkan Mujtahid satu kali dan membenarkannya