Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MANAJEMEN OPERASI

“ MIE INSTANT PT INDOMIE ”

KELOMPOK 5

1. Emma Aprillia (2017.62.000816)


2. Maria (2017.62.000934)
3. Vindi Ma’rufah (2017.62.000867)
4. Rima Alfina (2017.62.000901)
5. Murniati Takdir (2017.62.000940)
6. Irman (2017.62.000835)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BALIKPAPAN

2017 / 2018
Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya
penyusun dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Analisis Pemasaran dan Manajemen
operasi mie instant Pt.Indofood” ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk tujuan
akademis dan menunjang perkuliahan serta disusun secara sistematis agar mempermudah
mahasiswa dalam memahami materi yang disajikan didalamnya.

Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dengan segala
kerendahan hati kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kehidupan serta perkembangan ilmu pengetahuan serta
mampu menjadi acuan dalam mata kuliah bersangkutan.

Balikpapan, 09 Desember 2018

Penulis

DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar belakang
Dalam pola hidup masyarakat dulu hingga sekarang mengalami perubahan dan sering
kali mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah perubahan
digemarinya mie, mie adalah salah satu makan alternative pengganti beras yang banyak
dikonsumsi masyarakat. Mie menjadi popular dikalangan masyarakat karena harganya
yang murah dan cara mengelolahnya serta penyajiannya yang sederhana. Mie juga banyak
mengandung karbonhidrat, yang banyak menyumbang energi tubuh manusia sehingga mie
dapat dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. Jika di Indonesia penggunaan mie sebagai
bahan baku dalam makanan khas daerah diantaranya Mie Juhi (Betawi), Mie telor
(Palembang) ataupun makanan umumnya mie goreng dan mie ayam.
Kegemaran masyarakat dalam mengkonsumsi mie semakin lama semakin meningkat
membuat peluang dan tantangan baru dimana industry perusahan pangan di Indonesia dapat
berlomba untuk menarik perhatian kosumen dengan tujuan untuk mempertahankan dan
meningkatkan citra perusahaan salah satunya adalah dengan membuat inovasi terbaru yaitu
dengan menghasilkan produk mie instan.
Perkembangan produksi mie instan di Indonesia memperlihatkan suatu peningkatan
yang positif, walaupun pada tahun 2006 sempat mengalami suatu penurunan produksi.
Secara kuantitas, produksi mie instant dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren
yang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan
ini pada masa yang akan dating, salah satunya perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur
menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan
oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan
oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah. Perkembangan produk mie
instan yang sudah dianggap sebagai makanan cepat saji dan bahkan sebagai makanan
pokok, menyebabkan tingkat persaingan pada industri mie instan ini semakin tinggi.

1.2Rumusan masalah
Dengan latar belakang yang telah ada maka penulis dapat menemukan perumusan
masalah yaitu membahas tentang “Produk Mie instant PT.Indofood”.
1.3Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai untuk mengetahui dan
memahami tentang apa itu “Perkembangan Produk Mie instant Goreng PT.Indofood”

1.4Metode penelitian
Dari hasil penelitian data – data di atas, penulisan makalah ini menggunakan metode :
Browse and search internet, mencari bahan kajian pada website yang bersangkutan
mengenai masalah yang dibahas.

1.5Kegunaan Penelitian
Hasil karya tulis ini diharapkan dapat berguna khususnya bagi penulis sendiri serta bagi
para pembaca umumnya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Menghasilkan Product Baru


Pengembangan product adalah serangkaian kegiatan yang dimulai dengan presepsi
peluang pasar dan berakhir dengan produksi, distribusi dan konsumsi. Maka dari itu
diperlukan sebuah survey yang baik dari perusahaan dengan konsumen serta komunikasi
di dalam interen perusahaan itu sendiri agar product-product yang dihasilkan dapat
memenuhi pangsa pasar yang baik. Ada beberapa factor yang dapat mendukung terciptanya
produk baru :
1. Memahami konsumen
2. Perubahan Demografis
3. Ekonomi Masyarakat

2.2 Quality Of Test


Quality of test adalah sebuah proses dimana untuk menentukan customer requirement
(apa yang diinginkan oleh konsumen) dan menyalurkannya ke dalam sebuah cita rasa
product yang dapat di terima lidah oleh setiap penikmatnya.

2.3 Menarik dan Mempertahankan Konsumen


Sebuah perusahaan perlu mengembangkan ikatan dan kesetiaan yang lebih kuat dari
pelanggan akhirnya. Perusahaan zaman sekarang harus memperhatikan peralihan
pelanggan atau tingkat kehilangan pelanggan mereka dan mengambil langkah-langkah
untuk mengatasinya, diantaranya :
1. Perusahaan harus dapat mengidentifikasi dan mengukur seberapa lama konsumen akan
menyukai product yang dihasilkan.
2. Perusahaan harus dapat membedakan sebab-sebab dari berkurangnya pelanggan,
misalnya penyebab, rasa yang tidak sesuai dengan nama product yang di hasilkan, harga
yang terlalu mahal.

Biaya untuk menarik pelanggan baru, diperkirakan bias lima kali dari biaya
mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Oleh karena itu penting untuk menjaga dan
mempertahankan pelanggan dengan memberikan kepuasan yang maksimal. Adapun
tingkatan pelanggan :
1. Calon Pembeli
2. Pelanggan Pertama Kali
3. Pelanggan berulang
4. Klien-hanya akan membeli produk dari perusahaan tertentu

2.4Strategi Pemasaran
Dalam menciptakan sebuah product, strategi pemasaran merupakan hal yang sangat
penting bagi setiap perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai
tujuan dari sebuah perusahaan tersebut. Hal ini di dukung oleh pendapat ahli Basu Swastha,
strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah
perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya, sehingga dalam menjalankan
usaha kecilpun khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi
pemesarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha dari kecillah yang dapat
membuat perusahaan tersebut tetap bertahan. Selain itu menurut pendapat ahli W. Y
Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh system yang berhubungan dengan
tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli actual maupun
potensial.

2.5Kepuasan Pelanggan
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa yang berasal dari perbandingan antara
kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu product dengan harapan-harapannya. Berikut
penggambaran kepuasan :

Variabel kepuasan :
Preception (Presepsi atau kinerja)
Expectation (Harapan)

Presepsi > Harapan Sangat Puas


Presepsi = Harapan Puas
Presepsi < Harapan Tidak Puas (Kecewa)

Harapan dapat di pengaruhi oleh beberapa hal :


 Pengalaman Pribadi
 Rekomendasi Teman/ Kerabat
 Konsumen Tidak Puas
 Tidak jadi membeli, meski yang jadi membeli terpuaskan

Stategi Perusahaan yang berhasil adalah dengan meningkatkan harapan pelanggan dan
menghasilkan product atau layanan yang dapat memenuhi harapan tersebut, sehingga
membuat jumlah konsumen yang terpuaskan. Kunci menghasilkan kesetiaan pelanggan
adalah memberikan nilai pelanggan dalam posisi tertinggi artinya, mengutamakan
keinginan pelanggan adalah point tertinggi dalam sebuah product.

BAB III

PENGENALAN PERUSAHAAN (CASE STUDY)


Indomie adalah produk salah satu merek mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie
diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk dari perusahaan milik Sudono
Salim ini mulai dibuat pertama kali pada tanggal 9 September 1970 dan dipasarkan ke
konsumen sejak tahun 1972, dahulu diproduksi oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co.
Ltd., dan pertama kali hadir dengan Rasa Kaldu Ayam yang saat itu sesuai dengan selera lidah
masyarakat Indonesia. Kemudian pada tahun 1982, penjualan Indomie mengalami peningkatan
yang sangat signifikan dengan diluncurkannya varian Indomie Kuah Rasa Kari Ayam.
Puncaknya pada tahun 1983, product indomie kembali semakin digemari oleh masyarakat
Indonesia dengan diluncurkannya varian Indomie Mi Goreng. Selain dipasarkan di Indonesia,
Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika
Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa; hal ini
menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembus pasar
internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik
yang merujuk kepada mi instan.

Indomie diklaim sebagai makanan yang sehat dan bergizi oleh produsennya. Produk mi
instan ini disebut memiliki berbagai kandungan gizi seperti energi, protein, niasin, asam folat,
mineral zat besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B6, dan B12. Meskipun
begitu, konsumsi Indomie yang terlalu sering tidak dianjurkan, sebab Indomie mengandung
pewarna tartrazine yang tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera
Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak
jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk
mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia.
Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi
andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah
keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.

3.1Strategi Pemasaran
Begitu kuatnya citra Indomie di pasar sehingga sebagian masyarakat menganggap
seolahsetiap mie instan itu adalah Indomie (Indomie menjadi Top of Mind mie instan).
Dalam Top Brand Index (TBI) periode 2006-2008, Indomie menduduki posisi pertama
dengan TBI berturut- turut 65,8%, 66,5% , dan 71,4% pada tahun 2006, 2007, dan 2008
(David, S.S., 2008, Majalah Marketing-Edisi Khusus TOP BRAND). Meskipun sempat
turun di tahun 2006 karena serangan mie Sedaap, kemudian terus memperlihatkan
keperkasaannya. Bahkan di tahun 2012 ini, indeksnya mencapai 77,9 Keberhasilan
Indomie terus bercokol di urutan teratas Top Brand adalah berkat konsistensi Indomie
dalam menjalankan strategi kunci 3A:
I. Acceptability, yaitu rasa Indomie yang sudah bisa diterima di lidah konsumen
(Product)
II. Avalaibility, produk Indomie mudah diperoleh dimana saja (Place)
III. Affordability, tercermin dari harga eceran Indomie yag terjangkau (Price)

3.2Marketing Mix
 Product
Satu Bungkus Indomie standard memiliki massa 85 gram, dan terdapat 2 sachet
berisi 5 bumbu-bumbu yang disertakan, yakni: kecap manis, saus sambal, minyak palm,
bubuk perasa dan bawang goreng, selain itu juga tersedia dalam versi jumbo dengan
massa 120 gram. Produk yang diproduksi oleh Indomie adalah mie berkualitas tinggi
dengan berbagai macam varians. Ada Indomie goring, Indomie rasa soto, Indomie Kari
Ayam, dan bahkan ada Indomie citarasa tradisional seperti rasa Cakalang, soto Betawi
dan soto Madura, selain itu juga ada Indomie duo dan Indomie goreng Premium. Hal
tersebut menunjukan bahwa Indomie ingin terus memberikan mie yang berkualitas
kepada konsumennya, dengan juga terus melakukan inovasi untuk menghasilkan cita
rasa mie yang sesuai dengan selera konsumen.
 Price (Harga)
Indomie selain dapat dibeli perbungkus, dapat juga dibeli dengan paket 5
bungkus atau paket 1 kardus berisi 30 atau 40 indomie. Harga Indomie juga sangat
murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, di Indonesia, perbungkus
indomie dihargai hanya sekitar Rp. 2000,-

 Place
Group Distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia,
menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang)
semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan
penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok
ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar
tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing- masing area geografis
dalam waktu yang sesingkat mungkin. Di Yogyakarta agen-agen Indofood juga
bekerjasama dalam menyediakan Indomie dengan warung- warung seperti Burjo
(warung yang menyediakan bubur kacang hijau dan mie instan/mie goreng sebagai
menu utama).

 Promotion
1. Tagline : Indomie Seleraku
2. Iklan : billboard, iklan TV, sponsor acara
3. Event : Indomie menggelar ajang membuat lagu ”jingle” untuk pelajar
SMA, acara tersebut berjudul Jingle Dare, yang berlangsung
pada 24 April 2008
4. Pembuatan Shop Sign (Spanduk Nama Burjo dengan tema Indomie untuk setiap
Burjo di Yogyakarta).

3.3Segmenting, Targeting, Positioning


 Segmenting
1. Geografis : wilayah seluruh Indonesia, dari kepadatan tinggi sampai
rendah.
2. Demografis : jenis kelamin (semua), agama (semua), pekerjaan (semua),
pendidikan (tidak ada batasan), ras (tidak ada batasan).
3. Psikografis : gaya hidup konsumtif, praktis dan hemat.
4. Perilaku : tingkat pemakaian tinggi hingga rendah, loyalitas konsumen,
tujuan penggunaan.
 Targeting
Target pasarnya dalah semua umur kecuali balita.
 Positioning
1. Menanamkan di benak konsumen bahwa indomie adalah mie-nya orang
Indonesia, dengan cita rasa Nusantara dari berbagai daerah, sehingga sesuai
dengan taglinenya “Indomie Seleraku”.
2. Mie instant yang praktis dan nikmat untuk dikonsumsi, dapat dihidangkan
dengan lauk pauk lainnya.

3.4Kompetisi Pasar
Hampir selama 4 dekade Indomie menjadi penguasa mutlak pasar mie instant
Indonesia. Pada tahun 2002 Indomie menguasai 90% pangsa pasar
sebagai dominantmarket leader, Indofood sempat terlena me-maintain pasarnya sehingga
kesempatan ini dimanfaatkan oleh pendatang baru Mie Sedaap dari WingsFood dan Mie
Kare dari Orang Tua Group.
Persaingan cepat ini mengakibatkan Indomie kehilangan sebagian pangsa
pasarnya. Market share yang mencapai 90% menjadi 70%. Penjualan Indofood tetap naik,
namun ada sebagian pasar – bisa jadi konsumen baru – yang direbut oleh merek baru.
Sehingga di pasar yang sebenarnya tumbuh, pertumbuhan pasar Indofood – karena
besarnya – tidak mampu mengimbangi pertumbuhan pasar secara total. Menyadari hal ini,
Indofood “bangkit” dari tidurnya. Raksasa mie instant ini mengerahkan seluruh brand-nya
untuk bertahan dan mengembalikan market shareyang direbut kompetitor.

Indofood sebetulnya pernah bereaksi atas serangan Mie Sedaap dengan meluncurkan
Indomie Kriuk, varian baru Supermi Sedaaap, dan gimmick “Beli 5 Gratis 1” dalam
rentang waktu yang cukup panjang. Reaksi Indofood yang cenderung impulsif ini dinilai
para pengamat kurang strategis, terlalu pragmatis,” terjebak permainan challenger”
kesalahan yang sering dilakukan oleh big brands. Tidak mau tersandung di batu yang sama
untuk kedua kalinya, tahun ini Indofood meluncurkan strategi marketing yang lebih
komprehensif yang lebih menunjukkan jati diri Indofood sebagai market leader.
Hampir semua brand dalam portfolio-nya disegarkan kembali dengan kampanye baru
maupun peluncuran produk baru. Indomie disegarkan dengan kampanye “Selera
Nusantara” yang lebih modern. Sarimi lebih difokuskan untuk membendung produk
unggulan Mie Sedaap Soto Ayam dengan meluncurkan produk Sarimi Soto Koya yang di-
endorse oleh Luna Maya. Sementara Supermi disegarkan dengan meluncurkan produk
baru: mie goreng rasa soto (GoSo), rasa bawang (GoBang), dan rasa kari (GoKar).
Indofood juga menggunakan Slank untuk meng-endorse Supermi Supermi tampaknya akan
dijadikan brand unggulan kedua Indofood setelah Indomie yang menyumbang hampir
separuh omset divisi noodle Indofood. Akan halnya Pop Mie, meskipun saat ini bisa
dibilang melenggang sendiri tanpa head on competitor.

Indofood sudah mengantisipasinya dengan upaya building brand melalui kampanye


dan promosi di kalangan remaja. ndomie juga turut mengusung tema “bergizi” seperti
halnya yang dilakukan oleh competitor utamanya yaitu mie sedaap. Kelemahannya adalah
kurangnya maintain dalam program tersebut. Kemiripan target market produk Indofood
group yakni Supermi, Pop Mie menyebabkan terjadinya kanibalisme atau ”perang saudara”
antara sesama brand Indofood. Pasa tahun 2002 Indofood masih menguasai pasar mie
sebesar 90%. Begitu Mie Sedap masuk pada Mei 2003, dengan rasa baru, harga kompetitif,
dan promo yang gebyar, pangsa pasar

Indofood mulai goyah. Pada 2006 pangsa pasar Indofood turun, diperkirakan menjadi
sekitar 75%–25% sisanya diperebutkan oleh pesaingnya. Namun dengan strategi yang tepat
per data tahun 2012 Indomie kembali menguat dengan posisi market share 77,9 %. Mie
Sedaap terus gencar melakukan promosi yang tidak hanya di above the line tetapi juga
intense dalam tataran trade marketing. Strategi Mie Sedaap antara lain dengan
mengakuisisi warung-warung/ retailer Indomie.

3.5Analisis SWOT Produk Indomie


 Strength (Kekuatan)
1. Keahlian dalam cita rasa Indonesia
2. Produksi rendah biaya
3. Jangkauan distribusi luas
4. Kecepatan dalam menjangkau konsumen
5. Brand yang sudah terkenal
 Weakness (Kelemahan)
1. Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2. Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh Indofood
3. Permintaan pasar yang belum terpenuhi
4. Mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh seperti MSG
 Threat (Ancaman)
1. Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal iklan maupun inovasi
2. Tidak fokus terhadap satu jenis produk
3. Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli gizi mengeni kandungan zat
yang ada di Indomie terhadap produk lain
4. Menciptakan mie dengan bahan-bahan yang lebih sehat seperti bahan-bahan
organic
 Opportunity (peluang)
1. Melakukan ekspansi ke luar negeri
2. Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk yang sejenis
3. Melakukan diversifikasi terhadap produk lain.
 Political
1. Pemerintah yang menaikan harga bahan baku, dampaknya harga produk
indomie akan naik atau juga ukurannya menjadi lebih kecil dengan harga tetap.
(-)
2. Pemerintah yang menaikan harga bahan bakar atau BBM akan berdampak pada
peningkatan ongkos produksi, maka biaya ongkos produksinya meningkat. (-)
 Economy
Ketika gejala inflasi sedanng melanda, penjualan indomie bias dikatakan stabil
karena harganya yang terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. (+)

 Social.
1. Gaya hidup masyarakat yang ingin praktis, maka kesempatan indomie untuk
memasarkan produknya lebih luas dengan varian terbaru. (+)
2. Orang zaman sekarang yang lebih suka makanan herbal (tidak mengandung
bahan kimia) akan berfikir ulang untuk membeli indomie yang mengandung
MSG. (-)
 Technology
1. Fokus pemerintah yang sangat mendukung kemajuan teknologi sangat
berpengaruh karena indomie bias diproduksi lebih banyak lagi tiap harinya. (+)
2. Dengan kemajuan teknologi kita dapat mempromosikan indomie varian –
varian terbaru memanfaatkan teknologi internet. (+)

3.6Keunggulan Indomie Dibanding Merk Mie Instant Lain (Value


Preposition)
1. Indomie menawarkan berbagai cita rasa selera nusantara dari Sabang sampai Merauke.
2. Mie Indomie terbuat dari tepung bogasari yang dikenal bermutu tinggi
3. Rasa bumbu yang khas dengan kualitas yang premium
4. Komitmen dari Masyarakat terhadap Indomie, contoh:
a) Sebutan Indomie dijadikan istilah generic yang merujuk kepada semua merek mie
instant di Indonesia.
b) Banyak orang membawa Indomie saat bepergian ke luar negeri, bila makanan di
luar negeri tidak cocok.
c) Saat terjadi bencana alam, orang Indonesia sering menyumbang mie instant seperti
Indomie.
d) Untuk beberapa orang, Indomie menjadi makanan pokok dan dimakan dengan nasi
putih sebagai lauk.
e) Ekuitas Pelanggan Indomie yang Tinggi
f) Indomie memiliki harga yang terjangkau bagi konsumen, tanpa mengurangi standar
kualitasnya.
g) Indomie telah memiliki brand image dan barand awareness yang sudah melekat di
pikiran konsumen mie instant di Indonesia.
h) Indomie memiliki pelanggan yang setia. Kesetiaan pelanggan indomie dapat
terbentuk melalui pembentukan komunitas ataupun program perlakuan khusus,
contohnya: Indomie Jingle Dare dimana secara tidak langsung meningkatkan
kesetiaan pelanggan
BAB IV

ANALISA PRODUCT INDOMIE

4.2Indomie Goreng
Produk terpopuler dari brand Indomie, Indomie Goreng pertama diluncurkan
pada tahun 1982 dan telah merambah banyak negara termasuk Amerika Serikat,
Australia, Inggris, Timur Tengah dan China. Product tersebut memiliki netto setiap
kemasan sebesar 80gr, dan pada kemasan pada awalnya ada berwarna putih dan merah
melambangkan bahwa product tersebut dibuat dan berasal dari Indonesia. Dalam
perkembanganya Indomie Goreng meluncurkan beberapa varian rasa dan juga
membuat bungkus mi tersebut berbeda dengan rasa lainnya.
Berikut ini beberapa menu Indomie goreng yang ada di pasaran:
a. Indomie goreng ayam bawang
b. Indomie goreng soto
c. Indomie goreng iga penyet
d. Indomie goreng cabe ijo
e. Indomie goreng rendang
f. Indomie goreng pedas
g. Indomie goreng special

4.3Indomie Kuah

Indomie kuah merupakan salah satu varian


yang rasanya khusus diambil dari bumbu-bumbu
makanan khas Indonesia. Perpaduan antara mi,
kuah dan bumbu otentik makanan khas Indonesia
menjadikan Indomie kuah makanan yang sangat
spesial apalagi bila disajikan dikala cuaca dingin atau hujan. Untuk mi kuah adalah
product pertama yang diluncurkan yaitu Indomie rasa Kaldu Ayam pada tahun 1972
dan memiliki netto sekarang 68gr. Seiring perkembangan pangsa pasar Indomie
membuat beberapa varian rasa yang menggambarkan makanan khas Indnesia pada mi
Indomie kuah yang dihasilkan serta umumnya cocok dengan lidah orang nusantara.
Berikut ini berbagai varian rasa Indomie kuah yang ada di pasaran:
a. Indomie rasa ayam special
b. Indomie rasa soto mie
c. Indomie rasa baso sapi
d. Indomie rasa kaldu udang
e. Indomie rasa soto special
f. Indomie rasa kari ayam dengan bawang goreng
g. Indomie rasa kari ayam
h. Indomie rasa kaldu ayam
i. Indomie rasa ayam bawang

4.4Indomie Jumbo

Untuk mereka yang menganggap 1 porsi terlalu sedikit, varian Indomie ini hadir
dengan porsi yang lebih besar dengan rasa Indomie Goreng yang otentik dan produk
ini diperkenakan tahun 3 Januari 2010 dengan netto untuk rada Mi Gorreng Jumbo
Special sebesar 129gr sedangkan untuk Mi Goreng Jumbo Rasa Ayam Panggang 127gr
untuk product jumbo hanya ada terdapat 2 rasa belum ada rasa lain saat ini.

4.5Mie Kriting
Indomie Mi Keriting merupakan varian Indomie Istimewa yang terbuat dari
tepung berkualitas tinggi disertai topping spesial dari bahan pilihan dan product ini
diperkenalkan pada bulan Agustus tahun 2010 dengan netto 90gr dan dengan kemasan
yang cukup mencolok perbedaannya dengan mie yang di keluarkan Indomie
sebelumnya yaitu pada kemasan ada warna keemasan pada bagian atas dan letak posisi
merek Indomie berada di tengah produk ini hanya memiliki 3 varian saja.

4.6Indomie Taste of asia

Terinspirasi dari citarasa internasional, kini Indomie menghadirkan Indomie


Taste of Asia dengan varian dari resep yang telah mendunia seperti Indomie Tom Yum
ala Thailand yang begitu segar, Indomie Bulgogi ala Korea yang manis gurih khas
Bulgogi dan Indomie Laksa ala Singapura yang begitu gurih. Product tersebut
diluncurkan pada bulan November tahun 2013 dengan netto 90gr per bungkus, mi ini
juga memiliki kemasan yang berbeda pada setiap rasa yang dihadirkan ada gambar
siluet sesuai dengan ciri khas negara masing-masing. Bentuk mienya pun berbeda
dengan mi umumnya sedikit lebih besar dan menyerupai mi keriting hanya saja
gelombangnya tidak lebih merapat (banyak), jadi lebih berjarang dan warna mie juga
berbeda dengan mie kriting lebih hamper putih tapi unutk mi kriting lebih kuning.
4.7Indomie Kuliner Indonesia

Terinspirasi dari cita rasa khas kuliner lokal Indonesia asal Padang dan
Lamongan, Indomie kini hadir dengan Indomie Goreng rasa Dendeng Balado dan
Indomie rasa Soto Lamongan. Aroma yang khas dan topping ekstra lezat yang unik,
suguhkan rasa asli kuliner khas yang ngegigit dan mi tersebut di luncurkan pada bulan
September 2014 dengam netto hampir sama dengan mie umumnya yaitu 90gr varian
dikatakan kuliner Indonesia karena mewakilkan makanan khas daerah (provinsi) yang
terkenal tersebut secara umum.

4.8Indomie My Noodlez
Memperkenalkan Indomie My Noodlez yang diluncurkan pada bulan
September 2015, mie pertama untuk anak-anak yang dibuat dengan wortel dan rumput
laut dengan taburan topping crunchy yang seru. Untuk anak-anak yang gemar makan
mie instan, Indomie My Noodlez akan menjadi makanan favorit mereka karena
dilengkapi topping crunchy yang seru dengan rasa yang enak, Indomie My Noodlez
tersedia dalam 3 pilihan rasa yang lezat, Indomie Indomie Rasa Pizza Cheese, Rasa
Salmon Teriyaki, dan Indomie Rasa Rumput Laut dan netto 71gr selain itu bentuk
kemasan di buat menarik untuk anak-anak serta bentuk mi mentah bulat beda dengan
mie umumnya yaitu persegi panjang.
4.9Indomie Real Meat

Ini dia yang ditunggu-tunggu yaitu Indomie Real Meat yang diluncurkan bulan Februari
2016 dengan netto 110g, mie dengan daging dan topping asli dalam hal ini topping
tersebut sudah mateng tampa harus di masak lagi. Kemasannya pun berbeda lebih
ekslusif disbanding dengan mi Indomie yang diluncurkan yaitu dengan kotak. Tersedia
dalam 2 pilihan, Indomie Real Meat Ayam Jamur dengan daging ayam dan jamur asli,
dan juga Indomie Real Meat Rendang dengan daging sapi dan taburan kacang merah
asli. Aromanya menggoda dan rasanya menang banget.

4.10 Indomie Bite Mie


Kenalin nih Indomie Bite Mie yang diluncurkan pada bulan Mei 2016 bersamaan
dengan Indomie Real Meat memiliki netto 40gr, kali ini product tersebut berupa snack
mie bulet-bulet yang bisa lo mainin karena sangat kecil sehingga setiap kepingnya
tinggal dimakan sekali ‘bite’, jadi bisa lo makan dengan gaya sesuka hati di mana pun
dan kapan pun tanpa harus dimasak lagi. Ada rasa Pizza Barbeque, rasa Rumput Laut,
dan rasa Udang Tempura yang garingnya.
BAB V

PENUTUP

5.10 Kesimpulan
Brand Name yang telah melekat di masyarakat membuat Indomie tetap menjadi Market
Leader produk mie instant di Indonesia. Walaupun terjadi persaingan yang sangat ketat,
baik dengan grup Indofood itu sendiri (Sarimi, Supermie, Pop Mie) maupun Wingsfood
(Mie Sedaap) dan brand-brand lain, yang melakukan strategi pemasaran yang sangat gencar
yang patut untuk diwaspadai oleh Indomie. Berbagai inovasi dilakukan untuk
mempertahankan posisinya sebagai Brand Market Leader, salah satunya adalah keluarnya
produk terbaru Indomie “Indomie Goreng Cabe Ijo” dengan menonjolkan unsur sehat dan
back to nature. Keunggulan Indomie disbanding dengan produk lain antara lain: cita rasa
nusantara yang khas, terbuat dari tepung yang berkualitas tinggi, rasa bumbu yang khas
dengan kualitas premium, ekuitas pelanggan dan komitmen masyarakat yang tinggi
terhadap produk Indomie.

5.2Saran
PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Indomie harus meningkatkan kewaspadaan kepada
produksi mie lain dengan melakukan promosi yang sangat agresif, harus melakukan
gebrakan yang sangat luar biasa, harganya di bawah dari produk lain, ditambah
keunggulan-keunggulan lain, menentukan kualitas produk, memiliki kemampuan untuk
mengidentifikasi mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen yang heterogen, sehingga
dapat mengetahui dengan jelas kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut sesuai dengan
karakteristik dari masing-masing atau tidak. Melakukan riset pemasaran yang dilakukan
terhadap konsumen, sehingga dapat diketahui kebutuhan dan keinginan konsumen akan
suatu produk mie.
DAFTAR PUSTAKA

http://aditia101726.blogspot.com/2017/11/mie-instan-kebanggaan-indonesia-indomie.html

http://www.indomie.com/About/History