Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN

PRAKTIK PENGALAMAN BERACARA VIRTUAL DI SINTANG

OLEH :

( HENDRA KURNIAWAN )

( 021931785 )

( UPBJJ-UT )

FAKULTAS ILMU HUKUM


UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN

Kepala UPBJJ-UT Pontianak Pembimbing

Dr. Tati Rajati Agnesia Hartini, SH, L.L.M


NIP. 19590824 198602 2 001

Instruktur II Instruktur I

Ermawati Puspitasari, MH Kartika Meliana Yaswin, SH


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat


ALLAH SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang tak terbatas. Berkat karunia dan
rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Shalawat dan salam
kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita ke jalan yang
lurus dan diridhoi oleh ALLAH SWT.
Laporan Praktik Pengalaman Beracara ini telah kami susun dengan
maksimal. Penyelesaian laporan ini tidak lepas dari bantuan dan partisipasi dari
berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Dukungan dan
bantuan selalu diterima dari orang-orang terdekat selama menyelesaikan studi ini.
Maka dari itu, penulis berusaha menyampaikan banyak terima kasih sebanyak-
banyaknya pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaikan
laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan
yang terdapat di dalamanya dan tidak akan pernah mencapai hasil yang sempurna.
Oleh karena itu, penulis harapkan kritik dan saran terhadapat laporan ini. Semoga
laporan ini dapat menjadi sebuah sumbangan bagi ilmu pengtahuan bagi khalayak
ramai.

Sintang, 2 Desember 2018

Hendra kurniawan
DAFTAR ISI

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN BERACARA ......................................................... 1


LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................................... 2
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. 3
Daftar Isi................................................................................................................................... 4
BAB I ....................................................................................................................................... 6
A. Latar Belakang Kegiatan ............................................................................................... 6
B. Maksud Dan Tujuan ...................................................................................................... 7
C. Tempat Pelaksanaan ...................................................................................................... 7
D. Jadwal dan Waktu ......................................................................................................... 7
BAB II ...................................................................................................................................... 8
A. Kegiatan Umum ............................................................................................................ 8
B. Proses Penanganan Perkara ........................................................................................... 8
BAB III .................................................................................................................................. 10
A. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana dan Perdata : ..................................... 10
1. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana :. ............... .......................... 10
a. Jenis Kasus........................................................................................................... 10
b. Uraian Persidangan .............................................................................................. 10
2. Observasi Proses Peradilan Kasus Perdata :Error! Bookmark not
defined.
a. Jenis Kasus........................................................... Error! Bookmark not defined.
b. Uraian Persidangan .............................................. Error! Bookmark not defined.
B. Simulasi Beracara Kasus Pidana ................................. Error! Bookmark not defined.

BERITA ACARA PEMERIKSAAN .............................. Error! Bookmark not defined.


1. KETERANGAN SAKSI
2.KETERANGAN SAKSI
3.KETERANGAN TERSANGKA
SURAT D A K W A A N ...................................................................... 12
S U R A T – T U N T U T A N ...................... Error! Bookmark not defined.
I. PENDAHULUAN ............................................... Error! Bookmark not defined.
II. FAKTA SIDANG ................................................ Error! Bookmark not defined.
III. ANALISA FAKTA .............................................. Error! Bookmark not defined.
I. ANALISA YURIDIS ........................................... Error! Bookmark not defined.
KEJAKSAAN NEGERI ............................. ....Error! Bookmark not defined.
HAL : Surat Duplik........................................ Error! Bookmark not defined.
RINGKASAN PUTUSAN NO ..................... Error! Bookmark not defined.
C. Simulasi Beracara Kasus Perdata : .............................. Error! Bookmark not defined.
SURAT KUASA KHUSUS ........................... Error! Bookmark not defined.
BAB IV KESIMPULAN ....................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ............................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kegiatan

Praktik Pengalaman Beracara merupakan kegiatan rutin yang dicanangkan

oleh Universitas Terbuka sebagai salah satu wadah untuk membentuk Sumber

Daya Manusia yang bermutu setiap tahunnya. Praktik Pengalaman Beracara

mengajarkan Mahasiswa mengenai tata cara beracara di peradilan, mulai dari

membuat surat kuasa gugatan atau tuntutan, eksepsi, replik, duplik, pledoi,

putusan, dan lain-lain. Mahasiswa menjadi lebih berpengalaman dalam dunia

kerja yang sesungguhnya. Disamping itu Mahasiswa juga akan lebih mengerti

cara kerja Instansi Peradilan secara riil setelah melakukan Praktik Pengalaman

Beracara. Melalui program Praktik Pengalaman Beracara ini pihak Universitas

Terbuka diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan profesionalitas

lulusannya.
B. Maksud Dan Tujuan

Maksud dan Tujuan dari kegiatan Praktik Pengalaman Beracara ini adalah :

1. Memberikan pengalaman serta wawasan praktik pada Mahasiswa /

Mahasiswi tentang proses peradilan dari mulai penerimaan, pemeriksaan

dan penyelesaian perkara berdasarkan teori yang diperoleh selama proses

pendidikan.

2. Memberikan bekal keterampilan bagi Mahasiswa / Mahasiswi dalam

kelengkapan administrasi peradilan dan seluruh kelengkapan litigasi yang

berhubungan dengan perkara - perkara yang diajukan ke Pengadilan.

3. Mahasiswa / Mahasiswi dapat memperoleh pengetahuan sistem atau tata

cara peradilan di Pengadilan Negeri.

4. Mengetahui fungsi dan wewenang Pengadilan Negeri dan juga

Mahasiswa / Mahasiswi dapat lebih tahu dan mengerti tentang proses

beracara pidana serta perdata pada Pengadilan Negeri

C. Tempat Pelaksanaan

Praktik Pengalaman Beracara Perdata dan Pidana dilaksanakan pada SMP

Negeri 02 Sintang Provinsi Kalimantan Barat.

D. Jadwal dan Waktu

Praktik Pengalaman Beracara di Pengadilan Negeri Sintang dilaksanakan

pada tanggal 13 Oktober 2018 sampai dengan 2 Desember 2018


BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PRAKTIK PENGALAMAN
BERACARA

A. Kegiatan Umum

Dalam kegiatan Praktik Pengalaman Beracara, kami mengamati video secara

virtual yang mana kami diharuskan mengikuti proses kegiatan persidangan

tersebut. Di mana kami mengikuti 2 persidangan mengenai Pidana dan

persidangan mengenai Perdata.

B. Proses Penanganan Perkara

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk

menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan Pasal 24 ayat

(1) Undang - Undang Dasar pasca Amandemen. Kekuasaan kehakiman

dilaksanakan oleh Mahkamah Agung RI, Badan-badan peradilan lain dibawah

Mahkamah Agung (Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Militer, Peradilan Agama)

serta Mahkamah Konstitusi (Pasal 24 ayat 2 Undang-Undang Dasar

1945).Penyelenggaraan kekuasaan Kehakiman tersebut diserahkan kepada badan-

badan peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan

Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi dengan tugas pokok untuk

menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang

diajukan kepadanya). Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) Peradilan

Umum adalah salah satu pelaksana kekuasaan Kehakiman bagi rakyat pencari

keadilanpada umumnya (Pasal 2 UU No.2 Tahun 1984). Pengadilan Negeri


bertugas dan berwenang,memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan

perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama (Pasal 50 UU No.2 Tahun

1986) Pengadilan dapat memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat

tentang hukum kepadainstansi pemerntah di daerahnya apabila diminta (Pasal 52

UU No.2 Tahun 1986). Selain menjalankan tugas pokok, pengadilan dapat

diserahi tugas dan kewenangan lain oleh atau berdasarkan Undang-Undang.


BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN BERACARA

A. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana dan Perdata :

1. Observasi Proses Peradilan Kasus Pidana :

a. Jenis Kasus

Kami selaku Mahasiswa yang melaksanakan Praktek Pengalaman Beracara


melakukan penelitian dan pengamatan terhadap jalanya sidang beracara Tindak
Pidana Korupsi. Nomor perkara : No. Reg: 07/Pid.Sus/2013/PN. SEMARANG Perkara
Tindak Pidana Korupsi , Terdakwa An. ARJUNA ARDI, SE Bin MUDASIR, Korupsi
mengenai dana pembangunan jembatan dengan kerugian negara Rp. 1.6 Miliyar

b. Uraian Persidangan

Terdakwa : ARJUNA ARDI, S.E. Bin. MUDASIR

Hakim Ketua : FOURLIAN LUMBAT TORUAN SH. MH.

Hakim Anggota : ADRIANA AGUSTA SH. MH.

Hakim Anggota : YULIANA SAFITRI, SH. MH.

Panitera Pengganti : AHMAD HENDRA

Jaksa : SRI LUKMINI S.H.

Penasehat Hukum : DEWI ASTUTI S.H.

Setelah sidang dibuka dan terbuka untuk umum, hakim ketua majelis

memerintahan kepada jaksa penuntut umum untuk menghadapkan terdakwa ke muka

persidangan. Terdakwa maju ke depan persidangan dalam keadaan bebas. Atas

pertanyaan hakim ketua, terdakwa menyatakan dalam keadaan sehat serta bersedia

mengikuti persidangan dan penuntutan perkaranya pada hari itu.

Selanjutnya atas pertanyaan hakim ketua terdakwa mengakui.


Terdakwa
Nama : ARJUNA ARDI, SE Bin MUDASIR;
Tempat lahir : Semarang,
Umur/Tgl. lahir : 40 tahun / 10 Juli 1977;
Jenis kelamin : Laki – Laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Jalan Kartenegara selatan No. 12 Kota Semarang;
Agama : Islam;
Pekerjaan : PNS.
Dalam surat dakwaan pada persidangan sebelumnya jaksa penuntut umum
menyatakan bahwa terdakwa secara terbukti melakukan tindak pidana‘ pencurian dalam
keadaan memberatkan’’
Dalam persidangan ini, sebelum petugas menjadi saksi maka saksi harus terdakwa
juga telah mengakui perbuatannya dan memohon agar diberi keringanan hukuman dengan
alasan terdakwa menyesal, merasa bersalah serta berjanji untuk tidak mengulangi
perbuatannya. Dalam persidangan ini jaksa memperlihatkan barang bukti yaitu berupa barang
bukti dan telah diakui oleh saksi bahwa barang bukti tersebut yang di temukan saat
menangkap terdakwa.
Selanjutnya jaksa penuntut umum menyatakan terdakwa, secara sah dan meyakinkan
menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan.
Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa ARJUNA ARDI SE. bin
MUDASIR ke dalam Rumah Tahanan Negara Semarang di Semarang untuk menjalani
pidana penjara 8(delapan) bulan. masa penangkapan dan penahanan yang telah di jalani
terdakwa di kurangkan seluruhnya dari lama nya pidana yang di jatuhkan , TERDAKWA
berada di tahanan sementara dengan perintah TERDAKWA tetap ditahan.membebankan
kepada terdakwa untuk membayar perkata sejumlah Rp.5000 (lima ribu rupiah ).
KEJAKSAAN NEGERI SEMARANG
“ UNTUK KEADILAN”

SURAT DAKWAAN
NO. Dakwaan : GSE/10/KPK/01/12/2012
Identitas Terdakwa :
Nama : ARJUNA ARDI, SE Bin MUDASIR;
Tempat lahir : Semarang,
Umur/Tgl. lahir : 40 tahun / 10 Juli 1977;
Jenis kelamin : Laki – Laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Jalan Kartenegara selatan No. 12 Kota Semarang;
Agama : Islam;
Pekerjaan : PNS.

Penahanan :
Oleh Penyidik : Hendra Kurniawan
Diperpanjang oleh Kajari : 21 Januari 2016

Dakwaan :

------ Bahwa pada tanggal 21 februari 2011, saksi dan terdakwa bertemu di secretariat badan
koordinasi sertifikasi provinsi jawa tengah guna menyerahkan proposal proyek dana bantuan
proyek jembatan kali dan sekaligus meminta bantuan kepada terdakwa untuk memfasilitasi
diterimanya proyek pada pihak gubernur, bappenas jawa tengah dan bersiap membantu
kelancaran dengan cara apabila dana bantuan yang diperoleh maka 1/3 bagiannya yaitu 1,6
milliar rupiah harus diserahkan pada diri terdakwa sebagai imbalan. Bahwa pada 1 maret
2011 terdapat mr.x selaku pejabat bappenas di kantor bappenas provinsi jawa tengah untuk
membicarakan kelanjutan dana bantuan social yang diberikan oleh saksi nadina simanjuntak
agar mencairkan dana bantuan social sebesar 5 milliar rupiah sesuai dengan estimasi yang
terkandung dalam produk proposal permohonan dana. 20 juni 2011, dana bantuan
pembangunan jembatan dicairkan oleh saksi nadina simanjuntak dari bapenas sebesar 1,6
milliar rupiah plus sesuai dengan kesepakatan terdakwa meminta pada saksi nadina
simanjuntak untuk menarik sejumlah dana sebesar 1 miliar rupiah secara bertahap
menghindari kecurigaan penggelapan dirinya dan sisanya sebesar 600 juta rupiah untuk
diberikan pada terdakwa secara tunai. Transaksi dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali,
sebesar 350 juta rupiah di 7 juli 2011, sebesar 377 juta rupiah pada 9 juli 2011 dan sejumlah
273 juta rupiah pada 10 juli 2011 yang keseluruhannya merupakan setoran tunai atas nama
saksi nadina simanjuntak. Atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dan nadina simanjuntak
merupakan perbuatan yang telah mmemperkaya diri sendiri dan orang lain. Transaksi
diberikan secara tunai dan melalui transfer antar bank merupakan perbuatan melawan hukum.
Transaksi yang dilakukan sebesar 1 milliar 600 juta rupiah, atas perbuatan ini telah
merugikan perekonomian Negara. Bahwa pada 15 desember 2011, mr x yang bertugas di
bapenas melakukan pengamanan atas kejahatan dan harus mempertanggungjawabkan proyek
pembangunan jembatan pada kpk dengan nomor laporan 079/lp/kpk/12/2011. Perbuatan
terdakwa tersebut diatas diancam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-
undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20
tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto pasal
64 ayat (1) KUHP. Mr.x sebagai pejabat bapenas bersama dengan nadina simanjuntak
sebagai yang terlaporkan sehingga dengan demikian dengan tujuan menguntuungkan diri
sendiri dan orang lain atas sebuah korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan
kesempatan dalam kekuatan pada jabatan dan kedudukan dan merugikan perekonomian
Negara berdasarkan dengan cara sebagai berikut (telah dibacakan). Diancam pidana dan
hukum pidana mengenai tindak pidana korupsi dalam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1)
huruf b undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan
undang-undang no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal
55 ayat (1) junto pasal 64 ayat (1) KUHP.:-------------------------------------------------------------

Semarang, 21 Januari 2013


JAKSA PENUNTUT UMUM

HENDRA KURNIAWAN.
Jaksa Pratama NIP. 19821109 200501 1 001
TUNTUTAN PIDANA
NO.REG. PERK: GSE 10/KPK/1/12/2012

I. PEDAHULUAN
Majelis hakim yang kami muliakan, saudara jaksa penuntut umum serta
hadirin persidangan yang kami hormati, Pertama-tama marilah kita panjatkan puji
sukur kehadrat tuhan yang maha esa karena dengan nikmat kesehatan yang
diberikannya, kita semua yang hadir dalam persidangan ini dapat mengikuti
peroses persidangan yang mulia ini.
Oleh karena itu, kami selaku Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Semarang. Dengan memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkaran atas
nama terdakwa.

IDENTITAS TERDAKWA :
Nama : ARJUNA ARDI, SE Bin MUDASIR;
Tempat lahir : Semarang,
Umur/Tgl. lahir : 40 tahun / 10 Juli 1977;
Jenis kelamin : Laki – Laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat tinggal : Jalan Kartenegara selatan No. 12 Kota
Semarang;
Agama : Islam;
Pekerjaan : PNS.

Majelis Hakim yang terhormat,


Sidang Pengadilan yang kami muliakan,

-----Berdasarkan Surat Penetapan Hakim pada Pengadilan Negeri Semarang tanggal 21


Januari 2013 Nomor : 12/Pid.B/10/2013 dan surat pelimpahan acara pemeriksaan biasa
nomor : PDS-02/O.4.14/Fpk.1/03/2013 Tanggal 12 Maret 2013 Terdakwa dihadapkan ke
depan persidangan dengan dakwaan sebagai berikut :
DAKWAAN:

------ Bahwa pada tanggal 21 februari 2011, saksi dan terdakwa bertemu di secretariat badan
koordinasi sertifikasi provinsi jawa tengah guna menyerahkan proposal proyek dana bantuan
proyek jembatan kali dan sekaligus meminta bantuan kepada terdakwa untuk memfasilitasi
diterimanya proyek pada pihak gubernur, bappenas jawa tengah dan bersiap membantu
kelancaran dengan cara apabila dana bantuan yang diperoleh maka 1/3 bagiannya yaitu 1,6
milliar rupiah harus diserahkan pada diri terdakwa sebagai imbalan. Bahwa pada 1 maret
2011 terdapat mr.x selaku pejabat bappenas di kantor bappenas provinsi jawa tengah untuk
membicarakan kelanjutan dana bantuan social yang diberikan oleh saksi nadina simanjuntak
agar mencairkan dana bantuan social sebesar 5 milliar rupiah sesuai dengan estimasi yang
terkandung dalam produk proposal permohonan dana. 20 juni 2011, dana bantuan
pembangunan jembatan dicairkan oleh saksi nadina simanjuntak dari bapenas sebesar 1,6
milliar rupiah plus sesuai dengan kesepakatan terdakwa meminta pada saksi nadina
simanjuntak untuk menarik sejumlah dana sebesar 1 miliar rupiah secara bertahap
menghindari kecurigaan penggelapan dirinya dan sisanya sebesar 600 juta rupiah untuk
diberikan pada terdakwa secara tunai. Transaksi dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali,
sebesar 350 juta rupiah di 7 juli 2011, sebesar 377 juta rupiah pada 9 juli 2011 dan sejumlah
273 juta rupiah pada 10 juli 2011 yang keseluruhannya merupakan setoran tunai atas nama
saksi nadina simanjuntak. Atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dan nadina simanjuntak
merupakan perbuatan yang telah mmemperkaya diri sendiri dan orang lain. Transaksi
diberikan secara tunai dan melalui transfer antar bank merupakan perbuatan melawan hukum.
Transaksi yang dilakukan sebesar 1 milliar 600 juta rupiah, atas perbuatan ini telah
merugikan perekonomian Negara. Bahwa pada 15 desember 2011, mr x yang bertugas di
bapenas melakukan pengamanan atas kejahatan dan harus mempertanggungjawabkan proyek
pembangunan jembatan pada kpk dengan nomor laporan 079/lp/kpk/12/2011. Perbuatan
terdakwa tersebut diatas diancam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-
undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20
tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto pasal
64 ayat (1) KUHP. Mr.x sebagai pejabat bapenas bersama dengan nadina simanjuntak
sebagai yang terlaporkan sehingga dengan demikian dengan tujuan menguntuungkan diri
sendiri dan orang lain atas sebuah korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan
kesempatan dalam kekuatan pada jabatan dan kedudukan dan merugikan perekonomian
Negara berdasarkan dengan cara sebagai berikut (telah dibacakan). Diancam pidana dan
hukum pidana mengenai tindak pidana korupsi dalam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1)
huruf b undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan
undang-undang no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal
55 ayat (1) junto pasal 64 ayat (1) KUHP.:-------------------------------------------------------------

FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN:

Bapak Hakim Ketua dan Sidang Majelis yang kami hormati.

Sebagaimana telah terungkap di persidangan, bahwa TERDAKWA tidak mengakui dakwaan


yang telah didakwakan kepada mereka. Untuk membuktikan dakwaan tersebut telah
didengarkan oleh saksi-saksi dan adanya barang bukti yang diajukan di persidangan sebagai
berikut: (dianggap telah dibacakan)

ANALISIS FAKTA:

Bahwa dari fakta-fakta persidangan yang telah kami uraikan di atas tadi, maka
dapatlah kami simpulkan sebagai berikut: dianggap telah dibacakan

ANALISIS YURIDIS:

Majelis Hakim dan Penasehat Hukum yang kami hormati, Para hadirin sidang yang
berbahagia.

Sebagaimana telah diuraikan di atas TERDAKWA yang telah didakwa oleh Jaksa
Penuntut Umum dalam dakwaan yang disusun secara subsidernis maka kami akan
membuktikan dakwaan-dakwaan tersebut. Bahwa TERDAKWA telah didakwa dengan
dakwaan-dakwaan sebagai berikut : dianggap telah dibacakan

Untuk itu akan kami buktikan terlebih dahulu dakwaan primer. Unsur-unsur dalam dakwaan
primer:
1. UNSUR SETIAP ORANG,

- bahwa setiap orang harus mampu mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya


dan dalam perkaran ini adalah terdakwa yang dianggap sehat dan dewasa untuk
mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang telah dilakukannya. Dengan
demikian unsur-unsur setiap orang telah terpenuhi

2. UNSUR MELAWAN HUKUM,

- bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diungkap di persidangan.


Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana telah diatur dan diancam pidana dalam
pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang nomor 31 tahun
1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20 tahun 2001
tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto pasal
64 ayat (1) KUHP. Dengan demikian berdasarkan fakta-fakta yang telah
dibuktikan, unsur secara melawan hukum telah terpenuhi.

3. UNSUR MEMPERKAYA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN ATAU


SEBUAH KORPORASI,

- bahwa perbuatan terdakwa yang telah menerima aliran dana sebesar 350jt rupiah
pada 7 juni 2011, aliran dana sebesar 377jt rupiah pada 9 juni 2011 dan aliran
dana sebesar 273jt rupiah pada 10 juni 2011 serta menerima dan tunai sebesar
600jt rupiah merupakan perbuatan memperkaya diri sendiri. Dengan demikian
berdasarkan fakta-fakta yang ada dalam pembuktian, unsur memperkaya diri
sendiri dan orang lain telah terpenuhi.

4. UNSUR DAPAT MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA DAN


PEREKONOMIAN NEGARA,

- bahwa berdasarkan perbuatan terdakwa bersama dnegan saksi nadina simanjuntak


telah menerima sebesar 1 milliar 600 juta rupiah. Atas perbuatan terebut, telah
merugikan perekonomian Negara. Dengan demikian, berdasarkan fakta-fakta yang
ada dalam pembuktian, unsur merugikan keungan Negara dan perekonomian
Negara telah terpenuhi.

5. UNSUR YANG DILAKUKAN DAN TURUT MELAKUKAN PERBUATAN,

- bahwa sesuai fakta fakta di persidangan, terdapat dalam bukti yang sama dengan
saksi nadina simanjuntak. Dengan demikian berdasarkan fakta-fakta yang ada
dalam sidang pembuktian, unsur yang dilakukan dan turut melakukan perbuatan
telah terpenuhi.

6. UNSUR PERBUATAN YANG DILURUSKAN

- bahwa terdapat perbuatan-perbuatan antara 21 februari 2011 sampai dengan 8 juli


2011. Dengan demikian unsur perbuatan yang diluruskan telah terpenuhi.

Bahwa oleh karena semua unsur yang termuat dalam dakwaan telah terpenuhi, maka
subsidair tidak perlu diungkapkan lagi.

KESIMPULAN:

Maka dari keterangan saksi-saksi dirilis tersebut di atas, oleh karena itu kami
menyimpulkan bahwa :

1. Semua unsur dalam pasa 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang nomor
31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20 tahun 2001
tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto pasal 64 ayat (1)
KUHP telah terpenuhi.

2. Terdakwa ARJUNA ARDI, SE. telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan
tindak pidana korupsi dalam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang
nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20 tahun
2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto pasal 64 ayat
(1) KUHP sebagaimana tersebut dalam dakwaan primer jaksa penuntut umum.
TUNTUTAN PIDANA:

Majelis hakim yang kami muliakan dan hadirin sidang yang terhormat

Sebelum kami mengajukan tuntutan pidana terhadap Terdakwa, perkenankanlah kami


mengajukan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan dalam tuntutan pidana antara lain :

Hal-hal yang memberatkan :

1. Terdakwa tidak mengakui perbuatan yang dilakukannya

2. perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan dan perekonomian Negara

3. perbuatan terdakwa merusak citra lembaga public yang seharusnya mengabdi pada
kepentingan masyarakat banyak

Hal-hal yang meringankan :

1. Terdakwa berlaku sopan dalam persidangan

2. Terdakwa belum pernah dihukum

Kami selaku jaksa penuntut umum pada perkara ini dengan memperhatikan ketentuan
undang-undang yang bersangkutan

MENUNTUT

Supaya Hakim atau Majelis Hakim Pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri
Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan:

1. Menyatakan bahwa terdakwa Arjuni Ardi SE. telah terbukti secara sah dan
meyakinkan mendukung dan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang
dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang
nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20
tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) junto
pasal 64 ayat (1) KUHP sesuai dengan dakwaan primer penuntut umum.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ARJUNA ARDI SE. dengan pidana penjara
selama 20 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah
tetap ditahan, pidana denda sebesar Rp. 10.000.000.000 (Sepuluh milliar rupiah),
subsidair pidana kurungan pengganti selama 8 (delapan) bulan serta membayar uang
pengganti sebesar Rp. 5.000.000.000 (lima milliar rupiah) dan jika terpidana tidak
membayar uang pengganti paling lambat 1 bulan setelah putusan pengadilan
memperoleh kekuatan hukum tetap, maka biaya beserta uang kpk yang dilelang untuk
menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak memiliki uang yang
mencukupi, maka dipidana penjara selama 12 bulan.

3. Menyatakan terhadap barang bukti berupa: dianggap telah dibacakan. Dikembalikan


pada kpk untuk dijadikan sebagai barang bukti dalam cara lain.

4. Menetapkan supaya Terdakwa ARJUNA ARDI S.E.membayar biaya perkara sebesar


Rp. 5.000 ( Lima ribu rupiah )

Demikian surat tuntutan pidana ini Kami bacakan dan diserahkan pada persidangan
hari ini, senin 21 januari 2013.

JAKSA PENUNTUT UMUM

HENDRA KURNIAWAN.
Jaksa Pratama NIP. 19821109 200501 1 001