Anda di halaman 1dari 29

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN


DI PUSKESMAS JATIBARU
KECAMATAN CIASEM
KABUPATEN SUBANG

Oleh :

Defi Mayaningrum, S.Gz


Nosis : 201904073400

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan II Tahun 2019

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI


PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI
BANDUNG
2019
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI

PENJELASAN COACH
TENTANG KEMAMPUAN PESERTA
Nama Peserta Diklat : Defi Mayaningrum, S.Gz
Nosis : 201904073400

Saya menilai peserta Sangat Mampu/ Mampu / Kurang Mampu/ Tidak


Mampu untuk menyusun Rancangan Aktualisasi dan Habituasi, dengan
penjelasan sebagai berikut :
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

Bandung, April 2019


COACH,

M. ICHWAN, S.S, M.Pd


PENDA TK.I NIP 197805052008101001
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah


membeikan Rahmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dengan judul “Rancangan
Aktualisasi Habituasi Nilai-nilai Dasar Profesi ASN di Puskesmas Jatibaru
Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang” yang merupakan salah satu
tugas dalam Diklatsar CPNS Golongan III di Pusat Pendidikan
Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan POLRI.
Dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi ini penulis banyak
mendapat bimbingan, bantuan dan dorongan semangat akademik
maupun non akademik. Untuk itu pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
Oleh karena itu, sewajarnya dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada :
1. KOMBESPOL Drs. Bobyanto, I.O.R. Adoe selaku Kepala Administrasi
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Republik Indonesia
2. AKBP Mohamad Rois, S. Ik,. MH selaku Wakil Kepala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Polisi Republik Indonesia
3. AKBP Dr. Hanjaya Fatah S.Pd., M.M.Pd, selaku Kepala Bagian
Pendidikan dan Pelatihan
4. AKBP Grace K. Rahakbau, S.Ik., M.Si selaku Kepala Bagian Tenaga
Pendidik
5. AKBP Drs. Kasman Hindriana, M.M.Pd, selaku Kepala Bagian
Bimbingan Siswa
6. PENDA TK I M. Ichwan, S.S, M.Pd., selaku Coach yang telah
memberikan bimbingan, arahan dan motivasi kepada penulis
7. dr. Syamsu Ryza, selaku Mentor yang telah memberikan arahan,
saran dan motivasi kepada penulis

i
8. AKBP Ale S, selaku Patun penyusun yang telah memberikan ilmu
serta motivasi selama masa Diklatsar CPNS berlangsung
9. Para Widyaiswara Pusdikmin Lemdiklat Polri Bandung yang telah
memberikan ilmu dan pengalamannya terkait nilai-nilai dasar Profesi
PNS selama masa on campus.
10. Orang tua yang selalu memberikan dukungan sehingga penulis dapat
menjalani rangkaian kegiatan Diklatsar CPNS dengan baik.
11. Teman-teman angkatan II Diklatsar CPNS khususnya Ton B atas ilmu
yang dibagikan, semangat dan motivasi selama masa Diklatsar CPNS
berlangsung
12. Kepada semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan namanya
satu persatu yang telah membantu penulis dalam bentuk apapun
sehingga penulisan Laporan Rancangan Aktualisasi ini dapat
terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa laporan Rancangan Aktualisasi ini masih
jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang membangun dari
pembaca sangat diperlukan untuk penyempurnaan laporan ini dan
meningkatkan mutu penulis dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA
dalam setiap kegiatan. Dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak.

Bandung, 2 Mei 2019


Penulis

Defi Mayaningrum, S.Gz


NOSIS : 201904073400

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR .............................................................................................i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
1. Gambaran Umum Organisasi .................................................................. 2
2. Visi dan Misi Organisasi ........................................................................... 2
3. Tugas dan Fungsi Organisasi ................................................................. 2
4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja ................................................................... 4
5. Struktur Organisasi Puskesmas .............................................................. 4
B.Tujuan ................................................................................................................. 5
C.Manfaat .............................................................................................................. 6
BAB II KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI................................7
A.Kegiatan ............................................................................................................. 7
1.Kegiatan: Konseling Gizi ............................................................................. 7
2.Kegiatan: Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu .............................. 10
3.Kegiatan: Pengecekan Kandungan Yodium Pada Garam Konsumsi 12
4.Kegiatan : Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri ............ 15
5.Kegiatan : Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) .................. 17
B.Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi ............................................ 19
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN........................................................21
A.Kesimpulan ...................................................................................................... 21
B.Saran ................................................................................................................ 21

iii
1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-undang ASN no.5 tahun 2014 pada pasal
1 angka 1, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai
negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja
yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN memiliki fungsi,
yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta
perekat dan pemersatu bangsa (Pasal 10 UU no.5, 2014). Kompetensi
yang dibangun dalam pendidikan dan pelatihan dasar CPNS adalah
menjadikan PNS sebagai pelayan publik yang memiliki kemampuan
mengaktualisasikan lima nilai dasar yaitu Akuntabilitas,
Nasinonalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA).
Peran ASN dibidang kesehatan adalah mewujudkan pelayanan
kesehatan yang berkualitas prima di pelayanan kesehatan. Pelayanan
kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat (Kurnia, 2018). Pelayanan kesehatan yang paling dekat
dengan masyarakat adalah Puskesmas (Pusat Kesehatan
Masyarakat). Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat yang diselenggarakan
di Puskesmas adalah pelayanan gizi. Nutrisionis adalah Pegawai
Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara
penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis
fungsional dibidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik baik di
masyarkat maupun rumah sakit.
2

Puskesmas Jatibaru memiliki sumber daya manusia yang terdiri


dari dokter umum 2 orang, perawat 14 orang, perawat gigi 1 orang,
bidan 17 orang, bidan desa 4 orang, tenaga farmasi 2 orang, tenaga
administrasi 1 orang, supir 1 orang, kebersihan 1 orang dan
keamanan 1 orang.
Berdasarkan standar ketenagaan pada Permenkes No 75
tahun 2014, Puskesmas Jatibaru merupakan puskesmas pedesaan
dengan non perawatan yang masih kekurangan tenaga gizi. Sehingga
pelayanan gizi masih kurang optimal di wilayah desa yang lain.
Kurangnya minat masyarakat tentang gizi juga menjadi salah satu
alasan kurang optimalnya pelayanan gizi. Hal ini membuat penulis
berkeinginan untuk mensosialisasikan kembali pelayan yang ada di
puskesmas. Maka, penulis mengangkat isu Mengoptimalkan
Pelayanan Gizi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas
Jatibaru.
Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mensosialisasikan
pelayanan gizi di masyarakat adalah melakukan konseling gizi,
pemantauan pertumbuhan di posyandu, pengecekan kandungan
yodium pada garam konsumsi, edukasi pencegahan anemia pada
remaja putri dan edukasi 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

1. Gambaran Umum Organisasi


a. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang berada di jalan Letjend.
Suprapto Subang no. 103, Karanganyar, kecamatan subang. Pada
tahun 2016, jumlah fasilitas kesehatan dasar, seperti Puskesmas
telah tesedia 40 buah sebagai berikut :
1) Puskesmaas Serangpanjang
2) Puskesmas Sagala Herang
3) Puskesmas Jalan Cagak
4) Puskesmas Palasari
2

5) Puskesmas Kasomalang
6) Puskesmas Cisalak
7) Puskesmas Tanjungsiang
8) Puskesmas Tanjungwangi
9) Puskesmas Cirangkong
10) Puskesmas Cipunagara
11) Dst

b. Puskesmas Jatibaru
1) Georgrafis
Puskesmas Jatibaru terletak di wilayah Kecamatan Ciasem
dengan luas wilayah adalah ± 17.116,484 Ha. Wilayah kerja
meliputi 3 Desa, yaitu
a) Desa Jatibaru
b) Desa Dukuh
c) Desa Ciasem Hilir

2) Batas Wilayah
Batas-batas wilayah kerja Puskesmas Jatibaru Kecamatan
Ciasem, sebagai berikut :
a) Sebelah Utara : Kecamatan Blanakan
b) Sebelah Selatan : Kecamatan Cikaum
c) Sebelah Barat : Kecamatan PatokBeusi.
d) Sebelah Timur : Kecamatan Pamanukan.

2. Visi dan Misi Organisasi


a. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang
1) Visi
Dinas kesehatan kabupaten subang memiliki visi,
“Masyarakat Subang Mandiri Gotong Royong Untuk Hidup Sehat”.
2

2) Misi
Dalam mewujudkan visi Dinas Kesehatan Kabupaten
Subang yang telah dijabarkan, maka ditetapkan misi sebagai
berikut :
a) Meningkatkan aksesibilitas dan mutu upaya kesehatan
b) Memantapkan manajemen kesehatan yang dinamis dan
akuntabel
c) Memberdayakan masyarakat

b. Puskesmas Jatibaru
1) Visi
Puskesmas Jatibaru menetapkan Visi, “Terwujudnya
Masyarakat Wilayah Kerja Jatibaru JAWARA RAGA”.
2) Misi
Untuk mewujudkan capaian visi Puskesmas Jatibaru yang telah
dijabarkan, maka ditetapkan misi sebagai berikut :
a) Menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
b) Meningkatkan peran serta dan kemandirian masyarakat untuk
hidup sehat.
c) Meningkatkan manajemen puskesmas serta profesionalisme
sumber daya manusia.

3. Tugas dan Fungsi Organisasi


a. Dinas Kabupaten Subang
1) Tugas Pokok
Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok membantu Bupati
melaksanakan urusan Pemerintahan dibidang Kesehatan yang
menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
diberikan kepada Pemerintah Kabupaten.
3

2) Fungsi
(a) Perumusan kebijakan teknis bidang Kesehatan
(b) Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum
dibidang Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
oleh Bupati
(c) Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang Kesehatan
(d) Pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian serta urusan
keuangan dan barang daerah.

b. Puskesmas
1) Tugas Pokok
Menurut Peraturan Bupati Subang No. 15 Tahun 2018, Unit
pelaksana Teknis Daerah Puskesmas mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas teknis operasional dibidang
pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebijakan Kepala
Dinas.
2) Fungsi
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tahun 2014,
Puskesmas memiliki fungsi yaitu
a) Penyenggara UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan
dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat.
b) Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah suatu kegiatan
dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang
ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan
penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan
memulihkan kesehatan perseorangan.
4

4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja


Menurut Kepmenpan No 23 Tahun 2001, Nutrisionis adalah
Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan
wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk
melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan gizi,
makanan dan dietetik baik di masyarakat maupun rumah sakit.
Nutrisionis Ahli adalah Jabatan Fungsional Nutrisionis keahlian yang
pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatan yang berkaitan dengan
perkembangan pengetahuan, penerapan konsep, teori, ilmu, dan seni
untuk mengelola kegiatan pelayanan gizi, makanan dan dietetik serta
pemberian pengajaran dengan cara sistematis dan tepat guna di
bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik.
Tugas pokok nutrisionis adalah melaksanakan pelayanan di
bidang gizi, makanan dan dietetik yang meliputi pengamatan,
penyusunan program, pelaksanaan, penilaian gizi perorangan,
kelompok di masyarakat dan di Rumah Sakit.
5

5. Struktur Organisasi Puskesmas

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS JATIBARU

KEPALA PUSKESMAS

KASUBBAG
TATA USAHA

SIMPUS KEPEG RUMAH KEUANG


TANGGA AN

PJ UKM PJ UKP PJ JARINGAN DAN


JEJARING

UKM KOORDINATOR BP UMUM


UKM ESSENSIAL PUSTU
PENGEMBANGAN KOORDINATOR BP GIGI DAN POLINDES
MULUT POSBINDU
KOORDINATOR BP KIA/KB POSYANDU
DAN PERSALINAN PUSLING
PEL PROG UKGS/UKGMD KOORDINATOR BP LANSIA
PEL PROGRAM
PEL PROG KES INDERA KOORDINATOR UGD
PROMKES
PEL PROG KES JIWA KOORDINATOR PONED
PEL PROG KIA/KB
PEL PROG KESTRAD KOORDINATOR PEL
PEL PROG GIZI
PEL PROG LANSIA KEFARMASIAN
PEL PROG KESLING
KOORDINATOR PEL
PEL PROG P2P PEL PROG KESIA
PEL PROG KESORGA LAB/PENUNJANG
PEL PROG UKS
DLL

PUSKESMAS

B. Tujuan
Berdasarkan isu tersebut, diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan masyarakat, mensosialisasikan kembali pelayan yang
ada di puskesmas dan masyarakat dapat menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Diharapkan dapat menjadi pedoman dalam
6

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasonalisme, Etika


Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).

C. Manfaat
1. Peserta Didik
Peserta didik mampu menjadi Aparatur Sipil Negara yang selalu
menjalankan nilai-nilai ANEKA dalam melaksanakan setiap kegiatan
sesuai tugas dan fungsi, sehingga mampu menjadi ASN yang terampil
dan profesional di bidangnya.
2. Organisasi
Organisasi mampu menciptakan pelayanan yang prima dan
bermutu, yang dapat memenuhi harapan masyarakat. Sehingga
kesehatan terutama gizi masyarakat yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Jatibaru menjadi lebih baik.
7

BAB II
KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Kegiatan
Rencana kegiatan yang akan diaktualisasikan oleh penulis sebagai
nutrisionis ahli pertama dalam rangka mengoptimalkan pelayanan gizi di
Puskesmas Jatibaru, maka dibuatlah kegiatan berupa
1. Konseling Gizi
2. Pemantauan Pertumbuhan Di Posyandu
3. Pengecekan Kandungan Yodium Pada Garam Konsumsi
4. Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri
5. Edukasi 1000 HPK

KEGIATAN 1
Konseling Gizi
Konseling gizi adalah kegiatan mengali informasi dan memberikan
solusi tentang permasalahan terkait gizi yang dialami individu atau
kelompok.
a. Tahapan Kegiatan
1) Membangun Dasar-Dasar Konseling
Salam, perkenalan, mengenal klien, membangun hubungan,
memahami tujuan kedatangan, serta menjelaskan tujuan dan proses
konseling.
2) Menggali Permasalahan
Mengumpulkan data dan fakta dari semua aspek dengan
melakukan assessment menggunakan data antropometri, biokimia,
klinis, fisik, riwayat makan, serta personal.
3) Memilih Solusi dengan Menegakkan Diagnosis
Melakukan identifikasi masalah, penyebab dan tanda/gejala yang
disimpulkan dari hasil pengkajian.
8

4) Intervensi Memilih Rencana


Bekerja sama dengan klien untuk memilih alternatif upaya
perubahan perilaku diet yang dapat diimplementasikan.
5) Memperoleh Komitmen
Komitmen untuk melaksanakan perilaku diet khusus serta
membuat rencana yang realistis dan dapat diterapkan. Menjelaskan
tujuan, prinsip diet, dan ukuran porsi makan.
6) Monitoring dan Evaluasi
Ulangi dan tanyakan kembali apakah kesimpulan dari konseling
dapat dimengerti klien. Pada kunjungan berikutnya, lihat proses dan
dampaknya.
7) Memotivasi klien untuk melakukan alternatif solusi yang telah
direncanakan

b. Hasil Kegiatan
Hasil yang didapat dari kegiatan konseling gizi adalah membantu
individu atau kelompok dalam upaya mengubah perilaku yang berkaitan
dengan gizi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan,
meliputi perubahan pengetahuan, perubahan sikap dan perubahan
tindakan.

c. Nilai-Nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas
Mempertanggung jawabkan kegiatan konseling gizi agar dapat
terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat.
2) Nasionalisme
Memberikan pehatian khusus kepada masyarakat terhadap
masalah gizi yang dialami. Sehingga dapat terwujud masyarakat
Indonesia yang hidup sehat.
9

3) Etika Publik
Melakukan konseling gizi dengan benar kepada masyarakat.
Bersikap sopan, santun, ramah dan komunikatif dengan masyarakat.
4) Komitmen Mutu
Melakukan konseling gizi dengan penuh perhatian untuk
membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami klien.
Menggunakan metode pendekatan secara individu..
5) Anti Korupsi
Tidak menerima maupun memberi dalam bentuk apapun ke
masyarakat.

d. Kontribusi Terhadap Visi/Misi Puskesmas Jatibaru


Dengan terlaksananya konseling gizi pada masyarakat diharapkan
dapat berkontribusi terhadap misi puskesmas yaitu menyediakan
pelayanan kesehatan yang berkualitas. Menyediakan pelayanan
kesehatan yang berkualitas.

e. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Kegiatan konseling gizi dilakukan agar masyarakat/klien dapat
terbantu dalam proses pemecahan masalah gizi sehingga dapat
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas.

f. Keterkaitan Dengan Mata Diklat (WoG, Manajemen ASN dan


Pelayanan Publik)
1) Whole of Goverment
Melakukan kordinasi dengan dokter, kader dan bidan desa.
2) Manajemen ASN
Menjalankan kegiatan dengan tanggung jawab dan profesional.
3) Pelayanan Publik
Membimbing dan mengarahkan masyarakat dalam memahami
masalah gizi yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya.
10

g. Dampak Yang Terjadi Apabila Kegiatan Ini Tidak Dilakukan


Dampak yang dapat terjadi adalah ahli gizi kurang memehami
masalah gizi yang dialami klien. Ahli gizi kurang memberikan solusi atas
masalah tersebut. Klien tidakdapat menyelesaikan masalah gizi yang
dialaminya.

KEGIATAN 2
Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu
Kegiatan pemantauan pertumbuhan di Posyandu adalah kegiatan
untuk memantau status gizi balita dengan menggunakan KMS dan KIA.
a. Tahapan Kegiatan
1) Memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu
2) Mengevaluasi atau mengkonfirmasi hasil kegiatan pemantauan
pertumbuhan di Posyandu
3) Meberikan pembinaan kepada kader posyandu dalam
melaksanakan pemantauan pertumbuhan, membina kader dalam
menyiapkan SKDN serta membina dalam pencatatan dan
pelaporan sehingga kader mampu untuk melakukan pemantauan
pertumbihan di Posyandu dengan baik dan benar.
4) Melakukan simulasi dalam pemantauan pertumbuhan balita
seperti cara menimbang yang baik dan benar untuk meningkatkan
wawasan kader posyandu dalam melaksanakan kegiatan di
Posyandu.
5) Membuat RTL untuk kegiatan Posyandu selanjutnya
6) Menyusun laporan hasil kegiatan pemantauan pertumbuhan di
Posyandu

b. Hasil Kegiatan
Hasil yang didapat dari kegiatan pemantauan pertumbuhan di
Posyandu adalah semua kader Posyandu dapat melakukan kegiatan
pemanataun pertumbuhan (status gizi) balita dengan baik dan benar, mampu
11

melakukan pencatatan dan pelporan yang baik dan benar, dapat memberikan
konseling dan penyuluhan dini kepada masyarakat jika ditemukan masalah
pertumbuhan pada balita dan mampu melakukan inovasi-inovasi baru dalam
kegiatan posyandu.

c. Nilai-Nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas
Bertanggung jawab dalam melaksanakan pemantauan
pertumbuhan di Posyandu sesuai dengan ketentuan.
2) Nasionalisme
Kegiatan pemantauan pertumbuhan di Posyandu bertujuan untuk
memberdayakan kader agar melakukan pengukuran antropometri
dengan baik dan benar. Sehingga status gizi balita dapat terpantau
dengan baik.
3) Etika Publik
Menjalin hubungan yang baik dengan kader, bidan desa, dan
masyarakat. Sehingga dapat melakukan komunikasi yang baik dan
berkelanjutan.
4) Komitmen Mutu
Melakukan pemantauan dengan benar dan sesuai soap dan
tidak membeda-bedakan.
5) Anti Korupsi
Tidak memberikan atau menerima apapun dari dan untuk kader,
bidan dan masyarakat.

d. Kontribusi Terhadap Visi/Misi Puskesmas Jatibaru


Dengan terlaksananya pemantauan pertumbuhan di posyandu
diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi puskesmas yaitu
meningkatkan peran serta dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
melalui kader.
12

e. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Kegiatan pemantauan pertumbuhan di posyandu dilakukan agar data
pertumbuhan bayi dan balita dapat terkumpul. Jika ditemukan kasus gizi
kurang atau gizi buruk, Puskesmas dapat memberikan pertolongan
pertama untuk meminimalisir keparahan yang terjadi.

f. Keterkaitan Dengan Mata Diklat (Wog, Manajemen ASN Dan


Pelayanan Publik)
1) Whole of Goverment
Melakukan kordinasi dengan kader dan bidan desa.
2) Manajemen ASN
Menjalankan kegiatan dengan tanggung jawab dan profesional.
3) Pelayanan Publik
Memantau pertumbuhan balita dan menambah wawasan kader.

g. Dampak Yang Terjadi Apabila Kegiatan Ini Tidak Dilakukan


Dampak yang dapat terjadi adalah kurang terpantaunya status gizi
bayi dan balita, jika pengukuran antropometrinya tidak lengkap. Kader
tidak memperbaiki kesalahannya dalam pengukuran.

KEGIATAN 3
Pengecekan Kandungan Yodium Pada Garam Konsumsi
Kegiatan pengecekan kandungan yodium pada garam konsumsi
adalah kegiatan untuk mengetahui ada tidaknya kadar yodium dalam
garam yang digunakan di rumah. Yodium berperan penting untuk
membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak.
Yodium juga dapat membaNtu mencegah penyakit gondok.
a. Tahapan Kegiatan
1) Merencanakan kegiatan pengecekan kandungan yodium
2) Membuat jadwal kegiatan pengecekan garam yodium di
lingkungan rt.
13

3) Melakukan pengujian garam dengan cara :


a) Meneteskan 1-2 tetes larutan yodina test kit ke dalam garam.
b) Amati perubahan yang terjadi.
c) Jika warna garam berubah menjadi keunguan, artinya garam
tersebut mengandung yodium. Semakin pekat perubahan warna
garam, maka kandungan yodium dalam garam semakin besar.
d) Jika tidak terjadi perubahan warna garam setelah diteteskan larutan
test kit, artinya tidak ada kandungan yodium dalam garam.
e) Melakukan edukasi tentang garam beryodium, kekurangan
yodium, dan kelebihan yodium.

b. Hasil Kegiatan
Hasil yang didapat dari pengecekan kandungan yodium pada
garam konsumsi adalah masyarakat dapat mengetahui bahwa garam
yang selama ini mereka gunakan mengandung yodium atau tidak.
Masyarakat lebih memahami dan mengerti tentang garam yodium,
kekurangan yodium dan kelebihan yodium.

c. Nilai-Nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas
Mempertanggung jawabkan kegiatan pengecekan kandungan
yodium pada garam konsumsi agar dapat terlaksana dan bermanfaat
bagi masyarakat.
2) Nasionalisme
Memberikan pengetahuan tentang garam beryodium kepada
seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dapat terwujud masyarakat
yang hidup sehat.
3) Etika Publik
Bersikap sopan, santun, ramah dan komunikatif dengan
masyarakat.
14

4) Komitmen Mutu
Melakukan pengecekan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Memberikan pengetahuan tentang garam beryodium.
5) Anti Korupsi
Tidak menerima maupun memberi dalam bentuk apapun ke
masyarakat.

d. Kontribusi Terhadap Visi/Misi Puskesmas Jatibaru


Dengan terlaksananya pengecekan kandungan yodium pada garam
konsumsi diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi puskesmas yaitu
meningkatkan peran serta dan kemandirian masyarakat untuk hidup
sehat.

e. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Pengecekan kandungan yodium pada garam konsumsi dilakukan
untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang garam
beryodium. Diharapkan dikemudian hari tidak ada yang mengalami
penyakit kelebihan ataupun kekurangan yodium.

f. Keterkaitan Dengan Mata Diklat (Wog, Manajemen ASN Dan


Pelayanan Publik)
1) Whole of Goverment
Melakukan kordinasi dengan kader dan bidan desa.
2) Manajemen ASN
Menjalankan kegiatan dengan tanggung jawab dan profesional.
3) Pelayanan Publik
Mengedukasi masyarakat tentang garam yang beryodium dan
diharapkan masyarakat dapat memakai garam beryodium dalam
kehidupan sehari-hari.
15

g. Dampak Yang Terjadi Apabila Kegiatan Ini Tidak Dilakukan


Dampak yang dapat terjadi adalah masyarakat tidak mengetahui
bahwa garam yang mereka gunakan sehari-hari beryodium atau tidak.
Jika kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok.

KEGIATAN 4
Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri
Kegiatan edukasi pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan
untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian remaja puteri tentang
anemia dan cara mencegah anemia.
a. Tahapan Kegiatan
1) Merencanakan kegiatan edukasi diwilayah kerja Puskesmas
Jatibaru
2) Membuat jadwal kegiatan
3) Merencanakan dan membuat materi edukasi yang akan
disampaikan kepada remaja puteri termasuk pre test dan post test
4) Menyajikan materi edukasi kepada masyarakat
5) Melakukan diskusi/tanya jawab dengan peserta
6) Melakukan evaluasi hasil pre test dan post test

b. Hasil Kegiatan
Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi pencegahan anemia pada
remaja putri adalah remaja puteri lebih peduli, mengerti dan menerapkan
hal-hal yang terkait dengan pencegahan anemia.

c. Nilai-Nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas
Mempertanggung jawabkan kegiatan edukasi pencegahan
anemia pada remaja putri agar dapat terlaksana dan bermanfaat bagi
masyarakat.
16

2) Nasionalisme
Memberikan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada
remaja putri kepada seluruh remaja puteri. Sehingga dapat mengerti
dan mencegah terjadinya anemia.
3) Etika Publik
Menyampaikan edukasi yang benar kepada masyarakat.
Bersikap sopan, santun, ramah dan komunikatif dengan masyarakat.
4) Komitmen Mutu
Memberikan edukasi sesuai dengan prosedur yang berlaku
hingga remaja memahami pentingnya mencegah anemia.
5) Anti Korupsi
Tidak menerima maupun memberi dalam bentuk apapun ke
masyarakat.

d. Kontribusi Terhadap Visi/Misi Puskesmas Jatibaru


Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan remaja puteri dapat
mencegah terjadinya anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi
terhadap misi puskesmas yaitu meningkatkan peran serta dan
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

e. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi


Pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan untuk menjalin
kerjasama antar ahli gizi dan pihak sekolah. Hal ini dilakukan agar
kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat dapat mengetahui
dan mencegah anemia pada remaja putri.

f. Keterkaitan Dengan Mata Diklat (WoG, Manajemen ASN dan


Pelayanan Publik)
1) Whole of Goverment
Melakukan kordinasi dengan kader dan bidan desa.
17

2) Manajemen ASN
Menjalankan kegiatan dengan tanggung jawab dan profesional.
3) Pelayanan Publik
Mengedukasi masyarakat tentang pencegahan anemia pada
remaja putri agar dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari.

g. Dampak Yang Terjadi Apabila Kegiatan Ini Tidak Dilakukan


Dampak yang dapat terjadi adalah kurangnya pengetahuan tentang
anemia, penyebab, dan akibat dari anemia. Jika sudah megalami anemia,
maka dapat mengalami letih, lesu, lemah, lunglai, dan lelah.

KEGIATAN 5
Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah kegiatan
memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi
dan balita usia 0-24 terkait tentang pentingnya 1000 Hari Pertama
Kehidupan.
a. Tahapan Kegiatan
1) Merencanakan kegiatan edukasi diwilayah kerja Puskesmas
Jatibaru
2) Membuat jadwal kegiatan
3) Merencanakan dan membuat materi edukasi yang akan
disampaikan oleh masyarakat termasuk pre test dan post test
4) Menyajikan materi edukasi kepada masyarakat
5) Melakukan diskusi/tanya jawab dengan peserta
6) Melakukan evaluasi hasil pre test dan post test

b. Hasil Kegiatan
Hasil yang didapat dari kegiatan Edukasi 1000 Hari Pertama
Kehidupan adalah para ibu dan calon ibu dapat lebih memahami dan
18

mengerti hal-hal yang terkait dengan pentingnya 1000 Hari Pertama


Kehidupan.

c. Nilai-nilai dasar ANEKA


1) Akuntabilitas
Mempertanggung jawabkan kegiatan Edukasi 1000 Hari Pertama
Kehidupan agar dapat terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat.
2) Nasionalisme
Memberikan pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama
Kehidupan kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dapat
terwujud bayi dan balita yang hidup sehat.
3) Etika Publik
Menyampaikan edukasi yang benar kepada masyarakat.
Bersikap sopan, santun, ramah dan komunikatif dengan masyarakat.
4) Komitmen Mutu
Memberikan edukasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
5) Anti Korupsi
Tidak menerima maupun memberi dalam bentuk apapun ke
masyarakat.

d. Kontribusi Terhadap Visi/Misi Puskesmas Jatibaru


Dengan terkaksananya edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan pada
ibu, calon ibu dan masyarakat umum diharapkan dapat berkontribusi
terhadap misi puskesmas yaitu meningkatkan peran serta dan
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

e. Penguatan nilai-nilai organisasi


Kegiatan edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan dilakukan untuk
menjalin kerjasama antar ahli gizi, kader, dan bidan. Hal ini dilakukan agar
kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat dapat mengetahui
19

dan menerapkan Edukasi pemberian makanan tambahan pada bayi dan


balita dalam kehidupan sehari-hari.

f. Keterkaitan Dengan Mata Diklat (WOG, Manajemen ASN dan


Pelayanan Publik)
1) Whole of Goverment
Melakukan kordinasi dengan kader dan bidan desa.
2) Manajemen ASN
Menjalankan kegiatan dengan tanggung jawab dan profesional.
3) Pelayanan Publik
Mengedukasi masyarakat tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan
agar dapat diterapkan dikehidupan bagi calon ibu dan ibu.

g. Dampak Yang Terjadi Apabila Kegiatan Ini Tidak Dilakukan


Dampak yang dapat terjadi adalah kurangnya pengetahuan tentang
1000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat mengakibatkan anak dapat
mengalami gizi buruk. Seribu hari itu merupakan kesempatan emas
untuk membentuk anak yang sehat dan pintar hingga kemudian hari.
Pada seribu hari pertama itu yang harus diperhatikan ialah nutrisi.
19

B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi


Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi Bulan Mei sampai dengan Juni
MINGGU 1 MINGGU 2 MINGGU 3 MINGGU 4 MINGGU 5 MINGGU 6
KEGIATAN
10 11 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12
Konseling Gizi
Pemantauan
Pertumbuhan
Di Posyandu
Pengecekan
Kandungan
Yodium Pada
Garam
Konsumsi
Edukasi
Pencegah
Anemia Pada
Remaja Putri
Edukasi 1000
HPK

Ket:
Kuning : tanggal merah
Hijau : melaksanakan kegiatan
21

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kegiatan-kegiatan dalam rancangan aktualisasi mengandung
lima nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasinonalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Berkaitan juga dengan
tiga mata diklat yaitu Whole of Goverment (WOG), pelayanan publik,
dan manajemen ASN. Diharapkan dapat diterapkan di lingkungan
kerja, sehingga dapat menjadikan ASN yang profesionalisme.
Isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi dan habituasi ini
yaitu Mengoptimalkan Pelayanan Gizi Pada Masyarakat Di Wilayah
Kerja Puskesmas Jatibaru. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk
mensosialisasikan pelayanan gizi di masyarakat adalah melakukan
konseling gizi, pemantauan pertumbuhan di posyndu, pengecekan
kandungan yodium pada garam konsumsi, edukasi pencegahan
anemia pada remaja putri dan edukasi 1000 hari pertama kehidupan.
Setelah dilaksanakannya kegiatan-kegiatan tersebut, isu
mengenai Mengoptimalkan Pelayanan Gizi Pada Masyarakat Di
Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru dapat terselesaikan. Sehingga
pelayanan Gizi di Puskesmas Jatibaru dapat lebih optimal.
Masyarakat lebih peduli dan sadar akan pentingnya gizi.

B. Saran
Diharapkan dalam pelaksanaan tidak ada halangan pada setiap
kegiatan dan nilai-nilai ANEKA dapat diterapkan. Dalam pencapaian
rancangan kemudian hari ada kekurangan dari rancangan ini, maka
diharapkan ada peningkatan dan evaluasi.

Anda mungkin juga menyukai