Anda di halaman 1dari 5

LogBook

SAP 43 Creative Project 2

Abil Markatin

10126

Pitch Talent
Pada tanggal 20 April 2016, saya mencoba untuk menghubungi teman saya yang
bernama Randa by phone untuk mengajukan kerja sama yang saling
menguntungkan satu sama lain, yaitu dari sisi saya yang mana menyediakan
fasilitas sekaligus tekhnik produksi secara free dan benefitnya saya
mendapatkan talent untuk final creative project 2 saya. Dan dari sisi beliau, band
mendapatkan fasilitas recording secara free di SAE Indonesia.

Pada tanggal 26 April, tepatnya pada hari Selasa kami mengadakan pertemuan
antara saya dan pihak band temen saya, kita bertemu di sevel haji nawi untuk
mendiskusikan arah genre dari band mereka dan sekiranya instrumental apa
saja yang akan di hadirkan dalam lagu ini.
Setelah berbincang – bincang cukup lama, akhirnya tiba waktunya jam studio
yang sebelumnya sudah di booking untuk mereka practice dan saya bisa melihat
dari sisi permainan sekaligus gambaran microphone list yang sekiranya akan
saya gunakan saat proses recording di SAE agar tidak terlalu membuang waktu
dan dapat memaksimalkan penggunaan waktu studio dengan baik.

Lalu Pada saat sesi waktu studio telah habis, kami kembali berdiskusi untuk
menentukan waktu recording yang tepat agar match antara jadwal studio
kampus, jadwal dari para personal band, dan tentunya jadwal saya.
Saya meminta jadwal free dari pihak band at least 3 hari yang berbeda di bulan
mei, dan akhirnya dari 3 tanggal dan hari yang mereka berikan, saya
memutuskan untuk book studio pada tanggal 11 mei 2016 yang mana pada saat
itu merupakan hari rabu.
Setelah booking dan di approve dari pihak supervisor, saya langsung memberi
kabar pada pihak band bahwa proses recording bisa di lakukan pada hari rabu,
tanggal 11 mei 2016, syukur nya dari pihak band tidak ada perubahan jadwal
yang telah mereka berikan sebelumnya pada tanggal 26 April saat kami brief
masalah genre dari band mereka yang bernama “kawanLama” yang baru
terbentuk pada January tahun ini.
Recording

Akhirnya tanggal 11 mei tanpa terasa telah hadir, dan waktunya bagi kami
melakukan proses recording seperti yang telah dijadwalkan dari jauh hari.
Saya pribadi datang sekitar 30 menit sebelum waktu booking studio di mulai,
yaitu start dari jam 10 pagi.
Saya di bantu oleh bapak yuji selaku asisten engineer saya yang membantu
proses recording saya dari mulai loading items sampai memasang mic pada
stand sebelum saya melakukan placement mic yang sekiranya sudah saya
rencanakan dari jauh hari.

Sebelum lebih jauh mengenai pembahasan teknis pada sesi recording, saya ingin
menjelaskan bahwa kami sudah membuat guide guitar di rumah saya untuk
mencari tempo yang pas dan juga membuat channel list agar saat sesi recording
waktu pemakaian studio tidak terbuang percuma dan pemanfaatan studio dapat
di maksimalkan semaksimal mungkin. Maka dari itu hal simple yang bisa di
kerjakan di rumah saya lakukan terlebih dahulu agar tidak mengganggu proses
kerja yang sesungguhnya.

Setelah masuk studio saya melakukan routing antara mick ke panel A melalui
kabel XLR untuk di live room, lalu di control room saya routing input dari neve
custom ke protools untuk check line dan hal lainnya.
Tidak lama kemudian para talent pun datang dan saya meminta drummer untuk
merapihkan posisi drum senyaman mungkin agar dapat di lakukan set up
placement micing yang sekiranya akan menjadi source sebaik mungkin yang
akan di capture oleh placement micing yang tepat.

Setelah proses penyusunan prosisi drum sudah nyaman bagi drummer, maka
selanjutnya saya tinggal menyesuaikan posisi micing yg lebih signifikan agar bisa
meng capture source sebaik dan setepat mungkin.

Kick in
Dimulai dari Kick in saya menggunakan AKG D112 yang posisinya saya letakkan
di dalam bass drum karena akan di double dengan bass drum lagi di depan bass
drum utamanya untuk mendapatkan sub frequency yang lebih maksimal.

Kick out
Untuk kick out sendiri saya menggunakan Mojave MA200 yang saya letakkan di
depan bass drum ke 2 yang saya susun di depan bass drum utama, lalu saya
tutup dengan selimut untuk setidaknya mengurangi bocoran dari cymbal.

Snare top
Pada snare top saya menggunakan Shure SM57 off axis sedikit di pinggiran snare
drum

Snare Bottom
Mic yang saya gunakan untuk snare bottom adalah Shure Beta57 agar
memberikan sedikit warna yang beda dari Snare topnya
Tom
Lalu untuk meng capture source dari tom saya menggunakan MD421

Floor Tom
Begitupun pada floor tom, saya menggunakan mic yang sama yaitu MD421 tapi
posisinya sedikit mepet ke pinggiran Floor Tom. Ada beberapa part yang di
lakukan over dub pada floor tom

OverHead
Saya menggunakan AEA R92 pada over head AB spare

Sesi Recording pun di lakukan sekitar kurang lebih satu jam, dengan
menggunakan guide guitar yang sebelumnya sudah saya buat bersama sang
guitaris di rumah saya sehingga menciptakan ketukan yg tight pada lagu ini.
Jadi pada saat di studio sudah ada bagan gitar dan tempo yang fix sehingga
proses produksi lebih maksimal.

Vocal
Setelah proses Recording Drum, di lanjutkan dengan proses rekaman pada vocal
dengan menggunakan AKG C414 yang cukup memakan waktu karena vocalist
nya punya masalah terhadap pitch dan tempo sehingga harus di lakukan secara
step by step.

Bass guitar
Bass menggunakan D.I Neve untuk guide, tetapi berhubung hasilnya kebetulan
sudah enak, maka dari itu di lanjutkan untuk take guitar

Guitar
Kemudian Take Guitar di lakukan pada sesi recording terakhir menggunakan
AKG C414 mono Close micing. Pada sesi recording guitar di lakukan hanya 2 kali
take yang mana memang di bikin 2 track dan masing – masing tracknya hanya di
lakukan one take. Setelah itu take beberapa feel guitar yang hanya mengulang
beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Setelah sesi recording dilakukan secara bertahap hingga akhirnya selesai, saya
kembali untuk berberes beres studio dan alat untuk kemudian alat kampus yang
telah saya pinjam akan saya kembalikan ke ruang supervisor beserta kuncinya
agar tidak telat dan tidak di banned.
Mixing

-Kick In
Untuk kick in saya menggunakan virtual mix rack, dan menginsertkan CS-lift,
Lalu setelah itu saya add 'high lift' untuk menambah presence kick dan 'low
lift'untuk fundamental bottom pada kick, kemudian saya insertk FG-S dan add
around 5kHz untuk menambahkan attack pada kick sehingga memberikan emosi
yang membawa message lagu menjadi lebih energetic.

-Kick out
Untuk kick out sendiri, tidak jauh berbeda dengan kick in, saya juga
menggunakan virtual mix rack dan saya add some low untuk resonanse.
-Kick in dan Kick out lalu saya routing ke 1 aux track, kemudian saya insertkan
eq3 7 band untuk corrective eq, saya cut some low mid to make more oven kick
sound, kemudian saya insertkan compressor untuk membuat lebih glue pada
kick in dan kick out.

- Snare top
Untuk snare-top saya jg menggunakan virtual mix rack, dan menginsertkan
virtual tape machine untuk mereduce/mengontrol trancient dari snare, dan
menambah harmonic, kemudian saya menggunakan virtual mix rack and add
some low mid to add body to snare.

- Snare Bottom
Untuk snare bottom, tidak jauh berbeda dengan snare top, saya menginsertkan
virtual mix rack and add some high to add snappy from snare itself.

Kemudian snare top and snare bottom saya route ke sebuah aux track dan
menginsertkan compressor to control transient from snare.

- Toms
untuk toms saya jg menggunakan virtual mix rack CS-Lift, saya add low for body
and high for attack and presence.
- Kemudian saya route kick, snare, toms, OH, ke sebuah stereo aux untuk paralel
compressor to add attack for drum itself.

- Bass Guitar
untuk bass, saya jg menggunakan virtual mix rack, CS-Lift, saya add low lift for
add some body for bass. Dan saya jg menginsertkan FG-401 to control the
dynamic of bass.

- Guitar
Untuk guitar, saya route guitar to one aux stereo aux track and then process
them, I add FG-N Eq and add some high for presence the acoustic guitar.

- For reverb instrument


Untuk reverb saya menggunakan LX480 medium room, and EQ the reverb, add
around 1,5kHz agar reverb tidak muddy and ngeglue to mix.
Mastering

- EQ
Untuk shaping sound, saya menggunakan bx_digital v2, saya menggunakan mix-
side mode and process them individually.

-Comp
Untuk compresornya , saya menggunakan FG-Red untuk lebih membuat whole
mix nya menjadi glue kembali karena terjadi shifting saat shaping sehingga
elemen nya menjadi terpencar

- Limiter
Untuk limiter saya menggunakan AOM invisible limiter, kelebihan dari limiter ini
adalah tidak merubah stereo staging dari si mix tersebut.