Anda di halaman 1dari 14

Analisis Kasus AVON

Diajukan untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah Manajemen Logistik

Dosen Pengampu :
Dr. Indro Kirono, SE,. MM

Disusun Oleh :
Della Saskiana

(G03217012)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
ANALISIS KASUS AVON
Perubahan dalam lingkungan seringkali menyulitkan perusahaan. Bila perusahaan
tidak mampu mengatasi dan merespon dengan baik, bisa jadi operasionalisasi
perusahaan dapat terganggu dalam jangka pendek atau bahkan dapat membuat bangkrut
persahaan dalam jangka panjang contohnya seperti Kodak bangkrut yang salah satu
alasannya tidak dapat berinovasi dengan baik sesuai dengan perubahan lingkungan.

Pada kali ini, akan menarik bila kita mengamati apa yang pernah Avon hadapi di
masa lalu mengenai perubahan lingkungan. Avon didirikan tahun 1886 dan bergabung
menjadi California Parfume di tahun 1916. Avon menggunakan tenaga wanita dalam
penjualan produknya, mereka disebut Avon Ladies. Para Avon Ladies ini mencapai
jumlah sebesar 40 juta. Umumnya mereka menjual produk pada kenalan, teman, saudara,
dan tetangganya. Selain itu pendekatan yang dilakuka adalah penjualan langsung (direct
selling) pada konsumen dimana mereka memperlihatkan produk, mengambil, dan
mengantar pesanan. Dengan penjualan langsung, Avon tidak perlu bersaing dengan
para kompetitor untuk mendapatkan ruang jual pada toko dan merayu pedagang untuk
menjual produknya. Penjualan langsung ini juga membuat konsumen menjadi nyaman,
dan konsumen juga mendapat nasihat perawatan atau pun rekomendasi langsung dari
temannya. Sistem ini berjalan cukup baik dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

Namun perubahan terjadi pada tahun 70-80 an dimana semakin banyak wanita yang
menyadari bahwa mereka perlu bekerja di luar rumah. Hal ini menyulitkan bagi para
Avon Ladies, mereka menjadi sulit bertemu dengan calon konsumen. Selain itu, isu juga
datang dari tenaga Avon Ladies sendiri. Banyak Avon Ladies yang memutuskan bahwa
mereka membutuhkan jenis pekerjaan yang full time. Hal ini menyebabkan turn over
yang sangat tinggi bahkan mencapai 200 persen. Dengan berkurangnya tenaga penjual
ini, pembeli juga kesulitan untuk memperoleh produk dan akhirnya Avon banyak
menderita lost sales. Selain itu banyak kompetitor yang masuk ke industri seperti
Amway, Mary Kay Cosmetic, dan Tupperware yang juga banyak menarik tenaga-tenaga
part time untuk penjualan barang. Perubahan juga datang dari sisi konsumen yang pada
saat itu baik terjadi mobilitas populasi Amerika sehingga baik pelanggan dan penjual
sering berpindah. Untuk itu akan sangat sulit untuk membangun basis pelanggan yang
loyal.

2
Untuk mengatasi hal ini, Avon menunjuk James E. Preston sebagai pimpinan
eksekutif untuk melakukan banyak perubahan. Strategi pemasaran perusahaan
mengalami perubahan dengan memfokuskan perusahaan pada bisnis intinya yaitu
menjual kosmetik, wewangian, dan perlengkapan mandi. Selain itu juga memangkas
harga produk secara signifikan.Avon juga membuat katalog dan nomor bebas pulsa
untuk direct selling. Menaikan insentif penjualan (namun diubah kembali karena
dianggap tidak sesuai dengan budaya perusahaan).

Hasilnya penjualan antara 1992 sampai dengan 1996, penjualan dan laba Avon
meningkat sedikit. Pihak manajemen Avon memutuskan akanmengunakan penjualan
melalui ritel dengan cara konvensional juga dengan sistem waralaba. Sampai saat ini
Avon terus berusaha mengembalikan masa kejayaan perusahaan di masa lalu dengan
berbagai perubahan baik secara taktis ataupun strategis. Perubahan lingkungan dapat
membawa dampak positif ataupun negatif pada perusahaan. Belajar dari Avon,
perusahaan harus dapat mengidentifikasi dan mengambil tindak lanjut dengan tepat
sebelum terlambat

A. Struktur Organisasi Avon


Struktur organisasi perusahaan harus memungkinkan adanya koordinasi usaha
diantara semua satuan-satuan dan jenjang untuk mengambil tindakantindakan dalam
mencapai tujuan. Usaha yang dilakukan agar dapat mencapai tujuan optimum
perusahaan sehingga diperlukan suatu struktur badan organisasi perusahaan yang
jelas dan terarah.
Dengan adanya struktur organisasi yang jelas dapat diketahui tugas, wewenang
dan tanggung jawab masing-masing bagian. Adapun bentuk bagan dan struktur
organisasi pada PT. Avon Cabang Solo adalah sebagai berikut :

3
Keterangan selengkapnya mengenai bagan struktur organisasi pada PT. Avon adalah
sebagai berikut :
1) Region Manager
 Membawahi BSM (Branch Sales Manager) dan BOM (Branch Operational
Manager ) dari 5 atau 6 cabang.
 Menerima laporan mengenai perkembangan volume penjualan produk yang ada
di setiap cabang Avon di daerah – daerah.
 Mengunjungi kantor cabang Avon dalam rangka memberikan dorongan dan

mengkoordinasikan pada wilayah target penjualan produk Avon setiap bulannya.


2) Branch Salles Manager
 Mengkoordinasikan BST (Beauty Sales Traner) AGC, ADC dalam
meningkatkan penjualan.
 Menurunkan out standing bad dept (kredit macet).
 Meningkatkan pay up sales (sales yang terbanyak )
3) Branch Operational Manager
 Mengkoordinasikan accounting, W H Supervisior, dan pengadaan distribusi
barang dari Avon pusat.
 Menurunkan out standing bad debt (kredit macet).
 Meningkatkan pay up sales (sales yang terbanyak).
4) Sekretaris

4
 Berkoordinasi dengan Branch Sales Manager (BSM) dan Branch Operational
Manager (BOM) dalam mempersiapkan agenda dan meeting Avon Group
Coordinator (AGC), dalam program Avon.
 Menerima arus komunikasi yang masuk dari luar Avon Solo.
 Memiliki kewenangan dalam memberikan perintah terhadap security dan office
boy
5) Beauty Sales Traner
 Bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan training and development untuk
jajaran salles force (AD, ADC, AGC)
 Memberikan dukungan sepenuhnya kepada BSM/BOM dalam penyelenggaraan
aktifitas-aktifitas yang mendukung pencapaian target di cabang.
 Memberikan dukungan kepada AD/ADC/AGC dalam hal informasi produk,
program-program training konsultasi kecantikan dan bisnis.
6) Accounting
 Memfasilitasi appointment berupa pemberian kredit pembelanjaan sejumlah
produk.
 Melakukan perifikasi/cross chek ke bank atas setoran tunai oleh AGC/ADC
sebelum dibuatkan CR oleh kasir.
 Menerima dan menyimpan Collection harian (yang sesuai dengan data) dari
kasir untuk disimpan pada brankas dan disetorkan ke rekening Avon.
 Memeriksa secara berkala kondisi fisik gudang untuk menilai segi: fasilitas
gudang (AC, tangga, APAR, kardus bekas) keamanan produk dan petugas
gudang.
 Berkoordinasi dengan chasier, operator komputer, administrasi, where house

supervisior (WH Spv).


7) Chasier
 Memproses semua transaksi pembayaran sesuai ketentuan seperti: mencetakCR
untuk pembayaran tunai dan CR sementara untuk pembayaran non tunai sampai
pembayaran tersebut efektif pada rekening Avon.
 Mendokumentasikan (file dalam komputer) bukti pembayaran (transfer, wesel,
dll).

5
 Mencetak Delivery Receipt (DR) yang ditandatangani oleh AGC/ADC yang
melakukan transaksi pembayaran.
8) Komputer
 Melakukan input dan mencetak seluruh data transaksi yang kemudian diberikan
kepada staff yang berkompeten untuk diperiksa ulang (perubahan data
AGC/ADC, Mfg receipt, Adjusment)
 Mencetak report harian untuk diperiksa ulang oleh BA (Branch Avon) seperti:
summary, Collection, actual sales, summary DR, count report.
9) Inventory
 W/H Supv melakukan pencatatan dan menindaklanjuti laporan kekurangan
produk oleh AD saat melakukan transaksi.
 Petugas gudang menandatangani bukti pengiriman barang dari kurir.
 Melakukan pemeriksaan fisik atas kondisi barang kiriman (packer, jumlah
produk dan kualitas) dan melaporkan jika terdapat selisih pada jumlah packer,
produk.
 Melakukan penanganan produk seperti: penempatan, pengeluaran, baik yang
berada di gudang maupun supermarket harus berdasarkan FIFO (First In First
Out) dengan nomer awal yang keluar lebih dahulu.
10) Security
 Melakukan pengamanan baik dalam dan luar kantor.
 Menerima tamu dan menyampaikan laporan kunjungan tamu kantor kepada
atasan atau langsung berkoordinasi terhadap sekretaris.
 Bertugas menjaga parkir kendaraan terhadap semua pengunjung kantor.
11) Janitor (Office Boy)
 Bertugas membersihkan atau cleaning service kantor.
 Mempersiapkan konsumsi harian atasan dan karyawan kantor.
 Berkoordinasi kepada sekretaris dalam persiapan teknis setiap agenda meeting

kantor

6
B) Distribusi Produk
Setiap cabang Avon dalam mempersiapkan stock ataupun barang yang
dibutuhkan sekaligus dijual, telebih dahulu mengajukan permintaan agar
mendapatkan supply dari Avon pusat yang berkantor di Jakarta. Maka pengadaan
barang pun harus melalui mekanisme distribusi seperti yang tergambar dalam
gambar berikut ini :

Pada gambar skema proses distribusi diatas dapat terlihat suatu alur yang cukup
panjang yaitu dengan mencatat seberapa besar permintaan dari pelanggan atau para
pengguna produk Avon. Branch ataupun cabang Avon kota Solo setelah mengadakan
pencatatan kebutuhan pengadaaan barang kemudian melaporkannya kepada kantor
Avon pusat yang kemudian mengkoordinasikan distribusi tersebut untuk kembali
menjadi stock barang yang siap dikirim. Sistem distribusi demikian berlaku juga pada
cabang Avon di setiap daerah.

C) Kegiatan Pemasaran
1) Produk
Hasil produksi perusahaan berupa alat-alat kecantikan atau kosmetika
merupakan produk industri yang tergolong barang tahan lama, sehingga proses
pemasarannya pun tidaklah tergantung pada kondisi waktu yang singkat. Dalam
hal ini target terpenuhinya volume yang diharapkan selalu menjadi perhatian
manajer pemasaran dan salles sebagai ujung tombak perusahaan.
2) Harga
Penetapan harga jual setiap produk telah ditentukan perusahaan melalui brosur
pengenalan produk. Konsumen dapat melihat langsung setiap produk yang
diinginkan dan harga yang tercantum pada brosur.
3) Distribusi dan Sistem Penjualan produk
Sistem Penjualan yang dilakukan perusahaan adalah direct selling. Melalui
mitra perusahaan yang direkrut dan ditetapkan menjadi Avon Dealer (AD) yang

7
berhubungan dengan end usser atau konsumen terakhir. Secara hirarkis Avon
Dealer (AD) berkoordinasi dengan struktur atasnya yaitu Avon Group
Coordinator (AGC) yang memiliki rekening pembelanjaan pada kantor avon
tersebut. Kompensasi yang diterima ialah potongan harga sebesar 20% dari harga
produk yang tertera pada brosur edaran Avon.

D) Riset Pemasaran Sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Strategi

Riset pemasaran adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan


secara sistematis mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan penelitian,
pengumpulan data, pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi hasil
penelitian. Kesemuanya itu ditujukan untuk untuk masukan bagi pihak manajemen
dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan
masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran
dalam merebut peluang pasar.

Untuk menjadikan riset pemasaran yang baik terdapat 7 karakteristik inti yang
dibutuhkan. Karakteristik tersebut adalah:

1. Metode ilmiah, riset pemasaran yang efektif menggunakan prinsip metode


ilmiah yang dimulai dengan pengamatan, perumusan hipotesis, prediksi, dan
pengujian serta penganalisaan.

2. Kreativitas riset, sebaiknya riset pemasaran mengembangkan cara-cara inovatif


untuk dapat menyelesaikan sebuah masalah. Sehingga dari berbagai inovasi
tersebut akan didapat berbagai alternatif pilihan untuk pengambilan keputusan.

3. Metode beragam, peneliti yang baik akan berusaha untuk tidak terlalu
bergantung pada satu metode saja dan lebih suka menyesuaikan metode dengan
masalahnya daripada yang sebaliknya.

4. Interdepedensi dari model dan data, peneliti yang baik menyadari bahwa data
diinterpretasikan melalui model yang melandasinya. Model-model ini
memberikan pedoman atas jenis informasi yang dicari dan harus dinyatakan
sejelas mungkin.

8
5. Nilai dan biaya dari informasi, peneliti yang baik akan menunjukkan perhatian
pada estimasi nilai informasi dan biayanya. Pertimbangan nilai/biaya membantu
bagian riset dalam menentukan proyek riset mana yang akan dijalankan dan
rancangan riset mana yang akan digunakan.

6. Skeptisme yang sehat, peneliti pemasaran yang baik akan menunjukkan sikap
skeptisme yang sehat terhadap asumsi-asumsi yang dikatakan manager
pemasaran mengenai bagaimana pasar bekerja.

7. Pemasaran yang etis, peneliti pemasaran yang baik harus dapat memberikan
keuntungan yang baik terhadap perusahaan yang mensponsorinya dan pelanggan
yang menjadi tujuan objek penelitian.

Pelaku utama didalam lingkungan mikro avon adalah para merketing manajer
didalam perusahaan itu karena merekalah yang memasarkan produk kosmetik Avon
sehingga produk ini dikenal masyarakat, mereka juga yang menentukan strategi
pemasaran seperti apa yang baik digunakan sehingga produk avon dapat di kenal
dengan baik dan memiliki banyak pelanggan khususnya pelanggan yang rutin
membeli produk Avon ini. lingkungan makro yang penting untuk menentukan
strategi pemasaran adalah para sasaran pasar avon yaitu wanita, jadi dalam
memasarkan produk kecantikan untuk wanita ini dibutuhkan strategi yang baik agar
wanita dapat tersentuh dengan cara pemasaran produk Avon sehingga menimbulkan
keinginan bagi mereka untuk membeli dan menggunakan produk Avon.
Lingkungan mikro yang perlu di pertimbangakan adalah sumber daya yang
berkualiatas yang ada didalam perusahaan Avon baik itu pemasar Avon maupun para
petinggi di perusahaan itu yang memegang keputusan strategi pemasaran Avon, serta
penggunaan teknologi yang canggih yang harus Avon lakukan untuk meningkatkan
kualitas produk. Faktor lingkungan makro yang perlu dipertimbangkan adalah pasar
sasaran dari pemasaran produk avon seharusnya seorang manajer pemasaran dapat
memposisikan produk Avon di semua kalangan, mungkin produk ini memang tidak
diperuntukan bagi laki-laki tetapi produk ini memang dapat digunakan dan tidak
dilarang bagi laki-laki. Sehingga tidak ada pengecualian bagi laki-laki dan dapat
dingunakan oleh laki-laki yang mungkin membutuhkan produk seperti ini. Jadi

9
marketing manager harus menentukan positioning produk nya, yaitu produk yang
dapat digunakan bagi pria maupun wanita.
Konsep pemasaran beranggapan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi
adalah menjadi lebih efektif dari pada pesaing dalam menciptakan, menghantarkan
dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang lebih baik kepada pasar sasaran yang
dipilih. Tujuan kunci pemasaran adalah mengembangkan hubungan yang dalam dan
bertahan lama dengan orang dan organisasi yang dapat dan secara langsung maupun
tidak langsung mempengaruhi aktivitas pemasaran perushaan tsb. Avon telah
melakukan perubahan pemasaran untuk memperluas pemasarannya, dari mulai
menjalin kedekatan dengan pelanggan yaitu menggunakan teknik multilevel dengan
mempekerjakan para wanita yang ingin menambah penghasilan dengan cara
berbisnis dengan avon. Dengan cara strategi pemasaran seperti itu dapat membantu
penjualan avon dengan cepat, tetapi karna perkembangan wanita amerika yang
sekarang berbeda,mereka lebih sering berada di luar rumah karena pekerjaannya,
mereka tidak sempat lagi untuk bertemu dengan pelaku multilevel marketing. Maka
dampaknya penjualan akan menurun. Untuk memperbaiki strategi pemasran seperti
itu maka avon pelu melakukan perubahan strategi baru dengan memudahkan pasar
sasaran utama yaitu wanita untuk lebih memudahkan mereka bertemu dengan
penjual avon, yaitu melalui toko-toko yang tersebar di lingkungan terdekat mereka
sehingga daya tarik mereka untuk membeli dapat terpenuhi. Dengan membuka toko-
toko khusus produk avon dimana didalamnya para konsumen dapat berkomunikasi
dengan penjual tetap dengan sangat nyaman.
Avon mencoba menerapkan strategi yang mereka anggap baik untuk digunakan
yaitu dengan multilevel marketing, memang pada saat penerapan di amerika serikat
tidak menjadi masalah malah sangat menguntungkan, tetapi belum tentu jika di
pasarkan di tempat lain akan sama karna kita harus berhadapan dengan peraturan
didalam negera yang bersangkutan. Untuk membantu memperbaiki strategi
pemasaran internasional terutama di cina avon harus mengikuti aturan yang ada di
negara tsb. Agar proses pemasarannya juga berjalan lancar dan mendapat dukungan
dari negara tsb. Maka kita harus mengubah strategi penjualan avon yaitu dengan
memperluas pasar sasaran di sana dan memperluas tempat untuk melakukan
penjualan produk-produk Avon. Mengenai masalah produknya, kita harus

10
menyesuaikan dengan iklim di cina untuk memastikan bahwa produk yang
digunakan aman dan telah disesuaikan, juga menyesuaikan kebutuhan masyarakat
cina pada umumnya dan dengan melakukan penelitian sebelumnya. Pemasaran
melalui iklan juga berdampak besar bagi pemasaran suatu produk melalui berbagai
macam media, terutama televisi, dan berhasil atau tidaknya, diterima atau tidaknya
sebuah produk yang diiklankan itu tergantung bagaimana cara pengiklanan itu dapat
menyentuh pasar sasaran sehingga dapat dengan mudah diterima oleh pelanggan di
dunia nternasional, khususnya di cina.

E) Menilai Daya Tarik Pasar Dan Industri

Daya Tarik Produk dan Pasar (Product & Market Attractiveness). Analisis
risiko mencakup penilaian terhadap produk perusahaan dan daya tarik pasar, yang
dapat sangat bervariasi tergantung pada prospek pertumbuhan, adanya hambatan
masuk serta ukuran dan jumlah pemain di pasar. Para pemain dengan posisi kuat di
lini produk yang menarik, atau pemain yang secara aktif terlibat dalam peningkatan
bauran usaha memiliki prospek sukses lebih baik daripada pemain lain yang
memasarkan produk di wilayah kurang menarik. Sejauh mana posisi perusahaan
mampu dipertahankan dipengaruhi oleh kekuatan pesaing, luas dan dalamnya lini
produk dan ancaman substitusi serta pendatang baru.

Diversifikasi (Diversification). Analisis risiko mencakup penilaian terhadap


kemampuan perusahaan untuk menstabilkan keseluruhan kinerja operasi dan arus kas
melalui diversifikasi produk atau pasar, yang meningkatkan keamanan kredit.
Perusahaan dengan ketergantungan yang tinggi pada beberapa lini produk seringkali
lebih rentan. Analisis juga meliputi penilaian risiko pada bauran produk, apakah itu
lebih bersifat produk komoditi atau produk-produk khusus. Bagi pemain yang terlibat
dalam segmen komoditi, diversifikasi akan menjadi penting untuk dilakukan dalam
upaya untuk mengurangi cyclicality dari tiap produk. Secara umum, pemain dengan
diversifikasi substansial sering menunjukkan hasil operasi yang lebih stabil. Analisis
juga meliputi penilaian risiko pada konsentrasi pemasok dan pelanggan, di mana
berbagai kelompok pelanggan atau pemasok secara inheren dianggap kurang berisiko
daripada yang terkonsentrasi basis pelanggan atau pemasok.

11
Integrasi Vertikal (Vertical Integration). Analisis risiko mencakup penilaian
terhadap integrasi vertical perusahaan, yang menjamin kelangsungan proses bisnis
dan melindungi bisnis dari volatilitas bahan baku (komoditas) dan volatilitas harga
intermediasi. Perusahaan yang terintegrasi secara baik juga dapat memperoleh
manfaat dari kemampuan untuk memberikan nilai tambah dari rantai pasokan dan
merealisir beberapa kesempatan untuk membuat produk yang berbeda sehingga
berujung kepada marjin yang lebih tinggi. Analisis risiko juga meliputi penilaian
terhadap kepemimpinan teknologi, baik yang dipatenkan atau dibuat sendiri secara
khusus, yang dapat memberikan keunggulan kompetitif dan mengakibatkan nilai
tambah produk dan harga. Namun demikian, usia siklus produk cenderung singkat
dan cepat usang sehingga merupakan risiko yang pasti. Formulasi produk baru pada
tingkat pelanggan memerlukan pengembangan terus-menerus pada perusahaan kimia.
Sehingga, perusahaan perlu berkomitmen untuk penelitian dan pengembangan.

F) Mengantisipasi dan Merespon Perubahan Lingkungan

Saat ini tidak ada satu perusahaan pun yang tidak terkena dampak pengaruh
perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan tidak hanya berpengaruh terhadap
perusahaan-perusahaan besar, bahkan perusahaan kecil pun bisa jadi sangat
terpengaruh. Kadangkala perubahan sangat cepat dan sulit untuk diprediksi sehingga
seringkali rencana jangka panjang yang telah dibuat suatu perusahaan seakan tidak
lagi berarti.

”Hal-hal yang menyakitkan saat ini bukan karena perbuatannya sendiri, melainkan
karena peristiwa-peristiwa eksternal”. (Thomas Hanley, Saloman Brothers).

Dalam beberapa kasus pernah berpengaruh besar terhadap dunia bisnis:


 Masih segar dalam ingatan kita betapa besarnya dampak peristiwa bom Bali

terhadap industri pariwisata dan dunia bisnis khususnya di Bali.

 Pengungkapan hasil penelitian Peneliti IPB yang menyatakan adanya bakteri

Enterobacter Sakazakii dalam beberapa susu formula yang membuat para ibu
benar-benar hati-hati dalam membeli susu formula.

12
 Tayangan di TV tentang digunakannya zat pengawet makanan yang biasanya

digunakan untuk mengawetkan jenazah, yang dampaknya sangat memukul


industri makanan tertentu, seperti : Bakso.

Peristiwa –peristiwa tersebut tentunya sangat sukar diduga oleh para pebisnis
karena di luar kendali kontrol perusahaan. Perubahan lingkungan dapat berdampak
positif dan negatif, tetapi implikasinya terhadap pemasaran jelas tampak. Oleh
karena itu setiap perusahaan harus secara cermat dan terus menerus memantau
lingkungannya yang kemungkinan berpengaruh terhadap perusahaan. Perubahan
lingkungan tidak hanya bersifat ancaman, tetapi juga membuka peluang. Banyak
faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap lingkungan antara lain: Persaingan,
Ekonomi, Sosial Budaya, Teknologi, Politik dan Hukum, dan Alam. Memahami
dengan baik berbagai faktor-faktor tersebut akan menghindarkan perusahaan terkena
dampak negatif yang parah tetapi justru mampu memanfaatkan kemungkinan adanya
perubahan-perubahan tersebut.

G) Tantangan Pada Pasar Pada Tingkat Makro

Lingkungan Eksternal makro perusahaan meliputi :

1. Teknologi

Dalam setiap masyarakat atau industri , tingkat kemajuan memainkan peranan


yang berarti . Sebagai contoh kemajuan teknologi akan menurunkan permintaan
akan manajer- manajer menengah dan lini pertama, Banyak perusahaan sekarang
menggunakan komputer untuk meramalkan operasi-operasi dan schedulin
produksinya , dimana pada waktu yang lalu dilakukan oleh fungsi – fungsi
manajemen menengah. Inovasi teknologi dapat juga menimbulkan posisi
persaingan baru dalam industri – industri yang berbeda. Ini semua menuntut
manajer perusahaan bersikap tanggap terhadap tantangan – tantangan dan mampu
memanfaatkan kesempatan yang ada. Manajer perlu senantiasa menaksir arah
perkembangan teknologi dan memperkirakan perngaruhnya pada organisasi atau
melakukan peramalan teknologi.

2. Ekonomi

13
Para manajer akan selalu terlibat dengan masalah-masalah biaya sumber daya –
sumber daya yang dibutuhkan dalam organisasi. Biaya ini berubah-berubah setiap
waktu karena pengaruh faktor – faktor ekonomi. Sehingga manajer senantiasa
perlu menganalisa dan mendiagnosa faktor – faktor ekonomi, seperti
kecenderungan inflasi atau deflasi harga-harga barang dan jasa, kebijaksanaan
moneter, dan kebijaksanaan fisikal dll, jadi manajer perusahaan harus
mencurahkan waktu dan sumber daya untuk melakukan peramalan ekonomi dan
antisipasi perubahan harga.

3.Lingkungan sosial kebudayaan

Merupakan pedoman hidup yang menentukan bagaimana hampir seluruh


organisasi dan manajer harus beroperasi . Lingkungan ini mencakup kepercayaan ,
nilai-nilai, sikap-sikap, pandangan serta pola kehidupan yang dibentuk oleh
tradisi , pendidikan, kelompok , ethnis, teknologi , demografi, geografis, serta
agama dan kepercayaan dari sekelompok atau seluruh masyarakat tertentu.
Pengaruh dari pedoman hidup ini dapat sangat luas atau felatif sempit . Misal,
batasan bagi pekerja wanita mungkin hanya berlaku disuatu daerah, tetapi dapat
juga berlaku secara nasional

4. Dimensi Internasional

Komponen Internasional dalam lingkungan eksternal juga menyajikan


kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan serta mempunyai potensi
menjadi faktor yang berpengaruh langsung pada operasi perusahaan. Kekuatan-
kekuatan internasional ini berpengaruh melalui perkembangan politik dunia,
ketergantungan ekonom transfer teknologi. Lebih sempit lagi, kekuatan ini
berwujud misalnya keterrgantungan sumberdaya impor, keadaan resesi,
persaingan dengan perusahaan – perusahaan multinasional, tingkat pertukaran
mata uang asing dsb. Maka hendaknya manajer mampu menanalisa dan
mengantisipasi untuk kemudian meletakkan dasar yang kuat dalam menghadapi
perkembangan dunia internasional.

14