Anda di halaman 1dari 6

Imam Malik membuktikan kekuasaan Allah dengan adanya manusia yang beragam-

ragam bentuk, rupa, kulit, suara, kemauan, dan lain-lain. Namun tidak ada yang serupa.
Kalau dipikirkan tentu ada yang mengaturnya di luar batas kemampuan manusia, yaitu
Zat Yang Maha Kuasa, yakni Allah SWT.

Imam Syafi’i membuktikan kekuasaan Allah dengan memperhatikan dari sebuah jenis
daun tumbuh-tumbuhan yang dapat berubah menjadi bermacam-macam benda,
umpamanya: apabila daun dimakan oleh ulat sutera, maka akan menjadi bahan kain yang
halus (sutera) yang indah dipakai. Kalau daun tadi dimakan oleh seekor lembu, maka ia
akan menjadi susu yang enak diminum dan besar manfaatnya untuk kesehatan kita.

Imam Hambali membuktikan ada Zat Yang Maha Kuasa itu dengan kejadian makhluk-
makhluk terutama manusia, yang asalnya dari setitik sperma, akhirnya setelah mengalami
proses yang ditentukan, maka jadilah manusia yang sempurna (M. Noor Matdawam,
1984).

Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahamandan penghayatan keserasian alam


tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”. Disamping itu Ibnu Rusyd juga
menggunakan metode lain yaitu “dalil inayah”. Dalil ‘inayah adalah metode pembuktian
adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan
manusia (Zakiah Daradjat, 1996).

1. Keberadaan alam membuktikan adanya Tuhan

Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik, tidak
boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada suatu kekuasaan yang telah
menciptakannya, suatu “Akal” yang tidak ada batasnya. Setiap manusia normal percaya
bahwa dirinya “ada” dan percaya pula bahwa alam ini “ada”. Dengan dasar itu dan
dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan.
Bangsa Arab yang mula-mula menerima Al-Qur’an dalam masyarakat yang masih
sederhana, dianjurkan melihat unta, bagaimana ia diciptakan; melihat langit, bagaimana
ia ditinggikan; melihat gunung-gunung, bagaimana ia dipancangkan; dan melihat bumi,
bagaimana ia dihamparkan (Q.S. Al-Ghasyiyah : 17-20).

Oleh karena itu, dengan melihat kejadian alam sekelilingnya, setiap orang atau setiap
bangsa yang berakal akan bertanya: siapa yang menjadikan semua ini? Dan jawabannya
adalah Dialah Allah Tuhan Sang Maha Pencipta.

2. Adanya keteraturan dan keserasian di alam

Renungkan lebih dalam lagi tentang gerak alam ini. Mengapa matahari tidak pernah
terjatuh, mengapa bintang-bintang tidak pernah berbenturan? Bola yang ditendang oleh
seorang anak melambung tinggi ke udara, akhirnya kembali lagi ke bawah. Karena ringan
dia melambung ke atas, karena berat dia jatuh ke bawah. Lalu mengapa matahari dan
bulan tidak pernah jatuh ke bawah? Sebanyak bintang di langit yang tidak terhitung
jumlahnya, tidak sekali pun berbenturan antara satu sama lainnya. Lalu siapa yang
menciptakan keajaiban gerak ini? Dialah Penguasa alam ini. Dialah Allah (Hamka,
1983).

Akhirnya, ke sudut mana pun manusia melihat dan menghadapkan mukanya, tampaklah
bahwa segala sesuatu ada yang mengaturnya dan ada yang memeliharanya. Sudah pasti
yang mengatur dan memeliharanya itu sangat pintar, sangat teliti, tidak lalai, dan tidak
tidur. Adanya aturan, pasti ada yang menjadi pengatur, penjaga, dan pemelihara. Dialah
Tuhan, Dialah Allah.

3. Pembuktian adanya Tuhan dengan pendekatan fisika

Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri
(alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Tetapi setelah ditemukan “hukum kedua
termo dinamika” (second law of thermodynamics), pernyataan ini telah kehilangan
landasan berpijak.
Hukum tersebut, yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan
perubahan energi panas, membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali.
Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas
beralih menjadi tidak panas. Sedang kebalikannya tidak mungkin, yakni energi panas
tidak mungkin berubah dari keadaan tidak panas menjadi panas. Perubahan energi panas
dikendalikan oleh keseimbangan antara “energi yang ada” dengan “energi yang tidak
ada”.

Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus
berlangsung, serta kehidupan tetap berjalan, terbukti secara pasti bahwa alam tidak
bersifat azali. Seandainya alam ini azali, maka sejak dulu alam sudah kehilangan
energinya, sesuai dengan hukum tersebut dan tentu tidak akan lagi kehidupan di alam ini.
Oleh karena itu, pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan.

4.Pembuktian adanya Tuhan dengan pendekatan astronomi

Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu, tetapi ia beredar bersama-sama
dengaan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.000
mil per jam. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain “sistem tata surya” kita dan
setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri. Galaxy-galaxy tersebut
juga beredar pada garis edaarnya. Galaxy di mana terletak sistem matahari kita, beredar
pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200.000.000 tahun cahaya.

Dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti ini, logika
manusia akan berkesimpulan bahwa mustahil semua ini terjadi dengan sendirinya,
bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semua itu ada kekuasaan maha besar yang
mebuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut. Kekuatan maha besar
tersebut adalah Tuhan. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan
tentang fenomena bintang-bintang, antara lain : QS. 85:1, 86:1-3, 91:1-2, 7:54, 36:37-
40.
5. Pembuktian adanya Tuhan dengan pendeketan teori big bang

Al-Quran telah mengungkapkan dalam kurun 14 abad sebelum penemuan modern


tentang dentuman besar dan temuan temuan yang berkaitan dengannya, bahwa ketika
diciptakan, alam semesta menempati volume yang sangat kecil:

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya.
Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka
tiada jaga bermain (QS. Al. Anbiya: 30)

Terjemahan ayat di atas mengandung pemilihan kata yang sangat penting dalam bahasa
aslinya, bahasa arab. Kata ratk diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” yang berarti
“bercampur, bersatu” dalam kamus bahasa arab. Dalam ayat itu, langit dan bumi pada
mulanya berstatus ratk. Mereka dipisahkan (fatk) dengan satu muncul dari yang lainnya.
Menariknya, para ahli kosmolgi berbicara tentang “telur kosmik” yang mengandung
semua materi di alam semesta sebelum dentuman besar. Pengembangan jagat raya yang
ditemukan pada akhir tahun 1920an yang ditemukan seorang hubble tentang pergeseran
tanah merah dalam spektrum cahaya bintang yang diungkapkan dalam al-quran sebagai
berikut:

“ Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kami
benar-benar meluaskannya. “ (QS. Adz- Dzaariyat. 51:47)
Singkatnya, temuan-temuan ilmu alam modern mendukung kebenaran yang dinyatakan
dalam al-Quran dan bukan dogma materialis. Materialis boleh saja menyatakan bahwa
semua itu “kebetulan”, namun fakta yang jelas adalah bahwa alam semesta terjadi
sebagai hasil penciptaan dari pihak Allah dan satu-satunya pengetahuan yang benar
tentang asal mula alam semesta ditemukan dalam firman allah yang diturunkan kepada
kita.

6. Pembuktian adanya Tuhan dengan teori DNA

Dalam studi biomolekuler ditegaskan bahwa Deoxyribo Nucleic Acidyang sering


disingkat DNA. DNA terletak dalam kromosom, kromosom terletak dalam inti sel, inti
sel terletak dalam sel, setiap jaringan tubuh mengandung sel. Kebenaran adanya tuhan
melalui study kontemplatif, seperti beberapa ilmuwan berikut ini.

a. Anthony Flew adalah filsuf ateis terkenal. Sebagai seseorang ateis di usia 15 tahun,
dan pertama kali memunculkan namanya sendiri di dunia akademis dengan sebuah karya
yang terbit ditahun 1950. Selama 54 tahun kemudian,ia mendukung ateisme sebagai
pengajar di universitas Oxford, universitas Aberdeen, universitas Keele dan universitas
Reading, dibanyak universitas di America dan Kanada yang ia kunjungi, dalam berbagai
debat, dibuku-buku, di ruang-ruang kuliah dan dalam tulisan-tulisannya.

b. Kazoo Mukarami adalah seorang Ph. D ahli genetika terkemuka dunia sesudah
mengadakan penelitian selama lebih dari 40 tahunsampai pada kesimpulan bahwa DNA
yang terdapat didalam inti sel semua mahluk hidup mengandung DNA yang sama,
dimana terdapat 3-5 miliar kode genetik dan dapat menghasilkan 70 triliun perintah-
perintah, dan itulah yang mengatur seluruh mahluk hidup, seperti tumbuh-tumbuhan,
binatang, termsuk manusia. Sehingga Kazuo Mukarmi mengambil kesimpulan ada
sesuatu kekuasaan yang sangat besar yang ia sebut sebagai Sang Agung (Tuhan) yang
mengatur semua ini.
c. Dr. Ahmad Khan adalah salah satu seorang penemuan yang menggemparkan ilmu
pengetahuan yang diketemukannya informasi lain, selain konstruksi polipeptida yang
dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah suarat
Fussilat (41) ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil penemuan Professor Keith Moore
ahli embriologi dari Kanada.

Dengan demikian terjemahan dari surah Fussilat (41) ayat 53

“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami disegala


wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al-quran itu
adalah benar, tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala
sesuatu”.

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatina” yang memiliki
makna “ayat allah”dijelaskan oleh allah bahwa tanda-tanda kekuasaaNya ada juga dalam
diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat allah ada juga dalam DNA (Deoxy
Nicleotida Acid) manusia selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat al-
quran merupakan bagian dari gen manusia. Area tanpa produksi disebut junk DNA atau
disebut DNA sampah. Menurut Dr. Ahmad khan junk DNA itumerupakan kata-kata yang
jauh sekali dari makna sampah, Ahmad Khan menguntai itu sebagai tanda-tanda
kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.