Anda di halaman 1dari 5

BAB III

HIPOTHESIS, KERANGKA TEORI & KERANGKA KONSEP

III.1 HIPOTHESIS

H0 : tidak terdapat suatu gambaran karakteristik pasien skullbase fracture

H1 : terdapat suatu gambaran k karakteristik pasien skullbase fracture

III.2 KERANGKA TEORI

III.2 KERANGKA KONSEP


BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

IV.1 RUANG LINGKUP PENELITIAN


Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini adalah bedah ortopedi.

IV.1.1 LINGKUP TEMPAT

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

IV.1.2 LINGKUP WAKTU

Penelitian akan dilakukan pada bulan ...

IV.2 RANCANGAN PENELITIAN


Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross
sectional terhadap karakteristik pasien skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan
Sadikin periode 2017 - 2018

IV. 3 VARIABEL PENELITIAN


IV.3.1 VARIABEL BEBAS
Variabel bebas pada penelitian ini adalah pasien skullbase fracture di Rumah Sakit
Hasan Sadikin periode 2017 – 2018

IV.3.2 VARIABEL TERIKAT


Variabel teirkat pada penelitian ini adalah karakteristik pasien skullbase fracture di
Rumah Sakit Hasan Sadikin periode 2017 – 2018

IV.4 DEFINISI OEPRASIONAL


IV.4.1 SUBJEK PENELITIAN
Subjek adalah pasien skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan Sadikin periode 2017 –
2018
No Variabel Definisi Cara dan alat Skala
ukur
1 Jenis karakteristik pada individu Pengamatan, Kategorik
kelamin dimana terdapat perbedaan formulir
pada struktur biologis dan kuesioner
peran reproduktif.
2 Umur Usia kronologis pasien Pengamatan, Numerik
berdasarkan KTP dan formulir
ditanyakan dalam satuan kuesioner
tahun
3 Skullbase Adanya riwayat patah Pengamatan, Numerik
fracture tulang dasar tengkorak formulir
kuesioner
4 Klasifikasi Klasifikasi fraktur basis Pengamatan, Numerik
skullbase kranii yang dibuat formulir
fracture berdasarkan Kowalak, kuesioner
dimana fraktur basis kranii
dibagi menjadi empat jenis :
fraktur petrosa os tempora,
fraktur longitudinal os
temporal, fraktur
transversal os temporal dan
fraktur condylar os oksipital

.
IV.5 POPULASI DAN SAMPEL
IV.5.1.1 POPULASI PENELITIAN
Populasi penelitian adalah semua pasien dengan skullbase fracture.

IV.5.1.2 POPULASI TERJANGKAU


Populasi terjangkau adalah semua pasien pasien skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan
Sadikin periode 2017 – 2018
IV.5.2 SAMPEL PENELITIAN
IV.5.2.1 KRITERIA INKLUSI
a. Laki-laki atau perempuan
b. Tercatat sebagai pasien dengan skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan Sadikin
periode 2017 – 2018
IV.5.2.2 KRITERIA EKSKLUSI
a. Tidak tercatat sebagai pasien skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan Sadikin periode
2017 – 2018

IV.5.3 TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL


Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total
sampling.

IV.6 SARANA PENELITIAN


IV.6.1 TENAGA
Penelitian dilakukan oleh peneliti.
IV.6.2 FASILITAS
Fasilitas yang tersedia berupa rekam medis, formulir informed consent, komputer, printer,
program SPSS, internet dan alat tulis.

IV.7 CARA PENGUMPULAN DATA


IV.7.1 JENIS DATA
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer berupa karakteristik
pasien skullbase fracture yang diambil menggunakan pengamatan

IV.7.2 CARA KERJA


1. Peneliti mengumpulkan bahan ilmiah dan merencanakan desain penelitian
2. Peneliti membuat formulir informed consent sebagai instrumen pengumpulan data
3. Peneliti melapor, meminta ijin dan persetujuan dari consulen penguji dan residen
pembimbing untuk melakukan penelitian di ...
4. Peneliti meminta data pasien pasien skullbase fracture di Rumah Sakit Hasan
Sadikin periode 2017 – 2018
5. Pemilihan sampel menggunakan metode total sampling
6. Peneliti melakukan pengumpulan data –data dengan menggunakan instrument
penelitian berupa formulir.
7. Peneliti melakukan pengolaan, analisis dan interpretasi data.
8. Penulisan laporan penelitian
9. Pelaporan peneliti.

IV.8 ALUR PENELITIAN

Pencatatan data hasil pengukuran


Pengukuran Pengolaha
Populasi karakteristik pasien skullbase
n data
fracture di Rumah Sakit Hasan Sadikin
periode 2017 – 2018

IV.9 PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA


Data-data yang telah dikumpulkan diolah melalui proses editing, verifikasi dan
coding, kemudian data diolah dengan menggunakan program komputer yaitu SPSS.

IV.10 ETIKA PENELITIAN


Etika penelitian dilakukan ke ethical clearance dari Komisi Etika Penelitian Kesehatan
(KEPK) ....