Anda di halaman 1dari 300

Akupunktur

Medik
Dr. H. Kiswojo, M.Kes, SpAk(K)

2013
Ucapan Terim a kasih

Pertama-tama, penyusun menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih, kepada


para penulis, pengarang dan penyusun buku, majalah/makalah ilmiah dalam daftar pustaka,
yang menjadi referensi penyusunan buku ini.

Penghargaan dan rasa terima kasih juga penyusun tujukan kepada mereka yang telah
membantu, memberi kontribusi, turut berpartjpasi dalam penyusunan hingga pene^
buku ini. Dr. Aldrin Neilwan P. MARS,MSiomed ,M.Kes” SpAk, yang berkontribusi dalam
Mekanisme Kerja Rangsang Akupunktur; Dr.Harry. SpAk: Dr. A. Lufty Setiawardhani, SpAk:
Dr. Atikah c. Barasila; Dr. Airine Hendrawan; Dr. Tramudya; Dr. Sherlly Surijadi, MARS,
SpAk: Dr. Azizah Rukmawat‫؛‬, MARS, SpAk: Dr. Carolina Julianti Hendrata,
SpAk: Dr Hety)
SpAk; Dr. Alvjn Hardi Hardjawinata, MARS,SpAk; Dr. Edi Suhaimi,SpAk: Dr. Ferry Aditya
Phan: Dr. Putu Bagus Surya Witantra Giri: Dr. Irma Nareswari: Dr. Intan Suri Baginda:
Dr. Asniyati Almj: Dr. Lina Rostjni, yang telah memberi semangat, membantu menyusun,
membaca serta menyempurnakan naskah Akupunktur Medik ini.

Jakarta, 28 Mei 2013


IV
KATA PENGANTAR

Niat menyusun Buku Akupunktur Medik telah lama dirasakan. Memaparkan


tentang Akupunktur Medik menjadi maksud serta tujuan penyusunan. S esungguhy^
ada sesuatu yang baru dalam buku jni, yang baru adalah pemikiran dan rangkuman yang
mendasarinya.

Akupunktur Medik berkembang dari Akupunktur Klasik. Dalam publikasi


Medical Acupuncture, yang apabila diteliti sebenarnya merupakan suatu penjelasan cara
kedokteran atas Akupunktur Klasik, atau merupakan tinjauan pandangan kedokteran atas
Akupunktur Klasik; pemikiran yang mendasarinya tetap akupunktur klasik.
Akupunktur Medik dalam buku jni.

Akupunktur Medik yang berkembang dari Akupunktur Klasik, mengubah dasar


alamiah menjadi cara berpikir biomedik. Pengetahuan Akupunktur Klasik yang memenuhi
kriteria ilmiah biomedik menjadi bagian Akupunktur Medik, m e n yjsih ^
Akupunktur Klasik yang tidak memenuhi kriteria. Karena itu dalam A k u p u k
lagi konsep Yin Yang, Pergerakan Lima Unsur, Fenomen organ dan Sistem Meridian, dem ika^
empat cara pemeriksaan diagnostik, penggolongan sindrom dan pedoman pengobatan klasik.
Seluruhnya menggunakan pengetahuan biomedik.

Sistem meridian, yang merupakan pokok pengetahuan Akupunktur Klasik, tidak atau M
menjadi bagian Akupunktur Medik. Walau banyak penelitian telah dilakukan
keberadaan sistem meridian, namun hasil penelitian pada umumnya berupa cuplikan
pengetahuan klasiksistem meridian. Dikatakan sampai saat ‫؛‬nj penelitian
bagaikan si buta meraba gajah, yang tidak berhasil menunjukkan sistem m e r id ia e
Penelitian tentang sistem meridian masih terus dilakukan.

Titik Akupunktur yang telah berhasil dibuktikan secara biomedik ( h


dicantumkan dengan nama dan kode World Health Organization (WHO) Titik Akupunktur Klasik,
yang semata-mata bertujuan sebagai notasi. Sistem saraf menggantikan sistem meridian.
Bertolak dari rangsangan pada sistem saraf, selanjutnya mempengaruhi sistem vaskularisasi,
sistem endorkin dan sistem imun, yang terangkum dalam sistem n e u ro -e n d o k rjn l^

Pemeriksaan diagnostik Akupunktur Medik adalah pemeriksaan diagnostik kedoktea^


umumnya dengan kekhususan Akupunktur Medik, yang melibatkan sistem-sistem saraf,
endokrin dan ‫؛‬mun. Demikan pula dengan dasar terapi Akupunktur Medik.
DAFTAR ISI

‫؛‬

Ucapan Terima Kasih

V
Kata Pengantar
Daftar Isi.

"
vll

BAGIAN PERTAMA T IT IID A N MEKANISME KERJA RANGSANG AKUPUNKTUR


BABI TITII〈 RANGSANG AKUPUNKTUR

H H 2 2 3 3 3 3 4 4 5 7 80 0
1■ HASIL PENELITIAN TITIK AK٧ P٧NKT٧ R
1.1. Struktur Anatomi dan Histologi Titik Akupunktur
1.2. Fenomena Khusus
1.2.1. [enomena Nyeri Tekan
1.2.2. Fenomena Kelistrikan
1.2.3. Fenomena Kepekaan Termis
1.2.4. Fenomena PrOduksi Endorfin
1.2.5. Fenomena Migrasi Isotop
1.2.6. Fenomena Hubungan Korteks-Titik Akupunktur
1.3. Reaksi Rangsang pada Titik Akupunktur
dAfTAR PUSTAKA
2. TITIKAKUPUNKTUR
2.1. Kelompok Kepala - Wajah Leher • Kudul(
2.1.1. Daerah Kepala

2r
H
2_1.2. Daerah Telinga dan Sekitarnya

6^ 0 A
2.1.3. Daerah Orblta dan Sekitarnya

٦
^ z 2 z z r^ s 3 r v ٠\ ^ ^ i \ d l 4 4 4 4 5 5 5 6 6 6 6 6 7 7 7 0 0 0 0 0 0 9 9
2.1.4. Daerah Hidung, Mulut dan Api

7 0 0 0 0 0 2 6 Q Q\ ^L O r > r > O P H 4 6r j N ^ l v ^ qv q \r s ٠^r^DTjl{%9 9 9! j


2.1.5. Daerah Leher
2.1.6. Daerah Kuduk
2.2. Kelompok Dorsal Tubuh
2.2.1. Dorsal Tubuh Garis Medan
2_2.2. Dorsal Tubuh Garis Lateral- 1
2.2 3 . Dorsal Tubuh Garis Lateral-2
2.2.4. Dorsal Tubuh Garis Lateral-3
2.3. Kelompok Ventral Tubuh
2.3.1. Ventral Tubuh Garis Medan
2.3.2. Ventral Tubuh Garis Lateral-2
2.3.3. Ventral Tubuh Garis Midklavikuler
2.4. Kelompol〈PundalDan Ekstremitas Superior
2.4.1. Daerah Pundak-Bahu
2.4.2. Ventral Ekstremitas Superior Garis RadiaL
2.4.3. Ventral Ekstremitas Su'perior Garis Median
2.4.4. Ventral Ekstremitas Su^erlor— Garis ULna
2.4.5. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Radial
2.A.6. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Median
2.4.7. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Ulna
2.4.8. Daerah Tangan dan ]ah
2.5. Kelompok Ekstremitas Inferior
2.5.1. Medial Ekstremitas Inferior Garls— Anterior
2.5.2. Medial Ektremitas Inferior Garis Median
2.5.3 Medial Ekstremitas Inferior Garis Posterior
2.5.4. Lateral Ekstremitas Inferior Garis Anterior
2.5.5. Lateral Ekstremitas Inferior Garis Median
2.5.6. Lateral Ekstremitas Inferior Garis Posterior
2.5.7. Daerah Punggung Kaki Dan Telapak Kaki
DAFTAR PUSTAKA
٠
‫ أ‬. TITII〈AKUPUNKTUR BINATANG PERCOBAAN

vii
Q\ Q< o\ Q\ d\ d\
5
BABII MEKANISME KER]A RANGSANG AKUPUNKTUR

5
1. REAKSI RANGSANGAN PADATITIKAKUPUNKTUR

5
2. MEKANISME KERJA RANGSANG AKUPUNKTUR

5
2.1. Mekanisme Kerja Refleks Saraf

6
2.2. Mekanisme Neurohumoral

889
2.3. Mekanisme Neuroendokrinimun
2.4. Mekanisme Kerja Elektromagnetik

d\ Q\ d
9
2.5. Mekanisme Mediasi jaringan Ikat
2.6. Growth Control Model (Shang, 2007)

0
DAFTAR PUSTAKA

BAGIAN KEDUA RANGSANG AKUPUNKTUR

l
BABI RANGSANGMEKANIK 1
(
1
(

l
1. RANGSANG PENJARUMAN 1
(
1
<

l
1.1. Jarum halus (filiform needle) 1
(

H
1
(

1
1.1.1• Strukturjarum

2
1

1
1.1.2. Bahan dan Ukuran

2
1.1.3 Cara Memegang dan Menusukkan ]arum

3
1.1.4• Pelatihan Kekuatan ]ari Tangan

4
10 1

5
1.1.5• Posisi Pasien yang Akan DitUsuk

0
1.1.6. Prosedur Penj.aruhan 2

1
2‫ا‬

0
‫ا‬2
1.1.7• Derajat Rangsangan

1
. 2

2
. 2
1.1.8. Kejadian Lu3rBi3sa dan Cara Menanggulanginya ٠2

3
. 2
1.1.9. Hal-Hal yang Perlu Menjadi Perhatian . 2

3
1
. 2
1.2. ] a _ Prisma . 2

4
1
. 2
1.2.1. Struktur dan Ukuran ]arum Prisma

5
. 2

1
٠2
1.2.2. Cara. Penggunaan

5
‫ا‬2 .

1
‫ا‬.
1.2.3• Aplikasi Klinis

5
2 ‫ا‬2
‫ا‬.

1‫ و‬1 1
1.3• jarum Kulit

6
1
1.3.1. Struktur Jarum Kulit

7
‫ا‬

880
1.3.2. Cara Penggunaan

1
1.3.3. Aplikasi Klinis

1
1
‫ا‬
1
;

0
1.4. Jarum Dalam Kulit

1
1
‫ذ‬

1 1 1
9
1.4.1• Struktur ]arum Dalam Kulit

9
‫ا‬1
1.4.2. Cara• Penggunaan
1

9
1.4.3. Aplikasi Klinis 1
11 1

9
1.5. Mangzhen (Awn Needle)
0

‫؛‬
1.5.1. Struktur Mangz/jen 1‫ة‬
0
1

1;
1.5.2. CaraPeng— guflaan 1:
0
1

1:
1.5.3: Aplikasi Klinis ‫ا‬
1
1 ‫ة‬1

1‫ا‬
1.6• Huozhen (].arum Api)
H

1
1.6.1. Struktur Jarum Api
HT

1.6.2. Cara Penggunaan


1
H

1.6.3. Aplikasi Klinis


1

1.7. DizhenOarum Tekan)


1

1.7.1. Struktur Dizhen


1

1.7^2. Cara Penggunaan ‫ا‬


1 ‫ب‬1 ٣

1‫ا‬
٠
?!ci٠

1.8. Cu Zhen (Jarum Kalar) 1

1.8.1• Strukturjarum 1
:
M

1.8.2. Cara Penggunaan ‫ا‬


csici!r>lr}tr}

1‫ا‬
1.8.3• Indikasi
1.8.4• Hal yang Perlu Diperhatikan
2. RANGSANG TANPA]AR٧ WaKUPReS٧ R(AI〈UPUNI〈TURTEKAN ]ARI)
2.1. CaraAkupresur
2.2• Aplikasi Klinis

2;
BABII RANGSANG TERMIK 2
'
1. PENGHANGATAN MOKSA

viii
1.1. Moksa Kerucut 126
1.1.1. Pembuatan Moksa Kerucut 126
1 1 2 . Klinis Moksa Kerucut digunakan dengan cara 126
1.2. Moksa Silinder 127
1.3 ]arum Pen.ghangat 128
1.4• Aplikasi KlTnis 129
1.4.1. Upaya Kuratif-Rehabilitatif 129
1.4.2. Upaya Promotif-Pencegahan 129
1.5. Prosedur Terapi Penghangatan Moksa 130
Menentukan Sasaran Penghangatan Lokasi Keluhan 130
1.5.2. Titik Akupunktur Terpilih S e s U denganDiagnosis yang Ditegakkan 130
1.6. Hal yang Perlu Menjadi Perhatian 130
2 LAMPUTDP 130

BABIII RANGSANG ELEKTRIK 133


1. PENGETAHUAN DASAR ELEKTRO AKUPUNKTUR 133
2. PEWLIHAN TITIK PADA ELEKTRO AKUPUNKTUR 134
3 INDIKASI 135
31. Meredakan dan Menghilangkan Rasa Nyeri 135
3.2. Menenangkan. _ 135
3.3. MeregulaSi Tonus Otot, Memulihkan Sirkulasi Darah 135
3.4. Meningkatkan Daya Imun 135
A. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 135

3
7
BABIV RANGSANG MAGNIT

7
3 3
1. ALAT RANGSANG

7
2. CARA PENGGUNAAN

7
3
2.1. Cara Perekatan

7 OPP
5‫ذ ق‬
2.2. Cara Elektromagnetik
3. INDIKASI

9
L HAL YANG PERLU MEN]ADI PERHATIAN

BABV RANGSANG GELOMBANG ULTRASOUND 139

BAB VI RANGSANG GELOMBANG SINAR 141


1. RANGSANG SINAR INFRA MERAH 141
2. RANGSANG SINAR LASER 141
2.1. I^khususan Laser— 142
2.2. Efek Laser Energi Rendah (Low level laser) 142
2.2.1. EfekAntiphogistik 142
2.2.2. Efek Analgetik 142
2.2.3■ Efek Regeneratif 142
2.2.4• Efek Perbaikan Sirkulasi 143
2.2.5. EfekAnti-Edema 143
23. .〈 eleblhan Laser Akupunktur 143
2.4. Kontraindikasi Rangsang Laser 143
2.4.1. D^arang penggunaan pada 143
2.4.2. Kontraindikasi Absolut 143
2.4.3. Kontraindikasi Relatif 144
2.5. Efek Samping Rangsang Laser 144
2.6. Dosis Rangsangan 144
2.7. Hal yang Perlu Diperhatikan 144
2.8. J.enls Perlengkapan Laser 144
2.9. Contoh Laser Apparatus 145

BAB VII RANGSANG PEMBEDAHAN MINOR 147


1. Rangsang Perlukaan 147
1.1. Daerah Perlukaan 147
1.1.1. Perlukaan Telapak Tangan 147

iK
8 8 3
5
1.1.2. Perlukaan titik akupunktur .5
.5
1.2. Cara pelaksanaan rangsanga'n .5
٠5
13. Hal yang perlu diperhatikan .5

5
6
2. RANGSANG PENANAMAN BENANG

5
٠ 6
٠ 6
2.1. Ke—khususan .٠ 7
‫ا‬5
2.2. Pelengkapan Rangsang Taman Benang 5٠ 7
‫ا‬.
.5٠ 7

7
2.3• Proses Tindakan .
:

5
8 8 8
2.4. Indil<asi
2.5. Kontraindikasi .
.
5
5
2.6. Hal yang Perlu Menjad Perhatian ‫ا‬٠
٠5
.5 5 ‫ا‬
3. RANGSANG JARUM PISAU ‫ د‬5‫ا‬
^,٠^‫ا‬
3.1. Kekhususan ‫ د‬2

3
‫ا‬
^,
3.2. Cara memegang dan menusukkan jarum pisau ‫^؛‬

‫آل‬
0
‫ا‬
3.3. Prosedur Memasukkan jarum Pisau
3.4. Rehabilitasi pasien

1
3.5. Indil<asi

1
3.6. Kontraindikasi

1
4. RANGSANG ]^RUM PANJANG BUNDAR

2‫و و و‬
4.1. Cara Manipulasi Jarum
4.2. Indikasi
4.3. Hal yang Perlu Menjadi Perhatian
5. RANGSANG JARUM BO BARU

5
5.1. Prosedur Penusukan

5
5.2. Indikasi

5
5.3. Hal yang Perlu Diperhatikan

5
5.4. Kontraindikasi

1
9

BAB^III RANGSANG PADUAN DENGAN MEDIKAMENTOSA

9
1. Obat yang Sering Digunakan

1• 1
٠0
1.1• Kelompok Vitamin B ٠0

.
٠0

‫و‬
1.2. Kelompok Obat Fisiologk

1
.‫و‬
1.3 Kelompok Obat Analgetik-Asestesi

1
,‫و‬
1.4. Kelompok Antibiotika

1 1 -
‫و‬
1.5. Kelompok Hormonal

‫و‬
2. Prosedur Cara Rangsangan
11 1
2.1. Tentukan Titik Akupunktur
‫و‬
2.2. Cara Penyuntikan ‫و‬

2.3. Dosis Obat


‫و‬
1

2.4. Sesi dan Seri Terapi


‫و‬

3. Indikasi
1

4. Hal yang Perlu D perhatilan


1

61
DAFTAR PUSTAKA

BAGIAN KETIGA DIAGNOSTIK DAN TERAPI AKUPUNKTUR MEDIK


VD V

BABI PEMERIKSAAN DIAGNOSIS


o V

1. Pemeriksaan Diagnostik Akupunktur Medil(


o V

1.1. Anamnesis
D V

1.2. Pemeriksaan Fisik


o V

1.2.1. Pemeriksaan Fisik Kedokteran pada Umumnya


o \o V

1.2.2. Pemeriksaan Fisik Khusus Akupunktur Medik


1.3. Pemeriksaan Penunjang
o V

1.4. Resume dan Analisis H s il Pemeriksaan


D V

1.5. Diagnosis Kerja—


.
P 6

2. Tujuh Metoda Diagnostik Akupunktur Medik


2.1. Metode Segmental dan Saraf Kranial
r> 00 Q)

2.2. Metoda Titik Pemicu


2 3 . Metode Zona Ref^e.ksj Tubuh
2.4 Metode Integratif Dung

K
7 0 1
0
2.5 Metode Integratif Ma (Integrative Neuro Muscular Acupoint System, INMAS)
DAFTAR PUSTAKA :
2.6. Aurikulopunktur (Akupunktur Daun Telinga) ‫ا‬
0

‫و‬
2.7. Metode Akupunktur K_uLit Kepala Baru Yamamoto

/tax
'i

l
(Yamamoto's New Scalp Acupuncture, YNSA)
2.8 Akupunktur Metalarp3lKed.ua

2
1 3
BABII TERAPI AKUPUNKTUR MEDIK

2
DAFTAR PUSTAKA

BAGIAN KEEMPAT APLIKASI KLINIS AKUPUNKTUR

2
PENGANTAR

2
5
2
3
BABI PENYAKIT BERKHASIAT AKUPUNKTUR

2
‫ا‬3

5 3
.3
1. DISEASES OF TH‫ ؟‬MUSCULOSKELETAL SYSTEM AND CONNECTING TISSUE (M)

2
٠3

5
2
1.1. Bursopathy

6
2
1.2. Cervical Spondylosis of Cervical Type ‫ا‬

3 63 63 63 63 6 3 7
2
1.3. Costal Chondritis:

2
1.4. Cyst of Popliteal Space

2
1.5. Epicondylitis Lateralis
1.6. Epicondylitis Medialis
1.7. Ganglion

2
1.8. Lesion of Infrapatellar Pad

2
‫ ذ‬2
1.9• Muscle Strain

2
7
1.10• Muscular Torticollis (Early Stage)

2
3
7
1.11. Myofascilitis

2
3
7 3
1.12. PGriarthritis of Shoulder (Early Stage)

2
7 3
1_13 Primary Piriform Muscle Syndrome
1.14. ShouldSr Hand Syndrome (Early Stage)

7 3
1.15. Simple Systremma

8 838 8
1.16. Stiffneck
1.17. Syndrome of the Third Transverse Process of Lumbar Vertebrae

38 8 9
1.18. Tendonitis (Non Secondary Infection) 2
‫ا‬
‫ا‬
1.19• Tenosynovitis (Early Stagg) 2 '
2 ‫ا‬

9
Kelasll: 2 '
2 ٠
2 2 2 2
2 ‫ا‬
1.20• Cervical Spondylosis of Vertebral 2 ;
9
1.21. Cervical SyndrGme of Nerve Root Type 2 ‫ذ‬
9

2 ‫ذ‬
1.22. Fibromyalgia Syndrome 2 ‫ذ‬
9


1.23 Hyperplastic Spondylitis 2٠
9

2 '
1.24. Osteoarthritis of Knee Joint 2
'

1.25. Prolapse of Lumbal DSc 2 ٠
‫ا‬2
2
‫؛‬
2
3

1.26. Rheumatic Arthritis (Chronic Stage) 2 <


2 ‫ا‬
Kelaslll 2 ‫ا‬
22
‫؛‬٠
2‫؛‬
2<
1.27• Cervical Spondylosis of. Myeloid Type 2‫؛‬
2‫ا‬
‫؛‬
1
2

1.28• Cervical Spondylosis of Sympathetic Type ‫ا‬2


2 ‫ا‬
2

1.29. Chondromalacia Patellae ‫؛‬


0
2

٠0
1.30. Necrosis of Femoral Head ٠0
2

٠0
131. Osteoporosis ٠1
2

٠1
132. Rheumatoid Arthritis ٠1
1
2

1.33. Rhizomalica Spondylitis


2

0‫ا‬
1.34. Sicca Syndronle 0‫ا‬
0‫ا‬
1.35• Spinal Stenosis ‫ا‬
2. DISEASES OF THE NERVOUS SYSTEM (G)
Kelas 1
2.1. Carpal Tunney Syndrome
2.2. Fascial Palsy (Bell.s Palsy)
2.3. Gulllain-BarreSyndrome(Convalesecncestage)
2.4. Headache (Non Organic)
2.5. Lateral CutaneousNerve of Tigh Syndrome

Ki
5
‫ذ‬25
2.6. Neuropathic Headache ‫ذ‬2 ٤

‫ة‬
3
‫ذ‬2
2.7. Occipital Neuralgia ‫ذ‬2

3
‫ز‬2

‫ة‬
2.8. Primary Sciatica ‫ز‬2

5
‫ذ‬2
2.9. Rheumatic Chorea (Convalescence Stage) ‫ز‬2

‫ة‬
‫ز‬2

3
2.10. Superior Clunal Nerves Ganglionitis ‫ز‬2
2‫ز‬

3
2.11. Supraorbital Neuralgia ‫ح‬2
2‫د‬
2.12. Tension Type Headache

‫ؤ‬
4
‫ة‬2
‫ة‬2

‫ؤ‬
2.15. Vascular HSadache (Non Organic)

4
‫د‬2
‫ة‬2

‫ة ؤ‬
Kelas II ‫ذ‬2

4
‫ح‬2
2.14. Fascial Spasm ‫ة‬2

4
'3
2.15. Infantile Cerebral p_alsy ‫؛‬
'‫ذ‬
‫؛ذ ا‬

4
‫؛‬
'3
2.16. Intercostal Neuralgia ‫؛‬
٠‫ذ‬

5
3
‫؛‬ ٠
2.17. Migraine 3
‫؛‬ ٠
‫؛‬
)3

5
2.18• Multiple Neuritis ‫إ‬3
‫؛‬
‫إ‬3
‫؛‬

5
2.19. Pseudobulbar Paralysis ‫؛‬
‫؛‬
3
3
2.20. Secondary Sciatica ‫؛‬
!3

5
3
‫؛‬ ٠
2.21. Sequelqe of Stroke (Convalescence and Sequelae Stage) 3

5
‫؛‬
2.22. Trigeminal Neuralgia (Primary)

5
Kelaslll

3
6
3333
2.23. Amyotropic Lateral Sclerosis

6
2.24. Epilepsy

6
‫ة ة‬
2.25. Multiple Sclerosis

6
(
3
2.26. Paralysis Agintans (Parkinson's Disease) ‫(ا‬
3
( ‫ا‬
2
2.27. PersiStent Vegetative— Status (
5 ‫؛‬

‫آل‬
(
5
‫ • ذ‬DISEASES OF THE DIGESTIVE SYSTEM (K) 5
‫؛‬
3
‫؛‬
‫؛‬1
3
Kelas I 3‫؛‬ 1‫ا‬
‫؛‬1‫ا‬
3
3.1. Anorexia (.Functional) 3
‫؛‬ ‫ز‬1
‫ر‬3 1‫ا‬
32. Constipation (Non Organic) 3‫ال‬1‫ز‬
3‫ اال‬1
3.3. Flatulence (Simple) 5‫ال‬
‫ز‬
‫ة‬3
0
‫ز‬3 0‫ا‬
3.4. Functional (Simple) Dispepsia 3 0‫ز‬
‫ ذ د‬0
‫ا ز‬
3.5. Gastrointestinal Spasm (Simple) ‫ؤ‬30‫ز‬
‫ة‬50‫ز‬
3.6. N.AnalesP_aln ‫ح‬3
^

w
9‫ز‬
‫؛‬
9
3.7. Paralysis of Intestine After Operation ‫؛‬
9

‫ق‬
3.8. Prjma٢yGastroparasis Syndrome ‫؛‬
9
‫؛‬
9

M ‫ة‬
‫؛‬
9
3.9. Tempomandibular jo in t Dysfunction Syndrome (Non Organic) ‫؛‬
8
،8
Kelas N. ‫ج‬ ،8
،9
3.10. Acute Gastroenteritis (Non Infection) ، 8
‫؛‬
٤8
‫؛‬
3.11. Cholelithiasis ‫؛‬
8
‫ا‬7
3.12. Chronic Diarrhea ٠7
٠7
3.13. Chronic Nonspecific Ulcerative Colitis ٠7
7‫ا‬
3.14 Chronic Superfisial Gastritis 7‫ا‬
7‫ا‬
3.15. Dynamic l[e ٧s (Simple and Incomplete) 6‫ا‬
‫ا‬
3.16• Castroptosis (Mild and Moderate)
3.17. Rectal ProlapSed, Anal Prolapsed (Mild And Moderate)
I— III
3.18. Acute and Chronic Cholecystitis
3.19• Acute Appendicitis (Simple)
3.20. Chronic Peptic ULcer
3.21. Mechanical Intestinal Obstructiom (Simple and Incomplete)
4• Diseases OF THE GENITOURINARY SYSTEM (N)
Kelas I
41. Acute Mastitis (Initial Stage)
4.2. Distancing Pain of Breast During Menstruation
4.3. Enuresis (Non Organic)
4.4. Irregular •MenstrUration(Functional)
4.5. L— in Breast—
4.6. Prehensturual Tension Syndrome
4.7. Primary Dys— menorrhea
4.8. Retention of Urine Due to Dynamic Obstruction of The Urinary Tract

Kii
A.9. Spermatorrhea 242
4.10. u'rethral Syndrome 242
4.11. Chronic Prostatitis (Nonbacterial) 243
4.12. Incontinence Urinea 243
4.13. Metropathia Hemorrhagica 243
4.14. Neurogenic Bladder Dysfunction (Non-lnborn) 243
4.15. Pelvic Congestion Syndrome 243
4.16. Perimenopa٧salSyndrome 243
A.17. Urolithiasis 2A4
4.18. Uterine Prolapsed (Mild and Moderate) 244
Kelaslll 244
4.19. Amenorrhoea (Secondary) 244
4.20. Chronic Annexitis 244
4.21. Chronic Pelvic Inflammatory 244
4.22. Chronic ProstatitisJBacterial) 244
4.23. Female Infertility (Relative Infertility) 244
4.24. Hyperplasia ProS— tat 245
4.25• Leuekeoplakia of Vulva 245
4.26. Retentio.n of Urin Due to Mechanical Obstruction 245
4.27. Urinary Tract Infection 245
5. DISEASE OF THE EYE AND ADNEXA (H) 245
「〈 elasl 245
5.1. Acute Conjunctivitis 245
5.2. Hordeolum 245
5.3 Paralytic Strabismus 246
5.4. Pseudomiopia 246
5.5. Rapid Movement of Orbicularis 246
5.6. Syndrome of Asthenopsia 246
5.7. cCntral Sereous Chorioretinopathy 246
5.8. Cornea Xerosis (Caused by Oligodacrya) - 247
5.9. Ocular Hypertension and Primary Open Angle Glaucoma 247
5.10. Optic Atrophy 2A7
5.11. ptosis of E.yelld (Acquired.. Paralytic, Myogenic) 247
5.12• Retinal Asterial Vascular Occlusions 247
5.1 ‫ إ‬. Senile Incipient Cataract 247
KelasIM 248
5.14. Amblyopia 248
5.15. Optic Neuritis 248
6. MENTAL AND BEHAVIOURAL DISORDERS (F) 248
Kela.sl 248
6.1. Cardiac Neurosis 248
6.2. Depression (Mild and Moderate) 248
6.5• GlObus Hystericus 248
6.4. Hysteria 249
6.5• Neurasthenia 250
6.6• Non Organic Insomnia (Mild and Moderate) 250
6.7. Sexual Dysfunction Not Caused by Organic Diseases 250
6.8. Syndrome of Examination 250
6.9. Transient Tic Disorder 250
6.10. Vominting Neurosis 251
Kelasll 251
6.11. Anxiety Disorder. 251
6.12. Chronic Fatigue Syndrome 251
6.1‫ ذ‬. Chronic MotOr or % cal Tic Disorder 251
6.14. Dementia (Mild and Moderate) 251
6.15. Hyperldnetic Disorders 252
6.16. Irritable Bowel Syndrome 252
6.1^ Obsessive Compulsive Disorder 252
6.18. Post Contussioflal Syndrome 252

K iii
2
6.19. Syndrome of Withdrawal (Withdrawal State)

3
Kelaslll
6.20. Childhood Austism 6
‫؛‬
6
‫؛‬
6
6.21. Mental Retardation (Mild and Moderate) ‫؛‬
6
6.22. Schizophrenia 5
‫؛‬
٠5
٠5
7. DISEASES OF THE SKIN AND SUBCUTAMEOUS TISSUE (L) ٠5

?j ?j ?
٠5
Kelas I ٠6
٠6
7.3• Acne Vulgaris (First Degree) ٠6

s
٠6

i ?1 2
7.4. Acute EcZema ‫؛‬No Complication) 5‫ا‬
^‫ا‬
7.5. Acuet Lymphangitis (Superfiscial) ^‫ا‬
‫ا‬

‫ ب‬2٠
7.6. Capitis Totalis
7.7. Pruritus (Psychogenic, Senile, Seasonal)

‫ ب‬2
7.8• Urticaria (No Complication)

١‫ ب‬١
Kelasll

2
‫ ب‬١
7.9• Chloa— sthma

‫ذ‬2 32 32 32‫ ذ‬2


7.10. Freckles
7.11. Neurodermatts (Circumscribe)
Kelas III
7.12. Chronic Ulcer of Lower Limb
7.13 Psoriasis Vulgaris

‫ذ‬
7 .1 ^ Vitiligo

‫ذ‬
2
8. INFECTIONS In D PARASITIC DISEASES (A AND B)

2
Kelas I

2
8_1. Eryslpel.as

2
8.2. Mumps (Mild Without Complication)
8.3. Rubella (Without Complication)

2
8.4. Zoster (Without Complication)

2
Kelasll

2
8.5. gadllary Dysentery (Acute, and Non-Toxic, Shronic)

7
2
8.6. Sequalae of Viral Encephalitis 2
'
2;

7
2
'
8.7. Sequelae of Poliomyelitis Convalescent Period)

2
2
'

7
2
8.8. Vulgaris Viral Warts

2
7
8.9• Whooping Cough

7
8.10. Verruca Plana

8888888889
Kelas 1‫أ‬
8.11. Ascariasis
8.12. Chronic (Viral) Hepatitis B
9. DISEASES OF THE RESPIRATORY SYSTEM (])
22 2 2 2 2 22 2 2 22 22 2 2

Kelas I
9.1. Acute Pharyngitis
9.2. Acute T o n s ils Acute
9.3. Common Cold
9.4. Simple Acute Laryngitis
9.5. Simple Chronic Rhinitis
9.6. Simple Spasm o_fDiaphra—gm (Hiccough) 1
)
0
9.7. Vocal Nodules (Primatry Stage) )
0
)
0
9.8. Vasomotor Rhinitis 0
)
)
0
丨―丨丨 : )
2
‫؟‬

2
.
9.9. Allergic Rhinitis 2
,
2

9
9.10. Bronkialis Asthma (Remission Stage) ‫ ؛‬٠ 9
9.11. Bronchitis 2
‫؛‬٠ 9
2
‫؛‬٠ 0
9.12. Simple Chronic Pharyngoitis 2
‫ ا‬9‫ا‬
2 9‫ا‬
'
2
‫ا ا‬
‫و‬

Kelaslll
9.1 ‫ ذ‬. Bronkialis Asthma Attack
9
9.14. Central Respiratory Failure ‫ا‬

9.15. Chronic Rhinitis (Atrophic, Hypertrophic)


9_16. Epistaxis
017 Fp\/pr
9.18. Haemoptysis

xiv
9.19. Paralysis of Vocal Cords 261
9.20• Pneimonia 261
9.21. Sinusitis 261
10. DISEASES OF THEE CIRCULATORY SYSTEM (I) 261
Kelasl 261
10.1. Primary Erythromelalgia 261
10.2. Raynaud.s Disease (Mild) 261
Kelasll 262
10.3. Cerebral Atherosclerosis 262
10.4. Haemorrhoids 262
10_5_ Hypotension — 262
10.6• Multiple Aortoartheritis (Brochiocephalic Artery Type) 262
10.7. Simple Lower Limb Varix 262
10.8. ThrOmboangitltis Obliterans 263
KeLaslll 263
10.9. Chronic Coronary Artherosclerotic Heart Disease 263
10.10■ Essential (Primary) Hypertension 一 263
10.11. Ischemic Cardiof^yofSthy / Angina Pektoris 263
10.12.Shocl< — —— —263
11. IN]URY, POISONING AND CERTAIN CONSEQUENCES OF EXTERNAL CAUSES (s) 263
Kelas I 263
11.1 Acute Lumbar Sprain (—Not Including Myocele andSynoviaUnterposin) 265
11.2• Concuss〇 n of s.plnal Cord 264
11.3• Injury of Peripheral Nerve (Incomplete Injury)— 264
11.4. Siriasis (Mild Type and Heat Cramp of Severe Type) 264
11.5. Sprain o.fAnkie 264
Kelasll: 264
11_6. Brain Injury (Convalescence) 264
11.7• Delayed EilcephaLopathy Caused by CO PoisoningConvalescence 265
11_8. Motion Sickness 265
Kelaslll 265
11.9. Allergic Reaction of Transfusion 265
11.10. Dearticulation 265
11.11. Fracture and Complication 265
12 PREGNANCY, CHILDBIRTH ANDTHEPIERPARTUM(O) 265
Kelasl 265
12.1• Excessive Vomiting in Pregnancy 265
12.2• Hypogalactia AfterLabou 266
12.3. Malposition of Fetus (Simple) 266
12.4. Reactions of Artificial Abortion 266
Kelasll 266
12.5. Labour Pain _ 266
12.6. Long— L—
a bour/Dystocia (Caused Bt Forces of Labour) 266
12.7• SidgEffects of Drug Abortion (Colporrhagia, Nausea and Vomiting) 266
12.8. Subinvolution of uterus After LabOur 267
Kelaslll 267
12.9• Postpartum Haemorrhag 267
12.10 Retained Placenta. 267
1 3 ENDOCRINE, NUTRITIONAL AND METABOLIC DISEASES(E) 267
Kelasl 267
13.1. Simple Thyroid Adenoma (Early Stage, Mild, Non-Thryrotoxicosis) 267
Kelasll - 268
1 3 2 ■ Obesity (Simple) 268
13.3. Diabetes with Complications 268
13.4. Gout 268
Kelaslll - 268
13.5. Diabetes 268
13.6. Hyperlipidemia 268
13.7• Hyperthyroidism 269

KV
‫و‬
6 6 6 6
2
‫ووو‬
13.8• Simple Goiter

2
13.8. Thyroiditis

‫د‬
14. NEOPLASMS (C)

‫ر‬
٦
14.1. Haemangioma -(Superfisial and Small Volume)
14.2. Const^atlon of Chemotherapy of Malignancy

١
O N O O O O O O H HT H Hr N f N f N r z r z
^T 4 T r
(Gastrointestinal Reaction and Leucopenia)
14.5. fever and Pain of Cancer
14.4. Leiomyoma of Uterus

4z r7

15• DISEASE OF THE EAR AND MASTOID PROCESS (H) 7
‫؛‬
7
7

15.1. Functional Tinnitus ‫؛‬

٩
z
z 2 2 2 2 2٩
15.2. Meniere's Disease

l
7
153. Sensorineural Deafness
15.4. Deaf Mutism ,
7

7
15.5. Otitis Media
:7
15:6. Sensorineural Tinnitus :7
:7
16. DISEASES OF THE BLO〇 D AND BLOOD-FORMING ORGANS (D) :7

7
N 2 2 2 2 2
16.1. Simple Allergic Purpura ‫ا‬
16.2• Allergic Purpura (Schronlein) 7
7
‫ا‬
‫ا‬
1 6 3 . Chrome IdiGpathlc Thrombocytopenic Purpura 7‫ا‬
7‫ا‬
16.4. Neutropenia■
16.5. Nutritional Anaemia
16.6. Chronic asplastic anaemia

BAB II PENYAKIT BERBUKTI KLINIS AKUPUNKTUR 73

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Hubungan Akupunktur, Pusat Otonum dan Lambung
Gambar2 Pembagan Rata ant.ara Dua Patokan Alamiah Tubuh
Gambar 3 Ukuran— Pemba— glan rata ]ari

0
Gambar 厶 Lokasi Titik Baihui, ShangKing, Sishenzong

2
Gambar5 Lokasi Titik-titik Fengfu, Fengchi, Shuaigu

6
Gambar 6 Lokasi T itik-titik Akupunktur Sekitar Telinga

0
Gambar 7 Lokasi T itik-titik Akupunktur Sekitar Mata (Orbita)

4
Gambar ‫ة‬ Lokasi Titik-Titik Akupunktur Sekitar Hidung, Mulut dan Pipi
Gambar 9 Lokasi Titik-titik Akupunktur dl Leher 2٠ 7
2
6 6 7 7 7 7 88889 9
88 9

Gambar 10 Lokasi Yamen Tianzhu


Gambar 11 Lokasi Titik ] ‫؛‬aji
Gambar 12 Lokasi T itik-titik Akupunktur Dorsal Tubuh
‫ ع‬s o 4 6 6

Gambar 1‫ذ‬ Lokasi Titik-titik Akupunktur Ventral Tubuh


Gambar 1厶 Lokasi T itik-titik akupunl<tur Jianjing dan Tianzong
Gambar 15 Lokasi T itik-titik Akupunktur Ventral Ekstremitas Superior Garis Radial
Gambar 16 Lokasi Titik-titik Akupunktur Ventral Ekstremitas Garis Medan
Gambar 17 Lokasi Titik Akupunktur
Gambar 18 Lokasi T itik-titik Akupunktur Ventral Ekstremitas Supior Garis Ulnarius
Gambar 19 Lokasi T itik-titik Akupunktur Dorsal Ekstremitas Superior Garis Radialis ٠1
3

Gambar 20 Lokasi Titik-titik Akupunktur Dorsal Ekstremitas Supeior Garis Median


٠6
Gambar 21 Lokasi Titil<-titik Akupunktur Dorsal Ekstremitas Superior Garis Ulna ٠9
6 1١6 ‫ى‬

' 2
Gambar 22 Lokasi T itik-titik Akupunktur di Tangan dan jari tangan ' 2
Gambar 23 Lokasi Titik-titik Medial Ekstremitas Inferior Garis Anterior '^2
>
1
Gambar 24 Lokasi Titik-titll 〈Medial Ekstremitas Inferior Garis Anterior >
‫او‬، 8
Gambar 25 Lokasi T itik-titik Akupunktur Medial Ekstremitas Inferior Garis Median 5 ‫؛ةء‬
‫ة‬
5 ‫؛‬
1‫ا‬
Gambar 26 Lokasi T tk -titik Akupunktur Medial Ekstremitas Inferior Garis Posterior 5‫؛‬6
‫ ز‬١‫ ؤ‬3 ١

‫ء‬
Gambar 27 Lokasi Titik-titik Akupunktur Lateral Ekstremitas Inferior Garis Anterior
Gambar 28 Lokasi T itik-titik Akupunktur Lateral Ekstremitas Inferior Garis Median
Gambar29 Lokasi T itik-titik Akupunktur Lateral Ekstremitas Inferior Garis Posterior ‫إ‬
Gambar 0‫ذ‬ Lokasi Titik Bafeng dan Shang Bafeng 3
‫؛‬

Gambar 1‫ذ‬ Peta Titik Akupunktur Tikus Kecil


Gambar 2‫ذ‬ Peta Titik Akupunktur pada Tikus Besar

KVl
Skema Mekanisme Kerja— Akupunktur Analgetik 96
Skema Hipotesis Mekanisme Neuromunoral Rangsang Akupunktur 97
Skema Mgkanisme Kerja Rangsang Akupunktur
(Stressor Eksternal) Terkait dengan Sistem Neuroendokrinimun Besedovsky 98
Struktur ]arum Akupunktur 101
Jenis Tangkai Jarum 101
Cara Memegang ]arum Dua Jari 102
Cara Memegang Jarum Tiga Jari 102
Cara Memegang Jarum 4 Tari 103
Cara Menjepit Badan Jarum 103
Cara Mehegang ]arum Dua— Tangan 103
Cara Latihan Kelcuatan ]ari Tangan 104
Latihan Menusuk dengan Tisu Serlapls dan Bola Tisu 104
Posisi Berbaring 105
Posisi Duduk loS
Penusukan Cepat 105
Penusukan Lambat 106
Penusukan Satu Tangan 106
Penusukan D٧a Tangan 106
Penusukan Dua Tangan dengan Tekana.n K_uku_ 106
Penusukan dengan W eregag Kulit d Sekitar Titik Akupunktur 107
Penusukan dengan MencUbit 107
Penusukan dengan Bantuan Tabung 107
Sudut Jarum terhadap Permukaan Kulit 107
Manipulasi ]arum Cahut-Benam 108
Man+ulasi ]arijm Tekan-Putar 108
Sensasi Jarum (Deqi atau Acu-esthesia) 109
Perambatan Rasa-]3rum (Deql) 109
Tindakan Mendukung Deql 109
Tindakan Mendukung Deqi dengan Cara Menyentil 110
Tindakan Mendukung Sensasi ]3rum dengan Cara Mengeruk Tangkai ]arum 110
Cara Mengatasi ]aruG Bengkok 111
Salah S_atU Cara MengatasiJarum Patah 112
]arum Prisma 113
Cara Menusuk Mematuk ]arum Prisma 114
Cara Menusuk Keliling ]arum Prisma 114
Cara T.usuk Mencukil Jarum Prisma 114
Jenis Jarum Kulit 115
Cara Memegang Jarum Meihua atau Qixing 116
Cara Menggunakan ]arum Meihua dan Qixing 116
Cara Penggunaan Jarum Kulit di Wajah dan pelipis-Leher 116
Cara Penggunaan ]arum Kulit pada Dorsal TUbuh dan Ventral Tubuh 117
Cara PengUnaan Lokal ]arum kulit 117
Jarum Dalam Kulit 11 ‫؟‬
Cara Penanaman Jarum Dalam Kulit Tipe Granuler 118
Cara Penanaman ]arum Dala_m Kijlit T+e Paku Payung d Daun Telinga 119
Cara WemegangWangzhen Saat Penja.ruman 119
Cara Penusukan Tegak Lurus Mangzhen 120
c.ara Penusukan Mendatar Mangzhen 120
Tiga Jenis jarum Api (Huozhen) 120
]arum Api Dibakar Sehingga Berwarna Merah 121
]arum Tekan (Dizhen) 121
Beberapa Teknik Akupresur 123
Macam:— macam Moxa wool 125
Moksa Kerucut 125
Moksa Selinder 125
Cara Membentuk Moksa Kerucut dengan Bantuan Alat Pencetak 126
‫ ؟‬enghang_atan Moksa Kerucut Langsung- 126
ProsCdur Penghangatan Moksa KeUcutBeralas Lapisan ]ahe 127

Kvii
Gambar 91 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Tetap
Gambar 94 Cara Memanfaatkan Moksa Selinder yang sudah pendek
Gambar 95 Cara Memadamkan Bara Api Moksa Selinder
Gambar 92 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Gerak Melingkar
Gambar 95 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Gerak Del(at:jauh
Gambar 9 ‫ة‬ Jarum Penghangat
Gambar ‫و‬ Perangkat Lampu TDP
Gambar 98 jenis Gelombang Elektrik
Gambar 99 Lempeng Magnlt
Gambar 100 Cara Perekatan Lempeng Magnit
Gambar 102 Sonopunktur Apparatus
Gambar 10 ‫ذ‬ Alat Rangsang 1'n’fra Merah
Gambar 104 L—aser— punktur Apparatus
Gambar 105 Cara Rangsang Laser Pen
Gambar 106 RangsangPerfukaan Telapal〈Tangan
Gambar 107 jarum Tanam Benang
Gambar 108 jarum LumbalPunksi
Gambar 109 Cara Rangsang Tanam Benang Injeksi
Gambar 110 Tiga Tipe jarum Pisau (I, II, III).
Gambar 111 Perbandingan Tipe I - 3 dan Tipe II Jarum Pisau
Gambar 112 Bentuk ujung jar.um dan mata pisau
Gambar 113 Cara memeg3ng dan menusukkan jarum pisau
Gambar 114 Cara Menusukkan Jarum Pisau pada Titik Tertuju
Gambar 115 Cara manipulasi jarum pisau melepas perekatan
Gambar 116 Skema De^matof^ Tubuh Ventral dan Dorsal
Gambar 117 Skema Miotom Bagian Ventral Tubuh
Gambar 118 Skema Miotom Dorsal Tubuh
Gambar 119 Sl〈ema Sklerotom Tubuh Bagian Ventral
Gambar 120 Skema Sklerotom Tubuh Bagian DorsaL
Gambar 121 Skema Sistem Vegetatif Simpatis Terkait Viserotom Tubuh
Gambar 122 Skema Sistem Parasimpatis Vegetatif Terl<ait Viserotom
Gambar 123 Lokasi Sebaran Saraf C.raniaL p3da Permukaan Batang Otak
Gambar 124 Saraf KraniaL dan Otot EkstraOkuler yang Terkait
dengan Enam Lap_angan Pandangan Utaha
Gambar 125 Titik Pemicu dan Pola Rujul<an di Kepala-Wajah dan Kuduk
Gambar 126 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Daerah Kepala-Wajah
Gambar 127 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Bahu dan Ekstremitas Superior
Gambar 128 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Ekstremitas Superior
Gambar 129 Titik Pemicu dan Pola Rujukan dl Ekstremitas Superior Bagian Bawah
Gambar 130 Titik Pemicu dan Pola Rujukan d Ventral Tubuh
Gambar 131 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Dorsal Tubuh Bagian Atas
Gambar 132 Titik Pemicu dan Pola Tujuan di Dorsal Tubuh BagSn Bawah
Gambar 135 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Dorsal Tubuh Dan Ekstremitas Inferior
Gambar 134 T t l 〈Pe‫ ؟‬icu dan Pola Rujukan di Ekstremitas Inferior
Gambar 1 5 ‫ذ‬ Zona Refleksi Permukaan Tubuh
Gambar 136 Skema Rona Refleksi Tubuh Organ Visera
Gambar 137 Skema Zona Refteksi Tubuh Susunan Saraf Pusat
Gambar 1 8 ‫ذ‬ Skema Zona Refteksi Tubuh Paru da_n Usus
Gambar 139 Skema Zona Refteksi Tubuh Sistem ]antung dan Urogenitalia
Gambar 140 Skema Zona Refleksi Tubuh Esofagus dan Lambung ‫ال‬
Gambar 141 Skema Zona Refteksi Tubuh Hati, Kandung EmpedU, Limpa, Pankreas
Gambar 142 Skema Zona Refteksi Tubuh dl Kepala d.aWajah
Gambar 143 Skem_a Lokasi 24 T t k Akupunktur Pasif Dung.
Gambar 144 Titik Akupunktur Nyeri PaSif Penentuan Derajat Nyeri
Gambar 145 Lokasi Landmark Acupoints
Gambar 146 Skema Penjelasan TeOri Holografi
Gambar 147 Skema Anatomi P— ermukaan Daun Telinga dan
Daerah Proyeksi Organ pada Daun TeLiga
Gambar 148 Skema Proyeksi tubuh pada daun telinga menurut Fase 1, 2,3 dan 4

Kviii
Perubahan dinamis fase aurikulopunktur Nogier 207
Pembagian teritorial— daun telinga AurikulopUnktur Nogier 207
Perubahan Dinamis jaringan pada Setiap Fase Aurikulopunktur Nogier 208
Persarafan Daun Telinga 208
Proyeksi Darah RangsSng Vertebra, Medula Spinalis dan KuLit 209
Skema Proyeksi EktremitasSupeior 209
Skema Proyeksi Ekstremitas Inferior 210
Skema Proyeksi Sistem Pencernaan 210
Skema Proyeksi Sistem Kemih 211
Skema Proyeksi Sistem Genitalia 211
Skema Proyeksi Sistem Endokrin 212
Skema Pr.yeksi Organ Jantung, Paru dan Limpa 212
Skema Proyeksi Kulit Tubuh 213
Skema Proyeksi Sistem Saraf 213
Skema T ltl 〈Akupunktur Tunggal Nogier 214
Lokasi Titik Dasar Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto 216
Lokasi Titik Ypsilon Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto 217
Skema Daera.h Diagnosis Abdomen dan Leher-kuduk YNSA 218

KIK
BAGIAN PERTAMA

TITIK DAN MEKANISME KERJA


RANGSANG AKUPUNKTUR
BA BI
T ITIK RANGSANG AKUPUNKTUR

HASI^PENELITIANTI^K AKUPUNKTUR
Sejak pertengahan abad yang lalu telah dilakukan banyak penelitian
sistem meridian dan titik akupunktur. Terhadap, sistem meridian, keberhasilan
penelitian terbatas pada bagian:bagian tertentu ■dan belum ditemukan
ilmiah yang menyeluruh sebagai satu sistem. Lain halnya dengan titik akupunktur.
Penelitian telah herhasil mengungkapkan anatomi dan histolOgi, titik
dibanding daerah sekitarnya yang bUkan titik akupunktur. KarSn ^
Medik menggunakan titik akupunktur dan masih belum menerima sistem meridian,
sampai suatU saat terbukti secSra Ilmiah.

1.1. Struktur Anatomi dan Histologi Titik Akupunktur


Kellner (1967) melakukan 12.000 mikroseksi pada 11 titik akupunktur.
Hasilnya‫ ؛‬tidak ditemukan -Sesuatu yang istimewa, kecUali b a h
pada t t ik akupunktur lebih padat daripada lokasi yang bukan 11‫ ؛‬丨
<3 丨叫
■Pada lokasi titik akupunktur, satu reseptor meliputi daerah seluas 2,80 mm2,
sedangkan pada yang bukan titik akupunktur, s.atu reseptor meliputi daerah
seluas 12.83 mm2.
Darras (1967) menunjukkan bahwa t t k akupunktur tjdak terletak pada
permukaan lU it, tetapi terletak d kedalaman beberapa milimeter
(bahlan pada hypodermis), yaitu daerah yang kaya ujung saraf dan pembuluh
darah.
lonescu-Trigeviste (1975) menyebut lokasi titik akupunktur sebagai zone of
autonomic concentrationyang mempunyai hubungan dengan susunan saraf pusat
dan organ visera, yang digambarkannya dalam skema berikut, Gambar 1.

Gambar 1 Hubungan Titik Akupunktur, Pusat Otonum dan Lambung


Liao menemukan bahwa titik akupunktur bersesuaian dengan titik motorik
Sementara Melzack et al. menemukan bahwa 70-80 % titik akupunktur adalah
titik pemicu (trigger points).
Gunn et al. meneliti 70 buah titik akupunktur yang hasilnya, 47 buah terletak
pada titik motorik (tipe I), 11 titik terletak di garis sagital pertemuan saraf
superfisial kedua sisi tubuh (tipe II), 12 titik terletak pada fleksus saraf atau saraf
n. kutaneus superfisial (tipe III):
Kemudian pada tahun 1977 Gun et al. menemukan
titik akupunktur yang terletak di atas otot-tendon (tipe IV).
Dung menemukan titik akupunktur yang terletak disekitar saraf perifer kecil
dan besar serta percabangannya, taut neuOmuskular. ligamen dan sepanjang
sutura tulang tegkorak. Lebih lanjut Dung menemukan bahwa di wajah t t
akupunktur terletak sepanjang cabang n. kutaneus atau terminal n. trigeminus
dan antara cabang muskular n. fasialis.
Kawaklta menyatakan bahwa reseptor rangsang akupunktur baik mekanis.
maupun termis adalah sama, yaitu reseptor poUmodal, berupa ujung akhir saraf
bebas yang teranyam dari saraf sensorik tak bermielin (serabut C), saraf sensorik
kecil bermielin (serabut A-delta) dan saraf sensorik besar bermielin (serabut
A-beta).
Fan et al dengan pembesaran 2‫ه‬. 0 0 0 ‫>أ‬3‫ آأ‬menggunakan mikroskop e 【ektr0.n,
melihat bahwa gap junction antar sel pada lokasi titik akupunktur dua kali lebih
banyak dibandingkan dengan lokasi yang bukan titik akupunktur. Dalam Biologi
sel gap junction diketahui memfasUitasi hantaran interselular dan meningkatkan
hantaan listrik. Laporan hasil penelaan mengenai gap junction dikenUkak^
juga antara lain oleh Manshanky et al, Zhang et al, Laird et al.
Langevin et al. meneliti .jaringan postmortem, dan menemukan lapisan
jaringan ikat intermuskular atau intramuskular pada 80 % lokasi bersesuaian
dengan lokasi titik akupunktur. Mereka juga menemukan bahwa penusukan titik
akupunktur menembus struktur jaringan yang berbeda dengan yang bukan titik
akupunktur. Secara histologi, penjarUman t it k akupunktur berU^
me.nembus: epidermis, dermis, jaringan subkutan: jaringan deep fascia atau
jaringan ikat lntertistiaL Sedangkan pada yang bukan titik akupunktur, akan
menembus epidermis, dermis, jaringan subkutan. otot, kemudian tiba di tulang.
Selanjutnya diketahui pu.l.a ba.hwa manipulasi putar pada pe.njaruman dap^t
menimbulkan fenomena lilitan jarum (winding around the needle phenomenon)
yang dapat diperlihatkan dengan ultrasonic imaging. Kekuatan lilitan Jarum
menahan tercabutnya jarum secara bermakna 18 ٠ /〇lebih besar daripada lokasi
bukan titik akupuktur yang berjarak 2 cm (dari titik akupunktur).
Dari hasil penelitiannya, Shang (200.7) f^engemukakan bahw٩ titik
akupunktur merupakan suatu organizeryang dikelilingi oleh sejumlah morfogen,
molekul signal terkait dengan growth control model. Apabila titik ;akupunktur
dirangsang maka morphogen di sekeklilingnya akan menyebar ke seluruh tubuh,
yang selanjutnya dapat ditangkap oleh reseptor terkait sehingga menimbulkan
efek regulasi.

1.2. Fenomena Khusus


Titik alupunktur memperlihatkan fenomena khusus yang berbeda dengan
lokasi yang bUkan titik akupUnktur, antara la in :

1.2.1. Fenopena Nyeri Tekan


Titik akUpunktur dapat memperlihatkan nyeri tekan, yang dikena‫؛‬
sebagai: nyeri spontan, n^eri rujukan berasal dari organ visSral atau dari
otot-fasia. Fenomena nyeri tekan ini berhubungan erat dengan titik nyeri
tekan, titik motorik, titik pemicu (triggerpoints) dan titik homeostatik.
Berkaitandenganfenomenanyete.kaninl.Dungjuga mengungkapkan

2
sifat dinamik titik akupunktur yang dibedakannya dalam 3 fase: fase laten,
fase nyeri tekan pasif dan faSe nyeri tekan spontan. Kekuatan tekanan
sebesar 0.9-1,2 kg, kekuatan telon yang membuat kuku penekan menjadi
pucat paling banyak 1/3 bagian kuku. Bila kekuatan tekanan yang ringan itu
menimbulkan rasa nyeri maka titik akupunktur itu adalah titik akupunktur
nyeri tekan pasi‫ ؟‬bila tekanan tidak Menimbulkan rasa nyeri
alUpunktur tersebut adalah titik akupunktur nyeri laten, sedangi
akupunktur nyeri spontan merasakan nyeri tanpa ditekan lagi. Timbulnya
nyeri tekan berkaitan dengan proses patologik jaringan di bawah titik
alUpunktur terkait■

1_2٠2. Fenomena Kelistrikan


Yoshio Nakatami (1950) pelopor titik Akupunktur Ryodoraku,
menemukan sejumlah titik di kulit mempunyai tahanan listrik lebih rendah
dibandingkan dengan kulit di sekitarnya yang mana titik-titik tersebut
bersesuaian dengan titik akupunktur. Di samping itu, ditemukan pula
bahwa perubahantahanan listrik pada titik a k u ^ l t u r tertentu, berS
dengan kondisi patofisiologik organ visera.
BergsmanetaL(l973)mengemukakanhantaranlistriktitikakupunktur
lebih tinggi dibanding daerah sekitarnya. Diperkuat oleh Comunetti et al.
(1995).
Hyvarinen et al. menernuka.n lokalisasi titik akupunktur memiliki
resistensi kuUt yang rendah dibanding dengan daerah lU lit sekian
diameter kulit beresistensi rendah itu rata-rata 1,0-2,0 mm.

1.2.3. Fenomena Kepekaan Termls


Titik akupunl<tur memperlihatkan kepekaan termis. Kobei Akabane
(1952) menggunakan kepekaan terhadap panas ini sebagai alat diagnostik.
Titik akupunktur yang peka berlebihan ataupun yang kurang peka terhadap
panas mengindikasikan adanya peninggian tah3nan listrik d_an penurun^
tegangan listrik organ v^era te rka it dan sebaliknya. Temuan Ini juga
diperkuat oleh penelitian Zhang et al.
Titik akup'unktur m em iliki temperatur dan resistensi l i s t r i k
dibanding dae.rah sekitarnya berjarak ‫ ذ‬mm.

1.2.4. Fenomena Produksi Endorfin


Dari penelitian sejak tahun 1970-an terhadap efek analgetik
titik akupunktur, diketahui bahwa rangsangan titik Akupunktur dapat
menimbulkan sekresi endogenous morphine-like substance yang disebut
endorfin, yang bekerja pada reseptor opiat dan menghambat transmisi
signal nyeri. Efek anagSsia tersebut dapat dihilangkanoleh naloon dan
antagonis opiat lainnya.

1.2.5. Fenomena Migrasi Isotop


Penelitian mengenai hal ini dilakukan sejak tahun I9 8 0 ٠an. Isotop
yang umum digunakan adalah Teknesium (TC-99) dalam bentuk natrium
perteknat. Dengan maksud yang •sama, digunakan juga isotop Xenon
(Xe-133). Talium (Tl-201), Merkun (Hg-197) dan Jodium (1-125). Pelopor
penelitian ini antara lain Vernejoul, Darras at al. (1985).
Vernejoul, Darras et al. meneliti pola migrasi isotop pada 250 orang
sehat dan 3 orang penderita penyakit ginjaldengan menyuntikkan T c -g
ke kedalaman 3-5 mm sebanyak 0,05 ml dan kekuatan radioaktivitas 10-
20 MBq, pada titik -titik Fuliu Kl 7, Taichong LR 3٠Waiguan GB 36, Jiexi St
41, Futu LI18, dan titik-titik lainnya; yang diikuti dengan kamera gamma.
Ternyata, t i t i k U k akupunktur itu memperlihatkan migrasi Isotop dan
terjadinya tidak bersesu.aian dengan sirkulasi darah maupun limpa.

1.2.6. Fenomena Hubungan Korteks-Titik Akupunktur


Cho et al menggunakan Positron Emission Tomography dan fMRI
menemukan adanya hUbungan antara rangsang titik ak٧punktur tertentu
dengan responsnya ‫ ؟‬ada d e ra h tertentu di lOrteks. Titik-titik t e e
antara lain adalah G.B— y dan BI 67 yang berhubungan dengan daerah
visual, juga GB 43 dan TE 6 yang berhubungan dengan pusat pendengaran
pada korteks serebri.

1.3. R e a k Rangsang pada Tltlk Akupunktur


Rangsangan pada titik akupunktur dapat menimbulkan reaksi yang dapat
digolongkan dalam:
a. Reaksi lokal, yaitu reaksi sekitar lokasi rangsangan, yang meliputi reaksi
lokal-segmentaL
b. Reaksi Segmental, yang sesuai dengan segmen (derf^atom‫ ؛‬miotom.
sklerotom, yiserotom) yang berhubungan dengan persarafan spinalis; dan
reaksi saraf kranial. misalnya saraf-saraf trigeminal dan fasial di daerah
wajah.
c. Reaksi umum yang melibatkan hipotalamus, talamus, sistem limbik dan
korteks serebri
Timbulnya reaksi-reaksi itu bergantung pada lokasi titik akupunktur, jenis
dan cara rangsangan kondisi penyakit dan konstitusi tubuh pasien. Secara garis
besar, reaksi-reaksi itu dapat digolongkan dalam: efek analgetik dan efek regulasi
sistem tubuh. Banyak penelitian telah diakukan untuk rnGnjelasan
kerja rangsang akupunktur yang dapat menimbulkan reaksi-reaksi tersebut di
atas dan menjelaskan timbulnya efek analgetik dan regulasi sistem tubuh.

4
DAFTAR PUSTAKA

1. K ellner A. H istologle et fu n c tio n deLapease• Neuv.Rev. Int Acup.19.67; 2 :3 1


2. Darras ]C. Hypotheses physiopytologi ques en acupuncture. Neuv. Rev. Int. Acup.1967;
2:31.
3. Innescu-Tirgoviste. Anatomical functional particularities of the skin structure used in
acupujnctyUre.l975
4. Liao SJ. Acupuncture points with motor points of skeletal muscles. Archoves of
Physical Medicine and Refabilitation ; 1975; 56, 550.
5. M eLzadR StRlwel.l DM, F o E . T.rigger points and acupuncture points for pain
corelation and implication.1977; 3 ( l ) : 3-23.
6. Gunn cc, Ditchburn FG, Kibng MH. et al. Acupuncture loci-proposal for their
classification according to their relationship to known neural staructure. Am ]. Chin.
Med.1976
7. G٧nn cc.Type IVacupuncture points. Am]. A c u p .l7 7 ‫؟‬
8. Dung HC. Anatomical feature Contributing to the formation of acupuncture ^
Am 3. A cu p n .l9 8 4 ;1 2 :139 -143
9. Dung HC. A cupuncture p oints o f the cranial nerves.. Am. ] ٠Chin. M e d .l9 S 5 :1 2 :8 0 -9 2 •
10. Kawakita K. Role of polumodal receptor in peripheral mechanisme of acupuncture
and moxibustion. In Manchandra SK, Mohan Kumar w (eds). Advance in physiological
sciences. New DehU, 1991; 751-739
11. Fan JY• The role of gap junction in determining skin conduction and possible
relationship to acupuncture points and meridian. A;
J. Acupunct.l990 ;
l 8 :163 :
170.
12. Mashansky.VF. Markov u v et al. Topography o f the gap ju c tio n In the human skin a d
th e ir role in non-neural signal transduction. Arch. Anat. H istol. Em bryol.1983 ; 8 4 :
53-60
13. Zhang D, Fan JY, Zhang Y]. Guo Y. Ku TP. Further evidence for the role of gap junction
in acupoint information transfer. Am ]. Acupunct.1996; 24: 291-296
lA. Laird DW, Yansey SB, Bugga L, Revel ]p. Connexin expression ang gap junction
communication compartements in developing mouse limb. Dev. Dyn.1993,195 : 153-
161_
15. Langevin HM, Churchill DL, Cipola MJ. Mechanical signaling through connective tissue
: a mechanism for therapeutic effect of acupuncture. FASEB Journal. 2001;15(12):
^ 275-22 ‫ ؟‬2.
16. Langevin HM, Churchill DL, Fox JR, et al. Biochemical respon to acupuncture needling
in human.‫ ل‬Appl pysiol 2001; 91:1471-1478.
17. Langevin HM,;Churchill DL, Wu ‫ل‬at al .Evidence of connective tissue involvement in
acupuncture. Fseb j. 2002;16 :872-874.
18. Dung HC, Ma VT. Scietific acupuncture for health professionals.Yiyao Kezhi.
Beijingl999 ;69-73
19. Nakat3ni Y. Introductloan to Ryodoraku. Acupuncture Dlgest_1 9 6 9 ; 7 8 -7 0 : ‫• ة‬
20. Nakatani Y, Yamashita L. Ryodoraku acupuncture. Rydoraku Research Institute, Osaka,
1977.
21• Bergsmann 0٠Wooley Hart A. Differences in electric skin conductivity between
acu— cture point and adjuncent skin area. Am.] A cupunct.l973;l:273^
22. Communetti A, Laarge s, Schiessl N, Kistler A. characterisation of human skin
conductance at acupuncture points, Experiential995; 51:328-331.
23. Hyvarinen ], Karisson M. Low resistance skin points that may coincide with
acupuncture loci. Med Biol.1977 ;55 :88-94.
2A.ZhangD,FuW,WangS,WeiZ.WangF.Dusplyingofinfraredthermogramoftemperature
character on meridian/acupuncyuire points. Acupuncture Research.1996; 21:63-67.
25. Johansson V, Kosic s, Lindahi 0, et al, Effect of acupuncture in tension headache and
brainstem ٢efte> <
٠Adv Pain Res T h e r.l9 7 6 ;l: 839-641.
26. Ponneranz B. Chiu D. Nalaxon block acupuncture analgesia and causes hyperalgesia :
Endorfin is implicated. Life Sci.1976;19:1757-1762.
27. Mayer D], Prlc’e DD, Raffil. Antagonism of acupuncture analgesia in man by narcotic
antagonist nalaxone. Brain Res.l977 ; 121: 368-372.
28. Pomeranz B, Warma n. Potentiation of analgesia by two repeated electro-acupuncture
treatments—the-first opioid amalgesia potentiates, second nonopioid analgesia
response. Brain Res.1988; 452: 232-236.
29 Ver.nejoul p de, Darras et al._ Etude des meridians d'acupuncture
radioactufs. Bull Acad Nad Med, Paris.l985 ; l6 9 :l 〇71-1075.
30 Cho ZH, Chung SC, Jones ]p, wt al. New Fi— ndings of the correlation between
and corresponding brain cortices using functional MRI. Proc Natl Acad Sci. USA..1998;
95:2670-2673 ;
31 Cho ZH. Lee SH, Hong ]K. et al. Further evidgnce for the correlation between
acupun— cture stimulation and cortical activation. Precee-dings. New D r— ections in the
Scientific Exploration of acupunctureUniversity of California,
32 Cho ZH. Na cs. Wang EK et al. Functional magnitic resonance Imaging of the brain
in the investigation of acupuncture. In Clinical acupuncture scientific basis. Strux G.
Hammerschlag R (eds), Spring Verlag Berlin Heidelberg 2001 ; 83-95.
34. Langevin HM, Mario AA, Vailancourt PD. Acupuncture : does it work and, if so, how ?
Seminars in Clinical Neuropsychiatry.l999 ; 4 (3) :167-175.
35_ Shang c (2007) Prospective Tests on BiologCai Models of Acupuncture. Evidens-
based
36. Complementary and Alternative Medicine. 2007; Http//ecam.oxfordjournals.org/cgl/
C0mtent/f٧u/nem l22.

6
2. TITIKAKUPUNKTUR
Secara empiris diletahui 361 buah titik akupunktur umum, yang merupakan t
akupunktur pada IA buah meridian utama, selain itu diketahui pula titik akupunktur
istimewa, yang lokasinya tidak terletak pada perjalanan meridian dengan jumlah yang
mencapai ribuan.
Akupunktur medik memanfaatkan titik akupunktur yang telah diketahui memiliki
bukti klinis dan pembahasan mengikuti pembagian daerah tubuh, tidak mengikuti
perjalanan meridian tetapi mengikuti penyebaran serabut saraf perifer, 162 buah
akupunktur menjadi pilihan masuk dalam standar titik
diketahui. Bahasan memba_gi titik akupunktur menjadi 5 kelompok, yaitu

2.1. kelompok kepala-wajah leher-kuduk


2.2. kelompok do٠
rsal;tub٠uh
23. kelompok ventral tubuh
2.A. kelompok pundak - ekstremitas superior dan
2.5. kelompok ekstremitas inferior

Setiap titik akupunktur dbahas mengenal,


a. Nama dise.rta! kode internasional, mengikuti ketentuan WHO
b. Lokasi letak titik
c. Persarafan terkait
d. Indikasi disertai "bukti klinis" sebagai gambaran pemanfaatan klinis
e. Cara rangsang dan hal yang perlu AenjSdi perhatian
Sejumlah ilustrasi menyertai bahasan.

Untuk menentukan lokasi titik digunakan pedoman:


a. Titik akupunktur ٧m _ y a terletak dalam suatu lekukan pada tulang atau d ^
tulang te:rtentu; di antara dua otot atau dua tendon.
b. Letak titik ditentukan dengan menggunakan koordinat yang berdasarln
patokan alamiah.
Patokan alamiah pada permukaan tubuh dapat berupa: benjolan-benjolan tulang
prosesus spinosu.m tul_ang belakang, Ijpat si.ku, lipat -lutut, m.etacarpal.,
kuku dan organ pancaindera, seperti mata, daun telinga, hidung, mulut dan lain
sebagainya.
c. Didapati l(etentuan,lebarantaraduapatokanalamiahtertentudibagidalamjumlah
pembagian rata tertentu. Gambar 2 untuk praktisnya digunakan pembagian rata
dengan ukuran jari. Dalam hal ini perlu diperhatikan jari yang dimaksud adalah
Jari fasien. Gambar 3
Kete.patan letak suatu titik akupunktur diketahui dengan cara
nyeri yang terasa menunjukkan• lokasi yang tepat.
Keterangan: Cun = Pembagian rata
Gambar 2 Pembagian Rata antara Dua Patokan Alamiah Tubuh

Gambar 3 Ukuran Pembagian rata Jari

2.1. Kelompok Kepala • Wajah Leher ■Kudul(

2.1.1. Daerah Kepala


1. Baihui, GV 20
a. Lokasi : D kepala, merupakan titik perpotongan garis
median kepala dan garis penghubung puncak
daun telinga kiri dan kanan.
b. Persarafan : cabang optalmikus n. trigeminal dan cabang n.
oksipital.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : mempengaruhi Jaringan sekitar puncak kepala,
kn rtp ljc c p rp h ri
• Elektroakupunktur Baihui dan Yintang EX HNS pada 18
losus sindrom depresi. Hasil sembuh 10 kasus, perbaikan 6
kasus dan gagal 2 kasus; hasil dibanding dengan pemberian
antidepresan Trilin (Amitriptilin-HCl) tidak berbeda. [Tianjin
Zhongyi. 1998,15(3) : 124-125]
٠ Penghangatan mol<sa Baihui pada 20 kasus sindrom Meniere.
Hasil sembuh 15 kasus, perbaikan 5 kasus. [Zhongguo Zhenjiu,
‫ ؛‬001, 2)1( :1‫[؟‬:
• Penjaruman Baihui pada IA kasus cephalgia pasca trauma
kapitis. Hasil seLuru.hnya sembuh, [zhongguo Yigan, 2000,
35 ‫؛‬6 (_:58 [
□ Khasiat khusus
٠ Perbaikan sirkulasi pembuluh darah otak, regulasi fungsi otal(.
Sering digunakan pada hemiparesis pasca stroke, insomnia
- Penjaruman Baihui menembus Sishencong pada 75
kasus neurasthenia didapatkan hasil 97.33% berhasil
[Heilongjiang Zhongyiyao, 1997, (1): 45]
- Penghangatan moksa pada Baihui terhadap 36 kasus
neurasthenia setelah 1:2 seri te g p i seluruhnya sembuh.
[Zhenjiu Yanjiu, 1998, (3) :193-194]
• Memulihkan prolaps uteri
- Penjaruman Baihui dan Qugu CV2 pada 43 kasus prolaps
uteri; hasil 97,3% berhasil [Hunan Zhongyi Zazhi, 1997,
13(4[6? : ‫؛‬
٠ No_cturnal enuresis
- Penghangatan dengan moksa Baihui pada 38 kasus nocturnal
enuresis; hasil sembuh 30 kasus, perbail<an 7 kasus, drop
out 1 kasus. [Fujian Zhongyiyao, 1996, 27(2): 20]
٠ Menormalkan tekanan darah
- Pengahangatan dengan moksa Baihui pada 22 kasus
hipotensi. hasil sembuh 16 kasus, perbaikan 5 kasus, gagal 1
fasus. [Zhongguo Zhenjiu, 1996.16 (11): 30]
- PenjarUman berdarah Baihui pada 45 kasus hipertensi,
dengan hasil 9 1 ,1% berhasil [Beijing Zhongyi, 2001 (2) :44]
d. Cara rangsangan : penjaruman tegai〈lUrus seda٦3m 1 cm, ataU
S e d a ta r 2-3 ke arah Sishencong

ShangKing, GV23
a. Lokasi : Pada garis me^an kepala, 2 cm dari batas
rambut depan. Batas rambut depan tidak jelas,
9 cm di atas pertengahan jar.ak antaradua
ujung-dalam alis (lebar dahi 7cm).
b. Persarafari : Cabang optalmikus n. trigeminal.
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : kelainan jaringan sekitar titik, derah Gontai
kepala
□ Khasiat khusus:
٠ mengobati kelainan hidung
- Penjaruman Shangxing dan Yinbai SP 1 pada 15 kasus
epistaksis akut, hasil sembuh 10 kasus, perbaikan 5 kasus.
[Zhongguo Zhenjiu. 1998 (‫ ا‬2(:738 ‫ل‬
- Penjaruman ShangKing dan Yingxiang p— ada 56 kasus
epistaxis, dengan hasil 98,2。 /〇 berhasil [Zghongguo
Zhenjiul99jB (11): 652]
٠mengobati kelainan mata: konjuntivitis, glaukoma
- Dabov S, Gautoranov G. Ivanova R. et a l: Clinical; application
of acupunct٧re in ophthalmology.• Acupuncturedan electro
therapeutic Research, 1985، 10 (l) :79-93
- S.o.ldDarseff ‫ ل‬Leydhecke—r w. A٠ cuP-Un— cture In glaucoma,
Klinische Monatsblatter fur Augenheilkunde. 1978.173 (6)

d.Cara rangsangan : penjaruman tegak lurus sedalam 1 cm.

3. Sishencong, EK-HN1
a. Lokasi : 2 cm ke kiri, kanan, depan dan belalang
(seluruhnya 4 buah titik) dari Baihui (GV20)
b. Persarafan :Cabang saraf n. supraorbitalis. n. aurikulo-
temporalis dan n. oksipital magnus
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : kelainan jaringan setempat (puncak kepala)
□ Khasiat khusus:
٠memperbaiki sirkulasi pembuluh darah otak, meregulasi
fungsi otak yang terganggu, misalnya pada hemiparesis pasca
stroke, insomnia
- Penjaruman Sishencong pada A5 kasus insomnia، dengan
hasil 88.8% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi. 2002.18 (8)
: 55]
- Penjaruman Sishencong dan Yintang EX-HN 2 pada 54 kasus
insomnia menahun, dengan hasil 100% berhasil [Xinjiang
Zhongyi Zazhi, 1998.19(1) : 29]
- Penjaruman Sishencongdan Baihui pada 100 kasus insomnia
menahun, dengan hasU95% berhasil [Shiyong Zhongyiyao
Zazhi, 2001,17(1) : 23]
- Penjaruman Sishencong pada 60 kasus anxiety neurosis;
hasil sembuh 47 kasus, perbaikan 12 kasus dan gagal 1
kasus. [Chengdu Zhopngyiyao Daxue Xuebao, 2001, 24(3):
51-52]
d. Cara rangsangan : Penjaruman mendatar. 1,5-2 cm.

CambarALokasiTitikBaihui,ShangHing,Sishenzong

10
A. Shuaigu. GB 8
a. Lokasi : Lurus di atas puncak daun telinga. 2 jari Lebar
dari batas ram.but.
b.Persarafan : Cabang n. temporalis dan cabang N.oksipitalis
c. Indilcasi :
□ Khasiat lokal : kelainan jaringan daerah temporal
٠Penghangatan moksa Shuaigu pada 43 kasus migren dengan
hasiT lOO./o berhasil [Zhungguo Zhenjiu, 2005,25(2) :106]
٠Penjaruman Shuaigu menembus •]laosun_ TE20 (setinggi
puncak daun telinga, tegak lurus d bawah Shuaigu) pada
kasus migren, berhasil sembuh 35 kasus, perbaikan 15 kasus,
gagal 3 k3sus_ [Zhongguo Mlnmgjian Liaof'a, 2002,10(5) :15]
□ Khasiat khusus: -
d. Cara rangsangan : penjaruman tegak lurus sedalam 1 cm, atau
mendatar ke arah daerah (titik) keluhan.

5• Fengfu. GV16
a. Lokasi : Di daerah rambut belakang, pada garis medan
kepala, dalam lekuk di bawah benjolan tulang
oksipital
b. Persarafan : Cabang saraf servikal dan cabang n. oksipital.
DI bagian dalam terdapat cabang C3 Ter_letak
pada^pertemuan medulla oblongata dan
medulla spinalis (penjaruman dalam dilarang)
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal I 〈el٠ainan jaringan kepala belakang dan kuduk
٠penjaruman Fengfu pada 135 kasus nyeri tegang otot kepala
belakang dengan hasil 90.4% berhasil [Shandong Zhongyi
Zazhi, 1995.14(11) :521]
□ Khasiat khusus:
٠m em perbaiki sirkulasi pem buluh darah otak, m eregulasi
fungSi otak yang terganggu, m isalnya pada hem iparesis^asca
str.oke, aphasia.^
- Penjar_u‫ ؟‬an Fengfu, Yamen GV15 (terletak tepat di bawah
ruas C-l) pada 28 kasus hemiparasis pasca stroke, hasil 12
kasus sembuh, perbaikan 16 kasus. [Guangzhou Zhongyiyao
Daxue Kuebao, 1996 13(2) :20-24]
- Penjaruman Fengfu, YamenGV 15 pada 67 kasus hemiparesis
pasCa stroke dengan hasil 97,01% berhasil [handal
Zhongyiyao, 2003,(8-63 : ‫أل‬
d. Cara rangsatgan : penjaruman tegak lurus sedalam 2-2.5 cm; atau
arah penjaruman ke atas menghindari masuk ke
dalam foramen magnum. Dilarang penjaruman
dalam lebih dari 2,5 cm
6. Fengchi, GB20
a. Lokasi :Setinggi dan ke lateral titik Fengfu.
dalam lekukan antara otot trapezius dan
sternokleidomastoideus
b. Persarafan Cabang saraf n. oksipital minor
c. Indikasi
□ khasiat lokal kelainan jaringan setempat
Penjaruman Fengchi dan Taichong LR3 pada 100 kasus nyeri
kepala dengan hasil 97% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1995.
(1)17-18]

11
٠ Penjaruman Fengchi dan Jiaji leher pada 23 kasus sindrom
servikal, dengan hasil 91〇/〇 berhasil []iangxi Zhongyiyao.
‫ ا‬955,26 )2( : 48[
• Penjaruman Fengchi dan titik nyeri tekan (Ash) pada.32 kasus
oksipital neuralgia dengan hasil semua sembuh [Zhongguo
Mingjian Liaofa, 1999 (12): 9]
□ Khasiat khusus:
• memperbaiki sirkulasi pembuluh darah otak, meregulasi
fungSi otak yang terganggu, misalnya pada hemiparesis^asca
stroke, insomnia
- Penjaruman Fengchi pada 85 kasus insomnia, dengan hasil
100〇/〇 berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2000 (4) :226-227]
« mengobati pseudobulbar paralysis
- Penjaruman Fengchi dan Lianquan CV 23 pada 88 kasus
pseudobulbarparalysisdengan hasH9A,3〇/〇 berhasil[Tianjin
Zhongyi, 1999,16(5) :26=27]
• miopia
- Penjaruman Fengchi pada 50 kasus miopia, hasil perbaikan
94〇/〇 berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2〇OA. 24 (5): 33A]
d.Cara rangsangan : arah perjaruman ditujukan ke puncak hidung
dengan !(edalaman 2:2,5 cm atau mendatar
tembus ke Fengfu.

Gambar 5 Lokasi T itik -titik Fengfu, Fengchi, Shuaigu.

2.1.2. Daerah TeUnga_dan Sekitarnya


7. Ermen٠ TE21
a. Lokasi : Dalam lekukan depan batas atas tragus, d tepi
atas arkus zigomatikus
b. Persarafan : Cabang saraf mandibular n. trigeminus
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah temporal,
pipi dan telinga
٠ Elektro akupunktur pada Ermen dan Tinggong SI 19 pada 286
kasus halusmasi pendengaran, dengan hasil 90 ,91〇/〇 berhasil
[Zhongguo Zhenjiu. 1998 (7): AA3-AAA]
□ Khasiat khusus: ;
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-1,5 cm

8. Tinggong. SI19
a. Lokasi : Dalam lekukan di depan pertengahan tragus,
yang jelas teraba saat mulut terbuka
b• Persarafan : Cabang saraf mandibuler n. trigeminus

12
c. Indilosi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah temporal,
pipi dan telinga
٠Elel<tro akupunl<tur pada Ermen TE 21 dan Tinggong SI 19
pada 286 kasus halusinasi pendengaran, dengan hasil 90,91%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1998 (7 ):443:
444]
٠Penjaruman dengan jarum penghangat Tinggong pada 160
kasus Bell.s palsy dengan hasil 98,89% berhasil [Shanghai
Zhenjiu Zazhi. 2003, 22(8): 36]
□ Khasiat• khusus:
d. Cara rangsangan : Penjarumansaatmulutsedikitterbuka.sedalam

9• Tinghui, GB2
a. Lokasi : Dalam Lekukan di depan insisura intertragika
b. Persarafan :Cabang saraf n. aurikulotemporalis dan n.
aurikularis magnus
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, daerah temporal,
pipi dan telinga
٠Elektro akupunkturTinghui dan YifengTEl7 pada 38 kasus tuli
saraf, dengan hasil 9 2 ,1% berhasil [Shanghai Zhongyi Zazhi,
2003,22 )6( ٠
.3 3 ‫ل‬
a Khasiat khusus: -
d. Cara rangsangan : penjaruman tegak lurus sedalam 1-1,5 cm.

10. Y ^e g , TE17
a. Lokasi : Di belakang lobus aurikuLer, dalam lekukan
antara benjolan oksipital dan sudut rahang
bawah
b.Persarafan : Cabang n. aurikularis magnus; bagian dalam
terdapat n. fasialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah temporal,
pipi dan telinga
٠Elektro akupunktur Tinghui GB2 dan Yifeng TE17 pada 38
kasus tuli Saraf, dengan hasil 92. 1 % berhasil [Shanghai
Zhongyi Zazhi, 2003, 22(6): 33]
• Kop bermagnit Yifeng pada 30 kasus migren dengan hasil
9667‫؛‬〇/〇 berhasil [Shengwu Zixue, 2002 ( l ) : 27]
□ Khasiat khusus:
•Bell.s palsy, tie.
- Penghangatan moksa Yifeng. Xiaguan ST7 pada 186 kasus
Bellrs palsy dengan hasil 100% berhasil [Shanghai Zhenjiu
Zazhi. 1998,17 (4) :28]
- Penjaruman denganjarUm penghangat Yifeng pada 58 kasus
Bell, palsy, dengan hasil 100% berhasil [Xiandai Zhongxi
Jiehe Zazhi. 2001,10(20): 82-83]
- Penghangatan moksa Yifeng pada 51 kasus Bell' palsy
dengan hasil 10〇 /〇 berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazh(,.
٥
2003.9(6) :23-24]
- Aquapunktur diazepam Yifeng—pada 62 kasus ti. fasialis,
dengan hasil 82,3〇/〇 berhasil [Reming Junyi. 1998, 41(6):
368]

13
• Hiccup
- Penjaruman Yifeng pada 20 kasus hiccup kronis, dengan
hasil 950/0 berhasil [Baijiuen Yike Daxue Kuebao, 1997.
23(A):430]
- Akupresur Yifeng pada 62 kasus hiccup, dengan hasil 98,4%
berhasil [Zhonguo Zhenjiu, 2001, 21 ( 11): 671]
- Penjaruman Dingming, Yifeng pada 33 kasus hiccup kronis,
dengan hasil 969 ‫ب‬〇/〇 berhasil: [Shanxi Zhongyi, 2001.22 (11)
:681]
٠Pseudobulbar paralysis
- Penjaruman dalam Yifeng — pada 37 kasus Pseudobulbar
paralysis, dengan hasil 9A:6٠/〇 berhasil [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi;2001٠(3):6"8]

• Nyeri gigi
- Penjaruman Yifeng pada 50 kasus nyer.i gig‫ ؛‬dengan hasi【
100% berhasil [Gansu Zhongyi, 2000 (3) : 44]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-1,5 cm.

11. Yiming.EKHNU
a. Lokasi : Di belakang telinga, 1 cun posterior titik Yifeng,
pada tepi inferior prosesus mastoideus.
b. PersarafarCabang n. aurikularis magnum dan cabang n.
oksipitalis minor dan bagian daLam terdapat n.
vagus.
c. Indikasi :Kelainan penglihatan, pendengaran, sefalgia,
vertigo.
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegai〈lurus atau menyudut ke arah
puncak hidung sedalam 1-1,5

12. Anmian: l
a. Lokasi : Terletak di pertengahan antara titik YifengTEl7
dan titik Yiming EX HN 14
b. Persarafan : Sama dengan Yiming
c. Indikasi : Insomnia, sefalgia, skizophrenia.
d. Cara rangsangan : Tegak lurus 0,6二1,2 cun.

13. Anmian-2
a. Lokasi : Terletak dipertengahan antara titik Fengchi dan
titik Yiming
b. Persarafan : cabang n. oksipitalis minor dan n. aurikularis
magnus
c. Indikasi : Insomnia, palpitasi, skizophrenia
d. :Tegak lurus 0,6-1 cun
Cara rangsangan

14. Erjian٠ EK٠HN6


a. Lokasi : Puncak daun telinga, diperoleh dengan melipat
dauntelinga:
b. Persarafan : Cabang saraf n. aurikulotemporalis
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal
□ Khasiat khusus:
• Hordeolum, konjunktivitis
- Penjaruman berdarah Erjian pada 111 kasus hordeolum.

14
dengan hasil 90 .990/0 berhasil [Guiyang Zhongyi Xueyan
Xuebao, 2000 22 (1): 29-3〇‫ل‬
- Penjaruman berdarah pada Erjian kemudian dikompres
hangat pada 120 kasus hordeolum, dengan hasil 100%
berhasil [Shandong Zhongyi Zazhi, 2005 , 24 (1): 60]
- Penjaruman berdarah Erjian pada 15A ٠<asus konjungtivitis
virus, dengan hasil 90,26% berhasil [Hunan Zhongyiyao
Daobao. 1996, 2(1): 48]
• Tonsilitis, Stomatits
- Penjaruman berdarah Erjian ‫ ؟‬ada 6‫ _ذ‬kasus t〇nsRUtis akut,
dengan hasil 93,7% berhasil [Hubei Zhongyi Zazhi, 200, 22
);4 (:
‫ ة‬7‫ل‬
- Penjaruman berdarah dipadu dengan akupresur Erjian pada
35 kasus sariawan dengan hasil 100% berhasil [Xiandai
Zhongxi Jiehe Zazhi, 2004.13(3 ) :341]
• Parotitis
- Penjaruman berdarah Erjian pada 89 kasus parotitis endemik
dengan hasil 100% berhasi( [Liaoning Zhongyi Zazhi, 1998,
); ‫ ( ا‬:37‫ل‬
- Penjaruman dangkal Erjian pada 600 kasus parotitis, dengan
hasil 100% berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa, 2001, 9(5)
:21 ]
٠H ipertensi
- Penjaruman ber— darah Erjian pada 306 kasus hipertensi
dengan hasil 92 % berhasil [Shanghai Zhenjiu Zazhi. 1997.
16(2) :21]
• Akne vulgaris
- PenjarUman berdarah Erjian dan Da— zhui GV14 pada 85
/〇berhasil [Shanghai
kasus akne vulgaris, deng:an ha_sil 100٥
Zhenjiu Zazhi, 2002, 21(1): 29]
dCararangsagan ••Penjaruman tegak ‫؛‬urus 1-2 mm atau
pen—
jaruman berdarah dengan jarum prisma.

15 . Kiaguan٠ ST7
a. Lokasi : Di depan daun telinga, dalam lekukan yang
dibentuk oleh arkus zigomatikus dan insisura
mandibuLae.
b. Persarafan : Cabang n. aurikulotemporalis, n. fasialis; bagian
dalam terdapat n. lingualis dan n. alveolaris
inferior
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal: Kelainan jaringan setempat, daerah pipi dan
telinga
٠Penjaruman Xiaguan dan Tongli HT5 pada 29 kasus radang
artil<uLasio temporomandibular:dengan hasil 96,55% berhasil
[Zhenjiu Linzhuang Zazhi. 2002,18( 12): 34-35]
٠Penjaruman dalam Xiaguan pada 37 kasus trigeminal neuralgia,
dengan hasil 97,30/0 berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994, Edisi
khusus :
239-240]
٠Penjaruman Xiaguan dan Hegu LI4 pada 22 kasus trigeminal
neuralgia, dengan hasil 100٥/〇 { Zhongguo Zhenjiul998 (7):
425 }
a Khasiat khusus: :
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus 0,5-1 cm

15
16. Qlanzheng
a. Lokasi : Lurus di bawah titikXiaguan. setinggi pelekatan
lobus daun telinga pada wajah.
b. PersarafarCabang n. aurikularis magnum dan cabang n.
fasialis di bagian dalam
c. Indikasi : Fasial plegia, ulserasi selaput lendir mulut.
d. Cara rangsangan : Tegal( ■lurUs atau menyudu.t 0.6-1 cun.

Cambar 6 Lokasi T itik -titik Akupunktur Sekitar Telinga


Ermen, , Tinghui, Yifeng, Yiming 4 HiaguanOir i h ihi

2.1.3. Daerah Orbita dan Sekitarnya


17. Jingming.BLl
a. Lokasi : Dalam lekukan tepat di atas l<antus medialis
b. Persarafan : Cabang optalmikus n. trigeminus, bagian dalam
cabang n. optikus dan cabang n. okufomotor.
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan mata
٠Penjaruman Jingming pada miopia, 1369 orang remaja 2693
buah mata; dengan hasil 912 buah mata sembuh, 1585 buah
mata perbaikan, 196 buah mata gagal. [LinzhungYanke Zazhi,
‫ ؛‬001,9 )2( :151:152[
• Penjaruman dalam jingming dan Chengqi STl pada miopia
65 orang remaja 118 buah mata; dengan hasil 89% berhasil
[ZhongKi ]iehe Yanke Zazhi, 1996,14(2): 9A-95]
□ Khasiat khusus
• Lumbago
- Penjaruman Jingming pada 30 kasus lumbal sprain akut
dengan hasil 100% sembuh [Jingangshan Vicuan Xuebao,
2003.10(3) :76]
• Hiccup
- Penjaruman Jingming, Yifeng pada 33 kasus hiccup kronis,
dengan hasil 96:9〇/〇 berhasil: [Shanxi Zhongyi, 2001,22(11)
:681]
- Penjaruman Jingming dan Cuanzhu pada 32 kasus hiccup
kro.nis. hasil 9 ‫ ﺀ‬75‫ ي‬berhasil [Fuji3n Zhongyiyao. 20〇i ٠
32(1) :46]

16
d.Cara rangsangan : Pasien diminta memejamkan mata, tangan kiri
dol<ter memfiksasi bola mata yang sebelumnya
didorong kearah luar, jarum ditusukkan
perlahan-lahan menyusur tepi orbita sampai
kedalaman 0 5-1 cm. Tidak lebih dari 18 mm.
Perhatian : jarum tidak dicabut benam dan tidak diputar

18. Zuanzhu٠BL2
a. Lokasi : Dalam lekukan di sudut orbita dalam, di ujung
dalam alis mata, sudut medial tulang
atas.
b. Persarafartabang N, supratr.chlearis; bagian dalam
cabang n. faslalls.
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan setempat, misalnya kelainan
dahi dan hata:
□ Khasiat khusus :
‫ ا‬Lumbago
- Penjaruman Zanzhu dan Yanglingquan GB34 pada 66 kasus
luf^b.ago. semuanya sembuh. [JingKi Zhongyiyao, 2002,
33(5):35]
• Hiccup
- Penjaruman Zanzhu dan Neiguan PC6 pada 40 kasus hiccup
kronis, 98% berhasil sembuh. [Xiandai Zhongyiyao, 2002.
)5‫ل‬: 56[
- Penjaruman Zanzhu dan Jingming BCl pada 32 kasus hiccup
kronis, hasil 93,75% berhasil [Fujian Zhongyiyao, 2001.
32)‫ ( ا‬: 46‫ل‬
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,5 cm.

19. Sizhukong, TE23


a. Lokasi ~ : Dalam lekukan di ujung luar alis-mata
b. Persarafan : Catangsarafn.supra〇rbitalis,cabangtemporal
n. fasialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ sekitarnya
٠Penjaruman Sizhul<ong menembus ke Shuaigu GB8 pada 68
kasus migren. hasil 100% sembuh [Zhongguo Zhenjiu, 1994,
Edisi khusus :193]
□ Khasiast khusus: Insomnia
٠Penjaruman Sizhukong menembus l<e Shuigu GB8 pada 50
kasus insomnia yang menahun, hasil 98% berhasil.
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak Lurus sedalam 1 cm atau
mendatar.

20. Tongziliao, GBl


a. Lokasi : Dalam lekukan pada tepi orbita lateral kantus
lateralis
b. PersarafarCabang n. zigomatikus, bagian dalam terdapat
cabang anterior-posterior N temporal profunda
c. Indikasi :
□ Khasiatlokal :Kelainan jaringan, organ setempat, daerah
temporal kepala, mata.
٠Penjaruman berda.rah Tongziliao pada 98 kasus hordeolum.

17
hasil 95% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994, (1): 32]
a
Khasiat khusus:-•
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,5 cm atau
mendatar atau penjaruman berdarah dengan
jarum prisma

21. Chengqi STl


a. Lokasi : Pada tepi dalam orbita inferior, lurus dl bawah
pupil saat mata melihat jauh;
b. Persarafan : Cabang saraf n. infraorbitalis dan n. fasialis;
bagian dalam terdapat cabang n. okulomotor.
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan, organ setempat, mata
٠Penjarum Chengqi pada 22 kasus spasme sphincter oculi,
dengan hasil 95‫ ﻫﺔ‬/〇 (Renming junyi, 2004.47(11): 682)
٠Penjaruman dalam ]Ingming dan Chengqi pada miopia 65
orang remaja 118 buah mata; dengan hasil 89% berhasil
[Zhongxi Jiehe Yanke Zazhi. 1996,1A(2): 94-95]
a Khasiat k h u s u s :-
d. Cara rangsangan : pada dasarnya sama dengan cara perangsangan
Jingming. penjaruman tegak luruS sedalam 0,5-
1 ;.

22. Sibai,ST2
a. Lokasi :2 cm lurus di bawah Chengqi LSTl, di tepi
bawah arkus zigomatikus
b. Persarafan : Cabang saraf n: infraorbitalis. cabang frontalis
n; fasialis; bagian dalam terdapat Cabang n.
okulomotor
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan, organ setempat, wajah dan
mata
٠Penjaruman Sibai dan ] ‫؛‬ngming BLl pada 37 kasus
■keratochelcosis, hasil semuanya Sembuh. [Zhongxiyi Jiehe
Yanke Zazhi. 1994 (A): 2A4]
٠Elektro akupunktur Sibai, Hegu kontralateral pada 21 kasus
trigeminal neuralgia, hasil semua sembuh. [Zhongguo Zhenjiu,
1998,19(7) :425]
d. Cara rangsangan :Penjaruman tegak lurus, setelah lewat kulit,
jarum darahkaf ke atas, sedalam 1-1.5 cm.

23. Yuya0 ,EK-HN 4


a. Lokasi :D a la m lekukan di o rb ita superior, di
pertengahan alis, lurus d atas pupil mata saat
mata melihat lurus ke depan.
b. Persarafan : N. supraorbitalis dan cab.ang saraf n. fasialis
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan, organ setempat: mata dan
wajah
٠Penjaruman Yuyao dan Hegu u 4 pada 10 kasus ptosis kelopak
mata atas, hasil 90% berhasil [Yunnan Zhongyiyao Zazhi.
1998, ‫ ا‬9 )3( : 35-36[
□ Khasiat khusus
• Hiccup

18
- Penjaruman Yuyao pada 86 kasus hiccup; hasil 97.96%
sembuh [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1997,‫ (ج) ﻧ ﻞ‬:7 ‫ال‬
- Akupresur Yuyao pada 135 kasus hiccup, hasil 97% sembuh
[Zhongguo Zhenjiu,2000. U ) : 71]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lUrus atau mendatar kearah
Cua.nzhu atau slzhukong, sedalam 0,5-1 cm.

24. Shangmlng
a. Lo!<asi : Di bawah titik Yuyao EX HN 4, pada tepi-dalam
tulang orbita atas;antara tulang orbita atas dan
bola mata.
b.Persarafan :Cabang n. Supraorbital dan cabang n.
Okulomotor
c. Indikasi : Buta warna, atrofi n. optikus, kataral(. glaukoma.
d. Cara rangsangan : Menyusur tGpl tulang orbita atas 1-1,5 cun.

25. Waiming
a. Lokasi : 0(3 cun di atas kantus lateralis
b.Persara—fan : Cabang n. fasialis, cabang n. supraorbitalis.
c. Indikasi : Ametropia, glaukoma, atrofi n. optikus.
d. Cara rangsangan : mSnyusur tulang orbit.a sedalam 1-1.5 cun.

26. Tayang EK-HN 5


a. Lokasi : Di daerah temporal, dalam lekukan lateral
‫؛‬lebar satujarij dari pertengahan jarak ujung
lateral alis d.an lantus lateralis mata'
b. Persarafan : Cabang saraf n. aurikulotempralis dan n. fasialis;
pada bagian dalam terdap_at cabang saraf n•
aurikularis profunda dan cabang maksiler n.
trigeminus.
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan, organ setempat, wajah,
—kepala bagian temporal dan mata.
٠ Penjaruman Taiyang tembus Shuaigu GB8 pada 60 kasus
migren, hasil 96;7〇/〇 sembuh [Sichuan Zhongyi. 2003. 21 (10)
: 88]
٠ Penj:arum—
a—n taiyang da_n Fengchi GB20 pada 68 kasus migren,
hasil 83,8% sembuh [Shiyong Zhongyi Neike Zazhi, 2003;
17(50:433-434)
٠ Penjaruman berdarah Taiyang dan Erjian Ll 2 pada 38' kasus
konjungtivitis akut hasil semua sembuh. [Zhongguo Zhenjiu,
2001, 21( 10) : 612]
٠ Penjaruman Taiyang dan Guangming GB37 pada 15 kasus
strabismus tipe paresis, sembuh 14 kasus, 1 kasus drop out.
[Shiyong Zhongyi Neike Zazhi, 1994,8 (3): 44]
a Khasiat khusus : ‫ى‬
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus atau miring ke bawah
sedalam 0,5-1 cm atau p e n ja r_ n berdarah
dengan jarum prisma.

19
27. Yintang٠ EK٠HN3
a. Lokasi : D pertengahan jarak antara kedua sudut orbita
superior
b.Persyarafan :Cabang n. supratrochlearis dan cabang n.
fasialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, dahi dan
hidung
٠Penjaruman Yjntang pada 43 kasus rhinitis alergika, hasil 94.
l ٥/〇;sembuh [Zhongguo Zhenjiu, 1998, (6): 250]
• Penjaruman berdarah Yintang pada 20 kasus nyeri kepala
fu lm in a n t, hasil seluruhnya sembuh [Zhongguo Zhenjiu, 2000,
)7( : 4 ‫ ا‬6‫ل‬
□ Khasiat khusus:
٠Lumbago
- Penjaruman Yintang pada 30 kasus lumbago akut, hasil
100‫ال‬/〇 sembuh.
- Shandong Zhongyi Zazhi, 1999,18(1): 23-24]
d. Cara rangsangan : Penjaruman mendatar ke bawah 0,5-1 cm atau
tusuk berdarah dengan jarum prisma.

eyeball

pupjl

jnfra‫ ؟‬rbital
margin

G am baryLokasiT itik-titikA kupunkturS ekitar M atafO rbita)


JingmingZanzhu Tongziliao Chengqi Shangming Waiming Taiyang Yintang

2.1.4. Daerah Hidung, Mulut dan Pipi


28. Sulia0٠ GV25
a. Lokasi : Tepat di puncak hidung, pada garis median
b.Persarafan : Ramus nasalis externus n. ethmoidalis anterior
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan hidung
□ Kh_asiat khusus:
٠Pertolongan darurat
٠Hiccup
- Penjaruman Suliao pada 厶0 kasus hiccup menahun, hasil

20
90٥/〇 sembuh [Tianjin Zhongyi Xueyuan Xuebao, 2002.21(1)
: 21]
d.Cara rangsangan : Penjaruman miring ke atas, sedalam 0,3 cm.

29. Shulg0 ٧ (Renzh0 ng)٠GV26


a. Lokasi :.Pada perbatasan 1/3 atas dan 1/3 tengahsulkus
philtrum.
b. Persarafan : Cabangsarafn.infraorbitalis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat,wajah,
hidung dan mulut
٠Penjaruman Renzhong dan Daling (PC7) pada 31 kasus
stomatitis kronis, hasil 96,8% sembuh [Zhongyi Waizhi Zazhi,
1997 (5):2A]
□ Khasiat khusus:
٠Pertolongan da— rurat
- PenjarUman Renzhong pada pertolongan dar٧ rat 8厶 kasus
syol; hilang kesadaran dan kgang, hasil 97,62 〇/〇 berhasil
[Zhongguo Zhenjiu, 2001.21 (4) :205-206]
- PenjarumanRenzhongpada31kasussyokal<ibatperdarahan,
hasil pulih kesadaran lebih cepat, kenaikan tekanan darah
lebih besar. [Zhongguo Zhenjiu, 1999, (10) :585-586]
٠Gangguan mental
- Per^aruman Renzhong pada 9 kasus afasia tipe histerik, hasil
semUa sembuh pada — jaruman pertama []■iangsu Zhongyi,
1996,17(10) :40]
• Azostomia, stomatitis
- Penjarum— an Renzhong'Daling PC 7 pada 27 kasus azostomia,
hasi) 100% Zhongguo Zhenjiu, 2004, 24(6): 433]
- Penjaruman Renzhong, Daling pada 31 kasus stomatitis
kronis, hasil 96,8% berhasil [Zhongyuo Waizhi Zazhi, 1997,
(٥/?):2A]
٠Lumb.ago
- Penjaruman Renzhong pada 30 kasus lumbago akut, hasil
sembuh 28 kasus, perbaikan 2 kasus. [Xin Zhongyi, 2001.
33(2):47]
- Penjaruman Renzhong pada 129 kasus lumbago akut, hasil
sembuh 114 I<3S٧S٠ perbaikan 15 kasus. Rata-rata diberi
terapi 1,6 kali. [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 1994, 13(3) :108-
109‫؛‬
• Hemiparesis pasca stroke
- Titik utama dalam rangka merangsang otak membangkitkan
kesadaran. Neiguan PC6, Renzhong GV28 dan Sanyinjiao
SP6, dibuktikan bahwa ketiga titik ini bekerja sama
meningkatkan sirkulasi darah.otak, perbaikan kelenturan
pembUluh darah, memperbaiki fungsi Jantung, menambah
darah otak [Prof. Shi Kuemin, Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2003.
22(4) :3.5]
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring ke atas, sedalam 0,5-1 cm.
Rangsangan mencSpai tujuan bilamana pasien
mengeluarkan air mata.

21
30. YingKiang. LI20
a. Lokasi : Dalam lekukan di sulkus nasolabialis, setinggi
puncak cuping hidung.
b_Persarafan : Cabang saraf n. infraorbitalis, di bagian dalam
didapati cabang n. fasialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : l〈elainan jaringan dan organ setempat, wajah.
hidung dan mulut.
• Penjaruman Yingxiang pada 82 l<as٧s rhinitis alergika, hasil 95,
12〇/〇 berhasil [Zhongguo Mingjian Liafa.2003,11 (3): 9-10]
٠Penjaruman Yinxiang.dan Shangxing pada 56 kasus epistaxis,
hasil 98,2% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1998, (11) :652]
□ Khasiat khusus:
٠Penjaruman Yingxiang tembus Sibai ST2 pada 45 kasus cacing
askaris dalam saluran empedu. Hasil 100% berhasil [Zhongyi
Yanjiu, 1994 7(4) :A3-A4]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,5 cm, atau
mendatar kearah luar.

31• Shang YingKiang (Bitong)


a. Lol<asi : Dalam lekukan tulang hidung, diujung atas
sulkus nasolabialis.
b. Persarafan : Sama dengan Yingxiang.
c. Indikasi : Rhinitis alergika. polip hidung, sinusitis.
d. Cara rangsangan : Tusuk menyudut l<e atas-dalam 0,5- 0,8 cun.

32. Dicang٠ ST4


a. Lokasi : Di Lateral sudut mulut, Lurus di bawah pupil
mata saat menatap ke depan.
b.Persarafan :Cabang sara.f mendibuler n. trigeminus dan
cabang n. infraorbitalis
c. Indil<asi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, wajah
一dan mulut
• Penjaruman Dicang tembus l(e ]iache (ST6) pada l 〇5 kasus
Lumpuh otot wajah (76 jenis sentral dan 29 jenis perifer), hasil
91,46% berhasil. [Zhonggu Mingjian Liaofa, 2001. 9 (2) :12-
15]
• Penjaruman Dicang p_ada 65 kasus stomatitis, hasil seluruhnya
sembuh. [Zhongguo Zhenjiu, 2002, 22 (10): 685]
□ Khasiat khusus: :
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,5 cm, atau
mendatar kearah sudut rahang bawah.

33. ]injin-Yuye
a. Lokasi : Dalam rongga mul٧t,٠d .bawah lidah pada kedua
pembuluh darah balik d kedua sisi frenulum
b. Persarafan ::
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : kelainan lidah
□ Khasiat khusus
• afasia
- Penjaruman berdarah ]injin Yuye pada 50 kasus afasia
(Diantaranya, 18 kasus apopleksia serebri. 16 kasus infark

22
serebri, 6 kasus trauma kapitis, 8 kasus ensefalitis dan
2 kasus histeria) hasil 100% sembuh. [Zhongyi Waizhi
Zazhi.2001,1〇(6):56]
- Penjaruman berdarah -]injin Yuye pada 36 kasus afasia jenis
strol<e (8 kasus apopleksia serebri, 26 kasus infark serebri),
hasil sembuh 1-0 k.asus, perbaikan 25 kasus dan gagal 1
kasus piangsu Zhongyi, 2001. 22(3) :25]
٠ muntah
- Penjaruman berdarah Jinjin Vuye pada 27 kasus muntah
kr〇nis, has_ll seluruhnya sembuh, [zhongguo Zhenjiu, 2004,
24(2):113]
d.Cara rangsangan : Penjaruman 'menotok. pada pembuluh darah
sehingga berdarah•■

34. Quanliao,18‫ا ة‬
a. Lokasi :Dalam lekukan pada tepi bawah arkus
zigomatikus, lurus di bawah iontus lateralis
b.Persarafan : Cabang saraf n. infraorbitalis dan cabang-
cabang n. fasialis. di bagian dalam terdapat
cabang mandibula n. trigeminus.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, wajah
dan hidung
•Penjaruman quanliao dan Xiaguan ST7 merangsang
sphenopalatine, ganglion pada 20 kasus rinitis alergika,
seluruhnya sembuh. [Gansu Zhongyi Xueyuan Xuebao, 2000;
17(4) :30-32]
٠ Penjaruman quanliao dan Yanglingquan pada 34 kasus tik
fasialis, hasil 85,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1997. (10)
:616]
□ Khasiat khusus:
٠ Penjaruman quanliao memberi khasiat analgetika, terutama
terhadap n. trigeminus. Mekanisme kerja analgetika itu, erat
berhubUngan pelepasan neurotransmlter monoamine di
susunan saraf pusat. Penjaruman quanliao, Hegu L 14 atau
quanliao, Neiguan PC 6 atau quanliao Hegu, Neiguan, dapat
ditemukan kenaikan kadar tryptophan, 5-hydroxytryptamine
(5-HT), 5 hydroKyindoleacetic acid (5-HIAA), dan penurunan
norepinephrin dalam cairan serebrospinal, suatu keadaan yang
sejalan dgngan yang timbulkan pada akupunktur anestesi.
dCara ragsangan : Penjaruman tegak lurus 0,5-1 cm.

23
Cambar 8 Lokasi Titik-Titik Akupunktur Sekitar Hidung, M ulut dan Pipi

Suljao, YlngK‫؛‬ang, Shang Y‫؛‬ngK‫؛‬ang(B‫؛‬tong),

2.1.5• Daerah Leher

35. Lianquan, CV23


a. Lokasi : Pada garis median leher, dalam lekukan di atas
os hyoid
b. Persarafan : Cabang servikal n fasialis dan rami superiors
n. transverse colli Di bagian dalam didapati
cabangsaraf n. hypoglosuSdan n. mylogiode٧s.
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
Leher, tenggorokan, kerongkongan dan lidah
٠ Perijaruman Lianquan pada 12 kasus kerusakan n. laryngeus
recUrrens. setelah■ 3-5 ■seri terapi, seluruh gejala hilang, fada
pemeriksaan laringoskopi pergerakan pita suara normal.
[Shanghai Zhengjiu Zazhi, 1997,16(5) :22]
□ l〈 h_asiat khusus:
•afasia
- Penjaruman Lianquan dan H— egu (LI4) pada 186 kasus
afasia stroke, berhasil pada 18‫ ؛‬kasus d3n gagal 3 kasus.
[Zhongguo Zhenjiu, 1999, (11) :656]
- Penjamman Lianquan dan Fengchi (GB20) pada 88 kasus
pseudobulbar paralysis, hasil 94.3% berhasil [Tianjin
Zhongyi.1999.16(5): 26-27]
- Penjaruman Lianquan dan Lieque (LU7) pada 30 losus
pseudobulbar paralysis, hasil 100٠ 。
/〇 berhasil [Shanxi
Zhongyi, 2002, 23(3) :262]
• Hiccup
- Akupresur Lianquan pada 17 kasus hiccup dengan hasil
100% berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 2000, (7) : 417]
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring bersudut kearah altar lidah,
sed3lam 1-1,5 cm.

u
36. ShangLianquan
a lo k a s i :Pada garis median, 1 cun di bawah tulang
rahang, di atas titik Lianguan CV 23.
b.Persarafan : sama dengan Llanquan c_v 2‫ذ‬
c. Indikasi: -Bicara tidak jelas,: pelo, gagu, liur menetes.
laringitis akut dan kronis
d. Cara rangsang : Menfudut ke arah akar lidah, 1-1.5 cun. atau
pad3 pencabutan Jarum, saat sampai d bawah
kulit, jarum ditusukkan menyudut _ke Lateral kiri
dan l<anan sedalam 1-1.5 cun.

37. Tiantu, CV22


a. Lokasi :Pada garis median, dalam lekukan di
suprasternal
b. Persarafan :Cabang n. supraklavikuler medialis, bagian
dalamterdapattraktusbrakiasefalikus.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, leher-
kuduk, tenggorokan kerongkongan dan paru.
٠Penjaruman Tiantu p a d a lio kasus disfagia kanker esofagus
stadium terminal, dengan hasil yang memuaskan. [Zhijiang
Zhongyi Zazhel996 (120:561)
• Aquapunlttur Tiantu pada bronchitis kronis, seluruhnya
berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 2000, ( l ) : 38-39]
□ Khasiat khusus:
• Hiccup
- Penjaruman Tiantu pada 23 kasus hiccup kronis, hasil
sembuh semua. [Sichuan Zhongyi, 1995. (3): 55]
- Akupresur Tiantu pada 26 kasus hiccup kronis, ;hasil 96%
berhasil. [Tianjin Zhongyi, 1997,14(3) :132-133]
d. Cara rangsangan : Setelah jarum masuk tegak lurus sedalam 4
mm, arah jarum dirubah mengarah ke bawah,
menyusur dinding-dalam sternum sampai
kedalaman 1-2 cm.

38. Renying, ST9


a . Lokasi :D i leher, lateral jakun, di tepi depan otot
Sternokleidomastoideus dimana terasa denyut
nadi karotis komunis
b. Persarafan : Cabang saraf n. tranversum colli dan n. fasialis.•
di bagan dalam terdapat cabang saraf n.
hipoglossus.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, leher-
kuduk, tenggorokan-kerongkongan.
□ Khasiat khusus:
• Hipertensi
- Penjaruman Renying pada 56 kasus hipertensi (diantaranya
hipertensi esensial 23 kasus), hasil sembuh 8 kasus,
perbaikan 43 kasus, gagal 5 kasus. [Tianjin Zhongyi, 2000,
17(2) :30]
- Penjaru—an Renyin— g pa_dall kasus hipotensl. ha_sil 100٥ /〇
berhasil [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2004: 23(7): 23]
• Hiccup

25
- Penjaruman Renying pada 60 kasus hiccup kronis, hasil95٥ /〇
berhasil [Hebai Zhongyi Zazhi, 2000, 22(8): 615]
• Afasia
- Penjaruman dalarn Renying pada 82 kasus afasia sequele
stroke, hasil 95% berhasil [Hunan Zhongyi Zazhi, 2000.
16( 2) :32 ]
• Hemiparesis sequele stroke
- Penjaruman Renying, Nelgua.n -(PC6) pada 280 kasus
hemiparesis pasCa stroke, hasil So, 0‫ ا‬7‫ زه‬berhasil [Fujian
Zhongyiyao, 1998, 29(3) : 26-27]
٠Trigeminal neuralgia
- Penjaruman Renying pada 7 kasus trigeminal neuralgia,
hasil sembuh semua: [Zhongguo Zhenjiu, 1996, (3) :180]
■ Penjaruman Renying pada 16 kasus trigeminal neuralgia,
hasil 87,5% berhasil [Zhijiang Zhongxiyi Jiehe Zazhi, 1999;
9(2)138]
d,Cara rangsangan" :Hindari pembuluh nadi, penjaruman tegak
lurus sedaiam 0,5-1 cm.

39. Futu, LI18


a . Lokasi :Pada lateral leher. 7 cm Lateral jakun, di
antara batas depan dan belakang otot
sternokleidomastoidus
b. Persarafan : Cabang saraf n. transversum 〇‫ا‬1‫آ‬.
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan dan organ setempat,
tenggorokan-keOngkongan. le h r - kuduk.
٠Penjaruman Futu pada 100 kasus tonsilofaringitis, hasil 99%
(Sichuan Zhongyi, 1995,13 (8): 52)
□ l〈 h—asiat khusus:
٠Hiccup
- Elektro akupunktur Futu danRenyi— ng pada 30 ^su s hiccup
kronis, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2003.
19(1) :44]
- Penjarumam Futu pada _210 kasus hiccup kronis, hasil
sembuh 159 kasus, perbaikan 43 kasus dan■ gagal 8 kasus.
[Zhongguo Zhenjiu. 1994. Edisi khusus :214-215]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1 - 5 ,-‫ ا‬cm.

40. Tianding. LI17


a . Lokasi :D I lateral leher, pada tepi posterior otot
sternokleidom astoidus. la te ra l jakun, di
pertengahan jarak Futu LI18 dan fosa
supraklavikuler :
b. Persarafartlabang saraf n. transversum colli, di bagian
dalam terdapat plexus brachialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat
٠Penjaruman Tianding pada 54 kasus sindrom servikal, hasil
93.75% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994 Edisi khusus
:345-346]
□ Khasiat khusus:
• Hiccup
- Aku.presur Tianding pada 157 kasus hiccup, hasil 100〇
/〇

26
sembuh. [Renming junyi. 2001,44(8): 492]
- Penjaruman Tianding pada 68 kasus hiccup, hasil 94%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 2002,22(5) : 317]
- Elektro akupunl<tur Tianding pada;128 l<asus hiccup kronis,
hasiL 98٠4‫ه‬/〇berhasil [Zhonghua Shuyong ZhongKiyi Zazhi:
2004,5(18) :2796]
٠Nyeri bahu
- Penjaruman Tianding pada 100 lasus—periarthritis of
shoulder, hasil 97% berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 1999, (1)
•1 ^ -1 7 1

d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak Lurus sedalam 1-2 cm

Gambar 9 Lokasi T itik -titik Akupunktur d i Leher


Liangquan Tiantu Renying Futu Tianding

2.1.6. Daerah Kuduk.


41. Yamen, GV15
a. Lokasi : ‫ ؟‬ada kuduk, di garis median, tepat di atas proc.
Spinosum-l
b. PersarafaCabang saraf n. oksipitalis, bagian dalam
terdapat cabang saraf C2 dan C3.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat,, kuduk
dan kepala belakang
• Penjaruman Yamen pada 43 kasus sefalgia vaskuler. Hasil
97,67‫ه‬/〇berhasil [Oinghai Yiyao Zazhi, 1995. (9) : 52]
□ Kha^at khusus:
- ٠ Afasia, berbagai jenis afasia
d. Cara rangsangan 了penjaruman tegak lurus, perlahan-lahan sampai
kedalaman 2-2: 5 cm

42. Tianzhu.BLlO
a. Lokasi : Setinggi Yamen GV15, dalam lekuk di tepi Luar
otot trapezius
b. PersarafarCabang saraf C-3, di bagian dalam terdapat n.
oksipitalis magnus
c. Indil<asi :
口 Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
kuduk•

27
• Penjaruman Tianzhu pada 32 kasus vertigo tipe ruas tulang
belakang leher, hasil 96,9% berhasil [Zhongguo Zhenjiu:
2003, ^ ( 1 1 ) :665 •667]
□ Khasiat khusus L
٠ Penjaruman Tianzhu pada 200 kasus lumbago akut, hasil
100;/〇sembuh. [Hubei Zhongyi Zazhi, 2001, 23(‫ (ق‬: 3 ‫ﻟﻖ‬
٥
• Penjaruman Tianzhu pada 1.000 kasus lumbago, hasil 96%
berhasil [Sichuan Zhongyi. 2002,20(1): 74-75]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus; sedalam 2-3 cm.

2.2• Kelompok Dorsal Tubuh


Untuk menentukan lokasi titik akupunktur pada dorsal tubuh didapati:
2.2.1. Dorsal tubuh garis medan : garis .pertengahan dorsal tubuh, sepanjang
prosessus spinosum vertebrae
2.2.2. Dorsal tubuh garis Lateral-l :garis 1 cm (0,5 cun) lateral prosessus
Spinosum vertebra
2.2.3. Dorsal tubuh garis Lateral-2 :garis lateral dari garis median 1 /2 jarak
3ntara prosessus spinosum vertebra
dengan tepi skapula
2.2:4. Dorsal tubuh garis lateral-3 : garis lateral sepanjang tepi skapula

2.2.1. Dorsal Tubuh Garis Medan


43. Dazhui,‫ ة‬٧ 1‫ه‬
a . Lokasi :Dalam lekukan tepat di bawah prosessus
S-Pinosum C-7
b . Persarafan : Cabang saraf ramus posterior n. servikalis l<e-8
c■ Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
kudul(
٠ Penjaruman dan kop Dazhul dipadu dengan ]iajl leher pada
93 losus sindrom servikal, hasil 9 2.A 7% berhasil. [Shanghai

28
Zhenjiu Zazhi. 2003.22(8) : 20-21]
• Aquapunktur Dazhui dan titik nyeri tekan pada 16 kasus
sindrom servikal, hasil 1٥0٥ /〇 sembuh [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi, 1998.1A(11):31]
• Penjaruman dan penghangatan moksa Dazhui dan Dazhu pada
102 kasus sindrom servikal. hasil 95% berhasil [Baotou Yixue,
1994,18(3) : 33]
□ Khasiat khusus:
• khasiat antipiretik, demam termasuk al<ibat malaria
- Penjarum.an Dazhui, Hegu LI4, Quch L lll'• Shaoshang L U ll
pada 45 kasus demam tinggi. BerhasiLlOO% berhasil.
[Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(8):466]
- Penjaruman Dazhui. Zusanli ST36 pada 32 kasus influenza,
hasil 100٥ /〇berhasil. [Zhongguo Zhenjiu; 2000, (2) :127]
٠Akne vulgaris
- PenjarUman dan kop Dazhui pada 3 kasus akne vulgaris,
hasi) 100% berhasil: [Zhongguo Zhenjiu, 2001, 21(5): 22]
- Penjaruman berdasar Dazhui dan Erjian pada 85 kasus akne
vulgaris, hasil 100% berhasil[Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2002,
21(1): 29]
٠Lu— ago
- Penjaruman -Dazhui dan Houxi pada 53 kasus lumbago
akut, hasil 96.2% berhasil [Liaoning Zhongyi Zazhi. 1998,
25(3): 374]
٠Vertigo
- Penjaruman Dazhui pada 3 厶k_asus sindrom Menier, setelah
3 kali, seluruhnya berhasil. [Guangguang Yiyao Weisheng,
1999,15(1)31]
d. Cara rangsangan : Pe.njaruman tegak Lurus sedalam 1,5-2 cm

44. Mingmen. GVA


a. Lol<asi : Pada dorsal tubuh garis median dalam lekukan
(Jibawah prosessus spinosum L2
b. Persarafan : Cabang s3raf ramus posterior L2
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat daerah
pinggang
□ Khasiat khusus :A la t gerak dingin, pinggang-Lutut ngilu,
gangguan fungsi urogenital
d. Cara rangsangan : Penjaruman tg a k LuUs sedalam 1,5-2 cm.

45. Yaoyangguan, G٧ 3
a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis median, dalam lekukan
di bawah prosessus spinosum L-4
b. Per^arafan : Cabang saraf ramus posterior L4
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pinggang; bokOng, uterus:
٠Elel(troakupunl<tur dengan penjaruman dalam Yaoyangguan
pada 120 Iskialgia, hasil 99,6% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
1996,16(8):19]
٠Penjaruman YaOyangguan pada 300 kasus lumbago, hasil 97٥/〇
berhasil [Zhongguo Mingjhian Liaofa, 2000,8(9): 11]
□ Khasiat k h u s u s :-

29
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1,5-2 cm.

46. Changqiang. GVl


a. Lokasi : Pada garis median perineum di bawah tuLang
koksigeus, pertengahan antara koksigeus dan
anus.
b. Persarafan Cabang saraf ramus posterior n. koksigeus
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal Kelainan jaringan dan organ setempat, anus,
genitalia. Usus—
• Penjaruman Changqiang pada kas٧s pruritus ani, hasil
100% berhasil [Gansu Zhongyi. 2000.13(1 ): 46]
٠Penjaruman Changqiang pada 46 l<asus eksim sekitar anus,
hasil 94,4% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1997, 13(3):
46]
٠Insisi-penanaman catgut Changqiang pada 117 ‫ةق>ا‬٧‫ ة‬fistula
ani, hasil 98,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1996, (7): 5-6]
• Insisi-penanaman catgut Chang-^ang pada 60 kas٧s konstipasi
kronis:hasil 93,3% berhasil [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2003,
22(8):14-15]
٠Penjaruman cepat Changqiang pada 157 kasus prolapsus anak
balita, hasil 98,7% berhasil [Xiandai Kangfu, 2000,4(6): 931]
• Penghangatan moksa silinder pada 40 kasus dispepsja bayi,
penghangat 1-5 kali, hasil 100٥ /〇berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
1998,14(7 ): 39]
a Khasiat khusus::-
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1,5-2 cm

2.2.2. Dorsal Tubuh Garis Lateral-l


47. Dingchuan, EK-B1
a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-l, 1 cm lateral
batas bawah prosessus spinosum C7
b. Persarafan : Rami posterior n. servikalis 7 dan 8
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, kuduk
-dan punggung -
• Penjaruman Dingchuan dan Dazhui GVIA pada. 44 kasus
sindrom servikal anak remaja, hasil 1.00〇 /〇 berhasil
[Zgongyiyaio Xinxi, 2003,20(3) : A9]
□ Khasiat khusus:
٠asthma bronkial
- Aquapunktur aminophyUine Dingchuan pada 30 kasus
serangan asthma, hasil 96,67% berhasil [Guangxi Zhongyi
Xueyuan Kuebao, 2001 ; 34-33 (3)‫] أ‬
- Aquapunktur vitamin K Dingchuan pada 45 kasus asthma
bronloal, hasil 93,3% berhasil. [Anwei Zhongyi Linzhuang
Zazhi, 1998.10(5) :332]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2 cm

48. HuatoJiaji. EX-B2


a. Lokasi : Pada dorsal t ٧buh sepanjang garis lateraL-l,
berjarak 1 cm (0.5 cun) dari garis median tubuh
dorsal, di kedua sisi prosessus spinosum dari T -l
sampai dengan L-5. Dalam perkembangannya

30
mencakup servikal dan sakral.
b. Persarafan : Ramus posterior n.spinalis terkait setiap ruas
vertebra T - l s/d L5
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan Jaringan dan organ setempat, daerah
thorakal, lumbal
□ Khasiat khusus:
• Kelainan jantung, paru, sela-iga (T1-T5)
- Penjaruman Jiaji terkait pada 67 kasus angina pektoris
dengan hasil yang sangat baik. [Hebei Yixue;2000. 6(3) :
275-276]
- Penghangatan moksa silinder Jiaji terl<ait pada 36 kasus
herpes zooster, hasil semua sembuh. [Zhongguo Zhenjiu.
2000,(3): ‫ ا‬90 ‫ل‬
٠Kelainan hati, lambung, usus (T6-T12)
- Penjaruman Jiaji T 7 - T 1 2 dipadu dengan Zusanli S T 3 6 pada
3 1 l<asus gastritis kronis tipe atrofi; hasil 9 3 , 5 5 % berhasil
[zhongguo Zhenjiu, 2 0 0 0 , (3 ) :1 3 3 - 1 3 5 ]
- Penjaruman Jiaji dan Shu-belakang terkait pada 43 kasus
ulkus peptikum, hasil 93% berhasil [Liaoning Zhonmgyi
Zazhi, 2003.30(8) :679]
- Penjaruman ]iajl terkait pada 32 kasus irritable bowel
syndrome, hasil 93.75。/。 berhasil [Hunan Zhongyiyao
Daobao.2002, 8(5): ‫ب‬272 - 273 ‫ل‬
٠Uterus, gandung kemih, daerah lumbal, pelvis dan ekstremitas
inferior (L1-L5)
- Jarum penghangat Jiaji terkait pada 30 losus dismenore,
hasil 96,7% berhasil:[Hubei Mingzhu Xueyuan Xuebao,
Yixue Bao, 2002,(3): 49‫ل‬
- Elektro akupunktur ]iajl terkait pada 51 kasus batu saluran
kencing (9 batu d kedua gi.nj.3l, 27_ batu ginjal sat_u sisi‫؛‬
15 kasus batu kandung kemih), hasil 98% berhasil [Hebei
Zhongyi, 2 0 0 0 , 2 2 ( 9 ) :6 9 2 ]
- Jarum penghangat Jiahi terkait pada 120 kasus HNP Lumbal,
hasil 95 〇
/〇berhasil [Shanxi Zhpngyi, 2003,24(11):1 〇31]
- Elektro akupunktur jiaji terkait pada 104 kasus ischialgia,
hasil 100٥ /〇 berhasil. [Shanhai Zhenjiu Zazhi, 2003 ;
22(10):19-20]
b. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 0,5-1 cm

49. Ciliao, BL32


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-l, di foramen
sakraLiske-2
b . Persarafan : Cabang saraf rami klunium medii. di bagian
dalam terdapat ramus posterior S2
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Ke.Lainan jaringan dan organ setempat, daerah
sakral, uterus, kandung kemih.
٠Aquapunktur Ciliao pada 214 kasus iskialgia. hasil 64 kasus
semb:uh, 148 kasus perbaikan, 2 kasus gagal. [Zhongguo
Zhenjiu, 1994, ⑷ : 23-24]
٠Insisi-penanaman catgut Ciliao pada 45 losus dismenore, hasil
9 4 0 /0 berhasil [Sichuan Zhongyi, 2-3, 21(4) [79 ‫ت‬
٠Penjaruman dalam Ciliao ditambah penjaruman Sanyinjiao

31
SP6 pada 35 kasus dismenore, hasil 100% berhasil [Gansu
Zhongyi, 2003,16(1): 32-33]
• Aquapunktur prokain dicampur scopolamine Changqiang
untuk analgetil<a partus pada 200 kasus, hasil: 98 kasus pada
dasarnya tidak merasa nyeri, 102 nyeri ringan. [Jilin Yixue,
2000, (6): 357] Zhongyi. 1994,15(12) :34]
□ Khasiat kh u su s:—

d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2,5-4 cm

2.2.3. Dorsa^Tubuh_Garis Lateral-2


50. Dazh٧٠R L ll
a. Lokasi :Pada dorsal tubuh garis lateral-2 [ 1 /2 jarak
prosessus spinosum dengan skapula); setinggi
batas bawah prosessus spinosurri T -l
b. Persarafan : Cabang saraf ramus posterior T -l dan T-2
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, kuduk
dan punggung
• Kop berdarah Dazhu pada 1A6 l<asus sindrom servikal hasil
98,62% berhasil [Shanxi Zhongyi, 1994 13(2): 77]
٠]arum penghangat Dazhu pada 120 kasus servikal vertigo,
hasil 96,67٥/〇berhasil [ZhejiangZhongyi Zazhi. 2000, 35(7):
305]
□ Khasia— t khusus:
• Arthritis Genu
- Kop berdarah Dazhu pada 48 kasus arthritis genu
(diantaranya rheumatoid arthritis 31 kasus), hasil 97,9%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(1): 35]
- PenjarumanDazhupada3 2 l<asusosteoarthritis,hasil96,9٥ /〇
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1998, (3):181]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-‫ ذ‬cm

51. Feishu. BL13


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis latera—1-2, s e tg g i batas
bawah prosessus spinosumT3:
b. Persarafan : Cabang saraf ramus posterior T-3. T4
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
punggung antar belikat.
□ Khasiat khusus:
٠l〈e_lainan paru
- Pen)aru٠man_dltambah penghangatan moksa Feishu pada
40 kasus influenza, hasil seluruhnya sembuh. [Zhobngguo
Zhenjiu, 2003, 23(11 ):667]
- Kop berdarah Feishu pada 72 kasus batuk kronis, hasil
9 6 :‫。؟‬/〇berhasil [Zhongguo Zhenjlu, 1996, (1): 21-22].
٠Urtikaria
- Penjaruman Feishu dan Geshu pada 56 kasus urtikaria,
seluruhnya sembuh. [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1995.11(3)
: 7]:
d. Cara rangsangan : Penjaruman bersudut sedalam 2-3 cm.

32
52• Kinshu. BL15
a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2, setinggi batas
bawah prosessus spinosum T: 5
b. Persarafan : Cabang saraf ramuS posterior T5, T6
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
punggung.
□ Khasiat khusus
٠Ke_lainan jantung
- Penghangatan moksa Kinshu pada 40 kasus isl<emia l<oroner,
hasH87,5٥/〇berhasil [Linzhuang Huicao, 1996,11(6): 281]
٠Insomnia
- Penghangatan moksa beralas jahe Xinxhu pada 45 kasus
insomnia:hasil 93% berhasil [Beijing Zhongyi. 1998,17(3):
37]
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring bersudut sedalam 2-3 cm

53. Geshu٠ BLl7


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2 setinggi batas
bawah prosessus spinosum T-7
b. Persarafan : Cabang■ saraf ramuS posterior T7 dan T8
c. Indil<asi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan dan organ setempat,
punggung antar belikat
□ Khasiat khusus:
•Kelainan darah
- Penjaruman Ge^hu pada 48 kasus urtikaria kronis, hasil
91,4% berhasil [Xinzhongyi, 1996.(6): 36-37‫ل‬
• Hiccup
- Aquapunktur atropine Geshu pada 122 kasus hiccup
(diantaranya pasca bedah 68 kasus, pasca kemotera^
l<anker 16 kasus, kelainan pembuluh darah otak 2 9 1(3S٧Sdan
9 kasus kelainan fungsional), hasil 93% berhasil [Sichuan
Zhongyi, 2002. 20(6): 73-74 ];
d. Cara rangsangan : PenjaUman miring, sedalam 2-3 cm.

54. Ganshu, BL18


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2, setinggi batas
bawah prosessus spinosum T9
b. Pers.arafan : Cabang saraf ramuS posterior T9 dan TlO
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
punggung
□ Khasiat khusus:
٠Hordeolum
- Kop berdarah G_anshu BL 17 pada 32 kasus hordeolum
kronis, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1998, (11):
680]
• Hipertiroidia
- Insisi-penanaman catgut pada Geshu dan Xinshu BL15
pada i^O kasus hipertiroidia, hasil periode jangka pendek
92,25% berhasil, periode jangka panjang 89,3% berhasil.
[Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(9): 515-517J
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring sedalam 2-3 cm

33
55. Weishu, BL21
a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2, setinggi batas
bawah prosessus spinosum T ll, dekat dengan
prosessus spinosumTl2
b. Persarafan : Cabang sar3f ramus posterior T12
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempatdaerah
punggung
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan lambung
- Penjaruman Weishu pada 38 kasus nyeri epigastrik, hasil
92,1% berhasil [Zhongguo Zhongxiyi jiehe Piwei Zazhi,
2000, 8(5):311]
٠Ulkus peptikum
- Penjaruman Weishu pada 30 kasus ulkus peptikum, hasil
93,3% berhasil [Beijing Zhongyi, 200A, 23(6): 349-350]
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring sedalam 3-4 cm

56. Sh.enshu, BL^3


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis latera【 -2, setinggi batas
bawah prosessus spinosum L2
b. Persarafan : Cabang saraf ramus postrerior L2. L3
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pinggang
□ Khasiat khusus:
•Kelainan ginjal
- Aquapunktur prokain dicampur atropine Shenshu pada 75
kasus kolik ginjal, hasil 90 〇/〇berhasil [Zhejiang ZhongKiyi
Jiehe Zazhi. 1999. 9(5) : 352]
- Insisi-penanaman catgut Shenshu dan Zhibian BL54 pada
32 kasus, hasil 93,75% berhasil [Shiyong Yixue Zazhi. 2004.
20 ( 12) :7- 8]
- Insisi-penanaman catgut Shenshu pada 22 kasus
osteoporosis, hasil 100٥ /〇berhasil [Zhenjiu LinzhuangZazhi.
2004, 20(12): 7-8]
d_ Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-4 cm

57. Dachangsh٧ BL25.


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2, setinggi batas
bawah prosessus spinosum a
b . Persarafan : Cabang saraf ramus posterior L-A, L-5
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pinggang:
• Penjaruman Dachangshu dan Weizhong BL40 pada 96 kasus
HNP, hasil 97,9% berhasil [Yunnan Zhongyi Zhongyao Zazhi,
2003, 24(3) :30-31]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kolon, biasanya dirangkap dengan Tianshu ST25.
•Hem oroid
- Penjaruman berdarah Dachangshu pada 43 kasus hemoroid,
hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 2002,22(3) :194]
٠Gangguan motorik dan sensorik ekstremitas inferior

34
- Penjaruman dalam Dachangshu pada 30 kasus sensorik
defisit ekstremitas inferior. Hasil 93,33% berhasil. [Zhenjiu
Llnzhuang Zazhl, 2000.16(11.): 33]-
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegai〈 lurUs, sedalam 3-4 cm

58. Guanyuansh٧ , BL26


a. Lokasi : Pada dorsal tubuh garis lateral-2, setinggi batas
bawah prOsessus spinosum lS
b. Persara—fan : CabangsaraframuSposterior— L5
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat,_daerah
pinggang:
٠Penjaruman dalam Guanyuanshu pada 175 kasus iskhialgia,
hasil 98,3% berhasil [Hunan Zhongyi Xueyuan Xuebao, 1006,
16(4): 57.58]
□ Khasiat khusus:
٠Dismenore
- Elektro akupunktur Guanyuanshu pada 43 kasus dismenore
esensial Hasil 97,67% berhasil [Xinzhongyi. 2000, 32(10):
25]
- Penjaruman Guanyuanshu pada 55 kasus dismenore, hasil
9 8 ,18% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994 (2): 30]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 3.4 cm.

59. Pangguangshu, BL28 -


a. Lol<asi : ‫ ؟‬ada dorsal tubuh garis lateral-2. setinggi
foramen sakralis kedua
b. Persarafan : Cabang saraf klunium medii, di bagian dalam
ramui n. gluteal inferior.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
sakra[.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kandung kemih
- Penjaruman Pangguangshu pada 40 kasus enuresis anak-
anak, hasil 95 〇 /〇berhasil [Zhongguo Xiangcun Yisheng,
1999,15(12) :36-37]
- Aquapunktur Pangguangshu [pada 51 kasus retensi urin
pasca partus, hasil 29 kasus sembuh, 2 kasus gagal [Xiandai
Zhongxiyi Jiehe Zazhi, 1999,8(8) : 1338]
d. Cara rangsagan : Penjaruman tegak lUrus, sedalam 3 -厶cm.

60. Balhuanshu,_BL3〇
a. Lokasi :Pada dor— saL tubuh garis Lateral-2, setinggi
foramen sakralis l〈e empat.
b. Persarafan : Cabang saraf rami klunium medii dan inferior,
d bagian dalam terdapat n. sakralis
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
sakral, uterus kandung kemih.
٠Elektro akupunktur Baihuanshu pada nyeri pasca
hemoroidectomi, hasil 96,6٠ /〇 berhasil [Jilin Zhongyiyao,
2003, 23(4) :
35]
٠Penjaruman dalam Baihuanshu pada 220 kasus prostatitis

35
kronis, hasil 90,9% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2001, 21(2)
:7 —
٠Penjaruman Baihuanshu pada 86 kasus retensi urin, hasil 80
kasus sembuh, 5 kasus perbaikan dan 1 kasus gagal. [Zhongguo
Zhenjiu, 1998 ; (7) :432-433]
a Khasiat•khusus::-
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 3 -厶cm

2.2.4. Dorsal Tubuh Garis Lateral-3


61. Gaohuangshu, BL43
a. Lokasi : Pada dors.al tubuh garis lateral-3, setinggi batas
bawah prosessus spinosumT4:
b. Persarafan : Cabang■ saraf ramuS posterior 丁厶, T5.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
punggung, paru;
□ Khasiat khusus:
٠Osteoarthritis
- Penghangatan moksa Gaohuangshu pada 147 kasus
osteoarthritis, hasil 100% berhasil. [Zhongguo Mlngjian
Liaofa, 2002,10(9):9-10]
٠Mastitis
- Penjaruman berdarah Gaohuangshu pada 116 kasus mastitis
akut, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1997.(1) :20]
- Kop berdarah Gaohuangshu pada 52 kasus mastitis kronis,
hasil sembuh semua. [Zhenjiu Linzhuang, 1998‫ ؛‬14)8 (:48 ‫ل‬
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring bersudUt, sedalam 1:2 ch

62. Zhishi, BL52


a. Lokasi : Pada dors— al tubuh garis Lateral-3, setinggi batas
bawah prosessus spinosum L2
b. Persarafan : Cabang saraf ramus postrerior Ll. L2
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pinggang: ute٧ s٠kandung kemih.
٠Aquapunktur progesterone Zhishi pada 50 kasus renal kolik,
hasil 92,5% Zhongguo Xiangcun Yisheng Zazhi, 1999, (3): 22-
23]
٠Penjaruman Zhishi pada 35 l<asus renal kolik, hasil 88.6%
berhasil [Zhongguo, 1996, (12): 44-45]
□ Khasiat k h u s u s :'
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-3 cm

63• Zhibian, BL54


a Lokasi : Lateral ‫— ذ‬
pembagian rata (dorsal garis lateral-3),
setinggi foramen sakralis ke-4
b. Persarafan : Cabang saraf n. klunium inferior dan n. klunium
medii; di bagian dalam terdapat n. gluteal
superior dan inferior
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal: Kelainan jaringan setempat, daerah bokong dan
organ visera terkait, uterus, kelenjar prostate.
—kad u n g kemih.
« Penjaruman Zhibian tembus ke arah Shuidao ST28 pada 17

36
kasus gangguan kencing pasca bedah, hasil 100% berhasil
[Zhongguo Linzhuang Kangfu 2002, 6(12) :1819]
• Penjaruman kontralateral Zhibian pada 3 0 1 」 ‫؛‬asus radang
kronis pelvis, hasil 93,6% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1995:
(Edisi l<husus):13〇];
٠ Penjaruman •dal_ak Zhibian pada 27 kasus Hemoroid, hasil
96,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003,23(10) : 602]
٠ Penjaruman dalam Zhibian pada 46 kasus radang akut kandung
kemih, hasil 98% {Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1997.13(10): 34-
35}
٠ Penjaruman dalam Zhibian pada 40 kasus prostatitis, hasil
100% berhasil [Huabeui Meitan Yixueyuan Xuebao, 2002,
4(1):34-35]
□ Khasiat khusus:
d. Cara rangsangan :Penjaruman tegak lurus atau miring tertuju
pada genitalia Ssterna, sedalam 6-8 Cm.

64. Huantiao, GB30


a. Lokasi :Pada daerah lateral bokong, pertemuan 1/3
lateral dan 1/3 tengah -dari jarak puncak
trokanter mayor fernor dan hiatus sakralis l<e-4
b. Persarafan :Cabang saraf n. kluium superior, di bagian
dalam terdapat n. iskiadikus.

□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, bokong


dan tungkai
٠ Penjaruman Huantiao pada 9A kasus iskhialgia, hasil 41 kasus
sembuh, 51 kasus perbaikan, 2 losus gagal. [Ningxia Yixueyuan
Xuebao, 2001, 23(6): 460-461]
• Penjaruman Huantiao dan Weizhong BUO pada 168 kasus
Iskialgia, hasil 93,5% berhasil [Hebei Zhongyi, 2002, 24(1):
A l] ٠
□ Khasiat khusus: -
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 5-10 cm.

37
38
0 1.5 3
٦٠

Gambar 12 Lokasi T itik -titik Akupunktur Dorsal Tubuh

DazhuiMingmen Yaoyangguan Changqiang Ciliao Dazhu [eish '1 }(ins G esh u


Caohuangshu ZhishiZhibian Huantiao
D a c h a n g s h u G u a n y u a n s h u P a n g g u a n g s h u B a ih u a n s h u

39
2.3• Kelompok Ventral Tubuh
Untuk menentukan letak titik akupunktur pada ventral tubuh, diperlukan
garis-garis lateral sebagai berikut:
1_3.‫ ة‬. Ventral tubuh garis median
2.3.2. Ventral tubuh garis la te ra l-l: garis lateral yang berjarak 1/2 jarak garis
median dan garis midklavikuler
2.3.3. Ventral tubuh garis lateral-2 : garis midklavikuler
2.3.4. VentraL tubuh garis lateral-3 : garis lateral berjarak 2 pembagian rata dari
garis midklavikuler

Pada daerah abdomen masih didapati garis lateral yang berjarak 0,5 cun (1
cm) dari garis median, tetapi dalam bahasan titik akupunktur ini diabaikan, karena
titil< pada garis ini memilil<i khasiat, indikasi yang sama dengan titik sama tinggi
pada■ garis leteral-l.

2.31. V e n tg l Tubuh Garis Median


65. Danzhong٠CVl7
a. Lokasi : Pada ventral tubuh garis median, setinggi i.c.s.
ke-empat.
b. Persarafan : Cabang saraf ramus anterior n. interkostaLis ke-
empat.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
dada, payudara, paru,
٠Penjaruman Danzhogdan Rugen ST18 (pada garis Lateral-2,
i.c.5) pada 34 kasus air susu ibu yang kurang, hasil 100%
berhasil [Shandong Zhongyi Zazhi, 1995. 14(11) : 520]
٠Insisi-penanaman catgut Danzhong pada 199 kasus bronchitis
kronis;hasil 96,90/0 berhasil [Shanxi Zhongyi Zazhi, 1996,
12(4): 27-28]
٠lnsls‫؛‬-penan:aman catgut Danzhong pada 168 l〈asus asthma
bronkiaLis. Hasil pada kunjung 3 bulan kemudian 82,2%, pada
kunjung setahun kemudaan, 53% berhasil. [Kinzhongguo.
1996, edisi khusus: 79-80]
٠Penjaruman Danzhong da.n Fenglong ST+0 pada 123 kasus
serangan asthma, hasil 72,4% berhasil [Shiyong Zhongxiyi
Jiehe Zazhi, 1997 ; 10(14) :1370]
□ Khasiat khusus:
٠Hiccup
- Penjaruman Dazhong pada 20 kasus hiccup kronis, hasil 19
sembuh, 1 gagal [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2001.17(3): 43‫ل‬
d Cara rangsangan 了penj-arum3n mendatar, sedalam 0,5-1 cm.

66. ]iuwei, CV15


a . Lokasi :pada ventral tubuh garis medan, 1 cun
(pembagian rata) di bawah prosessus
)(yphoideus
b. Persarafan : Cabang saraf ramus anterior T7
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Ke‫؛‬alnan jaringan dan organ setempat, daerah
epigastrik dan lambung.
• Penjaruman Jiuwei pada 14 kasus phrenospasm, hasil 100%
berhasil [Zhongguo Guangguang Yixue, 1994. (2): 40]
□ Khasiat khusus:

40
٠ Epilepsi
- Penjaruman Jiuwei pada 11 kasus epilepsi, hasil sembuh 10
kasus, perbaikan 1 kasus. [Zhejiang Zhongyi Zazhi, 1995, (5 ):
233]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus atau miring ke arah
bawah, sedalam 1-2 cm.

67. Zhongwan. CV12


a . Lokasi : Padaventraltubuhgarismedian.dipertengahan
jarak umbilikus dan lekukan pada sternum,
pertemuan lengkung iga kanan dan kiri.
b. Persara— fan : cabang saraf ramusanteriorT8.
c. Indil<asi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
abdomendanTambung
٠Kop Zhongwan pada 34 kasus mual muntah hamil muda, hasil
97 ;15 % berhasil. [Shanxi Zhongyi. 1994 15(5): 22A]
• Zhongwan ‫ ؟‬ada 74 kasus nyeri epigastrik. hasil 87,85
[Zhongguo ZhongKiyi Jiehe Piwei Zazhi, 2000,8(6): 362]
٠Penjaruman ditambah kop Zhongwan pada 94 kasus gastritis
kronis, hasil _97,87٥ /〇 berhasil [Shyanghai Zhenjiu Zazhi.
1999 . 16( 1) : 12]
٠Penjaruman zhongwan dan Zusanli ST36 padd 42 kasus
gastritis kronis tipe atrofi, hasil 85,7% berhasil. [Zhenjiu
Linzhuang Zazhi. 1997,13(4) :29]
□ Khasiat khusus: -
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus,- sedalam 2-4 cm.
Penjaruman sebaiknya tidak masuk di rongga
abdomen. Pada penjarum yang dalam > 4.c i
dapat melukai organ visera : lambung, colon,
intestine dan lain-lain.

68.Shujfen.CV9
a . Lokasi :pada ventral tubuh garis median. 1 cun
(pembagian .rata, 2 cm) di atas umbilikus.
b. Persarafan : CabangSaraf ramus anterior T9
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat٠ .daerah
abdomen; usus
• Penjaruman Shuifen pada 60 kasus dispepsia bayi, hasil 100%
berhasil. [Chengde Yixueyuan Xuebao; 1998, 28(5 ): 25]
□ Khasiat khusus:
٠ Edema, kencing tidak lancar
- Penjaruman Shuifen ‫ ؟‬ada 8 -kasus retensi urin paska
persalinan, hasil 100% berhasil [Oinghai Yiyao Zazhi, 1998,
28(5 ):25]
d. Cara rangsangan" : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-4 cm

69. Shenque٠CV8
a. Lokasi : tengah-tengah umbilikus
b. Persara.fan : Cabang saraf ramus anterior T-10
c. Indil<asi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
abdomen; usus.

41
« Penghangatan moksa silinder Shenqu_e pada 100 kasus
dispepsia bayi, hasil 940/0 berhasil [Guangming Zhongyi.
2003 18(3): 14: 15]
٠Penghangatan mol‫؛‬sa berlapis jahe Shenque •pada 72 kasus
burbulence pasca fraktur collumna vertebra thora columbal,
hasil 94,4% berhasil [Zhongguo Fuli Yanjiu, 2004.18(1) :130]
□ Khasiat khusus:
٠kolaps, dibangkitkan dengan penghangatan moksa berlapis
garam/Jahe.
٠Aknevu[garis, melasthma
- l〈 op shGnque dipadu dengan penjaruman berdarah Dazhul
GV14 pada 63 !<3SUS akne vulgaris;hasil 61 kasus perbaikan.
‫ح‬kasus gagal. [Zhongguo Zhenjiu, 1998, ⑷ : 226]
- Penghangatan moksa beralas garam pada 60 kasus
melasthma, hasil 100% berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 2005,
25(1): 35-36]
d.Cara rangsangan :-penghangatan moksa. Penjaruman tidak
dilakukan.

70. Qlhal,CV6
a. Lokasi : Pada ventral tubuh garis medan, 4 cm (1,5 cun.
Antara batas-batas bawah umbilikus dan batas
atas simfisis pubis dibagi dalam 5 pembagian
rata, 5 cun).
b. Persarafan : Cabang saraf ramus anterior T - ll
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Ke‫؛‬alnan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, uterus, kandung kemih, usus
□ Khasiat khusus.:
« Mengatasi kolaps, pingsan
٠meningkatkan stamina
d. Cara rangsagan : Penjaruman tegak Lurus, sedalam 2-4 cm

71. Guanyuan٠cy4
a . Lokasi :Pada ventral tubuh garis median, di bawah
umbilicus 7 Cm (5 pembagian rata)
b. Persarafan : Cabang saraf ramUs anterior T-12
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, genitalia, uterus, kandung kemih, usus
• Penghangatan moksa Guanyuan pada— 63 kasus
metromenoragia. hasil 97% berhasil [Gansu Zhongyi, 2001,
14(5): 55-56]
• Penghangatan moksa Guanyuan dan Zh〇 ngJ C3 pada 31
kasus dismenore, hasil 100% berhasil [Fujian Zhongyiyao,
1995, 26(4(: 477)
‫ ا‬Penjaruman Guanyuan dan Zhongji CV3 pada 17 kasus lekore,

hasil 9 4 12% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994 Edisi khusus


:253-254]
٠Penjaruman Guanyuan pada 58 1'as.us — poten, hasil 91,4。 /〇
berhasil [Hebei Zhongyi; 2000, 22(2):‫ ا‬38‫ل‬
٠Penjaruman Guanyuaridan Zhibian pada 68 kasus prostatitis,
hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1995, 11(12):
27-28]

Ll
□ Khasiat khusus‫؛‬
٠mengatasi kolaps
- • meningkatkan Stamina
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-4 cm

72. ZhongjifCV‫؛‬
a . Lokasi :Pada ventral tubuh garis medan, di bawah
umbilicus 10 cm (4 cun pembagian rata)
b. Persarafan : Cabang saraf n. iliiohipogastrik
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, genitalia, uterus, kandung kemih, usus
٠Penjaruman Zhongji dan Guanyuan GV4 pada 17 kasus lekore,
hasil 9A٠12% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994. Edisi khusus
:253-254]
٠Penghangatan moksa Zhongji dan Guan_yuan c v ^ pada 31
kasus dismenore, hasil 100٥ /〇 berhasil [Fujian Zhongyiyao,
1995,26(4) 477]
٠Penjaruman Guanyuan dan Zhongji CV3 pada 17 kasus leukore,
hasil 9 4 ,12% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994, Edisi khusus
:253-254]
٠Aquapunktur ditambah penghangatan TD‫ ؟‬Zhongji pada 200
kasus inflamasi kronis, hasil 98% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
2003. 23(8): ‫ﺑﻲ‬6‫ل‬
٠Penjaruman Zho_ngji dan Zhibian BL54 pada 110 kasus
prostatitis kronik hasil 9A,44〇 /〇berhasil [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi. 1999,15(5) :26-27]
□ Khasiat khusus :-」
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-厶 cm

73. Qugu, CV2


a. Lokasi : Pada ventral tifauh garis median, tepat d tepi
atas tulang simfisis pubis.
b. Persarafan : Cabang saTaf n. iliiohipogastrik
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : l<e‫؛‬a‫؛‬nan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, genitalia, uterus, kandung kemih, usus
• Penjaruman dalam Ougu pada 120 kasus impotensi, hasil
sembuh 86 kasus, perbaikan 28 kasus dan gagal 6 kasus.
[Zhonggu Mingzhu Yiyao Zazhi, 1996, 2 (Zengkan): 55]
• Aquapunktur strychnine nitrate pada Ougu pada 50 kasus
ejaculation defisiens, hasilA2 kasus sembuh 4 l<asus perbaikan
dan 4 kasus gagal. [Liaoning Zazhi, 1994, 21(9) : A26]
٠Penjaruman Ougu pada 30 kasus retensi urin [pasca bedah,
hasil 100% berhasil. [Zhongyuan Yikan, 2003,30(2) : 40]
a Khasiat khusus
dCara rangsangan : Penjaruman tegak lurus 1-2 cm. Penjaruman
dilarang pada kehamilan.

74. Huiyin, CVl


a. Lokasi : Pada perineum d pertengahan jarak genitalia
eksterna dan anus.
b. Persarafan : Cabang saraf n. pudendus
c. Indikasi :

43
□ Khasiat Lokal : Kelainan Jarngan dan organ setempat, daerah
anus, genitalia: uterus.
• Penjaruman Huiyin pada 23 kasus spermatore kronis, hasil
100% berhasil [Sichuan Zhongyi, 1995, (2): 56]
• Laserpunktur Huiyin pada 386 kasus prostatitis kronis, hasil
96.9./0 berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 1997, (6): 329-330]
□ Khasiat khusus:
٠mengatasi kegawatan, membangkitkan kesadaran
- Penjaruman Huiyin pada 14 kasus gagal pernapasan anak-
anak akibat ensefalitis B, hasil 6 kasus pulih bernapas
normal, yang lainnya gagal, meninggal. [Zhenjiu Llnzhuang
Zazhi, 1997.13(10): 32-33]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2 3 cm

2.3.2. Ventral Tubuh Garis Lateral-2


Garis ini berjalan sepanjang pertengahan jarak garis medan dan garis
midldavikuler

75. Tianshu,ST25
a . Lokasi :Pada ventral tubuh garis lateral-l, setinggi
umbiLikus
b. Persara.fan : Cabang saraf ramus anterior T-9, T-10, T - ll
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
- abdomen: lamBung, usus
٠Penjaruman Tianshu dan Zusanli pada 100 kasus nyeri perut
al<ut(70 kasus gastrointestinalspasm, 16 l<asus gastroenteritis,
7 kasus apendisitis, 5 kasus psikosomatik danlain-Lain), hasil
95% berhasil [Xuandai Zhongxiyi Jioehe Zazhi, 2003, 12(6):
624]
٠Aquapunktur prokain Tianshu pada 18 kasus diare balita, hasil
94‫ه‬/〇berhasil [Sichuan Zhongyi, 2002,20(7): 79]
٠Penjaruman dalam Tianshu pada konstipasi iansia, hasil 100%
berhasil [Zhongguo, 2004 24(3) : 155-156]
a Khasiat khusus::-
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-5 cm.

76■ Shuidao. ST28


a . Lokasi :Pada ventral tubuh garis lateral-l. setinggi
Guanyuan CV4, 3 pembagian rata di bawah
umbilikus (dibawah Tianshu ST 25).
b. Persarafan : Cabang saaf ramus anterior T-12
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Ke.anan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, usus, kandung kemih, uterus, genitalia
eksterna.
٠Tuina dan penjaruman Shuidao pada 56 kasus retensi urin
pasca partus, hasil 100% berhasil. [Xiandai Zhongxiyi Jiehe
Zazhi, 1999, 8(12): 2016-2017].
a Khasiat khusus:
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-3 cm

44
Qichong. ST30
a. Lokasi : Pada ventral tubuh garis lateral -1, setinggi
Qugu CV2
b. Persarafan : Cahang saraf ramus anterior T-12 dan L-l, dl
bagian dalam didapati n. illioinguinal dan
ramus genitalis n. genitofemoralis
c. Indilosi
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pelvis, usus, kandung kemih, uterus, genitalia
eksterna.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan ekstremitas inferior
- Sesuai pedoman terapi lumpuh ditambah ‫ ؟‬enjaruman
Qichong pada 40 kasus lumpuh ekstremitas inferior; hasil
80% berhasil. [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2000.19(5): 32]
d.Cara rangsangan : Pe_njaru^iantegaia٧rus, sedalam 1 cm.

2.3.3. Ventral Tubuh Garis Midldavikuler


78. Qimen.LRU
a. Lokasi : Pada ventral tubuh garis midldavikuler, di i.c.s.
ke-enam
b. Persarafan Cabang saraf ramus anterior T-10, T - ll
c. Indikasi
□ Khasiat lokal Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
dada, paru, hati
• Penjaruman berdar3h Oirnen pada 45 kasus kholesistitis
kronis, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2004,
20(1): 41]
• Penjarum— an Oilmen pad— a 27 kasus kholesistitis kronis, hasi•[
100% berhasil [Tianjin Zhongyi Kueyuan Kuebao, 1998,17(1)
:16•]
□ Khasiat khusus:
٠ Hiccup
- Penjaruman Qlmen_pada 73 kasus hiccup, hasil 1〇 0٥/〇
berhasil [Zhongguo Zhongyi Jizheng, 2001,10(2)113]
d.Cara rangsangan ‫ت‬Penjaruman tegak lurus, sedalam 1-2 cm.

79. Dah‫ ؟‬ngSPl5


a. Lokasi Pad.a ventral tubuh •abdomen garis
midldavikuler, setinggi umbilikus
b. Persarafan Cabang saraf ramus lateralis n. interkostaLis ke-
enam
c. Indikasi
□ Khasiat lokal Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
abdomen; usus, kandung kemih, uterus
٠ Penghangatan moksa Daheng pada ‫ ة‬fasus hernia umbilicus,
hasil 100٥ /〇Zhenjiu Linzhuang Zazhi;2—3,19(2): 43]
٠ Penjaruman dalam Daheng pada 67 kasus inkontinensia
urin, hasil 95,65% dan 66 kasus kontinensia urin, hasil 97%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1994, (5): 厶2]
□ Khasiat khusus:;-
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2,5-4 cm.

45
8 〇٠ Zigong. EX.CA1
a. Lokasi : Pada ventral tubuh 3 cun lateral dari ZhongB
CV2
b. Persarafan : Cabangn. illiohipogastrik.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat,, daerah
pelvis, usus, kandung kemih, uterus, genitalia
eksterna.
٠ 3arum penghangat Zigong pada 48 l<asus infertilitas wanita
(di antaranya 8 kasus uterus antefleksi), hasil 71% berhasil
[Zhenjiu LinzhuangZazhi, 1999,15(3) : 51-52]
□ Khasiat k h u s u s :-
_d.Cararan_gsangan : Penjaruman tegak Lurus, sedalam 2-4 cm
Catatan : Pada ventral tubuh garis lateral-l. 0.5 cun lateral garis
medan, menurut sistem meridian akupunktur klasik berjalan
ginjal. Tidak ada titik penting menurut AlUpunktur medik.

Gambar 13 Lokasi T itik -titik Akupunktur Ventral Tubuh


Danzhong Jiuwei Zhongwan Shuifen Shenque Cuanyuan Zhongji Qugu ShuidaoOimen
Daheng Zigong

46
2.4. Kelompok Pundak Dan Ekstremitas Superior

2.4.1• Daerah Pundakgahu


81. jianjing٠ GB21
a. Lokasi : Pada daerah pundak' pertengahan Dazhui GV14
dari puncak bahu
b. Persarafan :Cabang saraf n. supraklavikuler. di bagian
dalam terdapat n. dorsalis skapulae
c. Indil<asi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, daerah
pundak, leher
٠Penjaruman jianjing pada 48 kasus tortikolis, hasil 100٥/〇
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1999, (10): 612]
□ Khasiat khusus:
• Bo_rol〈,. koreng
- Penjaruman Jianjing pada 51 kasus borok tukak, hasil
sembuh 14 kasus, perbail<an 35 kasus, gagal 2 kasus.
[Zhongguo Zhenjiu; 1995,5]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-3 cm

82. Tianzong.SIll
a. Lokasi :Dalam lekukan pada pertengahan fossa
infraspinata, setinggi prosessus spinosum TA
b. Persarafan : Cabang saraf ramus posterior 十 厶, di ba.gian
dalam terdapat cabang saraf n. supraskapularis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempatdaerah
pundak, belikat
٠Penjaruman Tianzong pada 76 kasus tendonitis supraspinatus,
hasil 9 2 .1% berhasiT[Zhongguo Zhenjiu, 2004,24(3) : 31]
٠]arum pisau kecil (Xiaozhendao) Tianzong pada 32 kasus
sindrom otot infraspinatus, hasil sembuh 11 kasus, perbaikan
18 kasus, gagal 3 kasus. [Anwei Zhongyi Zazhi, 1994; 6(1): 27]
□ Khasiat khusus:
• Mastitis
- Penjarum— an berdarah Tianzong pada 40 kasus mastitis akut,
hasil 100% berhasil [Henan Zhongyi. 1995,15(4): 251 ] ;
- Akupresur Tianzong pada 30 kasus tortikolis. hasil 90%
berhasil [Fujian Zhongyiyao; 2001,32(3): 27]
- Akupresur Tianzong pada 45 kasus tortikolis, hasil 100%
berhasil [Anmo yu Dao ying, 2003,19(1) : 25]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 3-4 cm

47
Gambar 14 Lokasi T itik -titik akupunktur Jianjing dan Tianzong
Jianjing Tianzong

2.4.2. Ventral Ekstremitas Superior Garis Radial


83. Shaosh-ng, L U ll
a. Lokasi : : Dalam lekukan sisi radial basis kuku ibu jari
b. Persarafan : Paduan cabang saraf n. kutaneus ante brakialis
lateralis dan n.
radiaUs. serta jaringan ujung
saraf n. digitaLes palmares profunda medani:n.
c. Indikasi :
a Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, tangan, jari tangan
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan tenggorokan
- Penjaruman dangkal Shaoshang pada 110 losus faringitis
akut, hasil 96,4°% berhasil [Xiandai Zhongxiyi jiehe Zazhi,
2003,12(9) : 2086]
- Penjaruman berdarah Shaoshang pada 100 kasus Tonsilitis
akut, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2000,
16(9) : 33-34]
- Penghangatan moksa silinder Shaosha_ng pada 37 kasus
asthma bronkialis, hasil 73% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
1995,(5) : 3-4]
٠ De— mam
- Penjaruman berdarah Shaoshang pada 40 kasus demap
tinggi, hasil 100% berhasil [JiLin Zhongyi, 2000, 20(2): 44]
d. Cara rangsangan :Penjaruman tegak lurus 0,3 cm. atau tusuk
berdarah.

8A. Yuji.LUlO
a. Lokasi : Pada ventral tangan, perbatasan warna kulit,
dalam lekukan di pertengahan metacarpal
pertama.
b . Persarafan : Paduan cabang saraf n. kutaneus antebrakial

48
lateralis dan n. radialis. di sisi tangan terdapat
ramus palmaris n. mediani.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, telapaktangan,jari
tangan.
□ Khasiat khusus:
• Kelainan tenggorokan
- Penjaruman Yuji pada 76 losus faringitis akut, hasil sembuh
61 kasus, perbaikan 13 l<asus. gagal 2 kasus. [Zhongguo
Zhenjiu. 2002, 22(5) :
324]
- Penjaruman Yuji pada 130 anak dengan bronkitis akut, hasi【
96,‫ﻫﺬ‬/〇 Zh‫ ؟‬nggU٥「 Zhenjlu, 1997,
• Asthma bronkialis
- Penjaruman Yuji pada 6〇_kasus serangan asthma, hasil
98,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2001:21(9 ):
547]
- Penjaruman Yuji pada 150 kasus asthma bronkialis, hasil
98,7% berhasil [Henan Zhigong Yixueyuan Xuebao, 1999,
11(2):33]
• Gizi buruk "
- Insisi Yuji pada 80 kasus gizi buruk anak-anak, hasil 95%
berhasil [Heilongjiang Zhongyiyao. 1999. (4): 50-51]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1 cm.

85. Taiyuan, L٧ 9
a. Lokasi: : Pada garis lipat tangan, di sisi medial denyut
nadi radialis
b. Persarafan : Paduan cabang saraf n. kutaneus antebrakial
lateralis dan n radia"s, d sisi tangan terdapat
ramus palmaris n. medan
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
tangan.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan paru: batuk, sesak napas, eneuresis.
٠Kelainan pembuluh darah
- Laserpunktur (He-Ne) Taiyuan pada 44 hipertensi, hasil 75%
berhasil [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 2002,21(1): 47]
d. Cara rangsangan : penjaruman. tegak Lurus, sedalam 〇 3-0,5- cm,
dengan menghindari pembuluh darah nadi.

86. Kongzui, LU6


a. Lokasi :Pada ventral lengan. 乙 pembagian — rata dari
Taiyuan LU9 (Taiyuan L٧9-Chize LU 5 dibagi-
rata jadi 12 pembagian rata)
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakial lateralis
dan ramus superfisial n. radalls.
c. Indil<asi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, lengan depan.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan lengan atas, siku, pergelangan tangan
٠Menghentikan perdarahan sistem respiratorius
- Penjaruman Kongzui pada 36 kasus epistaksis, hasil 97.2%
berhasil [Henan Zhongyiyao Xuekan, 2002,17(5 ): 44]
- Penjaruman Kongzui pada hemoptoe bronkiektasis, hasil

49
100% berhas.L [Zhongguo Zhongyl Jzheng, 2000,9(2): 81]
٠Asthma bronkialis
- Penjaruman Kongzui dan garis lateral dahi-1 (akupunktur
kulit kepala) pada 38 kasus serangan asthma, hasil 9A,7〇
/〇
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2004.24(6): 398]
d.Cara rangsangan : Pe~n]ar_ntegak lurus, sedalam 1-1,5 cun.

87. Chize, LU5


a. Lokasi : Pada lipat siku, dalam Lekukan sisi radialtendon
m. bisep.
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakial lateralis
dan n. radialis.
c. Indikasi •
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah siku
• Penjaruman Chize dan titik nyeri teka_n pada 56 kasus lateral
epicondylitis, hasil 100% berhasil [Hebei Zhongyi, 1994,
16(2) :22]
□ Khasiat khuSus:
٠Kelainan lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan
٠Kelainan parU
٠Nyeri lutUt
• Gastroenteritis
- Penjaruman berdarah Chize pada pengobatan gastroenteritis
al<ut ringan Chize satu sisi saja,beratkeduaChize.[Zhongguo
Zhenjiu. 1999,19(dan): A26]
d. Cara rangsagan : Penjaruman teg3l< lurus, sedalam 1-1,5 cm atau
penjaruman bSrdarah dengan jarum prisma.

Gambarl5Lol<asiTitik ;
titikAI<upunkturVentralEkstrem itas Superior Caris Radial
Shaoshang Yuj Taiyuan Kongzui Chize

50
2.A.3. Ventral Ekstremitas Superior Garis Median
88. Zhongchong. PC9'
a. Lokasi : Di tengah-tengah ujung jari-tengah
b. Persarafan : Cabang saraf n digitales palmares profunda n.
mediani.
c. Indikasi :
a Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari tangan l<e-3
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan lengan atas, siku, Lengan bawah, pergelangan tangan
٠Kelainan dada dan jantung
٠Demam
٠Menangis malam
- Penjaruman dangkal Zhongchong pada 100 losus menangis
malam balita, hasil lOO./o berhasil [Shanghai Zhorigyiyao
Zazhi, 1999,(1) : 43]
- Penjaruman dangkal Zhongchong pada 38 menangis malam
bayi, hasil 100٥ /〇berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(9):
523]
d. Cararangsa— ngan : Penjaruman dangkal 0,3 cm atau penjaruman
berdarah.

89. Laogong, PC8


a. Lokasi : Di telapak tangan, di antara metakarpal 2 dan 3
b. Persarafan : Cabang saraf n. digitales palmares communes
n. medianus
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan dan organ setempat, telapak
tangan, ja—
ri.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan ekastremitas superior
٠Kelainan kesadaran
- Penjarum.an Laogong membangkitkan [esadaran [ada 0‫ذ‬
kasus epilepsi, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu.
1999. (7) :A26]
٠Dispepsia
- Perekatan biji Fructus gardeniae pada titik Laogong pada 45
kasus dispepsia bayi, hasil 9 3 ,‫ق‬〇 ‫ ا‬〇berhasil [Zhongguo Shiqu
Yishi. 2002. (5) : 31-32]
d. Cara rangsangan : Penjaruma.n tegak Lurus, sedalam 1-1,5 cm

90. Daling,PC7
a. Lokasi :Pada pertengahan garis lipat pergelangan
tangan; di antara tendon otot palmaris longus
dan tendon ototfleksor karpi radialis
b. Persarafan : Cabang saraf n. digitales pa.lmares communues
n. mediani
c. Indil<asi
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
-tangan
٠ Aquapunktur Dating pada 34 kasus carpal tunner syndrome,
hasil 100% berhasil [Ziandai Kangfu, 2000.4(11) :
17^4]
٠ Insisi-penanaman catgut Daling pada 14 kasus carpal tunner
syndrome, hasil 93% berhasil [Shanghai Zhenjiu Zazhi, 1995,
14(1)14]

51
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan ekstrem itas superior
•Kelainan psikis
- Penjaru_man Daling pada 36 kasus gangguan emosi pasca
stroke, hasil 94,5‫ه‬/〇 berhasil [Zhonmgguo Zhenjiu.2003,
23(7)3 8 9 3 9 0 ]
٠Azostomia, stomatitis
- Penjaruman Daling, Renzhong pada 27 kasus azostomia,
hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2004 24(6): 433]
- Penjaruman Daling, Renzhong pada 31 kasus stomatitis
kronis, hasil 96,8% berhasil [Zhongyuo Waizhi Zazhi, 1997/
(〇
/〇 ):2 [‫رﻣﻢ‬
٠D ^pepsla
- Perekatan biji Fructus gardeniae Laogong pada 45 losus
dispepsia bayi, hasil 93,3% berhasil [Zhongguo Shiqu Yishi,
2002. (5) :
31-32]
d. Cara rangsangan : Penj.aruman tegak lurus, sedalam 1-1,5 cm

91 . Neiguan٠ PC6
a. Lokasi : 4,5 cm (2 pembagian rata) di atas garis lipat
p^rgelangan tangan, di antara t— endon otot
palmaris longus dan tendon otot fleksor karpi
radialis
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakial medialis,
n. kutaneus antebrakial lateralis, di bawahnya
terdapat ramus palmaris n.mediani, di badian
terda[am terdapat n. palmares Introssea
antebrakialis
c. Indikasi :
□ KhasiatLokaL :Kelainan jaringan setempat' pergelangan
tangan.
‫ ه‬Khasiat khusus:
٠Kelainan ekstremitas superior
٠Kelainan kardiovaskuler
- Elektro akupunktur Neiguan pada 40 kasus angina pektoris.
hasil 100٥ /〇 berhasil [Hunan Zhongyi Xueyuan Xuebao.
2004. 24(2): 53-54]
- Penanaman jarum dalam kulit Neiguan pada 38 kasus
ParoxYirial supraventricular tachycardia, hasil 90% berhasil
[Zhongguo Zhenjiu, 2002, 29(A): 231-232]
٠Insomnia
- Penjaruman Neiguan pada 35 kasus Insomnia kronis, hasil
80٥/〇berhasil [Nanjing Zhongyiyao Daxue Xuebao, 1998,
14(3) :164]
• Kelainan lambung
- Akupunktur Vitamin B-l Neiguan pada 51 kasus hiperemesis
gravidarum, hasil 96,08〇 /〇berhasil [Guangxi Yike Daxue
Xuebao, 2001,18(6): 886]
- Penjaruman Neiguan pada 59 kasus nyeri perut akut, hasil
98,31% berhasil [Zhonggyuo Zhongyi Jizheng.2002,11(6):
492]
٠Nyeri interkostalis
- Penjaruman kontralateraL Neiguan pada 75 kasus nyeri
interkostalis akut, hasil 9470/0 berhasil [Zhongguo Zhenjiu,

52
1998,(1) : 44]
• Lumpuh pasca Stroke
: Penjaruman Neiguan, Renying pada 200 kasus lumpuh pasca
stroke, hasil 80:71٥ /〇 berhasil [Fujian Zhongyiyao, 1998.
29(3) : 26-27‫ل‬
٠ Regulasi tekana:n darah
- Penjaruman Neiguan, Gongsun padaioo kasus hipotensi.
hasiL 98〇/〇 berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2000, 16(2):
34-35]
٠ Hiperlipidemia
- Penjaruman Neiguan, Zusanli pada 45 kasus hiperlipidemia,
hasil 100% berhasil [Gansu Zhongyi, 1996,9(5) : 36-37]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurUS, sedalam 1-1,5 cm

92. ]ianshi, PC5


a. Lokasi : 7 cm (3 pembagian rata) di atas perge'angan
tangan, di antara tendon otot palmans longus
dan tendon otot fleksor lorpi radialis
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakiai medialis,
n. kutaneus antebrakial lateralis, di bawahnya
terdapat ramus palmaris n. mediani, di bagian
terdalam terda'pat n. palmares introssea
antebrakial
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan dan organ setempat, lengan
atas.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan ekstremitas superior
• Kelainan dada dan jantung
- Tuina Jianshi pada 82 kasus kontusio dada-iga, hasil 97.5%
berhasil [Zhongguo Mingjian Lia0fa m l996, (5) : 25-26]
• Malaria.
- Formula umum untuk malaria : Dazhui CV14. Jianshi, Houxi
SI3.
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1,5-2 cm

93. Erb3i.EX.UE2
a. Lokasi :Pada kedua sisi tendon otot fleksor karpi
radialis, setinggi 1/3 pembagian rata dari
pergelangan tangan, ]arak antara lipat siku dan
lipat tangan dibagi dalam 12 pemb3gian rata.
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakial medialis,
n. kutaneus antebrakiaLis lateralis, di bawahnya
terdapat ramus palmaris n. medianus. di
bagian terdalam te.rdapat n. palmares introssea
antebrakialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat. Lengan depan.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan anus
- Penjaruman Erbai pada 69 kasus hemoroid (dl antaranya
20 kasus hemoroid eksterna, 16 kasus hemorroid interna,
33 kasus hemoroid camp_uran) Hasil sembuh 64 kasus,
perbaikan 5 kasus. [Hunan Zhongyi Zazhi, 2000, 22(3) : 43]

53
- ]a ru m p ١s a u k e d V E r b a \ p a d a 7.0 k a s u s V ١e ٢T ١o ٢ o \ d e\< :
s t e ٢١c١^ .
h a s il 100% b e r h a s W . IR e n m A n ^ u n \/١، 2 0 0 >٠4 ‫ ا ة‬1١ ٠.5 ‫\ ة‬
d . C a ra ra n g s a n g a n ٠. P e n j a r u r n a n t e g a k V u v u s . s e d ^ V a r r v l . S " l > c rrv .

G.mb.r 16 Lokasi Titik-titik Akupunktur Ventral Ekstremitas Garis Medan


Zhongchong ‫ واا و ﻫ ﺎ‬٥ 1١٨‫ و‬Neiguan }ianshi Erba١
〇 〇 〇

A.A.VentralEkstren ١١tasSupenor GansUVna.2


Shenmen,HT7 .9 4
a.Lokasi ٠. D a V i ١٠eku\^rvs\s\u\.rv^‫^<؟‬٢\ s \ ٠ \ v^\.ve ٢‫ ؟‬۶V^٢\‫؟‬
s\stangarv.\
uVnans K([\[\>\ 0,5 ‫ل\ح‬٢١*٠N\ ٢١١)A, ٠^ ٢^\), 1 ‫ ل\أ‬٢١٠..
u , ‫ةآل‬٢‫ ة‬١>:1,5 ‫ل\ح‬٢١٠.1 ١٢١‫ ة^<؟‬〇١
b.Pers3 ٢afsrCabang s ^ x i \ ٢١. kutaneus ‫ ة‬٢١\ ‫أل ة‬٢‫ \ ة \ ﻫ ﺎ ا ة غ\ ة‬:١‫اة‬
s\s١‫ م‬٢١‫ ^ ة‬٢‫ أ ة ؟ ة ه‬٢١.\ ‫ \ل‬٠٢\ ‫ ة‬٢\$
•• c. Indikasi
K h asistlo kal □ ٠. KeVB١n^n \ ‫ ة‬٢\ ٢١‫ ة<؟‬٢١

□ Khasiat khusus ..
٠ Kela ١n ^ n d ^ e ٢^h k e t\^ k ٠eksXiVemUssuve ٢\ o ٢
٠ ‫ ا‬〇 ‫ ة‬〇〇 ١٢١١‫ة‬
- Penia ٢u m d n S h e i e ٢١‫ ^ ؟‬d ^ S 6 \^ s u s \ ٢\ s o i V
‫ﺣﺊ‬٢‫؛‬١‫\ ال\\ل^ ﺟ آلأا\ةج‬٢١‫ل‬١١\‫ةل‬٢١‫<؟‬1‫\ ا ة‬١\ ٠٠10٠‫اةي‬10^
٠ \) ‫ج‬1‫ ة‬١٢١‫ ة‬٢١ m e n ta l
Peniaruman S h e ie u - ١‫ ةﻫﺔلﺀ‬1 ‫>\ آل‬v^us ‫ ^ ه‬١
‫ ﺟﺔ‬٢١١‫ ةة‬١\‫أا‬١1١‫ \ ة ﺳ ﺔ‬1١١0٢\‫غ‬١‫ \ا\\ا‬١\ ‫ \ ة‬١‫ ة‬1‫ ا ة‬١١\ ٠1‫؟‬
٠ i١a)Tak\ka٢
Pen^Tumarv S V \e ie ٢- \ \ ‫ةﻫﺔذ‬ \[

5 ‫ة‬
/〇
Supraveutikuler takikardia, hasil 8 4 6 ‫؛‬٥ ; pada 29 kasus
sinus takikardia, hasil 93% berhasil [Shandong Zhongyi
Zazhi. 1995.14(10) :A71]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1 cm.

95. Tongli, HT5


a. Lokasi 3‫ ؛‬cm (1 pembagian rata) di atas Shenmen
b. PersarafarCabang saraf n: kutaneus antebrakial medialis,
pada sisi ulna terdapat n. ulnaris
c. Indikasi :•
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat. daerah
pergelangan tangan
□ Khasiat khusus:
• Ke‫؛‬ainan daerah ketiak, ekstremitas superior
• Aphasia
- Penjaruman Tongli pada 21 kasus aphasia pasca— strode, hasR
90,7% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1998,14(3): 40-
41]
d• Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1 cm

96. ]iq ٧3n٠HTI


a . Lokasi :Dalam sisi lateral ketiak, lateral dari denyut
nadi axillaris
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakial medialis,
n. kutaneus antebrakial medialis, n. ulnaris.
c. Indikasi :
a Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah ketiak.
□ Khasiat khusus:
٠Lumpuh ekstremitas superior
- Untuk perangsangan otak membangkitkan kesadaran pada
‫ ؟‬asca ■stroke digunakan Neiguan PC6, Renzhong G.V26,
Sanyinjiao Sp6; disertai —lumpuh ekstremitas Superior
ditambah dengan jiquan HTI, Chize LU5, Hegu LIA; lumpuh
ekstremitas inferior ditambah Weizhong BUO, Sanyinjiao
SP6; [Zhongguo Zhenjiu 1995, (3 ): 6-8]
- Penjaruman jiquan bada 71 kasus gangguan pergerakan
sendi bahu pasca stroke, hasU9〇 , lA ٥/fberhasil. [Guangzhou
Zhongyi Xueyuan Xuebao, 1995,12(1): 31-33]
- Elektro akupunktur jiquan pada 47 l<asus neuritis ulnaris.
hasil 96% berhasil [Neimonggu Zhongyiyao, 1996, (Edisi
khususo : 44-45)
- Penjaruman Jiquan pada 35 kasus gangguan fungsional
ekstremitas superior akibat kerusakan saraf perifer (di
antaranya 20 kasus n. radialis, 5 kasus pleksus brachii. 3
kasus n. medianus, 7 kasus n. ulnaris), hasil 94,29% berhasil
[Zhejiang Zhongyi Zazhi, 2000, ( l ) : 26]
d. Cara ragsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1-1,5 cm.
Pada penjaruman hindari pembuluh nadi

55
Gambar 18 Lokasi T itik-titik Akupunktur Ventral Ekstremitas Supior Oaris Ulnarius
ShenmenTongli

2.4.5. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Radial

97. Shangyang, L ll
a. Lokasi : Dalam lekukan 0,3 cm sisi radial basis kuku jari
t_anganl〈
e, 2
b. Persarafan : Cab3ng saraf n. d g ta le s palmares profunda n.
median
c. Indil<asi :
a Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari tangan.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan wajah dan kepala Gontai, tenggorokan dan
ekastremitas superior
- Penjaruman berdasar Shangyang pada 100 kasus tonsilitis,
hasi) 100% berhasil [Hunan Zhongyi Zazhi, 2004,20(1) : 5A]
- Penjaruman berdarah Shangyang dan ShaoshangLUll pada

56
68 kasus tonsilitis kronis, hasil 88,2A〇
/〇berhasil [Zhongyi
Waizhi Zazhi. 2001.10(6): 21]
.• D e m a m tinggi、
d.Cararangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 0,3 cm

98. Sanjian, LI3


a. Lokasi :Dalam •lekukan proksimalsendi
metakarpophalangeal -2
b. Persarafan : Cabang Sar.af n. dgtales palmares profunda n.
median
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari tangan.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan wajah dan kepala Gontai, tenggorokan dan
ekstremitas superior
- Penjaruman Sanja— n pada 56 kasus periarthritis bahu, hasil
10?〇/〇berhasil [Gansu Zhongyi Xueyuan Kuebao, 1996,
13(3):45]
- Penjaruman Sanjian pada 180 kasus tortikoUis, hasil 100%
berhasil [Helongjiang Zhongyiyao, 1 9 9 9 3 7 :(2) ‫]؛‬
d. Cara rangsangan : Penjaruman tega 〈 lurus, sedalam 0,5-1 cm.

99. Hegu, LI4


a. Lokasi : Pada pertengahan metakarpal ke-2
b. Persarafan : Cabang saraf superfisial n. radialis
c. Indil<asi :
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
tangan
٠Penjaruman dalam Hegu ke arah Houxi SI3 pada 12 kasus
kelemahan jari dan pergelangan tangan, hasilioo% berhasil
[Zhenjiu Linzhuang ZazH, 2002,18(4) :28-29]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan wajah dan kepala frontal, tenggorokan dan
ekstremitas sUperior
- Penjaruman Hegu pada 38 kasus nyeri gigi, hasil 100%
berhasil [Heilongjiang Zhongyiyao, 2001, (4) :
59]
- Penjaruman dalam Hegu ke arah Houxi SI3 pada 180 kasus
Periartritis send bahu, hasilioo。/ 。 berhasil [Xinzhongyi,
2002,34(2) : 50‫ل‬
٠De_mam
- Formula menurunkan demam : Hegu. Dazhui GV14, Ouchi
U li.
- Penjaruman Hegu, Dazhui, Quchi pada 45 kasus dem”
/〇berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(8)
tinggi, hasil 100٥
:466]
- Penja_rur^an Hegu pada 56 kasus influenza, hasil 100٥ /〇
berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi. 1995,11(7): 50]
.K eringat
- Formula menghentikan/merangsang keringat: Hegu, FuLiu
1<‫ا‬7‫ﺀ‬Yinxi HT6:
• Hiccup
- Aquapunktur vitamin B -l Hegu pada 149 kasus hiccup, hasil
98,66% berhasil [Hrbei Zhongxiyi Jiehe Zazhi, 1998, 7(6):
935-936]

57
• Lumbago
- Penjaruman dalam Hegu ke arah Houxi 513 pada 59 kasus
lumbago akut, hasil 96,5% berhasil [Hrbei Zhongxiyi Jiehe
Zazhi, 1999,8(2) :245]
- Penjaruman dalam Hegu ke arah Houxi SI3 pada 64 kasus
lumbago akut, hasil 100% berhasil [Jilin Zhongyiyao, 1999.
(6):A6]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1,5-2,5 cm

100. Lieque, LU 7
a. Lokasi : Dal-am lekukan di celah, — antara otot
brakioradialis dan tendon otot flexor hallucis
longus;
b. Persarafan : cabang saraf n. kutaneus antebrakial lateralis.
n. r a d lls dan n. medlanus
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
tangan
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan wajah dan kepala Gontai, tenggorokan dan
ekstremitas superior
- Penjaruman •Lieque dan Yingxiang LI20 padal20 l<asus
rhinitis kronis, hasil 48 kasus sembuh, 53 kasus perbaikan,
1 kasus gagal. [Zhongguo Zhenjlu, 1997. (3) :158]
• Kelainan enCing
- Penjaruman dalam kulit Lieque pada 36 kasus eneuresis,
hasil 91,7% berhasil [Khenjiu Linzhuang Zazhi. 1998,
14(11) : 31-32]
- Penjaruman LiSque dan Baihui GV20 pada 20 kasus kesulitan
kencing (diantaranya 8 kasus aldbat gangguan pembuluh
otak. 6 kasus nephritis akut, 3 kasus hipertrofi prostat, 1
kasus postpartum, 2 kasus pasca bedah), hasil 1 kasus gagal,
19 kasus berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 1999, (11) :680]
- Penjaruman Lieque pada 58 kasus retensi urin -paska
mefahirkan, -hasil. 46 kasus sembuh, 9 kasus perbaikan. 3
l<asus gagal [Youjiang Mimgzhu Yixueyuan Xuebao, 1999 :
)4 ( :
688 - 589 ‫ل‬
• Dlsmenore
- Penjaruman Lieque pada 40 kasus dismenore, hasjl 2 kasus
sembuh, 35 l<asus perbaikan, 3 kasus gagal. [Zhongguo
Zhongyiyao Xinxi. 2005,11(1) : 79-80]
٠ Nyerisendibahu
- Penjaruman l<ontrateral Lieque pada 60 kasus frozen
shoulder, hasil 96,67% berhasil. [Sichuan Zhongyi, 1995, (3)
:55-56]
• Berhenti merokok
- Penjaruman Lieque pada 66 kasus menghentikan merokok,
hasil 96,9% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2003,19(7)
:13-14]
d. Cara rangsangan : p.enjaruman teg—
al< Lurus atau miring ke arah
siku, sedalam 0:5 cm.

58
10 ‫ل‬٠Shanglian, LI9
a. Lokasi : Pada sisi tulang radius. 7 cm (3 pembagian rata)
distal Quchi L l l l
b. Persarafan : Cabangsaraf n.radialis,n.kutaneusantebrakial
dorsalis dan n. kutaneus antebrakial lateralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal : Kelainan jaringan setempat, lengan bawah.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan wajah, dan kepala frontal.
٠Kelainan mata kaki
- Penjaruman— kontralateral (s‫؛‬si sehat) Shanglian pada 65
kasus ankle Sprain, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
2003.23(9) : 542]
- Penjaruman S-hanglian pada 56 kasus ankle sprain, hasl!
93٥/〇berhasil [Shandong Zhongyi Zazhi. 1994.13(11) : 5〇2‫ل‬
d. Cara rangsangan : PenjarumantegaklUrus sedalam ٥,5-1,5 cm.

102. Shousanli, LIIO


a. Lokasi : Pada sisi tulang radius, 4,5 cm (2 pembagian
rata) distal Quchi L l l l
b. Persarafan : Cabang saraf n. radialis, n. kutaneus antebrakial
dorsalis dan n. kutaneus antebrakial lateralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, lengan atas
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan wajah, kepala ^ontal.leher-tenggorokan, ekstremitas
superior
- Penjaruman Shousanli, Hegu LI4 dan Futu ST32 pada 108
kasus hemiparesis pasca stroke, hasil 91,7〇 /〇 berhasil
[Zhungguo Zhenjiu, 1997.17(8): 479]
- Penjaruman Shousanli pada 60 kasus tortikolis, hasil 100%
berhasil [Shiyong Zhongxiyi ?iehe Zazhi. 2003,3(1) : AO]
- Aquapunktur Shousanli pada 176 kasus tonsilofaringitis,
hasil 96% berhasil [Zhongguo Zhongxiyi Jiehe Erbiyinghou
Zazhi. 2001,9(2) : 92]
‫ ا‬Lumbago
- Penjaruman Shousanli dibarengi dengan menggerakkan
pinggang pada 67 kasus lumbago, hasil 97,01°% berhasil
[Zhongguo Zhenjiu, 1996,16(3) : 20]
- Penjaruman Shousanli pada 1-20 kasus lumbago akut,
hasilioo% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1999,(3) : 145]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2 cm
103. Quchi. U l i
a. Lokasi : Pada saat siku ditekuk, d pertengahan kerut
lipat siku dan kaput radialis
b. Persarafan : Cabang saraf n. radialis, n. kutaneus antebrakial
dorsalis dan n. kutaneus antebrakial lateralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah siku.
٠Penjaruman kontralateral Quchi pada 35 kasus tennis elbow,
hasil 91,43% berhasil [Tianjin Zhongyi; 2001.18(3) : 33-34]
□ Khasiat khusus:
• Kelainan wajah, kepala Gontai, leher-tenggorokan, ekstremitas
superior

59
- Aquapunktur erythromycin Quchi pada 17 kasus parotitis
epidemic, hasil Zhongguo Zhenjiu, 2001,21(9) : 546]
- Aquapunl<tur lincomycin Quchi pada 46 l<asus tonsillitis
akut. hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2001, 21(4):
225]
٠Demam
- Formula menurunkan demam : Hegu, Dazhui GV14, Quchl
L lll.
- Penjaruman Quchi,. Hegu,. D.zhui pada 45 kasus demam
tinggi, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003, 23(8)
: 466]
• Penyakit kulit
- Antara lain : dermatitis eksim, urtikaria, koreng, bisul, kulit
keringdll.
٠Regulasi tekanan darah
- Penjaruman Ouchi ke arah Xiachai HT3 pada 56 kasus
hipertensi esensial, hasil perbaikan pada 46 kasus, gagal 10
kasus. [Zhongguo Zhenjiu, 2002, 22(6): 412]
- Penghangatan titik QUchl dengan :moksa pada 32 kasus
tekanan darah normal dan 28 kasus hipotensi, menunjukkan
khasiat pemeliharaan terhadap tekanan darah dan fungsi
kardiovaskuler. [Guangxi Zhongyiyao, 1997, 20(3) :38-39]
٠Lumbago
- Penjarur^an Quchi pada 22 kasus lumbago, hasil 1٥0 。 /〇
berhasil [Zhongyi Vanjiu, 1997,10(5) : 54-55]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-2.5 cm.

104. ]ia n y u L ll5


a . L٥-|〈asi : Dalam lekukan depan pada bahu saat lengan
diangkat naik; pada celah sendi pertemUan
antara puncak pundak dan tulang humerus
b. PersarafarCabangsaraf n. aKiUaris, n. kutaneus antebrakial
lateralis dan n. supraklavikuler.
c. Indil<asi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah bahu.
٠Jianyu - Jianliao TElA-Jianzhen SI9 disebut sebagai ‫ق‬jarum
bahU, Indikasi kelainan sendi bahu.
• Penjaruman Jianyu pada 52 kas٧s periarthritis sendi bahu,
hasil 100% berhasil [Shandong Zhongyi Zazhi. 1994, 13(5)
:209-210]
□ Khasiat k h u s u s :-
dCara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-3 cm.

60
Cambar 19 Lokasi T itik -titik Akupunktur Dorsal Ekstremitas Superior Caris Radialis
Sanjian Hegu LiequeShanglian QuchiJianyu

2.4.6. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Median


105. Yemen 2‫ﻋ ﻞ‬
a. Lokasi : Pada punggung tangan, dalam lekukan d t a ‫؛‬
sendi metakarpophaLangeal k-A٠ antara jari
l<e-4 dan l<e-5، di perbedaan warna kulit.
b. PersarafarCabang saraf n. digitales dorsales n. ulnaris
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari tangan
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan wajah, kepala temporal, leher-kuduk, tenggorokan.
pu_ndak dan ekstremitas superior
- Penjaruman Yemen pada 48 kasus nyeri kepala, hasil 36
kasus sembuh, 11 kasus perbaikan, 1 kasus gagal. [Zhonggu
Zhenjiu, 2001, 21(3) : 189]
- Penjaruman Yemen tem— bus ke Zhongzhu SI3 ditambah
dengan kop setempat pada 50 kasus tortikolis, hasil 100%
berhasil. [Zhongguo Zhenjiu, 2000, (6) : 355]
.D em am tinggi
- Penjaruman Ye_men pada 30 kasus demam tinggi, hasil
100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2001,2(4) :224-225]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 0,5 cm.

106. ZhongzhuTE3
a. Lokasi :Pada punggung tangan, dalam lekukan
proksirrial sendi metakarpophalangeal ke-A.
b. PersarafarCabang saraf n. digitales dorsales n. ulnaris
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari tangan.

61
٠Gangguan pergerakan jari tangan dapat digunakan Zhongzhu-
Hegu U4-Waiguan TE5:
□ Khasiat khusus:
• Kelainan wajah, kepala temporal, leher-kuduk, tenggorokan,
pundak dan ekstremitas superior
- Penjari^an Zhongzhu p.ada)2 kasus migren, hasil 96,9٥ /〇
berhasil [Zhenjiu Unzhuang Zazhi. 2003.10(11): 42]
- Penjaruman Zhongzhu pada 62 kasus tortikolis ; hasil 100%
berhasil [Tianjin Zhongyi, 2001.18(3) : 33]
- Penjaruman Zhongzhu pada 32 kasus frozen shoulder, hasil
93.8% berhasil [Xinjiang Zhongyiyao, 1998,16(1): 31]
• Lumbago
- Penjaruman Zhongzhu pada 了 6 kasus lumbago ak٧t, hasil $7
kasus sembuh, 23 kasus perbaikan, 6 kasus gagal. [Zhenjiu
Linzhuang Zazhi, 2 0 02,1 8(4): ‫ب‬6‫ل‬
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegai〈lurus, sedalam 1 cm.

107. WaiguanTES
a. Lolosi : Pada dorsal lengan bawah, 4.5 cm (2 pembagian
rata) diatas pergelangan tangan, di antara
tulang-tulang radius dan ulna.
b. PersarafarCabang saraf n. kutaneus antebrakialis
posterior, di bagian dalam terdapat n.
Interosseous antebrakialis posterior.
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
tangan
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan wajah, kepala temporal, leher-kuduk, tenggorokan,
pundak dan ekstremitas superior
- Penjaruman Waiguan tembus Neiguan PC6 pada 47 kasus
tinnitus, hasil ‫ؤ؟‬,6‫ه‬/〇 berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi,
1995,11(9) : ‫ب‬7[ ‫ل‬
- Penjaruman Waiguan tembus Neiguan padal29 kasus
tortikolis, hasil 100% berhasil [Xinzhongyi, 1994. (8): 36]
٠Influenza
- Penghangatan moksa Waiguan pada 120 kasus inftuenza,
hasil 88,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1999, (10): 612 :
61.3]
٠Lumbago
- Penjaruman waiguan pada 500 kasus lumbago akut, hasil
99,6% berhasil [Wannan Yixueyuan Kuebao, 1996, 15(2)
:164]
- Penj_a.r__n Waiguan pada 31 kasus lumbago akut. haS
100;٠/〇berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi. 2003.19(5) : 37]
• Nyeri iga
- Penjaruman Waiguan pada 82 kasus nyeri iga, hasil 67 kasus
sembuh, 12 kasus perbaikan. 3 kasus gagal. [Zhongguo
Yanjiu, 1999.12(4) :55-56]
• Anklesprain
- Penja.ruman kontralateral Waiguan p— ada 89 kasus ankle
sprain, hasil 100% berhasil [Hunan Zhongyi Zazhi, 1999,
15(1) :32-33]
- Penjaruman — Waiguan pada 50 kasus ankle sprain, hasil

62
39 kasus sembuh, 10 kasus perbaikan, 1 kasus gagal.
[Heilongjiang Yixue, 1999, (2 ): 58]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1-2 cm

108. Zh.ig0U.TE6
a. Lokasi : Pada dorsal lengan bawah, 7 cm (‫ ق‬pembagian
rata) di atas pergelangan tangan, di antara
tulang-tulang radius dan ulna
b. PersarafaCabang saraf n. kutaneus antebrakialis
posterior, di bagian dalam terdapat n.
Interosseous antebrakialis posterior
c. Indikasi :
a Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, lengan bawah.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan wajah, kepala temporal, leher-kuduk. tenggorokan,
pundak dan ekstremitas superior.
• konstipasi
- Akupresur Zhigou pada 46 kasus konstipasi hasil 95%
berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa. 2003,11(2): 24-25]
٠ Lumbago
- Penjaruman Zhigou pada 67 kasus lumbago, hasil 100%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu,2003,23(11) : 655]
٠ Nyeri iga
- Penjaruman Zhigou pada 29 kasus nyeri iga, hasil 100%
berhasil [Xinjiang Zhongyiyao. 1998/ 16(A) :28]
- Penjaruman berdarah Zhigou pada 22 kasus nyeri iga, hasil
100% berhasil [Jiangxi Zhongyiyao, 1994.25(2) :61]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegal< lurus, sedalam 1.5-2.5 cm

G a m b a rlO L o k a siT itik-tH A ku p u n ktu r DorsalEkstremitas Supeior CarisMedian


Yemen Zhongzhu Waiguan Zhigou
2.4.7. Dorsal Ekstremitas Superior Garis Ulna
109_ Sha〇 ze٠S ll
a. Lokasi : -Dalam lekukan slsi ulna basis kuku jari tangan
ke: 5
b. Persarafan : Cabang saraf n. digitales palmares propii n.
ulnaris
c. Indikasi :
□ KhasiatLokaL :Kelainan jaringan dan organ setempat, jari
tangan.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala, wajah, tenggorokan, leher, pundak dan
ekstremitas Superior
٠Kelainan kelenjar payudara
- Penjaruman berdarah Shaoze pada 68 kasus mastitis akut,
hasl! 100% berhasil [Shandong Zhongyl Zazhi. 2000.19(4) ٠ :
221]
d. Cararangs3ngan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,3 cm atau
penjaruman berdarah dengan jarum prisma

110. Houxi, SI3


a . Lokasi :Dalam lekukan, distal sendi metakarpop-
halangeal l<e-5, pada sisi ulna punggungtangan
di perbedaan warna kulit.
b. Persarafan : Radius dorsalis n. ulnaris. ramus palmaris n.
ulnaris, di bagian dalam terdapat n. digitales
palmares propi n. ulnaris
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal Kelainan jaringan setempat, jari tangan.
‫ ه‬Khasiat khusus
٠Kelainan kepala, wajah, tenggorokan. leher, pundak dan
ekstremitas Superior
- Penjaruman Houxi pada 175 kasus Tics Facialis, hasil 98,8%
berhasil [Zhernjiu Yanjiu. 1999.24(292-90 ‫ذ]ل‬
- Penjaruman Houxi-Sherimai BL62 pada 45 kasus tortikolis.
hasil 100% berhasil [Xiandai ZhongKiyi Jiehe Zazhi, 2001.
10(16) :1569]
- Penjaruman Houxi dan Jiaji daerah leher pada 86 kasus
sindrom servikal, hasil 100% berhasil [ShanKi Zhongyi,
〇 04٠25(3) :262:263]
٠Kelainan otak, seperti epilepsy, dementia.
٠Lumbago
- Penjaruman Houxi padaiso !<as٧s lumbago akut, hasil 98%
berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1998,14(11) 39]
- Elektro akupunktur Houxi pada 45 kasus lumbago, hasil
100% berhasil []ilin Zhongyiyao, 2003, 23(4): 38]
٠HNP
- Penjaruman Houxi menembus Hegu LI4 pada 91 kasus HNP
lumbal, hasil 93% berhasil [Zhongguo Linzhuang Kanfu,
2003. 7(8) :1356]
• Malaria
- Formula berkhasiat menanggulangi malaria : HouW, Dazhul
G V l4]ianshi PC5.
• Nyeri tumit
- Penjaruman Houxi pada 108 kasus nyeri tumit (diantaranya

64
58 kasus klasifikasi tulang tumit. 50 kasus tanpa kelainan
Rofoto), hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 2002,
22(6) :AOO]
- Penjaruman Houxi pada 30 kasus nyeri tumit lansia, hasil
97 〇
/〇berhasil[Kaifeng Yichuan Kuebao, 1998,17(4): 54-55]
d. Cara rangsangan : PenjaruAan tegai〈 lurus, sedalam 1-2 cm

111. Wangu, SIA


a. Lokasi : Pada sisi ulna punggung tangan, dalam Lekukan,
di antara basis tulang metacarpal ke-5 dan
tulang triquetrum.
b. Persarafan : Cabang saraf n. antebrakial medialis, ramus
palm aS n. ulnaris dan ramus dorsalis n. ulnaris
c. Indikasi
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, pergelangan
tangan.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan kepala, wajah, tenggorokan, leher, pundak dan
ekstremitas superior
- Penjaruman Wangu pada 50 kasus tortikolis, hasil 98%
berhasil [Shandong Zhongyi Zazhi, 2001,20(5) :
339]
‫ ا‬Lumbago
- Penjaruman Wangu pada 31 l<asus lumbago akut, hasil
100% berhasil [Henan Zhongyiyao Kuekan, 2002, 17(5) :

d. Cara rangSangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1 cm

1 1 2 . Yanglao, SI6
a. Lokasi : Dalam sS.i ulna dorsal lengan bawah, dalam
lekukan di ujung radial capitulum ufnae
b. Persarafan : Cabang saraf n. antebrakial medialis. ramus
dorsalis n. ulnaris.
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, pergeLangan
tangan.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan kepala, wajah, tenggorokan, leher, pundak dan
ekstremitas Superior
- Penjaruman Yanglao pada 368 kasus tortikolis. hasil 100%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 200, 20(6) :
35A]
• Lumbago
- Penjaruman Yanglao pada 586 kasus lumbago akut, hasil
100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1998, 15(9) : 55-
59]
- Penjaruman Yanglao ditambah tusuk berdarah Weizhong
BL40, pada 32 l<asus lumbago akut, hasil 96,88% berhasil
[Tianjin Zhongyi, 2001,18(3): 35]
d. Cara rangsangan : penjaruman tegak l٧r٧s sedalam 0,5-1 cm.

113. Zhizheng. SI7


a. Lokasi : Pada, sis.i ulna dorsal lengan bawah, 11 cm (5
pembagian rata dari 12 pembagian rata a.ntara
lipat siku dan lipat pergelangan tangan) dari
pergelangan tangan

65
□ Khasiat khusus:
٠ Muntah
- Penjaruman Zhongkui pada 84 kasus muntah neurotik, hasil
100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2 0 0 0 ,16(A): 49-
So]
• Hiccup
- Penjaruman Zhongkui pada 87 kasus hiccup kronis, hasil
75.86% berhasil [Shanxi Zhongyi, 1998,14(4): 3A]
d.Cara rangsangan : Penjaruman dangkal sedalam 0,3 cm

118. Banie. EK-UE9


a. Lokasi : Di antara perbedaan warna kulit, di antara
jari jemari, setiap tangan k buah titik, jadi
seluruhnya 8 titik :
b. Persarafan : Cabang saraf metakarpal dorsalis dan digital
palmares communes
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, jari tangan
Penjaruman Baxie pada 75 kasus gangguan
pergerakan jari tangan, hasil 97,4% berhasil
[Jilin Zhongyiyao, 2002 ;
22(1): 41]
□ l〈 h_aslat khusus:
• Demam, malaria
d. Cara rangsangan : Penjaruman miring ke atas sedalam 1-2,5 cm,
atau penjaruman herdarah.

119. ShiKuan, EK-UE11


a. Lokasi : Ujung jari (kn<anan 10 buah), 0,3 cm dari kuku
b. Persarafan Cabang saraf digitales palmares propriae
c. Indikasi :
□ Khasiat lokal :
٠ Kelainan jaringan setempat, jari tangan
- Penjaruman berdarah Shixuan pada kebas jari pasca stroke,
hasU 100% berhasil [Oinghai Yiyao Zazhi, 2001,31(9) : 38]
□ Khasiat khusus:
٠ De_mam tinggi
- Penjaruman berdarah Shixuan pada 11 kasus demam tinggi
anak-anak, hasil 100% berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa,
1999,(9)15]
٠Pertusis
- Penjaruman berdarah Shixuan pada 208 kasus pertusis, hasil
sem.buh 192 kasus, perbaikan. 12 kasus dan gagal 厶kasus
[Xinzhongyi, 1999 (10) : 30]
d. C araragsan gan: Penjaruman dangkal, sedalam 0,3 cm atau
tusUk berdarah.

68
SIXUAN EX UE-11
٠
EXUE-9

Gambar22 LokasiTitik'titikA kupunkturdiT angandan Jaritangan

2.5. Kelompol( Ekstremitas Inferior

2.5.1. Ekstremitas Inferior Garis Anterior


120. D3d.jn.LR l
a. Lokasi : Dalam lekukan 0,3 cm sisi lateral basis kuku ibu
jari kaki
b. Pers.yarafan : Rami dorsolateral n. peroneus profundus.
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, ibu jari dan
metatarsal:
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan daerah Iga, pelvis, genitalia externa, ekstremitas
Inferior, terutama h rn ia
- Penj—aruman Dad-٧n pada 12 kasus hernia Inkarserata, hasil
100% berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa, 2003, 11(11) :
6-7]
٠ Demam
• Menoragia - metroragia
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus atau miring ke
prol<simal, sedalam 0,3 cm atau tusuk berdarah.

121-XingJlan, LR2
a. Lokasi : Di antara jari kaki ke-1 dan I<e2, dalam lekukan
pada perbedaan warna kulit, distal send
hetata.rsophalangeal I
b. Persaafan : Cabang sa_raf perGneus profundus.
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, ibu jari l〈 aki.
‫ ه‬Khasiat khusus:
«Kelainan mata, daerahiga, pelvis, genitalia externaekstremitas
inferior
- Penjaruman Xingjian pada 48 kasus hordeolum, hasil 100%
berhasil [Ningde Shizhuan Xuebao, 1997, 9(1) : 52-53]
• Hipertensi
- Penjaruman Xingjian dan Fengchi GB20 pada 30 kasus
hipertensi esensial, hasil 83,33% berhasil [Tianjin Zhongyi
Xueyuan Xuebao, 2001. 20(1) :17]
d. Cara rangs3ngan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1-1,5 cm

69
1 2 2 . Talch.ng, LR3
a. Lokasi :Dalam lekukan, proksimal send
metatarsophalangeal I, distal pertemuan
metatarsal 1 dan 2
b. Persarafan : Cabang saraf kutaneus dorsalis pedis, di bagian
dalamterdapat peroneus profundus
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari dan telapak
kaki.
□ l〈 has_lat khusus:
•Kelainanmata.daerahiga,pelvis,genitalia externa,ekstremitas
inferior
- Penjaruman Taichong pada 18 kasus nyeri iga. hasil 94,4%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1999، (7): 427]
- Akupresur Taichpng pada 266 kasus sprain iga-dada. hasil
8 9 ,85٥/〇berhasil [Jiangsu Zhongyi, 2002, 23(10) : 42]
• Hipertensi
- Penjaruman Taichong dan Neiguan PC6 pada 5_1 kasus
hipertensi esensial, hasil ‫ ا‬0‫ ة‬٠ /〇 perbaikan [Shanghai
Zhenjiu Zazhi. 1997.16(4) :10]
- Penja.ruman Taichong dan Zusanli pada 52 kasus hipertensi,
hasil 94,2% berhasil [Zhenjiu Llnzhuang Zazhi, 2002,18(2):
38]
• Vertigo
- Penjaruman Siguan (Taichong-Hegu) pada 36 kasus vertigo,
hasil 94,5% berhasil [Tianjinh Zhongyi. 2001,18(1): 31-32]
d. Cara rangsangan : Penjaruhan tegak lurus se.dalam 1-1:5 cm. Pad3
penjaruman h d a r i pembuluh nadi.

123. Lig0٧٠ LR5


a. Lokasi : Pada tepi posterior tulang tibia,. 5 pembagian
rata di atas puncak malleolus internus.
b. Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni. di
bagian dalam terdapat cabang saraf tifeialis.
c. Indilosi :
a Khasiat lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah betis.
□ Khasiat khusus:
•Kelainan mata,daerah iga,pelvis, genitalia externa.ekstremitas
inferior terutama kelainan genitalia eksterna
d. Cara rangsangan : Penjarumantegak lurus, sedalam 1-1,5 cm.

124. Diji٠ SP8


a. Lokasi : Pada tepi posterior tulang tibia, ‫ ؟ ذ‬embagian
rata di bawah Yinlinquan SP9
b. Persarafan :Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni. dl
bagian dalam terdapat cabang saraf tihialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah betis.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan daerah iga. pelvis, ekstremitas inferior.
٠ Dismenore
- Pengamatan efek penjaruman Diji SP8, Sanyinjiao SP6,
Zhongji CV3 pada 113 kasus dismenore. Hasil, ketiga
buah titik berGfek terhadap dismenore, 65 berefek p a lig

70
baik, merupakan titik pilihan untU-k dism_enore. [Beijing
Zhongyiyao Daxue Xuebao, 2003,10(2): 40]
- Akupresur Diji pada 58 kasus dismenore. hasil 96,6%
berhasil [Sichuan Zhongyi, 1999,17(6): 53]
d. Cara rangsangan : Penjarumantegak lurus sedalam 1-2,5 cm

125. Yinlingquan, SP9


a. Lokasi : Dalam lekukan di bawah posterior dari
kondiUus medialis tibia
b. Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni. di
bagian dalam terdapat cabang saraf tibialis.
c. Indikasi •
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah lutut.
□ Khasiat khusus:
٠Retensio urin
- Penjaruman Yinlingquan pada 46 kasus retensio urin, hasil
84.78% [Tianjin Zhongyi kueyuan Kuebao 1994 (2): 23]
• Yinlingquan merupakan titik pilihan untuk menghiLangkan
reak lendir.
٠Kelainan daerah dada, pelvis, ekstremitas in—
ferior.
" Penjaruman Yinlingquan dan Sanyinjiao SP6 pada 20 kasus
saphenus neuralgia, hasil 100% berhasil [Zhenjiu - Yanjiu.
1998, 2[217-6‫ (ذ)ذ‬: 2 ‫ا‬
٠Nyeri bahu
- Penjaruman Yinlingquan pada 92 kasus periarthritis sendi
bahu, hasil 95,6% berhasil [Zhongyiyao Yanjiu, 1995, (3 ):
30]
- Penjaruman Yinlingquan 135 kasus periartritis send
bahu, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 1998,
14(8):43]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2,5 cm

126. Kuehai SPIO


a. Lokasi : Pada paha medial. 6 cm (2 pembagian rata) dl
atas lUtut pada perbedaan Warna kUlit.
b. PersarafarRami kutaneus anteriores n. femoralis, di bagian
dalam terdapat rami muskular n. femoralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelajnan jaringan setempat, daerah lutut.
٠Penjaruman Xuehai dan Liangqiu pada 282 kasus nyeri sendi
lutut, hasil 98.9% berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 2003. 23(5 ):
311]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan darah-perdarahan
- Akupunktur ethamsylate Xuehai pada 78 kasus perdarahan
[dia.ntaranya 38 kasUs batuk darah, 17 kasus muntah darah,
8 kasus perdarahan per vaginam, 8 kasus epistaksis dan 7
kasus kencing berdarah], hasil 100% berhasil [ZhongKiyi
Jiehe Shiyong Linzhuang Jijqiu, 1997.4(12): 57A]
• Kelainan k U l i t
- Penjaruman Xuehai pada 66 kasus urtikaria lansia, hasil
10_0‫رآل‬〇■berhasil [Zhon.gguo Zhenjiu, 2002, 22(12): 827]
•P tosis kelopak mata
- Penjaruman Xuehai ditambah titik lokal sekitar kelopak

71
mata atas pada 17 kasus ptosis !(Glopak mata atas, hasil
100٥/〇berhasil [Jijihaer Yixueyuan Xuebao, 1996, 17(1) : 65]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1,5-2,5 cm.

Gambar23 Lokasi T itik -titik Medial Ekstremitas Inferior GarisAnterior


Dadun Kingjian Taichong

Gambar 24 Lokasi T itik-titik Medial Ekstremitas Inferior Garis Anterior


Ligou D iji Yinlingquan Kuehai

2.5.2. Media‫ ؛‬E tre ‫ ؟‬ltas Inferior Garis Medan


127. Yinbai, SPl
a. Lokasi : Dalam lekukan 0,3 cm medial basis kuku ibu jari
l<al(i.
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus dorsalis pedis medialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, jari dan metatarsal.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah dada, pelvis, ekstremitas inferior, terutama
untuk kelainan perdarahan per vagjnam

72
- Penghangatan moksa Yinbai pada 30 kasus perdarahan
haid berlebih setelah IUD diangkat,"hasil 100٥ /〇berhasil
[Zhongguo Zhenjiu, 2001, 21(5) : 294]
- Penjaruman Yinbai pada 58 kasus metromenorrhagia, hasil
49 l<asus sembuh, 8 kasus perbaikan, 1 kasus gagal[Zhenjiu
Linzhuang Zazhi. 2001.17(11) : 32]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak Lurus, sedalam 0,5 cm atau
penjaruman bedarah.

128. Gongsun. SP4


a. Lokasi :Pada kaki sisi medial, dalam lekukan tepi
anterior basis metatarsal ke-1
b. Persara—fan : Cabang saraf plantaris medialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari dan telapak
kaki.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah dada, perut, pelvis, ekstremitas inferior
- Penjaruman Gongsun dan Neiguan PC 6 pada 59 kasus nyeri
perut akut (15 kasus gastritis akut, 15 kasus kolesiostitis.
9 kasus spasme lambung usus, 20 kasus dismenore). hasil
98.31% berhasil [Zhongguo Zhongyi Jizheng, 2002,11(6):
492]
• Hiccup
- Pen.jaruman Gongsun dan Neiguan PC 6 pada 6〇_kasus
hiccup kronis, hasil 52 kasus sembuh, 8 kasus gagal. [Shanxi
Zhongyi,30: (1)16 ‫ ا‬99 ‫ؤ‬٠ ]
- Penjaruman Gongsun dan Neiguan PC 6 pada 32 kasus
hiccup, hasil 29 kasus sembuh, 3 kasus gagal. [Zhejiang
Zhongyj Zazhi, 2001, (9) : 394]
d. Cara rangsagan : Penjaruman tegai〈 lurus, sedalam 1 cm.

129. SanyinjiaoSP6
a. Lokasi : D tepi posterior tulang tibia, 3 pembagian rata
di atas puncak malleolus internus.
b. Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni, di
bagian dalam terdapat cabang saraf n. tibialis.
c. Indikasi
□ Khasiat lokal
٠ Kelainan jaringan setempat' dae_rah betis, tungkai bawah.
- Penjaruman Yinlingquan dan Sanyinjiao SP6 pada 20 kasus
saphenus neuralgia, hasil 100% berhasil [Zhenjiu - Yanjiu.
23(3): 216-217]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah dada, abdomen, pelvis, ekstremitas infe— rior
- Penjaruman Sanyinjiao pada 25 kasus nyeri tumit, hasil 92%
berhasil [Zhongguo Zhongyiyao Xin)<i, ( 〇〇2 ,9 (12): 51]
- Aquapunktur Sanyinjiao dan Zusanli ST36 pada 184 kasus
radang pelvis kronis;hasil 100% berhasil [Zhongyi Waizhi
Zazhi 1996,(5 ) :19]
٠Pitiosis kelopak mata atas
- Penghang3tan moksa Sanyinjiao pada 35 kasus ptosis
kelopak mata atas, hasil 30 kasus sembuh, 5 kasus perbaikan.
[Jiangxi Zhongyiyao, 1996, 27(1) : 62]

73
٠Kolik ginjal
- Aquapunktur progesterone Sanyinjiao pada 1A0 kasus nyeri
kolik ginjal, hasil 95% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2000.(1)
:39]
٠Infertilitas
- Penjaruman Sanyinjiao dan Hegu ٧厶pada 48 kasus non
ovulasi, hasil 95,8% berhasil [Xiandai Zhongxiti Jiehe Zazhi.
2001,10(2) :173】
٠Amenore
- Penjaruf^an Sanyinjiao pada)2 kasus amen〇 r٠ /〇
e, h^sil 100٥
berhasil [Zhenjiu Linzhuang Zazhi, 2000,16(6) AA]
٠Hipogalactia
- Penjaruman Sanyinjiao dan Yongquan K ll pada 46 kasus
hipogalactia, hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 2002,
22(5了:311]
d.Cara rangsangan Penjaruman tegak lurus, sedalam 1,5-3 cm.

G am barlS LokasiTitik-titikA kupunktur Medial Ekstremitas Inferior Caris Median


Yinbai Gongsun Sanyinjiao

2 .5.3■ Medial Ekstremitas Inferior Garis Posterior


130. Yongquan, K l
a. Lol<asi : Pada telapak kaki, dalam Lekukan dl tepi bawah-
anterior benjolan tulang naiculare pedis.
b . Persarafan : Cabang saraf n. pLantaris medialis;di bagian
dalam terdapat rami digitus secundum pedis n.
plantaris.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari dan telapak
kaki.
□ Khasiat khusus:
• felalnan daerah dada, abdomen, pelvis, ekstremitas inferior
٠Demam
- Penjaruman Yongquan pada 30 kasus demam tinggi balita,
hasil 100% berhasil [Hebei Zhongyi. 1995,17(5): 29-30]
« Kejang histeris
- Penjaruman Yongquan pada 23 kasus kejang histeris, hasil
100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1997, (6) :367]
٠Epistaksis
- Penjaruman Yongquan pada 40 kasus epistaksis, hasil 87,5%
berhasil [Zhenjiu LinzhuangZazhi, 2003,19(7): 55]
- Laserpunktur He-Ne Yongquan pada asthma bronkialis anak,
hasil 9 5 .1% berhasil [Zhongguo ]iguang Zazhi, 1998, 7(4):
220- 221]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-1,5 cm.

131. Zhaohai٠ KI6


a . Lokasi : Dalamlekukantepatdibawahpuncakmalleolus
internus
b. Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni, di
bagian dalam terdapat cabang saraf n. tibialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah malleolus
kaki
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah dada, abdomen, pelvis, ekstremitas inferior
• Insomnia
- Penjaruman Zhaohai dan Shenmai BL62 pada 60 kasus
insomnia kronis, hasil 98,3% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
1998, (11) :660]
.Suara serak
- Penjaruman Zhaohai pada 92 kasus suara serak, hasil
kasus sembuh, 21 kasus perbaikan, 6 kasus gagal. [Zhenjiu
Linzhuang Zazhi, 2001,17(4): 43]
٠Glossopharyngeal neuraga
- Penjaruman Zhaohai dan Lieque LU7 pada 26 kasus
glossopharyngeal neuralgia, hasil 100% berhasil [Zhongguo
Zhenjiu.622 : (0 ‫ ا‬99 ‫] ا ) ؤ‬
d. Cara rangsagan : Penjaruman"tegak lurus sedalam 1 cm.

132. TaiKi. KI3


a. Lolosi : Di pertengahan jarak ant.ara puncak malleolus
internus dan tendon achilles
b. Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. saphenous, dl
bagian dalam terdapat cabang saraf_n. tibialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah malleolus
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah dada, abdomen, pelvis, ekstremitas ififerior
- Penjaruman Taixi pada 6A kasus nyeri tumit, hasil 9 6 , 90/0
(Shandong Zhongyi Zazhi. 2003.22(6): 359)
- ٠Gangguan fungsi ginjal
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, atau jarum miring ke
arah malleoluslnternus, sedala'm 1 cm.

133. FuliuKl7
a. Lokasi : 2 pembagian rata di atas malleolus internus, di
tepi tendon achilles
b.Persarafan : Rami kutaneus kruris medialis n. sapheni, di

75
bagian dalam terdapat cabang saraf n. tibialis
c. Indikasi :
□ KhasiatLokaL :Kelainan jaringan setempat, daerah betis,
tungkai baWah
□ Khasiat khusus:
٠ Ke—lainan daerah dada, abdomen, pelvis, ekstremitas inferior
- Penjaruman Fuliu pada 22 kasus lumbago, hasil 95,45%
berhasil [Hebei Zhongyi, 2001, 23(7): 531]
٠ Keringat
- Fuliu, Hegu LI4 dan Yinxi HT6 merupakan formula untuk
regulasi keringat.
d. Cara rangSangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 1 cm.

Gambar 26 Lokasi T itik -titik Akupunktur Medial Ekstremitas Inferior Garis Posterior
Yongquan Zhaohai Taini Fuliu

2.5.4. Lateral Ekstremitas Inferior Garis Anterior


134. LiduiST45
a. Lokasi : Dalam lekukan 0.3 cm lateral basis kuku kedua
b . Persarafan :Cabang saraf n. kutaneus dorsalis pedis
medialis.
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, jari dan metatarsal.
□ Khasiat khusus:
• Kelainan daerah kepala hontal, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitas inferior
- PenjarumanLidui.ZusanliST36pada7 5 kasusfasialparalisis,
hasil 52 kasus sembuh, 23 kasus perbaikan. [Zhongguo
Zhenjiu, 2004, 24(12): 821-822]
• Tonsilitis
- Penjaruman berdarah Lidui pada A l kasus tonsilitis akut,
hasil 100% berhasil [Neimonggu Zhongyiyao. 1999, 18
(Edisi khusus) :59]

76
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,3 cm atau
penjaruman berdarah.

135. NeitingST44
a. Lokasi : Di antara jari kaki ke-2 dan ke-3, dalam Lekukan
distal sendi metatarsophalangeal II, pada
perbedaan warna kulit
b.Persarafan :Cabang saraf n. kutaneus dorsalis pedis
medialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, daerah kaki
metatarsal..
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan daerah kepala frontal, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitaS inferior
- Penjaruman berdarah Neiting pada 40 kasus hordeoLum,
setelah 3 seri terapi, sembUh 39 kas_us. gagal 1 kasus:
[Heilongjiang Zhongyiyao, 1998, (1): 46]
d. Cara rangsangan :PenjarUhan tegak lurus sedalam 1 cm, atau
miring ke proksimal.

136. Kiaj٧KU, ST39


a. Lokasi : 9 pembagian rata dari batas bawah patela
dan lebar 1 jari dari tepi anterior tulang tibia
(tungkai bawah lateral: 16 pembagian rata)
b. Persarafan ٠
. Cabang n. kutaneus surae lateralis, di bagian
dalamierdapat peroneus profundus
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, daerah tungkai
bawah.
□ Khasiat khusus:
٠ Kelainan daerah kepala Gontai, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitaS inferior
- Penjaruman Xiajuxu ST39 menembus Zus— anli ST36. pada
12 losus paresis tungkai pasca stroke, hasil 100% {Hebei
Zhongyi 1994,16(2) :21-22}
• Nyeri sendi bahu.
- Penjaruman kontralateralXiajuxu pada 72 kasus periarthritis
sendi bahu, hasil 98,61% berhasil piangxi Zhongyiyao,
1995,29 (Edisi khusus): 33-34]
٠ Tortikolis
- Penjaruman ipsiLateral tortikolis disertai pergerakan leher
pada 941 kasus tortikolis, hasil 100% berhasil [Shanghai
Zhenjiu Zazhi, 1995,14(6): 262]
d. Cara rangsagan : Penjaruman tegak lUrus sedalam 1,5-3 cm.

137. Tiaokou٠ST38
a. Lokasi : 8 •pembagian rata dari batas bawah patela dan
lebar 1 jari dari tepi anterior tulang tibia lateral
Fenglong ST 40.
b. Persarafan : CabSng Saraf kutaneus surae Lateralis, di bagian
dalamterdapat saraf peroneus profundus.
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, daerah tungkai
bawah.

77
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah kep_ala Gontai, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitaS inferior
• Nyeri sendi bahu
- Penjaruman 54 tembus ke Chengshan pada 50 kasus
/〇berhasil [Harbin Yike
periarthritis sendi bahu, hasil 98٥
Daxue Kuebao, 1995، 29(2): 68]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lUrus sedalam 1,5-3 cm.

138. Fenglong٠ ST40


a. Lokasi : 8 pembagian rata dari batas bawah patella dan
lebar 2 jari le—
bar dari tepi anterior tUlang tibia..
b. Persarafan :Cabang saraf n. kutan.eus sirae lateralis, di
bagian dalam terdapat n. peroneus profundus.
c. Indikasi
□ Khasiat Lokal Kelainan jaringan setempat, tungkai bawah.
□ Khasiat khusus
٠Kelainan daerah kepala Gontai, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitaS inferior.
٠Asthma bronkial
- Penjaruman Fenglong ST40 dan Danzhong pada 12‫ ذ‬kasus
asthma bronkial: hasil 72.4% berhasil [Shiyong Zhongxiyi
]iehe Zazhi, 1997.10(A) :1370]
٠Hiperlipidemia
- Perbandingan efek aquapunktur Fenglong ST40 dan Zusanli
ST36 pada hiperlipedemia. Fenglong 32 kasus dan Zusanli
30 k3sus. Hasil menunjukkan, keduanya menurunkan
total kolesterol dengan b:ermakna demikian juga dengan
trigliserida meregulasi viskositas, aglutinasi trombosit. Dan
ternyata efek aquapunktur Fenglong lebih baik dibanding
dengan efek Zusanli. [Guangxi Yixue, 2000, 22(6) 1A02:

d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1,5-3 cm.

139. ShangjuKU, ST37


a. Lokasi : 6 pembagian rata dari batas bawah patela dan
lehar 1 ja》 lebar dari tepi anterior tulang tibia
b. Persarafan : Cabang saraf kutaneus surae lateralis, di bagian
dalamterdapat n. peroneus profundus
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, daerah tungkai
bawah.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah kepala Gontai, wajah, dada, payudara,
abdomen, ekstremitaS inferior
• Shangjuxu merupakan titik akupunktur yang mempengaruhi
usus besar. Klinis sering dipadu dengan Tianshu ST25.
d. Cara rangsangan : Penjaruman.tegak lurUs sedalam 2-4 cm

140. Zusanli ST36


a. Lokasi ‫ ة‬pembagi— an rata dari batas bawah patela dan
lebar 1 jari dari tepi anterior tulang tibia.
b. Persarafan Cabang saraf n. kutaneus surae lateralis, di
bagian dalam terdapat n. peroneus profundus.
c. Indikasi

78
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, daerah tungkai
bawah.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan daerah kepala Gontai, wajah, dada, payudara.
abdomen, ekstremitas ‫؛‬nferior.
- Penjaruman Zusanli ST36 dan Yingxiang LI20 pada 36 kasus
rinitis alergika, hasil sembuh 10 kasus, perbaikan 21 kasus,
gagal 5 kasus; [Hebei Zhongyi, 1998, 20(2) :117-118]
- Penjaruman Zusanli pada AO kasus fasial paralisis kronis,
has(【 90٠/〇berhasil [Yunnan Zhongyi Zhong^ao Zazhl, 2001,
22(1) :35-36]
- Penjaruman Zusanli dan Tianshu ST25 pada 100 kasus
nyeri perut akut (70 kasus gastrointestinal spasme, 16
kasus gastroenteritis, 7 SsuS apendisitis akut. 5 kasus
psikosomatik dan lain-lain), hasil 95% berhasil [Xuandai
Zhongxiyi ]ioehe Zazhi.‫ ة‬〇 〇3624 :(6)12 ‫]ﺀ‬
- Penjaruman Zusanli dan Yanglingquan pada 46 kasus sprain
malleolus eksternus, hasil 100٥ /〇berhasil [Guiyang Zhongyi
Xueyuan Kuebao, 1995.17(1) '22]
•Kelainan lambung
- Penjaruman Zusanli dan Liangqiu ST34 pada 40 kasus
spasme lambung, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi, 2000,18(4) :49]
- Penjaruman Zusanli d_an Zhongwan CV-1— 2 pada 42 kasu:‫؛‬
gastritis hipertropi, hasil 85.7% berhasil [Zhenjiu Linzhuanjj
Zazhi, 1997,13(5) : 29]
٠Hyperemesis gravidarum;
- Aquapunktur Vitamin B-6 Zusanli pada 30 kasus hiperemi:‫؛‬
gravidarum, hasil 96,6% berhasil [Linjin Yixue Zhuank(‫؛‬
Xuexiao Xuebao. 2003, ( l) : 53]
٠Anoreksia
- Penjaruman Zusanli pada 30 kasus anoreksia, hasil 100%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 1999. (7) : 427]
« Kelainan uSus
- Aquapunktur gentamycin Zusanli ST36 pa^la 153 kasu‫؛؛‬
kolitis akut, hasil 100٥ /〇berhasil [Di Si ]UnyiDaKue Kuebao,
2001 . 22 )4 ‫ ؛‬:2215 [
• Hiperlipidemia
- Perbandingan efek aquapunktur Fenglong ST40 dan Zusanli
pada hiperlipidemia ;Fenglong 32 kasus dan Zusanli 30
kasus. Hasil menunjukkan, keduanya menurunkan total
kolesterol dengan bermakna demikian juga dengari
trigliserida, meregulasi viskositas, aglutinasi trombosit. Dari
ternyata efek aquapunktur Fenglong lebih baik dibanding
dengan efek Zusanli. (Guangxi Yixue. 2000, 22(6) :1402 • :
140A)
٠Regulasi tekanan darah
- Penjaruman Zusanli pada 100 kasus hipertensi esensial,
hasil 96% berhasil [ShanKi Zhongyi, 1994, (6): 38]
٠Influenza
- Penjaruman Zusanli dan Dazhui GV14 pada 32 kasu‫؛‬.
InftUenza, hasil 100٥ /〇berhasil [Zhongguo zhenjiu, 2000, (2:
:127]
d.Cara rangsa.ngan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-4 cm.

79
141. Liangqiu٠ ST34
a.Iokasi : 2 pembagian rata di atas batas atas patela.
b. Persarafan : Rami kutaneus anterior n. femoralis. di bagian
dalam terdapat rami muskulares n. femoralls.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan set_empat, daerah lutut.
• Penjaruman Liangqiu dan Kuehai SPlO pada 282 kasus nyeri
sendi lutut (diantaranya 104 kasus osteoarthritis) hasil 98%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2003,23(5): 311]
□ Khasiat khusus:
« Ke_lalnan lambung
- Penjaruman Liangqiu dan Zusanli ST36 pa.da AO kasus
spasme lambung, hasil 100% berhasil [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi, 2000,16(4) :49]
- Penjaruman Liangqiu pada 96 kasus spasme lambung-usus,
hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2002. (1): 41]

d. Cara rangsangan : Penjaruman tega lurus Sedalam 1:2 cm.

142_La_nwei.EX.LE7
a. Lokasi : 5 pembagian rata dari baas bawah patela dan
lebar 1 jari dari tepi anterior tulang tibia.
b. Persarafan :Cabang n. kutaneus surae lateralis dan di
bagian dalam terdapat peroneus profundus.
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, tungkai bawah.
□ Khasiat khusus:
٠ Apendisitis
- Penjaruman Lanwei pada 64 kasus apendisitis kronis, hasil
51 kasus sembuh, 8 kasus perbaikan, gagal 5 kasus. [Zhongji
Yikan, 1996, 3(2) :5A-55]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-4 cm

143. Kiyan. EK-LE5


a. Lokasi : dua buah d 」 <ed٧3 sisi ligamen patela, terdiri
dari dupi ST35 atau waixiyan dan sebelah
medial neixiyan.
b. Persarafan : Ramus in ^a — laris n. saphenous, n. kutaneus
femoris lateralis, di bagian dalam terdapat
cabang n. peroneus profUdus.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, Lutut.
٠ Penjaruman Kiyan pada 136l<asus arthritis genu, hasil 86,3%
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 2000, (7) :417]
□ Khasiat khU sus:-
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2-3 cm

144. Heding٠ EX-LE2


a. Lokasi : Di atas lutut, dalam lekukan di pertengahan
patas atas patela.
b. Persarafan : Rami kutaneus anterior n. femoralis dan rami
muskularn.femoraLis.
c■ Indikasi
□ Khasiat Lokal : Kelainan—
jaringan setempat-dan lutut.
/〇
٠ Penjaruman Heding pad.a 25 kasus arthritis genu, hasil 100٥

80
berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1997, (4 ): 2 1 0]
□ Khasiat khusus::-
d.Cara rangsangan :P enjarum antegaklurusl-2cm .

G a m b a r 2 7 L ١o k Q s iT ١t ١k - t it ik A k u p u n k tu r L a te r a l E k s tre m ita s In f e r io r G a ris A n te r io r


l ١d u ١ N e itin g H ١٠ ]UKU T ia o k o u F e n g lo n g ShartgjuKU Z u s a n lilia n g q iu K iy a n H e d in g

2 .5 .5 . Lateral E kstrem itas In fe rio r Garis M edian


1 4 ‫ ق‬. Zuqiaoyin, C B A A
a. Lokasi .٠Dalam le lw ka ri 0,3 cm la te ra l basis kuku ja r i
kald k e - i
b. Persarafan : Cabang saraf kutaneus dorsalis pedis m edialis.
c. Indil<asi:
‫ ه‬Khasiat lokal .٠K elairianjaringan s e te m p a t,ja ri dan m e tatarsai
□ Khasiat khusus••
٠ Kelainan kepala tem poral, wajah, ekstrem itas in fe rio r
٠ Tekanan intrakraniaL tin ggi
- Penjaruman berdarah Zuqiaoyin pada 40 kasus tekanan
intrakranial tinggi, hasil 95% {Zhongguo Zhenjiu, 2002,
22(A) :2 2 7 -2 2 8 }
« Demam, kesadaran menurun
- Seperti halnya dengan semua titik akupunktur paling ujung
d ‫ ؛‬ja rija ri' ta g a n d3n kaki.
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0,3 cm atau
penjaruman berdarah.

146. Zulinqi, GB41


a. Lokasi Pada punggung kald lateral, proximal sendi
metatarsophalangeal l<e-4 dalam lekukan
laterat tendon m. extensor digiti minimi
b. Persarafan Cabang saraf kutaneus dorsalis pedis medialis
dan n. plantaris lateralis

81
151. Fengshi, GB31
a. Lokasi : 7 pembagian rata di atas lutut. Pada saat berdiri
tegak, ujung jari tengah berada di titik ini.
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus femoris lateralis, di bagian
dalam terdapat rami muskularfemoralis.
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, tungkai atas
□ Khasiat khusus:
• Urtikaria
- Penjaruman Fengshi pada 12 kasus —urtikaria
hiperbilirubinemia, hasil 10〇 〇/〇 berhasil [Zhongguo
Mingjian Liafa.2003,11(12) :12]
- Kop berdarah Fengshi pada 36 kasus urtil<aria seluruh tubuh,
hasil 25 kasus sembuh, 10 kasus perbaikan, 1 kasus gagal
p iji Haer YiKueyuan Xuebao, 1998 : 19(1) :
66-67]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 2 - ‫ ة‬cm.

1 5 2 . Dannang, EK-LE6
a. Lokasi : Dalam lekukan lebar ibu jari tangan dl bawah
Yanglingquan. Umumnya nyeri tekan.
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus sUrae lateralis dan
peroneus superfisialis.
c. Indilosi ::
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, tungkai bawah.
□ Khasiat khusus:
٠Kolik empedu
- Elektroakupunktur Dannang pada 44 kasus kolik empedu.
hasil93,5 〇
/ 〇berhasil[ZhenjiuLinzhuangZazhi, 2004,20(12)
:46]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus 1,5-‫ ذ‬cm

Gambar28
LokasiTitikititikA kupunkturLateralEkstrem itas Inferior Garis Median
Zujiaoyin Zulinqi OiuHU Kuanzhong Guangming Yanglingquan Fengshi Dannang

84
2. 5.6. Later^ Ekstremitas Inferior Garis Posterior
153.Zhyin.BL67
a. Lokasi : Dalam Lekukan 0,3 cm lateral basis l<ul(u jari
kaki ke-5
b.Persarafan :Cabang saraf n. kutaneus dorsalis pedis
medialis
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, jari dan metatarsal
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala frontal dan oksipital, wajah, leher-kuduk,
dada-iga, ekstremitas inferior.
• Kelainan letak kepala fetus
- Penghangatan hoksa Zhiyin pada 200 kasus kelainan letak
kepala fetus (diantaranya 171 losus letak bokong, 29 kasus
letak melintang), hasil 95.5% berhasil [Yunnan Zhongyi
Xueyuan Xuebao; 1995,18(A): 39-40]
•R etensiourin
- Penjaruman Zhiyin pada 48 kasus retensio urin pasca bedah,
hasil 100% berhasil [Hebei Zhongyiyao Xuebao, 2002,15(1)
: AA]
- Penjaruman Zhiyin ‫ ؟‬ada 630 kasus retensio urin pasca
hemoroidektomi;hasil 100% berhasil [Zhongguo Zhenjiu,
33:
( 9)996‫ ا‬٠]
dCara rangsangan : Penjaruman tegak lurus 0 , 0 , 5 -‫ ذ‬cm

154■ Shenmai, BL62


a.Lokasi : DalamlekukantepatdibawahpuncakmalleoLus
eksternus.
b_ Persara—fan :Cabangn. suralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, daerah malleolus
‫ة>ا‬1>‫آ‬.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala frontal- dan oksipital, wajah, leher-kuduk,
dada-iga, ekstremitas inferior
- Penjaruman Shenmai pada 86 lasus oksipital neuralgia,
hasil 97,6% berhasil [Hebei Zhongyi, 2002,24(8): 514]
- Penjaruman Shenmai dan Houxi 513 pada 45 kasus tortikolis,
hasil 100% berhasil [Xiandai Zhongxiyi Jiehe Zazhi, 2001 ;
10(6) :1569]
• Insomnia
- Penjaruman Shenmai pada 60 kasus insomnia lansia..
100;٥/〇berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa, 2000,8(2): 9]
- Penjaruman Shenmai dan Zhaohai pada 60 kasus insomnia
kronis, hasil 98,3% berhasil [Sichuan Zhongyi, 2003, 21(6):
75-٠
76]
• Strephexopodia
٠Sp— aSmeot_otmata
- Penjarumanan Shenmai dan Zhaohai 1(16 pada 21 kasus
spasme otot mata, hasil 90,5% berhasil [Jiiin Zhongyiyao,
2001[47-46 : ( 4)‫؛‬
٠Epilepsi
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 0.5-1.5 cm.

85
155. Kunlun, BL60
a. Lokasi : Di pertengahan jarak malleolus eksterna dan
tendon Achilles.
b. Persarafan : Cabang n. suralis.
c. Indikasi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah malleolus
1<.‫ ة‬1>‫آ‬
‫ ه‬Khasiat khusus ‫ت‬
٠Kelainan kepala Gontai dan oksipital, wajah, leher-kuduk,
dada-iga, dorsal tubuh, ekstremitas inferior
- Penjaruman Kunlun dan Xuanzhong GB39 pada 9A kasus
lumbago akut, hasil 100% berhasil. [Shanxi Zhongyi, 1995,
16(8) :366]
- Penjaruman Kunlun pada 113 kasus iskhialgia, hasil 98,23%
berhasil [Heze Vizhuan Xuebao, 1994.6(1): 44]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedatam 1-2 cm.

156. Fuyang, BL59


a. Lokasi : 3 pembagian rata lurus di atas KunLun BL60
b. Persarafan : Cabang n. suralis dan n. tibialis.
c. Indikasi :
a Khasiat LokaL : Kelainan jaringan setempat, tungkai bawah.
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala frontal dan oksipital, wajah, leher-kuduk,
dada-iga, dorsal tubuh, ekstremitas inferior
- Penjaruman Fuyang pada 500 losus lumbago akut, hasil
100;/〇berhasil [Zhongguo Zhenjiu, 1998, (5): 284]
٥
- Penjaruman Fuyang pada 60 kasus lateral femoral kutaneus
neuritis, hasil 93.3% berhasil [Zhenjiu Yanjiu. 1998. (3 ):
215]
٠Periarthritis segdi bahu
- Penjaruman Fuyang pada 66 kasus periartritis sendi bahu,
hasil ‫ ﻫﻮ‬/〇berhasil [Zhongguo Zhenjiu. 1995, (Edisi khusus‫؛‬
:97-98]
d. Cara rangsang3n : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2 cm.

157. Feiyang٠ BL58


a. Lokasi : 3 cm bawah lateral Chengshan BL5-7
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus S٧r3e lateralis, di bagian
dalam terdapat cabang n, tibialis
c. Indikasi :
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, daerah betis,
tungkai baWah.
a Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala Gontai dan oksipital, wajah, leher-kuduk.
dadalga, doSa_l tubuh, ekstremitas Inferior
d. Cara rangs3ngan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2 cm.

1 5 8 . chengshan, BL57
a. Lokasi : Pada pertemuan caput medialis dan Lateralis m.
gastroknemius
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus surae medialis, di bagian
dalam terdapat n. tibialis.
c. Indikasi

86
□ Khasiat Lokal :Kelainan jaringan setempat, daerah betis
tungkai baWah.
٠Penjaruman Chengshan pada 37 kasus spasme otot
gastroknemius. hasil 91,1% berhasil [Zhenjiu Linzhuang
Zazhi. 1997.13(4) :68]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala Gontai dan oksipital, wajah, leher-kudul(,
dadalga, doSal tubuh, ekstremitas inferior
•Kelainan dubur
- Penjaruman Chengs_han pada 20 kasus nyeri hemoroid, hasp
100% nyeri hilang. [Zhongguo Zhenjiu, 2003,23(10): 602]
• Dismenore
- Penjaruman Chengshan dan Sanyinjiao SP 6 pada 36 kasus
dismenore, hasil 91,6% berhasil [Sichuan Zhongyi, 2002,
20(8) :78]
d.Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2-4 cm.

159. Weizhong. BL40


a. Lokasi : Pada fossa poplitea, pertengahan garis lipat
lutut, lateral dari arteri poplitea.
b. Persarafan : Cabang n. kutaneus ferrioris posterior, di bagian
dalam terdapat tibialis.
c. Indilosi :
□ Khasiat Lokal : Kelainan jaringan setempat, daerah lutut.
٠Kop berdarah Weizhong pada 60 kasus nyeri sendi lutut, hasil
95,6% berhasil [Tianjin Zhongyi Xueyuan Kuebao, 2001,20(3)
:36-37]
□ Khasiat khusus:
٠Kelainan kepala Gontai dan oksipital, wajah, leher-kuduk,
dada-iga, doSal tubuh, ekstremitas inferior
- Penjaruman Weizhong pada 30 kasus nyeri pinggang
akibat kompresi fraktur vertebra lumbal,- hasil 100〇 ‫ةا‬
menghilangkan nyeri [Zhongguo ZhongKiyi ]iehe Waike
Zazhi. 2001.7(3) : 168]
٠Demam, bisul, koreng tukak
- Penjaruman berdarah Weizhong pada 50 kasus furunkel.
hasil 100% berhasil [Zhongguo Mingjian Liaofa, 1997. (5):
37-38]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus sedalam 1-2,5 cm.

160. Chengfu٠ BL36


a. Lokasi :T itik pertengahan lipat gLuteal
b. Persarafan : Cabang saraf gluteal. Inferior, n. kutaneus
femoralis posterior dan di bagian dalam
terdapat iskhiadikus.
c. Indikasi
□ KhasiatLokal :Kelainan jaringan setempat, daerah bokong
bawah dan paha atas.
□ Kh_aslatkhusus:
• Penelitian 60 kasus iskialgia dengan penjaruman titik Chengfu.
Hasil sembuh 36 kasus, nyata berefek 17 kasus, perbaikan 5
kasus, gagal 2 kasus. [Kin Zhongyi, 1994; (12): 29]
d. Cara rangsangan : Penjaruman tegak lurus, sedalam 2.5-5 cm

87
gastrocnemius
Muscle

Gambar 29 Lokasi T itik-titik Akupunktur Lateral Ekstremitas Inferior Garis Posterior


FuyangFeiyang Weizhong Zhiyin Shenmai Kunlun

2.5.7• Daegh Punggung Kaki Dan Telapak KaW


Banyak t i t i k Akupunktur dl laki yang sudah dibahas sebelum ini,
berikut ini melengkapinya.
161_ Bafeng
a. Lokasi :Pada sela jari-jari kaki, diperbedaan warna
kulit, seluruhnya delapan bUah titik (termasuk
Xingjian. Neiting, Xiexi)
b. Persarafan : Caba.ng n. per〇 n—eus profundus dan cabang n.
peroneus superfisialis di permukaan;
c. Indikasi : .Kelainan jari-jari k a k i dan indil<asi titik
akupunktur xingjian, neiting dan xiexi.
d. Cara rangsang
: miring bersudut ke atas 0,5-1.5 cun.

162. Shang bafeng


a. Lolcasi : Di belakang sendi metatarsal-phalangeus,
berturut-turut di atas titik Bafeng, termasuk
titik Taichong, Xiangu, Diwuhui.
b. Persarafan : sama dengan Bafeng
c. Indikasi : serupa dengan Bafeng
d. Cara rangsang
:Tegak lurus 0,5-1 cun.

88
Gambar 30 Lokasi Titik Bafeng dan Shang Bafeng

Catatan:
Pembagian kelompok 162 -buah titik akupunktur yang dbahas di a ta ‫ ؛‬pada d a s a r y
mengikuti sistem saraf perifer. 162 buah titik akupunktur kiranya sudah iebih dari cukup
dalami penanganan kasUs dalam praktek a.kupunktur.
Tentu saja, masih ada titik akupunktur Mikroakupunktur yang perlu dikuasai, yang akan
dibahas kemudian.
Penyusunan bab tentang titik akupunktur ini menggunalan acuan
Klinis Akupunktur oleh Jiao Sunfa (1999), Pedoman Praktis Penentuan Titik Akupunktur
(2003) oleh Zhang Kuenun; Zhenjiu Zhiiiao (Pengobatan Akupunktur) oleh jiao Sunfa,
(2005) dan Titik Akupunktur Baru oleh Chen Xiaoming (2006). yang seluruhnya dalam
bahasa Mandarin. Setain itu digunakan juga sejumlah majalah
dengan data klinis; seluruhnya kemudian dipadu oleh pengalaman penyusun sendiri.
Data hasil pengobatan yang menyertai bahasan titik akupunktur merupakan gambaran
penggunaan titik terkait, untuk menjadi suatu bukti klinis ;data Evidence Based Medicine
h a s h memerlukan uji klinis lebih lanjut.

89
DAFTAR PUSTAKA

1. Jiao Sunfa dkk (1999) Dasar Teori dan Klinis Akupunktur


2. Zhang Xuexun dkk (2003). Pedoman Praktis Penentuan Titik Akupunktur.
3: Chen Kiaoming dkk (2006), Titik AkLupunktur Baru
4. Chen Ying dkk (198.8) An.atomlcaL A^as of Chinese Acupuncture Points. Shandong
Science and Technology Press.Jinan. China;
5• Oiu Bingran. Chen Hanping (Eds) (1989) Xinbian Zhongguo Zhenjiu Xue. Shanghai
KexueZhishu Press.
6. Shanghai Zhongyi Xueyuan (Eds) (1977) Zhenjiu Xue. Renming Weishen Press.
China..
7• Sun Guojie, Liang Fanying (eds) (1999) Zhenjiu Xue. Zhongguo Zhongyiyao Press.
Beijing.
8. Deng Lianyue (Eds) (2005) The Course of International Acumoxology. Faxia Press.
Beijing
9. Lunxin (eds) (2008) Danxue Fangbing Zhibing Miaoyong. Renming Weishen Press.
Beijing.

90
3. TITIK AKUPUNKTU‫ ؟‬BINATANG P E R 0‫ ؟‬BAA^1
Penggunaan binatang percobaan dalam penelitian laboratorik akupunktur,
mengharuskan menguasai pengetahuan Titik Akupunktur pada binatang percobaan.
Buku, ini disertakan Peta titik Akupunktur Tikus■ yang d3pat d‫؛‬man^^
penelitian baik tikus kecil maupun tkus besar. Indikasisetiap
tdak banyak berbeda dengan indikasi titik akupunktur pada manusia, k a e
didapati nama-nama titik akupunktur yang sama pada kedua jenis peta. Sesuai dengan
bentuk tubuh yang berbeda antara manusia dan binatang, tidak mungkin lokasi titik
akupunktur sama. Luas permukaan tubuh tikus kecil sekitar 60 cm2sedang permukaan
tubUh manusia 15.000 ■cm2 perbedaan 250 lipat, ]elas didapati perbedaan lokasi titik
akupunktur pada kedua jenis peta, walaupun masih ditemukan kesesuaian;
Titik Akupunktur pada hewan lainnya, seperti pada kuda, sapi. babi, kelinci, kucing,
marmut dan lain-lain dibahas dalam buku Akupunktur Eksperimental.

17

Gambar31
Peta Tltlk Akupunktur Tikus Kedi
Keterangan Gambar:

Nama Titik Lokasi Titik Kedalaman tusukan


1 Shulkou(San- Pada garis tengah bibir atas, 1 cm d bawah Tegak lurus atau menyudut
gen) puncak hidung keatassedalamlmm'

2 Chenqiang 1 mm di bawah batas rambut bib‫؛‬٢bawah Menyudut ke bawah 1 mm

3 Neiguan Sisi medial kaki depan, 3 mm di atas pergelangan Tegak lurusi mm


kak‫ ؛‬depan, antara tulang radius dan uln3

4 Hegu Di antara metakarpal 1 dan 2 kaki depan Tegak lurusi mm

5 Qiansanli 1/4 atas jarak siku-pergelangan kaki depan Tegak lurus 2 mm


(Shousanli)

91
No. Nama T itik Lokasi Titik Kedalaman tusukan

6 Tanzhong Dl pertengahan antara dua puting susu, pada Tegak lurus 1-2 mm
garis tengah ventral tubuh, setinggi sela iga ke-4
danke-5.

7 Zhongwan Pertengahan antara umbilikus dan prosesus Tusuk miring 1-2 mm


xyphoideus

8 Shenque DI tengah-tengah umbilikus Hanya penghangatan


moksa

9 Housanli Di bawah-luar sendi lutut. 3 mm di bawah kaput Tegak lurus ‫ ذ‬mm


fibula

10 Guanyuan Pada garis tengah ventral, 1 cm di bawah Tusuk miring 1,5 mm


(belakang) umbilikus

11 Houhai Dalam lekukan antara anus dan dasar ekor Tusuk miring ke depan-
(chang٩iang) atas 3 mm

12 Huantiao Di tepi atas sendi pangkal paha Tegak lurus 3 mm

13 Shenshu Dalam lekukan di kedua sisi ruas lumbal ke-2 Tusuk miring ke dalam■
bawah 4

14 Mingmen Pada garis tengah dorsal, antara Prosessus spin, Tegak lurus 3 mm
lumbal 2 dan 3

15 Weishu Di sela iga kedua sisi ruas thorak ke 12 Tusuk miring ke dalam,
bawah 4 m i

16 Dazhui Dalam lekukan antara prosesus spinosus. Tegak lurus 3 mm


servikal ke-7 dan thorak ke-1

17 Erjian Pada sisi lateral puncak daun telinga Tusuk mendata「menyusu「


aurikula ke bawahi mm

S um b er: Yu Shuguang,Xu Wu (2012) Ilm u A k u p u n k tu r Eksperm intal, People's m e dical P ublishing House, Beijing (D ala m Bahasa
M a n d a rin )

G a m barH
Peta Tltlk Akupunktur pada Tikus Besar

92
No. N am aTitik Lokasi T itik Kedalaman tusukan ‫ا‬
1 Shuikou(San- Pada garis tengah bibir atas. 1 cm di bawah Tegak lurus atau menyudut
gen) puncakhidung ke atas sedalam lm h

2 Baihui Di tengah tulang verteks Arah tusukan ke depan,


belakang, miring. 2 mm

3 Tianmen Dalam lekukan di belakang benjolan oksipital tusuk/tusuk berdarah


(Fengfu) menyudut ke bawah. 1
mm.

A E^an Di puncak daun telinga Tusuk melintang 2 mm.

5 Dazhui Pada garis tengah dorsal tubuh dibawah Tegak lurus, 5 mm


prosessus spinosus servikal ke-7

6 Feishu Di kedua sisi sela iga di bawah ruas thorak ke-3 Tegak lurus, 6 mm

7 Kinshu Di kedua sisi sela iga di bawah ruas thorak ke-5 Tegak lurus, 6 mm

8 Geshu Di kedua sisi sela Iga dl bawah ruas thorak ke-7 Tegak lurus, 6 mm

9 Jizhong Pada garis tengah dorsaltubuh di antara Tegak lurus, 4 mm


proseSsus spinOsum trarak ke -11 dan ke-12

10 Pishu Di kedua sisi sela iga di bawah ruas thorak ke-12 Tegak lurus, 6 mm

11 Shenshu Di kedua sisi sela iga di bawah ruas lumbal ke-2 Tegak lurus, 6 mm

12 Houhui Pada garis tengah dorsal tubuh di bawah ruas Tegak lurus, 3 mm
lumbal ke-6

13 Huantiao Di tepi atas sendi pangkal paha Tegak lurus, 7 mm

IA Houhai Dalam lekukan antara anus dan dasar ekor Tegak lurus, 6 mm
(Zusanli)

15 Yanglingquan 5 mm di atas-luar titik Zusanli Tegak lurus, 6 mm

16 Housanli Di bawah-luar sendi lutut, 5 mm di bawah kaput Tegak lurus, 7 mm


fibula

17 Zhaohai 1 mm dl bawah malleolus internus kaki belakang Tegak lurus, 1,5 mm

18 Sanyinjiao 10 mm lurus di atas puncak malleolus internus Tegak lurus, 5 mm

19 Genduan Lekukan di antara malleolus eksternus dan Tegak lurus. 3 mm


(Kunlun) tendon achiles

20 Shenmai Dalam lekukan lurus di bawah puncak malleolus Tegak lurus, 0,5 mm
eksternus

21 Taichong Pada punggung kak‫ ؛‬di pertemuan metatarsal Tegak lurus, 1 mm


ke-1 dan ke-2

22 Bafeng Pada punggung kaki, d keempat sela jari kak‫؛‬ Tusuk menyudut, 2 mm
(kanan-kiri 8 buah titik)

23 Yongquan Dl tengah telapak kaki belakang Tegak lurus, 2 mm

93
No• Nama Titik Lokasi Titik Kedalaman tusukan

24 Guanyuan Pada garis tengah ventral. 25 mm di bawah Tegak lurus, 2 mm


umbilikus

25 Kiqian Di depan patela kaki belakang Tegak lurus, 2 mm

26 Weijian (Ujung Di ujung ekor Tegak melintang 4 mm


ekor)

27 Sehnque D‫ ؛‬tengah-tengah umbilikus Hanya dihangati moksa

28 Zhongwan Di atas umbilikus 20 mm Tegak lurus 2 mm

29 Qiansanli 10 mm di bawah t t k Quchi Tegak lurus 5 mm


(Shousanli)

30 Waiguan 3 mm di atas pergelangan kaki depan, antara Tegak lurusi mm


tulang radius dan ulna

31 Neiguan Sisi medial kaki depan, 3 mm di atas pergelangan Tegak lurusi mm


kaki-depan, antara tulang radius dan ٧1‫و‬
٨
32 Quchi Dalam lekukan pada sis‫ ؛‬lateral send‫ ؛‬siku kaki- Tegak lurus 4 mm
depan, dekat ujung tulang radius.

‫ة‬3 Zhoujie Dalam lekukan di atas benjolan sendi siku kaki- Tegak lurus 4 mm
depan

34 Tanzhong D‫ ؛‬pertengahan antara dua putng susu. Pada Tegak lurusl,5 mm


garis tengah ventral tubuh, setinggi sela iga ke-4
danke-5

35 Chenqiang 1 mm dl bawah batas rambut bibir bawah Menyudut ke bawahi


mm.

S u m b e r: 1. L in W e n z h u t W a n g p e i( 1 9 9 3 ) A k u p u n k tu r E k s p e rim e n /S h a n g h a iS c ie n c e a n d T e c h n o lo g y P u b lis h in g
H o u s e .fD a la m B a h a sa M a n d a rin ).
2. Yu S h u g u a n g , X u I (2 0 1 2 ) Ilm u A k u p u n k tu r E ksp e rim e n , P e o p le d m e d ic a l P u b lis h in g H ouse, B e ijin g
(D a la m B a h a sa M a n d a rin ).

94
B A B II
MEKANISME KERJA 从 隨 謹 ^

1. REAKSI RANGSANGAN PADA TITIK AKUPUNKTUR


Rangsangan pada suatu titik akupunktur dapat menimbulkan reaksi:
a. Reaksi lokal, yaitu reaksi sekitar lokasi rangsangan, yang meliputi reaksi lokal-
segmental.
b. Reaksi segmental yang sesuai dengan segmen (dermatom. miotom, sklerotom,
viserotom)yangberhubungan dengan medulla spinalis; serta reaksi perangsangan
saraf kranial, terutama saraf trigeminus untuk daerah wajah.
c. Reaksi umum yang melibatkan hipotalamus, talamus, siStem limbik dan korteks
serebri.
Timbulnya reaksi-reaksi itu bergantung pada lokasi titik akupunktur, jenis dan
cara rangsangan, keadaan penyakit dan konstitusi tubuh pasien.
Secara garis besar, reaksi-reaksi itu dapat digolongkan dalam: efek analgetik dan
efek regulasi sistem tubuh.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk menjelaskan mekanisme kerja rangsang
akupunktur yang dapat menimbulkan reaksi-reaksi tersebut di atas serta menimbulkan
efek analgetik dan regulasi sistem tubuh. Penelitian ini menghasilkan sejumlah
hipotesis dan teori.

2. MEKANISMEKERJARANGSANGAKUPUNKTUR

2.1. Mekanisme Kerja Refleks Saraf


Bertolakdari hasilpenelitianstrukturanatomidanhistologiktitikakupunktur
dapat diketahui peran sistem saraf dalam mekanisme kerja rangsang akupunktur,
disamping itu refleks-refleks kutaneoviseral-viserokutaneal. yang melibatkan
saraf spinal somatik dan saraf otonum semuanya mendasari lahirnya teori
mekanisme refleks saraf.
Terkait dengan hubungan rangsang akupunktur dengan sistem saraf, perlu
dipahami terjadinya transduksi rangsang mekanik, kimia, termik, tekanan ataupun
vibrasi (rangsang akupunktur) menjadi signal neuron. Proses transduksi signal
neuron mencakup terjadinya potensial aksi yang membawa rangsangan yang
masuk ke susunan saraf pusat,dan mencapai organ efektor (organ target) di otak:
Ujung-ujung saraf bebas nosiseptor berfungsi sebagai reseptor yang peka
terhadap rangsangan mekanik, termik, listrik dan kimiawi (rangsang akupunktur).
Nosisepteor terletak di jaringan subkutis, otot rangka dan sendi, reseptor visera
terdapat di permukaan peritoneum, membran pleura, duramater dan dinding
pembuluh d3rah.
Rangsang akupunktur pada ujung-ujung saraf bebas itu. menimbulkan
kerusakan jaringan sel;memproduksi pelepasan sejumlah zat kimiawi seperti
bradikinin postraglandin, substansi p;dan zat kimia itu men-sensitisasi atau
transduksi sensorikdengan mengubah potensialmembransel.yangmenghasilkan
potensial aksi pada saat rangsangan telah C٧l<up memadai. Potensial aksi impuls
dihantar sampSi ke area targGt organ di korteks serebri.

95
2.2. Mekanisme Neurohumoral
Sejak tahun 1970-an, telah diketahui bahwa akupunktur analgesia
mengaktifkan sistem opioid peptida endogen dan mempengaruhi sistem regUlasi
nyeri dengan mengubah proses dan persepsi informasi noksius pada berbagai
tingkat sistem saraf pusat. Selanjutnya diketahui pula akupunktur analgeSia
memiliki dua model sistem, yaitu endorfin-dependent system yang melibatkan
rangsangelektroakupunkturfrekuensi rendah(2-AHz)intensitas tinggi,terjadinya
lambat dan ke seluruh tubuh, rangsangan bersifat kumulatif. Model kedua adalah
monoamine-depenclent system yang melibatkan rangsang elektroakupunktur
frekuensi tinggi (70 Hz atau lebih) intensitas rendah, yang terjadi dengan cepat,
segmental dantidak kumulatif.
Mekanisme kerja rangsang akupunktur analgetik, digambarkan secara
skematis oleh Promeranz dalam gambar skema berikut:

Gambar 33 Skema Mekanisme Kerja Akupunktur Analgetik


(Sumber:PomeranzB. Akupunktur Analgesia-Basic Research 2001)

Penjelasan Gambar ‫ د ت‬:


Akupunktur analgetik ditimbulkan oleh penjaruman titik akupunktur yang
merangsang serabut sarafberdiameter kecil, yangbermyelinserabutsarafA-delta
di kulit dan yang tidak bermyelin serabut saraf c dalam otot. Impuls rangsangan
dihantar ke medula spinalis. 3 pusat neural, yaitu medula spinalis, otak tengah
dan hipofisis-hipotalamus diaktifkan untuk pelepasan neurotransmiter (endorfin
dan monoamine), yang akan bekerja memblokir sinyal nyeri.
Sel nomor 5 bersinaps di medula s.pinaUs dengan sel nomor 6, yang
berpr〇 yeksi ke 3 pusat saraf menimbulkan efek analgetik.
Dalam medula spinalis seL 6 mengirim cabang pendek ke sel 7, yaitu sel
endorfinergik, yang melepaskan enkephalin atau dynorphin (tidak beta endorfin)
yang menghambat presinaptik hantaran signal dari sel 1, mencegah transmisi
signal nyeri ke sel 2; dan sel 7 juga secara postsinaptik endorfin bekerja langsung
pada sel. 2.
- Selanjutnya sel 6 berproyeksi ke otak tengah, mengikuti jaras anterolateral
(ALT), merangsang sel 8 dan 9 di periaquaductal gray (PAG) yang melepaskan

96
enkephalin untuk dlslhibit sel 10, pada gilirannya merangsang n u ie
yang terletak di medula oblongata (s e lll). yang menimbulkan rangsangan Lewat
jaras dorsolateral, melepaskan monoamine (serotonin dan norepiphrine, M) pada
sel-sel medula spinalis 2 dan 7.
sgnal rangsangan dari sel 6 tiba d kompleks hipofisis - hipotalamus pa—
da
sel 12 dan 13. Sel 12 di nuldeus arkuata mengaktifkan n, raphe lewat endorfin,
danl3 di hipotalamus dapat melepaskan beta- endorfin dari hipofisis, s e l u Dan
pelepasan beta-endorfin hipofisis ini diiringi oleh pelepasan ACTH, keduanya
masuk ke dalam sirkulasi darah dan cairan serebrospinalis.
Akson jaras spinotalamil<us dari sel 2, mempunyai serabut kolateral yang
turun dan merangsang sel 8 dan dapat menimbulkan efek analgetik. Fenoiena
ini yang disebut DNlC (diffuse nodus inhibitory control) dim3na
menghambat nyeri yang lain.
Pada saat pehjarUman dekat dengan tltlk nyeri tekan atau titik pemicu,
rangsangan akupunktur memaksimalkan sirkuit segmental pada tingkat sel 7 di
medula spinalis; juga mempengaruhi sel 11 dan 14. Saat penjaruman dilakukan
distal jauh dari daerah nyeri, terjadi pengaktifan otak tengah dan hipotalamus-
hipofisis (sel 11 dan 1厶) tanpa melewati lokal segmental yang mehpengaruhl
se_l 7.
S e l-se lll danlA menghasilkan efek analgetik sistemik, seluruh tubuh;
sedangkan sel 7 hanya menghasilkan efek analgetik lokal.
Cho et al (2001) mengemul<akan mekanisme rangsang akupunktur pada
jaringan perifer secara m en^luruh. Gb 2.2.

FRONTAL O C C IP IT A L

OM
N H yp
AO H
ENK
imi O XV
END
AC TH

H IM or ACUHJHCTU.

Gambar 34 Skema Hipotesis Mekanisme Neuromunoral Rangsang Akupunktur


(Sumber: ZH Cho et al. Neuro-Acupuncture, 2001)

Rangsang akupunktur mengikuti sara.f eferen tiba di lamina "■V kornu


dorsalis medula spinalis, yang berlanjut dihantar ke talamus; rangsangan dari
wajah dan daun telinga mengikuti saraf kranial sensorik juga tiba di talamus. dan
seterusnya ke korteks serebri. Dalam perjalanan ke talamus terjadi percabangan

97
ke hipotalamus, formasio retikularis, periaguaductus gray dan berbagai bagian
batang otak.
Hubungan talamus-korteks serebri-hipotalamus berlanjut dengan a)
berbagai poros hipotalamus-hipofise-organ kelenjar tertentu, yang berhubungan
dengan sistem endokrin; juga berlanjut pada b) sistem vegetative (otonom), dan
c) pelepasan neurokemikal serta d) pengendalian nyeri lewat periaqueductus
gray.

2.3. Mekanisme Neuroendokrinimun


Sesuai dengan hubungan yang erat antara sistem saraf, sistem endokrin, dan
sistem imun, kerja rangsang akupunktur sebagai stresor eksternal melibatkan
sistem neuroendokrinimun (Besedovsky, 1977) yang menjelaskan mekanisme
kerja timbulnya efek analgetik dan efek regulasi akupUnktur: Lihat Gambar 5‫ ة‬.

S i s t i Neuroendokrinimun

Korteks serebri Internal stresor

n e u ro tra n s m ite r ne u ro tra sn m ite r


sitokin reg ulasi fe e d b a c k
Hipotalamus 1....... . . . ,■ ■ :
Eksternal n eu ro p ep tid a n e u ro p ep tid a
stresor II -1 .IU 9
S i s t i Imun » Hipofisis
n e u ro p ep tid a horm on
irA C T H
ir E N D , ir T S H
reg ulasi
f e ^ lb a c k

Sistem endokrin
horm on
horm on
antib o d i, ko m p le m e n
berbagai s i s t i tubuh
sitokin, sel N K , m ak ro fa g

Gambar 35 Skema Mekanisme Kerja Rangsang Akupunktur (Stressor


Eksternal) Terkait dengan Sistem Neuroendokrinimun Besedovsky

2.4. Mekanisme Kerja Elektromagnetik


Sejumlah peneliti mengemukakan mekanisme Elektromagnetik berdasarkan
pada fenomena kelistrikan titik akupunktur. Penusukan jarum akupunktur dapat
menimbulkan beda tahanan listrik antara jarum (bagian luar tubuh) dan tepi luka
penusukan. Beda tahanan listrik ini membentuk mSdan Elektromagnet^
sekitar jarum dan melalui batang jarum tersebut ditangkap signal Elektromagnetik
lingkungan luar layaknya antena radio.
Dalam bidang bioelektro magnitik, diketahui bahwa signal medan EM
endogen dapat meregulasi status fisiologik, ritme bioligis dan sirkadian, fungsi
imun dan endokrin. Medan Elektromagnetik mempunyai kekhususan berfrekuensi
rendah dan intensitas rendah, sesuS dengan r3ngSang yang ditimbulkan oleh
akupunktur. Medan Elektromagnetik eksOgen (rangsang akupunktur) dapat
merangsang dan regulasi proses fisiologik;
P^njarUman akupunktur merangsag signal Elektromagnetik endogen dalam
tubuh menjadi lebih kuat dari normal, dan signal rangsang itu mengaldbatkan
pelepasan endorfin dan mobilisasi sel-sel sistem imun pada daerah kelainan
(nyer). meregulasi fungsi fisiologik untuk pulih normal kembali.

98
2.5_ Mekanisme Mediasi ]aringan Ikat
Mekanisme m e la s i jaringan ikat ini. sesuai dengan temuan Langevin
et al. (2001, 2002) tentang adanya lapisan jaringan ikat intermuskular
ataupun intramuskular pada lokasi titik akupunktur dan terjadinya fenomena
lilitan (winding around the needle phenomenon) yang dapat diperlihatkan
dengan Ultrasonic Imaging. Terjadinya lilitan jaringan ikat pada badan jarum
menimbulkan signal sensorik melalui mekanotransduksi. Berdasarkan h.al-hal
tersebut. dibangUn suatu postulat bahwa signal mekanik pada perangsangan
titik akupunktur menimbull<an efek mencakup gene expression, protein synthesis,
bio-physiological change and extracellular matrix modification. Modifikasi matriks
ekstraselular itu dapat mempengaruhi struktur jaringan lain yang merupakan
bagian dari matriks tersebut;seperti sensorik aferen. fibroblas, imun dan sel
vaskular.
Langevln juga menemukan bahwa fibroblas yang berkumpul pada matriks
ekstraselular sekitar jarum te rlilit itu dalam waktu singkat menyebar melalui
matriks ekstraselular untuk kemudian 'ditangkap, dengan reseptor tertentu di
daerah yang berjarakjauh.
Mekanisme mediasi jaringan ikat ini merupakan penjelasan efek jauh dari
perangsangan suatu titik akupUnktur.

2.6. 2007)
G r o w th C o n tr o l M o d e l( S h a n g ,
Bahwa titik akupunktur merupakan suatU- organizer dengan sejumlah
morphogen, molekul messanger di sekitarnya. Growth control system melalui
organizer dan morphogen molekulnya meregulasi bentuk dan fungsi sistem
tubuh. Lewat rangsangan titik akupunktur yang menggerakkan mOrphogen.
Molekul messanger bergerak menuju reseptor pada : target jaringan/organ,
sehingga tercapai regulasi sistem organ, baik bentuk morfologik maupun fungsi.
Pada dasarnya semua mekanisme kerja te.rsebut di atas, dimulai dari
terjadinya mikrotrauma pada permukaan tubuh akibat penjaruman. Mikrotrauma
ini selanjutnya menyebabkan kerusalon jaringan yang akan merangsang proses
pemulihan, timbul reaksi imun, reaksi peradangan yang dalam prosesnya terjadi
pelepasan neurotransmiter, kemudian timbul molekul messanger yang bekerja
melalui sistem saraf, sistem vaskuler, sistem limfa, matrik interseluler: jaringan
jkat; yang selanjutnya melibatkan sistem endokrin dan imunologik, s.ehingga
signal informasi akhirnya mencapai target organ.

99
DAFTAR PUSTAKA

1. LangevinHM,ChurchiUDL,CipoLaM].(200l)Mechanicalsignalingthrough connective
tissue : a mechanism for therapeutic effect of acupuncuture. FASEB ] 〇 u rn a l.l5 (l2 ):
2275-2282.
2. LangevinHM, Churchill DL, Fox ]R 'e ta l. (2001) Biochemical responS to acupuncture
needlinginhuman. J.APPI; Pysiol91:lA71-1478.
3. Langevin HM, Churchill DL: Wu ] at al (2002) •Evidence of connective tissue
involvement in acupuncture. Fseb j . l 6 :872-874.
4. Dung HC, Ma YT.(l٠ 999) Scietlfic a.cupuncture for health professlonals.Yiyao Kezh,
Beijing 69-73
5- Pomeranz B, Chiu D. (1976) Nalaxon block acupuncture analgesia and causes
hyperalgesia : Endorfin is implicated. Life S d .l9 :
1757-1762.
6. Pomeranz B, Warma n. (1988) Potentiation of analgesia by two repeated electro-
acupuncture treatments : the first opioid analgetik potentiates, seCond nonopiold
analgesia response. Brain Res; A52: 232-236.
7. Cho ZH, Chung sc, Jones Jp, et al.(l998) New Findings of the correlation between
acupoints ang corresponding brain cortices using functional MRI. Proc Natl Acad Sci.
USA. 95:2670-2673.
8. Cho Z— H. Lee SH, Hong ]1〈 , et al. (1999) Further evidence for the correlation between
acupuncture stimulation and cortical activation. Preceedings. New Directions in the
Scientific Exploration of acupuncture. University of California, Irvine.
9• Cho ZH, Na cs, Wang EK et al (2001). FunctionaJ magnitic resonance Imaging of the
brain in the investigation of acupuncture. In Clinical acupuncture scientific basis.
Strux G. Hammerschlag R (eds). Spring Verlag Berlin Heidelberg. 83-95.
10. Promeranz B. (2001) Acupuncture analgesia-basic research: Neural mechanisms
of acupuncture—a— nalgesia. In Clinical acupuncture scientific basis, Strux G,
Hammersschlag R. Spring Verlag Berlin Heidelberg. 2-7.
11. Bowsher D. (2004) Mechanisms of acupuncture. In Medical Acupuncture, a western
scientific approach. Fishie ‫ل‬٠White A. (eds). Elsevier Ltd. 69-82:
12. Strux G, Promeranz B (1987). Acupuncture: Texbook and atlas. Springer Verlag Berlin,
1-28.
1‫ ؟ _ ذ‬ho ZH, Wong El〈 , FaOn ]. (2001) Neuro-acupuncture, Volume I, Neuroscience Basics.
Q-puncture Inc. Los Angles. 98-101.131.
14. LuG YC, Zhang YH, ZhOu YX_(2002) Acupuncture and Immun (Mandarin). Renming
Weisheng.Beijing. 278.
15. Baesedovsky HOet a l( l9 8 l) : NeuroenclocrinimmunsystemJ. lmmunology.l25:385
16. Becker RO, Selden G. (1985) The body electric: Electromagnitism and the foundation
of life. Morrow, New York,-•
17. Langevin HM, Mario AA, Vailancourt PD.( ‫ ا‬999 ‫ إ‬Acupuncture : does it work and. If so,
hoW? Seminars In Clinical Neuropsychiatry. 4 (3) :1.67:175•
18. Shang (2007) Prospect test on biokogical models of acupuncture evidence-based
comoplementary and alternative medicine. http//oxfordjournals org/egl/content/
full/nem.

100
BAGIAN KEDUA
RANGSANG AKUPUNKTUR
Efek rangsang akupunktur dipengaruhi oleh konstitusi tubuh, keadaan lingkungan,
keadaan penyakit, titik akupunktur yang dirangsang, alat rangsang yang dipakai dan cara
rangsang yang diberikan.

Rangsang akupunktur merupakan rangsangan fisik, seperti berikut Ini,

BABI RANGSANG MEKANIK


BABII RANGSANG TERMIK
BAB III RANGSANG LISTRIK
BABIV RANGSANGMAGNIT
BABV RANGSANGGELOMBANGSUARA
BAB VI RANGSANG GELOMBANG SINAR
BAB VII RANGSANGAN BEDAH MINOR
BAB VIII RANGSANG PADUAN DENGAN MEDIKAMENTOSA

Sebelum pembahasan lebih Lanjut, kiranya perlu kiranya perlu diperhatikan bahwa
melakukan rangsang akupunktur harus dengan benar dan an٦
an, k a re n a ^ ^
kompetensi yang sesuai, yang memberi wewenang dan perlindungan.
BABI
RANGSANG MEKANIK

Seperti yang t.elah kita ketahui dan juga telah diuraikan dalam b k
akupunktur sebelumnya, bahwa selain dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan keadaan
lingkungan pasien, efek rangsang akupunktur tergantung pula pada titik akupunktur yang
dirangsang, alat rangsang yang digunakan dan cara rangsangan itu diberikan.
Jenis rangsang yang akan dibahas pertama kali adalah rangsang mekanik. Rangsang
mekanik yang dimanfaatkan akupunktur meliputi dua macam teknik yang terdiri d a ri:
1. Rangsarlgpenjaruman.
2. Rangsang teka— n jari, dikenal juga sebagai akupresur.

1. RANGSANG PEN]ARUMAN
Rangsang p e n ja _ a n merupakan rangsang utama akupunktur. Seperti halnya
istilah akupunktur, yang berasal dari kata acus (jarum) dan punctura (tusuk), maka
tekni!〈 ini Menggunakan Jarum sebagai alat perangsangannya.
Jarum yang dapat digunakan merangsang titik akupunktur sangat beraneka ragam
dan terdiri dari:

1.1. Jarum halus (‫) إم‬/:


‫ ه‬٢/‫ أأ‬/7‫)ةأﻣﺢﺀة‬
1.1.1. Struktur jarum
Struktur jarum terdiri dari 5 bagian : ujung, badan, akar, tangkai dan
ekor. (Gambar 36)

1 2 3 4 5

Gambar 36 Struktur Jarum Akupunktur: 1. ujung, 2. Badan,


3 . akar, A. Tangkai, 5 . ekor.

Tangkai jarum menentukan tampilan jarum halus dan membagi jarum


ke dalam 4 bentuk jarum yaitu : tangkai bundar, tangkai kembang nada
melingkar, tangkai rata dan tangkai bertabung. (Gambar 37)

Gambar 37 Jenis Tangkai Jarum.


1. Tangkai bundar, 2. Tangkai kembang nada melingkar, 3. Tangkai rata dan A. Tangkai bertabung

101
1.1.2. Bahan dan Ukuran
Jarum halus terbuat dari bahan baja tahan karat, dengan spesifikasi
tersebut dalam Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Spesifikasi Jarum Akupunktur.


Panjang (Cun) 0,5 1 1,5 2 3 A 5
(mm) 15 25 40 50 75 100 125

Nomor 26 27 28 30 31 32 3A
Diameter (mm) 0,45 0,42 0,38 0,32 0,3 0,28 0,23

1.1.3. Cara Wemegangdan Menusukkan Jarum


Pada penusukan jarum, cara memegang jarum dapat dijabarkan
sebagai berikut:

٠ Dua jari tangan


Tangkai jarum dijepit oleh ibu jari dan jari telunjuk (Gambar

Gambar 38 Cara Memegang Jarum Dua Jari

٠ Tiga Jari tangan•-


Tangkai jarum dijepit oleh ibu jari di satu pihak dan jari telunjuk dan jari
tengah di lain pihak (Gambar 39).

Gambar 39 Cara Memegang Jarum Tiga Jari

«Empat Jari tangan.


]arum dijepit oleh ibu jari di satu pihak dan jari telunjuk, jari tengah dan
jari manis d pihak lain (Gambar 40_).

102
Gambar 40 Cara Memegang Jarum 4 Jari.
٠Menjepit badan jarum.
/〇
Dengan menggunakan kapas beralkohol 70٥ , batang jarum dijepit ibu jari
dan jari telunjuk (Gambar 41).

Gambar A l Cara Menjepit Badan Jarum.

• Dua tangan.
Dua atau tiga atau empat jari tangan kanan menjepit tangkai jarum, ibu jari
dan jari telunjuk tangan kiri memfiksir jarum tertuju pada titik akupunktur
yang ditusuk (Gambar 42).

Gambar 42 Cara Memegang Jarum Dua Tangan.

1.1.4. Pelatihan Kekuatan ]ari Tangan


Sebelum melakukan penusukan jarum, diharuskan terlebih dahulu
melatih:
a. Kekuatan jari tangan, dengan cara melatih ujung ibu jari ditekankan
pada ujung jari telunjuk dan jari tengah, untuk masing-masing tangan
ionan dan kiri (Gambar 43).
b. Kekuatan jari tangan yang menusuk lewat kulit, dengan cara Latihan
menusukkan jarum pada lapisan tisu atau gulungan bola tisu, seperti
pada Gambar AA. Latihan sebaiknya menggunakan jarum yang cukup
halus dan cukup panjang. Misalnya jarum halus berdiameter 0: 32 mm
panjang 40 mm••

103
Gambar 43 Cara Latihan Kekuatan Jari Tangan.

Gambar AA Latihan Menusuk dengan Tisu berlapis ( l) dan Bola Tisu (2)

Setelah dapat menusuk masuk dengan lurus, latihan dilakukan pada


lengan/paha sendiri dan bilamana telah mampu, maka dapat iu la i
meGcoba berlatih pada orang lain.

1.1.5• Posis! Pasien yang Akan Ditusuk


Terdapat 5 pOsis—
i standar pasien .pada saat d-itusuk• sebagai berikut ٠
:
Berbaring telentang, berbaring telungkup, berbaring miring (Gambar 5‫)ب‬
duduk bersandar kursi dan duduk dengan tubuh dorsal terbuka. (Gambar
46)

104
Gambar 45 Posisi Berbaring.

Gambar 46 Posisi Duduk.

Prose—dur Penjaruman
Setelah memiliki kekuatan jari tanga_n yang cukup, barulah boleh
mulai melakukan penusukan pada pasien: Setiap penjaruman seyogyanya
mengikuti prosedur standar sebagai berikut:

a. Menusukkan jarum
Dapat dakukan dengan cara :
- Cepat (Gambar A7)T
- Lambat (Gambar 48).

Dapat pula dilakukan dengan cara :


- Satu tangan (G a m b a ri).
- Dua tangan (•Gambar 50).

Agar penjaruman lebih mudah, pada daerah kulit di tempat titik


akupunktur yang dituju, dilakukan penekanan kuku (Gambar 51) atau
peregangan (Gambar 52) atau mencubitnya (Gambar 53).

Cara yang termudah menusukkan jarum adalah menggunakan jarum


bertabung, yaitu jarum dengan tabung yang panjangnya sedikit lebih
pendek daripada jarum itu sendiri. Dengan sekali menepak, ekor
jarum masuk. meleWati kulit (Gambar 54)_

Gambar 47 Penusukan Cepat.

105
Gambar A8 Penusukan Lambat.

Gambar A9 Penusukan Satu Tangan.

Gambar 50 Penusukan Dua Tangan.

Gambar 51 Penusukan Dua Tangan dengan Tekanan Kuku.

106
Gambar52 Penusukan dengan MeregangKulit diSekitar Titik Akupunktur.

Gambar 53 Penusukan dengan Mencubit

Gambar 54 Penusukan dengan Bantuan Tabung.

Pada prosedur penjaruman, posisi jarum terhadap permulaan tubuh


pasien perlu mendapat perhatian selanjutnya. Untuk posisi jarum,
penjaruman dapat dilakukan secara (Gambar 55 ):
: Tegak lurus, dimana badan jarum tegak lurus terhadap tubuh
pasien.
• ■Membentuk sudut 厶5 ٠atau mendatar 15. pada permukaan kulit
pasien
Pertimbangan ditentukan berdasarkan letak titik akupunktur. Pada
daerahberOtot umumnya tegak lurus, misalnya di bokog, lengan dan
paha. Pada daerah bertulang biasanya dilakukan bersudut, misalnya
d dahi dan di kepala. Apabila dilakUkan bersudut, maka arah sudut
jarum ditentukan sesuai dengan letak proses kelainan.

107
b. Sensasi Jarum. ٠ ‫ة‬،?‫ أ‬atau A c u -e s th e s ia
SeteLah jarum melewati kulit, jarum ditusukkan lebih dalam samp
diperoleh suatu sensasi jarum ; yang disebut Deqi. Penjaruman lebih
dalam dilakukan dengan manipulasi jarum tekan-putar atau cabut-
penam (Gambar 56 dan Gambar 57)_
Deqjadalah istilah klasik, yang berarti memperoleh qi, yaitu rasa berat
yang terasa oleh dokter dan terasa linu, tebal, ke.baS, atau seperti
‫؛‬erlGna aliran listrik yang terasa oleh pasien. Menurut penelitian
sensasi itu mungkin berl<aitan dengan timbulnya potensial aksi
impuls rangsang akupunktur. (Gambar 58 dan Gambar 59).
Sehsasi jarUm Menjadi syarat untuk setiap penjaruman agar mencapai
hasil optimal. Apabila dalam waktu yang lama tidak diperoleh sensasi
jarum, maka dGkter dapat melakukan tindakan pendul(٧ng dengan
cara mengurut atau mengetuk-ngetuk sekitar tusukan (Gambar 60)
‫ ةأة‬٧ melakukan rangsangan pada jarum -dengan cara menyentl.l
(Gambar 61) atau megerUk ta g k a i jarum (Gambar 62).
Setelah memperoleh Sensasi j3rum: jarum dimaniputasi mengikuti
pedoman bahwa rangsang ringan untUk tujuan penguatan, rangsang
kuat atau kasaruntukpelemahan dan rangsang sedang bersifat netraL

Gambar 57 M anipulasi Jarum TekanmPutar.

108
Gambar 58 Sensasi Jarum (D e q i atau A c u -e s th e s ia ).

Gambar 60 Tindakan Mendukung D e q i:


!.Mengurut, 2. Mengetuk.

109
Gambar 6 1 Tindakan Mendukung D e q i dengan Cara Menyentil.

Gambar 62 Tindakan Mendukung Sensasi Jarum dengan


Cara Mengeruk Tangkai Jarum

c. Jarum Ditinggal
Setelah dimanipulasi sesuai dengan pedoma_n rangsang akupunktur,
maka jarum d it g g a l untuk waktu tertentu. Sesuai dengan berbagal
hasil penelitian, lamanya jarum ditinggal rata-rata 30 nTenit. Namun
rangsangan penguatand.an pelemahan ditentukan oleh kekuatan
rangsangan, haluS atau kasar; bukan waktu jarum ditinggal.

d. Pencabutan ]arum
‫ ؟‬encabutan jarum merupakan tahap akhir prosedur penjaruman.
Biasanya dilakukan dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri
mereg3ngkan otot sekitar tusukan, tangan kanan m'encabut dengan
memutar ringan jarum sampai di bawah kulit, kemudian mencabutnya
keluar. Lubag bekas tusuk■ dihapus kapas beralkohol.

1.1.7• Derajat Rangsangan


Derajat rangsangan yang diterima tubuh pasien, bergantung pada
kekuatan rangsang al<upunktur yang diberikan pada saat penjaruman.
Jenis rangsang dibedakan dalam ringan-halus, berat-kasar dan sedang,
yang merupakan manipulasi jarum setelah mendapat rasa-jarum. Selain
Itu, derajat rangsangyang dihasilkan bergantung pula pada kondisi pasien,
penyakit pasien dan titil 〈akupunktur yang dipilih.
Untuk pemilihan jenis rangsang akupunktur perlu terlebih dahulu
menegakkan diagnosis dan menyusun rencana terapi.

1.1.8. Kejapan Luar Biasa dan Cara Menanggulanginya


Terjadinya sesuatu yang tidak umum dan tidak diharapkan pada
penjaruman antara lain adalah:

a. ]arum tertahan, tidak dapat digerakkan.


Biasanya disebabkan oleh karena:

110
• Tenaga yang digunakan, pa.da saat penjaruman berlebihan
• Perputaran jarum tidak diiringi penekanan pada metoda tekan-
put.ar.
• Memutar jarum satu arah saja.
Hal ini ditimbulkan karena se—rabut otot terpilin pada batang jarum.
Pada keadaan ini, diupayakan memutar jarum perlahan, mencari jalan
terlepasnya pilinan serabut otot.
Bila Skibat pasien tegang dan takut' menenangkan pasien sambil
mengurutny.a adalah jal3n keluar. Kalau akibat ekstremitas yang
bergerak, maka posisi ekstremitas dikembalikan ke posisi semula.
UntUk mencegah terjadinya jarum tertahan, yang pGrtama kail harus
diperhatikan adalah teknik penjaruman yang dilakukan sudah baik
da'n benar, selanjutnya ada[ah memberikan •informasi yang cukup
kepada pasien tentang terapi yang akan dilakukan agar pasie_n
mendapatkan pengetahuan yang cukup dan tidak menjadi tegang.

b. ]arum Bengkok
Umumnya terjadi karena:
• Pasien bergerak.
• Rangsangan penjaruman yang belum cukup baik,
•٠ Tenaga yang dipergunakan terlalu kuat dan menimbulkan nyeri
Maka dengan sabar, arah jarum yang berubah akibat bengkok diikuti
dan -Periah.an-lahan jarum diCabUt mengikuti arah bengkoknya
(Gambar 63).

Gambar 63 Cara Mengatasi Jarum Bengkok.

c. Jarum Patah
Jarum patah Jarang ditemukan, terutama bila menggunakan
،/‫؛‬sposab/e needle, jarum sekali pakai. Terjadinya jarum patah biasanya
diakibatkan karena batang jarum yang berkarat, terutama akar jarum.
Bila sampai terjadi juga,. Aaka usa:hak3n mencabutnya dengan pinset
(Gambar 64), dan apabila diperlukan maka dapat dilakukan tindakan
hedah minor.

111
Gambar 64 Salah Satu Cara Mengatasi Jarum Patah.

d. Pingsan Jarum
Biasanya akibat pasien tegang, terlalu lelah, terlalu Lapar, sakit
lama, berkeringat banyak, posisi pasien tidak tepat atau rangsangan
terlalu kuat, Sehingga pasien ^nerasa dada — nuh sesak, mual,
pusing, berkunang-kunang, muka jadi pucat, aLat gerak dingin, serta
berkeringat. Pada keadaan yang pingsan jarum yang berat dapat
terjadi tekanan darah menurun, hilangnya kesadaran, bibir sianotik.
milSi dan defekasi tidak tertahan.
Tindakan yang harus segera dilakukan berurutan adaLah sebagal
berikut:
• Seluruh 3 ‫ _ؤ‬dicabut.
■ Pasien dibaringkan dengan posisi kepala lebih rendah.
• Pakaian pasien dilonggarkan.
• Biarkan pasien menghirup udara segar.
Kasus ringan akan segera pulih,-Kasus berat dapat dilakukan
penekanan pada titik RenzhOng. BiLa beLum teratasi juga, maka
dilakukan tindakan penanggulangan kasus gawat darurat sesuai
standar medik yang berlaku fada Umumnya.

e. Hematom
Pada saat melakukan prosedur penusukan, dapat terjadi perdarahan
yang disebabkan oleh karena :tertusuknya pembuluh darah kecil.
Pada kasus perdarahan ini, tidak diperlukan tindakan khusus, cukup
melakukan penghapusan darah dan penekanan dengan kapas alkohol.
Namun, perdarahan yang cukup bes_ar menimbulkan hematom. Untuk
itu, perlu dilakukan kompres dingin atau penekanan menghentikan
perdarahan, kemudian dapat dilanjutkan dengan kompreS hanga.t.
Penanggulangan selanjutnya adal.ah seperti penang.anan medik
umumnya dalam kedokteran.

f. Sensasi pasca penjaruman


Setelah selesai terapi akupunktur, kadang-kadang pasien masih
merasalon pegal, linu, kebas dan rasa tidak nyaman di sekitar lokasi
penusukan. Ya—ng ringan akan hilang dengan sendirinya, sedangkan
yang parah perlu diberi penghangatan moksa dan tuina. Umumnya
dalam 1 sampai 3 hari telah pulih kembali.
Namuntetaplah perlu mencegahterjadinya sensasi sisaini pada setiap
kasus yang ditangani. Selalu diingat untuk menghindari rangsangan
kuat cabut-benam pada lokasi serabut saraf besar dilakukan dengan
hati-hati.

1.1.9. Hal-Hal yang Perlu Menjadi Perhatian


a. Pada pasTen dengan kondisi lemah, pasien baru, dan pasien neurotik

112
tidak diberi rangsangan kuat. Sedapat mungkin penjaruman diakukan
pada pasien d e g a n posisi pasien berbaring.
b. Pada pasien hamil yang usia kehamilannya sampai dengan 12 ininggu,
tidak dilakukan penjaruman pada titik akupunktur perut bawah (pelvis);
sedangkan pada usia kehamilan diatas 3 bulan hendaknya tidak menusuk
titik akupunktur sekitar perut dan bokong. Titik Sanyinjiao, Hegu, Zhiyin,
Kunlun sebaiknya tidak ditusuk pada keadaan hamil dan saat haid yang
normal. Saat haid juga tidak dilaicukan penusukan.
c. Pada pasien anak-anak yang tidak dapat bekerja sama sebaiknya jarum
tidak ditinggal. Dan pada saat ubun-ubun belum tertutup, sebaiknya
tidak menusUk daerah tersebut.
d. Umumnya pada pasien dengan kelainan perdarahan dan bekuan darah
tidak dilakukan penjaruman:
e. Pada daerah organ vital di dada, abdomen, serta dorsal tubuh,
penjaruman dilakukan tidak terlalu dalam untuk mencegah akibat yang
tidak diharapk_an. Pengetahuan anatomi tubuh manusia menjadi syarat
utama untuk dikuasai dan diingat dengan baik.
f. Pada titik akupunktur sekitar Grbita, tidak dilakukan teln^
benam cabut dengan amplitudo besar, untuk mencegah perdarahan.
g. Kulit yang infeksi, ulkus, bekas-luka, tumor tidak ditusuk.

1.2. Jarum Prisma


Jarum prisma [Sanleng Zhen) digunakan untuk mencederai titik akupunktur
tertentu dan melul〈al pembUluh darah permukaan tubuh, sehingga menge_luar^^
darah, yang selanjutnya menyembuhkan penyakit.

1.2.1. Struktur dan Ukuran Jarum Prisma


Dibuat dari bahan baja tahan karat,- panjang sekitar 6 cm, terdiri dari
prisma tiga sisi yang tajam dan runcing diujungnya (Gambar 65).
Terdapat dua macam jarum prisma, ya itu :
٠ JarUm p^sma besa.r : pan.jang jarum 65 mm dengan diameter batang
jarum 2,6 mm, panjang bidang tajam prisma 15 mm:
٠ Jarum prisma l<ecil: panjang jarum 65 mm. diameter batang jarum 1,6
mm, panjang bidang tajam prisma 6 mm.

Gambar 65 Jarum Prisma.

113
1.2.2. Cara Penggunaan
Jarum prisma digunakan dengan 4 cara :
a. Cara tusuk menutuk
Daerah titik akupunktur yang akan dirangsang terlebih dahulu diurut,
agar terkumpul banyak darah; setelah tindakan antiseptik, ibu jari,
telunjuk dan jari tengah tangan kiri memfiksir daerah titik akupunl<tur
tertuju, tangan kanan memegang jarum prisma, dengan cepat
menutuk dan ditusuk sedalam 0,2-0,‫ ق‬cun, kemudian jarum dicabut,
daerah titik akupunktur itu diurut-tekan, dikeluarkan darah, sampai
perdarahan berhenti, bekas tusukan di hapus kapas beralkohol
‫؛‬Gambar 66).

Gambar 66 Cara Menusuk Mematuk Jarum Prisma

b• Cara tusuk keliling


Penusukan jarum i r is , , diakukan sekeliling daerah l<e[ainan,
tusukan. Pe.nusukan dilakukan dari luar ke ar3h dalam (Gambar 67).

Gambar 67 Cara Menusuk Keliling Jarum Prisma

c. Caramencukll
Pencukilan dilakukan secara melintang pada titik akupunktur tertuju
dan kulit yang dicukil kira-kira setebSl 0,2-03 cm,
dipergunakan untuk mencukil jaringan subkutan yang lebih dalam
ya'ng Berwarna putih sampai habis.
Titik akupunktur yang dipilih dapat berupa titik nyeri spontan atau
nyeri tekan pasif pada daerah keluhan atau daerah paravertebralis
atau titik peka rangsang terkait dengan organ visera t.erkait (Gambar
68).

Gambar 68 Cara Tusuk Mencukil Jarum Prisma

114
d. tusuk berdarah
Setelah tindakan antiseptik rutin, ibu jari tangan kiri mene^
di bawah titik akupunkturyang dituju. sedangl<an diatasnya dilakukan
pengikatan ketat dengan pipa karet; ta g a n kanan melakukan
pelukaan vena sedalam 0,5-1 cun dengan jarum prisma Dengan
cara demikian maka terjadilah pengeluaran darah yang kemudian
d‫؛‬tunggu sampai perdarahan berhenti. Setelah itu, titik ySng d i t u
ditekan dengan kapas beralkohol.

1.2.3. Aplikasi Klinis


Empat cara tusuk berdarah jarum prisma tersebut diatas digunakan
untuk mengatasi masalah nyeri bendungan darah dan sindrom darurat
(terkait dengan tusuk berdarah Shixuan di ujung jari jemari tangan).

1.3. ]arum Kulit


]arum rangsang dangkal pada permukaan kulit yang terdiri dari gabungan
sejumlah jarum baja tahan karat. Cara penggunaan jarum kulit adalah dengan
mengetuldon pada daerah tertentu di permukaan kulit untuk merangsang
segmen dermatom terkait.

1.3.1. Struktur Jarum Kulit


Terdapat beberapa macam jarum kulit, y a itu :
٠ Gabungan lima jarum disebut MeihuaZhen.
• Gabungan tujuh jarum disebut OixirigZhen.
• Gabungan 18 jarum disebut Lohan Zhen.
٠ Penggunaan ketiga jenis jarum kulit tersebut diatas adalah dengan cara
diketuk secara ritmis di permukaan kulit, sedemikian rupa sehingga
jarum kulit jatuh rata pada permukaan l〈uUt_.
٠ .]arum kulit: berbentuk roda giling, yang penggunaannya dengan a
menggelindingkan roda jarum kulit (Gamta「

KCT.

1 2 5
Gambar 69 Jenis Jarum K u lit: 1. Jarum M e ih u a atau Q w ix irig ,
2. Jarum L o h a ri dan 3. Jarum Roda Gelinding

115
Gambar 70 Cara Memegang Jarum M e ih u a atau Q ix irig

Gambar 71 Cara Menggunakan Jarum M e ih u a dan Q ix in g

1.3.2. Cara Penggunaan


Rangsangarum kulit dibedakan dalam :
٠ Rangs3n٠ g ringan untuk orang tua, kondisi lemah, wanita hamil, anak-anak
dan daerah wajah.
٠ Rangsangan kUat untuld〈ondisi tubuh yang kuat, daerah pundak, dorsal
tubuh dan alat gerak.
• Rangsang sedag digunakan pada umumnya, kecuali daerah wajah dan
panca indera.
Cara rangsang jarum kulit diakukan dengan cara berikut: (Gambar 72
sampai dengan Gambar 74).

116
(1) (2)
Cambar 7 3 Cara Penggunaan Jarum Kulit
pada Dorsal Tubuh (1) dan Ventral Tubuh (2)

1.3.3. Aplikasi Klinis


Sering diterapkan pada nyeri kepala, fasial paralisis, penyakit mata,
penyakit hidung, vertigo, penyakit gastrointestinal, rheumatism, rambut
rontok, alopesia dan berbagai penyakit reproduksi baik pada laki-laki
maupun pada perempuan.

117
1.4• 】 arum Dalam Kulit
]arum dalam kulit disebutjuga sebagai jarum tanam.

l.A .l. Struktur ]arum Dalam Kulit


Didapati dua macam jarum dalam kuLit, yaitu tipe granuler (Keli) dan
tipe paku (Gambar 75).

Gambar 75 Jarum Dalam K u lit:


( !) Tipe Cranuler (2) Tipe Paku Payung

1.4.2. Cara ‫ ؟‬enggunaan


Dalam penggunaannya.jarum dalam kulitini ditusukkan ke dalam kulit
secara melintang ( tig ra n U le r) atau dengan cara ditelan (tipe
jarum dalam kulit tipe paku payung umUmnya dipakai pad.a Akupunktur
Daun Telinga. Setelah masuk dalam kulit, jarum direkat dengan plester
untuk sehah atau beberapa hari (Gambar 76 dan Gambar 77).

Gambar 76 Cara Penanaman Jarum Dalam K ulit Tipe Granuler.

118
Cambar 77 Cara Penanaman Jarum Dalam K ulit
Tipe Palw Payung di Daun Telinga

1.4.3. Aplikasi Klinis


Umumnya digunakan pada penyakit kronis dan penyakit kambuhan.
Antara Lain : hipertensi, neural-astenia, trigeminal neuralgia, migren, tiks,
asthma bronkhial. kolik empedu, arthritis, keseleo, haid tidak teratur, dan
ngompol.

1.5• Mangzhen(Awn Needle)

1.5.1. Struktur M a n g z h e n
Mangzhen serupa dengan jarum halus, tetapi jauh lebih panjang,
panjang terpendek 5 cun dan terpanjang 30 cun.

1.5.2. Cara Penggunaan


Keistimewaan jarum ini adalah digunakan untuk rangsangan dalam
dan rangsangan tembus sejumlah titik akupunktur (Cambar 78, Gambar 79
dan Gambar 80).

Gambar 78 Cara Memegang M a n g z h e n Saat Penjaruman

119
Gambar 79 Cara Penusukan Tegak Lurus M a n g z h e n .

Gambar 8 0 Cara Penusukan Mendatar M a n g z h e n .

1.5.3. Aplikasi Klinis


Secara digunakan untuk merangsang sejumlah titik akupunktur
sekaligus,, misalnya pada hemiparesis paska stroke, lumpuh, penyakit
tulang belakang, penyakit gastrointestinal dan penyakit urogenitaiia.

1.6. Huozhen (Jarum Api)

1.6.1. Struk—
tur ]arum Api
Didapati 3 t.ipe jarum api, yaitu jarum api berkepala tiga, jarum api
besar dan jarum api kecil (Gambar 81 ):
٥ ٠

n
‫ا‬
‫أ‬٠
‫ة‬٠‫اة‬
__٠

Cambar81 Tiga Jenis Jarum Api(Huozhen)


(1) JaruM Api Berkepala Tiga (2) Jarum Api Besar (3) Jarum Api Kecil
1.6.2. Cara ‫ ؟‬enggunaan
Secara khusus jarum api Itu dibakar dengan api spiritus, sampai
batang jarum (Gambar 82) menjadi merah; Lalu jarum ditusukkan dengan
cepat e titik alupunktur yang dituju, kemudian dengan cepat p٧a ^
itu• dicabut.
Pada jarum api terjadi perpaduan antara rangsang mekanik dan termil〈•

Cambar 82 Jarum Api Dibakar Sehingga Berwarna Merah.

1.6.3. Aplikasi Klinis


Digunakan untuk menghentikan nyeri kronis‫ ؛‬kelainan kulit dan
jaringan bernanah, menghilangkan bengkak dan gatal.

1.7. Dlzhen (]arum Tekan}

1.7.1. Struktur Dizhen


Dizhen adalah jarum halus dengan ujung Jarum tumpul, yang
dalam penggunaannya ujung jarum menekan titik akupunktur tanpa
menembusnya (Gambar 83).

Gambar 83 Jarum Tekan (D iz h e n ).

1.7.2. Cara penggunaan


Tanga Jarum dipegang 0‫؛‬eh 3 ja r i: ibu jari, jari tengah dan jari
sedangkan jari telunjuk diletakkan pada ekor jarum dan berperan untuk
menekan titik akupunktur yang dituju.

121
Rangsangan dapat diperkuat dengan mengeruk tangkai jarum, dimana
perangsangan dapat ringan atau berat tergantung pada kebutuhan.
Penekanan dilakukan sampai timbul warna kemerahan di sekitarnya.
Rangsangan berat dapat di.capai dengan penekanan kuat sampai teraSa
nyeri atau linu, atau sampai timbul rasa penjalaran.
Pasien mendapatkan sepuluh 1< ‫ ااة‬terapi sebagai satu seri terapi.
Apabila setelah satu seri terapi tidak ada perubahan; maka dapat diganti
dSngan cara rangsang yang Lain.

1.8. CuZhen (jarum Kasar)

1.8.1. Struktur ]arum


Bentuk jarum serupa dengan jarum halus, hanya jauh Lebih panjang
dan kasar dibandingjarum halus. Diameter badan jarum 0,3-2 mm, panjang
jarum 3-厶cun dalaS berbagai ukuran dan nomor.

1.8.2. Cara Penggunaan


a. Cara memasul<l<an jarum
Ujung jarum d ije p t dengan kapas beralkohol, Lalu dihujamkan masU
dengan cepat. Setelah lewat kulit, jarum diputar-tekan.
b. Jarum diputar-tekan sampai diperoleh rasa jarum. Kemudian untuk
rangsang kuat dilakukan cabut-benam 6-7 kali. Pada anak-anak tidak
dilakukan rangsang benam cabut yang banyak, pada rangsang sedang
2-3 kali cabut benam, dan pada rangsangan lemah, jarum ditinggaltanpa
dilakukan cabut benam.
c. Setelah tercapai tujuan, jarum langsung dicabut, lubang bekas
segara ditekan dengan kapas beralkohol, mencegah perdarahan.
Bila perlu tidak ditel<an, dibiarl<an sedikit keluar darah, baru dihapus.
d. Titik shu belakang dorsal tubuh biasanya jarum ditinggaL untuk 1-2 jam
atau waktu yang Lebh lama. Titik akupunktur lainnya, lazimnya tidak
ditinggal.
e. TusuiSetiap hari sekali, 10 kali sebagai satu seri terapi, antara seri
Istirahat 3 hari.

1.8.3. Indikasi
٠ berbagai kelainan kulit : dermatitis, furunkel, radang saluran limfa,
mastitis, psoriasis, urtikaria, ulkus di alat gerak bawah.
٠ Kelainan sistem saraf : lumpuh paska polio, nyeri kepala neurogenik,
trigeminal neuralgia, kelainan psikosomatik, kelainan vegetatif,
polineuritis.
٠ Kelainan sistem muskuloskeletal: arthritis kronis, rhemataoid arthritis,
myalgia.
• Kelainan sistem pernapasan : asthma bronkial, bronkitis.
• Kelainan sistem pencernaan: Gastritis kronis, kolitis.
٠ Kelainan sistem Urogenitalia: radang saluran kemih, prostatitis, amenore,
spermatore, disfungsi ereksi.
• Kelainan mata : konjunl<tivitis. strabismus.
٠ Lain-lain: sindrom Guillain-Barre, diabetes melitus, hemoroid, RaynauLcJ/s
disease.

1.8.4. Hal yang Perlu Diperhatikan


٠ Berbeda denga:n cara penusukan jarum halus, pada penusukan jarum
kasar perlu le tih memperhatikan anatomi tubuh• hindari pelukaan.^^
tidak perlu.

122
• Sterilitas menjadi perhatian utama dalam melakukan tindakan.
٠ ‫ ؟‬encegahan plngs3n-jarum.
٠ Gejala sisa yang terasa setelah jarum dicabut. Gejala akan hilang dengan
sendirinya, tidak perlu kuatir. ;
٠ Timbulnya hematom, bengkak dan merah, kebiruan sekitar bekas tusukan.
Dengan kompres hangat (hukan kompres— dingin) umumnya h ang.

2. RANGSANG TANPA JARUM AKUPRESUR(AKUPUNKTUR TEKAN JARI)


Fungsi jarum pada akup.resur diganti dengan penekanan tangan, kepalan
tangan, siku dan alat penekan lainnya. Teori dasar dan titik akupunkturyangdigunakan
seAua sama dengan• akupunktur rangsang penjaruman yang telah dibahas d atas.
Kelebihannya, selain tanpa tusukan jarum yang kerap membuat orang takut, akupresur
juga tidak menimbulkan kejadian luar biasa, seperti pada rangsang penjaruman:
Akupresur masuk dalam lingkup Ilmu Tuina. yaitu teknik pengobatan yang
menggunakan kekuatan fisik tubuh:mengurut dan memijat tubuh pasien dalam upaya
promotif - preventif - kuratif - rehabilitatif (Gambar 84).

2.1. Cara Akupresur (Gambar 84)

Cambar8A Beberapa Teknik Akupresur


(1). Tekanan Ibu Jari (2). Ketukan ja r i (3). Menekan Shaoshang dengan Kuku, (A). Mencubit (5). Mengucek'
gosok

2.2. Aplikasi Klinis


Pada semua kasus yang dapat dakukan terapi penja.ruman, dapat dilakukan
akupresur. Teruta.ma mikroakupunktur tangan dan kaki, yang secara populer
di masyarakat dikenal sebagai Refleksioterapi. Sebenarnya:Refleksioterapi
adalah istilah yang digunakan oleh negara-negara Eropa Timur, menggantikan
akupunktur sejak pertengahan abad ke

123
BAB II
RANGSANG TERMIK

Penelitian menunjukkan, rangsang termik dapat meningkatkan kegiatan sistem enzim


tubuh, memperbaiki dan melancarkan mikrosirkulasi. merangsag dan menambah
pembentukan antibodi dan meningkatkan daya imun, meningkatkan pelepasan mediator
efek akupunktur termasuk endorfin, yang menghasilkan efek menghilangkan peradangan,
meredakan nyeri, menghilangkan gatal, menurunkan kadar lemak, melancarl<an sirkulasi
menghilangkan bendungan, meningkatkan pertumbuhan jaringan kulit, mempercepat
penambuhan luka.
■Rangsang termik ditimbulkan dengan cara : 1. Pembakaran moksa wool dar‫ ؛‬daun
tumbuhan yang dikeringkan; 2. Penghangatan dengan perangkat elektronik, yang khusus
digunakan untuk rangsang termis, yaitu Lampu TDR

1. PENGHANGATAN MOKSA
Penghangatan moksa adalah suatu rangsang termik dengan panas yang
ditimbulkan dari pembakaran moksa wool. Moxo vvooZ adalah daun Artemesia vulgaris
atau Artemesia argyi kering yang diracik, tanpa atau dengan campuran simplisia
lainnya (Gambar 85). Moksa vvooZ dibuat menjadi berbentuk kerucut (Gambar 86) atau
berbentuk Silinder (Gambar 87).
Cara pembuatan moksa lerucut dapat dilakukan secara manual (Gambar 86) atau
dengan bantuan alat (Gambar 88).

Gambar 85 Macamrnmacam Moxa wool

... ‫ا‬.
. ٠
٠

0 X A | l >٠
f i l
Gambar 86 Moksa Kerucut Gambar 87 Moksa Selinder
(Cara Pembuatan Manusal)

125
1.1. Moksa Kerucut

1.1.1. Pembuatan Moksa Kerucut dengan cara:


A. Manual
Setumpuk kecil wol mol<sa (Moxa wool) dibentuk menjadi kerucut
dengan jari tangan (Gambar S6)
B. Bantuan alat pencetak

Gambar 88 Cara Membentuk Moksa Kerucut dengan


Bantuan A lat Pencetak

Wol moksa dimasukkan ke dalam cetakan, diratakan dengan layu-


perata, lalu did 〇rong keluar dengan kawat pendorong, tercetaklah
moksa kerucut. Besar kecil moksa kerucut tergantung pada cetakan
yang dipergunakan.

1.1.2. Kllnls Moksa Kerucut digunakan dengan cara:


A. Langsung, yaitu langsung dilekatkan pada titik akupunktur tertuju,
kemudian puncak kerucut dibakar (Gambar 89).

Gambar 89 Penghangatan Moksa Kerucut Langsung

B. pdak langsung, yaitu beralas lapisan jahe


SebeLum d ile ta lk a n p—
ada titik akupunktur tertuju, lapisan jahe
tipis setebal 2-3 mm ditusuk-tusuk terlebih dahulu. Moksa kerucut
dStakkan di atas lapisan yang sudah ditusuk-tusul〈itu, lalu dibak^
(Gambar9。 ).
Lapisan jahe dengan moksa dapat diangkat untuk sesaat apabila
dirasa terlalu panas dan menyakitkan, lalu diletakkan kembali, sampai
diperoleh wafTia kemerahan. Biasanya penghangatan dapat dilakukan
dengan sejumlah moksa kerucut dengan hitungan satuan kerucut.
Khusus pada penghangatan moksa beralas di umbilikus dilakukan
dengan alas garam; sebaiknya dibuat tabung karton kecil, yang
diletakkan pada umbilikus. kemudian tabung itu diisi bubuk garam
dan di atasnya diletakkan moksa kerucut, setelah itu puncak kerucut
dibakar.

126
Cam barfO Prosedur Penghangatan Moksa Kerucut Beralas Lapisan Jahe
(l)ja h e d iris , (2) lapisanjaheditusuk-tusukjarum , (3) bentuk lapisan jahe
yang siap pakai, (A) membuat cara manual moksa kerucut dari mona wool,
(5) moksa kerucut diletakkan di atas lapisan jahe, (6) moksa dibakar, (7)
moksa berlapis jahe diletakkan pada titik akupunktur dan (8) Kondisi
penghangatan moksa kerucut berlapis jahe.

1.2. Moksa Silinder

Cara Penggunaan dalam KUnls


Penghangatan moksa Silinder dilakukan dengan jarak 2 - 3 cm dari permukaan
kulit, de g a n Cara menggantung:
1. Menjaga agar jaraT( u ju n g io ksa Silinder ke kulit tetap dan tidak b u
ubah (Gambar 91).
2. Ujung moksa silinder menghangati titik akupunktur dengan berputar
membuat lingkaran (Gambar 92)
3. Menghangati dengan cara menggerakkan ujung moksa terbakar dekat-jauh
dari kulit. (Gambar 93) Lama penghangatan sekitarl0-15 menit.

Gambar 91 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Tetap

127
Gambar 92 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Gerak Melingkar

Gambar 93 Penghangatan Moksa Silinder Menggantung Gerak Dekat-jauh.

Apabila moksa Silinder sudah cukup pendek, dapat disambung dengan spuit
berjarum, yang ditusukkan, lihat Gambar 9A.
Bara hoksa yang sulit dipadamlan, untuk mematikannya dilakukan dengan
cara menghilangkan oksigen dalam tabung. Lihat Gambar 95.

Gambar 9A Cara Mem anfaatkan Moksa Gambar 95 Cara Memadamkan Bara A pi


Selinderyang sudah pendek Moksa Selinder

1.3. ]arum Penghangat


Cara pGnghangatan moksa berpadu dengan jarum, disebutJarum Penghangat.
Sepotong moksa silinder ditanam pada tangl<ai jarum yang telah ditusul<l<an dan
setelah deqi, potongan moksa itu dibakar (Gambar 96). Untuk mencegah abu
moksa jatuh mengenai kulit, diberi alas kertas karton pencegahan sekitar jarum
masuk.

128
Gambar 96 Jarum Penghangat

Dalam bahasan penghangatan moksa ini tidak dibahas cara penghangatan


moksa yang menimbulkan infeksi bernanah dan meninggalkan bekas parut. Cara
penghangatan moksa jenis tersebut sering digunakan dTdaerah beriklim ^

l.A. Aplikasi Klinis


Karena efek timbul dengan cepat, teknil( sedehana, penghangatan moksa
sering digunakan dalam mengatasi kasus gawat darurat, seSin dalam upaya
regulasi fungsi organ tubuh dan upaya promotif preventif.

Lingkup penggunaan penghangatan moksa :

1.4.1. Upaya Kuratif-Rehabilitatif, antara lain,


1•• M.engatasl keluhan a k u t/ darurat: pingsan, gangguan kesadaran, nyeri
kolik
2. Sistem respirasi: asthma bronkial, bronkitis kronis, infeksi saluran napas
atas.
3. Sistem pencernaan : dispepsia fungsional, gastritis kronis, diare kronis,
kelainan hati dan kandung empedu:
4. Sistem kardiovaskuler: hipertensi, jantung koroner, arteriosklerosis,
5. Sistem urogenitalia : urolitiasis. orkhitis:enuresis, hipertrofi prostat,
infeksi saluran kencing, adneksit s, dismenore, leukore.
6. Sistem mukoloskeletal: berbagai jenis kelainan sendi, otot dan tulang.
7. THT dan k u lit: tinitus, fasial paresis, trigeminal neuralgia, rinitis alergika,
eksim,dermatitis alergika.

1 .4.2. Upaya Promotif-Pencegahan


Penelitian menunjukkan penghangatan moksa titik akupunktur
berikut dapat menamb— ah daya pemeliharaan dan pencegahan, terkait
dengan efek rangsang termik akupunktur, meningkatkan fungsi sistem
imun dan pelancaran sirukulasi tubuh, antara lain: Zusanli. guanyuan, qihai.
yongquan; shenque, baihui, tanzhong, zhongwan.
Dengan das_ar yang sama,, penghangatan moksa dapat berperan dalam
bidang anti aging dan aJ<upunktur estetika.

129
1.5. Prosedur Terapi Penghangatan Moksa

1.5.1. Menentukan Sasaran Penghangatan Loltasl Keluhan

1.5.2. Titil( Akupunktur Terpilih Sesuai dengan Diagnosis yang Ditegakkan


1. Titik istimewa dengan indikasi tertentu, menurut data empiris ataupun
hasil penelitian
2. Titik akupunktur pada umumnya, antara lain titik Wushu, titik Mu. titik
Shu belakang akupunktur klasik dan titik Shenque.
3. Cara rangsangan penghangatan, antara
a. ‫ ؟‬enghangaian hol(Sa kerucut: langsung atau tidak langsung
b. penghangatan moksa selinder
c. Pengahngatan jarum penghangat
Pada setiap tindakan perlu Memperhatikan : Rangsang sampai di
daerah keluhan dan dosis yang optimal, sesuai dengan keadaan penyakit
dan konstitusi tubuh pasien. Pedoman menentukan dosis : pada ekstremitas
dapat dosis besar, p3da ventral dan dorsal tubuh dosis k'ecil. Dosis besar
sampai berpuluh kerucut, dosis kecil umum, 3, 5, 7 atau 9 l<erucut. (ukuran
keru.cut sedang) dan u n t u l^ k s a silinder, penghangatan dalam waktu 15-
20 menit.

1.6. Hal yang Perlu Menjadi Perhatian


A. K o d isi pasien' Posisi hendaknya yang, nyaman bagi p— asien.-Pasienyang
lapar, terlalu kenyang, terlalu Lelah tidak diberi moksibusi. Perlu diingat
kemungkinan terjadinya pingsan moksibusi•
B. Urutan penghangatan moksa. Biasanya dilakukan dari atas ke bawah, dimulai
dari kepala, alat gerak, punggung, pinggang, dada, perut.
C. Dosis penghangatan moksa. Tergantung pada kondisi pasien, keadaan
penyakit dan daerah rangsang. Anak-anak dan remaja, dosis kecil; orang tua
dosis besar: penyakit ringan dosis kecil; penyakit be:rat dosis besar.
D. Bila terjadi kasus; dimana alat gerak tiba-tiba menjadi kebas atau mengalami
defisit sensorik, hati-hati, kemungkinan dosis berlebihan.
E. Bilamana terjadi kulit tersundut atau terbakar, maka lakukan tindakan
penanganan luka bakar seperti umumnya.
F. tara memadamkan mokSa silinder yang telah selesai dipakai, dengan
menggunakan tabung atau botol yang bSsar mulut lubang Sesuai dengan
besar moksa silinder, tujuan memadamkan dengan cara tanpa udara.

2 LAMPJJTDP
TDP merupakan singkatan dari Texing Diancibo Pu, yang berarti sistim khusus
gelombang Elektromagnetik; singkatan lain Thermal Deep Penetration. Yang pertama
menunjuk pada sumber panas (gelombang elektroagnetik) dan yang terakir menunjuk
pada_penyusupan panas dari a【 3t tersebu[
Peran—
gkat elektronik (Gambar 97) dengan a_c_ 220 Volt, 50 Hz_ yang disertai
Jam elektrik yang —
dapat diatur 90 ,60 ,0‫ ذ‬r^enit. Papas yang dihasilkan pSrmukaan
lempengan alat ini maksimal dapat mencapai 3 5 0 ° c. Tingginya panas dapat diatur
dengan pengatur suhu listrik pada perangkat alat ini.
Lempeng terapi dibuat dari campuran 30 lebih metal pilihan, yang dibawah
pengaruh■ panas, sejumlah metal d.apat menimbulkan ra.ngsangan gelombang
Elektromagnetik yang selanjutnya menghasilkan efek biologik.
Penelitian menunjukkan penghangatan lampu TDP dapat meningkatkan
berbagai kegiatan enzim, menambah absorpsi mineral yang kurang, memulihkan
dan melancarkan mikrosirkulasi; merangsang daya imun tubuh dan meningkatkan
ketahanan terhadap penyakit; meningkatkan pelepas endorfin otak, sehingga

130
mencapai peredaan nyeri (efek analgetik).
Dari hasil penelitian klinis selama 20 tahun lebih dengan pasien berjumlah besar,
penggunaan la.mpu TDP memiliki khasiat menghilangkan radang, meredakan nyeri,
meredakan gatal, menurunkan kadar lemak, melancarkan mil<rosirl<ulasi, merangsang
pertumbuhan sel kulit, mempercepat penyembuhan luka dan tidak ada efel〈 sam^lng^

131
BAB III
RANGSANG ELEKTRIK

Rangsang elektrik dimanfaatkan akupunktur dalam upaya p _ 0tif - preventif ^


rehabilitatif, sebagai Elektro Akupunktur.
Elektro AkupunkturadaLah jenis terapi akupunkturyang menggunakan tambahan rangsang
listrik dengan kekuatan arus menyerupai bioelektrik pada rangsang penjaruman, yaitu
dengan cara menghubungkan tangkai jarum yang telah tertanam (dan telah memperoleh
sensasi jarum) dengan suatu sumber listrik (elektro stimulator).
Cara rangsang ini selain dapat menggantikan tangan memanipulasi jarum dalam wal<tu
lama, kelebihannya yang adalah rangsangan menjadi teUkur secara
dapat diatur sesuai kehendak.

1. PENGETAHUANDASARELEKTROAKUPUNKTUR
Elektro stimulator beraneka ragam, berbeda-beda dalam jenis ge‫؛‬ombang•'
frekuensi dan arus listrik yang ditimbulkannya. Pilihan jenis gelombang ^
disesuaikan dengan keadSan^jasien.
Sesuai dengan kebutuhan klinis, beberapa jenis gelombang dipadu membentuk
gelombang kontinu, kerap-jarang, diskontinu, naik-turun dan gergaji (Gambar 98).
Gelombang kontinu berfrekuensi 1-100 Hz, namun ada juga yang mencapai 5000
Hz. Umumnya lebih tinggi dari 30 Hz dan disebut gelombang kerap (dense wave), dapat
mencapai diatas 100 Hz hanya pada saat pertama l<ali perangsangan untuk mencapai
terjadinya eksitasi serabut saraf motorik, setelah itu tidak menghantarkan rangsang
eksitasi tetapi menimbulkan panas pada jaringan terkait.
Gelombang kerap berfrekuensi diatas 30 Hz, menimbulkan getaran lemah dan
mempunyai khasiat Menghentikan nyeri, dapat menurunkan e fe S tre ^ ^
menginhibisi saraf sensorik dan motorik. Namun mudah menimbulkan reaksi adaptasi,
yaitu bila suatu rangsangan diberikan dalam waktu lama maka dapat mengakibatkan
efek analgesik yang Menurun. Gelombang kerap ini sering digunal<an pada
perangsangan tepi luka pada akupunktur anestesi, tgutama bila
•Hz.
Gelombang jarang berfrekuensi dibawah 30 Hz, menimbulkan l<ontraksi otot dan
getaran yang aga.k ker^s.' meningkatkan tonus otot tendon, meningkatkan pem u h
fungsi neuromusl<uler. Digunakan pada berbagai kelainan otot, sendi, ligamen, tendon,
serta berefek baik pada kelumpuhan. Dapat pula meregulasi pembuluh darah serta
memperbaiki sirkulasi darah, yaitu pada l<asus syok ataupun hipertensi. Gelombang
jarang sering digunakan pada periode persiapan akupunkt.ur anetesi.
Gelombang kontinu dengan 50-100 kali per detik berkhasiat menghentikan nyeri,
menenangkan, ^ re la k s a s ‫؛‬l<an otot dan pembuluh darah yang spasme, serta p'ada
^ekuensi 5 - 0 kali per detik berfungsi merangsang kontrakSi otot dan
tonus.

133
Gelombang tidal《 beraturan (dense disperse wave) yang dibentuk oleh
gelombang kerap dan jarang secara spontan bergantian, ditujukan untuk mengatasi
toleransi yang mudah timbul bila digunakan tunggal. Apabila fungsi eksitasi dominan,
dapat meningkatkan metabolisme dan sirkulasi darah, meningkatkan nutrisi jaringan,
menghilangkan bengkak peradangan. Gelombang jenis ini biasanya digunakan pada
nyeri;luka akibat sprain dan kontusio, artritis, gangguan sirkulasi darah, iskialgia,
paralisis fasialis, otot lumpuh tidak bertenaga danfrosbite.

Gelombang diskontinu [intermitten wave) merupakan modifikasi gelombang


kontinu dan biasanya berfrekuensi rendah, terputus-putus namun teratur. Gelombang
ini dapat meninglotkan iritabilitas jaringan otot, dan berefek dengan baik pada otot
lurik. Dipilih untuk atrofi dan paralisis.

Gel〇 mbang gergaji [sawtooth wave) adalah gelombang yang menyerupai


gergaji. Frekuensinya sesuai dengan frekuensi pernapasan. Dapat digunakan untuk
merangsang phrenic nerve, sebagai electric spirophorus untuk mengatasi gagal napas
(respiratoryfailure); juga dapat digunakan untuk meningkatkan iritabilitas saraf dan
otot serta memperbaiki sirkulasi darah.

2. PEMILIHANTITIK PADA ELEKTRO AKUPUNKTUR


P i l i h a n titik pada elektro akupunktur sama seperti pada p e n ja _ a n jarum
halus, dan umumnya dibedakan dalam titik utama dan titik pendukung serta dapat
mengikuti sistem r^eridian ataupun sistem saraf.

13A
Katoda dihubungkan dengan titik utama•, dan anoda dihubungkan ke titik
pendukung. Sedapatnya katocia dan anoda dari satu sumber merangsang titik
akupunktur satu sisi. Y^ng penting dianjurkan untuk
ano_da d kedua sisi pada daerah dada, serta harus dihindari pOSisi melintang pada
daerah jantung.

3. INDIES.
Lingkup kegunaan elektro akupunktur sama dengan penjaruman jarum halus.
Klinis terutama diindikasikan untuk:
3.1. Meredakan dan Menghilangkan Rasa Nyeri
Untuk berbagai jenis nyeri,Serta sebagi akupunktur anestesi
misalnya p e ^b d a h a n kelenjar tiroidbedah caesar dan beberapa pembedahan
otak.
3.2. Menenangkan.
Kelainan mental, insomnia, epilepsi, dan lain-lain.
3.3. Meregulasi Tonus Otot. Memulihkan Sirkulasi Darah
Kelainan sendi, kelumpuhan alat gerak, rematik, afasia, hemi paralisis.
3.4. Meningkatkan Daya ibun
Meningkatkan stamina dalam rangka pemeliharaan kesehatan.

4. HALYANGPERLUDIPERHATIKAN
4.1. Stimulator harus dalam keadaan siap pakai tanpa ada gangguan apapun.
Stimulator disimpan di tempat sejul〈dan kering. Pada penyimpanan yang L.ama
hendaknya baterG dilepaskan.
4.2. Pemberian rangsangan hendaknya dari I<ecil, bertahap ditambah sampai batas
yang diinginkan. Rangsangan yang tiba-tiba besar dapat menimbulkan kontraksi
otot yang kuat dan mengakibatkan jarum bengkok bahkan patah.
4.3. Daerah dada tidaldirangsangdengan katoda dan anoda ber.seberangan. -Pada area
sekitar tulang belakang (medula spinalis) dan batang otak (medula oblongata)
hendaknya menggunakan rangsangan kecil, untuk mencegah kejadian yang tidak
diharapkan..
4.4. Berhati-hati pada kasus pingsan jarum bagi pasien dengan kondisi lemah dan
hipersensitif: Pasien yang mabuk, lapar, kekenyangan, dan kecapaian tidak
diberi terapi elektro akupunktur. Pada pasien hamil perlu berhati-hati ketika
memberikan rangsang elektro akupunktur.

135
BAB IV
RANGSANG M AGNIT

Rangsang magnit yang dipergunakan dalam terapi akupunktur memakai medan magnit
untuk mempengaruhi titik akupunktur tertentu di tubuh. Umumnya digunakan butir
magnit, lempeng magnit atau jarum magnit. Disamping itu terdapat juga alat magnit listrik
(electromagniticapparatus).
Rangsang magnit memiliki i<hasiat penenang, analgetik, menghilangkan edema, mengatasi
rada—ng d3n menurunkan tekanan darah.

1• ALAT RANGSANG
1.1. Magnit lempeng dengan diameter 0,5-1٠ 5 cm, tebal 1 mm-5 mm (Gambar 99).
1.2. Magnit butir dengan diameter 1 mm, yang khusus untuk akupunktur daun telinga,
dengan medan magnit 500 Gause.

Titik akupunktur yang digunakan sesuai dengan pedoman perangkapan


akupunktur pada umumnya yang terbaik adalah menemukan titik peka rangsang.
Untuk kasus nyeri umumnya digunakan titik lokal atau titik simptomatis.

2. ‫ ؟‬ARAPENGGUNAAN
Cara penggunaannya antara lain adalah:

2.1. Cara Perekatan


Sesudah dibersihkan, dengan menggunakan perekat, lempang magnit
direkat pada titik akupunktur dan lempeng magnit yang;
lain direkatkan pada sisi
lainnya dengan posisi berlawanan atau berdampingan (Gambar 100). Jarak antara
kedua lempeng magnit tersebut jangan melebihi 4 cm. Lempeng magnit dapat
pula dipergunal<an secara tunggal.
Butir magnit yang digunakan pada akupunktur daun telinga berfungsi
sebagai pengganti jarum dalam kulit.
Titik peka rangsang digunakan sebagai sasaran perekatan butir/lempeng
magnit. Setiap pereKatandafat berlangsung 1-2 minggU.

2.2. Cara Elektromagnetik


Dua buah lempeng magnit di atas 150 mT diletakkan pada titik akupunktur

137
masing-masing sebagai kutup listrik, kemudian keduanya dihubungan
stimulator listrik arus pulsa. Pemberian rangsangan disesuaikan dengan elektro
akupunktur. Dengan c3ra ini rangsangan rn g n it dan rangsangan listrik terpadu
mempengaruhi tUbuh pasien.

3 ■ INDIKASI
Rangsang magnit dipergunakan secara luas dan indikasi penggunaannya adalah
untuk efek analgetik, menghilangkan edema, menghilangkan radang, menghentikan
sesak, menghentikan dare.

4 . HAL YANG PERLU MENJADI PERHATIAN


4.1. Saat dilalukan terapi, jauhlan telpon genggam, jam tangan dan benda-benda
Logam Lainnya.
A.2. Alat rangsang magnit dibersihkan dengan alkohol 70% dan jangan disterilkan
dengan suhu tinggi. Diantara kedua lempeng magnit diberikan kertas tipis sebagai
pemisah.
43. Sekitar 1。 /〇pasien dapat menjadi pusing? ‫ ؟‬ual. lelah atau terbakar
vesikel dan lain-lain reaksi hipersensitif:Pada kasus yang ringan pengobatan
dapat dilanjutkan, sedangkan untuk kasus parah ter3pi langsung
kemudian diatasi sebagaimana mestinya.
4.4. Pasien dengan lekosit yang rendah‫ ؛‬hendaknya hati-hat‫؛‬. Pasien yang sedang
hamil dan Mendapatkan, had tidak drangsang 'pada daerah pinggang bSwah dan
‫ ؟‬erut bawah.
厶.5. ■Pada pasien dengan p٠c _ /< e r dan kondisi pasien yang lemah, rangsang magnit
ini tidak digunakan.

138
BABV
RANGSANG GELOMBANG ULTRASOUND

Akupunktur yang menggunalan rangsangan disebut Sonopunktur. Rangsang


ultrasound adalah rangsang dengan gelombang suara ultra yang menggunakan frekuensi
sekitar 1 juta siklus per detk.
Secara mekanik gelombang ini menggetarkan jaringan dengan frekuensi sangattinggi dan
variasi pergerakan [range o f movement) sangat kecil.
Rangsang jenis ini menembus daLam, berefek meningkatkan metabolisme sel dan
meregulasi sirkulasi darah.
Kelebihannya adalah disamping tidak ada penusukan jarum, daerah rangsang
sehingga mUdah mencapai titik akupunktur■ yang dituju'
Pada terapi sonopunktur digunakan wattage yang rendah, antara 0,5-1 watt, dan lama
perangsangan 15-20detiksampai 1-2 menitTKulityangditujudiberijeUytipis sebelumnya,
kemudian dilekatkan alat transduser dan selanjutnya alat rangsang dihidupkan.

Gambar 102 Sonopunktur Apparatus.

Sonopunktur tidak digunakan pada :

1. Perangsangan _otal< ٠ medula spinalis, mata, telinga, sinus nasal, jantung, alat
reproduksi: epifisis tulang yang sedang tumbuh, pleksus ganglion aorta.
2. Infeksi akut, keganasan, sirkulasi inadekuat, defisit sensorik.
3. Uterus saat haA l, tonjolan tulang, penyakit jantung, tu b e r k o
4. Pada pasien dengan pacemaker.

139
BAB VI
RANGSANG GELOMBANG SINAR

1. RANGSANGSINARINFRAMERAH
Sinarinfra merah merupakan colorad/anceyangtidakterlihat, panjanggelombang
Elektromagnetik 760 nanonieter-400 mikrometer.
Efek utama sinar infra merah adalah radiasi yang menimbulkan reaksi
penghangatan, yang mempengaruhi metabolisme sel dan sistem saraf, yang tercakup
dalam mekanisme regulasi dan reaksi neurohumoral.
Efekpenghangataninframerah.selainmenyebabkanvasodilatasidanpeningkatan
sirkulasi lokaCjuga menghangati seluruh tubuh lewat sirkulasi darah yang menghantar
panas menyebabkan temperatur tubuh naik dan panas juga meningl<atkan fagositosis
sel, meningkatkan metabolisme daerah lokal atau seluruh tubuh dan menyebabkan
tonus o to t menurun karena sirkulasi darah meningkat, sinar infra merah dapat
menghilangkan hematom, gangguan sirkulasi darah d3n meningkatkan pula
limfa. Lewat perangsangan titik akupunktur, infra merah dapat pula mempengaruhi
organviscera:
Di klinik digunakan bola yampu iMra merah 250 W dengan jarak 20-60 cm dari
permukaan kulit yang dituju (daerah sekitarnya ditutup kain), selama 15-20 menit
sampai hangat dan tidak panas.
IndikaS rangsang sinar iMra merah adalah untuk nyeri pinggang bawah, nyeri
sendi, tendinitis, neuralgia, sprain jaringan lunak, asthma bronkial, bronkitis kronis,
eksim dan faringitis kronis.
Jenis rangsang ini tidak diberikan pada tuberkulosis akut, keganasan, kelemahan
kardiovaskuler, perdarahan, dan defisit sensorik.

Gambar 103 A lat Rangsang Infra Merah

2. RANGSANGSINARLASER
Laser adalah singkatan Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation.
Laser ditemukan pada tahun 1960, yang satu tahun kemudian dimanfaatkan dalam
bidang pengobatan. Pada mulanya digunakan hard laser dengan energi tinggi, seperti
Surgical Laser. Baru pada tahun 1967, pemanfaatan laser merambah bidang ortopedi,

141
neurologi,rehabilitasi medikdanlain-lainsebagaiso/tZ٥ser.Padatahunl973,PLog dari
]erman Sarat menggunakan rangsangan laser Sebagai pengganti jarum. Pertengahan
tahun 70-an, laserpunktur sudah umum mendunia.
Soft laser disebut juga sebagai healing Laser, therapeutic laser, low level laser, low
power laser, atau low energy laser.

2.1. Kekhususan Laser, antara lain adalah:


• Monokromatis, hanya satu panjang gelombang yang diperkuat atau
diamplifikasi.
• Kohe_ren. secara tetap berhubungan dengan bagian sinar Laser Lainnya,
berosilasi secara ser3gam, sehingga sangat tah3n terhadap in te rfe re d
gangguan
• Sebagian besar sinar yang dipancarkannya paralel dan titik fokusnya sang^
kecil, karena itu laser mempunyai penyebaran yang minimal.

2.2. Efek Laser Energi Rendah ( L o w le v e l la s e r):


• Efek primer
Efek low level /oserdidasarkan interaksi antara photon laser dengan molekul
intraseluler.
Efek stimulasi primer low-level laser therapy (LLLT) merupakan reaksi
resonansi terhadap gelombang sinar. Riset dasar T.L. Karu dkk menunjukkan
dinding mitokondria mengandung molekul photo acceptor, yang bekerja
seperti pigmen dalam fotosintesis tumbuh.an. Stimulasi molekul photo
aseptor merangsang reaksi biokimiawi dari rantai respirasi dan menghasilkan
ATP; serta meningkatkan potensial membran sel.
٠ Efek sekunder
Efek p—rimer belerja pada tingkat seluler seperti tersebut pada butir 1
atas, efek sekunder pada tingkat jaringan, yang dalam garis besarnya seperti
berikut:

2.2.1. Efek Antiphogistik


- meningkatkan fagositosis
- efek bakteriostatik lewat metabolism oksidatif
- menghambat mast cell degranulation
- mengaktifkan sel imun LeWat peningkatan mobilisasi lekosit
- meningkatkan mikrosirkuLasi iewat dilatasi vaskuler
- mengurang! pembengkakan radang dan merangsang aliran limfa
- mengurangi sintesis prostaglandin yang pro-iriflamasi

2.2.2. Efel( Analgetik


- merangsang pelepasan beta-endorfin
- meningkatkan produksi ATP dan karenanya meninggikan ambang energi
sel
- meningkatan potensial terukur membran sel saraf
- relaksasi otot
- efek anti edema
- meninggikan ambang nyeri sel— saraf
- mengurangi mediator nyeri, misalnya substansi p.
- mengurangi aktivitas titik pemicu dan t t k nyeri tekan
- mengaktifkan titik akupunktur

2.2.3. Efek Regeneratif


- meningkatkan kecepatan proses mitosis dan sintesis kolagen
- mengaktifkan fibroblast, kondrosit, osteosit diantara elemen lainnya

142
- merangsang akitivitas makrofag pada daerah fraktur yang baru
- meningkatkan produksi ATP
- mempercepat granulasi dan epitelisasi
- mengaktifkan intracellular growth hormone
- merangsang regenerasi saraf perifer paska luka
- merangsang regenerasi serabUt saraf■
- mempercepat pembentukan myelin sheath of the axon
- mengurangi d3n memperbaiki Jaringan parut.

2.2.4• Efek Perbaikan Sirkulasi


- memperbaiki sirkulasi limfa
- mengurangi tekanan jaringan intertisial
- mengaktifkan sintesiS endothelial NO
- meningkatkan mikrosirkulasi dan merangsang revaskularisasi
• meningkatkan kapasitas resorpsi dan mengurangi jaringan iskemik
- meningkatkan pelepasan neuropeptides (vasodilatasi) dan biogenic
amine (histamine, serotonin, dlL)
- merangsang proses revaskularisasi paska kerusakan jaringan.

2.2.5. Efek Anti-Edema


- perbaikan mikrosirkulasi
- meningkatkanintravasalfiltrotion
- menurUnkan tekanan intertisial

2.3. Kelebihan Laser Akupunktur:


Menambah efek biostimulasi. Laser akupunktur memiliki kelebihan, antara
lain, menggantikan tusukan jarum pada
* pasien anak-anak
* pasien peka nyeri, takut tusukan jarum
* ■penusukan titik akupunktur yang sulit ditusuk, s.eperti
chengqi; dan titik akupunktur terlarang untuk ditusuk, seperti shenque
(umbilikus).
* daerah infeksi, bengkak (edem) dan jaringan sangat nyeri. Selain itu, terapi
laser akupunktur menggunal<an waktu yang relatif lebih pendek, dan dapat
dipadu dengan jenis terapi akupunktur lainnya.

2.4. Kontraindikasi Rangsang Laser


2.4.‫■ل‬Dilarang Penggunaan pada
- fontanel yang belum tertutup pada bayi dan epiphyseal cartilages
sampai masa pertumbuhan selesai.
- mer3ngsang Sngsung mata dan testis.

2.4.2. Kontraindikasi Absolut


- precancerosis, malignant tumors
- light dermatoses acute dermatitis Solaris, kelainan kulit akibat radiasi
sinar uv.
- penyaldt kulit menahun l<ambuhan (termasuk lupus erythematodes, TBC
kulit)
- terapi yang meningkatkan reaksi fotoalergik (cystostatic therapy,
treatment with nonsteroidal immunosuppressants, hifh corticoids and /or
arsebiccaontaining drugs)
- epilepsi yang tidak diobati
- infeksi dengan panas tinggi
- decompensated heart inSUffidency

143
2.4.3. Kontraindikasi Relatif
- daerah impian pace maker/defibrillator
- daerah organ endokrin
- tanda lahir (birthmarks)
- hematom yang besar a.kibat trauma

2.5. Efek Samping Rangsang Laser


Bila dilakukan secara benar, efek samping rangsang laser hanya timbul 2,5%,
antara lain berupa eritema, leleLahan dan ■sedikit pusing, berkeringat,
dan nyeri setempat yang ditimbulkan _ m n ^ a oleh dosis y3ng berlebihan.
Keluhan jarang berlangsung Lama, dalam hitungan jam atau hari, dapat hilang
dengan sendirinya.
Rangsangan laser yang tidak tepat akan menimbulkan reaksi hipertensi,
kebas sesaat dan nyeri yang kambuhan, yang dapat berlangsung untuk waktu
tertentu.

2.6. Dosis Rangsangan


2.6.1. Tergantung pada lokasi, titik akupunktur dirangsang antara 1-8 joule. Untuk
titik akupunktur telinga, jaringan mul<osa rongga mulut, dosis.0,5-1 Joule
cukup efektif, untuk titik akupunktur di alat geral< diberi sampai 6 joule dan
untuk titik pemicu yang dalam, dosis dapat sampai 8 Joule. Apabila daerah
rangsangan terinfeksi, dosis dikurangi
2.6.2. Dosis untuk anak-anak cukup 0,5 ]oule.
2.6.3. Efek tonifikasi ditimbulkan oleh rangsang waktu singkat dan kekuatan
besar, sedang efek sedasi ditimbulkan dengan rangsangan waktu lebih
lama dan kekuatan lemah.
2.6.4. Pada penggunaan laser pen, waktu terapi yang digunakan antara 50 detik
sampai 2 menit.

2.7. Hal yang Perlu Diperhatikan:


2.7.1. Rangsang l.aser dapat menimbulkan efek samping berupa pusing nyeri
kepala dan mual.
2.7.2. Rangsang Laser dapat merusak retina bila sinar laser menembus lensa mata
dan terfokus ke retina. Karena itu demi keamanan, dianjurkan memakai
kacamata pelindung saat melakukan Laserpunktur.
2.7.3. Daya penetrasi rangsang laser rendah, tidak dapat digunakan untuk
Terangsang jaringan yang dalam.
2.7.4. Pengguna metal plate dan pacemaker bukan kontra indikasi, tetapi perlu
dihindari perangSangan pada lokasi.

2.8. Jenis Perlengkapan Laser


2.8.1. Jenis Lase■「 menurut panjang gelombang
Selama ini umumnya digunakan panj3ng gelombang sinar merah dan
infrared laser
2.8.2. ]enis laser menurut tipe signal
Continuous wave lasers
Pulse lasers
Resonance lasers dengan frekuensi menurut Nogier, Bahr dan Reininger.
2.8.3. jenis menurut bentuk apilkasi
Laser pen
Laser shower (area laser)
Laser Needle
Invasive methods: intravenus blood irradiation
Interstitial and intra-articular laser terapy

144
Setiap jenis memiliki kekhususan tersendiri, yang penggunaan dan
sesuSi dengan nama terkait.

2.9. Contoh Laser Apparatus

Gambar 10A Laserpunktur Apparatus.

Klinis pada masa ini paling banyak digunakan alat laserpunktur He - Ne.

Cara penggunaan alat:


. Seperti halnya semua alat elektronik, sebelum dipakai hendaknya
kondisi dan kesiapan pakainya.
• Jarak pemberian rangSangan' bervariasi dari 8-100 cm.
• Alat laserpunktur He-Ne memperlihatkan sinar merah saat alat dihidupkan.
• Alat diregulasi kekuatannya 6 rnA.
• Pada pertama kali waktu sebaiknya 1 menit, kemudian secara bertahap naik
samp3i 5 menit. Dapat diberikan Setia— ri sekail atau dua hari sekali, 5-10
sesi sebagai satu terapi. Satu titik akupunktur sebaiknya d
tidak Lebih dari 15 kali.

Gambar 105 Cara Rangsang Laser Pen.

145

BAB V II
RANGSANG PEMBEDAHAN M INO R

Rangsang akupunktur bedah minor antara lain adalah :

1. Rangsang perlukaan telapak tangan.


2. Rangsang penanaman benang catgut.
3. Rangsangjarum pisau.
4. Rangsangjarum panjang-bulat
5. Rangsangan jarum Bo Baru

Pelaksanaan rangsang bedah minor membutuhkan perhatian khusus dalam hal sterilitas,
seperti layaknya suatu tindakan pembedahan. Ruang tindakan, perlengkapan rangsang
yang digunakan, tangan pelaksana tindakan dan daerah rangsang pada tubuh pasien
hendaknya memenuhi syarat steril.

1. Rangsang Perlukaan
Rangsangan padadaerahtubuhtertentu.dengancara pembedahan perlukaan
dan pengambilan sedikit jaringan lemak di bawah kulit serta melakukan perangsangan
dengan tujuan meningkatkan daya imun dan menghasilkan efek regulasi.

1.1. Daerah Perlukaan

1.1.1■ Perlukaan Telapak Tangan

Tabel 2.1. Daftar Daerah Perlukaan Telapak Tangan


DAERAHTELAPAKTANGAN INDIKASI
Telapak Tangani Garis tengah ruas pertama jari Asthma bronkial
telunjuk
Telapak Tangan 2 0,5 cm proksimal penghubung Bronkitis kronis.
jari ke-2dan ke-3 Asthma bronkial
Telapak Tangan 3 0,5 cm proksimal penghubung Bronkitis kronis.
jari ke-3 dan l<e-4 Asthma bronkial
Telapak Tangan 4 0,5 cm proksimal penghubung Neurastenia. Nyeri
jari ke-4danke-5 Kepala, Kelainan
Lambung-Usus
Telapak Tangan 5 pertengahan tenar, titik Yuji Asthma bronkial,
Kwarshiorkor

147
TeLapal〈
Tangan 6 1.5 cm ke distal dari Daling Gastritis kronik,
Ulkuspeptikum,
Kolitis nervosa
Kelainan
Pencernaan
Telapak Tangan 7 1,5 cm distal pada pertengahan Gastritis nervosa.
penghubungjari l<e-A dan ke-5 Ulkus peptikum

Gambar 106 Rangsang Perlukaan Telapak Tangan

1.1.2. Perl٧I<aan tltlk akupunktur


Titik akupunktur tertentu sebagai sasaran perlukaan. Misalnya Tianshu
ST 25, Zusanh ST 36 dan lain Lain:sesuai degan pemilihan titik terkait
dengan diagnosis.

1.2. Cara pelaksanaan rangsangan


1.2.2. Setelah tindakan aseptis, daerah tertuju diberi anestesi Lokal, kemudian
diakukan perlukaan membujur sebes.ar 0,5-1 cm pada daerah tertuju
dengan pisau bedah, jangan dalam, cukup sampai lapisan subkutan.
1.2.2. Dengan ujung pinset vSskuler, luka d — besar sampai tampak
lemak, diambil jaringan lemak satu butiran.
1.2.3. Ujung piset dijulurkan ke bawah kulit, menyusur tepi luka dilakukan
perangsangan kuat, sampai pasien merasakan sensasi pegal, baal, bengkak,
yang merambat ke arah tertentu ;
1.2.4. Kemudian luka ditutup kasa steril dan difiksasi.
1.2.5. Di antara dua sesi per.Lukaan istirahat 7-10 hari.

1.3. Hal yang perlu diperhatikan


1.3.1. Rangsangperlukaan tidakdilakukan pada pasien dengan demam, menderita
penyaldt Jantung yang parah, kead3an terminal pada daerah edema dan
daeSh radang.
1_3_2. ‫ ؟‬enyuntikan anestesi lokal tidak berlebihan dan t d
1.3.3. Perlukaan tidak terlalu dalam, jangan melukai pembuluh darah besar.

148
serabut saraf dan ligamen.
1.3.4. Pasien diperhatikan jangan sampai pingsan jarum.
1.3.5. Dalam waktu 5-7 hari daerah perlukaan jangan terkena air, untuk mencegah
radang.

2 ٠ RANGSANG PENAJAMAN BENANG


Penanaman benang catgut ppda titik akupunktur merupakan cara pengobatan
yang memanfaatkan rangsang mekanik penjaruman dan rangsang biokimia jaringan
catgut untuk menghasilkan sinyal dan informasi rangsangan ke dalam tubuh, yang
berlangsung lama dan intensif, sehingga tercapai efek regulasi pemulihan yang lebih
lama dan l<o١
<oh dibanding efek rangsang akupunktur pada umumnya.

2.1. Kekhususan
2.1.1. Menggunakan benang cotgut menggantikan rangsang penjaruman.
2.1.2. Efek rangsangan berlangsung lama:sesuai dengan lama pengabsorpsian
benang catgut.
2.1.3. Titik a٧ punktur yang dipilih sesedikit mungkin dengan 响
mungkin••
2.1.4. Titik peka rangsang dan titik nyeri tel<an pasif merupakan titik pilihan
utama. Titik akupuktur pelengkap dipilih sesuai dengan diagnosis yang
ditegakkan.
2.1.5. Umumnya penanaman benang untuk 15-30 hari sekali, kali sebagai
satu seri terapi.

2.2. Pelengkapan Rangsang Taman Benang


2.2.1. Perlengkapan jarum.
٠ Jarum tanam benang (Gambar 106).
]arum tanam befang berbentuk jarum logam berkait, panjang 12-
S cm, ujung jarum berbentuk sGgi tiga dengan satu ekukan yang
digunakan untuk mengaitkan benang catgut.

٠ Jarum Lumbalpunksi (Gambar 107)_


Berukurannohor 9 ataunomor 12: kadangkala digunakan nomor 16 dan
18•

149
• Jarum jahit luka
Jarum dengan ukuran besar untuk kulit yang tebal dan nomor 2 untuk
kulit yang lebih tipis. Digunakan untuk menutup luka.
2.2.2. Benang catgut.
Biasanya digunakan benang catgut berukur nomor 00, 0, 1 atau 2;
kadangkala nomor 000,0000 : 3 atau k. Panjang benang yang dipakai 0.5,1,
1.5.2, 2.5,3 cm, kadangkala A cm, tergantung kebutuhan.
Benang catgut untuk jarum jahit luka biasanya dengan panjang benang
10-15 cm, yang dapat dipakai untuk ditarik dua aral{ sebelum dipotong :
Semua benang catgut harus dalam keadaan steril.
2.2.3. Perlengkapan lain.i
٠Iodine liquid, alkohol, kapas beralkohol, dan lain-lain perlengkapan
aseptik.
• Lidocain 2% - 4%. spuit injeksi dengan jarum nomor 5-6 steril.
٠Perlengkapan bedah, minor—lainnya e p e —rti pinset, duk berlubang, s a r g
tangan dan lain-lain, dalam keadaan steril.

2.3. Proses Tindakan


2.3.1. Persiapan
Posisi pasien disiapkan yang sesuai dengan titik akupunktur terpilih dan
memudahkan pelaksanaan. Pasien hendaknya diberi penjelasa'n, untuk
kesiapan mental dan kerjasama.
2.3.2. Cara Rangsang
٠Cara tanam benang injeksi.
٠Cara tanam benang perlukaan.
٠Cara tanam benang ‫؛‬embus.
٠Cara tanam benangjauh.
Yang akan dbahas.dai.am buku ini hanyalah cara tanam benang injeksi.
Pada cara tanam benang injeksi, sepotong cotgwt dengan jepitan pinset
dimasukkan ke dalam Lubang jarum lumbal punksi. Dengan ibu jari dan jari
telunjuk, dokter menjepit tangkai jarum, jari tangan yang lain dengan kapas
beralkohol menjepit tangkai 】 a r u ^ a g ia n bawah; p3da bidur kulit
dilakukan anestesi lokal) jarum dengan cepat ditusukkan sampai di bawah
kulit. Pada saat terasa sen—
sasi jarum: ‫ الوﺀأل‬didorong keluar j3rum, sampai
dl subkutis atau lapisan otot. Lubang belfas jarum ditutup l(aSa steril.

Gambar 109 Cara Rangsang Tanam Benang Injeksi.

150
2.4. Indikasi
Berdasarkan laporan klinis, penyakit yang cocok untuk rangsangan
penanaman benang adalah:
2.4.1. Berbagai nyeri.
Seperti nyeri kepala, trigeminal neuralgia, migren, iskialgia, nyeri kolik
lambung, nyeri koroner dan lain-lain.
2.4.2. Penyakit fungsional.
Mencakup penyakit neurologik, psikogenik, endokrin dan berbagai kelainan
fungsi organ viscera, seperti vertigo, khorea, aritmia kordis, hipertensi,
insomnia, haid iregular, disfungsi ereksi, ejakulasi dini, paresis fasialis, tik,
dan lain-lain.
2.4.3. Penyakit menahun.
Penyal<it menahun dari berbagai sistem penyakit dalam, penyakit bedah,
penyakit kandungan, penyakit anak, mata, THT, kulit, dan lain-lain, seperti
3sthma bronkial, bronkitis, ulkus peptikum, stroke, penyakit kolumna
vertebralis, apendisitis, kholesistitis, lel<ore. infertilitas, sindrom klimaterik,
cerebral palsy, autis, psoriasis, dermatitis nervosa, urtikaria, atropi nervus
optikus. dan lain-lain :
2.41. Lain-lain.
Mengikuti perkembangan klinis dan penelitian, pada saat ini rangsang
pena—naman benang catgut telah digunakan pa.da penyakit akut dan
penyakit menular. Seperti pada hepatitis B. kolik ginjal, kolik empedu,
pertusis, tuberkulosis paru.

2.5. Kontraindikasi
Semua titik akupunktur, selain titik Shenque, Ruzhong dan sejenisnya yang
tidak dapat dilakukan penanaman benang, umumnya tidak ada kontra indikasi
absolut.
Yang penting adalah hati-hati, serius, bertanggung jawab dan memiliki
ketrampilan melakukan rangsang penanaman benang
Berikut ini beberapa hal yang perlu mendapat perhatian:
2.5.1. Pada anak di baWah 5 tahun sebaiknya tidak dilakukan rangsangan
penanaman benang.
2.5.2. Penderita penyakit jantung yang parah tidak cocok untuk penanaman
benang.
2.5.3. Pasien yangtegang, lapar dan kelelahan sebaiknya tidak dilakukan rangsang
penanaman benang padanya
2.5.4. Abortus habitualis termasuk larangan.
2.5.5. Pada saat hamil sebaiknya tidak merangsang penanaman benang pada
titik-titik dari perut - pinggang, Hegu, Sanyinjiao. Saat haid hendaknya
berhati-hati.
2.5.6. Tidak meragsang penanaman benang pada kulit yang memiliki kelainan.
2.5.7. Ruang sendi tidak dirangsang penanaman benang:
2.5.8. Pasien dengan kecenderungan kelainan perdarahan termasuk dalam
kontraindikasi.

2.6• Hal yang Perlu Menjadi Perhatian


2_6.i. Tindakan aseptik merupakan syarat untuk melakukan rangsang penanam
benang catgut.
2.6.2. Benang catgut tidak ditanam pada lapisan jaringan lemak di bawah kulit.
2.6.3. Tidak melukai organ viscera, medula spinalis:serabut saraf besar dan
pembuluh darah besar.
2.6.4. Rangsang ulang pada satu titik akupunktur, hendaknya waktunya berjarak
dari rangSangan yang pertama.

151
2.6.5. Daerah yang mudah berdarah, misalnya daerah orbita, jangan Lupa menekan
lubang bekas jarum.
2.6.6. Kejadian luar biasa pada saat dan paska tindakan harus diperhatikan dan
ditanggulangi segerS.
2.6.7. Tiga sampai de g a n tujuh hari setelah tindakan penanaman benang,
sebaiknya jangan terkena air saat mandi untuk mencegah infeksi.
2.6.8. Tindakan — anaman benang hendaknya tidak mengganggu pergerakan
normal.
2.6.9. Setelah penyakit terkendali, sebaiknya dilakukan 2 - ‫ ذ‬1>‫ أاة‬lagi untuk
mengukuhkan hasil. Didapati penyakit menahun yang baru Memberi
hasil setelah 3 - A kali tindakan, karena itu jangan sampai pasien berhenti
b_erobat sekehendaknya.
2.6.10. Penjelasan sebelum terapi dimulai sangat dibutuhkan, demi pengertian
dan kerjasama dari pasien:
Setelah melewati p_erkembangan selama masa empat puluh tahunan,
rangsang penanaman benang catgut pada saat ini telah diterapkan pada berbagai
mikro-akupunktur misalnya pada aurikulopunktur, akupunktur kulit kepala,
akupunktur pergelangan tangan-kaki, akupunktur mata dan a

3. RANGSANG]ARUMPISAU

3.1. Kekhususan
Rangsang jarum p isa u 。 erupakan perpaduan rangsang jarum akupunktur
dan rangsang pisau bedah. Terdapat 3 jenis bentuk jarum pisau yang sering
digunakan (Gambar 110)

C l >

IX J }

Gambar 110 Tiga Tipe Jarum Pisau (I, II, III),


Tipe I te rd iri dari l ■ 1 ,1 -2 ,1 3 dan I 4

Tipe I yang paling sering dipergunakan, terdiri dari tipe I -1 ,1- 2 ,1- 3 dan I - 4
yang dibedakan dalam ukuran panjangnya, masing-masing 12 cm, 9 cm, 7 cm dan
4 cm; dengan bentuk yang sama, badan jarum bundar panjang berdiameter 0,6-
1 mm, ujung jarum merupakan pisau 0,6-1 cm dengan mata-pisau 0; 5- 0,8 mm.

152
Gagag jarum berbentuk labu (Gambar l i l a )
Tipe II panjang 12,5 cm, gagang jarum berbentuk labu panjang 2,5 cm. Badan
jarum bundar panjang, diameter 3 mm panjang 9 cm, ujung jarum merupakan
pisau bermata-pisau pipih 0,8 mm (Gambar l l l b ) .
Tipe III serupa II, panjang •15 cm, badanjarum panjang 11 cm.

Bentuk Ijjung jarum dapat berupa : Rata, Melekuk di tengah (A), dan Miring
(Gambar 112):

A. mata pisau melekuk ditengah


B. mata pisau m iring membuat sudut

3.2. Cara memegang dan menusukkan jarum pisau

Gambar 113 Cara memegang dan menusukkanjarum pisau


A. Cara memegangjarum pisau yang lazim dipakai
B. Cara memegang ja n im pisau yang panjang

153
Walaupun mata pisau jarum pisau hanya selebar 0.8 mm, pada saat
ditusukkan dapat menimbulkan nyeri hebat, sehingga itu perlu dilakukan anestesi
1‫ا‬0‫ ة)ا‬terlebih dahulu. Dan seluruh proses rangsangan sebaiknya dilakua
bawah anestesi.
Anestesi dapat berupa anestesi lokal, anestesi blok saraf maupun anestesi
umum.
Cara penusukan jarum pisau sama dengan cara penusukan jarum akupunktur
biasa, tetapi rangsangannya berlainan dengan akupunktur pada umumnya, yang
mencari sensasi jarum. Rangsang jarum pisau bertujuan untuk melepas perekatan
jaringan lunak pada tulang, memotong dan mengurai jaringan lunak yang
menggumpal atau kejang, mengerut, serta melepas sumbatan saluran, sehingga
memulihkan kelainan dan menghilangkan keluhan.

3.3. Prosedur Memasukkan Jarum Pisau


Empat langkah memasukkan jarum pisau:
3 .3 .1 . Tentukan titik masuk sesuai dengan diagnosis yang ditegakkan. Daerah
tersebut dibersihkan, dilakukan tid a ka n Sseptik dan diberi duk berlubang;
3.3.2. Tentukan arah masuk jarum pisau, yaitu searah dengan jalannya pembuluh
darah besar, serabut s—
araf d3n serahut otot:
33.3. ] a _ pisau diberi tekanan dengan cara ibu jari dan telunU
gagang jarum pisau, 3 jari lainnya menekan badan jarum, tekanan tidak
melukai kulit, titik masuk membentuk lekukan, pembuluh darah, serabut
saraf dan serabut otot terdorong berada searah (dengan cara ini mata pis_a٧
yang masuk a.kan memisahkan pembuluh darah• bes3r dan serabut sa.raf dl
kedua sisinya)
33.4. Tekanan terus ditambah, sampai terasa sesuatu yang keras, yang
menunjukkan kulit telah tertelan mendekati tulang, den^^
lanjut jarum pisau menembus kulit, sehingga lekukan kulit al<an hilang,
pembuluh darah, serabut saraf, serabut otot menggelembung di kedua sisi
jarum pisau. Selanjutnya sesuai dengan kebutuhan dilakukan manipulasi.

Gambar 114 Cara Menusukkan Jarum Pisau pada Titik Tertuju

Setelah mencapai daerah perekatan yang dituju, dilakukan manipulasi


jarum pisau untuk melepaskan perekatan, dengan cara menggerakkan pada
bidang membujur atau melintang, atau keduanya bergantian:

154
٥. fa.
Gambar 115 Cara m anipulasi jarum pisau melepas perekatan
a. Gerak membujur; b. Gerak melintang

Cara memanipulasi ini merupakan sal.ah satu dari 15 macam cara manipulasi
jarum pisau, yang dikenal pada masa kini. Cara manipulasi jarum pisau yang
disesuaikan dengan letak dan jenis kelainan.
Prinsip terapi ragsang jarum — au, mengutamakan jarum pisau, didukung
oleh manipulasi tangan, dan dibantu oleh obat serta peralatan.

3 4 . Rehabilitasi pasien
Rehabilitasi pasien tercakup dalam lingkup terapi menyeluruh rangsang
jarum pisau:
3.4.1. Jarum pisau merupakan tindakan bedah tertutup, walaupun perlukaan
terbatas, tetapi bagaimana pun juga merupakan pengobatan dengan luka.
Dengan tindakan rehabilitasi, penyembuhan luka jarum pisau lebih cepat
dan lebih baik.
3.4.2. Tindakan manipulasi jarum pisau (melepasankan rekatan, menguraikan)
menimbulkan sejumlah sampah dan sisa metabolime, yang sedikit banyak
mengganggu metabolisme tubuh. Rehabilitasi dapat memperpendek
proses 'pemulihan, mempercepat pemulihan jaringan, meningkatkan
vaskularisasi dan pembuangan sisa metabolisme.
3 4 .3 Terapi rangsang j3rum pisaU _ m n y a dilakukan pada penderita penyakit
kronis dengan perjalanan penyakit yang panjang dan daya pemulihan
umumnya lemah, rehabilitasi dapat menumbuhkan keyakinan pasien akan
terapi tSrpadu dan meningkatkan daya pulih pasien.

‫ت‬.‫ ة‬. Indikasi


Pada masa rangsangan jarum—pisa٧ telah digunakan secara luas. Data
klinis membuktikan cara terapi ini efektif, aman dan dapat dipercaya untuk
menyembuhkan sejumlah besar penyakit.
Indikasi yang didukung bukti klinis antara Lain adalah:
٠ Nyeri y a g kronis — da alat gerak yang da<ibatkan oleh berbagai kelainan
kronis jaringan lunak.
٠ Osteofit (hiperosteogeni).
• Bursitis.
٠ SekueLe luka pada alat gerai( dan tubuh.
٠ Myositis ossificans stadium awal (sebelusm kaku).
٠ Tendovaginitis.
٠ Luka otot.
٠ 〇tot tegang-keram.
٠ Sekuele pasca operasi.
٠ Sekuele ^asca tr.auma jaringan lunak.

155
٠ Kegagalan penyembuhan faktur.
٠ Lainrain : akng psoriasis, menghilangkan keriput, perbaikan kaki
atau X pada anak-anak, hemoroid interna dan eksterna, kelainan endokrin dan
beberapa penyakit menular.

3.6. Kontraindikasi
٠ Penyakit organ visera yang parah.
٠ Infeksi atau ulkus pada kulit.
٠ Merah bengkal〈, panas pada daerah sasaran tindakan atau di bawahnya terdapat
bisul bernanah (tanda peradangan atau infeksi).
٠ Terdapat pembuluh da.rah, seratut saraf vital pada daerah sasaran.
٠ Pasien de.ngan penyakit kelainan perdarahan.
٠ Konstitusi tubuh sangat lemah.
٠ Tekanan darah agak tinggi, pasien cemas. Sekalipun berindikasi, tetap dilarang
untuk rangsang jarum pSaU.
Untuk m enjaAn keamanan rangsang jarum pisau, dokter pelaksana perlu
memiliki kompetensi, menguasai metode anatomi tubuh dan bagian-bagiannya
dengan baik: anatomi dinamik dan anatomi Stereotipik Serta memiliki
ketrampilan memasukkan jarum pisau dan memanipulasi jarum pisau, dan
melakukan rehabilitasi pasca rangsang jarum pisau.
Seperti pada umumnya rangsang akupunktur, kemungkinan timbuL kejadian
luar biasa harus menjadi perhatian dan segera dilakukan penanggulangannya.

4. RANGSAN(i]ARUM PANJANG BUNDAR


Prof. Xie Ligong memadukan jarum panjang dan jarum bundar dari Sembilan Jenis
Jarum Klasik Huangdi Neijing Lingshu, menjadi jarum panjang-bundar pada permulaan
tahun dua ribuan.
Dasar teori yang dipergunakan adalah sistem meridian tendon, yatu akupun ku
klasik yang dimanfaatkan mengatasi nyeri yang ditimbulkan oleh pelekatan antara
serabut tendon, antara tendon dan tulang di persendian.
Jarum panjang-bundar memiliki kekhususan ujung jarum yang tajam seperti
pada jarum panjang, yang berfungsi memotong, memutus, memisahkan; dan memiliki
pula ujung jarum yang berbentuk bundar tumpul, yang berfungsi memisahkan tanpa
melukai serabut otot.
Bentul〈 j a _ panjang-bundar terdiri dari gagang j a _ , badan j a _ dan ujung
jarum, tiga tipe ujung jarum : tipe ujung pedang, tipe mata pisau rata dan tipe mata
pisau mAng. ]enis e mata pis.au m—
iring yang paling sering digunakan.

4 .1. Cara Manipulasi ]arum


4.1.1. tusul( gerbang
Cara ini dSkukan untuk mengatasi nyeri pada tendon sekitar perm^
sendi. Penusukan dilakukan tegak lurus dari permuloan kulit ke dalam,
sampai di lokasi pelekatan tendon, lalu ujung pisau digerakkan ke kanan-
i n beberapa kali, untuk melepaskan pelekatan:
厶.1.2. Cara tusuk memulihkan
Penusukan diakukan tegak Lurus menyusur tepi tendon sampai
d O ka si pelekatan.• lalu Ujung jarum dlgerakan •dengan kuat, d
belakang mencungkil-lepaskan pelekatan daerah kelainan.
4.1.3. Cara tusuk shu pendek
Cara penusukan untuk nyeri tulang akibat klasifikasi atau penulangan.
Penusul<an dilakukan langsung dengan cepat sampai di tulang, lalu ujung
jarum digesekkan pada fermUkaan tulang, sehingga cara in iT e m o to n g
memisahkan, menguraikan gumpalan pelekatan yang menimbulkan nyeri:

156
A.2. Indikasi
Jarum panjang-bundarlewat lokasi kelainanjaringanlunak(mendian tendon)
melakukan tusuk gerbang, tusuk pemulian dan tusuk shu pendek memotong,
melepaskan, memisah gumpalan peletakan atau silotriks, agar meredakan nyeri,
sehingga dapat mengobati secara kausal penyakit sistem muskuloskeletal. Antara
lain nyeri kroni artritis pada legio servikal, pundak, siku, pergelangan tangan,
pinggang, bokong lutut ;pergelangan kaki, tumit serta hyperosteogeny, hernia
nucleuspulposus(HNP), dan lain-lain.

4.3. Hal y a g Perlu Menjadi Perhatian


A.3.I. Pada saat jarum masuk, mata pisau sebaiknya sejajar dengan serabut
otot untuk—menghindari perlukaan otot. Perlu diperhatikan jaringan
sekitar lokasi penusukan, seperti serabut saraf, pembuluh darah besar.
Pengetahuan ahatomi menjadi pegangan.
4.3.2. Arahpenusukan harus pasti dan tSnaga penusukan tidak terlalu
keamanan.
A.3.3. Saat manipulasi jarum harus memperhatikan kedalaman, hindari
kemungkinan timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya pada
daerah dada-punggung, tidak melewati permukaan tulang iga, pada daerah
leher tidak melewati permukaan-dalam otot sternocleidomastoideus. pada
daerah pinggang tidak melewai prosesus spinosus lumbal, daerah ginjal
tidak melewati otottrunkuserektus, padadindingperuttidakmelewatlinea
alba abdominalis, linea semilunalis lateral, musculus rectus abdominalis,
dan pada berbagai sendi tidak masuk ke dalam cavitas articularis.

5. RANG^ANG^RUMBOB^RU
]arum Bo, seperti Jarum panjang-bundar, merupakan salah satu dari Sembilan
Jarum klasik Huangdi Neijing Lingshu:yang disebut jarum pedang. Pada masa kini,
]arum Bo Baru terdiri dari t3ngl<a٦ ja r u ^ S n badan •jarum. Badan jarum
cm, ujung jarum memiliki panjang 1 cm dan lebar 0,2-0,5 cm. Ujung jarum berbentuk
pedang yang tajam di kedua sisi dengan mata pisau yang runcing Bahan logam
yang digunakan tahan suhu tinggi, tahan api dan tidak mudah patah

5.1. Prosedur Penusukan


Persiapan Tentukan lokasi fokus Diejin. bilamana fokus terlalu banyak, setiap
kali dibatas paling banyak lima. Selain menentukan lokasi, fokus jiejin diraba
untuk meng^tahuT kedalaman, jaringan pembentuknya, juga untU^
serabut saraf dan pembuluh darah sekitar lokasi.
Terhadap fokus ]iejin dilakukan anestesi dengan prokain atau
ml setiap fokus Jiejin. Tujuannya agar manipulasi jarum tidak terasa nyeri, dan
agar mengetahui jalurtusukan sampai di ke letakfokus jiejin. Arah dan kedalaman
jarum anestesi menuntun jatum Bo mencapai Lokasi target.
Jarum masul( mengikUti jalur anestesi, jarum dengan aman mencapai fokus
jiejin. Mata jarum saat masUk diupayakan, sejajar dSngan jalur serabut otot,
untuk menghindari serabut otot terpotong. Bila mungkin, jarum masuk menyusur
serabut saraf besar atau pembuluh darah besar.
Setelah jarum masuk, dicari rasa-jarum, lalu dilakukan pelepasan gumpalan
jaringan lunak, sampai hilang rasa ketat ujung jarum (rasa-jarum), dengan salah
satu dari tiga cara rangsang jarum Bo Baru : rangsang tusuk dalam, rangsang
dangkal dan tusuk bakar-potong. Rangsang tusuk bakar potong sering digunakan
hamoroid ekstema, polip usus, tusukan dalam digunakan pada periartritis bahu,
hiperosteogeni; tusukan dangkal sering dipakai untuk meng.eluarkan nanah,
menghilangkan bekuan darah, berbagai jenis bisul.
Pada Saat tidak Lagi terasa jarUm tertahan (deqi), jarum dicabut. Selama

157
manipulasi, jarum tidak diputar, ]arum tidak ditinggal, cepat masuk dan cepat
keluar. Lubang bekas tusukan, ditekan dengan kapas beralkohol mencegah
perdarahan, kemudian ditutup kasa steril, dibalut selama 24 jam. Kedalaman
tusukan tergantung pada kurus-gemul<nya pasien, dan disesuaikan dengan
kondisi penyakit. Umumnya dilakukan 2 hari sekali, 3 kali sebagai satu seri terapi.

2.‫ ة‬. Indikasi


Banyak digunakan untuk berbagai kelainan dubur : anal fisura/ fistular,
hemoroid, bisut polip usus, dan lain-٦ain. Dapat digunakan sebagai pembuang
nanah, penghenti perdarahan.
]uga dapat digunakan pada nyeri kepala, parese fasial, carpal tunnel
syndrome, servikal syndrome, tennis elbow, golfer elbow, miofasialitis.

5.3. HalyangPerlu Diperhatikan


5.3.1. Rangsang ]arum Bo-Baru merupakan tindakan invasif. Dibutuhkan
pengetahuan anatomi dan latihan ketrampilan
5.3.2. Saat penusukan, kadangkala ditemukan pasien pingsan-jarum. Penusukan
dihentikan dan dilakukan penanggulangan seperti pada umumnya.
5.3.3. Setelah terapi pasien perlu istirahat dan datang berobat kembali sesuai
jadwal

4.‫ق‬. Kontraindikasi
5.A.I. Hipersensitif terhadap prokain, lidiocain.
5.4.2. ‫ ؟‬asien disertai gejala p3nas, temperatur tubuh tinggi
5.4.3. Pasien menderita penyakit parah.
5.4.4. Lokasi perangsangan infeksi, nekrosis
5.4.5. Pada lOkasi feragsangan terdapat saraf, pembuluh darah, organ visera
yang tidak d3pat dihindari pada perangsangan.
5.4.6. Pasien dengan kelainan darah, perdarahan
5.4.7• Usia lanjut, wanita hamil
5_厶.8٠Radang persendian disertai timbunan cairan

158
BAB V III
RANGSANG PADUAN DENGAN M EDIKAM ENTOSA

Rangsang pada titik akupunktur dengan suntikan obat, merupakan paduan rangsang
mekanik akupunktur dan rangsang khasiat obat. Rangsang jenis ini disebut juga sebagai
akuapunktur.

1. Obat yang Sering Digunakan


1.1. !(elompok vitamin B
Pada diare, konstipasi, stroke/paska stroke, peresis fasialis, spasme otot wajah,
spermatore, buta warna, alopesia, morning sickness, rinitis.

1.2. Kelompok Obat Fisiologik


Seperti cairan glukosa;NaCL fisiologis, Akuades. Pada apendisitis, pakreatitis,
rinitis, pasca poliomeililitis, prolaps ani, disfungsi seksual, lumbago, malaria.

1.3. l_〈
elompol( Obat Analgett-Asestesl seperti prokain, novacain.
Pada r^eri berbagai sistem tubuh.

1.4. Kelompok Antibiotika. seperti streptomisin.

1.5. Kelompok Hormonal, seperti progesteron, testosteron.

2. Prosedur Cara Rangsangan


2.1. Tentukan Titik Akupunlaur
Sesuai dengan■ pilihan titik akupunktur pada rangsang akupunktur. Umumnya
setiap kali dipilih 1-3 buah titik, yang berlokasi pada otot yang cukup tebal,
misalnya di ekstremitas, abdomen, dorsal tubuh dan sebagian kepala-wajah. Titik
akupunktur yang disertai dengan nyeri tekan spontan at3u pasif memberi ef^
yang lebih baik.

2.2• Cara Penyuntikan


Perangkapan suntik — yang telah disterilkan, lokasi suntik juga sudah
dilakukan tindakan aseptik. Jarum ditusukkan lewat kulit dengan cepat, kemudian
perlahan-lahan d id o ro g masuk ‫؛‬ebh dalam., setelah diperoleh rasa jarum,
aspirasi, tidak ada darah: obat dilepas perlahan-lahan; dapat pula pelepasan obat
dilakukan sambil menarik jarum keluar, sambil ditarik sambil melepaskan obat;
dapat pula setelah diperoleh rasa jarum, jarum ditusukkan dengan b.erbagai
sambil melepaskan obat.

2.3. Dosis Obat


Tergantung pada lokasi titik akupunktur, sifat dan kepekatan obat yang
digunakan. Daerah kepala wajah, daun telinga umumnya 0,1-0,5 ml setiap titil (;
ekstremitas dan pinggang-bokong, dosis lebih besar, setiap titik dapat sampai

159
beberapa ml. Umumnya dosis adalah 1/5-‫ا‬/‫ت‬dosis intramuskuler obat terkait.
Cara pelepasan obat dan dosis yang besar menunjuk pada rangsangan
inhibisi, untuk l<asus akut.

2.4. Sesi dan Seri Terapi


Pada penyakit akut dapat dilakukan 1-2 1<3‫ آا‬sehari, pada penyakit 1<間
dilakukan setiap hari atau 2 hari sekali, 6-10 kali sebagai satu seri terapi, antara
dua seri terapi i.stirahat 3-5 hari.

3. Indikasi
Dengan kelebihan Akuapunktur dalam hal waktu pelaksanaan yang relatif pendek
dan khasiat farmakologi obat yang digunakan, klinis akupunktur digunakan seperti
halnya terapi akupunktur pada umumnya dalam upaya promotif-preventif, kuratif-
rehabilitatif dan paliatif terapi akupunktur, seperti halnya rangsang akupunktur
lainnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan


4.1. Memperhatil<an khasiat farmakologi obat yang digunakan, terutama obat yang
mungkin menimbulkan reaksi hiperSensitif perU dilakukan
4.2. Tindakan dilakukan dengan aman, bebas kuman.
4.3. Suntikan menghindari sGrabut saraf dan pembuluh darah besar. Timbulnya ^
terkena aliran listrik merupakan tanda ujung jarum mengenai serabut saraf dan
rasa nyeri merupakan tanda ujung jarum mengenai dinding pembuluh darah
besar; Ujung jarum harus d it a r ild n ganti arah.
4.4. Pada wanita hamil, perut bawah, daerah sakral dan titik Sanyinjiao, Hegu tidak
dilakukan akuapunktur. Pada usia Lanjut dengan kondisi lemah, titik akupunktur
yang digunakan harus sedikit dan dosis disesuaikan.

160
DAFTAR PUSTAKA

1. An Zaifeng (2007) Shenji Aijiu Liaofa, Pinguan Publishing House. Taibei, Taiwan.
2. Beijing Zhongyiyao Daxue Zhenjiu Xueyuan (2007) : Zhongguo dezhong zhengfa
(dalam Mandirin). Beijing Kexue Zhishu Publishing House, Beijing.
3. Dan Guimin (2012) jijian Aijiu Zhibaibing (dalam M andarinjl. ed. Ren Lei Zhigu
Publishing Hause. Taibei, Taiwan.
4. Deng Liangyue (2002) ; Guoji Zhenjiu Kue Jiaocheng (dalam Mandarin), Huaxia
Publishing House, Beijing
5• Hong ]ingyang (2007): Xuedao Zhiya Ziliao Baike (dalam Mandarin), I st ed. Huoquam
Publishing House. Taibei, Taiwan.
6. Kreisel.Volkmar. Weber, Michael (2012): A Practical Handbook Laser Acupuncuture.
Fuchtenbusch Verlag, Stambei‫ ؛‬Germany.
7• Wang Fuchun (2011‫ آ‬: Zhenfa Daquan (Dalam Mandarin) ,People's medical Publishing
House, Beijing.
8• Sun Guojie, Liang Fanrong (1999) : Zhenjiu Xue (dalam Mandarin), Zhongguo
Zhongyiyao Pub;ishing House, Beijing.
9• Shi Huaitang (2000) Zhongyi Linchuang Xin Jiuzhen (dalam Mandarin), People
Medical Publishing House, Beijing

161
BAGIAN KETIGA
DIAGNOSTIK DAN TERAPI
AKUPUNKTUR MEDII〈
BABI
PEMERIKSAAN DIAGNOSIS

Diagnostik Akupunktur Med‫؛‬k٠ adalah diagnosis kedokteran pada


diagnostik akupunktur medik juga menggunakan pemeriksaan diagnostik !(edokteran,
Kekhususan akupunktur medik adalah dalam pemeriksaan fisik, yang bertolak dari nyeri
spontan dan/ataU nyeri tekan yang dapat -dibentuk oleh tujuh
akupunktur medik; yang pada dasarnya berkaitan dengan sistem neuroendokrin-imun.

1. Pemeriksaan Diagnostik Akupunktur Medik


Pemeriksaan Diagnostik Akupunktur Medik adalah pemeriksaan diagnostik
kedokteran, yaitu:

1.1. Anamnesis
Cara p.emeriksaan dengan mengumpulkan informasi selengkap mungkin,
mengikuti 6 segmen anamnesis pada umumnya:
• Keluhan utama
. Riwayat penyakit sekarang
. Riwayat penyakit yang lalu
• Riwayat keluarga
• Profil pasien
• Tinjauan sistemik

1.2. Pemeriksaan Fisik


Inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dilakukan sebagaimana mestinya
pada pemeriksaan fisik kedokteran. PemerAsaan terdiri dari dUa b a g in ^

1.2.1. Pemeriksaan Flslk Kedokteran pada Umumnya


Keadaan umum dan tanda vital
2‫ ؤ‬Pemeriksaan kulit
3 Pemeriksaan kepala, wajah, mata, THT, gigi-mulut
4 Pemeriksaan leher
5‫ ا‬Pemeriksaan toral(: a), sistem paru, b), sistem jantung dan pembuluh
darah
6) Pemeriksaan abdomen : a) dinding abdomen, b) organ dalam abdomen
: hati, limpa, ginjal, lambung, usus; c) Abdomen bagian bawah, termasuk
perineum, dubur, genitalia eksterna.
7) Pemeriksaan dorsal tubuh
8‫ ؛‬Pemeriksaan ekstremitas superior dan inferior

1.2.2. Pemeriksaan Fisik Khusus Akupunktur Medik


1) Titik akupunktur nyeri sp.ntan, titik nyeri yang dirasakan pasien ^
dilakukan penekanan ap3pun.
2) Titik akupunktur nyeri tekan pasif, titik nyeri yang dirasakan pasien

163
pada penekanan ringan atau pada cara rolling palpation.
Lokasi titik akupunktur nyeri spontan dan nyeri tekanan pasif terletak
pada • a) daera'h kepala- waja.h-leher-kudul(, b) daerah dorsal tubuh,
c) daerah ventral tubuh, d) daerah ekstremitas superior dan e) daerah
ekstremitas inferior.
Cara pencarian titik akupunktur nyeri tekan pasif menggunakan cara:
a) metoda penekanan jari yang ringan sampai 1/3 kuku jari penekan
berubah w_arna menjadi pucat. Timbulnya rasa nyeri menunjukkan
lokasi titik, b) metoda palpasi menggelinding, •yaitu dengan cara
menggelindingkan kulit sepanjang daerah yang dicurigai, timbulnya
kejutan nyeri menunjukkan lokasi titik nyeri tekanan pasif.
Bertolak dari nyeri tekan spontan dan nyeri tekanan pasif, dikembangkan
metode diagnostik akupunktur medik, sebagai berikut:
‫ )و‬Metode Segmental dan Saraf Kranial
b) Metode Titik Pemicu
C): Metode Zona Refleksi Tubuh
d) Metode Integratif Dung
e) Metode Integratif Ma [Integrative Neuromuslwlar Acupoint System
INMAS)
f) Metode Mikroakupunktur Daun Telinga (Aurikulopunktur)
g) Metode Akupunktur Kulit Kepala BarU Yamamoto
Tujuh metode di atas, selain memberi data untuk diagnosis, juga menjadi
p_edoman terapi, yaitu cara pelaksanaan terapi, baik dalam-pemilihan
titik rangsang akupunktur ataupun pemilihan cara rangsang akupunktur.

1.3. Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai dengan indikasi, di antaranya
adalah:
1) pemeriksaan laboratorium : darah, urin, tinja dan lain-lain;
2> pemeriksaan radiologi,
3) ■pemeriksaan ct scan, MRI.
dan pemeriksaan penunjang khusus lainnya dalam kedokteran.

1.4. Resu^ie dan Analisis Hasil Pemeriksaan


a. Resume seluruh hasil pemeriksaan
b. Analisis data dan diagOsis banding

1.5. Diagnosis Kerja.


Diagnosis Akupunktur Medik, merupakan diagnosis kedokteran dengan
spesifikasi akupunktur medik.

2. Tujuh Metoda Diagnostik Akupunktur Medik


Metoda diagnostik yang■ dilembangkan dari titik nyeri
hasil pemeriksaan perabaan. Dalam penerapan klinis dipilih satu atau lebih metode
yang sesuai dengan kasus. Walau dalam praktek bisa dipadu satu atau lebih metode
tersebut, namun tidak pernah ketujuh-tujuhnya dilakukan bersamaan.
Pedoman pemilihan metode diagnostik di antara tujuh tersebut, lazimnya dipilih
sesuai dengan keadaan penyakit, dan bersesuaian pula dengan cara pemeriksaan
diagnostik fang lain, misa٠
lny3 anamnesis.

2.1. Metode Segmental dan Saraf Kranial


Suatu segmen mengandung pengertian dermatom, miotom, sklerotom dan
viserotom; yang merujuk pada saraf spinal yang sama. Saraf perifer, selain saraf

164
spinal, termasuk pula saraf kranial; dari sudut fungsi saraf perifer dibagi dalam
saraf somatik dan saraf vegetatif, dan saraf vegetatif dibagi pula dalam simpatis
dan parasimpatis.
Saraf perifer kraniosakral termasuk saraf parasimpatis, dan saraf spinal
toral(〇lumbal adalah simpatis. Servikal masuk golongan simpatis. Kejelasan
ini diperlukan untuk pemilihan metode diagnostik (sebenarnya tercakup pula
metode terapeutik).
Dengan• menelusuri saraf spinal dan/atau ^ranial yang terkait dengan t i t
nyeri tekanan pasif pada pemeriksaan perabaan (palpasi) di lokasi tertentu, dapat
memberi informasi untuk suatu diagnosis.

Dermatom, miotom, skelerotom dan viserotom

Lihat peta-peta berikut:


Peta Pembagian Dermatom (Gambar 116)
Peta Miotom (Gambar 117-118)
Peta Sklerotom (Gambar 119)
Peta Viserotom (Gambar 120')

165
Gambar 116 Skema Dermatom Tubuh Ventral dan Dorsal

166
Muscles Segmentallnnervation
Frontali‫ ؛‬partofoccipilofrontalis 1 fnf>f>\npfvp\A\

Orbicularis oculi 2 ‫ ؟‬Q〇Q١newe,V١١


Orbicularis oris 3 ‫ ؟‬oc١ o١ n‫ ؟‬Tve، \/\١
Sternodeidomasloid 4 Accessorynervet XI:C2-3
Trapeaus 5 Accessorynerve.XI:C3-4
Delloid 6 C5.6
Pectoralis major 7 C5-T1
28 Biceps brachil 8 C5-6
Serratus anterior 9 C5-7
29 Rectus abdominis 10 77.72
External oblique 11 T7-LJ
Superficial flexor muscles of the forearm 12 C6-T1
‫ﻫﻖ‬ Tensorfasciaelalae 13 L4-SI
Adductor muscles 14 X U
Thenar muscles 15 C6.7;
Hypothenar muscles 16 C7-T1
32 Sartorius 17 u §3
Rectus femoris 18 12-4
Fastus lateralis 19 IU

Vastus medians 20 IU
Peroneal (fibuler) muscles 21
Gastrocnemius 22 SI -2
Extensor muscles of the leg 23 L4$SI
Soleus 24 S I -2
Buccinator 25 ‫ ؟‬oc\Q١ n‫ ؟‬we٠ V١ ١
Levatorscapulae 26 0 .5
Scalenus anterior 27 C5.7
Deltoid 28 C5.6
Pectoralis minor 29 C5T /
Serratus anterior 30 0 - 7
Internal intercostal 31 run
External intercostal 32 Till
Brachialis 33 C5.7
Internal oblique 34 T7-U
Deep flexor muscles of the forearm 35 C7-8
Rectus sheath (posterior wall) 36 T7-U
Psoas major and iliacus 37 L l - 3
Adductor magnus 38 L2-4
Extensor hallucis longus 39 L5-S1

Cambar lU S k e m a Miotom Bagian Ventral Tubuh

167
Muscles Segmentallnnervation
Sternocleidomastoid 1 AccessorynerveXI;C2-3
Trapezius 2 AccessorynerveXI;C3-4
Deltoid 3 C5-6
Infraspinatus 4 C5-6
Latisimusdorsi 5 cn
Triceps 6 77.[/
External oblique 7 L4-S1
Gluteus medius 8 C5-8
Superficial extensor muscles of the forearm ‫و‬ L5-S2
Gluteus maximus 10 L5-S2
Biceps ternoris 11 L5-S2
Semimembranosus 12 L5iS2
Semitendinosus 13 L5$S2
Gastrocnemius 14 si$2
Soleus 15 SI-2
Semispinalis capilis 16 0 -8
Spleniuscapilis 17 C4S
Levator scapulae 0 -5
Supraspinalus C5-6
Rhomboid minor C5
Infraspinalus C5-6
Teres minor C5-6
Rhomboid major C5
Teres major C5.7
Erector spinae C/.S5
Triceps c&s
Deependensof muscles of the forearm C6-8
Gluteus minimus L4-S1
Piriformis L5-S2
Obluratorintemus L5-SJ
Quadratusfemoris LjiS I
Adductor magnus \u
Semimembranosus L5-S2
Biceps femoris L5-S2
Popiteus L4-SJ
Soleus S-l-2
Deep flexor muscles of the leg L4-S2
Flexor hallucis longus L5-S2

G a m b a rll8 S ke m a Miotom Dorsal Tubuh

168
C03b0rllgske30Skler0t03Tcbcb309103v
ent
ral
C am bar 120 Skema Sklerotom Tubuh Bagian Dorsal

170
Preganglionic fibres
Postganglonic fibres

Pupils

Ciliary muscles

Salivary glands
s;uaE59s
a

He ar t ( T l - 4 )

Bronchi ( T 2 - 7

St omach ( T 6 - 1 0 )

Liver/gaH b la dd er ( T 6 - 9 )
SICdEdss

‫اح‬ Pancreas ( T 6 - 1 0 )
٠‫ حج‬-

Kidneys (T10-L1
‫ار‬

Small ‫؛‬n t est‫؛‬ne (T6-10)

Ascending an d transverse
s^ca das

colOn(T6-10)
Jaqiunl
E

Descending colon ( T l 1-12 )


S; C39S

Re ctum ( T i l - 1 2 )
C3L
-anas

Bladder, uterus ( T l 2-L2 )


S u p e r io r h y p o g a s tr ic
ganglion
Genitals ( L 2 - 3 )
P re v e rte b ra l
g a n g lia

Cambar 121 Skema Sistem VegetatifSimpatis Terkait Viserotom Tubuh

171
Preganglionic fibres
Postganglonic fibres

〇culomotor(lll)
Pupils ( I I I )
‫ا‬ ganglion
Ciliary muscles ( I I I )
Facial (III)
Salivary glands ( VII, I X )
s^caicdBS
-ODiAJBD

Glossopharyngeal (IX)

H eart (X)

‫ؤ‬
Bronchi ( X )

务 • Stomach ( X )

‫ ؤه‬٠ Liver/gall b la d d e r ( X )
S;C9LC59S
‫ة‬٠‫§ر‬٧

Pancreas ( X )

Kidneys ( X )

Small intestine (X)

Ascending an d transverse
colon ( X )
SJCaiudas slcduudds
JDqicnl

- - - ٠•
: Descending colon ( S2-4 )

/_ Re ctum ( S2-4 )
lonDS

( ,

G e n ‫؛‬t a l s ( S 2 - 4 )
In t e r io r L _________________________
h y p o g a s tr ic
g a n g lio n

Cambar 122 Skema Sistem Parasimpatis VegetatifTerkait Viserotom

DUABELAS SARAFKRANIAL

Duabelas saraf cranial dan nukleusnya masing-masing tersebar di tiga segmen batang
otak, midbrain, pons dan medula oblongata; ik u a li saraf cranial I dan II, yang serabut
sarafnya berproyeksi pada korteks serebri; dan nukleus sensoris saraf kraniaiv berlanjut
dari batang otak ke medula spinalis; serta nuklei saraf VII dan VIII tidak hanya di pons
tetapi juga d medula oblongata.

172
Nervus Olfalctorius (Saraf Kranialis I)
Saraf kranial ‫ ؟‬erta‘ , yang bertanggung Jawab untuk penciuman (penghidU^
umum anosmia (hilangnya rasa penghidu) adalah kongesti nasal, penyebab neurologis
mencakup tumor di fossa anterior basis krani dan trauma kapitis.

Nervus Optikus (Saraf Kranialis li)


Saraf kranial kedua, n. optikus masuk cranial cavity dan bersatu membentuk optic chiasm,
diteruskan dengan traktus optikus, yang serabut Sarafnya berproyek^
lewat lateral geniculate body, serta bersama-sama dengan saraf kranialis III mengatur
r e t o cahaya pupil•
Kelainan saraf kranial II, antara la in ;
1) Defek jalur o p tik : di optic chiasm, optic tract, occipital cortex
Optic chiasm defect menimbulkan temporal hernianopsia (buta setengah lapangan
luar), penyebab utama adenoma hipofise, craniopharyngioma dan neopl_asthma
sekunder.
Kerusakan pada traktus optikus, biasanya disebabkan tumor atau perlukaan

173
timbul hemianopsia homonimus.
Kerusakan korteks oksipital menimbulkan homonymous hemianopsia disebabkan
terjadinya infark akibat gangguan vaskuler, arteri serebral posterior.
2) Edema papil (Optic disc oedema)
Pada aWalnya tidak m‫ ؟‬ngganggu •penglihatan, pada saat oedema berkembang,_ ‫اال‬
pelebaran titik buta (blind s0‫ ؟‬ti dan pandagan jadi kabur l e
optikus, yang disertai hilangnya penglihatan sejak awal.
Penyebab papiloedema antara lain :
٠Kenaikan tekanan intrakranial, misalnya karena tumor, abses atau meningitis
• Sumbatan vena retina, akfaat trombosis atau desakan
• Neuritis optikus, karena infeksi, demielinasi.
.-Hipertensi
‫)ق‬ Optic atrophy
Merupal<an hasil akhir berbagai proses kerusakan pada saraf optikus.
Derajat hilangnya penglihatan bergantung pada kerusakan yang ditimbulkannya.
A) Pupif
Pupil berkonstriksi sebagai respons terhadap sinar yang terang dan konvergen.
Saraf eferen parasimpatis yang mengontrol otot konstriksi pupil timbul dari nukleus
Edinger-Westphal di otak tengah dan berjalan bersama saraf cranial III ke mata.
Nukleus Edinger-Westphal menerima aferen dari saraf optikus (untuk refleks cahaya)
dan dari pusa; konvergen dj otak tengah.
SerabutsarafsimpatisyangmulaidihlpotaLamusmenghasilkandilatasi pupil. Serabut
saraf ini dari hipotalamus lewat batang otak ke medula spinalis di T-l, setelah itu naik
ke Leher sebagai cervical sympatheticchain dan berjalan bersama-sama arteri karotis
masuk ke daSm kepala.
Nyeri spontan dan nyeri tekanan pasif d sekitar orbita dan daerah o k s ip a
serta keluhan dan hasil pemeriksaan Idinis terkait dengan mata dan penglihatan,
menjadi bahan penegakan diagnosis: Gangguan saraf cranial II, nervus optikus.

Nervus Okulomotorius, Troklearis dan Abdusens (Saraf Kranialis III, IV dan VI)
Ketiga saraf ini diperiksa bersama, karena ketiganya belerja sama mengatur
ekstraokular; selain itu saraf okulomotorius juga berfungsi mengangkat kelopak mata atas
dan mensarafi otot !(onstriktor yang mengatur besar pupil.
Otot ekstraokuler diperiksa mengikuti gerak bolamata Gambar 124.

KeLainan saraf yang sering ditemukan :


1) Miastenia gravis (MG) yang mengakibatkan oleh kelemahan lebih dari satu otot dan
ptosis.
2) Sindrom Horner, terdiri dari ptosis kelopak mata, konstriksi pupil dan pada
wajah yang sama tidak dapat mengeluarkan keringat.
3) NiStaghusyang dapat terjadi pada sembarang 3rah dan dapat bersifat unilateral,
misalnya nistagmus horizontal (mata bergoyang cepat ke arah lateral)

Cambar 124 Saraf Kranial dan O to t Ekstraokuler yang Terkait


dengan Enam Lapangan Pandangan Utama

174
Nervus trigeminus (Saraf Kranialis V)
Nervus Uranialis V ini membawa serabut motorik maupun sensorik. Serabut saraf motorik
mensarafi otot temporalis dan maseter, ot٥t-٥t ٥t mengunyah;
Serabut saraf sensorik dibagi menjadi tiga cabang utama : oftalmikus, maksilaris dan
mandibularis, mencakup pula refleks kornea.

Gangguan Saraf trigeminus


1) Trigeminal neuralgia atau tic douloureux, yang menyebabkan nyeri hebat sepanjang
percabangan saraf maksilaris dan mandibulans.
2) Miastenia gravis dan skelosis amiotropik lateral dapat menyebabkan kelemahan
otot-otot mengunyah, cepat Lelah dan sulit mengunyah.
‫ )ق‬Tumor pada fosa posterior dapat menyebabkan hilangnya refkleks kornea.

Nervus Fasialis (Saraf Kranialis VII)


Saraf ini berfungsi motorik dan sensorik.
Serabut saraf Sensorik mensarafi bagian anterior lidah, yang menghantar persepsi
pengecapan, manis, asam dan asin (rasa pahit dibawa olSh Saraf kranialis IX, saraf
glasofaringeus.yang mensarafi lidah bagian posterior).
Serabut saraf motorik mensarafi seluruh ■otot ekspresi wajah, termasuk tersenyum,
mengerutkan dahi dan menyeringai.
Gangguan Saraf fasialis dapat disebabkan oleh:
1) Disfungsi fasialis aldb.at lesi batang otak (pons)
2‫؛‬ Disfungsi fasialis akibat faktur gasis l^ani atau tulang temporal, atau penyakit
telinga:
3) Kelemahan saraf fasialis dapat diakibatkan oleh Miastenia gravis, sindrom Guillain-
Barre
4) Bell's palsy, kelumpuhan saraf fasialis.

Nervus Vestibulokoklearis (Saraf KraniaLis Vill)


Saraf kranialis yang berfungsi mempertahankan keseimbangan (bagian vestib^
menghantarkan impuls yang memungkinan seseorang mendengar (bagian koklearis).
Gangguan saraf vestibulokoklearis:
1) finitus dan tuli
2:) Vertigo, mual muntah dan ataksia
3‫ ؛‬Penyakit Meniene, terjadi dilatasi saluran endolimfa paska koklea yang akhirnya
menyebabkan atrofi. Timbul vertigo, tinitus dan tuli pada telinga yang terserang.
4) Seperti saraf fasialis, saraf kranialis ini mudah rusak akibat trauma fraktur dasar
tengkorak, temporal; juga akibat sumbatan vaskuler atau tumor batang otak.

Nervus Glosofaringeus dan Nervus Vagus (Saraf Kranisialis IX dan X)


Dua saraf kranialis ini berhubungan erat secara anatomi dan fisiologi.
Nervus glosofaringeus mempunyai bagian sensorik yang menghantar rasa pahit dari
lidah bagian posterior, serta memberi sensasi faring, bagian motorik mensarafi dinding
posteriorfarig.
Nervus bagus mensarafi semua visera toraks dan abdomen, dan menghantar impuls darj
dinding usus, jantung dan paru. Penilaian fungsi vagus ditujukan pada evaluasi fungsi
motorik palatum, faring dan laring.
Gangguan Saraf Glosofaringeus dan saraf vagus
1) palatum mole, asimetris dan berdeviasi
2‫ ؛‬Gangguan menelan
3> TumOr atau trauma sekitar foramen juguLaris
4) Kelemahan otot-otot yang d ip e rs a r3 g dan )( aldbat miastenia gravis dan skeO
lateral amopatik.

175
Nervus Asesorius (Nervus Kranislais }(〇
Nerv٧s asesorius merupakan saraf motorik yang mensarafi M. sternoldeidomastoideus
(berfungsi memutar l<epaLa ke samping) dan bagian atas M. trapezius (berfungsi memutar
skapula bila lengan diangkat).

I〈
elai٠
nan Nervus Asesoriu.s
1) Kelemahan dan atrofi M. sternokleidomastoideus dan m. trapezius.
2‫ ؛‬Disfungsi saraf asesorius akibat cedera Leher Langsung pada akson atau badan sel
nervus asesorius.

Nevus Hlpoglosus (^ervus Kranialls )(II)


Nervus ini ^ n s a ra —
fi otot-otot Idah, yang sangat penting untuk fungsi bicara d

Kelainan Nervus Glosofaringeus


1) Kelemahan ringan rnGnyebabkan sulit mengucapkan konsonan dan menelan,
kelemahan b a e r a l beraf menyebabkan sulit bicara dan menelan•-
2) Lidah asimetris, deviasi ke satu sisi, dan fasikulasi akibat cedera leher, tumor dekat
foramen magnum.
3) Kelemahan d a h bilateral dapat disebabkan oleh miastenia gravis, slderosis a
amiopatik.

176
2.2. Metoda Titik Pemicu
Titik pemicu pada setiap otot rangla mempunyai pola r u ju ln tertentu. T t
pemicu dapat berupa titik yang memperlihatkan nyeri spontan atau titik nyeri
tekan pasif. Suatu kelainan rujukan dapat ditentukan titik pemicunya; dari titik
pemicu dapat ditentukan otot yang terl<ait, miotom dan saraf terkait; dengan
demikian diperoleh data penunjang untul〈 suatu diagnosis.
Berikut ini sejumlah gambar skematis titik pemicu :

Sternocleidomastoid

Trapezius

Masseler

Gambar 125 Titik Pemicu dan Pola Rujukan diKepala-Wajah dan Kuduk

177
O tot-otot servikal posteriM. Zyangomaticus M. Orbicularis Oculi

Gambar 126 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Daerah Kepala-Wajah

Gambar 127 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Bahu dan Ekstremitas Superior

178
M. Supraspinatus M. Supraspinatus M. Infrespinatus

Gambar 128 Titik Pemicu dan Pola Rujukan d i Ekstremitas Superior

M. Brachioradialis M. Extensor carpi radialis longus M. Supinator

M. Extensor carpi radialis brevis (kiri)


M. Extensor carpi ulnaris (kanan) M. Palmaris longus

C am bar!29 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Ekstremitas Superior Bagian Bawah

179
M. Scalenus M. Subdavius M. Sternalis

M. Pectoralis m ajor

Clavicular section Sternal section Lateral free margin M. Pektoralis m inor

Gambar 130 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Ventral Tubuh

180
M. Posterior cervical
setinggi C4

M. Elevator scapula Mm. Rhomnoid


di daerah insert‫؛‬.

M. Seratus posterior superior M. Latissimusdorsi

M.lliocostalis thoracis Paravertebral gutter


di M. Multifidus setingkat mid-thorac

Gambar 131 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Dorsal Tubuh Bagian Atas

181
d e e p g r o u p o fM :
p a r a s p in a lis deep g ro u p o fM . p a r a s p in a lis
p a d a d a e r a h lu m b a l p a d a d a e ra h s a k ra l

Gambar 132 Titik Pemicu dan Pola Tujuan di Dorsal Tubuh Bagian Bawah

a. M. qu ad ratu s lu m b oru m di ba gia n lateral


b. ba gia n m edial

M. piriform is

a. M. g lu te u s m ed iu s atau m in im us d ekat
peletak atan p d troch an ter m ajor
b. b a gia n p osterior

Cambar 1 5 5 Titik Pemicu dan Pola Rujukan di Dorsal Tubuh Dan Ekstremitas Inferior

182
M. vastus lateralis M. rectus femorls
M.vast٧٤mediaris

M . tibialis anterior

M a leolu s m e d ia lis
M. p e r o n e u s lo n g u s (a) d a n
M. p e r o n iu s b rev is (b)

Cambar 13A T itik Pemicu dan Pola Rujukan d i Ekstremitas In fe rio r

Titik nyeri spontan dan titik nyeri tekanan pasif pada otot tertentu dapat merupakan
titik pGmlcu yang memperlihatkan pola nyeri■ rujukan tertentu. Hal itu menjadi pet.unjuk
diagnosis otot terkait.

183
2.3. Metode Zona Refteksi Tubuh
Akupunktur Zona Refleksi Tubuh disusun berdasarkan : 1. sistem refleks
sistem saraf, 2. teori feedback neurosibernetik dan konsep bahwa pada permukaan
tubuh terdapat daerah peka rangsang zona refleksi: tempat berkumpulnya titik
peka rangsang, titik nyeri (pasif dan aktif) titik motorik, titik rujukan, titik pemicu
yang berhub٧ngan. e.rat dGngan keadaan patofisiologi jaring.an ataupun organ
S e ra , yang dimedasi oleh siStem saraf.
Permul<aantubuhyangterdiridari kulit,jaringansubkutan.ototserta berbagai
organ reseptor, merupakan bagian tubuh yang bersentuhan dengan lingkungan
luar. Rangsangan dari luar diterima tubuh, lewat daerah peka rangsang permukaan
tubuh, yang bertindak sebagai pelindung dari kerusal<an jaringan dengan cara
regulasi, mobilisasi mel<anisme adaptasi:Demikian juga, informasi dari dalam
tubuh mempengaruhi daerah peka rangsang ini lewat reneks viserokutaneus.
(Informasi gangguan fungsi jaringan/organ visera ini, secara klinis diketahui lewat
pemeril<saan, analisis dan ditegakkannya diagnosis.)
Tubuh menerima impuls rangsangan dan mengolahnya dalam berbagal
bentuk reaksi, di berbagai pusat sistem saraf; sebagai hasil akhir diinformasikan
kembali ke luar. Hal ini terjadi berulang mengikuti mekanisme/eedb٥c/< internal
dan eksternal. Seluruh proses berjalan secara refleks. Proses ini merupakan
mekanisme kerja neurocybernetic feedback.
Sesuai dengan dermatom, miotom, slderotom dan viserotom yang memiliki
pola tertentu, demikian halnya dengan daerah peka rangsang jaringan/organ
memiliki pola tertentu, jin Guanyuan et al (2004) membuat peta Zona Refleksi
tu b u h ,y a g te rd iri dari:
1. Zona refleksi permukaan tubuh (perifer)
2. Zona refleksi organ visera
2.1. Paru dan usus besar dan kecil
2.2. ]antungdanurogenitalia
2.3. Lambung dan esofagus
2.4. Hati, kadung, empedu, limpa dan pankreas
2.5. Mata, THT pada kepala wajah
‫ ذ‬. Zona refleksi susunan saraf pusat
Titik akupunktur, titik nyeri spontan dan titik nyeri
mungkin berupa titik motorik, titik pemicu ataupun titik rujukan, pada daerah
refleksi tertentu merupakan punktum maksimum kepekaan daerah terkait.
Klinis, titik punktum mal<simum itu dapat berupa lokasi nyeri yang dikelukan
atau dicari dengan cara pencarian titik al<upunl<tur nyeri tekan pasif, yaitu dengan
melakukan 1. Penekanan dengan ujung ibu jari atau jari telunjuk dengan kekuatan
0,9-1,2 I<g/cm2 atau secara klinis timbulnya perubahan warna l<uku menjadi
pucat; 2. Palpasi menggelinding (rolling palpation), yang menunjuk pada titik
yang menimbulkan jump s/.gn.
Sesuai dengan zona d mana terdapat punktum maksimum, titik akupunktur,
dapat diketahui jaringan/organ visera yang mengalami proses kelainan, d g
demikian dapat diperoleh data penunjang diagnosis.
Berikut ini skema zona refleks tubuh Gambar 135 s/d Gambar 138

184
〇 Ventral Tubuh Lateral Tubuh C D Dorsal Tubuh

Gambar 135 Zona Refleksi Permukaan Tubuh


‫ج‬
٠١

Gambar 136 Skema Rona Refleksi Tubuh Organ Visera


Daerah Refleksi Pusat
Daerah Refleksi Pusat Daerah Refleksi Pusat
pada Tubuh Kulit Kepala

Gambar 137 Skema Zona Refleksi Tubuh Susunan Saraf Pusat


Gambar 138 Skema Zona Refleksi Tubuh Paru dan Usus
D . f r i h R f flfk. J in tu n g d sn Sistem IJro.ffittstti
J in tu n g Slstem
U rogenltall.

Gambar 139 Skema Zona Refleksi Tubuh Sistem Jantung dan Urogenitalia
‫ج‬

D u t r ih R f flfks 11٠1‫ ا‬K i ik I Knipr^u. ‫ا‬


I t i Kurnl. E n ١pf«li٠.

Gambar 1 4 1 Skema Zona Refleksi Tubuh Hati, Kandung Empedu, Limpa, Pankreas
١٥

Daerah Refleks Indera pada Kepala-Wajah

٠ ^‫ا‬ ٢ _٠٠_‫ل‬ Mulut


a،_ M ٥ ‫ ر‬١ ‫ﻫ ﺠﺎ ﺀ ل‬ i i g # T e n g g ٠r٠kan
?〇 > c (
Cambar 1A2 Skema Zona Refleksi Tubuh di Kepala dan Wajah
2.4 Metode Integratf Dung
Dari haSil penedan 2.483 kasus, HC Dung (1997) menyimpulkan •: titik
akupunktur da[3_at berubah secara dinamis, ses٧a dengan proses patofisioLogl
yang mendasarinya.

Perubahan Dinamis Titik Akupunktur


Titik akupunktur berubah sec3ra dinamis daLam 3 fase; yaitu ‫ذ‬
1. ‫؛‬asS laten? titik akupunktur orang sehat y.ang tidak peka nyeri.
2. fase pasif, titik akupunktur yang menjadi nyeri pada tekanan, yang timbul
secar.a bertahap dari titik akupunktur laten, akibat pengaruh adanya
gangguan patofisiologi.
3. Fase titik aku— ktur yang menjadi nyeri secara aktif (spona^
gangguan patofisiologi yang berkepanjangan.
Tekanan yang digunakan : sebesar 0,9-1.2 I(g/cm2, klinis didapatinya perubahan
warna kuku ibu jari/telunjuk saat penekanan, dari l<emerahan menjadi pucat.

Sumber Nyeri
Titik akupunktur pasif dan aktif mencakup nyeri yang berasal dari (1)
organ visera, titik nyeri rujukan (referred pain). (2) jaringan otot-tendon, titik
pemicu (trigger point), juga mencakup : titik motorik dan tenderpoint[t\[\k Ashi)
akupunktur Idasik.

Patofisiologi Nyeri Tekan Titik Akupunktur


Setiap serabut otot mengandung kurang-lebih 200 miofibril; setiap miofibrU
terdiri dari sarkomer yang tersusun berjajar, dan setiap sarkomer tersusun dari
aktin dan miosin, satuan kontraktil terkecil otot rangka.
Otot dapat cedera langsung atau akibat teregang terus menerus atau
peregangan •tiba-tiba, pemakaian di luar batas kemampuan, atau terpapar
lingkungan yang ekstrim (dingin dan panas). Ketika terjadi cedera otot,
sarkoplasmik retikulum ikut cedera dan melepaskan kandungan : Ion kalsium
dan ATP, yang menyebabkan aktin dan miosin berkontraksi, timbul fenomena
pemendekan otot y3ng pada perabaan terasa adanya ketegangan otot. Akibat
kontraksi otot, terjadi gangguan vaskularisasi, selain itu slSa metabolisme
yang tertimbun, menyebabkan vasokontriksi, yang mengakibatkan pasokan
ATP terganggu, relaksasi aktin dan miosin terganggu, terjadi kontraksi menetap,
iskemi otot berkepanjangan, kebutuhan energi tidak mencukupi, timbul krisis
energi metabolik.■ Se.lain itu. terjadi timbunan trombosit yang mengandung
serotOnin dan sel Mast yang mengandung histamin, yang pada gilirannya dapat
menimbulkan degenerasi otot, serabut otot diganti dengan jaringan ikat dan pada
palpasi dirasakan sebagai nodul.
Tertimbunnya siSa metabolisme, terjadinya krisis energi metabolik,
pelepasan serotonin dan histamin merangsang pembentukan mediator kimiawi
inflamasi yang merangsang reseptor p〇 rimodal, menimbulkan nyeri spontan.
Apabila perangsangan belum cukup melewati ambang nyeri, dibutuhkan tekanan
pasif untuk menjadi nyeri.
Dung (1997) mengemukakan 110 buah titik tekan akupunl(tur pasif, yang
memiliki derajat kepelSan berbeda-beda. Menurut seringnya d e
kasus nyeri dibagi dalam 4 kelas. Berikut ini. Gambar 139, gambar skema lokasi
titik AkUpunkturNyeri Tekan Pasif kelas utama.

193
Gambar 143 Skema Lokasi 24 Titik Akupunktur Pasif Dung

Nyeri yel〈an Pasif Utama pada Dorsal Tubuh dibagi menjad :• KeLas utama
24 buah, 2). Kelas dua 28 buah, 3). Kelas tiga 27 buah dan 4). Kelas empat 31
buah._
Sesuai dengan prinsip Biomedik, Dung tidak menggunakan sistem meridian,
nama titik akupunktur pun menggunakan nama anatomis, sesuai lokasi dan saraf
terkait. Nama 2A titik akupunktur nyeri tekan pasif kelas utama sebagai berikut.

194
Daftar 3.1. Nama 2 4 ‫ ( ا ال ال‬Akupunktur Nyeri Pasif Kelas Utama
1 Deep radial bersesuaian dengan Shou Sanl‫؛‬
2 Great auricular bersesuaian dengan Yifeng
3 Spjnal acessory bersesuaian dengan Jianjing
4 Saphenous bersesuaian dengan Ququan
5 Deep peroneal bersesuaian dengan Taichong
6 Tibial bersesuaian dengan Sanyinjjao
7 Greater occipital bersesuaian dengan Tianzhu
8 Suprascapular bersesuaian dengan Tianzong
9 Lateral antebrachial cutaneous bersesuaian dengan Quchi
10 Surai bersesuaian dengan Chengshan
11 Lateral popliteal bersesuaian dengan Weiyang
12 Superfisial radial bersesuaian dengan Hegu
13 Dorsal scapular bersesuaian dengan Jjanwaishu
14 Superior clunial tidak didapati titik akupunktur yang bersesuaian.
15 bersesuaian dengan Shenshu Posterior cutaneous of L.2
16 Inferior gluteal bersesuaian dengan Huanzhong
17 Lateral pectoral bersesuaian dengan Wuyi
18 Iliotibial bersesuaian dengan Fengshi
19 Infraorbital bersesuaian dengan Sibai
20 Spinous procesus ofT-7 bersesuaian dengan Zhiyang
21 Posterior cutaneous ofT.6 bersesuaian dengan Dushu
22 Posterior cutaneous of L.5 bersesuaian dengan Guanyuanshu
23 Supraorbital bersesuaian dengan Zanzhu
24 Common peroneal bersesuaian dengan Yanglingquan

Pedoman Penentuan Derajat Nyeri


Klinis Dung menggunakan Titik ke-20 Spin. proc. of T.7, Zhiyang sebagai
patokan penentuan gangguan kondisi tubuh, derajat nyeri (dan juga efektivitas
terapi).
Dari hasil penelitiannya, Dung berpendapat titik ke-20 adalah titik pertama
yang menjadi ngilu pada suatu pr٥5.es patologik, apabila proses patologik
berlanjut, titik berikutnya yang menjadi nyeri tekan adaLah Titik prosessus Spin
torak ke-5 (T.5), apabila proses patologik terus berlangsung, titik nyeri tel<an
bertambah lagi dengan T3, T6 dan T9; dan apabila proses patologik berlanjut,
nyeri tekan pasif bertambah lagi dengan T l. T2, T4 dan T8. Dengan demikian
diperoleh de.rajat nyeri mengikuti penggolongan :
GoLonganA:T7
Golongan B :T7.J5
Golongan c : 5‫ل‬7; ‫ل‬٠T3٠T6, T9
Colongan D : T7, T5, T3, T6, T9, T4,12, T8, T l

195
P.S.C7
P.S.T1

RS.T3

P.S.T5

PS.T6

٠ RS.T7

P.S.T9

P.S.L5

Gambar lAA Titik Akupunktur Nyeri Pasif Penentuan Derajat Nyeri

D u n g m e n y u s u n T a b e l 1 y a n g b e rh u b u n g a n d e n g a n p e n e g a k a n d ia g n o s is
d a n te ra p i te r k a it, s e b a g a i b e r ik u t :

Tabel 1.1. Derajat Nyeri, Jumlah Sesi dan Prognosis (Dung, 1999)

Tingkat derajat nyeri A B c D


\ Titik nyeri tekan pasif T7 T7,T5 T7,T5.T3,T6,T9 T 7,T 5 .T 3 ,T 6 ,T 9 /
T 4.T 2 .T S ,T ١ ٠١
j
١Efektivitas terap ‫؛‬ 100-75 〇/〇 75-50% 50-25% 2 5 -0 % /
‫ ا‬Jumlah ses‫ ؛‬terapi 4-8 8-16 16-32 >32 /
\%kekambuhan 0-25% 25-50% 50-75% 75-100% 1
١Waktu kambuh bertahun berbulan berminggu beberapa h a ri-m in g g u 1

196
2.5 Metode Integratif Ma ( I n t e g r a t iv e N e u ro M u s c u la r A c u p o in t S y s te m , IN M A S )
Ma et al (2005) bertolak dari Akupunktur Integratif Dung, mengembangkan
metoda yang dinamainya Integrative Neuromuscular Acupoint System
Dengan 'Intergrative' dimaksudkan menyatukan (integrasi) konsep
akupunktur klasik ke dalam biomedik kedokteran konvensional. Pertama,
l<٥n_sep keseimbangan Yin Yang diterapkan menjadi homeostasis kedokteran
konvensional. Kedua, konsep zhengqi diterapkan sebagai self healing potential,
dan ketiga.dalambidangterapi pedoman fi/aodonCen menjadi terapi simptomatis
(titik lokal) dan terapi paravertebra (titil< jauh).
Dalam hal titik, al— unktur yang digunakan‫ ؛‬INMAS menggunakan 2厶buah
titik kelompok kelas u ta ^ A U p U n k tu r integratif Dung yang
24 titik akupunktur homeostatik [hemioestatic acupoint, HA). Daftar Nama titik
nyeri tekan ■pasif Integratif Dung dan Integratif Ma adalah sama, dengan a
Ma et• al memberi tambahan pengertian bahwa, penyakit timbul bilamana
terjadi l<elainan/gangguan homeostasis tubuh, nyeri tekan pasif pada 2A titik
Akupunktur Homeostatik menunjuk pada keadaan homeostasis tubuh dan self-
healing potential. Nomor urut titik akupunktur homeostatik mempunyai arti
diagnostik (juga terapeutik). Apabila pada pencarian titik tekan pasif, sampai di
titik akupunktur homeostatik tertentu positif, misalnya HA 8, maka pemeriksaan
nyeri tekan pasif tidak perlu dilanjutkan lagi ke HA 9 dan seterusnya. Dalam terapi,
HAI s/d HA 8 menjadi pilihan untuk dirangsang agar nyeri tekanan pasif hilang.
Pemilihan titik homeostasis dapat pula dilakukan dengan cara menggunakan
titi〈 homeostatik pada daerah terlS it dengan letak keluhan, sesuai d e n g
2 berikut ini.

Daftar 3.2 Pengelompokan Titll( Akupunktur Homeostatik Menurut Letak


Posis‫ ؛‬prone (13 buah) Posisi supine (11 buah)
Daerah kepala-wajah HA 2 great auricular HA19 infraorbital
HA 7 greater occipital HA 23 supraorbital
Daerah pundak-bahu HA 3 spinal accessory
HA8suprascapuia
HA13 dorsal scapula
Daerah ekstremitas superior HAI deep radial
HA 9 lateral brachial cutanous HA12 superfisial radial
Daerah dada HA17 lateral pectoral
Daerah dorsal tubuh atas HA2()sp.proc.ofT7
HA 21 posterior cutan. of T6
Daerah dorsal tubuh bawah HAMsuperior cluneal-
HA15 posterior cutan.L2
HA 22 posterior cutan.5‫ا‬
Daerah ekstremitas inferior HAIO sural HA 4 saphenous
HAII lateral poplitea HA 5 deep peroneal
HA16 inferior gluteal H A 6t ‫؛‬b ‫؛‬al
HA18 iliotibial
HA 24 common peroneal

197
Pengelompokan lokasi titik akupunktur homeostatik mempunyai nilai
klinis, yaitu apabila keluhan berkaitan dengan daerah tertentu, maka semua titik
akupunktur homeostatik daerah terkait (yang positif nyeri tekan pasif) dapat
dangsang, untuk pemulihan homeostasis• dagrah lokasi tersebut.
Pemilihan titik dalam INMAS, selain titik akupunktur homeostatik tersebut
di atas, titik nyeri tekanan aktif yang timbul secara spontan pada suatu
gangguan homeostasis perlu di rangsang untuk menghilanglonnya, sebagai titik
simptomatis. INMAS masih menggunakan titik paravertebral sesuai segmen titik
simptomatis. Dengan demikian INMAS menggunakan :
1. Titik akupunktur homeostatis yang nyeri tekan pasif postif,
2. Titik akupunktur nyeri aktif daerah keluhan sebagai titik simptomatis dan
3. Titik aku— ktur paravertebral sesuai segmen simptomatis.
Selected Landmark Acupoints
Dung menggunakan titik ke-20, spinosum proc. of T.7, sebagai titik pedoman;
Ma dengan INMAS-nya menggunakan HA-1, Deep radial, dan H-4 Saphenus dengan
masing-masing diberi tambahan 3 buah titik yang masing-masing berjarak 2-3 cm
ke arah distal. Nyeri tekan positif atau negatif terhadap tekanan pasif, sebagai
pedoman penilaian. Titik-titik itu mempunyai nilai diagnostik, yaitu untuk menilai
Self healing potential dan derajat kuantitatif nyeri serta memprediksi hasil terapi
akupunktur.
Diterangkan bahwa H l dan H _ l a l nyeri tekan pada permulaan ny_eri. saat
self healing potential menurun. Hl-2, HA-2 menjadi nyeri tekan; biLa self healing
potential terus turun, Hl-3, H4-3 menjadi nyeri tel<an; bila saat self healing
potential minimal, Hl-4, H4-4 menjadi nyeri tekan. Untuk penilaian ini seluruhnya
,16
Tabel 3.2. Penentuan Derajat Nyeri dan Efektlfitas Akupunktur INMAS
Golongan Kemungkinan Jumlah Jumlah Sesi
Efektivitas Terapi Kambuh
Derajat Nyeri Titik Pasif Terapi
A 1-A hh baik sekali <4x 〉 lth n
B 5 ٠8bh baik 4 -8 k >6 bin
C 9-12 bh rata-rata >8k <5bln
D 13-16 bh kurang >2x 8x beberapa hari

Gambar 145 Lokasi Landmark Acupoints

Protokol Pemeriksaan Dlagnotll( INMAS


Klinis Metode INMAS dilakukan dengan mengikuti protokol sebagai berikut:
1. Tentukan penilaian derajat nyeri dan efektifitas rangsang akupunktur
INMAS■

198
2. gencari titik akupunktur homeostatik yang positif tekan nyeri
3. Menentukan titik simptomatis terkait dengan titik nyeri tekan aktif.
A. Menentukan titik paravertebral sesuai dengan segmen titik simptomatis.
5. Ditegakkan diagnosis INMAS.

Catatan: Sesuai dengan teori homeostasis yang mendasari, Akupunktur integratif


Dung dan INMAS digunakan dalam diagnostik (juga terapi), tidak hanya dalam
bidang efek analgetik, tetapi juga dalam bidang efel< regulasi Akupunktur Medik.

199
DAFTAR PUSTAKA

1• .Dung HC, Ma Y٧nta٥__(1.999) Scientific Acupuncture for Health Profesionals. Zhongguo


Yiyao Kezhe Press. Beijing.
2• Ma Yuntao, Ma Mila, Cho Zanghee (2005) Biomeical Acupuncture for Pain Management
An Integrative Approach. Elfevier Churchill Livingstone.

200
2.6. Aurikulopunktur (Akupunktur Daun Telinga)
Akupunktur Daun Telinga merupakan salah satu mikroakupunktur, yang
menggunakan daun telinga sebagai daerah proyeksi seluruh j_aringan/organ
tubuh:yang digunakan sebagai sasaran rang.sangan untuk diagnostik, up3ya
promotif preventif kuratif rehablitatif dan paliatif. Lahirnya mikroakupunktur
dapat dijelaskan dengan teori holografi.

Teori_H〇 l٠gra_fi
Dennis Gabor (1947) yang pertama kali mengemukakan teori ini, baru di
tahun 1965 teori ini dijabarkan menjadi nyata dengan intervensi sinar laser.
Gambaran tiga dfmensi suatu Obyek mencakUp semua informasi obyek itu
dan setiap bagiannya dapat diciptakan oleh sinar laser tunggal yang dipecah
beam splitter. Berkas sinar pertama, setelah lewat diffusing lens menyinari obyek,
berkas sinar kedua, lewat diffusing lens y a g lain, membuat refteksS
pada suatu special photo-holografic plate. Suatu gambaran tertangkap dalam plat
khusus itu sebagai gambar 3 dimensi.
Gambar yang dihasilkan itu dapat direproduksi dalam keseluruhan objek
dari bagian te te n tu gambar asli, tidak tergantung pada bagian asli yang d i p h

Holoorapliicparl of laser image


. Holographmodel(illustralionbyNaderE.Solinmnf M.D.)

Gambar 1A6 Skema Penjelasan Teori Holografi

Aurikulopunktur dicetus pertama kali oleh Paul Nogier pada tahun 1957,
yang merangsang lahirnya Aurikulopunktur tipe RRC. dengan perbedaan Tipe
RRC bekerja fungsional-simptomatik. menge_mbangkan titik rangsang yang
tetap. Sedangkan tipe Nogier bekerja anatomi-embrioiogi, mengembangkan titik
rangsang yang dinamis. Keduanya memberi informasi berbeda Selain itu tipe
Nogier berkembang akhir-akhir ini menjadi Advanced Auricular Therapy.
Sehubungan dengan pemeriksaan diagnostik Akupunktur Medik;dibawah
ini dikemukakan aurikulopunktur Tipe RRC. Aurikulopunktur yang lengkap dapat
dibaca pada buku Mikroakupunktur■
U tu k me—
mahami daer.ah proyeksi seluruh tubuh pada daun telinga. G—
ambar
147. memperlihatkan sebaran daerah rangsang atau daerah proyeksi jaringan/
organ aurikulopunktur sesuai dengan anatomi permukaan [surface anatomy)
daUn telinga.

201
Crus superorius
antehelicis
Fossa trianglaris
Scapha
Crusinferiorius
antehelics H elix

Cymba conchae
Crushelicis Antehelix

Incisura supratragika
Cavumconchae

Antitragus
Incisuralntertragika

Lobulus

C am barlW S kem a Anatomi Permukaan DaunTelinga dan


Daerah Proyeksi Organ pada Daun Telinga

Keterangan gambar:
1. Kepala dan wajah d daerah lobulus dan tragus
2. Alat gerak atas di daerah scapha
3. Alat gerak bawah dan bokong d daerah superius antihelicis
4. Tulang belakang sepanjang antiheliK
5. Rongga pelvis di fosa triangularis
6. Saluran pencernaan di daerah sekitar crus helicis
7. Organ vi.serada'am abdomen dl daerah cymba conchae
8. Organ visera dalam toraks di daerah cavum conchae
9. Kelenjar endokrin di bagian dalam insisura intertragika
10. Subkortex di permukaan dalam antitragus

Timbulnya nyeri s.pontan dan/atau titik nyeri tekan pasif p a d ^


telinga mengindikasikan adanya gangguan/kelainan pada jaringan/organ yang
terproyeksi di daerah tersebut. Menjadi petunjuk penegakkan suatu diagnosis.
Tabel 1: Titik Rangsang Akupunktur Daun Telinga
Daerah Teling Nama Titik L o k a s tl Khasiat/lndikasi

CrusHelixis Titik nol/diafragma Lekukan melintang pada crus Titik reaktif, sendawa, urtikaria.
( _ /erzhong helicis enuresis, batuk darah.

Hel١x(12 titik) Rectum Bagian helix yang dekat insisura Konstipasi, diare, prolapsus ani.
supratragica setinggi usus besar hemorrhoid

Uretra Diatas rectum, setinggi kandung Poliuria. kontinensia urine, disuria


kemih

GemtaUaeksterna Diatas uretra, setinggi simpatis Orkitis. gatal genitalia eksterna

Anus Setinggi tepi depan crus superius Hemorrhoid, fissura ani


anthelicis

Erjian Puncak helix, seting‫ ؛؟‬tepi Demam, hipertensi, konjunktivitas.


belakangcrus supenusanthelices hordeolum

Gan-yang Setinggi tuberculumdarwini Vertigo, nyeri kepala, hipertensi


M H Pada helix, dari tuberculum Tonsillitis, radang saluran pernapasan
Hel‫؛‬x-3 Helix-4 darwini sampai dipertengahan tepi at3S٠demam
Helix-5 Hel‫؛‬x- 6 bawah lobulus dibaei dalam lima
bagian seluruhnya 6 buah titik

202
Daerah Telinga Nama Titik Lokasi Titik Khasidt/lndikasi

Fossa Scaphoid 】 ari tangan Bagian pertama darisbagianfosa Paronicia. nyeri dan kebas jari tangan
(6titik) scaphoid

Fengxi Antara jari tangan dan pergelangan Urtikaria, rhinitis atergika


angan

Pergelangan tangan Bagian kedudda٨ 5bagianfossd Nyeri pergelangan tangan


scaphoid

Siku Bagian ketiga dari5 bagian fossa Nyeri daerah siku


scaphoid

Bahu-pundak Bagian keempat dari ‫ ق‬bagian Kelainan daerah sendi bahu, nyeri
fossa scaphoid daerah sendi bahu

Clavicula Bagid|keUma daii 5 bagian fbssa Kelainan sekitar sendi bahu


scaphoid

CrusSuperius 】 ari kaki Pada bagian cruss.a. dekat puncak Paronicia. nyeri jari kaki
Antehelicis telingan
(Stitik)
Tumit Dekat bagian atas fosa triangularis nyeri tumit

Mata kaki Antara tumit dan lutut Kpgplpn kplainan mata kaki

Lutut 11} tengah cruss.a. nyeri sendi lutut

Sendi Paha 1/3 bawah crus s.a. Nyeri sendi paha, Iskialgia

Cruslnferius Bokong 1/ ‫ل‬ luar crus i.a. Nyeri sendi paha# Iskialgia
Antehelids(3 titik)
N. Iskhiadikus Ill dalam crus i.a. Iskialgia

Simpatis Pertemuan bagian dalam 3「us i a Gangguan vegetatif, spasme saluran


dengan helix pencernaan, nyeri jantung, batu saluran
urologik

AnteheliK(7titik) Vertebra Servikalis Bagian depan tonjolan antehelix. Kelainan vertebra servikalis
p d a perabaan terasa tonjolan
tajam

Vertebra Torakalis Bagian tonjolan antehelix. pada Kelainan dada-iga, payudara


perabaan terasa tonjolan yang
‫ئ‬

Vertebra Lumbalis Bagian tonjolan tajam crus inferius Kelainan daerah lumbal, lumbago
helicis

Vertebra Servikalis B3^an tonjolan sangat tajam crus Nyeri daerah pinggang dan sakral
in^rius helicis deka‫ ؟‬pertemuan
dengan helix

Leher Daerah antehelid i depan Kaku kuduk, kelainan leher


vertebra servikalis

Dada Daerah antehelix di depan Kelainan daerah dada.iga


vertebra torakaUs

Abdomen-pelvis Daerah antehelix di depan Nyeri perut, diare kembung, lumbago


vertebra lumbalis dansakralis dan lain kelainan abdomen-pelvis

Fosa Triangularis Shenmen Bagian atas sudut fosa Insomnia, gelisah, nye٢i٠
(5titikj ketergantungan obat

Rongga Pelvis Bagian bawah sudut fosa Peivisitis

Titik Asthma 1/3 tengah fosa Asthma bronkial

Genitalia interna 1/3 atas fosa Gangguan haid, leukorhoe. perdarahan


uterU. ejakulasi dini

Atasfosa/simpads Bagian atos fosa Hipertensi, kelainan vegetatif

203
Daerah Telinga Nama Titik Lokasi Titik Khasidt/lndikasi

Tragus (6titik) Telinga luar Anterior insicura supratragica Radang telinga luar dan dalam tinitus
dekat 囉

Hidung luar Sedikit kedepan dari pertengahan Radang hidung


tragus. antara d aerahldan2

Puncak trdgus Tepi atas tragus Demam, nyeri gigi

Kelenjar Adrenal Tepi bawah tragus. tepi belakang Hipotensi. rhematoid arthritis,
daerah 2 parotitis, malaria, vem glint.ksikdsi
Streptomisin)

Tenggorokan 1/2 atas permukaan dalam tragus. Radang dan nyeri, tonsilitis. seak.
daerah 3 kelainan menelan

Hidung dalam 1/2 bawah permukaan dalam Rhinitis, sinusitis, epistaksis


tragus. daerah 4

Antitragus(6titik) Puncak antitragus Puncak Antitragus Asthma, parotitis, urtikaria. orkitis

Yanzhong Antara puncak tragus dansulkus Anuresis. vertigo (tipe vestibule「



aurikular posterior

Oksipital Depanatas permukaan luar Nyeri kepala, vertigo, asthma, epilepsi,


antitragus neurastenia

Temporal Bagian tengah permukaan 1٧3٢ migren


antitragus

Frontal Depan-bawah permukaan luar Nyeri kepala, vertigo, insomnia, gelisah,


antitragus banyak mimpi

Subcortex Permukaan dalam antitragus Nyeri, malaria, neurasthenia

Cavum concha ]antung Di tengah cavum c.i. Takikardia. palpitasi angina pektoris.
inferior(9titik) neurashenia. histeria. Stomatitis.

Paru Disekitar jantung Batuk sesak dada penuh, serak


jerawat, urtikaria. Konstipasi,
ketergantungan obat

Trachea Antara lubang telinga dan jantung Batuk sesak

Limpa Belakang atas cavum ci. Perut kembung, diare, konstipasi, rtdak
ada nafsu mak‫ ؟‬n٠perdarahan uterus,
leukorrhoe.vertigo

Kelenjar Endokrin Bagian bawah cavum c.j٠dalam dismenorrhoe. irregular haid, sindr.
insisura intertargica klimakterik. jerawat, malaria

Sanjio Diatas kelenjar endokrin Konstipasi, perut kembun& nyeri


bagian dorsal a la gerak a٢as

Mulut 1/ ‫ ل‬depan bagian bawah crus Kelumpuhan wajah, astomatitis.


helicis kolesistitis. ketergantungan obat

Oesophagus 1/5 tengah bagian bawah crus Spasme atau radang kerongkongan•
helicis histeri

Cadia Lambung 1/5 belakang bagan bawah crus Spasme kardia. muntah neurotik
helicis

Ujung Crus Helkes Lambung Tepat menghilangnya crus helices Spasme lambung, gastritis, ulkus
(ltitik ) peptikum. insomnia, nyeri gigi,
pencernaan tidak baik

204
Daerah Telinga Nama Titik Lokds‫ ؛‬Titik Kha‫ ؟‬١dt/I٨ d١kds١

Cavum Concha Doudenum Daerah belakang bagian atas c「


٧s Ulkus doudeni. kolesistitis. kolelithiasis.
S u p e iio r (lli) helicis py،o「osp35m

Usus Kedi Daerah engah bagian ass c٢٧s Pencernaan rtdak baik, nyeri perut,
helias takjkardia, palpjtasi

Usus Besar Daerah depan bagian atas crus Diare, konstipasi, batuk, jerawat
helias

Usus Buntu Diantara usus kecil dan usus besar Appendisitis. diare

Hati Daerah belakang bawah cavum C.S. i r i igd. vertigo, jrregularhdid,


sindrom klimakterik. nipertensi;
glaukoma

Kandung Empedu• Daerah antara hati dan ginjal kolesistitis. kolelithiasis. migren.
Kelenjar Pankreas herpes zoster, otitis media, tlnitus.
pendengaran menu「 ٧ n٠pankreatts

Ginjal Dibawah perpecahan antehelix Lumbago, tinitus. neurasthenia,


inferius dan suoperius pyelonefritis. asthma bronkiale.
enuresis, irregular haid, ejakulasi dini,
seminal emission

Ureter diantara gjnjaldan kandung kemih renal kolik

Kandung Kemih Diantara ginjdldan sudut cavum sistitis, enuresia. retensi urine,
lumbago, ischialgia, nyeri kepala
belakang

Sudut Cdvumc.s./ Sudut atas cavum concha superior Prostatitis, urethritis


Kelenjar Prostat

Tengah Cavum Ditengah cavu concha superior Nyeri perut perut kembung, parotitis
Concha Superior

LobulusAuriculair M a ta -1 /Glaucoma Depan-bawah insisura intertragica Glaukoma


(lOtitlk)
Mata٠2 / Belakang bawah insisura Astigmatisms
Astigmatism intertragica

Gigi Kotak ke.1 Nyeri gigi, nyeri gusi, hipotensi


Lobulus dibagi dalam9kotakoleh
3 garis horizontal dan dua garis
vertical, yang membagi besar

Lidah Kotak ke-2 Radang dan nyeri lidah dan mulut

Rahang Kotak ke٠3 Nyeri gigi, gangguan sendi rahang

Lobulus Depan/ Kotak ke٠A Neurasthenia, nyeri gigi


Neurasthenia

Mata Kotak ke-5 Retinitis akut, hordeolum, otak mirin&


electric opthalmia. pseudomiopia

Telinga Dalam Kotak ke-6 Vertigo, tinitus. pendengaran turun

Pipi Daerah elips diantara kotak ke-5 Kelumpuhan wajah perifer, trigeminal
dan ke-6 neuralgia

To nil Kotak ke-8 Tonsilitis.faringitis

205
Daerah Telinga N am ai Lokasi Titik Khasbt/lndikast

Belakang Telinga Akar telinga atas Akar telinga yang paling atas Epistaksis
٠9 t ١tikj
T١t ١k nol aksen Pertemuan akar telinga dengan kolesistitis, kolelithiasis. epistaksis,
tulang oksipitaltitikyang takikardia.nyeri perut, diare
berhadapan dengan titik nol di
crus halicis

Akar Telinga Bawah Akar telinga yang paling bawah Hipotensi

Parit Belakang Daerah lekukan berbentuk Y Hipertensi, urtikaria


Telinga dibelakang telinga bagian atas

Jantung Belakang Daerah atas belakang teling Berdebar, banyak mimpi, insomnia
Telinga

Limpa belakang Belakang telinga daerah Nyeri lambun& pencernaan tidak baik,
telinga berhadapan dengan ujung tidak ada nafsU makan
antehelix

Hari Belakang Sisi helix dari limpa belakang kolesistitis. kolelithiasis. nyeri iga
Telinga telinga

Paru Belakang Sisi akar telinga dari limpa Batuk sesak, urtikaria
Telinga belakang telinga

Ginjal Belakang Daerah bawah belakang telinga Nyeri kepala, vertigo, neurasthenia
Telinga

Catatan:Tragu5dibagidatam4daeraht permukaan luardibagidalam daerahldan 2, permukaan dalamdibagidalam daerah3dan4

Aurikulopunktur tipe RRC mengembangkan titik akupunktur daun telinga


yang tetap, berdasarkan fungsi dan simptomatis. Tipe Nogier bertolak dari
anatomi-embriologi mengembangkan titik akupunktur daun telinga yang dinamis
Berikut Ini Aurikulopunktur Tipe Nogier, ya.ng telah dikembangkan menjadi
Aurikulopunktur Lanjutan oleh Frank dan Soliman.

Anatomi Daun Telinga


Proyeksi tubuh pada daun telinga berbentuk tubuh terbalik, kepala di
lobulus. Dan sesuai dengan kondisi secara dinamis berubah lokasi secara teratur.

PHA3B2 PH٨ 5 £ 4

PHASEi PHAdBd
Gambar 148 Skema Proyeksi tubuh pada daun telinga menurut Fase 1,2,3 dan 4

206
Fase 1, 2 dan 3 merupakan fase dinamis, yang berubah mengikuti urutan :

Gambar 1A9 Perubahan dinamis fase aurikulopunktur Nogier

Sesuadengan perkembangan embriologi, jaringan tubuh dibagi dalam ektoderm,


mesoderm
Dan endoderm, demikian juga proyeksi suatu organ/jaringan sesuai dengan
asalnya terproyeksi pada daun telinga sebagai berikut sesuai dengan fase I :
1. Daerah mesodermal
mencakup helix (kecuali descending helix), antihelix. fossa scaphoid, fossa
triangularis.
2. Daerahendodermal
mencakup concha
3. Daerah el<todermal
mencakup tragus, antitragus, lobule dan ekor helix.
Nogier juga membagi daun telinga dalam 3 teritorial, yaitu :
Teritorial 1: bersesuaian dengan daerah mesodermalfase 1
Teritorial 2 : bersesuaian dengan daerah endodermalfasel
Teritorial 3 : ber_sesuaian dengan daerah ektofermalfasel.
Sesuai dengan Gambar 150 berikut in i:

Gambar 150 Pembagian te rito ria l daun telinga Aurikulopunktur Nogier

Dengan demikian, timbul l<ombinasi antara teritorial 1, 2, 3 dengan fase 1, 2, 3


dan diperoleh kondisi berikut:
1_ Jaringan mesodermal: fase 1 di T l, fase 2 di T2, fase 3 di T3
2■ Jaringan endodermal: fase 1 di T2٠fase 2 di T3, fase 3 di T l
3. jaringan ektodermaL: fase 1 di T3, fase 2 di T l, fase 3 di T2
Dengan demikian, setiap organ/jaringan sesuai dengan asal jaringannya memiliki
lokasi 3 buah, yaitu pada fase 1, fase 2 dan fase 3

207
Gambar 151 Perubahan Dinamis Jaringan Mesodermal (Warna Kuning), Jaringan Endodermal (Warna Biru)
dan Jaringan Ektodermal (Warna Putih) pada Setiap Fase Aurikulopunktur Nogier

Persahan Daun Telinga


Daerah mesodermal dipersarafi oleh cabang mandibularis n. Trigeminal
Daerah endodermal dipersarafi oleh n. vagus, kecuali bagian concha
(-dinding concha) oleh saraf simpatis.
* Daerah ektodermal
Tragus dipersarafi oleh cabang aurikulotempotral n. Fasial dan n.
Glossopharyngeal
Struktur sisanya dipersarafi oleh Superior Cervical Plexus (saraf spinal Cl,
C2٠C3 dan mungkin C4)

Cam bar!52 Persarafan Daun Telinga

Mekanisme Kerja Rangsang AuriUulopunktur


Saraf kranial yang menpersarafi daun telinga, serabut sensorik dan motorik,
memiliki nuklei di Formatio RetiUularis (FR) otak.
Terbentuk hubungan:
a. Organ /jaringan-Formatio Retikularis-Korteks serebri
b. Organ /jaringan-Daun telinga-FR-Korteks serebri
c. Korteks sere>ri: FR-Daun telinga yang menjadi dasar mekanisme kerja
rangsang auriku[opunl(tur

Vaskularisasi Daun Telinga


Daun telinga merupakan strukturyangsangatvaskuler: a. permukaan mastoid dan
sebagian kecil permukaan eksternal daun telinga, mendapat darah dari cabang
aurikuler arteri karotis eksternus. b. permukaan eksternal daun telinga mendapat
dari cabang anterior aurikuler arteri oksipital dan c. vena berjalan seiring dengan
arteri daunteLinga terkait.

208
Menjadi perhatian bahwa :
• Aurikulopunktur merupakan terapi refleks, yang menunjukkan pemulihan
gangguan somatik, fisiologik, psikoemosi tubuh yang terproyeksi pada
da٧n telinga.
٠ Proyeksi ogan pada daun telinga sangat tergantung pada kondisi reseptor,
dan dalam bentuk suatu zona bukan titik yang khusus dan menetap. Batas
zona itu berfluktuasi. Di dalam daerah (zona) itu dicari titik aktif.
• Pada dasarnya yang dlproyeksi pada daun telinga, bukan organ itu langsung,
tetapi reseptor; ganglia, dendrit yang terkait dengan organ
٠ Zona tertentu menunjukkan proyeksi organ pada waktu tertentu, sesuai
dengan patofisiologi yang terjadi pada organ terkait
٠ Perlu disadari saat melakukan aurikulopunktur, sesungguhnya kita sedang
mempengaruhi otak.

Daerah Rangsang Aurikulopunktur Nogler

a. Daerah Rangsang Vertebra, Medula Splnalls dan Kulit

Gambar 153 Proyeksi Darah Rangsang Vertebra, Medula Spinalis dan K ulit

b. Daerah Rangsang Ekstremitas Superior

209
c. Daerah Rangsang Ekstremitas Inferior

Gambar 156 Skema Proyeksi Sistem Pencernaan

210
e. Daerah Rangsang Sistem Kemih

Kidney, Ureter Urinary System


Mastoid
Gambar 157 Skema Proyeksi Sistem Kemih

f. Daerah Rangsang Sistem Genitalia

Phase 1

Phase 2

Phase 3

a. Testes
h Seminal vesicles
〔 •Prostate
d. Kidney
e. Ureter
f. Epididymis
g. Penis

Cambar 158 Skema ProyeksiSistem Genitalia

211
g. Daerah RangsangSistem Endokrin

TH YR OID/PARATHYROID

Gambar 159 Skema Proyeksi Sistem Endokrin

h. Daerah Rangsang Organ Visera: Jantung Paru dan Umpa

Lungs
Gambar 160 Skema Proyeksi Organ Jantung, Paru dan Limpa

212
‫•ا‬ Daerah Rangsang Kulit

PHASES 1 , 2 , 3

Gambar 161 Skema Proyeksi K ulit Tubuh

HYPOTHALAM US CEREBELLUM

SENSORIAL AREAS PRE-FRONTAL CORTEX

Gambar 162 Skema Proyeksi Sistem Saraf

213
Dalam Aurikulopunktur Nogier didapati sejumlah Titik Autikulopunktur tunggal,
yang tidak mengikuti aturan: setiap titik proyeksi selalu ada tiga, yaitu

METABOLIC FUNCTIONS
Gambar 163 Skema Titik Akupunktur Tunggal Nogier

DaLam bidang diagnostik.- nyeri spontan dan titik nyeri tekan pa


pada daerah rangsang, baik Aurikulopunktur Tipe RRT maupun Tipe Nogier,
menunjukkan adanya kelainan pada jaringan/organ terkait, hal ini merupal<an
lnform3sl untuk ditegakkannya s.uatu diagnosis.

2.7. Metode Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto (Y a m a m o t 〇 /s N e w S c a lp


A c u p u n c tu re , YNSA)

Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto merupakan modifikasi Akupunktur


KuLit Kepala, yang akan dibahas pada Terapi AI<upunktur Medik. Berbeda dengan
akupunktur kulit kepala lainnya yang hanya dipakai dalam bidang terapi, YNSA

214
dapat digunakan sebagai metode diagnostik.
Akupunktur KuLlt Kepala Baru Yamamoto ditemukan oleh Dr. Toshikatsu
Yamamoto, PhD pada tahun 1960-an, setelah melalui 30 tahun penelitian,
Yamamoto menyempurnakan dan mensistematiskannya menjadi Akupunktur
Kulit Kepala BarU y a g sekarang in‫؛‬.
Selain sebagai mikroakupunl<tur, YNSA dilengkapi dengan 1. Modifikasi
diagnosis abdomen klasik yang te rlo it dengan reflex proyeksi di kulit kepala dan
2. Skema somatoform pada daerah leher yang merupal<an alat diagnostik dan
penentuan titik rangsang pada YNSA dalam bidang terapi.

YNSA meliputi du.a jenis titik akupunktur:


Titik Dasar (basic point), yang bersesuaian dengan sistem anatomi tubuh,
daerah proyeksi berhubungan d e g a n sistem muskGloskeletal, organ sensorik
dan sistem saraf pusat. Lokisi titik dasar terletak di frontal dan oksipital kepala.
Titik dasarini menjadi pel<a bila ada proses kelainan pada organ/jaringan proyeksi
terkait lorena itu bernilai diagnostik, disamping sebagai titik rangsang
dalam rangka terapi. Titik dasar frontal umumnya digunakan pada nyeri
akut dan biasanya memberi hasil yang cepat, seketika; titik dasar oksipital
ditambahkan, sebagai penunjang pada terapi jangka panjang nyeri kronis.
Titik Ypsilon, yang mengikuti kosep akupunktur klasik, l<elompok titik ini
dapat digunakan pada disharmoni organ dan meridian. Titik jenis ini juga menjadi
peka pada perabaan terkait dengan diagnosis abdominal dan diagnosis leher.
Selain itu, hilangnya nyeri tekanan pada titik Ypsilon digunakan sebagai petunjuk
keberhasilan

Tabel 3.3. Tititk Dasar Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto


Nama Titik Proyeksi Organ Lokasi lnd١kas‫؛‬
TitikA Kepala, vertebra servikal 0.5 cm lateral garis tengah kepala Nyeri kepala, pusin& sindrom
panjan2 ‫ ؟‬cm vertikal lebar dari servikal
kranial ke kaudal dibagi dalam
delapan segmen

TitikB Vertebra servikaL leher 0,5 cm dari daerah A panjang 2 cm Servikobrakialgia


\/ p r t in llp h a r 7 - A m m

TitikC Bahu, lengan Pada sudut dahi, di garis batas rambut sindrom bahu-lenean. gerak
depan, panjang 2 cm. lebar 2-4 cm terbatas pasca bedah; epikondilitis.
tendonitis, hemiplegia, paraestesia

TitikD Vertebra lumbal pelvis. H oiisontall-l ٠5 cm di atas OS zyango Nyeri pasca bedah trauma,
matikus, pada garis batas rambut lumbago. HNP. lumboiskhiiagia.
tempora، tinggi 0,5 cm، Iebdr2cm nyeri panggul nyeri lutut nyeri
tendon Achiles. hemiplegia:
paraplegia.

Titik D1-D5 Segmen lumbal L1.L5 Konfigurasi vertical di belakang daun Nyeri pasca bedah dan pasca
telinga masing-masing diameter trauma, lumboiskhiiagia. HNP juga
4 -‫ ل‬mm. D.5 terletak di atas tulang untuk memperkuat t i k D.
Zyangomatikus.

■ E Toraks, vertebra torakal. Miring, dari GB14-BL2 panjang 2 cm. Nyeri pasca bedah pasca trauma,
abdomen leba٢ 2٠4 mm. interkostal neuralgia nyeri post:
herpetik. asthma bronkiale

TitikF N. Ishiadikus 1.5-2 cm di atas batas bawah benjolan Memperkuat khasiat TitikD
prosessus Mastoid, panjang 0.5.1 cm.
lebar 3-5 mm

TitikGl-G3 Sendi lutut Ventral(Gl). kaudal(G2)٠do٢sal(G3) Nyeri sendi lutut.


dari batas bawah Mastoid. Diameter
sekitarjmm.

TitikH Vertebra lumbal Kranial da٢i titik B diameter sekiar sindrom vertebral lumbal.
5 mm mendukung ritik D.

215
Nama Titik Proyeksi Organ Lokasi Indikasi
Titikl Vertebra lumbal daerah Kranial pada kelanjutan titik c. Lumboiskhialgia. mendukung
yang disarafi N Skiatika diameter sekitarSmm. Titik D.

Titik Mata 0.5 cm lateral garis tengah kepala di Kelainan, mata, misalnya nyeri
bawah titikAdiamete ٢ sekitar3mm. konjungtivitis

Titik Hidung 0.5 cm lateral garis tengah kepala di Kelainan hidung dan sinus,
bawah titik mata, diameter sekitar anosmia, nyeri
3 mm.
Titik Mulut 0.5 cm lateral paris tengah kepala di Kelainan bibir, mulut, gusi, nyeri
bawah titik hidung. diameter sekitar
3 mm.

TitikSerebrum Serebrum 0.5 cm lateral garis tengah kepala di Kelainan motorik, hemiplegia,
atas titik A. diameter 4-‫ ل‬mm. paraplegia, migren. parkinson.
vertigo, gangguan penglihatan.
tinitus. aphasia, demensia. penyakit
alzheimer, insomnia, depresi.

Titik Serebelum Serebelum 0.5 cm lateral garis tengah kepala. di Indikasi sama dengan titik
aias titik serebrum. diameter 3-4 mm. Serebrum

Titik Basal Basal ganglia Pada garis tengah kepala. setinggi Indikasi sama dengan titik
ganglia titiktitikSerebrumoerebrum. panjang Serebrum
1cm. lebar 0.5 cm

Gambar 16A Lokasi Titik Dasar Akupunktur K ulit Kepala Baru Yamamoto
Cara penggunaan titik dasar
ie n is t it ik in i m e n ja d i peka se h u b u n g a n d e nga n proses ke la in a n pada o rg a n /
ja rin g a n ya n g te rp ro y e k s i d a p a t denga n m udah d id e te k s i. S etelah ditem ul<an t it ik
peka rangsang, ja ru m d itu s u k k a n , la zim n ya pada kedalam an 0 .5 -1 cm. le b ih dalam
akan sam pai di p e rio s te u m . P enjarum an tid a k usah m erangsan g p e rio s te u m .
A p a b a tid a l( b e rh a s il m eredakan nye ri, m a la u ju n g ja r u ^ ^
d ip e ro le h rasa ja ru m , ja ru m d a p a t d itin g g a l sam pai ‫؛‬ ‫ة‬ m e n it.

T t l ( Ypsilon Akupunktur Kulit Kepala Baru Yamamoto.

G a m b a rl6 5 L o ka siT itik Y p s ilo n A k u p u n k tu rK u litK e p a la BaruYamamoto

Kelompok titik YpsRon terletak d atas dibatasi oleh garis h o r iz o n


di atas puncak daun telinga, di bawah dibatasi tulang zigomatikus. sejumlah titik
terletak di depan batas rambut depan/temporal.
Garis lewat puncak daun telinga membagi daerah frontal dan oksipital. bagaikan
cermin.
Klinis titik -titik Ypsilon frontal lebih sering dipakai daripada yang di daerah
oksipital.
Peta lokasi titik Ypsilon lihat Gambar 165.
Tltlk Ypsilon yang peka nyeri tekan menunjuk pada kelainan organ terp^
terkait dengan titik tersebut.
Bilamana titik Ypsilon yang peka terlampau banyak, maka dipakai daerah
diagnostik pada akupunktur abdomen dan/atau akupunktur kuduk-ieher.

217
Gambar 166 SUema Daerah Diagnosis Abdomen dan Lehermkuduk YNSA

Cara Penggunan Titik Ypsilon


Sepeti halnya titik dasar, titik Ypsilon dipilih sesuai dengan kepek^
nyeri tekan pasif titik bersangkutan, juga sesuai dengan diagnosis abdomen dan
diagnosis Leher, yang ditemukan juga menjadi peka, nyeri tekan pasif.
Apabila ditemukanbanyal<titikYpsilonyangpel(a,makapilihan menggunakan
daerah diagnostik. Perabaan daerah diagnostik setelah penjaruman memberi
informasi balik apakah penjaruman titik Ypsilon sudah benar.
Penjaruman menyebabkan daerah diagnostik menjadi kurang peka, bila
tidak terjad‫ ؛‬maka letak ujung jarum harus d^erbaiki.
Seperti pada t.itil( dasar, jarum dapat ditinggal 1335 menit. Kombinasi
titik dasar dan titik Ypsilon memberi hasil yang positif. YNSA dapat dikombinasi
dengan berbagai jenis akupunktur klasik demi hasil regulasi yang lebih baik.

Indikas‫ ؛‬dan kontra Indikasi Akupunktur Kulit Kepala Yamamoto:

Indikasi‫؛‬
- seluruh tipe penyakit fungsional dan reversibel. seperti halnya nyeri
muskuloskeletal.
- sebag.aj terapi nyeri dan memperbaiki pergerakan pasca b.edah dan trauma.
- rehabilitasi dan pengobatan kelumpuhan sentral dan perifer.

Kontraindikasi Relatif:
- nyeri yang tidak jelas, tanpa diagnosis
- kelelahan yang parah
- berhati-hati pada kehamilan
- penusukan sejumlah titik sangat nyeri, kemungkinan pingsan dan
eksaserbasi.

Kontraindikasi:
- life-threatening situation
- rlyeri akut yang perlu pembedahan
- penyakit infeksi berat
- daefah penjaruman akupunktur yang Infeksi
- acute trigeminal neuralgia-ipsilateral acupuncture.

218
2.8 Akupunktur Metakarpal Kedua

Komplikasi:
Penjaruman dapat menimbulkan reaksi kardiovaskuler vasovagal pada
pasien yang sensitif. Karena itu akupunktur kulit kepala sebaiknya dilakukan pada
pasien dalam posisi terlentang, supine.

Perkembangan
Akupunktur metakarpal kedua, berkembang meluas. Pola lokasi titik tulang
metakarpal kedua tidak lagi terbatas pada metakarpal kedua, juga digunalon
pada metakarpal kelima, dan seluruh tulang panjang di tubuh : hemuri, radius,
femur tibia; bahkan juga pada wajah sesuai dengan meridian Du, badan ventral
sesuai dengan meridian R n .

Hasil Penelitian Klinis


Zhang Guocheng (1999) mengamati Terapi Akupunktur Metakarpal Kedua
pada 68 Kasus kelainan irama denyut jantung. Titik yang digunakan adalah
titik paru, yang merangkap titik jantung. Selama terapi, semua obat dihentikan,
dilakukan pencatatan auskultasi jantung dan eletrokardiogram. Penjaruman
tegak lurus menyusur tepi tulang, sedalam 2 cm, sampai diperoleh rasa jarum,
jarum ditinggal 30 menit, setiap 5-10 menit, ujung jarum digerakkan untuk
mempertahankan rasa jarum. Selesai terapi, pasien dipesan untuk melakukan
akupresur pada titik rangsang, setiap kali 3 menit, untuk 3 kali sehari dan 7 hari
sebagai satu seriterapi. Hasil sangat baik.
Lixia (1998) dengan T iti 〈 Pinggang Akupunktur Metakarpal Kedua
menanggulangi lumbago akut. Cara rangsangan tegak lurus menyusur tulang
sedalam 2-2.5 cm, sampai deqi. Jarum ditinggal 40 menit, setiap 10 menit
rangsangan diulang. Selama terapi, pasien diminta ^menggerakkan pinggang,
membungkuk dan bergerak ke kiri-kanan, jongkok-berdiri, berjalan. Hasil dari 32
kasus, sembuh 25 (78 〇 %), perbaikan 6 kasus, gagal 1 kasus, yang pada pemeriksaan
lebih lanjut diketahui merupakan HNP.
jiao Guangchao (2005) menggunakan Akupunktur Metakarpal Kedua
mengatasi Tortikolis. Titik nyeri tekan dicari ipsilateral pada daerah titik kepala.
Penjaruman tegak lurus menyusur tepi tulang sampai deqi, jarum ditinggal 30
menit. Dirangsang ulang setiap 5-10 menit. Hasil, dari 48 kasus (31 pna. 17
wanita, perjalanan penyakit paling pendek ‫ل‬/‫ل‬hari, paling panjang 4 hari, 40 kasus
sembuh■ •(gerak leher bebas: d٠ al3n٦ 1 bulan kambuh);. 8.1
(gerak le h r bebas, tetapi masih ada rasa nyeri dan kambuhan). Ternyata pada 8
l<asus itu didapati kelainan vertebra servikal.
Chen H o g lu ( ‫ ا‬9 ‫ ) و‬mengatasi 50 kasus nyeri gigi akut dengan rangsangan
pada titik nyeri tekan di tepi radial tulang Metakarpal Kedua. Tusuk tegak lurus
—enyusur tulang sedalam 0,8 cun, sampai deqi. Jarum ditinggal ^ menit.
Rangsangan diulang setiap 10-15 menit. Setiap hari sekali, untul( nyeri berat,
dapat dilakukan 2 kali sehari. Hasil dari 50 l<asus, sekali terapi sembuh 29 kasus,
du'a sesi sembuh kasus, tiga sesi sembuh 7 kasus, s.eluruhnya tidak ada yang
kambuh. Umumnya selama penjaruman, keluhan nyeri hilang dalam 0,5-2 menit:

219
BAB II
TERAPI AKUPUNKTUR MEDIK

Setelah ditegakkan suatu diagnosis, tindakan selanjutnya adalah menyusun rencana


terapi agar diperoleh hasil terafi seoptimal mungkin.
Rencana terapi yang rasional mencakup merencanakan pilihan
1. Titik-titik Akupunktur
2. Rangsang fisik
3. Sesi dan seri terapi, dengan disertai alasan-alasan yang mendasari terpilihnya
strategi terapi terkait
A. Naseht dan anjuran, melengkapi terapi agar menghasilkan efektivitas seopti^^
mungkin.

Pilihan Titik-titik Akupunktur


Secara garis besar pilihan titik akupunktur dibeda.kan dalam:
1. Titik nyeri spo_ntan dan titik nyeri tekan pasif
2. Titik-titik akupunktur atau daerah rangsang yang sesuai dengan Metode Diagnostik
2.1. Metode segmental dan saraf kranial, antara la in :
2.1.1• Titik Jiaji, titik Mu dan titik Shu belakang Akupunktur Klasik
2.1.2. Titik yang sering digunakan di wajah sesuai dengan saraf kranial,
misalnya,
Daerah kepala : Shangxing, shenting, baihui, shuaigu.
Sekitar orbitaYangbai, zhanzhu yuyao, sizhukong, tongziliao,
chengqi, sibai, jiuhou, jingming :
Sekitar hidung : Yintang, suliao, renzhong, yingxiang,
shangyingKiang.
Sekitar mulut : Dichang،jiache: daving, chengqiang.
Sekitar pipi : quanliao, ermen. tinggong, tinghui. xiaguan.
Sekitar ieher-kuduk : Fengchi, fengfu, yifeng : anmien, gongxue,
tianzhu.
2.2. Wetode ‫ ؟‬tik Pem_lcu, yang mempunyai daerah nyeri rujukan.
2.3. Metode Zona Reflel<s( tubuh dengan titik punktum maksimum disamping titik
nyeri spontan dan titik nyeri tekan pasif yang menjadi dasar metode.
2.A. Metode Integratif Dung dengan 24 buah titik nyeri tekan kelas utama.
2.5. Metode Integratif Ma (INMAS) dengan titik homeostatis, titik simptomatis dan
titik paravertebral.
2.6. Akupunktur Daun telinga dengan daerah rangsang sesuai dengan
2.6.1. AurikulopunkturRRT
2:6.2. Aurikulopunktur Nogier
2.7. Akupunktur Kulit Kepala
2.7.1 Tipe JiaoSunfa
2.7.2. Internasional (WHO)
2.7.3. T+eYamamoto

221
Pilihan Rangsang Akupunktur
1. Rangsang Mekanik
1.1. Penjaruman
1.2. Non'jarum
2. Rangsangtermik
2.1. Penghangatan Moksa
2.2. Thermal Deep Penetration (TDP)
3. Rangsang Listrik
A. Rangsang Magnit
5. Rangsang gelGmbang Ultrasound
6. Rangsang Gelombang sinar
6_1. Rangsang Infrared
6.2. Rangsang Laser.
7. Rangsang Bedah Minor
7.1. Rangsang pelukaan
7_2. Rangsang Tanam Benang
73. Rangsang ‫؛‬arum pisau
7.4. Rangsang ]arum •Panjang-bundar
7.5. Rangsang Jarum Bo Baru
8. Rangsang Paduan dengan Obat (Aquapunktur)

Jumlah Sesi dan Seri Terapi


1. Sesi terapi
Padadasarnyaterapial^unkturmerangsangkegiat— a nmekanismetubuhmemullhkan
homeostasis yang terganggu. Agar rangsangan efel<tif Setelah diperoleh sensasi
jarum, jarum dimanipulasi:supaya r a g s a g menjadi rangsangan eksitasi atau
inhibisi. jarum ditinggal selama 20-30 menit.
Sesuai dengan konsep refleks bersyarat Pavlov, rangsangan perlu berulang agar
berhasil mencapai pemulihan. Terapi ini perlu diulang setiap hari, dua hari sekali atau
g a hari sekali tergantung pada keSdaan penyakit.
2. Seri terapi
Tergantung pada keadaan penyakit ditentukan 6-10 1< ‫ آاة‬terapi sebagai satu
terapi, di antara dua seri terapi istirahat 3-5 hari.

Nasehat dan Anjuran


Selama berlangsung terapi dan setelah selesai terapi, l<epada pasien disampailon hal-
hal yang perlu diperhatikan. Tidak lain adalah hal yang berhubungan dengan sebab dan
keadaan penyakit, kebiasaan hidup dan cara adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial
dari pasien.

Idealnya, Terapi akupunktur medik tidak hanya tertuju pada penanggulangan penyakit,
penghilangan keluhan yang utama adalah memulihkan kondisi pasien dalam keseluruhan,
baik yang terkait dengan daya tahan tubuh, maupun hal-hal yang mempengaruhi kondisi
tubuh, yaitu cara hidup berhubungan dengan lingkungan (alam dan sosial), cara hidup
sehari-hari (kerja istirahat, makan-minum:hubungan seksual, tidur dll), yang terkait
dengan timbuln-ya penyakit.
Kelapan, kelalaian at:aupun ketidaktahuan pasien dapat diketahui dari anamnesis
pemeriksaan diagnostik.
Tertuju pada hal: hal yang ditemukan dalam anamnesis itu, kepada pasien diberi nasehat
dan anjuran.

222
DAFTAR PUSTAKA

1. Backer Marcus. Hammes Michael G_ 2010. Acupuncture in the Treatment of Pain. An


Integrative Approach. Churchill Levingstone Elsevier.144-149
2. Baldry P.E. 2005. Acupuncture, Trigger Points and Musculoskeleta Pain. Elsevier
Chuchill Livingstone. Third Edition 2005, Reprint 2006 in China.
3. pungHC,MaYuntao.200ASdentificAcupun(: tureforHealthProfesionals.Zhonmgguo
Yiyao Kezhe Press. Beijing
A. F.Gando Donna, Finando Steven. 2005. Trigger Point Therapy for Myofascial pain.
Healing Arts Press. Rochester, Vermont.
5■ F ils h ie lw h ite Adrian (Eds)l996. Medical Acupuncture, A Western Scientific Aproach,
Beijing :Elsevier
6. Franl<; BryanL, Soliman Nader E, 2004. Pocket Atlas ofAuricularTherapy and Auricular
Medicine. Acupuncture, Arts dan ‫ ؟‬ress,
7. Frank( Bryan L. Soliman」 Nader E, 2005. Auricular Therapy, A Comprehensive Text.
Authorhouse, Indiana USA.
8. Guanyuan Jin, ]ia-jia Xiang, Louis L Jin,2006. Contemporar Medical Acupuncture, A
Syste.m Approach, Higher Education Press, BeJing. -
9. ]in Guanyuan, Xiang Jia-jia, Jin Lei, 2004. Clinical Reflexology of Acupuncture dan
Moxibustion (Mandarin), Science and Technology Press, Beijing
10. Kuo Changqing (Ed) 1997 ; Weizhen Liaofa (in Mandarin) Zhonghjing: Xinhua.
11. Kurikulum Standar Pendidikan Dokter Spesialis Akupunktur Medik 2006• PDAI.
12. Liu Shipei, Chen Duangyu (Eds). 2001. Xinbian Erxue Wangzhen Ciashi Dubu, Science
and teknology Ducument. Shanghai.
13. Lo Yongzhen; Zhang Yanhua, Zhou RongKin (Eds).2003.Acupuncture and Immunology
(in Mandarin), Beijing: Renming Weishen,
IA. Ma Yuntao, Ma Mila. Cho Zanghee. 2005. Biomedical Acupuncture for Pain
Manangement, An Integrative Approach. Elsevier ChurchiLl Livingstone
15. Markum, HMS. 2000. Penuntun Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis. Pusat Informasi
dan Penerbitan, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FKUI
16. Niel-Asher Simeon. 2008. The Concise Book od Trigger Points. 2nded. Lotus Publishing
Chichester, Engl— a.nd.
17. Price Sylvia A. Wilson Lorraine M. 2005. Patofiosiologi, Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Ed ke-6٠Penerbit Buku Kedokteran. Volumel dan 2.
18. Strux G. Hammersclag R (Eds). 2001. Clinical Acupuncture Scientific Basis, Berlin :
Springer-verlag Berlin Heidelberg.
19• Wang Fujun. 2011 Zhenfa Dacheng. Renming Weisheng Pusbsh. Beijing.
20. Wang Zheng, Yu Dexian, Wang Shuyun. (Eds): 1992. Zhongguo Erxue Zhenzhi Xue (in
Mandarin) Guangzhou Zhongshan Danue.
21. Willrns. JL, Schnelderman H. 2006. Buku Saku Diagnosis Fisik, Penerbit Buku
Kedokteran
22. Zheng Liangye (Ed). 2004.The course if International Acumoxology (in Mandarin),
Huaxia Publish. Beijing.

223
BAGIAN KEEMPAT
APLIKASI KLINIS AKUPUNKTUR
APLIKASI KLINIS AKUPUNKTUR

PENGANTAR

Akupunktur memiliki kekhususan, antara lain :


1. Titik akupunktur
2. Perlengkapan yang digunakan sederhana
3. Terapi terutama untuk gangguan fungsional, disertai nyeri dan/atau gangguan
sens_orik dan motorik,
A. Khasiat pencegahan dan terapi alupunktur bersandar pada meningkatkan dan
merangsang daya otoregulasi tubuh dan daya pemulihan kesehatan tubuh, lewat
rangsangan fisik pada titik akupunktur. Kekhususan itu, membuat khasiat akupunktur
terbatas:

Keuggulan Akupunktur, yang mencakup "yang lain tidak punya, lebih baik dari pada yang
dimilil<i yang lain... adalah:
1. Ekonomis
2. Mampu meningkatkan kualitas hidup
3. Aman, tanpa tOsisitas
4. Sederhana dan mudah dilaksanakan

Dengan kekhususan dan keunggulannya, beraba jauh Akupunktur dapat mengobati


penyakit dan dapat mengobati penyakit 3pa saja ■?
Mengacu pada hasil penelitian, sumber lite ra tu r:
1. Du Yuanjing (2006) Modern Disease Menu of Acupuncture and Moxibustion Therapy,
People's•Medical Publishing House, Beijing.
2. Liang Fanrong (2009) Shunzheng Zhenjiu Xue. People.s Medical Publishing House,
Beijing
3. Du Yuanjing (2011) Clinical Evidence of Acupuncture and Moxibusion Therapy
People.s MedicalPublishing House, Beijing, disusun Aplikasi l<linisAI(٧punkturdalarn
uraian berikut sebagai jawSban atas pertanyaan tersebut dl atas:
BABI
PENYAKIT BERKHASIAT AKUPUNKTUR

Prof. Du Yuanqing dan lawan-kawan menggunakan berbagai sumber internet terutama


pada CBMDISC periode 1978-2005, ditelusuri mengenai "Zhenjiu (Akupunktur Moxibusi),
diperolehnya 45.081 makalah kemudian diseleksinya secara manual, didapati 22.764 buah
makalah penelitian klinis ٠kemudian dipilah dengan mengacu pada ICDlO (International
Code of Disease/Kode Internasional Penyakit), akhirnya dihasilkannya 16 kelompok
penyakit dari 451 jenis penyakit, yang ditinjau berdasarkan khasiat
kelas III.

!〈 haslat ditinjau mengikuti kelas, y a itu :


Kelas I : penyakit dengan terapi akupunktur tunggal
Kelas II : penyakit dengan terapi akupunktur sebagai terapi utama
Kelas III : penyakit dengan terapi akupunktur sebagai terapi penunjang

16 sistem dengan -如 jenis penyakit merupakan 5.55。 /〇dari Jumlah jenis penyak^
manusia yang berjumlah 8300 (ICDlO) Dalam bahasan berikut ini, urutan bahasan 16
sistem mengikuti banyaknya makalah yang menunjang.
Sesuai dengan Kode Internasional Penyakit ICDlO, pada bahasan berikut ini setiap
p—
enyakit diheri kode, sebagai berikut:
Huruf pertama : A, B atau c menunjuk pada kelas: A kelas I. B kelas II dan c kelas III.
Huruf kedua : mengikuti kode penyakit ICDlO, misalnya sistem endokrin, nutrisi dan
metabolisme: E; sistem saraf: G; sistem muskuloskeletal dan jaringan penunjang M .
Huruf ketiga : mengikuti urutan huruf pertama nama penyakit—
Setiap penyakit dalam Penyakit Berkhasiat Akupunktur dibahas m eliputi:
1. Nama penyakit (Bahasa Inggris)
2■ Kode ICDlO
3. Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur
4. Saran formula titik akupunktur untuk penyaldt terkait
5• Keterangan hal-hal yan_g perlu mendapatperhatian.

1. DISEASESOFTHEMUSCULOSKELETALSYSTEMANDCONNECTINGTISSUE(M)

Kelasi

1 .1. Bursopathy
ICDlO :M71.991
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-l
Saran formula : Titik Nyeri tekan
Keterangan : Penyakit ini disebut juga Bursal Synovitis Non Secondary
Infection. Sering ditemukan pada puncak bahu, lutut, tumit.
Bilamana sudah ada infeksi sekunder, timbul nanah maka
perLu diberi antibiotika dan bedah pengeluaran nanah.

225
1.2• C e rv ic a l S p o n d v lo s is o f C e rv ic a l Type
ICDlO:M47.82;l
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-2
Saran formula : Fengchi, fengfu, jiaji leher, titik nyeri tekan, dazhui, jianjing,
hegU
Keterangan :Melupakan tipe sindrom serviks yang paling ringan,
Suatu ketidakseimbangan kerja antara vertebra dan otot
sekitarnya, yang menimbulkan spasme otot‫ ؛‬yang langsung
merangsang reseptor ujung saraf bebas di sekitarnya sehingga
menimbulkan rasa nyeri.

1.3. C o s ta l C h o n d r itis :
ICD10:M9A.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-3
Saran formula :T itik nyeri tekan, qimen. zhigou, yangllngquan. Bila perlu
penusukan keliling sekitar daerah keluhan.
Keterangan : Sebab beLum jelas. Biasanya ditemukan pada tulang rawan
iga ke dua-empat, nyeri terbatas di sekitarnya. Butuh terapi
jangka panjang.

1.4. C y s t o f P o p lit e a l S p a ce
ICDlO; :M 71.26l
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-4
Saran formula :T itik Nyeri telan. Kista ditusuk dengan jarum prisma atau
jarum yang besar, isi kista dikeluarkan dengan penekanan.
Keterangan : Penyakit ini tanpa komplikasi yang parah.

1.5. E p ic o n d y lit is L a te r a lis


IC D lO :M 77-l
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-5
Saran formula : Titik nyeri tekan, quchi, zhouliao, shousanli, hegu.
Keterangan : Merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.
Akupunktur mempercepat pemulihan, memperpendek
perjalanan penyakit■ dan Memberi hasi:【 yang pasti: Pada masa
akut sebaiknya istirahat 1-2 minggu. Setelah sembuh hindari
gerakan traumatis pada sendi sikU.

1. 6. E p ic o n d y lit is M e d ia lis
IC D l0:M 77-0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-6
Saran formula : Titik nyeri tekan, Kiaohai, yanggu, houxi.
Keterangan : sama dengan A-M-5

1.7• G a n g lio n
ICD10:M67.A01٠
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-7
Saran formula : Titik nyeri tekan. Pada punggung tangan : waiguan. Yangchi;
Pada punggung kaki: Jiexi. shangqiu.
Keterangan : Ganglion difiksasi lalu ditusuk dengan jarum prisma atau
ja r— ang besar, arah penusukan ke sCkitar, tujuan penusukan
memecah kapsul ganglion, lalu cairan isi dikeluarkan sampai
bersih, BekaS luka ditUtup d e g a n kasa steril untuk 3 - 5 h3ri.
Apabila kambuh, penusukan diulang.

226
1. 8• L e s io n o f I n f r a p a t e lla r P a d
ICD10:M79.4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-8-
Saran formula : Titik nyeri tekan, dupi, neixiyan, futu, xuehai, liangqiu.
Keterangan : Timbul secara perlahan, aldbat lutut sering ditekuk, gesekan
sendiri yang terulang sehingga terbentuT〈bantalan lemak,
dapat disertai pembengkakanTpenebalan dan rasa nyeri pada
pergerakan, ge.rakan pUn terbat.as.

1.9• M u s c le S tr a in
ICDlO:M62.5,M54.5.
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-W9
Saran formula : T t k nyeri tek_an, shenshu, dachangshu, weizhong.
Keterangan :Rangsang akup.unktur meningkatkan vaskularisasi,
merangsang pemulihan permukaan otot yang terluka.

1.10. M u s k u la r T o r t ic o llis (E a rly S ta g e )


lC D l0 :P l5 :2 ,6 8 .0 ‫؟‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-10
Saran formula : Titik nyeri tekan, fengchi, futu, jianjing, tianrong, dashu.
Titik nyeri tekan dihangati moksa silinder lalu sepanjang m.
Sternoldeidomastoideus dan m. Trapezius selama 15-20 menit,
lalu dihangati titik-titik fengchi. futu, tianrong, dazhu, setiap
titik 3-5 menit, sampai timbul warna kemerahan (hiperemis);
kemudian diakukan penjaruman pada titik nyeri tekan yang
paling jelas.
Keterangan : Pada jenis bawaan, dilakukan setelah Lahir 6 bulan, paling
lambat 1 t.ahun; dapat sembuh. -Setelah lewat 1 tahun
sebaiknya diakukan pembedahan. Pada stadium lanjut teLah
ada kelainan bentuk,akupunkturtidakdapat memperbaikinya.

1.11. M y o f a s c ilit is
ICDl0:M60.991
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A -M -ll
Saran formula : Daerah leher-kuduk, titik nyeri tekan, jianjing, tianzong, jugu,
quyuan.jianwaishujiaji leher,quchi.hegu. Daerah punggung:
Titik nyeri tekan, jiaji torakolumbal, yanglingquan, kunlun.
Keterangan :Tim bul akibat rangsang perlukaan berulang pada otot.
Perbaikan vaskularisasi merupakan dasar pemulihan.

1.12• P e r ia r t h r it is o f S h o u ld e r (E a rly s ta g e )
ICD10:M75.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-12
Saran formula : jianyu, jianliao, jianqian, jianzhen, titik nyeri tekan, jianjing,
quchi, waiguan, yangiingquan.
Keterangan : Tahap permulaan khasiat kelas I, bila telah terjadi f r o z e n
S h o u ld e r, masuk kelas II.

1.13. P r im a r y P ir if o r m M u s c le S y n d ro m e
ICD10j G57:001
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-13
Saran formula :T itik nyeri tekan, ]iaji L3-L5, zhibian, huantiao, weizhong,
yangiingquan. xianzhong. qiuxu, kunlun.
Keterangan :Dengan .penanganan ya.ng tepat, penyakit ini dapat
disembuhkan.

227
\A L S h o u ld e r H a n d S y n d ro m e (E a rly S ta g e )
ICD10:M M 89.01‫؟‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-1A
Saran formula : Jianyu, jianliao, jianqian, jianzhen, titik nyeri tekan, quchi,
hegu, baxie, shixian.
Keterangan :Pada stadium pertama, punggung tangan bengkak‫ ؛‬nyeri,
pembuluh darah tampak melebar; stadium kedua, bengkak dan
nyeri sentuhan berkurang. Khasiat akupunktur pada stadium
permulaan (I dan II) kelas I, stadium lebih la n ju t: jari kaku,
p.ergerakan terbatas,, masuk kelas 11•

1.15• S im p le S y s tre m m a
ICDlO:M79.1,R25.3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-15
Saran formula : Chengshan. chengjin. titik nyeri tekan, yanglingquan, houxi.
neiting
Keterangan : Gejala penyakit ini adalah kejang betis, nyeri dan terasa
benjolan pada betis; banyak keringat, gangguan pergerakan;
umumnya disebabkan oleh rangsangan dingin dan/atau
kelelahan.

1 IA Sti^neck
ICD10:M54.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-16
Saran formula : Titik nyeri tekan, jianjing, Luozhen, yanglingquan. Bila disertai
keluhan ekstremitas. sUperior, ditambah dengan : Ouchi.
waiguan, hegu.
Cara penusukan dilakukan tusukan titik jauh terlebih dahulu, pasien diminta
menggerakan leher: apakah masih kaku ? Baru kemudian tusuk
titik dekat keluhan
Keterangan : Biasanya sekali tusuk, langsung sembuh. Paling tidak sembuh
setelah tusukan kedua atau ke^ga.

1.17. S y n d ro m e o f th e T h ir d T ra n s v e rs e P ro ce ss o f L u m b a r V e rte b ra e
ICDlO : M48.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-17
Saran formula : Titik nyeri tekan, ]iaji L3-U, shenshu, weizhong.
Keterangan : Kontraksi otot pinggang dan otot abdomen, yang berlangsung
berulang dan lama, melukai otot otot sekitar L3-U, perlukaan
merangSang saraf spinaL terkait, akhirnya ja d penyakit ini.

1.18. T e n d o n itis (N o n S e c o n d a ry In f e c tio n )


ICDIO : M78.5 / M75.2 / M77.8 / M77.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-18
Sarana formula : Titik nyeri tekan, houxi, weizhong
Keterangan : Penyakit ini sering ditemukan pada daerah dorsal tubuh,
terutama pada ligaben T3-T5, L5-.S1.

1.19. T e n o s y n o v itis (E a rly S ta g e )


ICDlO; :M65.992
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-M-19
Saran formula : Pada tendon prosessus styloideus: titik nyeri tekan. Yangxi,
lieque. hegu; pada tendon flexor otot-otot jari : titik nyeri
tekan, hegu, neiguan, waiguan.

228
Keterangan : Pada stadium permuLa.an, pergerakan jari tidak bebas, linu,
waktu bangun tidur dirasakan berat; pada stadium lanjut,
disertai g^ala keterbatasan gerak, adanya perlengketan
kelainan be;/ G99.2 untuk.

Kelas"

1. 20■ C e rv ic a l S p o n d y lo s is o f V e r te b r a l A r t e r y Type
ICDl0:MA7.02 ; +/G 99.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-M-l
Saran formula : Baihui, fengchi, wangu, jiaji leher, dazhui, houxi.
Keterangan : Titik fengchi ditusuk Sedalam 1 cun, :kemudian dilakukan
cabut beham selama 1-3 menit. Titik lainnya ditusuk seperti
penusukan pada umumnya.

1. 21■ C e rv ic a l S y n d ro m e o f N e rv e R o o t Type
ICDlO:M47.2+/G55.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-M-2
Saran formula : Fengchi, Jiaji leher, jingpi.jianyu, quchi, hegu, houxi.
Keterangan : Nyeri leher?kuduk disertai penjalaran nyeri ke lengan, pilih
titik sesuai dengan segmen servikal terkait. Akupunktur
dapat meredakan nyeri bGngkak akar saraf spinal; unt.uk hasil
yang Lebih baik, sebaiknya didukung dengan traksi vertebra
semkal.

1. 22. F ib r o m y a lg ia S y n d ro m e
ICD10:M 79.0 ;
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur : B-M-3
Saran formula : Titik nyeri tel<an, jiaji, baihui, fengfu, ganshu, neiguan, hegu,
sanyinjiao, taichong.
Keterangan : Penyebab penyakit ini belum jelas; diyakini berhubungan
dengan gangguan tidur, kelainan pelepasan neuromediator
dan kelainan imun. Akupunktur berkhasiat simptomatis.

1.23. H y p e r p la s t ic S p o n d y lit is
ICDIO; : MA6.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-M-4
Saran formula :T itik nyeri tekan, jiaji, shenshu, yaoyangguan, weizhong,
xianzhong.
Keterangan : MerangsangJiaji dengan jarum kulit. Penyakitini pada stadium
awal, Sebagian b e s a td a k ada keluhan, sebagian mengeluh
lumbago; pada stadium Lanjut mengikuti perjalanan penyakit,
dapat tim.bul pertumbuhan tulang. Keluhan utama : nyeri
pinggang. Akupunktur dapat meredakan keluhan utama ini.

M L O s t e o a r t h r it is o f K n e e J o in t
IC D lO :M l7 .9 6 l
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-M-5
Saran formula : Titik nyeri tekan, heding, dubi, neixiyan, yanglingquan, zusanli,
liangqiu.
Keterangan : Dubi ditusuk mengarah ke neixiyan. Akupunktur dapat
meredakannyeri,memperbaiki keadaanpenyakit.menghambat
perkembangan penyakit ini, tetapi tidak menyembuhkan.

229
1.25. Prolapse of Lumbal Disc
ICD10:M51.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur : B-M-6
Saran formula : Titik nyeri tekan, jiaji lumbal, jizhong. shenshu, dachangshu,
yaoshu, huantiao, yanglingquan, weizhong, chengShan:
xianzhong, kunlun.
Keterangan :Akupunktur dapat meredakan nyeri, meningkatkan
pergerakan dan pGrbaikan fungsi tulang belakang, tidak
Menyembuhkan:

1.26. R h e u m a tic A r t h r it is (C h ro n ic s ta g e )
!CD10:I100
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-M-7
Saran formula :T itik nyeri tekan, dubi, neixiyan. fengchl. dazhui. hegu,
yanglingquan, fengl.ong.
Keterangan : Umumnya tanpa disertai demam, nyeri sendi berpindah-
pindah atau terbatas pada satu dua sendi, umumnya sendi
■besar, pergerakan sendi terbatas, penyakit bersifat kambuhan,
dipengaruhi oleh cuaca. Terapi pe.rlu dukungan obat.

■ Ill

1.27• C e rv ic a l S p o n d y lo s is o f M y e lo id Type
ICDlO : M47.12:+ /G 99;2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-l
Saran formula : Chengjiang, jiaji leher, dazhui, lingtai, tongli, shenshu. Biguan.
chengjin, weizhong, tiaokou, Kianzhong.
Keterangan : Karena melibatkan medula spinalis, penyakit ini lebih parah
dibanding dengan cervical spondylosis tipe yang lainnya.
Akupunktur sebagai terapi pendukung memberi hasil tertentu.

1.28. C e n /ic a lS p o n d y lo s is o f S y m p a th e t ic Type


ICDlO : M47.82;+ /٠
C55.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-2
Saran formula : Baihui, fengfu, lingtai, quchi, neiguan, laogong, yinxi. yanglao,
zusanli, sanyinjiao:
Keterangan : Disebabkan sa.raf simpatis terangsang atau tertekan. Terapi
akupunktur hanya dapat menghilangkan gejala tertentu.

1 .29. C h o n d r o m a la c ia P a te lla e
ICDlO:M22.A
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-3
Saran formula : Titik nyeri tel<an, dubi. neixiyan. xuehai, liangqiu, weizhong,
vveiyang.zusanli.
Keterangan : Penyakit ini merupakan penyakit degenerative.

1.30. N e c ro s is o f F e m o ra l H e a d
ICDIO: M87.951 / M87.051 / M87.151
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C.-M-厶
Saran form ula: Titik nyeri tekan, zhibian. huantiao, huanzh.ng (lokas)
dipertengahan garis penghubung huantiao dan yaoshu•),
dianshang (lokasi 1 cun dibawah pe.rtengahan garis
penghubUng SIAS dan trachanter mayor): fushS chongben.

230
juliao, yanglingquan, zusanli. sanyinjiao, xianzhong.
Keterangan : Sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Akupunktur
berkhasiat sebagai terapi pendukung dalam hal perbaikan
vaskularisasi dan meredakan nyeri.

1.31. O s te o p o ro s is
ICD10:M81
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-5
Saran fo r ^ la : Jaji, dashu, Weishu, pishu, shenshu, yaoyangguan. guanyuan.
qihai. shenque, hegu;zusanli. sanyinjiao. taixi,
Keterangan : Sampai saat ini terhadap osteoporosis tindakan terbaik adalah
penCegahan. Terapi ditujukan pada perbaikan metabolisme
tuLang: Akupunktur merupakan terapi pendukung saja.

1.32. Rheumatoid Arthritis


ICDlO :M 〇6.991
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-6
Saran formula : Titik nyeri tekan, titil<-titik akupunktur sekitar sendi terkena.
Keterangan : Penyal<itini merupakan penyakit autoimun. Terjadi kerusakan
jaringan tulang, yang menimbulkan kelainan bentuk sendi.
Akupunktur hanya merupakan terapi penunjang.

1٠33_ R h iz o m a lic a S p o n d y lit is


ICDlO:M45.991
Kode Penyaldt Berkhasiat Akupunktur: C-M-7
Saran formula : Titil<-titik sepanjang prosessus Spin, tulang belakang mulai
dari Dazhui sampai Yaoshu, ata.u jiaji (dari T.10 ke atas),
ditambah dengan huantiao, zhibian, chengfu, yanglingquan;
yinlingquan. zusanli.
Keterangan : Penyebab tidak jelas, karena itu tidak ada terapi kausal.
A ku ^n k tu r meredakan keluhan, khasiat terapeutik terbatas.

1.34. S ic c a S y n d ro m e
ICDlO:M 35 .〇
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-8
Saranformula:Lianquan,jinjinyuye,jingming, quhou. yingxiang, houquanliao
(lokasi 1 cm posterior titik quanliao), qugu, huiyin, feishu,
shenshu, ganshu, hegu, xuehai;sanyinjiao, taixi.
Keterangan :Merupakan .penyakit autoimun y3ng berhubungan dengan
kelainan kelenjar eksokrin tubUh dengan gejala : mulut
kering, mata ering, hidung kering, kulit ering:v.agina
yang disertai peflurunan .penglihatan, epistaksis: kesulitan
menelan, kelainan kulit, kelainan sendi Sampai saat ini masih
sulit untuk disembuhkan.

1.35• S p in a lS t e n o s is
I(‫؛‬D10:MA8.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-M-9
Saran formula : Titiknyeritekan,yaoyangguan,shenshu,dachangshu,qihaishu,
mingmen. huantiao, fengshi, weizhong, kunlun.
Keterangan : PenGkanan dan desakan pada duraGater dan serabut saraf
spinal menimbulkan sederetan gejala, misalnya nyeri
lumbosakral dan sekitarnya. Sebab dapat bawaan atau didapat.
Sampai saat ini belum dapat disembUhkan. Akupunktur dSpat
turut berperan dalam ter3pi terpadu penyakit in_i.

231
2. DISEASESOFTHENERVOUSSYSTEM(G)

Kelas•

2. 1■ C a rp a l T u n n e l S y n d ro m e
lCD l0:G 56.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-l
Saranformula:DaUng, yangxi, yangchi, shenmen, nelguan. waiguan, yuji,
hegu
Keterangan : Merupakan jebakan n. medanus. Bila di atas 6 bulan perlu
dipertimbangkan tindakan bedah.

2.2 . F a s c ia l P a ls y ( B e ll's P a ls y )
lCDl0:G50^902
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-2
Saran formula : Talyang, yangbai, yuyao, atau zhanzhu, sibal, yifeng, jiache
atau xiaguan, dichang. hegu, kunlun.
Keterangan : Titik d Wajah ditusuk mendatar, bersudut atau tembus. Dari
yangbai ke yuyao, dari jiache ke dichang, dari taiyang ke
xiaguan. Dua minggu pertama rangsangan ringan, tidak diberi
rangsangan elektrik. Pada tahap pemulihan rangsangan lebih
kuat dan dapat diberi rangsang eleldtrik. Titik di wajah dapat
diberi rangsangan termik.

23. C u illa in - B a r r e S y n d ro m e (C o n v a le s e c n c e s ta g e )
I(ID10:G61.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-3
Saran formula :Jiaji, quxhi, hegu, neiguan. xuehai, zusanli, yangLingquan,
sanyinjiao
Keterangan :Penyakit mencapai puncak pada minggu pertama dan
kedua, minggu keempat berhenti berkembang;masuk masa
pemulihan.

71 H e a d a c h e (N o n O r g a n ic )
lCDl0:R51:0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-A
Saran formula: 1) nyeri kepala oksipital ٠ . tianzhu, houting, fengchi, houxi,
zhorigzhu; 2) nyeri kepala temporal: taiyang, shuaigu, Kianlu,
waiguan. Kiaxi; 3) nyeri kepala frontal . shangxing. yintang,
yangbai, hegu, neiting; 4) nyeri kepala vertex: baihuiTqianding,
tongtian, neiguan, taichong; 5) nyeri seluruh kepala :yintang,
taiyang, baihui, touwei. tianzhu. fengchi. hegu, waiguan.
neiting, zulinqi.
Keterangan : Nyeri kepala n〇n organic mencakup nyeri kepala yang tidak
jelas seb.abnya.

2.5. L a te r a l C u ta n e o u s N e rv e o f T ig h S y n d ro m e
ICDl0:G57.101
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-5
Saran formula : jiaji lumbal, titik nyeri tekan, futu. Xuehai, yanglingquan.
Keterangan : gejala utama penyakit ini adalah kelainan sensorik, kebas,
e n s itif atau nyeri.

232
2 .6 . N e u r o p a th ic H e a d a c h e
ICDl0;:G44.101
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-6
Saran formula : Shuiokou. yintang, baihui, fengfu, fengchi, ganshu, neiguan,
shenmen, hegu, taichong.
Keterangan : Biasanya ditSmukan pada pasien depresi dan paranoid. Nyeri
kepala erat berhubUngan dengan ■pikiran, stres, kelelahan,
InSomnla dan perubah3n cuaca.

2.7. O c c ip ita l N e u r a lg ia
ICDl0:G58.804
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-7
Saran formula : Titik nyeri tekan, fengchi. yuchen, tianzhu, jiaji leher, houxi,
kunlun.
Keterangan : Tianzhu ditusuk sedalam 0,5-OS cun, sampai diperoleh rasa
jarum setempat; yuchen ditusuk mendatar arah ■ke atas, rasa
jarum menjal.ar sampai daerah houding, setelah itu., arah jarum
diubah ke bawah penjalaran rasa jarum sampai di kuduk:

2.8. P r im a r y S c ia t ic a
ICD10:G4A.103
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-8
Saran formula: Huantiao, zhibian, titik nyeri tekan, menjalar ke posterior
tungl<ai: yinmen, weizhong, chengshan; menjalar ke lateral:
yanglingquan, yangjiao, Kianzhong.
Keterangan : Zhibian, huantiau ditusuk dala— m, diupayakan agar rasa
jarum menjalar ke tungkai. 5-10 hari permulaan sakit terasa
sangat nyeri. Dalam waktu 6-8 minggu dapat sembuh dengan
sendirinya.

2.9. R h e u m a tic C h o re a (C o n v a le s c e n c e S ta g e )
ICD10:I02
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-9
Saran formula : Baihui, fengfu, garis baihui zhubin dan garis lateral inferior
oksipital (akupunktur Kulit Kepala), shang Lianquan, jiache,
dichang, fengchi, dazhui, neiguan, hegu, zusanli;sanyinjiao,
taichong.
Keterangan : Pada tahap akut, terapi akupunktur sebagai penunjang, dl
tahap pemulihan akupunktur dapat menyembuhkan secara
tung.gal (kelasi)

2.10. S u p e r io r C lu n a l N e rv e s G a n g lio n it is
ICD10:G57.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-10
Saran formula : Titik nyeri tekan, baohuang, zhibian, yinmen, weizhong.
Keterangan : Perlukaan jaringan lunak daerah pinggang menyebabkan
serabut sa— raf Superior clunial dan jaringan sekitarnya
hiperemis, edem Sampai terjadi perdarahan: menimbulkan
l(e.lainan. Akupunktur memperbaiki dan memulihkan
vaskularisasi daerah bokong ini.

2.11. S u p r a o r b it a l N e u r a lg ia
ICDl0:G50.001
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A -G -ll

233
Saran formula : Titik nyeri tel<an, zhanzhu, yuyao, yangbai, zhongzhu, kunlun.
Keterangan :Merupakan kelainan cabang pertama n. trigeminus yang
Terlololisir.

2.12. T e n s io n Type H e a d a c h e
ICD10:G44201
Kode Penyakit B_erkhasiat Akupunktur: A-G-12
Saran formula : Titik nyeri tekan pada daerah pundak-punggung-bahu, baihui,
taiyangtouwei.tianzhu.fengchi.jiaji leher, shenmen.taichong;
sanyinjiao. Bila otot daerah pundak-punggung kaku, ditambah
jianjing, tianzong, bingfeng.
Keterangan : Hasil terapi akupunktur lebih baik dibanding dengan migren.

2.13. V a s c u la r H e a d a c h e (N o n O r g a n ic )
lCDlO:G44103
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-13
Saran formula :Taiyang. yintang, baihui. touwei, fengchi, shuaigu, neiguan,
hegu, taichong, neiting.
Keterangan : Gangguanvaskularisasisarafmotorikintrakranialdankelainan
kontraksi vaskuler ekstrakranial, menyebabkan diatasi
pembuluh darah dan menimbu‫؛‬kan nyeri yang parah. Gejala
berdenyutnya pembuluh darah merupakan gejala khusus
penyakit ini. Hipertensi dan gangguan pembuluh darah otak
masuk dalam kelas III.

Kelas II

2.14. F a s c ia l S p a s m
ICDlO:G51.3/G51.4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-l
Saran formula: Fengchi. yifeng, taiyang, dichang, jiache, Kiaguan, quanliao,
hegu.
Keterangan : Titil( yifeng ditusuk cabut-benam. setelah diperoleh rasa
jarum. jarum Langsung dicabut.

2.15. I n f a n t ile C e re b ra l P a ls y
ICD10:G80.0
[ode p.enyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-2
Saran formula : Baihui, shending, naohu. daerah-daerah motorik, sensorik dan
keseimbangan Akupunktur Kulit Kepala. Bila ada gangguan
kecerdasan: ditambah sishenzong; bila ada gangguan bicara
ditambah daerah aphasia 1, 2 dan 3 Akupunltur fuUt kepala;
bila lumpuh ekstremitas superior, ditambah naoshu, jiquan,
quchi, waiguan, shousanli; biLa lumpuh el<stremitas inferior
ditambah huantiao, yanglingquan, zusanli, sanyinjiao, jieKi;
bila leher-pinggang tidak bertenaga, ditambah titik sepanjang
garis median dorsal tubuh dan titik jiaji yang sesuai.
Keterangan : Tusukan daerah rangsang akupunktur kulit kepala dilakukan
dengan cepat, 200 K/menit, jarum ditinggal 4 jam. Terapi
akupunktur ini perlu berlangsung Lama, paling tidak 3 bulan
dan memerlukan pelatihan rehabilitasi medik. Terapi dilakukan
sedini mungkin, hasil terapi sebelum usia 2 tahun dan sesudah
usia 2 tah٧n٠sangat berbeda.

234
2 .1 6 . In t e r c o s t a l N e u r a lg ia
ICD10:G58.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-3
Saran formula : Titik nyeri tekan, jiaji torak, qimen, zhigou, zulinqi.
Keterangan : Terapi nyeri inteirkostal primer berhasil dengan baik, masuk
kelas I. Nyeri interkostal sekunder yang masuk ketegori kelas
11•

2 .1 7 . M ig r a in e
ICD10:GA3.901
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-4
Saran formula :Shuaigu, Kianlu, touwei, taiyang, fengchi. waiguan,
yanglingquan, taichong.
Keterangan : Saat kambuh, sebaiknya diambil titik jauh Lebih dulu dengan
rangsangan kuat. Tera^ akupunktur da.pat meredakan gejila,
mengurangi frekuensi dan mempersingi<at lama serangan.

2 .1 8 . M u lt ip le N e u r it is
ICD10:G62.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-5
Saran formula : Pada ekstremitas superior, jingpi, jiaji leher, quchi, hegu, titik
nyeri tekan, shixian; pada ekstremitas inferior, jiaji Tumbal,
zusanli, yanglingquan, titik nyeri tekan, sanyinjiao.Kuanzhong,
jiexi, taichong.
Keterangan : Karena sebahyang kompleks. Terapi akupunktur masuk Kelas
II.

2 .1 9 . P s e u d o b u lb a r P a ra ly s is
ICDl0:Gl2.203
l〈 ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G:6
Saran formula : Lianquan,jinjinyuye,fengchi, wangu,yifeng,shuigou,neiguan,
tongli.
Keterangan : Tusukan titik-titik fengchi, wangu, yifeng diarahkan ke adam
apel, tusuk perlahan-lShan sam}ai 2-2,S cun, jarum diputar-
tekan ringan sampai tenggorokan terasa kebas, dipertahankan
1-3 menit. Titik jinjin yuye ditusuk berdarah.

2 .20 . S e c o n d a ry S c ia tic a
I(ID10:M51.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-7
Saranforf^ula:Dachangshu. jiaji lumbal, sh.enshu, huantiao, weizhong,
yanglingquan. chengshan, Kianzhong, qiuxu,
Keterangan : Penusukan huantiao harus dalam, seteLah diperoleh rasa jarum,
dilakukan manipulasi cabut-benam, rasa jarum diusahakan
menjalar ke tuilgkai. Seperti pada umumnya, tusukan Jiaji
miring diarahkan ke vertebra.

2 . 21 . S e q u e lq e o f S tro k e (C o n v a le s c e n c e a n d S e q u e la e S ta g e )
ICD10:I69
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-8
Saran formula : Shuigou.baihui,fengchi,garismotorikdansensorikakupunktur
kulit kepala, jianyu, quchi. jiquan, chize, neiguan, hegu, baxie,
weizhong, yanglingquan, zusanli, sanyinjiao, qiuxu tembus
zhaohai.

235
Keterangan : Dibanding dengan terapi obat, akupunktur memberi hasil
yang lebih baik: tetapi karena kompleksnya penyakit, terapi
akupunktur masul〈kelas II.

2.22. T r ig e m in a l N e u r a lg ia ( P r im a r y )
ICD;10:GG50.002
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-G-9
Saran formula :Yuyao, sibai. )(iaguan, dichang, zhanzhu, hegu, taichong,
neiting. Cabang optalmikus ditambah sizhukong, yangbai;
cabang maksiler ditambah quanliao. yingxiang; cabang
mandibuler ditambah jiache, yifeng.
Keterangan :Penyakit ini timbul sebagai Serangan berulang,
disembuhkan: Akupunktur dapat meredakan gejala,
mengurangi kambuh, meringankan serangan, tetapi tidak
menyembuhkan karena itu masuk kelas II.

Kelas III

2.23. A m y o t r o p ic L a te r a l S c le ro s is
ICD;1 0 :G12.3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-G-l
Saran formula :]iaji, pishu, ganshu. shenshu, dazhui, shenzhu. Ekstremitas
superior, ditambah jiquan. quchi, shousanli, hegu; el<stremitas
inferior ditambah biguan, futu, yanglingquan, zusanli, jiexi.
Keterangan :Penyakit kelainan progresif neuron sistem saraf. Setelah
ditegakkan diagnosis waktu hidup diprediksi tersisa 2-5
tahun, rata-rata 3 tahun, tetapi ada yang hanya 1 tahun,
yang berkembang lambat, kronis dapat mencapai 10 tahun.
Dilaporkan akupunktur dapat menghambat dan mengurangi
gejala penyakit ini, tetapi khasiat sangat terbatas, karena itu
masuk kelas III.

2 .2 4 . E p ile p s y
ICD1C):G40.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-G-2
Saran formula : Saat seragan: shuigou, neiguan. houxi, yongquan; saat tenang,
baihui, fengfu, yintang, jiuwei, jinshu. changqiang, jianshi,
yanglingquan, fenglong, taichong.
Keterangan : Saat serangan, titik shuigou (renzhong) dirangsang sampai
pasien sadar. Terapi akupunktur dapat mengendalikan
penyakit ini, tetapi tidak jelaS dapat menyembuhkan.

2.25. M u lt ip le S c le ro s is
ICD10:G35.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-G-3
Saran formula :]iaji, jianliao; quchi. shousanli, hegu, waiguan. biguan,
futu, zusanli, yanglingquan, sanyinjiao. Bila emosi mudah
terangsang, ditambah baihui, shen.men, neiguan; bila ada
gangguan pita suara, ditambah fengchi, lianquan. jinjin
yuye; bila ada gangguan mata ditambah jingming, qiuhou,
guangming.
Keterangan : Penyebab tidak jelas, belum dapat disembuhkan.
Terapi akupunktur dapat mengurangi gejala tetapi tidak
men'yembuhlan.

236
2.26. P a r a ly s is A g in t a n s ( P a rk in s o n is D is e a s e )
ICD10:G20.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-G-4
Saran formula :Baihui, fengch‫؛‬, garis Lateral oksipital dan garis sensorik
akupunktur kulit .kepala, fengfu, dazhui, ganshu, shenshu,
quchi, hegu, zusanli, yanglingquan, sanyinjiao, taichong, taixi.
Keterangan : Rangsangan akupunktur kulit kepala dilakukan dengan cepat.

dlpUtar 2 Ox per menit untuk 1-3 menit, lalu jarum dicabut.

2.27. P e r s is te n t V e g e ta tiv e S ta tu s
ICDl0:S06 2/G93.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-G-5
Saran formula : Garis tengah dahi dan garis tengah verteks Akupunktur kulit
kepala, shuigou, fengfu:yamen neiguan, laogong, shenmen,
yongquan, sanyinjiao.
Keterangan :Prognosis penyakit ini erat berhubungan dengan usia,
penyebab dan perjalanan penyakit. Usia makin lanjut
kemungkinan pulih makin kecil. Lazimnya, pada penyeb.ab
waishang, pulih kesadaran dalam waktu 1 tahun, yang bukan
waishang 3 bulan. Saat ini belum ada cara terapi yang dapat
menyembuhkan. Akhir-akhir ini didapati laporan bahwa
akupunktur berhasil menyadarkan. Tetapi masih perlu
dibuktikan lebih lanjut, karena itu digolongan dalam kelas III.

3• DISEASES OF THE DIGISTIVE SYSTEM (K)

Kelasi

3 .1 . A n o r e n ia ( F u n c tio n a l)
ICD10:R63;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-l
Saran formula : Baihui, fengfu, pishu, weishu, zhongwan, jianli, liangmen, juji
atau sifengTzusanli, taibai, neiting.
Keterangan : Sifengditusukdangkal.Terapiakupunkturberhasildenganbaik
(Kelas I), berkhasiat memperbaiki pencernaan, merangsang
pusat makan d otak.

3.2. C o n s tip a t io n (N o n O r g a n ic )
ICD10:I<59;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-2
Saran formula : Tianshu, shuidao, guilai, titik nyeri tekan, hegu, zhigou, zusanli,
‫؛‬englong.
Keterangan : Biasanya titik nyeri tekan terletak 2 cun lateral titik shuidao
dan/atau titik guilai.

3.5. F la tu le n c e (S im p le )
ICD10:R14
l〈٥de Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-3
Saran formula : Zhongwan, tianshu, shenque, fujie, weishu, pishu, neiguan,
hegu, zusanli. sanyinjiao.
Keterangan :Terapi akupunktur• meningkatkan peristaltik sistem
penCernaan.

237
J.4. F u n c tio n a l (S im p le ) D is p e p s ia
ICD10:K30 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-4
5aranformula: Baihui. fengfu, pishu, weishu, ganshu, zhongwan, tianshu,
fujie, neiguan, sifeng, zusanli. sanyinjiao, gongsun, taichong.
Keterangan : Terapi akupunktur meregulasi fungsi lambung-uSus,
meningkatkan peristaltik, sekresi cairan pencernaan dan
merangsang pusat pencernaan di otak. Merupakan terapi
pilihan untuk functional dispepsia.

5.5. G a s t r o in t e s t in a l S p a s m ( S im p le )
ICDIO :!<31.813 58.902> ‫ا‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-5
Saran formula : Zhongwan, tia.nshu, neiguan, Uangqiu, hegu. zusanli.
Keterangan : PenuSukan titik jauh didahulukan dengSn rangsangan kuat,
timbulnya rasa jarum diiringi hilangnya gejala Sembuh
sekali tUsul〈. umumnya rangsang termik diberikan untuk
mengukuhkan hasil.

3 .6 . N .A n a le s P a in
ICDIO :1<59;4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-G-6
Saran formula : Baihui, fengfu, jiaji lumbal, ciliao, zhibian, changqiang, hegu,
shenmen, chengshan, sanyinjiao.
Keterangan : Zhibian ditusuk dalam 2-3 cun di arahkan ke dubur.Akupunktur
berhasil dengan baik pada penyakit ini, baik karena faktor
psikis maupun sebagai komplikasi nyeri saraf lainnya.

3 .7 . P a ra ly s is o f I n t e s tin e A f t e r O p e r a tio n
ICDIO : 1(89.8 /1(91.9 /1(56.001
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-7
Saran forn ٦uLa:Zhongwan, shenque, tianshu, guilai, qihai. hegu, zusanli,
xiajuKU, taibai.
Keterangan :Titik shenque diberi rangsang termis yang kuat, tianshu
dan guilai dapat diberi rangsang listrik. Terapi akupunktur
merupakan terapi pilihan.

3 .8 . P r im a r y G a s tro p a ra s is S y n d ro m e
ICDIO :1<38 ;‫; ا‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupuynktur: A-K-8
Saran for+ula:Shangwan, zhcJngwan. youmen, weishu, pishu, neiguan,
zusan".
Keterangan :Gejala klinis penyakit ini antara lain adalah kembung,
anoreksia, mua_L muntah dan nyeri epigastrik. Sampai saat
Ini belum ada standar terapi penyakit n . Terapi aku_punktur
berhasil baik pada jenis primer, dengan cepat meredakan
gejala dan mencapai tujuan pemulihan.

3 .9 . T e m p o m a n d ib u la r J o in t D y s fu n c tio n S y n d ro m e (N o n O r g a n ic )
ICDIO :K07.6
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-K-9
Saran formula : Titik nyeri tekan, xiaguan, tinggong, taiyang, jiache, yifeng,
hegu.
Keterangan : Tei^pi akupunktur meredakan nyeri dan meregulasi gerak
persendian:

238
Kelas ‫ أ‬.

5 . 10 . 4cwte G a s t r o e n t e r it is (N o n In f e c tio n )
ICDIO: 1(52 908
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-K-l
Saran formula : Tianshu, zhongwan, qihai. shenque, shangjuKU, chize, quchi,
neiguam, shangyang, zusanli,
Keterangan : Chize. quchi. shangyang tusuk berdarah; shenque, qihai diberi
rangsang termik. Gejala utama penyakit ini adalah muntaber.

5 . 11 . C h o le lit h ia s is
ICDIO: 1(80 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l〈 -2
Saran formula : Reye, qimen, danshu, yanglingquan, danang, qiuxu, taichong.
Keterangan : Titik danang dirangsang kuat 1-3 menit. Terapi akupunktur
meregulasi kandung empedu dan hati, mendorong keluar batu
dan meredakan nyeri yang timbul saat batu keluar.

5 . 12 . C h ro n ic D ia r r h e a
ICD10:I<52 9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-K-3
Saran formula : Zhongwan, jianli. shenque, tianshu, gullal, pishu, shenshu,
dachangshu, hegu, zusanli.
Keterangan : Disebutdiare kOnis apabila perjalanan penyakit lebih dari 2
bulan. Sebab sangat kompleks.

3.13. C h ro n ic N o n s p e c ific U lc e r a tiv e C o litis


lC D lO :l 〈
5 1 .0 /l 〈
2.0‫؛‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-K-4
Saranfori^ula:Dachangshu, Klaochangshu. shenque, tianshu, guanyuan,
shuidaoTguilai. titik nyeri tekan, hegu, zusanli, xiajuxu.
Keterangan : Titik nyeri tekan berlokasi 2 cun lateral titik shuidao dan titik
guilal, dirangsang kuat 1-3 menit, dan dapat diberi rangsang
listrik.

‫ئ‬.‫ت‬4 C h ro n ic S u p e r fis ia l G a s t r itis


ICDIO: 1(29.3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-1〈-5
Saran formula : Shangwan, J٧4٧e, youmen, zhongwan, weishu, plshu, ganshu.
zhongshu, jinsu. neiguan, hegu. zusanli, taichong.
Keterangan : Gastritis dibedakan dalam jenis superfisial da:n jenis atrofi.
Pada jenis superfisial kelenjar lambung masih :utuh. Pada
gastritis ditemukan H elibacter p u lo ri dan reaksi autoimun.
Khasiat terapi akupunktur untUk jenis superfisial kelas II,
sedangkan untuk jenis atrofi kelas III

5.15. D y n a m ic Ile u s (S im p le a n d In c o m p le te )
ICDIO : KK56.0 56.5 >‫ ا‬1>56.6 ‫ ا‬1>9 ‫ ا‬.3 ‫ا ا‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l〈 -6
Saran formula : Kiawan, tianshus. shimen, daheng, fujie, dachangshu, hegu,
zusanli. Bila muntah parah ditambah futu. zhongwan; semua
titik di sekitar umbUikus ditusuk bersudut ke arah umbilikus.
Keterangan :Penyakit ini timbul karena gangguan refleks saraf p.ada
dinding usus, sehingga peristaltik usus terganggu, dinding

239
usus kejang, yang mengakibatkan s usus terhenti. Terapi
akupunltur meridakan terapi utama penyakit, tetapi masih
diperlukan dukungan tindakan lainnya.

3 .1 6 . G a s tro p to s is ( M ild a n d M o d e r a te )
IC D lO :l<3l821
l〈 ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-K-7
Saran formula : gaihu‫؛‬, shangWan, zhongwan, xiawan. pishu, weishu, zhiyang,
lingtai, hegu;zusanli.
Keterangan : Terjadi penyaldt ini erat berhubungan dengan ligamen yang
mengfiksir letak lambung dan dinding abdomen.

3 .1 7 . R e c ta l P ro la p s e d , A n a l P ro la p s e d ( M ild A n d M o d e r a te )
!CD10:I<62 3/I<62; 2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-K-8
Saran formula :Baihui, dachangshu, baihuanshu, huiyang, changqiang,
chengsh— an.
Keterangan : Baihui diberi rangsang termik; changqiang ditusuk menyudut
ke atas 1 cun, huiyang dan baihuanshu ditusuk tegak lurus
sedalam 1,5 cun Rasa jarum yang ditimbulkan penusulon titik-
titik itu diupayakan henjafar Sampai d anu.s. Saat ditusuk,
pasien diminta untuk melakukan gerak mengangkat dubur
berulang kaU.

Kelas III

3 .1 8 . A c u te a n d C h ro n ic C h o le c y s titis
ICDlO: 1(810
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-K-l
Saran formula : Titik nyeri tekan, reye, qimen, zhigou, yanglingquan, danang,
zusanli, taichong, qiuKu.
Keterangan : Penusukan dimulai dari titik-titik jauh, rangsangan kuat 1-3
menit. Terapi akupunktur dapat megurangi gejaia, meredakan
nyeri, b e rtid a k Sebagai terapi pendUkung.

5.19. A c u te A p p e n d ic it is (S im p le )
ICD10:I<35;9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-K-2
Saran formula : Tianshu. titik nyeri tekan, quchi, shangjuxu, hegu. lanwei.
Keterangan : Penusukan dimulai dari titik-titik jauh: Titik Lanwei dirangsang
kuat, tegak Lurus, 1-3 menit, sampai rasa nyeri reda. Terapi
akupunktur hanya mengurangi gejala, tidak menyembuhkan:

3.20. C h ro n ic P e p tic U lc e r
ICD10:I<27.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-K-3
Saran formula : Shangwan, zhongwan. jianli, pishu, weishu, neiguan, hegu,
zusanli, taichong, gongsun.
Keterangan : Terapi akupunktur dapat meredakan nyeri, meregulasi sekresi
asarTi Lambung, tetapi tidak menyembuhkan, hanfa merupakan
terapj pendukung. Medikamentosa adalah terapi Utama
penyakit ini.

240
3 .2 1 . M e c h a n ic a l I n t e s t in a l O b s t r u c t io n ! (S im p le a n d In c o m p le te )
ICD10:R33
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur.: C-K-4
Saran formula : Xiawan. tianshu, guilai. daheng, fujie, dachagshu, hegu,
zusanli. Bila obstruksi karena cacing ditambah yingxiang,
sibai; bila muntah parah ditambah zhongwan, neiguan.
Keterangan : Penusukan dirnula dari titik zusanli, rangsang kuat 1-3 menit,
kemudian titik-titik sdi badomen, tusuk: miring di arahkan ke
umbilikus. jarum ditinggal, setiap 5 menit rangsangan diulang
sampai merasa ingin buang air besar.

4. DISEASESOFTHEGENITOURINARYSYSTEM(N)

Kelas ‫ا‬

4 .1 . A c u te M a s t it is ( I n i t i a l S ta g e )
ICD10:N61.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-l
Saran formula : Danzhong, rugen, titik nyeri tekan, jianjing, tianzong. qimen,
quchi, neiguan, shaoze, zusanli, neiting, )(ingjian.
Keterangan : Titik nyeri tekan mencakup daerah merah, bengkak payudara
dan titll 〈rujukan di punggung. Titik nyeri telSn ini dltusu^^
berdarah, begitu juga titik shaoze.

4.2. D is t a n d in g P a in o f B re a s t D u r in g M e n s t r u r a t io n
ICD10:N6A.4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-2
Saran formula : Baihui, fengfu. danzhong, wuyi, rugen, jianjing, neiguan, hegu,
sanyinjiao, taichong.
Keterangan : Pengobatan hormon, sulit menghindari efek samping, terapi
akufunktur merupakan terapi pilihan.

4 .3 . E n u re s is J N o n O r g a n ic )
ICD10:F98.0/R32
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunl<tur: A-N-3
Saran form ula: Baihui, fengfu, zhongji, pangguangshu, ciliao. jiaji lumbal,
sanyinjiao.
Keterangan ٠
. Enuresis disebabkan gangguan• pus^t pengendalian BAK/
l<emih di koretek serebri dan di saraf spinal segmen sakral.
Dapat sembuh dengan sendirinya, apabila berkepanjangan
bisa sampai dewasa.

4 .4 . I r r e g u la r M e n s t r u r a t io n ( F u n c tio n a l)
ICD10:N92٠ .6 /N 9 1 .5 /N 9 1 .2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-4
Saran formula :Zigong, ciliao, hegu. sany‫؛‬njiao. Bila datang haid maju
ditambah baihui, qihai, pishu; bila haid datang terlambat
ditambah geshu, Kuehai. taichong; bila darah haid banyak
ditambah duanhong, yinbai, diji; bila darah sedikit ditambah
zusanli, guanyuan. geShu.
Keterangan : Terapi akupunktur berkhasiat meregulasi menstrurasi.

241
4.5. L u m p in B re a s t
lCDlO :N62_3/N6 〇 .102
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-5
Saranformula:Danzhong, wuyi. rugen, jianjing, ganshu, weishu, pishu,
neiguan, zusanli. fenglong.

4.6. P r e m e n s tu r u a l T e n s io n S y n d ro m e
ICD10:N9A3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-6
Saran formula : Belhul,fengfu, shendng. sanzhong, shenmen, hegu, sanyn
taichong.
Keterangan : Penusukan dimulai 2 minggu sebelum haid datang.

4.7. P r im a r y D y s m e n o rrh e a
irnm-MQ/■/■
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-7
Saran formula : Zhongji, guilai, zigong, Ligou, ciliao. shenshu. hegu, diji, zusanli,
sanyinjiao.
Keterangan : PenUsUkan dimulai 1 minggu sebelum haid datang sampai
akhir haid. Terapi untuk 2-3 siklus haid.

4.8. R e te n tio n o f U rin e D u e to D y n a m ic O b s t r u c t io n o f The U r in a r y T ra c t


ICD10:R33
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-8
Saran form u la : Zhonmgji, qugu, pangguangshu, jiaji lumbal, zhibian,
yinlingquan, sanyinjiao,
Keterangan : RetenS, urin dihedakan dalam jenis obstruksi dinamik dan
obstruksi mekanik. Disebabkan oleh masalah otot dinding
saluran kendng, akibat 1) bedah dan anestesi., 2) kala II yang
lama pada proses partus, 3) pengaruh obat, A) kelainan saraf:
5) faktor psikis. Terapi al<upunktur menjadi pilihan, terutama
yang disebabkan pembedahan.

4.9. S p e r m a to r r h e a
ICD10:N50.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-9
Saran formula : Guanyuan. qihai, qugu, huiyin, zhishi. shenshu, pishu. zusanli,
sanyinjiao.
Keterangan : LeWat regulasi sistem saraf, terapi akupunktur mengatasi
spermatore.

4 .1 0 . U r e th r a l S y n d ro m e
ICD10:N34.3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-N-10
Saran formula : Huiyin, qugu, qihai. guanyuan, shenshu. zhibian atau Huiyang,
pangguangshu; sanyTnjiao,
Keterangan : Qugu dan.huiyin ditusuk miring kearah genitalia, zhibian,
hutang ditusuk kearah genitalia, rasa jarum diupayakan
sampai di genitalia/anus.

242
Kelas II

4. ‫ ا ل‬. C h ro n ic P r o s t a t it is ( N o n b a c te r ia l)
ICDIO: N41.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-l
Saran form ula: Zhongji, guanyuan, qugu. huiyin, zhibian, jiaji lumbal,
yinlingquan, sanyinjiao:
Keterangan : Dengan cepat terapi akupunktur menghilangkan gejala, tetapi
untuk menyembuhkan masih dibutuhkan dukungan terapi lain

4.12. In c o n tin e n c e U rin e a


ICD10:R32
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-2
Saran formula : Baihui, jiaji lumbal, huiyang, zhongji. guanyuan, qugu,.
Keterangan : Huiyang ditusuk 2-3 cun kearah genitalia, rasa jarum menjalar
kegenitalia/anus. Karena sebab yang kompleks, terapi
akUpunktur bermanfaat tetapi tidak Menyembuhkan.

4.15. M e t r o p a t h ia H e m o r r h a g ic a
ICDl0; :N93.001
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-3
Saran formula : Baihui, fengfu, guanyuan, qihai. Zigong, geshu, shenshu, ciliao.
duanhong (terletak di antara metakarpal dua dan tiga, 1 cun
proksimaT persendian) Kuehai, zusanii, sanyinjiao, gongsun,
yinbai.
Keterangan : Untuk keberhasilan terapi, perlu suatu terapi terpadu.

4 .1 4 . N e u ro g e n ic B la d d e r D y s fu n c tio n ( N o n - ln b o r n )
ICD10; :N31.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-4
Saran formula : Jiaji lumbal, shenshu, pangguangshu, zhibian, zhongji, qugu,
sanyinjiao, shuiquan.
Keterangan : Sebab penyakit ini antara lain kelainan bawaan, trauma,
kelainan kortek serebri, medula spinalis, saraf perifer kandung
kemih; sering merupakan komplikasi strol<e, multiple sclerosis:
Terapi- akupUnktur merupakan terapi pilihan, tetapi karena
kompleksnya penyebab dimasukkan kelas II.

4.15. Pe،v/c C o n g e s tio n S y n d ro m e


ICDl0:N94.803
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-5
Saran formula : Jiaji lumbal, shenshu, pangguangshu, zhibian, zhongji, qugu,
sanyinjiao, shuiquan.
Keterangan : Disebabkan oleh bekuan darah vena dalam rongga pelvis yang
berlangsung kronis. GejaLa antara lain, nyeri perUt bSwah,
pinggang, nyeri saat koitus dan/atau koitus tanpa rasa nyaman,
sangat lelah, leukore yang berlebihan ٠ dismenore. Hanya
dengan terapi akupunktUr fu llt menyembuhkan penyakit ini.

4 .1 6 . P e r im e n o p a u s a l S y n d ro m e
ICDlO:N95.1 ٠
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-6
Saran formula : Baihui, fengfu, jiaji, ganshu, shenshu. pishu, qihai, guanyuan.
hegu, neiguan; shenmen, sanyinjiao, fuliu, taixi, taichong.

243
Keterangan : Pada saat ini terapi akupunktur merupakan terap‫ ؛‬pjlihan,
tetapi untuk mencapai sembuh perLu didukung terapi lain.

4.17. U r o lit h ia s is
ICD10 : N 20/N 21
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-7
Saran formula : Zhongji, jingmen, shenshu, pangguangshu, sanyinjiao; atau
shenshu sebagai titik utama, bila batu di ginjal dan di bagian
atas ureter ditambah panggungshu; di bagian bawah ureter
ditambah shuidao.

4 .1 8 . U te rin e P ro la p s e d ( M ild a n d M o d e r a te )
IC D lO :8 l.4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-8
Saran formula : Baihui, weidao, guanyuan. zigong, qihai, huiyin, changqiang,
sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupunktur dapat memperkuat jaringan ila t penunjang
uterus, tetapi sulit mencapai penyembuhan.

Kelas ‫ ا‬1‫ا‬

4 .1 9 . A m e n o r r h o e a (S e c o n d a ry )
lC D lO :N 91.1_
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-l
Saran formula : Zigong, guilai;
yinjiao, hegu, qichong, Kuehai, sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupunktur merupakan terapi penunjang.

4.20. C h ro n ic A n n e x it is
ICD10:N73.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunkur: C-N-2
Saran formula : Titik nyeri tekan, guanyuan, shuidao, guilai, zusanli, sanyinjiao,
ligou.
Keterangan : Titik nyeri tekan pada dinding abdomen. Terapi akupunktur
hanya dapat meredakan gejala penyakit ini.

4 .2 1 . C h ro n ic P e lv ic I n f la m m a t o r y
ICDlO : 73.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-3
Saran formula :T itik nyeri tekan, daimai, zigong, zhongji, shuidao, ciliao,
sanyinjiao, ligou. hegu.
Keterangan : Khasiat terapi akupunktur terbatas.

4.22. C h ro n ic P r o s t a t it is ( B a c te r ia l)
ICD10:NA1.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur :٠C-N-4
Saran formula : Qugu, huiyin, zhibian, huiyang, shenshu, zusanli, sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupunktur hanya menghilangkan gejala.

4.25. F e m a le I n f e r t i l i t y ( R e la t iv e l n f e r t i li t y )
ICDlO : 97.〇/N 97 ; l/N 9 7 .8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-5
Saran form ula: Guilai‫ ؛‬zigong, guanyuan, qihai, shenshu, ganshu. fenglong,
zusanli, sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupUnltur merupakan terapi penunjang.
4 ‫ ه‬.‫ت‬. H y p e r p la s ia P r o s ta t
ICDlOjNAO.O
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-6
Saran formula : Huiyin. qugu, ciliao, zhibian, pangguangshu, sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupunktur dapat memperbaila kesulitan BAK/kemih
sambal batas tertentu•■

4.25. L e u e k e o p la k ia o f V u lv a
ICD10:N90.4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-7
Saran formula :T itik nyeri tekanan setempat, qugu, huiyin, ligou, xuehai,
ququan, sanyinjiao.
Keterangan : Penyebab berhubungan dengan kelainan endokrin, genetik,
infeksi yang merangsang secara berkepanjangan. Khasiat
terapi akupunktur terbatas.

4.26. R e te n tio n o f U r i n D u e t o M e c h a n ic a l O b s t r u c t io n
ICD10:R33
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-8
Saran formula : Guanyuan, zhongji, qugu, jiaji lumbal, zhibian, pangguangshu
Keterangan : Terapi penunjang:

4.27. U r in a r y T ra c t I n f e c tio n
ICD10:N39.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-N-9
Saran fo ri^ u la :Z h 〇ngji, shuldao, qugu, pangguangshu, ciliao, baihuanshu,
feiyang, sanyinjiao.
Keterangan : Ter.apiakupUnk—tur hanya meredakan keluhan rangsangan pada
saluran kemih.

5• DISEASESOFTHEEYEANDADNEKA(H)

Kelasi

5 .1 . A c u te C o n ju n c t iv it is
ICD10:H10 3 >
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-l
Saran formula : Jingming, taiyang, fengchi, erjian, pembuluh darah di balik
daun telinga, dazhui, titik nyeri tekan dorsal tubuh, ganshu,
quchi, hegu, taichong. shaoshang, guanchong, Kingjian:
Keterangan : Terapi akupunktur mempercepat penyembuhan.

5.2. H o r d e o lu m
l(: D lO :H 〇0.002
l〈 ode p.enyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-2
Saran formula : Zhanzhu, taiyang, yuyao, fengchi, erjian, titik nyeri tekan dorsal
tubuh, erjian. neiting. shaoshang.
Keterangan : T iti( nye.ri tekan dOrsaL tubuh biasanya ditemukan di tepi
dalam skapula kontralateral, berupa bintik merah. Bintik ini
dicukil d e g a n jarum prisma.

245
5.3. P a r a ly tic S tr a b is m u s
ICD10:H49.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-3
Saranfori^ula:Fengchi, heg.u, taichong, guangming. Lumpuh m. rectus
medialis ditambah jingming, zhanzhu, yintang; lumpuh m.
rectus lateralis ditambah tongziliao, taiyang; Lumpuh m, rectus
superior ditambah shangming, zhanzhu; lumpuh m, rectus
inferior ditambah chengqi. sibai; lumpuh m. obliqus superior
ditambah qiuhou, sibai; Lumpuh m, obliqus inferior ditambah
sizhukong, shangming.
Keterangan : Ketepatan diagnosis fotot yang lumpuh) memberi hasil terapi
yang• baik.

5.4. P s e u d o m io p ia
ICD10 : H52.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-4
Saran formula : jingming, chegqi, sibai, taiyang, fengchi, yiming (lokasil cun
posterior yifeng). guangming, ganshu, shenshu.
Keterangan : Penyakit ini sering ditemukan pada pelajar remaja. Terjadi
karena kebiasaan buruk saat belajar, membaca, penerangan
yang buruk.

5.5. R p p id M o v e m e n t o f O r b ic u la r is
IC D l0:F95;801 !
Kode Penyakit berkhasiat Akupunktur: A-H-5
Saran formula : Baihui. fengfu ;fengchi, yangbai, taiyang, sibai, hegu, taichong.
Keterangan : Gejala kelopak mata berkedip-l<edip berulang tanpa sadar.
Biasanya timbul akibat kecapaian, stres dan rangsangan pada
daerah mata. Terapi akupunktur merupakan te ra ^ pilihan■.

5 .6 . S y n d ro m e o fA s t h e n o p s ia
ICD10:H53.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-6
Saran formula : Baihui, touwei, chengqi, yangbai. tongziliao, fengchi, yiming,
neiguan, guangming,taichong.
Keterangan : Setelah melihat terus menerus, penglihatan kabur, mata
bengkak, kering/berairmata, nyeri-pegal sekitar orbita, dapat
disertai pusing, nyeri kepala, mual dan letih lesu.
Hanya denganterapi akupunktur tunggal, penyakit ini dapat
disembuhkan.

Kelas ‫أ‬

5.7. C e n tra l S e re o u s C h o r io r e tin o p a th y


ICDlO:H35-7
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-l
Saran formula :Chengqi.. qiuhou, sibai, zhanzhu, fengchi. yiming, Hegu,
guangming sanyinjiao.
Keterangan : Penyakit dapat Sembuh sendiri, dalam ‫ ذ‬bulan penglihatan
pulih, dalam 6 bulan gejaLa hilang, tetapi sejumlah kecil
berlanjut dengan sejumlah komplikasi.
Terapi akupunktur mempercepat pemulihan dan karena
komplikasi umumnya parah, terapi akupunktur perlu dipadu
dengan terapi Lain.

246
5 .8 . C o rn e a X e ro s is (C a u s e d b y O lig o d a c r y a )
IC D l0 :H ll.l0 4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-N-2
Saran formula : Jingming, chengqi, sibai. fengchi, houquanliao (lokasi 1 cun
posterior quanliao). ganshu, shenshu, guangming.
Keterangan :Terapi akupunktur dapat meningkatkan produksi airmata,
tetajji, untuk sembuh kasih perlu dukungan terapi lain.

5.9. O c u la r H y p e r te n s io n a n d P r im a r y O p e n A n g le G la u c o m a
IC D l0:H 40.0/H 40.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-3
Saran formula : Baihui, fengchi. qiuhou, zhanzhu, taiyang, yangbai, tongziliao,
sibai.
Keterangan :Terapi akupunktur dapat menurunkan tekanan Intraokuler
yang meninggi, tetapi untuk menyembuhkan penyakit ini
inasih membutuhkan terapi lain.

5.10. O p t ic A t r o p h y
ICD10:H47 2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-4
Saran formula : jianming (lokasi 0,4 cun di bawah jingming pada batas dalam
tulang orbita), qiuhou, jingming, dipadu dengan shenshu,
hegu, yiming, yangbai.
Keterangan : Penelitian RCT bermutu tinggi membuktil<an terapi akupunktur
berkhasiat perbaikan penglihatan lebih baik •dibandingkan
dengan pemberian ob_at, namun belum dapat dimasukkan
dalam kelas I.

5.11. P to s is o f E y e lid (A c q u ire d , P a r a ly tic , M y o g e n ic )


IC D l0:H 02/4
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-5
Saran formula :Yintang, zhanzhu, touwei, yangbai. yiyao, taiyang, fengchi,
waiguan, hegu, zusanli, kunlun.
Keterangan : Terapi akupunktur terutama ditujukan pada ptosis karena
miastenia gravis dan kelainan saraf motorik mata.
Terapi perlU didukung terapi jenis lain.

5.12. R e tin a l A s te r ia l V a s c u la r O c c lu s io n s
ICDl0:H34.201
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-7
Saran formula :Jingming, qiuhou, yangbai. chengqi. yiming, taiyang, hegu,
fengchi, tianzhu, quchi, waiguan, guyangming; taichong.
Keterangan : Gejala penyakit ini adalah penglihatan yang turun secara
drastis.Terapi akupunktur dapat memperbaiki vaskularisasi,
tetapi untuk su m b_ata_ sih ■perlu dukungan terapi lain.

5.13. S e n ile I n c ip ie n t C a ta r a c t
ICD10:H25.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-8
Saran formula : Shangming (lokasi pada pertengahan tulang orbita atas),
sizhukong, qiuhou atau zhanzhu, chengqi, tongziliao, fengchi;
tianzhu, guangming;Hati, ginjal, mata, mata-1, mata-2,
Akupunktur Daun Telinga.
Keterangan : UntUl( stadium pergulaan, terapi akupunktur dapat

247
pempertajam penglihatan sekalipun keruh lensa mata tidak
hilang.

Kelas III

5.14. A m b ly o p ia
ICD10:H55.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-H-l
Saran formula :Touwei, jingming, qiuhou, taiyang, yiming, fengchi, daerah
penglihatan (AkUpUnktur Daun Telinga), ganshu, shenshu,
zusanli, guangming, ququan.
Keterangan : Terapi akupunktur sebagai terapi penunjang.

5.15. O p tic N e u r it is
ICD10:H46.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-H2
Saran formula : Oiuhou, jingming, taiyang, fengchi, yiming, waiguan, hegu.
Keterangan :Terapi akupunktur dapSt me^nperCepat penyembuhan dan
merupakan terapi penunjang penyakit ini.

6, MENTAL AND BEHAVIOURAL DISORDERS (F}

Kelasi

6 .1 . C a rd ١a c N e u ro s ١s
ICDlO:F45.3 〇 8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupuktur: A-F-l
Saran formula : Baihui, fengfu, yintang, juque, danzhong, xinshu, jueyinshu,
zhiyang, neiguan, shenmen, atau jiaji torak
Keterangan : Merupakan kelainan sistem vegetative. Gejala antara lain
berdebar, nyeri dada, napas sulit: lesu letih, banyak keringat,
Insomnia, n.apsu makan kurang. Terapi akupunktur dapat
menghilangkan gejala sampai sembuh.

6.2. D e p re s s io n ( M ild a n d M o d e r a te )
ICD10:F32;9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupul<tur: A-F-2
Saran formula :Shulgou, baihui. fengfu. yintang. anmian. jiaji. ganshu.
danzhong, neiguan. shenmen, sanyinjiao, taichong :
Keterangan : Medikamentosa kedokteran dapat mengatasi penyakit
ini tetapi penggunaan obat dalam jangka panjang dapat
menimbulkan efek samping. Menurut hasil penelitian, terapi
akupunktur dapat m e m te hasil yang baik, sekalipun sufit
menyembuhkan total jenis yang parah.

6.5. G lo b u s H y s te ric u s
ICDlO:F45;8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-3
Saran formula : Bahui, fengfu: titik nyeri tekan d lehar, n
ganshu. neiguan, taichong.
Keterangan :Gejala utama merasa —ada sesuatu mengganja— l dalam
tenggorokan, yang tidak jelas ada kelainan organik. Pada saat
ini terapi akupunktur merupakan terapi pilihan pertama.

2‫ ه‬8
6.4. Hysteria
ICD10:FA4.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-4
Saran formula : Shuigou, neiguan, shenmen, taichong, sanyinjiao,
Keterangan : Dibedakan dalam sejumlah jenis.

6.4.1. Hysterical Anesthesia and Sensory Loss

Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A.-F-4-1


Saranfor^iula:Shuigou, baihui, shenting, neiguan, Zhong chong,
yonguan, titik nyeri tekan:
Keterangan : Titik nyeri tekan pada daerah gangguan sensorik.
Terapi akupunktur berhasil dengan baik

6.4.2. Hysterical Aphonia and Dysphonia

Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-2


Saran formula : Shuigou. lianduan, renying, neiguan, hegu, shenmen.
Keterangan : Tipe histeri dengan hilang suara fungsional, pita suara
lumpuh. Biasanya timbul karena marah atau sedih
yang berlebihan. Terapi akupunktur dapat langsung
berefek.

6.4.5. Hysterical Convulsion


ICD10:F44;5
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-4-3
Saran formula : Shuigou, jingpi, quchi, neiguan, hegu, zhongchong,
weizhong.yanglingquan, taichong.
Keterangan : Gejala : tiba-tiba seluruh badan kaku kejang, mata
terpejam, rahang terkancing, napas tertahan: atau ;
atau dua tangan mencakar: cakar, merobek pakaian,
mencengkerami rambut, berguling-guling; berSngsung
20-30 menit; kemudian mereda atau dilanjutkan
dengan ledakan emosi.
Terafi akupunktur langsung memberi hasil.

6.4.4. Hysterical Disorders of Hearing and Vision


ICD10:F44.7
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-4-4
Saran formula :Shuigou, baihui.sdhenmding, garis lateral oksipital
dan garis posterior temporal (Akupunktur Kulit
Kepala), jingming, chengqi, fengchi, tinggong, tinghui,
shenmen, taichong, yongquan, shuigou, neiguan,
taichong.
Keterangan : Terapi akupunktur dapat langsung berkhasiat.

6.4.5. Hysterical Paralysis

Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-4-5


Saran formula : Shuigou, quchl, neiguan, hegu, zhongchong, weizhong,
yanglingquan, taichong yinbai, yongquan.
Keterangan : Lumpuh jenis ini tidak sesUai dengan anatomi
penyebaran segmen. Terapi akupunktur dapat
Langsung menyembuhkan.

249
6.5. Neurasthenia
ICDlO : F48 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-5
Saran formula : Baihui. fengfu. sishenzong, fengchi, xinshu. pishu, shenshu,
ganshu.gaohuangshu, yaoyangguan, neiguan, guanyuan, qihai,
zusanfi. xianzhong, sanyinjiaoTtaixi; atau jiaji.
Keterangan :Dua jenis neurasthenia. Pertama, gangguan pada pusat
kelelahan di kortek serebri, yang berhubungan dengan
pekerjaan sehari-hari; gejala berUpS prestasi l〈eJa menurUn.
Sulit •berkonsentrasi, gangguan daya: berpikir; Jenis kedua.,
dengan gejala setelah bekerja sedikit saja, — badan tidak
bertenaga, lemah, letih, tidak bersemangat, disertai nyeri linu
otot, rasa tidak nyaman. Kedua jenis neurasthenia ini sering
diiringi oleh rasa kuatir, perasaan mudah tersinggung, gelisah
dan depresi, insomnia atau sebaliknya mau tidur meluLu.
Terapi akupunktur merupakan terapf pilihan.

6.6. Non Organic Insomnia (Mild and Moderate)


l 〔D l0:F 51.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktyur: A-F-6
Saran formula : Sishenzong baihui: fengfu, yintang, anmien, jiaji, fengchi.
shenmen, zhaohai, shenmai.
Keterangan : jiaji diambil mulai dari torak dan lumbal. Nonorganic insomnia
meliputi suLit tidur, tidur cepat terbangun, tidur bangun
terlalu cepat. Terapi akupunktur pada jenis ringan dan sedng
berhasil dengan baik, untuk jenis yang parah masih diperlukan
dukungan obat.

6.7. Sexual Dysfunction Not Caused by Organic Diseases


ICD10:FF52.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-7
SaranformuLa: Baihui, fengfu, guanyuan, qugu, jiaji lumbal, shenshu,
yangyangguan, huiyang. qichong, zusanli, sanyinjiao.
Keterangan : Bila disertai ejakulasi dini, ditambah dengan zhishi. Huiyang
ditusuk- tegak Lurus 2-3 cun, sampai rasa jarum sampai alai
genitalia.

6.8. Syndrome of Examination


ICDlO:F48;8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-8
Saran formula :Baihui, sishenzong, fengchi. jiaji torak, danshu, shenmen,
neiguan. laogong, sanyinjiao.
Keterangan : Gejala yangtimbulsaat menghadapi ujianatau bertanding atau
naik panggung karena tegang yang berlebihan menyebabkan
gangguan regulasi antara rangsangan dan hambatan di kortek
serebri, yang:selanjutnya menyebabkan gangguan vegetative
dengan sederatan l^eLuhan: Terapi akupunktur dapat
menyembuhkan.

6.9. Transient Tic Disorder


ICD10:F95.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-9
Saran formula : Basihui fengfu, fengchi. shuigou, zhanzhu, yangbai. taiyang,
jiache, futu, jianjing, jinshu, yanglingquan, taichong, shenmen,
hegu.

250
Keterangan : Terapi akupunktur efektif untuk tic yang baru, belum sampai 1
tahu.n.

6 .10 . Vominting Neurosis


ICDl0:F50.501
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-F-10
Saran formula : Baihui, fengfU, zhongwan, weishu, geshu, neiguan, zusanLi,
taichong.
Keterangan : Penyakit ini erat berhubungan dengan faktor psikososial.
Terapi akupunktur sangat berhasil, dapat mencapai tujuan
men.yembu.hkan.

Kelas II

6 . 11 . AmdetyDisorder
ICD10:F41.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-l
Saran formula : Baihui. shenting, xinshu, jueyinshu, danshu, ganshu, shenshu,
shenmen, hegu; sanyinjiao, fuliu, taixi.
Keterangan : Terapi akupunktur perlu didukung dengan terapi jenis lain.

6 . 12 . Chronic Fatigue Syndrome


ICD10:F48 001
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-2
Saran form ula: Baihui. sishenzong, qihai, guanyuan, shenque, jiaji, pishu,
ganshu, Kinshu, gaihuangshu, hegu, zusanli, yanglingquan,
Kianzhong,
Keterangan : Sampai saat ini belum diketahui penyebab yang pasti.Terapi
al— unktur perlu didukung terapijenis lain.

6 .1 3 . Chronic Motor or Vocal Tic Disorder


ICD10:F95.1
Kode Penyakit Berkhasiat Al<upunktur: B-F-3
Saran formula : Shuigou, baihui,fengfu,shangKing,fengchi,Lianquan٠yinhoubi,
jiache, jiaji, jinshu. ganshu, hegu, daling, shenmen;zusanLi.
sanyinjiao. taichong, taixi.
Keterangan : Yinhoubi (dinding belakang tenggorokan) ditusuk
menggunakan jarum panjang •2:3 cun,Tusukan superfisial,
tidak ditinggal. Tie jenis ini lebih berat daripada transient tic
A-F-9.

6 .1 4 . Dementia (Mild and Moderate)


IC D 10:F00/F01/ F03
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-4
Saranformula: Baihui, sishenzong, benshen, shentl.ng, shangxing, fengfu.
fengehi. xinshu, shenshu, daling, tongli. guanyuan, sanyinjiao.
fenglong, xianzhong, taiKi, yongquan.
Keterangan : Titik-titik di kepala diberi rangsang elektrik. Klinis demensia
dibedakan dalam demensia-jeniS vaskuler dan demens‫؛‬a
Alzheimer.Sampai saat ini belum ada pengobatan demensia
yang terpecaya.Terapi akupunktur pada demensia jenis ringan
dan sedang dapat memperbaiki kecerdasan, berkhasiat lebih
baik dibanding dengan pengobatan pada umumnya, tetapi
tidak menyembuhkan.

251
6.15. Hyperkinetic Disorders
ICD10:F90.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-5
Saran formula :Yintang, baihui, slshenzong, fengchi, shenshu, xinshu.
yanglingquan, hegu, shenmenTtaichong.
Keterangan : DalSmlO tahun terakhir in‫؛‬, diketahui pada pengobatan obat
pada penyakit ini menimbulkan efek sa— ing yang, tidak dapat
dihindari.
:Penelitian menunjukkan terapi akupunktur dipadu
dengan obat dalam dosis keCll berhasil, 'prognOsis yang b a k

6.16. Irritable Bowel Syndrome


ICD10:FA5;3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-6
Saranformula:Baihui. fengfu. zhongwan, guilai, tianshu, weishu, pishu,
neiguan, shenmen, shangjuxuTzusanU. taichong.
Keterangan : Penyakit ini erat berhubungan dengan faktor psikis, faktor
hormon lambung usus, faktor imunologik, faktor peristaltik
usus, dan faktor kepekaan organ visera; penyakit dengan
penyebab yang komplek.Terapi akupunktur dapat meredakan
gejala penyakit ini. untuk sembuh perlu dukungan terapi lain.

6.17. Obsessive Compulsive Disorder


ICDlOj F42.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-7
Saran formula : Baihui, shenting, danshu, xinshu, pishu, shenmen, dating.
Keterangan :Terapi: akupunktur dapat menjadi terapi penting untuk
penyakit ini, tetapi perlu dukungan terapi lainnya Grutama
terapi psikiatrik.

6.18. Post Contussional Syndrome


IC D10:F07:2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktu : B-F-8
Saran formula :Baihul, touwei, taiyang, yintang, sishenzong, fengchl,
zhongwan, qimen, hegu, daling, zusanli, taichong, lidui.
Keterangan : TerapSkupUnktur dafat memperbaiki gejala, untuk perbaikan
lebih lanjut diperlukan terapi terpadu.

6.19. Syndrome ofWithdrawal (WithdrawalState)


ICDIO : FlO;3 / F l l 3 / F l i 3 / F15.3 / F17.3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-F-9
Saran formula : a. Putus rokok : Lieque, hegu, shenmen, tianmei (titik tengah
garis penghubung :leque-dan yangxi), fenglong. b. Purus
alkohol : Baihui, pishu, weishu, shenmen, zusanli, sanyinjiao.
C. Putus narkotika : Shuigou, fengchi, hegu, neiguan, laogong,
[englo.
Keterangan : TerSpi akupunktur dapat berkhasiat untuk sindrom ini, tetapi
yang penting, tetap adalah tekad penderita. Sampai saat ini
belum ada terapi pilihan untuk sindrom ini, terutama lebih
sulit untuk putus narkotika.

252
Kelas III

6.20. Childhood Austism


ICD10:F84;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-F-l
Saran formula : Baihui, sishenzong, shenting, garis anterior oblique verteks-
temporal, garis posterior oblique vertex-temporal‫ ؛‬gari.s
tengah dahiTgaris anterior temporal (Akupunktur Kulit Kepala),
neiguan, shenmen. zusanli. laogong, taini.
Keterangan :Akhir-akhir ini dilaporkan keberhasilan akupunktur dalam
terapi penyakit ini, s_ebagai terapi pendukung.

6.21. Mental Retardation (Mild and Moderate)


ICD10:F70/F71
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-F-2
Saran formula :Baihui, sishe_nzong, shenting, garis tengah dahi, garis
anterior oblique verteK-temporal dan garis anterior temporal
(Akupunktur Kulit Kepala), jiaji, dazhui, shentang, Kinshu,
pishu, shenshu. guanyuan;tongli, daling, shenmen, zusanli,
kianzhong.
Keterangan : Terap akupunktur merupakan terapi pendukung, untuk
meningkatkan kecerdasan, memperbaiki gejala tetap khasiat
sangat terbatas.

6.22. Schizophrenia
1CD10:F20
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-F-3
Saran formula : Shuigou. yintang, shenting, fengchi, fengfu, Kinshu. pishu,
ganshu, neiguan, shenmen, laogong, daling :
taibai, taichong.
Keterangan : Terapi akupunktur merupalon terapi penunjang.

7. DISEASES OF THE SKIN AND SUBCUTAMEOUS TISSUE (L)

Kelas ‫ا‬

7.3. Acne Vulgaris (First Degree)


ICD10:L70;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-l
Saran formula : Titik setempat, yangbai, quanliao, yingxiang, erjian, feishu,
dazhui, quchi. hegu, neiting.
Keterangan : Titik setempat 3-5 buah mengitari daerah kelainan yang
tampal( parah. Erjian, feishu dandazhui tusuk berdarah.

7.4. Acute Eczema (No Complication)


ICD10:L20 8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-2
Saran formula : Titik setempat, jiaji, feishu, shuidao, quchi, yinlingquan, hegu,
sanyinjiao, zusanli,
Keterangan : DaeSh eksim diketuk dengan jarum kuqt kemudian dihangati
dengan moksa silinder ‫_ةا‬1‫ ة‬menit, jiaji setinggi segmen
daerah kelainan, diketuk jarum kekulit sampai kulit menjadi
merah.

253
7.5. A c u e t L y m p h a n g itis ( S u p e r fis c ia l)
ICD10:L03.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-3
Saran formula : Titik setempat, lingtai, dazhui, quchi, hegu, neiting.
Keterangan : Titik nyeri tekan merupakan titik perm.ulaan atau titik akhir
garis 'merah sepanjang saluran limfa terkenal, ditusuk
berdarah,sehari dua kali.

7.6. C a p itis T o ta lis


ICDlO : L63.901
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-厶
Saran formula :T itik setemp3t, baihui, fengchi, tongtian, dazhui, ganshu.
shenshu.
Keterangan : Titik setempat merupakan titik kelainan seten^pat, daerah
tanpa rambut, diketuk jarum kulit, sampai menjadi merah, atau
dengan jarum 1 cun dilakukan penusukan keliling menyusur
tepi daerah kelainan. Dan daerah tanpa rambut ini dapat
digosok dengan jahe.

7.7. P r u r itu s (P s y c h o g e n ic , S e n ile , S e a s o n a l)


ICD10:L29.;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-5
Saran formula: Baihui, fengfu, titik setempat, jiaji. feishu, fengmen, geshu,
quchi, Kuehai, fengshi. sanyinjiao.
Keterangan : Jiaji diambil sesUai dengan;segmen daerah kulit terkena.
Terapi akupunktur berkhasiat menghilangkan rasa gatal,
men.yembuhkan pruritus.

7 .8 . U r t ic a r ia (N o C o m p lic a tio n )
ICD10:L50.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-L-6
Saran formula : Titik setempat, fengchi. dazhui, feishu, geshu, tianshu. quchi.
hegu, Kuehai, weizhong, neiting.
Keterangan : Urtikaria biasanya dalam 6 minggu sembuh sendiri,
terapi akupunktur menghilangkan gejala, mempercepat
penyembuhan, merupakan terapi pilihan.

Kelas II

7.9. C h lo a s th m a
lCDlO:L8ll
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-L-l
Saran formula : Titik setempat.
Keterangan : Daerah kel.ainan diamati, warna dan luasnya. Pilih terlebih
dul٧daerah yang luas, kemudian secara berthap daerah yang
Lebih kedi. Rangsangan digunakan jarum api, ukuran j3ruf^
api disesuailon. Sebelum melakukan penusukan jarum api,
sebaiknya dilakukan anestesi Lokal, jarum—api ditusukkan
dengan cepat, lalu dicabut, tidak ditinggal. Pada chloasthma
yang berWarna gelap, tusukan hendaknya bertenaga kuat.
Sedangkan pada yang bewarna muda, ten.aga ringan. Daerah
‫(؛‬elainan akan berubah pucat dan membentuk keropeng
(kusta). Terapi akupunktu.r meringankan gejala, tetapi sulit

254
sembuh sempurna; sebagian kecil dalam setengah tahun
bisa kambuh, untuk itu, terapi akupunktur diulang dan.tetap
berkhasiat.

7 .1 0 . F re c k le s
lC D l0 :L 8 l2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-L-2
Saran formula : Titik setempat, yintang, yingKiang, quanliao. feishu, ganshu.
quchi, hegu; xuehai, sanyinjiao.
Keterangan : Pilih daerah freckles paling besar dulu, baru kemudian yang
kecil-kecil. Pada freckles terpilih tusuk pusat dan kelilingnya:
3 -5 敝

7.11. N e u r o d e r m a t it is (C ir c u m s c rib e )
ICDlO : L28.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-L-3
Saran formula :T itik setempat, jiaji, fengchi, dazhul, quchl, hegu, zusanli,
xuehai.
Keterangan : Titik setempat daerah kelainan ditusuk keliling, 6-8 titik.arah
penusukan ke pusat kelainan. Pusat kelainan juga ditusukl-3
jarum, jia ji dipilih setingkat dermatom daerah kelainan.

Kelas 1‫ا ا‬

7.12. C h ro n ic U lc e r o f L o w e r L im b
lC D l0:L97:0 ^
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-L-l
Saran formula : Titik setempat, yinlingquan.zusanli.
Keterangan : Titik setempat pada sekeliling ulkus, 3-5 jarum; penusukan
sedalaml Cun. Terapi akupunktur hany.a sebagai terapi
penunjang.

7 .1 3 . P s o ria s is V u lg a r is
ICD10:L40.0;
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunlaur: C-L-2
Saran formula :T itik setemp3t, dazhui, feishu, pishu, quchi, hegu, xuehai,
baichongwosanyinjiao.
Keterangan :Daerah kelainan diketuk jarum kulit, tusuk pusat daerah
kelainanl-3 jarum. Khasiat terapi akupunktur sebatas
penunjang.

7.14. V it ilig o
1CD1〇:L 8 0 。
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-L-3
Saran formula : Titik setempat, Fengchi, feishu, geshu, quchi, hegu, Kuehai,
sanyinjiao.
Keterangan : DaSrah kelainan ditusuk secara mengepung. Khasiat terapi
akupunktur terbatas.

255
».INFECTIONS AND PARASITIC DISEASES (AANDB)

Kelasl

8 .1 . E ry s ip e la s
I(ID10:A46 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-A-l
Saran formula : Titik setempat, quchi. hegu, weizhong, Kuehai.
Keterangan : Jumlah titik rangsang setempat tergantung pasa besar kecil
bercak merah. Tusuk berdarah ditambah kop, darah dikeluarkan
3-5 ml. Terapi akupunktur merupakan tera.pl pilihan.

8 .2 . M u m p s ( M ild W it h o u t C o m p lic a tio n )


ICD10:B26;9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-B-2
Saran formula : Jiaosun, yifeng, titik setempat (pertengahan garis penghubung
pelekatan lobus daun telinga dan sudut mandibula):
erjianjiache, dazhui, quchi, hegu:shangyang, waiguan, neiting ;
zulinqi.
Keterangan : Penusukan titik setempat bersudutl5٠30 derajat ke arahkan
ke sudut mulut smpai ke kelenjar parotis. tusukan cepat, 2-3
menit lalu cabut. Erjian tusuk berdarah, dazhui kop berdarah.
Setiap hari dua kali.

8 .3 . R u b e lla ( W it h o u t C o m p lic a tio n )


\CD10 ■B06.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-B-3:
Saran formula :Fengchi, feishu, dazhui, loeque, quchi, hegu. xuehai,
yinlingquan, zusanli.
Keterangan : Feishu dan dazhui kop berdarah. Terapi dilakuakan setiap
hari dua kali. Terapi akUpunktur dapat menyembuhkan, tet—
tidak bisa mengatasi apabila sudah ada komplikasi, misalnya
ensephalitis..

5.4. Zoster ( W it h o u t C o m p lic a tio n )


lCDlO :B 〇2 9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-B-4
Saran formula :T itik setempat, jiaji, quchi, hegu, zhigou, yanglingquan,
Kingjian.
Keterangan : Titikrangsangsetempatmengitari lokasi kelainan,arahtusukan
ke pusat daerah kelainan. Penelitian menunjukkan terapi
akupunktur meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan
dan menyembuhkan.

Kelas •I

8 .5 . B a c illa r y D y s e n te r y (A c u te a n d N o n -T o n ic , S h ro n ic )
ICD10:A03;9
Kode Penyakit Berl<hasiat Akupunktur B-A-l:
Saranformula :Oihai, shenque, tianshu, dachangshu, quchi. shangjuKU,
yinlingquan, zusanli.
Keterangan : ShenqUe diberi rangsang termis, penghangatan moksa.

256
8.6. S e q u a la e o f V ir a l E n c e p h a litis
ICD10:A86.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur B-A-2:
Saran formula :Garis anterior oblique verteks-temporal, garis tengah
yerteks, garis lateral verteks-l, garis lateral inferior oksipital
(Akupunktur kulit kepala), baihui, sishenzong, fengchi, fengfu,
yamen, jiaji. jianyu ;quchi hegu, zusanli;yanglin gquari;
sanyinjiao, Kianzhong.Bila disertai gangguan bicara tambah
tongli, Lianquan; jin jin yuye; leher lemas tambah tianzhu;
pinggang Lemas tambah yaoyangguan.
Keterangan : ■Penyakitini dapat disertai gangguan kecerdasan, gangguan
bicara dan lumpuh. 3-6 bulan setelah kejadian merupakan
masa pemulihan terbaik, setelah 2 tahun sulit pulih terapi
akupunktur perlu tunjangan terapi lain untuk hasil optimal.

8 .7 . S e q u e la e o f P o lio m y e lit is C o n v a le s c e n t P e rio d )


ICD10:B91;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-B-3
Saran formula :Garis antereior oblique verteks-temporal, garis lateral
verteks-l (Akupunktur kulit kepala), jiaji lumbal, huantiao.
biguan, futu. zusanli, yanmglingquan;fenglong, sanyinjiao;
taichong.
Keterangan : Poliomyelitis paling banyak ditemukan pada anak di bawah 5
tahun. Lazimnya setelah demam 2-5 ha(i, timbul ke'umpuhan.
Dua minggu merupakan periode akut; sejak gejala tubuh hilang
sampai sekitar 2 tahun lumpuh, disebut masa pemulihan 3-6
bulan sejal( kejadian merUpakan masa pemulihan terbaik,
setelah itu pemulihan melambat dan sesudah 2 tahun tidak
ada lagi perbaikan, selanjutnya sulit dipulihkan, terutama bila
otot Umpuh sudah atropl dan ada kelainan bentuk.

8‫ة‬ .٠ V u lg a n s V ira V N N a rts


ICD10:B07;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur B-B-4:
Saran formula : Titik setempat papa tubuh kulit atau biang kutik.
Keterangan : Titik setempat dirangsang dengan jarum api. dalam satu
minggu kutil layu dan lepas. Sering kanmbuh dan sulit
disembuhkan

8 .9 . W h o o p in g C o u g h
IC D 10:A37.9 ;
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-A-5
Saran formula : Tiantu, feishu, fenegemen, dazhui. erjian, quchi.
hegue, shaoshang/
Keterangan : Tiantu dirangsang aaacabut benam, jarum tidak
ditinggaLErjian dan shaoshang tusuk berdarah. Terapi sehari dua l<ali٠

8 .1 0 . V e r r u c a P la n a
ICD10:B07;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-B-6
Saran formula : Titik setempat, quchi„ hegu, xuehai.
Keterangan : Titik setempat di badan kutil atau biang kutil.Bila banyak,
maka daerah kutil itu dirangsang dengan cara mengepung.
Serupa tetapi tidal〈sama dengan g-B-4.

257
Kelas III

8 .1 1 . ^ s c a r ia s is
ICD10:B77;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-B-l
Saran formula : Yingxiang, sibai, tianshu, hegu zusanli, dannang.
Keterangan : saat nyeri, dirangsang titik jauh sampai nyeri mereda—
.
Terapi akupunl<tur bersifat simptomatis; sebagai terapi
penUnjang.

8 .1 2 . C h ro n ic ( V ir a l) H e p a titis B
ICD10:B18.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-B-2
Saran formula :Ganshu, pishu, weishu, gauhuangshu, qimen, zhongwan.
zhigou, zusanLi sanyinjiao.
Keterangan : Terapi akupurKtur merupakan terapi penunjang, dalam hal
meredakan gejala misalnya perut l<embung, nyeri iga, lesu
letih, napsu makan jelek

9• DISEASES OF THE RESPIRATORY SYSTEM(]}

Kelasi

9 .1 . A c u te P h a r y n g it is
ICDIO 302.0:
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-J-l
Saran formula : Titik setempat, erjian, tiantu, fengchi, shaoshang,
Keterangan : Titik setef^npat berupa daerah farings yang merah, tusuk
berdarah. Sebelum dan sesudah penusukan, pasien diminta
kumur larutan aseptik. Erjian dan s.haoshang tusuk berdarah.

9.2. A c u te T o n s illit is A c u te
IC D l0 :
]03.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-J-2:
Saran formula :T itik setemp.at, lianquan, tiantu, erjian, dazhui. chize,
shaoshang, n.eiguan.
Keterangan : Erjiandan shaoshangtusuk berdarah. PadatonsiLyangbengkak
bernanah, tusuk meGutul 3-4 tempat.

9 .3 . C o m m o n C o ld
ICD10:300
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-J-3:
Saran formula : Fengchi, taiyang, dazhui, fengmen. feishu, lieque, hegu.
Keterangan :Terapi akupunktur dengan bermakna meredakan gejala,
memperpendek perjalanan penyakit dan menyembuhkan

9.4. S im p le A c u te L a r y n g it is
IC D l0 :
]04.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-j-4
Saran formula :Lianquan, futu.tiantu, quchi. hegu, lieque, shaoshang,
shangyang, neiting.
Keterangan : Lianquan dan futu ditusuk-dalm sampai ke tenggorokan, rasa
jarum menyebar di tenggorokan. Shaoshang dan shangyang
•tusuk berdarah.

258
9.5. S im p le C h ro n ic R h in itis
IC D l0 :
]31.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-J.5
Saran formula :Tlntang, shangyingxiang, yingxiang, neiyingxiang, bitong,
houquanliaoClcunposteriorquanUaoKfeishu.fengmen, hegu
Keterangan : Terapi makin dini hasil makin baik.

9.6. S im p le S p a s m o f D ia p h r a g m (H ic c o u g h )
ICD10R06.6:
Kode Penyakit Berkhasiat Al<upunktur: A-J-6
Saran formula : Zanzhu, jiaji C3-4-5, futu, zhongwan, geshu, neiguan..
Keterangan : Rangsang kuta untul<l-3 menit lalu cabut. Terapi akupunktur
merupakan terapi pilihan, sembuhl-2 kali tusuk.

9.7. V o c a l N o d u le s ( P r im a t r y S ta g e )
ICD10:J38.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-J-7:
Saran formula : Lianquan, shanglianquan, renying, tiantu, shuitu, futu, hegu,
yuji■
Keterangan : Titik-titik dileher tusuk dalam ke arah tenggorokan, rasa jarum
menyebar di te— nggorokan. Pada jenis nodul yang besar, .terapi
perlu waktu 3-6 bulan.

9 .8 . V a s o m o to r R h in it is
IC D l0 :
]30.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur A-j-8:
Saran formula :Houquanliao, yingxiang, neiyingxiang, shangyingxiang, Jiaji
leher, hegu, houKi.
Keterangan : Houquanliao ditusuk sampai mengenai n.sphenopalatine,
begitu terkena langsung terasa terkena aliran listrik yang kuat:
Ini merupakan kunCi keberhasilan terapi.

Kelasi■

9.9. A lle r g ic R h in itis


IC D 10J30.1/3 3 0 .2 /3 0 .3 ‫ل‬
Kode Penyakit Berkhasiat Al<upunktur: B-J-l
Saran formula : Yingxiang, houquanLiao, yintang. shangxing, baihui, fengchi,
feishu, qihai. hegu, zusanli,
Keterangan : Terapi a.kupunktur sebenar merupakan terapi pilihan, tetapi
sulit.sembUh, sering kambuh.

9 .1 0 . B r o n ld a lis A s th m a (R e m is s io n s ta g e )
ICD10:J45.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-J-2
Saran formula :Fei—shu, dashU, fengmen, s.henshu, gaihuangshu, dingcuan,
chize, taiyuan, Lieque, taixi, fenglong, zusanli.
Keterangan : Titik-titik di dorsal tubuh diberi rangsangan termis. Terapi sulit
mencapai kelas 1•

9 .1 1 . B r o n c h itis
ICDIO: J20 9 ‫ل ا‬4 ‫ ا‬.〇45.9‫ل ا‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur

259
Saran formula :Tiantu, danzhong, feishu. fengmen, dazhui, chize, kongzui,
l—
Ieque, hegu, zus3nli.
Keterangan : Penelitian menunjukkan terapi akupunktur dapat meringankan
gejala, mengurangi ^ekuens“ um3t dan derajat keparahan.

9.12. S im p le C h ro n ic P h a r y n g o it is
ICDlO : ]31.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-J-4
Saran formula : Shanglianquan, yinhoubi, daying, tiantu, lieque, zhaohai.
Keterangan : Terapi akupunktur sulit menyembuhkan, perlu didukung terapi
jenis lain.

Kelas ■II

9.13. B r o n k ia lis A s th m a A tt a c k
IC D l0 :
]45.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunl<tur: C-J-l
Saran formula : Dingcuan, jiaji leher, fengmen, feishu, geshu, chize, lieque.
Saat serangan sulit berbaring tambah Suliao
Keterangan :Terapi akupunktur sebagai penunjang terapi dengan
medikamentosa.

9.14. C e n tra l R e s p ir a to r y F a ilu re


lC D l0 :]9 6 :0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunl<tur: C-j-2
Saran formula : Shuigou, suLiao, qishi.
Keterangan :TeraflakupunkturdigunakanuntukmenoLongkeadaandarurat,
sebgai pedukung pertolongan gawat darur3t kedokteran.

9.15. C h ro n ic R h in it is ( A tr o p h ic , H y p e r tr o p h ic )
IC D l0 :
]31.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-j-3
Saran formula : Yintang neiying>(iang,ying><iang,shangyingxiang,houquanLiao.
bitong,hegu. ‫ب‬
Keterangan : Terapi akupunktur hanya meringankan gejala. Dapat turut
berperan dalam terapi terpadu penyakit ini.

9 .1 6 . E p is ta n is
ICD10:RA0.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-]_4
Saran formula : Yintang, shangxing, shangyingxiang, yingxiang, fengchi, chize,
kongzui, hegu:
Keterangan : Terapi akupunktur sebagai penunjang. Pada keadaan tertentu,
terapi akupunktur dapat menghentikan perdarahan

017 Fever
ICD10:R50;9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-j-5
Saran formula : Taiyang, fengchi. fengfu, dazhui. feishu, erjian, quchi, hegu,
shaoshang, s h a n g y a n g
Keterangan : Terapi akupunktur b ersifatsimptomatis.

260
9 .1 8 . H a e m o p ty s is
ICDlO : ROA.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-]-6
Saran formula : Feishu, kongzui, chize, lieque, yuji, neiguan.
Keterangan : Terapi akupunktur sebagai penunjang.

9 .1 9 . P a r a ly s is o f V o c a l C o rd s
IC D l0 :
]38.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-]-7
Saran formula : Lianquan, shanglianquan, renying, shuitu, futu.
Keterangan : Seba_b lum puh^ita s_uara 1<0— ‫<اةا‬. Terapi akupunktur berupa
terapi penunjang.

9.20. P n e im o n ia
ICD10:J]18.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur •. C-J-8
Saranfori^ula:Feishu, dazhui, dachangshu, queben, zhongfu. danzhong,
chze, lieque, shaoshang.
Keterangan : Terapi akUpunktur sebagai penunjang.

9 .2 1 . S in u s itis
ICDlO: ]01.0/302.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur C-3-9:
Saran for^iula:Tongtian, shangxing, baihui, fengchi, shuigou, yingxiang,
yintang, titik nyeri tekan, yuji. hegu.
Keterangan : Hanya meredakan keluhan, penunjang terapi

lO.DISEASES OF THEE CIRCULATORY SYSTEM (1‫ا‬

Kelasi

10.1. P r im a r y E r y t h r o m e la lg ia
ICDlO: 173.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-l-1
Saran formula : jiaji, titik nyeri tel<an, eksatremitas superior tambah quchi,
neiguan, waiguan, hegu; ekstremitas inferior tambah zusanli,
yanglingquan. sanyinjiao, jiexi, shangqiu, taixi, taichong,
zulinqi,
Keterangan : Terapi, akupunktur Lewat regulasi sistem vegetatif memulihkan
penyakit ini.

10.2. R a y n a u d is D is e a s e ( M ild )
ICDlO: 173.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-l-2
Saran formula : Jiaji. Ekstremitas superior tambah quze, neiguan, daling, hegu,
waiguan; ekstremitas inferior tambah zusanli, yanglingquan,
taichong.
Keterangan :Terapi akupunbktur merupakan terapi pilihan. Kasus yang
berat masuk dalam kelas II.

261
Kelas II

10 .5. C e r e b r a lA th e r o s c le r o s is
ICDlO: 167.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B.-l-l
Saran formula : Baihui, yintang, atau shuigou, fengchi. wangu, fengfu, neiguan,
tongli. Dapat ditambah sesuai gejala yang ditemukan.
Keterangan :Gangguan' vaskularisasi otak menimbulkan ishemi, gejala
berUfa menurunnya daya ingat, nyeri kepala, pusing,
penglihatan kabur, tinitus, pendengaran menurun, gangguan
tidur; pada kasus berat timbul gejala demensia, halusinasi
Terapol akupunktur dapat memperbaiki vaskularisasi.
meringankan gejala.

10 .4. H a e m o rrh o id s
ICDlOj 184.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l-2
Saran formula : Changqiang, yaoshu atau ciliao, dachangshu atau huiyang,
erbai: chengshan. atau di hemoroid.
Keterangan : Pada hemoOid yang cukup besar, penusukan jarum api pada
bagian keras wasir; dapat pula tusUk lokasi ja.m ‫ذ‬, j a i 7■ dan
J a S ll bagian atas wasir dihana terdapat pembuluh.nadi usus
besar, untuk menghentikan aliran dar.ah ke wasir; dapat pula
ditusuk mengepung daerah keras wasir. Terapi akupunktur
sebagai terapi simptomatis, menghilangkan gejala keluhan..

1 0 .5 . H y p o te n s io n
ICDlO: 1195.0/195.1/195.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l-3
Saran formula : Renying, baihui, dazhui, pishu, xinshu, shenshu, shenque,
qihai. guanyuan, zusanli.
Keterangan : — elitian Menunjukkan terapi akupunktur merupakan terapi
pilihan untuk hipotensi, tetapi belum dapat menyembuhkan.

1 0 .6 . M u lt ip le A o r t o a r t h e r it is ( B r o c h io c e p h a lic A r t e r y Type)
ICD10:I77.6
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: BB-l-4
Saran formula : Fengchi, renyingjiquan.chize.taiyuan, neiguan.
Keterangan :Terapi akupunktur dapat meredakan gejala tetapi tidak
menyembuhkan.

10.7. S im p le L o w e r L im b V ariH
ICDlO:. 183.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l-5
Saran formula : Titiksetempat(daerahvenaberlil<u-liku)٠Kuehai,yanglingquan,
zusanli
Keterangan : Titik setempat varises tusuk jarum api,_ cepat tusul〈dan cepat
dicabut; penusukan bertujuan menusuk menghancurkan vena
yang berliku-liku. Perdarahan dihenikan dengan penekanan
beralkohol. Penusukan dilakukan dua 1< ‫ آاة‬seminggu, 4
kali sebagai satu seriterapi.

262
1 0 .8 . T h r o m b o a n g it it is O b lite r a n s
ICD10:I73 1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-l-6
Saran formula : Ekstremitas inferior, titik setempat, zusanli, yinlingquan, jiexi,
Xingjian;; el<stremitas superior, titik setempat, jiquan, quchi;
waiguan, Taiyuan, hegu, zhongzhu.
Keterangan : Titik setempat di ekstremitas inferior dan superior dengan
cara menyu.sur pembuluh darah nadi terkena,• memilih titik
rangsang; titik setempat ini ditusuk berdarah, kemudian diberi
rangsangan termls, hoksa kerucut beralas jahe.

Kelaslll

1 0 .9 . C h ro n ic C o ro n a ry A r th e r o s c le r o t ic H e a r t D is e a s e
ICDlO: 125.1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: c-l-l
Saran formula : Danzhong, xinshu, juque, geshu atau jueyinshu. yinKi, neiguan.
Keterangan :Terapi al(٧punktur berl<hasiat sebatas sebagai terapi
penUnjang.

1 0 .1 0 . E s s e n tia l ( P r im a r y ) H y p e r te n s io n
ICDIO: 110.0
!〈 ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-l-3
Saran formula :Baihui, fengchi.qiangyagou, erjian, renying, quchic, hegu,
yinlingquan; fengLong, taichong atau xingjian: Kiaxi, taixi,
Keterangan : Erjian, qiangyagou, xingjian tusuk berdarah. Terapi akupunktur
belum dapat menyembuhkan secara Tuntas.

1 0 .1 1 . Is c h e m ic C a r d io m y o p a th y / A n g in a P e k to r is
ICDIO :125.5 /120.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-l-3
Saran formula : Danzhong, juque, neiguan, daling.
Keterangan :rangsangan, bada neiguan dipertahanl<an untul<l-3 menit.
Terapi akupunktur hanya sebagai penunjang.

1 0 .1 2 . S h o c k
ICDIO :R57.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-l-4
Saran formula : Shuigou, suliaio, neiguan, yongquan, zhongchong..
Keterangan : Shuigou, suliao dan yongquan diberi rangsangan kuat; neiguan
rangSang putar-tekan, zhGngchong tusU berdarah.

ll.lN 】URY,POISONINGANDCETAINCONSEQUENCESOFEKTERNALCAUSES(S)

Kelas.

1 1 .1 A c u te L u m b a r S p r a in (N o t In c lu d in g M v o c e le a n d S y n o v ia lin t e r p o s in )
ICDIO : 3 3 :5‫ي‬〇 ‫ي‬ ٥ : ;
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-S-l
Saran formula : Shenshu, ya〇 yangguan, dachangshu, yaotong, atau welzhong,
atau mengambil titik jauh tunggal, misalnya shuigou,
yanglingquan, houxi, yanglao.

263
Keterangan : Penusukan dimulai dari titik jauh, dirangsang untul<l-3 menit,
saat ditusuk pasien diminta (Menggeraikan pinggangnya.

11.2. C o n c u s s io n o f S p in a l C o rd
ICDIO : T09.3: / SS3 A.0 / 524.0 / S14 .O
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-S-2
Saran formula : ]iaji lokasi terkena. Sesuai dengan gejala. Ekstremitas superior
:jingbi. jiquan, chize. neiguan; el(strennitas inferior: huantiao,
yan|lingquan, weizhong. sanyinjiao; gangguan berak-kencing
: zhibian, huiyang atau ciliao. zhongji, qugu.
Keterangan : Terapi akupunktur diberikan langsung pasca trauma, rangsang
elektik, 2 kali sehari, setiap l<alil5-30 menit.

1 1 .3 . I n ju r y o f P e r ip h e r a l N e rv e ( In c o m p le te I n ju r y )
ICDIO : S84.0 / S64 0 / S54 0 / SAA.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-S-3
Saran formula : Titik rangsang dipilih sesuai dengan lokasi kelainan, titik nyeri
tekan dan titik akupunktur umum sepanjang saraf terkena,
penusukan berbaris: Pada keadaan akUt sebaiknya diakukan
Setelahl minggu. Terapi akupunktur meningkatkan pemulihan
fungsi dan merangsang regenerasi saraf.
Keterangan : Terapi akupunktur merupakan terapi pilihan.

11.4. S ir ia s is ( M ild Type a n d H e a t C ra m p o f S e v e re Type)


ICDl0:T67 ;2/T67 6/T67. ٠l
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-S-4
Saran formula :B ahu‫؛‬, dazhui taiyang, erjian, quze. quchi, sixian.. Bila
kaku kejang ekstremitas, tambah neiguan, hegu, weizhong,
chengshan, taichong Bila dipandang ^erlu dapat ditambah
shuigou..
Keterangan : SiriaSis dibedakan dalam tipe ringan dan tipe berat. Tipe ringan,
badan emas tidak bertenaga,letih, pusing, dada penuh, mual,
haus, banyak keringat, berdebar, tidak dSpat berkonsentrasi,
suhu tubuh bisa > .3,5 ٠.
Tipe berat, disertai keku kejang, suhu tubuh tinggi,

11.5. S p ra in o f A n k le
ICDIO :S93.4
l〇 de Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A s_5
Saran formula : Titik nyeri tekan, houxi, shenmai, zhaohai.
Keterangan :Tusuk houxi dengan rangsangan kuat, pasien diminta
menggerakan persendian kaki; kemudian titik nyeri tekan di
sekitar sendi, lalu shenmai, zhaohai.

Kelas ‫أ‬

11.6. B ra in I n ju r y (C o n v a le s c e n c e )
ICDIO : S06 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-S-l
Saran formula : Fengchi. baihui, yintang atau shuigou, neiguan, hegu, shenmen
taichong.dan ditambah sesuai dengan keadaan/gejala.
Keterangan : Terapi akupunktur perlu didukungterapi lain.

264
11.7. D e la y e d E n c e p h a lo p a th y C a u se d b y CO P o is o n in g C o n v a le s c e n c e
ICDIO: T97 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B_S-2
Saran formula : Shulgou, bal-hUl, fengfu, fengchl, neiguan, hegu, zhomngchong.
Dan dapat ditambah sesuai dengan keadaan/gejala.
Keterangan :Penelitian menunjuk terapi akupunktur dipadu dengan
hiperbaik dan medikamentosa berhasil menyembuhkan.

1 1 .8 . M o t io n S ic k n e s s
ICD10:T75;3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-S-3
Saran formula : Baihui, fengchi, zhanzhu, taiyang, futu, zhongwan, neiguan,
shenmen.
Keterangan : Tusuk neiguan lebih dulu,, rangsangan halus untul<l-3 menit,
atau rangSangan halus lalu ragsagan kuat. Biasanya mual
muntah dapat diatasi. Kemudian tusuk titik-titik yang lain
sesuai dengan kebutuhan.

Kelas 川

1 1 .9 . A U e r g ic R e a c tio n o f T r a n s f u s io n
ICD10:T80;8
l_〈ode Penyaldt Berkhasiat Akupunktur: C-S-l
Saran formula : Shuigou, baihui, neiguan, sanyinjiao, yongquan.
Keterangan : Terapi akupunktur hanya sebagai penunjang, dilakukan setelah
tindakan kedokteran selesai dilakukan.

1 1 .1 0 . D e a r t ic u la t io n
ICDIO: S43.0 / 543.1 / M53.2 / S63.1 / S13.2 / S03.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-S-2
Saran formula : Titik setempat persendian terkena, titik nyeri
Keterangan : Setelah diakukan reposisi , baru dlberl terapi akupunktur,
sebagai penunjang.

1 1 .1 1 . F ra c tu r e a n d C o m p lic a tio n
ICDIO: S22 0 / S32.0 / S42 0 / S5 2 .O / S72.0 / 582.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-S-3
Saran formula : Titik al<upunktur sekitar kelainan dan titik nyeri tekan.
Keterangan : Reposisi dan fiksasi tulang yang patah melupakan tindakan
pertama. Terapi akupunktur diberikan pada masa pemulihan,
unntukmeningkatkanvaskularisasimempercepatpembuLihan;

12. PREGNANCY. CHILDBIRTH AND THE PIERPARTUM(O)

Kelas I

1 2 .1 . E x c e s s iv e V o m it in g in P re g n a n c y
ICDIO :0 2 1 0
l〈 ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-O-l
Saran formula : Welshu, danzhong, zhongwan, nelguan, zusanll•-
Keterangan : Terapi akupunktur merupakan tefSpl pilihan, dengan catatan
tidak ada dehidrasi, kelainan keseimbangan elektrolit

265
12.2. H y p o g a la c tia A f t e r L a b o u
ICDlO : 092.4 :
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-O-2
Saran formula : Danzhong, rugen, neiguan, taichong, shaoze, zusanli.
Keterangan : Rugen ditusuk menyudut ke atas I cun, danzhong ditusuk
mendatar 0,5-1 cun ke arah payudara. Mekanisme kerja
rangsang akupunktur lewat regulasi sumbu hipotalamus,
hipofise-gonad.

12.5. M a lp o s it io n o f F e tu s (S im p le )
ICDlO: 032.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-O-3
Saran formula : Zhiyin diberi rangsang termik.
Keterangan :Pasien diminta mengosongkan kandung kemih dulu, lalu
dilakukan penghangatan moksa, setiap l<alil5-20 menit, setiap
haril-2 kali, setelah 3 hari uLang ■pemeriksaan. Dilakukan
sampai posisi fetus normal. Hasil te 「a_pl akupunktur mencapai
90〇/〇 Lebih, perbaikan posisi melintang lebih baik daripada
sungsang. Waktu terbaik perbaikan posisi fetus: 30-32 minggi
kehamilan.

1 2 .4 . R e a c tio n s o f A r t i f i c i a l A b o r t io n
!C D l0 :0 0 8 8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-O-4
Saran formula : Baihui, yintang, neiguan, shenmen, hegu, zusanli, sanyinjiao.
Bila pingsan tambah shuigou.
Keterangan :Zusa.nLi.dan sanyinjiao dirangsang kuat, 1-3 menit. Terapi
akupunktur merupakan terapi

Kelas II

12.5. L a b o u r P a in
ICDIO : R14 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-O-l
Saran formula : Hegu, sanyinjiao, zusanli; dapat ditambah qihai, qugu, guilai.
Tianshu; atau menggunakan akupunktur daUn telinga:
simpatis, uterus, ditambah neiguan, sanyinjiao. taichong.
Keterangan : Heg'u, sanyinjiao dirangsang kuat dipertahankanl-:3menit
lalu dicabut. Lazimnya masih perlu ditambah obat analgetik.

1 2 .6 . L o n g L a b o u r / D y s t o c ia (C a u s e d B t F o rce s o f L a b o u r)
ICDIO : 063.0/ 062.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-O-2
Saran f o r ^ la : Hegu, sanyinjiao. taichong, zhiyin. zhigou atau akupunktur
daun telinga: uterus, simpatis, endokrin:
Keterangan :Untuk sebab kelainan kointraksi dorongan partus, terapi
akupunktur dapat menjadi terapi pilihan, umumnya per.lu
dukungan cara terapi lainnya.

1 2 .7 . S i: d E ffe c ts o f D r g A b o r t io p ( C o lp o r r h a g ia , N a u s e a a n d V o m itin g )
ICDIO: : 008.0 / 008.803 / 008.102
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur B-O-3:
Saran formula : Guilai, zigong;guanyuan, ciliao, quze, Kuehai, hegu, sanyinjiao.

266
Bila nyeri perut tambah tianshu. zusanli.
Keterangan :Terapi, akupunktur berperan penting, tetapi untuk
mengatasiny_a perlu dukungan terapi lain.

1 2 .8 . S u b in v o lu t io n o f U te ru s A f t e r L a b o u r
ICDlO: 090.8
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-O-4
Saran formula : Zigong, guilai; guanyuan, qihai, qugu, ciLiao, xuehai. neiguan,
hegu.sanyinjiao.
Keterangan :Terapi akupunktur mempercepat pemulihan kontraksi
otot polos uterus, menghentikan getah nifas; tetapi untuk
keberhasilan perlu dukungan cara terapi lain.

Kelas III

1 2 .9 . P o s tp a r tu m H a e m o rrh a g
ICDIO: 072.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-O-l
Saran formula : Baihui, Zigong, guilai, qihai, guanyuan, qugu, duanhong, hegu.
sanyinjiao.
Keterangan : Bila disebabkan oleh kekuatan kontral<si yang lemah, terapi
akupunktur dapat berhasil dengan baik, tetap karena seb3b
yang komplek dan bahya perdarahan, terapi akuounktur hanya
sebagai pendukung saja

12.10 R e ta in e d P la c e n ta .
ICDlOj 073.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-O-2
Saran formula : Guilai, Zigong: hegu, sanyinjiao.
Keterangan : Disebut sebagai R e ta in e d p la c e n ta , apabila 30 menit setelah
bayi lahir, plasenta belum juga keluar. Perdarahan yang timbul
perlu ditasai segera. Terapi akupunktur hanya berupa terapi
pendukung.

13.END0CRINE, NUTRITIONAL AND METABOLIC DISEASES (E)

Kelasi

1 3 .1 . S im p le T h y r o id A d e n o m a (E a rly S ta g e , M ild , N o n - T h r y r o to x ic o s is )
ICDlO:D3A.〇
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-E-l
Saran formula :Titik setempat daerah pembengkakan, tiantu. futu, hegu,
taichong.
Keterangan :Daerah, pembengkakan ditusuk cara mengepung,
menyudutl5 ٠-45° arah ke pusat, 8-10 titik; lalu tusuki jarum
pada, puncak adenoma. Te「apl akupunktur pada kasus dini
berhasil dengan baik, terutama bila menggunakan jarum api.

267
■ II

1 3 .2 . O b e s it v lS im p le )
ICDl0:E65;0/E66 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B:E-1
Saran formula :Tianshu, z h o n g w a n . da.heng, f u jie , q u c h i, z h ig o u , n e it in g ,
f e n g lo n g , s h a n g ju K U , y i n l i n g q u a n .
Keterangan : Ter^po) akupunktur dapat• Menurunkan berat badan, tetap‫؛‬
lebih berhasil apabila didukung terapi lain, seperti terapi
prilaku, diet dan Olah raga.

13.3. D ia b e te s w it h C o m p lic a tio n s


ICDIO : ElO 3 / ElO A / ElO.5 / EIO.6
Kode p—enyakit Berkhasiat Akupunktur B-E:2:
Saran formula : Feishu. shenshu, taixi، pishu, zusanli, sanyinjiao, yishu, geshu.
chize, neiting.
Dipilih titik -tambahan sesuai dengan kelainan saraf dan
vaskuler perifer terkena, misalnya kelainan mata ditambah
qiuhou. ]ingming, yiming; titik-titik pada ujung-ujung alat
gerak pada kelainan ujung-ujung persarafan d3n vaskuler;
gangguan pencernaan ditambah n>iguan, zhongwan.
Keterangan :Terapi akupunkjtur untuk komplikasi DM berkhasiat baik,
dengan catatan harus didasari terapi DM.

13.4. G out
ICDIO :MlO.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-E-3
Saran formula : Titik setempat sendi terkena.
Keterangan : Titik-titik sGldtar sendi terkena• ditusuk berdarah.
ini memperbaiki vaskularisasi setempat. Terapi akupunktur
merupakan terapi utama yang masih perlu ditunjang dengan
terapi lain.

Kelas "I

13.5. D ia b e te s
ICDIO :ElO O/11.0‫؛‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-E-l
Saran formula : Feishu, shenshu, taini, pishu, zusanli, sanyinjiao. yishu, geshu,
Khize, neiting.
Keterangan :Terapi akupunktur sebagai terapi penunjang; Terap‫؛‬
akupunktur dapat menurunkan kadar gula darah, tetapi
penelitian menunjukkan penburunan tidak stabil.

13.6. H y p e r lip id e m ia
ICDIO :E78 0/E78.1/E79.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-E-2
Saran formula : Zhongwan, pishu, qihai, quchi, neiguan, fenglong, zusanli.
Keterangan : Penelitian menunjukkan terapi akupunl<tur dapat menurunkan
kadar lemak darah, tetapi stabil.

268
13.7. H y p e r th y r o id is m
ICDIO: E05.0 / E05.1 / E05.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur.: C-E-3
Saran formula : Shuitu, futu. tiantu. titik nyeri tekan, pingyin (Lokasi :
0.7 cun lateral antara C4-C5). naohui, zusanli, sanyinjiao,
shenmen. neiguan, taichong. taixi.
Keterangan : Terapi akupunl<tur hanya sebagai terapi penunjang.

13.8. S im p le C o ite r
ICD10:E0A;0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-E-厶
Saran formula : Shuitu, renying, titik nyeri tekan, jiaji C3, CC4 dan C5, fengchi,
fengfu, dazhui:hegu.
Keterangan : Terapi akupunktur sebagai penunjang, terapi kausal dengan
jodium.

13.8• T h y r o id it is
ICD10:E06 0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-E-5
Saran formula : Shuitu, futu, titik nyeri tekan, naohui,.Pada subakut tambah
fengchi, lieque, hegu, dazhui; bila disertai berdebar tambah
neiguan, shenmen, baihui, yintang.
Keterangan : Ter3pi akupunktur hanya berperan sebagai penunjang.

U.NEOPLASMS(C)

Kelasi

14.1. H a e m a n g io m a (S u p e r fis ia l a n d S m a ll V o lu m e )
ICDIO :D18.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-C-l
Saran formula : Titik setempat lokasi tumor.
Keterangan : Lakukan an'estesi Lokal, lalu dengan jarum api ditusuk tumor,
tujuan merusakan jaringan pembuluh darah, diutamakan
pembuluh darah penting: kemudian yang kecil, besar kecil
berurutan Untuk ■haemangioma yang besar, terapi pilihan
adalah pemnbedahan.
Kelas II

1 4 .2 . C o n s tip a t io n o f C h e m o th e ra p y o f M a lig n a n c y ( G a s tr o in te s t in a l R e a c tio n a n d


L e u c o p e n ia )
ICDIO; : TT66.0 / T88.7 / D70.0
Kode p.enyakit Berkhasiat Akupunktur: B-C-l
Saran formula :Timbul sebagai reaksi sistem pencernaan, pilih zhongwan,
zusanli; leukopenia pilih qihai. shenshu, gaohuangshu, zusanli;
pishu, dazhui, Kianzhong.
Keterangan : Terapi akupunktur tidak ditujukan pada kanker hanya untuk
mengatasi komplikasi akibat tindakan misalnya kemoterapi.

269
Kelas 川

14.5. F e v e r a n d P a in o f C a n c e r
ICDlO :
C80.0 / R50.0 />52.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-C-l
Saran formula : Dazhui, chize, feishu, shenshu, quchi, hegu, zusanli, sanyinjiao,
taixi. fuliu. Untuk meredakan nyeri diambil titik shu-belakang
sesuai dengan segmen lokasi k3nker.
Keterangan :Terapi akupunktur hanya simptomatris, sebagai terapi
penUnjang.

14.4. L e io m y o m a o f u te r u s
ICD10;
:D25
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-C-2
Saran formula : Zigong, qugu, tianshu, guilai, shenshu, hegu, sanyinjiao.
Keterangan : Sekalipun literature menyatakan terapi akupunktur dapat
mengecilkan dan menghilangkan mioma uteri, tetapi bukti
klinis belum meyakinkan.

15DISEASES OF THE EAR AND MASTOID PROCESS (H)

Kelasi

15.1. F u n c tio n a l T in n itu s


ICD10:HH93 1
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-H-l
Saran formula : Baihui, fengfu atau shuigou, tinggong, tinghui. fengchi, garis
posterior temporal (Akupunktur daun telinga), neiguan,
shenmen, daling, zhongzhu, sanyinjiao, taixi.
Keterangan :Penelitian menunjukkan terapi akupunktur dapat berhasil
menyembuhkan.

Kelas II

1 5 .2 . M e n ie re 's D is e a s e
ICD10:H81.01
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-l
Saran formula : Baihui, garis posterior temporal (akupunktur daun telinga).
fengchi, tinggong, yifenmg, futu, neiguan, zhongzhu, zusanli,
sanyinjiao, taichong.
Keterangan : Fengchi dan neiguan dirangsang kuat, cabut benam,
dipertahankan untukl-3 menit.

15.3. S e n s o r in e u r a l D e a fn e s s
ICD10:H90.5
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-2
Saran formula : Tinggong, tonghui, yifeng, wangu, fengchi, garis posterior
temporal, shenshu, zhongzhu, taixi.
Keterangan : Penelitian terakhir menunjukkan terapi akupunktur belum
dapat memulihkan pendengaran degan s.empurna'maslh
pe_rlu dukungan terap.i lain.

270
1 5 .5 .1 . O to to p ic H e a r in g Loss
lCDlO:H91 .٥
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur:
Saran formula :Tinggong, Yinghui. ermen. yifeng. hegu, waiguan, ٠
zhongzhu.
Keterangan : Seba^ keracunan harus dicari dan dihentikan. Segera
diberi terapi akupunktur dipasu dengan terapi
hiperbarlk d_an obat nerutropik.

1 5 .3 .2 . S u d d e n I d io p a t h ic H e a rin g Loss
ICD10:HH91.2
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-H-2.2
Saranformula:Baihui. garis posterior temporal, yifeng, fengchi,
tinggongTtinghui waiguan, zhongzhu.
Keterangan : Sampai saat ini diyakini terapi terpadu dengan
akufunktur sebagai .terapi utama, dapat mengatasi
penyakit ini.

Kelas 川

15.4. D e a f M u t is m
ICD10:H91.3
l_〈ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur C-H-l:
Saran formula : Garis posterior temporal, yamen, tinggong, tinghui, fengchi.
yifeng;zengying (lokasi :dalam lekukan di antara tulang tiroid),
lianquan. tongli, zhongzhu, waiguan, hegu, zulinqi.
Keterangan : Pada bisu-tuli terapi akupunktur berkhasiat terbatas.

15.5. Otitis Media


ICDl0:H65.0/H66.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-H-2
Saran formula : Fengchi, baihui, tinggong, tinghui, chimai, yifeng, titik nyeri
tekan pada telinga, zhongzhu.
Keterangan : Terapi akupunktUr hanya sebagai terapi penunjang

15.6. S e n s o r in e u r a l T in n itu s
ICD10:H93.1
l〈ode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-H-3
Saran formula : Garis posterior temporal, tinggong, tinghui. fengchi, yifeng,
hegu. zhongzhu, sanyinjiao, taiKi.
Keterangan : Sebagai terapi penunjang meredakan keluhan.

16.DISEASES OF THE BLOOD AND BLOOD-FORMING ORGANS (D)

Kelas•

1 6 .1 . S im p le A lle r g ic P u r p u r a
ICD10:DD69.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: A-D-l
Saran formula : Titik setempat, fengchi. hegu, dazhui. sanyinjiao. quchi, xuehai.
Keterangan : Lazimnya dalam 7-14 hari, gejala hilang dengan sendirinya.
Terapi akupunktur mempercepat penyembuhan.

271
KelasH

1 6 .2 . A U e r g ic P u r p u r a ( S c h ro n le in )
ICD10:D69:0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-D-l
Saran formula : Tipe sendi, sejempat sekitar sendi terlena, hegu ^
sanyinjiao Quchi. Tipe abdominal, zhongwan, tianshu, zusanli;
sanyinjiao. hegu, neiguan, quchl, dazhui; disertai melena
tambah Liangqiu, xuehai, shangjuxu.
Keterangan :Terapi akupunktur merupakan pilihan, tetapi untuk
penyembuhan perlu didukung terapi jenis lain.

1 6 .3 . C h ro n ic I d io p a t h ic T h r o m b o c y to p e n ic P u rp u ra
ICDlO:D69/3
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunlaur: B-D-2
Saran formula :Dazhui, geshu, pishu, sehenshu, yaoyangguan, xuehai,
sanyinjiao: zusanLi;jiaji (T7-T11).
Keterangan : Gejala perdarahan dafat berupa perdarahan pada l(ulit, selaput
lender, epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan haid berlebih.
Penelitian menunjukkan terapi akUpunktur berkhasiat pada
penyakit ini.

16.4. N e u tr o p e n ia
ICD10:D70.0
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-D-3
Saran formula :Oihai, shenshu, gaohuangshu. zusdanli. pishu. dazhui,
Kianzhong.
Keterangan : Penelitian menunjukkan terapi akupunktur dapat menambah
jumlah lekosit.

16.5. N u t r it io n a l A n a e m ia
ICD10:D53.9
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: B-D-4
Saran formula : Pishu, weishu;zusanli, sanyinjiao, qihai. xuehai.
Keterangan : Terapi akupunkturdapatmeningkatkan pembentukan eritrosit.
Untuk keberhasil mengatasi anaemia ini perlu dukunagn
nutrisi dan obat.
Kelas III

1 6 .6 . C h ro n ic a s p la s tic a n a e m ia
ICD10:D61_‫؟‬
Kode Penyakit Berkhasiat Akupunktur: C-D-l
Saran formula : Zusanli, geshU, shenshu, pishu, gaohuangshu.
Keterangan :Sampai saat ini pengcJbatan penyakit dilakukan dengan
cara terpadu, dan tera‫ ؛‬l akupunktur turut berperan sebagai
pendukUng.

272
BAB II
PENYAKIT BERBUKTI KLINIS AKUPUNKTUR

Evidence based medicine (EBM) adalah pelaksanaan pengambilan keputusan medis


lewat identifikasi, evaluasi dan aplikasi informasi yang laing relevan. (Daniel j. Fried- land
etal,1998)
Definis iitu, menunjuk sejumlah j^ p o n e n evidence based medicine ^
identifikasi sejumlah pertanyaan yang diinginkan; kedua mengumpulkan informasi terkait
dengan pertanyaan; ketiga menilai validitas informasi tersebut; dan terakhir, bila percaya
pada informasfyang direkomendasikan maka diterapkan dalam perawatan pasien.
David L Sackett dkk, 2000, menyatakan Evidense based medicine adalah paduan
antara penelitian Idinis paling baik dengan pengalaman klinis dan pandangan
EBM secara ilmiah menyaring penelitian akupunktur, memberi informasi bukti klinis
yang paling baik untuk penerapan klinis.
Informasi dicari dari internet, abtara lain dari CNKH978-2008, CBM1978-
2008, V IP l2 -8 9 ‫ ؟‬p 〇 8٠ WF1994-2008, Cochrane Library 2008, Pubmedl966-2٥08,
Emba;sel966-2008.
Pada— setiap informasi yang diperoleh dari penelusuran internet tersebut
penilaian. Penilaian mengikuti cara Evidence based medicine, Lihat Tabel 4.1.).
Kemudian dilakukan penentuan derajar rekomendasi, sebagai kesimpulan. Lihat
Tabel 4.2•
Tabel 4.1. Tingkat Penilaian Informasi
Tingkat A Penelitian RCT dengan sistemik review atau Meta analisis;
Penelitian RCT dengan jumlah kasus yang besar dan multi pusat
Tingkat B Penelitian RCT pada umumnya
Tingkat C Penelitian Case C o n tro l atau C o h o rt
Tingkat D Case S eries

Tingkat E Pendapat ahli, penelitian dlskriptif, laporan kasus.

Tabel 4.2. Derajar Bukti Klinis dan Rekomendasi


Bukti klinis Rekomendasi Syarat
Kuat Khasiat pasti Paling tidak satu informasi tingkat A atau paling tidak
dua informasi tingkat B bermutu tinggi
Sedang Kuat Sangat mungkin Paling tidak satu informasi tingkat B bermutu tinggi
berkhasiat atau faling tidak dua informasi tingkat B bermutU
rend3h.
Sistemik rivew dengan kesimpulan perlu diteH lebih
lanjut, turun golongan
Lemah Mungkin Paling tidak satu informasi tingkat B bermutu rendah
berkhasiat atau faling tidak dua informasi tingkat C.
Lemah Barangkali Paling tidak satu informasi tingkat Catau banyak
berkhasiat informasi tingkat c dengan hasil berbeda-beda.

273
Dengan cara pengumpulan data inforrnasi tersbut di atas, dan berpedoman ?ada
tingkat penilaian suatu informasi (Tabel 4.1) dan kesimpulan berupa rekomendari (Tabel
4.2) Du Yuanjing (2011) berhasil menyusun 36 buah penyakit berbukti klinis, yang
pada hekekatnya sangat minim. Sesuai dengan upaya Du Yuanjing beserta tim peneliti
yang terus bekerja sampai saat ini dan mungkin lebih lanjut di masa depan.. Penysun
mengambil sikap menanti hasil peneLitain tim Du Yuanjing lebih lanjut; yang benar;
benar mencerminkan apUlasi akupunktur Berbukti KUnis.
diuraikan penyakit berbukti klinis Akupunktur.
Demikain halnya dengan Penyakit Berbukti Klinis akupunktur medik, yang sesuai
dengan uraian dalam buku ini, masih belum dapat dikemukalcan, terutama karena informasi
masih minim, masih perlu penelitian dan bukti klinis yang dipublikasikan lebih banyak.

274