Anda di halaman 1dari 3

Nama : Darwin

Asal Sekolah : SMAN 4 BAUBAU

PERAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA


GUNA MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL

Yang terhormat bapak/ibu dewan juri


Yang terhormat bapak/ibu guru pendamping
Serta teman teman peserta yang sama berbahagia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah
swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya pada kita semua
sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka mengikuti lomba
pidato tingkat SMA/SMK/MA sekota Baubau . Tak lupa pula marilah kita
haturkan salam dan salawat kepada junjungan kita baginda Rasulullah saw.
Sebagai ujung tombak pembawa kebenaran yang telah memperjuangkan
islam dari zaman jahiliah menuju zaman yang penuh dengan limpahan ilmu
pengetahuan seperti apa yang kita rasakan saat ini. Hadirin yang saya
hormati perkenankanlah saya untuk menyampaikan pidato yang bertema ‘
‘’Peran Remaja dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indonesia menuju era bonus demografi’’.
Bonus demografi adalah suatu istilah yang menunjukan sebuah
fenomena dimana populasi penduduk suatu negara banyak di isi oleh
penduduk usia produktif.Indonesia diprediksikan akan mengalami bonus
demografi ini pada tahun 2020-2030,dimana jumlah usia angkatan kerja
(15-64 Tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen,sedangkan
sisanya 30 persen adalah penduduk yang tidak produktif (dibawah 15 Tahun
dan diatas 65 Tahun)
Bonus demografi merupakan sebuah peluang positif dan sangat
bermanfaat,namun peluang bisa menjadi ancaman apabila tidak dapat
dikelola dengan baik. Bisa dikatakan bermanfaat dan suatu berkah apabila
jumlah penduduk usia produktif dapat menguntungkan dari sisi
pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ketingkat
yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat
secara keseluruhan, akan tetapi bonus demografi bisa menjadi bumerang
bagi negara ketika negara tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017
angka pengangguran di Indonesia mengalami kenaiakan sebesar 10.000
orang dari 7.030.000 orang menjadi 7.040.000 orang. Kepala badan pusat
statistik Kecuk Suhariyanto mengungkapkan bahwa pertambahan jumlah
pengangguran disebabkan oleh peningkatkan jumlah angkatan kerja di
Indonesia, sementara lapangan kerja yang tersedia relatif terbatas. Salah
satunya dari tingkat pendidikan jumlah pengangguran tertinggi ada pada
sekolah menengah kejuruan (SMK) dibandingkan dengan tingkat pendidikan
lain, yakni sebesar 11,41 persen. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa
sekolah menengah kejuruan merupakan sekolah yang cenderung lebih
banyak memberikan pendidikan skil dari pada pendidikan akademis maupun
pendidkan karakter. Dari masalah tersebut, seharusnya seorang remaja tidak
hanya dibekali pendidikan skill tetapi juga harus dibekali dengan pendidikan
akademis dan pendidikan karakter. Pendidikan akademis sebagai
penguasaan dan pengembangan teori ilmu pengetahuan teknologi dan seni
tertentu yang dapat diaplikasikan secara langsung kedalam kehidupan nyata
melalui skill atau kemampuan yang diperoleh dari pendidikan skill dengan
dilandasi rasa tanggung jawab disiplin, cerdas, kreatif dan inovatif melalui
pendidkan karakter. Ketiga pendidikan ini akan saling melengkapi dan
mampu menciptakan remaja yang berkualitas baik dari segi akademis, skill
maupun moral. Selain dibidang pendidikan, jiwa wirausaha yang tinggi juga
menjadi salah faktor penentu kesuksesan. seorang remaja haruslah memiliki
jiwa wirausaha yang tinggi, pintar melihat peluang dengan tantangan yang
ada. Salah satu bukti nyata menteri kelautan dan perikanan Indonesia Susi
Pudjiastuti, dengan berbekal ijazah SMP disertai dengan jiwa wirausaha
yang tinggi beliau mampu menjadi seorang pengusaha sukses pemilik dan
presdir dari PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil hasil perikanan
dan PT Asi Pudjiastuti Aviation atau Penerbengan Susi dan sekarang beliau
menjabat sebagai menteri kelautan dan perikanan.
Dengan adanya jiwa wirausaha serta bekal kemampuan yang
mumpuni sebagai serang remaja kita tidak hanya menunggu tersedianya
lapangan kerja tetapi dapat membangun usaha sendiri yang secara otomatis
akan membuka lowongan pekerjaan sehingga akan pengangguran akan
berkurang.sebagai contoh seorang remaja yang mempunyai kemampuan
dibidang tata busana yang dapat membangun usaha dibidang tersebut yang
tentunya akan membuka lowongan pekerjaan yang dibutuhkan pencari kerja
pada bidang tata busana. Sebelum saya menutup pidato saya, saya ingin
mengajak seluruh hadirin khususnya para remaja marilah kita terus belajar
kapanpun dan dimanapun baik dilingkungan pendididkan,dilingkugan
masyarakat maupun di lingkungan berbangsa dan bernegara selagi apa
yang di pelajari itu positif dan mampu membuat perubahan yang lebih
baik.Orang bijak pernah be rkata ‘’ Never stop learning, because life never
stop teaching. Let us be a student who interested in critical thinking, logic,
and growth mind-set ( jangan pernah berhenti untuk belajar, karena hidup
tidak pernah berhenti untuk mengajarkan kita. Ayo menjadi pelajar yang
memiliki pikiran kritis, logika, dan pikiran yang dewasa).
Sekian pidato yang dapat saya sampaikan, mudah- mudahan
bermanfaat bagi kita semua khususnya remaja indonesia.akhir kata wabilahi
taufik walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.