Anda di halaman 1dari 23

TUGAS

LAPORAN PENGGANTI KULIAH LAPANGAN


GEOTEKNIK
CONE PENETRATION TEST dan STANDART PENETRATION TEST

Disusun
Oleh :

Gias Triatamaputra

270110160021

KELAS A

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Jawa Barat 45363


BAB 1

PENDAHULUAN

Geoteknik merupakan suatu konsep aplikatif geologi untuk kepentingan keteknikan


yang dipengaruhi hasil data keteknikan geologi baik analisis dan perhitungannya yang
menjamin faktor – faktor geologi terhadap lokasi, design kontruksi, pembangunan dan
pemeliharaan hasil kerja kontruksi tersebut. (Towell & Former, 1976). Beberapa kajian
geoteknik berhubungan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jalan kereta api,
jembatan, menara, pondasi gedung, desain lereng rekayasa, dan lain-lain. Dalam hal ini
geoteknik erat kaitannya dengan kepentingan suatu pembangunan kontruksi, dan salah satu
aspek penting dalam pembangunan tersebut merupakan area pondasi.

Salah satu tahapan paling awal yang perlu dilakukan dalam perencanaan pondasi
adalah penyelidikan daya dukung tanah. Dalam hal ini uji penyelidikan daya dukung tanah
diperlukan untuk mengetahui daya dukung dan karateristik tanah serta kondisi geologi,
seperti mengetahui susunan lapisan tanah, mengetahui kekuatan lapisan tanah dalam rangka
penyelidikan tanah dasar untuk keperluan pondasi bangunan, jalan, jembatan dan sebagainya.
kepadatan dan daya dukung tanah serta mengetahui sifat korosifitas tanah.

Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui jenis pondasi yang akan digunakan
untuk konstruksi bangunan, selain itu dari hasi penyelidikan tanah dapat ditentukan perlakuan
terhadap tanah agar daya dukung dapat mendukung konstruksi yang akan dibangun. Dari
hasil penyelidikan tanah ini akan dipilih jenis pondasi, kedalaman serta dimensi pondasi yang
paling ekonomis tetapi tetap dalam terjaga keamanannya. Dalam hal ini, penyelidikan daya
dukung tanah sangat penting dan mutlak dilakukan sebelum struktur kontruksi mulai
dikerjakan. Dengan mengetahui kondisi daya dukung tanah kita bisa merencanakan suatu
struktur kontruksi yang kokoh dan tahan gempa, yang pada akhirnya akan memberi rasa
kenyamanan dan keamanan pada kontruksi atau gedung tersebut.

Uji Penyelidikan daya dukung tanah yang dilakukan dilapangan diantaranya yaitu
sondir/CPT (Cone Penetration Test), SPT (Standart Penetration Test) dan lain sebagainya.
Pada dasarnya dari sampel tanah yang didapatkan di lapangan, kita dapat mengetahui sifat-
stfat dan karakteristik tanah dengan dilakukan uji laboratorium.
Pada dasarnya, sondir/ CPT (Cone Penetration Test) merupakan salah satu uji
lapangan atau insitu yang digunakan untuk memperkirakan kekuatan geser tanah pada
lokasi tertentu. Menggunakan jenis benda uji pasir halus sampai pasir kasar sedang.
Mempunyai klasifikasi tanah sendiri berdasarkan data yang didapat. Sementara itu SPT
(Standart Penetration Test) merupakan salah satu uji insitu yang dilakukan untuk
mengidentifikasi perlapisan tanah yang akan dijadikan fondasi dari hasil jumlah pukulan
terhadap penetrasi konus, untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah dan sifat daya dukung
dari setiap lapisan dan kedalaman yang berbeda.
BAB II

METODE PENELITIAN

Kajian geoteknik berhubungan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol,


jalan kereta api, jembatan, menara, pondasi gedung, desain lereng rekayasa, dan lain-lain.
Dalam hal ini geoteknik erat kaitannya dengan kepentingan suatu pembangunan kontruksi,
dan salah satu aspek penting dalam pembangunan tersebut merupakan area pondasi dari daya
dukung tanah.

Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui jenis pondasi yang akan digunakan
untuk konstruksi bangunan, selain itu dari hasi penyelidikan tanah dapat ditentukan perlakuan
terhadap tanah agar daya dukung dapat mendukung konstruksi yang akan dibangun.

Metode yang dilakukan dalam uji penyelidikan daya dukung tanah yang dilakukan
dilapangan/insitu diantaranya yaitu sondir/CPT (Cone Penetration Test), SPT (Standart
Penetration Test). Dalam hal ini, uji penyelidikan daya dukung tanah dengan sondir/CPT
(Cone Penetration Test) Menggunakan metode ASTM D3441, dan dilakukan langsung
dilapangan atau insitu. Sementara itu, pada SPT (Standart Penetration Test) menggunakan
metode ASTM D1586-84 dan mengacu pada SNI-4153-2008, dan uji ini dilakukan langsung
di lapangan
BAB III

HASIL dan PEMBAHASAN

A. Sondir/CPT (Cone Penetration Test)

Sondir/ CPT (Cone Penetration Test) merupakan salah satu uji lapangan
atau insitu yang digunakan untuk memperkirakan kekuatan geser tanah pada
lokasi tertentu. Pada dasarnya, ada berbagai cara untuk menentukan daya dukung
tanah, salah satu diantaranya adalah melakukan pengetesan dengan alat sondir.
Alat ini mempunyai standar luas penampang sebesar 10 cm2, sudut puncak 60°,
dan luas selimut 150 cm2 (di Indonesia 100 cm2). Kecepatan penetrasi 2 cm/detik
(standar ASTM D411-75T).
Dalam hal ini tujuan dari dilakukannya tes sondir/CPT ini yaitu untuk
mengetahui perlawanan penetrasi konus (PK) dan hambatan lekat (HL) dan
tentunya juga untuk menentukan sifat keteknikan dari tanah dan menggambarkan
stratigrafi dibawahnya, kepadatan relative, kuat geser tanah, daya dukung tanah
Pada dasarnya, dengan dilakukannya test uji Sondir/ CPT (Cone
Penetration Test), maka akan didapatkan hasil berupa hambatan lekat tanah, profil
tanah, kuat geser tanah, daya dukung tanah, dll untuk kepentingan infrastruktur
dan kestabilan lereng.

Alat yang digunakan dalam test sondir ini diantaranya yaitu :


± Mesin sondir kekuatan sedang (2,5 ton)
± Manometer 2 buah dengan kapasitas 60 dan 250 kg/cm2
± Konus atau bikonus
± Seperangkat pipa sondir, panjang masing-masing 1 m
± 2 buah angker dengan perlengkapannya termasuk besi kanal
± kunci pipa, linggis, meteran dan oli
± waterpass tukang
Gambar 1. Sondir/CPT
Metode yang digunakan dalam analisis sondir ini yaitu uji insitu test
dengan standart ASTM D411-75T
Cara uji sondir diantaranya sebagai berikut :

LANGKAH KERJA
1. Tentukan titik lokasi yang akan disondir.
2. Buat lubang pertolongan dengan linggis untuk pemasukan bikonus pada
permukaan tanah.
3. Pasang angker terlebih dahulu (tiap titik 2 buah angker), dengan jalan memutar
angker searah jarum jam dengan menggunakan batang pemutar sambil menekan
angker masuk ke dalam tanah.
4. Pasang dan aturlah mesin sondir di atas titik lokasi dalam posisi vertikal.
5. Besi-besi kanal dipasang untuk menjepit kaki sondir dan amati apakah mesin
benar-benar dalam keadaan vertikal terhadap permukaan tanah.
6. Isikan oli ke dalam ruang hidrolis sampai penuh, hingga bekerjanya tekanan
sempurna.
7. Pasang bikonus pada ujung pipa pertama dan kontrol sambungan-
sambungannya.
8. Pasanglah rangkaian pipa pertama pada mesin sondir tepat pada lubang yang
telah dipersiapkan.
9. Tekanlah pipa dengan jalan memutar stang pemutar pada alat sondir untuk
memasukkan bikonus ke dalam tanah. Setelah pipa masuk sedalam 20 cm,
hentikan pemutaran stang. Pemutaran dilanjutkan kembali untuk menekan besi isi
pipa. Pada penekan pertama ujung konus akan bergerak ke bawah sedalam 4 cm,
dan jarum manometer bergerak. Catat tekanan yang ditunjuk oleh manometer
tersebut. Tekanan inilah yang disebut perlawanan penetrasi konus (PK). Pada
penekanan berikutnya, konus dan mantelnya bergerak ke bawah. Nilai manometer
yang terbaca adalah nilai perlawanan lekat (JP = PK + HL). Catat besarnya JP.
10. Tekan kembali pipa sondir masuk ke dalam tanah untuk mencapai kedalaman
baru. Hentikan setelah mencapai kedalaman tiap interval 20 cm. Lakukan kembali
pekerjaan no. 9.
11. Hentikan pengujian sondir apabila :
± Kedalaman telah mencapai kedalaman yang diinginkan.
± Jika bacaan manometer telah mencapai angka maksimal.

Setelah dilakukan sondir test, maka didapatkan nilai perlawanan konus pada
kedalaman-kedalaman tertentu, Pemeriksaan Kekuatan tanah Dengan Sondir,
menentukan tipe atau jenis pondasiapa yang mau dipakai, menghitung daya
dukung tanah asli, dan menentukan seberapa dalam pondasi harus diletakkan
nantinya.
Gambar 2. Pembuatan lubang pada Uji Sondir

Gambar 3. Sondir Test


Gambar 4. Data tabel klasifikasi tanah berdasarkan CPT

Rumus Persamaan Perlawanan Konus (qc)

Rumus Persamaan Perlawanan Geser (Fs)

Rumus Angka Banding Geser (Rf) Rumus Geseran Total (Tf)


Gambar 5. Data Hasil Uji Penetrasi Konus Static (Najoan, T.F, 2005)
Gambar 6. Data Grafik Uji Sondir (Najoan, T.F, 2005)
B. Standart Penetration Test (SPT)

Standart Penetration Test (SPT) merupakan suatu metode uji yang


dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui, baik perlawanan
dinamik tanah maupun pengambilan sample terganggu dengan teknik
penumbukan yang dilakukan di lapangan atau insitu. Uji SPT terdiri atas uji
pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah, disertai pengukuran jumlah
pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm vertikal. Dalam sistem
beban jatuh ini digunakan palu dengan berat 63,5 kg, yang dijatuhkan secara
berulang dengan tinggi jatuh 0,76 m. Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga
tahap, yaitu berturut-turut setebal 150 mm untuk masing-masing tahap. Tahap
pertama dicatat sebagai dudukan, sementara jumlah pukulan untuk memasukkan
tahap ke-dua dan ke-tiga dijumlahkan untuk memperoleh nilai pukulan N atau
perlawanan SPT (dinyatakan dalam pukulan/0,3 m)
Pada dasarnya Uji Standart Penetration Test (SPT) ini dilakukan untuk
mengidentifikasi perlapisan tanah yang akan dijadikan fondasi dari hasil jumlah
pukulan terhadap penetrasi konus, untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah dan
sifat daya dukung dari setiap lapisan dan kedalaman yang berbeda, dan
menghasilkan sifat daya dukung tanah, perlawanan dinamik dari tanah, ketahanan
tanah.
Metode dalam uji SPT ini merupakan metode uji insitu atau lapangan
dimana mengacu pada SNI-4153-2008 dengan metode ASTM D1586-84.

Alat-alat yang digunakan dalam uji SPT ini diantaranya sebagai berikut :
a) Mesin bor yang dilengkapi dengan peralatannya;
b) Mesin pompa yang dilengkapi dengan peralatannya;
c) Split barrel sampler
d) Palu dengan berat 63,5 kg dengan toleransi meleset ± 1%.
e) Alat penahan (tripod)
f) Rol meter
g) Alat penyipat datar
h) Kerekan
i) Kunci-kunci pipa
j) Tali yang cukup kuat untuk menarik palu
Gambar 7. Alat Uji SPT

Prosedur pengujian dalam uji SPT yang mengacu pada SNI-4153-2008,


diantaranya yaitu sebagai berikut :

- Pasang blok penahan pada pipa bor

- Beri tanda di ketinggian 75 cm pasa pipa bor yang ada di atas penahan

- Bersihkan lubang bor dari bekas pengeboran sebelumnya

- Pasang split barrel sampler pada pipa bor dan ujung lainnya
disambungkan pipa bor yang dipasang blok penahan

- Masukkan peralatan uji SPT ke dasar lubang bor (sesuai keinginan)

- Beri tanda pada batang bor dari muka tanah, 15 cm, 30 cm, dan 45 cm.

- Lakukan pengujian setiap perubahan lapisan tanah (1,5 m – 2 m atau


sesuai kebutuhan)

- Tarik tali pengikat palu sampai tanda yang dibuat (75 cm)

- Ulangi 2 langkah di atas berkalikali sampai 15 cm

- Hitung jumlah pukulan N pada penetrasi 15 cm yang pertama

- Ulangi 4 langkah di atas sampai penetrasi 15 cm yang kedua dan ketiga

- Catat jumlah pukulan N setiap penetrasi (N1, N2, N3), N1 tidak


diperhitungkan karena masih tercampur bekas pengeboran

- Jika N lebih besar dari 50 pukulan, hentikan pengujian dan tambah


pengujian minimal 6 meter lagi

- Catat jumlah pukulan setiap penetrasi 5cm untuk mengetahui jenis


tanah atau batuannya.
-

Gambar 8. Skema Cara Uji SPT

Gambar 9. Penggalian Lubang Titik Gali

Gambar 10. Penahan Pada Lubang Bor


Gambar 11. Penyangga pada alat SPT

Gambar 12. Uji SPT Beban dijatuhkan pada Konus dan Hasil Core SPT

Rumus uji koreksi dalam SPT


Gambar 13. Penampang Geologi Lubang Bor dalam SPT (Sukiman, 1994)
Gambar 14. Hasil Uji Penetrasi Konus dengan SPT (Sukiman, 1994)
BAB IV

KESIMPULAN

Kajian geoteknik berhubungan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol,


jalan kereta api, jembatan, menara, pondasi gedung, desain lereng rekayasa, dan lain-lain.
Dalam hal ini geoteknik erat kaitannya dengan kepentingan suatu pembangunan kontruksi,
dan salah satu aspek penting dalam pembangunan tersebut merupakan area pondasi dari daya
dukung tanah.

Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui jenis pondasi yang akan digunakan
untuk konstruksi bangunan, selain itu dari hasi penyelidikan tanah dapat ditentukan perlakuan
terhadap tanah agar daya dukung dapat mendukung konstruksi yang akan dibangun.

Sondir/ CPT (Cone Penetration Test) merupakan salah satu uji lapangan atau insitu
yang digunakan untuk memperkirakan kekuatan geser tanah pada lokasi tertentu.
Menggunakan jenis benda uji pasir halus sampai pasir kasar sedang. Mempunyai klasifikasi
tanah sendiri berdasarkan data yang didapat. Pada dasarnya, dengan dilakukannya test uji
Sondir/ CPT (Cone Penetration Test), maka akan didapatkan hasil berupa hambatan lekat
tanah, profil tanah, kuat geser tanah, daya dukung tanah, dll untuk kepentingan infrastruktur
dan kestabilan lereng. Sementara itu SPT (Standart Penetration Test) merupakan salah satu
uji insitu yang dilakukan untuk mengidentifikasi perlapisan tanah yang akan dijadikan
fondasi dari hasil jumlah pukulan terhadap penetrasi konus, untuk mengetahui kedalaman
lapisan tanah dan sifat daya dukung dari setiap lapisan dan kedalaman yang berbeda dan
menghasilkan sifat daya dukung tanah, perlawanan dinamik dari tanah, ketahanan tanah.
DAFTAR PUSTAKA

1) Rusdiansyah.2010.Sondir/Cone Penetration Test (SPT).(Online)


https://www.scribd.com/document/86932967/Sondir-Cone-Penetration-Test-
CPT
2) Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi lapangan
dengan SPT (ICS 93.020)/SNI 4153. Badan Standardisasi Nasional.
3) Sukiman. 1994. Data Penampang Geologi Lubang Bor Lokasi Amuk Bali dalam SPT.
Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi lapangan
dengan SPT (ICS 93.020) /SNI 4153. Badan Standardisasi Nasional.
4) Sukiman. 1994. Data Hasil Uji Penetrasi Konus Lokasi Amuk Bali dengan SPT.
Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi lapangan
dengan SPT (ICS 93.020) /SNI 4153. Badan Standardisasi Nasional.
5) Kafrizaldy. D .2011. Sondir Geoteknik. Kementrian Pendidikan Nasional
Universitas Hasanudin Fakultas Teknik Geologi
6) Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi lapangan
dengan Sondir (ICS 93.020)/ /SNI 2827. Badan Standardisasi Nasional
7) Najoan, T.F. 2005. Data Grafik Hasil Uji Sondir Lokasi Exor –I
Salamdarma. Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi
lapangan dengan Sondir (ICS 93.020)/ /SNI 2827. Badan Standardisasi
Nasional
8) Najoan, T.F. 2005. Data Hasil Uji Penetrasi Konus Static Lokasi Exor –I
Salamdarma. Indonesia, S. N., & Nasional, B. S. (2008). Cara uji penetrasi
lapangan dengan Sondir (ICS 93.020)/ /SNI 2827. Badan Standardisasi
Nasional
LAMPIRAN

DATA PRAKTIKUM LAPANGAN SONDIR dan SPT


Lapangan Tanah Merah, Kampus UNPAD, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat
koordinat 107o46’31” BT dan 6o55’36” SL

Depth qc Tf
fs Rf (%)
(m) (Kg/cm2) (Kg/cm2)
0 - - - -
0.2 20 24 1.2 6
0.4 15 17 0.85 5.666667
0.6 15 17 0.85 5.666667
0.8 15 17 0.85 5.666667
1 19 21 1.05 5.526316
1.2 13 15 0.75 5.769231
1.4 10 12 0.6 6
1.6 12 15 0.75 6.25
1.8 14 16 0.8 5.714286
2 14 16 0.8 5.714286
2.2 17 19 0.95 5.588235
2.4 28 32 1.6 5.714286
2.6 29 33 1.65 5.689655
2.8 31 35 1.75 5.645161
3 32 36 1.8 5.625
3.2 37 41 2.05 5.540541
3.4 34 38 1.9 5.588235
3.6 23 27 1.35 5.869565
3.8 21 25 1.25 5.952381
4 38 42 2.1 5.526316
4.2 48 54 2.7 5.625
4.4 39 43 2.15 5.512821
4.6 44 50 2.5 5.681818
4.8 35 39 1.95 5.571429
5 24 28 1.4 5.833333
Gambar 15. Data Tabel Hasil Uji Sondir, Lapangan Tanah Merah,
UNPAD
Kedalaman (cm) Jenis Zona Jumlah Pukulan
Deskripsi Tanah N = N2 +N3
Dari Ke Tanah Pelapukan N1 N2 N3
warna coklat kemerahan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya semi plastis
0 22 CWZ
dengan tingkat pelapukan top
soil CWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan lunak
warna merah kecoklatan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya semi plastis
22 32 CWZ
dengan tingkat pelapukan
CWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan lunak
warna merah kecoklatan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya agak plastis
32 36 SWZ
dengan tingkat pelapukan
SWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan teguh
2 2 3 5
warna merah kecoklatan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya semi plastis
36 42 HWZ
dengan tingkat pelapukan
CWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan lunak
warna coklat kekuningan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya agak plastis
42 45 MWZ
dengan tingkat pelapukan
MWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan teguh
warna merah kecoklatan
dengan ukuran partikel lanau,
plastisitasnya semi plastis
45 50 MWZ
dengan tingkat pelapukan top
soil CWZ. Struktur homogen
dengan kekuatan teguh
Keterangan
OH

CH

MH

ML
Gambar 16. Data Log Bor Hasil Uji SPT, Lapangan Tanah Merah Unpad
Hasil Analisis SPT dan Sondir

a. Koreksi Nilai SPT

Rumus Koreksi Nilai SPT

N = N’ x Cn x Ce x Cb x Cr x Cs
Keterangan :
N : Nilai N-SPT koreksi
N’ : Nilai N-SPT lapangan
Cn : faktor koreksi tegangan efektif tanah
Ce : faktor koreksi efisiensi hammer
Cb : faktor koreksi diameter bor
Cr : faktor koreksi Panjang tali
Cs : faktor koreksi sampler

Gambar 17. Tabel nilai koreksi N-SPT lapangan (Youd & Idriss, 1997)

Maka perhitungan nilai koreksi N-SPT lapangan di sekitar kampus:


Didapatkan Nilai N = 5, Cn = 0.81, Ce = 1.2, Cb = 1, Cr = 0.85, Cs = 1

Maka nilai koreksi N-SPT :

N = N’ x Cn x Ce x Cb x Cr x Cs

N = 5 x 0.81 x 1.2 x 1 x 0.85 x 1

N = 4,131
b. Korelasi Nilai SPT
Berdasarkan nilai korelasi N-SPT yang didapatkan dalam perhitungan yaitu
4,131. Beradasarkan Tabel korelasi antara Qu dan nilai N-SPT (Terzaghi & Peck
1967), nilai N-SPT dari hasil perhitungan masuk ke dalam range 4 – 8, dengan nilai
Qu 50 – 100 kPa. Jadi Consistency dari hasil nilai N-SPT hasil perhitungan yaitu
Medium.

Gambar 18. Tabel korelasi antara Qu dan nilai N-SPT (Terzaghi


& Peck 1967).

c.

Anda mungkin juga menyukai