Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN GIZI PADA PENYAKIT KANDUNG EMPEDU

DI SUSUN

OLEH :

CUT SARAH MULIA

P07131117048

D-III GIZI REG B TINGKAT II

KEMENTERIAAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES ACEH

JURUSAN D-III GIZI

2019
Pengertian Kantung Empedu

Kantung empedu merupakan sebuah organ kecil berbentuk seperti buah pir yang
berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan empedu “cairan yang berperan penting
dalam proses pencernaan”. Pada manusia panjanmg dari organ ini ialah sekitar 7-10 cm,
berwarna hijau gelap dan terhubung dengan hati serta usus dua belas jari “duodenum”.
Kantung empedu memproduksi sekitar 600-1200 ml cairan empedu per harinya, dalam
keadaan normal 97% dari cairan ini ialah air.

Struktur Kantung Empedu

Kantung empedu mempunyai tiga lapis pelindung/pembungku yaitu:

 Permukaan luarnya ialah peritoneum visceral.


 Bagian tengahnya merupakan dinding yang terdiri dari serat otot halus, kontraksi
dari otot ini dipengaruhi oleh sistem hormonal tubuh dan berfungsi untuk
mengeluarkan cairan empedu menuju ke duodenum.
 Permukaan dalamnya merupakan membran mukosa yang terdiri dari sel-sel epitel
sederhana yang berbentuk silinder tubuh dari kantung empedu terbagi menjadi tiga
bagian, fundus, badan dan leher.
 Fundus vesikafelea, merupakan bagian akhir dari kantung empedu.
 Korpus “badan” Vesikafelea, bagian dari kantung empedu yang didalamnya berisi
cairan empedu. Seperti yang telah kami singgung sebelumnya bahwa jumlah
cairan yang diproduksi dalam satu hari ialah sekitar 600-1200 ml, jumlah produksi
ini dapat meningkat ketika tubuh sedang mencerna lemak.
 Leher kantung empedu, merupakan saluran tempat masuknya cairan/getah empedu
kedalam korpus vesikafelea.
 Duktus Sistikus, saluran yang membentuk saluran empedu “Duktus Koledokus”
bersama dengan duktus hepatikus, panjang saluran ini ialah sekitar 3 cm.
 Duktus Hepatikus, saluran yang keluar dari leher empedu dan bersama dengan
dukturs sistikus akan membentuk saluran empedu “Duktus Koledokus”.
 Duktus Koledokus “Saluran empedu” ialah saluran yang akan membawa cairan
empedu ke duodenum “usus dua belas jari”.
Adapun komposisi dan proses pembentukan getah/cairan empedu yang diantaranya yaitu:

Komposisi Getah Empedu

 97% Air
 0,7% garam empedu
 0,2% pigmen empedu
 0,06% kolesterol
 0,7% garam anorganik
 0,15% asam lemak
 0,1% lesitin
 0,1% lemak
 Selebihnya Alkli fosfatase

Proses Pembentukan Getah Empedu

Cairan empedu berasal dari penghancuran hemoglobin eritrosi yang sudah tua atau
rusak. Hemoglobin kemudian akan diuraikan menjadi hemin, zat besi dan globin. Zat besi
dan globin akan disimpan di dalam hati dan dikirim ke sumsum tulang untuk menjadi
bahan utama pembentukan sel darah merah baru, heme “hermin” akan dirombak menjadi
bilirubin dan biliverdin. Kedua zat ini merupakan zat pemberi warna bagi cairan empedu
sehingga cairan empedu berwarna hijau biru. Zat warna tersebut akan mengalami
oksidasi menjadi urobilin. Kemudian urobilin dieksresikan ke luar tubuh melalui feses
dan urin. Zat inilah yang memberikan warna kekuningan pada feses dan urin.

Fungsi Kantung Empedu

Fungsi dari kantung empedu sebenarnyakan selalu berhubungan dengan fungsi


dari cairan empedu yang disimpannya jadi kami akan menjelaskan beberapa fungsi dari
cairan/getah empedu.
Membentu Dalam Proses Pencernaan Lemak

Lemak mempunyai sifat yang tidak larut dalam air, jadi hanya cairan empedulah yang
dapat mencerna lemak. Ketika adanya makanan yang masuk ke usus dua belas jari
“duodenum”, maka sinyal hormonal dan saraf dalam kantung empedu akan terpicu,
kemudian menimbulkan kontraksi otot sehingga cairan empedu akan turun ke usus dua
belas jari untuk mencerna makanan tersebut.

Membantu Proses Absorbsi Lemak

Getah empedu juga berfungsi untuk membantu penyerapan lemak oleh tubuh dengan cara
memfasilitasi jalurnya menembus membran sel.

Membantu Pengeluaran Limbah

Pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kolesterol merupakan salah satu komponen
yang tidak dibutuhkan serta dapat berbahaya bagi tubuh. Nah komponen ini dibuang dari
tubuh dengan bantuan cairan empedu. Pembuangan kolesterol dilakukan dengan
mengikat kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi kecil yang disebut micelle
yang kemudian akan dibuang melalui feses.

Membantu Menghilangkan Racun Dari Hati

Empedu mengandung antioksidan yang dapat menghilangkan racun, komponen seperti


obat-obatan, bakteri atau virus yang tidak dapat diterima tubuh akan disaring oleh hari,
setelah itu hati akan mengirimnya keluar melalui cairan empedu.
Penyakit pada kantung empedu

1. Kolesistitis

Kolesistitis adalah peradangan yang terjadi pada kantong empedu. Kantong empedu
merupakan organ tubuh tempat penyimpanan cairan empedu, yaitu cairan yang memiliki
peran penting dalam pencernaan lemak di dalam tubuh.

Kolesistitis bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).
Sebagian besar kasus kolesistitis akut terjadi karena penyumbatan di saluran empedu.
Sedangkan kolesistitis kronis merupakan peradangan yang terjadi setelah seseorang
mengalami kolesistitis akut berulang kali.

Gejala Kolesistitis

Gejala utama kolesistitis adalah kemunculan rasa sakit yang sangat parah pada perut
bagian kanan atas dan dapat bertahan selama beberapa jam. Rasa sakit ini cenderung
muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan berlemak dan bisa
menjalar hingga ke punggung atau tulang belikat kanan.

Selain rasa sakit di perut, kolesistitis terkadang juga disertai gejala-gejala berikut:

 Rasa sakit bertambah parah saat menarik napas panjang


 Mual, muntah, dan nafsu makan hilang.
 Demam dan berkeringat.
 Kulit dan mata menjadi kuning.

Penyebab Kolesistitis

Sebagian besar kolesistitis disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu, sehingga
membuat cairan empedu terperangkap di dalam kantong empedu. Penyumbatan saluran
empedu ini sendiri dapat diakibatkan oleh batu, tumor, maupun saluran yang menyempit.
Penyumbatan tersebut memicu terjadinya iritasi dan tekanan pada kantong empedu, yang
kemudian mengakibatkan pembengkakan dan infeksi.
2. Batu empedu

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol, dan terbentuk di
saluran empedu manusia. Pada hampir sebagian besar kasus, batu empedu ini tidak akan
menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang batu ini akan menyumbat bagian ujung
empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut
dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang
sebesar bola pingpong. Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga
bervariasi, misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih
banyak.

Penyebab Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan
empedu. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah kolesterol dan
senyawa kimia dalam cairan tersebut.

Pengobatan batu empedu

Batu empedu dapat diangkat secara laparoskopis (bedah invasif minimal), yaitu, ada alat
khusus yang disisipkan ke dalam kantung empedu melalui insisi kecil pada abdomen.
Selanjutnya, batu diangkat dengan menggunakan alat khusus. Pendekatan yang lebih
umum yaitu mengangkat seluruh kantung empedu melalui prosedur laparoskopi, demi
mencegah batu empedu terjadi kembali. Apabila peradangan kantung empedu dibiarkan
tanpa diobati, ada kemungkinan kantung empedu berkembang menjadi gangren dan
pecah, namun kantung empedu yang pecah akibat peradangan kantung empedu dan batu
empedu, memiliki 30% kemungkinan yang menyebabkan kematian.
Makanan yang dapat di konsumsi

Sayuran berdaun hijau seperti Bayam, Sawi, dan Kangkung merupakan beberapa contoh
sayuran yang bisa memberikan manfaat pada hati dan kandung empedu.

Pada sayuran hijau terkandung klorofil yang bisa membuat tubuh bersifat lebih basa.
Dampak positifnya, residu asam di dalam tubuh dapat dibuang.

Dengan demikian, beban pada hati menjadi berkurang. Lebih lanjut lagi, ini bisa
melarutkan batu empedu sehingga kandung empedu pun menjadi sehat.

Sayuran lainnya yang bisa membantu memecah lemak adalah Lobak yang dipercaya
mampu mengusir batu empedu. Begitu juga dengan tanaman rimpang bernama Kunyit,
dimana kandungan kurkuminnya mampu menurunkan peradangan dan melarutkan batu
empedu.

dari golongan buah, Apel sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita batu empedu
karena vitaminnya dapat menyehatkan kandung empedu.

Begitupun asam malat dan tartarat yang terkandung di dalamnya, yang dipercaya mampu
memecah kolesterol—salah satu bahan pembentuk batu empedu.

Makanan yang harus di hindari

mereka yang beresiko atau bahkan yang sudah terdeteksi mengidap penyakit ini, wajib
menghindari makanan cepat saji, makanan pedas, makanan yang berminyak, daging babi,
daging sapi merah, telur, unggas, susu, dan jagung.

Hindari juga makanan yang bersifat asam seperti produk olahan daging, susu, gula, biji-
bijian, dan alkohol. Makanan dan minuman tersebut bisa meninggalkan residu asam di
dalam tubuh yang mesti dibuang.
Terapi diet

Diet pada kandung empedu ini bertujuan memberikan istirahat pada kandung empedu dan
mengurangi rasa sakit serta member makanan dan minuman secukupnya untuk
memelihara berat badan normal dan keseimbangan tubuh

1. Diet rendak lemak I


Diindikasikan untuk kolestitis akut dan koleliatis dengan kolik akut , makanan di
berikan berupa buah-buahan dan minuman manis . makanan ini rendah kalori dan
semua zat , kecuali vitamin A dan C , sebaiknya diberikan selama 2-3 hari saja

2. Diet rendah lemak II


Diberikan secara berangsur bila kedaan akut sudah teratasi dan perasaan mual
sudah berkurang atau keadaan pasien penyakit kandung empedu kronis yang
terlalu gemuk , mneurut keadaan pasien , makanan diberikan dalam bentuk
cincang ,lunak dan biasa , makanan ini rendah kalori dan kalsium

Contoh menu :
pagi siang malam

Bubu’r nasi tim bubur nasi tim bubur nasi tim


Telur ceplok air + perkedel daging ayam presto
saus panggang tahu bakso kukus
Tomat tempe bacem saus tomat
Rebusan kacang sayur bening sup sayuran
panjang bayam pisang
The apel

Pukul 10 pukul 16.00


Jus jeruk salad papaya
3. Diet rendah lemak III
Diberikan kepada pasien penyakit kandung empedu yang tidak gemuk dengan
nafsu makanan yang cukup , menurut kedaan pasien , makanan diberikan dalam
bentuk lunak dan biasa , makanan ini cukup dalam kalori dan semua zat gizi

pagi siang Malam

Roti bakar isi madu Nasi/tim Nasi/tim


Telur ceplok Soto ayam Fu yung hay
Susu skim Perkedel tempe bakar Sup tahu
Tumis tauge + kacang Capcay
Pukul 10 panjang pepaya
Pudding maizena _+ Semangka
saus
Pukul 16.00
sirup