Anda di halaman 1dari 20

Pengertian Batang

Batang adalah organ pokok pada golongan tumbuhan Cormophyta di samping


akar dan daun. Batang berasal dari pertumbuhan batang lembaga (caulicle) tumbuhan
berbiji. Pada tumbuhan paku berasal dari bagian kutub batang pada jaringan embrio.
Pada Tallophyta tubuh tumbuhan belum memiliki organ akar, batang dan daun, seperti
halnya pada tumbuhan ganggang (Algae), dari pada tumbuhan lumut hati
(Hepaticopsida) serta lumut tanduk (Anthocerotopsida), tetapi pada lumut daun

(Bryopsida) telah memiliki batang dengan struktur morfologi yang sederhana.

Batang pada tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta)


memiliki bagian buku batang dan ruas. Kuncup atau tunas (gemma), daun, serta bunga
pada umumnya tumbuh pada buku batang dengan tata letak yang beragam. Kuncup
pada batang berdasarkan posisi pada batang dapat dibedakan antara kuncup ujung
(gemma terminalis) dan kuncup samping (gemma aksilaris), dan berdasarkan
perkembangannya kuncup dapat dibedakan antara kuncup daun (cabang) (gemma folii fera),
kuncup bunga (gemma floriifera), dan kuncup campuran (gemma mixta).

Kuncup pada batang tumbuhan kadang bersifat dorman karena pengaruh hormon
tumbuh yaitu kuncup tidur. Bilamana batang dipotong maka kuncup tidur (gemma
nicta) akan “bangun” (tumbuh kembali). Di samping itu terdapat kuncup yang letaknya
tidak pada batang, tetapi sembarang tempat pada bagian tubuh tumbuhan, sehingga
disebut kuncup liar (gemma adventicious) antara lain :

1. kuncup di akar; tumbuh di bagian akar dan berfungsi sebgai calon


tumbuhan banu,

misalnya pada Ficus spp., dan kluwih, sukun, nangka (Artocarpus spp.)
(Moraceae),

2. kuncup di tepi daun; tumbuh di tepi daun yaitu di ujung cabang tulang
daun, tumbuh
menjadi individu barn (memiliki akar), misal pada cocor bebek (Callanchoe
pinnata),

3. kuncup di ujung daun; tumbuh di ujung ibu tulang daun, berkembang menjadi
individu barn,

misalnya pada “running fern” (Campyllotropus).

Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan kuncup daun (cabang) batang


pokok pada tumbuhan dibedakan 3 tipe yaitu :

1. Monocaulis yaitu batang yang pertumbuhannya didommir oleh kuncup ujung,


kuncup lateral mereduksi atau berkembang menjadi perbungaan sehingga terbentuk
struktur batang tunggal. Batang monocaulis ini dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

1.1. Monocaulis monocarpi apabila kuncup ujung pada umur tertentu berubah
menjadi

perbungaan terminal, terhenti, misalnya pada kelurga pisang (Musaceae), empon

(Zingiberaceae), garut (Maranthaceae), Ganyong (Cannaceae), dan jenis palem


sagu

(Metroxylon sagoo),

1.2. Monocaulis polycarpi apabila kuncup ujung tetap berfungsi, tetapi kuncup
samping berubah

menjadi perbungaan, misalnya nucfera), dan aren (Arenga pinnata).

2. Monopodial yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup ujung,


kuncup lateral tumbuh, tetapi pertumbuhannya kurang baik dibanding kuncup ujung,
disini batang (Paraserianthesfalcataria), jati (Tectona grandis).

3. Sympodial yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup kuncup ujung
pertumbuhannya lambat atau tereduksi, sehingga dapat menimbulkan tipe percabangan
dichotomus (menggarpu), misalnya paku resam (Gleichenia spp.).
Batang tumbuhan dapat tidak berkayu (herbaceous) misalnya Pisang (Musa
paradisiaca), patikan (Euphorbia hirta), dan berkayu (lignosus) misalnya jati (Tectona
grandis). Batang berkayu dimiliki oleh tumbuhan yang perawakan (habitus) semak
(shurb) dan pohon (trees). Batang berkayu yang memiliki ruas panjang dapat dibedakan
antara tipe batang mendong (calamus) ruas batang panjang dan pejal, misalnya rotan
(Calamus ornatus) serta rumput (calmus) ruas batang panjang dan

berongga, misalnya padi (Oriza saliva).

Batang pokok tumbuhan berdasarkan arah tumbuhnya diklasifikasikan menjadi


batang tegak, condong keatas, mendatar, dan merayap, Batang pokok tumbuhan akan
membentuk cabang batang (ramus) yang tumbuh dan kuncup samping (lateral), dan
cabang batang tersebut juga memiliki kuncup ujung serta kuncup samping. Kuncup
yang tumbuh dan memiliki sifat biologik yang sama disebut kaulomer (caulomer), dapat
bertipe monokarpi atau polikarpi. Arah tumbuh cabang batang memiliki dua tipe yaitu
tegak (ortotrop) dan mendatar (flagiotrop), tetapi dalam perkembangannya arah tumbuh
cabang batang terhadap batang pokok dapat diidentifikasi menjadi lima pola, yaitu
tegak, condong keatas, tegak, menggantung, dan condong ke bawah. Bagi tumbuhan
yang batangnya sangat kecil dapat memiliki percabangan dengan sistem geragih
(stolon) di bawah tanah misalnya teki (Cyperus rotundus) atau di atas tanah misalnya
pegagan (Centella asiatica).

Dalam pertumbuhannya cabang batang dan cabang-cabang batang (ramulus)


dapat dibentuk oleh tumbuhan secara terus-menerus (continu), atau berselang waktu
(rythmis) misalnya ketapang (Terminalia caltapa). Pola pertumbuhan kuncup pada batang
akan membentuk bentuk tajuk dan

arsitektur percabangan batang tumbuhan.


Struktur Morfologi Batang (Struktur Luar)

Berdasarkan keadaan batang, batang tumbuhan tingkat tinggi dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu

a. Batang Tumbuhan Herba

Batang tumbuhan herba biasanya lunak dan berwarna hijau (karena terdapat klorofil),
memiliki stomata, sedikit/tidak ada kambium (jaringan kayu), berukuran kecil, dan usianya
relatif singkat. Contohnya : jagung, bayam, kangkung, bunga matahari dan lain – lain.

b. Batang Tumbuhan Berkayu

Batangnya keras dan berwarna coklat, memiliki kambium (jaringan kayu) dan lentisel,
ukurannya besar akibat dari aktifitas pertumbuhan jaringan meristem kambium, usianya
relatif panjang.

Perbedaan Struktur Batang Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Tumbuhan Dikotil:

- Batang bercabang-cabang

- Hipodermis berupa kolenkim

- Jari-jari empulur berupa deretan parenkim diantara berkas pengangkut

- Mempunyai kambium faskular, sehingga dapat tumbuh membesar

- Dapat dibedakan daerah korteks dan empulur

- Ada kambium diantara xilem dan floem

- Pembuluh angkut letaknya teratur dalam bentuk lingkaran

Tumbuhan monokotil:

- Batang tidak bercabang-cabang

- Hipodermis berupa sklerenkim


- Pembuluh angkut tersebar

- Tidak mempunyai jari-jari empulur

- Tidak mempunyai kambium vascular, sehingga tidak dapat tumbuh membesar

- Empulur tidak dapat dibedakan dengan daerah korteks

- Tidak ada kambium diantara xilem dan floem

Fungsi Batang

Fungsi-fungsi batang pada tumbuhan adalah sebagai berikut:

- Penopang tubuh tumbuhan.

- Organ perlintasan air dan makanan, karena adanya berkas pengangkut berupa xylem dan
floem.

- Tempat menyimpan cadangan makanan.

- Merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, contohnya batang mangga yang dicangkok.

- Tempat melekatnya daun untuk mendapatkan cahaya matahari.

- Tempat melekatnya bunga agar mudah melakukan penyerbukan.


- Tempat melekatnya buah.

Modifikasi batang

Modifikasi Batang adalah bagian tubuh dari tumbuhan yang sangat penting bagi tumbuhan
yang berada di atas permukaan tanah. Mengingat tempat dan kedudukannya bagi tubuh
tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Salah satu fungsi batang
adalah sebagai tempat penimbunan cadangan makanan, dengan fungsi ini, pada bagian batang
tertentu akan mengalami perubahan bentuk sehingga bentuknya berbeda di banding bentuk
batang pada umumnya. Batang yang bentuknya berubah ini disebut batang yang telah
mengalami modifikasi. Batang dapat terspesialisasi serta termodifikasi bentuknya untuk
keperluan tugas khusus seperti menimbun cadangan makanan dan untuk fotosintesis.

Berikut adalah macam-macam modifikasi batang :

1. Stolon / Geragih

Geragih atau stolon merupakan modifikasi batang yang biasanya dikembangkan oleh
tumbuhan terna. Stolon, sebagaimana rizoma, dapat menjadi alat perbanyakan vegetatif,
terutama bila tumbuh akar di sekitar buku tanaman muda. Stolon adalah batang horizontal
yang menjalar di atas atau dalam tanah maupun air. Pada buku-buku batangnya tumbuh tunas
dan membentuk akar. Setelah beberapa waktu tanaman ini tumbuh memanjang dan menjauhi
induknya lalu membengkok ke atas membentuk individu baru. Stolon dapat dijumpai
misalnya pada arbei (stroberi), rumput grinting Cynodon dactylon, teki, pegagan, dan eceng
gondok (Eichornia crassipes).
2. Rimpang (Rhizoma)

Rimpang adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan
tumbuh mendatar, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan
dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rimpang di samping merupakan alat
perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat makanan cadangan.
Bahwasannya rhizoma adalah penjelmaan batang dan bukan akar, dapat dilihat dari tanda-
tanda berikut: - Beruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersifat demikian. - Berdau,
tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik. - Mempunyai kuncup-kuncup. -
Tumbuhnya tidak kepusat bumi atau air, malahan kadang-kadang lalu keatas, muncul di atas
tanah.

3. Umbi Batang (tuber)

Umbi batang merupakan umbi yang terbentuk dari modifikasi batang. Umbi batang mampu
memunculkan tunas maupun akar, sehingga kerap kali dijadikan bahan perbanyakan
vegetatif. Umbi batang yang tumbuh di bawah permukaan tanah, membesar, dan
mengandung banyak pati disebut sebagai tuber, biasanya dihasilkan oleh beberapa spesies
Solanaceae dan Asteraceae.
4. Umbi lapis (bulb)

Umbi lapis adalah tunas vertical dibawah tanah yang terutama terdiri atas pangkal daun yang
membengkak yang menyimpan makanan. Hal ini dapat dilihat dengan mengiris satu suing
bawang secara membujur, anda dapat melihat banyak lapisan daun yang termodifikasi
bertautan dengan batang yang pedek Umbi lapis (bulb) e. Umbi kormus (corm) Kormus mirip
dengan umbi lapis tetapi bagian yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang.
Helaian daun berbentuk sisik menutupi seluruh permukaan kormus.

5. Filokladia dan Kladodia

Filokladia dan kladodia adalah batang atau cabang yang mengambil alih fungsi daunnya
karena daunnya mengalami reduksi yang lanjut atau berubah menjadi duri. Folikladia
mempunyai pertumbuhan terbatas, misalnya pada jakang (Muehlenbeckia platyclada),
sedangkan kladodia mempunyai pertumbuhan tidak terbatas sehingga masih tumbuh terus
dan mengadakan percabangan, misalnya pada sebangsa kaktus (Opuntia vulgaris)

6. Emergen Selain daun dan tunas aksilar

pada batang terdapat pula struktur yang berupa tonjolan yang disebut emergen. Emergen
bukan merupakan cabang, daun atau akar adventitis, bukan pula merupakan bentuk
modifikasinya, melainkan suatu struktur yang terbentuk dari sel-sel turunan jaringan yang
terdapat di bawah epidermis. Jaringan ini disebut dengan jaringan subepidermis. Emergen
biasanya relatif mudah lepas dan meninggalkan bekas. Pada beberapa tumbuhan, emergen
sifatnya persisten (kekal) dan pada batang yang telah tua sifatnya berubah menjadi struktur
yang relatif padat. Emergen pada batang sering dihubungkan dengan kebutuhan akan organ
untuk memanjat atau sebagai alat pertahanan.

7. Sulur Batang dan Sulur Cabang

Sulur batang atau cabang tumbuh dari ketiak daun, biasanya disangga sisa-sisa daun atau
bunga, misalnya pada hampir seluruh suku Cucurbitaceae, Passifloraceae, dan air mata
pengantin (Antigonon leptopus) (Isirep Sumardi; 1992:160).
8. Duri Batang atau Duri Cabang

Duri batang atau duri cabang berasal dari modifikasi cabang, terletak di ketiak daun dan
sering masih menyangga daun-daun atau bahkan bunga-bunga yang rudimenter, misalnya
pada Bougenvillea (Isirep Sumardi; 1992:160).

9. Kormus

Terdiri dari batang pendek dan gemukyang berorientasi vertical dalam tanah dan diselubungi
sisik ( daun ) kering. Kormus dapat menghasilkan anak kormus yang disebut kormel yang
merupakan tunas yang berkembang di ketiak daun pada kormus induk. Seringkali kormel
terdapat di ujung sumbu batang yang tergolong geragih . Pada kormus dapat dibedakan ruas
dan buku. Sebagian besar kormus terdiri dari parenkim yang berisi cadangan makanan. Pada
kormus yang dewasa, dasar daun kering bertahan pada buku-buku dan menyelubungi serta
menutupi kormus. Tutup atau tunika ini melindungi kormus terhadap luka dan kekeringan. Di
setiap buku kormus terdapat kuncup ( tunas ) ketiak. Contoh tanaman yang berkormus aalah
Gladiolus gandavensis. Berikut contoh gambar dari kormus Gladiolus gandavensis :

10. Umbi Sisik

Umbi ini tidak memiliki penutup kering. Sisik terpisah dan tidak sama tingginya serta semua
melekat pada papan basal. Pada umumnya umbi sisik ini mudah rusak dan perlu dirawat agar
tetap lembab, sebab akan luka jika kekeringan. Pada waktu panen tampak bahwa pada umbi
terdapat priordium akar. Akar ini tidak akan mengalami pemanjangan sebelum ditanam pada
lingkungan yang sesuai. Contoh tumbhan dengan umbi sisik adalah pada tanaman bunga lili (
Lilium longiflorum )

11. Umbi Semu

Umbi semu atau pseudobulbus sering ditemukan pada tanaman anggrek epifit. Pseudobulbus
ini digunakan untuk menyimpan air.

Pada umumnya batang terletak di bagian permukaan atau atas tanah. Batang mempunyai
nodus dan internodus. Ada beberapa tumbuhan yang batangnya berklorofil.

Bagian Utama Batang

PEPAGAN (BARK): jaringan terluar yang melapisi batang kayu

EMPULUR (PITH): jaringan terdalam batang, biasanya lunak

KAYU (WOOD): substansi keras batang pohon, biasanya terdiri atas Xylem sekunder

bagian utama batang


Bagian luar batang

1. Kuncup (bud), puncuk vegetatif dan atau generatifyang belum dewasa. Berupa meristem
rembang yang kadang-kadang ditutupi sisik.

2. Buluh (internode), bagian antara dua buku atau sambungan pada batang.

3. Buku (node), tapak atau sambungan tempat bagian tambahan-tambahan berasal.

4. Lampang/bekas daun (leaf scar), bekas yang menunjukkan tempat pelekatan tangkai atau
pangkal daun. Seperti pada pepaya.

5. Lentisel (lenticel), pori-pori dalam papagan/bark

6. Ona (prickle), cuatan berujung tajam yang berasal dari epidermis atau korteks organ
tumbuhan. Seperti pada Mawar.

7. Lampang penumpu (Stipular scar), bekas yang menunjukkan tempat pelekatan daun
penumpu.

8. Terminal bud scale (Scar rings), kuncup yang terletak pada rembang atau akhir batang
dengan bekas-bekas pelekatan berupa sisik-sisik (bud scale) berupa cincin

9. Vascular bundles (Trace scar), bekas-bekas yang diindikasikan sebagai bekas tempat
masuknya vascular bundle pada lampang daun.

Bentuk batang

1. Terete (kompak, padat), Vanda sp

terete

2. Culm (berongga), kangkung

3. Calamus (buluh kumpai), Acorus calamus

calamus-live

4. Menyegi tiga (triangularis), Cyperus papyrus


5. Menyegi empat (quadrangularis), Orthosiphon stamineus

6. Menyegi enam (hexagonolubus), Chromolaena odorata

Jenis Batang

Berdasarkan pada:

1. Letaknya pada tanah

a. di atas permukaan tanah –> Arbor (pohon)

b. di dalam tanah –> Rhizoma (Rimpang) dan tuber (umbi); (famili Gramineae,
Zingiberaceae, Araceae)

–> Bulbus (umbi lapis) ; (fam. Liliaceae, Amarilydaceae, Iridaceae)

2. Derajat lignin yang terkandung pada batang

a. Herbaceus, Batang lunak/basah

b. Berongga–> padi, kangkung

c. Masif/berisi; Pacar air, Bayam, jagung

d. Lignosus/Trunsus; batang berkayu –> perdu (Frutex); percabangan Pohon (arbor);


percabangan > 1m

3. Penampang horizontal

a. Bulat (teres); petai cina, pepaya, randu, dll.

b. Bersegi (angularis) –> segi tiga; rumput payung (Cyperus sp)

–> segi empat; gadung (Dioscorea alata), labu siam (Sechium edule)

–> segi lima; labu besar (Cucurbhita moshata)


c. Pipih menebal (discoides)–> cactaceae

d. Permukaan batang

-> Licin (laevis); Leucaena glauca

-> Berusuk (Costatus); Coleus tuberosus

-> Beralur (Sulcatus); Kaktus

-> Bersayap (Alatus)

4. Umur Batang

a. Tumb. Setahun (Planta Annua)–> Palawija

b. Tumb. Bi-ennis (Planta bienna) –> Beta vulgaris, Brasica sp.

c. Tumb. Tahunan (planta per-enna)

–> Frutex per-ennis atau Perdu tahunan

–> Herba per ennis atau herba tahunan

5. Arah tumbuh batang

a. Tegak (Erectus)–> Pepaya, randu, dll.

b. Menggantung (Dependens)–> anggrek

c. Membaring (Humifusus/prostatus)–> semangka, kacang bogor (Voandzeia subterrane).,


dll.

d. Menjalar (repens)–> Ubi jalar, kangkung,antanan

e. “se-akan-akan” – Tumbuh bangkit (ascendens)–> kacang tanah (Arachis hypogea)

f. “se-akan-akan” – Memanjat bersandar (scandens)–> mengunakan alat-alat pembantu yang


dimilikinya:
-radix adligan (akar lekat) = Sirih (Piper betle)

-cirrus caulogenus (sulur batang) = Markisa (Pasiflora quadrangularis), Anggur (Vitis


vignifera), Air mata pengantin (Antigonon leptopus)

-cirrus phyllogenus (sulur daun) = Kembang sungsang (Gloriosa superba).

-tangkai daun = kacang kapri (Pisum sativum)

-duri (spina) = kembang kertas

-duri daun (folia spina) = rotan (Calamus sp.)

g. “se-akan-akan mengangguk (Nutana) =bagian puncak melengkung ke bawah ‘90o’–>


bunga matahari (Helianthus sp.)

h. “se-akan-akan membentuk spiral (volubilis)–> kembang telang (Clitoria ternate)

-ke arah kiri = Sinestrosum volubilis dan gadung (Dioscorea hispida)

-ke arah kanan = Dextorsum volubilis

6. Sehubungan dengan percabangan

CABANG (Ramus) – RANTING (ramulus) – ANAK RANTING (rachis/rachilis)

a. Perc. Monopodial : randu (Ceiba pentandra)

b. Perc. Sympodial : ketapang (Terminalia cattapa)

c. Perc. dengan cabang yang menjalar (flagelum/stolon), dari buku-bukunya keluar akar

-di atas permukaan tanah ; Arbei (Fragaria vesca)

-di dalam tanah ; rumput teki (Cyperus rotundus)

d. Cabang metamorf (Phyllocladium)–> bentuk pipih, warna hijau : Rumput cina


(Muhlembeckia platyclada)

7. Arah pertumbuhan cabang


a. tegak (fastigiatus erectum): Populus nigra

b. mendatar: randu

c. miring ke atas (45o): Pinus sp

d. condong ke bawah: Araucaria cunninghami

e. terkulai (pendulus)–> kebalikan dari f. erectum: Salix babilonica

BENTUK ADAPTASI BATANG

Adaptasi yang dilakukan pada batang berkaitan dengan kecepatan angin, kesediaan dan unsur
hara, lingkungan tempat hidup, ada tidaknya pengganggu, dan lain-lain. Adaptasi batang
termasuk dalam adaptasi morfologi karena melibatkan perubahan struktur tubuh tumbuhan.
Antara lain perubahan struktur jaringan, bentuk batang yang tidak pada umumnya, serta
ditemukannya bagian-bagian baru dari batang.

Jika kita membandingkan berbagai jenis tumbuhan, ada diantaranya yang jelas kelihatan
batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang. Oleh sebab itu kita membedakan
:

a. Tumbuhan yang Tidak Berbatang

Tumbuhan yang benar-benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanya tampaknya saja
tidak ada. Hal itu disebabkan karena batang amat pendek, sehingga semua daunnya seakan-
akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain merupakan suatu roset
(rosula), contoh pada lobak ( Raphanus sativus ) dan sawi ( Brassica juncea ). Tumbuhan ini
akan memperlihatkan batang dengan nyata pada waktu berbunga. Dari tengah-tengah roset
daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun-daun yang jarang-jarang,
bercabang-cabang dan mendukung bunga-bunganya.

b. Tumbuhan yang Jelas Berbatang

Batang tumbuhan yang jelas terlihat dapat dibedakan menjadi :

1. Herbaceus
Herbaceus merupakan batang basah, yaitu batang yang lunak dan berair, ini
merupakan tumbuhan yang biasanya beradaptasi pada kondisi tanah yang lembab dan tidak
dapat tumbuh pada tanah yang kering.Misalnya bayam ( Amaranthus spinosus ) dan krokot (
Portulaca oleracea ).

2. Lignosus

Lignosus merupakan batang berkayu yang keras dan kuat. Ini terdapat pada pohon-
pohon ( abores ) dan semak-semak ( frutices ). Pohon adalah tumbuhan yang tinggi besar dan
bercabang jauh dari permukaan tanah. Contoh pohon : mangga ( Mangifera indica ).
Sedangkan semak adalah tumbuhan yang tidak begitu besar dan bercabang dekat dengan
permukaan tanah bahkan di dalam tanah.Contoh semak : sidaguri ( Sida rhombifolia )

3. Calmus

Calmus merupakan batang rumput, mempunyai batang yang tidak keras, mempunyai
ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Tumbuhan ini beradaptasi pada habitat yang
berair bahkan berlumpur. Contoh : padi ( Oryza sativa ) dan rumput ( Gramineae ).

4. Calamus

Calamus merupakan batang mendong, seperti batang rumput tetapi mempunyai ruas-
ruas yang lebih panjang. Contoh : mendong ( Fimbristylis globulosa ) dan teki ( Cyperus
rotundus ).

Tumbuhan ada yang mempunyai caudex (pangkal batang di dalam tanah), di daerah panas
pada musim kering dapat digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri. Contohnya
pada tumbuhan valerian dan klembak , bagian yang di atas tanah seringkali mati tetapi bagian
yang di dalam tanah masih hidup, jika musim baik telah tiba, akan bertunas menghasilkan
tumbuhan yang baru.

Telah dijelaskan bahwa adaptasi batang dapat melibatkan perubahan struktur tubuh
tumbuhan. Antara lain perubahan struktur jaringan, bentuk batang yang tidak pada umumnya,
serta ditemukannya bagian-bagian baru dari batang. Berikut beberapacontoh adaptasi batang,
diantaranya berdasarkan tempat hidup tumbuhan tersebut.

Pada Tanaman Hidrofita


Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) mempunyai batang berongga yang berisi udara.
Rongga udara ini berfungsi sebagai organ yang mendukung enceng gondok beradaptasi
dengan lingkungan air sebagai habitat hidupnya. Dengan adanya rongga udara pada batang
ini, tanaman enceng gondok dapat mengapung di atas permukaan air, sedangkan akarnya
masih terdapat dalam air. Dengan kondisi yang seperti ini, akar dapat menyerap air, batang
membantu daun dalam proses transpirasi, dan daun berfotosintesis.

Pada tanaman Xerofit,

Sesuai habitat hidupnya, tanaman Xerofit seperti kaktus yang hidup di tempat yang
kekurangan air, mempunyai tubuh batang yang berdaging tebal yang berfungsi untuk
menyimpan air. Sifat batang tanaman ini adalah basah, terdapat duri yang merupakan
modifikasi daun dan lapisan lilin yang berfungsi untuk mengurangi penguapan air. Selain
batang yang berdaging tebal, kaktus juga memiliki akar yang panjang dan besar.

Selain yang telah diuraikan di atas, batang dapat melakukan adaptasi dengan melakukan
modifikasi pada permukaan batangnya, antara lain sebagai berikut :

1. Berambut ( Pilosus )

Ini seperti pada tumbuhan tembakau ( Nicotiana tabacum ).

2. Berduri ( Spinosus )

Contohnya pada Mawar ( Rosa sp ), Bougenville, dan Putri Malu ( Mimosa pudica ),
melindungi diri dengan batangnya yang berduri. Duri pada batang ini merupakan
pennjelmaan batang atau dahan, yang berfungsi sebagai alat perlindungan diri dari
pemangsa. Ini berbeda dengan duri yang ada pada kaktus, pada kaktus duri ditujukan untuk
mengurangi penguapan, karena kaktus merupakan tumbuhan yang hidup pada daerah
kekurangan air.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Morfologi Batang. Akses Internet :


http://ilmubiologi.com/2011/04/morfologi_batang.html Akses 1 Maret 2014/ 12.00 PM

Anonim. 2012. Bentuk Adaptasi Batang. Morfologi Tumbuhan. Akses Internet :


http://ilmubiologi.com/2011/04/morfologi_batang.html Akses 1 Maret 2014/ 12.45 PM

Maria, M. 2012. Bentuk-Bentuk Batang. Akses Internet :


http://ilmubiologi.com/2011/04/bentuk_bentuk_batang.html Akses 1 Maret 2014/ 01.10 PM

Hidajat, Estiti B. 1994. Morfologi Tumbuhan. Fakultas MIPA. Jurusan Biologi. ITB.
Bandung

Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan, Yogyakarta: Universitas Gadjah


Mada.
DAFTAR ISI

1. Struktur Morfologi Batang.....................................................................


1.1 Batang Tumbuhan Herba.............................................
1.2 Batang Tumbuhan Berkayu............................................
1.3 Perbedaan Batang Monokotil dan
Dikotil.......................................................................................
1.4 Fungsi Batang........................................................................
1.5 Jenis-Jenis Batang
2. Modifikasi Bentuk Batang...............................................................
3. Adaptasi Morfologi Bentuk Batang...................................................................