Anda di halaman 1dari 10

AWAN

12.1 AWAN TETES


Awan adalah suatu kumpulan partikel air yg tampak di atmosfer. Awan tetes adalah awan
sebagian besar partikelnya terdiri dari tetes air, sedangkan awan yg sebagian besar partikelnya
terdiri dari kristal es disebut awan es (14.1). Tetes awan umumnya berjari2 antara 5 sampai 10 𝜇𝑚,
dg proses tumbukan & penggabungan dpt menjadi tetes hujan yg mempunyai jari2 ± 1000 𝜇𝑚.

12.2 AWAN ES
Pada troposfer, terdapat ketinggian dimana suhu < titik beku. Disini, tetes awan tdk langsung
membeku jadi kristal semuanya. Tetes air yg masih dapat berwujud tetes < titik beku= tetes air
kelewat dingin. Mulai suhu -400C tetes air semuanya membeku.
Bentuk awan es tampak sbg jejak-jejak kristal es / jejak sirus tanpa awan induk yg terdiri dari
tetes kelewat dingin. Kristal es > lambat menguap daripada kristal air, maka dalam udara tak
jenuh bag luar dari awan tetes tetap menguap > cepat daripada bag luar dari awan es.
Percampuran awan es & udara di sekitarnya menyebabkan perluasan awan yg menampakkan
tepi awan es kabur / tidak tegas.

12.3 BENTUK DASAR dan PERAWANAN


3 bentuk dasar awan yaitu bentuk berserat (sirus), lapisan (stratus), & gumpalan (kumulus).
Bentuk berserat disebabkan o/ kristal es yg jatuh, bentuk lapisan karakteristik dari awan yg
pertumbuhannya berlangsung horizontal. Bentuk gumpalan disebabkan o/ pertumbuhan vertical
yg sangat besar pd konveksi lokal. Disamping itu digunakan pula kata latin nimbus = awan hujan
& alto = tinggi. U/ penamaan awan digunakan pula gabungan sirus, stratus, &kumulus.

12.4 PENGGOLONGAN AWAN

Name of cloud Conventional Average


Cloud types Notes
types symbols heights
Low clouds Stratus St 800 m High fogs
(average higher level Nimbostratus Ns 1000 m Heavy showers
2000m; average lower level
near the soil) Stratocumulus Sc 1500 m
Average clouds Altocumulus Ac 3500 m
(average higher level
6000m; average lower level Altostratus As 4000 m
2000m)
High clouds Cirrocumulus Cc 7000 m
(average lower level Membentuk halo (lingkaran
Cirrostratus Cs 8000 m
6000m) cahaya)
Cirrus Ci 9000 m Tidak menutupi matahari
Awan dibentuk dari
Cumulus Cu 18000 m
Vertical clouds kenaikan udara
Awan dibentuk dari
Cumulonimbus Cb 20000 m
kenaikan udara

Penggolongan awan didasarkan pada 10 golongan utama yang disebut genus. Setiap genus tdk
saling bersangkutan, yg artinya tiap awan hanya termasuk salah satu genus saja. Ke-10 genus
tersebut adalah
Sirus Nimbostratus
Sirokumulus Stratokumulus
Sirostratus Sratus
Altokumulus Kumulus
Altostratus Kumulonimbus
Tiap genus awan dibagi menjadi beberapa jenis awan (berdasarkan keistimewaan bentuk,
dimensi, & struktur masing2) & jenis awan dapat dibagi lagi menjadi varitas awan (berdasarkan tata
letak unsur makroskopik awan & ketransparanannya). Satu awan hanya dapat menyandang satu
jenis akan tetapi dapat menyandang beberapa varitas.

12.5 AWAN PENYERTA dan AWAN INDUK


Tubuh utama suatu awan dpt disertai suatu bentuk khusus yg berkaitan dgn awan tersebut.
Bentuk & awan khusus yg menyertai tadi masing2 disebut bentuk tambahan & awan penyerta.
Keduanya dapat hadir bersama2 lebih dari satu.
Awan yg kita amati dapat berasal/dihasilkan o/ perkembangan awan lain yg disebut awan
induk. Ex : Stratokumulus kumulogenitus berarti Stratokumulus yg berasal / hasil dari
perkembangan awan kumulus.

12. 6 GENUS AWAN


Sirus
Sirus didefinisikan sbg awan yg tampak tersusun dr serat lembut & halus berwarna putih
mengkilat tanpa bayangan sendiri. Sirus dapat berbentuk lurus, melengkung tak teratur/ tampak
kusut yg dinamakan fibratus. Jenis unsinus berbentuk koma/kail yg mata kailnya menghadap ke
atas. Jenis spisatus berbentuk kumpulan serat yg rapat & mampat. Jenis mammatus menyerupai
dada wanita.
Sirus terdiri dari kristal es. Gejala optiknya disebabkan o/ pemantulan, pembiasan, &
penghamburan cahaya o/ kristal-kristal es. Awan Sirus berkembang dari kristal es yg jatuh dari
Sirokumulus / dari pembentangan bag atas Kumulonimbus. Sirus dapat pula terjadi dari
penguapan bag yg tipis dari Sirostratus.

Sirokumulus
Sirokumulus adalah lapisan awan yg tampak terdiri dari unsur kecil sekali menyerupai butir
padi-padian yg berwarna putih tanpa bayangan seperti sirus. Lapisan awan ini dpt seragam &
meliputi bag langit yg cukup luas, jenis ini disebut stratiformis. Awan Sirokumulus dapat
berbentuk lonjong/lensa yakni dari jenis lentikularis. Jenis undulatus tersusun dari beberapa
baris sejajar yg menyerupai gulungan ombak. Sirokumulus dapat dibedakan dari altokumulus
karena unsur2nya lebih kecil & tanpa bayangan.
Nama Sirokumulus hanya dapat digunakan bila
- awan yg diamati jelas berkaitan dg Sirus /Sirostratus
- awan yg diamati terjadi dari Sirus / Sirostratus
- awan yg diamati mempunyai cirri/tanda yg menunjukan bahwa awan tsb terdiri dari kristal es.

Sirostratus
Sirostratus adalah awan yg tampak seperti tirai kelambu halus keputih-putihan yg tdk
mengaburkan tepi matahari / bulan yg ada di baliknya tapi menghasilkan gejala halo. Jenis
fibratus mempunyai jaringan serat & jenis nebulosus menyerupai tirai asap yg merata/kabut.
Sirostratus terutama terdiri dari kristal es & dapat terbentuk dari Sirus / Sirokumulus. Selain
itu dapat jg terjadi dari pembentangan bagian atas / inkus dari Kumulonimbus. Sirostratus dapat
dibedakan dari Sirus karena Sirostratus berbentuk tirai (biasanya) & mempunyai ukuran yg luas.
Altokumulus
Altokumulus adalah lapisan awan berwarna putih/kelabu yg terdiri dari unsur-unsur
berbentuk bulatan terpipih. Jenis stratiformis berbentuk lapisan yg cukup luas & seragam. Jenis
lentikularis berbentuk lensa yg pinggirannya tajam & tegas. Jenis mammatus menyerupai dada
wanita. Altokumulus dg ketransparanan termasuk varitas translusidus, sedangkan yg tdk
transparan adalah varitas opakus.

Altostratus
Altostratus didefinisikan sbg lapisan awan yg tampak berserat /seragam tapi berwarna
kelabu / kebiru-biruan menutupi sebagian / seluruh langit.
Altostratus terdiri dari air & kristal es. Jenis mammatus menyerupai dada wanita. Awan ini
jg mengandung tetes hujan & dpt menimbulkan gejala virga yg tampak sbg garis sejajar yg
keluar dari dasar awan yg disebabkan tetes hujan yg jatuh dari awan tapi tdk mencapai
permukaan bumi. Selain itu dapat jg menyebabkan presipitasio, curahan berupa hujan ringan yg
terus menerus. Awan ini memiliki varitas translusidus & opakus.

Nimbostratus
Nimbostratus adalah lapisan awan yg seragam, luas berwarna kelabu tua, sering terdapat
koyakan awan di bawahnya yg saling terpisah maupun bersambung. Nimbostratus dpt
menyebabkan matahari tdk terlihat, selain itu curahannya bisa berupa virga maupun
presipitasio. Nimbostratus tidak memiliki jenis maupun varitas.

Stratokumulus
Stratokumulus didefinisikan sbg lapisan awan yg terdiri dari unsur brp bulatan pipih/bulatan
panjang terpipih berwarna kelabu dg bag yg > gelap. Stratocumulus yg seragam & meliputi bag
langit yg luas termasuk jenis stratiformis. Jenis mammatus menyerupai dada wanita. Jenis
lentikularis menyerupai lensa. Stratocumulus terdiri dari tetes awan & kadang2 mengandung
pula tetes hujan. Awan ini kadang-kadang disertai curahan yg berupa hujan berintensitas kecil.
Awan ini memiliki varitas translucidus maupun opakus.

Stratus
Stratus didefinisikan sbg awan rendah yg seragam & umumnya berwarna kelabu tetapi tdk
menyentuh permukaan bumi. Stratus terdiri dari tetes awan yg kecil. Stratus yg tebal sering
terdiri dari tetes hujan. Stratus menimbulkan gejala halo. Stratus yg terkoyak = jenis fraktus.

Kumulus
Kumulus adalah awan yg umumnya kelihatan mampat & berbentuk gumpalan yg
menjulang.
Ukuran vertikal kumulus dapat kecil & tampak seperti tertindih. Jenis ini disebut humilis.
Jenis kongestus memiliki ukuran vertikal yg sangat tinggi dg bag atas berupa tonjolan2. Kumulus
yg pinggirannya terkoyak-koyak merupakan jenis fraktus.
Kumulus terutama terdiri dr tetes air. Kristal es dpt terjadi di bagian awan yg suhunya < 0ºC.

Kumulonimbus
Kumulonimbus adalah awan yg tampak berat & mampat, menjulang tinggi sekali
menyerupai gumpalan yg besar.Kumulonimbus terdiri dari tetes awan & di bag atas terdapat es.
Kumulonimbus mengandung pula tetes hujan yg besar. Bentuk tambahan arkus (busur),
presipitasio, virga, inkus (landasan). Awan ini tdk memiliki varitas. Dalam perkembangannya, yg
bermula dari Kumulus, Kumulonimbus mulai kehilangan tonjolan & ketegasan/ketajaman garis
batas pada puncaknya. Kumulonimbus seperti ini termasuk jenis kalvus. Sedangkan yg berserat
halus menyerupai paron/landasan disebut jenis kapilatus. Juga ada yg berjenis mammatus.
GENUS JENIS
NAMA SINGKATAN NAMA SINGKATAN
Sirus Ci fibratus Fib
Sirokumulus Cc unsinus Unc
Sirostratus Cs spisatus Spi
Altokumulus Ac stratiformis Str
Altostratus As nebulosus Neb
Nimbostratus Ns lentikularis Len
Stratokumulus Sc humilis Hum
Kumulus Cu mediokris Med
Kumulonimbus Cb fraktus fra
kongestus con
BENTUK TAMBAHAN/ AWAN PENYERTA kalvus cal
NAMA SINGKATAN kapilarus cap
inkus inc
mamatus mam VARITAS
presipitasio pra NAMA SINGKATAN
virga Vir translusidus tr
arkus Arc opakus Op
undulatus Un

ISTILAH SUMBER
ISTILAH KATA ASAL (LATIN) ARTI KATA ASAL
(INGGRIS)
arkus Arcus Arcus Busur
fibratus Fibratus Fibratus Berserat
fraktus Fractus Fractus Pecahan
genitus Genitus Genitus Generasi
humilis Humilis Humilis dekat tanah, ukuran kecil
inkus Incus Incus landasan, paron
kalvus Calvus Calvus botak, gundul
kapilatus Capillatus Capillatus Berambut
kongestus Congestus Congestus Penumpukan
Kumulus Cumulus Cumulus Pergumpalan
lentikuraris Lenticularis Lenticularis seperti lensa
mamatus Mamma Mama dada wanita
mediokris Mediocris Mediocris sedang, menengah
nebulosus Nebulosus Nebulosus tertutup kabut, samar2
nimbus Nimbus Nimbus awan hujan
opakus Opacus Opakus rapat, tebal
presipitasio Praecipitatio Praecipitatio Curahan
Sirus Cirrus Cirrus Rambut
spisatus Spissatus Spissatus Mampat
stratiformis Stratiformis Stratiformis bentuk lapisan
Stratus Stratus Stratus Lapisan
translusidus Translucidus Translucidus transparan, jernih
undulatus Undulatus Undulatus Berombak
unsinus Uncinus Uncinus kail, mata kail
virga Virga Virga garis garis di langit

Keterangan : Menurut kesepakatan internasional nama & singkatan genus diawali dgn huruf kapital sedangkan nama
& singkatan jenis, varitas dan bentuk tambahan tidak diawali huruf kapital.
Sirus
lentikularis

castellanus
Sirostatus

Sirokumulus undulatus

Stratokumulus
Altostratus

Nimbostratus
Altokumulus
Stratus
Kumulonimbus

Kumulus
mammatus

humilis

fraktus

mediokris (perluasan vertikal)

translusidus

kongestus pileus
fibratus

arkus

incus
12 .7 AWAN KONVEKTIF

Jika parsel udara dapat naik sampai mencapai kelembapan relatif 100% maka awan cumulus akan
tumbuh. Dg pengukuran radiosonde dapat ditentukan ketinggian dasar awan berdasarkan diagram
termodinamika meteorologi yaitu diagram skew T-log p atau emagram.

Fasa sel awan Cumulus

- Pertama, adalah tingkat cumulus, ditandai dg arus udara ke atas (updraft) di seluruh awan sel. Makin
banyak uap air makin banyak awan yg terbentuk akibat kondensasi.
- Kedua, adalah tingkat masak (mature), ditandai dg adanya gerakan arus udara ke atas & gerakan
arus udara ke bawah (downdraft). Terjadi hujan akibat gaya seret saat arus udara ke bawah. Udara
pada tingkat ini terasa dingin.
- Ketiga, adalah tingkat disipasi (pelenyapan), ditandai dg adanya gerakan arus udara ke bawah yg
lemah di seluruh sel awan. Terjadi kerusakan arus udara ke atas, maka awan kehilangan sumber uap
air sehingga sel awan akhirnya akan mati & meninggalkan bekas sisa awan.

Pertumbuhan Awan Konvektif Akibat Lapisan Inversi

Didalam atmosfer, terdapat lap.inversi. Lapisan


ini stabil & sulit ditembus o/ awan yg sedang tumbuh.
Jika lapisan inversi lemah & gerakan arus udara
ke atas awan Cumulus kuat maka awan ini dpt
tumbuh menjulang ke atas menembus lapisan inversi
yg stabil, disebut awan cerobong (chimney cloud).
Awan cerobong ukuran vertikalnya > horizontal. Jika lapisan inversi cukup kuat, maka awan cumulus
tampak seperti balok, karena pertumbuhan ujung awan ini patah oleh adanya inversi yg kuat,
sehingga puncak awan menjadi dempak.

TIPE TIPE HUJAN

1. Hujan konvektif (zenithal)


Hujan yg terjadi akibat naiknya massa udara panas karena pemanasan
matahari, mengalami pendinginan, kondensasi, lalu jatuh sbg hujan.
Bersifat lokal, hebat & tidak lama. Tidak cocok u/ pertumbuhan
tanaman karena akan hilang dalam bentuk arus permukaan. Umumnya
sore setelah pemanasan maks (14.00 – 15.00). Daerah tropis 2x setahun, daerah 23,50 LU/LS 1x
setahun
2. Hujan orografis
Hujan yg terjadi akibat udara naik pegunungan

3. Hujan frontal
Hujan yg terjadi akibat pertemuan dua massa udara yg berbeda sifat fisisnya

4. Hujan musim
hujan yg telah terjadi di daerah musim. Ex: P.Jawa yg hanya mengalami hujan 1x ± oktober-april
5. Hujan siklon
Hujan yg terjadi di daerah sedang. Angin daerah sedang selalu disertai hujan sebab didaerah
siklon udara naik ke atas dan menjadi dingin

6.3 POLA CURAH HUJAN INDONESIA


a. Pola Monsun
Dipengaruhi mosun barat & mosun timur
Jawa, bali, nusa tenggara
b. Pola ekuatorial
Curah hujan maks setelah ekuinoks 21 maret & 23 September
Sumatera dan kalimantan
c. Pola lokal
Kebalikan dari pola monsun. Ex: Ambon, papua, maluku