Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN

PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kota Bandung saat ini telah tumbuh menjadi salah satu kota besar di Indonesia,
yang ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan kawasan terbangun.
Lebih dari 60% dari tata guna lahan kota Bandung merupakan lahan terbangun dan
konsentrasi pembangunan terbesar masih pada pusat kota lama yang terletak di wilayah
Bandung bagian barat.
Saat ini, hampir semua kegiatan perkotaan ada di Wilayah Bandung bagian Barat,
antara lain pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, perkantoran, perumahan dan
pelayanan perkotaan. Peningkatan intensitas kegiatan ini seiring dengan fungsi kota
sebagai kota wisata. Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah wisatawan ke Kota
Bandung baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Data Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyebutkan bahwa hingga
bulan September 2011 saja sudah tercatat sebanyak 3.917.390 orang wisatawan
berkunjung ke Kota Bandung. Angka itu mengalami kenaikan sekitar 12 persen dari target
tahun 2010 yang mencapai 3.322.752 orang. Jumlah kunjungan wisatawan tersebut akan
semakin bertambah setiap tahunnya seiring dengan kemudahan akses menuju Kota
Bandung. Wisatawan yang datang ke Kota Bandung pada umumnya bertujuan untuk
mengunjungi objek wisata belanja dan kuliner yang sebagian besar terletak di wilayah
Bandung bagian barat.
Salah satu strategi yang dirasakan sangat signifikan untuk mengurangi intensitas
kegiatan dan kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota lama dan sekitarnya adalah
memindahkan pusat pemerintahan Kota Bandung ke wilayah lain di Kota Bandung.
Strategi ini dirasakan sangat tepat mengingat pusat pemerintahan merupakan salah satu
zona dengan intensitas kegiatan yang tinggi. Selain itu, keberadaan pusat pemerintahan
di kawasan padat ini sudah sangat tidak efisien, jumlah pegawai yang semakin
bertambah, kebutuhan parkir yang tinggi sedangkan lahan terbatas. Faktor lain adalah

I-1
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

lokasi pusatnya yang berjauhan dengan kantor-kantor pemerintahan lainnya di Kota


Bandung sehingga menghambat koordinasi dalam rangka meningkatkan produktifitas
kerja.
Saat ini perkantoran pemerintahan Kota Bandung tersebar di beberapa lokasi
antara lain: Jalan Wastukancana, Jalan Cianjur, Jalan Tamansari, Jalan Sadang Serang,
Jalan Ambon, Jalan Kawaluyaan, Jalan Leuwi Panjang dan Jalan Ahmad Yani. Hal ini
mendasari wacana pemindahan pusat pemerintahan Kota Bandung sebagai salah satu
upaya pengumpulan perkantoran pemerintahan dalam satu lokasi.
Berdasarkan Perda RTRW Kota Bandung No. 18 Tahun 2011 ditetapkan pusat
primer ke-2 Kota Bandung yaitu di Kawasan Gedebage yang terletak di Wilayah Bandung
bagian timur. Sebagai salah satu pusat kota di Bandung, pengembangan Wilayah
Gedebage masih belum terlaksana secara optimal. Strategi pemindahan pusat
pemerintahan Kota Bandung sangat bersinergi dengan rencana pengembangan
Gedebage. Dengan adanya pusat pemerintahan di Gedebage ini diharapkan menstimulan
pembangunan infrastruktur dan sarana perkotaan di kawasan ini.
Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauhmana kelayakan penempatan pusat
pemerintahan Kota Bandung di Gedebage maka Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya
memfasilitasinya dengan pekerjaan “Penyusunan FS Pemindahan Pusat
Pemerintahan ke Gedebage”.

1.2 DASAR HUKUM


 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/ 2010 tentang Tentang Pedoman
Revitalisasi Kawasan
 Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung.
 Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 7 Tahun 2000 tentang Pusat Inti Kota
Bandung
 Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031.
 Raperda RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kawasan) Kota Bandung Tahun 2011-
2031
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 41/PRT/M/2007 tentang Kriteria Teknis
Kawasan Budidaya

I-2
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman


Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
 Standar-standar teknis lainnya yang berlaku di Indonesia.

1.3 MAKSUD, TUJUAN, DAN SASARAN


1.3.1 Maksud
Maksud dilakukannya kajian ini adalah:
 Mengidentifikasi permasalahan kota dan kemungkinan reorientasi pengembangan
kota
 Mengetahui kelayakan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Gedebage
 Merumuskan skenario pemindahan pusat pemerintahan ke Gedebage sebagai bagian
dari pengembangan pusat kota Bandung

1.3.2 Tujuan
Tujuan dari kajian ini adalah:
 Mengidentifikasi permasalahan kota dan kemungkinan reorientasi arahan
pengembangan kota
 Mengkaji kelayakan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Gedebage yang
mencakup aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan teknis
 Memberikan gambaran wujud pusat pemerintahan di Gedebage

1.3.3 Sasaran
Sasaran dari kajian ini adalah sebagai berikut:
1. Teridentifikasinya permasalahan kota, termasuk kurang berkembangnya kawasan
Gedebage;
2. Teridentifikasinya kondisi fisik, sosial dan ekonomi kawasan;
3. Teridentifikasinya potensi internal dan eksternal kawasan dalam lingkup kawasan dan
Kota Bandung secara keseluruhan;
4. Terwujudnya image baru kawasan (re-branding);
5. Teridentifikasinya program pembangunan sarana, prasarana dan utilitas serta
anggaran pembangunan;
6. Teridentifikasinya kelayakan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Gedebage
dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan teknis;
7. Teridentifikasinya dampak lingkungan terhadap pembangunan kawasan;
8. Terwujudnya ilustrasi pembangunan fisik kawasan berdasarkan hasil studi kelayakan.

I-3
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

1.4 RUANG LINGKUP


1.4.1 Ruang Lingkup Lokasi
Wilayah kajian “Penyusunan FS Pemindahan Pusat Pemerintahan Ke
Gedegage”. Secara administratif kawasan perencanaan termasuk Kelurahan Cisaranten
Kidul (Kecamatan Gedebage).

1.4.2 Lingkup Materi


Ruang lingkup Penyusunan Feasibility Study dalam pelaksanaan pekerjaan
meliputi aspek teknis dan non teknis kawasan perencanaan; aspek sosial ekonomi
masyarakat di kawasan studi, dan rancang bangun kawasan. Ruang lingkup pekerjaan
secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Lahan
Kepastian secara hukum fungsi, status dan kepemilikan serta luas lahan yang akan
direncanakan dalam konteks pembangunan pusat pemerintahan serta kondisi lahan di
sekitarnya
2. Prasarana, Sarana dan Utilitas
Kebutuhan pengembangan prasarana, sarana dan utilitas untuk mendukung
pembangunan pusat pemerintahan di lokasi serta keterkaitannya dengan sistem
pelayanan kawasan yang sudah ada
3. Sosial Ekonomi Kemasyarakatan
Identifikasi dan analisa data sosial ekonomi kemasyarakatan di lokasi dan kawasan
sekitarnya
4. Kelayakan Pembiayaan Pembangunan
Biaya pembangunan dan kelayakan investasi untuk jangka menengah dan jangka
panjang
5. Aspek Kelembagaan
Identifikasi dan analisa kelembagaan
6. Perencanaan Kawasan dan Massa Bangunan
Pembuatan ilustrasi perencanaan kawasan dan massa bangunan untuk dijadikan
acuan pada proses perencanaan/pengembangan desain selanjutnya.

I-4
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

1.5 METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN


Metodologi mencakup pendekatan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan,
prosedur pengumpulan data, tahapan pekerjaan dan metode analisis. Berdasarkan ruang
lingkup sebagaimana dikemukakan di atas, pendekatan pelaksanaan pekerjaan ini
dilakukan atas dasar kaidah dan ketentuan yang lazim dilakukan dalam penyusunan studi
atau rencana, yaitu mulai dari tahapan identifikasi lokasi, potensi dan permasalahan di
lokasi studi, analisis dan pembahasan hingga penyusunan konsep rencana
pengembangan/pembangunan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Prosedur
pengumpulan data mencakup data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer harus
dilakukan melalui survey/observasi, wawancara dan kuesioner. Tahapan pelaksanaan
pekerjaan adalah sebagai berikut:
 Tahapan Identifikasi
Tahapan ini mencakup identifikasi lokasi, potensi dan permasalahan di lokasi studi
 Tahapan Analisis
Analisis mencakup analisis pasar (analisis terkait pasar: perdagangan, jasa, dll di
wilayah studi dan di Kota Bandung, permintaan dan masyarakat yang menjadi target);
analisis teknis (aspek bangunan, tapak, fasilitas dan hal-hal teknis lainnya terkait
dengan bangunan); dan analisis finansial (mencakup pembiayaan, sumber
pendanaan, analisis kelayakan dan resiko) .
 Tahapan Penyusunan Konsep Rencana
Pengembangan/Pembangunan Kawasan (mencakup blok plan kawasan, program
bangunan, pengelolaan dan kelembagaan)

1.6 KELUARAN PEKERJAAN


Hasil akhir dari pelaksanaan pekerjaan studi ini adalah adanya dokumen
“Feasibility Study Pemindahan Pusat Pemerintahan ke Gedebage” dengan keluaran
sebagai berikut:
1. Aspek legalitas, yang mencakup: status tanah, peraturan terkait peruntukan dan
bangunan
2. Aspek teknis, mencakup:
a. Aspek tapak (lokasi, kondisi lingkungan site sekitar; infrastruktur, utilitas dan
fasilitas publik; aksebilitas dan transportasi; luas lahan; karakteristik tapak; kondisi
dan perkembangan lingkungan sekitar; kendala pengembangan);

I-5
LAPORAN PENDAHULUAN
PENYUSUNAN FS PEMINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN KE GEDEBAGE

b. Aspek bangunan (tata bangunan, luas bangunan dan program ruang; fasilitas;
metode konstruksi; tahapan pembangunan; blok plan kawasan; dan ilustras
kawasan dan bangunan).
3. Aspek pasar, mencakup: tinjauan terhadap kegiatan ekonomi kawasan dan kota;
perkembangan jasa, perdagangan dan wisata yang terkait kawasan studi dan;
4. lingkup Kota Bandung;
5. Aspek keuangan, mencakup: pembiayaan kawasan; sumber pendanaan; asumsi
umum; proyeksi keuangan; dan analisa kelayakan;
6. Aspek kelembagaan;
7. Kesimpulan dan rekomendasi.

1.7 SISTEMATIKA PENYAJIAN


Penyusunan Laporan Pendahuluan dilakukan secara terstruktur guna
memudahkan pemahaman terhadap isi/ substansi dengan Sistematika Pembahasan
sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Mengandung penjelasan mengenai Latar Belakang Pekerjaan, Tujuan dan
Sasaran, Ruang Lingkup Lokasi, Materi dan Kegiatan, Metoda Pelaksanaan
Kegiatan, Keluaran Serta Sistematika Penyajian.
BAB 2 TINJAUAN Teori dan Kebijakan
Menjelaskan mengenai pedoman penyusunan terkait untuk dapat diaplikasikan
dalam kegiatan Penyusunan “Penyusunan FS Pemindahan Pusat
Pemerintahan Ke Gedebage”.
BAB 3 GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG
Menjelaskan pemahaman awal terhadap kondisi Kawasab Perencanaan yang
didapat dari telaah data-data awal yang berhasil dikumpulkan sebelum
pelaksanaan survey dilakukan.
BAB 4 PENDEKATAN & METODOLOGI
Berisikan penjelasan mengenai Pendekatan dan Metodologi yang dibutuhkan
dalam Penyusunan “Penyusunan FS Pemindahan Pusat Pemerintahan Ke
Gedebage”.
BAB 5 RENCANA KERJA
Menjelaskan mengenai organisasi pekerjaan dan rencana kerja yang digunakan
terkait dengan Penyusunan “Penyusunan FS Pemindahan Pusat Pemerintahan
Ke Gedebage”.

I-6