Anda di halaman 1dari 35

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah :
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
Alokasi Waktu : 4 Minggu x 2 Jam pelajaran @ 45 Menit

A. Kompetensi Inti
 KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
 KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
 KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar IPK
KIKD 1 1.1.1 Mengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa dalam
1.1. Mensyukuri nilai-nilai bentuk mempelajari dengan sungguh-sungguh
Pancasila dalam praktik materi tentang nilai-nilai Pancasila dalam
penyelenggaraan kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan negara sebagai pemerintahan Negara sebagai wujud rasa
salah satu bentuk pengabdian syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa 1.1.2 Mensyukuri dan mendukung perwujudan
Pancasila sebagai dasar Negara
KIKD 2 2.1.1 Mengedepankan kerangka praktik
2.1 Menunjukkan sikap gotong penyenggaraan pemerintah Negara sebagai
royong sebagai bentuk wujud mengamalkan nilai-nilai Pancasila
penerapan nilai-nilai Pancasila 2.1.2 Menghayati dan bersikap penuh tanggung
dalam kehidupan berbangsa jawab sesuai nilai-nilai Pancasila dalam
dan bernegara kehidupan sehari-hari;
2.1.3 Menghayati dan menghargai nilai-nilai yang
melekat dalam pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban warga negara sesuai
dengan Pancasila dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara
KIKD 3 3.1.1 Mengamati gambar /tayangan vidio/film dengan
3.1 Menganalisis Nilai-nilai penuh rasa syukur dan atau membaca dari
Pancasila dalam kerangka berbagai sumber (buku, media cetak maupun
praktik penyelenggaraan elektronik) nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
pemerintahan Negara praktik penyelenggaraan pemerintahan negara
3.1.2 Mendefinisikan tentang nilai-nilai Pancasila
dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.3 Mengidentifikasikan tentang nilai-nilai Pancasila
dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.4 Mengidentifikasi dan mengajukan pertanyaan
mendalam/dialektis dengan menggunakan high-
order-thinking skills (HOTS) tentang Nilai-nilai
Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.5 Mendeskripsikan tentang nilai-nilai Pancasila
dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.6 Mengklasifikasikan tentang nilai-nilai Pancasila
dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.7 Menemukan data dan informasi tentang nilai-
nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.8 Mengeksprolasi temuan data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.9 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
(Buku yang relevan, media masa,
memanfaatkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi)dengan penuh kejujuran dan
toleransi tentang Nilai-nilai Pancasila dalam
kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.10 Mentabulasikan hasil eksprolasi data dan
informasi tentang nilai-nilai Pancasila dalam
kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
3.1.11 Menganalisis tabulasi data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.12 Menganalisis dan menerapkan keputusan
bersama berdasarkan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari.
3.1.13 Menganalisis dan mendemonstrasikan langkah-
langkah untuk mewujudkan Pancasila sebagai
Dasar Negara
3.1.14 Menganalisis dan menyaji nilai-nilai Pancasila
terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak
dan pengingkaran kewajiban warga negara
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3.1.15 Menguraikan hasil analisa data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.16 Mengasosiasikan uraian data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
3.1.17 Menyimpulkan hasil asosiasi data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
KIKD 4 4.1.1 Menganalisis dan mempresentasikan hasil
4.1. Menyaji hasil analisis nilai-nilai analisis kerja kelompok tentangtentang Nilai-
Pancasila dalam kerangka nilai Pancasila dalam kerangka praktik
praktik penyelenggaraan penyelenggaraan pemerintahan Negara
pemerintahan Negara 4.1.2 Memverifikasi kesimpulan data dan informasi
tentang nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
4.1.3 Mempresentasikan hasil verifikasi data tentang
nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran mengunakan metode Discovery learning, Problem Based
Learning (PBL) siswa memahami Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin
dan kreatif (Integritas) selama proses pembelajaran

D. Materi pembelajaran
Fakta
 Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Konsep
 Sistem Pembagian Kekuasaan Negara

Prinsip
 Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian

Prosedur
 Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan
 Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah

E. Metode Pembelajaran
1) Pendekatan : Saintifik
2) Model Pembelajaran : Discovery learning, Problem Based Learning (PBL)
3) Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran

F. Media Pembelajaran
Media :
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 lembar penilaian
 Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.
 Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan, laboran, dan penutur nativ.

Alat/Bahan :
 Penggaris, spidol, papan tulis
 Laptop & infocus
 Audio: kaset dan CD.
 Audio-cetak: kaset atau CD audio yang dilengkapi dengan teks.
 Proyeksi visual diam: OUT dan film bingkai.
 Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.
 Audio visual gerak: VCD, DVD, dan W.
 Visual gerak: film bisu.
 Objek fisik: Benda nyata, model, dan spesimen.
 Komputer.

G. Sumber Belajar
 Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X,
Kemendikbud, tahun 2013 revisi 2016
 Pengalaman peserta didik dan guru

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 ( 2 x 45 menit )
Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
A. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin 15 Menit
dicapai:
 Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL 1. Stimulasi ( pemberian rangsangan) Literasi 90 Menit
 Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada topik materi
Sistem Pembagian Kekuasaan Kerja sama
Negaradengan cara : (Collaborative)
 Melihat (tanpa atau dengan
Alat)
 Menayangkan gambar /foto/
video yang relevan.
 Lembar kerja Sistem Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI Pembagian Kekuasaan (Critical thinking)
MANDIRI Negara
 Pemberian contoh-contoh
materi Sistem Pembagian
Kekuasaan Negarauntuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
 Kegiatan literasi ini dilakukan
di rumah dan di sekolah
dengan membaca materi dari Kerja sama
buku paket atau buku-buku Berpikir kritis
penunjang lain, dari internet/
materi yang berhubungan
dengan Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara
 Menulis rangkuman dari hasil
pengamatan dan bacaan Kerja sama
terkait Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara Berpikir kritis
 Pemberian materi Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negaraoleh guru.
 Penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar / global
tentang materi pelajaran
mengenai materi Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negara
2. Identifikasi Masalah
o Peserta didik menyimak
penjelasan Guru untuk
berdiskusi mengidentifikasi
masalah yang akan dibahas
tentang materi Sistem
Pembagian Kekuasaan Negara

3. Pengumpulan data
o Peserta didik berdiskusi
kelompok untuk menentukan :
o Lembar kerja materi Peserta
didik dengan materi / tema /
yaitu Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara
o Pemberian contoh - contoh
materi untuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
o Mengajukan pertanyaan
berkaiatan dengan Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negarayang telah disusun dalam
daftar pertanyaan kepada guru.

4. Pengolahan data
o Peserta didik dan guru secara
bersama - sama membahas
contoh dalam buku paket
mengenai materi Sistem
Pembagian Kekuasaan Negara
o Mencatat semua informasi
tentang materi Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negarayang telah diperoleh pada
buku catatan dengan tulisan yang
rapi dan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
o Peserta didik mengkomunikasi-
kan secara lisan atau
mempresentasikan materi
dengan rasa percaya diri
tentang materi Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negarasesuai dengan
pemahamannya.
o Saling tukar informasi tentang
materi Sistem Pembagian
Kekuasaan Negaradengan
ditanggapi aktif oleh peserta
didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi
kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah
yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

5. Pemeriksaan data
o Dua kelompok secara bergantian
melaporkan hasil kerja
kelompoknya untuk ditanggapi
oleh kelompok lain tentang
materi Perilaku keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil
sebagai implementasi dari
pemahaman Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara
MENGKONSTRUKSI
TERBIMBING 6. Penarikan kesimpulan
o Di bawah bimbingan pendidik,
peserta didik menyimpulkan isi
materi bahasan tentang Sistem
Pembagian Kekuasaan Negara
o Menyampaikan hasil diskusi
tentang materi Sistem
Pembagian Kekuasaan
Negaraberupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
o Mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal tentang
materi Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara
o Mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan
tentang materi Sistem Pembagian
Kekuasaan Negara dan
ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan.
B. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian 15
 Tugas menghapal materi Sistem Menit
Pembagian Kekuasaan Negara
 Menyampaikan rencana untuk
pembelajaran pertemuan yang akan Religiositas
datang
 Memberi penghargaan kepada satu
kelompok yang berhasil menjadi
HOTS
kelompok yang mempunyai jawaban
yang paling benar dan mampu bekerja
sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran
berikutnya.
 Doa dan penutup

Pertemuan Ke-2 ( 2 x 45 menit )


Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
C. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin 15 Menit
dicapai:
 Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL 1. Stimulasi ( pemberian rangsangan) Literasi 90 Menit
 Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada topik materi
Kedudukan dan Fungsi Kerja sama
Kementerian Negara Republik (Collaborative)
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementeriandengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan
Alat) Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI  Menayangkan gambar /foto/ (Critical thinking)
MANDIRI video yang relevan.
 Lembar kerja Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan
Lembaga Pemerintah Non
Kementerian
 Pemberian contoh-contoh
materi Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik Kerja sama
Berpikir kritis
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementerianuntuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
 Kegiatan literasi ini dilakukan Kerja sama
di rumah dan di sekolah
dengan membaca materi dari Berpikir kritis
buku paket atau buku-buku
penunjang lain, dari internet/
materi yang berhubungan
dengan Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan
Lembaga Pemerintah Non
Kementerian
 Menulis rangkuman dari hasil
pengamatan dan bacaan
terkait Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
 Pemberian materi Kedudukan
dan Fungsi Kementerian
Negara Republik Indonesia
dan Lembaga Pemerintah Non
Kementerianoleh guru.
 Penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar / global
tentang materi pelajaran
mengenai materi Kedudukan
dan Fungsi Kementerian
Negara Republik Indonesia
dan Lembaga Pemerintah Non
Kementerian
2. Identifikasi Masalah
o Peserta didik menyimak
penjelasan Guru untuk
berdiskusi mengidentifikasi
masalah yang akan dibahas
tentang materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian

3. Pengumpulan data
o Peserta didik berdiskusi
kelompok untuk menentukan :
o Lembar kerja materi Peserta
didik dengan materi / tema /
yaitu Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
o Pemberian contoh - contoh
materi untuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
o Mengajukan pertanyaan
berkaiatan dengan Kedudukan
dan Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementerianyang telah disusun
dalam daftar pertanyaan kepada
guru.

4. Pengolahan data
o Peserta didik dan guru secara
bersama - sama membahas
contoh dalam buku paket
mengenai materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
o Mencatat semua informasi
tentang materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementerianyang telah diperoleh
pada buku catatan dengan tulisan
yang rapi dan menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
o Peserta didik mengkomunikasi-
kan secara lisan atau
mempresentasikan materi
dengan rasa percaya diri
tentang materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementeriansesuai dengan
pemahamannya.
o Saling tukar informasi tentang
materi Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga
MENGKONSTRUKSI
Pemerintah Non
TERBIMBING
Kementeriandengan ditanggapi
aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga
diperoleh sebuah pengetahuan
baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat
pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

5. Pemeriksaan data
o Dua kelompok secara bergantian
melaporkan hasil kerja
kelompoknya untuk ditanggapi
oleh kelompok lain tentang
materi Perilaku keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil
sebagai implementasi dari
pemahaman Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian

6. Penarikan kesimpulan
o Di bawah bimbingan pendidik,
peserta didik menyimpulkan isi
materi bahasan tentang
Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
o Menyampaikan hasil diskusi
tentang materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non
Kementerianberupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
o Mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal tentang
materi Kedudukan dan Fungsi
Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
o Mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan
tentang materi Kedudukan dan
Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian
dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
D. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian
 Tugas menghapal materi Kedudukan
dan Fungsi Kementerian Negara
Republik Indonesia dan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian Religiositas
 Menyampaikan rencana untuk
pembelajaran pertemuan yang akan
datang
 Memberi penghargaan kepada satu HOTS 15
kelompok yang berhasil menjadi Menit
kelompok yang mempunyai jawaban
yang paling benar dan mampu bekerja
sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran
berikutnya.
 Doa dan penutup

Pertemuan Ke-3 ( 2 x 45 menit )


Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
E. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas 15 Menit
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin
dicapai:
 Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL 1. Stimulasi ( pemberian rangsangan) Literasi 90 Menit
 Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada topik materi Nilai-
nilai Pancasila dalam Kerja sama
Penyelenggaraan (Collaborative)
pemerintahandengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan
Alat)
 Menayangkan gambar /foto/
video yang relevan. Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI  Lembar kerja Nilai-nilai (Critical thinking)
MANDIRI Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahan
 Pemberian contoh-contoh
materi Nilai-nilai Pancasila
dalam Penyelenggaraan
pemerintahanuntuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb Kerja sama
 Kegiatan literasi ini dilakukan Berpikir kritis
di rumah dan di sekolah
dengan membaca materi dari
buku paket atau buku-buku
penunjang lain, dari internet/
materi yang berhubungan
dengan Nilai-nilai Pancasila Kerja sama
dalam Penyelenggaraan
pemerintahan Berpikir kritis
 Menulis rangkuman dari hasil
pengamatan dan bacaan
terkait Nilai-nilai Pancasila
dalam Penyelenggaraan
pemerintahan
 Pemberian materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahanoleh guru.
 Penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar / global
tentang materi pelajaran
mengenai materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahan
2. Identifikasi Masalah
o Peserta didik menyimak
penjelasan Guru untuk
berdiskusi mengidentifikasi
masalah yang akan dibahas
tentang materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan pemerintahan

3. Pengumpulan data
o Peserta didik berdiskusi
kelompok untuk menentukan :
o Lembar kerja materi Peserta
didik dengan materi / tema /
yaitu Nilai-nilai Pancasila
dalam Penyelenggaraan
pemerintahan
o Pemberian contoh - contoh
materi untuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
o Mengajukan pertanyaan
berkaiatan dengan Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahanyang telah disusun
dalam daftar pertanyaan kepada
guru.

4. Pengolahan data
o Peserta didik dan guru secara
bersama - sama membahas
contoh dalam buku paket
mengenai materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan pemerintahan
o Mencatat semua informasi
tentang materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahanyang telah
diperoleh pada buku catatan
dengan tulisan yang rapi dan
menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
o Peserta didik mengkomunikasi-
kan secara lisan atau
mempresentasikan materi
dengan rasa percaya diri
tentang materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahansesuai dengan
pemahamannya.
o Saling tukar informasi tentang
materi Nilai-nilai Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahandengan ditanggapi
aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga
diperoleh sebuah pengetahuan
baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat
pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
MENGKONSTRUKSI kebiasaan belajar dan belajar
TERBIMBING sepanjang hayat.

5. Pemeriksaan data
o Dua kelompok secara bergantian
melaporkan hasil kerja
kelompoknya untuk ditanggapi
oleh kelompok lain tentang
materi Perilaku keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil
sebagai implementasi dari
pemahaman Nilai-nilai Pancasila
dalam Penyelenggaraan
pemerintahan

6. Penarikan kesimpulan
o Di bawah bimbingan pendidik,
peserta didik menyimpulkan isi
materi bahasan tentang Nilai-
nilai Pancasila dalam
Penyelenggaraan pemerintahan
o Menyampaikan hasil diskusi
tentang materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan
pemerintahanberupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
o Mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal tentang
materi Nilai-nilai Pancasila dalam
Penyelenggaraan pemerintahan
o Mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan
tentang materi Nilai-nilai
Pancasila dalam
Penyelenggaraan pemerintahan
dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
F. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian
 Tugas menghapal materi Nilai-nilai
Pancasila dalam Penyelenggaraan
pemerintahan
 Menyampaikan rencana untuk Religiositas
pembelajaran pertemuan yang akan
datang
 Memberi penghargaan kepada satu
HOTS 15
kelompok yang berhasil menjadi
Menit
kelompok yang mempunyai jawaban
yang paling benar dan mampu bekerja
sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran
berikutnya.
 Doa dan penutup

Pertemuan Ke-4 ( 2 x 45 menit )


Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
G. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin 15 Menit
dicapai:
 Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL 1. Stimulasi ( pemberian rangsangan) Literasi 90 Menit
 Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada topik materi
Hubungan Struktural dan Kerja sama
Fungsional Pemerintah Pusat dan (Collaborative)
Daerahdengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan
Alat)
 Menayangkan gambar /foto/
video yang relevan. Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI  Lembar kerja Hubungan (Critical thinking)
MANDIRI Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah
 Pemberian contoh-contoh
materi Hubungan Struktural
dan Fungsional Pemerintah
Pusat dan Daerahuntuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
 Kegiatan literasi ini dilakukan Kerja sama
di rumah dan di sekolah Berpikir kritis
dengan membaca materi dari
buku paket atau buku-buku
penunjang lain, dari internet/
materi yang berhubungan
dengan Hubungan Struktural
dan Fungsional Pemerintah Kerja sama
Pusat dan Daerah
 Menulis rangkuman dari hasil Berpikir kritis
pengamatan dan bacaan
terkait Hubungan Struktural
dan Fungsional Pemerintah
Pusat dan Daerah
 Pemberian materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan
Daeraholeh guru.
 Penjelasan pengantar kegiatan
secara garis besar / global
tentang materi pelajaran
mengenai materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah
2. Identifikasi Masalah
o Peserta didik menyimak
penjelasan Guru untuk
berdiskusi mengidentifikasi
masalah yang akan dibahas
tentang materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah

3. Pengumpulan data
o Peserta didik berdiskusi
kelompok untuk menentukan :
o Lembar kerja materi Peserta
didik dengan materi / tema /
yaitu Hubungan Struktural dan
Fungsional Pemerintah Pusat
dan Daerah
o Pemberian contoh - contoh
materi untuk dapat
dikembangkan peserta didik,
dari media interaktif, dsb
o Mengajukan pertanyaan
berkaiatan dengan Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan
Daerahyang telah disusun dalam
daftar pertanyaan kepada guru.

4. Pengolahan data
o Peserta didik dan guru secara
bersama - sama membahas
contoh dalam buku paket
mengenai materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah
o Mencatat semua informasi
tentang materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan
Daerahyang telah diperoleh pada
buku catatan dengan tulisan yang
rapi dan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
o Peserta didik mengkomunikasi-
kan secara lisan atau
mempresentasikan materi
dengan rasa percaya diri
tentang materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan
Daerahsesuai dengan
pemahamannya.
o Saling tukar informasi tentang
materi Hubungan Struktural dan
Fungsional Pemerintah Pusat dan
Daerahdengan ditanggapi aktif
oleh peserta didik dari kelompok
lainnya sehingga diperoleh
sebuah pengetahuan baru yang
dapat dijadikan sebagai bahan
diskusi kelompok kemudian,
dengan menggunakan metode
ilmiah yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan
berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan
informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.

5. Pemeriksaan data
MENGKONSTRUKSI o Dua kelompok secara bergantian
TERBIMBING melaporkan hasil kerja
kelompoknya untuk ditanggapi
oleh kelompok lain tentang
materi Perilaku keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil
sebagai implementasi dari
pemahaman Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah

6. Penarikan kesimpulan
o Di bawah bimbingan pendidik,
peserta didik menyimpulkan isi
materi bahasan tentang
Hubungan Struktural dan
Fungsional Pemerintah Pusat dan
Daerah
o Menyampaikan hasil diskusi
tentang materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan
Daerahberupa kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat
dengan sopan.
o Mempresentasikan hasil diskusi
kelompok secara klasikal tentang
materi Hubungan Struktural dan
Fungsional Pemerintah Pusat dan
Daerah
o Mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan
tentang materi Hubungan
Struktural dan Fungsional
Pemerintah Pusat dan Daerah
dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
H. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian
 Tugas menghapal materi Hubungan
Struktural dan Fungsional Pemerintah
Pusat dan Daerah
 Menyampaikan rencana untuk Religiositas
pembelajaran pertemuan yang akan
datang
 Memberi penghargaan kepada satu
HOTS 15
kelompok yang berhasil menjadi
Menit
kelompok yang mempunyai jawaban
yang paling benar dan mampu bekerja
sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran
berikutnya.
 Doa dan penutup

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


 Penilaian Skala Sikap
 Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
 Bentuk penilaian : lembar pengamatan
 Instrumen penilaian : jurnal (terlampir)

 Pengetahuan
 Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan
 Bentuk tes : uraian
Instrumen Penilaian (terlampir)

 Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian :
 Praktik/Performence
 Fortofolio
Instrumen Penilaian (terlampir)

Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa
memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!
2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan
Lembaga Pemerintah Non Kementerian!
3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan!

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Nama Indikator yang Bentuk


Nilai Nilai Setelah
No Peserta Belum Tindakan Keterangan
Ulangan Remedial
Didik Dikuasai Remedial
1
2
3
4
5
6
dst

Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1. Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara yang relevan.
2. Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam
kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
4. Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.

.............……..,.....................

Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru Mata Pelajaran

…………………………… ……………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.

Catatan Kepala Sekolah


............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
Lampiran

Materi Pembelajaran

1. Nilai-Nilai Pancasila Dalam Praktek Penyelenggaraan Negara


Pancasila tidak akan bisa membumi jika hanya dijadikan mitos tanpa model praktis dalam
memecahkan masalah hidup masyarakat. Oleh karena itu, Pancasila perlu di kembangkan
sebagai metodologi hidup atau ideologi praktis. Pada saat ini tidak ada lembaga yang
menangani aplikasi Pancasila. Bahkan dalam pendidikan, Pancasila bukan menjadi
pelajaran wajib. Apabila Pancasila tidak lagi menjadi perhatian pemerintah maupun
masyarakat maka berarti telah sengaja meminggirkan Pancasila sebagai ideologi Negara.

 Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan


Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan
bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini
menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang
ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk
memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak
berlaku diskriminatif antarumat beragama.

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan
perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati
nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Nilai persatuan
indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk
membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan
Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman
yang dimiliki bangsa indonesia.

Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga
perwakilan. Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna
sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan
Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan
normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan.
Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai
instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan
perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber
nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan
dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.

 Nilai Falsafah Hidup


Pancasila sebagai falsafah hidup Bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang
bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya Bangsa Indonesia. Prinsip-prinsip yang
terdapat dalam Pancasila bersumber pada budaya dan pengalaman bangsa Indonesia
yang berkembang akibat usaha bangsa dalam mencari jawaban atas persoalan-
persoalan esensial yang menyangkut makna atas hakikat sesuatu yang menjadi bagian
dari kehidupan bangsa Indonesia.

 Nilai Ideologi
Ideologi negara dalam arti cita-cita negara memiliki ciri-ciri sebagai diantaranta
mempunyai derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
Mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia, pandangan hidup yang harus di
pelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi penerus bangsa, di
perjuangkan dan dipertahankan.

Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka. Hal ini dibuktikan dari adanya
sifat-sifat yang melekat pada Pancasila maupun kekuatan yang terkandung di dalamnya,
yaitu pemenuhan persyaratan kualitas tiga dimensi, yaitu dimensi realita, dimensi
idealisme, dan dimensi fleksibilitas.

Dimensi realita, yaitu bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut
secara nyata hidup di dalam serta bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah
masyarakat dan atau bangsanya menjadi volkgeits/jiwa bangsa). Dimensi idealisme,
yaitu bahwa nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi
harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik
kehidupan bersama sehari-hari. Dimensi fleksibilitas/dimensi pengembangan, yaitu
ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan merangsang
pengembangan pemikiran baru yang relevan dengan ideologi bersangkutan tanpa
menghilangkan atau mengingkari jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.

 Nilai Jiwa
Menurut Dewan Perancang Nasional, yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia
ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa
Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia
adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia
sepanjang masa.

Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh


kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan dan suasana
waktu sepanjang masa. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan
berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu, Tiongkok, Portugis, Spanyol,
Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan
berkembang. Mungkin di sana-sini, misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat
kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing, namun pada dasarnya
bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Bangsa Indonesia secara
jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila memperhatikan tiap sila dari
Pancasila, maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah
pencerminan dari bangsa .

Demikianlah, maka Pancasila yang gali dari bumi Indonsia sendiri salah satunya yaitu
merupakan Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan
corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa
Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari
bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang
lain bersifat universal, yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi
kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi
ciri khas bangsa Indonesia.

 Nilai Pandangan Hidup


Pengertian pandangan hidup adalah suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup,
dimana dengan aturan aturan yang di buat untuk mencapai yang di cita citakan.
Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan sarana ampuh untuk mempersatukan
bangsa Indonesia dan memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan
kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat yang beraneka ragam sifatnya. Manfaat
Pancasila sebagai pendangan hidup diantaranya :
 Kekokohan dan tujuan, setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh danmengetahui jelas
kearah mana tujuan yang ingin dicapai memerlukan pandangan hidup.
 Pemecahan masalah, dengan pandangan hidup suatu bangsa akan memandang
persoalan yang dihadapi dan menentukan cara bagaimana memecahkan persoalan.
 Pembangunan diri, dengan pandangan hidup suatu bangsa akan memiliki
pegangan dan pedoman bagaiman memecahkan masalah politik, ekonomi, social
dan budaya dalam gerak masyarakat yang makin maju dan akan membangun
dirinya.
 Pancasila sebagai isi pandangan hidup :
 Konsep dasar, dalam pandangan hidup terkandung konsep dasar ialah pikiran –
pikiran yang di dalamnya terkandung gagasan mengenai wujud kehidupan yang
dianggap baik yang dicita citakan suatu bangsa
 Pikiran dan gagasan, dalam pandangan hidup terkandung pula pikiran yang
terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap
baik
 Kristalisasi dan nilai, pandangan hidup adalah kristalisasi nilai yang dimiliki bangsa
itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk
mewujudkannya

2. Sistem Pembagian Kekuasaan Negara Republik Indonesia


Kekuasaan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar
melakukan tindakan-tindakan yang diperintahkannya. Apakah Negara mempunyai
kekuasaan? negara memiliki banyak kekuasaan. Kekuasaan negara merupakan
kewenangan Negara untuk mengatur seluruh rakyatnya untuk mencapai keadilan dan
kemakmuran, serta keteraturan. Apa saja kekuasaan negara itu? Kekuasaan negara banyak
macamnya. Menurut John Locke sebagaimana dikutip oleh Astim Riyanto dalam bukunya
yang berjudul Negara Kesatuan; Konsep, Asas, dan Aplikasinya (2006:273), kekuasaan
negara dibagi menjadi tiga macam yaitu:

 Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membuat atau membentuk undang-undang


 Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang,termasuk
kekuasaan untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap undangundang
 Kekuasaan federatif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan hubungan luar negeri.

3. Konsep Pembagian Kekuasaan di Indonesia


Dalam sebuah praktik ketatanegaraan sering terjadi pemusatan kekuasaan pada satu orang
saja, sehingga terjadi pengelolaan sistem pemerintahan yang dilakukan secara absolut atau
otoriter. Untuk menghindari hal tersebut perlu adanya pemisahan atau pembagian
kekuasaan, sehingga terjadi control dan keseimbangan diantara lembaga pemegang
kekuasaan. Dengan kata lain, kekuasaan legislatif, eksekutif maupun yudikatif tidak
dipegang oleh satu orang saja. Apa sebenarnya konsep pemisahan dan pembagian
kekuasaan itu? Mohammad Kusnardi dan Hermaily Ibrahim dalam bukunya yang berjudul
Pengantar Hukum Tata Negara (1983:140) menyatakan bahwa istilah pemisahan kekuasaan
(separation of powers) dan pembagian kekuasaan (divisions of power) merupakan dua istilah
yang memiliki pengertian berbeda satu sama lainnya. Pemisahan kekuasaan berarti
kekuasaan negara itu terpisah-pisah dalam beberapa bagian, baik mengenai organnya
maupun fungsinya. Setiap lembaga menjalankan fungsinya masing-masing. Contoh negara
yang menganut mekanisme pemisahan kekuasaan adalah Amerika Serikat.Mekanisme
pembagian kekuasaan negara dibagi dalam beberapa bagian (legislatif, eksekutif dan
yudikatif), tetapi tidak dipisahkan. Hal ini membawa konsekuensi bahwa diantara bagian-
bagian itu dimungkinkan ada koordinasi atau kerjasama. Mekanisme pembagian ini banyak
sekali digunakan oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Bagaimana konsep pembagian kekuasaan yang dianut Indonesia? Mekanisme pembagian


kekuasaan di Indonesia diatur sepenuhnya di dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Penerapan pembagian kekuasaan di Indonesia terdiri atas dua bagian, yaitu
pembagian kekuasaan secara horizontal dan pembagian kekuasaan secara vertikal.

A. Pembagian kekuasaan secara horizontal


Pembagian kekuasaan secara horizontal yaitu pembagian kekuasaan menurut fungsi
lembaga-lembaga tertentu (legislatif, eksekutif dan yudikatif). Berdasarkan UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, secara horizontal pembagian kekuasaan negara di
lakukan pada tingkatan pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Pembagian
kekuasaan pada tingkatan pemerintahan pusat berlangsung antara lembaga-lembaga
negara yang sederajat. Pembagian kekuasaan pada tingkat pemerintahan pusat
mengalami pergeseran setelah terjadinya perubahan UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Pergeseran yang dimaksud adalah pergeseran klasifikasi kekuasaan
negara yang umumnya terdiri atas tiga jenis kekuasaan (legislatif, eksekutif dan
yudikatif) menjadi enam kekuasaan negara, yaitu:
 Kekuasaan konstitutif, yaitu kekuasaan untuk mengubah dan menetapkan Undang-
Undang Dasar. Kekuasaan ini dijalankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 3 ayat (1)UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang menyatakan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang
mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.
 Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk menjalankan undang-undang dan
penyelenggaraan pemerintahan Negara. Kekuasaan ini dipegang oleh Presiden
sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 4 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang
kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.
 Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang-undang.
Kekuasaan ini dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat Sebagaimana ditegaskan
dalam Pasal 20 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk
undang-undang.
 Kekuasaan yudikatif atau disebut kekuasaan kehakiman, yaitu kekuasaan untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan
ini dipegang oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi sebagaimana
ditegaskan dalam Pasal 24 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
yang menyatakan bahwa Kekuasaan hakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah
Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan
peradilanumum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer,
lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.
 Kekuasaan eksaminatif/inspektif, yaitu kekuasaan yang berhubungan dengan
penyelenggaraan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab tentang
keuangan negara. Kekuasaan ini dijalankan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 E ayat (1) UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa untuk memeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa
Keuangan yang bebas dan mandiri.
 Kekuasaan moneter, yaitu kekuasaan untuk menetapkan dan melaksanakan
kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta
memelihara kestabilan nilai rupiah. Kekuasaan ini dijalankan oleh Bank Indonesia
selaku bank sentral di Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 D UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa negara memiliki
suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan, tanggung jawab, dan
indepedensinya diatur dalam undang undang. Penanaman Kesadaran Berkonstitusi.
Pada hakikatnya pemegang kekuasaan Negara di Indonesia adalah rakyat
Indonesia sendiri. Hanya karena kita menganut sistem perwakilan, kekuasaan yang
dimiliki oleh rakyat didelegasikan kepada pemerintah.

Sebagai rakyat Indonesia, kita harus mendukung setiap program dari pemerintah. Wujud
dukungan itu antara lain:
 Berpartisipasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan dengan cara
menyampaikan aspirasi kita kepada pemerintah.
 Mengkritisi dan mengawasi setiap kebijakan pemerintah
 Melaksanakan kewajiban sebagai rakyat Indonesia, seperti kewajiban membayar
pajak, kewajiban mendahulukan kepentingan Negara dibandingkan kepentingan
pribadi/ kelompok.

Pembagian kekuasaan secara horizontal pada tingkatan pemerintahan daerah


berlangsung antara lembaga-lembaga daerah yang sederajat, yaitu antara Pemerintah
Daerah (Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD). Pada tingkat provinsi, pembagian kekuasaan berlangsung antara Pemerintah
provinsi (Gubernur/wakil Gubernur) dan DPRD provinsi. Sedangkan pada tingkat
kabupaten/kota, pembagian kekuasaan berlangsung antara Pemerintah Kabupaten/Kota
(Bupati/wakil Bupati atau Walikota/wakil Walikota) dan DPRD kabupaten/kota.

B. Pembagian kekuasaan secara vertical

Pembagian kekuasaan secara vertikal merupakan pembagian kekuasaan menurut


tingkatnya, yaitu pembagian kekuasaan antara beberapa tingkatan pemerintahan. Pasal
18 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Negara
Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu
dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu
mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang. Berdasarkan
ketentuan tersebut, pembagian kekuasaan secara vertikal di negara Indonesia
berlangsung antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah (pemerintahan
provinsi dan pemerintahan kabupaten/kota). Pada pemerintahan daerah berlangsung
pula pembagian kekuasaan secara vertikal yang ditentukan oleh pemerintahan pusat.
Hubungan antara pemerintahan provinsi dan pemerintahan kabupaten/kota terjalin
dengan koordinasi, pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintahan Pusat dalam
bidang administrasi dan kewilayahan. Pembagian kekuasaan secara vertikal muncul
sebagai konsekuensi dari diterapkannya asas desentralisasi di Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Dengan asas tersebut, Pemerintah Pusat menyerahkan wewenang
pemerintahan kepada pemerintah daerah otonom (provinsi dan kabupaten/kota) untuk
mengurus dan mengatur sendiri urusan pemerintahan di daerahnya, kecuali urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, yaitu kewenangan yang
berkaitan dengan politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, agama, moneter
dan fiskal. Hal tersebut ditegaskan dalam Pasal 18 ayat (5) UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan Pemerintah daerah menjalankan otonomi
seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan
sebagai urusan Pemerintah Pusat.

Lampiran Instrumen Penilaian

A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP


a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-
hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan
langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Kode


No Nama Siswa
Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1 Handoyo 75 75 50 75 275 68,75 C
2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 =
400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00= Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik,
maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri.
Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan
terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan
dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan
merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh
guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Selama diskusi, saya ikut serta
1 50
mengusulkan ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi, setiap
2 anggota mendapatkan kesempatan 50
untuk berbicara. 250 62,50 C
Saya ikut serta dalam membuat
3 50
kesimpulan hasil diskusi kelompok.

4 ... 100

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100
= 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00= Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan
dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri.
Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan
tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format
penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
450 90,00 SB
1 Mau menerima pendapat teman. 100
2 Memberikan solusi terhadap 100
permasalahan.
Memaksakan pendapat sendiri
3 100
kepada anggota kelompok.
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif,
sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100
= 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00= Kurang (K)

B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN


a. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)
- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan

Skala Jumlah Skor Kode


No Aspek yang Dinilai
25 50 75 100 Skor Sikap Nilai
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancaran
4 Ekspresi
5 Penampilan
6 Gestur

- Penugasan
Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah
mengerjakan tugas rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan
untuk mendapatkan penilaian.

- Kisi-Kisi

Kls/ Btk No
Kompetensi Dasar IPK Materi Pokok Indikator Soal
Smt soal soal
3.1.1
3.1.2

RUBRIK DAN PEDOMAN PENSKORAN SOAL NOMOR 1

Soal Aspek yang Dinilai Skor


1 Peserta didik menelaah isi tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik 4
penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan sangat tepat
Peserta didik menelaah isi tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik 3
penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan tepat
Peserta didik menelaah isi tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik 2
penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan kurang tepat
Peserta didik menelaah isi tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik 1
penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan tidak tepat

b. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian
keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)

1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa

4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor
maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik

- Praktik/Performance
Materi No
Kompetensi Dasar IPK Pokok Indikator Soal Soa
l
1.
4.1.1.1 2.

4.1.2.1 3.

4.1.3.1 4.

4.1.3.2 5.

Soal :

1. Penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintahan pusat kepada daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus urusan pemerintahan disebut....
a. dekonsentrasi
b. desentralisasi
c. sentralisasi
d. tugas pembantuan
e. daerah otonom
Jawaban: b

2. Tokoh yang memperkenalkan teori trias politica berupa pemisahan kekuasaan legislatif,
eksekutif, dan yudikatif adalah....
a. Monstesquieu
b. John Locke
c. Afdi Afdian
d. Moh. Mahfud
e. Jimly Asshiddiqie
Jawaban: a

3. Mempunyai kekuasaan untuk menetapkan UUD 1945, melantik presiden serta mengubah
UUD 1945 merupakan tugas dari....
a. presiden
b. DPR
c. BPK
d. MPR
e. DPA
Jawaban: d

4. Tugas lembaga legislatif adalah.....


a. melaksanakan undang-undang
b. melakukan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain
c. membuat undang-undang
d. mengadili jika terjadi pelanggaran atas undang-undang
e. merevisi undang-undang
Jawaban: c

5. Lembga-lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman adalah....


a. presiden
b. DPR
c. BPK
d. MPR
e. Mahkamah Agung
Jawaban: e

6. Pemerintah daerah provinsi dipimpin oleh....


a. gubernur
b. bupati
c. DPRD
d. walikota
e. presiden
Jawaban: a

7. Menguji UU terhadap UUD 1945 merupakan wewenang....


a. DPR
b. MPR
c. MK
d. MA
e. Presiden
Jawaban: c

8. Angota BPK dipilih oleh....


a. DPR
b. MPR
c. MK
d. MA
e. Presiden
Jawaban: a
9. Pemerintahan daerah diatur dengan undang-undang, yaitu...
a. UU No. 32/2004
b. UU No. 3/2002
c. UU No. 34/2004
d. UU No. 12/2006
e. UU No. 39/1999
Jawaban: a

10. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan terdapat dalam sistem....
a. parlementer
b. presidensial
c. campuran
d. monarki
e. oligarki
Jawaban: b

PEDOMAN PENSKORAN
No Aspek yang Dinilai Skor
1 4
3
2
1
No Skor
2 4
3
2
1
No Skor
3 4
3
2
1

 Portofolio
Semua hasil pekerjaan siswa
Dimasukkan dalam map fortofolio

LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO

Jenis Tugas :
Kelas :
Semester/ Tahun Pelajaran :

No Nama Peserta Hari/tgl Tugas Nilai Deskripsi kemajuan Tanda Tangan


didik KD siswa
Peserta
Guru
Didik