Anda di halaman 1dari 71

MENTERI PERHUBUNGAN

REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR KM 43 TAHUN 2019
TENTANG
RENCANA INDUK PELABUHAN UJUNG JABUNG PROVINSI JAMBI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 17


Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Peraturan
Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang
Kepelabuhanan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015, setiap
pelabuhan wajib memiliki Rencana Induk Pelabuhan;
b. bahwa Rencana Induk Pelabuhan untuk Pelabuhan
Utama dan Pelabuhan Pengumpul ditetapkan oleh
Menteri Perhubungan setelah terlebih dahulu
mendapat rekomendasi dari Gubernur dan
Bupati/Walikota mengenai kesesuaian dengan Tata
Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota;
c. bahwa Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung
Provinsi Jambi disusun dengan telah memperhatikan
Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Jambi dan Kabupaten Jabung
Timur, keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan
lain terkait di lokasi Pelabuhan Ujung Jabung,
kelayakan teknis, ekonomis dan lingkungan serta
keamanan dan keselamatan lalu lintas kapal;

d. bahwa ...
-2 -

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, serta
untuk memberikan pedoman bagi pembangunan dan
pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung perlu
menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang
Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung Provinsi
Jambi.

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang


Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang
Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4849);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5059);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah ...


-3 -

5. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang


Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5070) sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64
Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang
Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 193, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5731);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Kenavigasian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5093);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang
Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 26, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5108)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 22 Tahun 2011 tentang Perubahan
atas Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010
tentang Angkutan di Perairan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang
Perlindungan Lingkungan Maritim (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 27, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5109);
9. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
10. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang
Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);

11. Peraturan Menteri ...


-4 -

11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62


Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
Unit Penyelenggara Pelabuhan sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2018
tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara
Pelabuhan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2018 Nomor 1184);
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51
Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 311) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia
Nomor PM 146 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51
Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
1867);
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 189
Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 1844) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor PM 117 Tahun 2017 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 189
Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2017 Nomor 1891);
14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 129
Tahun 2016 tentang Alur-Pelayaran di Laut dan
Bangunan dan/atau Instalasi di Perairan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1573);

15. Peraturan Menteri ...


-5-

15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 112


Tahun 2017 tentang Pedoman dan
Proses Perencanaan di Lingkungan Kementerian
Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2017 Nomor 1710);
16. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432
Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan
Nasional;

Memperhatikan: 1. Surat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Nomor S-


061 /3669/BAppeda-4.3/XII/2017 tanggal 12
Desember 2017 perihal Rekomendasi BKPRD terkait
Kesesuaian Tata Ruang;
2. Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung
Timur atas nama Bupati Tanjung Jabung Tinur Nomor
900/ 1414/TR/DPUPR/2018 tanggal 31 Mei 2018
perihal Surat Keterangan Kesesuaian dengan RTRW
Kabupaten Tanjung Jabung Timur;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG
RENCANA INDUK PELABUHAN UJUNG JABUNG PROVINSI
JAMBI.

PERTAMA Menetapkan Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung,


Provinsi Jambi, sebagai pedoman dalam pembangunan,
pengoperasian, pengembangan pelabuhan dan penentuan
batas-batas Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah
Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Ujung Jabung.

KEDUA Untuk menyelenggarakan kegiatan kepelabuhanan pada


Pelabuhan Ujung Jabung yang meliputi pelayanan jasa
kepelabuhanan, pelaksanaan kegiatan ekonomi dan
pemerintahan lainnya, serta pengembangannya sesuai
Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung, dibutuhkan areal
daratan total seluas 2,99 Ha serta areal perairan seluas
433,43 Ha, meliputi:

a. areal daratan
-6 -

a. areal daratan pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung


seluas 2,99 Ha;

b. areal perairan Pelabuhan Ujung Jabung seluas


433,43 Ha, terdiri atas :
1. areal labuh kapal seluas 18,28 Ha;
2. areal kolam putar seluas 2,8 Ha;
3. areal sandar kapal seluas 2,4 Ha;
4. areal keperluan darurat seluas 9,14 Ha;
5. areal kapal mati seluas 9,14 Ha;
6. areal perbaikan kapal seluas 9,14 Ha;
7. areal pengembangan pelabuhan seluas 382,54 Ha;

KETIGA : Rencana pembangunan dan pengembangan Pelabuhan


Ujung Jabung untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jasa
kepelabuhanan dilakukan berdasarkan perkembangan
angkutan laut, sebagai berikut:

a. jangka pendek, dari Tahun 2017 sampai dengan


Tahun 2021;
b. jangka menengah, dari Tahun 2017 sampai dengan
Tahun 2026; dan
c. jangka panjang, dari Tahun 2017 sampai dengan
Tahun 2036;
dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Keputusan Menteri ini.

KEEMPAT : Penyelenggara Pelabuhan Ujung Jabung menyusun


dokumen desain teknis untuk pelaksanaan pembangunan
dan pengembangan fasilitas Pelabuhan Ujung Jabung.

KELIMA :
-7 -

KELIMA Fasilitas Pelabuhan Ujung Jabung yang direncanakan


untuk dibangun dan dikembangkan sebagaimana
tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini,
dilaksanakan dengan mempertimbangkan prioritas
kebutuhan, tingkat penggunaan fasilitas pelabuhan yang
sudah terbangun dan kemampuan pendanaan sesuai
peraturan perundang-undangan serta wajib dilakukan
dengan memperhatikan aspek lingkungan, didahului
dengan studi lingkungan.

KEENAM Rencana penggunaan dan pemanfaatan lahan untuk


keperluan peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan,
pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi
lainnya serta pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung dan
sekitarnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan
Menteri ini.

KETUJUH : Dalam hal penggunaan dan pemanfaatan lahan


sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEENAM terdapat
areal yang dikuasai pihak lain, maka pemanfaatannya
harus didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-
undangan.

KEDELAPAN : Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung dapat ditinjau


dan dikaji ulang 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun atau
sesuai kebutuhan.

KESEMBILAN : ...
-8 -

KESEMBILAN : Direktur Jenderal Perhubungan Laut melakukan


pembinaan dan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan
Keputusan Menteri ini.

KESEPULUH : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal


ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 Februari 2019

MENTERI PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd

BUDI KARYA SUMADI

SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada:


1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman;
3. Menteri Dalam Negeri;
4. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia;
5. Menteri Perindustrian;
6. Menteri Perdagangan;
7. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
8. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
9. Kepala Staf TNI Angkatan Laut;
10. Gubernur Jambi;
11. Bupati Tanjung Jabung Timur;
12. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal dan Direktur Jenderal
Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan;
13. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Nipah Panjang.

-eesiiai dengan aslinya


’ALA BlHKO HUKUM '
\

.H jd / A D J I H ., S H . D E S S
Dina Utama Madya (IV/d)
19651022 199203 1 001
LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN
Nomor :

Tanggal :

RENCANA INDUK PELABUHAN UJUNG JABUNG


PROVINSI JAMBI

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
Kerangka dasar rencana pengembangan dan pembangunan suatu pelabuhan tersebut diwujudkan dalam
01. PENDAHULUAN suatu Penyusunan Masterplan Pelabuhan tersebut berada, untuk menjamin adanya sinkronisasi antara
1.1 LATAR BELAKANG rencana pengembangan pelabuhan dengan rencana pengembangan wilayah. Hal ini diperlukan untuk
menjamin kepastian usaha dan pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang terencana, terpadu, tepat
Pelabuhan Ujung Jabung, adalah sebuah pelabuhan yang terletak pada Provinsi Jambi, Indonesia. guna, efisien dan berkesinambungan.
Pelabuhan Ujung Jabung ini juga termasuk salah satu pelabuhan untuk mendukung program yang
dicanangkan Pemerintah yaitu untuk mempercepat pembangunan ekonomi, Masterplan Percepatan dan 1.2 LANDASAN HUKUM
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran;
Berdasarkan kondisi di atas, peningkatan pelayanan pelabuhan merupakan hal sangat penting dilakukan 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan;
untuk meningkatkan daya saing pelabuhan yang akan berimbas pada peningkatan daya saing ekspor dan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan sebagaimana telah diubah
meningkatkan distribusi barang. Untuk meningkatkan pelayanan pelabuhan perlu mengidentifikasi terakhir dengan PP 64 Tahun 2015;
kualitas pelayanan jasa berdasarkan persepsi konsumen. Hal ini diperlukan untuk menjamin kepastian 5. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Kenavigasian;
usaha dan pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang terencana, terpadu, tepat guna, efisien dan 6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim;
berkesinambungan. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Angkutan di Perairan;
8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut
Peningkatan prasarana transportasi pelabuhan juga perlu dan penting untuk dikembangkan bagi wilayah sebagaimana telah diubah terakhir melalui PM 146 Tahun 2017;
Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan sekitarnya, karena sebagai daerah terbuka membutuhkan mobilitas 9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
manusia dan distribusi barang yang relatif tinggi. Adanya peningkatan kebutuhan terhadap pelayanan Unit Penyelenggara Pelabuhan sebagaimana terakhir diubah dengan PM 77 Tahun 2011;
transportasi laut yang memadai seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan di Kabupaten 10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2011 Tentang Sarana bantu Navigasi Pelayaran;
Tanjung Jabung Timur, maka diperlukan adanya pelabuhan umum yang memadai. 11. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 Tentang Telekomunikasi Pelayaran;
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 52 Tahun 2011 Tentang Pengerukan dan Reklamasi;
Oleh karena itu, Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung ini merupakan pekerjaan yang
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 53 Tahun 2011 Tentang Pemanduan;
kompleks dan perlu mempertemukan kepentingan berbagai sektor, maka proses penyusunan ini benar-
14. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2011 Tentang Alur Pelayaran di Laut;
benar membutuhkan kajian yang mendalam dan keahlian yang kapabel, yang mampu menghasilkan
15. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 93 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan dan
produk perencanaan sesuai dengan kriteria-kriteria teknis dibidang kepelabuhan dan merujuk kepada
Pengusahaan Angkutan Laut;
standar peraturan perundangan yang berlaku.
16. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 112 Tahun 2017 Tentang Pedoman Perencanaan di
Mengacu pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, Peraturan Pemerintah No. PP 61 Lingkungan Departemen Perhubungan;
Tahun 2009 tentang kepelabuhan dan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 130 Tahun 2012 tentang 17. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Pelabuhan
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, maka perlu dilaksanakan Pekerjaan Nasional (RIPN);
Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Laut Ujung Jabung karena merupakan salah satu syarat yang 18. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 10 Tahun 2013 tentang RTRW Provinsi Jambi;
diperlukan dalam rangka penyelenggaraan pelabuhan. Rencana Induk Pelabuhan adalah pedoman 19. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Nomor 11 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Tanjung Jabung
Timur.
pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang mencakup seluruh kebutuhan dan penggunaan tanah
seta perairan untuk kegiatan kepelabuhan dan kegiatan penunjangnya dengan mempertimbangkan
aspek-aspek teknis, pertahanan keamanan, sosial budaya serta aspek-aspek terkait lainnya. 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Rencana Induk/Masterplan Pelabuhan secara umum merupakan suatu kerangka dasar rencana Adapun maksud dari penyusunan Rencana Induk Pelabuhan ini adalah sebagai upaya untuk menyediakan
pengembangan dan pembangunan pelabuhan. Kerangka dasar tersebut tertuang dalam suatu rencana pedoman perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan sehingga pelaksanaan kegiatan
pengembangan tata ruang yang kemudian dijabarkan dalam suatu tahapan pelaksanaan pembangunan pembangunan dapat dilakukan secara terstruktur, menyeluruh dan tuntas, mulai dari perencanaan,
jangka pendek, menengah dan panjang. Pentingnya peran pelabuhan dalam suatu sistem transportasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat dalam proses
mengharuskan setiap pelabuhan memiliki suatu masterplan. Dalam sistem transportasi, pelabuhan pemeliharaan pelabuhan yang sudah terbentuk.Tujuannya adalah sebagai acuan dalam pelaksanaan
merupakan suatu simpul dari mata rantai kelancaran muatan angkutan laut dan darat, yang selanjutnya pengelolaan pelabuhan di Pelabuhan Ujung Jabung sehingga kegiatan pembangunan yang ada dapat
berfungsi sebagai kegiatan peralihan antar moda transport. optimal dalam mengurangi permasalahan yang timbul pada waktu operasional pelabuhan. Berdasarkan
penjelasan pada Kerangka Acuan Kerja Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung Provinsi
Jambi, maka dapat diuraikan sasaran pekerjaan sebagai berikut:

(
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

1. Inventarisasi dan review undang-undang, peraturan, kebijakan, arahan pengembangan serta studi
pendukung maupun data-data pendukung lainnya terkait pengembangan pelabuhan.
2. Menganalisis tren perkembangan wilayah untuk memperkirakan kebutuhan pengembangan
pelabuhan pada masa kini maupun masa mendatang.
3. Menganalisis kondisi teknis pelabuhan pada sisi perairan maupun sisi daratan terkait penyediaan
fasilitas pelabuhan.
4. Menganalisis besaran dan ukuran fasilitas serta arahan dan tahapan pengembangan maupun
pembangunan pada jangka waktu yang ditetapkan.
5. Analisis terhadap indikasi dampak sosial dan lingkungan terhadap pembangunan dan
pengembangan pelabuhan.

1.4 HIERARKI PELABUHAN

Berdasarkan KP. 432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Pelabuhan Ujung Jabung
ditetapkan hierarkinya sebagai pelabuhan pengumpul. Sedangkan menurut RTRW Provinsi Jambi Tahun
2013-2033 Ujung Jabung dikembangkan sebagai pelabuhan (outlet) utama Provinsi Jambi. Begitu pun
menurut RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2011-2031.

1.5 RUANG LINGKUP WILAYAH STUDI

Wilayah yang menjadi lokasi kegiatan pada Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan adalah Ujung Gambar 2 Peta wilayah Adminstrasi Provinsi Jambi
Jabung yang merupakan bagian dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

'Vt
1} V
PROPINSI RIAU

>
LAUT
I
Lokasi Pekerjaan

. X
I
I I
PROPINSI JAMBI L - - J

PROPINSI
SUMATERA SELATAN

Gambar 1 Peta Lokasi Pelabuhan Ujung Jabung Kec.Sadu Kab. Tanjung Jabung Timur

EXECUTIVE SUMMAR Y -3
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

02. TINJAUAN KEBIJAKAN • Pelabuhan pengumpan meliputi pengembangan Pelabuhan Nipah Panjang dan Pelabuhan
Mendahara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur;
2.1 RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONAL Dalam RTRW Provinsi Jambi dijelaskan bahwa rencana lokasi pelabuhan Ujung Jabung diarahkan sebagai
kawasan industri. Sedangkan lokasi di sekitaranya diarahkan untuk kawasan perkebunan. Sehingga secara
Dalam KP 901 tahun 2016 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional, dijelaskan bahwa di wilayah tata ruang aman karena bukan merupakan kawasan lindung.
provinsi Jambi terdapat 6 pelabuhan baik yang sudah beroperasi maupun masih dalam tahap rencana.
Pelabuhan yang sudah beroperasi antara lain pelabuhan Talang Duku, Kuala Tungkai, Nipah Panjang, dan
Muara Sabak. 2.3 RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Pelabuhan Ujung Jabung rencana bisa beroperasi setelah akses jalan menuju pelabuhan selesai dibangun, Dalam Perda no 11 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten tanjung Jabung Timur dijelaskan bahwa untuk
menurut rencana dari Provinsi Jambi direncanakan selesai tahun 2019-2020. tatanan kepelabuhanan di Provinsi Jambi dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 1 Pelabuhan dan Hierarki Pelabuhan Di Provinsi Jambi • Pelabuhan utama berupa Pelabuhan Samudera Ujung Jabung di Kecamatan Sadu;
• Pelabuhan pengumpul meliputi: Pelabuhan Muara Sabak di Kecamatan Sabak Barat;
Hierarki Pelabuhan dan pengembangan Pelabuhan Nipah Panjang di Kecamatan Nipah panjang.
No Kabupaten/Kota Pelabuhan/Terminal 2011 2015 2020 2030 • Pelabuhan pengumpan meliputi pelabuhan lokan di kecamatan sadu, dan Pelabuhan
Mendahara di Kecamatan Mendahara.
1 Muaro Jambi Talang Duku PP PP PP PP
Hirarki dari pusat-pusat pelayanan kegiatan dalam struktur ruang di Kabupaten Tanjung Jabung
2 Tg. Jabung Barat Kuala Tungkai PP PP PP PP Timur diwujudkan dalam 3 hiraki pusat pelayanan, yaitu :

3 Tg Jabung Timur Kuala Mendahara PR PR PR PR (1) Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu pusat kegiatan pemerintahan, sosial, ekonomi, dan
transportasi yaitu wilayah kabupaten/kota yang berdekatan/ berbatasan. Pusat Kegiatan
4 Tg. Jabung Timur Muara Sabak PP PP PP PP Wilayah di Provinsi Jambi yang terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah Muara
Sabak sebagai PKWp. Muara Sabak dikembangkan sebagai daerah pelabuhan (pengumpul)
5 Tg. Jabung Timur Nipah Panjang PR PR PR PR
utama Provinsi Jambi. Ujung Jabung dikembangkan sebagai pelabuhan (outlet) utama
6 Tg. Jabung Timur Ujung Jabung PP PP PP PP Provinsi Jambi.

Sumber: Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) 2011-2030 KP-901 Tahun 2016 (2) Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan PKLp yaitu Ibu Kota Kecamatan dan kota-kota yang berfungsi
sebagai pusat simpul jasa distribusi barang dalam suatu wilayah kabupaten dan mempunyai
Keterangan: potensi untuk mendorong pusat-pusat kecamatan (daerah belakangnya).

PP: Pelabuhan Pengumpul (3) Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani
kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.
PR: Pelabuhan Pengumpan Regional
(4) Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk
melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.
2.2 RTRW Provinsi Jambi

Dalam Perda no 10 tahun 2013 tentang RTRW Provinsi Jambi dijelaskan bahwa untuk tatanan
kepelabuhanan di Provinsi Jambi dijelaskan sebagai berikut:

• Pelabuhan utama meliputi rencana pengembangan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung di


Kabupaten Tanjung Jabung Timur;
• Pelabuhan pengumpul meliputi: Pelabuhan Kuala Tungkai di Kabupaten Tanjung Jabung
Barat; pengembangan Pelabuhan Muara Sabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur; dan
pengembangan Pelabuhan Talang Duku di Kabupaten Muaro Jambi.

EXECUHVESUMMARY -4
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

K f'M fNTFR 'AN PERHUBUNGAN , Ut W AKA aj> « I f i M »**N


03. GAMBARAN U M U M WILAYAH
«ItUKA*(<M«A *• «M* CMOV8W :ai> ii'

3.1 GAMBARAN UMUM WILAYAH PROVINSI JAMBI

3.1.1 Letak Geografis

Provinsi Jambi secara geografis terletak antara o° 45’ sampai 2° 45’ Lintang Selatan dan antara 101° 10’
sampai 104° 55' Bujur Timur. Provinsi yang pusat pemerintahannya di Kota Jambi. Luas Wilayah Provinsi
Jambi seluas 53.435 kilometer persegi
dengan luas daratan 50.160,05 Km2 dan luas
perairan sebesar 3.274,95 Km2. Ini batas-
batas wilayah administrasinya adalah sebagai
berikut:
> Sebelah Utara : Provinsi Riau dan
Kepulauan Riau,
> Sebelah Selatan : Provinsi
Sumatera Selatan,
> Sebelah Barat : Provinsi Sumatera
Barat dan Provinsi Bengkulu,
> Sebelah Timur : Laut Cina Selatan.
Gambar 3 Rencana Pola ruang RT RW Provinsi Jambi tahun 2013-2033
Gambar 5 Peta Administrasi Provinsi Jambi

3.1.2 Kondisi Fisik Dan Klimatologi

Provinsi Jambi secara fisik merupakan pulau yang memiliki kontur beragam. Sungai Penuh merupakan
kota yang mempunyai ketinggian paling tinggi, yaitu 938 m dari permukaan laut sementara Tanjung
Jabung Barat terendah dengan 3 m dari permukaan laut. Menurut data dari Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rata-rata Suhu Udara dan Kelembaban Relatif Setiap bulan di Stasiun
Sultan Thaha Jambi, 2013 temperature maksimum berkisar antara 33,0 °C - 34,8 °C dan temperature
minimum berkisar antara 21,0 °C - 22,6 °C serta rata-rata temperature berkisar antara 26,0 °C - 27,7 °C.
Temperature yang maksimum terjadi pada bulan Juni berkisar 34,9 °C dan temperature yang minimum
terjadi pada bulan Desember berkisar 21,0 °C. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 80% - 86%,
kelembaban udara maksimum terjadi pada Februari, Juli dan Desember sebesar 99% sedangkan
kelembaban minimum terjadi pada bulan September sebesar 48%. Keadaan curah hujan dan Jumlah hari
Hujan menurut bulan, Stasiun Sultan Thaha Jambi pada tahun 2013 rata-rata sebesar 174,47 mm dengan
curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret sebesar 326 mm dan curah hujan terendah pada bulan
Desember yaitu sebesar 29,1 mm. Sedangkan hari hujan pada tahun 2013 rata-rata sebanyak 19 hari
dengan hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret, April dan Oktober sebesar 23 hari dan hari hujan
I'EMIJ'INI AH 11« ‘YLNSI IAMM
REN« \NA TATA Rl’ANO WH WAll WOMtsH lAHBll Mlt'N 2013 JW terendah terjadi pada bulan Juni dan Agustus yaitu sebesar 10 hari. Lamanya penyinaran matahari yang
terjadi selama Tahun 2013 rata-rata 3,75 jam/hari, lamanya penyinaran matahari maksimum terjadi pada
Gambar 4 Rencana Kawasan Strategis RTRW Provinsi Jambi tahun 2013-2033
bulan Mei selama 5,4 jam/hari dan lamanya penyinaran matahari minimum terjadi pada bulan Desember
selama 2,6 jam/hari. Statistik iklim di Provinsi Jambi pada tahun 2013.

EXECUTIVE SUMMARY -5
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

3.1.3 Kondisi Kependudukan • Ketenagakerjaan

• Sebaran Jumlah dan Kepadatan Jumlah angkatan kerja di Provinsi Jambi keadaan Agustus tahun 2012 mencapai 1.470.920 orang yang
terdiri dari 1.423.624 orang bekerja dan 47.296 orang pencari kerja/pengangguran. Jumlah pencari kerja
Jumlah penduduk Provinsi Jambi tahun 2012 sebanyak 3.260.511 jiwa, pada tahun 2011 sebanyak 3.169.814
yang mendaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2012 sebanyak 12.943 orang atau naik
jiwa. Selama kurun waktu tersebut terjadi pertumbuhan 2,86%. Jumlah dan tingkat kepadatan penduduk 90,03 persen dari tahun sebelumnya.
adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Penduduk Berumur 15 tahun ke atas yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha, di Provinsi
Tabel 2 Tingkat Kepadatan Penduduk dan Jumlah Rumah Tangga Menurut Kabupaten/Kota di
Jambi Tahun 2008 - 2013
Provinsi Jambi Tahun 2013
LUAS JUMLAH KEPADATAN Lapangan Usaha Feb. 2008 Feb. 2009 Feb.2010 Feb. 2011 Feb.2012 Feb. 2013
NO KABUPATEN/KOTA DAERAH PENDUDUK PENDUDUK
Pertanian 688,541 70,034 670,841 851,138 783,501 832,522
(KM2) (JIWA) (JIWA/KM2)
Pertambangan dan
1 Kerinci 3, 355.27 326,272 97.24 2,333 21,713 22,727 14,004 27,836 23,379
Penggalian
2 Merangin 7, 679-00 358,530 46.69 Industri Pengolahan 44,892 45,176 34,821 36,844 47,303 52,460
3 Sarolangun 6,184.00 267,549 43-26 Listrik, Gas dan Air Minum 1,262 3,225 5,268 2,613 2,832 1,620
4 Batang Hari 5,804.00 258,016 44-45 Konstruksi 39,891 56,385 46,063 33,617 62,169 62,455
5 Muaro Jambi 5,326.00 376,619 70.71 Perdagangan 180,281 201,979 211,946 262,054 229,932 246,837
6 Tanjung Jabung Timur 5,445-00 212,218 38.97 Pengangkutan 65,967 61,584 63,675 54,988 44,797 50,040
7 Tanjung Jabung Barat 4,649.85 301,469 64.83 Lembaga Keuangan dan
8 Tebo 6,461.00 321,641 49.78 7,014 6,778 13,526 16,737 22,627 24,916
Jasa Perusahaan
9 Bungo 4,659.00 329,934 70.82 Jasa 131,495 17,534 221,839 196,663 202,627 242,006
10 Kota Jambi 205.43 569,331 2,771.41 JUMLAH 1,182,673 127,252 1,290,706 1,468,658 1,423,624 1, 536,235
11 Kota Sungai Penuh 391.50 84,965 217.02
2013 50,160.05 3,406,544 66.13 Sumber: Jambi Dalam Angka, 2014
2012 50,160.05 3,242,814 64.65
2011 50,160.05 3,169,814 63.19 3.1.4 Sektor Unggulan Potensi Wilayah
2010 50,160.05 3,092,265 61.65
• Pertanian Tanaman Pangan
2009 50,160.05 2,834,164 56.50
Sumber: Jambi Dalam Angka, 2014
Luas lahan sawah di Provinsi Jambi pada tahun 2012 seluas 166.766 hektar. Jika dilihat dari system
irigasinya, 31,66 persen merupakan irigasi tadah hujan dan 23,71 persen irigasi pasang surut. Hal ini
Sungai Petuih menunjukkan bahwa Provinsi Jambi merupakan wilayah potensi tanaman pangan.Lahan sawah terluas di
2. 62% Kcitnd M ti •111*111
Provinsi Jambi terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (41.988 hektar), diikuti oleh Kabupaten
Kota lamlil k
17.09% % S«iol«i)Ktin Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat masing-masing 23.296 hektar dan 18.777 hektar, sedangkan paling
8.06%
Bimgo sedikit di kota Jambi 1.676 hektar. Dalam sub bab ini disajikan pula beberapa komoditi, diantaranya
9.94%
meliputi produksi padi. Padi sawah Provinsi Jambi tahun 2012 turun sebesar 3,64% dibandingkan dengan
produksi tahun sebelumnya. Padi ladang turun sebesar minus 0,92% sehingga total produksi padi
Muaioljinbi
k 11 16« mengalami penurunan sebesar 3,32%. Palawija : Produksi palawija seperi ubi kayu turun 3,67%, jagung naik
0,19%, ubi jalar naik 16,47% dan kedelai turun 37,97%.
Tdiijiinj
Baiat Timur
9,07% 6 .49%

Gambar 6 Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Tahun 2013

EXECUnVE SUMMARY -6
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI
__________________ T

Tabel 4 Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan Tahun 2009 - 2013 • Perkebunan

JENIS TANAMAN SATUAN 2009 2010 2011 2012 2013 Perkebunan daerah Jambi pada umumnya adalah Perkebunan Rakyat. Produksi perkebunan rakyat yang
terbesar adalah karet memiliki luas tanaman 639.852 hektar dengan produksi 322.044 ton pada tahun
Padi
2011. Komoditas andalan lainnya yaitu kelapa sawit dengan produksi 753.858 ton serta kelapa dalam
Luas Panen Ha 155,802 1 5 3 ,8 9 7 157,441 1 4 9 ,3 6 9 15 3,243 109.788 ton
Produksi Ton 6 4 4 ,9 4 7 628,828 646,641 625,164 6 6 4 ,5 3 3
Produktivitas Kw/Ha 41.40 40.86 7 3 -5 9 41.85 4 3 -3 6
Padi Sawah
Luas Panen Ha 127,981 12 4,577 132,523 1 2 4 ,4 4 3 129,341
Produksi Ton 556,981 5 3 7 ,5 0 5 5 7 0 ,5 5 3 5 4 9 ,7 7 9 5 8 9 ,7 8 4
Produktivitas Kw/Ha 4 3 -4 4 43-15 4 3 -0 5 44.18 45.60
Padi Ladang
Luas Panen Ha 27,821 2 9 ,3 2 0 24,918 2 4 ,9 2 6 23,902
Produksi Ton 88,940 91,323 76,088 7 5 ,3 8 5 7 4 ,7 4 9
Produktivitas Kw/Ha 31-97 31.15 3 0 -5 4 3 0 .2 4 31.27
Jagung
Luas Panen Ha 10,112 8,280 6,706 6,587 6 ,5 0 4
Produksi Ton 38,169 30,691 25,521 25,571 25,690
Produktivitas Kw/Ha 3 7 -75 3 7 -0 7 38.06 38.82 39.50
Kacang Kedelai
Luas Panen Ha 7,238 4 ,2 4 3 4 ,5 6 3 2,809 1,877 Gambar 7 Produksi Tanaman Karet dan Kelapa Sawit menurut Kabupaten/Kota, 2013 (Ton)
Produksi Ton 9,132 5 ,3 2 0 5,668 3,516 2,372 Sumber: BPS Provinsi Jambi, 2014
Produktivitas Kw/Ha 12.62 12.54 12.42 12.52 12.64
Kacang Tanah • Kehutanan
Luas Panen Ha 1,771 1,468 1,315 1,203 1,161
Produksi Ton 2,184 1,782 1,680 Hasil kehutanan Provinsi Jambi yang terbesar adalah pulp, produksi tahun 2011 adalah 717.101,87 m3 atau
1,536 1,514
Produktivitas Kw/Ha 12.33 12.14 12.78 13.04
turun 10,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditi kedua terbesar adalah kayu bulat kecil
12.77
Kacang Hijau sebesar 440.788,21 ton atau mengalami kenaikan produksi sebesar 81,97 persen.
Luas Panen Ha 41 9 415 402 343 230
Produksi Ton 465 462 381 2,262 • Peternakan
445
Produktivitas Kw/Ha 11.10 11.13 11.07 11.12 11.41
Tahun 2011, ternak sapi masih mendominasi jenis ternak besar yaitu dengan jumlah populasi sebesar
Ubi Kayu
119.888 ekor atau menurun 32,54 persen dari tahun sebelumnya dengan jumlah populasi terbanyak barada
Luas Panen Ha 2,881 2,895 2,819 2 ,7 4 4 2 ,2 7 4
di Kabupaten Bungo. Sedangkan ternak kecil terbanyak adalah hewan kambing sebesar 371.335 ekor
Produksi Ton 3 9 ,3 5 5 3 9 ,5 6 4 4 0 ,4 6 2 3 8 ,9 7 8 3 3 ,2 9 2
dengan populasi di Kabupaten Bungo. Adapun ternak unggas terbesar adalah ayam kampong sebesar
Produktivitas Kw/Ha 136.60 136.66 143-53 142.05 146.40
11.676.940 ekor.
Ubi Jalar
Luas Panen Ha 2,129 2,197 3,017 3 ,0 7 6 2,620
Tabel 5 Populasi Ternak Besar dan Kecil Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi tahun 2009
Produksi Ton 20,614 21,156 6 8 ,7 3 5 80,057 68,187
- 2013 (Ekor)
Produktivitas Kw/Ha 96.82 96.29 227.83 260.26 255.38
Sumber: BPS Provinsi Jambi, 2014 NO KABUPATEN / KOTA SAPI KERBAU KUDA KAMBING DOMBA BABI

1 Kerinci 11,246 4,602 124 3 3 ,9 5 9 8 ,4 3 4 -


2 Merangin 14,322 4 ,4 3 5 - 3 8 ,3 3 2 11,433 -
3 Sarolangun 7 ,7 35 7,316 - 4 2 ,9 M 15,573 -

EXECUTIVESUMMARY -7
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

4 Batang Hari 7,126 7 ,0 7 7 - 17,625 11,286 2,517

5 Muaro Jambi 14,751 1,452 - 3 8 ,4 9 2 3 ,7 2 0 20,864


6 Tanjung Jabung Timur 12,268 107 - 34 ,741 143 -
7 Tanjung Jabung Barat 6,488 530 - 46,603 1,244 75 5
8 Tebo 17,222 10,067 - 5 0 ,5 1 4 1 0 ,3 3 9 -
9 Bungo 22,791 5,100 16 4 3 ,8 9 8 9,025 714
10 Kota Jambi 2,026 152 8 5 2 ,0 3 7 1,232 35,331
11 Sungai Penuh 3 ,0 7 4 317 73 11,749 4 ,7 2 2 -
Jumlah 2013 118,985 41,155 221 410,866 77,151 60,180
2012 1 3 9 ,5 9 9 53,686 204 430,014 72,924 62,430
2011 119,888 4 6 ,5 3 8 176 3 7 2 ,3 3 6 65,648 58,066
2010 177,710 7 6 ,1 4 3 185 303,862 61,169 3 0 ,5 4 4

2009 164,526 7 3 ,8 5 2 178 262,072 56,168 19,360


Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi

Tabel 6 Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Gambar 8 Produksi Perikanan Laut dan Perikanan Darat, 2012 (Ton)
tahun 2009 - 2013 (Ekor) • Perindustrian
NO KABUPATEN/ KOTA ITIK AYAM KAMPUNG AYAM PEDAGING AYAM PETELUR Perindustrian di Provinsi Jambi dari tahun 1998 - 2012 mengalami peningkatan baik dari unit usaha, tenaga
kerja, investasi dan produksinya. Jumlah perusahaan Industri Pengolahan Besar dan Sedang di Provinsi
1 Kerinci 3 8 3 ,5 5 6 788,763 364,968 52,512
Jambi pada tahun 2012 sebanyak 100. Jumlah tenaga kerja sebesar 28.067 orang
2 Merangin 3 2 ,4 0 8 6 7 7 ,7 8 6 3 0 3 ,0 9 7 -
3 Sarolangun 4 5 ,0 7 6 51 7,302 401,760 290
4 Batang Hari 2 9 ,6 5 7 1,131,729 4,285,440 -
5 Muaro Jambi 42,123 2,656,369 8 2 4 ,7 0 7 2 5 6 ,9 4 5
6 Tanjung Jabung Timur 7 5 ,8 5 9 1,7 0 7 ,7 0 9 101,992 4,103

7 Tanjung Jabung Barat 9 5 ,1 3 6 7 6 3 ,4 7 5 128,177 -


8 Tebo 72,699 451,318 3 7 3 ,4 4 4 -
9 Bungo 2 1 ,8 4 9 152,006 2,870,072 3 ,4 4 7
10 Kota Jambi 3 2 6 ,4 9 1 2 , 2 5 7 ,6 4 9 1,012,439 171,442
11 Sungai Penuh 143,32 5 415,809 2 3 1,57 0 165,637
Jumlah 2013 1,268,179 11, 519,915 10,897,666 6 5 4 ,3 7 6
2012 1,088,417 ii, 4 3 5 ,m 11,442,871 971,066
2011 7 9 9 ,3 5 4 11,679,940 11,237,263 613,872
2010 617,426 7,092,717 11,226,605 631,048
2009 572,6io 4 , 8 9 3 ,8 7 3 10,655,107 508,961
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi Gambar 9 Jumlah Industri Pengolahan Besar dan Sedang
di Provinsi Jambi, 2008 - 2012
• Kelautan dan Perikanan
• Pertambangan dan Energi
Potensi kelautan hanya berada di dua Kabupaten yaitu Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat
dengan masing-masing produksi 23.593,00 ton dan 21.107,2 ton. Sedangkan perikanan darat tersebar di Pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis
semua Kabuapten/Kota terbagi menjadi perairan umum dan budidaya. Secara keseluruhan hasil produksi dari dalam kulit bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah permukaan air.
perikanan darat sebesar 41.618,3 ton dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi.
Sedangkan produksi perikanan hasil budidaya sebanyak 34.478,8 ton dimana Kabupaten Muaro Jambi
sebagai pemegang andil terbesar budidaya ikan patin.

EXECUTI\/ESUMMARY -8
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

• Perdagangan Dalam Negeri

7600 7409,87
Jumlah pedagang berdasarkan penerbitan SIUP tahun 2012 sebanyak 2.368 izin terdiri dari 1.588 Pedagang
/400 Kecil (PK), 583 Izin Pedagang Menengah (PM) dan 110 izin Pedagang Besar (PB). Sedangkan berdasarkan
//uo Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 2012 terdiri dari perusahaan Terbatas (PT) 167 unit, Koperasi 83 Unit, CV
/000
6800 680 Unit, Perusahaan Perorangan (PO) 1.833 unit dan Badan Usaha Lain (BUL) 163 unit.
6600
6400
6200
6000
5800
5600
2008 2009 2010 2011 2012

Gambar to Produksi pertambangan Minyak Bumi di Provinsi Jambi, 2008 - 2012 (Barel)

Tabel 7 Produksi Pertambangan Menurut Jenis Barang

TAHUN MINYAK BUMI (000 GAS BUMI BATUBARA(M BIJIH BESI


Barel) (MMBTU) TON) (TON)
2008 6 , 7 9 5 -0 2 97,654,085.00 4,216,057.27 -
Gambarii Perkembangan Volume Ekspor Provinsi Jambi, 2008 - 2012 (ton)
2009 7,409-87 85,241.07 2,731,060.91 3 1 9 ,3 7 9 -0 0

2010 6,588.05 17, 4 1 0 .5 9 3 , 1 8 6 , 2 4 4 -3 2 2 4 5 , 535-19


2011 6,403.41 8,832.93 7 , 2 2 4 , 5 0 1 .5 9 434,182.21
2012 6,245.96 9,102.34 6,649.35 N/A
Sumber: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi

• Listrik, Gas dan Air Minum


Perkembangan perlistrikan di Provinsi Jambi juga meningkat sesuai dengan laju perkembangan
pembangunan.
• Hotel
Perkembangan jumlah hotel di Provinsi Jambi pada tahun 2012 naik dari 145 hotel pada tahun 2011 menjadi
151 hotel pada tahun 2012 dengan jumlah kamar naik 0,46 persen dan tempat tidur mengalami penurunan
0,25 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestic berkisar dari 1,28 hari hingga 2,03
hari. Rata-rata tingkat penghunian kamar hotel dan akomodasi lainnya pada hotel berbintang sebesar Gambar 12 Perkembangan Volume Impor Provinsi Jambi, 2008 - 2012 (ton)
45,61 dan hotel tidak berbintang 33,37. Jumlah malam tamu wisatawan mancanegara yang menginap pada • Prodak Domestik Regional Bruto (PDRB)
hotel berbintang selama tahun 2012 sejumlah 6.355 orang dan wisatawan domestic 349.913 orang. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi Tahun 2013 Atas Dasar Harga
Konstan tahun 2000 mengalami kenaikan sebesar 7,88 persen. Kenaikan ini merupakan pertumbuhan
3.1.5 Kondisi Perekonomian
perekonomian secara riil dimana factor inflasi/deflasi sudah dihilangkan. Sektor bangunan memiliki laju
pertumbuhan tertinggi sebesar 20,73 persen, disusul oleh Sektor perdagangan, hotel dan restoran 12,24
• Perdagangan Luar Negeri
persen, Sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 9,27 persen, Sektor pengangkutan dan komunikasi 8,52
Volume ekspor Jambi bulan Januari sampai dengan Desember 2012 sebesar 5.652.244,96 ton sedangkan persen, Sektor keuangan, reai estate dan jasa perusahaan 7,88 persen, Sektor pertanian, perkebunan,
volume impornya adalah 138.873,68 ton. Nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Januari - Desember 2012 peternakan, kehutanan dan perikanan 7,41 persen, Sektor industry pengolahan 5,69 persen, Sektor jasa-
sebesar 1.845.235 ribu US Dolar dan impor 120.137,02 ribu US Dolar. jasa 4,80 persen dan terendah Sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,56 persen.

EXECUHVESUMMARY -9
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

NO LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013

T ab el 8 P ro d u k D o m e stik R eg io n al B ruto A tas D asar H arga B erlaku M e n u ru t Lap an g an U saha P ro vin si 4. Angkutan Air 168,701 1 7 7 ,0 0 3 1 8 3 ,9 7 5

Ja m b i T ah u n 20tt - 2013 5. Angkutan Udara 338,17 5 4 5 7 ,9 0 6 5 6 3,29 1


6. Jasa Penunjang Angkutan 1 9 4 ,2 4 7 2 1 7 ,9 5 4 2 5 1 ,4 5 0
NO LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013 b. Komunikasi 327,292 367,049 4 2 5 ,3 8 9
1. Pos dan Telekomunikasi 322,190 361,389 418,898
1 Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 18,583,306 21, 5 6 3 ,3 0 5 25,398,690 2. Jasa Penunjang Telekomunikasi 5,102 5,660 6,492
8 Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 3,259,985 3 , 7 4 8 ,4 3 2 4 ,4 6 7 ,5 4 5
a. Tanaman Bahan Makanan 5 . 3 6 1 ,8 4 9 6,296,179 7 ,3 8 6 ,3 2 5
a. Bank 1,462,785 1, 7 3 0 ,4 5 2 2 ,1 7 0 ,4 4 5
b. Tanaman Perkebunan 10,202,530 11,847,982 14 , 031,913
b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 212,162 2 5 3 ,7 8 5 310,017
c. Peternakan dan Hasilnya 997,632 1,158,042 1,390,698
c. Jasa Penunjang Keuangan 15,145 17,671 21,068
d. Kehutanan 1,168,908 1, 299,121 1, 4 9 6 ,6 9 3
d. Real Estate 1,521,545 1, 6 9 3 ,5 5 2 1, 9 0 6 ,3 9 6
e. Perikanan 852,388 961,981 1,093,061
e. Jasa Perusahaan 48,348 5 2 ,9 7 3 5 9 ,6 1 9
2 Pertambangan dan Penggalian 12,067,110 12,626,675 13,670,412
9 Jasa-Jasa 5,900,240 6 , 4 3 6 ,9 4 0 7 , 2 6 6 ,6 7 5
a. Minyak dan Gas bumi 10,055,792 10 ,119,743 10,911,502
a. Pemerintahan Umum 5,060,246 5,508,602 6 , 196,014
b. Pertambangan Tanpa Migas 1, 4 0 3 ,3 5 8 1,800,996 1, 9 1 7 ,9 8 5
1. Administrasi, Pemerintahan dan Pertahanan 3,540,914 3 , 8 6 2 ,4 0 1 4,361,681
c. Penggalian 607,961 7 0 5 ,9 3 5 840,924
2. Jasa Pemerintahan Lainnya 1,519,332 1,646,201 1, 8 3 4 ,3 3 3
3 Industri Pengolahan 6 , 7 4 7 ,6 5 8 7 , 923,521 9 , 1 3 6 ,4 8 7
b. Swasta 839,994 9 2 8 ,3 3 8 1,070,661
a. Industri Migas 603,002 696,549 800,819
1. Sosial Kemasyarakatan 588,812 6 5 3 ,3 8 7 7 6 8 ,0 4 5
1. Pengilangan Minyak Bumi 603,002 696,549 800,819
2. Hiburan dan Rekreasi 38,054 4 2 ,3 7 9 48,368
2. Gas Alam Cair - - -
3. Perorangan dan Rumah Tangga 213,127 2 3 2 ,5 7 2 2 5 4 ,2 4 8
b. Industri Tanpa Migas 6,144,656 7,226,972 8,335,668
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 63,409,981 7 2 , 6 3 4 ,0 7 4 8 5 , 558,31 4
1. Makanan, Minuman dan Tembakau 2 , 4 4 2 ,5 9 9 2,930,859 3 , 3 7 5 ,6 6 0
Su mber: BPS Provinsi Jambi, Dalam Angka Tahun 2014
2. Tekstil, Brg Kulit dan Alas Kaki 3 4 ,5 0 0 3 8 ,7 0 3 4 5 ,6 0 9

3. Brg Kayu dan Hasil Hutan Lainnya 2,926,809


Tabel 9 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha
3 , 3 7 0 ,5 5 3 3 , 8 7 4 ,9 7 1
4. Kertas dan Barang Cetakan 3 5 8 ,0 1 9
Provinsi Jambi Tahun 2011 - 2013
2 9 3 ,6 6 5 4 0 6 ,2 7 4
5. Pupuk, Kimia dan Brg dari Karet 1 4 9 ,9 4 0 176,312 208,740 NO LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013
6. Semen dan Brg. Galian Non Logam 1 9 7 ,0 3 3 242,964 300,084
7. Logam Dasar, Besi dan Baja - - -
1 Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 5,580,225.44 6,004,284.13 6 , 4 4 9 , 192.52
8. Brg dari Logam, Mesin dan Peralatan 31,571 3 5 ,8 9 8 3 9 ,9 3 0
9. Barang Lainnya 6 8 ,5 3 9 7 3 ,6 6 3 84,400 a. Tanaman Bahan Makanan 2,008,872.06 2,162,674.56 2, 313 ,7 4 3 .6 5

4 Listrik, Gas dan Air Bersih 5 9 4 ,9 4 6 671,517 820,729 b. Tanaman Perkebunan 2,722,741-42 2,948,764.22 3,186,853.63
a. Listrik 510,380 5 7 4 ,6 5 3 706,211 c. Peternakan dan Hasilnya 370,515.09 390,108.25 411,216.96
b. Gas - - - d. Kehutanan 256,823.96 271,698.46 292,089.05
c. Air Bersih 8 4 ,5 6 7 96,864 114,518 e. Perikanan 221,272.91 231,038.65 245,289.22
5 Bangunan 2 , 7 5 5 ,9 3 6 3,582,412 4 , 8 7 3 ,5 7 3 2 Pertambangan dan Penggalian 2,644,185.99 2 , 713 , 4 3 5 -4 9 2 , 7 5 5 ,755-41

6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 9 , 476,118 11, 4 5 9 ,7 3 8 14 , 525,185 a. Minyak dan Gas bumi 2,067,199.95 2,010,412.74 2,040,327.99
a. Perdagangan Besar dan Eceran 8,720,633 10,570,857 13, 4 9 2 ,9 4 6 b. Pertambangan Tanpa Migas 348,850.04 4 5 5 , 7 2 9 .1 0 446,832.12
b Hotel 129,865 157,233 181,366 c. Penggalian 228,136.00 247,293-65 268,595.30
c. Restoran 625,619 7 3 1 ,6 4 8 850,873 3 Industri Pengolahan 2,347,522.68 2,532,923-78 2 , 6 7 7 , 0 9 4 .4 5

7 Pengangkutan dan Komunikasi 4,024,682 4 , 621,533 5 ,3 9 9 ,0 1 7 a. Industri Migas 131,291-43 141,061.34 152,136.32
a. Pengangkutan 3 , 6 9 7 ,3 9 0 4 , 2 5 4 ,4 8 5 4 , 9 7 3 ,6 2 8 1. Pengilangan Minyak Bumi 131,291.43 141,061.34 152,136.32
1. Angkutan rel - - - 2. Gas Alam Cair - - -
2. Angkutan Jalan Raya 2,561,192 2 , 9 2 3 ,9 6 7 3 ,4 7 6 ,5 0 4 b. Industri Tanpa Migas 2,216,231.25 2,391,862.45 2 , 5 2 4 , 9 5 8.13
3. Angkutan Laut 4 3 5 ,0 7 6 4 7 7 ,6 5 5 498,409 1. Makanan, Minuman dan Tembakau 964,622.71 1,069,421.10 1, 133 , 9 8 4 .5 9

EXECUnVESUMMARY -10
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

2. Tekstil, Brg Kulit dan Alas Kaki 17,072.02 17,809.04 19,011.25


3. Brg Kayu dan Hasil Hutan Lainnya 939,124.11 9 7 7 , 6 0 7 .9 3 1,014,929.35 • Pos dan Telekomunikasi
4. Kertas dan Barang Cetakan 122,031.07 136,711.13 147 , 4 6 9 .1 4
5. Pupuk, Kimia dan Brg dari Karet 45,631.90 54,019.90
Jumlah sambungan telepon 2012 mengalami sedikit meningkat sebesar 9,74 persen. Sedangkan informasi
4 9 , 9 5 7 .2 4
6. Semen dan Brg. Galian Non Logam 87,396-40 98,081.74 110,523.89
komunikasi mengenai jumlah pemberitaan / penerangan, persentase siaran RRI maupun jenis siaran
7. Logam Dasar, Besi dan Baja - - -
terdapat dalam tabel selanjutnya.
8. Brg dari Logam, Mesin dan Peralatan 13,032.24 14,067.50 14,822.05
3.1.6 Jaringan Transportasi Wilayah
9. Barang Lainnya 27,320.80 28,206.75 3 0 , 1 9 7 .9 7

4 Listrik, Gas dan Air Bersih 162,265.57 172,608.99 188,613.61


• Perhubungan Darat
a. Listrik 141,787.36 150,974.22 165,335-72
b. Gas - - - Jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya dari tahun 2008 - 2012 mengalami kenaikan. Jenis
c. Air Bersih 20,478.21 21,634.77 23,277-89 kendaraan terbanyak adalah sepeda motor 1.303.044 buah, mobil penumpang 23.912 buah, mobil barang
5 Bangunan 888,072.95 1,031,628.64 i, 2 4 5 , 5 0 9 .5 3 61.222 buah dan mobil bus 55.245 buah.
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 3*340,709-21 3 , 6 7 3 , 9 8 4 .8 8 4,123,668.58
• Perhubungan Laut
a. Perdagangan Besar dan Eceran 3,071,579.67 3 , 3 8 3 , 6 4 0 .9 3 3,811,456.34
b Hotel 58,440.58 64,421.43 69,156.25 Sarana transportasi air salah satu penggunaannya dipergunakan untuk bongkar muat barang yang
c. Restoran 210,688.96 225,922.52 2 4 3 , 0 5 5 -9 9 dilakukan melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi.
7 Pengangkutan dan Komunikasi 1, 3 7 3 , 3 9 3 -2 6 1,4 7 3 , 2 7 5 -2 0 1,598,821.96
a. Pengangkutan 1,246,997-69 1,338,403.64 1,452,167.05 Tabel 10 Jumlah Barang yang Dibongkar dan Dimuat Tahun 2013 (Ton)
1. Angkutan rel - - - ANTAR PULAU LUAR NEGERI
BULAN
2. Angkutan Jalan Raya 787,899.36 846,003.85 9 3 3 ,3 9 8 .2 5 BONGKAR MUAT BONGKAR MUAT
3. Angkutan Laut 168,394.61 175,672.52 178 , 9 7 7 .4 5
Januari 4 5 ,9 2 9 3 5 8 ,5 4 3 3 ,3 0 5 1 9 8 ,5 3 4
4. Angkutan Air 70,388.13 71,923.65 7 3 ,3 4 5 -9 0
Februari 17,512 202,787 2 ,3 8 7 9 9 ,3 0 5
5. Angkutan Udara 142,461.13 161 , 9 5 9 .3 7 175,717-24
Maret 27,131 216,451 2,050 4 7 ,5 0 2
6. Jasa Penunjang Angkutan 77,854-46 82,844.25 90,728.21
April 103,313 385,818 3,088 161,323
b. Komunikasi 126,395.57 134 , 8 7 1.56 146,654.91
Mei 80,763 2 3 7 ,8 7 8 2 ,3 4 6 128,845
1. Pos dan Telekomunikasi 125,000.22 133,413.80 145 , 0 9 6 .4 7
Juni 3 9 ,1 8 7 1 5 7 ,3 9 4 6 ,9 7 4 88,060
2. Jasa Penunjang Telekomunikasi 1, 3 9 5 -3 4 1, 4 5 7 .7 6 1, 5 5 8 .4 4
Juli 121,303 3 3 1 ,0 8 9 10 ,355 257,119
8 Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 1,087,897.16 1,172,817.37 1,265,250.83
Agustus 28,037 1 7 3 ,0 3 4 8,726 60,139
a. Bank 591,370.68 647,847.03 715,160.52
September 84,482 251,715 10,323 167,024
b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 56,695.88 61,922.34 66,878.47
Oktober 82,869 3 3 8 ,7 4 5 6,412 103,080
c. Jasa Penunjang Keuangan 5 , 9 4 4 -2 4 6,440.28 6,994.23
Nopember 5 4 ,0 3 0 368,708 9 ,3 7 7 9 0 ,4 0 1
d. Real Estate 417,671-24 439,674.16 4 5 8 , 2 7 4 .9 5
Desember 80,644 3 2 5 ,5 5 9 5,271 7 0 ,0 3 2
e. Jasa Perusahaan 16,215.18 16,933.56 17, 9 4 2 .6 7
JUMLAH 765,200 3 , 347,721 70,614 1, 4 7 1 ,3 6 4
9 Jasa-Jasa 1, 5 3 9 , 2 4 5 -2 5 1, 5 9 8 , 574.13 1, 6 7 5 , 3 7 0 .0 9
Sumber: PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Jambi
a. Pemerintahan Umum i , 2 7 7 , 1 9 4 .4 8 1,323,618.65 1,383,687.42
1. Administrasi, Pemerintahan dan Pertahanan 823,203.54 8 5 1 ,9 4 3 7 2 889,688.94
Tabel 11 Lalu Lintas Penumpang dan Barang Angkutan Kapal Laut Tahun 2011 - 2013
2. Jasa Pemerintahan Lainnya 4 5 3 ,9 9 0 .9 4 471 , 6 7 4 .9 4 4 9 3 , 9 9 8 .4 7
2011 2012 2013
b. Swasta 262,050.77 2 7 4 , 9 5 5 -4 8 291,682.68 BULAN
PENUMPANG BARANG PENUMPANG BARANG PENUMPANG BARANG
1. Sosial Kemasyarakatan 168,878.91 177,022.24 1 8 9 , 3 5 3 .8 9
2. Hiburan dan Rekreasi Januari 1 ,5 4 8 5 1 4 ,4 5 9 1,862 4 7 3 ,5 8 9 1,090 606,311
14,707.16 15,409.51 16,419-78
3. Perorangan dan Rumah Tangga Februari 1,338 455,686 1,523 5 1 1 ,0 9 8 834 321,991
78,464.69 8,822,523.73 85,909.00
Maret 1 ,4 4 4 596,115 1,120 4 9 7 ,1 4 4 739 2 9 3 ,1 3 4
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 18,963,518.00 2 0 , 3 7 3 , 5 3 3 -0 0 21, 9 7 9 , 2 7 7 .0 0
Sumber: BPS Provinsi Jambi, Dalam Angka Tahun 2014 April 1,452 4 1 4 ,4 3 5 1 ,0 6 7 5 4 4 ,3 0 1 1,098 6 5 3 ,5 4 2

Mei 1,310 5 0 7 ,9 5 7 1,251 522,605 1,022 4 4 9 ,8 3 2

EXECUnVESUMMARY -11
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Juni 2,102 518,619 1,130 5 4 7 ,8 9 0 1,076 291,615 sebanyak 8.900 orang, SMA sebanyak 4.629 orang dan SMK sebanyak 2.081 orang. Jumlah murid negeri
Juli 2,298 602,186 1,313 5 1 8 ,5 7 4 V 59 719,866 dan swasta adalah TK sebanyak 34.264 orang, SD sebanyak 392.109 orang, SLTP sebanyak 106.065 orang,
Agustus 2,161 3 7 7 ,2 5 8 4 ,5 1 8 4 2 5 ,3 7 7 4 ,5 9 0 269,936 SMA sebanyak 52.686 orang dan SMK sebanyak 22.868 orang. Disamping itu juga terdapat data madrasah
September 8,847 4 8 2 ,7 7 3 3 ,9 3 7 4 4 3 ,1 3 6 1,289 5 1 3 ,5 4 4 di Lingkungan Departemen Agama :
Oktober 2,867 716,561 1,049 491,088 1,038 531,106
4- Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta : 270
Nopember 2 ,7 6 5 411,918 1, 3 H 5 2 6 ,7 6 4 782 522,516
sekolah, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan
Desember 2,240 7 9 2 ,7 1 8 1,390 288,913 840 481,506
Swasta : 345 sekolah, Madrasah Aliyah Negeri
JUMLAH 3 0 ,3 7 2 6,390,685 21,474 5 , 7 9 0 ,4 7 9 15,557 5 , 6 5 4 ,8 9 9 dan Swasta : 184 sekolah.
Sumber: PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Jambi
4- Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta :
• Perhubungan Udara 2.946 orang, Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri
dan Swasta : 4.371 orang, Guru Madrasah Aliyah
Pada tahun 2012 jumlah kedatangan pesawat ke Jambi sebanyak 4.627 kali dan jumlah keberangkatan Negeri dan Swasta : 2.305 orang
pesawat dari Jambi sebanyak 4.624 kali. Penumpang yang datang 609.749 orang dan berangkat 624.205
4- Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta :
orang. Frekuensi pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2012 masing-masing mengalami
23.717 orang, Murid Madrasah Tsanawiyah
peningkatan 3,90 persen dan 3,63 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Negeri dan Swasta : 48.482 orang, Murid
Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta : 21.238
orang.
Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi penduduk
yang mengalami keterbatasan fisik dan mental, terdapat 4
sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB), dan 79 orang guru
dengan jumlah murid 425 orang yang hampir tersebar di
seluruh kabupaten/kota di Jambi.

• Kesehatan dan Keluarga Berencana


Penyediaan berbagai sarana kesehatan di Provinsi Jambi yang meliputi jumlah rumah sakit, puskesmas,
puskesmas pembantu, posyandu dan apotik. Disamping itu juga disajikan jumlah tenaga kesehatan yang
terdiri dari tenaga kefarmasian, tenaga gizi, tenaga keperawatan, bidan, kesehatan masyarakat, sanitasi
dan teknisi medis
Gambar 13 Jumlah Penumpang Pesawat Melalui Tabel 12 Jumlah Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan di Provinsi Jambi
Bandar Udara Sultan Thaha Jambi, 2008 - 2012 Tahun 2009 - 2013
TAHUN
3.1.7 sosial budaya KESEHATAN
2009 2010 2011 2012 2013

• Pendidikan Jumlah Fasilitas Kesehatan


Rumah Sakit 21 19 25 31 33
Salah satu program pokok pembangunan Provinsi Jambi adalah meningkatkan pembangunan Sektor
Puskesmas 167 172 174 178 182
pendidikan formal mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi dan pendidikan
Puskesmas Pembantu 593 547 596 690 579
non formal berupa pendidikan dan latihan berbagai bidang pengetahuan keterampilan yang diperlukan
Posyandu 2 ,5 3 6 3,168 3,130 3,218 3,267
untuk pembangunan serta pembinaan generasi muda dan olah raga dalam mempersiapkan generasi yang
Apotik 180 195 151 218 241
sehat jasmani dan rohani.
Jumlah Tenaga Kesehatan
Jumlah sekolah negeri dan swasta di Provinsi Jambi kondisi 2012 adalah TK sebanyak 820 sekolah, SD Medis 777 883 1,310 1,090 1,121
sebanyak 2.373 sekolah, SLTP sebanyak 541 sekolah, SMA sebanyak 201 sekolah dan SMK sebanyak 104 Perawat dan Bidan 6,027 6,929 7,651 7,885 7,800
sekolah. Jumlah guru negeri dan swasta adalah TK sebanyak 3.561 orang, SD sebanyak 27.007 orang, SLTP Farmasi 560 545 726 634 614

EXECUTIVESUMMARY -12
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

| Gizi___________________1 171 | 196 | 232 | 228 | 232 Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografi dan
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jambi perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak
> Agama suatu tempat. Curah hujan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama tahun 2011 adalah antara 2.000 -
3.000 mm. Untuk semua wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sepanjang tahun 2011 mempunyai
Jumlah tempat ibadah pada tahun 2013 di Provinsi Jambi terdiri dari 3.288 buah masjid, 1.287 buah
curah hujan tahunan sekitar 2231 mm, dimana 4 bulan basah, 8 bulan kering. Rata-rata curah hujan bulan
musholla, 2.842 buah langgar, 12 buah wihara, 283 buah gereja, 66 buah rumah kapel, 3 buah pura dan 25
basah 179 - 279 mm dan bulan kering 71 - 103 mm. Curah hujan terbanyak di tahun 2011 yaitu pada bulan
buah klenteng.
Desember 2011 sekitar 352 mm. Sebaliknya curah hujan terendah terjadi pada bulan Mei yaitu sekitar 123
3.2 GAMBARAN UMUM WILAYAH LABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR mm.

3.2.3 Kondisi Kependudukan


3.2.1 Letak dan Adimnistrasi Wilayah
• Kependudukan
• Posisi Geografis
Penduduk Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 212.218 jiwa dengan rincian pria
Kabupaten Tanjung Jabung Timursecara Geografis terletak antara o°53’- i 04 i’ Lintang Selatan dan antara 108.924 jiwa dan wanita 103.294 jiwa. Dilihat dari segi kepadatan penduduk tahun 2013, maka
103°23’-104 o31’ Bujur Timur. Luas Kabupaten Tanjung Jabung Timur sekitar 5.445 km2, yang berbatasan kepadatan rata-rata per kmJ menurut kecamatan adalah :
dengan:
Tabel 13 Luas, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten
> Sebelah Utara Berbatasan dengan Laut Cina Selatan Tanjung Jabung Timur Tahun 2013
> Sebelah Selatan Berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan
NO KECAMATAN LUAS WILAYAH (HA) JUMLAH PENDUDUK KEPADATAN PENDUDUK
> Sebelah Barat Berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi
1 Mendahara 911.15 26.205 28,76
> Sebelah Timur Berbatasan dengan Laut Cina Selatan
2 Mendahara Ulu 381.30 15.068 39,52

Geragai 285.35 21.761 76,26


?
4 Dendang 478.17 32,04
15-319
Muara Sabak Barat 251-75 16.063 63,81
5
3.2.2 Kondisi Fisik dan Klimatologi 6 Muara Sabak Timur 410.28
31.790 77,48

Kuala Jambi 120.52 14.409 119,56


7
• Topografi 8 Rantau Rasau 356.12
22.989 64,55
Berbak 194.46 10.085 51,86
9
Ketinggian ibukota-ibukota kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkisar antara 0 - 5
10 Nipah Panjang 234.70 26.078 111,11
meter diatas permukaan laut. Jarak Terdekat dari ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur kebeberapa
11 Sadu 1821.20 12.451 6,84
ibukota Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi:
JUMLAH 5445.OO 212.218 38,97
Muara Sabak: - Jambi lewat Sengeti = 124 km
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014
- Jambi lewat Zone 5 = 60 km
- Kuala Tungkai lewat Simpang Tuan =129 km • Ketenagakerjaan
- Muara Bulian lewat Bajubang Laut = 112 km Jumlah pencari kerja yang terdaftar pada dinas Sosnakertrans Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun
- Sengeti lewat Simpang Tuan = 94 km 2013 menurut jenis kelamin adalah :
- Muara Bungo = 347 km
i- Laki-laki : 282 orang
- Muara Tebo = 299 km
4- Perempuan : 219 orang
- Sarolangun = 290 km
- Bangko Lewat Sarolangun = 364 km
- Sungai Penuh lewat Sarolangun = 462 km• 3.2.4 Sektor Unggulan Potensi Wilayah

• Pertanian Tanaman Pangan


• Iklim

EXECUTIVESUMMARY -13
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Produksi padi sawah dan padi ladang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2013 mengalami
NO JENIS TANAMAN LUAS TANAMAN PRODUKSI RATA-RATA PRODUKSI JUMLAH PETANI
peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan produktivitasnya mengalami kenaikan
dari 32,76% menjadi 36,08%. Produksi palawija seperti Ketela Pohon dan Ketela Rambat dari tahun 2006 - Coklat 126
9 35 5 4 ,2 5 6 673
2013 dapat dilihat sebagai berikut: Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014
Tabel 14 Luas Tanaman, Luas Panen dan Produksi Padi (Sawah dan Ladang) di Kabupaten
Tanjung Jabung Timur menurut Kecamatan Tahun 2013 • Peternakan
Populasi ternak tahun 2013 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah sebagai berikut: Sapi 12.268 ekor,
SISA TANAMAN TAHUN LUAS TANAMAN KERUSAKAN LUAS
NO KECAMATAN Kerbau 107 ekor, Kambing 34.743 ekor, Domba 143 ekor. Sedangkan populasi ternak unggas di Kabupaten
LALU TAHUN INI (HA) % PANEN
Tanjung Jabung Timur adalah : Itik 44.859 ekor, Ayam Buras 1.707.709 ekor, Ayam Pedaging 101.992 ekor.
1 Mendahara 0 0 - - -
2 Mendahara Ulu 10 0 7.36 302
Tabel 16 Populasi Ternak Besar, Kecil Dan Unggas Menurut Kecamatan Di Kabupaten Tanjung
231 17
Ceragai 150 640 - -
Jabung Timur Tahun 2013 (Ekor)
3 593
4 Dendang 2,314 3,122 17 0.54 AYAM
2 ,3 4 3 AYAM
Muara Sabak Barat 120 500 - -
NO TAHUN SAPI KERBAU KAMBING DOMBA ITIK
5 556 BURAS PEDAGING
6 Muara Sabak Timur 4 ,7 2 0 4,821 121 2.51 4,988
1 2013 12,268 107 34,743 143 4 4 ,859 1,707,709 101,992
7 Kuala Jambi - 2 1 50 1
2 2012 14,703 187 38,743 116 36,890 9 9 4 ,9 7 1 5 3 ,7 8 2
8 Rantau Rasau 3 ,3 7 6 3 ,6 7 2 12 0.33 3 ,7 7 4
3 2011 13,327 178 32,378 115 32,860 621,988 112,161
9 Berbak 6,065 6,600 112 1.70 7 ,4 2 0
4 2010 12,629 495 24,156 104 29,744 416,146 1 2 7 ,9 3 1
10 Nipah Panjang 4 ,4 5 5 6 ,7 4 6 - - 6,153
5 2009 11,458 530 24,080 118 28,303 387,270 3 3 ,0 5 0
11 Sadu 2,081 1 ,0 0 4 - - 2,326
JUMLAH 2013
6 2008 10,225 458 15P 42 123 31,460 2 3 9 ,7 9 8 22,480
23,381 2 7 ,3 3 8 280 1.02 28,456
2012 25,236 28 7 2007 9,742 451 1 4 ,4 4 4 99 30,186 2 3 7 ,9 4 2 58,360
524 0.98 2 8 ,9 5 5
2011 24,182
8 2006 8,746 449 1 3 ,4 9 7 118 2 7 ,7 3 7 2 3 7 ,1 3 6 56,980
3 2 ,4 5 3 777 1-37 2 9 ,7 2 7
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014
2010 - 25,332 - - 31,005
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014
• Industri

• Perkebunan Perkembangan perlistrikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur meningkat sesuai dengan lajunya
perkembangan pembangunan dimana pada tahun 2012 dan tahun 2013 permintaan pemasangan baru
Potensi perkebunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur cukup menjanjikan dan pada umumnya adalah
pelanggan PLN cukup tinggi. Data rinci dapat dilihat pada table berikut in i:
perkebunan rakyat dengan jenis tanaman terbanyak adalah Kelapa dalam dengan luas tanam pada tahun
2013 seluas 58.650 Ha. Jenis tanaman perkebunan kedua terbanyak adalah Kelapa Sawit dengan luas Tabel 17 Jumlah Pelanggan, Daya, Pemakaian dan Penjualan Tenaga Listrik di Kabupaten
tanaman 29.543 Ha. Tanjung Jabung Timur Tahun 2013

Tabel 15 Luas Tanaman, Produksi, Rata - rata Produksi dan Jumlah Petani Tanaman perkebunan JENIS JUMLAH DAYA POWER PEMAKAIAN PENJUALAN TENAGA
NO
di Kab. Tanjung Jabung Timur Tahun 2013 PELANGGAN PELANGGAN (VA) (KWH) LISTRIK (RP.)

1 Sosial 709 1,018,300 7 8 ,3 2 7 55,222,472


NO JENIS TANAMAN LUAS TANAMAN PRODUKSI RATA-RATA PRODUKSI JUMLAH PETANI
2 Rumah Tangga 32,083 3 4 , 4 0 5 ,1 5 0 3,071,106 2 , 5 5 6 ,432,712

3 Bisnis 819 1, 9 6 5 ,1 5 0 250,563 265,280,653


1 Kopi 3 ,2 5 9 1,027 4 ,6 2 5 2 ,4 5 6
4 Industri 2 3,500 340 323,580
2 karet 7 ,7 5 0 2,673 6,771 5 ,2 6 4
5 Pemerintah 276 1,489,650 191,060 210,813,317
3 kelapa Hibrida 69 49 2,194 45
6 Lainnya 63 786,900 1 1 4,38 9 156,256,226
4 Pinang 8,846 5 ,7 7 7 1 4 ,7 0 0 8 ,3 9 0
JUMLAH 2013 3 3 ,9 5 2 39,668,650 3 , 7 0 5 ,7 8 5 3,244,328,960
5 Lada 59 7 2,056 186
6 Kelapa Dalam 58,650 2012 2 9 ,7 7 0 34,088,300 3,642,165 2,640,119,543
50,234 11,377 22,848
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur, Dalam Angka 2014
7 Kelapa Sawit 2 9 ,5 4 3 3 3 ,2 2 3 2 7 ,8 5 3 9,198
8 Kemiri 9 2 667 31

EXECUTIVE SUMMAR Y -14


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

• Perdagangan barang 20.574 ton serta yang paling sedikit terjadi bongkar barang pada bulan Januari 2012 sebanyak
135.466,30 ton dan muat barang sebanyak 1.610 ton.
Banyaknya Pasar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2013 adalah 24 pasar. Banyaknya Distributor
sebanyak 59 unit dan SPBU sebanyak 2 unit. • P erd ag a n g an Lu ar N egeri

Perdagangan Luar Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tercatat di Laporan Asal dan Tujuan
Tabel 18 Investasi Sarana/Prasarana Perdagangan menurut Jenis Penggunaan di Kabupaten Penumpang, Hewan dan Barang untuk Exsport/lmport di Pelabuhan Muara Sabak Desember 2012. Ukuran
Tanjung Jabung Timur Tahun 2013 Kapal yang berlabuh di dermaga yang terbesar 44.098 (GT/HP) dan yang terkecil 1.358 (GT/HP), Besar
volume Bongkar 2.260,30 ton besar volume muat 331.155,13 ton, Negara tujuan yang terbanyak Negara
AGEN/
NO KECAMATAN PASAR GUDANG SPBU India dan Negara Malaysia. Barang yang banyak diExsport adalah jenis Batu Bara yang diExport ke Negara
PENYALUR
India dan Malaysia.
1 Mendahara 3 47 4 0
• PD RB
2 Mendahara Ulu 3 43 7 1
3 Geragai 3 116 7 0 Produk Demestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Timur padat tahun 2013 mencapai Rp. 13,384
4 Dendang 3 47 4 0 triliun, meningkat 10% pertahun dari tahun 2012 yang besarnya Rp. 11,957 triliun. Berdasarkan
5 Muara Sabak Barat 1 2 9 1 komposisinya, sektor pertanian, sektor pertambangan dan sektor perdagangan memberikan kontribusi
6 Muara Sabak Timur 4 59 7 0 yang paling besar masing-masing 17,15%, 59,19% dan 9,86%. Sedangkan sektor yang paling kecil adalah
7 Kuala Jambi 2 28 3 0 listrik dan air bersih yang besarnya yaitu 0,12%, seperti ditunjukkan pada table dan grafik berikut:
8 Rantau Rasau 1 26 9 0 Tabel 19 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Timur Atas Dasar Harga
9 Berbak 1 20 4 0 Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupiah) Tahun 2011-2013
10 Nipah Panjang 2 28 3 0
11 Sadu 1 31 2 0 NO Lapangan Usaha 2011 2012* 2013**
JUMLAH 2013 24 447 59 2
2012 24 0 55 2 Pertanian, Perternakan, Kehutanan 81
2011 0 0 1,787, 546.99 1, 959,857-35 2, 294,793.58
25 34 1 Perikanan
2010 23 34 81 2 2 Pertambangan dan Penggalian 6,268,744.90 7,385,811.15 7, 923,373-56
2009 18 29 47 2 3 Industri Pengolahan 785,059.45 861,191.03 987,839.53
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014 Listrik dan Air Bersih 12,140.66 15,813.36
4 10,742.13
5 Bangunan 96,228.70 110,175.58 147,015.65
• P ariw isata 6 Perdagangan, Hotel & Restoran 897,085.26 1,033,196.10 1,319,187.73
Jumlah akomodasi pada tahun 2013 sebanyak 6 unit, jumlah kamar 75 unit dan jumlah tempat tidur 91 unit. 7 Pengangkutan & Telekomunikasi 220,302.86 238,429.71 286,334.50
Sebagian besar Hotel/Losmen menurut Jenis Kelas Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat di Muara 8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 85,631.86 95,048.26 111,034.63
Sabak Barat yang terbanyak disusul dengan Nipah Panjang dan Muara Sabak Timur. Kelas Hotel/Losmen 9 Jasa-Jasa 241,138.03 261,387.10 298,725.81
yang terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur semua Kelas Non Bintang.
PDRB Dengan Minyak dan Gas Bumi 10,392,480.19 11,957, 236.95 13,384,118.35
PDRB Tanpa Minyak dan Gas Bumi 3,683,498.27 4,085,533.52 4,9 i 7,349-50
3.2.5 Kondisi Perekonomian Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur, Dalam Angka 2014

• P erd ag a n g an D alam N egeri

Perdagangan Dalam Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terlihat dari kunjungan Kapal Antar Pulau
yang tercatat di Laporan Asal dan Tujuan Penumpang, Hewan dan Barang untuk Exsport/lmport di
Pelabuhan Muara Sabak Tahun 2012 sebanyak 1.867 Kapal, banyak barang yang dibongkar 3.712.398,44 ton
dan muat barang 50.955 ton dan jumlah Penumpang yang turun sebanyak 92 orang dan penumpang yang
naik 102 orang. Pada kunjungan Kapal yang terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2012 sebanyak 247
Kapal, dan terjadi bongkar barang terbanyak pada bulan April 2012 sebanyak 457.284,52 ton dan muat

EXECUTIVE SUMMARY -15


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Gambar 16 Grafik Pertumbuhan PDRB Kabupaten Tanjabtim atas dasar harga tetap
Gambar 15 Kontribusi sektor-sektor perekonomian terhadap PDRB Kabupaten Tanjung Jabung Berdasarkan gambar di atas, perumbuhan seluruh sektor tampak konsisten peningkatannya yang
Timur menunjukan terjadinya keseimbangan kondisi perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam
Namun jika dilihat dari PDRB harga tetap tahun 2000, pertumbuhan PDRB pada periode yang sama adalah kurun waktu tersebut. Sektor pertambangan Nampak seperti agak berfluktuasi tetapi dalam dua tahun
8,21% dari Rp. 14,28 triliun pada tahun 2007 menjadi Rp. 18,96 triliun pada tahun 2011. Sektor-sektor yang terakhir tampak mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sedangkan sektor-sektor basis seperti
mengalami pertumbuhan lebih besar dari pertumbuhan rata-rata adalah pertambangan, listrik dan air pertanian, industri dan perdagangan tampak lebih mendominasi kontribusinya terhadap PDRB sehingga
bersih, bangunan, perdagangan dan keuangan, seperti ditunjukkan oleh table berikut: bisa dipastikan bahwa perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Timur tidak bergantung kepada hasil
pertambangan.
Tabel 20 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupiah) Tahun 2011-2013 • Pendapata Perkapita

NO Lapangan Usaha 2011 2012* 2013** Pendapatan perkapita penduduk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berdasarkan atas Pendapatan
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2011 pendapat perkapita di Kabupaten Tanjung Timur Rp
1 Pertanian, Perternakan, Kehutanan & Perikanan 711,824.31 742,721.30 799,367-89 12.199.351 pertahun dan persentasenya 4,75 persen.
2 Pertambangan dan Penggalian 968,665.79 1,076,565.73 1,049,844-28
Industri Pengolahan 3.2.6 Jaringan Transportasi Wilayah
3 245,292.02 253, 943-07 269,159.82
4 Listrik dan Air Bersih 3d 97.34 3, 472.22 3, 933.13
• Perhubungan Darat
5 Bangunan 34, 672.97 36, 933-39 42,591.85
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 383,849-34 417,230.41 466,286.26 Jalan merupakan prasana untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Meningkatkan usaha
7 Pengangkutan & Telekomunikasi 97,016.33 100,609.22 105, 905.39 pembangunan menuntut pula peningkatan pembangunan prasarana jalan untuk memudahkan mobilitas
8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 33,669.52 35,245.20 37, 340.62 penduduk dan memperlancar perdagangan antar daerah. Panjang jalan di Kabupaten Tanjung Jabung
9 Jasa-Jasa 88 ,799-87 91,277.90 96,418.30 Timur tahun 2012 adalah 955,40 km, terdiri dari jalan dengan kondisi baik 254,63 km, jalan dengan kondisi
sedang 374.43 km, Jalan dengan kondisi rusak 235,89 km dan jalan dengan kondisi rusak berat 90,45 km.
PDRB Dengan Minyak dan Gas Bumi 2,566,987.49 2,758,000.44 2,870,847.55
PDRB Tanpa Minyak dan Gas Bumi 1,497,488.78 1,577,085.02 1,711,728.26 Tabel 21 Panjang Jalan Kabupaten Menurut Kecamatan dan Jenis permukaan Jalan di
Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur,Dalam Angka 2014 Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2013 (km)

JENIS PERMUKAAN JALAN


NO TAHUN JUMLAH
ASPAL KLA SB LAINNYA

1 2012 96.15 3 4 9 -6 5 509.6 9 5 5 -4 0

2 2011 154.64 209.37 5 7 6 .5 4 9 4 0 .5 5

3 2010 14 7-0 5 177.82 584.28 909.15


4 2009 416.78 180.90 304.65 902.33
Sumber: Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dalam Angka, 2014

EXECUTIVESUMMARY -16
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Banyaknya Mobil dan Penumpang melalui Terminal Muara Sabak tahun 2012 di Tanjung Jabung Timur dokter. Selain itu juga terdapat 244 orang tenaga bidan, dan 266 perawat yang tersebar disetiap
tercatat sekitar 4.493 unit berangkat 5.433 unit dan banyaknya penumpang yang datang sebanyak 42.693 kecamatan.
orang dan berangkat sebanyak 50.272 orang.
Tabel 22 Banyaknya Rumah Sakit, Puskesmas, Puskemas Pembantu Tahun 2013
• Perhubungan Laut
PUSKESMAS
NO KECAMATAN RUMAH SAKIT PUSKESMAS
Sarana transportasi air salah satu penggunaanya dipergunakan untuk bongkar muat barang yang PEMBANTU
dilakukan melalui Pelabuhan Muara Sabak laporan Desember 2012. Kegiatan Kapal yang bongkar muat 1 Mendahara 0 2 7
dominan pada Pelayaran Dalam Negeri yakni Kapal Nasional. Kunjungan kapal yang terbanyak adalah
2 Mendahara Ulu 0 1 4
Kapal barang dan kapal penumpang /Crew Boat yang menurunkan penumpang 58 orang dan menaikan
3 Geragai 0 1 8
penumpang 97 orang. Sedangkan kunjungan kapal barang yang terbesar dan muatan terbanyak adalah
4 Dendang 0 1 5
Tongkang (TK) kunjungan sebanyak 73 kali.
5 Muara Sabak Barat 1 0 2

3.2.7 Sosial dan Budaya 6 Muara Sabak Timur 0 3 5

7 Kuala Jambi 0 1 1
• Pendidikan dan Kesehatan 8 Rantau Rasau 0 1 8

9 Berbak 0 1 5
Salah satu program pokok pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah meningkatkan
10 Nipah Panjang 0 2 7
pembangunan sektor Pendidikan formal mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi
11 Sadu 0 3 6
dan pendidikan non formal berupa pendidikan dan latihan berbagai bidang pengetahuan keterampilan
JUMLAH 2013 1 16 58
yang diperlukan untuk membangun serta pembinaan generasi muda dan olah raga dalam mempersiapkan
2012 1 17 57
generasi yang sehat jasmani dan rohani. Jumlah sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Tanjung Jabung
Timur tahun 2013 adalah : 2011 1 17 57
2010 1 17 61
• Taman Kanak-kanak: 45 buah 2009 1 61
17
• Sekolah Dasar: 206 buah Sumber: BPS Kab. Tanjung Jabung Timur, Dalam Angka 2014
• SLTP: 45 buah
• Agama
• SMU: 12 buah
• SM K:7buah Banyaknya Tempat Ibadah mengikuti perkembangan jumlah penduduk, maka jumlah fasilitas ibadah di
Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 jumlah Masjid di
Sedang Sekolah dibawah naungan Departemen Agama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menurut
Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah mencapai 361 buah, Musholla 24 buah, Gereja 15 buah dan Langgar
Kecamatan tahun 2012 adalah :
312 buah.
• Madrasah Diniyah : 101 buah
• Madrasah Ibtidaiyah : 23 buah 3.3 GAMBARAN UMUM WILAYAH KECAMATAN SADU
• Madrasah Tsanawiyah : 31 buah
• Madrasah Aliyah : 21 buah 3.3.1 Letak dan Adm inistrasi Wilayah

• Madrasah Aliyah : 272 orang Desa/Kelurahan Sungai Itik, Kecamatan Sadu masuk dalam wilayah Kabupaten Tanjung Jabung
Penyediaan berbagai sarana kesehatan di TimurProvinsi Jambi yang telah ditetapkan berdasarkan Undang-Undang no. 22 Tahun 1999 tentang
Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2013 Pemerintahan Daerah (L. N Tahun 1997 no. 60 tambahan L. N no. 3839) dan Undang- Undang no. 54 Tahun
Jumlah Rumah Sakit 1 buah, Puskesmas 16 buah dan 1999 tetang Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi dan
Pustu 58 buah. Disamping penyediaan sarana Kabupaten Tanjung Jabung Timur ( L. N no, 182 tambahan L. N no. 3903) dan kemudian ditindak lanjuti
kesehatan yang berguna untuk melayani dengan PP no. 60 Tahun 1991 Tanggal 22 Oktober 1991 dan Keputusan Bupati no. 221 Tahun
masyarakat dibidang kesehatan hingga sampai ke 2004.Kecamatan Sadu terletak antara o°52’ - 01°27’ Lintang Selatan dan 102°18’ - 103°25’ Bujur Timur.
pelosok desa, juga diperlukan penyediaan tenaga Merupakan Daerah Pesisir dan kondisi umum dataran rendah dan rawa-rawa. Dengan Ketinggian 1- 5 di
medis/Kesehatan lainnya. Di Kabupaten Tanjung atas Permukaan Laut. Kecamatan Sadu terdiri atas berbagai sukubangsa yang di dominasi Melayu Timur,
Jabung Timur tahun 2013 terdapat 39 orang tenaga Bugis, Banjar dan Jawa. Masing-masing hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Mayoritas

EXECUTI\/E SUMMARY -17


Gambar 17. Lokasi Pelabuhan Ujung Jabung
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

penduduknya beragama Islam sehingga tidak mengherankan jika banyak rumah ibadah berupa masjid dan | 9 | Sungai Itik__________| 173.2 | 9.51 |
surau menghiasi tiap sudut daerahnya.Tanah Kecamatan yang khas tanah persisir laut membuat mayoritas Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012
penduduknya memilih pertanian sebagai mata Pencarian utama dengan kelapa dan pinang sebagai Untuk menghubungkan antara Desa/Kelurahan ke Ibu kota Kecamatan maka bisa ditempuh dengan
produk unggulannya.
melalui jalan darat dan melalui Sungai, jarak antara Desa/Kelurahan ke Ibu Kota Kecamatan sebagai
• Posisi Geografis berikut:

Kecamatan Sadu merupakan salah satu dari 9 (Sembilan)Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tabel 24 Jarak antara Desa/Kelurahan ke ibu kota Kecamatan
Posisi geografis Luas Kecamatan SADU = 1821,2 km2 Nama Ibu Kota Kecamatan Sungai Lokan, dengan
JARAK (KM)
batas wilayah: NO D ESA/KELURAH AN
DARAT SUNGAI
-I- Sebelah Barat : Nipah Panjang Subdistrict 1 Sungai Benuh 79 79
i- Sebelah Timur : Selat Malaka 2 Labuhan Pering 72 72
i Sebelah Selatan : Provinsi : Sumatera Selatan
3 Sungai Cemara 58 50
4- Sebelah Utara : Laut Cina Selatan
4 Air Hitam Laut 37 37

• Administrasi Pemerintahan 5 Remau Baku Tuo 29 29


6 Sungai Sayang 18 19
Secara administrasi Kecamatan Sadu terbagi dalam 9 Desa/Kelurahan, yaitu : Desa Sungai Benuh, Desa
7 Sungai Jambat 12 13
Labuhan Pering, Desa Sungai Cemara, Desa Air Hitam Laut, Desa Remau Baku Tuo, Desa Sungai Sayang,
8 Sungai Lokan 0 0
Desa Sungai Jambat, Desa Sungai Lokan, dan Desa Sungai Itik. Desa Sungai Lokan merupakan Letak
9 Sungai Itik 1 1
Kecamatan SADU sekaligus sebagai pusat Pemerintahan, yang mempunyai luas wilayah + 95Ha.
Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012

3.3.2 Kondisi Fisik W ilayah dan Klimatologi Untuk mendukung jalannya Pemerintahan Kecamatan SADU sehingga dibagi beberapa desa yang terdiri
dari 9 (Sembilan) Desa maka status pemerintahan dan keberadaan BPD Dekel dan klasifikasi desa serta
• T o p o g rafi banyaknya Satuan Lingkungan Setempat (SLS) sebagai berikut:
Ditinjau dari keadaan geografisnya, Kecamatan SADU dibagi menjadi Daerah Aliran Sungai, yaitu Aliran Tabel 25 Status Pemerintahan Kecamatan Sadu Tahun 2011
Sungai yang membentang dari Nipah Panjang sampai Selat Malaka. Kondisi Geografis Kecamatan SADU
yang terdiri dari Desa Sungai Benuh berupa Pesisir, Desa Labuhan Pering berupa Pesisir, Desa Sungai NO D ESA/KELURAH AN STATUS KLASIFIKASI DUSUN RW RT
Cemara berupa Pesisir, Desa Air Hitam Laut berupa Pesisir, Desa Remau Baku Tuo berupa Pesisir, Desa
Sungai Sayang berupa dataran, Desa Sungai Jambat berupa Pesisir, Desa Sungai Lokan berupa Daerah
1 Sungai Benuh Desa Rural 3 - 6
Aliran Sungai dan Desa Sungai Itik berupa Pesisir. Jarak Pusat Pemerintahan Kecamatan dengan
2 Labuhan Pering Desa Rural 2 - 26
Desa/Kelurahan yang terjauh berjarak 160 km lama perjalan yang ditempuh selama 8 jam dan Jarak
3 Sungai Cemara Desa Rural 2 - 16
Ibukota Kabupaten berjarak 90 km lama perjalanan 3 jam serta jarak Ibukota Provinsi berjarak 120 km lama
4 Air Hitam Laut Desa Rural 4 - 15
diperjalanan 4 jam.
5 Remau Baku Tuo Desa Rural 2 - 7
Tabel 23 Luas Desa/Kelurahan Kecamatan SADU Tahun 2011
6 Sungai Sayang Desa Rural 3 - 16
7 Sungai Jambat Desa Rural 4 - 21
NO DESA /KELURAH AN LUAS (HA) %
8 Sungai Lokan Kelurahan Urbal - 5 21

9 Sungai Itik Desa Rural 4 - 14


1 Sungai Benuh 27 9 -3 15-33
Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012
2 Labuhan Pering 273-7 15.02
3 Sungai Cemara 234.6 12.88
• Iklim
4 Air Hitam Laut 206.7 11-34

5 Remau Baku Tuo 223.4 12.27


Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografi dan
6 Sungai Sayang 10.73 perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak
195-5

7 Sungai Jambat 7.65 suatu tempat. Curah hujan di Kecamatan Sadu tahun 2011 Jumlah Hari dengan curah Hujan terbanyak 180
139-5
8 Sungai Lokan 95.0 5.21 hari banyaknya curah hujan adalah 186,75 mm/tahun. Untuk Suhu wilayah di Kecamatan Sadu yakni suhu
maxsimum 32°C dan suhu minimum 23°C.

EXECUTIVESUMMARY -18
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

• Klimatologi 6 Sungai Sayang 1,229 195-5 6.28


7 Sungai Jambat 2 ,9 7 5 139-5 21.32
Secara klimatologis wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur beriklim basah dengan hujan hampir 8 Sungai Lokan 1,709 17.98
95
sepanjang tahun, atau kurang lebih 8-10 bulan basah dan bulan kering 2-4 bulan. Rata-rata curah hujan Sungai Itik 2,084 173.2 12.03
9
yaitu 241.6 mm dan rata-rata jumlah hari hujan sebesar 11 hari per tahun. Suhu udara rata-rata di wilayah ini JUMLAH 12,389 1,821 68.03
yaitu 26.6° - 28.3°C. suhu udara rata-rata bulanan menunjukkan bahwa suhu tertinggi terjadi pada bulan Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012
Mei (27.3°C) dan suhu terendah pada bulan Januari (26.3°C) dengan kelembaban udara 78-81 % pada
Desember/Januari dan 73% pada bulan September. Kecepatan anging 6.4 m/detik pada bulan Mei dan 10.3 Tabel 27 Jumlah Penduduk dan Jenis Kelamin Menurut Kecamatan Sadu Tahun 2011
m/detik pada bulan Januari
NO DESA/KELURAHAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
• Ketinggian
1 Sungai Benuh 64 52 116
Ketinggian ibukota-ibukota kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkisar antara 1-5 m di 2 Labuhan Pering 750 705 1,455
atas permukaan laut. 3 Sungai Cemara 228 221 449
4 Air Hitam Laut 1,098 964 2,062
• Hidrologi
5 Remau Baku Tuo 167 143 310
Sumber air di Provinsi Jambi pada umumnya terdiri dari air permukaan dan air tanah. Air permukaan 6 Sungai Sayang 613 616 1,229
berasal dari sungai-sungai dan danau-danau berada dalam sistem Satuan Wilayah Sungai Batanghari, yang 7 Sungai Jambat 1,551 1,424 2,975
luasnya hampir mencakup sebagian besar Provinsi Jambi. Sementara itu DAS Batanghari dibagi menjadi 8 Sungai Lokan 845 864 1,709
beberapa sub DAS yaitu : sub DAS Batang Tembesi, sub DAS Jujuhan, sub DAS Batang Tebo, sub DAS 9 Sungai Itik 1,066 1,018 2,084
Batang Tabir, sub DAS Tungkai dan Mendahara, sub DAS Air Hitam, sub DAS Airdikit, sub DAS Banyulincir JUMLAH 6,382 6,007 12,389
dan sub DAS lainnya. Sedangkan sub DAS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu sub DAS Tungkai dan Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012
Mendahara dimana dilihat dari pola aliran sungainya berbentuk radial dan debit air mencapai 247.6128 • Ketenagakerjaan
m3/detik
Penduduk Menurut Mata Pencarian di Kecamatan Sadu adalah Petani 3000 orang dan Buruh Tani 60
3.3.3 Kondisi Kependudukan orang, Nelayan 746 orang, Pengusaha Sedang/Besar 12 orang, Pengrajin/lndustri Kecil 2 orang dan Buruh
Perkebunan 149 orang.
• Kependudukan
3.3.4 Sektor Unggulan Potensi W ilayah
Berdasarkan data hasil Survai Sosial Ekonomi Nasional 2011, jumlah penduduk dan kepadatannya
mencapai 12.389 jiwa dengan luas 1.821 Ha jadi kepadatan 68,03 per Ha. Jumlah Penduduk menurut jenis • Pertanian Tanaman Pangan
kelamin, laki-laki sebanyak 6.382 jiwadan perempuan sebanyak 6.007 jiwa- Jumlah penduduk terbesar
Penggunaan lahan di Kecamatan Sadu Tahun 2011 menurut data dari BPP3K Pertanian dikategorikan
terdapat di Desa Sungai Jambat dan yang terkecil di Desa Sungai Benuh. Jumlah rumahtangga di
kedalam penggunaan lahan berdasarkan sawah, bukan sawah dan lahan bukan pertanian dengan jumlah
Kecamatan Sadu adalah 3.087 rumahtangga dengan rata-rata anggota rumahtangga sebesar 4,013 orang.
lahan seluas 1.821 Km2, meliputi: sawah 171K1T12, bukan sawah 726Km2 dan lahan bukan sawah seluas
Jumlah dan penyebaran penduduk adalah sebagai berikut :
924,7Km2.

Tabel 26 Jumlah Penduduk dan Kepadatannya Menurut Kecamatan Sadu Tahun 2011

NO DESA /KELURAH AN JUMLAH PENDUDUK LUAS (HA) KEPADATAN Per HA

1 Sungai Benuh 116 2 7 9-3 0.41


2 Labuhan Pering 1,455 273-7 5-31

3 Sungai Cemara 449 234.6 1.91


4 Air Hitam Laut 2,062 206.7 9 -9 7

5 Remau Baku Tuo 310 223.5 1.38

EXECUTIVESUMMARY -19
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Tabel 28 Luas Tanah di Kecamatan Sadu Menurut Penggunaan Lahan Tahun 2011 (Km2) 3.3.5 Perekonomian Wilayah

NO DESA /KELURAH AN SAWAH BUKAN SAWAH LAHAN NON PERTANIAN LUAS DESA • Perdagangan

1 Sungai Benuh - 11 268.3 Perdagangan pada di Kecamatan Sadu Jumlah Pasar Tradisional dan Komplek Pertokoan Tahun 2011 hanya
279-3
2 Labuhan Pering - 113 160.7 terdapat di Desa/Kelurahan Sungai Lokan hanya terdapat 1 pasar Jumlah Usaha Perdagangan 207
273-7
Sungai Cemara - 150 84.6 234.6 Toko/Warung kelontong. Jumlah warga yang terlibat dengan perdagangan di Kecamatan Sadu sebanyak
3
Air Hitam Laut - 89.7 206.7 141 orang.
4 117
5 Remau Baku Tuo - 120 103.5 223.5 • PDRB
6 Sungai Sayang 47 53 95-5 195-5
Keuangan diperoleh dari Jumlah Ketetapan dan
7 Sungai Jambat 62 71 6.5 139-5
Realisasi PBB di Kecamatan Sadu menurut
8 Sungai Lokan 49 40 6.7 95-7
Desa/Kelurahan tahun 2011 berjumlah Rp
9 Sungai Itik 13 51 109.2 173.2
78.076.788 dan realisasinya Rp 78.076.788
JUMLAH 171 726 9 2 4 -7 1,821.7
persentase PBB adalah 100 persen. Dan Jumlah
Sumber: Kecamatan Sadu Dalam Angka 2012
Ketetapan dan Realisasi ABD di Kecamatan Sadu
menurut Desa/Kelurahan Tahun 2011 berjumlah Rp
Penggunaan lahan sawah terluas berada di Desa Sungai Jambat seluas 62Km2 dan terkecil di Desa Sungai 2.937.350.226.
Itik seluas i3Km2. Sedangkan penggunaan lahan bukan sawah terluas juga di Desa Sungai Cemara seluas
i50Km2 dan terkecil di Desa Sungai Benuh nKm2. Begitu juga untuk penggunaan lahan bukan pertanian 3.3.6 Jaringan Trasportasi Wilayah
Desa Sungai Benuh merupakan Kecamatan yang terluas untuk penggunaan lahan bukan pertanian yaitu Gambar 18 Pelabuhan Muara Sabak
Sumber: Jambiprov.go.id
seluas 268,3K1T)2 dan penggunaan lahan bukan pertanian terkecil di Desa Sungai Jambat yaitu seluas 6,3 • Perhubungan Darat
Km2.
Jumlah Alat Transportasi Darat Umum di Kecamatan SADU tahun 2011 yakni kendaraan Mobil berjumlah 16
• Perkebunan buah, Sepeda Motor 1.676 buah dan sepeda sebanyak 206 buah.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perkebunan, definisi perkebunan adalah • Perhubungan Laut
segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu (tanaman semusim dan tanaman tahunan) pada
Untuk Alat Transportasi Laut/Sungai di Kecamatan SADU tahun 2011 yakni Alat Transportasi Air Umum
tanah dan / atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang
sebanyak 7 speed Boat.
dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta
manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. 3.3.7 Sosial Budaya
Secara total areal tanaman perkebunan rakyat di Kecamatan Sadu pada tahun 2011 sumber penghasilan
utama dan Komoditi Utama adalah Perkebunan dan hanya di Desa Sungai Benuh sumber penghasilan • Pendidikan dan Kesehatan
utamanya Perikanan. Komoditi Utama Kecamatan Sadu adalah Kelapa Kopra dan hanya Desa Sungai Jumlah Pendidikan yang ada pada Kecamatan Sadu terdiri dari Sekolah Dasar (SD) berjumlah 20 Sekolah
Benuh Nelayan. Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan di Kecamatan Sadu : Kelapa Sawit luas Dasar dengan jumlah muridnya 1.571 orang murid, Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 4 Sekolah
areal 505 Ha, Kelapa luas areal 5.467 Ha, Pinang luas areal 348 Ha dan Coklat luas arealnya 40 Ha. dengan jumlah murid 431 orang dan Sekolah Menengah Atas (SMA) berjumlah 1 Sekolah dengan jumlah
• Peternakan muridnya 225 orang Murid serta Sekolah Madrasah yakni Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah masing-masing
berjumlah 1 Sekolah.
Peternakan merupakan usaha pemeliharaan dan pembiakan ternak. Pada sektor peternakan, populasi
ternak di Kecamatan Sadu pada tahun 2011 jumlah Ternak Sapi 160 ekor, Kambing 225 ekor dan Itik /Bebek • Agama
558 ekor. Jumlah Pemeluk Agama Menurut Desa/Kelurahan Tahun 2011 terdiri dari pemeluk Agama Islam sebanyak
12.316 orang, Agama Kristen sebanyak 8 orang, Agama Katholik 26 orang danAgama Budha 39 orang. Dan
jumlah tempat Peribadatan sebanyak 17 Masjid dan 15 Mushola.

EXECUTIVESUMMARY -20
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI J A M B I

04. KONDISI PELABUHAN DI PROVINSI JAMBI Timur Tengah, Jepang, dan Korea. Macam kapal yang sandar pun bervariasi mulai dari kapal motor, m o t o r
tempel (outboard motor), speed boat, motor boat, ketek (small craft), sampai kapal motor tunda Q t u g
boat) dan tongkang (barge). Demi kelancaran bongkar muat, Pelabuhan Talang Duku dilengkapi d e n g a n
Pelabuhan Ujung Jabung merupakan pelabuhan yang masih dalam tahapan pembangunan. Oleh sebab dermaga apung, untuk mengatasi beda permukaan air pada saat musim hujan dan kemarau yang d a p a t
itu, belum belum ada pelayanan kegiatan kepelabuhanan. Diperkirakan mulai beroperasi pada tahun mencapai 8 m.
2020an bersamaan dengan penyelesaian pembangunan jalan yang menghubungkan ke Pelabuhan Ujung
Jabung. Pelabuhan Kuala Tungkai, yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berjarak 110 k m
arah Tim ur Kota Jambi. Dermaga yang memiliki kapasitas sandar kapal hingga bobot 800 d w t i n i ,
4.1 GAMBARAN UMUM PELABUHAN YANG ADA DI PROVINSI JAMBI setiap harinya melayani lalu lintas hydrofoil (speed-boat) yang m enghubungkan Kuala T u n g k a i
(Jambi) dengan Batam, Tanjung Pinang dan kepulauan lainnya di Provinsi Kepulauan R i a u .
Pelabuhan laut Ujung Jabung, Kec. Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pelabuhan
Dermaga ini juga m erupakan t e m p a t :
yang berada di sekitar Pelabuhan Ujung Jabung adalah Pelabuhan Muara Sabak, Pelabuhan Talang Duku di
berlabuhnya nelayan pencari ik a n d i
Kabupaten Muaro Jambi dan Pelabuhan Kuala Tungkai. Pelabuhan Muara Sabak saat ini telah memiliki
berbagai fasilitas luas areal yang relatif besar yaitu 189 Ha dengan kedalaman alur pelayaran sampai daerah yang terkenal dengan
dengan 4,5 LWS (Lower Water Sea-di bawah permukaan laut), kedalaman kolam pelabuhan 5 LWS-7 LWS, kontribusi hasil perikanan l a u t n y a
dermaga beton ukuran 50 m x 15 m, trestel (jembatan penghubung) beton ukuran 47 m x 8 m, mooring tersebut.Kabupaten Tanjung J a b u n g
dolphin (sarana tambat kapal) dua buah, bolder enam buah, lapangan penumpukan seluas 2.337 m2, Tim ur terbentuk b e rd a sa rk a n
instalasi pipa air yang siap operasi serta lampu penerangan dermaga. Dengan fasilitas tersebut, undang-undang No. 54 Tah u n 1 9 9 9
Pelabuhan Muara Sabak dapat dilalui kapal barang dengan kapasitas rata-rata 14.000 GT (gross ton-bobot undang-undang No. 14 Tah u n 2 0 0 0
mati) dengan panjang rata-rata 152 m dan muatan rata-rata 10.000 ton. Meskipun sudah dapat melayani dengan luas 5.445 Km2 atau 1 0 , 2
aktivitas bongkar muat, namun hingga saat ini masih sepi pengunjung dan masih jarang perusahaan yang
dari luas w ilayah propinsi J a m b i ,
memanfaatkan pelabuhan ini. Ini terjadi karena Pemprov Jambi sebagai regulator di daerah dan PT.
namun sejalan dengan b e r l a k u n y a
Pelindo Cabang Jambi belum secara maksimal memanfaatkan pelabuhan ini. Sampai saat ini lebih dari 10 Gambar20 Pelabuhan Kuala Tungkai
Sumber: Jambiprov.go.id undang-undang No. 27 Tahun 2 0 0 7
investor ingin memanfaatkan areal pelabuhan itu guna membangun berbagai fasilitas penunjang ekspor.
tentang pengelolaan w ilayah p e s i s i r
Di antaranya PT. Biodiesel Jambi yang akan membangun pabrik dan tangki timbun CPO.
dan pulau-pulau kecil, luas w il a y a h i
Di sektor transportasi laut, Kota Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk perairan dan 30 pulau kecil (term asuk pulau b e r h a I a ,
dilayani oleh "Pelabuhan Talang Duku" r 11 diantaranya belum bernama) menjadi 13.102,25 Km2. Disam ping itu m em iliki panjang p a n t a i
m
(berjarak 20 km arah timur dari Kota / sekitar 191 km atau 90,5 % dari panjang pantai propinsi Jam bi.
Jambi), Kecamatan Kumpeh, Kabupaten
Muaro Jambi. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terletak di pantai tim ur pulau Sum atera ini b e r b a t a s a n
sisi Sungai Batanghari ini dapat disandari langsung dengan Propinsi Kepulauan Riau dan merupakan daerah hinterland s e g it f g a
kapal berkapasitas hingga 750 dwt. pertumbuhan ekonomi Singapura-Batam -Johor (SIBAJO).W ilayah perairan laut kab up aten in i
Pemerintah Kota Jambi telah pula
merupakan bagian dari alur pelayaran kapal nasional dan internasional (ALKI I) dari u t a r a
mempersiapkan rencana area datar seluas
keselatan atau sebaliknya, sehingga dari sisi geografis daerah ini sangat potensial u n t u k
560 ha di Kecamatan Jambi Timur yang
berkembang. Kabupaten Tanjung Jabung Tim ur secara geografis terletak pada o°53’ - 1°4 1’ LS d a n
relatif dekat dengan kawasan pelabuhan,
dengan peruntukan area pembangunan 103°23 - 104°31 BT dengan luas 5.445 Km2 dengan ketinggian Ibukota-lbukota Kecam atan d a l a m
kawasan industri berorientasi eksport. Gambar 19 Pelabuhan Talang Duku Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkisar antara 1-5 m dpi. Kabupaten Tanjung Jabung T i m u r
Jumlah kapal yang sandar di "Pelabuhan Sumber: Jambiprov.go.id mempunyai luas wilayah 5.445 Km2.
Talang Duku", tahun 2004 sebanyak 1.091
kapal, sedangkan yang berangkat sejumlah 786 kapal. Sementara jumlah penumpang yang datang
sebanyak 692 orang dan yang berangkat sebanyak 662 orang. Jumlah barang yang dibongkar sebanyak
30.887 ton, sedangkan yang dimuat sebanyak 17.439 ton. Hinterland Pelabuhan Jambi menghasilkan
antara lain karet, kayu lapis, dan moulding, yang merupakan komoditi ekspor ke Amerika Serikat, Eropa,

EXECU7IVESUMMARY -2 1
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

WILAYAH HINTERLAND

PELABUHAN UJUNG
\BUNG

KEPULAU AN RIAU

P»nekilpln.no
S -mpang f
Taman
Nasional
Borbok MENTAWAI
Googlc

Gambar 21 Sebaran Pelabuhan di Sekitar Lokasi Pelabuhan Ujung Jabung

4.2 Hinterland Pelabuhan

Hinterland pelabuhan yang terdapat di Pelabuhan Ujung Jabung merupakan kawasan yang terdapat di Gambar 22 Wilayah Hinterland Pelabuhan Ujung Jabung
sekitar Pelabuhan Ujung Jabung tersebut. Terdapat berbagai macam informasi mengenai kawasan sekitar
4.3 Status Lahan
pelabuhan sebagai hinterland Pelabuhan Ujung Jabung yaitu terdapat kawasan perkotaan Ujung Jabung
yang akan dijelaskan berdasarkan kondisi fisik, kondisi ekonomi dan kondisi sosialnya. Pelabuhan tidak
Berdasarkan informasi dari bappeda provinsi Jambi, sampai dengan tahun 2015, luas lahan yang sudah
bisa dipisahkan dengan daerah hinterlandnya. Yang dimaksud dengan hinterland pelabuhan adalah
dibebaskan untuk pembangunan pelabuhan ujung jabung dan sedang dalam proses pembuatan sertifikat
daerah-daerah yang terletak di sekitar (belakang) pelabuhan, termasuk di dalamnya adalah kota
yaitu seluas 100 ha. Rencana kebutuhan lahan untuk kegiatan Pelabuhan Ujung Jabung sampai dengan
pelabuhan itu sendiri dan kota-kota serta daerah-daerah pedalaman di luar kota pelabuhan yang saling
jangka panjang kurang dari 100 ha.
memiliki hubungan ekonomi dengan pelabuhan. Termasuk daerah hinterland adalah pelabuhan-pelabuhan
kecil di sekitar pelabuhan Ujung Jabung. Hinterland Pelabuhan Ujung Jabung direncanakan meliputi
4.4 Akses Jalan
seluruh wilayah Provinsi Jambi. Hal ini dikarenakan Pelabuhan Ujung Jabung diarahkan sebagai
pelabuhan pengumpul yang akan melayani wilayah sekitarnya. Berdasarkan informasi dari RTRW Provinsi Jambi, rencana pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan
Ujung Jabung terdiri dari ruas jalan: Simpang Pudak - Suak Kandis - Batas Kabupaten Muaro
Jambi/Kabupaten Tanjung Jabung Timur; dan - Batas Kabupaten Muaro Jambi/Kabupaten Tanjung
Jabung Timur - Ujung Jabung. Kemudian berdasarkan informasi dari Bappeda Provinsi jambi, jalan menuju
Pelabuhan Ujung Jabung akan dijadikan jalan negara dan strategi nasional, yakni jalan dari Batanghari
II, Pesona Lima hingga arah ke Muara Sabak menjadi jalan negara. Dan dari Sabak ke Rantau Rasau,
Berbak hingga keUjung Jabung sekitar 86 kilometer akan menjadi jalan strategi nasional. Akses jalan

EXECUnVE SUMMARY -22


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

04. KONDISI PELABUHAN DI PROVINSI JAMBI Timur Tengah, Jepang, dan Korea. Macam kapal yang sandar pun bervariasi mulai dari kapal motor, motor
tempel (outboard motor), speed boat, motor boat, ketek (small craft), sampai kapal motor tunda (tug
boat) dan tongkang (barge). Demi kelancaran bongkar muat, Pelabuhan Talang Duku dilengkapi dengan
Pelabuhan Ujung Jabung merupakan pelabuhan yang masih dalam tahapan pembangunan. Oleh sebab dermaga apung, untuk mengatasi beda permukaan air pada saat musim hujan dan kemarau yang dapat
itu, belum belum ada pelayanan kegiatan kepelabuhanan. Diperkirakan mulai beroperasi pada tahun mencapai 8 m.
2020an bersamaan dengan penyelesaian pembangunan jalan yang menghubungkan ke Pelabuhan Ujung
Jabung. Pelabuhan Kuala Tungkai, yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berjarak 110 km
arah Timur Kota Jambi. Dermaga yang memiliki kapasitas sandar kapal hingga bobot 800 dwt ini,
4.1 GAMBARAN UMUM PELABUHAN YANG ADA DI PROVINSI JAMBI setiap harinya melayani lalu lintas hydrofoil (speed-boat) yang menghubungkan Kuala Tungkai
(Jambi) dengan Batam, Tanjung Pinang dan kepulauan lainnya di Provinsi Kepulauan Riau.
Pelabuhan laut Ujung Jabung, Kec. Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pelabuhan
Dermaga ini juga merupakan tempat
yang berada di sekitar Pelabuhan Ujung Jabung adalah Pelabuhan Muara Sabak, Pelabuhan Talang Duku di
berlabuhnya nelayan pencari ikan di
Kabupaten Muaro Jambi dan Pelabuhan Kuala Tungkai. Pelabuhan Muara Sabak saat ini telah memiliki
berbagai fasilitas luas areal yang relatif besar yaitu 189 Ha dengan kedalaman alur pelayaran sampai daerah yang terkenal dengan
dengan 4,5 LWS (Lower Water Sea-di bawah permukaan laut), kedalaman kolam pelabuhan 5 LWS-7 LWS, kontribusi hasil perikanan lautnya
dermaga beton ukuran 50 m x 15 m, trestel (jembatan penghubung) beton ukuran 47 m x 8 m, mooring tersebut.Kabupaten Tanjung Jabung
dolphin (sarana tambat kapal) dua buah, bolder enam buah, lapangan penumpukan seluas 2.337 m2, Timur terbentuk berdasarkan
instalasi pipa air yang siap operasi serta lampu penerangan dermaga. Dengan fasilitas tersebut, undang-undang No. 54 Tahun 1999
Pelabuhan Muara Sabak dapat dilalui kapal barang dengan kapasitas rata-rata 14.000 GT (gross ton-bobot undang-undang No. 14 Tahun 2000
mati) dengan panjang rata-rata 152 m dan muatan rata-rata 10.000 ton. Meskipun sudah dapat melayani dengan luas 5.445 Km2 atau 10,2 %
aktivitas bongkar muat, namun hingga saat ini masih sepi pengunjung dan masih jarang perusahaan yang dari luas wilayah propinsi Jambi,
memanfaatkan pelabuhan ini. Ini terjadi karena Pemprov Jambi sebagai regulator di daerah dan PT.
namun sejalan dengan berlakunya
Pelindo Cabang Jambi belum secara maksimal memanfaatkan pelabuhan ini. Sampai saat ini lebih dari 10
undang-undang No. 27 Tahun 2007
investor ingin memanfaatkan areal pelabuhan itu guna membangun berbagai fasilitas penunjang ekspor.
tentang pengelolaan wilayah pesisir
Di antaranya PT. Biodiesel Jambi yang akan membangun pabrik dan tangki timbun CPO.
dan pulau-pulau kecil, luas wilayah
Di sektor transportasi laut, Kota Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk perairan dan 30 pulau kecil (termasuk pulau berhala,
dilayani oleh "Pelabuhan Talang Duku" 11 diantaranya belum bernama) menjadi 13.102,25 Km2. Disamping itu memiliki panjang pantai
(berjarak 20 km arah timur dari Kota sekitar 191 km atau 90,5 % dari panjang pantai propinsi Jambi.
Jambi), Kecamatan Kumpeh, Kabupaten
Muaro Jambi. Pelabuhan yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terletak di pantai timur pulau Sumatera ini berbatasan
sisi Sungai Batanghari ini dapat disandari langsung dengan Propinsi Kepulauan Riau dan merupakan daerah hinterland segitiga
kapal berkapasitas hingga 750 dwt. pertumbuhan ekonomi Singapura-Batam-Johor (SIBAJO).Wilayah perairan laut kabupaten ini
Pemerintah Kota Jambi telah pula merupakan bagian dari alur pelayaran kapal nasional dan internasional (ALKI I) dari utara
mempersiapkan rencana area datar seluas
keselatan atau sebaliknya, sehingga dari sisi geografis daerah ini sangat potensial untuk
560 ha di Kecamatan Jambi Timur yang
berkembang. Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara geografis terletak pada o°53’ - 1°41’ LS dan
relatif dekat dengan kawasan pelabuhan,
103°23 - 104°31 BT dengan luas 5.445 Km2 dengan ketinggian Ibukota-lbukota Kecamatan dalam
dengan peruntukan area pembangunan
kawasan industri berorientasi eksport. Kabupaten Tanjung Jabung Timur berkisar antara 1-5 m dpi. Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Jumlah kapal yang sandar di "Pelabuhan mempunyai luas wilayah 5.445 Km2.
Talang Duku", tahun 2004 sebanyak 1.091
kapal, sedangkan yang berangkat sejumlah 786 kapal. Sementara jumlah penumpang yang datang
sebanyak 692 orang dan yang berangkat sebanyak 662 orang. Jumlah barang yang dibongkar sebanyak
30.887 ton, sedangkan yang dimuat sebanyak 17.439 ton. Hinterland Pelabuhan Jambi menghasilkan
antara lain karet, kayu lapis, dan moulding, yang merupakan komoditi ekspor ke Amerika Serikat, Eropa,

EXECUTIVE SUMMAR Y -21


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

menuju ke Pelabuhan Ujung Jabung direncanakan selesai pada tahun 2019-2020. hingga keUjung Jabung
sekitar 86 kilometer akan menjadi jalan strategi nasional

Gambar 23 Rencana Pembangunan Akses Jalan Menuju Kawasan Pelabuhan Ujung Jabung
(Sumber: Peraturan Bupati Tanjung Jabung Timur No 21 Tahun 2013 Tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah)

4.5 Kondisi Eksisting Pelabuhan Ujung Jabung

Kondisi eksisting Pelabuhan Ujung Jabung masih dalam tahap pembangunan fasilitas pelabuhan. Fasilitas
yang sudah dibangun saat ini dengan menggunakan dana tahun anggaran 2014-2016 adalah sebagai
berikut:
1. Trestle 2,6 kilometer (proses pemancangan)
2. Center Transfer Tower
3. Timbunan (212x104) m dan (182,4x295) m2
4. Talud 182,4 m dan Sandbag 5.325 buah
Gambar 24 Perkembangan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Ujung Jabung
Sedangkan target yang akan dilakukan sampai dengan tahun 2017 adalah pembuatan Breasting Dolphin
sebanyak 3 Unit. Visualisasi perkembangan pembangunan fasilitas pelabuhan Ujung Jabung dapat dilihat
pada Gambar berikut.

EXECUTIVESUMMARY -23
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI
T i

Tabel 30 Daftar Koordinat dan Elevasi B ench M ark


05. HASIL SURVEI LAPANGAN Koordinat
No. BM
X Y Z
5.1 PENENTUAN BENCH MARK (BM) KBB 01 (BM 02) 429087 9886699 +2.710
KBB 02 (BM 01) 429340 9886884 +3.941
Pengukuran dilakukan dengan Pola Poligon tertutup dimana awal dan akhir dari pengukuran bertemu BM-03 429677 9885278
pada titik yang sama. Referensi ketinggian didapat dari hasil perhitungan pasang surut selama 15 hari.Titik- BM-04 430418 9885646
titik Poligon digunakan sebagai kerangka horizontal pengukuran. Koordinat Bench Mark (BM), hasil
pengukuran ini adalah sebagai berikut
• Pengukuran Poligon
Tabel 29 Koordinat Lokasi Pelabuhan Ujung Jabung Jaringan poligon utama pada lokasi pekerjaan hanya terdiri dari 1 (satu) buah jalur utama.Sedangkan
jaringan poligon cabangnya diukur pada jalur-jalur yang diperlukan dan diikatkan dengan sempurna pada
D E S K R IP S I TU G U
jaringan poligon utama. Azimuth awal ditetapkan dengan melakukan pengamatan matahari pada
"TCJJuPg JaDi.rgTIrrwr raprtan 2014
KECACATAN : 2 adu t Sl PEh z iij io jf w i ICVELLIf+i . Paferuarl 2614 beberapa BM dan dikoreksikan terhadap azimuth magnetis. Pada pengukuran poligon ini, titik akhir
; Surgailltf* i-Ysm'BBKHYcwsjiJ1;'.......................... ;.... TCSIfSIOT............
■5l5TBI.ri!0;WEINAT i Ln v 2W .I------------------------------------------ T— pengukuran berada pada titik awal pengukuran. Survei dilakukan dengan membagi pengukuran ke dua
n c r c n c r .il LTAI UV \ /*Z» ' V i j
jurusan, sehingga panjang lintasan menjadi lebih pendek.
K O O R D IN A T ( X. Y. Z ) A L A T Y A N G D IG U N A K A N

* < -« ■ 4 2 9 .3 4 0 .1 SS TO TA L s t a t io n

- 9.SSB.SS4.144 TO P C O N 303

Z {*$ ■ 3.941 S O K H IS H A B 2

KETBUM3AN: C ala «ya- 0 1ta-gg-i * !0 r* dari partai dl parit 4 • ICC m dan rrarera auar.

Gambar 25 Dokumentasi survei topografi Pelabuhan Ujung Jabung

Kondisi alam/topografi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur berbukit-bukit sempit dan terjal serta
pegunungan tingginya diatas permukaan laut bervariasi antara 0 - 800 m, terdiri dari dataran rendah
sampai bergelombang mencapai 24 %, dari tanah bergelombang sampai berbukit-bukit 28,8 % dan dari
berbukit sampai pegunungan 51,2 % dari keseluruhan luas daratan.Dengan kondisi Topografi yang
demikian berakibat sulit membuat jalan-jalan lurus dan lebar. Oleh karena itu Kota-kota utama terletak di
Untuk pekerjaan ini dilakukan pengukuran Bench Mark pada lokasi-lokasi yang strategis. Bench Mark (BM) tepi pantai. Mengingat Pelabuhan Ujung Jabung berada di Kecamatan Sadu dan merupakan bagian dari
sebagai titik kontrol di lapangan diukur pada lokasi yang telah ditentukan. BM untuk kerangka Kabupaten Tanjung Jabung Timur maka kondisi topografi secara garis besar memiliki kesamaan dengan
pengukuran, sebanyak 2 (dua) buah, dan sudah diberi penomoran yaitu KBB 01 (BM 02) dan KBB 02 (BM topografi Kabupaten Tanjung Jabung Timur namun secara spesifik Pelabuhan Ujung Jabung berada di
oi).Daftar koordinat konstruksi BM disajikan pada Tabel 30 di bawah ini. ketinggian 0 - 5 0 meter karena posisi pelabuhan ini berada di tepi pantai.

EXECUnVESUM M ARY -24


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Bathymetri merupakan kegiatan pengumpulan data kedalaman dasar laut dengan untuk menunjukkan kejadiannya. Elevasi acuan pasang surut di Perairan Laut Wilayah Pelabuhan Ujung Jabung disajikan pada
kontur kedalaman dasar laut diukur dari posisi o,oo meter LWS. Selain itu peta Bathymetri juga berfungsi Tabel 32.
untuk mengetahui kedalaman dasar laut sehingga dalam perencanaan dermaga, kapal dapat disediakan Tabel 32 Elevasi Acuan Pasang Surut di Perairan Laut Wilayah Ujung Jabung
kedalaman yang cukup untuk beroperasi. Atas dasar hasil pengukuran topografi dan pemetaan situasi Elevasi-elevasi acuan Peilschaal (cm) MSL (cm) LLWS (cm)
detail di lapangan dengan secara simultan dilakukan pengolahan data (perhitungan) dan penggambaran, Highest High Water Level (HHWL) 391.18 342.38
183.74
yang pada dasarnya masih bersifat sementara. Proses perhitungan baik perhitungan koordinat maupun
Mean High Water Spring (MHWS) 353-17 145-73 3 0 4 -3 7
elevasi dilaksanakan di lapangan (base camp). Hal ini dimaksudkan agar apabila terdapat kesalahan
Mean High Water Level (MHWL) 287.48 80.04 238.68
ukuran, maka pengecekan dapat segera dilaksanakan. Dengan demikian keragu-raguan terhadap hasil
Mean Sea Level (M SL) 2 0 7 .4 4 0.00 158.64
pengukuran dapat dihilangkan.
Mean Low Water Level (MLWL) 126.45 -80.99 7 7 -65
Setelah selesai semua tahap perhitungan maka pekerjaan selanjutnya adalah proses plot titik-titik dimulai
Mean Low Water Spring (LLWS) 48.8 -158.64 0.00
dari titik kerangka utama, detail, dan ketinggian untuk mendapatkan peta dasar yang baru dan digambar
di atas kertas milimeter. Peng-gambaran ulang secara digitasi, dengan tujuan penempatan titik-titik Lowest Low Water Level (LLWL ) 10.33 - 197-11 -38.47
penting hasil survei dapat digambar dan dievaluasi dengan keakuratan yang lebih baik.Analisis topografi Tunggang pasang (cm) 380.85
dan batimetri disatukan sehingga membentuk gambar pemetaan Ujung Jabung.Peta pemetaan Sumber: analisis, 2014
Pelabuhan Ujung Jabung disajikan pada G a m b a r d ib aw ah ini.
4.2 KONDISI ARUS DAN GELOMBANG
4.1 KONDISI PASANG SURUT
Arus yang terjadi di pantai terjadi oleh pengaruh yang sifatnya local seperti pergerakan angin, perbedaan
Pasang surut terjadi terutama karena pengaruh posisi bumi terhadap bulan dan matahari. Perubahan kerapatan/densitas air, perbedaan suhu air, perbedaan pasang surut dan perbedaan ketinggian muka
posisi ini dapat menyebabkan naiknya muka air laut yang disebut pasang (High Water Spring = HWS) dan tanah dasar.Arus yang terjadi di perairan Pelabuhan Ujung Jabung Kabupaten Tanjung Jabung Timur
turunnya muka air laut yang disebut surut (Low Water Spring = LWS) Perairan di sekitar Pelabuhan Ujung merupakan interaksi yang saling mempengaruhi dari arus permanen Laut Hindia, arus pasang surut dan
Jabung mempunyai pasang surut condong ke harian ganda dengan tinggi pasang surut dapat mencapai arus angin.Gelombang laut dalam di perairan Pelabuhan Ujung Jabung dibangkitkan terutama oleh tiupan
2,6meter pada saat pasang purnama. Data pasang surut didapatkan melalui survei pada tanggal 12-26 angin terhadap permukaan air laut. Tujuan pengukuran arus adalah untuk mendapatkan besaran
September 2012. Pada dokumen tersebut survei pengamatan pasang surut dilakukan dengan memasang kecepatan dan arah arus yang akan berguna dalam mempelajari sifat-sifat dinamik perairan lokal.Metoda
papan ukur (peilschaal kayu). Lokasi pemasangan peilschaal disajikan pada Gambar 2.1. Koordinat titik pelaksanaan pengukuran ini dijelaskan sebagai berikut:
pengamatan pasang surut adalah sebagai berikut 10 02' 53.7“LS 104° 20' 01.9“BT. Hasil analisa berupa i. Pengukuran arus dilakukan pada beberapa lokasi dimana arus diperkirakan mempunyai pengaruh
Konstituen pasang surut di Pelabuhan Ujung Jabung disajikan pada Tabel 31. penting (misalnya muara sungai). Penempatan titik pengamatan ini disesuaikan dengan kondisi
oseanografi lokal dan ditentukan berdasarkan hasil studi pengamatan/survei pendahuluan
Tabel 31 Data Pasang Surut Pelabuhan Ujung Jabung (reconnaissance survey).
ii. Untuk setiap lokasi pengukuran, kecepatan dan arah arus diukur pada beberapa titik kedalaman
dalam satu penampang. Berdasarkan teori yang ada, kecepatan arus rata-rata pada suatu
Konstituen Amp (cm) Fasa (derajat)
M
penampang yang besar adalah:
2 10.82 2 5 5 -9 4
V = 0 . 2 3 ( Vo.jd + 2XV0.6d+ V0.8d)
s
2 50.78 119.21 dimana:
N
2 14.68 125.78 v0.2d = arus pada kedalaman o.2d
K
2 46.20 -23.62 d = kedalaman lokasi pengamatan arus.
K
1 129.18 22.53
0
15.25 iii. Pengamatan kecepatan arus dilakukan pada kedalaman o.2d, o.6d, o.8d seperti yang ditampilkan
1 73-27
P pada Gambar 2.3.
1 106.31 -84.86
M iv. Pengukuran arus dilakukan pada siang hari (daytime) selama 24 hari penuh. Pengukuran
4 0.77 265.91
MS
dilakukan secara menerus dari satu titik ke titik berikutnya hingga seluruh titik dapat terukur
0.88 0.17
4
dalam satu hari pengukuran.
S
0 207.44
Sum ber: analisis, 2014
Selain itu dengan komponen yang sama dilakukan pula peramalan selama 18.6 tahun. Dari data hasil
peramalan tersebut selanjutnya ditentukan pula elevasi-elevasi acuan pasang surut dan probabilitas

EXECUHVESUM M ARY -25


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

G a m b a r 26 Peta T o p o g r a f i dan B a t h im e t r i

EXECUTI\/ESUMMARY -26
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Gambar 27 Pengukuran arus pada tiga kedalaman


Gambar 29 Grafik HUbungan Pasang Surut dan arus Desa Sungai Itik Spring Tide
Data arus diolah dibandingkan dengan data pasang surut untuk mengetahui pengaruh pasang surut
yang terjadi dengan arus. Grafik perbandingan data pasang surut dan arus dibagi dua yaitu neap dan Kondisi arus saat pasang dan saat surut spring tide relative lebih lambat dari pada saat neap. Nilai rata-rata
spring. Grafik tersebut disajikan pada Gambar 28 dan 29 arus disajikan pada Tabel 33 dan nilai maksimal arus disajikan pada Tabel 34.

Tabel 33 Nilai Rata-rata Arus

Gambar 28 Grafik Hubungan Pasang Surut dan arus Desa Sungai Itik Neap Tide
Proses pengolahan data angin ini menjadi data gelombang dikenal dengan istilah proses hindcasting.
Dari grafik diatas terlihat bahwa kecepatan arus ditiga kedalaman yang berbeda pada saat pasang dan
Metoda yang digunakan untuk hindcasting adalah metoda JONSWAP yang telah dibakukan dalam SPM
pada saat surut relatif stabil, tidak mengalami perubahan yang berarti. Kecepatan arus kurang dari 0,2 m/s.
(Shore Protection Manual, 1984). Konsepnya dari data angin yang ada dan sesuai fetch lokasi bersangkutan
diperkirakan besarnya bangkitan gelombang yang terjadi di perairan lepas yang ada di sekitar lokasi yang
dikaji. Oleh karena itu, sejumlah perhitungan diperlukan dalam proses ini termasuk:

1. Penentuan fetch dan perhitungan fetch efektif,


2. danPenentuan wind stres s factoryang terdiri dari.

EXECUTIVESUMMARY -27
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

■ Koreksi ketinggian
■ Koreksi stabilitas
■ Koreksi efek lokasi, dan
■ Koreksi terhadap wind stress factor.

Fetch adalah daerah pembentukan gelombang yang diasumsikan memiliki kecepatan dan arah angin yang
relatif konstan. Untuk setiap lokasi fetch berbeda-beda, tinjauan fetch selalu dilakukan untuk lokasi yang
dikaji. Daerah Ujung Jabung juga memiliki fetch tersendiri yang sesuai arah mata angin panjangnya
dibatasi oleh pulau-pulau yang ada. Gambaran dari fetch untuk daerah ini disajikan oleh sketsa pada
Gambar 4.6. Dari gambar tersebut dapat dipahami bahwa angin dari arah Tenggara memiliki panjang fetch
terbesar yang memberikan potensi terbentuknya gelombang yang lebih besar dari arah ini, namun
demikian hal tersebut masih bergantung pada intensitas angin yang ada.
Dari proses tersebut, dihasilkan satu set data gelombang akibat angin yang memuat informasi arah dan
tinggi gelombang yang terjadi sesuai dengan perioda data angin yang dijadikan dasar perhitungannya.
Data gelombang tersebut selanjutnya diolah dalam kelompok arah dan kecepatan dan disajikan sebagai
sebuah wave-rose sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 4.7 berikut Langkah penting dalam proses
perancangan adalah perkiraan besarnya gelombang rencana relatif terhadap umur rencana (design life)
dari struktur dan keamanan yang diinginkan. Dari data yang terbatas, kondisi ekstrim yang harus Gambar 30 Karakteristik Fetch Untuk Lokasi Perairan Ujung Jabung
diperkirakan dengan melakukan ekstrapolasi data yang ada.Berikut adalah perkiraan gelombang rencana
atau sering disebut gelombang ekstrim dengan menggunakan jenis probabilitas terpilih.
Sebagaimana disinggung sebelumnya, dari proses hindcasting, gelombang yang dihasilkan sesuai dengan
data angin yang digunakan (data gelombang periode panjang). Berdasarkan data tersebut, besarnya
gelombang maksimum setiap tahun dapat ditentukan dan ditabulasi berikut informasi arah dan tingginya
sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 4.7.

Berdasarkan data gelombang maksimum tersebut, dilakukan analisis gelombang ekstrim yang prosesnya
serupa dengan analisis angin ekstrim. Perhitungan dilakukan berdasarkan gelombang ekstrim sesuai
fungsi distribusi dimana dalam analisis ini digunakan 4 jenis distribusi, yaitu:
■ Distribusi Log Normal
■ Distribusi Pearson Tipe III
■ Distribusi Log Pearson Tipe III, dan
■ Distribusi Gumbel.

Hasil plot dari distribusi yang memberikan simpangan terkecil dari data aktualnya akan digunakan sebagai
distribusi untuk menghitung perkiraan tinggi gelombang rencana. Berdasarkan perhitungan dan grafik
pendekatan yang ditunjukkan, dapat dilihat bahwa Distribusi Log Pearson memiliki simpangan yang
terkecil.Oleh karena itu untuk perhitungan gelombang desain, digunakan Distribusi Log Pearson.
Gelombang desain total yang digunakan adalah gelombang maksimum untuk setiap arah yang dianalisis.
Hasil dari analisis mencakup arah gelombang dan tinggi gelombang yang terbentuk.Hasil perhitungan
gelombang desain tersebut dengan distribusi Log Normal ditunjukkan oleh Tabel berikut.

Gambar 31 Distribusi Gelombang Total di Lepas Pantai Tanjung Jabung Berdasarkan angin Jam-jaman di
Tanjung Jabung 2004-2012

EX E C U n V E SUMMARY -28
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Tabel 35 Data Gelombang Maksimum Setiap Tahun 3 2,22

5 2,22
P er Arah Tanggal Kejadian
No. Tahun Terbesar 10 2,26
U TL T TG s BD B BL Absolut Bin Tgl Jam Durasi (jam )
1 2004 1.34 1,60 2,31 2,00 1.67 Ca/m 1,29 1,84 2,31 Sep 09 14 13 25 2 ,4 4
(5,15) (6,35) (7,76) (6,99) (6,21) (5,74) (6.36) (7,76)
2 2005 1,45 2,13 1,40 1.70
50 2,72
1,48 Calm 1.67 1.78 2,13 Jan 15 02 18
(5,42) (7.68) (6.14) (6,63) (5,97) (6,25) (6,30) (7,68) Jan 30 15 15 100 345
Feb 20 17 28
3 2006 1,59 1,68 2,13 2,00 1,64 Calm 1.42 1,78 2,13 Okt 18 11 18 200 3 ,7 9
(5,60) (6,83) (7.68) (6,99) (6.17) (5,80) (6,30) (7,68) Okt 22 08 44
4 2007 1,82 1,15 1,55 1,77 1,64 Calm 1,92 1,64 1,92 Jan 03 03 32
Sumber: Hasil Pengamatan, 2014
(5,86) (5,64) (6,15) (6.72) (6.17) (6,54) (6,12) (6,54)
5 2008 1,40 1,68 1,94 1,96 1.43 Calm 1,46 1,78 1,96 Agu 08 08 21
(5,37) (6,83) (7,24) (6,94) (5,89) (5,97) (6,30) (6.94) Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa untuk periode ulang 100 tahun, diperoleh tinggi gelombang
6 2009 1,70 1,30 2,30 1,70 1.43 Calm 1,29 1,40 2,30 Agu 19 11 19
(5.72) (5,85) (8,00) (6,63) (5,89) (5,74) (5,80) (8,00) ekstrim 3,15 meter. Dengan kondisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan Ujung Jabung
7 2010 1,40 1,20 0,51 0,07 0,07 Calm 0,66 1,60 1,60 Jan 17 11 32
(5,37) (5,55) (3,75) (1,39) (1,39) (4,28) (6,08) (6,08) relatif kecil gelombangnya. Untuk menghitung perioda gelombang ekstrim, sebuah grafik hubungan
8 2011 0,61 0,00 0,00 0,00 0,00 Calm 0,00 0,00 0,61 Jan 01 00 7071
(4,07) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (4,07)
antara tinggi gelobmang signifikan dan periodanya dibuat berdasarkan data dari hasil hindcasting. Dari
9 2012 1,26 1,53 2,06 2,00 1.61 Calm 1,29 1,40 2,06 Sep 07 13 14 grafik ini, trendline yang mewakili titik-titik yang ada dapat dihitung. Grafik hubungan antara tinggi
(5,18) (6.52) (7,51) (6,99) (6,09) (5,74) (5,80) (7,51) Sep 20 12 14
gelombang signifikan dan periodanya untuk daerah lepas pantai Ujung Jabung ditunjukkan oleh
Keterangan : Format data x.xx < ----- Tinggi gelombang dalam meter.
(y.yy) ■*----- Perioda gelombang dalam detik. Gambar 33 sebagai berikut. Perioda gelombang yang dilakukan diperoleh dari persamaan trendline
yang ditunjukkan dalam gambar 34
G e lo m b a n g d esain total y an g d igunakan adalah g e lo m b an g m aksim um untuk setiap arah yang dianalisis.
Hasil dari analisis m en caku p arah g e lo m b an g dan tinggi g elo m b an g yang te rb en tuk.H asil perhitungan
g e lo m b an g desain te rse b u t d en gan distrib usi Log N orm al ditunjukkan oleh Tab el berikut.

Gambar 33 Hubungan Tinggi Gelombang Signifikan dan Perioda Gelombang Untuk Lokasi Tanjung
Jabung
Gambar 32 Plot Fungsi Distribusi Pada Probabilitas Weilbull
• Simulasi Hidrodinamika Pantai
Tabel 36 Gelombang Ekstrem Berdasarkan Data Stasiun Tanjung Jabung Simulasi hidrodinamika pantai dilakukan untuk mengetahui perilaku dinamika perairan menyangkut
Periode Ulang Nilai Ekstrim pasang surut, gelombang, dan arus dan hubungan antara ketiganya melalui suatu model matematika
(tahun) Tinggi Gel. (m) yang disusun berdasarkan data fisik lokasi yang telah dikumpulkan. Simulasi dilakukan menggunakan
1 2,10 perangkat lunak RMA2 yang merupakan modul inti dari Surface-Water Modelling System (SMS).
2 2,16

EXECUnVESUM M ARY -29


:a n a INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Untuk mendapatkan model yang memiliki karakteristik mendekati kejadian sesungguhnya, model X- 400000 ff> X* OOOOOOm

matematis yang dibangun harus disusun dan dikalibrasi. Model dapat bekerja baik apabila dapat Laut Chino S e lo t m

memberikan hasil yang mendekati kondisi aktual di lapangan. Untuk itu kalibrasi dilakukan dengan
membandingkan keluaran model terhadap sejumlah data. Dalam model ini kalibrasi dilakukan dengan
membandingkan terhadap perubahan elevasi muka air (pasang surut), dan arus. Data pasang surut
yang digunakan mencakup sejumlah informasi pasang surut resmi dari beberapa titik yang
berdekatan beserta pasang surut hasil survei lapangan, sementara data arus diperoleh dari data ukur
lapangan.

1. K o n d isi B atas dan K a lib ra si M u k a A ir p a d a D o m a in K aw asan


Tg Ja b u n g

EMAtMMbL (m)
Domain besar untuk model ini diambil untuk seluruh Selat Berhala hingga perairan selat Bangka di
]
sekitar Bangka bagian Barat. Untuk mengontrol muka air pada model ini, sejumlah referensi muka air
060
SUMA7EFA
dari Naotide digunakan sebagai kondisi batas, sebagaimana ditunjukkan oleh titik BC01 hingga BC16 020
020
pada gambar tersebut. Untuk mendapatkan karakteristik gerakan muka air yang mewakili kondisi 060 Bangka
100
lapangan, maka pasang surut muka air model selanjutnya dikalibrasi dengan informasi pasang surut i 40

dari beberapa titik lokal di dalam domain bersangkutan. Untuk hal ini digunakan 3 titik yang dipilih 20 60 km
sedemikian rupa. Titik yang pertama adalah S. Jambi, Dabo Singkep dan Tg. Jabung. Gambar 34 s.d X= 400000 ™

Gambar 36 memperlihatkan lokasi titik kalibrasi dan pasang surut di tiga lokasi titik kalibrasi. Gambar 35 Kalibrasi muka air dilakukan terhadap 2 titik
Berdasarkan analisis grafis dan analisis kuantitatif di atas, dapat disimpulkan bahwa ketelitian model
simulasi yang dibentuk ini sudah mencukupi. Grafik Kalibrasi Pasang Surut di K1: S. Jambi

Gambar 36 Kalibrasi pasang surut di titik Ki S. Jambi

Gambar 34 Domain kawasan besar dan titik-titik kondisi batas

EXECUTI\/E SUMMARY -30


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Grafik Kalibrasi Pasang Surut di K2: Dabo Singkep

LU -0.5

fi i
H—H

O lshklros

Waktu (September 2012)

Gambar 37 Kalibrasi pasang surut di titik K2Dabo Singkep Gambar 39 Ramalan pasang surut selama 3 bulan (September-Nopember 2012)

Survei p asan g su rut lap angan secara fisik dilakukan selam a tanggal 12-26 S e p te m b e r 2012. Data dari survei
ini selanjutnya d igunakan se b ag ai p em b an d in g den g an p asang surut ram alan yan g telah digunakan dalam
m odel.

Grafik Perbandingan Data Pasang Surut di Tg. Jabung

RMA2 (Ramal Data Survei

SOG

200

G a m b ar 38 K a lib rasi p asan g su ru t di titik K 3Tg . Ja b u n g Tanggal (September 2012)

Gambar 40 Fitting pasang surut ramalan dan survei untuk penentuan posisi LLWL di lapangan
2. Tin ja u a n L o k a si Tg. Ja b u n g Pada D o m a in B esa r

Proses fitting dilakukan dengan mencari posisi yang tepat antara grafik ramalan dengan pasang surut
Berdasarkan hasil kalibrasi yang telah dilakukan di sejumlah titik di atas, selanjutnya dilakukan
sedemikian rupa sehingga kedua grafik dapat menyatu dengan menggeser posisi grafik pasang surut
tinjauan hasilnya terhadap karakteristik pasang surut di lokasi Tg.Jabung. Untuk itu di plot grafik
ukur ke atas atau ke bawah. Pada hasil fitting yang ditunjukkan oleh G a m b a r 2.16, tampak bahwa titik
pasang surut selama 3 bulan pada tahun 2012 (September-Nopember) sebagai grafik pasang surut
nol peilschaal lapangan yang dijadikan acuan pengukuran berada pada -17 cm dibawah LLWL. Dari
ramalan RMA2.Hasilnya adalah sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 39.•
gambar tersebut juga dapat dilihat bahwa antara data lapangan dan hasil simulasi RMA2 yang sudah
dikalibrasi memberikan lengkung pasang surut dengan fase sama setiap harinya, sedikit perbedaan
pada amplitudo dapat disebabkan oleh kondisi aktual di lapangan atau pembacaan. Pasang surut
yang telah dicocokkan ini selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk penentuan elevasi referensi
pasang surut.

• K a lib ra si M o d e l T e rh ad ap A ru s

EXECUnVESUM M ARY -31


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

40CQ00»r.
1. K a lib ra si Pada D o m a in B esa r

Proses selanjutnya adalah melakukan kalibrasi kondisi arus menggunakan perangkat lunak RMA2 (1|||
m . . . I .
dengan berpatokan pada data arus dari lapangan. Kalibrasi dilakukan dengan menyesuaikan 1 l * l l
parameter-parameter dalam model agar kondisi arus yang dihasilkan oleh model mendekati kondisi f ' 1
v V V
yang ditunjukkan oleh data. Grafik arus berbasis waktu dan grafik arus dalam bentuk scatter
digunakan untuk menunjukkan dinamika arus yang terjadi dan perbandingannya dengan hasil
ukur.Kalibrasi arus selanjutnya dilakukan dengan melakukan simulasi pada kawasan detail tersebut
dengan membandingkan arus yang terbentuk pada lokasi titik-titik yang sama dalam model dengan Vet tv» Lvgend
-
data arus yang diukur di lapangan. - OOOrrVs Tg Jo b u n g

EMA tftj MSI (m)

SUMATERA

Bangka

JO 6 0 km

>° 40000Q.r - 6000


(«itftwo.twwo.-rwMcm.'^i-o-gwPticc»

Gambar42 Besar dan arah arus pada saat surut dalam kondisi neap di Ujung Jabung, Waktu: 18 September 2012
10:00

Dalam grafik arus berbasis waktu seperti contoh ditunjukkan oleh Gambar 2.16 dapat dilihat garis
pergerakan arus yang dihasilkan oleh model RMA2. Dapat dilihat bahwa plot arus memiliki
kecenderungan yang serupa dengan hasil ukur arus sesaat pada waktu-waktu yang sama. Kecocokan baik
dari segi angka (positif maupun negatif) yang menunjukkan arah arus serta dari sisi fase kejadiannya
sehingga grafik maupun titik data tampak berada pada satu gerakan yang seirama. Secara umum dari
sejumlah grafik perbandingan dapat disimpulkan bahwa hasil kalibrasi telah memenuhi syarat.

Pada Gambar 2.18 dan 4.19 disajikan gambaran karakteristik besar dan arah arus pada perairan sekitar
Ujung Jabung pada saat neap, sementara Gambar 42 dan 43 ditunjukkan besar dan arah arus yang terjadi
bila pasang surut di lokasi dalam kondisi spring. Dengan demikian maka model matematika yang dibentuk
sudah dikalibrasi sedemikian rupa dan telah menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan kondisi
aktualnya. Oleh karena itu, untuk kegiatan selanjutnya model ini dapat dipergunakan. Model ini akan Gambar 43 Besar dan arah arus pada saat pasang dalam kondisi neap di Ujung Jabung, Waktu: 18 September
memberikan kontribusi yang besar dalam melakukan simulasi interaksi antara struktur pelabuhan yang 2012 16:00
dibangun terhadap gaya-gaya alam di perairan. Hasil akhir dari simulasi ini akan memberikan informasi
pengaruh dari struktur terhadap lingkungan sekitarnya yang perlu diantisipasi.

EXECUHVESUM M ARY -32


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

06.ANALISIS PENGEMBANGAN WILAYAH

6.1 ANALISIS PROYEKSI KEPENDUDUKAN

Berdasarkan pemahaman tentang kenyataannya terjadi pertambahan penduduk dari tahun ke tahun
tidak mungkin selalu sama besaranya. Pertumbuhan penduduk sering terjadi pertumbuhan penduduk
yang tidak terlihat dan trend pertumbuhan penduduk di Provinsi Jambi ini. Seberapa besar perkembangan
penduduk bahwa laju perkembangan penduduk akan proporsional terhadap jumlah penduduk yang ada.
Oleh karena itu untuk mengetahui perkiraan jumlah penduduk di masa akan datang, hal ini mengingat
untuk antisipasi lonjakan jumlah penduduk atau pegerakan penduduk di Provinsi Jambi di dalam
penggunaan khususnya moda transportasi laut. Maka di perlukan gambaran jumlah penduduk di masa
akan datang. Dengan asumsi perkembagan penduduk tidak terdapat faktor yang akan mempengaruhi
pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi secara signifikan dimasa akan datang penduduk Berikut hasil
proses perkiraan jumlah penduduk di masa akan datang pada Tabel 37.

Tabel 37 Proyeksi Jumlah Penduduk Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

v-#1‘t' --;''
Tanjung Tanjung
Gambar 44 Besar dan arah arus pada saat surut dalam kondisi springdi Ujung Muaro Kota Sungai PROVINSI
Tahun Kerinci Merangin Sarolangun Batangharl Jabung Jabung Tebo Bungo
Jabung, Waktu: 23 September 2012 02:00 Jam bi Jambi Penuh JAMBI
Timur Barat
2013 235797 350062 259963 252731 363994 211057 293594 313420 320300 557321 84575 3242814
2014 240442 356958 265084 257710 371165 215215 299378 319594 326610 568300 86241 3306697
2013 245179 363990 270306 262787 378477 219455 305276 325890 3 3 3 0 4 4 579496 87940 3371840
2016 250009 371161 275631 267964 385933 223778 311289 332310 339605 590912 89672 3438264
2017 254934 378473 281061 273242 393535 228186 3 17422 338857 346295 602553 91439 3505997
2018 259956 385929 286598 278625 401288 232682 323675 345532 353H 7 614423 93240 3575065
2019 265077 393531 292244 284114 409194 237265 330051 352339 360074 626527 95077 3845493
2020 270299 401284 298002 289711 417255 241939 338553 359280 367167 638870 96950 3717310
2021 275624 409189 303872 295419 425475 246706 343184 366358 374400 651456 98860 3790543
2022 281054 417250 309858 301238 433856 251566 349944 373576 381776 664289 100808 3865215
2023 286591 425470 315963 307173 442403 256522 356838 380935 389297 677376 102794 3941362
2028 315955 469063 348336 338645 4 87731 282804 393399 419965 429184 746778 113326 4345186
Gambar 45 Besar dan arah arus pada saat pasang dalam kondisi sp rin g di Ujung Jabung, Waktu
2033 348327 517122 384025 373342 537703 311780 433706 462994 473157 823292 124937 4790385
September 2012 14:00
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017

EXECUTIVESUMMARY -33
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

6.2 ANALISIS PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOml WILAYAH • Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Provinsi Jambi

• Pertumbuhan Ekonomi wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang digambarkan
oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga konstan 2000, dari tahun 2009 gingga 2013 rata-
Secara umum pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam 8 tahun terakhir
rata pertumbuhannya 7,52 persen pertahun. BerturuT-turut pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi pada
menunjukan angka cenderung meningkat. Pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjung
tahun 2009 sebesar 6,39 persen, tahun 2010 sebesar 7,35 persen, tahun 20011 sebesar 8,34 persen, tahun
Jabung Timur sebesar 3,67 persen dan tahun 2012 sebesar 7,44 persen. Bila dilihat dari sektor-sektornya
2012 sebesar 7,44 persen dan 7,88 persen di tahun 2013.
pada tahun 2012 seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi, dialami
oleh sektor pertambangan dan penggalian yaitu sebesar 11,4 persen, sektor lainnya yaitu sektor Bila dilihat dari sektor-sektornya pada tahun 2013 seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan
perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 8,7 persen, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 8,6 positif. Pertumbuhan tertinggi, dialami oleh sektor Bangunan yaitu sebesar 20,73 persen, dan sektor
persen, sektor bangunan sebesar 6,52 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar lainnya yaitu sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh sebesar 9,27 persen; sektor pengangakutan
4,68 persen, sektor pertanian dan peternakan sebesar 4,34 persen sektor industri pengolahan sebesar dan komunikasi tumbuh sebesar 7,81 persen; sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
3,53 persen dan sektor jasa-jasa sebesar 2,79 persen. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung sekitar 7,41 persen; sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,69 persen sektor jasa-jasa tumbuh
Timur dari tahun 2010 hingga tahun 2013 berturut-turut 5,78 persen tahun, 6,83 persen dan 7,44 persen. sebesar 4,80 persen serta sektor pertambangan dan pengegalian sebesar 1,56 persen. Pertumbuhan
ekonomi tanpa migas dari tahun 2009 hingga tahun 2013 berturut-turut 6,99 persen tahun, 6,84 persen
Tabel 38 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kab. Tanjung Jabung Timur
tahun 2010, 6,93 peren pada tahun 2011, 8,69 persen pada tahun 2012 dan 8,59 persen tahun 2013. Rata-
Lapangn usaha 2010 2011 2012 2013 rata pertumbuhan PDRB non migas selam kurung waktu 2008-2013 adalah 7,61 persen. Berikut gambaran
.

1. Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Dan Perikanan 6,91 5,18 4 ,3 4 7 ,6 3


laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.
2. Pertambangan Dan Penggalian 4 ,5 3 8,6 11,4 -2,46
Tabel 39 Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi
3. Industri Pengolahan 4 ,2 3,66 3 ,5 3 5 ,9 9
, - i . , . . v -..j ••• t--. .. ,y , 3-

4. Listrik, Gas, Dan Air Bersih 8,68 9,08 8,6 12,27 Lapangan usaha 2009 2010 2011 2012 2013
5 . Bangunan 6,52 1. Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Dan Perikanan 6,66 5,21 6,01 7 ,6 7,41
6 ,4 3 6 ,3 5 15,32

6. Perdagangan, Hotel Dan Restoran 2. Pertambangan Dan Penggalian 1,29 14,46 23,19 2,62 1,56
8,22 8,82 8 ,7 11,76
3. Industri Pengolahan 3 ,8 4 4 ,4 9 5,12 7 ,9 5 ,6 9
7. Pengangkutan Dan Komunikasi 4,26 5,01 3,7 5 ,2 6
4. Listrik, Gas, Dan Air Bersih 9 ,2 7 13,12 11,5 6 ,3 7 9 ,2 7
8. Keuangan, Persewaan 8« Jasa Persh. 8 ,4 7 7,5 4,68 5 ,9 5
5 . Bangunan 8 ,4 5 6,76 6,31 16,16 20,73
9. Ja sa -Ja sa 4 ,9 9 3,68 2 ,7 9 5 ,6 3
6. Perdagangan, Hotel Dan Restoran 7 ,8 8 10,2 9 ,6 5 9 ,9 8 12,24
PDRB Dengan Migas 5 ,7 8 6,83 7 ,4 4 4 ,0 9
7. Pengangkutan Dan Komunikasi 5,81 4,11 4,02 7,27 8,52
Sum ber: BPS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dalam Angka, Diolah tahun 2017
8. Keuangan, Persewaan &. Jasa Persh. 17,9 12,12 9 ,o 8 7,81 7 ,8 8

9. Ja sa -Ja sa 6,24 4 ,0 5 3 ,8 4 ,8
Perkembangan kegiatan dalam perekonomian di Kabupaten Tajung Jabung Timur ini mengalami 3 ,8 5

peningkatan baranf dan jasa yang di prosuksi dalam masyarakat bertambah. Masalah pertumbuhan PDRB Dengan Migas 6 ,3 9 7,35 8 ,5 4 7 ,4 4 7 ,8 8

ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka pangang. Perkembangan PDRB Tanpa Migas 6 ,9 9 6,84 6 ,9 3 8,69 8 ,5 9

kemampuan produksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya Sumber: BPS Jambi Dalam Angka, Diolah tahun 2017

tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi
Jika dilihat dari trend arah pertumbuhan PDRB di Provinisi Jambi, menggambarkan bahwa pertumbuhan
memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian
ekonomi yang ada bergerak secara linier dimana setiap tahunnya PDRB Provinsi Jambi mengalami
perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. Jika pertumbuhan rata-rata ekonomi di
peningkatan. Pertumbuhan rata-rata ekonomi di Provinsi Jambi dari tahun 2009 sampai 2013 adalah 7,88
Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari tahun 2010 sampai 2013 adalah 7,44 persen. Dengan di asumsikan
persen, maka dari itu apabila di asumsikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di masa akan datang sama
bahwa laju pertumbuhan ekonomi di masa akan datang sama dengan dengan laju pertumbuhan rata-rata
dengan dengan laju pertumbuhan rata-rata setiap sektor di tahun 2013. Oleh karena itu perkembangan
di tahun sebelumnya. Maka perkembangan pertumbuhan ekonomi dimasa akan datang dapat diramalkan,
proyeksi pertumbuhan PDRB di Provinisi Jambi dalam kurung 20 tahun kedapan sebagai berikut.
dengan perkembangan proyeksi pertumbuhan PDRB di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam kurung
20 tahun kedepan pada tabel 40.

EXECUTIVE SUMMARY -34


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI
_________________________ _____ _____________* ' ’

Tabel 40 Proyeksi PDRB Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2013-2033 Tabel 41 Proyeksi PDRB Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

‘V'-?/*-V.*i 'iV‘v Tahun 1 2 3 5 6 fM i 8 9 10


Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4

2-755-755
V

2013 7 9 9 .3 6 8 1 .0 4 9 .8 4 4
2013 6.449.193 2.677.094 188.614 1.245.510 4.123.669 1.598.822 1.265.251 1.675.370 21. 9 7 9 .2 7 8
2 6 9 .16 0 3 -9 3 3 4 2 .5 9 2 4 6 6 .2 8 6 1 0 5 .9 0 5 37 -3 4 1 9 6 .4 1 8 2 .8 7 0 .8 4 8

2014 8 1 1 .3 8 8
2014 6 .9 2 7 .0 7 8 2 .7 9 8 .7 4 5 2 .8 2 9 .4 2 1 2 0 6 .0 9 8 1 .5 0 3 .7 0 4 4 .6 2 8 .4 0 6 1 .7 3 5 .0 4 2 1 .3 6 4 .9 5 3 1. 7 5 5 .7 8 8 2 3 - 7 4 9 -2 3 5
1 .0 6 4 .3 2 6 2 7 2 .0 8 4 4 .0 2 8 4 3 -5 1 3 4 7 7 -2 1 5 1 0 7 .1 1 2 3 7 .9 6 1 9 7 .4 4 8 2 .9 15 .0 7 6

2015 8 2 3 .5 9 0
2015 7 -4 4 0 .3 7 4 2 .8 4 2 .4 0 6 2 .9 9 0 .4 1 5 2 2 5 .2 0 3 1 .8 1 5 .4 2 1 5 .1 9 4 .9 2 2 1 .8 8 2 .8 6 7 1. 472.511 1 .8 4 0 .0 6 6 2 5 . 7 0 4 .1 8 5
I .O 7 9 .O O 7 2 7 5 -0 3 9 4 .1 2 5 4 4 -4 5 5 4 8 8 .4 0 0 1 0 8 .3 3 2 3 8 -5 9 3 9 8 .4 8 9 2 .9 6 0 .0 2 9

2016 I .O 9 3 .8 9 O
2016 7 .9 9 1 .7 0 6 2 .8 8 6 .7 4 7 3 .1 6 0 .5 7 0 2 4 6 .0 8 0 2 .19 1.7 5 8 5 .8 3 0 .7 8 1 2 .0 4 3 .2 8 7 1 .5 8 8 .5 4 5 1 .9 2 8 .3 8 9 2 7 .8 6 7 .8 6 3
8 3 5 .9 7 4 2 7 8 .0 2 7 4 .2 2 5 4 5 -4 1 7 4 9 9 .8 4 6 1 0 9 .5 6 7 3 9 -2 3 4 9 9 -5 4 1 3 .0 0 5 .7 2 1

2017 8 4 8 .5 4 5 1 .1 0 8 .9 7 9
2017 8 .5 8 3 .8 9 1 2 .9 3 1 .7 8 0 3 .3 4 0 .4 0 6 2 6 8 .8 9 1 2 .6 4 6 .1 1 0 6 .5 4 4 .4 6 9 2 .2 1 7 .3 7 6 1 .7 1 3 .7 2 2 2 .0 2 0 .9 5 1 3 O .2 6 7 .5 9 6
2 8 1.0 4 7 4 -3 2 7 4 6 .4 0 0 5 1 1 .5 6 2 1 1 0 .8 1 5 3 9 .8 8 6 1 0 0 .6 0 4 3 .0 5 2 .1 6 5

2018 8 6 1 .3 0 5 1 .1 2 4 .2 7 6
2018 9 .2 1 9 .9 5 8 2 .9 7 7 .5 1 6 3 - 5 3 0 -4 7 5 2 9 3 .8 1 8 3 .19 4 .6 4 8 7 -3 4 5 -5 1 2 2 .4 0 6 .2 9 6 1 .8 4 8 .7 6 3 2 . 11 7.95 7 3 2 -9 3 4 -9 4 3
2 8 4 .10 0 4 -4 3 1 4 7 .4 0 4 5 2 3 -5 5 1 112 .0 7 8 4 0 .5 5 0 1 0 1 .6 7 9 3 -0 9 9 - 3 7 3

2019 2019 9 .9 0 3 .1 5 6 3 .0 2 3 .9 6 5 3 - 7 3 1 -3 5 9 3 2 1 .0 5 4 3 .8 5 6 .8 9 9 8 .2 4 4 .6 0 2 2 .6 1 1 .3 1 2 1 .9 9 4 .4 4 6 2 .2 1 9 .6 1 9 3 5 .9 0 6 .4 1 2
8 7 4 .2 5 7 1 .1 3 9 .7 8 4 2 8 7 .1 8 6 4 -53« 4 8 .4 2 9 5 3 5 .8 2 2 113-355 4 1 .2 2 4 1 0 2 .7 6 5 3 .1 4 7 .3 6 0

2020 2020 1 0 .6 3 6 .9 8 0 3 .0 7 1 .1 3 9 3 -9 4 3 -6 7 4 3 5 0 .8 1 6 4 .6 5 6 .4 3 4 9 - 2 5 3 -7 4 1 2 .8 3 3 .7 9 6 2 .1 5 1 .6 0 8 2 .3 2 6 .1 6 1 3 9 .2 2 4 .3 4 9
8 8 7 .4 0 4 1. 1 5 5 .5 0 6 2 9 0 .3 0 5 4 .6 4 8 4 9 -4 7 7 5 4 8 .3 8 0 1 1 4 .6 4 6 4 1 .9 0 9 1 0 3 .8 6 3 3 .1 9 6 .1 3 8

2021 9 0 0 .7 4 8 1. 1 7 1 .4 4 5
2021 1 1 .4 2 5 .1 8 1 3 .1 1 9 .0 4 9 4 .1 6 8 .0 6 9 3 8 3 -3 3 7 5 .6 2 1 .7 1 3 1 0 .3 8 6 .3 9 9 3 .0 7 5 .2 3 6 2 . 321.155 2 .4 3 7 .8 1 7 4 2 .9 3 7 .9 5 6
2 9 3 -4 5 9 4 .7 6 0 5 0 .5 4 8 5 6 1 .2 3 3 11 5-95 3 4 2 .6 0 6 1 0 4 .9 7 2 3 - 2 4 5 -7 2 3

2022 9 1 4 .2 9 3 1 .1 8 7 .6 0 3
2022 1 2 .2 7 1 .7 8 6 3 .16 7 .7 0 6 4 .4 0 5 .2 3 2 4 1 8 .8 7 2 6 .7 8 7 .0 9 4 1 1 .6 5 7 .6 9 5 3 .3 3 7 .2 4 6 2 .5 0 4 .0 6 2 2 .5 5 4 .8 3 2 4 7 -1 0 4 -5 2 5
2 9 6 .6 4 6 4 -8 7 5 5 1 .6 4 1 5 7 4 -3 8 7 1 1 7 .2 7 4 4 3 -3 1 4 1 0 6 .0 9 3 3 .2 9 6 .1 2 7

2023 2023 1 3 .1 8 1 .1 2 6 3 .2 1 7 .1 2 2 4 .6 5 5 .8 9 0 4 5 7 -7 0 2 8 .1 9 4 .0 5 9 1 3 .0 8 4 .5 9 6 3 .6 2 1 .5 7 9 2 .7 0 1 .3 8 2 2 .6 7 7 .4 6 4 5 1 .7 9 0 .9 2 0
9 2 8 .0 4 2 1 .2 0 3 .9 8 5 2 9 9 .8 6 9 4 -9 9 3 5 2 .7 5 9 5 8 7 .8 4 9 1 1 8 .6 1 0 4 4 -0 3 4 1 0 7 .2 2 6 3 .3 4 7 .3 6 6

2024 9 4 1 .9 9 7
2024 1 4 -1 5 7 -8 4 7 3 .2 6 7 .3 1 0 4 .9 2 0 .8 10 5 0 0 .1 3 1 9 .8 9 2 .6 8 7 1 4 .6 8 6 .1 5 1 3 .9 3 0 .1 3 7 2 .9 14 .2 5 1 2 .8 0 5 .9 8 2 5 7 .0 7 5 .3 0 6
1 .2 2 0 .5 9 2 3 0 3 .1 2 6 5 .1 1 3 5 3 .9 0 0 6 0 1 .6 2 7 1 1 9 .9 6 1 4 4 .7 6 6 1 0 8 .3 7 2 3 -3 9 9 -4 5 5

2025 9 5 6 .1 6 3
2025 1 5 .2 0 6 .9 4 4 3 .3 1 8 .2 8 0 5 .2 0 0 .8 0 4 5 4 6 .4 9 3 1 1 .9 4 3 .4 4 1 1 6 .4 8 3 .7 3 6 4 .2 6 4 .9 8 5 3 .1 4 3 .8 9 4 2 .9 4 0 .6 6 9 6 3 .0 4 9 .2 4 6
1 .2 3 7 .4 2 9 3 0 6 .4 19 5 -2 3 7 5 5 .0 6 7 6 1 5 .7 2 7 1 2 1 .3 2 8 4 5 -5 1 0 1 0 9 .5 2 9 3 .4 5 2 .4 0 9

2026 9 7 0 .5 4 1 1 .2 5 4 .4 9 8
2026 1 6 .3 3 3 .7 7 8 3 .3 7 0 .0 4 5 5 .4 9 6 .7 3 0 5 9 7 -1 5 3 1 4 -4 1 9 -3 1 6 1 8 .5 0 1 .3 4 5 4 .6 2 8 .3 6 2 3 .3 9 1 .6 3 3 3 .0 8 1.8 2 1 6 9 .8 2 0 .1 8 3
3 0 9 -7 4 7 5 .3 6 3 5 6 .2 5 8 6 3 0 .1 5 9 1 2 2 .7 1 0 4 6 .2 6 7 1 1 0 .6 9 9 3 .5 0 6 .2 4 2

2027 1 .2 7 1 .8 0 2
2027 1 7 .5 4 4 .1 1 1 3 .4 2 2 .6 17 5 .8 0 9 .4 9 3 6 5 2 .5 0 9 1 7 .4 0 8 .4 4 0 2 0 .7 6 5 .9 10 5 .0 2 2 .6 9 8 3 .6 5 8 .8 9 3 3 .2 2 9 7 4 9 7 7 - 5 1 4 -4 2 0
9 8 5 .1 3 5 3 1 3 .1 1 2 5 -4 9 3 5 7 -4 7 5 6 4 4 .9 2 8 12 4 .10 9 4 7 .0 3 6 1 1 1 .8 8 2 3 .5 6 0 .9 7 1

2028 9 9 9 .9 4 9 1 .2 8 9 .3 4 5 3 1 6 .5 1 3
2028 1 8 .8 4 4 .1 3 0 3 .4 7 6 .0 10 6 .1 4 0 .0 5 4 7 1 2 .9 9 6 2 1 .0 17 .2 1 0 2 3 .3 0 7 .6 5 7 5 .4 5 0 . 6 3 2 3 .9 4 7 .2 1 4 3 - 3 8 4 -7 7 7 8 6 .2 8 0 .6 8 0
5 .6 2 5 5 8 .7 1 9 6 6 0 .0 4 3 12 5 .5 2 3 4 7 .8 1 8 1 1 3 .0 7 7 3 .6 1 6 .6 1 2

2029 2029 2 0 .2 4 0 .4 8 0 3 .5 3 0 .2 3 6 6 .4 8 9 .4 2 3 7 7 9 -0 9 1 2 5 .3 7 4 .0 7 8 2 6 .1 6 0 .5 1 5 5 .9 1 5 .0 2 6 4 .2 5 8 .2 5 5 3 .5 4 7 .2 4 6 9 6 .2 9 4 .3 5 0
1 .0 1 4 .9 8 6 1 .3 0 7 .1 3 0 3 1 9 -9 5 1 5 .7 6 1 5 9 -9 9 0 6 7 5 -5 1 3 1 2 6 .9 5 3 4 8 .6 1 3 1 1 4 .2 8 4 3 .6 7 3 .1 8 1

2030 1 .0 3 0 .2 4 9
2030 2 1 .7 4 0 .3 0 0 3 .5 8 5 .3 0 8 6 .8 5 8 .6 7 1 8 5 1 .3 1 3 3 0 .6 3 4 .1 2 4 2 9 .3 6 2 .5 6 2 6 .4 1 8 .9 8 6 4 .5 9 3 .8 0 5 3 - 717-514 1 0 7 .7 6 2 .5 8 3
1 .3 2 5 .1 6 0 3 2 3 -4 2 7 5 .9 0 0 6 1 .2 8 8 6 9 1 .3 4 6 12 8 .3 9 9 4 9 -4 2 1 1 1 5 .5 0 5 3 .7 3 0 .6 9 4

2031 2031 2 3 .3 5 1 .2 5 6 3 .6 4 1 .2 3 9 7 .2 4 8 .9 2 9 9 3 0 .2 2 9 3 6 .9 8 4 .5 7 8 3 2 . 9 5 6 .5 3 9 6 .9 6 5 . 8 8 4 4 -9 5 5 -7 9 7 3 -8 9 5 -9 5 4 1 2 0 .9 3 0 .4 0 5
1 .0 4 5 .7 4 1 1-3 4 3 - 4 3 9 3 2 6 .9 4 0 6 .0 4 3 6 2 .6 1 4 7 0 7 -5 4 9 1 2 9 .8 6 2 5 0 .2 4 3 1 1 6 .7 3 9 3 .7 8 9 .1 6 9

2032 1 .0 6 1 .4 6 7
2032 2 5 .0 8 1 .5 8 4 3 .6 9 8 .0 4 2 7 .6 6 1 .3 9 3 1 .0 1 6 .4 6 2 4 4 .6 5 1 .4 8 1 3 6 .9 9 0 .4 1 9 7 - 5 5 9 -3 7 7 5 .3 4 6 .3 1 4 4 .0 8 2 .9 6 0 1 3 6 .0 8 8 .0 3 2
1 .3 6 1 .9 7 0 3 3 0 .4 9 1 6 .1 8 9 6 3 .9 6 9 7 2 4 .1 3 2 1 3 1 .3 4 2 5 1 .0 7 8 1 1 7 .9 8 6 3 .8 4 8 .6 2 3

2033 2 6 .9 4 0 .1 2 9 3 - 7 5 5-73 1 8 .0 9 7 .3 2 7 1 .1 1 0 .6 8 8 5 3 - 9 0 7 -7 3 3 4 1 .5 1 8 .0 4 7 8 .2 0 3 .4 3 6 5 .7 6 7 .6 0 3 4 .2 7 8 .9 4 2 15 3- 5 7 9 - 6 3 6
2033 1 .0 7 7 .4 2 8 1 .3 8 0 .7 5 6 3 3 4 .0 8 1 6 .3 3 8 6 5 -3 5 3 7 4 1 .1 0 4 1 3 2 .8 3 8 5 1 -9 2 7 1 1 9 .2 4 6 3 .9 0 9 .0 7 2

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017 Sumber: Hasil Analisis Tahun 201 7

Keterangan:

1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 7 Pengangkutan dan Komunikasi 10 Total PDRB
2 Pertambangan dan Penggalian 5 Bangunan 8 Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan
3 Industri Pengolahan 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 9 Jasa-Jasa

EXECUnVESUM M ARY -35


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

6.3 ANALISIS POTENSI WILAYAH TANJUNG JABUNG TIMUR

2008 2009 2010 2011 2012 2013


• Potensi Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur
4 Listrik, Gas dan Air Bersih 0,14 0,15 0,15 0,15 0,15 0,16
Dari hasil perhitungan nilai LQ Kabupaten Tanjung Jabung Timur, diketahui dari tahun 2008 Kabupaten
Tanjung Jabung Timur memiliki 1 sektor keunggulan ekonomi. Satu sektor keunggulan tersebut memiliki 5 Bangunan 0,26 0,28 0,28 0,29 0,26 0,26
nilai LQ >1. Satu sektor unggulan tersebut yaitu sektor pertambangan dan penggalian nilai LQ sebesar 3,33.
Sedangkan sektor lainnya berada di bawah nilai LQ < 1. Ketujuh sektor lainnya yaitu : sektor pertanian 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0,78 0,85 0,84 0,85 0,84 0,87

dengan nilai LQ sebesar 0,85; sektor industri pengolahan sebesar 0,8; listrik, gas, dan air bersih nilai LQ
7 Pengangkutan dan Komunikasi o,4 7 o,5 0,51 0,52 o,5 0,51
sebesar 0,14 sektor bangunan sebesar 0,26; sektor perdagangan, hotel dan resetoran nilai LQ sebesar
0,78; sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai LQ sebesar 0,47; sektor keuangan,persewaan dan 8 Keuangan, Real Estate dan Jasa 0,25 0,23 0,23 0,23 0,22 0,23
jasa perushaan sebesar 0,25; dan sekor jasa-jasa sebesar 0,41. Perusahaan

Pada Tahun 2013 hasil perhitungan nilai LQ Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki 1 sektor keunggulan 9 Jasa-Jasa 0,41 0,41 0,42 o ,4 3 0,42 0 ,4 4

ekonomi. Satu sektor keunggulan tersebut memiliki nilai LQ >1. Satu sektor unggulan tersebut yaitu sektor Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017
pertambangan dan penggalian nilai LQ sebesar 2,92.Sedangkan sektor lainnya berada di bawah nilai LQ < 1.
Ketujuh sektor lainnya yaitu : sektor pertanian dengan nilai LQ sebesar 0,95; sektor industri pengolahan Angka yang di peroleh dari pertumbuhan ekonomi kota (share), menununjukan apabila pertumbuhan nilai
sebesar 0,77; listrik, gas, dan air bersih nilai LQ sebesar 0,16 sektor bangunan sebesar 0,26; sektor tambah yang dihasilkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur sama dengan pertumbuhan ekonom indonesia,
perdagangan, hotel dan resetoran nilai LQ sebesar 0,87; sektor pengangkutan dan komunikasi dengan jika nilai yang dihasilkannya positif bahwa berkembangan yang dihasilkan pesat yang sama dengan pusat.
nilai LQ sebesar 0,51; sektor keuangan,persewaan dan jasa perushaan sebesar 0,23; dan sekor jasa-jasa Jika negatif maka perkembangan lambat, mestinya perubahan masing-masing di setiap sektor adalah untuk
sebesar 0,44. sektor pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar 58.538; sektor pertambahangan dan
penggalian sebesar 84.850; sektor industri pengolahan sebesar 20.015, sektor listrik, gas dan air bersih
Jika dilihat dari trend perkembangan nilai LQ Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari tahun 2008 sampai sebesar -2.9H;sektor bangunan sebesar 274;sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar -32.884, sektor
dengan 2013, hanya satu sektor saja yang menjadi unggulan yaitu sektor pertambangan dan penggalian, pengaangkutan dan komunikasi sebesar 7.930; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar
sedangkan yang lain masih dibawah nilai LQ<1. Tentu sektor pertambagan dan penggalian menjadi motor 2.778; dan sektor jasa-jasa sebesar 7.194.
pengerak perekonomian wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur,akan tetapi terdapat 3 sektor yang
memiliki nilai LQ yang mendakati akan 1 yaitu sektor pertanian,perkebunan,peternakan, kehutanan dan Berdasarakan perhitungan proportional shift (pergeseran proporsional) di setiap sektor adalah untuk sektor
perikanananjindustri pengelohana; perdagangan,hotel dan restoran, ketiga sektor ini dari tahun ke tahun pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar -3.503; sektor pertambahangan dan penggalian
menunjukan ke arah 1 tetapi perkambangan masih lambat, hal ini perlu adanyan faktor pendukung untuk sebesar -68.059; sektor industri pengolahan sebesar -5.561; sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 48
meningkatan PDRB di ketiga sektor tersebut, salah satunya penyedian infrasktuktur wilayah yang dapat jsektor bangunan sebesar 4-746;sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar i8.i84;sektor
membirkan dorongan kepada ketiga sektor tersebut, karena ketiga sektor tersebut tentu akan pengangkutan dan komunikasi sebesar 644, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 0
berdampakn forward lingkage (efek kedepan) dan backwash lingkage (efek ke belakang) untuk ;dan sektor jasa-jasa sebesar -2.809. Dapat di simpulkan bahwa Provinsi Jambi yang dapat pertumbuhan
perekonomiwan wilayah kabupaten Tanjung Jabung Timur, berikut nilai LQ Kabupaten Tanjung Jabung cepat atau berkembangan pesat terdapat 6 sektor yaitu sektor industri pengolahan,listrik, gas dan air
TimurTahun 2008-2013. bersih; sektor bangunan; sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi;
sektor keuangan; dan persewaan dan jasa perusahaan dan jasa-jasa. Sedangkan yang lainnya 3 sektor lainya
Tabel 40 Nilai LQ Kab. Tanjung Jabung Timur Terhadap Provinsi Jambi menunujukan pertumbuhan sektor tumbuh secara lambat yaitu sektor pertanian, kehutanan, perternakan
Tahun 2008-2013 dan perikanan; sektor pertambangan dan penggalian; dan air bersih.
" ' i f - ' :■:vi>'-‘ r'-*- TANJUNG JABUNG TIMUR
NO LAPANGAN USAHA Differential shift menunjukan penilaian untuk kemampuan daya saing tinggi di sektor tertentu dengan
2008 2009 2010 2011 2012 2013 wilayah lainnya jika memiliki nilai positif serta nilai negatif tidak memiliki mempunyai daya saing dengan
1 Pertanian, Perkebunan, Peternakan, 0,85 0,91 0,91 wilayah lainya. Dari perhitungan tersebut nilai differential shift di setiap sektor Provinsi Kabupaten Tanjung
o,9 3 o,9 4 o,9 5
Kehutanan dan Perikanan Jabung Timur yaitu sektor adalah untuk sektor pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar
1.612 ; sektor pertambahangan dan penggalian sebesar 43.512; sektor industri pengolahan sebesar 761;
2 Pertambangan dan Penggalian 3.33 3,28 3 ,0 2 2,71 2 ,9 3 2,92 sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 139 sektor bangunan sebesar-i.gggjsektor perdagangan, hotel dan
restoran sebesar -2.oi2;sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar-3.277; sektor keuangan, persewaan
3 Industri Pengolahan 0,8 o,75 o,7 7 o,77 o,7 4 o,7 7
dan jasa perusahaan sebesar -682; dan sektor jasa-jasa sebesar 755. Dapat di simpulkan bahwa sektor di
EXECUTIVE SUMMARY -36
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Kabupaten Tanjung Jabung Timur memilki nilai negatif menunjukan setiap sektor yang ada kurang 2. klasifikasi 2, yaitu nilai (+) pada RPr dan (-) RPs. berartu sektor/industri tersebut pada tingkat
mempunyai daya saing tinggi dibanding dengan wilayah lainnya maupun nasional sedangkan yang bernilai wilayah referensi mempunyai pertumbuhan menonjol namunn pada tingkat daerah belum
positif menunjukan bahwa setiap sektor di Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki kemampuan daya menonjol
saing yang tinggi antar kota maupun wilayah. 3. klasifikasi 3, yaitu nilai (-) pada RPr dan (+) pada RPs. kondisi ini berarti sektor/industri
tersebut pada wilayah referensi pertubuhannya tidak menonjol, akan tetapi pada tingkat
Dari Hadil perhitungan analisis Shif Share Kabupaten Tanjung Jabung Timur terhadap provinsi jambi dapat daerah pertumbuhan kegiatan tersebut menonkol. dari sudut derah, sektor.industri ini
ditarik kesimpulan bahwa terdapat bebrapa sektor yang petumbuhan sangat lambat padahal kontribusi diharapkan akan potensial perenannya dalam menberikan kontribusi pertumbuhan wilayah
kepada provinsi cukup besar serta memiliki potensi daya saing antar wilayah di Provinsi Jambi sangat referensi, oleh karena itu sektor ini merupakan kegiatan potensial yang dapat
tinggi, hal tentuk diperlukan dorongan penyadian infrastuktur yang dapat meningkatan PDRB Kabupaten dikembangkan di wilayah referensi.
Tanjung Jabung Timur. Berikut nilai ShiffShare Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2011-2013. 4. klasisifikasi 4, yaitu nilai (-) pada RPr dan (-) pada RPs. berarti sektor tersebut baik pada
tingkat wilayah referensi maupun pada tingkat daerah mempunyai pertumbuhan yang
Tabel 43 Nilai S h if S h are Kab. Tanjung Jabung Timur Tahun 2012-2013
rendah.
Lapangan Usaha Share Proportlonal Shlft Dlfferential Shlft
Dengan mengubah analisis Shift-share dan LQ menjadi analisi MRP maka kita dapat melohat deskripsi
1. Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Dan Perikanan 58.538 -3 -5 0 3 1.612 kegiatan ekonomi saat ini yang menekankan pada analisis sektoral dalam struktur perekonomian daerah.
Berikut hasil peritungan MRP
2. Pertambangan Dan Penggalian 84.850 -68.059 -43-512
Tabel 44 Model Rasio Pertumbuhan Kab. Tanjung Jabung Timur Terhadap
3. Industri Pengolahan 20.015 -5.561 761
Provinsi Jambi Tahun 2012-2013
4. Listrik, Cas, Dan Air Bersih 27 4 48 Lapangan Usaha RPr RPs Keterangan
139

5. Bangunan 2.911 -1.999 1. Pertanian, Kehutanan, o ,9 4 1,03 pertumbuhannya tinggi baik pada tingkat dearah
4.746
Peternakan, Dan maupun referensi
6. Perdagangan, Hotel Dan Restoran 32.884 18.184 -2.012 Perikanan

7. Pengangkutan Dan Komunikasi 7.930 644 -3 -2 77 2. Pertambangan Dan 0,21 -1,66 pertumbuhannya tinggi baik pada tingkat referensi dan
Penggalian pertumubhan rendah pada tingkat daerah
8. Keuangan, Persewaan & Jasa Persh. 2.778 0 -682
3. Industri Pengolahan 0 ,7 4 1,05 pertumbuhannya tinggi
9. Ja sa -Ja sa 7-1 9 4 -2.809 755
4. Listrik, Gas, Dan Air 1,16 1,38 pertumbuhannya tinggi
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017 Bersih

Selanjutnya dilihat dari pendekatan model rasio perumbuhan (MRP) bahwas kegiatan ekonoi terutama 5. Bangunan 2,35 o,77 pertumbuhannya tinggi
struktur ekonomi yang menekankan pada kriteria pertumbuhan baik secara eksternal (wilayah referensi)
maupun internal (daerah), pendakatan ini di bagi menajdi dua, yaitu 1 Rasio pertumbuhan daerah 6. Perdagangan, Hotel 1,4 9 0,96 pertumbuhannya tinggi
Dan Restoran
referensi (RPr) dan rasio perumbuhan studi (RPs). RPr membadingkan pertumbuhan masing-masing
sektor dalam konteks daerah dengan PDRB yang bersangkutan, jika nilai RPr lebih besar dari 1 maka RPr 7. Pengangkutan Dan -0,03 pertumbuhannya tinggi baik pada tingkat referensi dan
1,07
dikatakan (+) dan jika kecil dari 1 maka RPr(-). Rps membadingkan pertumbuhansektor dalam tingkat Komunikasi pertumubhan rendah padan tingkat daerah
daerah dengan pertumbuhan kegiatan yang bersangkutan pada daearah referensi, bila pertumbuhan
suatu kegiatan pada tingkat daerah lebih tinggi dari pada daerah-daerah referensi maka RPs (+), dan 8. Keuangan, Persewaan 1 -0,02 pertumbuhannya tinggi baik pada tingkat referensi dan

sebaliknyan bila kecil dikatakan (-). lalu analisis MRP akan diperoleh nilai riil dan nilai nominal kemudian & Jasa Persh. pertumubhan rendah padan tingkat daerah

berdasarakan kombinasinya akan diperoleh deskripsi kegaitan ekonomiyang potensila pada tingkat 9. Jasa - Jasa 0,63 0,01 pertumbuhannya tinggi,
daerah yang terdiri 4 klasifikasi dalam kuadran yaitu :
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017
1. klasifikasi 1, yaitu nilai (+) pada RPr dan (+) RPs. kondisi ini berarti sektor tersebut pada
tingkat wilayah referensi mempuntai pertumbuhan menonjol dan demikian pula pada
tingkat daerah, analisis

EXECU7IVE SUMMAR Y -37


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Tabel 43 Klasifikasi Keunggulan Ekonomi Daerah Kab.Tanjung Jabung Timur Sedangkan sektor lainnya berada di bawah nilai LQ < 1. Kelima sektor lainnya yaitu : sektor industri
pengolahan dengan nilai LQ sebesar 0,49 ; sektor bangunan nilai LQ sebesar 0,78; sektor
Lapangan Usaha Analisis Shlff Share Analisis LQ
keuangan,keuangan, real estat, dan jasa perusahaan nilai LQ sebesar 0,6; sektor pengangkutan dan
K eteran g a n komunikasi nilai LQ sebesar 0,71; dan sekor jasa-jasa nilai LQ sebesar 0,84.

1. Pertanian, Kehutanan, Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Berperpotensi Pada Tahun 2013 hasil perhitungan nilai LQ Provinsi Jambi memiliki 4 sektor keunggulan ekonomi. Kempat
Peternakan, Dan Perikanan Terspesialisasi sektor keunggulan tersebut memiliki nilai LQ >1. Keempat sektor unggulan tersebut yaitu disektor
pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan nilai LQ sebesar 2,39; sektor pertambangan dan
2. Pertambangan Dan Kurang berdaya saing dan pertumbuhan lambat Terspesialisasi
Penggalian
penggalian nilai LQ sebesar 1,77; sektor listrik, gas, dan air bersih dengan nilai LQ sebesar 1,12 dan sektor
sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan nilai LQ sebesar 1,04. Sedangkan sektor lainnya berada di
3. Industri Pengolahan Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Berperpotensi bawah nilai LQ < 1. Keenam sektor lainnya yaitu : sektor industri pengolahan dengan nilai LQ sebesar
Terspesialisasi o,48;sektor bangunan sebesar 0,86; sektor pengangkutan dan komunikasi nilai LQ sebesar 0,69; keuangan,
4. Listrik, Gas, Dan Air Bersih Berdaya saing dan pertumbuhan Cepat Tidak
real estat, dan jasa perusahaan dengan nilai LQ sebesar 0,59 dan sekor jasa-jasa nilai LQ sebesar 0,82.
terspesialisasi Provinsi Jambi tahun 2010 dan 2013, menunujukan sektor unggulan adalah sektor sektor pertanian,
peternakan, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik, gas, dan air
5. Bangunan Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Tidak
bersih dan sektor sektor perdagangan, hotel dan restoran, berikut hasil hitungan tabel LQ Provinsi Jambi
terspesialisasi
terhadap Indonesia Tahun 2008 dan 2013.
6. Perdagangan, Hotel Dan Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Berperpotensi
Restoran Terspesialisasi Tabel 46 Nilai LQ Provinsi Jambi Terhadap Indonesia Tahun 2008-2013

7. Pengangkutan Dan Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Tidak LQ PROVINSI JAMBI
terspesialisasi NO LAPANGAN USAHA
Komunikasi 2008 2009 2010 2011 2012 2013
1 Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 2,24 2,26 2,29 2,3 2,35 2,39
8. Keuangan, Persewaan &. Berdaya saing dan pertumbuhan lambat Tidak
2 Pertambangan dan Penggalian 1,46 1,39 1,52 1,81 1,81 1,77
Jasa Persh. terspesialisasi
3 Industri Pengolahan o,5 0,51 0,5 0,48 0,49 0,48
9. J a s a -Ja sa Kurang berdaya saing dan pertumbuhan cepat Tidak Listrik, Gas dan Air Bersih 1,07 1,01 1,07 1,12 1,12
4 1,1
terspesialisasi
5 Bangunan o,75 o,75 0,74 0,73 0,78 0,86
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017 6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0,96 1 1,01 0,99 1 1,04

7 Pengangkutan dan Komunikasi 0,98 0,88 0,8 0,74 0,71 0,69


• Potensi Wilayah Provinsi Jambi
8 Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 0,52 0,57 0,6 0,6 0,6 0,59
Keunggulan kompetitif merupakan cermin dari keunggulan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah 9 Jasa-Jasa o,95 0,93 0,9 0,86 0,84 0,82

terhadap wilayah lainnya yang dijadikan benchmarkdalam suatu kurun waktu. Dalam kaitannya dengan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017

keunggulan kompetitif, maka keunggulan komparatif suatu kegiatan ekonomi dapat dijadikan suatu
Angka yang di peroleh dari pertumbuhan ekonomi regional (share), menununjukan apabila pertumbuhan
pertanda awal bahwa kegiatan ekonomi tersebut punya prospek untuk juga memiliki keunggulan
nilai tambah yang dihasilkan Provinsi Jambi sama dengan pertumbuhan ekonomilndonesia, jika nilai yang
kompetitif. Pada era perdagangan bebas seperti sekarang ini, keunggulan kompetitif mendapat perhatian
dihasilkannya positif bahwa berkembangan yang dihasilkan pesat yang sama dengan pusat. Jika negatif
lebih besar daripada keunggulan komparatif. Keunggulan kompetitif menunjukkan kemampuan daerah
maka perkembangan lambat, mestinya perubahan masing-masing di setiap sektor adalah untuk sektor
untuk memasarkan produknya ke luar daerah. Dalam analisis ekonomi regional, keunggulan kompetitif
pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar 344.174; sektor pertambahangan dan penggalian
dimaknai sebagai kemampuan daya saing kegiatan ekonomi suatu daerah terhadap kegiatan ekonomi
sebesar 155.538; sektor industri pengolahan sebesar 145.191, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar
yang sama di daerah lainnya.
28.583;sektor bangunan sebesar 9.894 jsektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 210.598, sektor
Dari hasil perhitungan nilai LQ Provinsi Jambi, diketahui dari tahun 2012 Provinsi Jambi memiliki 4 sektor pengaangkutan dan komunikasi sebesar 84.450; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar
keunggulan ekonomi. Keempat sektor keunggulan tersebut memiliki nilai LQ >1. Keempat sektor unggulan 67.228; dan sektor jasa-jasa sebesar 91.633.
tersebut yaitu disektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan nilai LQ sebesar 2,35 ;
Berdasarakan perhitungan proportional shift (pergeseran proporsional) di setiap sektor adalah untuk sektor
sektor pertambangan dan penggalian nilai LQ sebesar t,8 1 ; sektor listrik, gas, dan air bersih dengan nilai
pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar-137.841; sektor pertambahangan dan penggalian
nilai LQ sebesar 1,1; dan sektor sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan nilai LQ sebesar 1,04.
sebesar -117.409; sektor industri pengolahan sebesar -4.253; sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 77
EXECUTIVESUMMARY -38
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

jsektor bangunan sebesar 8.680, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 5.g49;sektor Tabel 478 Klasifikasi Keunggulan Ekonomi Daerah Provinsi Jambi
pengangkutan dan komunikasi sebesar 60.001, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar
Lapangan Usaha Analisis Shiff Share Analisis LQ
21.504 ;dan sektor jasa-jasa sebesar -4.188. Dapat di simpulkan bahwa Provinsi Jambi yang dapat
pertumbuhan cepat atau berkembangan pesat terdapat 5 sektor yaitu sektor listrik, gas dan air bersih; Keterangan

sektor bangunan; sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor
1. Pertanian, Kehutanan, Berdaya saing dan pertumbuhan Terspesialisasi
keuangan; dan persewaan dan jasa perusahaan. Sedangkan yang lainnya 4 sektor lainya menunujukan Peternakan, Dan Perikanan lambat
pertumbuhan sektor tumbuh secara lambat yaitu sektor pertanian, kehutanan, perternakan dan
perikanan; sektor pertambangan dan penggalian; industri pengolahan; dan jasa-jasa. 2. Pertambangan Dan Penggalian Berdaya saing dan pertumbuhan Terspesialisasi
lambat
Differential sh/ftmenunjukan penilaian untuk kemampuan daya saing tinggi di sektor tertentu dengan
3. Industri Pengolahan Berdaya saing dan pertumbuhan Tidak terspesialisasi
wilayah lainnya jika memiliki nilai positif serta nilai negatif tidak memiliki mempunyai daya saing dengan lambat
wilayah lainya. Dari perhitungan tersebut nilai differential shift di setiap sektor Provinsi Jambi yaitu sektor
adalah untuk sektor pertanian, kehutanan, perternakan dan perikanan sebesar 238.575; sektor 4. Listrik, Cas, Dan Air Bersih Berdaya saing dan pertumbuhan Terspesialisasi
pertambahangan dan penggalian sebesar 4.191; sektor industri pengolahan sebesar 3.232; sektor listrik,
cepat
gas dan air bersih sebesar 6.033; sektor bangunan sebesar I46.o67;sektor perdagangan, hotel dan 5. Bangunan Berdaya saing dan pertumbuhan Tidak terspesialisasi
restoran sebesar 233.136; sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar -18.905; sektor keuangan, Cepat
persewaan dan jasa perusahaan sebesar 3.702; dan sektor jasa-jasa sebesar -10.649. Dapat di simpulkan
6. Perdagangan, Hotel Dan Restoran Berdaya saing dan pertumbuhan Terspesialisasi
bahwa sektor di Provinsi Jambi memilki nilai negatif menunjukan setiap sektor yang ada kurang cepat
mempunyai daya saing tinggi dibanding dengan wilayah lainnya maupun nasional sedangkan yang bernilai
positif menunjukan bahwa setiap sektor di Provinsi Jambi memiliki kemapauan daya saing yang tinggi 7. Pengangkutan Dan Komunikasi Kurangan berdaya saing dan Tidak terspesialisasi
pertumbuhan cepat
antar wilayah maupun nasional .Berikut nilai ShiffShare Provinsi Jambi Tahun 2012-2013.
8. Keuangan, Persewaan 81 Jasa Berdaya saing dan pertumbuhan Tidak terspesialisasi
Tabel 47 Nilai S h ifS h a r e Provinsi Jambi Tahun 2012-2013 Persh. Cepat

Lapangan Usaha Share ■; .


Proportional Shift Differential Shift 9. Jasa-Jasa Tiddak Berdaya saing dan Tidak terspesialisasi
pertumbuhan lambat
1. Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Dan Perikanan 3 4 4 -1 7 4 -137.841 2 3 8 .5 7 5
Sumber: H asil A nalisis Tahun 2017
2. Pertambangan Dan Penggalian 155-5 38 -117.409 4.191
6.4 ANALISIS PROSPEK EKONOMI WILAYAH PROVINSI JAMBI
3. Industri Pengolahan 145.191 -4 -2 5 3 3.232

Dalam melihat besaran trend perkembangan komditas unggulan ini, yang mana nantinya hasil produksi
4. Listrik, Cas, Dan Air Bersih 9.894 77 6.033
komoditas unggulan akan berdampak kepada pelayanan pelabuhan unuk kegiatan bongkar muat, trend
5. Bangunan 5 9 -13 4 8.680 146.067 perkembangan ini akan di buat 3 skenario proyeksi hasil produksi, hal ini diperlukan untuk sebuah
perencanaan, sehingga dapat tmemberikan sebuah kerputusan yang tempat di dalam meningkatkan
6. Perdagangan, Hotel Dan Restoran 210.598 5 -9 4 9 233.136
produksifitas dan infrastuktur yang tepat. 3 skenario ini terdiri:
7. Pengangkutan Dan Komunikasi 84.450 60.001 -18.905
• Skenario 1 yaitu optimis di mana pelabuhan ujung jabung dapat melayani seluruh produktifitas hasil
8. Keuangan, Persewaan &. Jasa Persh. 67.228 21.504 3.702 komoditas unggulan (kelapas sawit dan batu bara).
• skenario 2 yaitu moderat dimana pelabuhan ujung jabung dapat melayani beberapa kota dan
9. J a s a -Ja sa 91.633 -4.188 -10.649
kabupaten yang ada. asumsi di gunakan didasari oleh akesesbilitas yang dapat dicapai, oleh karena
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017 itu hanya beberapa hasil produktiftas dari Kabupaten Tanjung Ujung Jabung Barat, Ujung Jabung
Timur, Muara Jambi dan Batanghari
• skenario 3 yaitu pesimis, dimana pelabuhan ujung jabung hanya melayani hasil produktifitas
komoditas yang dihasilkan oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur saja.

EXECUTIVE SUMMARY -39


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI
____________________________________________ ________ __________________________________________________

Skenario dibuat untuk memudahkan bagi perencanaan mengatahui seberapa besar kedua komoditas Tahun Produksi Kelapa Sawit (ton)
tersebut dapat dilayani oleh pelabuhan ujung jabung dalam menyedaiakan bongkar muat barang, serta Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3
pelayanan lapangan penumpukan di dermaga, ketiga skenario tersebut memproyeksikan produksi kelapa 2024 2.582.755 1.576.036 43.881
sawit dan batu bara, berikut proyeksi 3 skenario perencanaan dari 2 komoditas unggulan : 2025 2 .7 7 6 .7 3 4 1.694.406 43.969
2026 2.985.283 1.821.665 4 4 -0 5 7
A. Komoditas Kelapa Sawit 2027 3.209.495 1.958.482 44 -14 5
2028 3.450.546 2.105.576 4 4 -2 3 3
Sedangkan trend pertumbuhan produksi kelapa sawit secara grafik di bawah ini menunjukan trend
2029 3.709.702 2.263.716 44.321
perkembangan secara perdagangan antar pulau sangat berfluktuasi, fluktuasi tertinggi terjadi pada tahun
2030 3.988.321 2 -4 3 3 -7 3 4 44.410
2008, dan dapat simpulkan trend perkembangan akan terjadi peningkatan secara perlahan-lahan, dimana
2031 4.287.867 2.616.522 44.499
setiap tahunnya mengalami peningkatan secara linier. Berikut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
2032 4.609.910 2.813.037 44.588
2033 4 . 956.141 3.024.312 4 4 .6 7 7

2034 5 .3 2 8 .3 7 5 3.251.456 44.766


2035 5.728.566 3.495.658 44.856
2036 6.158.814 3.758.202 44.946
2037 6.621.376 4.040.465 45.036
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017

B. Komoditas Batu Bara

Batu Bara merupakan salah satu komoditas pertambangan yang dimiliki oleh Provinisi Jambi yang dijadikan
komoditas unggulan.hal ini di karenakan oleh nilai harga jual batu bara yang cukup besar. Komoditas batu
bara ini jika dilihat dari perkembangan dari tahun 2007 memiliki produksi sebesar 2215496,2 m ton, tahun
Gambar 51 Grafik Pertumbuhan Produksi Kelapa Sawit (Ton) Provinsi Jambi Tahun 2004-2013 2008 memiliki produksi sebesar 4216057,3 m ton tahun 2009 memiliki produksi sebesar 2731060,9 m ton
Sumber: Hasil Analisis Tahun 2017
tahun 2010 memiliki produksi sebesar 3186244,3 m ton dan tahun 2011 memiliki produksi sebesar 7224501,6
Dari grafik diatas petumbuhan produksi kelapasa sawit dari tahun 2004 hasil total produksitas 99771 ton, m ton. Dari pertumbuhan produksi batu bara ini dari tahun - tahun terus meningkatan dengan rata-rata
tahun 2005 hasil total produksitas 936.595 ton, tahun 2006 hasil total produksitas 1.018.768 ton, tahun perkembangan produksi batu bara sebesar 3914672,1 m ton. Pertumbuhan ini jika dilihat secara grafik
2007 hasil total produksitas 11.150.355 ton, tahun 2008 hasil total produksitas 1.203.433 ton, tahun 2009 berpola polimial di mana perkembangan di tahun pertama mengalami pertambahan secara melambat, tapi
hasil total produksitas 11.265.789 ton, tahun 2010 hasil total produksitas 1.392,293 ton, tahun 2011 hasil lama-kelamaan akan terjadi pertumbuhan yang meningkat secara cepat, dapat dilihat pada grafik dibawah
total produksitas 1.472.081 ton, tahun 2012 hasil total produksitas 1.472.852 ton, dan tahun 2013 hasil total ini.
produksitas 1.555.697 ton.Hal ini di dasari dari perkembangan yang dihasilkan komoditas kelapawa sawit
dari tahun 2004 hingga 2013, dimana asumsikan bahwa laju pertumbuhan produksi kelapa sawit sebesar
7,51%. Trend perekembagan dlihat secara tabel dibawah ini.

Tabel 53 Proyeksi Produksi Komoditas Kelapa Sawit (Ton) Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

Tahun Produksi Kelapa Sawit (ton)


Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3
2017 1.555.697 949.310 43.185
2018 1.672.539 1.020.609 4 3 -3 5 8

2019 1.798.156 1.097.262 4 3 -4 4 5


2020 1.933.208 1.179.673 4 3 -5 3 2

2021 2.078.403 1.268.273 43.619


2022 2.234.502 1.363.527 43.706
2023 2.402.326 1.465.936 4 3 -7 9 3
Gambar 52 Grafik Pertumbuhan Produksi Batu Bara (m Ton) di Provinsi Jambi Tahun 2006-2010
EXECUTIVESUMMARY -40
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

S u m b e r : H asil A n alisis Tahun 20 17

Dari grafik diatas trend pertumbuhan produksi diatas karet terus mengalami kenaikan dari tahun 2006 ke
tahun 2007, dengan mengalami masa penurunan dari tahun 2007 sampai 2008 dan terjadi kenaikan secara
singfikan dari tahun 2009 sampai tahun 2010. Oleh karena itu perkembangan yang dihasilkan komoditas
batu bata dari tahun 2006 hingga 2010, dapat asumsikan bahwa laju pertumbuhan produksi batu bara
sebesar 1,96%. Proyeksi pertumbuhan produksi batu bara dapat dilihat pada tabel di bawah ini sebagai
berikut di bawah ini.

Tab el 54 Proyeksi Produksi Komoditas Batu Bara (m Ton) Provinsi Jambi Tahun 2013-2033

Tahun Batu Bara (m Ton)


Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3
2017 6 .0 0 4 .17 5 5 .5 11.3 9 6 3.6 12.251

2018 6 .32 6 .211 5.772.6 58 3 . 9 2 7 .3 9 1

2019 6 .9 4 1.222 5 .9 52.3 0 7 4 . 1 7 8 .9 3 1

2020 7.224 .50 2 6 .4 28 .4 9 2 4 .7 0 3 .7 6 7


2021 8 .4 2 6 .12 6 6 .9 4 2.771 5 .136 .514
2022 12.389.513 7.498.193 5.609.073
2023 17.750.822 8.098.048 6.125.108
2024 21.247.146 8.745-892 6.688.618
2025 25.432.129 9-445-563 7 .3 0 3 .9 7 1

2026 30.441414 10.201.208 7 -9 7 5 -9 3 6

2027 36.437.363 11.017.305 8.709.722


2028 43.614.316 11.898.690 9.511.017
2029 52.204.889 12.850.585 10.386.030
2030 62.487.521 13.878.632 11-3 4 1 -5 4 5
2031 7 4 -7 9 5 -4 9 0 14.988.922 12.384.967
2032 89.527.721 16.188.036 13.524.384
2033 89.527.721 17.483.079 14.768.627
2034 107.161.713 18.881.725 16.127.341
2035 128.269.016 20.392.263 17.611.057
2036 153 . 5 3 3 .7 5 8 22.023.644 19.231.274
2037 183.774.816 23-785-535 21.000.551
Sumber: H asil A n alisis Tahun 2017

EXECUTIVE SUMMAR Y -41


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Tabel 36 Proyeksi Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Provinsi Jambi (Talang Duku, Muara Sabak, dan
07. ANALISIS PRAKIRAAN PERMINTAAN JASA ANGKUTAN LAUT
Kuala Tungkai) Tahun 2017-2037
7.1 ANALISIS BONGKAR MUAT BARANG
Metode Metode
Produktivitas barang angkutan laut di Pelabuhan Provinsi Jambi selama 5 tahun terakhir mengalami pertumbuhan dgn pertumbuhan
Metode
Tahun PDRB (juta Rp) angka pertumbuhan dgn angka
fluktuasi produktivitas barangnya namun kecenderungan yang terjadi bagi produktivitas barang di regresi linier
rata- rata B/M pertumbuhan
Pelabuhan Provinsi Jambi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hal tersebut dapat dilihat pada
eksisting ekonomi (PDRB)
tabel berikut ini.
2017 23,749,235 7, 932,777 7, 526,597 6,104,567
Tabel 55 Produktivitas Barang Bongkat Muat Dalam dan Luar Negeri 2018 9,718,858
25,704,185 9, 398,295 6, 554,235
Ujung Jabung Provinsi Jambi Tahun 2007-2011 11, 695,637
2019 27,867,863 11,269,993 7,003,904
Tahun Dalam Negeri Luar Negeri
2020 30,267,596 13,888,080 13,141,691 7,453,572
Bongkar Muat Total Bongkar Muat Total
2021 32, 934,943 16, 325,021 15,013,389 7,903,240
2007 7 5 4 -3 9 5 695.883 1.450.278 5 4 5 -8 9 3 529-1 47 1.075.040
2022 35,906,412 19,039,814 16,885,088 8,352,908
2008 427.006 226.773 6 5 3 -7 7 9 6.012 147.611 153.623
2023 39, 224,349 22,071,146 18,756,786 8,802,576
2009 5 4 9 -7 7 4 300.520 850.294 14.724 103.658 118.382
2024 42,937,956 25,463,971 20,628,484 9, 252,245
2010 8 5 7 .2 3 5 7 5 4 -4 8 9 1.611.724 35.831 103.658 139.489
2025 47,104,525 29, 270,631 22,500,182 9,701,913
2011 1.663.546 1.464.147 3.127.693 69.509 529-1 47 598.656
2027 51,790,920 33,552,214 24,371,880 10,151,581
Su m ber: BPS P ro vin si Jam b i, D alam A n g kta Tahun 2017
2028 57,075,306 38,380,133 26,243,578 10,601,249
Untuk menganilisis proyeksi bongkar muat di masa yang akan datang, dilakukan dengan 2029 63,049,246 43,838,042 28,115,276 11,050,917
membandingkan ketiga metode yaitu dengan regresi linier, metode pertumbuhan linier dengan 2030 69,820,183 50,024,104 29,986,974 11,500,586
menggunakan angka pertumbuhan rata-rata, dan pertumbuhan linier dengan menggunakan angka 2031 77, 514,420 57,053,711 31,858,672 11,950,254
pertumbuhan ekonomi (PDRB). Dari persamaan regresi linier dimana bongkar muat sebagai variabel 2032 86,280,680 65,062,739 33, 730,370 12,399,922
terikat (Y) yang di penagaruhi oleh oleh PDRB Provinsi jambi sebagai variabel bebas (x), diperoleh 2033 96 , 294,350 74, 211,425 35,602,069 12,849,590
persamaan regresi yaitu 2034 107,762,58 84,689,029 37, 473,767 13, 299,259
2035 120,930,40 96,719,411 39,345,465 13, 748,927
Y = 13764992,77 + 0,9136 PDRB
2036 136,088,03 110, 567,718 41,217,163 14,198,595
2037 153, 579,63 126, 548,393 43,088,861 14,648,263
S u m b e r : H asil A n alisis Tahun 2017

Dari ketiga metode tersebut, dan dengan membandingkan error dari ketiga metode, maka dipilihlah
metode yang errornya paling kecil yaitu metode dengan pertumbuhan linier dengan angka pertumbuhan
ekonomi (PDRB). Hasil proyeksi di atas, adalah hasil proyeksi untuk total bongkar muat untuk seluruh
pelabuhan yang ada di wilayah Provinsi Jambi. Pelabuhan Ujung Jabung diarahkan sebagai pelabuhan
pengumpul, jadi pelabuhan-pelabuhan kecil lainnya akan berperan sebagai feeder pelabuhan Ujung
Jabung. Pada tahap beroperasi tidak semua muatan akan diangkut melalui pelabuhan Ujung Jabung,
dikarenakan realisasi pembangunan fasilitas pelabuhan yang masih membutuhkan waktu yang panjang.
Selain itu juga karena masih minimnya akses menuju Pelabuhan Ujung Jabung yang diperkirakan baru akan
selesai pada tahun 2019-2020. Selain kendala-kendala diatas, juga karena masih ada yang beroperasinya
pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Jambi sehingga muatan yang akan melalui pelabuhan Ujung Jabung
diasumsikan hanya sebesar 5%.

Perhitungan proyeksi bongkar muat barang untuk masing-masing komoditi berbeda antara CPO dengan
batubara. Untuk CPO kita proyeksikan sebesar 5% dari muatan scenario moderat karena diharapkan
pelabuhan Ujung Jabung bisa melayani kabupaten sekitar Tanjung Jabung Timur, sementara batubara kita
EXECUTIVESUMMARY -42
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

proyeksikan 5% dari muatan scenario pesimis karena adanya undang-undang migas mengenai
pembatasan ekspor batubara. Dengan demikian, maka proyeksi demand pelabuhan ujung jabung yaitu
sebagai berikut:

Tabel 57 Proyeksi Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Ujung Jabung Jambi Tahun 2017-2037

B/M BATUBARA PROYEKSI BONGKAR


TAHUN B/M CPO (TON)
(TON) MUAT (TON)

2017 47,466 228,078


2018 51,030 247,400
2019 54,863 263,810
2020 58,984 294,172
2020 63,414 320,239
2021 68,176 280,454 348,630
Gambar 53 Tren Perkembangan GRT Kapal di Pelabuhan Provinsi Jambi
2022 73,297 306,255 379,552
2023 78,802 334,431 413,233
2024 84,720 365,199 449,919 Sedangkan berdasarkan perbandingan antara bongkar dengan muat, barang yang dimuat lebih
banyak dibandingkan dengan barang yang dibongkar. Selain itu, tren pertumbuhan barang yang muat juga
2025 91,083 398,797 489,880
menunjukkan peningkatan, sebaliknya barang yang dibongkar menunjukkan penurunan. Penurunan barang
2026 97,924 435,486 533,410
yang dibongkar bisa jadi karena beralih melalui moda transportasi darat.
2027 105,279 475,551 580,830
2029 113,186 519,302 632,487
2030 121,687 567,077 688,764
2031 130,826 619,248 750,074
2032 140,652 676,219 816,871
2033 151,216 738,431 889,647
2034 162,573 806,367 968,940
2035 174,783 880,553 1,055,336
2036 187,910 961,564 1,149,474
2037 202,023 1,050,028 1,252,051
S u m b e r : H asil A nalisis Tahun 2017

7.2 ANALISA ARMADA ANGKUTAN BARANG

Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung disiapkan untuk memenuhi kebutuhan angkutan laut dalam Gambar 54 Grafik Perbandingan Bongkar Muat di Provinsi Jambi
jumlah yang lebih banyak dengan menggunakan kapal yang lebih besar. Dari data produksi pelabuhan-
pelabuhan seluruh Jambi dalam 12 tahun terakhir, jumlah GRT kapal yang masuk lebih didominasi oleh
Armada angkutan yang melayani Pelabuhan Ujung Jabung diperuntukkan bagi armada dengan kapasitas
kapal-kapal dalam negeri. Berdasarkan data tersebut, kapal dalam negeri lebih dominan dibanding kapal
1.000 dwt dan 5.000 dwt . Adapun ukuran kapal yang direncanakan untuk dilayani Pelabuhan Ujung
luar negeri dan pelayaran rakyat. Namun komposisi naik turunnya antara GRT kapal dalam negeri
Jabung antara lain kapal tanker CPO 1.000 DWT, dan kapal tongkang ukuran 5.000 DWT. Spesifikasi
dan kapal luar negeri terlihat cukup seimbang.
kapal selengkapnya sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini.

EXECUTIVESUMMARY -43
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Tabel 58 Spesifikasi Rencana Kapal di Pelabuhan


Ujung Jabung

JENIS KAPAL DWT PANJANG LEBAR DRAFT


LOA (m) (m) (m)
Kapal Curah Cair (CPO) 1.000 61 9,8 4 ,o
Kapal Tongkang 5.000 72 21,9 4 ,o
Sumber: Buku Pelabuhan Bambang Triatmodjo

Tabel 59 Proyeksi Kapal di Pelabuhan Ujung Jabung

TAHUN KAPAL CPO KAPAL PROYEKSI


(unit) TONGKANG KAPAL TOTAL
(unit) (unit)
2017 59 59
2018 64 64
2019 69 69
2020 74 74
2020 79 79
2021 85 67 152
2022 92 67 158
2023 99 73 171
2024 106 79 185
2025 114 87 201
2026 122 95 217
2027 132 103 235
2029 141 113 254
2030 152 123 275
2031 164 135 298
2032 176 147 323
2033 189 161 350
2034 203 175 379
2035 218 191 410
2036 235 209 444
2037 253 228 481
S u m b e r : H asil A nalisis Tahun 20 17

EXECUTIVESUMMARY -44
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

5. Sistem fender
08. RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN Fender dipasang pada tepi dermaga dan berfungsi untuk menyerap energi yang berasal dari
benturan kapal pada saat kapal akan berlabuh. Di sini dihitung pada dermaga yang memikul energi
8.1 RENCANA KEBUTUHAN FASILITAS DARATAN benturan kapal terbesar yaitu kapal 5.000 DWT. Letak fender direncanakan per 4 m pada tepi
dermaga, sesuai dengan kebutuhan.
8.1.1 Fasilitas Pokok Daratan

Tabel 60 Perkiraan Kebutuhan Dermaga CPO di Pelabuhan Ujung Jabung


A. Dermaga
No Keterangan 2017-2021 2017-2026 2017-2037
Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi dari jumlah total bongkar muat barang sampai tahun 2037 sebesar 202,023
1 Jumlah bongkar muat (ton/tahun) 68,176 9 7 ,9 2 4
1.232.051 ton. Berdasarkan jumlah tersebut, karakteristik kapal yang akan direncanakan untuk singgah
2 Rata-rata volume muatan kapal (ton) 800 800 800
adalah kapal dengan karakteristik bobot 1.000 untuk kapal CPO dan kapal dengan bobot 5.000 DWT untuk
3 Jumlah kunjungan kapal (kapal/tahun) 79 114 253
kapal tongkang. Perhitungan dermaga untuk kapal jenis rencana didasarkan pada perkiraan karakteristik
4 handling rate (ton/jam) 50 60 70
kapal terbesar (5.000 DWT). Adapun karakteristik kapal yang dimaksud secara rinci dapat dilihat pada
5 Service time (jam/kapal) 140 117 100
1. Elevasi dermaga 6 waktu efektif (jam/tahun) 8,160 8,160 8,160
Dibuat sedemikian rupa sehingga pada saat pasang tinggi air tidak melimpas ke permukaan 7 berth occupancy rate (BOR) 70% 70% 70%
dermaga. Elevasi muka air yang digunakan untuk perencanaan adalah : 8 jumlah tambatan 0.14 0.22 0.37

9 Jumlah tambatan (pembulatan) 1 1 1


HHWL = + 3,5m meter LLWL
10 panjang kapal (LOA) (meter) 72 72 72
MSL = +1,5 meter LLWL
Perhitungan elevasi dermaga sebagai berikut: 11 panjang dermaga (meter) 86,4 86,4 86,4

Elevasi dermaga = HHWL + (0,5 m - 1 , 5 m) Sumber: Hasil Analisis 2017


= 3,5171 +1 m = + 4,5 m
2. Panjang dermaga Tabel 61 Perkiraan Kebutuhan Dermaga Batubara di Pelabuhan Ujung Jabung
Panjang dermaga ditentukan berdasarkan jumlah kapal yang akan merapat di dermaga tersebut No Keterangan 2017-2021 2017-2026 2017-2037
dengan ketentuan jarak antar kapal 15 m.
1 Jumlah bongkar muat (ton/tahun) 435,486 1.050,028
3. Struktur dermaga 2 Rata-rata volume muatan kapal (ton) 4.600 4.600
Dermaga didesain sedemikian rupa sehingga mampu menahan gaya tumbuk kapal (gaya lateral),
3 Jumlah kunjungan kapal (kapal/tahun) 87 228
mampu menahan beban aktivitas dari peralatan bongkar muat (beban vertikal).
4 handling rate (ton/jam) 60 70

4. Lebar dermaga 5 Service time (jam/kapal) 117 100


Lebar apron perlu didesain cukup lebar untuk memudahkan manuver truk yang melakukan 6 waktu efektif (jam/tahun) 8,160 8,160
bongkar-muat. Agar kondisi cukup leluasa, lebar apron yang diperlukan adalah 6 m. 7 berth occupancy rate (BOR) 70% 70%

8 jumlah tambatan 0.22 0.37

9 jumlah tambatan (pembulatan) 1 1

10 panjang kapal (LOA) (meter) 61 61

11 panjang dermaga (meter) 73,2 73,2

Sumber: Hasil Analisis 2017

EXECUTI\/ESUMMARY -45
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

B. La p an g an P en um p ukan A. Kawasan Perkantoran


Barang-barang untuk penyimpanan jangka pendek disimpan di tempat penumpukan sementara Untuk menghitung luas fasilitas perkantoran ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
sedangkan untuk yang agak lama disimpan di lapangan terbuka dan gudang. Pelabuhan direncanakan ■ Jumlah karyawan atau pegawai
direncanakan akan menangani bongkar muat barang-barang curah. Berdasarkan tingkat permintaan ■ Luas sirkulasi dalam bangunan sekitar 20% dari luas efektif lantai
berdasarkan analisis, perkiraan barang yang melalui lapangan penumpukan sebesar 10 % ■ Luas ruang kerja untuk ruang kantor adalah 4 m2 per orang

Tabel 62 Kebutuhan Luas Kantor Pengelola Pelabuhan Ujung Jabung


Distribusi hasil perhitungan terhadap kebutuhan lapangan penumpukan cpo dan batubara dihitung Kebutuhan Dimensi
berdasarkan persentase pada proyeksi bongkar muat (cpo ± 16% dan batubara ± 84% dari total Standar yang Jangka Jangka
Fasilitas Pokok Unit Jangka Pendek
proyeksi). digunakan Menengah Panjang 2017­
2017-2021
2017-2026 2037
C. Fasilitas Bunker Kantor Administrasi Neufert
orang 10 10 20
Pelabuhan
Ruang Kantor 4 m2/orang m2 40 40 80
Fasilitas ini terdiri dari :
Ruang Tamu 2 np/orang orang 10 10 20
- Depot dan tangki BBM untuk perbekalan kapal dan keperluan peralatan pengangkut. m2 12 12 12
- Menara air, tempat penampungan air dan instalasi air bersih untuk perbekalan kapal dan Ruang Rapat 2 nrp/orang orang 10 10 20
kebutuhan pelabuhan. m2 20 20 20
- Kantin/warung serba ada yang menyediakan perbekalan berupa makanan dan kebutuhan ABK Gudang/Ruang arsip m2 6 6 6
serta pekerja. 2 0 -3 0 %
Sirkulasi m2 3 4 ,4 3 4 ,4 4M

Total m2 112,4 112,4 160,4


Adapun kebutuhan luasan dari fasilitas bunker dan perbekalan ini adalah sekitar 100 m2.
Sumber; Hasil Analisis 2017

D. Fasilitas Pemadam Kebakaran


Perkiraan jumlah karyawan atau pegawai sampai dengan 20 tahun yang akan datang adalah adalah 20
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran di Pelabuhan Ujung Jabung perlu orang. Adapun kebutuhan luasan kantor administrasi pelabuhan adalah sekitar 160,4 m2 sampai dengan
disediakan peralatan pemadam kebakaran. Dalam perencanaannya akan disediakan pemadam tahun 2033.
kebakaran portable yang ditempatkan pada ruangan dengan jarak tertentu. Selain itu juga perlu juga
disediakan pemadam kebakaran untuk kebutuhan seluruh bangunan yaitu dengan pemasangan B. Parkir Kendaraan
hidran pilar yang diletakkan pada bagian luar bangunan.
Rencana pembangunan fasilitas parkir direncanakan peruntukannya bagi pengelola, truk pengangkut,
E. Fasilitas Gudang Untuk Bahan/Barang Berbahaya dan Beracun (B3) sepeda motor maupun gerobak. Kebutuhan fasilitas parkir Pelabuhan Ujung Jabung dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
Fasilitas untuk barang berbahaya dan beracun yang sering berada dalam area utama pelabuhan
Tabel 63 Kebutuhan Luas Parkir Kendaraan di Pelabuhan Ujung Jabung
sebaiknya ditempatkan di dekat pintu masuk pelabuhan agar jauh dari zona general cargo. Muatan
Kebutuhan / Dimensi
berbahaya juga memerlukan suatu area zona khusus untuk digunakan sebagai terminal yang terpisah Nama/Jenis Standar Ruang
Satuan Jangka Jangka Jangka
dari zona-zona lain sebagai area pembatas. Fasilitas Parkir
Pendek Menengah Panjang

F. Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Peralatan Peralatan dan Sarana Bantu Navigasi-Pelayanan Pedoman Teknis
Parkir Kendaraan
Parkir (Hubdat)
(SBNP)
Truk pengangkut 12,5 x 3,5 mP/unit unit 8 12 16
Alat navigasi pelayaran diperlukan untuk keselamatan, efisiensi dan kenyamanan pelayaran kapal. luas 350 525 700
Mobil 5 x 2,5 mP/unit
Alat ini dipasang pada alur masuk dan sepanjang pantai agar kapal tidak menyimpang dari jalurnya. unit 2 4 6
pegawai/karyawan
Alat ini terdiri dari menara suar dan rambu suar.
luas 25 50 75
Sepeda motor 2 x 0,75 rrP/bh unit 10 20 25
8.1.2 Fasilitas Penunjang Daratan
luas 15 30 37,5
Sepeda/Gerobak 1.5 x 0,6nrp/bh unit 10 15 20
Fasilitas penunjang merupakan fasilitas yang disediakan untuk menunjang kelancaran kegiatan di
luas 9 13,3 18
pelabuhan. Fasilitas penunjang yang disediakan antara lain:

EXECUTIVESUMMARY -46
iNCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Luas Total 421 657,5 881,5 1 Tabel 64 Rekapitulasi Kebutuhan Fasilitas Daratan
Sumber: Hasil Analisis 2017 Kebutuhan Dimensi
Standar yang Eksisting Jangka Jangka Jangka
No Fasilitas Darat Unit
Total kebutuhan luasan parkir kendaraan diperkirakan sebesar 881,5 m2 sampai dengan tahun 2033 untuk digunakan Pendek Menengah Panjang
menampung kebutuhan parkir bagi karyawan, truk pengangkut serta sepeda motor. 2017-2021 2017-2026 2017-2037
1 Dermaga
C. Prasarana Telekomunikasi a. Dermaga CPO m 86 86 86
Telekomunikasi hendaknya disediakan dengan jaringan yang cukup baik di seluruh daerah pelabuhan. Hal b. Dermaga Batubara m 75 75
2 Trestle km 2,6 2,6 2,6 2,6
ini untuk memudahkan komunikasi intern pelabuhan dan ekstern, agar dapat memudahkan koordinasi.
(Fl*F2*Tts*tav)/
Sarana telekomunikasi dapat berupa jasa provider internet di sekitar pelabuhan, sarana pos telepon 3 Lapangan Penumpukan m2 442 630 7.396
(Mts*h*p*365)
umum, dan sarana komunikasi lainnya apabila ada. Kantor Administrasi
4 Neufert
Pelabuhan
D. Instalasi Listrik
Ruang Kantor 4 m2/orang m2 40 40 80
Instalasi listrik disediakan untuk menunjang operasional kantor maupun memberikan penerangan pada
malam hari. Ruang Tamu 2 m2/orang m2 12 12 12

E. Instalasi Air Bersih 20 20


Ruang Rapat 2 m2/orang m2 20
Instalasi air bersih harus disediakan di setiap pelabuhan. Jumlah yang dibutuhkan bergantung pada 6
Cudang/Ruang arsip m2 6 6
kebutuhan pelabuhan. Beberapa tempat pelabuhan yang wajib dilengkapi dengan sarana pengambilan air
Sirkulasi 20% 1712 34 34 42
bersih antara lain: Total m2 112 112 160
• Bangunan gedung seperti kantor pelabuhan 5 Instalasi Listrik PUIL1988, PLN
• Mushalla 81 wc umum
Gardu PLN, terdiri dari
• Area parkir sekurang-kurangnya 1 (satu) buah.
Ruang Trafo m2 1,3 1,3 1,3
Persediaan air dapat berasal dari PDAM maupun sumur-sumur dalam yang dibuat di lokasi pelabuhan. Ruang Panel dan
m2 o,4 o,4 o,4
Sekering
F. Jaringan Drainase Sirkulasi 20% m2 o,34 o,34 o,34
Total m2 2,04 2,04 2,04
Setiap pelabuhan harus memiliki fasilitas drainase pelabuhan untuk menjaga agar daerah pelabuhan tetap
6 Prasarana Komunikasi TELKOM
terjaga dari genangan. Terdapat 3 (tiga) alternatif sistem drainase kawasan pelabuhan: 2 2 2
Telepon unit
Radio unit 1 1 1
a. Sistem gravitasi, dipilih apabila aliran dalam saluran di pelabuhan masih dapat mengalir kelaut
secara gravitasi dengan mengandalkan level dan slope yang dimilikinya. 7 Parkir Kendaraan Hubdat
b. Sistem pompa, digunakan apabila aliran dalam saluran tidak bias mengalir kelaut secara langsung Truk pengangkut 12,5 x 3,5 m2/unit m2 350 525 700
sehingga harus menggunakan pompa.
c. Kombinasi system gravitasi dan pompa, digunakan apabila kondisi yang diatas tidak mobil pegawai/karyawan 5 x 2,5 m2/unit m2 25 50 75
memungkinkan karena mahalnya biaya. Dengan demikian dapat disusun optimalisasi dari
Sepeda motor 2 x 0,75 m2/bh m2 15 30 37,5
penerapan system pompa dan gravitasi secara detail.

Sepeda/Gerobak 1.5 x o,6m2/bh m2 9 13,5 18


Pelabuhan Ujung Jabung berfungsi untuk melayani pergerakan barang terutama hasil-hasil perkebunan
serta kebutuhan sehari-hari. Limbah yang dihasilkan relatif tidak berdampak besar terhadap lingkungan Total 421 657,5 881,5
sehingga tidak direncanakan untuk fasilitas penampungan dan pengolahan limbah. Limbah yang 8 Jalan Bina Marga
dihasilkan pada umumnya dapat disalurkan langsung ke drainase yang terintegrasi dengan drainase di Jalan Lingkungan 8 m
8 x 1.350 m m2 11.000 11.000 11.000
kawasan sekitar pelabuhan.Rekapitulasi kebutuhan fasilitas daratan untuk Pelabuhan Ujung Jabung dua jalur dua arah
diuraikan secara singkat pada tabel berikut ini: 9 Drainase
Saluran lingkungan m2 5.500 5.500 5.500

EXECUTIVE SUMMARY -47


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Kebutuhan Dimensi Jumlah Kapal x A


Standar yang Eksisting Jangka Jangka Jangka
No Fasilitas Darat Unit A = 1,8L x 1,5 L
digunakan Pendek Menengah Panjang
2017-2021 2017-2026 2017-2037 Areal sandar untuk satu kapal rencana adalah :
10 Pos Jaga 6 m2/orang m2 12 12 12
Fasilitas Keselamatan UNCTD, Dirjen • Kapal Kapal Barang :2 x (1 ,8x 72x1,5x72)= 27.933,00 m2atau 2,79 ha.
11 m2 4 4 4
Pelayaran Perhub. Laut
20% dari total C. Areal Kolam Putar
11 Ruang Terbuka Hijau m2 3-853 4.088 4.992
kebutuhan lahan
Total Luas Kebutuhan m2 23.118 24.529 29.949 Luas areal untuk kolam pelabuhan tergantung pada jumlah kapal dan panjang kapal yang
Sumber: Hasil Anastisi Tahun 2017 direncanakan akan bersandar, adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:
Berdasarkan pada hasil rekapitulasi kebutuhan lahan Pelabuhan Ujung Jabung diatas sampai dengan
Luas areal kolam = jumlah kapal x n x D2/ 4
tahun 2037 adalah sebesar 29,949 m2 atau sekitar 3 Ha.

Dimana:
8.2 RENCANA KEBUTUHAN FASILITAS PERAIRAN
D=2 L
8.2.1 Fasilitas Pokok Perairan
D = diameter areal kolam putar
Berdasarkan dari karakteristik kapal yang ada, maka kebutuhan fasilitas-fasilitas yang berada di perairan
L = panjang kapal maksimum
adalah sebagai berikut:

A. Areal Tempat Berlabuh Dengan jumlah kolam putar yang direncanakan adalah dua kapal, dan kapal yang direncanakan
memiliki panjang kapal maksimum 72 m, maka luas areal kolam pelabuhan =
Penentuan luas areal berlabuh tergantung pada jumlah kapal dan panjang kapal yang direncanakan
akan berlabuh, adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: 2 x k x (2x 72 m) 74 = 32.555,00 m2 atau 3,26 Ha.

Luas Areal berlabuh = Jumlah kapal x n x R2 D. Lebar alur pelayaran (W) tergantung dari lebar kapal terbesar (B) yaitu :

W = 9 B + 30 meter
R = L + 6D + 30 Meter
Dengan lebar kapal yang diambil adalah 21,9 m, maka lebar alur pelayarannya adalah :
R : jari-jari areal untuk berlabuh perkapal
W = (9x21,9 m )+ 30 meter = 227,1 m2
L : panjang kapal yang berlabuh
Jadi lebar dari alur pelayaran pelabuhan direncanakan untuk 2 kapal adalah 227,1 m2
D : kedalaman air

Kapal direncanakan memiliki panjang kapal maksimum 72 m, maka: 8.2.2 Fasilitas Penunjang Perairan

• Luas areal berlabuh untuk 2 (dua) unit kapal barang di areal Dermaga (D= 4 meter) adalah= 1 x it x Fasilitas p en un jan g , m eliputi:
(72+24+30)2 = 15.876,00 m2.
a. Perairan untuk p e n g em b an g an p elab uhan jangka p anjang;
Jadi luas areal berlabuh yang direncanakan adalah 15.876,00 m2 atau 1,59 Ha. b. K eb u tu h an ruang perairan untuk p en g em b an g a n p elab uh an jangka panjang d isesuaikan d en gan
jen is dan volum e kegiatan p elayan an jasa kep elab uhanan.
B. Areal Tempat Sandar Kapal
c. Perairan untuk fasilitas p em b an g u n an dan p em eliharaan kapal;
Areal sandar Kapal dihitung sebagai berikut: d. Faktor yang perlu dip erhatikan adalah ukuran kapal m aksim um yang dib angu n atau diperbaiki
e. Perairan te m p at ujicoba kapal (p e rco b a an berlayar);

EXECUTI\/ESUMMARY -48
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

f. Faktor yang perlu diperhatikan adalah ukuran kapal rencana Areal Labuh R = Jari-jari areal untuk labuh
R = L + 6D + 30 (m) 115,00 126,00
g. Perairan tempat kapal mati; Kapal kapal
h. Perairan untuk keperluan darurat. Faktor yang perlu diperhatikan adalah kecelakaan kapal, A = Luas areal labuh kapal A = jml kapal*phi*R 2 (m2) 83.053,00 99.701,28
kebakaran kapal, kapal kandas dan lain-lain. Salvage area diperkirakan luasnya 50% dari luas areal
Areal Kolam
pindah labuh kapal. D = Diameter kolam putar D > 2L(m) 122,00 144,00
Putar
i. Perairan untuk kegiatan kepariwisataan dan perhotelan.
A = Luas areal kolam putar A = l/4*phi*D2 (mz) 11.683,94 16.277,76
Kebutuhan untuk aktivitas keselamatan adalah kebutuhan lahan di perairan yang peruntukkannya Areal Sandar
A = Luas areal sandar kapal A = 1,8L*1,5L 10.046,70 13.996,80
menyangkut kebutuhan untuk keselamatan kapal, dimana yang direncanakan adalah kebutuhan untuk Kapal
menjamin keselamatan yang ada di Pelabuhan Ujung Jabung. Adapun kebutuhan untuk keselamatan Areal Keperluan A = Luas areal keperluan 50% * luas areal labuh kapal
41.526,50 49.850,64
terdiri dari: Darurat darurat (mz)
Areal Kapal 30% * luas areal labuh kapal
A = Luas areal kapal mati 41.526,50 49.850,64
1. Revertment Mati (m2)
Areal Perbaikan A = Luas areal perbaikan 30% * luas areal labuh kapal
Pada areal terluar dermaga diperlukan suatu perlindungan terhadap lereng-lerengnya dari 41.526,50 49.850,64
Kapal kapal (mz)
pengaruh laut (gelombang, arus dan lain-lain). Untuk itu revertment direncanakan berfungsi untuk 279.527,76
TOTAL KEBUTUHAN PERAIRAN 229.363,14
melindungi talud dari serangan gelombang dan harus dianalisis stabilitasnya agar terhindar dari
Sumber: Hasil Anaslisi Tahun 2017
bahaya
8.3 RENCANA PENGEMBANGAN DAN ZONASI PELABUHAN
kelongsoran. Perencanaan revertment harus memperhatikan ketersediaan material, koefisien
gesekan, tinggi muka air, run up gelombang dan kemiringan revertment.
Dewasa ini air bersih sudah menjadi sumber daya yang semakin langka. Karena sebagai sumber daya yang
2. Breakwater keberadaannya sangat bergantung pada siklus air, keberadaannya terancam. Perlu dilakukan upaya dalam
melakukan pemantauan terhadap kualitas air khususnya kualitas air pelabuhan laut, dan dalam
Breakwater berfungsi untuk menahan gelombang dan sedimen agar tidak masuk ke kolam
pelaksanaannya perlu diketahui tingkat pencemaran pelabuhan laut dan mengidentifikasi penyebab
pelabuhan. Elevasi puncak breakwater tergantung pada HWL (highest water level) dan tinggi
terjadinya perubahan kualitas air serta ketersediaan data yang dapat digunakan untuk menentukan
jagaan. Dasar pertimbangan bagi perencanaan breakwater adalah :
kebijakan pengelolaan pelabuhan laut. Zonifikasi fasilitas-fasilitas berdasarkan pola kegiatan operasional
■ Kegiatan kapal, kolam pelabuhan yang aman terhadap gangguan gelombang yang akan dilakukan pada Pelabuhan Ujung Jabung disusun sebagai berikut:Kegiatan bongkar muat
■ Melindungi alur pelayaran, kolam pelabuhan dari pendangkalan/sedimentasi dari laut. barang ini merupakan kegiatan utama dalam operasional pelabuhan, dimana kapal-kapal barang
■ Penempatan arah/pasir pemecah gelombang mempertimbangkan arah datang gelombang didaratkan dan membongkar barang bawaannya untuk selanjutnya dilanjutkan ke konsumen atau pabrik.
dan perubahannya. Kapal-kapal barang tersebut lalu akan mengisi muatan kembali yang akan diteruskan ke tempat lain.
■ Pemecah gelombang harus mampu menahan gelombang yang signifikan.
Pada zona ini terjadi pertemuan antara kegiatan di laut dan di darat maka dibutuhkan ruang terbuka yang
■ Tipe konstruksi mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan, ketersediaan bahan dan harga.
luas serta penataannya yang langsung berhubungan dengan laut. Fasilitas yang terkait dengan kegiatan
3. Alat navigasi pelayaran
pada zona bongkar muat ini antara lain:
Alat navigasi pelayaran diperlukan untuk keselamatan, efisiensi dan kenyamanan pelayaran kapal.
Alat ini dipasang pada alur masuk dan sepanjang pantai agar kapal tidak menyimpang dari jalurnya. ■ Dermaga bongkar muat dengan kelengkapannya (fender, bollard, peralatan bongkar muat dan
Alat ini terdiri dari: menara suar dan rambu suar. sebagainya).
■ Transit shed yang terletak tepat di depan dermaga yang ada.
Berdasarkan hasil perhitungan, maka kebutuhan luas perairan untuk kebutuhan kapal cpo dan batubara di
Pelabuhan Ujung Jabung sampai dengan akhir tahun rencana adalah sebesar 492.938,44 m2atau 49,3 Ha. A. Zona Penyimpanan
Data lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Zona ini merupakan tempat penyimpanan barang-barang dalam jangka waktu lama. Letak zona
Tabel 65 Rencana Kebutuhan Luas Perairan Pelabuhan Ujung Jabung penyimpanan berdekatan dengan zona bongkar muat agar memudahkan dalam pengangkutan dari/ke
kapal. Pemakaian fasilitas ini akan dipungut biaya yang besarnya telah ditentukan. Pelabuhan Ujung
Kapal Kapal
Area Perairan Parameter Persamaan Jabung ini akan menyediakan dua jenis tempat penyimpanan yang disesuaikan dengan sifat/jenis barang
CPO Tongkang yang akan disimpan. Fasilitas-fasilitas yang disediakan dalam zona ini antara lain:
A lur Pelayaran W = Lebar alur pelayaran W = 9B + 30 (m) 118,20 227,10

EXECUTIVESUMMARY -49
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

■ W areh o u se (g u d an g te rtu tu p ) yang akan d igunakan untuk m enyim pan b aran g -b arang yang tidak Secara umum, prasarana dan sarana yang akan dibangun harus dapat memfungsikan Pelabuhan
tah an te rh ad ap kondisi cuaca (p a n as, hujan, dll). sebagaimana semestinya. Untuk dapat memenuhi tujuan tersebut maka disusun layout tata letak
■ Open s torage (g u d a n g te rb u k a) akan dig un akan untuk m enyim pan b aran g -b arang yang tahan Pelabuhan. Beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan layout pelabuhan adalah :
te rh ad a p kondisi cuaca.

B. Zona Administrasi ■ Letak dermaga diusahakan sedekat mungkin dengan fasilitas-fasilitas penyimpanan agar kegiatan
bongkar muat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal dan waktu yang
Z o n a ini m eru pakan p usat kegiatan p engelolaan P elab uhan. Sem ua kegiatan adm inistrasi yang lama.
m en yan g ku t p en g elo laan dan p en g aw asan p elab uh an , p elayanan m asyarakat dan seb againya akan ■ Kemudahan pencapaian antara satu fasilitas dengan fasilitas lainnya yang direncanakan di
d ilakukan pada zo n a ini. Pada zo na ini te rd ap at fasilitas-fasilitas: pelabuhan serta ruang gerak yang memadai.
■ K antor A d m in istrasi P elab uhan di m ana di dalam nya te rd ap at k antor p elab uhan dan ged u n g ■ Penggunaan lahan yang seoptimal mungkin untuk penempatan fasilitas-fasilitas pelabuhan yang
se rb ag u n a untuk b erb agai p ertem uan.
direncanakan.
■ K antor agen un tuk m en yediakan te m p at bagi perw akilan p eru sahaan b ongkar m uat.
■ Kemungkinan pengembangan agar dapat didarati oleh kapal-kapal dengan ukuran yang lebih
C. Zona Eksternal (di Sekitar Pelabuhan) besar.
Z o n a ini m eru pakan zo n a p en d u k u n g p elab uh an khususnya yang berada di sekitar lokasi pelab uhan. Zona ■ Sedapat mungkin dapat menekan biaya pemeliharaan fasilitas-fasilitas pelabuhan yang
ini m eliputi: direncanakan.
■ Zona p elab uh an niaga yang m elayani kap al-kap al niaga. ■ Perlunya kelengkapan fasilitas pendukung yang ada.
■ Z o n a p elab u h a n p en yeb eran g an d en g a n fun g si utam a se b ag ai jem b ata n bergerak yang m elayani
p ergerakan p en u m p an g m aup un kendaraan. Perencanaan layout pelabuhan disesuaikan dengan rencana pengembangan pelabuhan dan rencana
pengembangan daerah. Berdasarkan acuan tersebut, maka direncanakan adanya keterpaduan antara
8.4 RENCANA LAYOUT PELABUHAN
fungsi pelabuhan saat ini dan kemungkinan pengembangannya. Untuk itu perlu diwujudkan dalam
gambaran layout yang terpadu dan saling terkait satu sama lainnya.
Pad a d asarn ya p eren can aan layout derm aga diten tu k an oleh pola tata letak atau kom p osisi m assa dan
ru an g, fasilitas p elab uh an yan g d ip erlukan, pola sirkulasi m anusia dan kendaraan serta kap asitas rencana ❖ Daerah Perairan
dari d erm aga te rse b u t. Selain itu desain layout derm aga haruslah fung sional, effisien, m enarik dan Wilayah perairan yang merupakan area untuk aktivitas kapal-kapal yang ada, direncanakan harus
h arm o n is d en g an lingkungan sekitarnya. Dalam m enyiap kan tata letak fasilitas p elab uh an , perlu mampu menampung aktivitas kapal dengan baik. Untuk itu areal perairan yang terdiri dari
d ip erh atikan interaksi an tar m asing -m asin g fasilitas p elab uh an . Perlu dip erhatikan derajat hub ung an antar kebutuhan akan alur pelayaran, area tempat labuh, area kolam pelabuhan, dan lain-lain, harus
fasilitas p elab uh an seperti disajikan pada diagram interaksi se b ag ai berikut: disesuaikan dengan karakteristik dari kapal-kapal yang ada.

❖ Daerah Daratan
a. Dermaga
Penempatan dermaga berdasarkan fungsi dan jenis kapal yang ada. Di samping itu keberadaan
dermaga baik posisi maupun lokasi disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan daratan dan
perairan yang ada. Dermaga yang ada diharapkan mampu menampung kapal dengan ukuran
1000 DWT.

b. BangunanDarat
Aturan yang akan diterapkan dalam perencanaan bangunan darat di Pelabuhan Ujung Jabung
adalah:
■ Lahan yang dapat menampung aktivitas dan pembangunan bagi fasilitas-fasilitas yang ada di
daratan.
■ Pembagian zona dilakukan dengan melihat tingkat kepentingan dari berbagai pihak, dan
dibuat relative berdekatan untuk mempermudah pencapaian dari masing-masing zona yang
Gambar 55 Diagram Interaksi Antar Fasilitas Pelabuhan ada.
■ Zona kerja atau tanggung jawab penanganan masing-masing fasilitas yang ada di pelabuhan
berdasarkan rencana pengelola serta peluang kerjasama dengan pengelola swasta.

EXECUHVESUM M ARY -50


' RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

NO PAKET KONSULTAN PERENCANA DIGAMBAR CLEH DIRENCANA OLEH DISETUJUI OLEH GAMBAR LEMBAR /
P E M E R IN T A H P R O V IN S I JAM BI
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI R E N C A N A IN D U K P E L A B U H A N
U JU N G J A B U N G P R O V IN S I JAM BI
LOKASI

KABUPATEN
DESA SUNGAI ITIK - KECAMATAN SADU
TANJUNG JABUNG TIMUR PT. S ID L A C O M E N G IN E E R
PETA RENCANA PENGEMBANGAN
FASILITAS DARATAN SKALA
HOR
VER
J L > prof. M Y am in , S H No. 76 - Jambi JANGKA MENENGAH
PROVINSI JAMBI CAO OPERATOR STRUCTURE ENGNEER TEAU LEADER PELABUHAN UJUNG JABUNG TANGGAL

Gambar 56 Peta Rencana Peruntukan Daratan Jangka Pendek Pelabuhan Ujung Jabung

EXECUTIVE SUMMAR K -51


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG,f PROVINSI JAMBI

NO PAKET KONSULTAN PERENCANA DKiAVBARCHEH


P E M E R IN TA H P R O V IN S I JAM BI
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI R E N C A N A IN DU K P E L A B U H A N
U JU N G J A B U N G P R O V IN S I JA M B I
LOKASI
KABUPATEN
DESA SUNGAI IT'K - KECAMATAN SADU
TANJUNG JABUNG TIMUR
JL > prof M Yam in. S H No. 7 6 - Jambi
PROVINSI JAMBI

Gambar 57 Peta Rencana Peruntukan Daratan Jangka Menengah Pelabuhan Ujung Jabung
EXECUnVESUM M ARY -52
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG,, PROVINSI JAMBI

ibar 58 Peta Rencana Peruntukan Daratan Jangka


Gambar 57 Peta Rencana Peruntukan Daratan Jangka Panjang Pelabuhan Ujung Jabung

EXECUTIVESUMMARY -53
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

NO PAKET KONSULTAN PERENCANA LEMBAR /


P E M E R IN T A H P R O V IN S I JA M B I
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI R E N C A N A IN DU K P E L A B U H A N
U J U N G J A B U N G P R O V IN S I JA M B I
LOKASI

KABUPATEN
DESA SUNGAI ITIK - KECAMATAN SADU

TANJUNG JABUNG TIMUR PT. S ID L A C O M E N G IN E E R


P ETA RENCANA
KAWASAN PERAIRAN
SKALA
HOR
VER
J L > prof. M Yam in, S H No. 76 - Jambi PELABUHAN UJUNG JABUNG TANGGAL
PROVINSI JAMBI

9892000.000

i.P£r*' - LO*A$
LEGENDA
••K. FMNOUW
---- - l fi’ -l
O . AJC’ 1 .r n
. 1. . - ' a: .r-*' 1 n 1.
imi. m
nnn <V»t*Lt E* Ali , ii§ rr u r.»

m . Al'*, U*:l 9 1 I«'

□ 9IJS7U r*

.
‘ -IA. •4|IL>P► *l i* 4 l‘

1
9891000.000 □ /UkHlitUilll

fcm U *XXAM» Uf«■

n t'EKii- ■-

9890000.000

Aajs 3

9889000.000

DERMAOAOATVBARA

9888000.000

DIMENSI KAPAL

SPESIFIKASI
JE N IS KAPAL
DWT (Ton) LOA (m)
K a p ii Tanker C P O

9887000.000

9886000.000

Gambar 59 Peta Rencana Fasiitas Perairan Pelabuhan Ujung Jabung XECUTIVESUMMARY -54
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

NO PAKET KONSULTAN PERENCANA DIGAMBAR 01 EH DlRENCANA 01 EH OISETUJUIOIEH GAMBAR LEMBAR t


P E M E R IN T A H P R O V IN S I JA M B I
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI R E N C A N A IN D U K P E L A B U H A N
U JU N G J A B U N G P R O V IN S I JA M B I
LOKASI

KABUPATEN
DESA SUNGAI ITIK - KECAMATAN SADU

TANJUNG JABUNG TIMUR PT. S ID L A C O M E N G IN E E R


P E TA REN CAN A DLKp DAN DLKr SKALA
HOR
VER
J L > prof. M Yam in , S H No. 76 - Jambi PELABUHAN UJUNG JABUNG
PROVINSI JAMBI CAD OPERATOR STRUCTURE ENGNEER TEAMIEAOER TANGGAL

Gambar 60 Peta Arahan DLKr dan DLKp Pelabuhan Ujung Jabung EXECUHVE SUMMARY -55
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG,, PROVINSI JAMBI

NO PAKET KONSULTAN PERENCANA OIGAMBAR OLEH OIRENCANA OLEH DISETUJUI OLEH GAMBAR LEMBAR /
P E M E R IN T A H P R O V IN S I JA M B I
R E N C A N A IN DU K P E L A B U H A N LOKASI DESA SUNGAI ITIK - KECAMATAN SADU PETA RENCANA HOR
PEMERINTAH PROVINSI JAMBI PENEM PATAN SBNP
SKALA
VER
U JU N G J A B U N G P R O V IN S I JA M B I KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR P T . S ID L A C O M E N G IN E E R
J L > prof M Yam in, S H No. 76 - Jambi CAO OPERATOR STRUCTURE ENGNEER TEAM LEADER PELABUHAN UJUNG JABUNG TANGGAL
PROVINSI JAMBI

Gambar 61 Peta Rencana Sarana Bantu Navigasi Pelayaran Pelabuhan Ujung Jabung EXECUT1\/ESUMMARY -56
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

8.5 RENCANA KEBUTUHAN SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN adanya bahaya/rintangan navigasi antara lain karang, air dangkal, gosong, dan bahaya terpencil serta
menentukan posisi dan/atau haluan kapal.
Rencana struktur sarana dan prasarana keselamatan pelayaran terkait dengan kenavigasian. Dalam PP no 5 • Rencana Jenis Kebutuhan SBNP
tahun 2010 tentang kenavigasian disebutkan bahwa kenavigasian adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, Telekomunikasi Pelayaran, hidrografi dan meteorologi, alur dan Rencana jenis kebutuhan SBNP di Pelabuhan Ujung Jabung berupa lampu daratan, yaitu Lampu Tanda
perlintasan, pengerukan dan reklamasi, pemanduan, penanganan kerangka kapal, salvage, dan pekerjaan Daratan yang terletak di sekitar dermaga Ujung Jabung.
bawah air untuk kepentingan keselamatan pelayaran kapal. Sedangkan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran
adalah peralatan atau sistem yang berada di luar kapal yang didesain dan dioperasikan untuk meningkatkan 09. KELAYAKAN FINAS1AL PELABUHAN
keselamatan dan efisiensi bernavigasi kapal dan/atau lalu lintas kapal. Kenavigasian diselenggarakan untuk
9.1 PARAMETER UMUM
menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran, mendorong kelancaran kegiatan perekonomian, menandai
batas wilayah dalam rangka menjaga kedaulatan, memantapkan pertahanan dan keamanan negara, serta Perhitungan kelayakan ekonomi menggunakan Parameter-parameter dalam analisis yaitu Net Present
memperkukuh persatuan kesatuan bangsa dalam kerangka wawasan nusantara. Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period. Untuk melakukan
analisa ekonomi dengan parameter-parameter tersebut maka harus dilakukan estimasi biaya yang harus
Struktur Sarana dan prasarana keselamatan pelayaran terkait dengan alur-pelayaran; Sarana Bantu Navigasi- dikeluarkan untuk pembangunan dan pemeliharaan sehingga diperoleh perbandingan nilai manfaat yang
Pelayaran; telekomunikasi-pelayaran; pemanduan; dan pemberian pelayanan meteorologi. Alur pelayaran diterima dengan biaya yang telah dikeluarkan.
yang ada terdiri dari panjang, lebar dan kedalaman alur yang disesuaikan dengan panjang, lebar dan draft
9.2 Proyeksi Biaya
kapal yang ada. Alur pelayaran adalah bagian perairan pelabuhan yang berfungsi sebagai jalan masuk atau
keluar bagi kapal-kapal yang berlabuh. Alur pelayaran terdiri dari panjang, lebar, kedalaman dan arah alur Untuk pembangunan dan penyediaan jasa pelabuhan di wilayah Ujung Jabung diperlukan berbagai biaya
pelayaran. Untuk panjang alur pelayaran tergantung dari topografi dasar pantai dan kedalaman alur yang yang terbagi atas biaya investasi dan biaya operasional.
diinginkan. Untuk kedalaman alur pelayaran diambil berdasarkan pertimbangan draft kapal yang tertinggi,
A. Biaya Investasi
Untuk lebar alur pelayaran tergantung dari lebar kapal terbesar. Sedangkan untuk arah alur pelayaran
Investasi dalam pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung terdiri dari investasi pembangunan fasilitas yaitu
tergantung dari arah angin dominan, topografi dasar pantai dan material dasar pantai.
fasilitas umum, sisi daratan dan sisi perairan, investasi lahan dan alat-alat pendukung dalam pelaksanaan
1. Navigasi yang mudah dan aman untuk memberikan kemudahan bagi kapal-kapal yang melakukan kegiatan jasa kepelabuhan, pelayanan jasa bongkarmuat dan jasa penumpukan barang. Total biaya
gerak manuver. investasi pembangunan pelabuhan Ujung Jabung adalah sebesar Rp. 335.040.000.000,00. Rencana
2. Karakteristik kapal yang akan dilayani (panjang, lebar, sarat). anggaran biaya pembangunan untuk kontruksi pelabuhan dilakukan dengan tiga tahapan pengembangan
3. Mode operasional alur pelayaran: satu arah atau dua arah. yang masing-masing tahap yaitu, perkirakan investasi tahap pertama sebesar 70% dari total kebutuhan
4. Batimetri alur pelayaran (kondisi dasar sungai/laut, jaringan pipa, kabel bawah laut, dan lain-lain). investasi sampai dengan 20 tahun yang akan datang yakni Rp 234.528.000.000,00. Pada tahap kedua dan
5. Kondisi hidro-oseanografi: arus, gelombang, pasang surut. ketiga masing-masing sebesar 15% dari total kebutuhan investasi yakni Rp. 50.256.000.000,00.
6. Kondisi meteorologi, terutama kecepatan dan arah angin.
Tab el 67 In vesatasi P e m b an g u n an Fa silitas Pelabuhan
7. Tingkat pelayanan yang disyaratkan: kapal dapat melayari alur pelayaran setiap saat atau hanya pada
saat laut pasang.
8. Kondisi geoteknik dasar alur pelayaran. NO URAIAN JUMLAH HARGA (Rp.)

Parameter-parameter kapal yang akan dilayani harus ditentukan lebih dahulu, agar fasilitas pelabuhan yang
dibangun termasuk alur pelayaran dapat berfungsi dengan baik. Sarana dan prasarana keselamatan dan I PEKERJAAN PERSIAPAN 9 0 . 8 4 4 . 5 3 1 .0 4

keamanan pelayaran terkait dengan sarana navigasi atau pelayanan pandu kapal di Pelabuhan: II PEKERJAAN PELABUHAN BATU BARA
I PEKERJAAN BREASTHING DOLPHIN 14.828.598.533,33
1) Menara suar adalah sarana bantu navigasi pelayaran tetap yang bersuar dan mempunyai jarak tampak II PEKERJAAN ENDTOWER 608.085.024,39
sama atau lebih dua puluh mil laut yang dapat membantu untuk menunjukan para navigator dalam III PEKERJAAN CENTER TRANSFER TOWER 1.050.115.769,38
menentukan posisi dan/atau haluan kapal, menunjukan arah daratan dan adanya pelabuhan serta IV PEKERJAAN TRESTLE TRANSFER CONVEYOR TYPE 1 234.420.229,72
dapat dipergunakan sebagai tanda batas wilayah negara. V PEKERJAAN TRESTLE TRANSFER CONVEYOR TYPE 2 10.357.483.238,77
2) Rambu suar adalah sarana bantu navigasi pelayaran tetap yang bersuar dan mempunyai jarak tampak VI PEKERJAAN TRESTLE TRANSFER CONVEYOR TYPE 3 24.764.565.692,33
sama atau lebih dari sepuluh mil laut yang dapat membantu untuk menunjukan kepada para navigator III PEKERJAAN PELABUHAN CPO
I PEKERJAAN BREASTHING DOLPHIN 14.851.270.358,33

EXECUTIVE SUMMARY -57


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

II PEKERJAAN PLATFORM 608.085.024,39 Tabel 69 Rekap Kelayakan Finansial Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung
III PEKERJAAN DUDUKAN PIPA CPO 14.977-926.304,22 Parameters Sequence: Result
IV PEKERJAAN TRESTLE TRANSFER CONVEYOR TYPE 1 234.420.229,72 Benefit Cost Ratio (BCR) 1 ,0 0 9 ,9 ° Layak Ekonomi
IV PEKERJAAN REKLAMASI
Net Present Value (NPV) Rp Tidak Layak
I PEKERJAAN TALUD 15.498.822.940,75 >0
( 9 .8 1 8 .6 8 8 .3 5 0 ) Finansial
II PEKERJAAN URUGAN 169.380.074.994,00 Pay Back Period (PBP) Tidak Layak
20 17
V PERKERASAN JALAN DAN DRAINASE 25.135.000.000,00 Finansial
VI LAPANGAN BATU BARA DAN CPO 11.061.219.726,03 Internal Rate of Return Tidak Layak
13 % 4 ,0 0 %
VII PEKERJAAN PERKANTORAN 900.900.000,00 (IRR) Finansial
TOTAL 304.581.832.596,39 Discount Rate 11 %

PPN 10% 30.458.183.259,64


Bank Interest 13 %
Sum ber: H asil Perh itun gan Tahun 2017
TOTAL + PPN 10% 335.040.015.856,03
TOTAL PEMBULATAN 335.040.000.000,00 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa indikator kelayakan finansial tidak dapat terpenuhi
Sum ber: H asil Perh itun gan Tah u n 20 17 dengan payback period tercapai diatas tahun ke-20. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa
Tabel 68 Tarif Jasa Kepelabuhan penyelenggaraan Pelabuhan Ujung Jabung untuk perencanaan selama 20 tahun Tidak Layak Secara
No Jasa Pelabuhan Tarif Keterangan Finansial.
C. Rencana Pembiayaan
1 Jasa Labuh Terdapat pilihan sumber pembiayaan, yaitu selain mengandalkan dana APBN, APBD (intern) terdapat
Kapal Dalam Negeri Rp 40 per GT/15 hari alternatif sumber dana lainnya, baik melalui pinjaman atau melalui kerjasama dengan pihak lain.
2 Jasa Tambat Rp 30 perGT Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 7 Tahun 1998 diterbitkan untuk mengatur
3 Jasa Pemanduan Rp 33.000 Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Swasta dalam Pembangunan dan atau Pengelolaan Infrastruktur.
4 Jasa Penundaan Rp 250.000 Salah satu pertimbangan Keppres ini memperhatikan keterbatasan kemampuan keuangan negara dan
Sum ber: P eraturan Pem erintah R ep ub lik Ind o n esia N o m o r 6 Tahun 2009 sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelaksanaan pembangunan, karenanya diperlukan langkah-
langkah untuk mendorong keikutsertaan swasta dalam suatu kerjasama yang erat antara Pemerintah dan
Perkiraan terhadap pendapatan yang mungkin diperoleh dalam penyelenggaran pelabuhan yang terdiri
badan usaha swasta.
dari pendapat utama dan pendapatan lainnya. Pendapatan utama terdiri dari jasa kepelabuhan yang
merupakan pendapatan yang diterima berdasarkan penggunaan fasilitas pelabuhan termasuk jasa pandu, Dianjurkan bagi sektor swasta yang ingin ikut serta pada pelaksanaan pembangunan dan/atau
labu, bongkar muat, penumpukan, dll. Perhitungan terhadap total pendapatan jasa pelabuhan, jasa pengelolaan infrastruktur ini berbadan hukum Indonesia. Dan infrastruktur dimaksud dalam hal ini
bongkar muat, retribusi, pas pelabuhan dan parkir maka total besaran pendapatan dermaga dengan meliputi bidang-bidang
jangka waktu 20 Tahun diuraikan pada tabel 9.4 dan tabel 9.5 1. Pembangkitan, transmisi atau pendistribusian tenaga listrik;
2. Transmisi dan pendistribusian gas alam;
B. Estimasi Kelayakan Finansial Pembangunan Pelabuhan 3. Pengelolaan dan pengangkutan minyak dan gas bumi serta pengangkutan hasil-hasil olahan
Penentuan kelayakan pengembangan pelabuhan dapat dilihat dari 3 (tiga) syarat yang harus dipenuhi agar tersebut;
4. Penyaluran, penyimpanan, pemasokan, produksi, distribusi atau pengelolahan air bersih;
suatu kegiatan usaha dalam hal ini adalah penyelenggaraan pelabuhan laut dikatakan layak secara
5. Pengelolaan air limbah dan sampah;
finansial. Syarat-syarat batas tersebut adalah:
6. Pengadaan dan/atau pengoperasian sarana pendukung pelayanan angkutan barang atau
a. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) harus lebih besar dari 1 (satu) penumpang baik laut, udara atau kereta api;
b. Net Present Value (NPV) harus lebih besar dari 0 (nol) 7. Jalan dan jembatan, tol, dermaga, pelabuhan laut atau sungai atau danau, lapangan terbang
c. Financial Internal Rate o f Return (F IR R ) harus lebih b esar dari bunga bank yang berlaku dan bandara; dan
Ketiga syarat b atas te rse b u t harus se m u an ya dip enuhi, salah satu saja yang tid ak terp enuhi, m aka suatu 8. Pengadaan dan pengoperasian sarana telekomunikasi.
kegiatan usaha d ap at d ikategorikan se b ag ai tidak layak.
Ada 5 (lima) Bentuk Utama Kerjasama yang bisa dikembangkan menjadi 13 (Tiga Belas) Variasi atau lebih
sesuai dengan lingkup atau lebih sesuai dengan lingkup dan bentuk yang diperlukan. Lima bentuk variasi
Berdasarkan proyeksi dari total pendapatan dan pengeluran maka dapat dilakukan perkiraan cashflow yang dimaksud adalah (i)Service Contract; (2) Management Contract; (3) Kontrak Sewa / Lease Contract; (4)
penyelenggaraan pelabuhan Ujung Jabung untuk 20 tahun kedepan dengan asumsi dilakukan Kontrak Bangun / Building Contract; dan (5) Kontrak Konsesi / Concession Contract. Variasi dimaksud
penyelesaian pembangunan selama dua tahun dan mulai beroperasi pada tahun 2015. berbeda menurut derajat “kepemilikan” atas aset dan “kewenangan dalam manajemen” dari proyek
yang akan dikerjasamakan.

EXECUnVE SUMMARY -5 8
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI
Tabel 70 Estimasi Total Pendapatan Jasa Pelabuhan

Tahun In v e s ta s i T o t a l C a s h f lo w -in C a s h f lo w -in Ca s h f l o w O u t C a sh flo w O u t G ro ss O p e r a t l o n G ro ss P n o f i t s T o t a l B e n e f it


C u m u la t iv e C u m u la t iv e P r o fit C u m u la t iv e

2 0 13
2014
2 0 13 R p 3 -19 2 .2 5 6 .3 6 9 R p 3 - i 9 2 - 2 5 6 -3 & 9 R p 3 .19 2 .2 5 6 .3 6 9 .2 2 R p 3 .1 9 2 .2 5 6 .3 6 9 .2 2 ( R p 3 3 1-S 4 7 .7 4 3 -6 3 0 .7 S )
20 16 R p 3 .6 0 S . 2 3 9 .6 61 R p 6 . S 0 0 .4 9 6 .0 3 0 Rp 3 3 5- 0 4 0 .0 00,00 Rp 3 3 5 .0 4 0 .0 0 0 ,0 0 R p 3 .2 7 3 .1 9 9 .6 6 0 .7 2 Rp 6 .4 6 5 .4 5 6 .0 2 9 ,9 4 ( R p 3 2 S . 5 7 4 - 5 4 3 - 9 7 0 , 0 6)
2 0 17 R p 4 .0 7 8 .6 1 3 .3 6 6 R p 1 0 .8 7 9 .1 0 9 .3 9 6 R p 3 3 S .3 9 0 .4 0 0 .0 0 Rp 6 7 3 .4 3 0 .4 0 0 .0 0 R p 3 -7 4 0 .2 2 2 .9 6 5 .6 3 Rp 1 0 .2 0 5 .6 7 S. 9 9 5,5 7 ( R p 3 2 4 . S 3 4 . 3 2 1 . 0 0 4 .4 3 )
20 18 R p 4 .6 t 1 .2 S 3 .9 5 4 R p 1 5 -4 9 0 .3 9 3 .3 5 0 R p 3 4 t .7 7 4 .3 0 4 .0 0 R p 1 .0 1 5 .2 0 4 .7 0 4 .0 0 R p 4 .2 6 9 .5 0 9 .6 5 0 ,15 R p i 4 . 4 7 5 . l S 8 .6 4 5 , 7 3 ( R p 3 2 0 .5 6 4. S 11.3 5 4 .2 7 )
2 0 19 R p 5 .2 2 4 .6 6 2 .6 7 3 Rp 2 0 .7 1 5 .0 5 6 .0 2 3 R p 3 4 5 - i9 2 . 0 4 7 . 0 4 R p 1.3 6 0 .3 9 6 .7 5 1.0 4 R p 4 .S 7 9 .4 7 0 .6 2 6 .0 S Rp 1 9 .3 5 4 - 6 5 9 - 2 71.8 0 ( R p 3 15 .6 8 5 .3 4 0 .7 2 8 ,2 0 )
2020 R p 5 .9 0 6 .7 7 9 -9 2 1 R p 2 6 .6 2 1 .S 3 5 .9 4 4 R p 3 4 S .6 4 3 .9 6 7 .5 1 Rp 1 .7 0 9 .0 4 0 .7 1 8 ,5 5 R p 5 -5 5 8 .1 3 5 .9 5 3 .5 2 Rp 2 4 .9 1 2 .7 9 5 .2 2 5 ,3 3 ( R p 3 1 0 .1 2 7 .2 0 4 .7 7 4 .6 7 )
2021 R p 6 .6 7 S .3 3 7 .4 2 4 Rp 3 3 .3 0 0 .1 7 3 .3 6 S R p 3 5 2 .13 0 .4 0 7 ,1 9 Rp 2 .0 6 1 .1 7 1 .1 2 5 ,7 4 R p 6 .3 2 6 .2 0 7 .0 1 7 ,2 5 R p 3 1 .2 3 9 .0 0 2 .2 4 2 ,5 7 ( R P 3 0 3 -8 0 0 .9 9 7 .7 5 7 .4 3 )
202 2 R P 7 - 5 5 1 - S 5 7 -7 1 S R p 4 0 .S 5 2 .0 3 1 .0 S 6 R P 3 5 5 . 6 5 1 . 711 . 26 Rp 2 .4 1 6 . S 2 2 . S 3 6 .9 9 R p 7 .1 9 6 .2 0 6 .0 0 6 .4 4 R p 3 S . 43 5 .2 0 S . 2 4 9 ,0 1 ( R p 2 9 6 .6 0 4 .7 9 1 .7 5 0 .9 9 )
2023 R p 8 . 5 4 0 .3 7 4 .7 1 4 R p 4 g .3 g 2 .4 0 5 .8 0 0 R p 3 5 9 -2 0 S .2 2 S .3 7 R p 2 .7 7 6 .0 3 1 .0 6 5,36 R p 8 .1 8 1 .1 6 6 .4 8 5 ,8 1 R p 4 6 .6 1 6 .3 7 4 .7 3 4 ,8 2 ( R p 2 S S . 4 2 3 .6 2 5.2 6 5,1 S )
2024 R p 9 .6 5 S . 6 8 4 . S 13 Rp 5 g . 0 5 1 .0 9 0 .6 13 R p 3 6 2 .S 0 0 .3 1 0 .6 5 Rp 3 -13 8 .8 3 1 .3 7 6 ,0 2 R p 9 .2 9 5. S S 4 .5 0 2 ,3 9 R p 5 5 -9 1 2 .2 5 9 .2 3 7 .2 1 ( R p 2 7 9 .1 2 7 .7 4 0 .7 6 2 ,7 9 )
2023 R p 1 0 .9 3 5 .5 7 5 .0 1 9 R p 6 9 .9 S 6 .6 6 5 .6 3 2 R p 3 6 6 .4 2 S .3 1 3 .7 6 R P 3 .5 0 5 .2 5 9 .6 S 9 .7 S R p i 0.5 6 9 .1 4 6 .7 0 4 .8 3 Rp 6 6 .4 8 1 .4 0 5 .9 4 2 ,0 4 (R p 2 6 S . 55 S . 5 9 4 .0 5 7 ,9 6 )
R p S 0 .2 5 6 .0 0 0 .0 0 0 ,0 0
2026 R p 1 2 .3 6 8 .1 9 3 . 630 R p S 2 .3 5 4 .S 5 9 .2 6 2 Rp 3 7 0 .0 9 2 .5 96,90 Rp 3 .8 7 5 .3 5 2 .2 8 6 ,6 7 R p 11.9 9 S . 1 0 1 .0 3 2 ,9 0 R p ? S . 4 7 9 -5 0 6 .9 7 4 .9 4 (R p 2 5 6 .5 6 0 .4 9 3 .0 2 5,06 )
2027 R p 1 3 .9 S 9 .4 4 2 .1 9 3 R p g 6 . 3 4 4 .3 0 1 .4 5 4 R P 3 7 3 . 7 9 3 - 5 2 2 ,S7 R p 4 .2 4 9 .1 4 5 .S 0 9 .5 4 R p 13 .6 1 5 .6 4 S . 6 69,84 Rp 9 2 .0 9 5 .1 5 5 .6 4 4 .7 9 ( R p 2 4 2 .9 4 4 .S 4 4 -3 5 5 .2 1 )
2028 R p 1 5 .S 2 4 .1 6 3 .2 7 2 R p 1 12 .16 S . 4 6 4 .7 2 6 R P 3 7 7 - 5 3 1 . 4 5 S . 10 R p 4 .6 2 6 .6 7 7 .2 6 7,6 4 R p 1 5 -4 4 6 .6 3 1. S 13 , S 6 R p 1 0 7 .5 4 1 .7 S 7 .4 5 S .6 5 ( R p 2 2 7 .4 9 S . 2 1 2 .5 4 1 ,3 5 )
2029 R p 1 7 .9 0 0 .1 2 2 .5 3 1 R p 1 3 0 .0 6 S .5 S 7 .2 5 S R p 3 8 1.3 0 6 .7 7 2 .6 S R p 5 .0 0 7 .9 S 4 .0 4 0 ,3 1 R p 1 7 .5 1 S .S 1 5 .7 5 S .6 0 R p i2 5 .0 6 0 .6 0 3 .217,25 (R p 2 0 9 .9 7 9 .3 9 6 .7 8 2 ,7 5 )
2030 O p e ra te R p 2 0 .2 4 9 .S 3 4 .2 9 2 R p 15 0 .3 1 S . 4 2 1.5 4 9 Rp 3 S 5 .1 1 9 .8 4 0 ,4 0 R p 5 -3 9 3 -1 0 3 .S S 0 ,7 2 Rp 19 . S 6 4 .7 1 4 .4 5 1 ,3 1 Rp 1 4 4 .9 2 5 .3 17 .6 6 8 ,5 6 ( R p 19 0 .1 1 4 .6 S 2 . 3 3 1 .4 4 )
2031 R p 2 2 .9 0 S . 9 57.172 R p i 7 3 . 2 2 7 -3 7 S . 7 2 i R p 3 S S . 9 7 1 .0 3 S . S i R P 5 - 7 S 2 .0 7 4 -9 1 9 .5 2 R p 2 2 .5 1 9 .9 S 6 .13 2 ,7 9 R p 1 6 7 .4 4 5 .3 0 3 .S 0 1 .3 4 ( R p 16 7 .5 9 4 .6 9 6 .1 9 8 ,6 6 )
2032 R p 2 5 .9 1 S .5 S 9 .2 S 2 R p 19 9 .1 4 5 .9 6 S . 0 0 3 Rp 3 9 2. S 6 0 .7 4 9 .20 R p 6 .1 7 4 .9 3 5 .6 6 S .7 2 R p 2 5 .5 2 5 .7 2 S .5 3 2 .S 3 Rp 19 2 .9 7 1 .0 3 2 .3 3 4 ,18 ( R p 1 4 2 .0 6 S . 9 6 7 .6 6 5, S 2)
2033 R p 2 9 . 3 2 4 . 1 4 9 . 436 Rp 2 2 S . 4 7 0 .1 1 7 .4 3 9 R P 3 9 6 . 7 S 9 .356.69 R p 6 . 5 7 1 .7 2 5 .0 2 5 .4 1 R p 2 8 .9 2 7 .3 6 0 .0 7 9 ,25 Rp 2 2 1 .8 9 8 .3 92.413,43 (R p 11 3 .14 1.6 0 7 .5 8 6 ,5 7 )

Sumber:Hasil PerhitunganTahun 2017


Tabel 71 Kelayakan Finansial Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, Provinsi Jambi

Tahun Investasi T o ta l C a sh flo w -in C a sh flo w -in C a sh flo w O ut C a sh flo w Out Gross O p e ra tlo n Gross P ro fits T o tal B e n e fit
C u m u la tive C u m u la tive P ro fit C u m u la tive
2013 D r-» -\ .1 f----* Q ____ ______ . _ . . . .

2014
2015 R p 3.19 2 .2 56 .3 6 9 R p 3.19 2 .2 56 .3 6 9 R p 3.192.2 56.369,22 R p 3.19 2.256.369,22 (R P 3 3 1.8 4 7.743.630,78)
2016 R p 3.6 0 8 .2 39 .6 6 1 R p 6 .8 0 0 .4 9 6 .0 3 0 Rp335-040.000.00 R p 335 .0 4 0 .0 0 0 .0 0 R p 3 .2 7 3 .19 9 .660,72 Rp 6.46 5.456.0 29.94 ( R p 3 2 8 .574.543-970.06)
O p e r a te
2017 R p 4 .0 7 8 .6 13 .3 6 6 R p 10 .8 7 9 .10 9 .3 9 6 RP 3 3 S .390.400.00 Rp6 73.4 30 .40 0 .o o Rp3.740 .222.9 6 5.63 R p 10 .2 0 5 .6 7 S .9 9 5 .57 (R p 32 4 .S 34 .32 1.004.43)
2018 R p 4 .6 11.2 83.9 54 R p 15 .4 9 0 .3 9 3 .3 5 0 RP 341 . 7 7 4 .3 0 4 .0 0 R p i.0 15.2 0 4 .70 4 ,0 0 Rp4.2 6 9 .5 0 9 .6 5 0,15 R p i4 .4 7 5 .iS 8 .645.73 (R p 3 2 0 .564.811.334,27)
2019 R pS.2 24.662.673 R p 2 0 .715 .0 5 6 .0 23 RP 3 4 5 . 1 9 2 . 0 4 7 .0 4 R p i.36 0 .39 6 .75 1,0 4 R p 4 .8 79 .4 70 .6 2 6 .0 8 R p19 -35 4 .6 5 9 -2 71.S 0 (R P 3 15 .6 8 5 .340 .728,20 )
R p s o .2 5 6 .0 0 0 .0 0 0 ,0 0
2 02 0 R p 5 .9 0 6 .779.92 1 R p2 6 .6 2 1.8 35 .9 4 4 R p 34 S .6 4 3.9 6 7.51 R p i.7 0 9 .040.718,55 R P 5 . 5 5 S . 135 . 9 5 3 .5 2 R p24.9 12 .79 5 .2 2 5,33 ( R p 3 io .127.204.774.67)
2021 R p6 .6 7S .337.4 2 4 R p 33.30 0 .173.36 S R p 3 5 2 .i3 0 .4 0 7 ,19 R p 2 .0 6 1.17 1.i2 5 ,74 R p 6 .326.207.017,2 5 R p 3 i.239.002.242,57 ( R P 3 0 3 .8 0 0 . 9 9 7 . 757 . 4 3 )
2022 R p 7.5 5 1.S 57.71S R p4 0 .8 52 .0 31.0 8 6 Rp355-6 51.711.26 Rp2.416.8 2 2.836,99 R p 7.19 6.2 06.006,44 R p 3S .4 35.2 0 8 .2 4 9 .0 1 ( R P 2 9 6 .604.791-750.99)
U p C l d l c
2023 R p S .540.374.714 R p 4 9 .39 2 .4 0 5 .8 0 0 RP 3 5 9 . 2 o S .22 8 ,37 Rp 2 .776 .0 31.06 5,36 R p S .181.166.48 5,81 R p 4 6 .616 .374 .734 .82 (R p28S .4 2 3.6 2 5 .2 6 5.18 )
2024 R p 9 .6 5 8 .6 8 4 .8 13 R p 5 9 .0 5 1.0 9 0 .6 13 R p36 2 .8 0 0 .310 .6 5 Rp3.138 .831.376 .02 R p 9 .2 9 5 -S 8 4 .5 0 2 ,39 Rp55.912.259.237.21 (R p 2 7 9 .12 7 .7 4 0 .762,79)
2025 R p 10 .9 3 5 .5 7 5 .0 19 Rp 6 9 .9 8 6.665.632 R p 3 6 6 .4 2 8 .3 i3 .7 6 R p 3.50 5 .2 5 9 .6 S 9 .78 R p10.569.146.704.83 R p6 6 .48 1.40 5.9 42.0 4 ( R p 2 6 8 .558.594.057.96)
RpSO.2 3 6 .0 0 0 .0 0 0 ,0 0
2 02 6 Rp12.36 8.193.6 30 R p 8 2 .3 5 4 .8 5 9 .262 R p 3 7 0 .092.596.90 R p 3.S 75 .35 2 .2 S 6 ,67 R p 11.9 9 8 .10 1.0 32 .9 0 R p 78.479.5o6.974.94 (Rp 2 56.56 0.493.025,06)
2027 R P 1 3 .9 S 9 .442.193 R p g 6 .344.301.454 Rp373-793.522.87 R p 4 .2 4 9 .14 5 .S 0 9 ,54 Rp13.615.648.669.84 R P 9 2 .0 9 5 .155.644.79 (R P 2 4 2 .944.844.355.21)
2 02 8 R p i5 .824.163.272 R p n 2 .16 8.4 64 .726 R p 377-531.45S.10 R p 4 .6 26 .677.267.64 R p 15.44 6.6 31.813.86 Rp107.541.7S7.45S.65 ( R P 2 2 7 .4 9 S .212.541, 3 5 )
2029 Rp17.9 0 0 .122.531 R p 130 .0 6 8 .58 7.2 5S Rp38i. 3 0 6 .7 7 2 .6 8 Rp 5 .0 0 7.9 84.040,31 R p 17.518.8 15.758.6 0 Rpi2 5.06 0.6 03.217,25 ( R p 2 0 9 -9 7 9 .396.782.75)
2030 O p e r a te R p 2 0 .249.834.292 R p 150.318.421.549 R p38 5 .119 .8 4 0 .4 0 R p5 -39 3.10 3.S 8 0 .72 R p ig .864.714.451,31 Rp144.925.317.66S.56 ( R p ig o .114.682.331,44)
2031 Rp22.908.957.172 R p i7 3 -227.378.721 R p 3 8 8 .9 71.0 38,8 1 R P 5 .7 8 2 .074-919.52 R p 2 2.519.9S 6 .132.79 R P 16 7 .445.303.801.34 ( R p 16 7 .5 9 4 .6 9 6 .19 8 .6 6 )
2 032 R p 2 5 .918.589.282 R p 19 9 .14 5 .9 6 8 .0 0 3 R p 3 9 2 .860.749.20 R p 6 .17 4 .9 3 5 .6 6 8 ,72 R p 2 5 .525.72S .532.S 3 R p i9 2.971.032.334,18 (R p 14 2 .0 6 8 .9 6 7.6 6 5.8 2 )
2 03 3 R p 2 9 .3 2 4 .14 9 .436 Rp2 2 8.470.117.4 39 RP 3 9 6 . 7 S 9 . 356.69 R p 6 .571.725.025,41 Rp28.927.360.079.25 Rp2 2 1.8 9 8 .3 9 2 . 413.43 ( R p ii3 .14 1.6 0 7.5 8 6 ,5 7)

SumbenHasil PerhitunganTahun 2017

EXECUTIVESUMMARY -59
RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

10. RENCANA PENGELOLAN LINGKUNGAN Parameter


Sumber Dampak
a b c d

10.1 R O N A A W A L LIN G K U N G A N ■ Agama


■ Persepsi
Keterangan :
Dalam pelaksanaan studi Rencana Induk Pelabuhan Ujung Jabung ini dilakukan dengan mengkaji indikasi a = Prakonstruksi; b = Konstruksi; c = Operasional; d = Pemeliharaan
awal mengenai rona awal lingkungan dan dampak terhadap kondisi pra-konstruksi, konstruksi maupun
pasca konstruksi pelabuhan laut.Kondisi fisik di daerah bakau adalah gerakan air yang minimal, gerakan air
10.2.2 Dampak potensial pada tahap konstruksi
yang lambat menyebabkan partikel sedimen yang halus akan mengendap dan berkumpul di dasar. Partikel
ini menjadi substrat dominan biasanya berupa lumpur sehingga sirkulasi interstitial menjadi minimal dan
a) Dampak Geofisik-Kimia
jumlah bakteri yang banyak, menimbulkan kondisi anoksik sehingga akar bakau cukup dangkal dan
■ Jenis Dampak: Perubahan Bentuk Medan
pneumatofor. Kondisi fisik yang menunjang adalah kisaran pasang surut yang membedakan periodisitas
Sumber dampak: perbaikan jalan masuk, pembangunan dermaga, fasilitas penunjang, dan
penggenangan hutan sehingga akan membedakan tipe-tipe zonasi. Organisme daratan dan organisme
pengerukan. Perlu dilakukan pemodelan arus dan gelombang untuk mendapatkan titik-
lautan yang berasosiasi dengan hutan bakau menggambarkan suatu rangkaian dari darat ke laut dan
titik yang akan terabrasi sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak awal dengan
sebaliknya. Kelompok hewan laut yang dominan adalah moluska, udang tertentu dan beberapa ikan yang
membangun perlindungan pantai baik secara fisik maupun biologis (sabuk hujau).
khas. Perubahan yang ditimbulkan oleh manusia tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan akan
mengganggu keseimbangan dan menimbulkan perubahan yang berantai sehingga menyebabkan ■ Jenis Dampak: Kebisingan dan Getaran
timbulnya efek balik kepada manusia. Penimbunan, penggalian, pengambilan kayu bakar dari hutan Sumber dampak: kegiatan konstruksi berupa pengoperasian alat berat. Pengelolaan untuk
bakau, pembuatan kapal, konversi menjadi lahan tambak dan sebagainya perlu aturan dan pemantauan itu dapat dilakukan dengan pengaturan waktu kegiatan dan pembiaran tanaman
dari instansi yang terkait demi kelangsungan hidup ekosistem hutan bakau. Secara keseluruhan hutan perindang yang ada untuk difungsikan sebagai buffer.
bakau di Ujung Jabung masih dalam kondisi yang baik, walaupun beberapa wilayah pesisir telah
mengalami kerusakan dan diharapkan pemerintah daerah melakukan program konservasi dan rehabilitasi. ■ Jenis Dampak: Kualitas Udara
Sumber dampak: kegiatan konstruksi berupa pengoperasian alat berat dan pengangkutan
10.2 IDENTIFIKASI DAMPAK POTENSIAL TERKAIT DENGAN PEMBANGUNAN PELABUHAN material (tanah, batu, semen, dll). Pengelolaan untuk meminimalkan dampak ini dapat
dilakukan di antaranya dengan melakukan penutupan saat transportasi material,
10.2.1 Dampak potensial pada tahap pra-konstruksi melakukan penyiraman berkala di jalan yang dilalui kendaraan, perawatan yang baik
terhadap kendaraan/alat berat sehingga gas buang dari knalpot memenuhi standar.
Pada tahap pra-konstruksi diperkirakan akan terjadi dampak berupa keresahan masyarakat apabila
dalam mempersiapkan lahan dan sosialisasi proyek tidak dilakukan dengan hati-hati dan ■ Jenis Dampak: Kualitas Air laut
terprogram. Mitigasi terhadap dampak ini adalah melakukan sosialisasi sejak dini dan terprogram Sumber dampak: pembangunan dermaga dan pengerukan alur pelayaran layar/kolam
dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat. labuh. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan antara lain melakukan pekerjaan dengan
bersih tanpa menyisakan material yang tercecer dan pengerukan dilakukan dengan hati-
Tabel 72 Identifikasi Dampak Potensial Terkait dengan Pembangunan Pelabuhan hati agar tidak menimbulkan pengadukan.

Sumber Dampak ■ Jenis Dampak: Transportasi


Parameter
a b c d
Sumber dampak: peningkatan arus lalu-lintas akibat pengangkutan material ke lokasi
Fisika - Kimia
■ Iklim
proyek. Pengelolaan untuk dampak ini dapat dilakukan dengan pengaturan lalu lintas
■ Fisiografi melalui pemasangan rambu-rambu lalu lintas (hati-hati, stop, dan flash lamp) serta
• Penggunaan Lahan melakukan pekerjaan di luar jam-jam sibuk. Sedangkan kerusakan jalan dapat dihindari
■ Geologi dan Tanah dengan pemakaian kendaraan dengan tonase yang sesuai dengan kias jalan.
■ Hidrologi
Biologi b) Jenis Dampak: Biologi
■ Biota Darat
Sumber dampak: pematangan dan penataan lahan, mobilisasi peralatan, dan pembangunan
■ Biota Air
Sosial Ekonomi pelabuhan beserta fasilitas pendukungnya. Pengelolaan terhadap dampak ini dapat dilakukan
■ Penduduk dengan penanaman vegetasi baru yang bersifat sebagai tanaman peneduh diharapkan akan
■ Perekonomian mampu menggantikan peranan vegetasi asalnya.
■ Kesehatan

EXECUnVESUM M ARY -60


(

RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

c) Dampak Sosekbud berlangsung, dan pembuatan drainase yang cukup menampung air hujan serta
■ Jenis Dampak: Kesempatan Kerja pembersihan secara teratur.
Sumber dampak: rekruitmen tenaga kerja. Pengelolaan terhadap dampak ini adalah ■ Jenis dampak: hidrooseanografi
dengan memberikan informasi ketenaga kerjaan secara transparan, pendataan tenaga Sumber dampak: pembangunan breakwater, kolam labuh dan pengerukan alur.
kerja lokal dengan spesifikasinya dengan melibatkan tokoh masyarakat / perangkat desa Pengelolaan dilakukan dengan membuat pelindung pantai pada daerah terancan abrasi.
setempat, dan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai dengan keahliannya. ■ Jenis dampak: kualitas air laut
■ Jenis Dampak: Kenyamanan Sumber dampak: buangan berbagai zat dari kapal, berupa limbah cair, minyak lemak,
Sumber dampak: kesibukan kegiatan proyek dan rusaknya jalan. Pengelolaan untuk bahan organik dan sisa kegiatan di kapal. Pengelolaan dilakukan dengan menyediakan
dampak ini dapat dilakukan di antaranya dengan pengaturan jam kerja hanya pada siang tempat sampah, penampungan sisa minyak dan di dalam kapal dan membuangnya pada
hari, pengaturan perjalanan kendaraan proyek tidak pada jam sibuk atau melalui jalur yang tempat penampungan yang disediakan di pelabuhan untuk selanjutnya dapat diolah di
tidak dilalui masyarakat setempat, serta segera melakukan perbaikan jika ada sarana- kolam pengelolaan limbah.
prasarana jalan yang rusak. ■ Jenis dampak: transportasi darat dan laut
■ Jenis Dampak: Persepsi masyarakat Sumber dampak: kegiatan operasional pelabuhan Pengelolaan dilakukan dengan
Sumber dampak: kegiatan rekruitmen tenaga kerja dan aktivitas konstruksi. Diperlukan koordinasi yang baik dengan Adpeluntuk pelayaran dan pengaturan lalu lintas dengan
persepsi positif masyarakat dengan mobilisasi tenaga kerja yang benar-benar rambu untuk kendaraan di darat.
memanfaatkan penduduk lokal secara proporsional. ■ Jenis dampak: tata ruang
■ Jenis Dampak: Keamanan Sumber dampak: pemanfaatan ruang yang tidak terkendali akibat munculnya stimulan
Sumber dampak: aktivitas pembangunan dermaga dengan berbagai material di lingkungan pengembangan kawasan. Pengelolaan dialakukan dengan melakukan dengan sosialisasi
proyek. Upaya pengelolaan dilakukan dengan pembuatan pos jaga di lingkungan proyek tata ruang dan pengketatan pemberian IMB hanya yang sesuai dengan Rencana Tata
dan peningkatan siskamling di pemukiman warga. Ruang.
d) Dampak Kesehatan Masyarakat
b) Dampak Biologi
Jenis dampak: terjadinya insidensi/prevalensi penyakit dan kecelakaan kerja. Sumber dampak:
Sumber dampak: kegiatan pengoperasian pelabuhan yang mengakibatkan pencemaran
kegiatan mobilisasi alat, personil dan material serta pembangunan dermaga dan fasilitas
lingkungan sekitarnya. Pengelolaan untuk dampak ini dapat dilakukan dengan pembangunan
pendukungnya. Pola pengelolaan terhadap dampak ini dapat dilakukan dengan penyuluhan
IPALdi lingkungan pelabuhan.
tentang hdup sehat dan sanitasi lingkungan, pengelolaan terhadap munculnya keluhan dan
kejadian penyakit, serta melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas terdekat. c) Dampak Sosekbud
■ Jenis Dampak: Ketenagakerjaan
10.2.3 Dampak potensial pada tahap operasi
Sumber dampak: rekruitmen tenaga kerja dalam rangka operasional pelabuhan.
Pengelolaan terhadap dampak ini adalah dengan memberikan informasi ketenagakerjaan
a) Dampak Geofisik-Kimia
secara transparan, pendataan tenaga kerja lokal dengan spesifikasinya dengan melibatkan
■ Jenis dampak: Kualitas udara
tokoh masyarakat/perangkat desa setempat, dan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai
Sumber dampak: pembakaran bahan bakar oleh kapal, kendaraan di darat, dan mesin-
dengan keahliannya.
mesin lainya. Pengelolaan dilakukan dengan perawatan mesin secara baik sehingga
■ Jenis Dampak: Kesempatan berusaha
pembakaran sempurna dan penyiraman secara berkala untuk mengurangi debu
Sumber dampak: kesempatan berusaha di bidang jasa terkait makin meningkatnya
berterbangan.
aktivitas operasional pelabuhan. Pengelolaan terhadap dampak ini dapat dilakukan dengan
■ Jenis dampak: Kebisingan
melakukan koordinasi yang baik antar warga yang dapat diwadahi dalam suatu
Sumber dampak: aktivitas di pelabuhan seperti manuver kapal, bongkar muat barang,
koperasi/paguyuban dan sejenisnya.
kendaraan pengangkut di darat maupun sepeda motor dan aktivitas lainya di pelabuhan.
■ Jenis Dampak: Kenyamanan
Pengelolaan untuk itu dilakukan dengan membuat tanaman di sekitar pelabuhan sehingga
Sumber dampak: operasional pelabuhan seperti kapal, mesin angkat, kendaraan
berfungsi sebagai buffer terhadap kawasan pemukiman di sekitarnya.
pengangkut barang, kendaraan penumpang pribadi/umum, sepeda motor dan lain-lain.
* Jenis dampak: Peningkatan air limpasan (run-off) Pengelolaan terhadap dampak ini adalah dengan pengaturan jam kerja sehingga tidak
Sumber dampak: penutupan lahan/tanah dengan bangunan sehingga meningkatkan terjadi penumpukan kegiatan dalam waktu yang sama.
koefisien run-off. Pengelolaan untuk kondisi ini adalah dengan membuat sumur resapan, ■ Jenis Dampak: Persepsi masyarakat
penutupan lahan/jalan dengan paving/grass block sehingga infiltrasi masih dapat

EXECUTIVE SUMMAR K -61


RENCANA INDUK PELABUHAN (R I P ) UJUNG JABUNG, PROVINSI JAMBI

Sumber dampak: aktivitas operasional pelabuhan. Pengelolaan terhadap dampak ini


adalah dengan sosialisasi dan pembinaan terhadap kegiatan sektor informal.
■ Jenis Dampak: Tata nilai budaya
Sumber dampak: interaksi antara pendatang dengan penduduk setempat. Pengelolaan
terhadap dampak ini dapat dilakukan dengan tetap menjaga interaksi masyarakat melalui
pertemuan warga dan kegiatan budaya seperti perayaan hari raya, merti desa, dan
sebagainya.
■ Jenis Dampak: Keamanan
Sumber dampak: aktivitas pelabuhan dan sekitarnya seperti bongkar muat
barang/penumpang, pengangkutan, keberadaan jasa dan sektor informal lainya. Upaya
pengelolaan dilakukan dengan pembuatan pos jaga di lingkungan pelabuhan dan
peningkatan siskamling di pemukiman warga,
d) D a m p ak K eseh atan M a sya ra k a t
Jenis dampak: terjadinya insidensi/prevalensi penyakit dan kecelakaan kerja.
Sumber dampak: kegiatan operasional pelabuhan seperti bongkarmuat barang/penumpang,
pengangkutan barang, packing, lalu-lintas dari dan ke pelabuhan dan sebainya. Pola
pengelolaan terhadap dampak ini dapat dilakukan dengan penyuluhan mengenai hidup sehat
dan sanitasi lingkungan, pengelolaan terhadap munculnya keluhan dan kejadian penyakit, dan
melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas terdekat.

10.3 LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN

1) Melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan instansi terkait, mitra usaha serta masyarakat
dalam upaya menciptakan kawasan pelabuhan yang berwawasan lingkungan.
2) Meminimalisasi pencemaran limbah dari kapal dengan cara mematuhi peraturan MARPOL 73/78
dan amandemen 95 antara lain dengan cara tidak membuang sampah di perairan dermaga
termasuk limbah cair berminyak dan mengandung B3.
3) Melaksanakan penghijauan tanaman serta pagar hidup di sepanjang kawasan daratan
pelabuhan dengan tujuan agar lingkungan pelabuhan kelihatan asri dan sebagai barrier
terhadap pollutan dari kegiatan industri, mobilitas transportasi darat dan laut.
4) Menyediakan tempat penampungan limbah padat dan limbah cair.
5) Menjalin mitra kerja dengan masyarakat setempat serta menjalin hubungan social.
6) Membentuk tim terpadu di bawah koordinasi KUPP Ujung Jabung dalam rangka pelaksanaan
Ecoport dan pembangunan yang berwawasan Lingkungan.
MENTERI PERHUBUNGAN
REPUBLIK INDONESIA

ttd.

dengan aslin ya BUDI KARYA SUMADI


HUKUM

Utam a M adya (IV/d)


1022 199203 1 001 62