Anda di halaman 1dari 14

KESEIMBANGAN PASAR AKIBAT SUBSIDI

Disusun oleh :

CYNTIA ZARA MAHARANI (181011200981)


DHEA AMELIA

MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI

DOSEN : Dra ENY SURYANI M.Pd.

JURUSAN AKUNTANSI S1

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PAMULANG

Tahun 2018
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim..

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas
berkat dan limpahan rahmat-Nya lah kami bisa menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu.

Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul


“Keseimbangan Pasar Akibat Subsidi”, yang menurut kami semoga dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.

Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon
kemaklumannya bila mana isi makalah ini ada kekurangan da nada tulisan yang
dibuat kurang tepat.

Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima
kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat
memberikan manfaat. Aamiin .

Jakarta, 25 November 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. ii

DAFTAR ISI......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang........................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah.................................................................................. 1

1.3. Tujuan Penulisan Makalah..................................................................... 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Subsidi................................................................................. 2

2.2. Pengaruh Subsidi................................................................................... 2

2.3. Menentukan Subsidi.............................................................................. 2

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Pengertian Subsidi dan Bagian-Bagian Subsidi.................................... 3

3.2. Pengaruh Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar............................... 3

3.3. Menentukan Besar Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar................ 4

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan.................................................................................... ..... 10

4.2. Saran.............................................................................................. ..... 10

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... ..... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pasar akan mengalami keseimbangan (equilibrium) jika kuantitas barang yang


diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan dan tidak ada kekuatan
internal yang menyebabkan perubahan. Harga keseimbangan terbentuk saat
terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli pada tingkat jumlah barang.

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang mendasari dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Apa pengertian dari subsidi dan bagian-bagian subsidi?
2. Bagaimana pengaruh subsidi terhadap sekeimbangan pasar?
3. Bagaimana cara menentukan besar subsidi terhadap keseimbangan pasar?

1.3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:


1. Memahami pengertian subsidi dan bagian-bagian dari subsidi
2. Memahami pengaruh subsidi terhadap keseimbangan pasar
3. Memahami cara menentukan besar subsidi terhadap keseimbangan pasar

1
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Subsidi

Subsidi adalah sebuah pembayaran oleh pemerintah untuk produsen, distributor


dan konsumen bahkan masyarakat dalam bidang tertentu. Secara umum
pengertian subsidi merupakan suatu pemberian uang dari pemerintah yang
dimaksudkan untuk membantu dan mempergiat perkembangan usaha kelompok
yang dianggap penting sekali bagi kepentingan umum dan yang tidak sanggup
berjalan tanpa bantuan pemerintah. Subsidi dapat diartikan sebagai dana bantuan
sosial yang merupakan transfer uang atau barang yang diberikan kepada
masyarakat guna menjaga ketahanan pangan.

2.2. Pengaruh Subsidi

Subsidi yang diberikan atas produksi atau penjualan sesuatu barang


menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dengan adanya
subsidi, produsen merasa ongkos produksinya menjadi lebih kecil sehingga ia
bersedia menjual lebih murah. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta
dipasar lebih rendah daripada harga keseimbangan sebelum atau tanpa subsidi,
dan jumlah keseimbangannya menjadi lebih banyak.

2.3. Menentukan Subsidi

Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen bisa ditentukan dengan cara
menghitung selisih antara harga keseimbangan tanpa subsidi dengan harga
keseimbangan dengan subsidi. Sedangkan bagian subsidi yang dibayarkan oleh
pemerintah ditentukan dengan menghitung selisih antara besar subsidi per unit
barang dengan bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen. Serta jumlah subsidi
yang diberikan oleh pemerintah dapat dihitung dengan mengalikan jumlah barang
yang terjual sesudah subsidi dengan besarnya subsidi ber unit barang.

2
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pengertian Subsidi dan Bagian-Bagian Subsidi

Subsidi merupakan kebalikan atau lawan dari pajak, oleh karena itu ia sering
disebut pajak negatif. Seiring dengan itu, pengaruhnya terhadap keseimbangan
pasar berbalikan dengan pengaruh pajak, sehingga kita bisa menganalisisnya
seperti ketika menganalisis pengaruh pajak. Subsidi dapat bersifat spesifik dan
dapat pula bersifat proporsional. Subsidi bersifat spesifik artinya subsidi dengan
angka yang spesifik .
Subsidi bersifat proporsional artinya angkanya dalam bentuk
persen.Adapun bagian-bagian dari subsidi sebagai berikut :

1. Subsidi yang dinikmati oleh konsumen


Besarnya bagian dari subsidi yang diterima, secara tidak langsung, oleh konsumen
(sk) adalah selisih antara harga keseimbangan tanpa subsidi (Pe) dan harga
keseimbangan dengan subsidi (P’e).
2. Subsidi yang dinikmati oleh produsen
Besarnya bagian darisubsidi yang dinikmati oleh produsen (sp) adslsh selisih
antara besarnya subsidi per unit barang (s) dan bagian subsidi yang dinikmati oleh
konsumen (sk).
3. Subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah
Besarnya jumlah subsidi yang diberikan oleh pemerintah (S) dapat dihitung
dengan mengalikan jumlah barang yang terjual sesudah disubsidi (Q’e) dengan
besarnya subsidi per unit barang (s).

3.2. Pengaruh Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar

Subsidi yang diberikan atas produksi atau penjualan sesuatu barang


menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Dengan adanya
subsidi, produsen merasa ongkos produksinya menjadi lebih kecil sehingga ia
bersedia menjaul lebih murah. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta
dipasar lebih redah daripada harga keseimbangan sebelum atau tanpa subsidi dan
jumlah keseimbangannya menjadi lebih banyak.

3
3.3. Menentukan Besar Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar

· Contoh soal subsidi spesifik


1. Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Pd = 21 – Q,
sedangkan penawarannya Ps = 6 + 2Q. Pemerintah memberikan subsidi sebesar 3
atas setiap unit barang yang di produksi. Tentukan:
a. Keseimbangan pasar sebelum subsidi
b. Keseimbangan pasar sesudah subsidi
c. Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen (sk)
d. Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen (sp)
e. Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S)
Jawab :
a. Permintaan tanpa subsidi Pd = 21-Q, maka Qd = 21-P
Penawaran tanpa subsidi Ps = 6+2Q, maka Qs = -3+0,5P
Qd = Qs
21-P = -3+0,5P
21+3 = 0,5P+P
24 = 1,5P
P = 16 → Pe = 16
Subtitusi ke persamaan Qd :
Qd = 21-P
Qd = 21-16
Qd = 5 → Qe = 5
Jadi, keseimbangan pasar sebelum subsidi (E) adalah (Qe,Pe) = (5,16).

b. Permintaan dengan subsidi Pd = 21-Q, maka Qd = 21-P


Penawaran dengan subsidi Ps = 6+2Q-3, maka Qs = -1,5+0,5P
Qd = Qs
21-P = -1,5+0.5P
21+1,5 = P+0.5P
22,5 = 1.5P
P = 15 → P’e = 15
Substitusi ke persamaan Qd :
Qd = 21-P
Qd = 21-15
Qd = 6 → Q’e = 6
Jadi, keseimbangan pasar sesudah subsidi (E’) adalah (Q’e,P’e) = (6,15)

4
c. sk = Pe-P’e
sk = 16-15
sk = 1
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati konsumen sebesar 1, atau 33% dari
subsidi per unit barang.
d. sp = s-sk
sp = 3-1
sp = 2
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen sebesar 2, atau 67% dari
subsidi per unit barang.
e. S = Q’e x s
S=6x3
S = 18
Jadi, jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah sebesar 18.

2. Diketahui fungsi permintaan Pd = 12-Q dan fungsi penawaran Ps = -4+Q dimana


P adalah harga per unit dan Q menyatakan jumlah barang. Apabila pemerintah
menetapkan subsidi sebesar 2 per unit barang, maka tentukan :
a. Keseimbangan pasar sebelum subsidi
b. Keseimbangan pasar sesudah subsidi
c. Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen (sk)
d. Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen (sp)
e. Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S)
Jawab:
a. Permintaan tanpa subsidi Pd = 12-Q, maka Qd = 12-P
Penawaran tanpa subsidi Ps = -4+Q, maka Qs = 4+P
Qd = Qs
12-P = 4+P
2P =8
P = 4 → Pe = 4
Subtitusi ke persamaan Qd :
Qd = 12-P
Qd = 12-4
Qd = 8 → Qe = 8
Jadi, keseimbangan pasar sebelum subsidi (E) adalah (Qe,Pe) = (8,4).

5
b. Permintaan dengan subsidi Pd =12-Q, maka Qd = 12-P
Penawaran dengan subsidi Ps = -4+Q-2, maka Qs = 6+P
Qd = Qs
12-P = 6+P
2P =6
P = 3 → P’e = 3
Substitusi ke persamaan Qd :
Qd = 12-P
Qd = 12-3
Qd = 9 → Q’e = 9
Jadi, keseimbangan pasar sesudah subsidi (E’) adalah (Q’e,P’e) = (9,3)
c. sk = Pe-P’e
sk = 4-3
sk = 1
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati konsumen sebesar 1, atau 50% dari
subsidi per unit barang.
d. sp = s-sk
sp = 2-1
sp = 1
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen sebesar 1, atau 50% dari
subsidi per unit barang.
e. S = Q’e x s
S=9x2
S = 18
Jadi, jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah sebesar 18.

6
· Contoh soal subsidi proporsional
1. Fungsi permintan akan suatu barang di tunjukan oleh persamaan P=60-2Q,
sedangkan penawarannya P=40+2Q, pemerintah memberikan subsidi sebesar
50% atas setiap unit barang yang di produksi. Tentukan :
a. Keseimbangan pasar sebelum subsidi
b. Keseimbangan pasar sesudah subsidi
c. Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen (sk)
d. Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen (sp)
e. Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S)

Jawab :
a. Permintaan tanpa subsidi Pd = 60-2Q, maka Qd = 30-0,5P
Penawaran tanpa subsidi Ps = 40+2Q, maka Qs = -20+0,5P
Qd = Qs
30-0,5P = -20+0,5P
P = 50 → Pe = 50
Subtisusi ke persamaan Qd :
Qd = 30 – 0,5P
Qd = 30 – 0,5(50)
Qd = 5 → Qe = 5
Jadi, keseimbangan pasar sebelum subsidi (E) adalah (Qe,Pe) = (5,50)
b. Pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk persen, yaitu 50%. Pertama,
nominal subsidi ini harus dikali dengan P, sehingga menjadi 0,5P.
Permintaan dengan subsidi Pd =60-2Q , maka Qd = 30-0,5P
Penawaran dengan subsidi Ps =40+2Q-0,5P, maka Qs = -20+0,75P
Qd = Qs
30-0,5P = -20+0,75P
1,25P = 50
P = 40 → P’e = 40
Subtitusi ke persamaan Qd :
Qd = 30-0,5P
Qd = 30-0,5(40)
Qd = 10 → Q’e = 10
Jadi, keseimbangan pasar sesudah subsidi (E’) adalah (Q’e,P’e) =(10,40)

7
Sebelum mencari subsidi yang diterima konsumen, produsen dan yang dibayarkan
pemerintah kita harus mencari nominal subsidinya terlebih dahulu.
s = 0,5P’e
s = 0,5 (40)
s = 20
c. sk = Pe-P’e
sk = 50-40
sk = 10
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati konsumen sebesar 10, atau 50% dari
subsidi per unit barang.
d. sp = s-sk
sp = 20-10
sp = 10
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen sebesar 10, atau 50% dari
subsidi per unit barang.
e. S = Q’e x s
S = 10 x 20
S = 200
Jadi, jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah sebesar 200

2. Diketahui fungsi permintaan Pd = 16-Q dan fungsi penawaran Ps = 4+0,5Q


dimana P adalah harga perunit barang dan Q menyatakan jumlah barang. Apabila
pemerintah memberikan subsidi sebesar 25% atas setiap unit barang, maka
tentukan :
a. Keseimbangan pasar sebelum subsidi
b. Keseimbangan pasar sesudah subsidi
c. Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen (sk)
d. Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen (sp)
e. Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S)
Jawab:
a. Permintaan tanpa subsidi Pd = 16-Q, maka Qd = -P+16
Penawaran tanpa subsidi Ps = 4+0,5Q, maka Qs = 2P-8
Qd = Qs
-P+16 = 2P-8
3P = 24
P = 8 → Pe = 8
Subtisusi ke persamaan Qd :

8
Qd = -P+16
Qd = -8+16
Qd = 8 → Qe = 8
Jadi, keseimbangan pasar sebelum subsidi (E) adalah (Qe,Pe) = (8,8)
b. Pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk persen, yaitu 25%. Pertama,
nominal subsidi ini harus dikali dengan P, sehingga menjadi 0,25P.
Permintaan dengan subsidi P =16-Q , maka Qd = -P+16
Penawaran dengan subsidi P = 0,5Q+4-0,25P, maka Qs = -8+2,5P
Qd = Qs
-P+16 = -8+2,5P
3,5P = 24
P = 7 → P’e = 7

Subtitusi ke persamaan Qd :
Qd = -P+16
Qd = -7+16
Qd = 9 → Q’e = 9
Jadi, keseimbangan pasar sesudah subsidi (E’) adalah (Q’e,P’e) = (9,7)
Sebelum mencari subsidi yang diterima konsumen, produsen dan yang dibayarkan
pemerintah kita harus mencari nominal subsidinya terlebih dahulu.
s = 0,5P’e
s = 0,5 x 7
s = 3,5
c. sk = Pe-P’e
sk = 8-7
sk = 1
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati konsumen sebesar 1 atau 29% dari
subsidi per unit barang.
d. sp = s-sk
sp = 3,5 – 1
sp = 2,5
Jadi, bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen sebesar 2,5 atau 71% dari
subsidi per unit barang.
e. S = Q’e x s
S = 9 x 3,5
S = 31,5
Jadi, jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah sebesar 31,5

9
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Subsidi merupakan suatu pemberian uang dari pemerintah yang dimaksudkan
untuk membantu dan mempergiat perkembangan usaha kelompok yang dianggap
penting sekali bagi kepentingan umum dan yang tidak sanggup berjalan tanpa
bantuan pemerintah. Subsidi yang diberikan atas produksi atau penjualan sesuatu
barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Bagian-
bagian subsidi ada 3, yaitu subsidi yang dinikmati oleh konsumen, subsidi yang
dinikmati oleh produsen, dan subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah.

4.2. Saran
Banyak hal-hal yang perlu dipelajari untuk memahami materi dalam makalah ini
yang berjudul “Menentukan Subsidi Terhadap Keseimbangan Pasar”. Sebaiknya
kita memahami pengertian subsidi dan pengaruh terhadap keseimbangan pasar,
memahami materi dan rumusnya, dan banyak latihan soal. Kita harus teliti dalam
menghitung besar subsidi dan titik keseimbangannya.

10
DAFTAR PUSAKA
http://hildayh.blogspot.com/2017/10/menentukan-besar-subsidi-terhadap.html

https://www.scribd.com/document/328678331/PENGARUH-SUBSIDI-TERHADAP-
KESEIMBANGAN-PASAR-docx

11