Anda di halaman 1dari 11

ETIKA PROFESI

ETIKA PROFESI GURU YANG BEKERJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

Disusun oleh:

ANDI PAWILOI M.
D42113305

DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat hidayah-
Nyalah makalah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah
etika profesi ini dibuat untuk memenuhi tugas memenuhi tugas mata Kuliah Etika Profesi ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi sekaligus pengganti final. Dalam
makalah ini kami membahas terkait pengertian etika profesi keguruan, tujuan dan fungsi
mempelajari etika profesi keguruan, nlai-nilai etika profesi keguruan dan ruang lingkup etika
profesi keguruan.

Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Maka
dari itu, kami sangat mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca sehingga kami dapat
memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah yang selanjutnya.

Demikian makalah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Gowa, 21 Mei 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………..i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….ii

BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………………………...……………1

1.1. Latar Belakang …………………………………………………………………..…………..1

1.2. Rumusan Permasalahan ………………………………………………………….………1

1.3. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………..1

BAB II
PEMBAHASAN……………………………………………………………………………….…2

2.1 Pengertian etika profesi keguruan……………………..……………………………………2

2.2. Tujuan dan fungsi mempelajari etika profesi keguruan………………………………………3

2.3 Nilai-nilai etika profesi keguruan………………………………………………….………….4

2.4 Ruang lingkup etika profesi keguruan…………………………………………...……………5

BAB III
PENUTUP…………………………………………………………………………………….…

3.1 Kesimpulan…………………………….……………………………………….…7

3.2 Saran………………………………………………………….……………..…….7

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….………………………….8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Secara operasional, tujuan pendidikan prajabatan guru adalah pemilikan wawasan, sikap,
dan keterampilan sebagai warga Negara yang berpendidikan tinggi. Penguasaan bahan ajaran,
penguasaan dan pemahaman tentang segala hal yang berhubungan dengan peserta didik,
penguasaan teori dan keterampilan keguruan, pemilikan kemampuan melaksanakan tugas
professional dalam hubungannya dengan latar kerjanya secara organisatoris.
Peranan profesi guru dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah diwujudkan oleh
mencapai tujuan pendidikan yang berupa perkembangan siswa secara optimal. Dalam kehidupan
sehari-hari terkadang seorang pendidik tidak melakukan kewajibannya sebagai mana mestinya,
seharusnya seorang guru tugasnya sesuai UU Negara kita yang ada tujuh perannya yaitu
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi anak
didik. Namun dalam kenyataannya terkadang beberapa pendidik hanya melakukan dua tugasnya
yaitu mengajar dan mengevaluasi, hal ini cenderung terjadi dan sangat meresahkan bagi seluruh
lapisan anak didik baik di tingkat SD, SMP,SMA, maupun tingkat yang lebih tinggi yaitu
perkuliahan.
Oleh karena itu pada BAB selanjutnya akan kami bahas mengenai apa itu etika profesi
keguruan agar semua pendidik di tingkat apapun itu ketika ia mengajar ia mampu mendidik
muridnya sesuai perannya sebagai seorang pendidik dan mampu menyadari siapa dirinya dan apa
profesinya serta peranannya terhadap anak didiknya, dan untuk lebih lanjutnya akan dibahas
pada bab selanjutnya.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah pada makalah sederhana ini yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan etika profesi keguruan ?
2. Apa tujuan dan fungsi mempelajari etika profesi keguruan ?
3. Bagaimanakah nilai-nilai etika profesi keguruan itu ?
4. Bagaimana ruang lingkup tentang etika profesi keguruan ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini bertujuan ini agar pembaca dapat mengetahui dan
memahami tentang apa sebenarnya etika profesi keguruan., tujuan dan fungsi dalam mempelajari
etika profesi keguruan, nilai-nilai dari etika profesi keguruan serta ruang lingkup tentang etika
profesi keguruan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Etika Profesi Keguruan
Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha membudayakan manusia atau memanusiakan
manusia, pendidikan sangat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperlukan
guna meningkatkan mutu bangsa secara menyeluruh. Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensinya tujuannya yaitu :
1. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan
2. Untuk pengendalian diri
3. Kepribadian
4. Kecerdasan
5. Akhlak mulia
6. Keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara.
Adanya penerimaan terhadap suatu kode etik itu mengandung makna selain adanya
pengakuan dan pemahaman atas ketentuan dan/atau prinsip-prinsip yang terkandung di
dalamnya, juga adanya suatu ikatan komitmen dan pernyataan kesadaran untuk mematuhinya
dalam menjalankan tugas dan prilaku keprofesiannya, serta kesiapan dan kerelaan atas
kemungkinan adanya konsekuensi dan sanksi seandainya terjadi kelalaian terhadapnya.
Dengan demikian, kode etik keprofesian pada hakikatnya merupakan suatu system
peraturan atau perangkat prinsip-prinsip keprilakuan yang telah diterima oleh kelompok orang-
orang yang tergabung dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu. Maka kode etik
keprofesian itu memiliki kedudukan, peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam
menopang keberadaan dan kelangsungan hidup suatu profesi di masyarakat.
Bagi para pengemban tugas profesi akan akan menjadi pegangan dalam bertindak serta
acuan dasar dalam seluk beluk keprilakuannya dalam rangka memelihara dan menjunjung tinggi
martabat dan wibawa serta kredibilitas visi, misi, fungsi bidang profesinya.
Etika profesi keguruan masuk dalam kategori etika social dalam lingkup etika profesi.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan etika profesi keguruan maka terlebih dahulu kita
harus tahu apa itu etika, profesi, dan guru.
Jadi etika itu adalah suatu ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan perbuatan buruk
manusia yang dapat diterima oleh akal sehat. Sebagai ilmu etika itu mencari kebenaran mengenai
perbuatan manusia. Sebagai filsafat etika itu mencari keterangan secara radiks mengenai
kebaikan perbuatan manusia. Kemudian sebagai ilmu dan filsafat, etika menghendaki ukuran
yang umum untuk semua perbuatan manisia. Tujuannya adalah mencari ukuran tersebut dan
bagaimana manusia seharusnya berbuat.
Sementara itu profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan berjenjeng karir yang
membutuhkan pendidikan dan keterampilan dalam melakukannya. Khusus untuk jabatan guru
sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun kriterianya. Misalnya National
Education Association (NEA) pada tahun 1948 menyarankan criteria berikut :
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual
2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama.
4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan
5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.
7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
8. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat.
Sedangkan yang dimaksud dengan guru adalah orang dewasa yang bekerja sebagai
pendidik dan pengajar professional bagi peserta didik di sekolah agar peserta didik dapat
menjaadi sosok yang berkarakter, berilmu pengetahuan, serta terampil mengaplikasikan ilmu
pengetahuannya.
Berdasarkan ketiga pegertian tersebut, maka etika profesi keguruan dapat diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari tentang perbuatan baik yang harus dilakukan oleh guru dalam
melaksanakan pekerjaannya sebagai pendidik professional. Sebagai filsafat, etika profesi
keguruan, memberikan pengetahuan secara mendalam mengenai perbuatan baik yang harus
dikakukan oleh guru ketika menjalin relasi dengan dirinya sendiri, peserta didik, wali peserta
didik, rekan sederajat, dan masyarakat.
Sementara itu sebagai filsafat dan ilmu, etika profesi keguruan menghendaki ukuran atau
standar perilaku yang umum dilakukan oleh guru ketika menjalin relasi dengan dirinya sendiri,
peserta didik, wali peserta didik, rekan sederajat, dan masyarakat. Tujuannya adalah untuk
mendeskripsikan seperti apakah standar perilaku yang harus dilakukan oleh guru secara umum.

2.2 Tujuan dan Fungsi Mempelajari Etika Profesi Keguruan


Etika profesi keguruan merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh
mahasiswa di Fakultas Tarbiyah, tujuannya adalah agar mahasiswwa memiliki wawasan profesi
keguruan dan berperilaku positif terhadap profesi keguruan serta mampu menampilkan sebagai
perilaku positif sebagai calon guru dan ketika menjadi guru.
Ada empat fungsi mempelajari etika profesi keguruan yaitu :
1. Untuk memantapkan niat mahasiswa dalam menekuni bidang profesi keguruan.
Diakui maupun tidak, tidak semua mahasiswa yang belajar memiliki niat ataupun cita-cita
untuk menjad guru. Sudah barang tentu hal itu mempengaruhi niatnya untuk berprofesi sebagai
guru. Berbagai hal yang dikaji dalam mata kuliah etika profesi keguruan dapat dijadikan sebagai
pertimbangan bagi mereka untuk memantapkan niat dalam menekuni bidang profesi keguruan.
2. Untum menumbuhkan jiwa keguruan pada mahasiswa sebagai calon guru.
Jika anda adalah seorang mahasiswa calon guru, coba amati apakah perilaku anda sudah
mencerminkan sebagi seorang guru ?. jika memang belum, dengan mempelajari mata kuliah
etika profesi keguruan ini maka anda akan mengetahui seperti apakah perilaku yang harus
ditampilkan oleh calon guru. Harapannya pengetahuan tersebut kemudian dapat diaplikasikan
oleh anda sehingga tumbuhlah jiwa keguruan pada diri anda sebagai calon guru.
3. Untuk memberikan deskripsi tentang harapan dan tantangan ketika berprofesi sebagai guru.
Profesi guru yang disiplin oleh mahasiswa pada dasarnya memiliki berbagai harapan dan
tantngan. Berbagai harapan dan tantangan tersebut dapat diketahui oleh mahasiswa sebagai calon
guru ketika mengkaji mata kuliah etika profesi keguruan. Pengetahuan tentang harapan dan
tantangan tersebut dapat dijadikan sebagai modal bagi mereka untuk memposisikan dirinya
sebagai apa kelak ketika menjadi guru.
4. Untuk menanamkan nilai-nilai etika profesi keguruan kepada mahasiswa sebagai calon guru.
Perilaku positif yang ditampilkan oleh guru merupakan perwujudan dari nilai-nilai tersebut
dapat diketahui oleh dosen maupun mahasiswa ketika mengkaji mata kuliah etika profesi
keguruan. Tugas dosen adalah menanamkan nilai-nilai etika profesi keguruan itu kepada
mahasiswa sebagai calon guru.
Meskipun demikian, bukan berarti etika profesi keguruan tidak dipelajari oleh guru. Guru
harus tetap mempelajarinya dengan tujuan agar kemampuannya dalam menjalin relasi dengan
dirinya sendiri, peserta didik, wali peserta didik, rekan sejawat, dan masyarakat untuk
kepentingan pendidikan semakin baik.
Mudahnya etika profesi keruan tetap dipelajari oleh guru dengan dengan tujuan untuk meng-
uprade kompetensinya, khususnya kompetensi pribadi dan kompetensi socialnya.
Ada beberapa fungsi mempelajari etika profesi keguruan bagi guru yaitu :
1. Untuk memandu guru dalam mengetahui apakah selama ini perilakunya ketika menjalin
relasi dengan dirinya sendiri, peserta didik, wali peserta didik, rekan sejawat, dan masyarakat
sudah sesuai dengan teori etika profesi keguruan atau belum.
2. Untuk mencegah guru melakukan perilaku yang negative ketika menjalin relasi dengan
dirinya sendiri, peserta didik, wali didik, rekan sejawat, dan masyarakat.
3. Untuk menjaga komitmen guru dalam mewujudkan nilai-nalai etika profesi keguruan ketika
menjalin relasi dengan ketika menjalin relasi dengan dirinya sendiri, peserta didik, wali didik,
rekan sejawat, dan masyarakat.

2.3 Nilai-nilai Etika Profesi Keguruan


Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa salah satu fungsi mempelajari etika
profei keguruan adalah untuk menanamkan nilai-nilai etika profesi keguruan pada mahasiswa
sebagai calon guru. Nilai-nilai etika itu merupakan berbagai hal penting yang berguna bagi
kebaikan seseorang dan kebaikan sekelompok orang sehingga mereka dapat menjadi manusia
yang sesuai dengan hakekatnya. Dengan demikian nilai-niali etika profesi keguruan adalah
berbagai hal penting yang berguna bagi kebaikan guru, peserta didik, wali peserta didik, rekan
sejawat, dan masyatrakat.
Nilai-nilai etika profesi keguruan tersebut kemudian diejawantahkan melalui perilaku
positif guru ketika menjalin relasinya. Ada tiga nilai-nilai profesi keguruan yang harus dilakukan
atau diejawantahkan oleh guru melalui perilaku positifnya, yaitu :
1. Tanggung jawab
Ketika seseorang telah memilih berprofesi sebagai seorang guru, maka secara otomatis ia
memikul tanggung jawab sebagi guru. Guru memiliki tanggung jawab utama sebagai pendidik,
pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, peenilai, dan pengevaluasi peserta didiknya.
2. Kewajiban
Tanggung jawab yang dipikul oleh guru menjadikannya memiliki berbagai kewajiban seperti
yang terdapat pada kode etik guru Indonesia . dengan kata lain, kewajiban merupakan sesuatu
yang dilakukan karena adanya tanggung jawab. Kewajiban dilakukan karena tuntutan hati nurani
atau karena panggilan jiwa, bukan karena pertimbangan pikiran. Itulah sebabnya ada statement
yang berbunyi “bekerja sebagai guru adalah panggilan jiwa”. Kemudian, ketika guru melalaikan
kewajibannya, maka ia akan dikenakan sanksi.
3. Hak
Sebaliknya, ketika guru melaksanakan kewajibannya dengan sebaik mungkin sesuai dengan
kemampuannya, maka ia akan mendapatkan haknya. Jadi guru dapat menuntut haknya manakala
dengan tanggung jawabnya ia telah melaksanakan kewajibannya dengan baik. Sungguh akan
menjadi sesuatu yang sangat menjijikan jika guru lebih mengedepankan haknya daripada tugas
dan tanggung jawabnya. Merupakan hal yang sangat tidak manusiawi pula ketika pemerintah
maupun pihak yayasan mengabaikan hak-hak guru di saat guru telah melaksanakan berbagai
konsekuensi logis dari kepemilikan tanggung jawabnya.

2.4 Ruang Lingkup Etika Profesi Keguruan


Ruang lingkup etika profesi keguruan merupakan cakupan yang menjadi kajian inti
dalam etika profesi keguruan. Berdasarkan uraian pada bagian-bagian sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa pada dasarnya ruang lingkup etika profesi keguruan meliputi :
1. Etika guru terhadap diri sendiri
2. Etika guru terhadap peserta didik
3. Etika guru terhadap wali peserta didik
4. Etika guru terhadap rekan sejawat
5. Etika guru terhadap masyarakat
Masing-masing cakupan pada ruang lingkup etika profesi keguruan tersebut tidaklah berdiri
sendiri, tetapi semuanya saling berhubungan.
Proses belajar-mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan
guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbale balik antara guru dengan siswa
merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar.
Peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan dengan
kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya.
Kode etik keprofesian pada hakikatnya merupakan suatu system peraturan atau perangkat
prinsip-prinsip keprilakuan yang telah diterima oleh kelompok orang-orang yang tergabung
dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu. Ada pun maksud dan tujuan diadakannya kode
etik ialah untuk menjamin agar tugas pekerjaan keprofesian itu terwujud sebagai mana mestinya
dan kepentingan semua pihak. Terlindungi sebagaimana layaknya.
Kegiatan mengajar merupakan suatu keterampilan yang dengan sendirinya dapat dipelajari,
sebagai suatu ilmu yang juga sebagai suatu seni. Masalah-masalah kelemahan dalam dunia
pendidikan ini banyak dilihat orang dari kurikulum, tanpa memperhatikan sungguh-sungguh
kelemahan dari metode penyampaian bahan pelajaran. Akibatnya kurikulum lebih sering
mengalami perombakan, dari pada perbaikan metode mengajar, karena dengan memperbaiki
metode mengajar dan ilmu pengetahuan maka guru dapat menjadi seorang guru yang
professional.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan materi pada makalah kami mengenai pengertian etika profesi keguruan, kami
dapat menarik kesimpulan bahwa etika profesi keguruan itu adalah ilmu yang mempelajari
tentang perbuatan baik yang harus dilakukan oleh guru dalam melaksanakan pekerjaannya
sebagai pendidik profesional. Dimana guru ini sangat berperan penting bagi kemerdekaan dan
kejayaan bangsa kita sebab guru akan mendidik penerus bangsa agar dapat menjadi pemuda-
pemudi bukan hanya cerdas tapi juga berwibawa dan santun serta paham akan agama serta etika
khususnya. Dan guru yang baik adalah guru yang lebih mengedepankan kewajiban di
bandingkan hak dan kepentingan pribadinya d sekolah.

Saran
Jadi Saran kami untuk orang yang berprofesi sebagai guru lebih jelasnya lagi yang bekerja di
sekolah sebagaimana judul dari makalah kami, sebaiknya dalam melakukan tugasnya secara
profesional sebaiknya dapat memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku dan tidak
melanggar kode etik yang berlaku terhadap profesinya itu.
DAFTAR PUSTAKA

Syaefudin, Udin. (2012). Pengembangan Profesi Guru. Bandung : Alfabeta, cv.

 http://mtsushriyyah.blogspot.com/2012/04/profesionalitas-guru-problematika-
dan.html (Diakses : Senin 21 Mei 2018, 13:23 WITA)

 http://abdulmuiz18.blogspot.com/2012/02/profesi-guru-problematika-dan.html

(Diakses : Senin 21 2018, 13:27 WITA)

 http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/21/profesional-guru-dan-tantangan-sebagai-
profesi-472203.html (Diakses : Senin 21 Mei 2018, 13:31 WITA)

 http://news.okezone.com/read/2013/11/22/560/901137/ini-dia-3-masalah-guru-di-
indonesia (Diakses : Senin 21 Mei 2018, 14:23 WITA)