Anda di halaman 1dari 15

ETIKA BISNIS DAN PROFESI

Kode Etik Profesi Akuntansi Indonesia

Dosen Pengampu :

JULKIFLI, SE., Ak., M. Ak.,CA

Disusun Oleh :
Kelompok 6 : SULIS (201841027)

YULIATI (201841035)

ANDI ANUGRAH SRI MAULIANA (201741011)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI KEUANGAN PUBLIK

POLITEKNIK INFORMATIKA NASIONAL

MAKASSAR

TAHUN 2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Etika Profesi Akuntansi merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku


perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia
terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu
pengetahuan khusus sebagai Akuntan. Dalam menjalankan profesi sebagai seorang
akuntan harus dengan sadar menjalankan tugas, hak, kewajiban dan fungsinya.
Namun, menjadi seorang akuntan bukanlah hal yang mudah.

Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi yang
biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap
orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan
main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut
sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Adapun kode
etik yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan akan dibahas dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Kode Etik Akuntan?
2. Apa jenis-jenis profesi akuntan?
3. Apakah Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia?
4. Apa Garis Besar Kode Etik Dan Perilaku Professional ?
5. Apakah Aturan Etika dalam Akuntan?
6. Apakah RUU Profesi Akuntan?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kode Etik Akuntansi

Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang
secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan
tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau
salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Kode Etik Akuntan Indonesia, yaitu norma perilaku etika akuntan di Indonesia
dalam memenuhi tanggung jawab profesinya yang mengatur hubungan antara
akuntan publik dengan klien, antara akuntan publik dengan rekan sejawat dan antara
profesi dengan masyarakat. Etika profesi terdiri dari lima dimensi yaitu kepribadian,
kecakapan profesional, tangung jawab, pelaksanaan kode etik, penafsiran dan
penyempurnaan kode etik.

Sedangkan kode etik akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan
perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi
akuntansi. Kode etik akuntansi dapat menjadi penyeimbang segi-segi negatif dari
profesi akuntansi, sehingga kode etik bagai kompas yang menunjukkan arah moral
bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi akuntansi dimata
masyarakat.

Kantor AkuntanPublik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik


yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang
berusaha di bidang pemberian jasa professional dalam praktik akuntan public.IAI
(IkatanAkuntan Indonesia) adalah wadah organisasi profesi akuntan Indonesia yang
diakui pemerintah.

Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada


pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak
profesional. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan
standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi
kepada kepentingan publik.

Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus
dipenuhi:

a. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.


b. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa
Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
c. Kualitas Jasa : Terdapat keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari
akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
d. Kepercayaan : Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat
kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

2. Dua sasaran pokok dari kode etik yaitu:

a. Kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh


kelalaian baik secara disengaja ataupun tidak disengaja dari kaum profesional,
b. kode etik bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku buruk
orang-orang yang mengaku diri profesional.

B. Jenis-Jenis Profesi Akuntan:


1. Akuntan Publik

Akuntan publik merupakan satu-satunya profesi akuntansi yang menyediakan


jasa audit yang bersifat independen, yaitu memberikan jasa untuk memeriksa,
menganalisis, kemudian memberikan pendapat / asersi atas laporan keuangan
perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.

2. Akuntan Manajemen

Akuntan manajemen merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa


bertugas atau bekerja di perusahaan-perusahaan. Akuntan manajemen bertugas untuk
membuat laporan keuangan di perusahaan.

3. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa
bertugas atau bekerja di lembaga-lembaga pendidikan, seperti pada sebuh
Universitas, atau lembaga pendidikan lainnya. Akuntan manajemen bertugas
memberikan pengajaran tentang akuntansi pada pihak – pihak yang
membutuhkan.
4. Akuntan Internal

Auditor internal adalah auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh
karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas audit yang
dilakukannya terutama ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat
dimana ia bekerja.

5. Konsultan SIA / SIM

Salah satu profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh akuntan diluar
pekerjaan utamanya adalah memberikan konsultasi mengenai berbagai hal yang
berkaitan dengan sistem informasi dalam sebuah perusahaan. Seorang Konsultan
SIA/SIM dituntut harus mampu menguasai sistem teknologi komputerisasi disamping
menguasai ilmu akuntansi yang menjadi makanan sehari-harinya. Biasanya jasa yang
disediakan oleh Konsultan SIA/SIM hanya pihak-pihak tertentu saja yang
menggunakan jasanya ini.

6. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi


pemerintah yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap
pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam
pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit
organisasi dalam pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan
kepada pemerintah. Meskipun terdapat banyak akuntan yang bekerja di instansi
pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah akuntan yang
bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembagian (BPKP) dan Badan Pemeriksa
Keuangan (BAPEKA), dan instansi pajak.
C. Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur
pelaksanaan pemberi jasa pofesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan dan berlaku
bagi seluruh anggota, sedangkan aturan etika disahkan dan hanya mengikat anggota
himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang
dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh himpunan setelah memperhatikan
tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan
dalam menerapkan aturan etiks, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan
penerapannya.

Adapun prinsip-prinsip etika profesi IAI sebagai berikut :

1. Tanggung Jawab Profesi

Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota


harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitif.

2. Kepentingan Publik

Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik


dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja,
pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada
obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara
tertib. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa
akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai
dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

3. Integritas

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan


profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan
merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang
diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap
jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
4. Obyektivitas

Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang
diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak
memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari
benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati,


untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa
profesional dan teknik yang paling mutakhir.

6. Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh


selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan
informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional
atau hukum untuk mengungkapkannya.

7. Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi


yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

8. Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan


standar teknis dan standar profesional yang relevan.

D. Garis Besar Kode Etik Dan Perilaku Professional


1. Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.

Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk


melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah
tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif
dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

2. Hindari menyakiti orang lain.

“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak


diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan
yang tidak diinginkan.

3. Bersikap jujur dan dapat dipercaya

Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan.Tanpa


kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.

4. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi

Nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip


keadilan yang sama dalam mengatur perintah.

5. Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.

Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat


perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.

6. Memberikan kredit yang pantas untuk property intelektual.

Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan


intelektual.

7. Menghormati privasi orang lain

Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan


pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam
sejarah peradaban.

8. Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah
satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara
implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan
tugas seseorang.

E. Aturan Etika
1. Independensi

Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu mempertahankan


sikap mental independen didalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur
dalam standar profesional akuntan publik yang ditetapkan oleh IAI. Sikap mental
independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalam
penampilan (in appearance).

2. Integritas dan Objectivitas

Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus mempertahankan integritas


dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interst) dan tidak
boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya
atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada pihak lain.

Standar Umum dan Prinsip Akuntansi

1. Standar Umum
a. Kompetensi profesional. Anggota KAP hanya boleh melakukan pemberian jasa
profesional yang secara layak (reasonable) diharapkan dapat diselesaikan dengan
kompetensi profesional.
b. Kecermatan dan keseksamaan profesional. Anggota KAP wajib melakukan
pemberian jasa profesional dengan kecermatan dan keseksamaan profesional.
c. Perencanaan dan supervisi. Anggota KAP wajib merencanakan dan mensupervisi
secara memadai setiap pelaksanaan pemberian jasa profesional.
d. Data relevan yang memadai. Anggota KAP wajib memperoleh data relevan yang
memadai untuk menjadi dasar yang layak bagi simpulan atau rekomendasi
sehubungan dengan pelaksanaan jasa profesionalnya.
2. Prinsip Akuntansi
Anggota KAP tidak diperkenankan:

a. Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan


atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum atau
b. Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus
dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat penyimpangan yang
berdampak material terhadap laporan atau data secara keseluruhan dari prinsip-
prinsip akuntansi yang ditetapkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan
IAI. Dalam keadaan luar biasa, laporan atau data mungkin memuat penyimpangan
seperti tersebut diatas. Dalam kondisi tersbeut, anggota KAP dapat tetap
mematuhi ketentuan dalam butir ini selama anggota KAP dapat menunjukkan
bahwa laporan atau data akan menyesatkan apabila tidak memuat penyimpangan
seperti itu, dengan cara mengungkapkan penyimpangan dan estimasi dampaknya
(bila praktis), serta alasan mengapa kepatuhan atas prinsip akuntansi yang
berlaku umum akan menghasilkan laporan yang menyesatkan.
c. Tanggung Jawab kepada Klien
Informasi Klien yang Rahasia
Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia,
tanpa persetujuan dari klien. Ketentuan ini tidak dimaksudkan untuk:
1) Membebaskan anggota KAP dari kewajiban profesionalnya sesuai dengan
aturan etika kepatuhan terhadap standar dan prinsip-prinsip akuntansi.
2) Mempengaruhi kewajiban anggota KAP dengan cara apapun untuk mematuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti panggilan resmi
penyidikan pejabat pengusut atau melarang kepatuhan anggota KAP terhadap
ketentuan peraturan yang berlaku.
3) Melarangreview praktik profesional (review mutu) seorang anggota sesuai
dengan kewenangan IAI atau
4) Menghalangi anggota dari pengajuan pengaduan keluhan atau pemberian
komentar atas penyidikan yang dilakukan oleh badan yang dibentuk IAI-KAP
dalam rangka penegasan disiplin anggota.
d. Tanggungjawab kepada Rekan Seprofesi
Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan
dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.

e. Komunikasi Antarakuntan Publik


1) Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila
akan mengadakan perikatan (engagement) audit menggantikan akuntan
publik pendahulu atau untuk tahun buku yang sama ditunjuk akuntan publik
lain dengan jenis dan periode serta tujuan yang berlainan.
2) Akuntan publik pendahulu wajib menanggapi secara tertulis permintaan
komunikasi dari akuntan pengganti secara memadai.
f. Perikatan Atestasi

Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikataan atestasi yang


jenis atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan
yang lebih dahulu ditunjuk klien, kecuali apabila perikatan tersebut dilaksanakan untuk
memnuhi ketentuan perundang-undangan atau peraturan yang dibuat oleh badan
yang berwenang.

g. Tanggungjawab dan Praktik Lain

Perbuatan dan Perkataan yang Mendiskreditkan

1) Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan/atau mengucapkan


perkataan yang mencemarkan profesi, Iklan, Promosi, dan Kegiatan
Pemasaran lainnya.
2) Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari
klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan
pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.

F. RUU PROFESI AKUNTAN

Untuk mengawasi akuntan publik, khususnya kode etik, Departemen


Keuangan (DepKeu) mempunyai aturan sendiri yaitu Peraturan Menteri Keuangan
(PMK) No.17 Tahun 2008 yang mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas dari
kliennya berdasarkan SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik) dan kode etik. SPAP dan
kode etik diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar Internasional. Misalkan
dalam auditing, SPAP berstandar kepada International Auditing Standart.

APLIKASI KODE ETIK

Meski sampai saat ini belum ada akuntan yang diberikan sangsi berupa
pemberhentian praktek audit oleh dewan kehormatan akibat melanggar kode etik dan
standar profesi akuntan, tidak berarti seorang akuntan dapat bekerja sekehendaknya.
Setiap orang yang memegang gelar akuntan, wajib menaati kode etik dan standar
akuntan, utamanya para akuntan publik yang sering bersentuhan dengan masyarakat
dan kebijakan pemerintah. Etika yang dijalankan dengan benar menjadikan sebuah
profesi menjadi terarah dan jauh dari skandal.

Sanksi Administratif dalam UU No. 5 tahun 2011 :

1) Rekomendasi untuk melaksanakan kewajiban tertentu, jika AP melakukan


pelanggaran ringan sebagaimana ketentuan Pasal 13,17, 19 ,25,27,32,34,35 UU
No. 5 tahun 2011 dan melakukan pelanggaran terhadap SPAP (Standar Profesi
Akuntan Publik) dan kode etik yang tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan
yang diterbitkan.
2) Sanksi tertulis yang dikenakan pada pelanggaran sedang. AP dan KAP tsb
melanggar ketentuan Pasal 4, 30 ayat (1) huruf a,b,f, Pasal 31 dan melakukan
pelanggaran SPAP serta kode etik yang berpengaruh terhadap laporan yang
diterbitkan namun tidak signifikan.
3)
4) Sanksi Pembatasan Pemberian Jasa kepada suatu jenis entitas tertentu, seperti
bank, pasar modal jika AP dan KAP melakukan pelanggaran cukup berat.
Pelanggaran yang dimaksud, jika AP dan KAP melanggar SPAP dan kode etik
yang berpengaruh terhadap laporan yang diterbitkan.
5) Jenis sanksi keempat, pembatasan pemberian jasa tertentu. AP atau KAP tersebut
tidak diperbolehkan memberikan jasa tertentu, seperti jasa audit umum atas
laporan keuangan selama 24 bulan. Bila dalam kurun waktu 3 tahun melakukan
tindakan yang sama, AP dan KAP tsb akan digolongkan melakukan pelanggaran
cukup berat.
6) Sanksi kelima pembekuan ijin. AP atau KAP yang dikenakan sanksi ini jika
melakukan pelanggaran berat berupa pelanggaran ketentuan Pasal 9,28, 29,30,
ayat (1) huruf c,e,g,h ,i UU no 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan
melakukan pelanggaran terhadap SPAP serta kode etik yang berpengaruh
signifikan terhadap laporan keuangan. Sanksi pembekuan izin diberikan paling
banyak 2 kali dalam waktu 48 bulan, namun jika masih melakukan hal yang sama
maka akan dikenakan sanksi pelanggaran berat, ijinnya akan dicabut.
7)
8) Jenis sanksi ke enam berupa pencabutan izin jika AP atau KAP melakukan
pelanggaran sangat berat yaitu melanggar Pasal 30 ayat (1) huruf d, j UU Akuntan
Publik dan melakukan pelanggaran SPAP serta kode etik yang berpengaruh
sangat signifikan terhadap laporan yang di terbitkan.

Adapun sanksi denda telah berlaku lebih dahulu dengan di keluarkannya PP no 1


tahun 2013 tentan PNBP (pendapatan Negara bukan pajak) di lingkungan
Kementerian Keuangan.

BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan :

1. Kode etik akuntansi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam
melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari dalam profesi akuntansi.
Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Dan
perbedaan dari kode etik suatu profesi mempunyai kode etik masing-masing dan
tersendiri yang dibuat oleh badan yang mengatur etika profesi tersebut.
2. Pelanggaran kode etik tidak diadili oleh pengadilan, karena melanggar kode etik
tidak selalu berarti melanggar hukum, tapi pelanggaran kode etik akan diperiksa
oleh majelis kode etik dari setiap profesi tersebut.
B. SARAN
1. Harus ada lembaga yang berbeda-beda dalam menaungi berbagai profesi yang
ada, dimana lembaga tersebut merupakan sekumpulan orang yang memiliki
profesi yang sama dengan tujuan dapat menciptakan tatanan etik dalam
pekerjaan. Dan semua lembaga-lembaga profesi tersebut harus memiliki tujuan
yang satu yaitu, mengutamakan profesionalitasdalam bekerja yang dilihat dari
kepatuhan menjadikan kode etik profesi sebagai pedoman.
2. Etika profesi akuntansi diatur oleh suatu badan atau organisasi yang bertanggung
jawab dilingkup akuntansi seperti Ikatan akuntansi Indonesia (IAI), Ikatan Akuntan
Publik Indonesia (IAPI) sedangkan untuk etika profesi yang lain diatur oleh
organisasi yang berbeda sesuai dengan profesinya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA

https://istiqamah26.wordpress.com/2014/11/06/makalah-kode-etik-akuntan/, 12.15,
Senin 13 Mei 2019

Anda mungkin juga menyukai