Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGNTAR

Syukur Alhamdulillah, Buku Melipatgandakan Uang Sampai Tujuh


Ratus Kali Lipat: Cara Cepat Menjadi Kaya yang Dijamin Aman, Tenteram,
Sehat, Selamat, dan Berkah ini bisa hadir sebagai salah satu buku motivasi
Islami bagi kita yang ingin membuktikan dan mendapatkan Keluasan serta
Kemurahan Allah dalam hal karunia harta kekayaan, termasuk uang yang
menjadi dambaan kita semua. Apabila isi buku ini kita jalankan dengan
landasan iman, ilmu, takwa, sabar, dan tawakal pasti impian kita-menjadi
kaya yang memiliki banyak harta atau uang-menjadi kenyataan.

Kalau kita sekarang masih miskin kemudian ingin cepat menjadi kaya,
dan yang kaya ingin menjadi bertambah kaya, segera dan mulailah berpikir
dan berprilaku dengan pola kata UANG, yaitu U- usaha dengan A -agama
sebagai pedomannya, N-nanti G-gemilang hasilnya. Ya, Agama Islam (Allah)
telah memberikan petunjuk dan jaminan untuk memiliki uang atau harta
yang gemilang. Juga masih dengan pola kata UANG, yakni U-ulurkan tangan
Anda untuk memberi (berinfak/bersedekah), A –ambilah uang dari hasil
usaha halal yang anda sedekahkan itu, N-nantikan balasan ganti yang
berlipat ganda sampai tujuh ratus kali lipat dari Allah, G- gak mesti Insa
Allah, pasti! Karena janji Allah itu pasti. Dan juga, berbuatlah dengan pola
kata lain dari kata Uang-DUIT, yakni D-doa, U-usaha, I-iman, dan T-takwa.
Pasti mendapat jaminan karunia rezeki yang lapang dan penuh berkah dari
Allah.

Banyak orang miskin karena dua hal. Pertama, mereka tidak yakin
untuk menjadi kaya. Kedua, mereka tidak memiliki konsep pikir dan tindak
yang Islami secara kafah. Di sisi lain, banyak orang kaya karena dua hal pula.
Pertama, mereka yakin menjadi kaya. Kedua, mereka memiliki konsep pikir
dan tindak yang Islami secara kafah. Buku ini mengajak, memotivasi, dan
menstimulasi kita untuk memiliki keyakinan bahwa berusaha dengan Allah,

i
kita pasti akan sukses menjadi orang kaya yang dijamin aman, tenteram,
sehat, selamat, dan berkah

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR-1
DAFTAR ISI-3
APA KATA ALLAH KALAU KITA INGIN KAYA-5

BAB I SEGALANYA PERLU UANG TETAPI UANG BUKAN


SEGALANYA
A. Uang Bukanlah Tujuan tetapi Alat untuk Mencapai Tujuan-
1
B. Uang Bukanlah Tuhan ataupun Tuan-4
C. Waspadai Bahaya Uang-6

BAB II MEMILIH PUNYA UANG BANYAK


A. Hidup Perlu Uang Banyak-8
B. Memilih Punya Uang Banyak-10
C. Janganlah Memiskinkan Diri-12

BAB III MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MEMILIKI UANG


BANYAK
A. Niat atau Tujuan yang Mulia-14
B. Cara Usaha yang Benar-15
C. Sumber Daya yang Kondusif-16
D. Pelaksanaan yang Konsisten-21

BAB IV MEMILIKI UANG BANYAK DENGAN


MELIPATGANDAKAN SAMPAI TUJUH RATUS KALI
LIPAT
A. Jangan Percaya Janji Setan, Yakini Janji Allah-23
B. Allah Menjamin Kita Kaya-25
C. Melipatgandakan Uang dengan Meminjami Allah-27

BAB V MEMILIKI POHON UANG


A. Menyiapkan Lahan yang Subur-37
B. Menanam Biji Pohon Uang yang Baik-38
C. Mengairi dan Memupuki-39
D. Menghindari Hama yang Merusak-39
E. Memanen Hasil-40

BAB VI SEPOHON UANG MENJADI KEBUN UANG


A. Sebutir Biji Menjadi 700 Biji-42
B. Potensi Satu Pohon Uang Menjadi Kebun Uang-44
C. Gerakan Menanam Seribu Pohon Uang-45

iii
BAB VII KETIKA POHON UANG BELUM BERBUAH
A. Bersabar dan Bertawakal-46
B. Refleksi dan Intropeksi-47
C. Kebaikan Allah dan Tetap dalam Keberuntungan-49

BAB VIII MENJADI ORANG KAYA YANG MENGAYAKAN ORANG


A. Orang Kaya yang Miskin-51
B. Orang Kaya yang Mengayakan Orang-53
C. Kaya Mengayakan untuk Membangun Umat yang Kuat-54

iv
APA KATA ALLAH KALAU KITA INGIN KAYA?

1. Pertama-tama harus disadari bahwa manusia menjadi kaya itu karena


kebaikan Allah dan manusia menjadi miskin itu karena keburukan atau
kesalahan manusianya sendiri. Hal ini sebagaimana tersirat dalam ayat
berikut ini.

“Kebajikan apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan
keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.
Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia.
Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi (An-Nisa, 4: 79).”

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia


itulah yang menzalimi dirinya sendiri (QS Yunus, 4: 44).”

2. Beriman, bertakwa, dan bertawakallah kalau kita ingin dilimpahi berkah


dari langit dan bumi, diberi rezeki dari arah yang tidak disangka-
sangkanya, dan dicukupkan atas segala keperluan. Hal ini sebagaimna
terdapat dalam ayat berikut.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi
ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka kami siksa
mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan (Al-A’raf, 7: 96).”

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.


Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap
sesuatu (At-Talaq, 65: 3).”

3. Infakanlah harta di jalan Allah maka Allah melipatgandakan ganti dengan


banyak kepada kita sampai mencapai 700 kali lipat, dan melapangkan,
serta menyuburkan rezeki kita. Hal ini seperti tersurat dan tersirat dalam
ayat berikut.

v
“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah
melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan
melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS Al-
Baqarah, 2: 245).”

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti


sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada
seratus bijji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan
Allah Mahaluas, Maha Mengetahui (QS, Al-Baqarah, 2: 261).”

“Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencar


rida Allah dan memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang
terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu
menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak
menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah maha melihat apa
yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah, 2: 265).”

4. Mulailah berinfak dan bersedekah dari sekarang, jangan ditunda-tunda


mumpung masih ada kesempatan!

“ Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang


telah kami berikan kepadamu, sebelum datang hari ketika tidak ada lagi
jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-
orang kafir itulah orang yang zalim.”(QS Al-Baqarah 2: 254).

5. Lakukan infak, baik dalam keadaan lapang, maupun dalam keadaan


sempit!

“ (yaitu) orang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit...(QS Ali-


Imran 3: 134).”

6. Makanlah makanan atau rezeki yang baik dan halal. serta bersyukurlah
kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada kita! Dan jauhi
ajakan dan langkah-langkah setan sebagai musuh nyata kita, yang suka
menjanjikan kemiskinan dan menjerumuskan kita ke jurng kehancuran.

vi
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al-Baqarah, 2: 168).”

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik yang Kami
berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu
menyembah kepada-Nya (QS Al-Baqarah, 2: 172).”

“...dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan


itu musuh yang nyata bagimu (QS Al-Baqarah, 2: 168).”
7. Lakukan infak dan sedekah, baik secara terang-terangan agar memotivasi
dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, maupun
secara sembunyi-sembunyi.

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika


kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang
fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan mengahapus sebagian
kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan
(QS Al-Baqarah, 2: 271).”

8. Lakukan infak dan sedekah dengan tidak menyebut-nyebutnya dan tidak


untuk pamer (riya), serta tidak juga menyakiti perasaan penerima karena
perbuatan semacam itu akan merusak dan menghapus infak atau sedekah
itu sendiri sehingga sia-sia.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu


dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima, seperti
orang yang menginfakkan hartanya karena riya’ (pamer) kepada manusia
dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya
(orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian
batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka
tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (QS Al-Baqarah,
2: 264).”

vii
9. Jika impian Anda belum terwujud saja, sedangkan Anda sudah berusaha
cukup lama dan maksimal, bahkan Anda ditimpa berbagai masalah yang
tidak mwnyenangkan, janganlah pendek harapan dan berprasangka
buruk kepada Allah, apa lagi sampai berputus asa. Renungkan dan
intropeksilah diri! Apa yang salah? Apa yang kurang? Sadari pula bahwa
setiap manusia akan diuji oleh Allah. Terus berusaha dengan sabar dan
tawakal maka impian Anda pasti terwujud.

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar
gembira kepadda orang-orang yang sabar (QS Al-Baqarah 2: 155).”

10. Janganlah kita stress, frustasi, dan putus asa ketika mengalami kesulitan
dalam mewujudkan impian ingin menjadi orang kaya. Yakinlah bahwa di
dalam kesulitan terdapat kemudahan yang Allah sertakan. Berikut ini
Allah menyatakan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS Makkiyah,


94: 5).”

viii