Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

AKUNTANSI YAYASAN DAN UNIVERSITAS


Dosen Pengampu: Yulinda DP, M.Sc

Disusun Oleh:

1. Nanda Saputri (17.0102.0070)


2. Rininta Eka K. (17.0102.0085)
3. Ulfa Luthfiana M. (17.0102.0095)
4. Kivaayatul Akhyaar (17.0102.0109)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Akuntansi Kecamatan”tepat pada waktunya. Shalawat
serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, yang mana telah
membawa kita dari zaman jahiliyah sampai zaman yang modern seperti sekarang
ini. Adapun tujuan penyusunan makalah ini sendiri adalah untuk memenuhi tugas
Akuntansi Sektor Publik.

Tidak lupa kami selaku penulis mengucapkan terimakasih atas bantuan


dari berbagai pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini
dengan memberikan materi maupun pikirannya dengan semaksimal mungkin.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak


kekurangan. Untuk itu, kami mengharap kritik dan saran yang dapat membangun
motivasi kami agar dapat menjadi lebih baik dan lebih maju untuk masa yang
akan datang.
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk menambah wawasan serta menambah pengetahuan.

Magelang, 23 Juni 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... 1


KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3
BAB I .................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
A. Latar Belakang Masalah.......................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 4
BAB II................................................................................................................................. 5
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 5
A. Akuntansi Yayasan ................................................................................................. 5
B. Akuntansi Universitas ........................................................................................... 11
BAB III ............................................................................................................................. 25
PENUTUP ........................................................................................................................ 25
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 26
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan Tinggi diartikan sebagai pendidikan yang dilaksanakan setelah


pendidikan menengah yang mencakup program diploma, sarjana, magister,
spesialis, dan doctor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Salah satu
targer dari perguruan tinggi negeri saat ini adalah kualitas pelayanan yang baik.
Ini menjadi salah satu indicator untuk menilai bahwa perguruan tinggo tersebut
masuk dalam perguruan tinggi yang baik(Said, 2013).

Namun, dalam upaya mewujudkan targetnya tersebut, penyelenggaraan


perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala baik dari segi
kebijakan, implementasi, pengawasan maupun evaluasi. Salah satu isu penting
perguruan tinggi adalah tata kelola perguruan tinggi kerap dikaitkan dengan isu
komersialisasi, privatisasi, dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan akuntansi yayasan dan universitas?


2. Apa saja struktur dana yang ada di Universitas?
3. Apa saja dana lancer tidak terikat pada universitas?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui akuntansi yayasan dan universitas.


2. Untuk mengetahui struktur dana yang ada di universitas.
3. Untuk mengetahui dana lancer terikat pada universitas.
BAB II

PEMBAHASAN
A. Akuntansi Yayasan
1. Karakteristik dan Lingkungan Yayasan
 Pengertian dan ruang lingkup yayasan
Munurut UU No. 16 Tahun 2001, sebagai dasar hukum positif
yayasan, pengertian yayasan adalah badan hukum yang kekayaannya
terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai
tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Yayasan
dapat melakukan kegiatan usaha untuk menunjang pencapaian maksud
dan tujuaanya dengan cara mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta
dalam suatu badan usaha.
Yayasan sebagai badan hukum mampu dan berhak serta berwenang
untuk melakukan tindakan-tindakan perdata. Pada dasarnya keberadaan
badan hukum yang bersifat permanen, yaitu hanya dapat dibubarkan
melalui persetujuan para pendiri atau anggotanya. Yayasan hanya dapat
dibubarkan jika segala ketentuan dan persyaratan dalam anggaran
dasarnya telah dipenuhi. Hal tersebut sama kedudukannya dengan
pekumpulan yang berbentuk badan hukum, dimana subjek hukum dan
yang menyandang hak dan kewajiban, dapat digugat maupun menggugat
di pengadilan
 Sifat dan karakteristik yayasan
 Sumber pembiayaan/kekayaan
Sumber pembiayaan yayasan bersal dari sejumlah kekayaan yang
dipisahkan dalam bentuk uang atau barang. Selain itu, yayasan juga
memperoleh sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat seperti
berupa:
1) Wakaf
2) Hibah
3) Hibah wasiat
4) Perolehan lain yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar
yayasan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 Pola pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban manajemen merupakan bagian terpenting
bagi kredibilitas manajemen di yayasan. Tidak terpenuhinya prinsip
pertanggungjawaban tersebut dapat menimbulkan implikasi yang
luas.
 Struktur Organisasi Yayasan
Struktur organisasi yayasan merupakan turunan dari fungsi,
startegi, dan tujuan organisasi. Sementara itu, tipologi pemimpin,
termasuk pilihan dan orientasi organisasi, sangat berpengaruh
terhadap pilihan struktur birokrasi pada yayasan. Kompleksitas
organisasi sangat berpengaruh pada struktur organisasi. Fungsi
badan hukum yayasan merupakan pranata hukum bagi pencapaian
tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
 Karakteristik Anggaran
Anggaran merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi dan
perencanaan strategik yang telah dibuat. Dalam bentuk yang paling
sederhana, anggaran merupakan suatu dokumen yang
menggambarakan kondisi keuangan yayasan yag meliputi informasi
mengenai pendapatan, belanja, dan aktivitas.
 Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi merupakan prinsip akuntansi yang menentukan
kapan transaksi keuangan harus diakui untuk tujuan pelaporan
keuangan. Sistem akuntansi ini berhubungan dengan waktu
pengukuran dilakukkan dan pada umumnya, bisa dipilih menjadi
sistem akuntansi berbasis kas dan berbasis aktual.
Pada sebuah yayasan, penekanan diberikan pada penyediaan biaya
data yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang
menggunakan sistem akuntansi berbasis aktual yaitu akuntansi
pendapatan dan biaya.
 Kedudukan Hukum Yayasan
 Kedudukan Hukum Yayasan dalam Sistem Hukum Indonesia
Yayasan adalah suatu entitas hukum yang keberadaannya dalam
lalu lintas hukum di Indonesia sudah diakui oleh masyarakat
berdasarkan realita hukum positif yang hidup dan berkembang dalam
masyarakat Indonesia. Kecenderungan masyarakat memilih bentuk
yayasan disebabkan karena:
1) Proses pendiriannya sederhana
2) Tanpa memerlukan pengesahan dari pemerintah
3) Persepsi masyarakat bahwa yayasan bukan merupakan subjek
pajak

Berdasarkan hukum kebiasaan dan asumsi hukum yang berlaku


umum di masyarakat, ciri-ciri yayasan dapat dirinci sebagai berikut:

1) Eksistensi yayasan sebagai entitas hukum di Indonesia belum


didasarkan pada perturan perundang-undangan yang berlaku.
2) Pengakuan yayasan sebagai badan hukum belum ada dasar
yuridis yang tegas, berbeda halnya dengan PT. Koperasi, dan
badan hukum yang lain.
3) Yayasan dibentuk dengan memisahkan kekayaan pribadi pendiri
untuk tujuan nirlaba, tujuan religius, sosial keagamaan,
kemanusiaan, dan tujuan ideal yang lain.
4) Yayasan didirikan dengan akta notaris atau dengan surat
keputusan pejabat yang bersangkutan dengan pendirian yayasan.
5) Yayasan tidak memiliki anggota dan tidak memiliki oleh
siapapun, namun memunyai pengurus atau organ untuk
merealisasikan tujuan yayasan.
6) Yayasan mempunysi keduduksn ysng mandirir sebagai akibat
adanya kekayaan yang terpisah dari kekayaan pribadi pendiri
atau pengurusnya, dan mempunyai tujuan sendiri yang berbeda
atau lepas dari tjuan pribadi pendiri atau pengurus
7) Yayasan diakui sebagai badan hukum seperti halnya orang,
sebagai subjek hukum mandiri yang dapat menyandang hak dan
kewajiban mandiri, didirikan dengan akta, dan didaftarkan di
kantor kepaniteraan pengadilan negeri setempat
8) Yayasan dapat dibubarkan oleh pengadilan dalam kondisi
pertentangan tujuan yayasan dengan hukum, likuidasi, dan
pailit. (Sri Rejeki, 1999 : 56, Tobing, 1990 : 6-8)
 Yayasan sebagai entitas hukum privat
Ditinjau dari cara pendirian atau pembentukannya, yayasan dapat
dibagi menjadi dua, yaitu yayasan yang didirikan oleh penguasa atau
pemerintah, termasuk BUMN serta BUMD dan yayasan yang
didirikan oleh individu atau swasta.
Yayasan yang didirikan oleh pemerintah, sebelum keluarnya UU
yayasan, disahkan dengan surat keputusan dari pejabat yang
berwenang dan/atau akta notaris. Kekayaan awal yayasan seperti ini
dapat diambil dari kekayaan negara yang “dipisahkan” atau
“dilepaskan penguasaannya” dari pemerintah dan dari kekayaan
pribadi. Kedudukan kekayaan negara yang “dipisahkan” atau
“dilepaskan penguasaannya” itu secara yuridis mirip dengan
“hibah”, sehingga segala konsekuesi penggunaan, pengelolaan, dan
pengawasan atas kekayaan tersebut akan lepas sama sekali dari pihak
yang memberi atau yang menghibahkan.
Yayasan yang diberikan oleh swasta atau perorangan, menurut UU
yayasan, harus didirikan dengan akta Notaris. Kekayaannya di
pisahkan dari milik para pendiri atau pengurus yayasan yang
bersangkutan. Akta notaris tersebut harus didaftarkan di kantor
kepaniteraan pengadilan negeri setempat.
Dalam anggaran dasar diatur beberapa hal seperti keanggotaan
yayasan yang abadi dimana pendiri mempunyai kekuasaan mutlak
dan abadi bahkan kedudukannya dapat diwariskan. Yayasan tersebut
bergerak dalam bidang pendidikan. Pendiri berasumsi bahwa
keuntungan yang diperoleh suatu saat akan dikendalikan. Oleh
karena itu, untuk mengamankan kedudukannya, di dalam anggaran
dasar, kedudukan pendiri di atur sebagai abadi, dapat diwariskan,
dan mempunyai hak veto.
Dengan keluarnya UU yayasan, eksistensi dan landasan yuridis
Yayasan sebagai entitas hukum privat tidak perlu dipermasahkan
lagi atau tidak perlu diragukan. Yayasan pada hakikatnya adalah
kekayaan yang dipisahkan dan diberi status badan hukum. Sebagai
subyek hukum, organ yayasan difungsikan dengan sebutan pembina,
pengawas, dan pengurus. Analog dengan hukum PT, kedudukan
dewan pembina itu sama dengan RUPS (rapat umum pemegang
saham). Pengawas sama dengan komisaris, dan pengurus sama
dengan direksi.
Dengan demikian, yayasan pada hakikatnya adalah :
1) Harta kekayaan yang dipisahkan
2) Harta kekayaan tersebut diberi badan hukum
3) Keberadaannya untuk tujuan tertentu di bidang sosial,
manusia dan keagamaan
Secara teoritis, yayasan dapat didirikan oleh satu orang, dua orang,
atau lebih, yayasan tidak mempunyai anggota (semacam pemegang
saham dalam PT) dan eksistensinya hanya diperuntukkan guna
mencapai tujuan tertentu dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan
keagamaan.
Praktek peradilan selama ini terfokus pada syarat pemisahan harta
kekayaan akta notaris sebagai syarat pendirian yayasan. Syarat
pemisahan harta kekayaan sangat banyak djadikan alasan menurut
pengurus yayasan, karena pada umumnya hasil usaha yayansan telah
diajdikan obyek perebutan dalam kepengurusan. Anak keturunan
para pendiri sering menjadi pihak yang berperkara, karena
kelemahan organisasi yayaysan nampak dengan alasan subjektif. Isi
akte pendirian sering dijadikan alasan untuk mengalihkan harta
kekayaan yayasan, seolah-olah akta pendirian itu dapat diubah setiap
saat sesuai dengan keinginan pengurus yayasan (Penggabean, 2001,
Pramono, 2001).
Yayasan harus membuat laporan keuangan, diamana laporan
keuangan itu harus diperiksa oleh akuntan pubik untuk yayasan yang
memilik aset seniali Rp. 20 milyar lebih dan yang mendapat bantuan
senilai Rp. 500 juta ke atas. Laporan keuangan tersebut harus
diumumkan dan tembusannya harus disampaikan kepada Menteri.
 Pengembangan organisasi yayasan
Pengembangan yayasan adalah suatu usaha jangka panjang untuk
memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan
organisasi, terutama melalui manajemen budaya organisasi yang lebih
efektif dan kolaboratif dengan tujuan khusus pada budaya tim kerja
formal dengan bantuan pengantar perubahan, katalisator, dan penggunaan
teori serta teknologi ilmiah keperilakuan terapan termasuk riset kegiatan.
Jadi, salah satu tujuan pengembangan yayasan adalah untuk memperbaiki
proses pembaharua itu sendiri, sehingga para pengelolah dapat lebih
cepat mengambil gaya manajemen yang sesuai dengan msalah-masalah
baru yang dihadapi.
Riset kegiatan merupakan metode perubahan organisasi dalam
menjalankan aspek-aspek yayasan yang perlu diperbaiki. Kegiatan riset
meliputi :
1) Diagnosis pendahuluan terhadap masalah pengantar perubahan
pengembangan yayasan,
2) Pengumpulan data untuk mendukung diagnosis,
3) Umpan balik datar kepada para anggota pengelola,
4) Eksplorasi data oleh para anggota pengelola,
5) Perencanaan kegiatan yang tepat,
6) Pengambilan kegiatan yang tepat.
 Teknik-Teknik Pengembangan Yayasan
Teknik yang digunakan untuk kelompok sasaran yaitu:
1) Pengembangan organisasi untuk perseorangan
2) Pengembangan organisasi untuk dua atau tiga orang
3) Pengembangan organisasi untuk tim atau kelompok
4) Pengembangan organisasi untuk hubungan antar
kelompok
5) Pengembangan organisasi untuk organisasi keseluruhan
2. Manajemen Yayasan
Dalam mengelola suatu yayasan, diperlukan pehaman dan keahlian dasar
tentang manajemen. Keahlian pertama adalah pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan. Seorang pengelola dapat menggunakan pendekatan
tertentu untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Hal ini
disebabkan karena tidak semua masalah dan keputusan yang dibuat bisa
dipecahkan dengan pendekatan rasional. Keahlian yang kedua adalah
perencanaan, yaitu pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan
selanjutnya tentang apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh
siapa. Keahlian yang ketiga adalah pendelegasian, yaitu ketika pengawas
memberikan tanggung jawab dan kewenangan kepada bawahannya untuk
melengkapi tugas, dan menggambarkan bagaimana tugas tersebut dapat
diselesaikan. Pendelegasian yang efektif dapat mengembangkan orang
menjadi lebih produktif. Keahlian yang keempat adalah dasar-dasar
komunikasi internal, yaitu terjalinnya komunikasi secara eektif yng akan
menjadi “darah kehidupan” bagi suatu organisasi. Keahlian yang kelima
adalah manajemen rapat, yaitu penerapan sistem rapat secara efektif untuk
memecahkan persoalan yang dihadapi yayasan, baik persoalan eksternal
maupun internal.
Pengelola yayasan harus melakukan penggalian dana untuk memenuhi
kebutuhan keuangan organisasi. Hal ini penting karena yayasan tidak
melakukan kegiatan yang berorientasi profit. Dalam penggalian dana ini,
keterlibatan semua pihak sangat diperlukan.
Program kerja yang disusun dengan baik dan logis akan meringankan
persoalan klasik dan pelik bagi institusi yayasan, yaitu perencanaan.
Pengelola lembaga harus mampu menyusun rencana program yang baik dan
logis untuk pelaksana dan donor. Program yang koheren dan logis akan
meyakinka dan donor untuk mendukung.
Komponen kunci dari penilaian keadaan yayasan adalah evaluasi efisiensi
dan efektivitas program. Evaluasi ini akan memberikan data mengenai apakah
masing-masing program akan dilanjutkan atau tidak, mempertahankan
program tersebut pada tingkat yang ada, memperluas atau mengubah arah
program tersebut, dan memasarkannya secara agresif.
Pengelolaan keuangan dalam suatu yayasan akan memberikan keseluruhan
perspektif proses dasar bagi manajemen keuangan yayasan. Pengelolaan
keuangan yang baik akan tergambar dari laporan keuangan atau sistem
akuntansi yang ditetapkan oleh yayasan tersebut. Dalam sistem akuntansi,
siklus akuntansi meliputi pembukuan, penyusunan laporan keuangan, dan
analisis informasi dari laporan keuangan.
3. Perencanaan Yayasan
Pada umumnya, perencanaan jangka panjang dipertimbangkan dalam
rencana tindakan untuk suatu tujuan atau serangkaian tujuan selama beberapa
tahun. Asumsi utama rencana jangka panjang adalah terpenuhinya informasi
tentang kondisi masa depan.
Suatu pernyataan visi yang realistik dan dipercaya harus ditetapkan secara
baik dan dapat dipahami secara mudah, tepat, ambisius, serta responsif
terhadap perubahan. Suatu visi juga harus berorientasi pada energi kelompok
dan berperan sebagai pedoman terhadap tindakan. Visi harus konsisten
dengan nilai yayasan. Serta singkat, suatu visi dapat menantang dan
memberikan inspirasi kepada kelompok untuk mecapai misinya.
Hasil perencanaan sangat ditentukan oleh informasi yang diperoleh dan
pilihan atas eksploitasi sumber daya. Implementasi ide yang luar biasa
tentang produk, jasa, dan program lembaga tergantung pada sumber daya
serta skala prioritas. Jadi, rencana evaluasi program dipengaruhi oleh proses
pembuatan keputusan.
4. Akuntanbilitas Yayasan
Pemakai laporan keuangan yayasan memiliki kepentingan bersama, yaitu
untuk menilai :
a) Jasa yayasan dan kemampuan yayasan untuk memberikan jasa secara
berkesinambungan.
b) Mekanisme pertanggungjawaban dan aspek kinerja pengelola.
Kemampuan yayasan dalam mengelola jasa dikomunikasikan melalui
laporan posisi keuangan, dimana informasi mengenai aktiva, kewajiban,
aktiva bersih, dan informasi mengenai hubungan diantara unsur-unsur
tersebut, akan disampaikan. Laporan ini harus menyajikan secara terpisah
aktiva bersih baik yang terikat maupun yang tidak terikat penggunaannya..
Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang
relevan dalam memenuhi kepentingan para penyumbang, anggota pengelola,
kreditur, dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi yayasan.
Pengelola yayasan sebaiknya mempelajari bagaimana menyusun laporan
keuangan (dari jurnal pembukuan) dan menganalisis laporan tersebut agar
dapat memahami kondisi keuangan dari aktivitas yayasan tersebut dengan
benar. Analisis keuangan akan memperlihatkan “realitas” keadaan aktifitas
yayasan – sebagaimana yang terlihat dalam manajemen keuangan sebagai
salah satu dari sebagian besar praktek penting dalam manajemen.

B. Akuntansi Universitas
1. Pengertian akuntansi universitas
Universitas merupakan salah satu intitusi pendidikan yang berbentuk
perguruan tinggi selain akademik, politeknik dan institute. Dalam pengaturan
nya universitas dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a) Universitas yang dikelola pihak swasta , pelaksanaan akuntansi
nyadilaksanakan berdasarkan standar akuntansi yang dikembangkan oleh
Financial AccountingStandardsBoard-FASB (Dewan Standar Akuntansi
Keuangan) khususnya dalam pernyataan No. 117 tentang Laporan
Keuangan untuk organisasi nirlaba
b) Universitas yang dikelola pihak pemerintah, pelaksanaan akuntansi nya
dilaksanakan berdasarkan standar akuntansi yang dikembangkan
olehGovernmentAccountingStandardsBoard-GASB (Dewan Standar
Akuntansi Pemerintah) khususnya dalam pernyataan No.15 tentang
“Model Pelaporan Keuangan untuk Universitas”
2. Struktur Dana Di Universitas
Dana Lancar (CurrentFunds) adalah dana yang didirikan oleh universitas
untuk mengelola kekayaan atau sumber daya yang akan digunakan dalam
rangka membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Dana lancar dibagi
menjadi dua yaitu dana yang penggunaannya tidak ada batasan
(unrestrictedcurrentfunds) dan dana yang penggunaannya terbatas
(restrictedcurrentfunds).
Dana pinjaman (LoanFunds) adalah dana yang didirikan untuk
mengumpulkan dana-dana yang akan digunakan untuk memberikan pinjaman
baik kepada pegawai pemerintah maupun pihak lain
Dana Abadi (EndowmentFunds) adalah dana yang dikumpulkan dan
kemudian dikelola oleh universitas tidak untuk penggunaan jangka pendek.
Dana ini “diabadikan” kemudian dikelola dalam bentuk investasi yang
hasilnya bisa dimanfaatkan untuk penggunaan jangka pendek.
Dana Anuitas Pensiun (Annuityand Life IncomeFunds) Dana pensiun
yang dikelola universitas
Dana Pembangunan adalah dana yang dikumpulkan dengan tujuan
penggunaan berupa pembangunan gedung, fasilitas dan aktiva lain
Akuntansi dana universitas mencatat pendapatan dan belanja untuk
masing-masing dana, menggunakan anggaran untuk merencanakan dan
memonitor operasi, dan juga menggunakan sistem beban pemesanan untuk
mencatat pesanan pembelian yang dilakukan , memiliki transaksi dan transfer
antar dana, serta menyajikan neraca serta laporan operasi untuk periode
berjalan. Akuntansi universitas harus memisahkan dana terikat dan tidak
terikat.

Tiga laporan keuangan yang harus dibuat oleh universitas yaitu :


a) Laporan pendapatan, belanja, dan beban lainnya
(statementofcurrentFundsrevenue, expenditures, andotherchange)
b) Laporan perubahan saldo dana (statementofchanges in
fundsbalance)
c) Neraca kombinasi (combinedbalancesheet)
3. Dana Lancar Tidak Terikat
Dana lancar tidak terikat (unrestrictedcurrentfund) mencatat dana yang
dapat dibelanjakan untuk menjalankan aktivitas utama dari universitas dan
yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.
Dasar-Dasar akuntansi untuk dana lancar tidak terikat adalah akrual,
seperti yang digunakan untuk entitas komersial. Namun sebagai ganti laba
bersih , selisih antara pendapatan dan belanja dicatat sebagai perubahan
bersih atas saldo dana.
Bagian keuangan universitas menyiapkan rincian anggaran menurut
fungsi,objek, departemen dan kelompok belanja. Format ayat jurnal anggaran
sebagai berikut :
Anggaran pendapatan xxx
Estimasi belanja xxX
Saldo dana xxx

Ayat jurnal anggaran ditutup pada akhir periode. Akuntansi dana


universitas juga menggunakan sistem encumbrances untuk mencatat pesanan
pembelian yang dilakukan. Ketika ada pesanan pembelian jurnalnya adalah :

Beban belanja xxx

Cadangan beban belanja xxx

Ketika pesanan sudah diterima jurnal nya adalah

Cadangan beban belanja xxx

Beban belanja xxx

Belanja xxx

Kas xxx

 Pendapatan dan Belanja


Beberapa hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan
pendapatan dan belanja universitas.
a) Remisi uang kuliah dan piutang tak tertagih
Uang kuliah atau SPP adalah sumber pendapatan utama dari
dana lancar tidak terikat. Jumlah uang kuliah diakui sebagai
pendapatan sedangkan beasiswa dan remisi uang kuliah yang
diberikan universitas termasuk piutang tak tertagih dicatat sebagai
belanja. Dana lancar tidak terikat hanya dicatat pada beasiswa yang
disponsori langsung oleh universitas , beasiswa lain berasal dari
perusahaan yang dikelola universitas dicatatdalam kelompok dana
yang lain.
b) Pengembalian uang kuliah
Akuntansi universitas mengharuskan pengembalian uang
kuliah dicatat sebagai pengurangan pendapatan. Ketika
pengembalian disetujui , maka universitas mendebit pendapatan
dan mengkredit kas.
c) Sesi perkuliahan yang berlangsung pada dua periode
Jika uang kuliah dipungut pada periode berjalan namun sesi
perkuliahan kebanyakan diselenggarakan pada periode berikutnya ,
maka universitas mencatat pemungutan uang kuliah sebagai debit
pada kas dan kredit pada pendapatan tangguhan. Jika ada
pendapatan tangguhan beserta belanja tangguhan diakui sebagai
pendapatan dan belanja sesungguhnya pada periode berikutnya .
 Transfer dan Penyisihan Dana
Transfer wajib adalah transfer dari dana lancar ke dana lainnya untuk
memenuhi ketentuan dari pihak eksternal dalam suatu perjanjian .
Transfer tidak wajib adalah transfer serupa namun ditentukan sendiri oleh
universitas untuk berbagai tujuan. Transfer tidak wajib juga dapat
dilakukan dari dana lainnya ke dalam dana lancar. Transfer wajib dan
tidak wajib dilaporkan secara terpisah dalam laporan keuangan yang
berhubungan dengan dana lancar serupa dengan transfer antar dana
dalam akuntansi pemerintahan.
Manajemen universitas juga dapat menyisihkan uang dalam dana
lancar tidak terikat untuk tujuan tertentu di masa depan . Penyisihan yang
disebut dana yang penggunaannya ditetapkan atau dialokasikan oleh
dewan adalah penyisihan internal yang serupa dengan penyisihan laba
ditahan dalam entitas komersial. Manajemen dapat menetapkan atau
mencabut Penyisihan tersey menurut kebijakannya sendiri.
 Investasi
Investasi dilaporkan pada nilai wajar dalam neraca suatu institusi
publik . Pendapatan investasi , termasuk perubahan dalam nilai wajar
investasi untuk periode berjalan , harus dilaporkan sebagai pendapatan
dalam laporan operasi entitas yang sesuai.
 Sumbangan
Universitas mencari pemasukan dari alumni, perusahaan dan lembaga
eksternal untuk memperbaiki program dan aktivitas pendidikannya.
Selain itu universitas juga mencari sumbangan dari lembaga-lembaga
internal lain.
Sumbangan dibagi menjadi dua yaitu sumbangan mengikat dan tidak
mengikat . Sumbangan mengikat diterima dan dicatat dalam dana lancar
terikat dan dibelanjakan sesuai dengan batasannya sedangkan sumbangan
yang tidak mengikat dicatat dalam dana lancat tidak terikat dan
dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan universitas yang telah ditentukan .
Beberapa pemasukan dapat berupa dana abadi, pemasukan ini dicatat
dalam rekening dana abadi yang terpisah.
Pemasukan berupa properti diakui sebagai pendapatan pada nilai
wajarnya sedangkan pemasukan yang berupa jasa biasanya tidak dicatat
oleh universitas.
 Depresiasi
Semua organisasi nirlaba harus melapor depresiasi dalam laporan
keuangan. Depresiasi dilaporkan sebagai belanja dalam dana yang
menggunakan aktiva bersangkutan selama periode berjalan.
Aktiva jangka panjang dilaporkan dalam Dana Pembangunan terpisah
yang digunakan untuk mencatat akuisisi aktiva tetap dengan dana yang
berasal dari dana lancar maupun dana pembangunan sendiri. Akuisisi
aktiva tetap dalam nilai yang besar harus menggunakan dana yang
berasal dari dan dicatat sebagai dana pembangunan.
 Ilustrasi Transaksi Dana Lancar Tidak Terikat
Berikut adalah transaksi Universitas impian selama tahun 20x6 .
Universitas impian memiliki tahun buku yang berakhir sama dengan
tahun ajarannya (30 juni) .Dibawah ini saldo neraca Universitas Impian
per 30 Juni 20x5 yang menjadi awal saldo untuk periode tahun 20x6.
 Pendapatan (Revenue)
Universitas Impian memperoleh pendapatan dari uang kuliah sebesar
Rp 1.310.000 . Dari jumlah tersebut universitas memberikan remisi uang
kuliah senilai Rp 45.000 sisanya dibayar tunai oleh mahasiswa. Karena
suatu hal mahasiswa universitas impian mengundurkan diri dan menarik
uang Rp 20 .000 yang telah mereka bayarkan . Ayat jurnalnya sebagai
berikut:
1. Kas 1.265.000
Piutang 45.000
Pendapatan- Uang Kuliah 1.310.000
2. Pendapatan-Uang Kuliah 20.000
Kas 20.000
Karena berstatus badan badan milik negara, maka universitas impian
masih mendapatkan subsidi dari pemerintah senilai Rp 650.000. Selain
itu Universitas Impian juga mendapat tambahan dana dari pemerintah
senilai Rp 20.000 yang berasal dari dana lancar terikat sehubungan
dengan riset pengobatan kanker sebagai penggantian biaya overhead.

Kas 670.000

Pendapatan-Apropriasi Pemerintah 650.000

Pendapatan-Hibah dan Kontrak Pemerintah 20.000

Universitas impian juga memperoleh pendapatan dari donasi


alumninya senilai Rp 425.000, disamping juga memperoleh pendapatan
dari pengelolaan dana abadi senilai Rp 225.000

Kas 425.000

Pendapatan-sumbagan,hibah dan kontrak pribadi 425.000


Kas 255.000

Pendapatan-dana abadi dan pendapatan investasi 255.000

Setelah dihitung, investasi yang tercatat dalam dana lancar ternyata


mengalami kenaikan nilai (fair value) senilai Rp 10.000

Kas 10.000

Pendapatan-dana abadi dan pendapatan investasi 10.000

Unit-unit usaha/lainnya (auxiliary enterprises) milik universitas,


diantaranya adalah kantin, memperoleh pendapatan senilai Rp 1.100.000.
Dari jumlah itu, senilai Rp 123.000 masih dalam bentuk piutang Rp
9.000 diperkirakan tidak tertagih, sedangkan sisanya telah diterima
secara tunai.

Kas 977.000
Piutang 123.000

Belanja-Usaha Tambahan 9.000

Penyisihan Piutang Tak Tertagih 9.000

Pendapatan-Usaha Tambahan 1.100.000

Terakhir, pada tahun 20X6 terdapat pokok dari Dana Abadi yang
sudah jatuh tempo Rp 20.000 dan dapat digunakan dalam Dana Lancar
Terikat

Kas 20.000

Pendapatan-Dana Abadi Jatuh Tempo 20.000

 Belanja (Expenditures)
Rincian belanja dari Universitas Impian dapat dilihat pada ayat jurnal
dibawah. Dari jumlah belanja tersebut, Rp 2.003.000 dibayar tunai, Rp
73.000 secara kredit, senilai Rp 40.000 merupakan penggunaan dari
persediaan dan perlengkapan yang ada, Rp 10.000 merupakan beban
dibayar dimuka yang jatuh tempo pada 20X6, dan Rp 79.000 merupakan
belanja dari dana lainnya yang nantinya harus diganti oleh Dana Lancar.
Sebagai catatan, termasuk dalam dalam belanja yang dimaksud adalah
penggantian biaya overhead untuk riset pengobatan kanker senilai Rp
20.000
Belanja-Pengajaran 1.480.000
Belanja-Riset 50.000
Belanja-Pelayanan Publik 65.000
Belanja-Dukungan Akademi 125.000
Belanja-Pelayanan Mahasiswa 100.000
Belanja-Dukungan Institusional 275.000
Belanja-Operasi dan Pemeliharaan Bangunan 110.000
Kas 2.003.000
Persediaan 40.000
Beban dibayar dimuka 10.000
Utang 63.000
Utang dibayar dimuka 10.000
Utang kepada Dana Lain 79.000
Remisi uang kuliah yang telah ditetapkan diawal total senilai Rp
45.000 akhirnya diberikan kepada beberapa mahasiswa pilihan dari
Universitas Impian.
Belanja-Beasiswa 45.000
Piutang 45.000
Terakhir, belanja dari unit-unit usaha tambahan milik universitas
dicatat pada ayat jurnal sebagai berikut
Belanja-Usaha Tambahan 906.000
Kas 906.000
 Transfer
Data mengenai transfer antardana yang terjadi selama tahun 20X6
untuk Universitas Impian

Transfer Wajib Jumlah Tujuan

Ke Dana Pembangunan 120.000 Pelunasan utang

Ke Dana Pembangunan 85.000 Perbaikan dan penggantian aktiva

Ke Dana Pinjaman 1.000 Pemenuhan ketentuan kontrak

Transfer TIdak Wajib Jumlah Tujuan

Ke Dana Pinjaman 15.000 Penambahan jumlah dana

Ke Dana Abadi 275.000 pembentukan dana abadi

Ke Dana Pembangunan 35.000 Penambahan jumlah dana

Dari Dana Abadi 30.000 Pembagian keuntungan investasi


Transfer wajib-pokok dan bunga ke dana pembangunan 120.000

Transfer wajib-pembaruan dan penggantian ke dana pembangunan 85.000

Transfer Wajib-Menyesuaikan Hibah ke Dana Pinjaman 1.000

Kas 206.000

Transfer Tidak Wajib ke Dana Pinjaman 15.000

Transfer Tidak Wajib ke Dana Abadi 275.000

Transfer Tidak Wajib ke Dana Pembangunan 30.000

Transfer Tidak Wajib dari Dana Abadi 30.000

Kas 295.000

 Transaksi Lain
Ayat-ayat jurnal untuk beberapa transaksi lainnya yang berhubungan
dengan neraca Dana Lancar dari Universitas Impian

Investasi 41.000

Kas 41.000

Kas 88.000

Penyisihan Piutang Tak Tertagih 10.000

Piutang Usaha 98.000

Persediaan 45.000

Kas 45.000

Beban dibayar dimuka 14.000

Kas 14.000

Utang 50.000
Utang Dibayar Dimuka 8.000

Utang kepada Dana Lain 60.000

Kas 118.000

Kas 5.000

Kredit yang ditangguhkan 5.000

Deposit Mahasiswa 3.000

Kas 3.000

Terakhir, manajemen Universitas Impian menyisihkan Rp 50.000 dari


saldo dana untuk riset dimasa depan

Saldo Dana 50.000

Cadangan untuk Penelitian yang Dialokasikan oleh Dewan 50.000

4. Dana Lancar Terikat


Dana lancar terikat dapat digunakan untuk tujuan operasional dari
Universitas sesuai batasan yang ditetapkan pihak eksternal yang mensponsori
dana tersebut.
Jurnal penerimaan dana dalam Dana Lancar Terikat
Kas xxx
Saldo Dana xxx
Ketika dana tersebut dibelanjakan
Belanja xxx
Saldo Dana xxx
Kas xxx
Pendapatan xxx
Jadi, dalam dana lancar terikat, pendapatan tidak diakui sampai belanja yang
sesuai dengan tujuan tertentu telah dilakukan.
 Ilustrasi Transaksi Dana Lancar Terikat
 Pendapatan dan Penambahan Saldo Dana Lainnya
Universitas Impian menerima dana untuk Dana Lancar Terikat dari
pemerintah senilai Rp 300.000 yang penggunanya dibatasi pada riset
pengobatan kanker, jumlah ini termasuk Rp 20.000 sebagai penggantian biaya
overhead yang dicatat dalam Dana Lancar Terikat. Selain itu Universitas
Impian juga menerima dana dari sebuah lembaga swasta Rp 250.000 yang
penggunanya dibatasi pada pengembangan “Pusat Rekayasa Teknologi “.
Kas 300.000
Saldo Dana 300.000
Kas 250.000
Saldo Dana 250.000
Selama tahun 20X6, universitas impian membelanjakan uang senilai Rp
212.000 untuk riset pengobatan kanker dan Rp 190.000 untuk pengembangan
“Pusat Rekayasa Teknologi “.
Saldo Dana 212.000
Pendapatan-Hibah dan Kontrak Pemerintah 212.000
Saldo Dana 190.000
Pendapatan-Sumbagan, Hibah, dan Kontrak Pribadi190.000
Selain itu, universitas impian juga menerima pendapatan dari pengelolaan
dana abadi senilai Rp 105.000 yang penggunanya dibatasi pada belanja untuk
pengembangan program S-1
Kas 105.000
Pendapatan-Dana Abadi dan Pendapatan Investasi 105.000
 Belanja dan Pengurangan Saldo Dana Lainnya
Dari keterangan tentang pendapatan dalam Dana Lancar Terikat diatas
juga di ketahui bahwa belanja yang dilakukan dengan menggunakan dana
lancar terikat yang adalah total senilai Rp 507.000 (riset pengobatan
kanker senilai Rp 212.000, pengembangan “Pusat Rekayasa Teknologi
“senilai Rp 190.000 pengembangan program S-1 senilai Rp 105.000). Dari
jumlah total tersebut, Rp 7.000 masih berupa utang yang harus dilunasi
kemudian. Rincian belanja tersebut dapat dilihat pada ayat jurnal
Belanja-Pengajaran 245.000
Belanja-Riset 200.000
Belanja-Pelayanan Publik 12.000
Belanja-Beasiswa 50.000
Kas 500.000
Utang 7.000
Dari keterangan diketahui bahwa dana dari pemerintah senilai Rp
300.000 untuk riset pengobatan kanker sudah termasuk Rp 20.000 sebagai
penggantian biaya overhead yang dicatat dalam Dana Lancar Terikat.
Ketika belanja penggantian biaya overhead ini dilakukan dan dicatat pada
Dana Lancar Terikat
Saldo Dana 20.000
Kas 20.000
Setelah diteliti, senilai Rp 14.000 dari dana lancar terikat yang telah
diterima sebelumnya ternyata ketentuan yang membatasinya tidak dapat
dipenuhi oleh universitas impian sehingga harus dikembalikan
Saldo Dana 14.000
Kas 14.000
 Transaksi Lain
Ayat-ayat jurnal untuk beberapa transaksi lainnya yang berhubungan
dengan neraca Dana Lancar dari Universitas
Investasi 41.000
Kas 41.000
Kas 46.000
Piutang 46.000
Utang 3.000
Kas 3.000
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Demikian makalah ini kami susun, kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangatlah kami perlukan. Semoga makalah ini dapat menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan kita.

Akhirnya dengan mengucap syukur Alhamdulillah, kami selaku penulis


berhasil menyelesaikan makalah ini dengan semaksimal mungkin, semoga
bermanfaat bagi kami dan pembaca dan diridhoi Allah SWT.
DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul dan Kusufi, M. Syam. 2014. Teori, Konsep, dan Aplikasi Akuntansi
Sektor Publik. Jakarta : Salemba Empat

Nordiawan, Deddi. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta : Salemba Empat.

http://shinraemun.blogspot.com/2013/01/akuntansi-yayasan-akuntansi-
sektor.html?m=1

Anda mungkin juga menyukai