Anda di halaman 1dari 3

Ujian Tengah Semester

Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan

Diajar Oleh:
Ir. Agung Subagio, Dipl. Eng

Anggota Kelompok:
Meizka Sungkar 1506733112
Mohammad Novaldy Sangadji (NPM)
Sarah Vania Ghaisani 1506673233
Wildan Raafi Utomo 1506673246
Zaki Haryo Brillianto 1506673486

1. Sebutkan dan beri penjelasan peraturan / perundangan yang mengatur K3?


Jawab :
Undang-undang RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja:
 Kewajiban pengurus (pimpinan tempat kerja):
 Kewajiban dan hak pekerja
 Kewenangan Menteri Tenaga Kerja untuk membentuk Panitia Pembina Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (P2K3) guna mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan
partisipasi aktif dari pengusaha atau pengurus dan pekerja di tempat-tempat kerja,
dalam rangka melancarkan usaha berproduksi dan meningkatkan produktivitas kerja.
 Ancaman pidana atas pelanggaran peraturan ini dengan hukuman kurungan selama-
lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.100.000, (seratus ribu rupiah)

Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:


 Perenacanaan tenaga kerja
 Pelatihan kerja
 Kompetensi kerja
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
 Waktu kerja
 Keselamatan dan kesehatan Kerja

Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 1993 Tentang Penyakit Yang Timbul karena
Hubungan Kerja:

Dalam peraturan ini diatur hak pekerja kalau menderita penyakit yang timbul karena
hubungan kerja, pekerja tersebut mempunyai hak untuk mendapat jaminan kecelakaan
kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir
(paling lama 3 tahun sejak hubungan kerja berakhir)
2. Sebutkan dan beri penjelasan perundangan yang mengatur Lingkungan Hidup ?
Jawab :
Perundangan yang mengatur Lingkungan Hidup antara lain :
a. UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Perundangan ini berisi meliputi ketentuan umum, asas, tujuan, dan ruang lingkup.
Dalam undang-undang ini juga diatur mengenai perencanaan dan penyusunan rencana
pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Dalam undang-undang ini diatur
bahwa tahapan perencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi
inventarisasi lingkungan hidup, penetapan wilayah ecoregion, dan penyusunan
RPPLH.
b. PP No. 27 tahun 2012 tentang Perizinan Lingkungan
Peraturan pemerintah ini merupakan turunan dari UU No.32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Didalam peraturan pemerintah
tersebut mengatur tentang prosedur izin lingkungan bagi usaha dan/atau kegiatan
kerja yang berdampak penting pada lingkungan. Pada peraturan ini, diatur mengenai
penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).
c. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 03 Tahun 2013 tentang Audit
Lingkungan Hidup
Peraturan menteri ini juga merupakan turunan dari UU No.32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peraturan ini mengatur tentang
prosedur audit lingkungan hidup. Selain itu, peraturan ini juga mengatur klasifikasi
auditor untuk Lingkungan Hidup dan juga klasifikasi lembaga penyedia jasa audit
lingkungan hidup.
3. Buatlah penjelasan mengenai “risk to safety, health, and environment”?
Jawab :
HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment. HSE mempelajari dan
menerapkan aspek perlindungan dan keselamatan lingkungan di tempat kerja. Secara
sederhana, HSE yang harus diterapkan organisasi untuk memastikan bahwa aktivitas
mereka tidak membahayakan orang. Dalam menerapkan HSE kita perlu mengadopsi
beberapa standard.

Dari sudut kesehatan & keselamatan (health and safety), melibatkan pembuatan upaya dan
prosedur yang terorganisir untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja dan mengurangi
kecelakaan dan paparan zat berbahaya. Ini juga mencakup pelatihan personil dalam
pencegahan kecelakaan, tanggap kecelakaan, kesiapsiagaan darurat, dan penggunaan
pakaian dan peralatan pelindung.

Dari sudut pandang lingkungan (environment), melibatkan pembuatan pendekatan


sistematis untuk mematuhi peraturan lingkungan, seperti mengelola limbah atau emisi
udara sampai membantu pengurangan emisi karbon perusahaan.

Program HSE yang sukses juga mencakup langkah-langkah untuk mengatasi ergonomi,
kualitas udara, dan aspek keselamatan kerja lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan
dan kesejahteraan karyawan serta masyarakat secara keseluruhan.
4. Sebutkan dan uraikan faktor yang mempertimbangkan Keselamatan Konstruksi!
Jawab :
 Designing for Construction Safety (DFCS) Concept adalah konsep yang memaksa
arsitek dan insinyur desain untuk memerhatikan keamanan dan perawatan para pekerja
ketika sedang mendesain sebuah proyek. Konsep ini dapat berupa hal sederhana seperti
menyediakan diding pagar yang cukup tinggi bagi para pekerja untuk mencegah
potensi potensi kecelakaan jatuh. Namun, sebagian besar kontraktor, perancang, dan
arsitek kurang memerhatikan hal ini. Beberapa hal penting mengenai DFCS yang
mengkhawatirkan disebabkan oleh para arsitek dan insinyur desain antara lain: paparan
tuntutan hukum bagi para yang terluka, peningkatan biaya terkait asuransi premium,
biaya untuk para perancang, dan kurangnya kahlian para perancang dalam hal
keamanan.
 Peran dan tanggung jawab para perancang profesional. Faktor ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor eksternal seperti industri yang terlibat, ukuran perusahaan, kondisi
pasar, dan pentingnya desain. Dengan demikian manajemen desain tidak terpaku hanya
pada satu ilmu desain dan pada umumnya bergantung pada konteks dari aplikasi di
dalam sebuah organisasi individual.
Pada umumnya, seorang manajemen desain memainkan tiga peran dalam antarmuka
desain, organisasi, dan pasar. Peran - per–n tersebut antara lain menyusun strategi
desain, mengelola kualitas dan konsistensi hasil desain dalam disiplin ilmu yang
berbeda, dan meningkatkan metode baru atau pengalaman pengguna untuk membuat
solusi – solusi baru yang membedakan dari para perancang pesaing.

1. Peraturan mengenai K3