Anda di halaman 1dari 5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Beton
Beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-
agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuatdari semen dan air
membentuk suatu massa mirip batuan. Terkadang, satu ataulebih bahan aditif ditambahkan untuk
menghasilkan beton dengan karakteristiktertentu, seperti kemudahan pengerjaan (workability),
durability, dan waktupengerasan ( Mc. Cormac, 2000:1).
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik lain, agregathalus,
agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yangmembentuk massa
padat. Beton juga dapat didefinisikan sebagai bahan bangunandan kontruksi yang sifat-sifatnya
dapat ditentukan terlebih dahulu denganmengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti
terhadap bahan-bahan yangdipilih (Wuryati S, 2001).Macam-macam sifat utama yang dimiliki
beton antara lain:
a. Kelecakan (workability)
Kelecakan (workability) adalah kemudahan agar beton tersebut mudah
dalampengerjaannya, atau jumlah energi yg dibutuhkan untuk pemadatan tanpa
terjadisegregasi. Beton yang kering dan kaku akan sulit untuk dikerjakan, dituang,dipadatkan
dan dirapikan, sehingga bila mengeras akan cenderung memilikiketahanan dan kekuatan yang
kurang baik dibandingkan beton dengan workabilityyang baik. Kelecakan beton biasanya
diukur dengan pengujian slump. Terdapattiga parameter pengukuran workabilitas beton:
 Kompaktibilitas, yaitu kemampuan mengeluarkan udara dan pemadatan.
 Mobilitas, yaitu kemudahan beton untuk mengalir ke bentuknya danmembungkus
tulangan.
 Stabilitas, yaitu kemampuan beton untuk tetap stabil dan homogen
selamapencampuran, penggetaran tanpa terjadi pemisahan (segregation).
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelecakan antara lain:

 Faktor Air Semen (FAS)


Peningkatan jumlah air akan meningkatkan kelecakan (workability), tetapi hal
iniakan mereduksi kekuatan dan menimbulkan pemisahan (segregation) dan
berair(bleeding). Air harus cukup terserap pada permukaan partikel dan akan
mengisiruang antar partikel. Partikel halus akan membuat beton mencapai
plastisitas. JadiFAS sangat berkaitan dengan gradasi agregat.
 Proporsi Agregat
Faktor yang terpenting yaitu jumlah agregat dan perbandingan proporsi
agregatkasar dan agregat halus. Jumlah FAS yang konstan dan jumlah
agregat/semen meningkat akan menurunkan workabilitas. Kekurangan agregat
halus menyebabkan campuran menjadi kasar, terjadi pemisahan (segregation),
sukar dikerjakan dan beton tidak ekonomis.
 Sifat-sifat Agregat
Pasir yang berbeda akan memiliki kelakuan yang berbeda, karena
terdapatperbedaan terhadap distribusi partikel. Bentuk dan tekstur, serta porositas
dariagregat juga mempengaruhi workabilitas, makin partikel mendekati bentuk
sperismaka makin mudah dikerjakan.
 Waktu dan Suhu
Peningkatan temperatur serta waktu pengiriman yang lama akan
menurunkanworkabilitas karena kehilangan slump. Slump loss relatif berkorelasi
linier dengankenaikan temperatur dan waktu.
b. Kohesif (cohesiveness)
Kekohesifan (cohesiveness) adalah kemampuan suatu campuran beton menyatudalam
keadaan plastis.Faktor-faktor yang mempengaruhi kekohesifan antara lain:
 Gradasi agregat
Gradasi agregat berarti jangkauan sebaran ukuran agregat dari batu yang besarsampai
pasir yang kecil. Gradasi agregat yang baik memberikan adukan yanglebih kohesif.
Terlalu banyak agregat kasar akan menghasilkan adukan yang jelek.

 Kadar air
Adukan yang mengandung banyak air tidak akan menjadi kohesif bahkanmungkin
akan terpisah (segregation) dan berair (bleeding).
c. Keawetan (durability)
Keawetan beton yaitu ketahanan beton terhadap serangan bahan dan lingkunganyang
agresif selama masa penggunaannya, antara lain eksternal yang dipengaruhioleh cuaca
(pembekuan dan pencairan, variasi suhu dan kelembaban), reaksikimia (garam unorganik dan
asam), pengausan (angin, air dan sebagainya) sertainternal yang dipengaruhi oleh reaksi alkali
agregat, perubahan volume.Beton akan lebih awet bila kedap air dan tahan terhadap aus. Hal-
hal yang harusdiperhatikan:
 Lingkungan
 Jenis & jumlah semen
 W/C ratio
 Pemadatan beton
 Perawatan / curing beton
 Pemakaian mineral & chemical admixture
 Bentuk & ukuran dari elemen struktur
 Tebal selimut tulangan beton
d. Kekuatan (strength)
Jenis-jenis kekuatan beton:
 Kekuatan tekan (compressive strength) yaitu kemampuan beton untuk gayatekan.
 Kekuatan tarik (tensile strength) yaitu kemampuan beton dalam menerimagaya tarik.
 Kekuatan lentur (flexural strength) yaitu kemampuan beton menahan kombinasi gaya
dari gaya tekan dan gaya tarik.Beton sangat kuat untuk menerima gaya tekan namun
relatif lemah dalammenahan gaya tarik.Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan
beton:
- Perbandingan air dan semen ( W/C Ratio )
- Perawatan / curing
- Temperatur beton
Beton segar (fresh concrete) dengan suhu tinggi akan cenderung
mempunyainilai kuat tekan akhir yang lebih rendah, meskipun pada umur
muda lebihtinggi kuat tekannya. Suhu beton segar normal yang bisa diterima
berkisar 30s/d 35°C.
- Berat jenis beton
Beton yang mempunyai berat jenis lebih berat akan cenderung
mempunyaikekuatan yang lebih tinggi.

2.2 Beton Mutu Tinggi


Sesuai dengan perkembangan teknologi beton yang demikian pesat, ternyatakriteria beton
tinggi juga berubah sesuai dengan dengan perkembangan jaman dankemajuan tingkat mutu yang
berhasil dicapai. Menurut SK SNI T-15-1991-03,yang dikatakan Beton Mutu Tinggi adalah jika
f’c melebihi 40 Mpa.Pada umumnya jika ingin mendapatkan beton dengan mutu dan keawetan
yangtinggi, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, meliputi faktor air semen (FAS ),
kualitas agregat (baik agregat kasar maupun halus ), dan penggunaan bahantambah ( admixture
dan aditif ), prosedur yang benar dan cermat pada keseluruhan proses produksi beton serta
pengawasan dan pengendalian yang ketat pada keseluruhan prosedur dan mutu pelaksanaan,
yang didukung oleh koordinasi operasional yang optimal.
a. FAS ( Faktor Air Semen )
Faktor air semen (fas, w/c) adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara berat
air dan berat semen. Pada beton mutu tinggi dan sangat tinggi, pengertian w/c bisa diartikan
sebagai water to cementitious ratio, yaitu rasio berat air terhadap berat total semen dan aditif
cementitious, yang umumnya ditambahkan pada campuran beton mutu tinggi, dengan tujuan
untuk mengurangi seminimal mungkin porositas beton yang dihasilkan. Dengan demikian
semakin besar volume faktor air semen (fas) semakin rendah kuat tekan betonnya, seperti
tampak pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Hubungan antara kuat tekan dan fas (w/c) (Neville A.M.,1981)
Dari gambar 2.1 tampak bahwa idealnya semakin rendah fas kekuatan beton semakin
tinggi, akan tetapi kesulitan pemadatan maka dibawah fas tertentu (sekitar 0,30) kekuatan
beton menjadi lebih rendah, karena betonnya kurang padat akibat kesulitan pemadatan. Untuk
mengatasi kesulitan pemadatan dapat digunakan alat getar (vibrator) atau dengan bahan kimia
tambahan (chemical admixture) yang bersifat menambah kemudahan pengerjaan
(Tjokrodimuljo,1992). Untuk membuat beton mutu tinggi faktor air semen yang dipergunakan
antara 0,28 sampai 0,38. Sedangkan untuk beton bermutu sangat tinggi faktor air semen yang
dipergunakan lebih kecil dari 0,2 (Jianxin Ma dan Jorg Dietz, 2002).
b. Kualitas Agregat Halus
Disamping gradasi yang bagus ( well Graded ), kualitas agregat halus sangatmenentukan
kualitas beton, Salah satunya adalah kehalusan dari agregat.Semakin halus tekstur permukaan
agregat halus akan membutuhkan air yanglebih sedikit dibandingkan dengan agregat halus
yang mempunyai permukaankasar.Kebersihan agregat juga akan sangat mempengaruhi dari
mutu beton yang akandibuat terutama dari zat – zat yang dapat merusak baik itu pada saat
betonmuda maupun beton yang suda mengeras. (Trimulyono, 2003).
c. Kualitas Agregat Kasar
Kekuatan utama dari beton adalah Agregat kasar, maka pemilihan agregatharuslah tepat.
Baik itu dari kekasaran permukaan, bentuk maupunkekuatannya. Disamping itu, gradasi
agregat kasar yang baik adalah ditiapzona ayakan tidak boleh lebih dari 45 %.

d. Bahan Tambah
Penggunaan bahan tambah mineral (additif ) untuk membentuk beton mututinggi pada
saat ini sudah merupakan bagian yang mutlak. Bahan tambah yangumumnya digunakan dan
populer adalah abu terbang yang merupaka residupembangkit listrik tenaga uap yang
menggunakan batu bara jenis antrasit ataubitumen. Karena sifatnya yang mengandung
pozzolan maka bahan ini sangatbaik jika digunakan untuk membentuk beton mutu
tinggi.Pozzolan adalahbahan yang mempunyai kandungan utama silika dan alumina dan
didapat darisumber alam maupun buatan yang berfungsi sebagai pengisi interface padabeton.