Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keberhasilan suatu peternakan tidak pernah lepas dari efisiensi kualitasdan
kuantitas pakan. Hijauan pakan ternak atau biasa disebut Hijauan Makanan
Ternak (HMT) merupakan bahan pakan yang sangat penting bagi ternak
terutama ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Hijauan
yang merupakan sumber makanan ternak terutama ternak ruminansia selain
merupakan kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan sumber tenaga, juga
merupakan komponen yang sangat menunjang bagi produksi dan reproduksi
ternak.Jenis hijauan seperti rumput maupun kacang-kacangan (leguminosa)
dalam bentuk segar atau kering haruslah tersedia dalam jumlah yang cukup
sepanjang tahun karena jenis hijauan ini umum dikonsumsi oleh ternak. Pada
prinsipnya hijauan yang disajikan pada ternak perlu memiliki sifat-sifatyaitu
disukai (palatable), mudah dicerna, nilai gizinya tinggi dan dalam waktu
yang pendek maupun tumbuh kembali. Hijauan pakan ternak dibagi kedalam
dua bagian yaitu bangsa rumput-rumputan dan leguminosa (semak dan
pohon).
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat
dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak
yang memakannya. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat
diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak,
baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan
hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi
ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan
tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan,
jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam
jumlah cukup.

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang di maksud dengan pakan ?
2. Jelaskan penggolongan bahan pakan ternak!
3. Hal – hal apa yang perlu diperhatikan tentang pakan ?

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN


1.1 TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu memberikan gambaran dan
informasi mengenai kontribusi ternak dan hasil ternak terhadap kehidupan.
dan sebagai tugas final mata kuliah “Pengantar Ilmu Peternakan”.

2.1 KEGUNAAN
Penulisan ini diharapakan berguna bagi :
 Peternak untuk memberikan gambaran mengenai apa saja bahan
makanan ternak, seperti dari bahan nabati dan hewani.
 Teman mahasiswa/i yang lain, sebagai penambah ilmu dan bahan
referensi.

D. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan untuk membuat karya tulis ini adalah metode
kepustakaan,di mana data dan berbagai penunjangnya di dapat dari literature,
buku, artikel, yang di sediakan oleh media internet.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

(Subaedi. R, 2013). Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi


pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan
adalah protein. Pakan mempunyai peranan sangat penting sebagai sumber
energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan. Pakan
berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral
dan vitaminnya seimbang.

(Susetyo, 2001). Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada
ternak, berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian maupun
seluruhnya dapat dicerna serta tidak menganggu kesehatan ternak. Pakan
yang baik berpengaruh positif terhadap pertambahan bobot badan, selain itu
pakan merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan. Bahan
pakan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu pakan kasar (hijauan) dan
konsetrat. Pakan kasar adalah pakan yang mengandung serat kasar 18 %, jenis
pakan kasar (hijauan) antara lain hay, silase, rumput-rumputan, leguminosa
sedangkan konsentrat adalah bahan pakan yang mengandung serat kasar
kurang dari 18%, dimana konsentrat mudah dicerna dan merupakan sumber
zat pakan utama seperti energi dan protein bagi ternak.

(Anonim, 2011). Pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar
tinggi, misalnya dedak dan daun-daunan. Disamping itu bahan pakan nabati
banyak pula yang mempunyai kandungan protein tinggi seperti bungkil
kelapa. bungkil kedele dan bahan pakan asal kacang-kacangan. Dan tentu saja
kaya akan energi seperti jagung.

3
BAB III

PEMBAHASAN

A. DEFINISI PAKAN
Pakan adalah makanan yang diberikan kepada hewan ternak. Istilah ini
diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan
sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk
hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas
adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan
vitaminnya seimbang. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan
untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta
keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya.
Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber
energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku
pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan
penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah
diolah menjadi pellet, crumble atau mash. Bahan pakan adalah (bahan
makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada
ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian
atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.
Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik
yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan
ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor,
magnesium, kalium, natrium.

4
B. PENGGOLONGAN BAHAN PAKAN TERNAK
Penggolongan bahan pakan ternak dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Berdasarkan sumber atau asal.
a. Bahan pakan asal tumbuhan (nabati)
Bahan pakan diklasifikasikan berdasarkan asal bahannya dibagi
menjadi dua, yaitu bahan pakan asal tanaman atau nabati dan bahan

pakan asal hewani.

Berikut ini merupakan jenis-jenis makanan ternak yang ada


diantaranya :
a) Butiran- butiran dan limbahnya.
 Jagung (zea mays)
Tinggi rendahnya produksi jagung tergantung pada tipe jagung
yang dipakai, pemupukan serta cuaca. Jagung merupakan pakan
yang sangat baik untuk ternak. Jagung sangat disukai ternak dan
pemakaiannya dalam ransum ternak tidak ada pembatasan, kecuali
untuk ternak yang akan dipakai sebagai bibit. Pemakaian yang
berlebihan untuk ternak ini dapat menyebabakan kelebihan lemak.
Jagung tidak mempunyai anti nutrisi dan sifat pencahar.

 Dedak padi
Dedak padi diperoleh dari penggilingan padi menjadi beras.
Banyaknya dedak padi yang dihasilkan tergantung pada cara
pengolahan. Sebanyak 14.44% dedak kasar, 26.99% dedak halus,
3% bekatul dan 1 -17% menir dapat dihasilkan dari berat gabah
kering. Dedak padi cukup disenangi ternak. Pemakaian dedak padi
dalam ransum ternak umumnya sampai 25% dari campuran
konsentrat.

5
 Pollard ( dedak gandum)
Pollard merupakan limbah dari penggilingan gandum menjadi
terigu. Angka konversi pollard dari bahan baku sekitar 25-26%.
Pollard merupakan pakan yang popular dan penting pada pakan
ternak, karena palatabilitanya cukup tinggi.

 Ampas bir
Bir dibuat dari bahan baku yang terdiri dari gandum, beras dan
jagung.. Ampas bir cukup disukai ternak, sedangkan ampas segar
yang telah disimpan tanpa perlakuan yang baik dapat menurunkan
palatabilitas. Ampas bir yang dibuat dari bijian yang tidak
mengandung antinutrisi, maka ampas bir juga tidak mengandung
antinutrisi. Ampas bir yang dibuat dari bahan baku gandum akan
mempunyai sifat pencahar, sedangkan bila dipergunakan butiran
lain yang tidak mempunyai sifat pencahar, maka ampas bir yang
dihasilkannya pun tidak mempunyai sifat pencahar.

 Shorgum
Kualitas shorgum hampir mirip dengan jagung, walaupun ukuran
butirannya lebih kecil. Proteinnya umumnya lebih tinggi daripada
jagung, tapi lemaknya lebih rendah.

 Biji kedelai
Biji kedele sangat disukai ternak. Pemakaian yang terlalu tinggi
tanpa diikuti dengan penambahan hijauan berkualitas baik akan
berdampak negatif pada kandungan vitamin A dan warna kuning
lemak mentega yang dihasilkan. Biji kedelai mengandung zat
penghambat protease yang bila bergabung dengan trypsin akan
membentuk senyawa kompleks yang tidak aktif. Penghambat ini
dapat menyebabkan hipertropy pada pancreas.

6
b) Limbah industry perkebunan
 Bungkil kedelai
Bungkil kedele merupakan limbah dari industri minyak biji kedele.
Bungkil ini sangat disukai oleh ternak. Namun penggunaannya
perlu diperhatikan karena zat penghambat trypsin mungkin masih
tersisa pada bungkil kedele yang diproduksi dengan pemakaian
suhu yang rendah.

 Ampas tahu
Ampas tahu merupakan limbah dari pabrik tahu yang jumlahnya
bervariasi tergantung dari proses pembuatan. Jumlah ampas tahu
yang dihasilkan berselang dari 25% sampai 67% dengan rata-rata
adalah 39.2%. Ampas ini cukup disukai ternak terutama yang
masih segar.

 Ampas kecap
Bahan baku untuk membuat kecap adalah biji kedele. Ampas kecap
dihasilkan sebesar 59.7% dari bahan baku kedele. Ampas ini cukup
disukai oleh ternak. Ampas kecap berasal dari kedele dan oleh
karena itu anti nutrisi yang terdapat pada ampas kecap adalah sama
dengan kedele hanya konsentrasinya lebih sedikit karena telah
mengalami pengolahan.

c) Hijauan segar
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada
ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh
manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan
segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-
rumputan, tanaman bijibijian/ jenis kacang-kacangan.

7
Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai
ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi,
terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung
oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/ pengelola ternak.
Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula
sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan
energy

d) Jerami dan hijauan kering


Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan
hijauan pakan ternak yang sudah di potong dan dikeringkan.
Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% ( jerami, hay, dan kulit biji
kacang-kacangan).

e) Silase
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar
biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-
rmputan.

f) Konsentrat (pakan penguat)


Konsentrat adalah bahan makanan berupa dedak padi, jagung giling,
bungkil kelapa, garam, dan mineral.

8
Ampas tahu

Dedak padi Hijauan segar

Shorgum

Dedak padi Ampas bir

Silase

9
b. Bahan pakan asal hewan (hewani)

Klasifikasi bahan pakan asal hewani berdasarkan asal bahan


pembuatnya antara lain:

 Tepung daging, tepung tulang, tepung telur, tepung susu.


 Tepung ikan , tepung udang, tepung kepala udang.
 Tepung darah, tepung bulu, tepung kulit.

Bahan pakan asal hewani memiliki protein murni yang tinggi. Selain
memiliki protein tinggi, juga mudah dicerna dan mengandung zat-zat makanan
lainnya yang dibutuhkan oleh ternak. Berikut uraian beberapa bahan pakan
asal hewani, antara lain:

a) Tepung tulang
Tepung tulang telah di kenal secara luas sebagai salah satu penyusun
bahan pakan konsentrat untuk pertumbuhan ternak. Selama ini tulang
di anggap limbah,padahal jumlahnya sangat banyak, sehingga
memungkinkan untuk di jadikan satu usaha yang sangat menjanjikan.
Fungsi utama tepung tulang dalam ransum pakan untuk memenuhi
kebutuhaan akan Fosfor. Tapi senyawa yang terkandung masih banyak
lagi seperti Ca, K, Na, Mg, Mn dst,dengan tingkat pemakaian dalam
ransum 1 – 2 %.

b) Tepung daging
Produk bahan pakan ini terutama diperoleh dari tempat pemotongan
ternak, dimana karkas dipotong-potong menurut cara setempat untuk
dijual. Tepung daging memiliki kandungan protein dan zat makanan
lainnya yang berbeda-beda karena prosesing dan materialnya. Penting
untuk diperhatikan bahwa pada umunya tepung daging defisien
triptopan, sehingga bahan pakan ini kurang baik jika dicampurkan
dengan jagung, karena jagung juga defisien asam amino triptopan.

10
c) Tepung ikan
Tepung ikan adalah produk padat yang dihasilkan dengan jalan
mengeluarkan sebagian air dan sebagian lemak atau seluruhnya dalam
ikan atau sisa ikan. Kegunaan tepung ikan adalah sebagai bahan
campuran pakan ternak unggas dan berfungsi sebagai sumber protein
(Amrullah, 2003).

d) Tepung udang
Bahan pakan ini masih jarang digunakan untuk ransum ternak,
ketersediaanya masih sedikit. Produk ini sebagian besar terdiri dari
kulit badan dan kepala. Kandungan protein kasar tepung udang adalah
47,95% . Beberapa bahan pakan lain yang dapat digunakan sebagai
sumber protein hewan, diantaranya adalah tepung darah, produk dari
susu, sisa usaha ternak unggas, dan protein sel tunggal.

e) Tepung bulu
Bulu ayam mengandung protein kasar sekitar 80-91 % dari bahan
kering (BK) melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai 42,5 %
dan tepung ikan 66,2 %.

f) Tepung darah
Tepung darah merupakan bahan ransum yang berasal dari darah yang
segar dan bersih yang biasanya diperoleh dari Rumah Pemotongan
Hewan (RPH). Penggunaan darah sebagai bahan pakan ternak juga
bisa mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabakan oleh darah
yang belum dimanfaatkan. Tepung darah mengandung protein kasar
sebesar 80 %, lemak 1,6 % dan serat kasar 1 %, tetapi miskin asam
amino, kalium dan phospor.
g) Tepung kulit
Pada tepung kulit, kulit yang akan dibahas yaitu kulit kerang. Bahan
tepung kulit kerang merupakan bahan pakan yang mirip peranannya

11
dengan tepung tulang. Tepung kulit kerang kerap kali diberikan kepada
ayam hias, ayam pelung, dan juga campuran ransum untuk ayam ayam
aduan. Tepung kulit kerang digunakan pula sebagai pemecah mekanik
makanan ayam di dalam tembolok. Tetapi peranan kedua bahan pakan
ini semakin merosot dengan banyak beredarnya vitamin-mineral
buatan pabrik yang relatif murah pergram ransumnya (Rasyaf, 2001).

Gambar pakan hewani

Tepung ikan

Tepung tulang Tpung bulu

Tpung kulit kerang

12
2. Berdasarakan Kandungan Nutrisi.
a. Bahan pakan sumber protein
Bahan pakan ternak unggas yang merupakan sumber protein,
umumnya berasal dari bahan pakan asal hewan. Bahan pakan yang
termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak unggas
yang mempunyai kandungan protein kasar lebih dari 20%. Antara lain:
Tepung ikan, Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung bulu
terolah, Bungkil Kelapa, Bungkil Kedelai, dll.

b. Bahan pakan sumber energy


Bahan pakan ternak unggas sumber energi umumnya berasal dari
bahan pakan nabati. Bahan pakan ini mengandung protein kurang dari
20% dan serat kasar kurang dari 18%. Bahan pakan ini contohnya
antara lain : Jagung, Dedak halus atau bekatul, Minyak nabati dan
minyak ikan, Ubi kayu/singkong dll.

c. Bahan pakan sumber vitamin


Vitamin merupakan komponen organik yang mempunyai peranan
penting di dalam metabolisme tubuh ternak unggas. Vitamin
dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi sangat dibutuhkan oleh unggas.
Kekurangan vitamin akan segera terlihat yaitu pada tahan pupuk
unggas terhadap penyakit. Bahan pakan yang merupakan sumber
vitamin antara lain: Hijauan segar, Tepung hijauan, Feed supplement.

d. Feed supplement (feed additive)


Feed suplement merupakan bahan pakan yang terdiri dari campuran
vitamin, mineral, asam amino, serta jenis-jenis obat tertentu, seperti
Antibiotik, Arsenal Mineral Nitrafuran dan Coccidiostat. Jenis Feed
Suplement Antibiotik Perkalin Teracmycin serta Oureomycin yang
banyak diperdagangkan. Feed Suplement Coccidiostat yang berupa

13
Chlortetra Cycline Fira Solidone dan Exytetracycline dapat digunakan
untuk mencegah penyakit seperti penyakit berak darah.

3. Berdasarkan Bentuk Fisik


a. Bahan pakan bentuk butiran
Bahan pakan ini perlu digiling terlebih dahulu sebelum digunakan
sebagai bahan pakan ransum. Contoh: jagung, kacang kedelai, kacang
hijau, kacang merah,dll.

b. Bahan pakan bentuk tepung


Bahan pakan ini berasal dari bahan pakan hewani dan nabati. Biasanya
pengusaha (poutry shop) lebih cenderung menjual ransum yang sudah
jadi, seperti konsentrat, feed suplement, antibiotik serta jenis obat-
obatan lainnya. Contoh: tepung ikan, tepung daging, tepung tulang dan
tepung hijauan ternak.

c. Bahan pakan bentuk cair


Bahan pakan berbentuk cair terutama minyak nabati maupun minyak
hewani sering digunakan pada unggas pedaging yang membutuhkan
energi tinggi. Penggunaan bahan pakan berbentuk cair (minyak) di
dalam ransum unggas. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi
juga menambah selera nafsu makan ternak unggas. Selain itu juga
dapat mengurangi sifat berdebu pada ransum yang berbentuk tepung
lengkap (All Mash). Contoh : minyak nabati, mollases, minyak ikan
dan lainnya.

14
C. HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN DALAM PEMBERIAN

PAKAN TERNAK

Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan ternak, yaitu :

 Jenis Ternak
Jenis ternak sangat mempengaruhi konsumse pakan dan nutrisinya, hal ini
dikarenakan secara kondisi fisik antar jenis hewan berbeda.
 Kondisi lingkungan
Ternak ruminansia sangat dipengaruhi kondisi lingkungan terutama
temperature. Hal ini dikarenakan kondisi ternak seperti jenis ternak, umur,
tingkat kegemukan, bobot badan, kulit, bulu, tingkat produksi erat
kaitannya dengan temperature lingkungan. Sebagai contoh, ternak dengan
tingkat kegemukan dan berat badan yang tinggi akan cukup menghabiskan
energi dalam setiap aktivitas ternak tersebut. Hal ini akan berdampak pada
tingkat konsumsi dan kandungan nutrisi pada pakannya.
 Platabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai
akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan
pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau,
rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah
yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk
mengkonsumsinya. Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis
dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebihmenyukai rumput segar
bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen dan fosfor (P) lebih tinggi.
 Selera
Selera dipengaruhi oleh kondisi internal ternak, apakah lapar atau tidak,
bila dalam keadaan lapar maka selera ternak akan naik dengan sendirinya,
bahkan bila keadaan ini sering terjadi ternak bisa mengkonsumsi lebih dari
yang di butuhkan.

15
 Fisiologi
Fisiologi erat kaitanya dengan tingkat konsumsi, seperti jenis kelamain,
umur, dan kondisi kesehatan ternak.
 Nutrisi pakan
Nutrisi pakan akan sangat mempengaruhi energi dalam tubuh yang
dihasilkan.
 Bentuk pakan
Bentuk pakan sangat dipengaruhi dengan jenis ternak. Seperti hewan
ruminansia, lebih suka dengan pakan dengan ukuran 3-5 cm ketimbang
yang terlalu besar. Sedangkan jenis ternak ungags sangat menyukai pakan
biji-bijian.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengenai pakan yaitu pakan tidak
boleh disimpan dalam 2 minggu, tempat penyimpanan pakan sebaiknya kering
(tidak lembap).
Apabila pakan dibeli di pabrik sebaiknya dipastikan pabrik tersebut
memproduksi pakan dengan kualitas yang baik . Kualitas pakan dapat
menentukan kualitas ternak. Jika pakan disimpan dalam wadah, sebaiknya
wadah tersebut ditutup rapat dan tidak ada udara yang masuk . Pakan yang
terkontaminasi udara lembap akan berjamur.

16
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pakan adalah makanan yang diberikan kepada hewan ternak. Pakan
merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan
makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan
berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat,
mineral dan vitaminnya seimbang. Pada umumnya pengertian pakan (feed)
digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas
serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya.

Pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.


Bahan pakan nabati ini umumnya mempunyai serat kasar tinggi, misalnya
dedak dan daun-daunan. Sedangkan, pakan hewani adalah bahan pakan
yang berasal dari bagian tubuh hewan seperti, tulang, darah, bulu, dan lain
sebagainya. Bahan pakan asal hewani memiliki protein murni yang tinggi.
Selain memiliki protein tinggi, juga mudah dicerna dan mengandung zat-
zat makanan lainnya yang dibutuhkan oleh ternak.

B. SARAN
Kami Menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karna itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

Anonim,a. 2011. Pakan hewan,


http://kandangpeternakan.wordpress.com/category/pakan-hewani/,
(diakses pada tanggal 04 januari 2018).

Amrullah, I. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.
repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/32665/D06fla.pdf .
(akses tanggal 04 januari 2018).

Lestari, Dwi Ningrum,. 2007. Pakan ternak, (online),


(http://fpk.unair.ac.id/webo/kuliahpdf/Asal%20Hewan%20%5BCompat
ibility%20Mode%5D.pdf, (diakses pada tanggal 03 januari 2018).

Susetyo. 2001. Hijauan pakan ternak. Direktorat peternakan rakyat,departemen


pertanian. Jakarta. ( akses : Senin, 18 november 2017 ) http: //
kamicintapeternakan.blogspot.co.id/2015/03/pakan-sapi.

Subaedi, R. 2013. Pengertian pakan, bahan pakan ransum, (online), (http://info-


peternakan.blogspot.com/2011/07/pengertian-pakan-bahan-pakan
ransum.html, (diakses pada tanggal 04 januari 2018).
http://pertanian-peternakan-mannegara.blogspot.co.id/2009/11/bahan-pakan.html
( akses tanggal, 05 januari 2018).
https://livestockcenter.wordpress.com/2007/12/08/klasifikasi-bahan-pakan/(akses
tanggal, 05 januari 2018/).
http://matakidi.blogspot.co.id/2016/05/bahan-pakan-sumber-proteinpadasapi.html
(akses tanggal, 05 januari 2018).
https://bahankuliahpeternakan.wordpress.com/2014/12/04/makalah-bahan-pakan
asal-hewani/ ( akses, 04 januari 2018).
http://asfarsyafar.blogspot.co.id/2013/10/tugaspengantarilmupeternakanbahan.htm
l ( akses, 05 januari 2018).

18