Anda di halaman 1dari 1

SEKILAS TENTANG MASJID AL-KAMIL

DESA WONOKETRO KEC. JETIS KAB. PONOROGO


Narasumber : H. Miskiran, Ds. Josari, Kec. Jetis, Ponorogo
Referensi : Sejarah Desa Tegalsari, Sejarah Desa Josari dan Sejarah Desa Wonoketro
Pada sekitar tahun 1600 masehi, sebagai bentuk syiar Islam, Pangeran Semende
(Setono) memberikan sebuah Masjid kepada seorang santrinya yang bernama Imam Kamil dan
dipercaya untuk menjadi kyainya. Kemudian masjid ini dinamakan Masjid Al-Kamil sesuai nama
kyai pertamanya. Setelah Mbah Kyai Imam Kamil berturut-turut yang diamanahi sebagai Kyai
adalah Kyai Imam Ahmad, Kyai Imam Subadi, Kyai Moch. Syarkowi dan KH. Drs. Mahfudz
Asy’ari, M.Pd.I hingga saat ini.
Pada tahun 1965, Masjid Al-Kamil diadakan perbaikan dan pada tahun 2015 direhab
(diperluas) dan kemudian diresmikan oleh Bupati Ponorogo (H. Amin SH., MH). Dalam rangka
menjaga sejarah, para takmir Masjid Al-Kamil melestarikan amaliah yang telah ada sejak
dahulu yaitu berdasarkan Ahlus Sunnah Wal-Jamaah (Aswaja).
Sejarah singkat ini dikukuhkan oleh narasumber dan disampaikan agar dapat dijadikan
referensi kepada generasi penerus dan Takmir Masjid Al-Kamil dengan disaksikan oleh
beberapa tokoh masyarakat.
Wonoketro, 4 Januari 2017
Narasumber

H. Miskiran
Yang menyaksikan :
1. KH. Drs. Mahfudz Asy’ari, M.Pd.I 1. (_________________)

2. H. Mahfudz Nasrudin 2. (_________________)

3. Imam Khamdani 3. (_________________)

4. Tunggul Wiyono, SP 4. (_________________)

5. Umar Mukri 5. (_________________)

6. H. Efendi Taslim 6. (_________________)

7. H. Edi Kusnanto 7. (_________________)

8. Ruslan 8. (_________________)

9. Komarudin 9. (_________________)

10. Andik Setiyawan 10. (_________________)