Anda di halaman 1dari 32

PERUBAHAN IKLIM

Bahan diambil dari


IPCC (2001 dan 2007), Boer et.al. (2005)
Pengertian:

Perubahan Global (Global Change)


Pemanasan Global (Global Warming)
Perubahan Iklim (Climate Change)
Perubahan Global
• Perubahan skala planet
sering kali didorong oleh
akibat/dampak aktivitas
manusia
• Tidak sama dengan
perubahan iklim –
perubahan global lebih
bersifat umum dan
banyak isu-isu yang
terkait
• Perubahan dapat dua
arah atau berbagai arah
Perubahan Global
Pemanasan Global
• Meningkatnya suhu pemukaan bumi (dekat
permukaan lahan dan muka laut) secara global
– naik 0,6 ± 0,2°C (IPCC, 2001)
– Pada akhir abad ini telah terjadi 2 kali periode
penghangatan: 1910-1940 (0,35oC) dan 1970-2006
(0,55oC) (IPCC, 2007)
– 2006 adalah tahun terhangat sejak 1861 (urutan
selanjutnya 1998, 2005, 2003, 2002 dan 2004)
• Faktornya adalah peristiwa alami (natural) dan
aktivitas manusia (anthropogenic)
• GRK utama dari pemanasan global:
– karbon dioksida (CO2)
– metana (CH4)
– nitrous oksida (N2O)
– Halokarbon (CFC-11, HFC-23, CF4)
• Akibat Pemanasan Global
– Kenaikan muka air laut
» Penenggelaman pulau
» Penyusutan panjang garis pantai
– Penurunan/peningkatan curah hujan yang
berlebihan pada suatu lokasi tertentu
» Peningkatan resiko kekeringan dan banjir pada suatu
lokasi tertentu
– Berdampak buruk pada pola pertanian
Indonesia yg mengandalkan adanya hujan
Perubahan Iklim
• Pemanasan global dalam jangka panjang akan
mempengaruhi sistem iklim bumi dan memacu
terjadinya perubahan iklim.
• Perubahan iklim: adalah adanya perubahan
unsur-unsur iklim dalam jangka panjang (50-100
tahun) yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia
yang menghasilkan emisi GRK.
– Variabilitas iklim musiman, tahunan dan dekadal (El
Nino atau La Nina) adalah tidak termasuk dalam
pengertian perubahan iklim
Bagaimana iklim berubah?
• Pertambahan penduduk
– Peningkatan konsumsi energi berbahan dasar
fosil (batubara, minyak bumi)
– Pembukaan lahan hutan (alih fungsi lahan
hutan)
• Peningkatan GRK (misal CO2, CH4, N2O)
di atmosfer
– Peningkatan suhu global
Sumber: IPCC ( 2007)
Konsentrasi GRK (ppmv/ppbv)

2000
Pra-Industri
1800
1994
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
CO2 CH4 N2O
Bentuk-bentuk aktivitas manusia yang
menyebabkan meningkatnya GRK

• Penggunaan bahan bakar fosil (misal: batu bara dan minyak


bumi)
• Pembabatan hutan
• Kegiatan pertanian, distribusi gas alam dan penimbunan
tanah/lahan
• Penggunaan pupuk
• Penggunaan lemari pendingin dan proses industri
Gas-gas rumah kaca yang dipengaruhi oleh aktivitas
manusia (IPCC, 2001)
• H2O sesungguhnya paling potensial untuk menyebabkan
pemanasan muka bumi, tapi tidak diperhitungkan dalam
prediksi perubahan iklim karena masa hidupnya pendek (9,2
hari)
• CO2, CH4 dan N2O (umumnya hasil aktivitas manusia)
diperhitungkan dalam prediksi perubahan iklim karena masa
hidupnya panjang (100, 15 dan 115 tahun)
- Seandainya saat sekarang aktivitas manusia dihentikan
maka efeknya masih akan tetap terasa untuk puluhan
hingga ratusan tahun ke depan
• Konsentrasi dan laju pertumbuhan CH4 dan N2O lebih rendah
daripada CO2, tapi kemampuan memperkuat radiasinya yg
bersifat panas jauh lebih besar
- Hal ini berarti kenaikan yg sekecil apapun dari kedua
GRK tersebut tetap harus dikendalikan
Dampak Perubahan Iklim
• Air bersih sulit diperoleh
– 1 dari 5 penduduk dunia yg dpt memperoleh air bersih
• Sekitar 20-30% spesies mengalami kepunahan saat
suhu rata-rata global meningkat 1.5-2.5oC
• Mencairnya es di Greenland: kenikan muka air laut
• Banjir semakin meningkat intensitasnya
• Frekuensi intensitas hujan dan angin kencang semakin
meningkat
• Ledakan berbagai penyakit tropis: malaria dan DBD
• Gagal panen (banjir dan kekeringan)
• Kebakaran hutan dan lahan semakin sering terjadi
• Kenaikan suhu ekstrim, perubahan hujan
Sumber: Indonesian Civil Society Forum for Climate Justice
Masalah Pokok Pemanasan Global
– menduga berapa besarnya emisi gas rumah kaca
pada masa yang akan datang
– menduga besarnya emisi pada masa awal revolusi
industri
• Ada empat skenario emisi GRK utama yang disusun
oleh IPCC dalam Laporan Khusus tentang Skenario
Emisi atau disebut dengan Special Report on Emission
Scenarios (SRES)
– A1 (SRESA1)
– A2 (SRESA2)
– B1 (SRESB1)
– B2 (SRESB2)
• A1 (SRESA1)
– pertumbuhan ekonomi berlangsung cepat, populasi global
meningkat sampai pertengahan abad 21 dan kemudian
menurun dan cepatnya introduksi teknologi baru yang
lebih efisien
• A1F1: menggunakan energi fosil secara intensive
• A1B : energi non-fosil secara intensive
• A1T : energi fosil dan non-fosil secara berimbang
• A2 (SRESA2)
– kondisi antar wilayah sangat beragam, dan kerjasama
antar wilayah sangat lemah dan cendrung lebih bersifat
individu
– terjadi fragmentasi antar wilayah baik pertumbuhan
pendapatan per kapita maupun perubahan teknologi
• B1 (SRESB1)
– asumsi sama seperti grup A1
– penyelesaian masalah global berkaitan dengan ekonomi,
sosial dan lingkungan, termasuk peningkatan tingkat
kesamaan akan tetapi tanpa ada inisiative khusus
berkaitan dengan perubahan iklim
• B2 (SRESB2)
– penyelesaian masalah ekonomi, sosial dan lingkungan
secara lokal
– Populasi global terus meningkat tetapi dengan laju sedikit
lebih rendah dari skenario emisi grup A2, pembangunan
ekonomi pada tingkat sedang, perubahan teknologi sedikit
lebih lambat dari B1 dan A1
• Prediksi Suhu berdasarkan skenario SRES
IPCC (2001) telah menggunakan skenario emisi GRK
untuk memproyeksikan perubahan suhu dari tahun 1990
hingga 2100. Gambar di bawah dibangun dari 35
skenario SRES dan hasil seluruh model menunjukkan
trend yang sama yaitu terjadinya peningkatan suhu
antara 1,4 hingga 5,8oC pada tahun 2100
Proyeksi perubahan suhu muka bumi pada awal dan akhir abad 21
relatif terhadap periode 1980-1999. Panel kanan dan kiri menunjukkan
proyeksi rata-rata dari berbagai model GCM berdasarkan skenario
SRES B1 (atas), A1B (tengah) and A2 (bawah)
• Prediksi Presipitasi berdasarkan skenario SRES
Berdasarkan simulasi model global dan skenario SRES
A1B, konsentrasi uap air rata-rata global dan presipitasi
menunjukkan terjadinya peningkatan selama abad 21
Perubahan Hujan di Indonesia
dalam Periode 1930-1990

Rata-rata jeluk hujan bulan DJF dan JJA untuk periode (A) 1931-1960 dan (B)
1961-1990. (Kaimuddin, 2000)
Curah Hujan Tahunan (A) 1931-1960 dan (B) 1961-1990
(Sumber: Kaimudin et al., 2000)
Apa yang Berubah?
• Indonesia bagian selatan (Jawa, sebagian Kawasan
Timur Indonesia, Lampung dan Sulawesi), hujan pada
musim basah meningkat sedangkan pada musim kering
menurun, tapi untuk Indonesia bagian utara terjadi
sebaliknya
• Hujan tahunan di Indonesia bagian selatan meningkat
sedangkan dibagian utara terjadi sebaliknya
• Berdasarkan Pola hujan 30 tahunan (A dan B)
Indonesia telah mengalami perubahan iklim
• Perlu mengembangkan kebijakan energi bersih (gas
dan energi terbarukan) dalam kegiatan pembangunan
(pola pembangunan ramah lingkungan)
Konvensi Perubahan Iklim
• 1992 (Rio de Janeiro, Brazil)
– KTT Bumi
– diterimanya UNFCCC (Perubahan Iklim dalam
Kerangka PBB) sbg komitmen politik internasional ttg
perubahan iklim
• Tujuan konvensi
menstabilkan konsentrasi GRK di atmosfer pd
tingkat tertentu dr kegiatan manusia yg
membahayakan sistem iklim bumi
Protokol Kyoto
• Pada COP 3 di Jepang (1997) lahirlah komitmen
pertama penurunan GRK:
– Pengurangan gas CO2 dan GRK lain menjadi di bawah tahun
1990 pada tahun 2012
• Protokol utk mengimplementasikan UNFCCC
menekankan cara melakukan mitigasi thd perubahan
iklim
• Indonesia telah meratifikasi Protokol Kyoto: UU No 17/2004, di
tandatangani president 19 Oktober 2004
• Negara berkembang tdk punya kewajiban menurunkan
emisi GRK dr pembakaran BBM
• Negara maju punya kewajiban menurunkan emisi GRK
dan melakukan alih teknologi dan capacity building bagi
negara berkembang utk dpt menggunakan renewable
technology (angin, mikrohidro, dan matahari)
Mekanisme Kyoto
• Pemenuhan komitmen atau capaian target
penurunan emisi bagi negara Annex I
• Ada 3 mekanisme, yaitu:
– Joint implementation (JI)
• Kegiatan di antara negara maju
– Clean Development Mechanism (CDM)
• Negara maju melakukan investasi di negara berkembang utk
mencapai target penurunan emisinya
• Diterbitkannya CER (Certified Emission Reduction)
– Emission Trading (ET)
• Antar negara maju, maksudnya jika satu negara maju
mengemisikan GRK di bawah jatah yg diijinkan maka negara
itu dpt menjual volume GRK yg tdk diemisikan ke negara
maju lain yg tdk dpt memenuhi kewajibannya
Apa itu CDM ?
Suatu mekanisme yang memungkinkan negara maju melaksanakan
proyek mitigasi perubahan iklim di negara berkembang (proyek
penurunan emisi gas rumah kaca) dan membuka peluang bagi
negara berkembang untuk memaksimumkan manfaat ekonomi,
sosial dan lingkungan dari pelaksanaan proyek
Emission projections
Emission of GHGs

Domestik (?)

Kyoto Protocol
Tiga mekanisme
(Annex 1 Countries) ??? fleksibel: ET, JI,
CDM ()
-5%
~ 600 MtCO2/year
???
5-10 billion
Year US$/year
1990 2008 2012 2017
Tanpa USA
No Regret
BERAPA 35%
Energy
BESAR 47%

PASAR
Gas Flare
CARBON 9% LULUCF
9%

Sumber: MOE (2003) Total CDM Global: 566 juta ton CO2

Total CDM Indonesia: 36 juta ton CO2

CDM-Kehutanan CDM-Energi
28 juta ton CO2 8 juta ton CO2
(eq. 54% CDM kehutanan Global)
Setara dengan sekitar
1-3 juta ha per tahun
tergantung species
APA JENIS PROYEK CDM?

• Reforestasi: Proyek penanaman pohon


pada kawasan hutan yang sejak awal
tahun 1990 kawasan tersebut sudah
tidak memenuhi kriteria hutan (e.g. Agf,
HTI, Rehabilitasi, HKM)
• Afforestasi: Proyek konversi lahan bukan
hutan menjadi hutan
LAHAN APA YANG BISA UNTUK PROYEK
CDM?
• Lahan hutan yang sudah bukan hutan sejak awal tahun 1990
• Apa itu lahan yang bukan hutan: lahan yang luasnya kurang dari 0.05-1.00 ha yang
ditumbuhi oleh pohon/tanaman yang penutupan tajuknya kurang dari 10%-30% dan
tingginya tidak akan melebihi 2-5 m. Pemerintah Indonesia lewat SK Menhut No.
14/2004, nilai yang dipilih 0.25 ha, 30% dan 5 m.

Penutupan tajuk<30%

Tinggi <5 m

Luas>0.25 ha
Lahan yang boleh untuk CDM

Keadaan ini sudah


berlangsung sejak 31
Desember 1989
Luas Lahan CDM (ha)

100000
150000
200000
250000

50000

0
EN BO
RE NE
KA
N
G
BU G
O
LU W
KU A
M
BA
LU
SI W
D U
EN SI
RE SO J N
N PP AI
G
RA EN
LU PP G
W A
TA U NG
N UT
AH A
R
TO A
R
PI AJ
N
PO JE R A
LE NE ANG
W PO
AL N
I M TO
AM
TA AS
KA A
CDM di Sulsel

L
M AR
TOTAL: 870.758 ha

PA AM
N A
G
Sumber: ICRAF/CIFOR (2005)
KA BA SA
JE B R
N AN RU
E
KE TAE
PU NG
LA
SE UA
LA N
Y
M AR
AM
U
JU
Perkiraan Luas Lahan Kritis dan Lahan