Anda di halaman 1dari 29

L A P O R AN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)


DI PT. SPORT GLOVE INDONESIA
K3 MEKANIK, DAN K3 PESAWAT
UAP DAN BEJANA TEKAN

PELATIHAN CALON AHLI

K3 UMUM KELOMPOK 3

Diah Ayu Kusuma


Dony Hermawansyah
Joko Susilo
Faradina Nur Annisa
Irsyad Setyanto
Rendi Yoga Darmawan
Sigit Sutrisno

PENYELENGGARA
PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO
Yogyakarta, 04 Agustus 2017
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 3
A. Latar Belakang ........................................................................... 3
B. Maksud dan Tujuan .................................................................... 4
C. Ruang Lingkup ........................................................................... 4
D. Dasar Hukum ............................................................................. 4
BAB II Kondisi Perusahaan ................................................................... 6
A. Gambaran Umum Tempat Kerja ................................................. 6
B. Temuan-temuan di Lapangan .................................................... 10
BAB III Analisa Temuan ......................................................................... 13
A. Mekanik ...................................................................................... 13
B. Pesawat Uap dan Bejana Tekan ................................................. 17
BAB VI Penutup ..................................................................................... 20
A. Kesimpulan ................................................................................ 20
B. Saran ............................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Laporan Kunjungan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan salah
satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang diadakan oleh
PT. Duta Selaras Solusindo yang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja
Republik Indonesia. Maka pada tanggal 04 Agustus 2017, kami melakukan
Kunjungan Praktek Kerja Lapangan di PT. Sport Glove Indonesia (SGI) yang
berlokasi Krandon, Sleman, D.I Yogyakarta. PT. SGI termasuk tempat kerja
dimana terdapat sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja harus
diminimalisir agar tidak menyebabkan kerugian dan cidera baik ringan, berat
bahkan kematian, atau terhentinya proses kerja dan kerusakan peralatan.
Pada kegiatan PKL di PT. SGI, kami mendapatkan tugas terkait K3
Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat dan Angkut), dan
K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk melihat temuan-temuan baik positif
dan negatif di lapangan. Dalam bidang K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan
Produksi serta Pesawat Angkat dan Angkut), dan K3 Pesawat Uap dan Bejana
Tekan memiliki sumber-sumber bahaya seperti bahaya biologi, bahaya fisika,
bahaya kimia, bahaya psikologis, dan bahaya ergonomi. Sumber-sumber bahaya
tersebut perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja maupun
penyakit akibat kerja.
Berangkat dari hal tersebut kami merasa perlu untuk melakukan checklist
terkait K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat dan
Angkut), dan K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan dengan acuan peraturan
perundangan yang berlaku. Hasil dari dilakukannya checklist ini bertujuan
sebagai pembelajaran bagi kami khususnya kelompok 3 dan upaya perbaikan atau

3
bahan masukan bagi PT. SGI.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah :
1. Untuk mempraktikan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan.
2. Untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di
lapangan khususnya di bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan, dan Mekanik
(Pesawat Tenaga dan Produksi).
3. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3
Umum agar dapat mengidentifikasi, menganalisa dan memberikan saran atau
rekomendasi.

C. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup Kerja Praktek Lapangan ini adalah :
1. Pelaksanaan K3 di Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan
2. Pelaksanaan K3 di Bidang Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan
Pesawat Angkat dan Angkut)

D. DASAR HUKUM
1. Dasar Hukum K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan
a. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
b. UU Uap Tahun 1930 dan Peraturan Uap Tahun 1930
c. Permenaker No. Per. 02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las
Ditempat Kerja
d. Permenaker No. Per. 01/MEN/1988 tentang Kualifikasi dan syarat-syarat
Operator Pesawat Uap
e. Permenaker No. Per. 37/MEN/2016 tentang K3 Bejana Tekan dan tangki
Timbun
f. Permenaker No. Per 38/MEN/2016 tentang K3 Pesawat Tenaga dan

4
Produksi
2. Dasar Hukum K3 Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi dan Pesawat
Angkat-angkut)
a. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
b. Permenaker No. Per. 04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi
c. Permenaker No. Per. 05/MEN/1985 tentang Pesawat Angakat dan Angkut
d. Permenaker No. Per. 09/MEN/2010 tentang Operator dan Pesawat
Angkat dan Angkut

5
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Tempat Kerja


Lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Sport Glove Indonesia (SGI)
yaitu perusahaan manufaktur yang memproduksi sarung tangan olahraga,
khususnya olahraga golf. Sarung tangan tersebut di produksi untuk pasar ekspor,
antara lain ke Amerika dan negara-negara Eropa seperti Perancis, Kanada, dan
Belanda. Lokasi PT. SGI Yogyakarta berada di Desa Krandon, Sleman,
Yogyakarta.
PT. SGI merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang
didirikan oleh Mr. Mark C. Robba (seorang warga Negara Amerika). Mr. Mark C.
Robba mendirikan PT. SGI di Indonesia pada September 1997 di wilayah
Tangerang sebagai head office dan proses pemasaran. Sedangkan PT. SGI
Yogyakarya didirikan pada bulan Agustus 2002 dimana pabrik ini digunakan
sebagai proses produksi. PT. SGI sendiri termasuk perusahaan make to order
yaitu PT. SGI memproduksi berdasarkan kebutuhan pemesanan dari konsumen.
PT. SGI mempunyai visi sebagai world leading glove manufacturing. PT.
SGI sendiri memiliki tujuan.
1. Tujuan Umum
a. Membantu pemerintah dalam rangka peningkatan hasil devisa negara dari
sektor industri non migas.
b. Bertujuan ikut serta dalam meningkatkan kehidupan perekonomian yang
ada di indonesia.
c. Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, khususnya untuk
masyarakat sleman, yogyakarta.

6
2. Tujuan Khusus
Meningkatkan pendapatan (income) perusahaan, yang diharapkan dari
hasil penjualan produk-produknya, sehingga dapat menambah kekayaan dan
loyalitas perusahaan.

PT. SGI Yogyakarta memiliki 975 tenaga kerja dengan pengaturan jam kerja
dan jam istirahat sebagai berikut.
1. Hari kerja : senin – jumat
2. Jam kerja : 07.30 – 16.30
3. Jam istirahat : 12.00 – 13.00 ( kecuali hari jumat jam 11.30 – 13.00)
4. Hari libur : sabtu – minggu
PT. SGI tidak memberlakukan sistem kerja shift, akan tetapi
memberlakukan jam kerja lembur, yang pelaksanaan jam kerja lembur biasanya
tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri.
PT. SGI sebagai suatu organisasi perusahaan, struktur organisasi dibuat
sebagai sarana untuk memperlancar tugas pekerjaan. Dimana struktur organisasi
bertujuan agar setiap karyawan dapat menjalankan tugas masing-masing dengan
baik tanpa menunggu perintah dari atasan.

7
Adapun struktur organisasi PT. SGI.

Presiden Direktur

Factory Manager

PPIC /
Pembelian
Accounting Marketing HRD

Kepala Produksi

Quality Control Pakcing &


Cutting Sewing Finissing

Gambar 1. Struktur Organisasi

Proses produksi yang ada di PT. SGI dapat dilihat dari pemetaan proses
bisnis yaitu suatu pemetaan seluruh aktivitas perusahaan yang dimulai dari
customer order sampai dengan barang dikirim kepada pemberi order termasuk
pembayarannya.

8
Berikut ini adalah diagram pemetaan proses bisnis :

20
Pemberi forwarder
CUSTOMER order

1 2
4
Marketing 3
MARKETING
follow up Develop

5
PRODUKSI 15
Order Finishing Final inspection

6 14 16
Purchasing Sewing Packing

7 13 17
Supplier Cutting Quality assurance
12
18
8 12
11 Delivery
Barang Pengecekan
masuk bahan baku 19

KEUANGAN
10 9
Account

Keterangan :
: Aliran informasi
: Aliran cashflow
: Aliran barang
Gambar 2. diagram pemetaan proses

9
Sebagai perusahaan padat karya PT. SGI menghasilkan sejumlah sumber
bahaya sebagai berikut :
1. Risiko bahaya fisika : suhu panas, bising dan pencahayaan.
2. Risiko bahaya kimia : bahan kimia/chemical (B3) diantaranya lem dan cat
dan solar.
3. Risiko psikologis : stress kerja.
4. Risiko ergonomic : Cara kerja yang salah diantaranya posisi kerja statis,
membungkuk, angkat-angkut, menarik, mendorong.

B. Temuan-temuan di Lapangan
1. K3 di Bidang Mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi Dan Pesawat
Angkat dan Angkut)
a. Forklift kapasitas 1 ton
1) Temuan positif :
a) Sudah tersedianya tempat khusus untuk forklift
b) Penggunaan forklift sudah sesuai dengan peruntukannya
2) Temuan negatif :
1. Forklift tidak di Kunci dalam keadaan stand – by/stop.
2. Tidak dilengkapi dengan pelindung atap dan pada rantai
pengangkat tidak ada pelindungnya.
3. Tidak adanya APD dan APAR di forklit.
4. Tidak adanya form ceklist maintenance forklit.
5. Jalur forklift dan jalur orang belum terpisah.
6. Keterbatasannya pengetahuan mentor tentang tahun pembuatan
7. forklift dan uji kompetensi tentang forklift.
b. Pressurize Press Machine
1) Temuan positif :
a) Instruksi kerja jelas
b) Instalasi aman dan rapi

10
c) Pencahayaan yang sesuai dengan NAB
d) Sudah terdapat emergency stop
e) Sudah terdapat checklist pada mesin press
f) Perawatan dan kalibrasi dilakukan secara teratur
g) Sudah ada label ketika mesin sedang dalam proses perbaikan
h) Lantai disekitar mesin bersih dan kering
2) Temuan negatif :
a) Kontrol masih manual sehingga memungkinkan terjadinya
human error
b) Mesin press tidak dilengkapi dengan penutup pelindung pada
daerah operasi
c) Operator mesin pres belum mentaati peraturan tentang APD
d) Operator mesin pres belum tersertifikasi
c. Oven
1) Temuan positif :
a) Area oven bersih dan aman
b) Penggunaan bahan material yang sesuai untuk mengurangi
radiasi panas dari dalam oven ke luar
c) Pekerja yang bekerja di area oven menggunakan APD sesuai
SOP
d) Pemeriksaan mesin 1 tahun sekali
2) Temuan negatif :
Name plat susah dimengerti karena munggunakan bahasa yang
susah dimengerti.
d. Mesin jahit
1) Temuan positif :
a) Pencahayaan yang sesuai dengan NAB.
b) Mesin jahit sudah dilengkapi needle guart.
c) Dinamo mesin jahit sudah diberi pelindung.

11
d) Pemeriksaan mesin dilakukan secara teratur.
2) Temuan negatif :
a) Operator belum mentaati peraturan tentang APD.
b) Operator belum memiliki lisensi K3.
2. K3 di Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan
a. Kompresor
1) Temuan positif :
a) Telah diberi Tanda pengenal
b) Sudah terdapat alat anti guling
c) Pemeriksaan berkala
2) Temuan negatif :
PT. SGI belum memiliki operator spesialis bejana tekan
b. Bejana penyimpanan bahan bakar
1) Temuan positif :
Sudah terdapat alat anti guling
2) Temuan negatif :
a) PT. SGI belum memiliki operator spesialis bejana tekan
b) Label sulit dibaca

12
BAB III

ANALISA TEMUAN

A. Mekanik
No Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum
1. Hidraulic Lift kapasitas Positif : Agar Permenaker No Per 09/MEN/2010
1 ton 1. Sudah tersedianya dimonitoring pasal 5 ayat (1) “Pesawat angkat dan
tempat khusus sesuai standar angkut harus dioperasikan oleh
untuk Hidraulic prosedur yang operator pesawat angkat angkut yang
Lift ada mempunyai lisensi K3 dan buku kerja
2. Penggunaan sesuai jenis dan kualifikasinya.
Hidraulic Lift Permenaker No Per 05/MEN/1985
sudah sesuai Pasal 115 “Dilarang menggunakan
dengan forklift untuk tujuan lain selain untuk
peruntukannya mengangkat, mengangkut dan
menumpuk barang.”
Negatif : Diperlukan Permenaker No Per 05/MEN/1985
1. Hidraulic Lift tidak kesadaran dari Pasal 112 “forklift harus dilengkapi
di Kunci dalam Top Management dengan atap pelindung operator dan
keadaan stand – maupun seluruh bagian yang bergerak atau berputar
by/stop. operator untuk diberi tutup pengaman.
2. Tidak dilengkapi melaksanakan Permenaker No. Per 05/MEN/1985
dengan pelindung pekerjaan sesuai Tentang Pesawat Angkat dan Angkut
atap dan pada dengan SOP pasal 138 ayat 4 “pemeriksaan dan
rantai pengangkat maupun petunjuk pengujian ulang pesawat angkat
tidak ada keselamatan angkut dilaksanakan selambat
pelindungnya. pekerjaan. lambatnya dua tahun setelah pengujian
3. Tidak adanya pertama dan pemeriksaan pengujian
APD dan APAR ulang, selanjutnya dilaksanakan satu
di Hidraulic Lift. tahun sekali.
4. Tidak adanya Permenaker No Per 09/MEN/2010
form checklist Pasal 34 ayat (1) huruf b “Operator
maintenance pesawat angkat dan angkut
Hidraulic Lift. berkewajiban untuk bertanggung
5. Jalur Hidraulic Lift jawab atas kegiatam pengoperasian

13
dan jalur orang pesawat angkat dan angkut dalam
belum terpisah. keadaan aman.”
6. Keterbatasannya
pengetahuan
mentor tentang
tahun pembuatan
Hidraulic Lift dan
uji kompetensi
tentang Hidraulic
Lift.
2. Pressurize Press Positif : Setiap mesin yang Permenaker No. Per 04/MEN/1985
Machine 1. Instruksi kerja jelas dijalankan dengan Pasal 14 ayat (2) “Tempat operator
2. Instalasi aman dan pedal harus mesin cukup luas dan mudah
rapi dilengkapi alat dicapai.
3. Pencahayaan perlindungan Pasal 20 ayat (1) “Setiap mesin harus
yang sesuai Permenaker No. dilengkapi dengan alat penghenti
dengan NAB Per 04/MEN/1985 yang memenuhi syarat”.
4. Sudah terdapat Pasal 27 ayat (6) Pasal 22 Ayat (2) “Lantai disekitar
emergency stop mesin harus kering dan bersih.
5. Sudah terdapat Pasal 29 “Operator Pesawat tenaga
ceklist pada mesin dan produksi harus memenuhi syarat-
press syarat keslamatan dan kesehatan
6. Perawatan dan kerja.
kalibrasi dilakukan Pasal 30 “Operator dilarang
secara teratur meninggalkan tempat kerjanya pada
7. Sudah ada label waktu pesawat tenaga dan produksi
ketika mesin sedang beroprasi.
sedang dalam Permen No. Per 38/MEN/2016
proses perbaikan Pasal 7” Pesawat tenaga produksi
8. Lantai disekitar harus dilengkapi dengan tombol
mesin bersih dan penggerak dan produksi”
kering. Pasal 8 Ayat (2) “Semua bagian yang
bergerak dan berbahaya harus
dilengkapi alat perlindungan.”
Permenaker No.Per 04/MEN/1985

14
Pasal 41 “Mesin pompa , mesin pres
dan mesin pon jika pengisian bedan
dengan manual, mekanik dan elektrik
harus dilengkapi penghenti darurat.
Negatif : Perlu Permenaker No. Per 04/MEN/1985
1. Kontrol masih meningkatkan Pasal 81 Ayat (2) “ Mesin pres jenis
manual sehingga konsentrasi pada pengisian dengan tangan harus
memungkinkan saat pengoperasian dilengkapi dengan gerbang
terjadinya human alat. perlindungan / penutup perlindungan
error. Operator harus pada daerah operasinya / alat tekan
2. Mesin press tidak mentaati SOP. dua tangan “.
dilengkapi dengan Permenaker No.Per 08/MEN/2010
penutup pelindung Pasal 4 Ayat (1) “ APD wajib
pada daerah operasi. digunakan ditempat kerja dimana :
3. Operator mesin pres “Dibuat, dicoba, dipakai atau
belum mentaati dipergunakan mesin, pesawat, alat
peraturan tentang perkakas, peralatan atau instalasi
APD yang berbahaya yang dapat
4. Operator mesin pres menimbulkan kecelakaan, kebakaran
belum tersertifikasi. atau peledakan”.
Permenaker No. Per 38/MEN/2016
Pasal 41 ayat (2) “Pengisisan benda
sebagaimana dimaksut pada ayat 1
harus menggunakan alat bantu untuk
memastikan anggota badan tidk
masuk ke daerah operasi”.
Pasal 110 Ayat (2) “Pengoperasian
pesawat tenaga dan produksi
dilakukan oleh operator K3 pesawat
tenaga dan produksi”.
Pasal 133 Ayat (1) “Pemeriksaan
berkala sebagaimana dimaksud pasal
131 huruf b, dilakukan secara
berkala paling lama satu tahun
sekali”.

15
Ayat (2) “Pengujian berkala
sebagaimana dimaksud pasal 131
huruf b, dilakukan secara berkala
paling lama lima tahun sekali”.
3. Oven Positif : Agar dimonitoring Permenaker No. Per 04/MEN/1985
1. Area oven sesuai standar Tentang Pesawat Tenaga dan
bersih dan aman prosedur yang ada. Produksi pasal 3 ayat 1 “bahan dan
2. Penggunaan bahan konstruksi pesawat tenaga dan
material yang produksi harus kuat dan memenuhi
sesuai untuk syarat
mengurangi radiasi Permenaker No. Per 04/MEN/1985
panas dari dalam Tentang Pesawat Tenaga dan
oven ke luar. Produksi pasal 135 ayat 3
3. Pekerja yang “pemeriksaan berkala dilaksanakan
bekerja di area satu tahun sekali”
oven menggunakan Permenaker No.8/MEN/2010 tentang
APD sesuai SOP alat pelindung diri pasal 4 ayat 1 poin
4. Pemeriksaan mesin a “APD wajib digunakan di tempat
1 tahun sekali kerja di mana dibuat, dicoba, dipakai
atau dipergunakan mesin, pesawat,
alat perkakas, peralatan, atau instalasi
berbahaya yang dapat menimulkan
kecelakaan kebakaran atau
peledakan”
Negatif : Di terjemahkan ke Permenaker No. Per 04/MEN/1985
Name plat susah dalam bahasa yang Pasal 28 “ Setiap pesawat tenaga dan
dimengerti karena mudah di mengerti, produksi harus diberi nama dan data
munggunakan bahasa yaitu bahasa data pesawat tenaga dan produksi.”
yang susah dimengerti Inggris atau bahasa
Indonesia.
4. Mesin jahit Positif : Agar dimonitoring Permenaker No. Per 38/MEN/2016
1. Pencahayaan sesuai standar Pasal 78 Ayat (1) “Mesin pintal dan
yang sesuai prosedur yang ada. mesin tenun yang digerakkan
dengan NAB. transmisi roda gigi harus dilengkapi
2. Mesin jahit alat perlindungan”.
sudah dilengkapi Pasal 110 Ayat (2) “Pengoperasian
needle guart. pesawat tenaga dan produksi

16
3. Dinamo mesin dilakukan oleh operator K3 pesawat
jahit sudah tenaga dan produksi”.
diberi pelindung. Pasal 116 Ayat (1)
4. Pemeriksaan Pasal 133 Ayat (1) “Pemeriksaan
mesin dilakukan berkala sebagaimana dimaksud pasal
secara teratur. 131 huruf b, dilakukan secara
Negatif : berkala paling lama satu tahun
1. Operator belum sekali”.
mentaati Ayat (2) “Pengujian berkala
peraturan sebagaimana dimaksud pasal 131
tentang APD. huruf b, dilakukan secara berkala
2. Operator belum paling lama lima tahun sekali”.
memiliki lisensi
K3

B. Pesawat Uap dan Bejana Tekan


No Data Temuan Temuan Saran Dasar Hukum
1. KOMPRESOR (Ket : Positif : Dilanjutkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
Kompresor di 1. Telah diberi Tanda No. Per-37/MEN/2016 Tetang
perusahaan ini pengenal Keselamatan dan Kesehatan kerja
digunakan sebagai 2. Sudah terdapat alat bejana tekanan dan tangki timbun
penyalur tenaga ke anti guling pasal 9 butira a " setiap bejana tekan
semua alat produksi. 3. Pemeriksaan berkala diberikan tanda pengenal yang
Working pressure 10 meliputi a - I "
kg/cm2) Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
No. Per-37/MEN/2016 Tetang
Keselamatan dan Kesehatan kerja
bejana tekanan dan tangki timbun
pasal 18 butir 1 " bejana penyimpanan
gas dan bejana transport harus diberi
alat anti guling "
Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
No. Per-37/MEN/2016 Tetang
Keselamatan dan Kesehatan kerja
bejana tekanan dan tangki timbun
BAB VIII tentang pemeriksaan dan
pengujian pasal 68 butir 1 " setiap

17
kegiatan perencanaan, pembuatan,
pemasangan, pengisian, pengangkutan,
pemakaian, pemeliharaan, perbaikan,
modifikasi, dan penyimpanan bejana
tekan dan tangki timbun harus
dilakukan pemeriksaan dan/atau
pengujian.
Negatif : Untuk melakukan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
Pada perusahaan Sport pengawasan No. Per-37/MEN/2016 Tetang
Gloves Indonesia (SGI) diperlukan operator Keselamatan dan Kesehatan kerja
belum memiliki operator spesialis bejana bejana tekanan dan tangki timbun
spesialis bejana tekan tekan. BAB VII pasal 59 butir 1 "
pengangkutan bejana tekan dan tangki
timbun dilakukan oleh operator k3 ",
butir 2 " pemasangan, pemeliharaan,
perbaikan, modifikasi, dan pengisian
bejana tekan dan tangki timbun
dilakukan oleh teknisi k3 dibidang
bejana tekan dan tangki timbun ".
2. BEJANA Positif : Dilanjutkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
PENYIMPANAN Sudah terdapat alat anti No. Per-37/MEN/2016 Tetang
BAHAN BAKAR (Ket guling Keselamatan dan Kesehatan kerja
: Bejana tekan di bejana tekanan dan tangki timbun
perusahaan ini pasal 18 butir 1 " bejana penyimpanan
berfungsi untuk gas dan bejana transport harus diberi
penyimpanan bahan alat anti guling ".
bakar berupa solar Negatif : 1. Untuk Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
sebagai bahan bakar 1. Pada perusahaan melakukan No. Per-37/MEN/2016 Tetang
genset kapasitas 5000 Sport Gloves pengawasan Keselamatan dan Kesehatan kerja
L) Indonesia (SGI) diperlukan bejana tekanan dan tangki timbun
belum memiliki operator BAB VII pasal 59 butir 1 "
operator spesialis spesialis bejana pengangkutan bejana tekan dan tangki
bejana tekan tekan. timbun dilakukan oleh operator k3 ",
2. Label sulit dibaca 2. Perusahaan butir 2 " pemasangan, pemeliharaan,
perlu perbaikan, modifikasi, dan pengisian
memperjelas bejana tekan dan tangki timbun
label yang dilakukan oleh teknisi k3 dibidang

18
terdapat pada bejana tekan dan tangki timbun ".
tangki Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI
No. Per-37/MEN/2016 Tetang
Keselamatan dan Kesehatan kerja
bejana tekanan dan tangki timbun
pasal 9 butir 4 " tanda pengenal
sebagaimana dimaksud pada ayat 1
dan ayat 2 harus jelas, mudah dilihat,
dibaca, tidak dapat dihapus, tidak
mudah dilepas, dan dicap pada bagian
kepala yang tebal dari pelat dinding
bejana tekan ".

19
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. PT. Sport Glove Indonesia secara garis besar sudah memenuhi peraturan dan
persyaratan K3 mekanik (Pesawat Tenaga dan Produksi serta Pesawat Angkat
Angkut), dan Pesawat Uap dan Bejana Tekan.

2. Beberapa data terkait K3 Mekanik :

a. SOP maupun petunjuk K3 pelaksanaan pekerjaan sudah ada, tetapi kurang adanya
beberapa karyawan dan operator yang tidak melaksanakan SOP serta tidak
menggunakan APD yang disediakan, sehingga ada potensi bahaya bagi karyawan
tersebut dalam bekerja.

b. Adanya beberapa operator yang belum bersertifikat Kemenaker walaupun sudah


berpengalaman, sehingga perlu adanya kesadaran dari Top Management atas hal
tersebut.

c. Kurangnya kesadaran para tenaga kerja untuk mentaati himbauan dari pengurus
terkait penggunaan APD yang baik dan benar.
3. Beberapa data terkait K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan :
a. Adanya perawatan yang kurang dari beberapa bejana yang ada, khususnya bejana
timbun seperti korosi, dan label yang sudah pudar.

b. Operator dan Teknisi Bejana Tekan di perusahaan ini belum memiliki lisensi K3
Bejana Tekan

B. SARAN
1. Melakukan monitoring terhadap setiap alat produksi yang digunakan, sehingga
tidak terjadi ke usangan spare part maupun kerusakan alat produksi yang ber akibat
penundaan produksi. Hal ini sebagai upaya pemenuhan peraturan dan persyaratan
sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.

20
2. Melengkapi persyaratan keselamatan kerja khusus Bejana Tekan sesuai
Permenaker No. Per 37/MEN/2016, dan khusus khusus Pesawat Tenaga Produksi
sesuai Permenaker No. Per 38/MEN/2016
3. Meningkatkan pengawasan kepada setiap pekerja dalam penggunaan APD yang
telah disediakan.
4. Beberapa operator yang belum ber sertifikat K3 operator, agar segera di training
untuk kelancaran pekerjaan.

21
DAFTAR PUSTAKA

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN , PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN


DAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. 2016. HIMPUNAN PERATURAN
PERUNDANG – UNDANGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.
JAKARTA
Lampiran

Beri Nilai