Anda di halaman 1dari 2

BAB II

GAMBARAN PERUSAHAN

1. Sejarah.
Apotik Nirwana didirikan oleh Bapak Sugianto beralamat di Jl. Gusti
M Taufik pada tahun 2005, apotik ini telah menjadi mitra kerja untuk RSUD
Dr. Rubini sejak tahun didirikan hingga saat ini.
seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kebutuhan serta banyaknya
permintaan dari pihak RSUD, maka apotik dipindahkan di Jl. Dr Rubini (di
samping RSUD) pada tahun 2008 oleh Bapak Oni Herwanda.
Pada tahun 2014 dalam upaya menaikkan taraf kesehatan di
Kabupaten Mempawah, apotik Nirwana bekerja sama dengan program
pemerintah yaitu BPJS kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan) sebagai suplier obat untuk peserta BPJS hingga saat ini.

2. Struktur Organisasi

a. Ketua : Oni Herwanda


b. Sekretaris : Erny Mulia Sari
c. Bendahara : Diah Eka Indrianti A,Md, Farm.
d. Reseptor I : lili widia wati S.Farm
e. Reseptor II : Astrina A,Md, Kep.
f. Penanggung jawab apotek : Meri Ropiqa S.Farm, Apt.

3. Kedudukan dan letak

a. Kedudukan :
1) Penyedia obat bebas , dan bebas terbatas
2) Mitra kerja rumah sakit daerah Dr.Rubini
3) Suplier obat BPJS
b. Letak:
1) jalan. Dr.Rubini

4. Prosedur pelayanan

a. Sebagai Penyedia obat bebas , dan bebas terbatas.


1) Klien datang dan memberitahu obat apa yang diperlukan.
2) Klien dipersilahkan menunggu sementara apoteker mengambilkan obat
yang diperlukan.
3) Klien membayar sejumlah harga obat yang diperlukan.
4) Apoteker mencatat nama klien dan obat yang diperlukan serta
memberikan saran terkait penggunaan obat.
b. Sebagai Mitra kerja rumah sakit daerah Dr.Rubini
1) Klien yang sudah mendapat resep obat dari dokter.
2) Klien dipersilahkan menunggu sementara apoteker mengambilkan obat
yang tertera di dalam resep.
3) Apoteker mencatat nama klien dan obat tertera di dalam resep serta
meniliskan e-tiket untuk setiap obat.
4) Klien membayar sejumlah harga obat tertera di dalam resep.

c. Sebagai Suplier obat BPJS


1) Klien yang sudah mendapat resep obat dari dokter.
2) Klien dipersilahkan menunggu sementara apoteker mengambilkan obat
yang tertera di dalam resep.
3) Apoteker mencatat nama klien dan obat tertera di dalam resep serta
meniliskan e-tiket untuk setiap obat.