Anda di halaman 1dari 11

LECTURE NOTES

ACCT6173-Managerial Accounting

Week 6
Activity-Based Costing: A Tool to
Aid Decision Making

ACCT6173 – Managerial Accounting


LEARNING OUTCOMES

1. Peserta diharapkan mampu memahami ABC(C3).

2. Peserta diharapkan mampu membuat master budget, flexible budget dan Balanced
Scorecard (C2).

OUTLINE MATERI (Sub-Topic):

1. Activity-Based Costing: An Overview

2. How Cost Are Treated under ABC

3. Designing an ABC System

4. The Mechanism of ABC

5. Comparison of Traditional and ABC Product Cost

6. ABC and Customer Profitability Analysis

7. Activity-Based Management: Targeting Process Improvements

ACCT6173 – Managerial Accounting


ISI MATERI

1. Activity-Based Costing (ABC): An Overview

Tradisional Absorption Cosing didesain untuk menyediakan data untuk external users.
Sedangkan ABC digunakan untuk internal. Konsekwensinya ABC berbeda dengan tradisional
costing dalam 3 hal yaitu:

1. Non manufacturing cost dan manufakturing cost bisa dibebankan ke product cost
berdasarkan cause and effect basis.
2. Beberapa manufakturing cost tidak dibebankan ke produt cost
3. Pul Biaya Overhead digunakan, masing-masing dialokasikan ke produknya dan
beberapa cost obyek dibebankan menggunakan pengukuran aktifitas yang unik.

Dari waktu ke waktu, ketika akuntan berusaha menerapkan system ABC tanpa dukungan dari
manajer puncak dan kerjasama yang aktif dari manajer yang lainnya, hasilnya sia-sia. Suatu
tim khusus dibentuk untuk menerapkan system ABC. Seperti kebanyakan penerapan system
ABC, system ABC yang baru berperan sebagai pelengkap bukan sebagai pengganti system
akuntansi biaya. System akuntansi biaya yang lama tetap digunakan untuk laporan keuangan
eksternal. System ABC akan digunakan sebagai laporan khusus untuk pembuatan keputusan
seperti penawaran bisnis yang baru.
Desain ABC difokuskan pada kegiatan, yaitu apa yang dilakukan oleh tenaga kerja dan
peralatan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kegiatan adalah segala sesuatu yang
mengkonsumsi sumber daya perusahaan. Dengan memusatkan perhatian pada kegiatan dan
bukannya departemen atau fungsi, maka sistem ABC akan dapat menjadi media untuk
memahami, memanajemeni, dan memperbaiki suatu usaha.Ada dua asumsi penting yang
mendasari Metode Activity Based Costing, yaitu:

1) Aktivitas-aktivitas yang menyebabkan timbulnya biaya

Metode Activity Based Costing bahwa sumber daya pembantu atau sumber daya tidak
langsung menyediakan kemampuannya untuk melaksanakan kegiatan bukan hanya
sekedar penyebab timbulnya biaya.

ACCT6173 – Managerial Accounting


2) Produk atau pelanggan jasa
Produk menyebabkan timbulnya permintaan atas dasar aktivitas untuk membuat
produk atau jasa yang diperlukan berbagai kegiatan yang menimbulkan sumber daya
untuk melaksanakan aktivitas tersebut.

Asumsi tersebut diatas merupakan konsep dasar dari sitem ABC Selanjutnya, karena adanya
aktivitas akan menimbulkanan biaya, maka untuk dapat menjalankan usahanya secara efisien,
perusahaan harus dapat mengelola aktivitasnya. Dalam hubungannya dengan biaya produk,
maka biaya yang dikonsumsi untuk menghasilkan produk adalah biaya-biaya untuk aktivitas
merancang, merekayasa, memproduksi, menjual dan memberikan pelayanan produk

2. How Cost Are Treated under ABC

Non manufacturing Costs and Activity-Based Costing

Di tradisional costing, hanya manufacturing cost yang dibebankan ke produk. Biaya


penjualan dan administrasi juga tidak dimasukkan ke product cost. Kenyataannya banyak non
manufacturing cost yang menjadi bagian dari biaya produksi(product cost), biaya penjualan,
baiaya distribusi dan biaya service tertentu. Misalnya komisi yang dibayarkan ke
salesman,biaya pengiriman, biaya garansi yang dengan mudah dapat ditelusuri ke produk.

Manufacturing Costs and Activity-Based Costing

Dalam akuntansi biaya tradisional, semua biaya produksi dibebankan ke produk-bahkan


biaya produksi yang tidak disebabkan oleh produk. Sebagai contoh, dalam Bab 5 kita
mempelajari bahwa tarif overhead tunggal dihitung dengan membagi semua biaya budget
overhead pabrik dengan sebuah pengukuran dari budget aktivitas seperti

jam kerja langsung (direct labor hours). Pendekatan ini memperluas menyebarkan semua
biaya overhead pabrik keseluruh produk berdasarkan penggunaan jam kerja langsung untuk
produk. Di lain hal, sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang tidak membebankan
dua tipe biaya overhead produksi ke produk.

ACCT6173 – Managerial Accounting


Overhead pabrik termasuk biaya seperti upah penjaga pabrik, penghasilan pengontrolpabrik,
dan biaya dari barang-barang yang digunakan oleh sekretaris manajer pabrik. Tipe-tipe biaya
itu dibebankan ke produk dalam sistem biaya penyerapan tradisional walaupun hal itu tidak
terpengaruh sama sekali dengan produk yang dibuat selama periode tersebut. Di lain hal,
sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas tidak membebankan tipe-tipe biaya ini, di
mana disebut biaya pemeliharaan organisasi, ke produk. Perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas memperlakukan tipe-tipe biaya ini sebagai pengeluaran secara berkala dibandingkan
dengan biaya produk.

Sebagai tambahan, sistem biaya penyerapan tradisional, biaya dari sesuatu yang tidak
dipakai, kapasitas dibebankan ke produk. Jika tingkat budget dari aktivitas menurun, tarif
overhead dan biaya unit produk naik seiring dengan naiknya biaya dari kapasitas yang tidak
sedang beroperasi tersebar ke basis yang lebih kecil. Di lain hal, perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas, produk hanya dikenai biaya dari kapasitas yang mereka gunakan-bukan
untuk biaya kapasitas yang tidak dipakai. Hal ini menyediakan biaya unit produk lebih stabil
dan lebih konsisten dengan tujuan akhir pembebanan ke produk hanya biaya bahan baku yang
dipakai.

Cost Pools, Allocation Bases, and Activity-Based Costing

Selama abad 19 dan 20, desain cost sangat sederhana, hanya menggunakan satu cost pool
atau departementalisasi dan basis alokasi yang umum digunakan adalah Jam kerja Langsung,
Jam Mesin. Kemudian sekarang sudah berubah karena banyaknya penggunaan mesin-mesin
untuk produksi. Maka terciptanya sistem ABC yang lebih komprehensive karena
menggunakan beberapa cost pools dan basis alokasi.

Di ABC, aktifitas adalah hal yang menyebabkan konsumsi sumber daya overhead, activity
cost pool adalah tempat tampungan dimana biaya diakumulasikan yang berhubungan dengan
pengukuran aktifitas tunggal di sistem ABC. Activity measure adalah basis alokasi dalam
sistem ABC. Cost Driver disebut juga activity measure. Transaction driver adalah berapa kali
aktifitas terjadi

ACCT6173 – Managerial Accounting


Ada 5 tingkat aktifitas di sistem ABC yaitu:

1. Aktivitas tingkat unit dilakukan untuk setiap unit produksi. Biaya aktivitas tingkat unit
bersifat proporsional dengan jumlah unit produksi.Sebagai contoh, menyediakan tenaga
untuk menjalankan peralatan menjadi aktivitas tingkat unit karena tenaga tersebut cenderung
dikonsumsi secara proporsional dengan jumlah unit produksi.

2. Aktivitas tingkat batch dilakukan setiap batch diproses, tanpa memperhatikan berapa unit
yang ada dalam batch tersebut. Sebagai contoh, perkerjaan seperti membuat pesanan
produksi, pengaturan perlatan dan pengaturan pengiriman kepada pelanggan adalah aktivitas
tingkat batch. Aktivitas tersebut terjadi untuk setiap batch (pesanan pelanggan). Biaya pada
tingkat batch lebih tergantung pada jumlah batch yang diproses dan bukannya pada jumlah
unit produksi, jumlah unit yang dijual, atau ukuran volume yang lain. Sebagai contoh, biaya
untuk pengaturan mesin untuk memproses batch adalah sama tanpa memperhatikan apakah
batch berisi satu atau ribuan item.

3. Aktivitas tingkat produk berkaitan dengan produk spesifik dan biasanya dikerjakan tanpa
memperhatikan berapa batch atau berapa unit yang diproduksi atau dijual. Sebagai contoh,
aktivitas untuk merancang produk, mengiklankan produk, dan biaya untuk manajer dan staf
produksi adalah aktivitas tingkat produk.

4. Aktivitas tingkat pelanggan berkaitan dengan pelanggan khusus dan meliputi aktivitas
seperti telepon untuk penjualan, pengiriman catalog, dukungan teknis yang tidak terpaku
pada produk tertentu.

5. Aktivitas pemeliharaan organisasi yang dilakukan tanpa memperhatikan pelanggan mana


yang dilayani, barang apa yang diproduksi, berapa batch yang dijalankan, atau berapa unit
yang dibuat. Kategori ini termasuk aktivitas seperti kebersihan kantor eksekutif, penyediaan
jaringan computer, pengaturan pinjaman, penyusunan laporan tahunan untuk pemegang
saham dan sebagainya.

ACCT6173 – Managerial Accounting


3. Designing an ABC System

Ada 3 karakteristik supaya ABC dapat diimplementasikan dengan baik

1. Top management harus mendukung pelaksanaan ABC


2. Top management harus memastikan data ABC berhubungan langsung dengan orang
yang akan dievaluasi dan diberi reward
3. Cross-Functional team harus dibentuk untuk mendesain dan menerapkan sistem ABC.

Ada beberapa tahap untuk mendedain ABC yaitu :

Step 1: Define Activities, Activity Cost Pools and Activity Measure

Contoh aktifitas yang terjadi di PT DEF adalah setting machine, quality control and
others

Setting Machine 4.000 Jam Mesin

Quality Control 600 Jam Kerja Langsung

Others 2.000 Jam Kerja Langsung

4. The Mechanism of ABC

Step 2 :Assign OH Cost to Activity Cost Pools

Contoh alokasi OH cost untuk aktifitas di step 1 adalah sbb:

Setting Machine Rp 2.000.000

Quality Control Rp 3.000.000

Others Rp 4.000.000

ACCT6173 – Managerial Accounting


Step 3: Calculate Activity Rates

Setting Machine Rp 2.000.000 : 4.000JM = Rp 500/JM

Quality Control Rp 3.000.000 : 600 JKL = Rp 5.000/JKL

Others Rp 4.000.000 : 2.000 JKL = Rp 2.000/JKL

Step 4 : Assign OH Costs to Cost Objects

Barang yang diproduksi PT DEF yaitu XY123 memerlukan 3 setting machine, 2 quality
control dan 4 others, sehingga OH yang dibebankan akan menjadi:

Setting Machine 3 x Rp 500 = Rp 1.500

Quality Control 2 x Rp 5.000 = Rp 10.0000

Others 4 x Rp 2.000 = Rp 8.000

Total = Rp 19.500

Step 5: Prepare Management Report

5. Comparison of Traditional and ABC Product Cost

Biasanya perusahaan akan membandingkan hitungan unit cost secara ABC dengan
hitungan tradisionalnya. Hitungan secara ABC memang lebih akurat karena benar-benar
menggunakan aktifitas yang menggunakan OH Cost tersebut. Tetapi secara pelaporan
pajak,masih menggunakan metode tradisional karena kantor pajak masih mensyaratkan
metode tradisional. Metode tradisional menggabungkan biaya variable dan biaya fixed.

ACCT6173 – Managerial Accounting


6. ABC and Customer Profitability Analysis

Pada tahap ini kita membandingkan profitability yang disumbang oleh customer kita
karena bisa saja customer yang mempunyai banyak order secara kuantitas belum tentu
sebagai penyumbang laba yang besar bagi perusahaan. Dan begitu pula sebaliknya

Kita biasanya menganalisa hal ini:

1. Apa aktifitas utama di center ini?


2. Apa saja sumber daya yang digunakan pada aktifitas no 1?
3. Berapa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan aktifitas di no 1?
4. Berapa biaya yang digunakan untuk mengerjakan aktifitas no 1?

7. Activity-Based Management: Targeting Process


Improvements

ABC dapat digunakan untuk mengidentifikasi aktifitas yang dapat dibuat peningkatan
prosesnya. Ketika proses ini digunakan maka disebut Activity-Based Management
(ABM). Laporan ABM berfokus pada peningkatan efisiensi operasional dan maximalisasi
penggunaan asset sekaligus mengurangi cost. Perusahaan manufaktur selalu berusaha
meningkatkan efisiensinya atau kadang mendesign ulang tata letak pabrik agar menjadi
efisien dalam pentransferan barang dalam proses, tidak memakan waktu lama pada saat
pemindahan proses selanjutnya. Dengan penggunaan ABC, maka akan dihitung biaya per
aktifitasnya, untuk aktifitas yang tidak menambah value dapat dikurangi atau dihilangkan
dan reportnya dituangkan dalam bentuk ABM. Benchamarking digunakan untuk
mencontoh perusahaan sejenis untuk dapat mencontoh yang lebih baik.

ACCT6173 – Managerial Accounting


SIMPULAN
Tradisional costing mempunyai kelamahan dalam pengambilan keputusan sehingga
digunakan metode ABC sebagai supplement informasi terkait cost unit.Didalam metode
tradisional semua biaya baik variable dan fixed digabung menjadi satu dan juga OH Cost
yang tidak menunjang aktifitas dimasukkan kedalam OH rate sehingga OH rate terdistorsi
oleh aktifitas yang sebenarnya tidak masuk dalam produk tersebut.Hasilnya barang yang
diproduksi dengan volume tinggi akan lebih mahal harganya bila dihitung dengan ABC dan
barang dengan volume rendah akan terlalu murah. ABC membebankan OH cost nya
berdasarkan aktifutas yang mengconsume OH Costnya, bila aktifiatas tersebut tinggi maka
OH Costnya juga dibebankan tinggi dan begitu pula sebaliknya. Kelemahan dari ABC adalah
mahal dan setiap perubahan aktifitas akan merubah aktivity ratenya, diperlukan
kesinambungan mereview aktifitas ini dan tentunya full support dari management untuk
melaksanakan sistem ABC.

ACCT6173 – Managerial Accounting


DAFTAR PUSTAKA

1. Garrison, Ray, Eric Noreen,Peter Brewer,Nam Sang Chrng,Katherine


C.K.Yuen,(2015), Managerial Accounting Asia Global Edition, 2th edition,McGraw
Hill Education, New York, chapter 7

ACCT6173 – Managerial Accounting

Anda mungkin juga menyukai