Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM ALAT UKUR LISTRIK

DESAIN DAN IMPLEMENTASI VU-METER SEBAGAI OHM-METER

A. Tujuan
1. Memfungsikan VU Meter sebagai Ohm-meter dengan 2 batas ukur.
2. Mengetahui hubungan antara sudut simpangan VU meter dengan skala ohm-meter
pada VU-Meter.

B. Data Percobaan
1. Dari karakterisasi VU-Meter diperoleh data :
a. Arus Maksimum (Imaks) = 0.5 mA
b. Tegangan Maksimum (Vmaks) = 0.425 V
c. Tegangan sumber dari baterai(Vs) = 1.4 V

2. Data simpangan sudut dengan skala ohm-meter pada VU-Meter :


Sumber tegangan dari baterai 1,4 V

No. ϴ (derajat) R(Ω)


1. 0 470000
2. 6 59000
3. 8 28000
4. 14 18000
5. 23 10000
6. 33 6000
7. 43 3500
8. 53 2100
9. 58 1200
10. 66 450
11. 74 0

C. Analisis Data
1. Menghitung hambatan dalam (Rm)
Berdasarkan data karakterisasi VU-Meter yang digunakan dapat diperoleh hambatan
dalam (Rm) dengan rumus
𝑉𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
𝑅𝑚 =
𝐼𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
0,425𝑉
𝑅𝑚 =
0.0005𝐴
𝑅𝑚 = 850 Ω

2. Menentukan Rd
Dari data Vm, Im, dan Vs diatas digunakan untuk mencari batas nilai maksimum
hambatan tetap (Rd) yang harus digunakan untuk menentukan skala yang diinginkan
menggunakan rumus pada pembuatan Voltmeter

(𝑉𝑠𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 − 𝑉𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 )
𝑅𝑑 =
𝐼𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚

(1.4 − 0.425)𝑉
𝑅𝑑 =
0.0005 𝐴

0.975 𝑉
𝑅𝑑 =
0,0005 𝐴

𝑅𝑑 = 1950 Ω
𝑅𝑑 ≈ 2000 Ω

Membuat skala Ohm-meter dengan menggunakan hambatan yang digunakan lebih


dari 1950 Ω dan menggunakan baterai 1,4 V, sehingga dengan vu-meter tersebut
dapat difungsikan dengan sebagai Ohm-meter menggunakan hambatan 2000 Ω.

3. Menentukan hubungan antara sudut simpangan ( ϴ ) dengan skala hambatan


ohmmeter (R)
B
ExpDec1 of B
500000

400000
Skala hambatan(ohm)

300000

200000

100000

-10 0 10 20 30 40 50 60 70 80
(derajat)

D. Pembahasan

Dalam praktikum Alat Ukur Listrik dengan praktikum “Desain dan Implementasi
VU-Meter sebagai Ohm-meter” kali ini bertujuan untuk memfungsikan VU meter sebagai
Ohm-meter dan mengetahui hubungan antara sudut simpangan VU meter dengan skala
ohm-meter pada VU-Meter.
.Ohm-meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur nilai resistor atau
hambatan, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor.
Satuan yang digunakan pada alat ukur ini dinyatakan dalam ohm (Ω). Sesuai dengan
hukum Ohm, besar nilai dari hambatan (R) dapat ditulis dengan:
𝑉
R =
𝐼

V menyatakan tegangan/potensial listrik (volt/tegangan) dan I menyatakan besarnya arus


listrik yang mengalir.

Pada praktikum kali ini, VU Meter difungsikan sebagai Ohm-meter


dengan memberikan tegangan sumber (Vs), RAdj, dan R tetap yang kemudian
disusun secara seri dengan VU-meter. Pada instrumen ohm-meter haruslah
ada sumber tegangan pada praktikum ini dengan baterai dengan besar tegangan 1.4 V
karena pembacaan skala hambatan diindikasikan dengan pergerakan jarum VU-meter
akibat dialiri arus, R Adjusment (RAdj) digunakan untuk kalibrasi ohm-meter, dan R tetap
sebesar 2 kΩ digunakan sebagai pelindung agar saat ohmmeter dikalibrasi arus yang
mengalir tidak melebihi arus maksimum sehingga tidak merusak alat.

Untuk membuat ohm-meter menggunakan VU-meter diperlukan proses ‘kalibrasi’


dengan tujuan untuk mengetahui simpangan maksimum atau terjauh jarum menuju titik
nol. Pada rangkaian menggunakan tegangan sumber atau baterai 1,4 V dan 2 buah
potensiometer dan 1 buah hambatan tetap (Rd) sebesar 2 kΩ, sesuai dengan analisis
perhitungan diatas. Satu potensiometer digunakan untuk kalibrasi ohm-meter dan tidak
memutar potensiometer. Sedangkan potensiometer yang lain untuk membuat skala pada
ohm-meter pada VU-Meter, bertujuan untuk mempermudah pembuatan skala agar tidak
mengganti-ganti resistor tetapi dengan memutar potensiometer secara berkala dan diukur
menggunakan multimeter.

Pengukuran skala untuk ohmmeter berbeda dengan amperemeter dan voltmeter.


Ketika tidak ada resistor atau beban (dengan kedua ujung terbuka/ rangkaian terbuka)
maka tidak ada arus yang mengalir yang menuju VU-meter sehingga besar hambatan atau
resistor adalah tak hingga (~). Pada pengukuran ohm-meter, jarum bergerak ke kanan,
maka besar hambatan semakin kecil dan pada simpangan maksimum besar hambatan adalah
nol. Pada alat ukur amperemeter dan voltmeter, simpangan jarum bergerak ke kanan
menandakan harga arus dan tegangan yang diukur semakin besar. Hambatan mempunyai
besar tahanan sebesar 0 , maka arus yang mengalir pada VU-meter besarnya maksimum
dan besarnya arus hanya bergantung pada tegangan baterai dan hambatan dalam VU-
meter. Dengan menghubungkan kedua ujung rangkaian ohmmeter, maka arus maksimum
sebesar 0.5 mA dan nilai tahanan sebesar nol ohm. Jika skala maksimum pada alat ukur
pada sebelah kiri, menunjukkan sesuatu yang memiliki hambatan yang tak terhingga,
kemudian skala maksimum pada sebelah kanan menunjukkan tahanan sama dengan nol.
Untuk memudahkan pengukuran dan tidak merusak alat maka diberikan hambatan yang
dipasang seri (Rd/ Rtetap) terhadap VU-meter.
Untuk membuat skala ohmmeter dari 0 ohm hingga tak hingga digunakan skala
logaritmik. Artinya kenaikan skala yang diberikan tidak linier. Permasalahan utama pada
saat merancang ohmmeter adalah kestabilan dari tegangan baterai untuk keakurasian
membaca hambatan. Jika tegangan baterai berkurang maka penskalaan ohmmeter
kehilangan keakurasian. Dengan hambatan tetap (Rd) konstan sebesar 2 kΩ dan tegangan
menurun, VU-meter tidak akan defleksi penuh ketika dua ujung rangkaian ohmmeter
dihubungkan. Karenanya dalam alat ukur ohmmeter digunakan R adjusment untuk
kebutuhan kalibrasi Ohm-meter ini.
Pada praktikum kali ini, untuk mengetahui hubungan antara sudut simpangan VU
meter dengan skala ohm-meter pada VU-Meter. Dari grafik hubungan antara simpangan
sudut dan hambatan atau skala ohmmeter berbentuk eksponensial dengan standar error
sebesar 0.11255.

E. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Dalam memfungsikan VU meter sebagai ohm-meter diperlukan sumber tegangan, R
adjusment (RAdj), dan Rtetap yang kemudian dipasang secara seri dengan VU meter.
Sumber tegangan pada praktikum ini dengan baterai dengar besar tegangan 1.4 V
digunakan untuk mengalirkan arus dalam rangkaian agar ohmmeter dapat berfungsi,
R Adjusment (RAdj) digunakan untuk kalibrasi ohm-meter, dan R tetap sebesar 2 kΩ
digunakan sebagai pelindung agar saat ohmmeter dikalibrasi arus yang mengalir tidak
melebihi arus maksimum sehingga tidak merusak alat.
2. Grafik hubungan antara sudut simpangan sudut (ϴ) dengan skala ohmmeter (R)
berbentuk eksponensial dengan standar error sebesar 0.11255.

F. Daftar Pustaka
 Sapie, Soedjana . 1982 .Pengukuran dan alat-alat listrik. Jakarta : PT. Pradnya
Paramita
 http://repository.ut.ac.id/4409/1/PEFI4206-M1.pdf (diakses pada tanggal 2 Mei 2017)
 Elektronika Dasar.2015.Voltmeter Arus Searah (DC Voltmeter).
http://elektronika-sar.web.id/instrument/volt-meter-arus-searah-dc-volt-meter/.
(diakses tanggal 2 Mei 2017)

G. Lampiran

Rangkaian Ohmmeter