Anda di halaman 1dari 3

Nama : Yudhi Surya Tritama

NIM : 3201016009

Prodi : Kesehatan Masyarakat

Semester : VI (Kesehatan lingkungan)

KASUS MINAMATA (jepang)

A. PERJALANAN KISAH BENCANA MINAMATA (Jepang)

Kegiatan industri merupakan aktivitas penting dan baik untuk


menampung banyak tenaga kerja. Dengan pembangunan industri itu kita akan
mampu meningkatkan pendapatan negara, yang kemudian dapat digunakan
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, hendaknya aktivitas ini
selalu dikelola secara disiplin, mengikuti analisis dampak lingkungan secara
ketat. Perkembangan industri sekarang mengalami perkembangan tanpa
kontrol. Industri berlomba-lomba melakukan berbagai cara untuk
mendapatkan hasil yang melimpah. Tanpa disadari semua tingkah laku
industrialisasi menjadikan banyak problematika didalam setiap kehidupan
dibanyak Negara, salah satunya yatu tragedi Minamata di Negara Jepang.

Pada kasus ini karena buruknya pengolahan dan pembuangan limbah


yang dilakukan Pabrik Chisso, ditemukannya 200-600 ton Hg merkuri yang
terdapat di teluk Minamata, terdapat pula mangan, thalium dan selenium yang
sangat jelas berefek negatif jika masuk ke dalam tubuh manusia. Kasus
pertama Minamata terjadi pada tahun 1956 dimana penderita mengalami
gejala kerusakan otak dan jaringan saraf tulang belakang.

Semakin lama, jumlah penderita yang mengalami penyakit serupa


bertambah, hingga dilakukan penelitian serius oleh Universitas Kumamoto.
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah adanya kandungan logam berat
dan tinggi pada tubuh penderita karena memakan ikan yang berasal dari teluk
Minamata yang sudah tercemar oleh limbah Pabrik Chisso. Pada tahun 1968,
Jepang sudah mengumumkan bahwa penyakit yang dijangkit oleh masyarakat
di kawasan Minamata disebabkan oleh pencemaran limbah Pabrik Chisso.

Meskipun banyak masalah yang disebabkan oleh Pabrik Chisso,


namun pemerintah Jepang saat itu tidak dengan segera melakukan tindakan
tegas. Sebaliknya, pemerintah Jepang, Menteri Industri dan Perdagangan
Nasional Hayato Ikeda, justru geram dan meminta penelitian tersebut untuk
dihentikan karena berita tersebut dinilai akan mengancam kemajuan ekonomi
Jepang. Hal ini disebabkan karena Pabrik Chisso merupakan perusahaan
raksasa kimia terbesar di Jepang serta menguasai pasar global dan menunjang
perekonomian Jepang saat itu. Meskipun banyak kasus yang diakibatkan dari
pencemaran Pabrik Chisso tersebut, bahkan hingga dibawa ke pengadilan,
pemerintah Jepang tetap mengijinkan Pabrik Chisso beroperasi. Pabrik Chisso
bahkan pada awalnya telah memberikan uang tutup mulut kepada penduduk
agar Pabrik Chisso tetap berjalan.

Semakin lama, bencana penyakit akibat pencemaran Pabrik Chisso


bertambah besar. Hal ini akhirnya mampu mengetuk hati dari Pemerintah
Jepang serta menyadarkan mereka bahwa pertumbuhan ekonomi yang mereka
lakukan merugikan masyarakat, khususnya di Minamata. Lebih dari 26,6 juta
dolar harus dikeluarkan oleh pemerintah Jepang untuk mengganti kerugian
penduduk Minamata serta harus menutup Pabrik Chisso. Hingga tahun 1990,
tercatat ada 987 korban meninggal dan 2.900 penderita penyakit Minamata
yang masih hidup menurut biro lingkungan hidup Jepang. Saat itu pemerintah
Jepang memerlukan waktu 15 tahun untuk mereklamasi dan mensterilkan
teluk Minamata dari kandungan logam berat.

Melalui kasus ini,saya menganalisa bahwa :

B. FAKTOR YANG MENYEBABKAN KERACUNAN


Yakni bahan Merkuri (Hg) atau biasa dikenal sebagai air raksa, hasil limbah yang
diproduksi oleh industri Chisso (Jepang)

C. PROSES PERJALANAN MERKURI (Hg)

Merkuri (Hg) dibuang dikelaut, membuat kehudipan laut tercemar


oleh logam berat tersebut yang berdampak pada biota laut, termasuk ikan,
yang dimana merupakan komsumsi masyarakat sekitar teluk Minamata.
Sehingga ikan yang berada diteluk tersebut terkontaminasi oleh logam berat
Merkuri,yang kemudian dimakan oleh masyrakat sekitar, sehingga
menimbukan gangguan kesehatan berupa penyakit sindrom dan kelainan
mental serta kelumpuha saraf bahkan kematian.

D. TATA CARA PENGENDALIAN

Berdasarkan hal tersebutlah, maka pemerintah jepang akhirnya


menutup pabrik/ industry Chisso tersebut, sehingga muncullah beberapa cara
pencegahan dan pengendalian diantaranya:

1. Diberlakukannya perraturan Hukum terkait dengan Pemeliharan


Lingkungan
2. Diberlakukannya peraturan Hukum terkait dengan pengendalian
Pencemaran Lingkungan Hidup
3. Menciptakan /mengembangkan alat serta teknologi pengendalian
limbah penyebab pencemaran (pencegahan)