Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

Analisis Sintesis Tindakan Pemasangan Nebulizer Pada Tn. R


Di Ruang Mawar 1 RSUD Kab. Karanganyar

Hari : Rabu
Nama mhsw : Joko Rifai
Tanggal : 20 Januari 2019
Jam : 21.00 WIB

A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan batuk berdahak dan sesak napas
B. Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan bersihan jalan berhubungan dengan penumpukan
sekret
C. Data yang mendukung Diagnosa Keperawatan
DS:

 Klien mengatakan merasa sesak napas sejak tadi malam


 Klien mengatakan batuknya berdahak

DO:
 Terdapat suara ronchi
 GCS = 15 (E4V5M6)
 Klien tampak lemas pucat terlihat sesak
 Ada tarikan otot bantu pernapasan ketika klien bernapas
 Klien batuk serta terdengar suara ronchi
 TD : 130/70 mmHg  RR : 28 x/menit
 N : 110 x/menit  Suhu: 37,3oC
D. Dasar Pemikiran
Klien masuk ke Rumah Sakit pada tanggal 17 Februari 2019 pukul
16.26 WIB dengan keluhan sesak napas. Pemeriksaan fisik klien
menunjukkan Klien terlihat sesak, ada tarikan otot bantu pernapasan
ketika klien bernapas, terdapat suara rocnhi. Suara napas tambahan
tersebut mengindikasikan adanya secret yang tertahan.
E. Prinsip tindakan keperawatan ( berisi SPO Yang dilakukan )
Pelaksanaan
1. Tahap tindakan
a. Memberi tahu pasien.
b. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah tindakan,
terutama pada klien yang menggunakan bronchodilator.
c. Observasi pengembangan paru dan pasang oksigen setelah
pemberian obat apabila diperlukan.
d. Prinsip nebulizer adalah mengubah obat (larutan) menjadi
aerosol, sehingga dapat dihirup pasien dengan
menggunakan masker atau mouthpiece
e. Persiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan : 
Nebulizer set dan masker  Air steril  Obat yang diperlukan
(mentol, ventolin)
f. Jelaskan kepada klien tentang tujuan prosedur dan langkah-
langkah prosedur yang akan dilaksanakan.
g. Atur posisi klien senyaman mungkin (semifowler)
h. Jaga pivacy klien
i. Cuci tangan
j. Isi nebulizer dengan obat yang dianjurkan dokter dan air steril
4-6 cc dan pilih tekanan nebulizer yang sesuai.
k. Pasangkan masker pada klien lalu hubungkan nebulizer
dengan sumber listrik dan hidupkan nebulizer serta
instruksikan klien untuk menghirup uap yang dihasilkan
nebulizer dan bernapas panjang.
l. Setelah obat yang diberikan telah habis menjadi uap,
matikan nebulizer. Lalu rapikan klien.
m. Cuci tangan.
n. Rapikan peralatan kembali.
o. Dokumentasikan padastatus klien.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
1) kulit dan membrane mukosa klien.
2) Cek kepatenan alat
3) Observasi adanya keluhan terutama mual dan muntah.
4) Tanyakan kenyamanan terhadap terapi nebulizer
5) Bandingkan hasil PaO2, SaO2, SpO2 klien sebelum dan
sesudah pemberian nebulizer
6) Kaji dan bandingkan status pernapasan sebelum dan
sesudah pemberian nebulizer
2. Evaluasi
a. Evaluasi pasien
1) Klien mengatakan merasa lebih nyaman dan sesaknya hilang
b. Evaluasi tindakan
1) Tidak ada nafas cuping hidung
2) Tidak ada retraksi intercosta dan clavikula.
F. Bahaya dilakukannya tindakan ( berisi ttg efek yg muncul apabila
dosis tidak sesuai atau kesalahan pemberian tindakan )
1. Pemberian obat melalui nebulizer harus disesuaikan dengan
kondisi penyakit pasien. Pemberian yang terlalu lama dan dosis
yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kelemahan otot - otot
pernafasan yang selanjutnya akan terjadi depresi pernafasan.
Apabila kondisi ini tidak segera ditangani akan meningkatkan
resiko gagal nafas.
G. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan ( sesuai dengan NIC )
1. Berikan posisi semi fowler atau fowler
2. Anjurkan untuk napas dalam
H. Hasil yang di harapkan setelah dilakukan tindakan
S:  Klien mengatakan merasa lebih nyaman dan sesaknya hilang.
O:  Tidak ada nafas cuping hidung
 Tidak ada retraksi intercosta dan clavikula.
 Klien tampak rileks
 TD : 120/70 mmHg  N : 88 x/menit
 RR : 24 x/menit  Suhu : 370C
A:  Masalah teratasi. Klien sudah tidak sesak napas lagi dan tidak
terdengar suara ronchi.
P :  Anjurkan kepada klien untuk sebisa mungkin menghindari
alergen/hal-hal yang memicu kekambuhan penyalitnya.
I. Evaluasi diri ( kesenjangan langkah prosedur yg telah dilakukan
dengan SPO nya )
SOP dilakukan sesuai prusedur
J. Daftar pustaka / Referensi
Almazini, P. 2012. Bronchial Thermoplasty Pilihan Terapi Baru untuk
Asma Berat. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia

Mubarak, W dkk. 2015. Standar Asuhan Keperawatan dan Prosedur


Tetap Dalam Praktik Keperawatan.Jakarta: Salemba Medika.

Nurarif, Amin Huda dan Hardhi Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan


Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-
NOC. Yogyakarta: MediAction.

Mengetahui,
Pembimbing Klinik/CI Mahasiswa

…………………………….. ……………………………..