Anda di halaman 1dari 2

Depresi postpartum

Setting :

Sepasang suami istri telah berkomitmen untuk menunda kehamilan dikarenakan kepentingan pekerjaan
yang harus diselesaikan, namun semua itu tidak sesuai apa yang direncanakan, dan ternyata si istri
kebobolan dan setelah itu melahirkan.

Pada suatu hari ,tiga hari setelah melahirkan sang suami berpamitan ke luar kota, dan sang istri hanya
ditemani oleh ibunya yang sudah tua.

Sang istri merasa terbebani oleh hadirnya buah hati di karenakan sang istri memiliki tanggung jawab
akan pekerjaannya.

Ibu :nduk, anakmu nangis, taruh dulu laptopnya

Istri: enggeh buk, sebentar

Ibu: nduk, kasian anakmu nangis itu

Istri : iyah ibuk, astaughfirulloh

Ibu :maaf ya nduk, ibuk tidak bisa bantu apa apa

Istri: iyah buk, tidak apa apa

Kemudian sang istri menelpon suami

Istri : Assalamualaikum ayah

Suami :Waalaikumsalam, ada apa bun?

Istri : Ayah kapan pulang?

Suami : lusa bun, yang sabar ya bund

Istri : ya sudah ayah

Lusa kemudian.

Suami :assalamualaikum sayang

Istri :Waalaikum salam

Suami: kenapa wajah bunda sedih, seharusnya senang dong ayah datang
Istri: bunda capek ayah tugas bunda di kantor belum selesai, 3 bulan ini bunda harus mengirim laporan
pemasukan

Suami : bagaimana kalau kita ke bidan saja bun, mungkin bu bidan bisa sedikit mengurangi beban bunda
dan memberikan solusi agar ibu tidak kuwalahan

Keesokan harinya...

Suami dan istri : Assalamualaikum...

Bidan : Waalaikumsalam wr wb silahkan duduk pak bu

Suami : iya bu bidan terimakasih

Bidan : perkenalkan saya bidan nurul aini, apa bisa saya bantu bu?

Istri : begini bu bidan saya ini kan berencana untuk menunda kehamilan saya, ternyata tidak sesuai apa
yang kita rencanakan, kemudian lahirlah anak saya. Saya sebenarnya senang lahir anak ini tapi juga saya
sedih di karenakan saya masih ada tanggung jawab di pekerjaan saya, suami saya juga sibuk kerja, ibuk
saya yang tua, dan anak saya juga sering menangis.

Bidan :