Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap perusahan harus dapat membuat suatu strategi pemasaran yang tepat dan dapat
membuat suatu perencanaan untuk dapat bersaing dimasa sekarang dan akan datang. Pada
perusahan yang bergerak dalam bidang pemasaran jasa juga diperlukan strategi untuk dapat
meningkatkan daya saing diantara perusahann yang sejenis. Usaha tersebut tidak mudah
dikarenakan harus memiliki strategi bersaing yang tepat dalam usahanya mencapaikeunggulan
kompetitif. Situasi perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah dapat ,menjadikan peluang
peningkatan usahan atau bahkan menjadi ancaman menjadi perusahaan. Salah satu upaya untuk
mengetahui strategi yang tepat bagi perusahaan adalah dengan analisis SWOT.

Analisis SWOT merupakan identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk


merumuskan strategi perusahaan. Secara umum, penentuan strategi yang tepat bagi perusahaan
dimulai dengan mengenali opportunity (peluang) dan treats (ancaman) yang terkandung dalam
lingkungan eksternal serta memahami strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan) pada
aspek internal perusahaan. Dengan demikian, perusahaan mampu bersaing dan mencapai tujuan
secara efektif dan efisien.

Strategi perusahaan dapat dilakukan dengan berbagi cara. Cara-cara suatu perusahaan
dalam menggunakan keseluruhan atau beberapa strategi yangakan dilakukan disebut dengan
formulasi strategi. Formulasi strategi terdiri dari tiga macam yaitu : Formulasi strategi koorporat
dimana perusahaan ,menganalisa lingkunagn operusahaan untuk menentukan arah perusahaan di
masa depan atau mendatang, Formulasi strategi unit bisnis guna mengetahui kekuatan
perusahaan terhadap persaingan industri pasar serta Formulasi strategi fungsional yang dilakukan
untuk setiap fungsi-fungsi dari suatu perusahaan, salah satunya adalah strategi pemasaran.

Salah satu fenomena yang dapat kita liat adalah pada perusahaan jasa pelayanan
kesehatan di Indramayu, Persaingan bisnis ini semakin ketat dengan bukti makin banyak
dibukanya klinik-klinik milik perorangan dan Rumah sakit swasta milik perusahaan atau
Yayasan. Selain itu masyarakat juga menuntut pelayanan yang diberikan oleh para penyedia jasa
layanan kesehatan. Dengan adanya permintaan tersebut menunjukan bahwa bisnis jasa pelayanan
kesehatan menghadapi permasalahan yang komplek. Rumah Sakit YPIB merupakan salah satu
penyedia jasa pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Rumah Sakit YPIB selaku Rumah Sakit Swasta yang masih memiliki kekurangan dalam
hal pelayanan khususnya pasien program BPJS Kesehatan , poin nya salah satunya ada batasan
untuk pelayanan pasien BPJS Kesehatan khususnya pasien rawat jalan,itu menjadi kendala
pasien tidak bisa mendapatkan pengobatan secara teratur karena masalah batasan jumlah pasien,
yang kedua prosedur pelayanan pasien yang masih terlalu panjang.

1
Berdasar Latar belakang tersebut, studi ini memfokuskan pada permasalahan bagaimana
posisi perusahaan terhadap lingkunagn internal dan lingkungan eksternal pada Rumah Sakit
YPIB berdasarkan analisis SWOT dan POAC. Dari hal tersebut penulis ingin mengangkatmya
menjadi pokok permasalahn yang berjudul “ Analisis SWOT dan POAC pada Rumah Sakit
YPIB “.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas dapat diidentifikasi masalah yang
ada antara lain :

1. Prosedur pelayanan pasien pada Rumah Sakit YPIB masih terlalu panjang.
2. Batasan jumlah pasien Rawat jalan
3. Kekurang-kekurangan yang dimiliki Rumah Sakit YPIB dapat menjadi kelemahan
bahkan ancaman bagi perusahaan.

C. Batasan Masalah

Mengingat begitu banyaknya permasalahan yang timbul dan harus dipecahkan, maka
perlu adanya pembatasan masalah untuk menghindari berbagai persepsi yang muncul
berkaitan dengan penelitian ini, permasalahan dibatasi pada “Analisis SWOT dan POAC
pada Rumah Sakit YPIB”

D. Rumusan Masalah

Berdasar pembatasan masalah diatas, maka dirumuskan pemasalahannya yaitu :


“ Bagaimana Analisis SWOT dan POAC pada Rumah Sakit YPIB”

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah di atas adalah untuk mengetahui
analisi SWOT dan POAC pada Rumah sakit YPIB.

2
F. Manfaat Penelitian

Setiap penelitian dilakukan guna memperoleh manfaat yang berguna bagi seluruh pihak-
pihak yang bersangkutan. Selain bermanfaat bagi masyarakat luas, informasi ini juga
bermanfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan diadakan
penelitian ini, manfaat yang diharapkan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini
antara lain sebagi berikut :

1. Bagi penulis

Penelitian ini diharapkan menjadi tambahan pengetahuan dan untuk membandingkan


antara teori yang didapat selama perkuliahan dengan praktik dilapangan kerja.

2. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagi bahan pembelajaran dan


pengambilan kebijakan selanjutnya yang berkaitan dengan penetapan strategi
pemasaran produk untuk kedepannya.

3. Bagi Mahasiswa dan pembaca lainnya

Penelitian ini diharapkan menjadi tambahan referensi baca dan informasi khususnya
bagi mahasiswa jurusan Farmasi yang berkeinginan membangun sebuah Rumah Sakit
atau bekerja disuatu Instansi pelayanan kessehatan.

3
BAB II
KAJIAN TEORI

A. PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN STRATEGI BISNIS


Proses dalam menyusun perumusan strategi dan pelaksanaannya berisi lima tahapan kunci
yang saling berhubungan, yaitu :
1. Membentuk visi strategis mengenai kemana organisasi akan bergerak.
2. Menetapkan tujuan, mengubah pandangan strategis menjadi hasil kinerja spesifik yang harus
dicapai perusahaan.
3. Merumuskan pilihan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan.
4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi yang dipilih secara efisien dan efektif.
5. Mengevaluasi efektivitas strategi dan dampaknya terjadap kinerja bisnis.

1. Mengembangkan Visi Strategi


Business vision merefleksikan aspirasi manajemen mengenai arah masa depan
organisasinya, dan juga memberikan gambaran secara rinci mengenai “ke mana kami
akan pergi”. Visi ini menerangkan tujuan perusahaan jangka panjang dan membentuk
identitas organisasi. Visi strategi menunjukkan arah organisasi ke arah tertentu dan grafik
jalur strategis yang harus diikuti organisasi.
2. Menetapkan Tujuan Strategi

Maksud dari menetapkan tujuan adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi
managerial menjadi target kinerja spesifik – hasil dan output yang ingin dicapai
organisasi. Menetapkan tujuan dan kemudian mengukur apakah mereka telah
mencapainya atau belum dapat membantu manajer untuk mengikuti perkembangan
organisasi.

Menetapkan sasaran atau tujuan kinerja diperlukan dari seluruh manajer. Setiap unit
dalam perusahaan memerlukan target yang konkret dan kinerja yang dapat diukur dan
berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Disini tujuan perusahaan yang luas
diperinci menjadi target-target khusus untuk setiap unit organisasi dan manajer di level

4
yang lebih rendah memegang tanggung jawab untuk mencapainya. Dengan demikian
diharapkan, iklim yang berorientasi hasil (result oriented culture) akan terbentuk di
seluruh perusahaan.

3. Merumuskan Strategi Bisnis


Strategi perusahaan merepresentasikan jawaban manajemen terhadap sejumlah
pertanyaan bisnis seperti:
a) apakah akan berkonsentrasi dalam satu bisnis atau membangun kelompok bisnis yang
beraneka ragam,
b) apakah ingin menjangkau konsumen yang lebih luas atau fokus pada pasar yang
sempit,
c) apakah mengembangkan jalur produk yang luas atau yang lebih spesifik,
d) apakah mengejar keuntungan kompetitif berdasarkan pada rendahnya biaya atau
superioritas produk atau kemampuan organisasi yang unik.
Strategi membawa kepada isu penting tentang bagaimana cara mencapai
target hasil sesuai dengan situasi organisasi dan prospeknya. Tujuan adalah “hasil
akhirnya” dan strategi adalah “alat” untuk mencapainya.

4. Eksekusi Strategi
Visi dan strategi tak akan ada artinya apa-apa tanpa bisa di-eksekusi secara tuntas dan
optimal. Untuk membantu agar strategi dapat diimplementasikan dengan baik,
dibutuhkan sejumlah hal, antara lain: pada semua level muncul kepemimpinan yang kuat
dan berorientasi pada tindakan (action oriented leadership), kapabilitas organisasi yang
adaptif, dan juga keterkaitan antara strategi dan kebijakan remunerasi para karyawan.
Selain itu, keberhasilan pelaksanaan strategi juga akan ditopang oleh dukungan sistem IT
yang kuat dan juga adanya keterkaitan alokasi anggaran dengan strategi.

5. Evaluasi Strategi Bisnis


Proses pelaksaaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam fase evaluasi ini
dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik, dan elemen apa saja yang

5
masih belum sempurna pelaksanaannya dan meleset dari target yang telah ditetapkan.
Terhadap elemen ini perlu segera dilakukan tindakan korektif (coorective action and
responses) agar arah dan pelaksanaan strategi dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Dalam latar belakang RS YPIB diatas setidaknya perusahaan tersebut sudah


melalui Proses perumusan strategi dan pelaksanaannya yang berisi lima tahapan yang
saling berhubungan, yaitu:
1. Membentuk visi : Untuk mengembangkan bisnis pelayanan medis sampai menjangkau
seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
2. Menetapkan tujuan : Tujuan terpercaya bagi pilihan holistik kelas dunia, pendidikan
kesehatan dan penelitian.
3. Merumuskan pilihan strategi : RS YPIB memilih merumuskan pilihan strateginya
dengan Menyediakan jaringan terbanyak di Indonesia dan menciptakan peluang yang
bersinergis dalam pelayanan medik.
4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi : Dalam mengimplementasikan strategi
yang telah di susun dan di rumuskan dengan baik maka RS YPIB membagi beberapa
bagian atau divisi agar proses eksekusi strategi yang telah di tetapkan dapat berjalan
secara optimal dan efisien, disamping itu tiap-tiap divisi di berikan pada orangorang yang
kompeten di bidangnya masing-masing dengan mengutakaman karakter leadership yang
kuat dan berorientasi pada tindakan, dan di dukung dengan kebijakan yang sejalan
dengan apa yang sudah di rumuskan sebelumnya.
5. Mengevaluasi efektivitas strategi : Dalam tahap/ proses ini, Meratus selalu
mengadakan meeting rutin mingguan, bulanan, dan juga rakor tahunan. Guna untuk
membahas dan mengevaluasi segalanya sudah berjalan dengan baik apa belum, dan juga
strategi apa saja yang masih belum sempurna pelaksanaannya. Dari sini jika masih
banyak di temukan sistem yang masih belum sempurna maka perlu segera dilakukan
improvement tindakan korektif agar implementasi strategi dapat berjalan sesuai rencana
dan efektif.

6
B. ANALISA SWOT (STRENGHT, WEAKNESS, OPPORTUNITY dan
THREAT)
SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan),
Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka
kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi, caranya berhubungan dengan
lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah
untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Jadi dapa
disimpulkan analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur
internal (kekuatan dan kelemahan) terhadap unsur-unsur eksternal (peluang dan ancaman).

Faktor Internal
Faktor internal terdiri dari strength dan weakness yaitu faktor yang berasal dari dalam
objek itu sendiri. Jika objeknya adalah sebuah organisasi katakan BEM, maka faktor internalnya
meliputi bagaimana kualitas SDM didalam BEM, bagaimana dengan manajemen keuangan di
dalam BEM dan lain-lain. Dari sini kita sepakati OBJEK yang kita bahas adalah Organisasi.

Strenght (Kekuatan)
1. RS. YPIB sudah memiliki brand yang cukup terkenal dalam pelayanannya.

2. RS. YPIB Memiliki 9 daerah dan kantor cabang di seluruh Indonesia dan terus berkembang
hingga saat ini.
3. Rumah Sakit YPIB telah memiliki beberapa rumah sakit, klinik spesialis dan pusat
pengobatan kanker.

4. Standart pelayanannya mengacu pada standar internasional.


5. Memiliki Profesor, Dokter, dan Perawatan Medis yang sudah professional.
6. Bangunan RS. YPIB menyerupai hotel di dalamnya (seperti : Minimarket,Restoran, dan
Cafetaria)
7. RS. YPIB memiliki peralatan terlengkap dan perlengkapan yang canggih (seperti : Analis
laboratorium, Radiologi, dan Cath lab)
8. RS. YPIB meneraptan teknologi IT yang terintegrasi di seluruh area cabang.
9. Selalu memberikan inovasi-inovasi baru dalam pelayanannya.

7
10. Pelayanan yang terbaik cukup sesuai dengan pelayanan exelence yang diberikan pada
customer.

Weakness (Kelemahan)

1. RS. YPIB Cirebon tempat bangunannya kurang besar dan lebar.


2. Sempitnya area tempat parkir RS. YPIB Surabaya (kurang luas)
3. Dari jaman dulu sampai sekarang mengurus administrasi pada saat pasien pulang sangat
lama (-,+) 1 jam/lebih.
4. Sistem manajemen mutu terkait SDM nya masih lemah.
5. Sistem jobdesk karyawan masih tidak beraturan.
6. Budaya telat masih jadi kebiasaan

Faktor Eksternal
Faktor eksternal terdiri dari opportunity dan threat yaitu faktor yang berasal dari luar
objek. Jika objeknya adalah sebuah organisasi katakan BEM, maka faktor eksternalnya meliputi
bagaimana dengan dukungan dekan dan mahasiswa dan lain-lain. Dari sini kita sepakati OBJEK
yang kita bahas adalah Organisasi.

Opportunity (Peluang)

1. Pelayanan jasa yang di tawarkan sesuai dengan yang di harapkan oleh pelanggan.
2. Inovasi yang di ciptakan selalu dijadikan contoh oleh kompetitor.
3. Semakin banyaknya kebutuhan akan jasa pelayanan medic membuat RS. YPIB semakin
menambah luas jaringannya.
4. Peralatan lengkap dan Pelayanan Terbaik membuat RS.YPIB untuk berekspansi jaringan ke
luar negeri (Mendunia)
5. RS. YPIB Buka operasional 24 jam

8
Threat (Ancaman)

1. Pelayanan Rate harga kamar relatif mahal dari kempetitor.


2. Semakin berkembangnya buka pelayanan Rumah Sakit baru di berbagai tempat.
3. Banyak bermunculan Rumah Sakit baru dengan berbagai bentuk tawaran yang menarik

C. POAC DI RUMAH SAKIT


Rumah sakit sebagai salah satu subsistem pelayanan kesehatan menyelenggarakan dua
jenis pelayanan untuk masyarakat yaitu pelayanan kesahatan dan pelayanan administrasi.
Pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi
medik dan pelayanan perawatan. Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui unit gawat darurat,
unit rawat jalan, dan unit rawat inap. Dalam perkembangannya pelayanan rumah sakit tidak
terlepas dari pembangunan ekonomi masyarakat. Perkembangan ini tercermin pada perubahan
fungsi klasik RS yang pada awalnya hanya memberikan pelayanan yang bersifat penyembuhan
(kuratif) terhadap pasien melalui rawat inap. Pelayangan RS kemudian bergeser karena kemajuan
ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran, peningkatan pendapatan dan pendidikan
masyarakat. Pelayanan kesehatan di RS saat ini tidak saja bersifat kuratif (penyembuhan), tetapi
juga bersifat pemulihan (rehabilitatif). Keduanya dilaksanakan secara terpadu melalui upaya
promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Dengan demikian, sasaran pelayanan
kesehatan RS bukan hanya untuk individu pasien, tetapi juga berkembang untuk keluarga pasien
dan masyarakat umum. Fokus perhatiannya memang pasien yang datang atau yang dirawat
sebagai individu dan bagian dari keluarga. Atas dasar sikap seperti itu pelayanan kesehatan di RS
merupakan pelayanan kesehatan yang paripurna (komperhensif dan holistik).

I. Planning (Perencanaan)

Perencanaan memusatkan perhatian pada masa yang akan datang. Menejemen harus
mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi hal-hal yang akan datang baik sudah diramalkan
maupun tidak terduga sebelumnya.

Perencanaan memprediksikan apa yang harus dicapai atau dilakukan dimasa datang dan
bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan. Atau dapat ditegaskan sebagai berikut: fungsi

9
perencanaan mencakup aktifitas-aktifitas manajerial yang menentukan sasaran dan alat yang
tepat untuk mencapai sasaran tersebut. Beberapa faktor untuk perencanaan antara lain:

 Sasaran – sasaran
 Tindakan – tindakan
 Sumber – sumber daya yang diperlukan
 Implementasi

Segi penting pada perencanaan diantaranya:

a. Dukungan direksi
b. Jenis perencanaan
c. Persiapan forecasting
d. Tujuan, target dan standart
e. Peningkatan operasional
f. Koordinasi
g. Persiapan sumber daya

Secara topikal rencana sederhana dibagi dalam:

a. Perencanaan jangka pendek


b. Perencanaan jangka menengah
c. Perencanaan jangka panjang

Perencanaan jangka pendek, menengah, panjang ini oleh perencanaan tergantung pada
sifat sasaran/target yang dilakukan dalam waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

a. Perencanaan jangka pendek misalnya:

 Renovasi kamar selama satu minggu


 Perbaikan taman
 Pembenahan jendela kamar

b. Perencanaan jangka menegah

 Pembuatan ruang operasi


 Pembuatan pagar rumah sakit
 Pengadaan alat operasi

10
c. Perencanaan jangka panjang

 Perluasan wilayah rumah sakit


 Penggadaan

II. Organitation (Pengorganisasian)

Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan


menentukanapa tugas pekerjaanny, macam, jenis, unit kerja, alat-alat, keuangan dan
fasilitas.Penorganisasian suatu rumah sakit berdasarkan analisis SWOT.

a. Keuangan (Finance)

 S :- Cadangan dana
- Backup perusahaan induk
- Asset rumah sakit berupa gedung dan ruang-ruang
 W :-Untung/rugi
-gaji, motivasi untuk atasi inflasi
-peraturan-peraturan dalam pengendalian pengadaan

 O:kredibilitas
 T :inflasi/deviasi
 Usulan perbaikan
 Menurunkan biaya efisiensi

 Perhitungan biaya/unit tarif


 Sistem gaji melalui prestasi

b. Gedung dan fasilitas kesehatan

 S : -Lokasi strategis

-fasilitas cukup modern dan lengkap

 W :-pembelian alat harus melalui peraturan

11
-BOR (Bed Occupacy Rate) tinggi/rendah

 O:-tidak ada rumah sakit di wilayah tersebut


 T :Di tahun-tahun mendatang akan banyak rumah sakit bermunculan di tempat tersebut
dengan fasilitas yang cukup baik Usulan perbaikanBila memungkinkan prosedur
anggaran dan penggadaan barang singkat Swastanisasi

c. Marketing

 S : perusahaan induk sebagai costumer yang cukup berat


 W : tempat tidur terlalu penuh sehingga kadang – kadang menyulitkan

 : tarif bersaing
 T :ditahun-tahun mendatang akan muncul rumah sakit swasta yang cukup modern.

Usulan perbaikan:Meningkatkan layanan bermutu, baik perawatan, mutu dokternya,


pendidikan, training yang berkesinambungan, perlu sistem yang mengarah ke arah perbaikan
mutu.

d. Sumber daya manusia

 S :-dokter spesialis full time cukup lengkap


-stand by 24 jam
 W :tidak mudah mencari tenaga dokter yang berkualitas untuk peremajaan
Jumlah masih dirasa kurang
Motivasi sulit karena peraturan
 O:gaji untuk tenaga perawat dan administrasi lebih besar dari rumah sakit lain, sehingga
tidak pindah ke rumah sakit lain.
 T : motivasi di rumah sakit untuk dokter lebih baik

Usulan perbaikan:Bila peraturan memungkinkan perlu sistem motivasi, reward and


punishment yang jelas,Gaji disesuaikan dengan prestasi/kontribusi,swastanisasi,SWOT ini
tentunya sangat tergantung pada keadaan masing-masing rumah sakit.

Ciri rendahnya pengorganisasian yang baik meliputi:

a. Seringnya perubahan rencana


b. Gagalnya pengumpulan keberhasilan pekerjaan

12
c. Lambatnya pengambilan keputusan
d. Informasi yang tidak tepat sasaran
e. Rendahnya pertanggung jawaban
f. Rapat dan komunikasi berlebihan
g. Dibiarkan hal yang tidak kompeten
h. Gaji dan honor yang tidak adil
i. Berharap yang berlebihan

III. Actuating /Directing (Pengarahan dan Pengembangan )

Pergerak (actuating), menggerakkan orang-orang agar mau / suka bekerja.


Ciptakan suasana bekerja bukan karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri,
termotifasi secara interval.

Actuating/directing tidak lepas dari kemampuan menejer/atasan untuk bisa


mengarahkan staffnya ataupun bawahannya untuk meningkatkan fungsi masing-masing
dengan baik. Banyak yang harus diketahui oleh pimpinan/manajer untuk bisa
mengarahkan anak buah untuk bekerja sebaik mungkin sehingga rumah sakit yang
dipimpinnya berhasil dalam mencapai tujuan yang dikehendaki.

Pengertian motivasi atau memotivasi merupakan suatu proses dengan apa


seseorang manajer merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai
sasaran organisatoris, sebagai alat untuk memuaskan keinginan pribadi mereka sendiri.

IV. Controling (Pengendalian)

Pengendalian/pengawasan (controlliang), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan


dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang-orangnya, cara dan waktunya tepat.
Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.

Komponen pengendalian yang harus diperhatikan adalah:

 Adanya standart penilaian


 Adanya standart prosedur

13
 Sistem informasi
 Evaluasi dan deviasi yang terjadi
 Tindakan koreksi

Bentuk kegiatan pengendalian antara lain:

1. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria, norma, instruksi


dan prosedur lain.
2. Melaksanakan pengamatan (monitoring), evaluasi dan laporan, guna mendapatkan
gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan jalannya pelaksanaan dari
rencana.
3. Melakukan kunjungan staff guna mengidentifikasi cara-cara pelaksanaan dalam
rangka penncapaian tujuan.
4. Melakukan superfisi.

14
BAB III

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN VISI, MISI, DAN TUJUAN

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran perusahaan diawali dengan
membuat evaluasi diri dan melakukan analisis secara internal dan eksternal untuk menentukan
apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Langkah berikutnya adalah membahas dalam
rapat kerja untuk menentukan visi, misi, tujuan dan sasaran perusahaan. Pencapaian dalam
menyusun visi, misi, tujuan & sasaran, tentunya juga harus memahami lingkungan sekitar,
memperkirakan masa depan dan persaingannya bagaimana,

A. VISI
 Berkualitas Internasional
 Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
 Memilki Jaringan Yang Kuat
 Melayani Dengan Belas Kasih Dari Tuhan

B. MISI
Pilihan Terpercaya Untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dan
Penelitian yang Holistik.

C. TUJUAN

Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka
pendek. Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau
perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu
yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya.
Dalam konteks ini RS. YPIB memiliki beberapa tujuan yang lebih spesifik seperti: Sumber
daya manusia : Mengembangkan sumber daya manusia yang di miliki, Pelanggan :
Mengutamakan kepuasan pelanggan, Inovasi : Selalu berusaha menciptakan hal-hal baru yang
lebih baik tentunya, dll.

15
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. SEJARAH RS YPIB

Sejak awal berdirinya sebagai Apotik Cirebon dan Praktek Berkelompok Dokter Spesialis

“YPIB” pada tanggal 18 Agustus 2000, perusahaan kami yang bergerak di bidang jasa pelayanan

kesehatan, telah mengembangkan berbagai inovasi untuk lebih memberikan kepuasan dan

kemudahan kepada para pelanggan, antara lain dengan “Konsep One Stop Service” dimana
pelanggan cukup datang kepada kami dan segala kebutuhan pelayanan kesehatan terpenuhi.

Lokasi Rumah Sakit YPIB sangat strategis, beralamatkan di Jl. Majasem Rumah Sakit YPIB

mudah dijangkau, dikelilingi kawasan perumahan, pusat pertokoan, dilalui oleh semua
transportasi umum..

Sebagai salah satu Rumah Sakit yang aktif dikota Cirebon kami selalu mengutamakan service

dan mutu pelayanan yang maksimal kepada setiap pasien dan keluarga pasien (pelanggan), serta

meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan sebagai sarana untuk membantu


pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, sehat jasmani dan rohani.

Dilengkapi oleh fasilitas kesehatan yang memadai serta didukung oleh SDM Dokter, Paramedis

dan karyawan yang berkualitas serta kompeten di bidangnya, kami berkomitmen memberikan
pelayanan kesehatan yang optimal dan menjunjung tinggi etika pelayanan yang baik dan tepat.

16
B. VISI, MISI dan TUJUAN PERUSAHAAN

VISI

- Berkualitas Internasional
- Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
- Memilki Jaringan Yang Kuat
- Melayani Dengan Belas Kasih Dari Tuhan

MISI
Pilihan Terpercaya Untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dan
Penelitian yang Holistik.

TUJUAN
Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka
pendek. Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau
perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu
yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya.
Dalam konteks ini RS. YPIB memiliki beberapa tujuan yang lebih spesifik seperti:
Sumber daya manusia : Mengembangkan sumber daya manusia yang di miliki, Pelanggan :
Mengutamakan kepuasan pelanggan, Inovasi : Selalu berusaha menciptakan hal-hal baru yang
lebih baik tentunya, Rumah Sakit YPIB berlokasi di Jl.Majasem, Cirebon.

17
1. Layanan Medis yang terdapat di RS YPIB

 Ambulance

 Laboratorium

 Rehabilitation

 Apotek

 Radiologi

 Ruang UGD

 Hemodialisa

 Rawat Inap

18
2. Layanan Umum yang terdapat di Rumah Sakit YPIB

 Bank / ATM

 Musholla

 Kafe / Kantin

 Parkir

 Layanan 24 jam
 Ruang Tunggu

3. Kamar rawat inap RS YPIB

1. Super VIP

Satu tempat tidur electric remote control, Satu tempat tidur penunggu, Nakas +

Meja + Head Bed, Almari pakaian besar, Meja Rias + Kursi, Pantry + Meja, Sofa +

Meja, TV LCD 32 Inchi, Kulkas, Dispenser, Kamar Mandi Exclusive + Water


Heater, AC, Kamar tunggu, Paket buah selamat datang.

2. VIP A

Satu tempat tidur electric remote control, Nakas + Head Bed, Almari pakaian

besar, Meja Rias + Kursi, Pantry + Meja, Sofa + Meja, TV LCD 32 Inchi, Kulkas,

Dispenser, Kamar Mandi Exclusive + Water Heater, AC, Kamar tunggu, Paket buah
selamat dating.

3. VIP B

19
Satu tempat tidur, Nakas, Kursi penunggu, Lemari pakaian besar, Sofa, Kulkas,

Dispenser, Meja Rias + Kursi, TV 21 Inchi, Kamar Mandi Exclusive + Water Heater,
AC.

4. VIP C

Satu tempat tidur, Nakas, Kursi penunggu, Lemari pakaian besar, Sofa, Kulkas,
Kursi, TV 21 Inchi, Kamar Mandi Exclusive + Water, Heater, AC.

5. Kelas 1

Tiga tempat tidur, Nakas, Kursi penunggu, Lemari pakaian besar, TV 21 Inchi,
Kamar Mandi Exclusive, AC.

6. Kelas 2

Empat tempat tidur, Nakas, Kursi penunggu, TV 21 Inchi, AC.

7. Kelas 3

Lima tempat tidur, Nakas, Kursi penunggu, TV 21 Inchi, AC.

4. Tindakan Medis

Terdapat 78 tindakan medis dari 15 kategori :

1. Kedokteran Umum
 Medical Chek UP

2. Bedah Umum

20
 Operasi Kista Hati dengan Laporoskopi

3. Kelenjar

 USG Leher

4. Sistem Pencernaan

 Endoskopi

 Laporoscopic Anti-Reflux (GERD) Surgery

 Operasi Angkat kantung Empedu dengan Laparoskopi

 Operasi Hernia Laparoskopi.


 Operasi Usus Buntu dengan Laparoskopi

5. Jantung dan Pembuluh Darah

 Ekokardiografi

 Elektrokardiogram (EKG)

 Enhanced External Counter Pulsation (EECP)


 Stress test

6. Ginjal

 Cuci darah

7. Kanker

 USG Mammae

8. Paru-paru
21
 Tes fungsi paru

9. Kebidanan dan Kandungan

 Ablasi Endometrium

 Biopsi Endometrium

 Biopsi Serviks

 Fertylity Pills and timed intercourse

 Fetomaternal

 Histerktomi dengan Laparoskopi

 Histerosalpingografi (HSG)

 Induksi Ovulasi

 Inseminasi Buatan

 Kauterisasi Serviks

 Kolposkopi

 Konisasi Serviks

 Konsultasi Kehamilan

 Konsultasi Laktasi

 Kuret

 Kursus Kehamilan dan Pasca Kelahiran

 Laparoskopi Kandungan

 Mastektomi

 Melahirkan Normal

 Natural Cycle Monitor

 Operasi Caesar

 Operasi kehamilan ektopik


 Pap smear

22
 Pemasangan dan Pelepasan IUD

 Pemeriksaan kesuburan

 Pengobatan endometriosis

 Produk kelahiran dengan anastesi spinal (ILA)

 Senam hamil

 Suntik kb

 Tes kehamilan

 Tes prenatal
 USG 4 dimensi

 USG folikel

 USG kehamilan

 USG kepala bayi


 USG tranvaginal

10. Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher (THT KL)

 Tes Pendengaran

11. Rehabilitasi Medis

 Fisioterapi

 Terapi bicara
 Terapi okupasi

12. Radiologi

 CT scan

 Rongen data
 USG Dada

23
 USG kepala

 USG Muskuloskeletal

 USG Panggul
 USG Perut

13. Gizi Klinik

 Konsultasi Gizi dan pola makan

14. Bedah Tulang

 Metode penyembuhan bobath


 Terapi stimulasi dini

15. Mata

 Operasi katarak
 USG mata

16. Saluran kemih

 Operasi laparoskopi testis tidak turun


 Sunat

17. Anak

 Konsultasi alegi anak

 Konsultasi pernafasan anak

 Konsultasi psikologi anak

 Konsultasi syaraf anak


 Pengobatan penyakit kawasaki

24
 Pijat bayi

 Skrining tumbuh kembang anak

 Tes pendengaran OAE


 Vaksin anak

5. Dokter

Terdapat 23 dokter dari 15 bidang spesialis

1. Spesialis anak
 dr. Budi santoso, Sp.A
 dr. Renitha damayanti, Sp.A, M. Kes

2. Spesialis bedah tulang

 dr. Rizki Herwindo, Sp.OT

3. Spesialis umum

 dr. Taufik Aziz, Sp.B

4. Spesialis gigi dan mulut

 drg. Asmal Jamal


 drg. Desideria

5. Spesialis kebidanan dan kandungan

 dr. Herry Wahyudi, Sp.OG


 dr. Reni Pratiwi, Sp.OG

25
6. Spesialis kulit dan kelamim

 Dewi Lestari. Sp.KK


 dr. Erni Rohmawati. Sp.KK

7. Spesialis kejiwaan

 dr. Yongky. Sp.Kj

8. Spesialis mata

 dr. Indrianingrum, Sp.M


 Budi Rahardjo, Sp.M

9. Spesialis paru paru

 dr. Sasmayani, Sp.P


 dr. Susanto, Sp.P

10. Spesialis penyakit dalam

 dr. Agus Sukamto, Sp.PD


 dr. Johana, Sp.PD

11. Psikologi

 dr. Agustina, M.Psi

12. Spesialis saraf

 dr. Marlon tua, Sp.S

26
13. Spesialis sistem pencernaan

 dr. Raden iwantoro, Sp.PD

14. Spesialis telinga hidung tenggorokan bedah kepala leher (THT KL)

 dr. Abdul Rahman, Sp.THT-KL


 dr. Albertus, Sp.THT-KL

15. Rehabilitasi medis

 dr. Evy Sujono, Sp. KFR

27
C. Pembagian Departemen Kerja RS YPIB

Rumah sakit MM Indramayu mempunyai dua ketenaga kerjaan yaitu:tenaga medik dan
tenaga non medik.

1. Tenaga Non Medik

Tenaga non medik RS RS YPIB merupakan tenaga pembantu dalam bidang non
medis untuk menjalankan kerja Rumah Sakit.

2. Tenaga Medik

Tenaga medis adalah tenaga ahli kedokteran dengan fungsi utamanya adalah

memberikan pelayanan medis kepada pasien dengan mutu sebaikbaiknya dengan

menggunakan tata cara dan teknik berdasarkan ilmu kedokteran dan etik yang berlaku
serta dapat dipertanggungjawabkan.

a. Dokter

b. Perawat

c. Pegawai Khusus Terapi

d. Teknisi medis

e. Pegawai Khusus Bidan

f. Pegawai Khusus Gizi

g. Pegawai Khusus Kefarmasian

h. Pegawai Khusus Kesehatan Masyarakat

28
29
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka ada beberapa simpulan
yang bisa diambil dari hasil penelitian yaitu hasil analisis SWOT menyebutkan bahwa RS YPIB
sudah mampu bersaing dipasar persaingan yang kompetitif. Berdasar analisis SWOT, RS YPIB
dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, serta meminimalkan kelemahan dan
ancaman. Strategi yang dapat dilakukan terdiri dari :

A. Strategi SO (Strenght Opportunities)Meliputi pangsa pasar, memperkuat kerjasama


dengan lembaga-lembaga penyelenggara jasa kesehatan dan pemerintah.

B. Strategi WO (Weakness Opportunities)Yakni meningkatkan loyalitas konsumen dan


meningkatkan kualitas produk serta memperbaiki prosedur pelayanan.

C. Strategi ST (StrenghtbTreaths)Terdiri dari menjalin kerjasama dengan rumah sakit


lain, menetapkan target pasar, dan meningkatkan kualitas pelayanan.

D. Strategi WT (Weakness Treats)Yaitu meningkatkan promosi melalui berbagai media


dan menetapkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas
pelayanan terhadap pengguna program Jamkesda atau BPJS.

30
B. SARAN
Saran-saran yang diberikan peneliti dalam penelitian ini khususnya bagi RS YPIB adalah
sebagai berikut:

1.Dalam menentukan strategi pemasaran, RS YPIB harus memanfaatkan kekuatan dan peluang
yang dimiliki dengan tetap memandangfaktor kelemahan dan ancaman. Jangan sampai kekuatan
dan peluang berubah menjadi ancaman besar bagi lembaga sendiri.

2.Jaringan sangat berpengaruh terhadap kemajuan RS YPIB, oleh karena itu hendaknya RS
YPIB lebih meningkatkan hubungan dengan pihak-pihak terkait yang bermanfaat bagi laju
perkembangan RS YPIB Sendiri.

3.Produk yang ditawarkan hendaknya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh rumah sakit
lain baik itu menyangkut kualitas maupun bagi hasilnya.

4.Agar dapat bersaing di pasar persaingan yang semakin kompetitif hendaknya RS YPIB harus
mampu memprediksi peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan dan selalu melakukan inovasi-
inovasi produk yang mempunyai nilai jual tinggi.

31