Anda di halaman 1dari 3

RUJUKAN EKSTERNAL

No. Kode :C/VII/SPO/11/14/025 Ditetapkan Oleh


Kepala UPT
Terbitan :01 Puskesmas Jepang

UPT
SPO No. Revisi :0

Puskesmas Tgl. Mulai Berlaku :12 November 2014


Jepang Halaman :2 drg. Daryono
NIP: 196008231990101001

1. Pengertian a. Rujukan Eksternal adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan


yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu
kasus penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi antar unit-unit dalam
jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal (dari puskesmas ke puskesmas
lain yang setingkat pelayanannya) atau secara vertikal (dari puskesmas ke
rumah sakit),
b. Rujukan termasuk
1. Rujukan pasien untuk keperluan diagnostik,pengobatan pasien dengan
rekomendasi dokter sesuai kondisi pasien berdasarkan indikasi medis,
prognosis buruk, status keganasan
2. Rujukan pasien untuk keperluan diagnostik,pengobatan, dan tindakan
operatif yang bukan merupakan tindakan pelayanan puskesmas
3. Rujukan pasien untuk keperluan diagnostik,pengobatan, dan tindakan
operatif yang sarana dan prasarana tidak dimiliki puskesmas
4. Rujukan pasien untuk keperluan diagnostik,pengobatan, dan tindakan
operatif diluar wewenang tugas petugas puskesmas
5. Rujukan pasien untuk keperluan peningkatan promosi kesehatan
(promotif) dan pencegahan (preventif)
c. Standar pasien dirujuk
1. Pengobatan atau tindakan tertentu yang diperlukan tidak bisa dilakukan di
Puskesmas
2. Membutuhkan fasilitas atau peralatan yang tidak dimiliki Puskesmas atau
peralatan yang dibutuhkan sedang rusak
3. Tenaga professional (ahli) yang tidak dimiliki Puskesmas
4. Ruang rawat inap Puskesmas penuh
5. Atas permintaan pasien dan atau keluarga untuk pindah rawat di rumah
sakit yang dituju
2. Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk sebagai acuan bagi petugas dalam persiapan
merujuk pasien ke institusi lain

3. Kebijakan Berlaku untuk petugas UPT Puskesmas Jepang

4. Prosedur A. Persiapan rujukan:


1. Dokter/Perawat/Bidan memberitahukan kepada pasien dan keluarga
tentang tujuan rujukan sesuai kondisi pasien dan puskesmas sebagai
fasilitas pemberi layanan
2. Perawat/Bidan menjelaskan informasi tentang pilihan tempat rujukan yaitu
; Rumah Sakit Pemerintah Kabupaten Kudus merupakan unit rujukan dari
segala pasien dengan biaya sendiri, Jaminan Kesehatan Nasional, Jaminan
Kesehatan Daerah
3. Perawat/Bidan menjelaskan Rumah Sakit Swasta di Kudus merupakan
unit rujukan dari pasien dengan biaya sendiri, Jaminan Kesehatan
Nasional, dan Jaminan Kesehatan hasil kerjasama perusahan tempat kerja
pasien dan Rumah Sakit tersebut
4. Perawat/Bidan mengevaluasi informasi yang diberikan dan
mempersilahkan pasien/keluarga melakukan pilihan pertama tujuan
rujukan
5. Pasien menandatangani formulir persetujuan rujukan
6. Perawat/Bidan menelepon unit rujukan yang sudah dipilih, dan di unit
ruangan yang dituju tentang ketersediaan bed kosong atau fasilitas
Intensive Care Unit dan konfirmasi penerimaan pasien dari unit rujukan
7. Perawat/Bidan menginformasikan kepada pasien tentang konfirmasi
penerimaan pasien dari unit rujukan
8. Pasien menentukan pilihan kedua ketika pilihan pertama tidak bisa
dilaksanakan sesuai yang direncanakan
9. Perawat/Bidan menelepon unit rujukan yang sudah dipilih, dan di unit
ruangan yang dituju tentang ketersediaan bed kosong atau fasilitas
Intensive Care Unit dan konfirmasi penerimaan pasien dari unit rujukan
10. Perawat/Bidan menginformasikan kepada pasien tentang konfirmasi
penerimaan pasien dari unit rujukan
11. Perawat/Bidan melakukan persiapan rujukan (transportasi rujukan) dan
administrasi yang harus diselesaikan di puskesmas dan administrasi yang
perlu digunakan di unit rujukan
12. Pasien/keluarga menyelesaikan administrasi di kasir pada jam 7.30-11.00
di hari senin sampai dengan kamis,jam 7.30-10.00 pada hari jumat, dan
7.30-10.30 pada hari sabtu atau menitipkan uang Rp 55.000 per hari pada
petugas jaga jika di luar jam dna hari kerja
B. Proses Rujukan
13. Perawat/Bidan mendampingi pasien dikirim ke rumah sakit
14. Perawat/Bidan menyerahkan pasien dan surat rujukan ke dokter/perawat
rumah sakit
15. Perawat/Bidan menyampaikan tentang kondisi pasien, terapi yang sudah
dilakukan, alas an dirujuk kepada dokter/perawat rumah sakit
16. Dokter/Perawat/Bidan rumah sakit menandatangani buku ekspedisi rujukan
dari puskesmas
17. Perawat/Bidan kembali ke puskesmas
5. Unit Terkait Unit Gawat Darurat, Rawat Inap dan Pelayanan Obsetri Neonatal Essensial
Dasar
6. Referensi http://yoesfeelingku.blogspot.com/2012/09/transport-dan-rujukan-pasien-
gawat.html
7. Dokumen - Rekam Medis pasien
Terkait - Buku ekspedisi rujukan
Nomor : C/VII/SPO/11/14/025
Revisi Ke : 0
Berlaku Tgl: 12 November 2014

Standar Prosedur Operasional (SPO)


Rujukan Eksternal
Ditetapkan

Kepala UPT Puskesmas


Jepang

drg. Daryono
NIP: 196008231990101001

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS JEPANG
Jl. Budi Utomo, Telp. (0291) 4248860 Kudus 59381