Anda di halaman 1dari 21

Askep Gangguan Kognitif

• Gangguan kognitif (Cognitive impairment disorder


[CID]) disebabkan oleh kerusakan neuron
permanen → tidak berfungsinya kognitif (memori,
penalaran, orientasi, persepsi dan perhatian)
 Demensia → gangguan progresif kronik dgn ciri
kerusakan berat pd kognitif, disfungsi
kepribadian serta perilaku
 Delirium → gangguan akut dgn ciri kerusakan
kognitif, defisit atensi dan tingkat orientasi
 Amnesia → gangguan dgn ciri kerusakan
memori yg parah dan ketidakmampuan
mempelajari materi baru
Rentang respons kognitif
Respons adaptif Respons Maladaptif

Logis Pelupa Inkoheren


Koheren Kadang-kadang Disorientasi
Rasional bingung Daya ingat
Penilaian hilang
miskin
Gejala umum gangguan kognitif
• Demensia:
Afasia: kehilangan kemamp berbahasa, berbicara
buruk dan sulit menemukan kata-kata
Apraksia: rusaknya kemamp melakukan aktivitas
motorik
Agnosia: kegagalan mengenali objek
Konfabulasi: mengisi celah ingatan dgn fantasi
yg diyakini individu
Sundown Syndrome: memburuknya disorientasi
dimalam hari
Reaksi katastrofik: respons takut atau panik
dgn potensi meyakiti diri atau org lain
Preservation phenomenon: perilaku
berulang mis mengulangi kata org lain
Hiperoralitas: mencicipi dan mengunyah
benda kecil utk dimasukkan ke mulut
Kehilangan memori: sekarang dan masa lalu
Disorientasi: waktu, tempat dan orang
Berkurangnya kemamp berkonsentrasi
Sulit mengambil keputusan
Penilaian buruk
• Delirium:
Gangguan kesadaran dan pemahaman, defisit
atensi
Pikiran kacau dan bicara melantur
Gangguan siklus tidur-bangun
Perubahan psikomotor (Hiperaktif/agitasi atau
hipoaktif/mengantuk)
• Gangguan amnestik:
Rusaknya kemamp mempelajari info baru
Ketidakmamp mengingat kejadian sekarang
atau masa lalu
Amnesia berat → disorientasi
Kurangnya wawasan dan ↓ daya ingat
Apatis dan kurang inisiatif
Jenis gangguan kognitif
• Delirium:
Delirium akibat kondisi medis umum
Delirium akibat zat

• Demensia:
Demensia jenis alzeimer
Demensia vaskular
Jenis demensia yg berkaitan dgn kondisi
medis umum
• Gangguan Amnestik:
Gangguan amnestik yg disebabkan kondisi
medis umum
Gangguan amnestik persisten yg disebabkan
penggunaan zat
Gangguan amnestik tdk disebutkan (etiologi
tdk jelas)
Epidemiologi
• Gangguan kognitif banyak terjadi pd lansia
• Keparahan gejala dipengaruhi faktor fisik,
psikososial, lingkungan dan budaya:
- proses penyakit akut/kronis
- adanya gangguan jiwa lainnya (depresi)
- Kemiskinan, gizi buruk, isos
- penyalahgunaan/ketergantungan zat
• Demensia jenis alzeimer → 50%-75% kasus
demensia yg didiagnosis, termasuk penyebab
kematian tertinggi pada usia > 65 thn
Diagnosis (Skrining)
• Pemeriksaan status kes jiwa
• Pemeriksaan darah komprehensif
• Studi pencitraan otak (CT, MRI)
• Gangguan depresi pd lansia hampir serupa
dgn gangguan kognitif harus dikesampingkan
Proses dan perjalanan penyakit
• Delirium: gangguan akut dengan awitan
cepat, bisa sembuh jika segera diobati
• Demensia: gangguan kronis dengan
awitan lambat, prognosis buruk
• Gangguan amnestik: bisa akut atau kronis,
jika kronis sifatnya akan sama dgn
demensia
Etiologi
• Delirium:
Penyakit akut atau kronis: stroke, kanker dll
Faktor hormonal dan nutrisi: ketidak seimbangan
adrenal dan malnutrisi
Kerusakan sensorik: kehilangan penglihatan dan
pendengaran
Obat-obatan: antihistamin, antipsikotik dll
Prosedur bedah atau trauma: kehil darah dan
syok
• Demensia:
Kondisi akut yg tdk dapat diobati/
disembuhkan
Penyakit vaskular
Penyakit parkinson
Gangguan genetika
Infeksi HIV
Gangguan struktur jaringan otak
• Demensia jenis alzheimer:
Penyebab pasti belum diketahui
Faktor penyebab:
- patofisiologi (kerusakan neuron)
- Genetika
- Model toksin (akumulasi aluminium pada
otak)
- Abnormalitas neurotransmiter atau
reseptor pada otak (kehilangan asetilkolin)
• Gangguan amnestik:
Trauma kepala, hipoksia dan infeksi SSP
Penyalahgunaan zat/ketergantungan zat
Penatalaksanaan
• Delirium:
 Pengobatan difokuskan pada penyebab
 Meningkatkan keselamatan
• Demensia:
 Pengobatan diarahkan untuk mempertahankan kualitas
hidup
 Pendekatan tim multidisipliner
 Fokus keluarga karena 75% penderita dirawat oleh
keluarga
 Penatalaksanaan berfokus komunitas:
- kunjungan rumah
- menyediakan kelompok pendukung
 Intervensi farmakologik
• Gangguan amnestik: sama dengan delirium bila akut atau sama
dengan demensia bila kronis
Proses Keperawatan
• Pengkajian:
Riwayat Penyakit
Kaji adanya gejala dengan alat yg sudah
standarisasi
Singkirkan kemungkinan adanya depresi dgn
skrining (Geriatric Depression scale)
Wawancara klien, pemberi askep dan keluarga
Observasi perilaku, afek dan respon kognitif
• Diagnosa keperawatan:
Koping individu inefektif
Ansietas
Gangguan proses pikir
Gangguan nutrisi
Kurang perawatan diri
Hambatan komunikasi verbal
Gangguan pola tidur
Resiko kekerasan pada diri/orang lain
• Perencanaan dan kriteria hasil:
Bekerjasama dengan klien, pemberi askep dan
keluarga
Tetapkan kriteria hasil yg diinginkan klien,
pemberi askep dan keluarga:
- klien aman dan bebas dari cidera
- Tingkat ansietas berkurang
- Klien berorientasi pada kemampuannya
- Klien mempertahankan kemampuan yg ada
utk melakukan ADL
- Klien mepertahankan nutrisi yg adekuat
- Klien tidak menyakiti diri/orang lain
- Klien mengalami katastrofik minimum
• Implementasi:
 Delirium:
Penuhi kebutuhan fisiologis: nutrisi dan cairan
adekuat
Intervensi pada gangguan persepsi:
- biarkan lampu menyala diruangan
- pastikan keamanan ruangan
- Berikan askep one by one jika perlu
- Orientasikan pasien: waktu, tempat dan orang
Komunikasi: jelas, hindari memberi pilihan dan
sederhana
Penyuluhan tentang penyakit, penyebab, dan
pengobatan kepada pasien dan keluarga
 Demensia:
Orientasi:
- beri tanda jelas pada kamar pasien
- anjurkan pasien menyimpan milik pribadi
dikamarnya
- gunakan lampu tidur
- sediakan jam dan kalender
- sediakan koran dan diskusikan bersama
pasien
- orientasikan secara verbal dengan
interval sering
Komunikasi:
- Perkenalkan diri anda
- Tunjukkan sikap positif
- Gunakan komunikasi verbal, singkat dan
jelas
- Atur suara
- Hindari penggunaan kata ganti
- Gunakan pertanyaan ya/tidak
- Berikan perasaan bebas dan terlindungi
Dukung mekanisme koping
Kurangi keluyuran
Kurangi agitasi
Pengobatan farmakologis
Libatkan anggota keluarga
Gunakan sumber yang ada dikomunitas
• Evaluasi:
Klien menunjukkan berkurangnya ansietas dan
bertambahnya rasa aman
Klien mempertahankan kemamp melakukan
aktivitas sehari-hari secara terstruktur
Klien menahan diri dari ekspresi perilaku yang
tidak disadari
Anggota keluarga menggunakan sumber daya yg
ada dikomunitas