Anda di halaman 1dari 4

5/18/2014 Aktif High dan Aktif Low Pada Input dan Output Mikrokontroler | safroon

20 Aktif High dan Aktif Low Pada Input dan Pada mikrokontroler terdapat pin-pin
yang berfungsi sebagai input atau
Output Mikrokontroler output, jika berfungsi sebagai input
May 20, 2013 |
biasanya disebut “PIN” dan jika
berfungsi sebagai output biasanya
disebut “PORT”. Pin-pin pada mikrikontoler biasanya mempunyai fungsi/kegunaan khusus namun pin tersebut
harus diaktifkan terlebih dahulu, jika tidak diaktifkan pin-pin tersebut hanya akan berfugsi sebagai input atau
output digital, itupun hanya biner (bernilai 1 atau 0). C ontoh: pada PINA/PORTA ATmega 16 mempunyai fungsi
khusus yaitu sebagai ADC (Analog Digital C onveter), jika fungsi ADC tidak diaktifkan maka pin tersebut hanya
akan berfungsi sebagai input atau output digital.

Meskipun satu pin mikrokontroler bisa berfungsi sebagai input atau ouput, tegangan yang diperlukan (sebagai
input) atau dikeluarkan (sebagai output) pin tersebut sedikit berbeda. Perbedaannya bisa dilihat pada diagram
dibawah ini:

Dari diagram diatas bisa dilihat bahwa tegangan output


bernilai high(1) jika diatas 2 v dan bernilai low(0) jika
dibawah 0,8 v, sedangkan tegangan input bernilai high (1)
jika diatas 2,4 v dan bernilai low(0) jika dibawah 0,4 v
(diagram tersebut saya ambilkan dari catatan kuliah).

Menyangkut masalah high dan low, pada artikel ini akan


dibahas lebih lanjut mengenai aktif high dan aktif low pada
input dan output mikrokontroler.

Input digital mikrokontroler

Pada dasarnya input digital pada mikrokontroler harus jelas (jelas 1 atau 0) dan pin input tersebut jika diaktifkan
tidak boleh dalam keadaan tidak tersambung karena dikhawatirkan pin tersebut akan rusak, maka solusinya
adalah dengan memberikan resistor pull up atau pull down.

Gambar (a). rangkaian yang salah, gambar


(b). rangkaian resistor pull up, gambar (c).
rangkaian resistor pull down.

Pada subbab ini akan dibahas gambar (a)


dan(c) dulu yang (b) nanti ada dibahas pada
subbab dibawah.

Kita bahas gambar (a) dulu, rangkaian tersebut dapat dikatakan salah karena nantinya akan terjadi floating. Pada
dasarnya semua PIN input atau output mikrokontroler di dalamnya terdapat rangkaian pull up internal yang mana
rangkaian tersebut akan aktif hanya jika diaktifkan melalui software(program). Yang dimaksud
dengan floating disini mungkin akan lebih bisa dijelaskan dengan gambar berikut:
http://safroony.students.uii.ac.id/2013/05/20/aktif-high-dan-aktif-low-pada-input-dan-output-mikrokontroler-2/ 1/4
5/18/2014 Aktif High dan Aktif Low Pada Input dan Output Mikrokontroler | safroon

Gambar (d). kondisi saat push button tidak


tersambung, gambar (e). kondisi saat push button
tersambung(ditekan), gambar (f). kondisi saat
push button tidak tersambung namun setelah
ditekan.

C oba lihat gambar dan keterangannya, gambar (d) adalah kondisi saat push button tidak tersambung dan terlihat
pada layar lcd di gambar (d) menunjukkan angka 0(tidak ada tegangan masuk). Sekarang lihat gambar (e),
gambar (e) adalah kondisi saat push button ditekan dan terlihat pada layar lcd di gambar (e) menunjukkan angka
1(ada tegangan masuk). Setelah melihat kedua gambar tersebut nampak biasa-biasa saja atau sesuatu hal yang
wajar akan tetapi akan timbul pertanyaan atau masalah setelah melihat gambar (f). Gambar (f) adalah kondisi
saat push buttontidak tersambung namun setelah ditekan dan telihat pada layar lcd di gambar (f) menunjukkan
angka 1 dan itulah yang disebut dengan floating. Oleh karena itu agar tidak terjadi floating, perlu ditambahkan
dengan resistor pull up atau pull down. Dan sekarang akan kita bahas mengenai resistor pull down dulu untuk pull
up-nya nanti pada subbab lain.

a. Aktif high

Penambahan resistor pull down pada input mikrokontroler ini akan menyebabkan suatu
keadaan yang disebut dengan aktif high. Agar lebih jelas coba cermati gambar dibawah
ini dulu setelah itu simak pembahasannya.

Gambar (g). kondisi saatpush buttontidak ditekan,


gambar (h). kondisi saatpush buttonditekan.

Terlihat jelas seperti gambar diatas bahwa jika push


button tidak ditekan maka pada input
mikrokontrolernya bernilai 0, namun jika push button
ditekan maka pada input mikrokontrolernya bernilai 1. Mungkin tabel di bawah ini bisa membantu anda untuk
memahaminya.

Push button Nilai

Ditekan 1

Tidak ditekan 0

a. Aktif low

Kalau aktif high diberi resistor pull down maka untuk aktif low diberikan resistor pull up.

Terlihat jelas seperti gambar diatas bahwa jika push button tidak ditekan maka pada input mikrokontrolernya
bernilai 1, namun jika push button ditekan maka pada input mikrokontrolernya bernilai 0. Mungkin tabel di bawah

http://safroony.students.uii.ac.id/2013/05/20/aktif-high-dan-aktif-low-pada-input-dan-output-mikrokontroler-2/ 2/4
5/18/2014 Aktif High dan Aktif Low Pada Input dan Output Mikrokontroler | safroon

ini bisa membantu anda untuk memahaminya.

Push button Nilai

Ditekan 0

Tidak ditekan 1

Untuk rangkaian aktif low bisa dilihat pada gambar (b) atau (g) atau (h).

Output digital mikrokontroler

Pada output digital hampir sama halnya dengan input digital, persamaanya adalah sama-sama mengeluarkan
logika high(1) atau low(0). Nilai output digital sudah jelas high(1) atau low(0), yang mana jika bernilai high berarti
ouputnya mengeluarkan tegangan sekitar 2 - 5 v sedangkan jika bernilai low berarti mengeluarkan tegangan
sekitar 0 - 0,8 v.

a. Aktif high

Kalau aktif high pada input mikrokontroler itu diperlukan resistor pull down sedangkan pada outputnya tidak
diperlukan, karena output mikrokontroler sudah jelas high(1) atau low(0).

Akan tetapi rangkaiannya harus diperhatikan, agar lebih jelas coba perhatikan gambar dibawah ini dulu setelah itu
baru simak pembahasannya.

Gambar (i),(j),(k) gambaran umum


rangkaian aktif high pada output
mikrokontroler.

Pada gambar diatas terlihat aplikasi output yang dirangkai dengan sebuah led dan resistor. Gambar(i) adalah
gambaran saat mikrokontroler belum mengeluarkan logika high(1) atau low(0) dan dirangkai dengan dengan
sebuah led dan resistor. Gambar (j) adalah gambaran saat mikrokontroler mengeluarkan logika high(1), sehingga
led pada rangkaian diatas menyala(aktif). Gambar (k) adalah gambaran saat mikrokontroler mengeluarkan logika
low(0), sehingga led pada rangkaian diatas tidak menyala(aktif).

Pada rangkaian gambar (j ) lednya menyala sedangkan pada gambar (k) lednya tidak menyala, hal tersebut
disebabkan karena led hanya akan menyala jika diberi tegangan maju( kutub anoda diberi tegangan positif
sedangkan katodanya disambungkan ke ground).

Mungkin tabel dibawah ini bisa lebih mudah dipahami.

Output Led

High(1) Menyala

Low(0) Tidak menyala

http://safroony.students.uii.ac.id/2013/05/20/aktif-high-dan-aktif-low-pada-input-dan-output-mikrokontroler-2/ 3/4
5/18/2014 Aktif High dan Aktif Low Pada Input dan Output Mikrokontroler | safroon

a. Akif low

Pada rangkaian aktif low output ini hampir sama dengan aktif high, hanya posisi lednya dibalik dan rangkaiannya
disambugkan ke Vcc (5v). Agar lebih jelas lihat dulu gambar dibawah ini.

Gambar (l),(m),(n) rangkaian aktif low pada


mikrokontroler.

Rangkaian diatas jika diberi logika high(1)


maka lednya tidak menyala, sedangkan jika diberi logika low maka lednya akan menyala. Jika ingin tahu kenapa
bisa begitu coba simak lagi subbab diatas.

Dan untuk tabelnya bisa dilihat dibawah ini.

Output Led

High(1) Tidak menyala

Low(0) Menyala

Comments

http://safroony.students.uii.ac.id/2013/05/20/aktif-high-dan-aktif-low-pada-input-dan-output-mikrokontroler-2/ 4/4