Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ETNOGRAFI PAPUA

KEBUDAYAAN:PELUANG ATAU ANCAMAN DI PAPUA

NAMA KELOMPOK 4

1.YOHANA NOVIANI LEBO


2. PASIFIKUS TRI BUDHI W.WIDAGDO
3.WALBURGA

UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan atas berkat-Nya kelopok kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul” Kebudayaan : Peluang Dan Ancaman Di Papua ”. Kami
berharap agar kiranya pembaca dapat memahami makalah ini dan dapat memperluas wawasan
pembaca, khususnya jurusan pendidikan kimia semester 3.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang dengan caranya sendiri
telah membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini
masih terdapat kekuarangan atau kesalahan baik dalam segi materi maupun penulisannya. Untuk
itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari pembaca.

Merauke, Oktober 2017

ii
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG.......................................................................................................................... 1
1.2. RUMUSAN MASALAH .................................................................................................................... 2
1.3. TUJUAN ......................................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................................... 3
2.1 KEBUDAYAAN ................................................................................................................................ 3
2.1.1. PENGERTIAN KEBUDAYAAN .................................................................................................. 3
2.1.2. JENIS-JENIS BUDAYA YANG ADA DI PAPUA........................................................................... 3
2.2 KEBUDAYAAN :PELUANG ATAU ANCAMAN DI PAPUA ................................................................. 4
2.3 MACAM-MACAM PELUANG ATAU ANCAMAN DI PAPUA............................................................. 5
BAB III PENUTUP ........................................................................................................................................... 7
3.1. KESIMPULAN ................................................................................................................................. 7
3.2. SARAN ........................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................................... 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang berwujud sebagai komunitas desa,
atau kota, atau sebagai kelompok adat yang lain, bisa menampilkan corak yang khas. Corak khas
dari suatu biasa tampil karena kebudayaan itu menghasilkan suatu unsur yang kecil, berupa suatu
unsur kebudayaan fisik dengan bentuk yang khusus. Atau karena diantara pranata-pranatanya ada
suatu pola sosial yang khusus, atau dapat juga karena warganya menganut suatu tema budaya
yang khusus. Sebaliknya, corak khas tadi juga disebabkan karena adanya kompleks unsur-unsur
yang lebih besar. Berdasarkan atas corak khususnya tadi, suatu kebudayaan dapat dibedakan dari
kebudayaan lain. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, masyarakat serta suku
yang berbeda.
Hal ini bisa kita lihat dari perbedaan suku, masyarakat, ras, agama yang membentang seluas
arcipelago Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Merupakan sebuah kesalah besar apabila kita
sebagai masyarakat Indonesia, hanya acuh dan tidak mempelajari kebudayaan-kebudayaan yang
beragam yang tersapat di Indonesia.
Propinsi Papua di Indonesia merupakan sebuah propinsi yang unik. Propinsi Papua yang sering
kali dianggap sebelah mata oleh orang-orang karena anggapan mereka masyarakat papua masih
primitif. Namun di balik anggapan primitif itu, masyaratakat papua merupakan salah satu

1
masyarakat yang masih memegang teguh budayanya, budaya asli Indonesia yang belum tercemar
oleh pengaruh dari negara-negara barat.

1.2. RUMUSAN MASALAH

 Pengertian kebudayaan ?
 Kebudayaan : peluang atau ancaman di papua ?
 Macam-macam peluang dan ancaman ?

1.3. TUJUAN

 Mengetahui pengertian kebudayaan


 Mengetahui kebudayaan: peluang atau ancaman di Papua
 Mampu menyebutkan macam-macam peluang dan ancaman

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KEBUDAYAAN

2.1.1. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhqayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan
dengan budi, dan akal manusia.
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Papua negeri yang elok di timur
indonesia, papua di tinggali banyak suku, dan setiap suku di papua mempunyai adat istiadat yang
berbeda.
kebudayaan Papua masih kebudayaan murni karena dalam kesehariannya masih
menggunakan peralatan dari batu dan masih bercocok tanam secara tradisional dan
berpindah pindah.
2.1.2. JENIS-JENIS BUDAYA YANG ADA DI PAPUA

 Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat Papua dinamakan Honai. Honai merupakan
rumah adat Papua yang dihuni oleh suku Dani. Yang terdiri dari dua lantai yaitu
lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua sebgai tempat
bersantai,makan dan mengerjakan kerajinan tangan.
 Pakaian Adat
Pria Papua mengenakan pakaian adat berupa hiasan kepala, kalung yang
terbuat dari gigi dan tulang hewan, kalung dari kerang ,ikat pinggang dan sarung
yang berumbai-rumba. Tombak beserta tameng dengan hiasan yang khas ikut
menyertai pakaian adatnya. Wanita memakai kalung dari kerang dan gigi
binatang,hiasan pada lengan yang berumbai-rumbai.
 Tarian Daerah Papua
a.Tari Selamat Datang, yang menunjukan kegembiraan hati penduduk
dalam menyambut para tamu yang dihormati.
b. Tari Musyoh , merupakan tari suci atau keramat dalam upaya mengusir
arwah orang meninggal karena kecelakaan.
c. Tari Mbes , Tari ini merupaka tari garapan yang berfungsi sebagai tari
penyambutan tamu. Yang uniknya tamu di gotong dalam posisi berlentangan pada
sebuah perisai. Berasal dari daerah Asmat.
 Senjata Tradisional
Senjata tradisional Papua adalah pisau belati yang terbuat dari tulang

3
burung Kasuari , busur dan panah. Busur terbuat dari bambu atau kayu sedangkan
tali busur terbuat dari rotan. Anak panah terbuat dari bambu,kayu atau tulang
Kanguru. Busur dan panah ini di gunakan untuk berperang.
 Suku
Ada sekitar 466 suku di Papua.
 Bahasa Daerah
Sekitar 307 bahasa di Papua
 Lagu Daerah
Apuse dan Yamko Rambe Yamko

2.2 KEBUDAYAAN :PELUANG ATAU ANCAMAN DI PAPUA

1. Keadaan Sosial Budaya Secara Umum


Di Papua memiliki variasi bahasa yang sangat menonjol yaitu ada sekitar 307 bahasa
daerah yang di gunakan oleh berbagai suku di Papua. Selain perbedaan bahasa, perbedaan antar
suku juga meliputi perbedaan dalam organisasi sosial, pola kepemimpinan, pola pemukimanya
dan system ekonomi. Sering terdengar bahwa masyarakat papua masih sangat terbelakang.
Sesungguhnya ungkapan demikian tidak sesuai dengan tolak ukur yang dipakai untuk
menentuks keterbelakangan tersebut.Mereka hanya menilai dari sisi pendidikan di Papua.

2.Sejumlah Nilai Budaya Yang Ditantang


Pengertian akan “pekerjaan” dalam masyarakat Papua adalah menjalankan suatu
pekerjaan hanya dalam suatu kerangka fungsional. Artinya pekerjaan dijalankan sejauh dinilai
perlu untuk mencapai sesuatu. Orang-orang Papua umumnya ingin bersantai, mengisi waktu
luang dengan bercerita satu sama lain. Orang Papua bisa dengan mudah meninggalkan
pekerjaannya bila merasa disekitarnya ada sesuatu yang menarik perhatianya. Tentulah
pemaknaan masyarakat pribumi terhadap kerja seperti itu sangat memusingkan banyak
pengusaha atau tenaga kerja dari kebudayaan lain, terutama yang menjalankan suatu proyek.
Keputusan untuk melibatkan masyarakat pribumi kedalam usaha atau proyek tersebut harus
didasarkan pada keputusan dan pertimbangan yang efisiensi. Karena itu ada kesenjangan nilai
kerja orang Papua.

3.Pengertian Akan Waktu


Oleh kebanyakan masyarakat Papua waktu tidak dinilai sebagai sesuatu yang “berharga”.
Jumlah waktu tidak dinilai sebagai sesuatu yang terbatas sehingga tidak menjadi soal penting
jika di boroskan. Secara trdisional masyarakat Papua tidak mengenal pembagian waktu misalnya
dalam satu hari dibagi waktu untuk bekerja,istirahat dan bersantai. Bagi masyarakat Papua suatu
pekerjaan lazimnya tidak dijlankan secara perorangan namun merupakan peristiwa sosial.
Karena itu akan sulit masyarakat pribumi dalam menempatkan diri dalam pembagian waktu.

4
4. Pengertian Akan Tanah
Tanah merupakan dasar hidup setiap orang, baik untuk tempat tinggal maupun diolah
untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis. Bagi masyarakat pribumi tanah makna
yang sangat berbeda dibandingkan dengan masyarakat modern. Tanah adalah milik “abadi” suatu
kelompok yang tidak boleh dialihtangankan. Tanah hanya dapat di pinjamkan sementara waktu
kepada pihak ketiga untuk di pakai. Dalam konsep ini tanah dihayati sebagai bagian integral dari
kepribadian seseorang. Nilai terhadap tanah adalah “tanpa tanah saya tidak ada”. Dalam
masyarakat Papua ikatan batin terhadap tanah sangat kuat namun tidak dipandang sesuatu yang
suci. Kesucian itu justru terletak pada hubungan batin antara orang dengan tanahnya. Tidak
terlalu heran jika sering terjadi perkara tanah yang terjadi di Papua. Memang ada banyak
transaksi jual beli atau pengalihan kepemilikan tanah. Namun ada perbedaan presepsi yang
sangat tajam antara konsep transaksi di pihak pembeli dan penduduk pribumi.

2.3 MACAM-MACAM PELUANG ATAU ANCAMAN DI PAPUA

Adapun beberapa ancaman atau peluang yang terjadi di Papua khususnya daerah
perbatasan:

1. Bidang Ideologi
Ideologi dan pandangan hidup masyarakat sekitar perbatasan dalam bernegara
berlandaskan Pancasila, dan keinginan dalam menjaga keutuhan NKRI cukup tinggi,
tetapi karena situasi dan kodisi budaya yang masih terbelakang, menyebabkan
implementasi ideologi Negara belum bisa sepenuhnya di terapkan. Rendahnya tingkat
pendidikan formal masyarakat sekitar perbatasan akhirnya menyebabkan pemahaman dan
pengalaman Pancasila di dalam bermasyarakat kurang bisa di laksanakan, sehingga
ketahanan ideologi masih rawan untuk di hadapkan kepada pengaruh-pengaruh bersifat
fanatisme kesukuan dan agama. Usaha pemerintah dalam memantapkan ideologi
Pancasila masih terbatas dengan lingkungan pemerintah hal ini disebabkan karena
terbatasnya sarana dan prasarana yang belum memadai serta tingkat pendidikan
masyarakat yang umumnya relative rendah.
2. Bidang Politik
pengetahuan dan kesadaran politik masyrakat masih sangat rendah.
Perkembangan kehidupan masyarakat di Papua relative tidak banyak berbeda dengan
Negara tetangga (PNG),namun adanya hubungan etnis antara warga masyarakat Papua
dengan Papua New Guine yang erat satu sama lain memungkinkan munculnya keinginan-
keinginan untuk masuk ke wilayah negara PNG atau sebaliknya, baik untuk memenuhi
kebutuhan hidup maupun melibatkan diri dalam pelaksanaan pemilu dan pada gilirannya
akan sangat merugikan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
3. Bidang Ekonomi
Kondisi alam yang kaya dengan bahan mineral dan hasil hutan belum dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh penduduk lokal. Adanya eksplorasi tambang emas dan

5
mineral lainya oleh perusahaan tambang PT. Freeport Indonesia di Papua Barat yang
sudah berjalan puluhan tahun belum mampu mensejahterakan masyarakat. Taraf
kehidupan dan kesejahteraan sosial masyarakat masih relatif rendah, sehingga
berpengaruh terhadap tingkat pendidikan ketrampilan dan ketahanan mental ideologi.
Kondisi infrastruktur yang sangat terbatas mengakibatkan barang susah masuk ke daerah
pedalaman. Disisi lain stabilitas keamanan dalm negeri yang dinilai belum mantap telah
mempengaruhi investasi baik dari dalam negeri maupun orang asing yang akan masuk
untuk menanamkan modal.
4. Sosial Budaya
Tingkat pendidikan dan ketrampilan penduduk relatif masih rendah dibandingkan
dengan tuntutan pembangunan yang semakin meningkat sesuai tujuan pembangunan
nasional Indonesia. Beragam suku dan masih adanya keterkaitan kerabat, famili , suku
serta hubungan sesame etnis Melanesia akan sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan
masyarakat.
5. Bidang Hankam
Sarana dan prasarana pertahanan dan keamanan sangat terbatas , baik segi
kuantitas maupun kualitas serta jumlah personil aparat keamanan yang tidak banyak,
penduduk sedikit dan persebaran yang tidak merata, terbatasnya sarana dan prasarana
transportasi serta komunikasi dan tidak adanya jaminan dukungan dari wilayah, sangat
menyulitkan dalam upaya pelaksanaan pembinaan perlawanan rakyat. Masih terjadinya
pelanggaran wilayah kedaulatan oleh pihak militer asing maupun oleh pihak asing,
pelaku penyelundupan dan pencurian kekayaan alam baik di darat ataupun di laut.

6
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Pada dasarnya masyarakat pribumi masih kuat dengan kebudayaan yang mereka miliki.
Dengan minimya pendidikan bukan berarti masyarakat pribumi mudah di tindas, namun
kebudayaan inilah yang menjadi ciri khas bagi masyaraka pribumi. Sebagai pendatang kami
sungguh terkesan dan terkesima dengan kebudyaan tersebut. Adapun peluang fdan ancaman
yang di jelaskan di atas penulis merasa hal itu lambat laun akan berakhie seiring dengan
perkembangan IPTEK.

3.2. SARAN

Untuk lebih memahami materi ini lebih lanjut mungkin ada bagusnya kita terjun langsung ke
lapangan agar dapat mengetahui segala tata cara kehidupan,kebudayaan dll, yang ada di daerah
Papua.

7
DAFTAR PUSTAKA

 Koentjaraningrat.2004. manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.


 http://exaltedx.blogspot.com/2010/01/kebudayaan-papua-di-indonesia.html