Anda di halaman 1dari 5

ASTI PRANITA

201410410311065

TUGAS SIO B

1. FARMAKOTERAPI 2

2. Materi IPE

3. Apa peran apoteker di apotek?

4. Dari literature primer

Tipe: jurnal ilmiah

Judul :

Kesimpulan :
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai opini apoteker dan pasien di apotek
terhadap peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek kota Merauke, dapat simpulkan
bahwa pelayanan terkait obat merupakan peran dan tanggung jawab apoteker terutama dalam hal
pelayanan memilih obat dan memberikan edukasi, informasi dan konsultasi obat kepada pasien.
5. Dari literature sekunder

Tipe: majalah

Judul : peran apoteker di apotek

Peran Apoteker

1. Apoteker sebagai “A Caregiver”


Apoteker menyediakan layanan kefarmasian dengan penuh perhatian. Sebagai tenaga
kesehatan professional, apoteker harus dapat berinteraksi dengan tenaga kesehatan
lainnya agar dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik.

2. Apoteker sebagai “A Decision Maker”


Dengan berdasarkan keilmuannya, apoteker harus mampu untuk mengambil keputusan
dalam pelayanan kesehatan demi untuk kesehatan masyarakat serta dapat mengevaluasi
setiap keputusan yang telah diambil.

3. Apoteker sebagai “A Life-long-learner”


Sebagai tenaga kesehatan professional, apoteker harus terus menerus meningkatkan
keilmuan baik di bidang farmasi pada khususnya maupun bidang kesehatan pada
umumnya. Dengan belajar terus menerus maka apoteker dapat memberikan pelayanan
kefarmasian sesuai perkembangan dunia kesehatan.

4. Apoteker sebagai “A Teacher”


Apoteker juga bertanggung jawab sebagai seorang pengajar/ edukator. Dalam praktek
kefarmasian di masyarakat, apoteker dapat memberikan edukasi tentang kesehatan
kepada masyarakat melalui penyuluhan dan praktek apoteker di apotek.

5. Apoteker sebagai “A Communicator”


Apoteker berada di antara dokter dan pasien. Dengan demikian, apoteker harus memiliki
pengetahuan dan percaya diri saat berinteraksi dengan profesional kesehatan lainnya dan
masyarakat umum
6. Dari literatur tersier

Tipe : buku
Judul : manajemen apotek
Kesimpulan:

Sebuah apotek harus dikelola oleh seorang apoteker yang profesional agar dapat
memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional. Pelayanan kefarmasian adalah
suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan
sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien.

Setiap tenaga kefarmasian termasuk seorang apoteker untuk dapat melakukan


praktik kefarmasian harus mendapat izin praktik. Pelayanan apotek sendiri memiliki
tujuan meningkatkan mutu Pelayanan Kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi
tenaga kefarmasian dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang
tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).
7. kesimpulan yang saya ambil dari beberapa literature yang sudah ada yaitu
peran apoteker di apotek yaitu pelayanan terkait obat merupakan peran dan
tanggung jawab apoteker terutama dalam hal pelayanan memilih obat dan
memberikan edukasi, informasi dan konsultasi obat kepada pasien karena
memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu Pelayanan Kefarmasian, menjamin
kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dan melindungi pasien dan masyarakat
dari penggunaan Obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien
(patient safety).