Anda di halaman 1dari 2

UJI SUMUR

Suatu reservoir haruslah dianalisa dengan akurat, oleh karena itu suatu test
dilakukan pada bagian downhole dan surface. Untuk melakukannya, sebuah
reservoir harus berada pada kondisi dinamis. Hal ini berarti reservoir haruslah
“diganggu” untuk menghasilkan perubahan pressure yang akan direkam dan
diinterpretasi dengan perhitungan flowrate untuk mendapatkan informasi
mengenai sumur dan parameter reservoir.
“Gangguan” terhadap reservoir ini dilakukan tergantung pada kondisi
apakah sumur sedang ditutup ataukah berproduksi. Jika dalam keadaan ditutup
untuk jangka waktu yang lama, membuka sumur atau membuatnya berproduksi
merupakan cara terbaik untuk membuat perubahan pressure. Hal ini
disebut drawdown. Jika sumur sedang berproduksi untuk jangka waktu yang lama,
perubahan pressure dilakukan dengan cara menutup sumur. Hal ini
disebut buildup. Perubahan pressure pun bisa dilakukan dengan cara menaikkan
atau menurunkan flowrate pada sumur yang berproduksi/mengalir.
Dari pengujian terhadap suatu sumur, akan diperoleh sifat- sifat petrofisik
reservoir yang dibutuhkan. Sifat-sifat petrofisik reservoir yang diperoleh tersebut
bersama dengan data lain, dapat digunakan untuk menentukan kelayakan
reservoir tersebut baik untuk eksploitasi maupun untuk memprediksikan
kemampuan reservoir tersebut dimasa yang akan datang. Dengan kata lain,
pengujian sumur adalah bagian yang penting untuk mengetahui perilaku atau
kinerja sumur-sumur produksi maupun sumur injeksi.
Prinsip dasar pengujian sumur ini seperti yang telah disebutkan diatas
yaitu dengan memberikan suatu gangguan kesetimbangan tekanan terhadap sumur
yang akan dilakukan tes, contohnya dengan cara build-up test maupun drawdown
tes. Apabila pengujian ini dilakukan secara baik, teliti, dan memadai, maka akan
didapatkan hasil yang kemudian dianalisa dengan tepat, maka akan mendapatkan
banyak sekali informasi-informasi yang sangat berharga seperti permeabilitas
relatif, permeabilitas efektif, kerusakan atau perbaikan formasi disekeliling lubang
bor yang diuji, tekanan statis dan tekanan rata-rata reservoir, produktifitas
formasi, bentuk radius pengurasan, dan keheterogenan suatu lapisan.
Adapun tes sumur tersebut berupa test untuk sumur minyak dan sumur
gas. Untuk sumur minyak dapat berupa test tekanan dan test aliran. Pada sumur
pemboran baru, untuk mengetahui karakteristik reservoir dan karakteristik fluida
dengan cepat, maka dilakukan drillstem test (DST) yang bertujuan untuk
mengetahui kandungan (hidrokarbon) suatu lapisan, juga untuk menentukan
karakteristik reservoir seperti permeabilitas, faktor skin dan damage ratio.
Dalam praktikum analisa tekanan ini digunakan konsep transien untuk
pendekatan dan juga menggunakan metoda-metoda analisa. Secara garis besar
praktikum analisa tekanan dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu:
1. Analisa Pressure Build-up Testing
2. Analisa Pressure Drawdown Testing
3. Analisa Pressure Build-up dari data Drill Stem Test dengan
Menggunakan Perangkat Lunak Saphir 3.20
Dengan adanya gangguan tekanan yang diberikan, maka impuls perubahan
tekanan (Pressure Transient) akan disebarkan keseluruh reservoir, kemudian
perubahan tekanan ini diamati setiap saat dengan mencatat tekanan lubang sumur
selama pengujian berlangsung, selanjutnya parameter-parameter informasi yang
telah disebutkan sebelumnya seberti K, S, PI, Re dan lainnya akan didapatkan.