Anda di halaman 1dari 2

A.

Prioritas Masalah Dan Alternatif Pemecahan Masalah

1. Prioritas masalah

Setelah diidentifikasi 7 masalah, selanjutnya masalah tersebut diprioritaskan

berdasarkan metode pembobotan dengan memperhatikan aspek-aspek yang meliputi:

a. Magnitude (Mg) = Kecenderungan besar dan seringnya masalah

b. Severity (Sv) = Besar kerugian yang ditimbulkan,

c. Managebility (Mn) = Bisa dipecahkan,

d. Nursing Concern (Nc) = Perhatian bidang keperawatan,

e. Affordability (Af) = ketersediaan sumber daya.

Setiap aspek akan diberi nilai 1 sampai 5 dengan ketentuan :

a. Nilai 1 = jika sangat kurang penting,

b. Nilai 2 = jika kurang penting

c. Nilai 3 = jika cukup penting

d. Nil ai 4 = jika penting

e. Nilai 5 = jika sangat penting

Tabel 3.2
Hasil Pembobotan Untuk Menentukan Prioritas Masalah

No. Masalah Mg Sv Mn Nc Af Total


Sarana dan prasana ruangan
1 yang belum cukup memadai 5 5 4 5 4 2000

Hambatan kepala ruangan dalam


2 mengorganisir anggotanya 4 3 4 5 4 960

Ketidaksesuaian pandangan
3 mengenai ketenagaan 4 4 4 5 4 1280

Operan dan ronde keperawatan


4 yang dilakukan masih belum 5 4 5 4 5 2000
optimal
Pelaksanaan asuhan

5 keperawatan yang belum 5 3 5 3 3 675


komprehensif

Belum adanya role model dalam

6 pelaksanaan tindakan 4 4 4 5 2 640


berdasarkan SOP

Kurangnya kepuasan perawat


7 terhadap kompensasi 3 2 5 5 1 1050

Skoring masalah manajemen keperawatan di ruangan Perawatan VIP Makassar

Keterangan :

Magnitude (Mg) : Kecenderungan besar dan seringnya masalah

tersebut

Severity (Sv) : Besar kerugian yang ditimbulkan

Managebility (Mn) : Bisa dipecahkan

Nursing Concern (Nc) : Perhatian bidang keperawatan

Affordability (Af) : Ketersediaan sumber daya

Berdasarkan tabel di atas maka dapat disusun prioritas masalah sebagai berikut

1. Sarana dan prasana ruangan yang belum cukup memadai

2. Operan dan ronde keperawatan yang dilakukan masih belum optimal

3. Ketidaksesuaian pandangan mengenai ketenagaan

4. Kurangnya kepuasan perawat terhadap kompensasi

5. Hambatan kepala ruangan dalam mengorganisir anggotanya

6. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang belum komprehensif

7. Belum adanya role model dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan SOP