Anda di halaman 1dari 19

Nama : Mayda Rezeki

NIM : P07134117249
Prodi : D3/ Tk1

Jenis-jenis Media Dalam Pemeriksaan Bakteri, Fungsi dan Cara


Pembuatannya

1. Lactose Broth

Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform


dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment
broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri
pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk
memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat
difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas
adalah presumptive test untuk koliform. Lactose broth dibuat dengan komposisi
0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.
Prinsip :
Media adalah suatu substrat yang diperlukan untuk membunuh dan
mengembangbiakkan mikroba. Syarat media yaitu: mengandung semua unsur
hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan mikroba,
mempunyai tekanan osmotik, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan
kebutuhan mikroba dan steril (sebelum ditanami mikroba tidak ditumbuhi oleh
mikroba lain yang tidak diharapkan).
Peralatan :
1. Neraca
2. Erlenmeyer
3. Spatula
4. Gelas ukur 50 mL
5. Pipet serologi 10 mL
6. Tabung Ulir
7. Piala Gelas 400 mL
8. Autoklaf

Bahan :

1. Media cair. Example: Lactose Broth


2. Air suling
3. Kertas pH universal
4. Koran

Cara Kerja :

Pembuatan media cair (Sterilisasi media)

1. Timbang media cair sebanyak 0,65 gram dalam wadah erlenmeyer 100 mL
yang sudah berlabel menggunakan neraca
2. Dilarutkan dengan air suling sebanyak ±50 mL
3. Cek pH, bila terlalu basa tambahkan HCl dan bila terlalu asam tambahkan
larutan NaOH sampai sesuai pH yang diinginkan
4. Dipipet media cair kedalam tabung ulir berdurham yang sudah berlabel
lengkap sebanyak 5 mL (Tidak aseptik)
5. Tabung ulir berdurham disimpan pada piala gelas kemudian ditutup dengan
koran ikat dengan tali kasur
6. Masukkan kedalam autoklaf dengan tekanan 15 Psi (Pound Square Inch), suhu
121˚C selama 15 menit

Poin penting :

 Sebelum alat digunakan hendaknya masing masing alat diberi label


 Media sebelum digunakan harus melalui sterilisasi terlebih dahulu
 Media tidak boleh terkontaminasi dari bakteri lain yang tidak dibutuhkan
 Perlakuan pada media cair dan padat pada prinsipnya adalah sama, yang
membedakan hanya pada alat wadah untuk media

2. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)

Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa


dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S.
aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa
menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan
mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan
metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Namun demikian, jika
media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P.
Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Bagaiamanapun
media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah
E.coli. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk
menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.
EMB yang menggunakan eosin dan metilin blue sebagai indikator memberikan
perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak.
Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih
cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli
umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most
probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat), tabel tersebut dapat
digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0,1 ml
contoh air.
Media EMB Agar dapat dibuat melalui prosedur-prosedur sebagai berikut :
 Dipastikan semua alat dan bahan dalam keadaan siap digunakan. Semua APD
digunakan dengan baik, benar, dan lengkap Disiapkan semua alat-alat dan
bahan-bahan yang akan digunakan.
 Ditimbang serbuk media EMB agar (sesuai dengan volume yang dibuat)
 Dipindahkan serbuk media EMB agar ke beaker glass, lalu ditambahkan
aquadest sesuai dengan volume, dipindahkan ke Erlenmeyer.
 Dihomogenkan larutan dengan bantuan pemanasan dan pengadukan.
 Pelarutan tidak boleh sampai mendidih (pelarutan harus sempurna sehingga
tidak ada kristal yang tersisa).
 Dicek pH larutan sesuai petunjuk media (pH= 6,8 ± 0,2) pada suhu 250C.
 Diperhatikan pengecekan suhu larutan saat pengecekan pH media.
 Ditambah NaOH 0,01 N jika pH larutan kurang basa dan ditambahkan HCl
0,01 N jika pH larutan kurang asam.
 Disterilisasi ±1210C (1 atm); ±15 menit.
 Dibagi/ dimasukan kedalam petridisak steril yang sudah disiapkan.
 Dibiarkan media membeku dengan sempurna.
 Dimasukkan media ke inkubator (±370 C), ±24 jam untuk uji kualitas media,
dengan posisi petridisk terbalik.
 Disimpan pada suhu 40 C - 80 C untuk menyimpan media.
3. Nutrient Agar

Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga
digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif,
dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana
yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media
yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air,
sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel
pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Untuk
komposisi nutrien agar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air
desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan
disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan
wadah sesuai yang dibutuhkan.
Cara pembuatan Nurient Agar :
1. 1,2 gram nutrien agar (NA) ditimbang dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer.
2. Ditambahkan 50 mL akuades.
3. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetic
stirer sampai homogen, lalu dibiarkan beberapa saat.
4. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi.
5. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang diikat
dengan karet gelang.
6. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan
digunakan selama 2 jam pada suhu 121̊C dan tekanan 15 psi.
4. Nutrient Broth
Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.
Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai
berikut:
1. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.
2. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.
3. Atur pH sampai 7,0.
4. Beri air distilasi sebanyak 1.000 ml.
5. Sterilisasi dengan autoklaf
5. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)
MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan
Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis
Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat,
magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor
pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat
selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis
bakteri lain dapat tumbuh. MRS agar mengandung:
1. Protein dari kasein 10 g/L
2. Ekstrak daging 8,0 g/L
3. Ekstrak ragi 4,0 g/L
4. D (+) glukosa 20 g/L
5. Magnesium sulfat 0,2 g/L
6. Agar-agar 14 g/L
7. Dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L
8. Tween 80 1,0 g/L
9. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L
10. Natrium asetat 5 g/L
11. Mangan sulfat 0,04 g/L
MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.
Prosedur untuk membuat media:

1. Timbang bahan dan air, dengan takaran 23 gr per 1 L air suling.


2. Media di-autoklaf dan didinginkan sampai 50oC dan dituang ke dalam cawan
petri steril hingga menutupi bagian bawah petri – sekitar 1/8 hingga ¼ petri.
3. Taruh media agar pada tempat yang datar hingga media dingin dan memekat.
4. Medium agar siap dipakai.

Pada saat penyimpanan, media tidak boleh dibekukan. Hal ini dilakukan untuk
menghindari kondensasi dan menetes ke permukaan agar yang dapat
memfasilitasi pergerakan organisme dalam koloni (1).

Nutrient Agar (NA) adalah medium serbaguna yang baik untuk pertumbuhan
bakteri. Sesuaikan pH menjadi 7,4 dan sterilkan dengan autoklaf pada suhu 121oC
selama 15 menit. Bahan-bahan untuk NA: ekstrak khamir 3 gr, pepton 5 gr, NaCl
5 gr, agar-agar 15 gr, air suling 1 L (2).

6. Trypticase Soy Broth (TSB)

TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan
penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk
isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan
mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai
yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya
menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah
sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.
Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.
Alat dan bahan :
 Erlenmeyer 250ml
 Gelas ukur 100ml
 Batang pengaduk
 Autoclave
 Waterbath
 Tabung reaksi
 Inkubator
 Bunsen / spritus
 Kaki tiga
 Kassa asbes
 Aquades
 Media tsb, dengan komposisi :
ü Susped 30,0 g in 1000 ml
ü Purfeld distilled water.
Cara kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Menimbang 0,9 gram TSB sebanyak 0,9 gram dan dilarutkan dalam 30 ml
aquades
3. Memanaskan media pada api bunsen sampai larut
4. Memasukkan media kedalam tabung reaksi dan dibundel
5. Mengikat tabung reaksi dan membungkusnya dengan kertas
6. Mensterilkan media pada autoclave 121Oc selama 15 menit
7. Menginkubasi media pada inkubator dengan suhu 37oc selama 24 jam

7. Plate Count Agar (PCA)

PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di


atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic
hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L
kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini
baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya
mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam
amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai
vitamin B kompleks.
ALAT DAN BAHAN
Alat

 Neraca analitik
 Spatula
 Kertas timbang
 Botol kaca
 Gelas ukur 1000 ml
 Plate/ Petridish
 Batang pengaduk
 Autoclave

Bahan

 Bubuk media Plate Count Agar Oxoid CM 325


 Aquades pH ± 7 (netral)
 pH stick
 Aluminium foil
 Benang

Prosedur Kerja

 Alat dan bahan disiapkan.


 Bubuk media Plate Count Agar Oxoid CM 325 ditimbang sebanyak 17,5 gram
kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca.
 Dilarutkan dengan 1000 ml aquades pH ± 7 (netral) kemudian dihomogenkan.
 Media yang telah larut dicek pHnya dengan pH stick.
 Botol kaca yang berisi media ditutup dengan tutup botol yang dilapisi
aluminum foil dan diikat dengan benang.
 Media disterilisasi dengan autoclave pada suhu 1210C selama 15 menit.
 Media yang telah steril didinginkan hingga mencapai suhu 45-500C.
 Media dituang ke dalam plate dan ditunggu hingga padat.
 Setelah beku media siap digunakan
8. Potato Dextrose Agar (PDA)

PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan


kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu
sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam
jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga
baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk
pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media
dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan
selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu
121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan
petri dengan pH akhir 5,6+0,2.
Cara membuat media PDA

 Buang kulit kentang, cuci, lalu potong-potong kecil. Rebus dengan 1 L air
sampai kentang matang, tetapi jangan terlalu lama memasaknya.
 Saring air rebusan kentang menggunakan kain saring atau penyaring
teh/santan, dan tambahkan air sampai 1 L.
 Tambahkan 20 g dextrose dan 15 g agar-agar, aduk-aduk, masukkan ke dalam
penangas air mendidih, ditutup, sambil sering diaduk-aduk selama 30 menit
sampai semua agar-agar larut.
 Ukur 10 mL media agar dalam keadaan panas, masukkan ke dalam tabung
reaksi steril dan tutup dengan kapas. Pengukuran dengan gelas ukur cukup 1
kali saja, selanjutnya samakan tinggi media dalam tabung reaksi.
 Ikat kuat-kuat tabung reaksi dengan menggunakan beberapa karet dan tutup
kertas, lalu beri label nama media.
 Sterilkan menggunakan autoklaf, suhu 121⁰C selama 15 menit. Untuk
membuka tutup autoklaf, tunggu sampai tekanan menunjukkan angka nol.
Apabila tidak ada autoklaf, bisa diganti dengan pressure cooker (alat presto).

9. VRBA (Violet Red Bile Agar)

VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri


Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa,
sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan
mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli. Bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl, empedu,
glukosa, neutral red, kristal violet, agar). Bahan-bahan tersebut kemudian
dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Panaskan hingga mendidih
sampai larut sempurna. Dinginkan hingga 50-60°C. Pindahkan dalam tabung
sesuai kebutuhan, pH akhir adalah 7,4. Campuran garam bile dan kristal violet
menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-
kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber
karbohidrat. Neutral red sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.

10. Geolliti

Kegunaan : Enrichment media khusus staphylococcus (terutama bakteri


Staphylococcus aureus)

Prinsip kerja : Pertumbuhan staphylococcus dinaikan oleh piruvat, glysin, dalam


konsentrasi manitol yang tinggi, kontaminasi dari gram negative dihambat lithium
clorida,sementara kontaminasi gram positif lain dihambat oleh tellurit.
Micrococcus di cegah sampai derajat tertentu karena kondisi
anaerob.pertumbuhan Staphylococcus dapat diketahui denangan timbulnya warna
hitam pada media karena reduksi tellurit menjadi methalik tellurium.

Kandungan : potassium tellurit trihidrat

Tersangka Bakteri S. aureus : diperkirakan di tumbuhi bakteri S. aureus harus


dilanjutkan ketahap identifikasi.

Cara Kerja:

1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat
langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi Giolliti1ml.
2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
3. Lihat warna pada media
4. Apa bila apabila warna media menjadi hitam pemeriksaan lanjutan dilakukan.

Pembuatan :

190 ml (atau kelipatan 19 ml)/1000ml X 55 gram = berat serbuk.

Untuk 190ml aquades serbuk 10,45 gram(dilarutkan),sterilkan dengan autoclave


121C 20 menit.Suam-suam kuku ditambah Kalium Tilurit 1%(0,1ml untuk 19 ml
media). Masukan kedalam tabung rekasi yang telah disterilkan( sterilisasi dalam
oven suhu 120C selama 24 jam) diatas diberi parafindan ditutup kapas putih.

*Tutup tabung : kapas putih


Foto : Geoliti yang belum di tumbuhi bakteri

Foto : Geolliti tersangka Bakteri S. Aureus

11. Pepton Alkalis

Kegunaan :Enrichment Media khusus (Vibrio cholera).

Kandunang : pepton, NaCl

*Tutup tabung: Kapas kuning

Hasil positif (tersangka) : media menjadi keruh

Foto : Pepton alkalis yang belum ditumbuhi bakteri


Foto : Pepton tersangka Bakteri V. cholera

Cara Kerja :

1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat
langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi alkalis
pepton 1ml.
2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
3. Lihat warna pada media
4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh(tersangka V. cholera)
pemeriksaan lanjutan dilakukan.

12. Selenite

Kegunaan : Enrichment media bersifat khusus/selektif (bakteri : Salmonella)

Prinsip kerja : selenite menghambat pertumbuhan bakteri coliform enteric dan


enterocccus,sebagian besar pada saat 6-12 jam pertama dari inkubasi. Salmonella,
proteus, pseudomonas tidak dihambat.

Kandungan : pepton dari daging, laktosa, sodium selenitte, dipotassium hydrogen


phospatase, potassium dihidrogen phospatase.

*Tutup tabung : Kapas putih ungu

Hasil positif (tersangka) : keruh


Foto : Selenite yang belum di tumbuhi bakteri

Foto :Selenite tersangka Bakteri Salmonella

Cara Kerja :

1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat
langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi selenit 1ml.
2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
3. Lihat warna pada media
4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh (tersangka Salmonella)
pemeriksaan lanjutan dilakukan
13. Cook Meat Medium(CMM)

Kegunaan : Enrichment media bersifat khusus ( Bakteri : Clostridium sp.)

Prinsip kerja : Ciran paraffin menyediakan kondisi pertumbuhan yang baik untuk
mikroorganisme anaerobic.

Kandungan : daging sapi hati, campuran pepton, NaCl

*Tutup tabung :Kapas putih

Hasil positif (tersangka) : Daging terangkat(sakarolisa) atau hancur (proteolisa)

Foto : CMM yang belum di tumbuhi bakteri

Cara Kerja : CMM tersangka Clostridium (Kemungkinan sangat besar)


1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat
langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi CMM 1ml.
2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
3. Lihat warna pada media
4. Apa bila apabila Daging terangkat atau hancur pemeriksaan lanjutan dilakukan.

14. Brain Heart Infrusion (BHI)

Kegunaan : Untuk pertumbuhan bermacam-macam mikroorganisme


phatogenik(bakteri).

Prinsip kerja : Berisi irisan kecil dari jaringan otak dan dapat digunakan untuk
menumbuhkan banyak bakteri seperti streptococcus, staphylococcus,

Kandunan : Nutrien substrat, glukosa, NaCl, Dinatrium hydrogen phospat

*Tutup tabung : Kapas Putih biru

Hasil positif (tersangka) :Media berubah menjadi keruh

Foto: BHI yang belum di tumbuhi bakteri


Cara Kerja :BHI yang ditumbuhi bakteri (karena bersifat Universal)

1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat
langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi BHI 1ml.
2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
3. Lihat warna pada media
4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh pemeriksaan lanjutan dilakukan.
SUMBER

http://unsa-73.blogspot.co.id/2011/06/media-pertumbuhan-mikroba.html
https://tulisankimia.wordpress.com/2015/03/03/pembuatan-media-cair/
https://teknologilaboratoriummedik.blogspot.co.id/2016/04/media-eosin-
methylene-blue-agar-emb.html
https://aryamanangsang2.wordpress.com/2012/12/02/panduan-praktikum-
pembuatan-media-nutrien-agar-dan-sterilisasi/
https://iheartfoods.wordpress.com/category/mrsa/
http://devyfitrii.blogspot.co.id/2013/12/laporan-media-tsb.html
https://teknologilaboratoriummedik.blogspot.co.id/2016/11/media-plate-count-
agar-pca.html
https://www.daquagrotechno.org/membuat-media-pda-potato-dextrose-agar-dan-
mea-malt
extract-agar/
http://analiskesehatan-indonesia.blogspot.co.id/2010/12/media-bag-1.html