Anda di halaman 1dari 18

DASAR TEORI

Mikroskop merupakan sebuah alat untuk melihat obyek atau benda-benda yang terlalu kecil
sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak
mudah dilihat dengan mata. Mikroskop ditemukan oleh Antony Van Leuwenhoek, dimana
sebelumnya sudah ada Robert Hook dan Marcello Malphgi yang mengadakan penelitian
melalui lensa yang sederhana. Lalu Antony Van Leuwenhoek mengembangkan lensa
sederhana itu menjadi lebih kompleks agar dapat mengamati protozoa, bakteri dan berbagai
makhluk kecil lainnya.

Setelah itu, pada sekitar tahun 1600, Hanz dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang
dikenal dengan mikroskop ganda yang lebih baik daripada mikroskop yang dibuat oleh
Antony Van Leuwenhoek. Mikroskop berasal dari dua buah kata yaitu mikro yang artinya
kecil dan dari kata scopium yang artinya adalah penglihatan. Mikroskop adalah suatu alat
yang berada didalam laboratorium yang memberikan bayangan dari benda yang diperbesar
hingga ukuran tertentu hingga dapat dilihat dengan mata. (cindy : 2009).

Panca indera manusia memiliki kemampuan daya pisah yang terbatas, karena itu dibutuhkan
alat bantu untuk mengamati benda-benda yang ukurannya kecil atau mikroskopis. Salah satu
alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang ukurannya mikroskopis disebut
mikroskop. Mikroskop berasal dari kata micro : kecil dan scopium : penglihatan. Jadi
mikroskop adalah sebuah alat untuk mengamati benda-benda yang mempunyai ukuran kecil.
Mikroskop berfungsi untuk meningkatkan daya pisah seseorang, sehingga memungkinkan
untuk dapat mengamati obyek yang sangat halus. (Tim Dosen Pembina. 2012 : 1)

Jadi dapat disimpulkan bahwa, mikroskop adalah suatu alat yang fungsinya untuk melihat
benda-benda atau obyek kecil. Semua itu dikarenakan manusia mempunyai daya pisah yang
terbatas, sehingga dibutuhkan alat untuk dapat mengamati obyek yang sangat halus sehingga
dapat dilihat oleh mata.
JENIS-JENIS MIKROSKOP

1. Jenis-jenis mikroskop berdasarkan jumlah lensanya

 Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki satu lensa okuler. Karena hanya memiliki satu lensa
pembesar, maka fungsi dari mikroskop ini hanya untuk melihat objek benda yang sederhana,
misalnya penampang sel tumbuhan atau sel hewan.

 Mikroskop binokuler

Mikroskop ini memiliki dua lensa pembesar (okuler) yang saling menguatkan. Dibandingkan
dengan mikroskop monokuler, maka mikroskop binokuler lebih mampu melihat benda-benda
mikroskopis, misalnya bakteri, sehingga cukup efisien untuk digunakan di bidang medis,
khususnya di laboratorium rumah sakit.

2. Jenis-jenis mikroskop berdasarkan sumber cahaya


 Mikroskop cahaya

Sesuai dengan namanya, maka mikroskop cahaya memanfaatkan cahaya sebagai media untuk
membantu mengirimkan gambar ke mata kita. Mikroskop cahaya adalah rancangan
mikroskop tertua, yang ditemukan sekitar abad 17.

Jenis mikroskop ini banyak digunakan di lembaga-lembaga pendidikan untuk kegiatan


pembelajaran, khususnya di laboratorium IPA. Mikroskop cahaya sering juga disebut
mikroskop optik, karena mengguanakan sistem lensa untuk memperbesar citra objek
berukuran kecil.

Mikroskop cahaya memiliki tiga lensa,yaitu lensa okuler (lensa yang dekat dengan mata
pengamat), lensa objektif (lensa yang dekat dengan objek pengamatan), dan kondensor
(terletak melekat di bawah meja

Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan pertama dan menentukan struktur objek
yang akan terlihat pada bayangan akhir serta memiliki kemampuan untuk memperbesar
bayangan objek.

Lensa okuler merupakan lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan
mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif.

Sedangkan Lensa kondensor adalah lensa yang berfungsi mengatur pencahayaan pada objek yang
akan diamati, sehingga terlihat lebih jelas.
 Mikroskop elektron

Mikroskop elektron merupakan penyempurnaan dari mikroskop cahaya, karena sumber


cahaya berasal dari mikroskop itu sendiri..

Bagian mikroskop elektron yang mengatur pencahaayan adalah komponen eletrok statis dan
elektro dinamikanya.

Mikroskop jenis ini banyak digunakan di laboratorium medis maupun badan penelitian,
dimana keunggulannya adalah mampu memperbesar objek hingga jutaan kali lipat.

3. Jenis-jenis mikroskop berasarkan fungsinya

 Mikroskop Medan Terang

Pada mikroskop medan terang, medan yang mengelilingi preparat terlihat terang, sedangkan
ob jek yang diamati tampak gelap dari latar belakangnya. Hal tersebut disebabkan cahaya dari
suatu sumber masuk melalui sistem lensa tanpa perubahan hingga medan yang terang.
Lensa kondensor memusatkan cahaya pada preparat, berkas cahaya dalam kerucut cahaya
langsung menembus lensa objektif untuk bentuk latar belakang. Berkas cahaya menjadi
bengkok dan membentuk bayangan objek.

Bayangan tersebut kemudian diperbesar lensa okuler. Sebagian besar mikroskop semacam ini
menghasilkan pembesaran berguna maksimum sekitar 1.000 diameter.

 Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop medan gelap memiliki fungsi yang sama dengan mikroskop medan terang, yaitu
untuk mengamati objek mikro. Perbedaannya pada prinsip kerja, dimana mikroskop medan
gelap memiliki kondensor khusus untuk memantulkan cahaya, sehingga membentuk ruang
gelap dan titik-titik cahaya yang terkumpul akan mengenai objek. Penampakan objek akan
terlihat terang dengan bagian sekelilingnya gelap.

 Mikroskop Pendar

Mikroskop pendar digunakan untuk melihat benda asing berukuran mikroskopis, seperti virus
dan bakteri yang memiliki ciri terselip dalam protein sel.
Prinsip kerjanya adalah sel akan ditetesi dengan cairan pendar atau serum yang akan bereaksi
dengan bakteri atau virus yang diamati. Kemudian akan tampak warna pendar dari objek
yang diamati, sehingga dapat diketahui bentuknya.

Mikroskop ultraviolet

Jenis mikroskop ini mirip dengan mikroskop cahaya, tetapi cahaya yang digunakan bukan
cahaya matahari melainkan sinar ultraviolet.

Mengapa menggunakan sinar ultraviolet? Karena sinar ultraviolet memiliki panjang


gelombang yang pendek, sehingga hasil pengamatan dapat mencapai dua kalilipatnya.
BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP

Mikroskop adalah alat yang dibuat dan digunakan untuk melihat, atau mengenali benda-
benda renik yang terlihat kecil, kasat mata menjadi kelihatan lebih besar dari ukuran aslinya,
sehingga akan lebih mudah di kenali.

berikut bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya:

1. LENSA OKULER

Lensa okuler adalah lensa yang letaknya di bagian ujung atas tabung dekat dengan mata
pengguna, pengamat. Fungsi utama lensa okuler ini adalah untuk membentuk bayangan
maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.

2. LENSA OBJEKTIF
Lensa Objektif ini letaknya berada di dekat objek yang akan diamati, diteliti. Pada umumnya
terdapat tiga lensa objektif pada sebuah mikroskop, yakni dengan perbesaran 10, 40 dan 100
kali. Lensa objektif ini membutuhkan cahaya nyata, terbalik dan diperbesar. Di mana lensa
objektif ini di atur oleh revolver untuk menentukan pembesaran dan pengecilan lensa
objektif.

ketika menggunakan lensa objektif biasayan para pengamat mengoleskan minyak emersi ke
objek, tujuannya dari pemberian minyak emersi ini adalah sebagai pelumas dan untuk
memperjelas bayangan benda.

3. TABUNG MIKROSKOP [ TUBUS ]

Fungsi, kegunaan tabung mikroskop ini adalah untuk mengatur fokus serta menghubungkan
antara lensa objektif dan lensa okuler.

4. MAKROMETER [ PEMUTAR KASAR ]

Fungsi utama Makromater (pemutar kasar) dalam bagian mikroskop adalah untuk menarik
dan menurunkan tabung mikroskop secara tepat dan cepat.
5. MIKROMETER [ PEMUTAR HALUS ]

Fungsi utama Mikrometer (pemutar halus) dalam bagian mikroskop adalah untuk untuk
menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop secara tepat dan lambat, bentuknya lebih kecil
daripada makrometer.

6. REVOLVER MIKROSKOP

Fungsi utama revolver dalam bagian mikroskop adalah untuk mengatur perbesaran,
pengecilan lensa objektif, cara penggunaan nya dengan cara memutarnya ke kanan atau ke
kiri.

7. REFLEKTOR MIKROSKOP

Reflektor dalam mikroskop terdiri dari 2 jenis cermin yaitu cermin cekung dan cermin cermin
datar. Fungsi utama relfektor pada mikroskop adalah untuk memantulkan cahaya dari cermin
ke meja objek melalui lubang yang terdapat pada meja objek kemudian diteruskan ke mata
pengamat.

Cermin datar digunakan saat cahaya yang di butuhkan dapat terpenuhi, sedangkan jika
cahaya tidak terpenuhi maka akan menggunakan cermin cekung karena fungsi cermin cekung
di sini adalah untuk mengumpulkan cahaya.

8. DIAFRAGMA
Fungsi utama diafragma pada bagian mikroskop adalah untuk mengatur banyak atau
sedikitnya cahaya yang masuk atau cahaya yang digunakan.

9. KONDENSOR
Fungsi utama kondensor pada bagian mikroskop adalah untuk mengumpul kan cahaya yang
dipantulkan oleh cerimin kemudian memusatkannya pada objek, cara menggunakan alat ini
bisa diputar ke kanan atau ke kiri dan bisa juga di naik turunkan.

10. Cermin

Fungsi utama cermin pada bagian mikroskop adalah untuk menerima dan mengarahkan
cahaya yang diterima dengan cara memantulkan cahaya yang masuk tersebut.

11. MEJA MIKROSKOP

Fungsi utama meja mikroskop pada bagian mikroskop adalah sebagai tempat meletakkan
objek yang akan diteliti/diamati.
12. PENJEPIT KACA MIKROSKOP

Fungsi utama penjepit kaca pada bagian mikroskop adalah untuk menjepit kaca yang melapisi
objek tujuanya agar objek tidak mudah geser. penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang
melapisi objek agar tidak mudah bergeser.

13. LENGAN MIKROSKOP

Fungsi utama lengan mikroskop pada bagian mikroskop adalah sebagai pegangan pada
mikroskop.

14. BAGIAN KAKI MIKROSKOP

Fungsi utama kaki mikroskop pada bagian mikroskop adalah untuk menopang atau
menyangga mikroskop agar tidak mudah jatuh.
15. SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT)

Funsi utama sendi inklinasi pada bagian mikroskop adalah untuk mengatur sudut atau
tegaknya mikroskop.
FUNGSI MIKROSKOP
Fungsi mikroskop secara umum adalah digunakan untuk melihat dan mengamati benda-benda
yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat secara kasat mata. Jenis
paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optik.

CARA PENGGUNAAN MIKROSKOP

a. Mengarah Letak Mikroskop

1) Mikroskop diposisikan dengan hati-hati di atas meja yang terjangkau badan pengamat
(tidak terlalu ke tepi atau ke tengah).

2) Mikroskop diatur kemiringannya (jika perlu) dengan memutar sambungan inklinasi. Hal
itu bermaksud agar pengamat enak melakukan pengamatan dalam waktu yang lama.

b. Mengatur Pencahayaan

1) Mikroskop dengan sumber cahaya matahari, sebaikinya ditempatkan di atas meja dekat
jendela. Jangan menempatkan mikroskop di bawah sinar matahari langsung.

2) Mikroskop dengan sumber cahaya lampu dari luar dipakai dengan memasang lampu 15 cm
di muka mikroskop.

3) Mikroskop dengan sumber cahaya tetap di dasar alat lebih mudah digunakan dengan cara
memencet tombol untuk menyalakan lampu.

4) Banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata pengamat dan untuk menerangi objek
diatur dengan memutar tombol pengatur diafragma. Makin lebar lubang diafragma, makin
banyak jumlah cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya.

c. Mencari Objek

1) Tempatkan slide (sediaan bahan/spesimen) di atas meja mikroskop, pas di atas lubang.
Tekan slide dengan penjepit. Ketika itu, tempat tabung berada pada jarak terjauh dengan meja
mikroskop.

2) Pasanglah dengan tepat sampai terdengar suara “klik”.


3) Turunkan tabung hingga berjarak 1 cm dari atas objek dengan pemutar kasar. (Ketika
melakukan hal ini, jangan mengintipnya pada lensa okuler lebih dahulu).

4) Tempatkan lampu di depan kaca, jika memakai sumber sinar dari luar. Letakkan
mikroskop dekat jendela, apabila memanfaatkan sinar matahari. Pencet tombol untuk
menyalakan lampu, jika mikroskop sudah dipasangi lampu.

5) Manage banyaknya sinar yang masuk dengan membuka diafragma iris dan mengatur kaca
(jika perlu).

6) Lihatlah melalui lubang pengamat. Carilah objek yang jelas dengan memutar tombol
pemutar halus naik atau turun.

7) Setelah didapatkan objek dengan bidang pandang yang jelas, putarlah cakram mikroskop
untuk mengarahkan lensa objektif perbesaran kuat pas di atas objek.

8) Agar didapat penglihatan yang jelas, atur kembali melewati pemutar halus, sambil
mengamati melalui lubang pengintai.
PEMELIHARAAN MIKROSKOP

Cara merawat mikroskop yang pertama yaitu mikroskop mesti disimpan di tempat yang
kering, bebas debu, sejuk serta bebas uap asam serta uap basa. Tempat untuk menyimpan
mikroskop yang sesuai adalah kotak mikroskop itu sendiri yang dilengkapi dengan silica gel,
yang mempunyai sifat higroskopis sehingga area sekitar mikroskop tidak akan lembab. Tidak
hanya itu saja mikroskop juga bisa disimpan di dalam lemari yang diberi lampu guna
mencegah tumbuh atau munculnya jamur.

Pada bagian non optik mikroskop dibuat dari logam ataupun plastik, bagian tersebut bisa
dibersihkan memakai kain fanel. Untuk membersihkan debu-debu yang terselip bisa memakai
kuas kecil.

Lensa mikroskop (objektif, okuler, serta kondensor) dibersihkan dengan memakai tisu lensa
yang diberi alkohol sekitar 70%. Jangan membersihkan lensa memakai sapu tangan ataupun
kain lap.

Sisa minyak imersi di lensa objektif bisa dibersihkan dengan menggunakan xilol atau xylene.
Dalam pemakaian xilol haruslah berhati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel ke bagian
mikroskop Non Optik, sebab akan merusak cat ataupun merusak bahan plastik, dan jangan
pula cairan xilol menempel ke bagian lensa yang lainnya, kecuali pihak produsennya
menyatakan jika tindakan tersebut aman.

Bersihkan terlebih dahulu sebelum menyimpan mikroskop, terlebih hapus seluruh minyak
imersi pada permukaan lensa, sehingga partikel-partikel halus tidak bisa menempel serta
menggumpal dan mengering. Minyak serta partikel-partikel halus pada lensa bisa
mengaburkan serta mengakibatkan goresan. Hal tersebut akan menurunkan kemampuan lensa
mikroskop.

Sebelum menyimpan mikroskop, sebaiknya meja mikroskop diatur lagi serta lensa objektif
dijauhkan dari meja preparat dengan cara memutar alat penggeraknya ke keadaan seperti
semula, kondensor diturunkan kembali dan intensitas lampu dikecilkan kemudian dimatikan.

Dengan mematuhi petunjuk pemakaian serta pemeliharaan mikroskop, diharapkan mikroskop


bisa bertahan lebih lama untuk digunakan terhadap seluruh kegiatan laboratorium dan
kegiatan lainnya.
LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI

PENGENALAN MIKROSKOP, PERBAIKAN KERUSAKAN RINGAN


MIKROSKOP dan PEMELIHARAAN MIKROSKOP

DISUSUN OLEH :

NAMA : MAYDA REZEKI

NIM : P07134117249

KELOMPOK : 1.4

DOSEN PENGAJAR : Wahdah Norsiah, S.Pd,M.Sc

DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK : Dra. Anny Thuraidah, Apt.,MS

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN BANJARMASIN

DIPLOMA III

ANALIS KESEHATAN

2017/2018
DAFTAR PUSTAKA

http://faiiqoh017.blogspot.co.id/2013/04/laporan-praktikum-penggunaan-mikroskop.html

https://www.amongguru.com/informasi-tentang-jenis-jenis-mikroskop-lengkap-dengan-
gambarnya/

https://bukubiruku.com/bagian-bagian-mikroskop/
http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-mikroskop/

https://medium.com/@khairuddin81192/beginilah-cara-memakai-mikroskop-dengan-baik-
dan-benar-e0be88b45c9c

https://news.ralali.com/cara-merawat-mikroskop-agar-tetap-awet/
Hasil dari Pencarian Kamar Hitung Perbesaran 10 dan Perbesaran 40

Beri Nilai